U' R'
Chapter 10 :
This is how to create Monster
Cast:
Lu Han, Se Hun
EXO Members
Romance, Angst, a little bit Humor and Drama
This is genderswitch.
.
.
Tidak banyak yang dapat aku ceritakan tentang kehidupan seorang Wu Kris. Dia hanya anak laki-laki yang lahir di keluarga berada dan ya bisa dikatakan cukup bahagia. Sepasang orang tua yang pada dasarnya saling mencintai satu sama lain ternyata belum mampu memberikan keluarga ini penghargaan sebagai keluarga idaman. Kurasa, tittle itu terlalu muluk disematkan pada Keluarga Wu. Hanya ada satu keluarga inti berisi ayah, ibu dan dua anak laki-laki. Tidak lebih dan tidak kurang. Pernahkah aku menyebutkan jika keluarga Wu punya dua orang anak laki-laki, dimana Kris Wu adalah sang kakak dan Daniel Wu sebagai si bungsu. Kehidupan mereka cukup damai, bisnis ayah yang lancar dan pekerjaan ibu berjalan dengan baik dilengkapi dengan pertengkaran khas kakak beradik dari Kris dan Daniel kecil membuat keluarga ini terlihat sangat menyenangkan.
Hanya 'terlihat' kan? Bukan yang sebenarnya.
Tidak akan ada kalimat 'semua itu dimulai saat' karena sejak awal Hera –sang ibu sudah khatam luar dalam tabiat suaminya. Christian Wu memang terkenal playboy sejak dulu, Hera bahkan tak habis pikir mengapa ia bisa jatuh cinta bahkan menikah dengan pria yang tak tahan godaan wanita seperti suaminya. Christian memang sempat berhenti dari hobbinya bermain wanita, ya sempat menjadi pria idaman wanita sekitar dua sampai tiga tahun sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Hera. Hebatnya lagi saat menjadi kekasih Hera, Chirstian bahkan benar-benar berhenti menjadi playboy seutuhnya sehingga ia dapat dengan mudah meminta Hera pada ayahnya untuk merubah status gadis itu menjadi istrinya, satu-satunya wanita dalam hidupnya.
Bulan pertama pernikahan, bulan kedua, ketiga, kelima, kesepuluh, satu tahun, dua tahun hingga memasuki tiga tahun enam bulan pernikahan mereka, godaan itu mulai datang. Memang benar sih kalau kata orang godaan terberat pernikahan itu dimulai dari tiga bulan pertama, satu tahun, lima tahun dan seterusnya. Tapi Hera sama sekali tidak menyangka jika kebahagiaannya melihat Kris –anak pertamanya berlatih berjalan harus diiringi dengan kesedihan atas perlakukan suaminya. Satu kali Hera mendapati wangi berbeda tercium dari jas dan kemeja kerja Christian yang baru kembali dari kunjungan luar kota, dua kali ia mendapati ada bercak merah di leher sang suami saat pria itu baru kembali dari jam lemburnya dan ketiga kalinya ia melihat Christian menggandeng mesra seorang gadis yang entah siapa itu masuk ke restoran saat makan siang.
Ayolah Chris, bahkan Kris kecil saja belum bisa berlari dengan cepat kau sudah bermain dengan wanita lain?
Hera bukanlah wanita pemarah seperti orang kebanyakan. Ia adalah sosok yang sangat baik dalam hal pengendalian diri dan emosi. Maka malam itu seperti biasa meskipun ia harus menahan diri untuk tidak menampar atau memaki Christian yang pulang larut malam dan berbau parfum wanita –yang jelas bukan miliknya, Hera melayani Christian layaknya seorang istri yang dimabuk cinta oleh sang suami. Ia menyiapkan segala keperluan Christian mulai dari air hangat di kamar mandi, pakaian dalam hingga pakaian tidur pria itu. Hera benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik di depan Christian hingga malam itu mereka kembali seperti baru pertama kali menikah, Christian yang memperlakukannya seperti satu-satunya ratu dalam hidup pria itu. Malam itu, Hera menyerahkan seluruh hati dan tubuhnya hanya untuk Christian yang dibalas dengan ucapan yang entah disadari atau tidak oleh pria itu, "... Dia lebih hebat darimu walau kau lebih nikmat darinya." Christian tertidur di atas ditubuhnya tanpa tahu jika Hera menangis sampai kesulitan bernafas malam itu.
Mereka sudah berbagi ranjang bersama.
Siang itu Hera sengaja menghubungi Yuan untuk mengizinkannya datang kerumah adiknya tersebut. Christian hanya tahu jika Hera tengah bermain ke rumah Yuan untuk melepas rindu semata, ia tidak tahu jika hari itu adalah pertama kalinya Hera menangis di hadapan Yuan menyesali keputusannya untuk menikahi Christian. Jangan tanyakan bagaimana keadaan Yuan saat melihat kakaknya yang bahkan tidak pernah menangis saat ia tahu masa lalu Christian dulu ketika masih berpacaran jika bukan ikutan menangis bersama, meninggalkan Kris yang tiba-tiba ikutan menangis saat melihat ibu dan bibinya menangis. Setelah puas mengadu dan memohon agar Yuan menutup mulutnya atas apa yang telah ia ceritakan, Hera memutuskan untuk melepaskan rasa kecewanya pada kesetiaan Christian dan bertekad untuk mengembalikan mata pria itu hanya padanya. Jika hanya kehebatan di ranjang, Hera bisa mempelajarinya dengan mudah, jika hanya kecantikan semata, Hera bisa membuat dirinya lebih cantik berkali lipat dari sebelumnya tanpa harus menyentuh pisau bedah. Hera bisa diatas segalanya dari gadis simpanan suaminya.
Ya, Hera memang kembali ke rumah dengan dirinya yang baru. Berbagai perawatan yang cukup menguras uangnya telah ia lakukan demi menyambut kepulangan suaminya malam itu. Hari itu, untuk pertama kalinya Christian kembali merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya pada Hera. Pria itu mengakui kebodohannya yang sempat melirik wanita lain untuk memuaskan hasratnya dan bersumpah untuk cukup bersama Hera.
Ya, malam itu Christian berubah. Ia menjadi suami idaman Hera lagi.
Ya, malam itu Hera menang.
Hanya malam itu.
Tiga hari sebelum ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, Hera kembali mendatangi rumah Yuan bersama Kris yang tertidur dalam gendongannya. Hari itu untuk pertama kalinya Hera menitipkan Kris pada Yuan setelah memutuskan untuk menenangkan diri. Hari itu Kris untuk pertama kalinya terbangun dari tidur siangnya dan tidak mendapati ibunya namun bibinya. Hari itu Yuan kembali menangis untuk kedua kalinya setelah Hera pergi dari rumahnya dan meninggalkan pesan,
"Aku tidak mau membawa anak ini. Ia hanya mengingatkanku pada wajah ayahnya yang tidak pernah puas dengan satu wanita. Aku titip Kris padamu, aku akan kembali satu minggu lagi."
Hari itu untuk pertama kalinya Kris kecil hanya bisa menangis melihat ibunya yang pergi tanpa dirinya. Kris menangis sampai ia kesulitan bernafas, wajahnya memerah di tambah tubuhnya yang berkeringat karena tidak berhenti menangis. Bibir mungilnya terus menggumamkan kata 'mama' berharap wanita itu muncul dari balik pintu dan memeluknya seperti biasa. Dua tahun, Kris hari itu baru berumur dua tahun dan ia sudah harus merasakan kesakitan ditinggalkan sang ibu begitu saja tanpa mengerti apa kesalahan yang telah ia perbuat.
Bukan salahmu Kris sayang, semua karena pria yang menyebut dirinya Ayahmu.
Jika ada yang pertama, maka akan selalu ada kedua, ketiga dan seterusnya. Tahun itu Kris berusia lima tahun saat ia dan Yuan pergi ke rumah sakit untuk melihat adiknya yang baru lahir semalam. Kris tidak pergi dengan ayahnya sebab pria itu sudah lebih dahulu menemani Hera melahirkan. Ok, Sekali lagi entah setan apa yang telah pergi dari tubuh Christian sehingga saat ia mengetahui Hera tengah mengandung buah cintanya ia kembali menjadi pria idaman Hera. Dua puluh empat jam dalam seminggu ia selalu ada untuk wanita itu selama sembilan bulan penuh, pulang ke rumah tanpa membawa harum parfum wanita lain. Sempat terpikir dalam benak Hera untuk terus menerus hamil jika hal itu bisa membuat Christian hanya menjadi miliknya. Memangnya dia kucing yang dapat terus menerus hamil dan melahirkan? Bahkan gajah saja paling tidak hanya punya dua sampai tiga anak.
Setelah itu, apa yang menjadi kebiasaan kembali lagi terjadi. Kris kala itu baru kembali dari sekolahnya bersama dengan Daniel, adiknya yang baru masuk taman kanak-kanak tersebut tiba-tiba saja mendengar keributan dari dalam rumah mereka. Rencana untuk makan siang bersama sang mama dan dilanjutkan dengan bermain playstation bersama Daniel harus musnah begitu saja ketika mereka di sambut dengan vas yang melayang begitu saja di hadapan keduanya. Kris dengan sigap memeluk Daniel yang sudah menangis karena kaget sementara ia berusaha menulikan pendengarannya dari berbagai ucapan kasar yang dilontarkan ibunya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Kris melihat sang mama yang lembut dan penuh kasih itu berteriak sambil menangis memukuli papanya. Ia memang baru berusia sepuluh tahun namun bukan berarti ia tidak mengerti apa arti dari kata 'selingkuh' dan 'wanita simpanan'. Terberkatilah otaknya yang cerdas turunan dari kedua orang tuanya membuat Kris dengan mudah mencerna ucapan sang mama.
Papanya selingkuh, ada wanita lain selain mamanya.
Sayangnya itu bukan yang terakhir.
Tahun-tahun berikutnya Kris harus memasang badan dan menyiapkan telinganya setiap kedua orang tuanya bertengkar. Ia bisa saja bersikap tak acuh dengan keadaan, pura-pura tidak mendengar semua ucapan mamanya namun ia tidak bisa buta atas keadaan Daniel. Sejak adiknya berusia lima tahun sampai sekarang anak itu terus dijejali hal-hal berbau ketidaksetiaan yang disuguhkan ayahnya pada mereka. Pernah sekali Daniel hampir menampar wanita yang mengaku sebagai simpanan papanya saat ia sedang pergi membeli keperluan untuk sekolahnya. Daniel tidak sembarangan menyerang orang karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang ayah berjalan bersama wanita lain selain mamanya. Mereka tampak ceria, tertawa bahagia di atas tangisan mamanya setiap malam. Daniel langsung menghampiri ayahnya dan nyaris berkelahi dengan pria itu jika saja Kris tidak cepat datang dan menengahi keduanya. Saat ia sedang memperingati ayahnya, Daniel diam-diam menyerang si wanita dengan ucapannya yang sama sekali tidak patut untuk diucapkan. Berbagai umpatan kasar keluar begitu lancarnya dari bibir si bungsu. Puncaknya, Daniel benar-benar hampir menyentuh pipi sang simpanan tepat ketika wanita itu selesai mengucapkan, "Ibumu bahkan tidak ada apa-apanya denganku."
Kris berjalan santai keluar dari kamarnya menghiraukan suara teriakan sang mama di bawah. Tujuaanya hanya satu, kamar Daniel. Adiknya itu pasti sedang menggunakan headset sambil bersembunyi di dalam lemari entah bagaimana caranya. Hal itu menjadi kegiatan rutin Daniel saat kedua orang tuanya mulai bertengkar dan ia baru akan keluar saat Kris menghampirinya. Hanya Kris yang menjadi tumpuannya saat ini, bukan mama apalagi ayahnya. Katakan saja rasa hormat Daniel pada pria yang turut menyumbangkan gennya pada Daniel itu telah hilang tepat saat pria itu menggandeng mesra wanita lain.
"Daniel," Panggil Kris saat ia membuka pintu lemari dan mendapati Daniel yang bersembunyi disana sambil memeluk kedua kakinya.
"Aku lapar." Kris tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat tingkah konyol adiknya. Daniel tumbuh begitu pesat. Seingatnya dulu adiknya itu hanya setinggi dadanya sekarang mereka hampir sama tinggi bahkan tidak menutup kemungkinan Daniel akan melampaui tinggi badannya. Namun sebesar apapun anak itu, ia tetaplah bayi yang rapuh dan butuh perlindungan. Kris siap memberikan segalanya bagi Daniel, untuk adiknya.
"Ayo." Daniel tersenyum lebar mendengar ajakan kakaknya untuk makan. Sejak tadi naga-naga di perutnya sudah berdemo, saat ia ingin keluar kamar tiba-tiba saja ia mendengar teriakan mamanya dan Daniel mundur teratur menutup pintu lalu bersembunyi di dalam lemari.
Kakak beradik tersebut kemudian pergi dari kamar Daniel dengan tenang. Dalam benak keduanya sudah tergambar bagaimana lezatnya ayam goreng dengan kulit krispi yang renyah ditemani dengan kentang goreng dan satu gelas minuman soda. Benar-benar menggiurkan. Keduanya bahkan sempat tertawa kecil saat menyadari jika mereka sama-sama membayangkan makanan yang sama untuk makan malam hari ini. Iya, itu semua sebelum Kris yang langsung berlari cepat berdiri di hadapan Hera saat tangan kanan Christian melayang kuat ke arah wanita itu. Tangan itu mengenai Kris tepat di wajahnya membuat keadaan hening seketika. Baik Hera maupun Christian sama sekali tidak menyangka jika hal inilah yang akan terjadi.
"Kau..Kau berniat menamparku?" Suara Hera terdengar bergetar saat ia mengatakan apa yang baru saja ia saksikan.
"Kau menampar anakku?!" Hera berteriak sambil memukuli Christian yang masih terdiam memandangi tangannya yang baru saja melayang ke arah wajah putra pertamanya. Seumur hidupnya selama ia menjadi seorang ayah, Christian bahkan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi pada kedua putranya namun hari ini ia menampar Kris.
"Kau! Aku bahkan tidak pernah memukul mereka sialan! Mengapa kau menamparnya!" Mengabaikan Hera yang masih memukuli Christian, Kris hanya melemparkan senyum sinisnya pada Christian sambil mengelus pipinya yang terasa ngilu. Kekuatan ayahnya memang tidak main-main, Kris hanya menggeleng tidak percaya entah apa yang akan terjadi pada ibunya jika tangan itu sempat mengenai wajah Hera.
Tanpa mengatakan apapun pada Hera dan Christian, Kris pergi begitu saja menuju meja kecil dekat pintu keluar untuk mengambil kunci mobilnya. Ia melihat Daniel yang masih diam di ujung tangga, kepala adiknya menunduk tak berdaya. Ah Sial, anak itu pasti shock.
"Daniel," Panggilan Kris membuat Daniel menangkat kepalanya dan berjalan cepat menuju sang kakak menghiraukan ayah dan ibunya yang hanya diam memandangi mereka berdua.
Hari itu, Christian memang melakukan kesalahan tanpa ia sadari, menampar Kris. Namun sebenarnya kesalahan Christian tidaklah sesederhana itu. Malam itu, hati seorang anak telah terluka lebih dari yang ia ketahui dan membangunkan sesuatu yang salah dari dalam diri anak itu.
Sakiti saja mama, aku akan sakiti kalian semua seperti kalian menyakitiku.
Singkatnya begitulah bagaimana Kris yang penyayang berubah menjadi buaya. Awalnya ia hanya coba-coba, mendekati salah satu teman wanita di kelasnya yang cukup populer di kalangan siswa, menjadikannya kekasih kemudian memutuskannya begitu saja setelah hubungan tanpa cinta itu berlangsung tidak kurang dari dua minggu. Satu perempuan menjadi dua perempuan lalu menjadi tiga dan Kris akhirnya paham betapa menyenangkannya membuat mereka –para perempuan itu menangis karena sakit hati atas perlakuannya. Ia juga tidak segan-segan membawa kekasih-kekasihnya tersebut ke rumah untuk kemudian memamerkannya pada Hera dan Christian. Setelahnya ucapkan selamat tinggal pada hubungan romantis keduanya karena Kris akan memutuskan mereka. Hera awalnya tidak menyadari perubahan sikap Kris, ia hanya merasa anaknya belum menemukan gadis yang tepat namun setelah Kris membawa gadis yang berbeda dalam kurun waktu lima bulan, Hera sadar apa yang telah terjadi.
Diam-diam, malam itu setelah mengantarkan Kris serta kekasihnya yang entah keberapa itu, Hera menangis di kamarnya menyadari kesalahannya.
Kris telah berubah menjadi seperti Christian, suaminya. Anak laki-lakinya itu telah menjadi kolektor wanita seperti ayah mereka. Sementara Daniel, ia hanya bersembunyi di dalam lemari setiap kali Kris datang dengan gadis yang berbeda. Daniel kini paham maksud perkataan Kris malam itu saat mereka berdua pergi ke restoran cepat saji pasca adegan tamparan Christian.
"Menjadi seperti ayah sepertinya menyenangkan." Kris mengambil satu buah kentang dan mengigitnya.
"Apanya yang menyenangkan? Dia itu pria tidak setia hyung."
"Iya, menyenangkan untuk dibalas." Daniel hampir tersedak cola saat mendengar Kris mengatakan 'balas'. Ia tidak habis pikir dengan isi kepala kakaknya tersebut. Ayah mereka memang kurang ajar tapi bukan berarti ia dan Kris bisa semena-mena adu kekuatan dengannya. Bagaimanapun juga pria itu salah satu penyebab hadirnya mereka berdua di dunia.
"Kau mau adu kekuatan dengan ayah hyung? Yang benar saja!" Kris hanya tersenyum sambil mengusak rambut Daniel. Adiknya yang satu ini benar-benar lucu dan menggemaskan.
"Tunggu saja dan saksikan ya."
Daniel tidak memakai headset tanpa lagu seperti sebelumnya. Ia bahkan tidak ingat lagu apa saja yang telah terputar sebab setiap kali ia menggunakannya suara penyanyinya tertutupi dengan tangisannya. Daniel menangis sekuat yang ia bisa dari dalam lemari setiap kali Kris datang dengan kekasihnya. Kakaknya telah menjadi pria sialan seperti ayahnya. Ia tidak lagi mempunyai seseorang yang berdiri bersamanya, menutup telinga dan matanya dari tingkah buruk ayah mereka karena orang itu telah berubah. Hera dan Christian memang tidak pernah bertengkar di ruang tengah seperti dulu, mereka lebih sering melakukan perang dingin. Namun Daniel tidak bisa lagi menemukan kakaknya membuka pintu lemari dan mengajaknya berjalan keluar rumah di malam hari hanya untuk membeli satu cup ice cream atau semangkuk ramen pinggir jalan.
Ponsel Daniel bergetar menandakan satu pesan masuk di sana. Ia berusaha menghapus air matanya sambil membuka pesan tersebut.
From : Kris hyung
Jaga Mama. Maafkan aku.
"Hiks..Hiks.. Kris hyung..Hikss.. Aku..Merindukanmu hyung.."
Malam itu, Daniel menangis lebih keras dari sebelumnya dan Kris mendengar semuanya. Ia sejak tadi berdiri di depan pintu lemari adiknya tanpa berniat membukanya.
Maafkan aku.
Maafkan aku Daniel, tapi mama dan pria itu harus melihat apa yang telah mereka perbuat selama ini. Aku adalah ciptaan sempurna dari pertengkaran mereka. Seharusnya kau bisa melihat bagaimana raut kecewa pria itu saat melihatku membawa gadis yang berbeda setiap waktu. Ini sangat menyenangkan.
Christian, atau ayah, Kau yang menciptakan semua ini maka nikmatilah.
.
.
TBC
Inilah awal dari kenapa Kris bisa jadi pecinta wanita dan suka gonta ganti pasangan yaak. Sebenarnya kalau di kejadian nyatanya memang pemeran asli Kris ini mempunyai ayah yang selingkuh –beneran selingkuh dan salah satu alasan kenapa dia akhirnya gampang banget gonta-ganti pasangan karena rasa marah dan kecewa ke ayahnya. Sempet heran juga kenapa dia malah ikutan jadi buaya juga tapi belum sempet nanya lebih jauh, aku dan si pemeran Kris ini ada konflik gitu ahaha. Oia seluruh adegan dalam chapter ini murni karangan ya, bukan datang dari cerita asli pemeran Kris, hanya secara garis besarnya aja – ayah dari pemeran kris di dunia nyata selingkuh.
Terima kasih banyak buat kalian yang masih suka baca bahkan ninggalin komentar juga hihi. Suka deh liat pesan-pesan kalian. Maapin lama updatenya yaaa. Selamat membacaaa.
