U' R'
Chapter 3 :
Dirty Little Secret
Cast:
Lu Han, Se Hun
EXO Members
Romance, Angst, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch. For Hunhan Indonesia Big Event
.
.
Luhan sama sekali tidak peduli dengan apa yang tengah Sehun lakukan diluar sana, entah itu sedang berkencan dengan siapa, tidur dengan siapa intinya ia sama sekali tidak peduli. Gadis itu sudah hafal seluk beluk tempat tinggal sahabat laki-lakinya tersebut, apa saja isinya bahkan isi lemari pria itu Luhan juga tahu dengan pasti. Coba saja tanyakan dimana letak pakaian dalam atau ukurannya maka dengan senang hati Luhan akan memberikan jawabannya dengan tepat. Ia akui jika ia lebih dekat dengan Sehun dibandingkan dengan Jongdae. Luhan bahkan bisa tidur semalaman di tempat tidur pria itu sedangkan pemiliknya melalangbuana entah kemana dan baru kembali esoknya. Tidak ada rahasia diantara mereka bahkan untuk ukuran pakaian dalam sekalipun tapi jangan pernah berpikir Luhan dan Sehun pernah tidur dalam artian 'tidur' sepasang manusia yang dirundung hormon tinggi. Mereka masih menyayangi apa yang dinamakan garis pertemanan dan batas-batasnya.
Setelah mengirimkan pesan pada pria itu jika ia berkunjung dan berniat bermalam di sana, Luhan menaruh ponselnya asal dan mengunjungi dapur yang entah sudah berapa lama tidak ia datangi. Dulu sebelum menjadi kekasih Kris, ia dan Sehun sering memasak bersama lalu menghubungi Baekhyun dan Jongdae untk mencicipi masakan mereka yang akan berakhir dengan rengekan iri Kyungsoo karena tidak bisa ikut bergabung. Luhan membuka pintu lemari pendingin dan matanya mendapati lemari tersebut nyaris seperti baru. Kosong, benar-benar kosong. Setelah menghela nafas sejenak ia kemudian beralih membuka lemari penyimpanan yang berada diatas wadah pencuci piring dan Luhan mendapati hal yang sama lagi. Lemari itu kosong seperti baru. Luhan mengkerutkan alisnya tidak mengerti dengan keadaan dapur Sehun. Tidak biasanya pria itu meninggalkan dapurnya dalam keadaan kosong tanpa makanan bahkan ramen sekalipun.
Gadis rusa itu kemudian berlalu menuju ruang tamu tempat tadi ia menyimpan ponselnya dan segera mencari kontak Sehun. Ada yang harus ia pastikan sekarang, apakah Sehun pulang larut malam atau tidak. Jika ya maka ia berniat keluar untuk membeli makan sendiri tapi jika tidak maka ia akan mengajak pria itu untuk menemaninya makan. Jari lentiknya mencari dengan cepat dan langsung membawa ponsel itu ke arah telinga tanpa sempat melihat apakah panggilannya tersambung atau tidak. Dua kali menghubungi Sehun tanpa ada jawaban dari pria itu mampu membuat Luhan kesal hingga tanpa sabar ia mematikan panggilannya. Luhan berputar dua kali mengitari sofa hingga ia memutuskan untuk menghubungi Sehun lagi namun tetap berakhir pria itu tidak menjawab panggilannya. Dengan kesal Luhan melemparkan ponselnya dan membaringkan tubuhnya di sofa untuk menenangkan diri.
Pertengkaran dengan Kris memang selalu menyita emosinya. Sudah hampir enam bulan mereka menjalin hubungan dan pria itu selalu menjadi sosok menyebalkan jika permintaannya tidak dipenuhi. Kris memang tampan semua orang mengakui paras dewa yang dianugerahkan dengan sombong di wajahnya. Ia juga kaya –kalau kalian bertanya tentang harta, lumayan loyal dan untung saja otaknya termasuk cerdas meskipun sebagian besar dipenuhi dengan hal-hal porno. Tapi satu hal yang tidak orang lain ketahuin tentang Kris bahwa pria itu termasuk pria yang ringan tangan. Ia suka memukul atau melemparkan sesuatu saat marah bahkan saat berhubungan intim sekalipun dengan Luhan. Jika gadis rusa itu sudah datang ke tempat Sehun maka ia sedang dalam masa pemulihan pada bagian belakang tubuhnya yang terkadang membiru karena pukulan Kris saat mereka bercinta. Maka jika saat romantis saja Kris ringan tangan apalagi saat bertengkar seperti sekarang. Jangan harap Luhan bisa lolos dari kepalan tangannya.
Pertengkaran setan itu dimulai ketika pria itu baru saja kembali dari produksi untuk tugas filmnya. Talent yang brengsek serta susah diatur, kru film kurang koordinasi serta belum terlalu memahami apa yang diinginkan oleh tugas mereka membuat produksi film pendek tersebut berjalan alot. Sampailah pada titik dimana Kris butuh penyegaran untuk otaknya yang panas ia mendatangi Luhan yang sedang asik bersantai sambil membaca beberapa materi untuk ujian bulan depan. Singkatnya Kris ingin Luhan melayaninya dalam arti sesungguhnya, mendesah dengan keras dan pasrah melalui malam panas bahkan jika perlu gadis itu harus membolos untuk satu hari penuh cinta agar otaknya kembali jernih. Namun bukannya mendapat Luhan dengan tubuh indahnya di tempat tidur, Kris malah mendapatkan penolakan dari gadis itu yang jelas saja menyulut emosinya. Ia memaksa Luhan dan berteriak meminta gadis itu untuk melayaninya sialnya Luhan tetap keras kepala dengan penolakannya. Jangan salahkan siapapun jika Kris lantas melayangkan tangannya untuk mengenai pipi Luhan.
Dengan emosi yang sudah diubun-ubun Luhan kemudian mendorong Kris yang tengah meratapi tindakannya karena menampar Luhan. Gadis itu merapikan semua keperluannya dan meninggalkan Kris untuk beberapa saat sampai pria itu sadar jika Luhan tidak suka dengan tingkahnya yang kasar. Itu memang bukan kekerasan pertama yang Luhan dapatkan saat mereka bertengkar namun itu adalah pertama kalinya dalam hubungan mereka Kris menamparnya. Mereka sudah berjanji untuk tidak menyakiti bagian wajah saat Kris sedang emosi, pria itu boleh mendorongnya, menjambak atau memukul tubuh Luhan yang lain asalkan bukan wajahnya dan sekarang pria itu menamparnya.
Tidak ada yang tahu itu semua kecuali Luhan dan Sehun tentu saja. Siapa lagi yang akan menampungnya jika sudah begini selain pria itu. Bahkan Kyungsoo pasti akan memarahinya dan menyumpah sedangkan Baekhyun, jangan tanya gadis itu akan berbuat apa.
Sudah hampir lima belas menit Luhan berbarin di sofa dengan perut laparnya, ia terus berharap Sehun akan segera datang dan membawa berbagai macam makanan. Ia sudah mengirimkan sebuah pesan singkat kepada pria itu untuk membawakannya makanan dan ia berharap pria itu mau untuk meluangkan waktunya melihat ponsel bodohnya. Karena merasa kepanasan dan bosan, Luhan memutuskan untuk mendinginkan dirinya dengan berendam sebentar sebelum Sehun pulang. Tidak masalah dengan pakaian toh ia sengaja menyimpan beberapa potong pakaian dalamnya di tempat Sehun untuk berjaga-jaga jika mereka harus bergadang untuk tugas. Dengan santai gadis itu membawa tubuhnya menuju kamar Sehun, berdiri di depan cermin besar pria itu, melepaskan pakaiannya asal lalu memandangi tubuhnya yang tanpak menawan dibawah balutan pakaian dalam.
Setelah puas bercermin, Luhan kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan memulai ritual menenangkan dirinya. Menyiapkan pemutar musik untuk membuat suasana kamar mandi tidak terlalu sunyi, sedikit bersenandung hingga ia lupa diri. Sementara Luhan dengan ritual kecantikannya lain halnya dengan pria yang baru saja memasuki apartement Sehun. Datang dengan harapan dapat mengejutkan Sehun dengan kehadirannya yang ada ia malah terkejut dengan adanya sepasang sepatu perempuan di pintu masuk. Belum lagi keadaan sofa yang berisi tas perempuan yang jelas sekali bukan milik Sehun. Samar-sama ia mendengar suara nyanyian dari arah kamar Sehun dan kejutan lainnya ia dapatkan. Pakaian wanita yang berserakan di lantai serta suara nyanyian yang semakin jelas terdengar.
EL, dengan semua keberanian yang ia punya mendekati kamar mandi demi mengetahui keadaan sebenarnya yang terjadi. Dengan berbagai pikiran aneh berkeliaran ia mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci dan mendapatkan kejutan baru lagi dengan seorang gadis tengah berendam di dalam kamar mandi kekasihnya.
Tolong di catat, gadis-mandi-di-kamar-mandi- KEKASIHNYA.
.
.
Bukan Baekhyun namanya kalau tidak berbuat yang aneh-aneh dan penuh kejahilan. Hidupnya terlihat selalu senang tanpa beban kadang membuat Sehun kesal sendiri. Sejak kembali dari nongkrong sore bersama gadis itu ia tidak henti-hentinya mendesah lelah melihat tingkah Baekhyun yang semakin hari semakin seperti iblis wanita. Bukankah ia sudah berkali-kali menekannya pada gadis itu jika dirinya masih menyukai wanita lengkap dengan payudara mereka lalu apa maksud gadis setan itu dengan berpakaian seperti sekarang.
Byun Baekhyun dengan kaos lengan pendek berwarna hitam polos yang panjangnya mencapai paha gadis itu sementara bagian bawah gadis itu hanya ditutupi dengan celana pendek yang bahkan saking pendeknya Sehun seperti melihat Baekhyun berjalan tanpa celana. Semua masih baik-baik saja sampai Baekhyun dengan setannya mengikat semua rambut panjangnya menjadi satu dengan tinggi yang berakhir dengan tengkuk dan leher gadis itu terlihat sempurna. Ya Tuhan selamatkan Sehun dengan semua gairah pria yang tiba-tiba menyerangnya.
"Baek, kau ini mau aku perkosa ya?" tanya Sehun sambil menatap sengit Baekhyun yang asik duduk bersila di dekatnya sambil memainkan tabletnya. Gadis itu hanya menoleh sebentar dengan bahu terangkat acuh dan kembali kepada tabletnya lagi.
"Aku serius Byun Baek!" Sehun menarik tablet gadis itu sehingga membuat Baekhyun melihat kearahnya dengan tatapan sebal setengah mati.
"Apa sih?! Memangnya kau berani?!"
"Baek aku ini masih menyukai wanita."
"Lalu aku peduli?! Tiduri Luhan saja sana kalau kau mau memperkosa seseorang!" Baekhyun lalu berdiri dengan kesal sambil melemparkan bantal sofa yang ada di genggamannya meninggalkan Sehun yang masih tercengang dengan ucapannya frontal gadis itu. Memang Baekhyun yang dasarnya setan atau bagaimana sih?! Jelas-jelas selama ini yang selalu menggodanya adalah dirinya sendiri lalu apa urusannya dengan Luhan sih?
Sehun lalu bangkit dari sofa mengikuti Baekhyun yang masih mengomel dalam perjalanan menuju dapur. Ia memperlebar langkahnya hingga dengan empat langkah saja ia sudah berhasil sampai dibelakang gadis itu. Dengan cepat Sehun menangkap kedua tangan Baekhyun dan mendorong gadis itu hingga punggungnya merapat dengan lemari pendingin sedangkan mereka berdua saling berhadapan. Baekhyun yang tadinya ingin mengomel dengan tindakan Sehun kemudian terdiam melihat sahabatnya tersebut memandang kearahnya dengan tatapan yang berbeda. Itu pandangan nafsu, Baekhyun tahu itu. Pandangan setan yang selalu Kris tunjukkan pada Luhan setiap mereka berkumpul.
"Lepaskan aku Sehun."
"Aku sudah bilangkan kalau aku ini masih menyukai wanita. Mengapa kau terus menggodaku nona Byun Baekhyun?" Dengan sialannya mata Sehun meneliti tubuh Baekhyun dengan lambat dan kembali lagi menatap wajah gadis itu. Sialan! Ia harus berhenti sebelum kelepasan membuat Baekhyun mendesah pasrah di bawahnya.
"Siapa yang menggodamu Seh-mmpht"
Sehun tidak tahu jika dibalik mulut cerewetnya Baekhyun punya rasa bibir yang menarik. Beruntung sekali mantan kekasih sahabatnya ini pernah mencicipi rasa bibir Baekhyun dengan sukarela. Perlahan Sehun menutup matanya sambil menggerakkan bibirnya untuk semakin merasakan kenikmatan lain dari bibir sahabatnya. Cengkramannya pada tangan Baekhyun pun semakin mengeras tanpa ia sadari sampai akhirnya ia merasakan sesuatu yang asin dalam ciumannya.
Baekhyun tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Sehun tapi dari cara pria itu menggerakkan bibirnya dengan penuh serta cengkraman tangannya yang semakin menguat ia yakin jika sahabatnya itu sudah dibutakan oleh nafsu. Baekhyun tidak pernah lupa sedikitpun jika Sehun itu tidak sepenuhnya gay, namun ia tidak pernah menyangka jika Sehun akan melakukan hal seperti ini padanya. Ia selalu percaya jika Sehun akan tetap pada jalurnya –mencintai Luhan dengan segala kesakitannya dan menahan diri dari segala godaan setan akan dirinya namun nyatanya sekarang Sehun lepas kendali. Tanpa sadar Baekhyun merasa sakit hati dengan perlakuan Sehun yang seakan-akan melihatnya sebagai gadis penggoda. Ini dirinya.
"Hiks,"
Sehun membuka matanya dan mendapati Baekhyun sudah menangis dalam ciuman mereka. Ia kemudian melepaskan cengkramannya pada Baekhyun dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya sambil terus mengumamkan kata maaf. Ia sudah kelepasan pasti Baekhyun merasa dilecehkan. Lagipula apa yang terjadi dengan pengendalian dirinya yang biasanya selalu kuat dengan semua yang biasa Baekhyun lakukan?
"Maafkan aku Baekhyun maaf. Maafkan aku." Sehun semakin bersalah begitu ia mendengar tangisan Baekhyun yang semakin keras. Ia juga merasakan pukulan Baekhyun di punggunya juga sesekali gadis itu mengumpatinya.
"Dasar brengsek! Aku membencimu bodoh! Hiks.."
"Aku minta maaf Baekhyun, benar-benar minta maaf. Habis kau seksi sih." Baekhyun menjauhkan dirinya dari pelukan Sehun dan melihat pria itu menatapnya bingung.
"Apa? Aku salah bicara? Memang kau ini seksi kan. Beruntung yang sering melihat kau begini itu aku, bagaimana kalau orang lain diluar sana. Bisa-bisa kau sudah mengerang pasrah dengan sodokan tidak terkira Baek." Sehun menarik Baekhyun lagi ke dalam pelukannya karena ia tahu gadis itu akan segera mengumpat karena ucapannya.
"Dasar Oh Sehun sialan! Setan mesum brengsek!"
"Aku juga menyayangimu sahabatku yang seksi. Sudah ya jangan menangis kau jelek sekali walaupun tetap menggairahkan sih."
"Astaga Oh Sehun Mulutmu!"
.
.
"Jadi kau ini Luhan. Bukan Baekhyun?" tanya EL sambil meminum teh yang baru saja dimasaknya bersama dengan Luhan yang juga mengesap nikmat teh buatannya. Ia melihat gadis bernama Luhan itu mengangguk dengan cantik tanpa ada beban sama sekali.
"Dan kau ini adalah kekasihnya Sehun begitu?" tanya Luhan setelah meletakan cangkir tehnya di atas meja dan merapatkan selimut untuk menutupi pahanya yang tidak memakai apa-apa selain pakaian dalam tentunya.
"Ya. Oh Luhan kau ini cantik ngomong-ngomong." Luhan hanya tersenyum malu mendengar pujian El yang sebenarnya sering ia dengar. Namun mendengar kekasih dari sahabatmu sendiri setelah nyari dipergoki selingkuh benar-benar membuatnya melayang. EL benar-benar mengagumi kecantikan Luhan dari sudut manapun. Sebagai seorang mahasiswa yang bergerak di bidang fashion ia menjunjung tinggi keindahan dan kecantikan baik itu pria maupun wanita. Dan hari ini ia menemukan sosok ideal yang membuatnya iri setengah mati.
Setelah adegan memergoki Luhan yang telanjang di dalam bak mandi, EL lantas membiarkan gadis itu menyelesaikan urusannya baru meluruskan yang terjadi. Walau sebenarnya ia sudah ingin marah namun mengingat Sehun punya tiga sahabat wanita dan salah satunya adalah Baekhyun –yang pernah mengerjainya, ia yakin gadisi ini juga punya hubungan yang sama dengan Baekhyun.
"Sebentar lagi kami akan merayakan hari jadi yang ke 100, jadi aku ingin mengejutkannya dengan kedatanganku. Tapi malah aku yang terkejut dengan kehadiranmu disini." EL begitu santai dengan semua kecemburuannya membuat Luhan iri. Bagaimana bisa seseorang yang sudah mendapati seorang yang tidak ia kenal sedang telanjang dalam artian yang sesungguhnya di dalam kamar kekasihmu sendiri dan masih bisa menyikapinya dengan tenang. Kalau itu terjadi pada Luhan tentu saja ucapkan selamat tinggal untuk Kris dan semua kejantanannya.
"Maafkan aku El. Aku benar-benar tidak tahu kau akan datang. Sehun juga tidak memberitahuku." Menggenggam tangan El yang hangat membuat Luhan benar-benar merasa bersalah dengan kekasih sahabatnya ini.
"Tenanglah dear, kalau Sehun ini bukan kejutan namanya." Luhan hanya tersenyum malu menanggapi jawaban El terlebih mendapati pria itu tersenyum. Senyum El sebagain laki-laki benar-benar manis, nyaris saja Luhan jatuh hati pada senyumannya jika tidak ingat mereka berdua sedang dalam sebuah hubungan.
"Jadi Luhan sayangku, bisa kau ceritakan bagaimana Sehun jika sedang bersama kalian. Aku penasaran bagaimana pria itu jika tidak bersamaku." Sambil meletakan cangkir tehnya lagi EL menarik tangan Luhan untuk memainkan jemari gadis itu. Ia begitu tertarik dengan semua yang ada di tubuh Luhan hingga ke kuku-kukunya.
"Well, Sehun sama saja seperti pria lainnya. Mesum dan penurut." Luhan merasa benar-benar rileks dengan pijatan EL ditangannya. Pria itu benar-benar tahu bagaimana caranya memanjakan seorang gadis. Sayang sekali ia harus berbelok.
"Lalu Baekhyun?"
"Baek? Gadis itu seperti titisan iblis yang selalu menggoda Sehun."
Tawa renyah El terdengar begitu manis di telinga Luhan. Pria ini seperti perwujudan sempurna seorang wanita cantik yang anggun. Bagaimana Luhan tertegun dengan senyum dan cemburunya yang tenang sekarang gadis itu harus takhluk dengan renyah tawa EL yang benar-benar menawan. Jika EL mengagumi Luhan karena semua kecantikannya maka Luhan mengagumi EL dengan semua hal yang menawan darinya.
"Aku pernah bertengkar dengan Sehun karena desahan Baekhyun."
"Benarkah? Baekhyun benar-benar sialan."
"Walau begitu aku suka mendengar desahannya. Hampir saja aku terangsang dengan itu semua. Haha." Mau tidak mau Luhan ikut tertawa mendengar penuturan EL tentang Baekhyun. Gadis itu memang unik dibandingkan dirinya dan Kyungsoo. Baekhyun dengan segala tingkah setannya memang selalu menjadi buah bibir yang asik untuk dibahas.
"Kalau begitu kau harus bertemu Baekhyun. Selain desahannya, Baekhyun juga punya tubuh yang menggoda."
"Aku tidak sabar untuk melihat seberapa seksinya gadis yang bisa membuatku nyaris solo itu. Haha." Baik Luhan maupun El sama-sama tidak bisa untuk tidak tertawa mendengar ucapan porno mereka berdua. El benar-benar orang yang asik diajak bicara, sama seperti Baekhyun. Sepertinya mereka berdua akan cocok jika dipasangkan. Diam-diam Luhan tersenyum dalam pikirannya membayangkan bagaimana EL akan berubah menjadi lurus setelah bertemu Baekhyun.
Kedua insan itu terus larut dalam perbincangan mereka yang semakin seru. Baik Luhan dan EL sama sekali tidak menyangka jika mereka berdua ternyata memiliki hobi yang sama dalam hal fashion dan tentu saja hal tersebut membuat keduanya semakin dekat. Mereka bahkan tidak menyadari seseorang sudah berdiri di belakang sofa dengan tatapan tidak percayanya.
Sehun benar-benar hilang akal begitu mendapati pesan yang masuk ke dalam ponselnya saat perjalanan pulang dari apartemen Baekhyun. Pesan yang memberitahukannya jika Luhan sedang berada di dalam apartementnya tidak lebih mencenangkan daripada pesan dari EL yang mengatakan ia berada di Seoul sekarang. Kalau tidak sayang nyawa Sehun sudah akan memacu mobilnya cepat tanpa peduli lalu lintas padat atau tidak yang penting ia bisa menyelamatkan Luhan dari amukan EL dan tentu saja menyelamatkan percintaannya.
Setelah nyaris mati dijalanan yang ia dapatkan ketika memasuki apartemennya adalah pemandangan yang benar-benar diluar perkiraan. Di sofa panjang itu El duduk bersila dengan Luhan yang berbaring di atas paha pria itu dan mereka saling bercanda. Sangat diluar dugaan mengingat sifat EL yang cemburuan sementara Luhan yang kaku bisa mencair seperti sekarang.
"Oh, kau sudah pulang?" EL terlebih dahulu menyadari keberadaan Sehun dan menyapa prianya. Sementara Luhan kemudia terbangun dan melambaikan tangannya ke arah Sehun dengan tenang sambil merapatkan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Dengar El, aku bisa jelaskan. Ini Luhan sahabatku dan Luhan ini EL kekasihku. Aku tahu jika kau belum memberitahumu tentang hal ini namun-"
"Kau bisa mandi dan kita bisa bicara nanti Sehun." Ucapan Sehun terpotong begitu saja dengan kata-kata El yang tenang dan anggukan kepala Luhan. Dengan berat hati dan penuh rasa curiga ia kemudian menuruti permintaan mereka berdua untuk membersihkan dirinya lalu bicara. Entah apa yang akan terjadi nantinya ia sudah pasrah.
.
.
Pembicaraannya dengan EL selalu berakhir dengan baik namun tidak tahu dengan Luhan nantinya. Setelah mandi dan pergi keluar –bertiga tentu saja untuk makan, Luhan memberikan waktu untuk sepasang kekasih itu menyelesaikan urusan mereka di kamar dengan janji tidak akan ada desahan apapun dari sana sementara ia menghabiskan waktu untuk menonton tv. Pembicaraan Sehun dan EL benar-benar memakan waktu namun tidak selama dirinya dan Kris jika sedang berkelahi. Setelah 15 menit berlalu, Sehun keluar dengan wajah yang tetap datar sementara EL melambaikan tangannya tanda pamit untu tidur.
Sehun dengan ragu duduk di samping Luhan yang sedang asik menatapnya meminta penjelasan. Sejak tadi ia menahan diri untuk tidak berteriak begitu mengetahui siapa kekasih dari sahabatnya. Sehun itu pria tampan bahkan Luhan akui Kris saja cemburu dengan Sehun namun apa daya, Sehun ternyata seorang penyuka sesama.
"Jadi hanya aku yang tidak tahu kalau kau ini gay?" tanya Luhan membuka pembicaraan serius mereka. Sehun yang diam membuat Luhan gerah sendiri sehingga ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"Maaf aku belum mengatakannya padamu."
"ada alasan mengapa aku belum kau beritahu?" tanya Luhan lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari Sehun.
"Reaksimu."
"Apa?"
"Reaksimu jika tahu aku ini gay adalah alasan mengapa kau tidak aku beritahu." Luhan tidak terkejut mendengar jawaban Sehun. Jika saja Sehun memberitahunya dulu mungkin reaksi yang terjadi adalah ia akan berteriak, mengumpat dan segala macam tindakan kaget lainnya. Namun sekarang ia hanya butuh alasan lain. Alasan mengapa Sehun bisa seperti itu.
"Kenapa?"
"Apa?"
"Kenapa kau bisa gay?"
Sehun hanya diam mendengar jawaban Luhan. Inilah hal yang tidak bisa ia jelaskan secara gamblang kepada semua orang. Jangankan pada Luhan, Baekhyun saja yang merupakan tempat sampahnya tidak pernah ia beritahu perihal alasannya menjadi penyuka sesama. Tapi sudut hati kecilnya mendesak Sehun untuk jujur pada gadis dihadapannya. Bukan untuk apapun tapi untuk membuat segalanya jelas.
"Lu, kalau aku ceritakan alasannya berjanji kau tidak akan marah atau menjauh dariku." Sehun menatap Luhan dengan penuh permohonan akan belas kasih Luhan. Gadis itu kemudian mengangguk setelah sempat ragu beberapa saat.
Sehun menarik nafasnya sebentar, melirik ke arah kamarnya yang sudah sunyi karena El sudah tertidur dan kembali melihat Luhan. Ia menata hatinya meyakinkan semuanya akan baik-baik saja.
"Pertama, aku ini bukan gay. Aku BI atau bisa dibilang aku masih menyukai wanita. Itu yang menjadi alasan mengapa El sempat cemburu dengan Baekhyun. Lalu alasanku menjadi penyuka sesama adalah,.."
"Ayahku."
Luhan tidak bisa percaya dengan apa yang diucapkan Sehun. Entah mengapa rasanya ia ingin menangis bahagia mendapati Sehun masih menyukai wanita –itu artinya ia masih ada harapan untuk membuat Sehun berubah menyukai wanita sepenuhnya bukan, tapi alasan Sehun menjadi penyuka sesama adalah ayahnya membuat Luhan ingin menangis marah. Sehun harus menyiapkan alasan yang masuk akal untuk semua jawabannya hari ini. Atau mungkin ia sendirilah yang harus menyiapkan hatinya dengan jawaban Sehun setelahnya.
.
.
TBC
Horeeee~ Akhirnya bisa lanjut juga chapter 3 ini hihi
Terima kasih apresiasi kalian di 2 part sebelumnya yaaa.
Maafin kalau aku tidak membalas reviewnya. Bukan tidak sempat namun aku suka lupa hehe
