Di sebuah kelas yang ricuh, terlihat murid-murid yang memiliki wajah cukup mengerikan sedang berbaris rapi untuk memberikan 'donasi' kepada pemuda bertubuh besar yang memakai masker sambil memegangi sebuah kotak yang bertuliskan 'peduli anak yang bersama Hidan, dia sekarat!' dan tak lupa orang itu sesekali mengucapkan terimakasih kepada setiap orang yang memasukan uangnya ke dalam kotak yang ia pegang tersebut.

"Hahh si mata duitan itu, selalu saja punya cara untuk menguras uang saku mereka, dan bodohnya lagi, mereka masih saja mempercayai si maniak uang itu, hahh menyedihkan" ujar seorang pemuda berambut abu-abu klimis yang disisir ke belakang yang sedang berjongkok sambil merokok dengan santai di sisi kelas.

"Ugh, tubuhku serasa mau hancur" tiba-tiba pemuda pucat di sebelahnya bergeming, orang itu adalah Sai, bisa dilihat wajahnya kini dipenuhi dengan luka-luka cukup serius, salah satu lubang hidungnya ditutupi kapas guna mencoba memberhentikan aliran darah yang sedari tadi mengalir melalui lubang hidungnya itu, Sai kemudian berusaha bangkit dari posisi berbaringnya.

"Oh kau sudah sadar rupanya, jadi bagaimana perasaanmu setelah keluar sebagai orang terkuat ke 2 di angkatanmu, hm? Hora" si pemuda berambut abu-abu klimis yang disisir ke belakang tersebut memberikan Sai sebotol air mineral yang sudah sejak tadi berada di sampingnya.

"Jadi aku kalah ya?" gumam Sai sambil memasang wajah murung.

"Maaf kau siapa? dan ini dimana?" tanya Sai dengan sopan sambil menerima air putih yang disodorkan oleh orang yang ada di sampingnya.

"Terimakasih" tambahnya kepada pemuda yang memberikannya air mineral itu.

"Oh namaku Hidan! Dan kau sekarang sedang berada di ruangan anak kelas 3, lebih tepatnya kelas 3E" jelas pemuda yang bernama Hidan itu, ia yang sudah menghabiskan rokoknya segera menginjak puntung rokok tersebut agar apinya mati.

Well dia tidak mau membayar uang ganti rugi jika saja gedung sekolah ini terbakar akibat sebuah puntung rokok yang kecil ini.

Tak lama kemudian, seseorang yang berbadan besar dan memakai masker datang menghampiri mereka berdua sambil menghitung uang yang ia ambil dari kotak 'donasinya' tersebut.

"Oy Kakuzu, bisakah kau memberitahukan kepada mereka kalau si nomor 2 ini sudah sadar?" pinta Hidan kepada orang yang bernama Kakuzu itu.

"Baiklah, tapi 1 langkah 100 yen, bagaimana?" balas Kakuzu yang ikut jongkok di samping Hidan tak lupa memberikan tatapan mata pebisnisnya(?) yang lumayan meyakinkan.

"Oy mata duitan! Sekali ini saja, tidak bisakah kau melakukan sesuatu tanpa memikirkan uang, hehh pemuda berwajah paman-paman?!" Hidan berdiri secara tiba-tiba sambil menggunakan nada mengejeknya kepada Kakuzu yang menatapnya bingung.

"Kheh bilang saja kau kere, dasar Playboy tak ber-uang?" balas Kakuzu yang juga yang mulai berdiri dan tak lupa mencontoh gaya Hidan.

Hidan yang dihina oleh Kakuzu pun langsung mencekik Kakuzu dan yang dicekik pun tak mau kalah, Kakuzu juga balas mencekik Hidan sehingga mengakibatkan perkelahian antara mereka berdua, tidak lupa dengan background debu tebal yang di dalamnya terlihat mereka berdua yang saling pukul satu sama lain.

Hal itu membuat para penghuni kelas yang lain mencoba untuk menghentikan pertarungan tersebut, akan tetapi mereka yang mencoba melerai berakhir babak belur karena dihajar oleh Hidan dan Kakuzu.

Sai yang melihat pertarungan konyol itu memilih untuk tidak menghiraukannya saja, ia kemudian berjalan menuju pintu kelas, berniat meninggalkan kelas itu tanpa sepengetahuan mereka (Kakuzu dan Hidan) yang masih setia saling tonjok-menonjok satu sama lain sehingga hal itu memicu terjadinya kericuhan yang melibatkan seluruh penghuni kelas yang ikut tertarik ke dalam pertarungan konyol tersebut.

Hahh dasar Senior yang tidak bisa diandalkan.

Sai kemudian membuka pintu kelas dan mulai berjalan keluar kelas.

"Sudah sadar kau rupanya, nee nomor 2" Sai menghentikan langkahnya ketika ia melihat seorang pemuda yang memiliki rupa baby face dan berambut jabrik merah alias Sasori yang sedang merokok dan kini tengah bersandar tepat di samping pintu yang Sai buka, Sasori kemudian menghembuskan asap rokok yang ia hisap.

Sai menatap Sasori bingung, Sasori yang melihat itu segera membuang rokok yang masih tersisa setengah itu dan tak lupa ia menginjak puntung rokok miliknya.

"Ikut aku, ketua Akatsuki sudah menunggumu sejak tadi" dengan nada tegas, Sasori kemudian beranjak menuju anak tangga yang menghubungkan lantai 3 ini ke atap sekolah, meninggalkan Sai yang bingung dengan perintahnya tersebut.

Sai menghela nafas pasrah, dia awalnya ingin menolak, akan tetapi ketika ia mendengar nada tegas dari Sasori, membuatnya mau tak mau untuk mengiyakan permintaannya tersebut, tanpa ada perlawanan berarti, Sai pun berjalan dengan susah payah mengikuti Sasori yang sudah menaiki anak tangga tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.


Atap Sekolah (Akatsuki hideout), Saturday at 3:48 pm.

Terlihat 4 orang dengan posisi yang berbeda-beda. Ada Kisame yang saat ini sedang sibuk memberi makan ikan peliharaannya yang ia letakkan di kolam buatan yang terbuat dari sebuah tong yang sudah berkarat, Kisame memodifikasi tong tersebut sedemikian rupa agar dapat menampung Samehada Junior alias ikan koi kesayangan Kisame ke dalam tong tersebut.

Lalu ada Deidara yang saat ini sedang bermain-main dengan sebuah perangkat listrik, sambil mengatakan 'seni adalah sengatan' atau semacamnya dengan tak jarang juga ia sesekali berteriak kesakitan akibat terkena sengatan listrik yang ia rasakan dari alat anehnya itu.

Kemudian ada Nagato yang sedang duduk tenang sambil membaca majalah uhukPornouhuk dan sesekali membuatnya harus mebersihkan darah yang mengalir lewat lubang hidungnya, salahkan model yang terlalu 'hot' dari buku majalah terlarang yang sedang ia lihat itu.

Dan orang terakhir, yaitu Yahiko, Sebagai ketua dari Fraksi Akatsuki, dia saat ini terlihat sedang mengorok di atas sofa buluk kesayangannya yang entah dari mana ia dapatkan dengan posisi kepala yang menggantung ke bawah.

Mungkin kelihatannya tidak nyaman, tetapi bagi Yahiko inilah posisi terbaiknya ketika tidur, bahkan posisi itu selalu membuatnya tertidur dengan sangat nyenyak.

Lihat saja, air liurnya sudah berjatuhan ke lantai, untung saja Nagato sudah terlebih dulu menyiapkan mangkuk untuk menampung air liur Yahiko itu, oh iya dan juga mangkuk itulah yang biasa Nagato gunakan untuk membangunkan Ketuanya itu dari tidur nyenyaknya.

Sungguh kejam kau Nagato.

*Srek*

Suara pintu atap terbuka secara paksa membuat semua orang yang tadi sibuk dengan urusan mereka masing-masing mengalihkan pandangan mereka ke pintu yang terbuka tersebut, minus Yahiko yang masih tertidur lelap.

Munculah Sasori dan seorang lagi yang mengikut di belakangnya, yakni Sai.

Melihat hal tersebut, sontak membuat mereka bertiga berdiri meninggalkan aktivitas yang tadi mereka lakukan, kemudian mereka bertiga berjalan mendekati Sasori sambil memasang wajah datar.

"Pesanan datang" ujar Sasori sambil berjalan melewati mereka bertiga, ia berjalan ke arah sofa yang tadi dipakai Nagato, sambil mengambil mangkuk yang berisikan air liur Yahiko, kemudian dengan ketidak ber-prikemanusiaannya, Sasori langsung menyiramkan 'air suci' itu ke wajah Yahiko yang sedang tertidur pulas.

*Byur*

"Huah Konan-chan maafkan aku" ujar Yahiko setengah sadar setelah disiram oleh Sasori, selang beberapa detik kemudian, Yahiko mulai sadar dan menatap garang Sasori yang sekarang sedang memainkan ponselnya.

"Oy, yang tadi itu untuk apa hahh?!" Yahiko setengah berteriak, tidak lupa ia juga menatap tajam Sasori

"Tentu saja supaya kau bangun, karena dengan cara yang biasa saja kau tidak akan bangun, Ketua pemalas" balas Sasori yang matanya tak lepas dari ponselnya.

"Grrr awas kau muka bayi!" geram Yahiko sambil membuka gakurannya yang basah.

"Oy Yahiko, pesananmu sudah datang!" ujar Nagato yang matanya tak lepas dari Sai, mencoba mengintimidasinya bersama dengan Deidara dan juga Kisame.

'Aku seperti pernah melihat orang ini, tapi dimana?' batin Sai dan Nagato secara bersamaan.

"Hmm, maksudmu celana dalam Konan-chan?" Yahiko tiba-tiba berubah bersemangat.

"Mana mana? Biar kulihat!" tambah Yahiko sambil berlari ke arah trio Akatsuki, tidak menghiraukan wajahnya yang masih basah akibat liurnya sendiri.

"Kenapa di otakmu cuma ada celana dalam saja? hahh" ujar Nagato frustrasi sambil memegang kepalanya pusing, maksudku tidak bisakah kau menyembunyikam kecabulanmu sepertiku(?), pikir Nagato.

"Hehh soalnya kau bilang pesanan jadi kukira yang kau maksud itu celana dalam Konan-chan ku!" balas Yahiko tidak terima.

"Anu, jadi ada apa kau memanggilku ke sini?" ujar Sai sopan sambil menatap Yahiko dengan serius.

"Ah salam kenal nee nomor 2, perkenalkan namaku Yahiko, si monster cabul ini namanya Nagato, nahh lalu yang muka ikan ini namanya-".

"Langsung saja Yahiko-san, ada apa kau memanggilku ke sini?" potong Sai yang mulai bosan tapi tetap menggunakan nada yang sopan, dan sepertinya dia sudah tahu akan kemana arah pembicaraan ini.

"Grr beraninya kau memotong ucapan Ketua kami! Kau mau mati hahh?!" ujar Deidara emosi karena ucapan Pemimpinnya dipotong seenaknya oleh seorang Freshmen yang tidak tahu diri.

"Maa maa, tenanglah Dei. Pertama-tama siapa namamu, dan kelas 1 apa kau, Gakki?" ujar Yahiko setelah menenangkan Deidara sambil tersenyum simpul.

"Perkenalkan, namaku Sai, Shimura Sai, dan maaf aku masih belum mengetahui dimana kelasku berada" ujar Sai dengan sopan memperkenalkan dirinya dengan sedikit menundukan kepalanya.

"Sai huh? Maa kalau begitu langsung saja. . ." ujar Yahiko sedikit menggantung.

"Apa kau mau bergabung dengan Akatsuki?" tambah Yahiko disertai senyum bersahabatnya yang masih belum lepas dari wajahnya.

"Aku. . .".


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc

Pairing: no pair for today my friend

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more

Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia?NoYaoi!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Koridor Sekolah, Saturday at 3:46 pm.

Naruto dan Lee saat ini sedang serius membaca tulisan pada kertas yang tertempel di mading dekat ruangan Kepala Sekolah KHS.

"Uwoo! Aku berada di kelas 1E, ahaha sepertinya ini akan menyenangkan, baiklah aku akan melakukan push up sebanyak 1000 kali untuk merayakan ini!" ujar Lee dengan semangat yang membara sambil mengambil posisi push up.

"Hm, ah dapat! Aku berada dikelas 1C bersama si Putri tidur itu. Shishishi sepertinya tujuanku akan cepat tercapai, baiklah demi merayakannya, aku akan membantu Luna melakukan 1000 kali push upnya!" Naruto tiba-tiba menduduki punggung Lee yang sedang push up di sampingnya.

"11. . .12. . . 13. . .14-".

*Brug*

"Guhhah!" Lee langsung terjatuh akibat berat yang ia rasakan di punggungnya.

"Oy Alis tebal, kenapa kau berhenti?! Bukannya kita sedang merayakan sesuatu dengan push up 1000 kali?!" teriak Naruto kesal yang ikutan terjatuh karena Lee yang ia duduki terjatuh juga.

"Grr, itu karena salahmu Naruto-san! Apa-apaan kau, kenapa kau tiba-tiba menduduki punggungku seenaknya tanpa memberitahuku terlebih dahulu?!" balas Lee yang ikutan kesal.

"Hehh aku kan cuma membantumu! Dasar tidak tahu terimakasih!" ujar Naruto yang sudah berdiri sambil membersihkan bajunya yang sedikit kotor terkena debu.

'Grr sabar Lee, sabar, orang yang hebat berawal dari orang yang sabar' Lee mencoba meredam emosinya dari orang aneh yang baru saja ia jumpai pagi ini.

"Hmm, ngomong-ngomong, bisakah kau memberitahuku siapa orang terkuat yang ada di masing-masing kelas 1 ini, Alis tebal?" tanya Naruto kepada Lee setelah mereka berdua berdiri.

"Yosh, serahkan padaku!" ujar Lee dengan semangat.

"Kita mulai dari kelas 1A. Ada Aburame Shino mantan tangan kanan dari Inuzuka Kiba-san di SMP Nishizawa. Menurut rumor yang beredar, kekuatan orang ini seimbang dengan Inuzuka Kiba! Gaya bertarung yang dipakainya adalah Karate, pukulan orang ini benar-benar kuat loh!,-

- Lalu yang kedua ada Uchiha Sasuke, Boss dari SMP Tokyo sekaligus Boss dari SMP Konoha, menurut rumor yang kudengar, orang ini bisa menguasai SMP Konoha dalam waktu kurang dari 6 bulan! Kalau soal gaya bertarung aku masih belum mengetahuinya, tapi banyak yang bilang kalau dia menggunakan Boxing sebagai gaya bertarungnya. Kurasa hanya mereka berdua lah yang berpotensi menjadi Boss di kelas 1A ini" jelas Lee panjang lebar sambil melihat kembali nama yang tertera di mading.

"Ok kita pindah ke kelas 1B. Seperti yang kau lihat di sini ada pemenang dari pertarungan antara kelas 1 tahun ini yakni Inuzuka Kiba sekaligus Boss dari SMP Nishizawa. Gaya bertarung yang dia pakai adalah Street Fight dan Karate. Kurasa cuma dia yang berpotensi menguasai kelas 1B ini" jelas Lee dan Naruto yang manggut-manggut sok mengerti.

"Oke, Kita berpindah ke kelas 1D, kita langkahi kelas 1C karena mungkin kau bisa mencari tahu sendiri siapa orang yang terkuat disitu, karena jujur aku juga tidak tahu siapa orang yang kuat di situ hehe,-

- Oke langsung saja, di kelas 1D ini ada Hyūga Neji pemenang kejuaraan Judo nasional antar SMP-SMA, dia juga merupakan seorang mantan Boss dari SMP Konoha, namun sayang dia harus menerima kekalahan pertamanya ketika murid dari SMP Tokyo pindah ke sekolahnya, murid itu adalah Uchiha Sasuke yang berada di kelas A tadi. Akibat kekalahannya melawan Uchiha Sasuke membuat Hyūga Neji kehilangan kekuasaannya di SMP Konoha. Gaya bertarung yang orang ini pakai cukup banyak, tapi sepertinya dia lebih condong ke gaya bertarung Judo dan juga Karate,-

- Lalu yang kedua ada Shimura Sai-kun, dia adalah Boss dari SMPku yakni SMP Nakagawa. Orang ini sangat berbahaya karena dia seperti memiliki dua kepribadian berbeda yang juga sama-sama berbahayanya, dia juga merupakan Rival dari Ketua SMP Nishizawa yakni Inuzuka Kiba dengan rekor yang sama, yakni sama-sama menang sebanyak 7 kali dan sekali hasil imbang. Dan kurasa Sai-san lah yang akan menguasai kelas 1D ini" jelas Lee panjang lebar kepada Naruto yang kelihatan tertarik akan penjelasan Lee tersebut.

(Di sini Lee tidak mengetahui kalau Sai sudah menjadi anak buah Neji, karena semenjak mereka naik ke kelas 3 SMP, mereka sudah jarang bertemu).

"Dan kelas yang terakhir dari angkatan kita, yakni kelasku, kelas 1E. Kupikir di kelas 1E muridnya buas-buas akan tetapi aku akan tetap berusaha untuk menjadi Pemimpin dari kelas ini, karena sepertinya cuma aku saja yang memiliki nama yang cukup populer di antara mereka, hihihi" ujar Lee percaya diri sambil terkikik malu diakhir.

Naruto yang mendengar perkataan Lee segera mengalihkan pandangannya ke arah mading tersebut, menatap daftar nama murid yang berada di kelas 1E, seketika senyuman terpatri di wajahnya ketika melihat ada nama salah satu sahabatnya, yakni Akimichi Chōji.

"Nee sepertinya kau harus berhati-hati Alis tebal, karena di sana ada Akimichi Chōji, dia itu sahabatku yang mempunyai daya tahan tubuh yang bisa membuatmu frustrasi jika kau melawannya" ujar Naruto dengan memasang wajah serius.

"Benarkah itu Naruto-san? Apa dia memiliki tubuh yang besar? Apakah dia jago berkelahi dan. . . Apakah dia menggigit?" tanya Lee secara beruntun sambil mendekati Naruto dan berbisik diakhir pertanyaannya.

"Huh tanya satu-satu dong, yang terpenting dia punya badan besar yang akan dengan mudah kau kenali, tapi jangan sekali-sekali kau memanggilnya gendut, atau kau akan merasakan akibatnya" jawab Naruto sambil mengorek emas (baca: mengupil) dengan khidmat.

Lee yang mendengar itu mulai mencoba membayangkan sosok Chōji yang di ceritakan oleh Naruto.

Tak jauh dari mereka berdua terlihat seorang pemuda berambut nanas alias Shikamaru yang berjalan ke arah mereka dengan langkah yang berat disertai dengan wajah yang kurang bersahabat.

Shikamaru kemudian mulai menambah kecepatan langkah kakinya guna memangkas jaraknya dengan jarak Naruto dan Lee yang saat ini sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Ketika jaraknya sudah lumayan dekat, Shikamaru langsung melompat dan melakukan tendangan terbang atau Twi-myo Yeop Chagi menuju ke kepala Naruto yang sedang asik mengupil.

Merasakan ada bahaya yang mengincar kepalanya, Naruto dengan sigap menghindari tendangan tersebut dengan cara berjongkok sehingga membuat tendangan Shikamaru mengenai Lee yang sedang melamun di samping Naruto.

*Duak*

Tendangan kuat Shikamaru mendarat dengan 'mulus' ke rahang Lee sehingga membuatnya yang tadi sedang melamun seketika terjatuh dan tak sadarkan diri.

"Oy apa-apaan kau baru datang langsung main tendang-tendang, hah?!" ujar Naruto yang masih belum melepaskan kelingkingnya dari lubang hidungnya.

"Grr, sialan kau, kenapa kau pergi meninggalkanku sendirian saat aku tertidur, hah!?" balas Shikamaru kesal kepada sahabatnya yang mulai menempelkan upilnya ke dahi Lee yang sedang pingsan.

"Kheh kau pikir aku siapamu huh? Pengasuhmu? Dasar Putri tidur manja!" balas Naruto yang sudah berdiri menghadap Shikamaru dengan nada mengejek.

"Grr, awas kau, lain kali akan kubunuh kau Rubah sialan!" geram Shikamaru sambil berjalan ke arah mading untuk mencari namanya dan di kelas mana ia ditempatkan, menghiraukan Naruto yang sekarang kembali menjahili Lee yang pingsan. Lihat saja, si Rubah kuning ini sedang mencoret-coret wajah Lee menggunakan spidol yang entah darimana dia dapatkan itu.

"Shishishi, kau terlihat tampan dan berani nee Alis tebal" gumam Naruto tertawa jahil sambil mencoret-coret wajah Lee, dengan spidol yang ada di tangannya, Naruto menyambungkan alis Lee yang tebal itu menggunakan spidol tersebut, kemudian ia menggambar kumis kucing di kedua pipi Lee, dan tidak lupa ia menambahkan kumis serta janggut di wajah Lee yang malang itu.

Hahh dasar monster.

"Oy Baka, ayo kita pergi melihat-lihat kelas kita, sekalian menendang pantat murid-murid yang ada di situ" ujar Shikamaru santai kepada Naruto yang sedang asyik menertawakan wajah Lee yang bisa dibilang 'tampan' itu.

"Shishishi, dengan wajah seperti ini kau akan mendapatkan wanita pujaanmu" gumam Naruto sambil tertawa seperti biasa.

"Oy Baka, kau dengar tidak?" tanya Shikamaru yang mulai emosi karena lagi-lagi diabaikan oleh sahabatnya itu.

"Iya iya aku dengar kok, dan jawabannya adalah tidak, aku tidak mau bertarung dengan orang yang sudah babak belur, apa kau lupa, kalau semua anak kelas 1 tadi melakukan pertarungan di aula? Lagipula mereka semua sudah diusir pulang oleh Kepala sekolah, jadi jangan heran kalau lantai 1 sudah kosong, oh iya aku lupa kau kan tidur tadi" jelas Naruto panjang lebar dan telah memasukan spidolnya ke dalam saku celananya

"Hmm benar juga, tumben otakmu bekerja dengan normal. Jangan bilang itu efek dari pukulanku tadi pagi?" ujar Shikamaru sambil mengeluarkan rokoknya dan mulai membakar ujung rokok tersebut.

"Jadi kapan kau akan memulai rencanamu untuk menguasai sekolah ini jika bukan sekarang? Besok tidak mungkin karena besok hari minggu, fuhh" tambah Shikamaru sambil menghembuskan asap rokoknya dengan tenang.

"Terserah kau saja, aku malas memikirkan hal-hal seperti itu" balas Naruto sambil berjongkok di samping Shikamaru.

"Hahh dasar kau ini, Baiklah bagaimana kalau lusa saja, hari senin? Kurasa keadaan mereka para anak kelas 1 sebagian besar sudah pulih, jadi kurasa kita bisa melaksanakannya dengan fair tanpa harus mengkhawatirkan kondisi mereka" usul Shikamaru yang kemudian ikut-ikutan berjongkok di samping Naruto.

"Oke aku setuju, jadi lusa nanti kau harus bangun lebih cepat nee Putri tidur?" Naruto menerima usulan dari Shikamaru, Shikamaru hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Baiklah, sudah diputuskan, lusa adalah pijakan pertama kita sebelum meraih puncak kejayaan kita di sekolah terkutuk ini" ujar Shikamaru yang telah berdiri, ia kemudian mematikan puntung rokoknya sambil melihat ke arah jam tangannya guna melihat waktu yang tertera di jam tangannya.

'Hm pukul 3:59 sore'.

Tidak lama kemudian, terdengarlah bunyi bell sekolah yang menandai akhir dari kegiatan belajar mengajar untuk hari ini, padahal sejak tadi mereka tidak belajar apa-apa.

"Yeay akhirnya, Shika ayo pulang" mereka berdua pun meninggalkan koridor itu, meninggalkan Lee yang masih tidak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

.

.

.


Atap Sekolah (Akatsuki hideout), Saturday at 3:50 pm.

"Aku menolak!" ujar Sai dengan tegas.

Kisame yang mendengar itu langsung merangsek maju mencekik leher Sai dan kemudian perlahan-lahan mengangkatnya ke udara, Deidara yang melihat Kisame melakukan itu ikut terpancing untuk memberikan pelajaran kepada Freshmen yang kurang ajar itu, Nagato yang melihat Deidara maju tidak tinggal diam, Nagato dengan sigap menahan Deidara yang sudah terlihat emosi itu.

Yahiko yang melihat Deidara sudah ditenangkan oleh Nagato pun hanya tersenyum maklum, kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada Kisame yang masih setia mencekik leher Sai.

"Kisame, hentikan itu!" tegas Yahiko kepada Kisame yang masih mencekik leher Sai.

"Tidak akan! Penolakan sama dengan penghinaan, terlebih lagi kau yang langsung mengajaknya bergabung, jadi ini adalah hinaan 2 kali lipat bagi Akatsuki!" balas Kisame yang semakin mengeratkan pegangannya.

"Guhk!".

"Kubilang hentikan" ujar Yahiko dengan nada datar dengan aura mengintimidasi yang sangat kuat. Kisame yang melihat itu hanya bisa keringat dingin, ia pun melepas Sai secara tiba-tiba dan membuat Sai tersungkur ke bawah.

"Hahh, tidak bisakah kalian tenang dan menanyakan alasannya terlebih dahulu?" ujar Yahiko kembali dengan nada normalnya.

"Jadi kenapa kau menolaknya, Sai-kun?" tambah Yahiko sambil berjalan ke arah Sai yang masih tersungkur, dan kemudian berjongkok di hadapan Sai sambil membantu Sai duduk.

"Ughh, terimakasih" ujar Sai yang tak lupa berterimakasih setelah dibantu duduk oleh Yahiko.

"Aku menolaknya karena aku sudah memiliki Fraksiku sendiri, aku hanya tidak mau berkhianat kepada teman-temanku" Sai menatap mata Yahiko dengan tatapan yang meyakinkan

"Bagaimanapun juga, teman-temanku itu sangat berharga bagiku, aku tidak mau mengecewakan mereka, karena mereka adalah cahaya yang menarikku keluar dari jurang kesendirian. Jadi aku akan terus bersama mereka dan aku akan berjuang bersama mereka, susah maupun senang" tambah Sai yang secara tidak sadar mengeluarkan senyuman tulusnya, menerawang jauh mengingat teman-temannya.

Yahiko mendengar itu tersenyum simpul.

"Maa kurasa semuanya sudah jelas, kau boleh pergi" ujar Yahiko yang kemudian berdiri dan berjalan menuju ke sofa buluknya, mengabaikan wajah cengo dari teman-temannya minus Sasori yang masih sibuk memainkan ponselnya.

Sebelum Yahiko sampai ditujuannya, ia berhenti dan berbalik menatap Sai yang masih terus menatapnya.

"Kalau kau butuh saran atau bantuan, kau boleh datang ke sini, tenang saja mereka tidak menggigit kok!" ujar Yahiko yang tersenyum di balik bahunya.

"Ha'i, terimakasih Yahiko-san!" balas Sai tersenyum, ia kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan tempat tersebut.

'Kuharap suatu hari aku bisa menjadi sepertinya! Dia sangat hebat sebagai pemimpin' batin Sai yang makin melebarkan senyumnya.

"Oy Yahiko! Kenapa kau melarangku untuk menghajarnya? Ini seperti bukan dirimu yang biasanya langsung menghajar orang yang menghinamu walau tidak disengaja!" ujar Kisame kesal sambil kembali berjalan ke tempat awalnya, yakni kolam ikan buatannya.

"Iya kau seperti bukan dirimu, kau menjadi terlalu lembek seperti orang tua, un!" timpal Deidara yang dihadiahi lemparan mangkuk bekas air liur Yahiko. Dan pelaku pelemparan tersebut adalah Yahiko sendiri, lemparan mangkuk itu berhasil mengenai jidat Deidara dan meninggalkan benjol sebesar bola tenis(?).

"Oy aku punya alasan sendiri kau tahu?" sergah Yahiko garang tidak terima dikatakan lembek oleh temannya yang memiliki rambut macam banci(?) ini.

"Dan apakah alasan itu?" celetuk Sasori yang sedang berbaring di samping Nagato yang kembali melakukan aktivitasnya yang sempat tertunda yakni membaca majalah uhukPornouhuk.

"Aku hanya ingin melihat seberapa jauh kemampuannya dan seberapa jauh anak itu dan teman-temannya berjuang di sekolah terkutuk ini, kalian tahu sendirikan? Kalau Fraksi kecil di sekolah iblis ini sangat susah untuk bertahan?,-

- Dan juga alasan lainnya karena kurasa dia bisa menjadi ketua yang baik di masa depan, aku seperti melihat diriku yang dulu ketika aku melihat anak itu, dan lagipula tidak ada untungnya menghajar orang yang sedang tidak dalam kondisi sempurnanya" jawab Yahiko sambil menyamankan posisi tidurnya di sofa kesayangannya, menghiraukan tatapan dari teman-temannya.

"Bangunkan aku kalau sudah bell pulang ya? Hoam, Konan-chan aku datang!" tambah Yahiko yang mulai menutup matanya, selang beberapa detik ia akhirnya tertidur pulas, tidak lupa dengan suara dengkurannya yang tidak nyaman ditelinga bagi orang yang mendengarnya. Mereka yang ada di situ menatap Yahiko heran.

'Bagaimana bisa orang ini tidur secepat itu?' begitulah pikir mereka semua.

Well kalian belum tahu saja kalau ada orang yang lebih hebat dalam bidang tidur dibandingkan ketua kalian, bisakah kalian tebak siapa? Pasti, orang itu tentu saja Shikamaru atau biasa dipanggil oleh Naruto dengan sebutan Putri tidur.

Kemampuan si Putri tidur ini sudah tidak diragukan lagi, ia memiliki kecepatan melayang ke dunia mimpi berkali-kali lipat jauh lebih cepat dibanding dengan pemimpin Fraksi Akatsuki ini.

Beberapa menit kemudian terdengarlah suara bell pulang yang Yahiko maksud.

*Kriiing*

Mendengar bunyi bell yang dimaksud oleh Yahiko membuat Sasori, Nagato, Kisame dan Deidara beranjak meninggalkan tempat itu tanpa membangunkan ketua mereka yang sedang tertidur dengan nyenyak sambil sesekali mengigaukan seseorang yang dia panggil Konan-channya itu.

Hahh dasar teman yang tidak bisa diandalkan.

.

.

.

.

.

.

.

.


Gerbang Sekolah KHS Boys 4:05 pm.

Terlihat sekitar ada 40 orang yang memarkirkan motor mereka di depan gerbang sekolah KHS Boys, gerombolan itu memakai jaket Ramones/ jaket kulit berwarna hitam dengan sebuah gambar ban yang terbakar di belakang jaket mereka, beberapa di antara mereka membawa benda tumpul, sambil memanggil nama Yahiko untuk keluar.

Tidak jauh dari situ, terlihat Naruto dan Shikamaru yang baru saja berjalan keluar dari gedung sekolah, mereka langsung menghentikan langkah mereka ketika melihat gerombolan orang-orang yang berkumpul memenuhi gerbang sekolah mereka, orang-orang itu memanggil nama Yahiko, sepertinya Naruto sedikit familiar dengan nama itu akan tetapi ia tidak bisa mengingatnya.

"Nee Shika, siapa mereka itu? Dan juga siapa Yahiko itu?" tanya Naruto kepada Shikamaru dengan nada santai.

"Melihat dari gambar di belakang seragam mereka, kurasa nama geng mereka adalah Red Wheel Konoha (RWK), salah satu geng motor yang brutal di daerah ini dan kebanyakan dari mereka berasal dari sekolah rival, yakni Sekolah Industri Inuzuka, aku menyarankanmu untuk menjauhi mereka karena mereka sangat berbahaya,-

- Dan juga soal Yahiko, menurutku dia adalah salah satu orang yang terkuat di sini dan mungkin dia adalah orang yang kita cari-cari selama ini? Melihat banyaknya jumlah dari anggota RWK yang datang ke sini mencarinya dan juga ada beberapa di antara mereka yang membawa senjata tumpul" jelas Shikamaru secara rinci kepada Naruto yang terlihat mengembangkan senyum jahilnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Shikamaru, membuat Naruto tidak bisa menahan dirinya untuk berjalan menuju ke arah kerumunan RWK itu, mengabaikan larangan Shikamaru.

"Oy kau mau apa Baka? Jangan bilang kau mau buat masalah dengan mereka?" ujar Shikamaru kepada Naruto yang belum jauh dari tempatnya berdiri.

"Ah tidak, aku hanya ingin membuat mereka mengganti nama orang yang mereka cari dari Yahiko menjadi Naruto, shishishi" jawab Naruto santai dan tak lupa dengan ketawa khasnya. Shikamaru yang mendengar itu hanya memegangi kepalanya pusing.

'Kurasa percuma saja aku menakut-nakutinya tadi, bukannya merasa takut malah aku membuatnya menjadi semakin penasaran, hahh si bodoh itu'.

.

.

.

.

.

Naruto pun menghampiri pasukan RWK itu, Naruto mulai berbicara kepada salah satu dari mereka dengan tak lupa sedikit bercanda yang pada akhirnya membuat gerombolan tersebut marah, dan salah satu dari mereka tiba-tiba melesatkan sebuah pukulan kepada Naruto, tetapi Naruto bisa menghindari pukulan itu dengan mudah.

Shikamaru yang melihat Naruto sedang bertarung sendirian melawan orang-orang itu hanya menguap, kemudian didetik selanjutnya ia memasang wajah serius.

"Kurasa membuang sedikit tenaga di hari pertama tidaklah buruk" gumam Shikamaru, ia kemudian berlari ke arah Naruto guna membantu sahabatnya melawan orang-orang aneh itu.

Naruto melesatkan Hook kanannya kepada pemuda 1 yang mendekat ke arahnya, pukulannya itu berhasil mengenai rahang orang itu dengan telak sehingga membuat orang itu terlempar ke belakang akibat kuatnya pukulan dari Naruto yang menghantam rahangnya.

Tidak berhenti di situ, Naruto berlari ke orang yang ia pukul itu dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melompat dan melakukan Superman punch ke arah rahang pemuda 2 yang berada di belakang pemuda 1 yang Naruto pukul tadi, sehingga membuat pemuda 2 terjatuh pingsan akibat kuatnya pukulan dari Naruto tersebut.

Naruto yang sibuk melempar pukulan sana sini kepada gerombolan yang terus berdatangan kepadanya tidak menyadari bahwa ada 2 orang yang sudah ada di belakangnya dan bersiap untuk memukulinya menggunakan tongkat baseball yang mereka arahkan ke kaki dan kepala Naruto.

Sebelum hal itu terjadi, Shikamaru datang dari samping kiri mereka dan melakukan Twi-myo Yeop Chagi atau Flying Side Kick ke arah mereka berdua, tendangannya itu berhasil mengenai mereka dengan telak sehingga membuat mereka terlempar ke arah kerumunan yang mau maju dan ingin mengeroyok Naruto.

Setelah mendaratkan kakinya, Shikamaru kemudian kembali melepaskan Ap Chagi atau tendangan lurus ke arah samping kiri Naruto, melindungi Naruto yang saat ini tengah sibuk dengan aktivitasnya yaitu, pukul, tendang, tangkis dan melakukan counter dengan sangat keras.

Berkat hal itu, Naruto sudah berhasil membuat setidaknya 12 orang telah terkapar di atas tanah akibat aktivitasnya itu, ditambah lagi dengan 3 orang yang telah Shikamaru kalahkan, sehingga membuat pasukan yang berjumlah 40 orang itu kini tersisa 25 orang saja.

Orang-orang dari RWK yang melihat itu pun langsung menerapkan Formasi Dinding, yakni membuat sebuah lingkaran mengelilingi objek/ musuh guna mempersempit gerak-gerik musuh itu sendiri.

Melihat hal yang tidak menguntungkan tersebut, mau tak mau membuat Shikamaru dan Naruto harus saling memunggungi satu sama lain sambil menangkis rentetan serangan yang terarah kepada meraka berdua.

"Hahh hahh, kalau begini kita bisa kalah!" ujar Shikamaru terengah-engah sambil sibuk menangkis serangan yang mengarah kepadanya tapi sayangnya ada beberapa pukulan yang masuk mengenai tubuh dan wajahnya dikarenakan saking banyaknya pukulan yang dilesatkan oleh anggota RWK itu kepadanya, tidak lupa ia juga sesekali melakukan counter dengan sangat kuat.

"Gukh, Shika tekukkan lututmu" ujar Naruto tiba-tiba kepada Shikamaru yang mulai terlihat kelelahan itu.

Tanpa bertanya lagi, Shikamaru langsung melakukan apa yang Naruto minta, dengan gerakan yang cepat dia menundukan tubuhnya dan menekukan lutut kanannya.

Anggota RWK yang melihat salah satu dari lawannya menundukan tubuhnya secara tiba-tiba membuat mereka semakin merangsek maju, tanpa berpikir kalau mereka telah masuk ke dalam perangkap Naruto.

Melihat anggota RWK maju, Naruto pun langsung memijakan kakinya ke paha Shikamaru, kemudian ia melompat dan melakukan tendangan berputar yang mengincar kepala anggota RWK yang berada di sekitarnya.

*Swung* *Dugh* *Dugh* *Dugh*

Tendangan kuat Naruto berhasil mengenai 11 orang anggota RWK dan langsung membuat mereka pingsan akibat tendangan tersebut berhasil mengenai rahang dan belakang telinga mereka dengan sangat keras, sampai-sampai membuat mereka kini terlempar ke berbagai arah dan menabrak teman-teman mereka yang berada tepat di belakang mereka, sehingga membuat pasukan itu hanya tersisa 14 orang saja.

Melihat lawan-lawannya mulai berjatuhan, Naruto dan Shikamaru tentu tidak mau membuang kesempatan emas tersebut, Naruto dan Shikamaru langsung berlari menuju ke arah mereka yang masih tersadar yang saat ini sedang tertindih oleh teman-teman mereka yang tadi terkena tendangan berputar yang dilakukan oleh Naruto.

Naruto dan Shikamaru langsung melesatkan tendangan ke rahang lawan mereka yang berusaha untuk berdiri, serangan yang mereka lakukan itu berhasil membuat mereka yang tadi tersadar kini pingsan akibat kuatnya tendangan yang menghantam rahang mereka, sehingga lawan Naruto dan Shikamaru hanya tersisa 10 orang saja!.

Naruto dan Shikamaru kemudian mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas.

"Hahh hahh, oy Shika kau masih sanggup berapa orang?" tanya Naruto kepada Shikamaru, sambil berusaha untuk mengatur nafasnya yang sempat kacau.

"Hahh hahh, kurasa aku masih bisa melawan 7 orang" jawab Shikamaru dengan terengah-engah.

"Baiklah kalau begitu, aku 5 kau 5" tanpa mendengar persetujuan Shikamaru Naruto langsung merangsek maju ke arah lawan mereka yang sudah lebih dulu berlari menuju ke arah mereka berdua yang tadi mengambil nafas itu.

"Hahh, yang kuminta 7 malah dikasih 5, tidak apalah" gumam Shikamaru yang ikut maju ke arah kerumunan itu.

.

.

.

.

.

.

.

.


Ruang Kelas 3E, Saturday at 4:02 pm.

Para penghuni kelas 3E kini berserakan di lantai kelas tidak sadarkan diri, hal itu diakibatkan oleh 2 orang yang kini masih mengunci satu sama lain.

"Apa yang terjadi di sini? Dan apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Nagato kepada Kakuzu dan Hidan yang masih belum melepaskan kuncian mereka.

"Hahh, Dei lakukan seperti biasa" ujar Nagato kepada Deidara.

"Siap pak!" Deidara yang mendengar perintah darI Nagato segera mengeluarkan alat kejut listriknya, ia kemudian mengarahkannya kepada Kakuzu dan Hidan yang masih saja saling mengunci satu sama lain.

*Bzzt*

"GAAAHHH!".

Kuncian dari mereka berdua pun terlepas. Kakuzu dan Hidan yang disetrum pun menatap garang ke arah pelaku penyetruman mereka berdua.

"Itu untuk apa Rambut tai/ Banci?!" ujar Hidan dan Kakuzu secara bersamaan, kening Deidara pun berkedut akibat mendengarkan hinaan dari duo bangsat itu.

Deidara dengan cepat kembali maju untuk menyetrum mereka berdua, Kakuzu dan Hidan yang melihat itu segera melarikan diri.

Adegan kejar-kejaran pun terjadi, dengan Kakuzu dan Hidan yang berlari dan Deidara yang mengejar mereka berdua.

"Hahh, seharusnya aku tahu akan jadi seperti ini" ujar Nagato frustrasi, Sasori dan Kisame yang sejak tadi diam di samping Nagato hanya bisa ber-sweatdrop ria ketika melihat kelakuan aneh teman-teman mereka yang bisa dibilang unik itu.

Tidak lama kemudian, terdengar suara motor dan suara seseorang yang berteriak dari luar gedung sekolah sehingga membuat mereka menghentikan kegiatan absurd mereka.

*Brum* *Brum*

"HOYY YAHIKO, KELUAR KAU BANCI!, APA KAU TAKUT HAHH?! DASAR PECUNDANG!".

Sontak semua para petinggi Akatsuki yang berada di kelas itu pun langsung menengokkan kepala mereka keluar jendela (minus murid-murid kelas 3E yang pingsan akibat melerai perkelahian antara Kakuzu dan Hidan tadi), guna melihat siapa orang yang berteriak memanggil nama orang terkuat di KHS Boys saat ini, yakni Pemimpin mereka Yahiko.

"Red Wheel Konoha kah? Kalian tunggu di sini, akan aku bereskan mereka semua" ujar Nagato santai kepada para petinggi Akatsuki yang berada di situ.

Baru saja Nagato membuka pintu kelas, ia langsung dihentikan oleh Sasori.

"Kurasa kau tidak perlu membuang tenaga untuk melawan mereka, Nagato-san" ujar Sasori yang pandangannya tidak lepas dari objek yang dia pandang, yakni pemuda berambut kuning yang sedang bertarung sendirian melawan pasukan RWK itu.

Mendengar perkataan Sasori, Nagato dan yang lainnya kembali mengalihkan pandangan mereka keluar sambil melihat apa yang terjadi, Nagato langsung membulatkan matanya ketika melihat siapa orang yang tengah bertarung sendiri itu.

'I- itu Naruto! Apa yang si bodoh itu lakukan di sini?! Jangan bilang kalau dia masuk di sekolah ini? Ini gawat!' batin Nagato panik.

"Apa kau pikir dia bisa memenangkan ini hanya dengan seorang diri saja? Jangan bercanda!" ujar Kisame tidak percaya ketika melihat kekuatan pukulan anak tersebut (Naruto).

"Lebih tepatnya 2 orang. Lihat, ada yang membantunya" ujar Sasori dengan santai tanpa melepaskan pandangannya dari pertarungan tersebut.

Para petinggi Akatsuki yang melihat itu pun hanya bisa berdecak kagum ketika melihat pertarungan yang berhasil didominasi oleh 2 orang itu walaupun mereka kalah jumlah, mereka semua benar-benar dibuat terkesima kecuali Nagato yang cemas menatap Naruto.

Dan kemudian ekspresi mereka berubah ketika melihat 2 orang yang mencuri perhatian mereka kini dilingkari oleh anggota RWK.

"Formasi itu, mereka akan kalah" ujar Deidara kecewa karena pertarungan yang menurutnya menarik itu akan segera berakhir. Sampai-sampai terjadilah teknik yang dilakukan oleh Naruto yakni 360 Kick yang berhasil mengenai kepala lawan-lawannya serta membuat formasi RWK yang terkenal sulit dihancurkan itu roboh seketika.

"Uwooo, Aku sama sekali tak menyangka kalau dia akan melakukan tendangan di situasi yang sulit seperti itu!" Deidara kaget dan kagum dengan gerakan kombinasi dari Naruto dan Shikamaru, perkataan Deidara diberi anggukan setuju dari petinggi Akatsuki lainnya.

Kembali ke Naruto dan Shikamaru yang baru saja menjatuhkan 4 orang lagi dari anggota RWK sehingga pasukan tersebut hanya tersisa 6 orang saja.

Hal itu membuat Naruto dan Shikamaru mau tak mau harus menghadapi masing-masing 3 orang dari anggota RWK tersebut, sialnya keenam orang yang ada di depan mereka itu memegang benda tumpul sebagai senjata mereka.

"Tetap konsentrasi Shika!" Naruto menolehkan kepalanya ke samping, mengingatkan Shikamaru yang kini keseimbangannya sudah mulai memburuk akibat kepalanya sempat terkena beberapa hantaman dari benda tumpul ketika mereka menjatuhkan 4 orang tadi.

"Hahh hahh, aku tahu itu, hahh hahh" balas Shikamaru terengah-engah.

Melihat Naruto lengah pun membuat 3 orang anggota RWK yang ada di hadapan Naruto tidak tinggal diam, mereka bertiga langsung maju secara bersamaan ke arah Naruto dan berniat untuk menghantamkan benda tumpul yang mereka pegang ke kepala dan tubuh Naruto.

Shikamaru yang melihat itu membulatkan kedua matanya.

"Naruto awas!" Naruto langsung mengalihkan pandangannya ke depan.

*Dak* *Dak* *Tap*

Dua hantaman dari benda tumpul berhasil bersarang di kepala Naruto sehingga membuat kepalanya mengeluarkan darah, akan tetapi hantaman yang terakhir berhasil ia tangkap, yakni sebuah pipa besi yang mengincar tulang rusuknya.

Kemudian Naruto langsung menarik secara paksa pipa besi tersebut, sehingga hal itu otomatis membuat pemiliknya ikut tertarik ke arahnya, tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Naruto langsung menyarangkan Roundhouse Kick ke belakang telinga dari si pemilik pipa besi tersebut.

*Dugh*

"Guhahh!".

Tendangan keras Naruto berhasil membuat orang itu terjungkal ke belakang dan akhirnya pingsan. Tersisa 2 orang!.

Melihat temannya ditendang seperti itu membuat 2 orang lainnya tidak tinggal diam, mereka kembali melancarkan serangan mereka ke arah Naruto.

*Swung*

Ayunan pertama yang mengincar kepala Naruto meleset, itu dikarenakan Naruto sudah terlebih dahulu menundukan kepalanya sehingga ayunan benda tumpul tersebut hanya lewat begitu saja.

Naruto kemudian dengan cepat langsung memutar tubuhnya dan melakukan counter berupa Spinning Back Kick ke arah perut lawannya, akan tetapi tendangannya itu berhasil ditangkis menggunakan tongkat baseball yang dipegang oleh lawannya. Tapi tetap saja, tendangannya itu berhasil membuat lawannya itu terdorong jauh ke belakang dikarenakan power dari tendangan Naruto itu bisa dibilang 'terlalu kuat' untuk ditangkis.

*Tak*

Pukulan benda tumpul yang kedua berhasil ditangkis oleh Naruto. Kemudian dengan sangat cepat Naruto menendang dada orang itu dengan sangat keras, sehingga membuat orang tersebut juga ikut terdorong ke belakang sambil beberapa kali berguling-guling.

Dalam satu kedipan mata, Naruto kembali berlari ke orang yang menahan tendangannya tadi dan langsung memukul tangan lawannya tersebut sehingga membuat tongkat baseball yang sejak tadi ia pegang terjatuh ke tanah, tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Naruto kemudian mengangkat kaki kanannya yang baru ia kokang itu menuju ke leher sang lawan.

*Dugh*

Tendangan kaki kanannya itu berhasil membuat lawannya tersebut pingsan akibat kerasnya tendangan Naruto yang beradu dengan leher orang itu. Tersisa 1 orang!.

Orang yang tersisa hanya bisa gemetar ketika melihat temannya dengan cepat dikalahkan oleh orang yang ada di depannya.

"Si- siapa kau sebenarnya?!" tanya orang tersebut takut.

"Aku? Maa kau bisa memanggilku orang tampan yang tersesat" balas Naruto nyeleneh sambil berjalan santai menuju ke arah lawannya yang tersisa. Kemudian didetik selanjutnya, Naruto berlari dengan cepat menuju ke arah lawannya yang masih saja diam mematung.

"Ini buat darah yang ada di kepalaku!" teriak Naruto melayangkan pukulan lurus kanannya ke mata kiri sang lawan yang sukses mendarat dengan mulus.

*Bugh*

"AAAHK!" orang tersebut sontak memegangi matanya yang dipukul.

Tidak berhenti di situ, Naruto melancarkan combonya dengan melakukan 1-2 combo yang terdiri dari Jab kiri dan Cross kanan yang mengenai hidung dan pipi kiri lawan. Kemudian Naruto melengkapinya dengan sebuah Hook kiri yang mengincar liver lawannya.

*Bugh* *Bugh* *Bugh*

"GHAAAKH!" orang tersebut menunduk ketika merasakan rasa sakit luar biasa yang berasal dari livernya.

Bak orang kesetanan, Naruto kembali melesatkan sebuah pukulan berupa Uppercut menggunakan tangan kanannya yang berhasil mendarat di dagu lawannya tersebut.

*Swung* *Bugh*

"AHK!" orang tersebut kembali dibuat mendongak secara paksa. Dari pandangan matanya yang mulai mengabur, ia bisa melihat saat ini Naruto tengah menatapnya sinis dan tak lupa memperlihatkan sebuah senyuman mengerikan di wajahnya. Hal itu membuatnya takut setengah mati.

Belum selesai dengan combonya, Naruto kemudian menarik kepala lawannya yang mendongak itu menggunkan kedua tangannya dan kemudian ia langsung mengarahkannya ke lutut kanannya yang sudah ia tekuk.

*Dugh*

"GHUHK!" serangan lututnya sukses mengenai hidung lawannya dengan sangat telak sehingga membuat hidung lawannya tersebut patah!.

Seakan tidak mau berhenti. Naruto kemudian melakukan variasi pukulan yang cepat menggunakan kedua tangannya.

Naruto dengan cepat melepaskan Body Blow yang menghantam rusuk kiri dan ulu hati lawannya, hal itu sontak membuat lawannya kembali tertunduk dan memuntahkan darah dari mulutnya!.

Kemudian kombinasi pukulan cepat itu Naruto tutup dengan sebuah pukulan Overhand kanan yang sukses menghantam belakang telinga kiri lawannya, sehingga membuat lawannya itu harus terlempar jauh ke belakang dan menabrak pagar gerbang KHS Boys.

*Bugh*

*Gark*

"HOEK!" tubuh orang itu tersangkut di antara celah pagar yang ia tabrak itu, tidak lupa orang itu kembali dibuat memuntahkan darah dari mulutnya.

Sepertinya orang itu terlihat sudah mulai kehilangan kesadarannya. Naruto kembali mendekatinya, ia kemudian melompat ke udara, berniat melancarkan sebuah serangan penutup andalannya yang dulu suka ia gunakan waktu masih kecil, yakni Dropkick yang mengarah tepat ke wajah lawannya.

"Dan ini yang terakhir! ORRYAAA!".

*Dugh* *Gark*

Orang tersebut pun terjungkal ke belakang dan membuat gerbang yang menjadi sandarannya ikut roboh, dan tentunya membuat orang itu pingsan.

Di sisi lain, ketika Naruto sedang asik menyiksa lawannya, Shikamaru juga tak mau kalah, ia juga telah berhasil menjatuhkan 2 lawannya menggunakan pipa besi yang ia pegang, sehingga membuat orang yang harus dia lawan hanya menyisakan 1 orang saja.

"Hahh hahh, itulah akibatnya jika kau melawan si Monster kuning itu!" ujar Shikamaru kasihan kepada lawan yang terkena combo mengerikan dari Naruto.

"Hahh hahh, O- oy apa temanmu itu manusia?" tanya lawan Shikamaru alias anggota RWK sambil mengeluarkan keringat dingin setelah menyaksikan temannya disiksa secara mengerikan oleh pemuda kuning yang sedang mengambil nafas itu.

"Maa, bisa dibiliang iya bisa juga dibilang tidak" jawab Shikamaru sambil membuang pipa besi yang berada di tangannya.

"Kurasa aku juga akan menunjukan kemampuanku di sini, bersiaplah!" Shikamaru berlari menerjang ke arah lawannya yang sudah memasang posisi siaga.

Shikamaru langsung melesatkan Ap Chagi yakni sebuah tendangan menusuk ke arah perut lawannya, akan tetapi tendangannya itu masih bisa ditahan menggunakan tongkat baseball yang di pegang oleh lawannya tersebut.

Shikamaru yang tendangannya ditahan pun hanya bisa tersenyum sinis, ia sudah merencanakan ini, dengan kata lain, lawannya telah masuk ke dalam jebakannya.

Melihat bagian bawah lawannya yang terekspos, Shikamaru langsung memutuskan menggunakan Triple Kick Combo. Yakni variasi 3 tendangan cepat menggunakan kaki yang sama yang mengincar bagian bawah, bagian tengah dan bagian atas tubuh lawannya.

Shikamaru dengan cepat menarik kaki kanan yang tadi dia pakai menendang lawannya dan kemudian melancarkan serangan Low kick yang menghantam ke kaki kiri lawannya tersebut sehingga berhasil membuat lawannya kehilangan keseimbangannya.

Kemudian dengan cepat, Shikamaru kembali menggunakan kaki kanannya itu untuk menendang rusuk kiri lawannya, sehingga membuat tubuh lawannya itu semakin miring ke kiri sehingga membuat tubuh lawannya terlihat seperti membentuk huruf C.

Shikamaru kembali menarik kaki kanannya itu dan segera melayangkan serangan penutup dari Triple Kick Combonya tersebut, yang berupa sebuah Roundhouse Kick yang mendarat dengan keras di belakang telinga kiri lawannya, sehingga membuat lawannya itu harus terlempar ke samping dengan sangat cepat.

*Dugh*

"UHK!".

Lawan Shikamaru yang terkena tendangan telak tersebut pun kembali mencoba menyeimbangkan tubuhnya dan ketika ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya. Dia pun dengan cepat menoleh ke arah Shikamaru yang ternyata sudah berada di depannya dan sudah lebih dulu menyambutnya dengan gerakan slow motion.

Shikamaru mengangkat kaki kanannya yang kemudian ia arahkan ke dagu lawannya tersebut. Ya, Shikamaru berniat untuk melancarkan gerakan penutup andalannya yang bernama Sweet Chin Music.

*Dugh* *Brak*

Dan berakhirlah pertarungan yang berat sebelah tersebut, pertarungan yang berhasil dimenangkan oleh 2 orang anak kelas 1. Hal itu membuat murid-murid yang berada di sekitar mereka bertepuk tangan dengan riuh.

"Hahh hahh apa-apaan mereka itu? Mereka benar-benar pecundang yang hanya bisa melihat Kohainya kesusahan tanpa menolong sedikit pun" geram Shikamaru yang masih ngos-ngosan ketika mendengar tepuk tangan yang riuh dari para Kakak kelasnya.

Berbeda halnya dengan Naruto, dia malah berlari-lari memutari lapangan tersebut sambil mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang menyaksikan pertarungan mereka tersebut.

"Hahh sih bodoh itu" Shikamaru kini berdiri tegap, setelah ia sudah menormalkan kembali degup jantungnya yang sejak tadi berdetak tidak beraturan akibat melakukan gerakan yang sangat cepat.

"Oy Naruto ayo kita pulang, aku tidak mau menaiki bis malam!" seru Shikamaru kepada Naruto, sambil berjalan keluar gerbang Sekolah KHS tersebut.

Ketika dia melewati gerbang tersebut, dia melihat seseorang yang memakai topeng orange bermotif spiral tengah bersandar di dinding dekat gerbang tersebut, dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya, orang itu memanggil Shikamaru untuk mendekat ke arahnya.

"Ah halo, kau sangat hebat tadi, kau membuatku kaget loh dengan tendangan terakhirmu itu!" ujar orang tersebut dengan suara yang melengking sambil menirukan gaya Shikamaru.

"Langsung saja pada intinya, kau memanggilku bukan karena ingin memujiku, kan?" tanya Shikamaru to the point. Jujur dia sangat lelah, dia tidak ingin membuang waktunya untuk hal yang bertele-tele seperti ini.

"Hehh, tipikal Keluarga Nara, sangat cerdas dalam menyimpulkan sesuatu" ujar orang tersebut yang suaranya tiba-tiba berubah menjadi sangat berat.

"Aku hanya ingin mengajakmu bergabung dengan- ".

"Aku tidak tertarik, aku sudah punya Fraksiku sendiri dan juga kenapa kau bisa mengetahui margaku?" potong Shikamaru dengan tegas tidak lupa ia juga menatap menyelidik kepada orang yang berada di depannya.

"Heh siapa yang peduli? Kalau begitu akan ku habisi saja kau di sini!" orang tersebut tiba-tiba mencekik leher Shikamaru menggunakan tangan kirinya, cekikan orang itu membuat tubuh Shikamaru seketika terangkat dari tanah pijakannya.

"Ugh!" Shikamaru langsung reflek memegangi tangan orang yang mencekiknya, berusaha untuk melepaskan cekikan yang bisa dikatakan sangat kuat itu. Kemudian pria bertopeng itu menarik tangan kanannya ke belakang, berniat melesatkan sebuah pukulan kuat ke wajah Shikamaru.

Bersamaan dengan itu, Naruto muncul sambil memasang wajah bingung, kemudian dalam sepersekian detik raut wajahnya berubah dingin.

"Apa yang kau lakukan kepada Shikamaru?!" tanya Naruto yang masih memasang wajah dinginnya. Ia akan menghabisi siapa saja yang berani melukai sahabatnya.

"Ah halo, kami sedang bermain 'kau kalah kau tercekik' kau mau ikut?" ujar Pria bertopeng tersebut yang suaranya kembali melengking.

"Wah memang ada ya permainan seperti itu? Kau tahu, aku sangat hebat dalam urusan mencekik seseorang shishishi" raut wajah Naruto berubah, ia yang tadi memasang wajah dingin kini berubah 180 derajat, tidak lupa ia juga tersenyum jahil.

Well bagi Naruto ini adalah saat yang tepat untuk balas dendam kepada Shikamaru, perihal kelakuannya pagi tadi.

Shikamaru yang merasakan cekikan orang tersebut melemah langsung sesegera mungkin melepaskan lehernya dari tangan orang itu.

Kemudian ia mengambil beberapa langkah mundur menjauhi orang tersebut.

Entah kenapa, Shikamaru merasakan kalau ia dan Naruto masih belum cukup kuat untuk mengalahkan Pria bertopeng tersebut, ditambah lagi mereka kini sedang dalam keadaan babak belur akibat pertarungan mereka tadi, jadi kemungkinan untuk menangnya sangat kecil atau bahkan mustahil.

Setelah Shikamaru berhasil menjaga jarak dari pria bertopeng tersebut, ia dengan cepat menarik kerah gakuran Naruto, menjauhi Pria bertopeng tersebut.

"Oy kenapa kau menarikku? Aku kan mau main" Naruto menatap Shikamaru kesal.

"Itu tidak penting, yang harus kita lakukan sekarang adalah membersihkan luka-luka sialan ini" balas Shikamaru sambil menoleh ke belakang dan alangkah terkejutnya, ia tak lagi menemukan orang yang mencekiknya tadi.

'Apa dia hantu? Tapi itu tidak mungkin karena aku merasakan dengan jelas kalau dia itu manusia' batin Shikamaru mengabaikan Naruto yang sedang menakuti anak-anak yang lewat dengan darah yang berada di wajahnya.

Shikamaru melihat kelakuan Naruto hanya bisa sweatdrop. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.

"Oh ya Naruto, memangnya tadi kau bilang apa ke geng motor itu sampai-sampai membuat mereka marah dan langsung menyerangmu?" tanya Shikamaru perihal awal mula terjadinya kejadian tersebut kepada Naruto.

"Hm? Aku hanya bilang wajah mereka terlalu jelek, dan mereka tidak cocok menggunakan motor sebagus itu, eh mereka malah marah dan mulai menyerangku, padahal aku kan berbicara jujur!" jelas Naruto sambil memasang pose memberitahu.

Shikamaru yang mendengarnya kembali ber-sweatdrop ria.

'Pantas saja mereka marah, mulut anak ini jujur sekali!'.

.

.

.

.

.

.

.

.


Ruang Kelas 3E, Saturday at 4:33 pm.

"Me- mereka menang!" Deidara tidak percaya dengan apa yang barusan ia saksikan.

"Iya kau benar, aku benar-benar tak menyangkanya!" sahut Hidan dan diikuti oleh anggukan murid lainnya termasuk korban perkelahian antara Hidan dan Kakuzu yang sudah sadar dari acara tidak sadarkan diri mereka(?).

"Oy Nagato, sepertinya mereka anak kelas 1 juga, tapi kenapa kita tidak melihatnya saat Freshmen War tadi?" tanya Deidara kepada Nagato bingung.

"Entahlah, aku juga tidak tahu" balas Nagato acuh sambil membatin 'Naruto menjadi sangat kuat dibanding saat terakhir kali aku melihatnya! Kau benar-benar tak bisa ditebak nee, percuma aku mengkhawatirkanmu tadi' sambil tersenyum tipis, kemudian Nagato berbalik tak lupa mengajak teman-teman lainnya untuk pulang bersama.

.

.

.

.

.

.

.

.


Koridor Sekolah, Saturday at 7:00 pm.

Terlihat seseorang yang sedang berbaring tidak sadarkan diri, tidak lama setelah itu, jari-jari tangannya mulai bergerak secara perlahan, mengindikasikan bahwa orang itu sadar (tidak mati).

"Ugh dimana ini?" gumam orang tersebut dengan suara yang terdengar parau.

"Eh kok gelap?" tambah orang tersebut bingung ternyata orang itu adalah Lee. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan kemudian ia membulatkan kedua matanya setelah melihat jam yang terpampang di ponsel miliknya tersebut.

"I- ini sudah malam?! Sialan kenapa aku bisa pingsan selama ini dan juga siapa yang membuatku pingsan?" Lee mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi sebelumnya sehingga bisa membuatnya pingsan, terakhir yang ia ingat adalah saat dirinya sedang bercerita dengan Naruto dan beberapa detik kemudian, ia merasakan sesuatu mengenai rahangnya dan setelah itu tiba-tiba pandangannya langsung gelap gulita.

"Masa bodohlah nanti aku tanyakan saja pada Naruto-san kenapa bisa aku pingsan di tempat ini" dengan buru-buru ia bangkit dan berlari ke arah pintu keluar.

Sebelum Lee meraih kenop pintu tersebut, ia melihat sekelebat bayangan yang melintas tidak jauh dari tempatnya berdiri, dan ia bahkan bisa mendengar suara 'makhluk' tersebut.

"Grr awas saja kalian, akan kupatahkan tulang-tulang kalian dan akan ku berikan kepada anjing Kakashi! Tunggu saja!" ujar 'makhluk' tersebut, hal itu sontak membuat Lee langsung lari ketakutan tanpa terlebih dahulu mengecek siapa pemilik suara tersebut.

"Hah? Siapa di sana?" ujar orang tadi alias Yahiko yang nasibnya sama dengan Lee yakni ditinggalkan oleh teman-temannya saat ia sedang simulasi mati(?).

"Jangan-jangan itu hantu?! Uwaaa" Yahiko langsung berlari keluar gedung sekolah dengan kecepatan penuh, tidak lupa dengan wajah yang dipenuhi dengan raut wajah ketakutan.

Hahh dasar penakut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Countinue~.

Well itu dia chapter 3, di sini sudah kutunjukan semua petinggi Akatsuki serta sifat mereka yang bisa dibilang unik dan beragam dan pastinya OOC.

Di chapter depan akan dipenuhi dengan pertarungan dari beberapa karakter untuk mencoba menguasai kelasnya.

Perihal Deidara, kenapa ia tidak menggunakan benda khasnya yakni bom? Tentu saja karena itu ilegal dan sangat membahayakan, jadi aku memutuskan untuk mengganti benda andalannya dengan perangkat listrik, karenajika dipikir-pikir perangkat listrik juga bisa menimbulkan sebuah ledakan bukan?.

Dan kemudian dari chapter 3 ini kita mengetahui fakta baru dari beberapa Freshmen KHS, yakni asal sekolah dan kemampuan bertarung mereka, yakni:

- Aburame Shino berasal dari SMP Nishizawa, memiliki kemampuan Karate.

- Uchiha Sasuke berasal dari SMPTokyo dan SMP Konoha, memiliki kemampuan Boxing.

- Inuzuka Kiba sang pemenang Freshmen War berasal dari SMP Nishizawa, memiliki kemampuan Street Fight dan Karate.

- Namikaze Uzumaki Naruto???.

- Nara Shikamaru???.

- Hyūga Neji berasal dari SMP Konoha, memiliki kemampuan Judo, Tekwondo dan masih banyak lagi.

- Shimura Sai sang Runner up berasal dari SMP Nakagawa, memiliki kemampuan Judo dan Street Fight.

- Akimichi Chōji???.

- Rock Lee berasal dari SMP Nakagawa, memiliki kemampuan???.

Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.

Baiklah kalau begitu.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.