U' R'
Chapter 5 :
Desperate
Cast:
Lu Han, Se Hun
EXO Members
Romance, Angst, a little bit Humor and Drama
This is Genderswitch. For Hunhan Indonesia Big Event
.
.
.
Anggap saja sebentar lagi langkah Zitao menuju pelukan lelaki idamannya akan segera terwujud. Ia tidak tahu bisakah ia disebut gadis baik atau jahat ketika salah seorang temanmu terluka ia malah menari bahagia. Efek jatuh cinta ternyata memberikan hasil yang begitu signifikan pada kehidupan seorang Zitao. Gadis tomboy itu kini perlahan berubah menjadi putri cantik dari negeri gingseng. Mata sipitnya kini memiliki garis tegas dikelopaknya agar semakin terlihat, bibir kucingnya kini tidak lagi pucat namun lebih berwarna merah segar yang menggairahkan, rambut hitam yang dibiarkan tergerai menyapa siapapun yang melihatnya membuat Zitao terlihat seperti wanita sesungguhnya. Bukan apa-apa gadis itu berpenampilan demikian, semua kembali pada berita yang santer berembus jika hubungan Kris dan Luhan sedang diambang perpisahan dan tentu saja hal itu merupakan angin segar baginya.
Semua berawal dari pertemuannya tempo hari dengan Kris yang berujung pada pria itu menarik gadis cantiknya pergi meninggalkannya begitu saja. Kabar yang terdengar setelah itu adalah pertengkaran hebat mereka berdua yang membuat Kris putus asa. Pria itu jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman satu jurusannya ketimbang dengan Luhan padahal saat mereka masih mesra seakan tidak ada jarak diantara mereka berdua. Hal ini tentu saja memberikan celah yang begitu indah untuk Zitao agar bisa melangkah bersama Kris. Ia hanya perlu hadir menjadi gadis cantik yang baik hati menghibur temannya yang sedih lalu membuat pria itu lupa diri dan jatuh hati padanya. Mudah saja semuanya mengingat sifat Kris yang gampang tergoda dengan wanita –sebuah pencapaian untuk Luhan karena ia bisa mengikat mata Kris untuk tertuju padanya.
Polesan terakhir sudah dibubuhi di wajahnya, sedikit mengecap bibirnya dan Zitao sudah siap untuk meleburkan hati Kris. Malam ini pria itu mengajak teman-teman satu jurusan mereka untuk sedikit berpesta dengan beberapa minuman menyenangkan dan disko kecil-kecilan sekedar melepaskan penat. Menurut info yang ia terima dari pesan group ada beberapa teman dekatnya yang akan hadir dalam pesta tersebut, jadi ia tidak akan merasa risih menjadi satu-satunya gadis di sana.
Intinya malam ini gadis cantik kita Zitao sudah berniat menggiring Kris untuk meleburkan cintanya pada Luhan dan mengunci dirinya dalam hati pria itu.
Tapi kejutan itu tidak tahu waktu kan?
.
.
"Sshh,.. Pelan-Pelan Hun."
Sehun hanya menahan nafasnya mendengar desisan Luhan sementara ia sendiri sudah tidak sabaran lagi. Tangannya yang sempat berhenti kembali terjulur dan mulai lagi aktifitasnya barusan. Mengusap bagian itu perlahan dan membuat rusa cantiknya menggeliat –dan mendesis lagi.
"Huun... Pelan sshh.."
Masa bodo dengan Luhan! Sehun semakin menekan jari-jarinya untuk mengurus bagian tersebut agar segera selesai. Mempercepat gerakan yang semakin membuat Luhan bergerak tidak nyaman bahkan jari cantik gadis itu sudah mulai menggapai-gapainya.
"Shhh Sehuuun!" Nafas yang terengah-engah menuntaskan teriakan Luhan dan pekerjaan Sehun. Tak hanya Luhan yang menarik nafas lega, Sehun pun melakukan hal yang sama. Ia memang hanya mengobati luka di kaki Luhan lebih tepatnya di kuku jari gadis itu namun desisan Luhan yang sensual membuatnya merinding sendiri. Posisi duduknya rendah tepat di depan bagian tercantik si gadis, sedikit saja ia mengangkat kepalanya –dengan Luhan yang tidak bisa berhenti bergerak sejak tadi maka ia sudah bisa mengecup mesra bagian tercantik tersebut.
"Lain kali coba mata cantikmu dipakai untuk melihat jalanmu ya sayangku. Jangan dipakai untuk memandang pria tampan sepertiku saja." Ucap Sehun sembari membereskan perkakasnya membiarkan Luhan yang memberengut kesal mendengar ocehan Sehun. Tentu saja ia sudah melihat jalannya dengan sangat baik hanya saja karena terburu-buru ia jadi tersangkut kaki sendiri dan terjatuh dengan sialnya membuat kukunya terkelupas menyakitkan.
"Aku sudah hati-hati kok!" Bibir si cantik mengerucut imut membuat siapapun yang ada di hadapannya pasti akan lupa diri dan berlomba mendaratkan bibir mereka diatasnya. Menggerutu sambil cemberut adalah hal manja yang sering Luhan lakukan jika ia sedang bersama Sehun, hanya jika sedang bersama pria itu tidak dengan yang lain bahkan dengan Kris yang notabenenya adalah kekasih si rusa. Alasan klasik, Kris pria dengan nafsu binatang jadi sedikit gerakan menggoda habislah ia mendesah sampai kehilangan suara. Dengan segelas air dingin, Sehun kembali dari dapur setelah meletakan kembali perlengkapan pengobatannya dan duduk di sebelah Luhan yang masih dalam mode ngambek.
"ini. Siapa tahu bisa mendinginkan hati dan kepalamu yang sudah berasap." Tanpa menoleh atau sekedar basa-basi mengucapkan terima kasih, Luhan langsung melahap air dingin tersebut sampai habis. Marah memang menguras tenaga apalagi ia baru saja terluka kan? Sementara Sehun hanya menggelengkan kepalanya maklum melihat si cantik yang minum seperti onta kehausan begitu.
"Jadi, apa?" Pertanyaan Sehun yang tiba-tiba membuat Luhan menolehkan pandangannya pada sahabatnya tersebut dan mendapati wajah penuh rasa penasaran dan menuntut dari Sehun. Tanpa harus memberikan pertanyaan dengan kalimat yang lengkap, Luhan sudah tahu apa maksud dari pertanyaan Sehun hari ini.
"Aku hanya yakin kalau Kris itu selingkuh."
Sehun mendesah pasrah mendengar ucapan Luhan kali ini. Bukan hanya hari ini saja sih, sudah sejak beberapa hari belakangan ini Luhan selalu menuduh kekasihnya tersebut selingkuh. Bukannya Sehun tidak menanyakan alasannya, ia sudah bertanya bahkan sampai kesal sendiri namun jawaban Luhan sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun.
"Kau punya bukti apa untuk membuktikan pradugamu?"
"Banyak Sehun dan aku yakin semua itu benar."
"Sebutkan."
Luhan mengubah duduknya menjadi menghadap Sehun sambil memeluk satu bantal sofa milik pria itu sementara Sehun hanya menyandarkan dirinya pada sofa berusaha untuk tetap tenang mendengar semua tuduhan Luhan yang bisa saja tidak terbukti apa-apa.
"Hal mudahnya saja, ia tidak pernah lagi mengizinkanku meminjamkan ponselnya untuk aku mainkan."
"Itu biasa Lu,"
"Tapi tidak bagiku! Kami biasa menyimpan ponsel masing-masing saat bersama, itu sebabnya aku sering tidak membalas pesan group kita, namun belakangan ini ia selalu sibuk dengan ponselnya."
"Bisa saja ia sibuk dengan group jurusan."
Luhan menghela nafas sebal. Sehun memang seperti itu jika sudah menyangkut soal Kris, entah bagaiamana dengan cepatnya pria itu mengubah pandanganya kepada kekasihnya tersebut –oh ingatkah nona Lu jika semua perubahan itu karena dirimu?
Tidak ada yang membuka suara setelah dengusan kesal Luhan barusan. Sehun jadi asik sendiri dengan ponselnya sementara Luhan jadi sibuk menggerutu karena tingkah Sehun dan juga ulah Kris yang sejak kemarin sama sekali tidak menghubunginya. Luhan yakin ada yang salah dengan kekasihnya tersebut. Terhitung sejak pertengkaran terakhir mereka yang mengakibatkan Luhan harus meliburkan dirinya selama dua hari karena serangan nafsu Kris, mereka tiba-tiba saja merenggang tanpa sebab. Laki-laki itu terus mengelak saat Luhan menanyakan apa yang tengah ia lakukan dengan ponselnya mengapa ia terlalu acuh pada gadis itu. Bahkan Kris sudah tidak pernah lagi menginap di tempat Luhan, ia lebih sering di apartemennya sendiri –setidaknya itu yang ia katakan. Luhan tentu tidak bodoh hanya menahan rindu tanpa melakukan apapun, namun yang ia dapatkan setiap akan berkunjung ke apartemen pria itu adalah, "Maaf aku sedang keluar dengan yang lain."
"Ada lagi yang ingin kau sampaikan?" Sehun mengerti jika si rusa cantik dihadapannya tengah gelisah setengah mati. Bukannya ia tidak peduli dengan perubahan pada Kris hanya saja sedikit banyak ia bersyukur akan hal itu karena itu mampu mengembalikan sedikit demi sedikit waktu Luhan untuk dirinya dan orang lain. Sehun paham betul bagaimana hubungan Luhan dan kekasihnya tersebut yang merenggang belakangan ini namun ia juga jadi senang karena itu artinya ia tidak akan lagi mendapatkan Luhan yang sulit dihubungi atau malah sedang mendesah saat dikunjungi.
"Bagaimana jika Kris bosan padaku?"
"Maksudmu?"
"Dia mencari gadis lain dan meniggalkanku begitu."
"Selingkuh?" Jawab Sehun acuh sambil tetap memainkan ponselnya. Ayolah ia sedang melepas rindu dengan EL.
Luhan mengangguk mendengar pernyataan Sehun. Ia memang sudah curiga jika Kris sedang mendekati gadis lain belakangan ini. Ada satu nama yang melintas di dalam pikirannya sekarang. Seorang yang diam-diam ternyata membuat kerusakan dalam hubungannya. Memang masih prasangka namun jika terbukti adanya maka jangan salahkan Luhan jika ia berubah menjadi binatang liar. Ada banyak yang bisa ia lakukan ketika seseorang menyakitinya.
"Hun, aku sedang curiga dengan satu orang."
Sehun memutar matanya malas. Luhan sering berprasangka yang tidak-tidak saat sedang paranoid.
"Zitao?" Belum sempat Luhan membuka suara, ponselnya berbunyi menampilkan sebuah pesan masuk di sana. Agak mengherankan saat ia mendapatkan pesan berbentuk video di sana dengan pengirim yang tidak jelas namanya.
"Siapa? Apa itu?" Sehun sedikit penasaran saat ia melihat wajah Luhan penuh rasa penasaran ketika membuka ponselnya.
"Ini ada yang mengirimkanku video. Tapi tidak tahu siapa pengirimnya."
"Buka saja." Luhan menurut saja untuk membuka video tersebut. Dapat ia rasakan Sehun yang mendekat ke arahnya. Video itu mempunyai durasi yang lumayan pendek hanya sekitar dua menit namun apa yang terdapat di dalamnya mampu membuat Sehun mengumpat sepenuh hati sementara Luhan sudah terduduk lemas dengan luka bernanah di hatinya.
.
.
Entah bagaimana caranya ia harus menyelesaikan hubungannya dengan kekasihnya sekarang. Bukan karena bosan atau apa –jelas ia tidak pernah bosan dengan kemolekan tubuh si cantik yang siap mendesah kapapun untuknya. Oh katakanlah ia maniak seks namun untuk apa hidup dengan anugerah keseksian tanpa batas namun tidak digunakan sama sekali? Kris bukan pria bodoh yang tidak memanfaatkan kelebihannya seperti itu. Segala cara telah ia lakukan untuk bisa menghindar dari Luhan mulai dari cara halus dengan menghilang diam-diam sampai tidak menghubunginya lagi namun gadis itu sepertinya sudah cinta mati padanya. Luhan tetap bersikukuh menghubunginya.
Ini sudah malam yang kesekian kalinya –Kris malas menghitungnya ia jauh dari Luhan tanpa cinta kasih gadis itu. Memang mereka masih sepasang kekasih hanya saja ia sedang tidak ingin bersama gadis itu. Mudah saja, Kris merindukan kehidupan liarnya sebelum bersama Luhan. Kehidupan di mana berbotol-botol minuman dengan pesta seks tanpa batas bukanlah hal yang tabu baginya, namun sejak memantapkan hatinya untuk Luhan ia perlahan menghindari itu semua.
Tubuh Luhan selalu cantik, ia juga selalu rapat dan sempit entah apa yang dilakukan gadis itu hingga ia masih sangat sulit bahkan untuk percintaan mereka yang keberapa itu, mendengar desahan dari mulut si mungil saja sudah mampu membuat Kris pusing karena gairah yang meninggi. Lihat betapa sempurnanya Luhan bagi Raja Porno seperti dirinya. Percintaan mereka juga sudah melalui berbagai macam tahapan, model dan rasa –namun tetap pada batas sewajarnya. Semua pergulatan panas mereka sudah Kris simpan rapi dalam satu memori penyimpan data yang ia jaga baik-baik hanya untuk dirinya sendiri. Namun Kris tetap lah Kris, ia masih belum puas dengan semuanya dan butuh pelampiasan baru.
Sesuatu yang bisa mengajaknya berpetualang dengan kekuatan gairah yang panas dan membara tanpa takut apapun –termasuk resiko hamil, terpujilah semua dewa karena Kris berhasil menemukannya. Maka setelah menghapus semua rekaman percintaannya dengan Luhan secara kaffah, Kris kemudian mengirimkan pesan ajakan pesta untuk teman-temannya dengan harapan orang itu hadir dan ia bisa menghiburnya.
Dan orang itu datang dengan segenap jiwa dan raganya memasrahkan diri atas Kris. Malam itu benar-benar menyenangkan bahkan semua tamu yang hadir datang dengan balutan menggoda. Awalnya Kris hanya berniat bermain sebentar dengan gadis yang sedang asik bercanda dengan teman-teman mereka, gadis bermata kucing yang diam-diam menyukainya. Oh tentu saja Kris bukan pria bodoh yang tidak tahu jika ada gadis lain yang bernanah hatinya sementara ia sedang menjalin cinta dengan orang lain. Dengan langkah mantap ia membawa dirinya menuju Zitao yang tampil sangat cantik malam ini, bahkan ia terlihat sangat berbeda dengan semua yang melekat ditubuhnya. Anggap saja Kris sudah gila namun ia benar-benar jatuh pada pesona gadis itu.
Semua berlangsung manis dan sempurna, mereka bahkan sekarang sudah berada di sebuah sofa kecil di pojok ruangan dengan bibir saling bertaut sementara pesta semakin meliar. Kris memang raja atas segala kenikmatan dengan kuasanya ia mampu membuat Zitao menggeram panas akan gairahnya.
"Kau cantik." Tatapan Kris tak lepas dari wajah Zitao yang memerah entah karena malu atau gairahnya. Gadis itu hanya tersenyum simpul sambil menyampirkan sedikit rambutnya di belakang telinga. Gerakan malu-malu yang manis.
"Terima kasih."
Satu ciuman kecil menjadi balasan dari ucapan Zitao yang membuat gadis itu tersenyum manis sekali. Malam itu Kris sudah memantapkan hatinya untuk membawa gadis kucing ini mendesah pasrah dibawah kungkungannya. Ia sudah 100 persen yakin sampai siluet cantik melintas di depan matanya dan merubah semuanya.
.
.
.
Ada yang berbeda dari wajah Zitao hari ini. Tidak ada senyum ramah dan gelak tawa yang menghias harinya. Sejak tadi yang dilakukannya hanya diam menatap layar ponselnya tanpa mengeluarkan ekspresi apapun. Ia sendiri juga bingung harus mengeluarkan emosinya dalam bentuk apalagi. Menangis? Marah? Tertawa? Ayolah ia sudah cukup gila dengan apa yang terjadi padanya semalam dan sekarang seseorang sudah menambahkan lagi kadar kegilaan tersebut.
Video berdurasi lima menit bahkan belum menampilkan seluruh proses pergulatan panas yang dilakoni dua pemain di dalamnya. Ia tahu itu karena video itu tampak terpotong di tengah dengan potongan yang buruk. Ini asli tanpa rekayasa. Namun dengan lima menit itu berhasil menyarangkan satu lagi perasaan gila dalam hatinya. Entah sudah berapa banyak sifat buruk yang memenuhi hatinya sejak ia mengenal pria bernama bermarga Wu tersebut.
Dengki?
Iri?
Marah?
Kecewa?
Dendam?
Khianat?
Terlalu banyak untuk dijabarkan satu persatu sifat buruk dalam hatinya. Kalau tidak ingat ia sedang berhadapan dengan siapa mungkin pelakon wanita dalam video tersebut sudah terkapar tak berdaya di depan matanya, benar-benar tak berdaya –atau mati dalam artian sesungguhnya.
Ia tidak tahu seberapa besar kesalahannya dulu pada gadis itu. Mungkin dulu ia terlalu mengumpati Luhan sampai-sampai tuhan membalas perlakuannya melalui orang terdekatnya. Anggap saja seseorang yang tidak pernah ia pikirkan berani berlaku demikian kepadanya.
Zhang Yixing.
Gadis berwajah polos tanpa dosa itu telah menaburkan rasa kebencian dengan bumbu kekecewaan yang mendalam pada hatinya. Gadis yang dengan tanpa dosanya telah berbaring pasrah dan mendesah di bawah keperkasaan Kris, pria yang ia sukai bahkan cintai. Seseorang yang bahkan tahu seberapa putus asanya ia ketika Luhan menjalin cinta dengan Kris, seseorang yang menjadi teman berkeluh kesahnya kini menjadi pelakon adegan seksi nan menggoda bersama Kris.
Semalam saat pesta berlangsung ia cukup sadar untuk menyadari Kris yang tiba-tiba pergi begitu saja setelah melabuhkan ciuman panas di bibirnya. Pria itu tersenyum sangat manis dan berbisik rendah memujinya lalu kemudian beralasan pergi ke kamar kecil yang malah berakhir dengan menghabiskan malam bersama Yixing. Ia sendiri bahkan tidak menyadari kapan Yixing datang, seperti apa penampilannya malam itu sampai bisa mengalihkan Kris darinya. Jadi ini alasan mengapa ia tidak menemukan gadis itu pagi ini apartemennya, jelas saja ia sedang mengurung nikmat dibawah pelukan Kris.
Jari cantiknya iseng memutar kembali video pergulatan panas tersebut yang lantas membuatnya menangis dalam diam. Ia dapat melihat Kris begitu menikmatinya bahkan pria itu tidak dalam keadaan mabuk. Saat bergerak ia meneriakkan nama Yixing begitu jelas tanpa celah, ketika mereka bertukar posisi, berubah gaya dan kembali memulai pertarungan ranjang itu semua dilakoni dengan sadar oleh keduanya.
Sebuah pesan masuk kembali dalam ponsel Zitao dan segera ia buka. Ingatkan ia untuk tidak bunuh diri setelah mengetahui isi pesan tersebut yang ternyata adalah bagian akhir dari pergulatan panas Kris dan Yixing. Setelah mendesah panjang, keduanya saling menatap satu sama lain hingga Kris mengakhiri semuanya dengan "Aku mencintaimu. Kita berkencan mulai sekarang." Dan dengan setannya Yixing tersenyum manis sambil mengangguk.
Prang!
"Dasar Bajingan!" Tangis Zitao menggema di dalam apartemennya bersamaan dengan ponselnya yang kini sudah tidak lagi berbentuk. Entah apa yang ada di dalam otak keduanya hingga dengan teganya berlaku demikian padanya. Lebih dari semuanya mengapa Yixing bisa tega melakukan demikian padanya. One night stand atau bukan tetap saja Kris adalah pria yang ia cintai, seseorang yang ia sayangi dengan penuh hatinya lalu mengapa gadis itu tega menabur garam di atas lukanya atas cintanya pada Kris.
Zitao bahkan tidak mengetahui jika Hayoung telah masuk ke dalam apartemennya dan mendapati dirinya tengah menangis pilu di atas kesakitan yang ia rasakan. Tidak, ia sama sekali tidak terluka fisik namun hatinya sudah hancur bahkan terlalu sakit untuk merasakan apapun lagi. Sesekali Zitao memukul dadanya sambil berteriak menyumpahi Kris dan Yixing dalam tangisnya membuat Hayoung mendekat ke arahnya dan memeluk sahabatnya tersebut. Ia sendiri memang belum tahu apa yang terjadi namun melihat apa yang tersaji di hadapannya sekarang maka ia meyakini semua ada hubungannya dengan Kris dan Yixing. Entah apa yang sudah mereka lakukan sampai-sampai membuat Zitao sedemikian terluka.
Tangis Zitao sama sekali belum mereda bahkan ketika Hayoung memeluk tubuhnya. Ia terus mengumpati keduanya tanpa ampun bahkan dengan penuh benci. Ia tidak pernah semarah ini sebelumnya dengan seseorang namun sekarang bahkan kata maaf saja terdengar terlalu haram untuk hatinya. Ia bukan seseorang tanpa perasaan yang bisa sesuka hati orang lain permainkan, dibalik topengnya ia adalah gadis lemah yang tetap mendamba cinta. Sudah cukup ia terluka dengan Luhan mengapa sekarang menjadi lebih parah?
Melawan Luhan saja sudah mustahil apa sekarang ia harus bertarung melawan sahabat sendiri?
.
.
Sehun tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Kepalanya sudah pusing karena menahan emosi belum telapak tangannya yang sejak tadi terkepal sudah mulai berkeringat. Sesekali ia menghela nafas panjang dengan upaya agar emosi yang memenuhi rongga dadanya menghilang atau paling tidak sedikit mereda. Semua pikiran dan akal sehat Sehun sama sekali tidak bisa dipakai untuk menemukan alasan yang masuk akal tentang apa yang baru saja ia saksikan. Seluruh kecerdasannya mendadak menghilang dan hanya dipenuhi dengan umpatan sialan.
Inginya sih sekarang ia melangkahkan kakinya menuju tempat bersembunyi si biadap dan menghajarnya sampai mati namun yang terjadi ia malah terjebak dengan gadis bodoh yang bahkan hanya membiarkan dirinya terkulai lemas di atas sofanya.
Luhan.
Gadis itu sama sekali tidak bergerak dari tempat duduknya setelah Sehun membawa gadis itu dari posisi awalnya. Sebuah pesan masuk selanjutnya yang masih berisi video menjelaskan apa yang selama ini ia takutkan. Luhan hanya membiarkan matanya memandang kosong ke arah ponselnya sementara air mata mengalir begitu saja dari kedua matanya. Tidak ada raungan atau tangisan menyayat hati namun penampilan Luhan sekarang lebih dari sekedar mengenaskan. Tatapan yang kosong, diam tanpa suara. Jauh dalam dirinya, hati si cantik ini sudah tidak lagi berbentuk apapun. Semuanya sudah hancur begitu saja bahkan tanpa sempat ia mempersiapkan diri. Kecurigaannya terbukti dan semua seakan mengejeknya dengan mudah.
Kris.
Pria brengsek yang ia sayangi setulus hati itu sudah membakar habis cintanya dengan sialannya. Pria itu dengan mudahnya meremukkan hati kecil Luhan yang rapuh, meremas rasa sakitnya dan menyiram lukanya dengan lelehan duka yang lebih dalam.
Jika hanya penyiksaan, ia masih bisa menerima karena itu hanya luka fisik yang akan hilang namun perselingkuhan? Dosa kejam yang tak pernah bisa ia terima dalam sejarah percintaan. Jika hanya sekedar berjalan bersama, rasa maaf Luhan masih bisa diberikan namun jika mendesah bersama? Ia bukan Tuhan yang akan dengan mudah menerima maaf seseorang. Ada ratusan iblis yang bersiap merasukinya agar ia melakukan pembalasan.
Sebuah pesan masuk bahkan membuat Luhan semakin meradang dalam kubangan Luka. Pesan yang dikirimkan Kris itu menjelaskan akhir dari kisa cintanya dengan pria pujaannya tersebut. Kris, Pria yang ia cintai dengan seluruh hati dan jiwanya sudah berselingkuh dengan gadis yang ia curigai dengan sangat sempurna bahkan mereka sudah memeluk mesra kenikmatan dunia bersama malam itu dan memutuskan hubungan mereka hanya dengan satu kalimat 'Kita putus Luhan.' Tanpa penjelasan apapun tanpa pengertian apapun.
"Hun," Sehun hanya menoleh sedikit kearah Luhan yang memanggilnya. Tidak tau apa yang sedang merasukinya hanya saja ia merasa cukup kesal dengan tingkah Luhan sekarang.
"Apa yang harus aku lakukan?" Suara Luhan terdengar tenang meskipun Sehun tahu gadis itu tengah menahan tangisnya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku juga harus tidur dengan pria lain? Apa aku harus menamparnya? Memukulnya? Sehun apa yang har-" Ucapan Luhan terhenti ketika Sehun menarik tubuhnya dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. Tidak butuh waktu yang lama hingga Luhan melepaskan tangisannya dan mulai meracau akan rasa sakitnya. Sesekali bahkan ia sampai kesulitan bernafas akibat tangisannya.
"Ia berselingkuh Hun." Sehun hanya mengusap punggung sahabatnya selembut mungkin agar Luhan bisa tenang sambil menahan tangan Luhan yang sejak tadi memukul diri sendiri.
"Bajingan itu selingkuh Hun." Sehun hanya diam mencoba mendengarkan apa yang akan Luhan katakan tentang perasannya. Ia sengaja membiarkan gadis itu mengumpat sampai puas yang jelas lebih baik di matanya dari pada tingkah Luhan beberapa saat lalu yang hanya diam seperti tak bernyawa.
"Bajingan!" Setelah mengumpati Kris sambil berteriak, Luhan kemudian diam dalam tangisnya membuat Sehun melonggarkan pelukannya hingga ia dapat melihat keadaan Luhan sekarang. Sialan! Gadis itu kembali diam melemparkan tatapan kosong dan menangis membuat Sehun takut sendiri. Seseorang dalam keadaan depresi seperti Luhan ini tidak dapat berpikir jernih, ia bisa saja pergi ke dapur dan membakar diri atau menenggelamkan diri di dalam bath up. Secepat mungkin Sehun menyadarkan Luhan hingga membuat gadis itu kembali sadar dan menatapnya penuh luka.
Mata cantik gadis itu tidak lagi memancarkan tatapan penuh cinta dan keindahan, yang terpancar hanya kesakitan dan kekecewaan yang mendalam. Sehun dapat merasakannya hingga tanpa sadar sudut hatinya sakit sendiri mendapati Luhan menjadi demikian. Sehun menggerakkan jarinya mengusap air mata Luhan tak lantas membuat Luhan tenang, ia malah semakin semangat mengeluarkan air matanya sembari menutup mata.
"Sudah puas mengumpatnya?" tanya Sehun lembut yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Luhan.
"Mau mengumpat lagi?" tanya Sehun lagi yang masih dijawab dengan gerakan yang sama.
"Perlu aku menghabisinya?" kedua mata Luhan terbuka begitu mendengar Sehun melontarkan pertanyaan demikian. Pancaran mata Sehun yang dilimpahkan kepadanya terasa begitu menyakitkan. Pria itu tengah meradang bersamanya sekarang. Perlahan Luhan meraih tangan Sehun yang masih sibuk mengusap air matanya lalu menggenggamnya. Tangan Sehun begitu hangat dan penuh cinta –dapat ia rasakan bahkan dari awal mereka berkenalan. Di awal perkenalannya dengan Sehun, hanya perasaan hangat dan aman melingkupi pria itu membuatnya begitu nyaman bersandar padanya. Ia tidak pernah ragu mengeluarkan semua bebannya pada Sehun karena ia selalu mendapatkan perasaan nyaman saat berada di dekat pria itu. Tidak pernah tidak. Bahkan ketika Sehun mengakui orientasi seksualnya yang berbeda, Luhan masih merasakan kehangatan yang sama.
Kehangat seorang pria pada gadisnya.
Jauh dalam hatinya ia yakin Sehun adalah pria baik hati yang penuh cinta maka ia menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang Sehun tanyakan padanya. Ia tidak akan pernah membiarkan sahabatnya itu melakukan tindakan keji dengan mengotori tangannya bahkan hanya dengan bau tubuh dari si brengsek Kris.
"Jangan Sehun. Jangan lakukan itu." Sehun mendesah kasar mendapati penolakan Luhan atas idenya. Otaknya masih berpikir Luhan tetap menabur rasa maaf untuk Kris.
"Kau masih melindungi si brengsek itu?" Luhan menggeleng atas pertanyaan Sehun sambil tetap menggenggam tangan pria itu.
"Lalu biarkan aku menghajarnya Lu. Ia sudah kurang ajar padamu."
"Jangan Sehun. Biarkan saja."
Sehun sudah hampir mendidih melihat Luhan yang sok tegar seperti sekarang. Ia hampir menyumpahi Luhan dengan kata kasar sampai tiba-tiba Luhan memeluknya dan mulut gadis itu bersuara lirih, "Karena aku sayang padamu."
Aku sayang padamu Sehun, sungguh. Jadi jangan biarkan dirimu larut dalam luka dan benci yang aku rasakan.
Cukup aku.
.
.
TBC
Hehehe~
Yang kemarin Luhan Kris putus itu sudah terjadi yaaak. Oia apa aku sudah bilang kalau ini berdasarkan kisah nyata? Beberapa potongan kasus dalam cerita ini terjadi pada orang terdekatku sendiri hehe. Lebih tepatnya pada sahabat terdekatku sendiri. Kalau dikejadian nyata dua orang yang jadi Kris dan Luhan saling ketemu dan Kris memutuskan Luhan dengan alasan kalau ia bosan dengan Luhan. Lalu di kejadian nyata juga yang membuat Kris dan Luhan putus memang bukan Zitao tapi orang Yixing sahabat dari zitao.
Aneh ya? Bahkan pas aku diceritain temenku yang dia diputusin sama pacaranya gara-gara bosen dan perselingkuhan pacarnya dengan sahabat orang yang suka sama dia, aku pun ngerasa ternyata apa yang ada di cerita itu benar adanya haha.
Jangan khawatir, aku juga sudah izin dengan mereka para pelaku dunia nyata jika kasusnya mau aku tulis jadi cerita dan mereka setuju hahahaha.
Makasih yaaa kalian sudah membaca dan memberikan pendapat kalian tentang cerita ini. Maafin ya kalau aku jarang bales review kalian hehe, tapi aku selalu baca kok dan terima ide-ide yang kalian kasih. Terima kasih banyak pokonyaaaaa.
Selamat lebaran *masih berbau lebaran kan yak.
