Apa kau menangis di atasku?

Tidak.

Iya kau menangis.

Tidak kok.

Iya.

Baiklah. Kalau iya kenapa?

Kenapa kau menangis?

Kenapa kamu peduli?

Aku adalah buku harian. Kau memang seharusnya melepaskan kesedihanmu ke dalam buku harian.

Ini bukan apa-apa. Hanya beberapa teman di kelasku yang bersikap buruk.

Buruk bagaimana?

Hmm, aku mendapatkan hukuman karena mengikuti kelas tanpa membawa buku, meskipun aku tahu aku sudah mengemasnya sebelumnya. Aku pikir mungkin nargles yang mengambilnya, dan kukatakan begitu, tetapi Professor berpikir bahwa aku berbohong. Setelah kelas, aku mengetahui bahwa beberapa teman di asrama menyembunyikan buku milikku supaya aku mendapatkan masalah.

Mereka bersikap jahat.

Iya.

Aku bisa membantumu membalas mereka.

Bagaimana caranya?

Aku tahu satu kutukan melumpuhkan yang hebat. Benar-benar tidak berbahaya tetapi itu akan menjatuhkan mereka.

Apa itu?

Ok, ini mudah. Tidak ada gerakan tangan sulit yang perlu dikhawatirkan atau apapun. Arahkan saja tongkat sihirmu dan katakan Crucio.

Tom...itu kutukan penyiksaan.

Tidak, bukan kok.

Iya itu benar.

Tidak, bukan.

Iya memang benar!

Bukan, aku bersumpah. Coba saja. Kau akan merasa lebih baik setelahnya.

Aku tidak akan menggunakan kutukan tak termaafkan pada teman sekelasku.

Baiklah. Terserah kau saja. Bersenang-senanglah menjalani hukuman.