U' R'
Chapter 4 :
Friend, lover or nothing?
Cast:
Lu Han, Se Hun
EXO Members
Romance, Angst, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch. For Hunhan Indonesia Big Event
.
.
.
Pertama kalinya dalam sejarah Luhan datang ke universitas tanpa ada embel-embel 'Kris' di sekelilingnya. Dengan cantik dan anggunya gadis itu melenggangkan tubuhnya keluar dari mobil yang dikendarai oleh sahabatnya yang seksi Baekhyun. Mereka baru saja menghabiskan sisa paruh waktu sebelum kelas berikutnya di sebuah kafe kecil untuk sekedar membuat tubuh cantik mereka tetap sehat dengan asupan kudapan manis rendah kalori. Kedua gadis itu kemudian membawa kaki mereka menuju kelas selanjutnya dengan santai sambil sedikit bersenda gurau sebelum akhirnya retina cantik Luhan menangkap sosok Sehun duduk dengan kesal melihat kearahnya dan Baekhyun.
"Meninggalkanku dan sialannya ke kafe?" Sapa Sehun begitu hangat kepada kedua gadis yang baru saja melabuhkan pantat mereka di sebelah kiri dan kanannya sementara ia sendiri tetap berakting sibuk dengan ponselnya.
"Salah siapa tidak menjawab teleponku." Jawab Baekhyun acuh sementara Luhan hanya tersenyum mendengarnya.
"Setidaknya otakmu yang seksi itu tidak cukup bodoh untuk mengingat tempatku."
"Aku buru-buru jika tidak Luhan akan terkena maag parah." Setelahnya gadis itu melenggang santai meninggalkan Sehun yang semakin kesal untuk bermain dengan beberapa teman sekelas mereka yang baru saja datang. Jika tidak ingat kasih sayang membalut persahabatan mereka, ia pasti sudah akan mengurung Baekhyun di kamar mandi dan membiarkannya mati kedinginan di sana atau paling tidak mengkerut ketakukan karena phobianya terhadap ruangan sempit.
"Maafkan aku ya. Aku-"
"Belum memakan sesuatu lagi setelah pergi dari tempatku waktu itu?" Potong Sehun begitu ia merasakan gerakan tangan Luhan yang perlahan menggenggam tangannya. Ia membalik tubuhnya dan mendapatkan si cantik yang tersenyum lemah sambil mengangguk karena tebakannya benar dan setelahnya ia mendesah kesal setengah mati.
Mengapa sulit sekali mempunyai dua sahabat wanita di hidupnya? Yang satu seksinya sangat kurang ajar sementara yang satu lagi keras kepala dan lemah. Untung saja Kyungsoo masih normal dan bisa mengurus dirinya sendiri, ia sangat berterima kasih Jongin sebagai kekasih gadis itu sangat berguna dalam mengurusi gadis itu.
"Bertengkar dengan Kris lagi?" tanya Sehun kemudian setelah ia mendapati Luhan yang kemudian menyandarkan dirinya di bahu pria itu. Ia sedikit menyandarkan tubuhnya agar gadis itu bisa bersandar dengan nyaman padanya. Sehun merasa Luhan menggeleng dan kemudian mendesah keras sebelum akhirnya membuka suara untuk menjawab pertanyaannya, " Tidak. Masalah yang kemarin belum selesai."
"Putus saja."
"Apa?" Luhan menjauhkan kepalanya dari pundak Sehun untuk memastikan kalimat yang keluar dari mulut sahabat prianya itu.
"Iya. Putus saja kalau memang menjadi kekasihnya itu menyakitkanmu." Sehun terlihat sangat santai bahkan acuh saat mulutnya yang mengairahkan itu dengan santainya berbicara demikian. Luhan sama sekali tidak mengerti apa yang sedang menyerang otak cerdas Sehun. Biasanya ia akan bicara sangat rasional seperti berbaikanlah atau mengalahlah demi hubungan kalian namun sekarang seperti kerasukan setan Baekhyun mulut Sehun sama sekali tidak bisa di tolerir.
"Jangan bercanda Sehun. Kau tidak memberikanku solusi."
"Tapi setidaknya aku memberikanmu jalan menuju kebebasan."
Dan Jalan menuju arahku.
Luhan menggeleng lemah menolak pemikiran Sehun walau hati kecilnya benar-benar menerima itu semua. Menjadi kekasih Kris memang menakjubkan namun setelah beberapa waktu belakangan ini hubungan mereka selalu di timpa masalah dan Kris selalu menekannya dengan ancaman-ancaman membuat Luhan tertekan. Pikiran dan hatinya sedang tidak satu jalan sekarang, mereka saling menolak dan menerima usulan Sehun yang terdengar menggiurkan.
"Kau tahu kan aku tidak bisa semuda itu lepas darinya. Kami saling mencin-"
"Dari mana kau tahu kalau kalian saling mencintai seperti yang selama ini kau katakan padaku jika nyatanya hanya kau yang berusaha di sini Lu?" Sehun sama sekali tidak habis pikir dengan Luhan sekarang. Begitu bodohnya kah ia karena cinta Kris padanya yang katanya tulus setengah mati itu? Lalu apa perlakuan kasar Kris terhadap dirinya, hati dan tubuhnya juga termasuk ke dalam bagian dari cinta kasih itu? Sedikit banyak hati Sehun bersyukur ia menjalin hubungan dengan seorang pria yang lebih terdidik otak dan hatinya. Setidaknya EL tidak pernah bermain fisik padanya meskipun pria itu mengamuk sekalipun.
Menguntungkan menjadi gay kah Oh Sehun?
Baik Luhan maupun Sehun akhirnya saling diam satu sama lain tanpa berniat mengeluarkan satu kata saja bahkan tanpa sadar jika tangan keduanya saling terpaut satu sama lain. Luhan sama sekali tidak berniat melepaskan genggaman Sehun yang semakin erat memeluk jari-jarinya. Keduanya memang dekat sejak lama bahkan saling terbuka satu sama lain. Setelah saling mengetahui rahasia dibalik uniknya orientasi seksual Sehun, pria itu juga mengetahui kebusukan hubungan Luhan dengan Kris yang mereka sembunyikan dengan baik.
Juga perasaan kecil yang meletup-letup mulai muncul di hati keduanya lebih dari biasa.
Sesekali tertawa dan menertawakan diri sendiri memang menyenangkan, tapi jika harus terus menerus menertawakan diri di atas kesakitan memangnya menarik? Setidaknya itu yang sekarang menjadi alasan bagi Baekhyun untuk tetap diam di tempatnya dengan senyum puas saat melihat kedua sahabatnya tengah menikmati momen mereka. Tangan yang saling terpaut, bahu yang berdekatan semua yang melihatnya pasti akan mengira mereka adalah sepasang kekasih dan Baekhyun berharap doa mereka diamini malaikat di manapun itu. Ia memang dekat dengan Sehun bahkan banyak yang lebih mengira ia dan Sehun adalah kekasih namun karena itulah ia menjadi orang yang peka akan perasaan satu sama lain.
Mereka sedang berjalan dalam kebutaan ditengah kegelapan yang pekat untuk mencari titik terang. Ia hanya perlu membantu mereka sedikit lagi maka semuanya akan mencapai titik temu kesempurnaan.
.
.
"Pertama, aku ini bukan gay. Aku BI atau bisa dibilang aku masih menyukai wanita. Itu yang menjadi alasan mengapa El sempat cemburu dengan Baekhyun. Lalu alasanku menjadi penyuka sesama adalah,.."
"Ayahku."
"Sehun.."
"Jangan potong aku selama aku cerita nanti ok?"
Luhan hanya mengangguk sembari menyiapkan hatinya akan rahasia Sehun.
"Aku pernah bilang padamu jika aku ingin kuliah desain namun ayahku menolaknya dengan keras? Itu salah satu alasan mengapa ayah berlaku demikian padaku. Sisanya karena menurut pria itu aku termasuk anak laki-laki yang menawan. Ingat mengapa Baekhyun suka sekali memasang foto anak kecil yang selalu kau bilang itu mirip denganku? Itu memang diriku. Semenarik itulah diriku hingga membuat pria itu berani melakukannya di hari saat ibu serta kedua saudaraku pergi mengunjungi nenek."
"Aku tidak akan menjelaskan secara detail kejadiannya padamu. Tapi yang perlu kau tahu, ia melakukannya padaku sebanyak tiga kali dalam tiga waktu yang berbeda. Dan yang terakhir membuatku berubah seperti sekarang. Itu tepat sebelum kelulusanku sebagai siswa sekolah menengah atas."
"Bukankah seharusnya kau takut pada laki-laki Hun? Mengapa-"
"Seharusnya bukan? Tapi aku malah menemukan EL dan semua kasihnya saat aku terpuruk sementara gadis yang aku sukai kala itu meludah di atas kesakitanku."
"Sehun,.."
"Pertama ia bukan ayah kandungku dan yang kedua semua perbuatannya padaku membuatku merasakan dendam untuk membalas mereka semua. Menunjukkan jika aku bukan seorang anak inguan yang bisa dipakai seperti pela-,"
Ucapan Sehun terputus ketika Luhan mendatangi dirinya membawa tubuh pria itu mendekat dan membubuhkan sebuah ciuman di bibir tipisnya. Begitu lembut dan menyejukkan.
"Maafkan aku jika kurang ajar padamu tapi aku tidak mau mendengar apapun dari mulutmu tentang masalalu mu Sehun. Aku, aku-"
"Boleh aku merasakannya lagi?"
"Apa?"
"Bibirmu?" Luhan mendekatkan tubuhnya ke arah Sehun dan membawa pria itu untuk menatapnya lebih jauh dengan dahi mereka yang saling menempel begitu intim. Jemari si cantik menari lembut diatas wajah si tampan lantas membuatnya menutup mata menikmati sensasi menyenangkan tersebut.
Selingkuh?
Ini adalah Friends with benefit.
Dan kegiatan itu terjadi diatas landasan persahabatan dua insan yang mulai merasakan getaran penyatuan yang seharusnya mereka rasakan.
.
.
"Sudah berniat menjadi normal sayang?" Suara Sehun membuat EL yang sejak tadi melamun kembali sadar. Ia memukul manja pundak kekasihnya sebelum terkekeh manis kemudian. Sejak pertama kali melihat Baekhyun yang datang ke apartement kekasinya, EL sama sekali tidak ada niatan untuk mengalihkan pandangannya dari nona seksi tersebut. Sepertinya kata-kata Luhan di malam ketika mereka bercerita itu di aminkan para malaikat kecantikan dan semua dewa-dewi keindahan. Pagi itu Baekhyun datang dengan kemeja peach yang cantik dengan rok mengembang sebatas lututnya yang manis dengan rambut panjangnya yang terurai. Kalau saja ia bertemu Baekhyun sejak dulu mungkin ia sudah menjadi pria paling normal dan beruntung memiliki kekasih seperti Baekhyun.
Berbeda dengan EL yang senang memandanginya dengan rasa kagum berlebihan, Baekhyun malah asik ngambek dengan semua godaan Luhan dan berniat akan menghajar EL nantinya. Ia benar-benar merasa sedang dipelototi untuk segera bugil karena tatapan kekasih Sehun yang sialnya manis itu terus memandanginya tanpa henti lengkap dengan decakan kagum yang terdengar mesum di telinganya.
"Jangan cemberut begitu Baek, kau malah mengundangnya untuk malam panas." Goda Luhan seraya mencubit gemas pipi Baekhyun yang tengah merengut. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penampilan Baekhyun hari itu, mereka hanya akan berkeliling sebentar sebelum berhenti di kafe Jongdae dan menikmati sore di sana. Gadis itu tampil dengan celana pendek setengah paha berwaran biru tua yang tidak terlalu ketat dengan kemeja berbahan denim panjang. Malah yang tampil menggoda hari itu adalah Luhan dengan terusan berbahan ringan bertali spagetti yang hanya ditutupi dengan kemeja biru tua yang kebesaran ditubuhnya. Luhan lebih menggoda dari apapun juga tapi demi Tuhan mengapa mata kekasih Sehun yang seksi itu malah menatapinya terus!
"Katakan pada kedua matamu El untuk berhenti menatapku begitu sebelum aku mencumbu kekasihmu di sini!" Omel Baekhyun sambil menarik tangan Sehun untuk merapat ke arahnya ketika mereka sedang asik melihat-lihat di sebuah butik.
"Katakan pada tubuhmu untuk berhenti menjadi seksi sebelum aku mencumbumu dahulu." Sebuah tepukan nakal dari tangan lentik EL menyapa pantat Baekhyun yang langsung mengundang pekikannya. Ia nyaris memukul EL jika saja Sehun tidak menahan tubuhnya untuk tetap tenang sementara Luhan hanya tertawa menyaksikan keributan EL dan Baekhyun. Benar-benar ia ingin sekali melihat mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Akan lebih menyenangkan melihat wajah kekalahan Baekhyun berada di bawah pelukan manis EL.
"Oh Sehun kekasihmu ya Tuhan!" Menarik tangan Luhan kasar, Baekhyun membawa gadis itu untuk duduk dibangku yang di sediakan pihak Mall untuk pengunjung yang letih berkeliling atau sekedar menikmati kudapan yang mereka beli. Luhan hanya terkikik geli melihat Baekhyun yang terus menerus menggerutu sementara EL dan Sehun terdengar tertawa bahagia melihat tingkah gadis itu.
"Ada apa dengan kekasihku Baek?" tanya Sehun sambil mengikuti Baekhyun yang sudah duduk dan merebahkan kepalanya di paha Luhan sementara gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya tersebut. Baekhyun memang akan berubah menjadi sangat manja jika sudah kesal dan sialnya itu semua membuat EL semakin senang menggodanya.
"Jangan sedih baby byun, kau terlihat semakin seksi." El yang datang dengan membawa sebuah kantong belanja kecil menundukkan tubuhnya di depan Baekhyun dan mengelus pipi gadis itu.
"Jauhkan tanganmu dariku." Tepis Baekhyun saat ia merasakan jemari El menyentuh pipinya.
"Aku suka loh padamu."
"Aku bersungguh-sungguh akan menghajarmu tahu!" Baekhyun kemudian berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga setelah sebelumnya mengancam ketiga untuk tidak ada yang mengikutinya.
"Dia marah sungguhan?" Tanya El pada Luhan yang hanya diam menyaksikan kepergian Baekhyun. Dia juga heran sebenarnya mengapa Baekhyun bisa benar-benar kesal sampai seperti itu. Biasanya juga ia tidak pernah sampai sensitif seperti itu jika ada yang menggodanya.
"Mungkin sedang bulanan." Jawab Sehun acuh dan memilih duduk di sebelah Luhan yang masih kosong sehingga membuat gadis itu duduk diantara sepasang kekasih yang tengah mengharu biru karena ditinggal mainan mereka. Dasar pasangan mesum sialan. Setelah mendengar mereka berdua menghela nafas panjang lalu kemudian memilih bersandar sembari menunggu Baekhyun kembali, Luhan memutuskan untuk mengambil ponselnya dan mengaktifkan benda tersebut. Berhari - hari tanpa menghubungi Kris sudah membuat Luhan dilanda rindu sebenarnya tapi pria itu harus dapat pelajaran agar tidak kurang ajar padanya. Sudah jelas salah namun sampai hari ini pria itu sama sekali tidak menunjukkan etikad baik untuk mengakui kesalahannya.
Begitu ponsel itu aktif dan dalam mode yang siap untuk pakai, berbagai notifikasi masuk dan membuat ponselnya penuh. Satu persatu Luhan membuka mereka semua dan sebagian besar datang dari ibu dan Kris. Oh ada sekitar empat pesan dari Kyungsoo juga. Setelah membalas pesan Kyungsoo dan ibu, Luhan memilih untuk membiarkan pesan-pesan dari Kris tak terbuka begitu saja dan ia langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Masa bodo jika pria itu sekarang tengah emosi karena mencarinya atau malah sedang berjalan bergandengan tangan dengan wanita lain, Luhan masa bodo sekali.
"Itu tadi foto pacarmu Lu?" Tanya EL yang hanya dibalas anggukan malas dari Luhan. Gadis itu kemudian merebahkan kepalanya di pundak EL yang langsung dipindahkan pria itu ke pundak Sehun, "Lebih nyaman bersandar padanya sayang." Begitu kira-kira katanya dan tersenyum setelahnya. El ini pria gila atau penyabar atau malah terlampau pengertian Luhan sama sekali tidak mengerti. Bisa-bisanya ia membiarkan seseorang bersandar di bahu kekasihnya sendiri tanpa menunjukkan perasaan kesal sama sekali. Luhan curiga kalau EL berubah normal karena Baekhyun dan berniat menjodohkan Sehun dengannya.
Liarnya otakmu nona Lu.
Ngomong-ngomong soal Sehun, pria itu malah menarik kepala Luhan dan membenarkan posisi gadis itu di pundaknya. Astaga yang benar saja, mereka berdua sepasang kekasih yang gila atau bagaimana sih?! Luhan sama sekali tidak habis pikir dengan tindakan mereka berdua.
"Ngomong-ngomong aku ini punya pacar loh." Kata Luhan yang hanya dibalas anggukan dan gumaman setuju dari kedua pria yang duduk mengapitnya.
"Dan kalian berdua adalah sepasang kekasih." Tambahnya lagi setelah ia mendapatkan Sehun yang makin merapatkan tubuh mereka sehingga tangan kiri pria itu merangkul pundaknya.
"Lalu apa masalahnya Lulu?" tanya EL sambil memainkan ponselnya asal. Sesekali ia tertawa, sesekali juga ia meringis dan mengomel. Entah apa yang sedang dilakukan pria itu sekarang.
"Kau tidak cemburu?"
"Aku malah berharap Baekhyun cepat datang sehingga dia bisa bersandar di bahuku." Jawab EL acuh yang membuatnya mendapatkan satu pukulan ringan dari Luhan. Yang benar saja, saat seperti ini ia masih saja memikirkan Baekhyun yang belum juga kembali.
"Dan kau diranjangku." Bisikan Sehun yang terdengar hingga ke telinga EL membuat mereka berdua tertawa keras dan kemudian langsung melakukan tos bahagia. Sementara Luhan asik mencubiti mereka berdua karena tidak habis pikir dengan otak mesum pasangan sesama ini.
"Dasar mesum!"
"Hei Luhan sayang, selama kami berpacaran kami belum pernah berhubungan. Sementara aku yakin pacarmu yang seksi itu pasti sudah menerjangmu habis-habisan. Jadi-,"
"Jadi wajar saja jika aku ingin kau segera bangkit dari sana Luhan." Perkataan EL terhenti begitu ia melihat seseorang berdiri di depan mereka bertiga dengan angkuhnya. Mata Luhan membulat tak percaya begitu mendapati Kris tengah menatapnya dengan penuh rasa cemburu dan marah sementara EL dan Sehun malah diam seakan tak peduli.
"Bangkit Luhan." Memang Luhan sudah kepalang marah dengan Kris maka ia semakin merapatkan dirinya pada Sehun membiarkan Kris dengan kepala berasap karena emosi. Walau dalam otaknya Luhan merasa heran mengapa Kris bisa-bisanya berada di mall padahal selama yang ia tahu Kris adalah pria yang paling malas jika harus berhubungan dengan mall lebih baik ia bermain basket sampai patah kaki atau membawa teman-temannya untuk berpesta ala laki-laki di apartemennya. Setan apa juga yang hinggap di dalam diri kekasihnya sekarang ini?
Kesal karena Luhan tidak juga berdiri dari duduknya, Kris menarik kasar Luhan sehingga membuat gadis itu sedikit meringis akibat kuatnya tarikan pria itu namun tidak membuat Kris lantas merasa iba atau bersalah, ia semakin menarik Luhan ke sampingnya dan meremat kuat genggamannya.
"Kris, jangan kasar padanya." Ucap Sehun santai saat ia melihat Luhan yang meringis kesakitan dan menatapnya memohon pertolongan. Sebenarnya Sehun malas untuk ikut campur urusan mereka berdua namun ia lebih malas lagi menanggapi ocehan Baekhyun jika gadis itu tahu apa yang sudah terjadi pada Luhan. Jadi ia memilih mengambil jalan cari mati untuk menghadapi Kris daripada menahan godaan libido pria kalau sudah Baekhyun yang bertindak.
"Diamlah Sehun. Ini tidak ada urusannya denganmu."
"Tentu saja ada, Luhan temanku."
"Dia kekasihku."
"Kau memperlakukannya seperti anjing." Manusia sialan mana lagi yang berani mengatainya seperti demikian? Dengan nyalang Kris melihat ke arah El yang asik memainkan kukunya setelah dengan santai berucap demikian berbeda dengan Sehun yang memutar mataya malas karena sebentar lagi kekasih Luhan itu akan mengamuk pada El. Ia harus siap tubuh menahan pukulan Kris yang mungkin akan bersarang di wajah kekasihnya.
Sialan demi kuda mana Baekhyun di saat dibutuhkan?!
Mata Kris meneliti EL dari kepala hingga kakinya, menilai bagaimana penampilan pria yang sudah berani mengatainya dan ikut campur urusannya. Kalau dilihat dari gayanya yang rapi ia seperti pria metroseksual lainnya namun dilihat dari caranya memandangi kuku-kukunya Kris yakin pria manis di hadapannya sekarang adalah seorang banci. Atau jangan-jangan hanya orang homo yang kebetulan berteman dengan Sehun? Atau Sehun juga ternyata penyuka sesama? Masa bodo dengan pria itu yang jelas ia bukan tandingannya.
"Jangan campuri urusanku." Ucap Kris sambil melemparkan pandangan remeh dan merendahkan pada EL.
"Luhan itu wanita. Jadi tidak seharusnya kau memperlakukannya seperti hewan begitu." EL benar-benar berniat melawan Kris jika pria itu tidak memperlakukan Luhan dengan baik. Mungkin ia belum tahu saja apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan KrisLu selama ini. Genggaman tangan yang keras seperti sekarang hanya sebagian kecil kekerasan yang Luhan rasakan. Meski demikan Luhan tetap wanita dan tidak sepantasnya seseorang yang mengaku sebagai kekasihnya itu memperlakukan dia begitu.
"Dia kekasihku. Adalah Hak-ku memperlakukannya seperti apapun dan bukan urusanmu banci."
Plak!
Sebuah tamparan mengenai wajah Kris dengan keras sehingga membuatnya sedikit pusing. Itu bukan tamparan dari tangan Luhan karena gadis itu tidak punya hati untuk memukul seseorang, sementara Sehun masih diam pada posisinya dan El juga masih duduk dengan tegak sambil memandang penuh ketidakpercayaan atas apa yang baru saja terjadi.
"Jaga mulutmu brengsek. Kau tidak berhak menghina kekasihku begitu."
Itu suara Baekhyun dengan sebuah minuman dingin di tangan kirinya dan Kyungsoo serta Jongdae yang hanya terbengong dibelakang gadis itu.
.
.
Kafe itu dibangun dengan interior cantik bernuansa klasik yang penuh warna cokelat kayu. Romantis sebenarnya jika datang dengan pasangan atau setidaknya bawa saja perasaan tenang maka suasana yang akan membuatmu merasa dicintai. Setiap sudut ruangan sudah dipenuhi oleh pasangan muda mudi yang asik bercanda satu sama lain dan mengumbar cinta kasih. Meski demikian tidak sedikit dari pengunjung yang datang sendiri namun tetap diliputi rasa bahagia.
Berbeda dengan si cantik yang sering mendengus kesal. Jari cantik gadis itu bergerak perlahan memutari bibir gelas sambil berdecak kesal. Janji mereka batal begitu saja tanpa ada kata perpisahan atau paling tidak ucapan sampai jumpa. Kalau tahu ia akan menjadi mengenaskan seperti sekarang lebih baik sejak awal ia tidak menerima tawaran dari pria bajingan itu. Menghela nafas keras, Zitao lantas dengan cekatan merapikan semua perlengkapannya yang berserakan di atas meja sembari menunggu teman lainnya datang. Memastikan semuanya sudah berada di tempat yang seharusnya, gadis kucing itu kemudian merebahkan kepalanya diatas lipatan tangan lentiknya.
Keadaan kafe siang itu benar-benar mengundang rasa kantuk. Suasana yang tenang diringi dengan alunan musik jazz kekinian yang santai membuat Zitao ingin menutup matanya dengan tenang. Entah sudah berapa lama ia mengistirahatkan kepalanya disana namun tetap saja kepalanya terasa berat. Kris memang sialan. Ia sudah paham betul arti kata sialan yang melekat pada tubuh Kris. Apapun yang dilakukan pria itu entah pada gadis atau wanita manapun pasti akan berujung pada kata brengsek atau umpatan lainnya. Dianugerahi wajah dewa memang tidak lantas membuat Kris mempunyai sikap seperti manusia baik lainnya, kelebihan yang selalu diiringi dengan kekurangan yang berlimpah.
Namun meski sudah tau begitu, Zitao tetap saja jadi gadis bodoh. Menyimpan semua perasaanya untuk si brengsek.
"Kalau tidur dirumah saja sana." Sebuah suara membuat gadis panda itu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang sudah kurang ajar membangunkannya. Lihat dengan angkuhnya Yixing dan Hayoung menarik kursi di sekitarnya dan duduk di hadapanya. Kedua gadis itu kemudian sibuk memesan dan melupakan Zitao yang semakin kelabu karena kedatangan keduanya. Berniat untuk mendapatkan hiburan malah hinaan yang terlontar dari mulut mereka berdua.
"Mana Kris?" tanya Yixing setelah melihat pramusaji kafe yang berlalu untuk membuatkan pesanan mereka. Ia melipat kedua tangannya di atas meja siap menerima cerita kasih Zitao yang sebentar lagi akan mengumpat penuh semangat.
"Dia langsung pamit begitu melihat rusanya duduk bersandar di bahu pria."
"Setidaknya ia masih pamit padamu Zi." Hayoung sepertinya memang ditakdirkan lahir sebagai penghibur yang baik namun efeknya tidak ada sama sekali bagi Zitao. Ia malah mendengus kesal tak peduli pengunjung lainnya akan ikutan kesal dengan ulahnya barusan.
"Kalau masih berniat kembali padanya untuk apa mengajakku keluar?!" Oh Oh Zitao yang malang mungkin kau terlalu terbawa perasaan hingga melupakan fakta jika Kris sudah cinta mati dengan rusa incarannya.
"Kapan ia berkata akan berpisah dari Luhan?"
Zitao menegak kasar minumanya sebelum menjawab pertanyaan Yixing barusan, " Dua hari yang lalu. Dan pagi ini sebelum kami bertemu." Dan kemudian membuang pandangannya ke arah jendela kafe untuk sekedar meringankan pikirannya.
"Zi," Panggilan lembut Hayoung membuat gadis kucing itu membalik pandangannya dari jendela kafe menatap sahabatnya tersebut. "Ya?"
"Jangan jadi duri dalam hubungan seseorang. Jika memang ia untukmu maka biarkan ia kembali padamu bukan dengan merusaknya." Tidak hanya Zitao yang termenung dengan ucapan Hayong namun Yixing juga demikian. Menjadi duri dalam hubungan? Terlihat mengasikkan dan penuh tantangan namun apa asiknya mendapatkan sesuatu tanpa perlawanan? Oh sesosok iblis sepertinya sedang tersenyum manis di balik kedok sempurnanya.
Menghela nafasnya berat, Zitao mengalihkan lagi pandangannya ke arah jendela, "Akan ku coba. Akan aku coba bermain dengan adil untuk ini." Ketiganya tersenyum puas mendengar jawaban Zitao yang bijak dan menenangkan sebelum mereka mendapati pasangan yang baru saja menjadi obrolan mereka tengah berjalan tergesa-gesa dengan penuh drama.
.
.
Kris menutup pintu mobilnya dengan kasar lalu menatap Luhan dengan penuh emosi. Kepalanya sudah penuh dengan sumpah belum lagi pipinya yang masih memanas karena tamparan sialan Baekhyun. Gadis itu benar-benar harus diberi pelajaran yang setimpal. Kembali pada Luhan yang masih diam di tempatnya membuat Kris semakin naik darah. Matanya meneliti Luhan dari atas hingga kaki gadis itu dan mendapati fakta bahwa gadisnya berpakaian terlalu terbuka hari ini dan ia dengan santainya berjalan keluar tanpa pengawasannya.
Mau berlagak single?
"Sejak kapan kau berani memakai pakaian seperti ini untuk keluar?" Tanya Kris tanpa berniat menurunkan nada suaranya yang dipenuhi emosi. Sementara Luhan, gadis itu hanya menatap Kris acuh dan kembali melihat arah pergelangan tangannya yang memerah.
"Jangan kasar padaku Kris."
"Kau tidak menjawabku Luhan. Sejak kapan kau berani memakai pakaian seperti ini untuk keluar!" Bentakkan Kris membuat Luhan semakin menjauhkan tubuhnya dari Kris. Ia harus berjuang mati-matian menahan desakan air matanya yang tak sabar ingin keluar. Kris benci tangisan maka ia tidak boleh menangis agar pria itu mau menurunkan emosinya.
"Jangan bentak aku Kris."
Kris menggeram marah dan melampiaskan semuanya kepada stir mobilnya. Gadis cantiknya tidak mengidahkan perintahnya, tidak menjawab pertanyaannya dan sekarang mulai banyak memerintah?! Sialan ini benar-benar sialan!
"Dengar Luhanku yang manis, Lihat aku!" Luhan mengangkat wajahnya untuk menatap Kris yang masih dibawah emosi. Meskipun tidak menghilangkan jejak tampan di sana namun tetap saja Luhan takut akan apa yang terjadi selanjutnya.
"Pertama, aku benci tangisan. Jadi jangan menangis."
Gadis cantik itu kemudian menyeka air matanya setelahnya menarik nafas panjang berusaha tenang. Ia tidak boleh lemah untuk selanjutnya.
"Kedua, aku tidak suka kau berpakaian terbuka tanpa aku."
"Maafkan aku untuk itu. Aku-"
"Ketiga, Aku menerima maafmu dan kau harus terima hukumanmu untuk semuanya."
Luhan menatap Kris tidak percaya dengan ucapan prianya itu. Disini ia adalah korban dan seharusnya ia yang marah mengapa ia yang harus menerima hukumannya? Kris yang paham gadisnya akan membantah segera meneruskan ucapannya sebelum Luhan mulai memberontak yang aneh-aneh.
"Aku minta maaf jika membentakmu dan kasar padamu jadi kau bisa terima hukumanmu bukan, sayangku?" Jemari Kris bergerak selembut mungkin mengusap dagu cantik Luhan meskipun yang dirasakan gadis itu adalah ketegangan yang nyata. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya padanya jika ia menerima hukuman tersebut meskipun menolaknya sama saja dengan menambah masa hukuman.
Kris mendekatkan wajah Luhan kearahnya dan memberikan bibir si cantik kecupan selamat datang pada hukumannya.
"Jalani hukumannya atau terima akibatnya sayangku?"
.
.
TBC
CIE SEHUN SAMA LUHAN UDAH KENA BENIH-BENIH CINTA KAAAN~~~
Pelan-pelan gak apa kan biar kalian gemes sama malu-malu kucingnya luhan dan sehun sama perasaan masing-masing kkkkk~
Sejujurnya aku ingin mengubah tulisan di ff ini menjadi seperti novel terjemah yang sering kubaca hehe. Biasanya hanya tercipta dari part-part pendek namun apa daya u,u)/
Terima kasih atas bantuan kalian dipart-part sebelumnya dengan review atau sejenisnya. Aku cinta kalian kkkk~
