Manusia memang suka apapun yang berbau kontroversi, seru dan menantang apalagi kalau itu terjadi dengan orang lain. Pokoknya selama itu bisa menjadi topik hangat maka manusia jenis apapun pasti akan menyukainya. Sama seperti berita kandasnya hubungan Luhan dan Kris beberapa waktu lalu. Baik Kris dan Luhan atau mungkin hanya Luhan sudah dengan sangat baik menyembunyikan semuanya namun tetap saja yang namanya bangkai akan selalu tercium juga, gosip semakin digosok makin sip. Setidaknya Luhan masih bersyukur karena orang-orang hanya tahu mereka berdua sudah bukan lagi sepasang kekasih dan hanya menerka-nerka apa yang menjadi alasan pasangan Romeo Juliet abad 21 itu berpisah. Sesekali Luhan hanya menjawab pertanyaan mereka yang penasaran dengan kalimat 'ya kami sudah tidak cocok lagi' atau 'kami putus baik-baik' sangat mirip dengan artis-artis di televisi setidaknya begitu yang selalu dikeluhkan Baekhyun setiap mendengar jawaban Luhan.

Bicara soal Luhan, gadis itu sudah tampak lebih baik dari hari-hari ketika Kris memutuskan mengakhiri hubungan mereka, ia sudah tidak lagi terlihat menyedihkan karena tentu saja apalagi kalau bukan ancaman mulut setan Baekhyun yang akan membeberkan semua yang terjadi pada publik jika Luhan masih menangisi keputusan si penjahat kelamin Kris. Urusan perkuliahannya pun jadi lebih baik dari sebelumnya, ia bahkan sudah bisa melampaui nilai-nilai Baekhyun dan Sehun bahkan presensi kehadirannya pun sudah sempurna lagi. Dan yang terpenting, Ia sudah kembali menjadi Luhan yang dulu lagi, Luhan dengan Baekhyun, Sehun, Chen dan Kyungsoo di sekitarnya, Luhan yang ceria dan ramah, Luhan yang menyenangkan. Sepertinya Kris memang mengurung Luhan dalam kegelapaan cinta mereka.

"Selalu ada hikmah dari semua masalah kan Lu," Luhan hanya tersenyum mendengar bisikan Sehun padanya. Ia hanya mengangguk menyetujui apa yang sahabatnya itu katakan sambil sesekali tersenyum geli melihat tingkah El yang tak pernah berhenti menggoda Baekhyun yang tengah asik menyelesaikan tugasnya.

"Aku berdoa mereka berjodoh." Ucapan Sehun membuat Luhan mengalihkan pandangannya dari Baek-El menuju Sehun. Pria di sampingnya hanya tersenyum aneh dengan wajah 'ada yang salah dengan ucapanku' menatapnya. Luhan tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam otak seorang Oh Sehun beberapa waktu belakangan ini. Ia merasa Sehun sering menggodanya seperti layaknya pria menggoda wanita bukan selayaknya sahabat menggoda sahabatnya. Apa Sehun sudah mau menuju normal? Dalam diri Luhan, menjadikan Sehun sebagai kekasih memang bukan pilihan yang buruk namun termasuk ke dalam pilihan terakhirnya. Sangat akhir bahkan jika di dunia ini hanya tinggal El dan Sehun saja pria yang hidup barulah Luhan akan memilih Sehun.

"Lalu dirimu?" Tanya Luhan menimpali ocehan Sehun yang melantur –menurutnya.

"Aku?"

"Iya dirimu. Kalau El dengan Baekhyun lalu dirimu dengan-"

"Denganmu." Jawaban Sehun membuat Luhan tak mampu melanjutkan ucapannya. Sekuat tenaga ia mencari letak lelucon dalam jawaban pria itu namun yang ia dapatkan hanya ketulusan. Luhan tidak buta akan apa yang sedang ia lihat, sama sekali tidak.

"Tidak Lucu Hun."

"Aku tidak bercanda Lu,"

Luhan memutuskan untuk tidak menimpali ucapan Sehun barusan dan lebih memilih untuk kembali memperhatikan Baekhyun dan El. Bukan hanya perkataan pria itu yang membuatnya tidak bisa berpikir dengan tenang namun apa yang sedang laki-laki itu lakukan padanya. Menurut Luhan, seorang pria akan terasa begitu romantis dan manis di saat yang bersamaan ketika pria itu memainkan rambut seorang wanita atau pasangannya dan itulah yang tengah Sehun lakukan. Pria itu sedang asik memainkan rambutnya di punggung Luhan dengan gerakan memutar yang lembut. Tidak, Luhan tidak terangsang atau apalah yang menjurus pada gairah, ia hanya merasa nyaman?

.

.

U' R'

Chapter 7 :

What Do You Want From Me?

Cast:

Lu Han, Se Hun

EXO Members

Romance, Angst, a little bit Humor and Drama

This is genderswitch.

.

.

Penyesalan mungkin tidak pernah ada di dalam kamus seorang Kris dan ternyata memang tidak pernah ada. Ia adalah seorang pria yang sudah sepantasnya memilih wanita mana yang akan menghangatkan ranjang dan kalau bisa hatinya. Matanya juga sudah terlatih untuk menilai wanita yang pantas untuk merintih di bawahnya dan semua ada batas waktunya. Cintanya bukan seperti di dongeng pengantar tidur anak lima tahun yang bertahan sampai maut memisahkan namun sampai ia tidak lagi bisa merasakan kehangatan saat jagoannya masuk sarang. Ia harus mencari rumah baru untuk menghangatkan 'diri', dan ketika ia sudah menemukan tempatnya maka ucapkan selamat tinggal bagi yang lama.

Mungkin itu juga yang menjadi pertimbangannya saat harus mengakhiri hubunganya dengan si cantik Luhan. Tidak ada salah pada diri seorang Luhan juga 'rumah'nya yang selalu hangat dan ketat. Kris akui diantara mantan-mantan kekasihnya hanya Luhan yang mampu memuaskannya sampai titik yang belum terjamah siapapun selain gadis itu. Luhan juga sangat baik dalam mengimbangi dirinya yang memiliki libido yang tinggi, rintihannya seksi, intinya Luhan itu sempurna.

Seperti sekarang, sudah beberapa hari setelah ia memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan Luhan, ia harus rela kehilangan tempat 'olahraga'nya. Ia hanya bisa merendam diri di air dingin sambil memutar beberapa video panas dimana ada Luhan di dalamnya. Salah satu kegemaran setan yang Kris miliki adalah merekam semua kegiatan ranjangnya sejak dulu sampai sekarang dengan dalih koleksi pribadi dan untungnya semua memang untuk keuntungannya sendiri. Walaupun berotak mesum namun Kris bukan pria bajingan yang rela membagikan video panasnya pada orang-orang. Ia menyimpang hasil rekamannya dengan sangat baik dan video dengan Luhan merupakan koleksi kesukaannya. Gadis itu benar-benar sempurna di segala sisi. Dari sudut manapun Kris mengambil gambarnya, Luhan tetap memukau. Sesekali Kris tersenyum melihat beberapa video terakhirnya dengan Luhan yang terlalu vulgar dan panas –bahkan ia sampai rela mengotori spreinya hanya karena melihat gerakan erotis Luhan di atasnya lengkap dengan rintihan kenikmatannya. Sialannya Luhan memang sangat sempurna. Bahkan sangat Sempurna untuk dijadikan objek fantasinya.

Namun sekali lagi, ia adalah pria pemilih dan Luhan bukan lagi pilihannya.

Masih ada beberapa 'tempat singgah' ingin ia singgahi, hanya singgahi bukan untuk menetap dan salah satunya adalah gadis bernama Zhang Yixing. Gadis itu benar-benar tempat singgah yang menarik dan Kris tak ragu untuk mampir di lain waktu. Permainannya juga menarik, sedikit malu di awal dan agresif di akhir. Kris hanya memutar video adegannya dengan Yixing dua kali karena memang gadis itu hanya singgahannya saja. Menarik namun tidak membuat ketagihan. Kejadian malam itu memang diluar kendalinya karena pada dasarnya incaran Kris bukanlah Zhang Yixing melainkan gadis bermata kucing yang seksi, Huang Zi Tao.

Ya, silahkan katakan Kris adalah bajingan kelas atas yang membuat segalanya menjadi rumit karena pada dasarnya ia memang telah menargetkan Zi Tao menjadi incarannya setelah putus dari Luhan. Gadis itu benar-benar membuatnya tertarik sampai terkadang ia mendesahkan nama gadis itu ketika sedang memuaskan dirinya sendiri. Namun ada sesuatu yang mengganjal Kris sejak terakhir ia bermain, kalimat terakhir yang ia ucapkan pada Yixing membuatnya kehilangan akal. Kalau memang incarannya adalah Tao mengapa dengan mudahnya ia mengumbar kalimat 'Aku mencintaimu' dan mengajak gadis itu menjadi kekasihnya?! Terkadang Kris menyesali otaknya hanya penuh dengan pikiran kotor sehingga ia sulit berfikir dengan jernih.

From : Zyixing

Sedang sibuk?

Seringai itu muncul begitu saja saat Kris mendapati sebuah pesan masuk di ponselnya. Mungkin Kris harus bersyukur karena ia bisa menemukan teman olahraganya yang baru selagi mengumpulkan rencana untuk menjerat Zi Tao.

Ya, rencana untuk menjerat Zi Tao.

.

.

Baekhyun tau ada yang aneh pada Sehun belakangan ini entah apa itu namun yang jelas itu mampu membuat pria menyebalkan di hadapannya sekarang menjadi murung. Setelah putusnya Luhan, Sehun menjadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadis itu dan tentu saja itu sama sekali tidak membuat Baekhyun cemburu namun kesal setengah mati karena Sehun akan meninggalkan El yang notabennya kekasih pria itu padanya. Seperti hari ini, entah apa yang telah sahabatnya itu perbuat sehingga membuat El datang ke apartemennya malam hari begini. Baekhyun sedang banyak tugas, ia juga punya tenggat waktu yang pendek untuk menyelesaikan beberapa cerita karangannya sebelum di tagih pembacanya dan ia tidak membutuhkan penganggu seperti El di saat seperti sekarang.

"Kau tidak membiarkan aku masuk Baekie?" Baekhyun hampir melempar ponselnya ke wajah menjijikkan El yang sok tersiksa. Ia hanya mendengus sambil mengeser tubuhnya agar pria jadi-jadian itu bisa masuk ke dalam apartemennya. Ia tidak sejahat itu untuk membiarkan seseorang menahan malu di depan pintu tempat tinggalnya.

"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan selama itu tidak mengangguku." Kata Baekhyun sembari mengekori El yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya menuju ruang tamunya.

"Temani aku Baek, aku butuh teman." Perkataan El barusan membuat Baekhyun merinding. Pasalnya yang terlintas dalam benaknya adalah bukan teman dalam artian yang sesungguhnya melainkan lebih kepada ajakan ayo-bercumbu-sampai-pagi.

"Aku masih normal." El hanya tertawa mendengar jawaban Baekhyun yang menurutnya lucu. Tentu saja ia tahu pasti jika gadis yang sangat menggemaskan di hadapannya ini adalah gadis yang normal. Terbukti dari caranya memandang pria-pria tampan yang berkeliaran. Tapi ia juga tidak seratus persen menyimpang. Jika dulu ia bertemu Baekhyun dulu baru Sehun, sudah pasti ia tidak akan pernah mengecap rasanya bermain pedang-pedangan karena ada gawang yang lebih asik untuk di tembus.

"Aku butuh teman cerita Baekhyun, bukan teman bercinta." Koreksi El sembari menepuk sisi sebelahnya tanda agar Baekhyun mau mendudukkan dirinya disana. Oh Ayolah ia sekarang benar-benar butuh teman cerita dan menurutnya Baekhyun adalah orang yang tepat. Gadis itu terlalu berjiwa bebas dan berpikiran sangat terbuka membuatnya merasa nyaman bahkan sekedar menumpang istirahat di bahunya. Nilai tambahnya walau Baekhyun cerewet, gadis itu juga merupakan pendengar yang baik. Ia akan diam sampai lawan bicaranya selesai bercerita, tidak menghakimi dan akan mengalihkan masalah yang sedih menuju hal yang menyenangkan. Bonusnya lagi, Baekhyun itu gadis seksi.

Dan El suka gadis Seksi apalagi seperti Baekhyun.

Memutuskan untuk duduk di sebelah El yang sudah memasang ekspresi benar-benar sok sedih, Baekhyun memilih mengambil bantal tidurnya di kamar sebagai perisai antara dirinya dan El. Setelah Sehun yang nyaris hilang akal menyerangnya beberapa waktu lalu, ia tidak mau mengerang pasrah di bawah gerakan statis kekasih sahabatnya tersebut. Baekhyun tahu baik EL maupun Sehun keduanya bukanlah seratus persen pecinta pedang namun masih suka bermain bola –dan Baekhyun punya bola yang sempurna.

Sementara El, pria itu hanya tersenyum melihat tingkah Baekhyun yang waspada. YaTauhan ia memang gemar menggoda Baekhyun, menyukai tubuh seksi gadis itu namun ia termasuk pria setia. Tidak ada kata bermain bahkan sekedar berkecup mesra. Jika itu terjadi maka ia harus dalam keadaan sadar, penuh perasaan dan satu hal yang pasti tidak mempunyai pasangan. Memastikan Baekhyun tidak akan kabur, El membalik tubuhnya menghadap Baekhyun yang sudah duduk bersila berlindung bantal tidur. Ia benar-benar menghalangi bonusku malam ini.

"Kalau ceritamu tidak bermutu, ucapkan selamat tinggal pada kepalamu." Ancam Baekhyun begitu ia mendapati El yang tidak juga memulai ceritanya. Sejak tadi pria itu hanya tersenyum mesum sambil memainkan rambutnya yang memang sedang tidak terikat. Gerakan manis seorang pria namun sayang aku sama sekali tidak tergoda.

"Ini penting sayang, kenapa sih kau selalu berpikiran buruk padaku?" Tanya El santai sambil tetap meneruskan kegiatannya. Entahlah ia hanya merasa begitu nyaman bisa berdekatan dengan Baekhyun. Gadis yang sempat membuatnya cemburu buta sekarang malah menjadi tempat curhat yang sempurna. Tidak ada yang tahu tentang masa depan kan, siapa tahu Baekhyun adalah gadis korek api penolongnya?

"Kau sudah mengangguku El. Aku punya banyak tugas dan kerjaan! Sudah cepat cerita, semakin cepat kau cerita akan semakin cepat kau keluar dari sini." Dengus Baekhyun menjadi penutup ocehannya pada El yang hanya ditanggapi dengan kekehan mengesalkan pria itu.

El memang tersenyum dan terkekeh dengan tingkah Baekhyun namun tidak dengan hati dan pikirannya. Ada hal yang belakangan ini terus menganggunya dan membuatnya begitu tidak nyaman. Ia bukan tipe pria pembenci dan pendendam namun ia juga bukan seorang pria lemah lembut yang tahan di tindas dimana jangan membalas pukulan lawanmu dengan pukulan lagi tapi dengan doa yang tulus ikhlas. Ia adalah pria dua puluh tiga tahun yang berpikiran logis dan penuh pertimbangan jadi jika ada yang berbuat jahat padamu maka sudah sepantasnya orang itu menerima balasannya. Tak peduli siapapun ia.

Termasuk kekasih sendiri.

Menghela nafas mencoba untuk tenang jangan sampai bergetar atau bahkan menangis di hadapan Baekhyun, El memulai ceritanya untuk malam ini,

"Baek, Sehun berubah." Baekhyun mengernyitkan alisnya mendengar perkataan El. Pikiran si cantik langsung berputar kepada seluruh tingkah laku Sehun belakangan ini yang menurutnya normal-normal saja. Pria itu masih mengesalkan seperti biasanya, masih menyebalkan, sok romantis dan menggelikan juga menyenangkan disaat yang bersamaan. Ia juga suka bermesraan di depannya dan Luhan bersama El dan dimana letak perubahan manusia itu?

El paham gadis dihadapannya tentu merasa tidak ada yang berubah dari tingkah laku kekasihnya. Semua memang terasa normal namun tidak dengannya.

"Sehun, dia," mengambil nafas panjang dan menghembuskannya berusaha EL lakukan untuk membuat dirinya benar-benar tenang.

"Bicara yang jelas El."

"Sehun, dia sudah tidak lagi terlihat berbeda. Dia sudah terlihat lebih normal dari sebelumnya. Aku tahu itu. Perasaannya padaku sekarang sudah tidak sebesar perasaannya dulu saat masih di awal hubungan kami. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan kalian daripada denganku. Meskipun ia masih berlaku manis padaku namun itu hanya sebatas formalitas agar ia bisa terlihat baik-baik saja di hadapan kalian padahal aku tahu ia tidak lagi sama." Baekhyun yakin ia punya kapasitas otak yang baik dalam urusan akademis namun untuk sekedar mencerna ucapan El rasanya butuh waktu yang lumayan lama. Baekhyun bingung dengan apa yang telah pria itu katakan, lebih normal, tidak lagi berbeda entahlah.

"Jelaskan dengan bahasa yang lebih manusiawi. Aku sedang tidak dalam mood bagus untuk mencerna soal cerita El." Ujar Baekhyun sembari mengambil toples cemilannya dan mulai memakan kudapan manis tersebut.

"Apa yang kurang manusiawi dari bahasaku sayang? Sehun berubah menjadi lebih normal atau yang mana?" Tanya El menggoda Baekhyun sambil ikut memakan kudapan ringan gadis itu.

"Menjadi lebih normal. Setahuku ia tidak gila kan El."

El mencubit gemas pipi Baekhyun yang langsung dihadiahkan gigitan di tangannya oleh Baekhyun. Tampaknya ia memang harus bicara dengan kata-kata frontal dengan Baekhyun agar gadis itu mengerti maksudnya.

"Baiklah ku perjelas. Sehun sudah terlihat tidak lagi gay. Dalam artian ia sudah beralih menuju nor-"

"Baguslah! Bukankah itu bagus untuknya dan Luhan? Mereka bisa bersatu akhirnya kan?! Astaga El kalau begitu semua akan berakhir sempurna!" El hanya tersenyum miris melihat wajah sumringah Baekhyun begitu mendengar kalimat 'Sudah terlihat tidak lagi gay'. Apa gadis itu tidak paham maksud ceritanya mengapa ia mencurahkannya pada Baekhyun dengan wajah tidak nyaman? Apa ia harus mengatakan jika hatinya hampir hancur dengan apa yang terjadi di antara hubungannya dan Sehun? Dan lagi apa maksud Baekhyun dengan 'Mereka akhirnya bersatu?' Apa gadis yang menjadi impian Sehun adalah Luhan?

El masih ingat bagaimana saat awal Sehun masuk kuliah. Pria itu begitu bersemangat dengan pendidikannya, dunia barunya. Ia bahkan bersemangat menceritakan tentang teman-teman barunya dan tentu saja seorang gadis yang menarik baginya. Di awal hubungan mereka, baik dirinya ataupun Sehun sama-sama memperbolehkan satu sama lain untuk menyukai orang lain selama itu adalah wanita bukan pria. Dan El ingat bagaiaman bahagianya Sehun ketika ia menceritakan seorang gadis yang begitu manis dan menggemaskan. El yakin gadis itu bukan Baekhyun ataupun Kyungsoo.

"Ia begitu manis El. Kau harus bertemu dengannya suatu saat nanti." Sehun begitu semangat menceritakan tentang gadis yang baru saja ia temui di kelasnya. Gadis itu benar-benar menyedot perhatiannya, menggetarkan sesuatu dalam dirinya yang bahkan El saja tidak bisa menyentuhnya.

"Benarkah? Apa aku harus terbang sekarang untuk melihatnya bersamamu?" El terkekeh melihat wajah antusias kekasihnya. Ia benar-benar senang dengan apa yang baru saja Sehun temukan di dunia perkuliahannya.

"Jangan! Nanti kau bisa menyukainya! Aku tidak mau bersaing dengan kekasihku sendiri demi memperebutkan gadis itu!" Dalam keadaan apapun juga Sehun memang tampan dan menggemaskan bahkan dalam keadaan kesal seperti barusan. Dan El semakin menyukai anak itu.

"Kau menyakitiku Hun. Perlu kau ingat Hun kalau aku menyukai gadis yang seksi dalam artian yang sebenarnya jadi kalau dia tidak berisi 'depan' dan 'belakangnya' jangan harap aku mau bertarung denganmu."

Sehun tertawa melihat ekpresi sok keren milik El. Ia benar-benar terhibur dan bahagia bersama El untuk sekarang.

"El, Hei! Kau membuatku takut!" El tersadar dari lamunan masa lalunya ketika ia merasakan Baekhyun menangkup wajahnya dengan kedua tangan gadis itu. Baekhyun menatapnnya penuh khawatir dan itu membuat El menjadi lebih emosional. Tiba-tiba saja ia mendekat kearah Baekhyun, memeluk gadis itu dan menangis di bahu si cantik.

"El,"

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi Baekhyun tapi aku yakin Sehun pasti sudah melupakan perasaannya padaku dan beralih menyukai bangsa kalian. Aku yakin ia pasti telah menaruh separuh hatinya pada gadis itu dan sebentar lagi seluruh hatinya akan berakhir pada gadis itu. Aku yakin itu dan setelah itu tidak ada lagi yang tersisa untukku." Baekhyun memang tidak begitu mengerti mengapa pria seperti EL bisa menangis seperti sekarang namun ia paham dengan sangat baik apa yang maksud dari kalimat yang baru saja selesai pria itu ucapkan padanya. Perasaan sakit hati, takut, kehilangan, hancur dan berbagai perasaan buruk lainnya tengah berkeliling di sekitar tubuh El dan itu membuat Baekhyun takut sendiri sebab sedikit banyak ia tahu ucapannya perihal Luhan dan Sehun bisa bersatu telah melukai sudut hati pria yang tengah menangis sambil memeluknya tersebut.

"El,"

"Kesalahanku Baekhyun, semua memang kesalahanku membiarkan hatinya bergerak bebas tanpa pernah mengikatnya benar-benar. Salahku memberikan hatinya keleluasaan untuk berlabuh, kesalahanku berpura-pura terbuka padahal aku sendiri sudah menabur luka untuk hatiku sendiri. Semua salahku Baekhyun, salahku..." Tanpa Baekhyun sadari ia telah memeluk tubuh El yang semakin bergetar karena tangisannya. Baekhyun sudah sering mengatasi patah hati sebelumnya namun ia tidak pernah merasakan kesakitan yang lebih dari yang El tularkan padanya sekarang. Rasanya hatinya pun ikut merasakan kesakitan yang telah El sembunyikan selama ini. Hatinya turut berdenyut nyeri seiring tangisan El yang semakin menjadi di pundaknya. Pria itu bahkan meremat bagian belakang pakaiannya, memeluk tubuhnya seperti boneka beruangan kesayangan yang mampu menyembunyikan kesedihan.

"Aku, hiks, Aku harus melepasnya bukan? Ia berhak bahagia dengan pilihan hatinya meskipun itu bukan aku. Benarkan Baekhyun? Hiks.. Tapi, Tapi mengapa rasanya begitu menyakitkan padahal hiks.. aku telah melakukan hal yang benar..hiks.." El mengigit bibirnya kencang hingga ia bisa merasakan darah ikut mengalir dari bibirnya. Ini belum seberapa dari apa yang sedang hatinya rasakan. Semua hubungan ini memang telah salah sejak awal dan sudah seharusnya ia tidak bisa egois atas apa yang akan terjadi. Semua memang kesalahannya telah menentang kodratnya namun cinta bukanlah sesuatu yang patut di salahkan bukan? Ia yang telah salah membuka kesempatan romantis itu bersama Sehun dan ia juga yang terlah memberikan kesempatan bagi Sehun untuk mencari kebahagiaan selain hatinya semua karena keraguannya atas kesungguhan perasaan Sehun padanya. Ia tahu, Sehun bukanlah seseorang pecinta sesama yang sepenuhnya seperti dirinya dulu sebelum bertemu Baekhyun, ia adalah anak laki-laki normal dengan masa lalu bajingan bukan sepertinya yang sudah mendapati perasaan istimewa pada sahabat terdekatnya saat masih sekolah dulu.

"Kau berubah Sehun." El membuka percakapannya pagi itu dengan Sehun saat mereka tengah sarapan sebelum Sehun berangkat kuliah. El mengucapkannya dengan nada riang membuat Sehun tidak merasa terintimidasi atau bersalah sama sekali atasnya.

"Aku? Berubah? Aku masih manusia El." Lihat kan, Sehun menanggapinya dengan santai tanpa beban.

Kau berubah Hun, tatapanmu bukan penuh cinta namun tetap lembut bersahabat.

"Ya, apa kau akan mengejar gadis itu? Ku dengar ia sudah tidak mempunyai pasangan lagi." El seharusnya memotong lidahnya atau menjahit mulutnya karena sudah lancang berbicara demikian pada Sehun. Ia menunggu respon kesal atau bahkan marah dari mulut kekasihnya –jika masih bisa disebut demikian, namun setelah sepuluh detik berlalu Sehun tetaplah Sehun. Ia malah tersenyum menawan atas pertanyaanya

"Baekhyun? Dia memang tidak pernah punya pasangan El. Bukankah dia incaranmu?"

"Bukan Hun, gadis lembut itu."

"Luhan? Ya dia sudah tidak punya pasangan lagi. Menurutmu apa aku harus memperjuangkannya?" Pertanyaan Sehun membuat El nyaris sesak nafas. Mereka memang bukan seperti pasangan kekasih pada umumnya yang penuh dengan aturan dan normalitas karena pada dasarnya mereka memang tidak normal. Kesepakatan bodoh yang mereka buat saat memutuskan bersama adalah saling melepaskan saat telah menemukan hati yang mampu membuat kita menjadi lebih baik dan sekarang adalah saatnya El untuk melepaskan Sehun –dan itu menyakitinya.

"Menurutku? Tentu saja kau harus perjuangkan." El masih punya harga diri sebagai laki-laki dan ia tidak ingin menangis begitu saja karena sakit hati yang mendadak ia rasakan. Senyum sumringah Sehun dan semangatnya atas Luhan membuatnya seperti manusia tak berguna. Kata putus itu memang tidak ada karena tidak pernah ada kalimat 'jadilah kekasihku' sebelumnya. Mereka bersatu karena keadaan dan sudah seharusnya berpisah juga karena keadaan.

"Doakan aku untuk Luhan dan doaku untukmu pada Baekhyun EL!"

.

.

TBC.

Selamat Lebaran Semuanya! Terima kasih kalian masih sering review nagih kapan ini dilanjut haha. Sebagai THR aku persembahkan chapter 7 untuk kalian yaaak. Di chapter ini masing-masing udah kebuka kan apa maksud dan tujuan mereka bertindak satu sama lain dan tadi aku sempet masukin satu karakter baru yang bakalan jadi pelengkap hubungan ini haha. Sahabat terdekat El. HEHEHEHEHE.

Buat kalian yang berpikir ih El kok lemah banget sebagai cowok, gitu aja nangis. Gini karakter El memang aku bikin menjadi cowok yang lembut bukan cowok ganas kayak Sehun atau Chanyeol gitu. Jadi perasaan hampir kayak perasaan perempuan dan ada cerita juga kok dibalik tingkah lakunya El kenapa bisa kayak gitu haha.

Sejujurnya semua karakter dalam cerita ini akan punya chapter sendiri yang membahas tentang masa lalu mereka masing-masing. Jadi buat yang udah benci 7 turunan ama Kris atau gemes sama tingkahnya Yixing (merasa bersalah udah buat dia jadi jahat disini huhu) tungguin masa lalu mereka yaaaak hihi.

Sekali lagi terima kasih atas dukungan kalian dan tenang aja aku akan selesaikan ff ini meskipun lama yaaaaak.