Aku ingin binatang peliharaan. Menurutmu, aku harus membeli binatang apa?

Sesuatu yang beracun. Bagaimana dengan ular?

Yang serius, Tom.

Aku serius, aku suka ular.

Aku juga.

Benarkah?

Tentu. Kamu kan tahu aku suka semua binatang.

Aku tahu kau suka binatang yang imajiner.

Bukan begitu.

Iya memang benar.

Bukan. Aku hanya punya pikiran yang lebih terbuka dibandingkan kebanyakan orang.

Luna, kalau pikiranmu lebih terbuka lagi, mereka akan bocor keluar dari telingamu.

Jangan jahat begitu Tom.

Terserah. Kembali ke topik, kalau kau suka semua binatang, lalu kenapa tidak pilih ular saja?

Hmm... Pertama karena itu melanggar peraturan sekolah. Kedua, aku tidak ingin peliharaan yang berbahaya dan ketiga aku ingin sesuatu yang berbulu..

Berbulu?

Iya.

Kenapa berbulu?

Karena umurku sebelas tahun dan aku suka hal-hal yang berbulu. Ini tidak serumit itu, Tom.

Sebagai pembelaan, kebanyakan hal yang berhubungan denganmu biasanya menjadi amat sangat rumit.

Tidak kok.

Untukku, rumit. Aku bahkan tidak bisa mengerti dirimu.

Hmm.. mungkin itu karena kamu tidak pernah mencoba.

Aku tidak ingin mencoba. Mengetahui kalau pikiranmu hidup di dunia yang sama denganku saja sudah cukup membuatku stress. Pemikiran untuk melihat ke dalam pikiranmu adalah neraka bagiku.

Kamu tidak bersikap baik, Tom.

Kalau begitu kenapa kau terus bicara denganku?

Aku tidak tahu. Menurutku kamu menarik.

Menurutmu lobak juga menarik.

Lobak memang menarik, mereka memiliki banyak kegunaan!

Dan aku tidak punya ketertarikan untuk mendengarkannya.

Baik, terserah kamu.

Beli kucing.

Apa?

Itu diperbolehkan oleh sekolah, itu ada, itu berbulu. Beli kucing.

Aku bisa menamainya Tom.

Jangan berani-beraninya kau.