Inuzuka Industrial High - Parking lot, Monday at 7:26 am.
"Jadi para Freshmen yang lain dikalahkan oleh seseorang yang memiliki rambut berwarna kuning bermata biru dan seorang lagi yang memiliki rambut berwarna coklat- mungkin hitam yang bagian belakangnya diikat, benar begitu, Dosu?".
"I- iya Jirobo-senpai".
"Hm, nee Jibachi dari ciri-cirinya, kira-kira siapa siapa orang yang memiliki rupa seperti itu di KHS?" Jirobo mengalihkan pandangannya kepada orang yang sedang memainkan ponselnya di sebelahnya.
Jibachi yang mendengar pertanyaan itu kemudian memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, sambil mencoba mengingat-ingat orang yang memiliki perawakan seperti yang disebutkan oleh Jirobo.
"Berambut kuning bermata biru huh, kurasa itu Deidara dari Akatsuki dan yang satunya lagi. . . Kakak, menurutmu siapa yang memiliki rambut yang diikat di bagian belakangnya?" Jibachi mengalihkan pandangannya kepada orang yang berada di depannya yang sedang merokok dengan santai.
"Fuhhh, rambut yang diikat ya hm. . . Ah Itachi! Uchiha Itachi dari Fraksi Uchiha Empire, iya itu!".
"Heh kau yakin orang itu adalah Itachi, Kurobachi?" Jirobo menaikkan sedikit alisnya ragu.
"Iya sepertinya begitu" Kurobachi menjawab seadanya sambil mematikan puntung rokok yang sudah terlihat habis akibat dilahap oleh api, ia mematikan puntung tersebut menggunakan sol dari sepatu kulit cokelat yang ia kenakan.
"Tapi kak, bukannya Akatsuki dan Uchiha Empire adalah dua kelompok yang saling membenci satu sama lain? Terlebih lagi Deidara memiliki dendam kepada Itachi karena kekalahan yang memalukan beberapa bulan lalu di Kuil Naramachi Tenjin?".
"Ah kau benar juga, tapi dari ciri-ciri yang disebut oleh Dosu ini mengarah ke mereka semua kecuali. . ."
"Mereka murid kelas 1 yang baru masuk di KHS!" ujar Kurobachi dan Jibachi secara bersamaan.
Jirobo yang mendengar itu seketika mengeraskan rahangnya, yang benar saja! 40 orang Freshmen milik RWK dikalahkan oleh dua orang Freshmen dari KHS sialan itu? Seberapa gila kekuatan Freshmen KHS tahun ini?! Apa mereka bercanda?!.
"Sekarang target kita bertambah, bukan cuma Yahiko saja. Dosu, beritahu kepada semua Freshmen dan juga si kembar iblis dari Nishizawa untuk turun mencari dua orang itu dan memberikan mereka pelajaran, sekarang juga!".
"Baiklah Jirobo-senpai, kalau begitu aku undur diri Jirobo-senpai, Kurobachi-senpai dan Jibachi-senpai" Dosu pun pamit, bersamaan dengan itu, ia dengan cepat mengeluarkan ponselnya lalu mengetik sebuah pesan dan kemudian mengirimkan pesan tersebut kepada seseorang yang dituju.
"Sepertinya mereka benar-benar meremehkan RWK dengan mengutus Freshmen mereka huh?" Kurobachi mendekati sebuah motor bermerek Honda CB100 miliknya, ia kemudian memiringkan spion kirinya dan mengarahkan bagian cermin dari spion itu untuk mengarah ke wajahnya, ia bercermin sejenak untuk mencari jejak kotoran yang berada di bagian matanya yang ternyata sudah bersih.
'Hm? Tumben mataku bersih, apa ini karena semalam aku memakai masker wajah milik Imotouku ya? Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil beberapa masker wajahnya, lagipula dia itu pelupa hehehe' Kurobachi kemudian meninggalkan spion yang tadi ia gunakan tanpa mengembalikan posisinya seperti semula.
"Apa ini keputusan yang benar Jirobo? Dengan mengirim Freshmen kita juga tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada Wakil ataupun pada Ketua kita?" Jibachi bertanya kepada Jirobo tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari layar ponselnya.
"Kau tenang saja Jibachi, mereka akan setuju dengan rencanaku ini, lagipula tujuan utama kita masih sama, yaitu si orange bajingan cabul, bau katak dan tidak rajin menabung itu".
"Tapi kan rambutmu warnanya orange, berarti. . .".
"Pfftttt".
"Eh iya juga, b- bukan itu maksudku, t- tapi yang kumaksud itu Yahiko, iya Yahiko dari Akatsuki!".
""Hahahahahaha"".
"Kenapa kalian berdua tertawa sialan!".
"Nee Ototou, apa kau melihat orange bajingan cabul, bau katak dan tidak rajin menabung? Pffttt".
"Hah? Maksudmu Jirobo?".
""HAHAHAHAHA"".
"Grrr, akan kubunuh kalian!"
"Lariii, ada orange bajingan cabul, bau katak dan tidak rajin menabung hahahaha".
"Argh, tunggu saja akan kupatahkan tulang kalian dan kalian akan kujadikan makanan anjingku selama setahun penuh!".
"Itu pun kalau kau bisa lari, Beban!".
""HAHAHAHAHAHA"".
"KEMARI KALIAN SIALAN!".
.
.
.
.
.
.
.
.
Inuzuka High - Backyard Pools, Monday at 7:30 am.
Terlihat 2 orang yang memiliki rambut yang sama yakni berwarna biru keabu-abuan, mereka terlihat sedang memancing di kolam renang sekolah yang airnya terlihat agak keruh(?), dan oh ya, wajah mereka berdua juga terlihat seperti mayat hidup.
"Hoam, Oy Nii-san sampai kapan kita akan terus memancing di sini? Kau tahu, ini sudah pagi dan kita sudah berada di sini semalaman penuh, ini hal yang tolol kau tahu?!" ujar seorang yang bisa kita asumsikan sebagai adik dari orang yang sedang berada di sampingnya ini, ia memiliki sebuah kamera yang menggantung di lehernya.
"Oy apa kau tidak bisa sabar hah? Memancing itu butuh kesabaran kau tahu!" sang kakak hanya merespon seadanya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari objek yang menjadi fokusnya dalam beberapa jam belakangan ini.
"Sabar-sabar kepala kau, kita sudah memancing sejak tadi malam dan sampai sekarang kita tidak mendapatkan hasil apa-apa sialan!" sang adik kemudian berdiri meninggalkan sang kakak yang masih sibuk dengan kegiatan memancingnya.
"Maka dari itu, kau harus sabar adik bodoh, ingat! Sabar adalah Koentji" sang kakak tetap tidak bergeming dari tempatnya, menghiraukan sang adik yang sudah mengambil posisi berbaring di bangku panjang yang berada di belakangnya.
"Sabar sabar, kau saja yang mancing aku mau tidur, hoam" sang adik kemudian menyamankan posisi tidurnya, mencoba memasuki alam mimpi yang sedari tadi memanggilnya.
"Oy Ukon, kau jangan tidur dulu, apa kau meragukan kemampuanku hah? Cih adik siala- !"
*Plup*
"Uwoo Ukon bangun, lihat apa yang berhasil ku tangkap" sang kakak dengan semangat menggulung reel pancingnya guna memperdekat objek yang berhasil ditangkapnya.
*Swirl*
"Dan hasilnya adalah. . ."
"Sampah, hahh Sakon, kau pikir apa yang akan kau dapatkan jika memancing di kolam renang sekolah? Lagipula ini bukan kolam ikan, baka" Dosu muncul dengan alis yang berkerut, heran dengan apa yang baru saja ia saksikan.
'Apa orang ini benar-benar bodoh sampai-sampai tidak bisa membedakan yang mana kolam renang dan yang mana kolam ikan?' begitu pikirnya.
"Grr Dosu kau mengangguku saja" Sakon meresponnya dengan geraman, siapa yang tidak jengkel coba, jika kau baru saja mendapat kesialan dan tiba-tiba ada orang yang datang menghina hasil dari kesabaran dan kerja kerasmu itu?.
"Terserah, ngomong-ngomong apa kau tidak tidur? Jangan bilang kalau kau dan Ukon memancing di sini semalaman? Kalian berdua terlihat seperti zombie dengan mata panda tahu" Dosu mengalihkan pandangannya kepada Ukon yang terlihat seperti sedang pingsan(?).
"Ya bisa dibilang seperti itu sih, kau tahu? Aku mendengar dari para Senior di RWK kalau mereka pernah menangkap ikan salmon di kolam ini,-
- Tentu saja aku penasaran dan mencoba menangkapnya menggunakan pancing legendarisku ini, tidak lupa aku juga mengajak Ukon untuk mengambil gambar ikan salmon yang berhasil aku tangkap. Namun sampai sekarang aku masih belum mendapatkan apa-apa selain sampah ini" jelas Sakon panjang lebar.
"Hahh baka, kau lagi-lagi ditipu oleh Senpai-senpai itu, tentu saja kau tidak akan mendapat apa-apa kalau kau memancing di sini. Oh iya ngomong-ngomong, apa kau sudah membaca pesanku?" Dosu mendekatkan dirinya kepada Sakon, dan ketika ia sudah berada didekat Sakon, ia langsung mengambil posisi duduk di sebelahnya.
"Ponselku mati kehabisan baterai karena memancing semalaman, aku dan Ukon lupa membawa charger ponsel kami. Lagipula, memangnya pesan apa yang kau kirim itu?" Sakon berdiri dari duduknya, berniat meletakkan alat pancingnya ke dalam tasnya yang berada di dekat Ukon yang kini sedang tertidur lelap.
"Jirobo-senpai memerintahkan para Freshmen termasuk kalian berdua untuk turun menyerang KHS hari ini juga" ucapan dari Dosu sontak membuat Sakon mengalihkan pandangannya kepada Dosu, tertarik dengan topik pembicaraan tersebut.
"KHS huh? Tapi pasukan kita masih ada beberapa yang cedera, lagipula tanpa Jirobo-senpai minta pun, aku memang mau membalaskan dendam kepada mereka yang sudah mencederai kalian anak buahku! Ditambah lagi mereka membuat Zaku, Misumi dan Yoroi terluka parah dan harus dirawat di Rumah Sakit!" ujar Sakon dengan penuh amarah.
Sakon marah karena ia kembali mengingat kalau ada beberapa temannya yang harus dirawat di Rumah Sakit akibat pertarungan dua hari yang lalu.
Beberapa detik kemudian, Sakon berhasil meredam amarahnya yang tadi sempat menguasainya, ia kemudian kembali mengambil posisi duduk di tempat yang tadi ia duduki, yakni di samping Dosu.
"Itu sudah resiko karena mereka telah meremehkan 2 orang itu, aku yakin jika semua Freshmen RWK turun kita bisa mengalahkan setidaknya satu Fraksi yang ada di sekolah terkutuk itu" Dosu mencoba meyakinkan Sakon, menurutnya kekalahan mereka beberapa hari yang lalu diakibatkan oleh kelalaian mereka sendiri.
Bagaimana pun juga, RWK adalah geng motor yang sangat diperhitungkan di Konoha maupun Tokyo.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?" Dosu melanjutkan perkataannya seraya berdiri, tidak lupa mengulurkan tangannya untuk membantu Sakon untuk ikut berdiri juga.
"Baiklah aku akan memanggil yang lainnya, kalau begitu kau bangunkan Ukon oke?" setelah berhasil mendirikan tubuhnya dengan sempurna, Sakon kemudian bergegas menuju ke gedung kelasnya untuk memanggil anggota-anggota Freshmen lainnya.
Tapi sebelum Sakon beranjak menjauh, Dosu sudah terlebih dulu menginterupsinya.
"Kau tidak perlu melakukan itu, aku sudah memberi tahu mereka semua untuk bersiap dan berkumpul di tempat parkir" Dosu tersenyum di balik maskernya.
"Benarkah? Kalau begitu aku dan si baka ini cuci muka dulu, kau duluan saja" Sakon yang mendengar perkataan Dosu pun ikut tersenyum.
"Oke, kalau begitu akan ku tunggu kalian berdua di parkiran" setelah percakapan mereka selesai, Dosu pun berjalan meninggalkan si kembar itu menuju ke tempat yang mereka sepakati.
*Byur*
"Uwaa, kenapa kau menyiramku?! Aku masih mau tidur sialan!" Ukon yang sedang enak tertidur dibuat terbangun akibat disiram menggunakan air kolam yang kotor oleh Sakon, sang kakak brengseknya.
"Bangun baka! Ada hal yang harus kita lakukan sekarang! Kita akan menyerang KHS!" Sakon kemudian mengambil tas pancingnya kemudian ia menuju ke arah motor yang sejak tadi malam ia parkirkan, yang letaknya berada tidak jauh dari mereka berdua.
"KHS? Ah akhirnya ada hal yang menyenangkan untuk dilakukan khakhakha!" Ukon yang mendengar nama KHS tidak bisa untuk tidak menyembunyikan seringaian sadisnya, hal itu secara tidak sadar membuatnya mengesampingkan rasa kesalnya kepada sang kakak yang membuatnya tidak tidur semalaman.
Ukon kemudian berjalan menuju motor yang baru saja kakaknya duduki, dengan gerakan simpel Ukon langsung mengambil posisi duduk di belakang sang kakak, tidak lama setelah itu, Sakon kemudian menstarter motornya.
*Brum*
""KHS KAMI DATANG!"".
.
.
.
.
.
.
.
.
Gerbang KHS Boys, Monday at 8:10 am.
"Hahh, pagi yang sejuk, kira-kira ada berapa orang ya di kelasku?" ucap seorang lelaki berambut pirang sambil menghitung dengan jemari tangannya, menghiraukan orang-orang yang berada di sekitarnya yang kini mulai berlari menuju ke lapangan sekolah KHS boys.
"16,17,18. . . ditambah aku dan si Putri tidur itu, ah jumlahnya 20 orang!".
*Bruk*
Baru saja Naruto selesai menghitung jumlah murid di kelasnya, ia tiba-tiba diinterupsi oleh seseorang yang tiba-tiba saja menyenggol bahunya sehingga membuatnya sedikit bergeming dari tempatnya berdiri.
"Ah maaf, eh Naruto-san?".
"Hm? Alis tebal, ada apa? Kenapa kau terlihat tergesa-gesa seperti itu?" dan ternyata pelakunya adalah si Alis tebal alias Rock Lee, Naruto yang melihatnya pun bingung, kenapa si Alis tebal tergesa-gesa? Bukannya mereka tidak terlambat? Kan masuknya pukul 08:30? Begitu pikir Naruto.
"Ah apa kau tidak melihat banyak orang yang berlari ke arah lapangan sekolah? Katanya sih sedang terjadi perkelahian di sana" jawab Lee dengan bersemangat tak lupa ia mengangkat jempol kanannya dan menggunakannya untuk menujuk ke arah yang ia maksud.
"Hah benarkah? Baiklah tunggu apa lagi? Ayo kita ke sana!" Naruto dengan cepat langsung berlari masuk ke dalam sekolah dan menuju ke lapangan sekolah, tidak lupa ia juga diikuti oleh Lee yang berlari tepat di belakangnya.
.
.
.
.
.
Di tengah-tengah lapangan sekolah yang terlihat kumuh, dan dinding-dinding gedungnya yang dipenuhi oleh grafiti-grafiti yang bisa dibilang lumayan berantakan dan keren secara bersamaan.
Di tempat itu terlihat sekumpulan murid-murid yang sedang mengerumuni 2 orang yang sedang melempar deathglare satu sama lain, adegan itu juga diselingi dengan aura intimidasi yang sangat kuat antara mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, Naruto dan Lee akhirnya sampai di tempat kejadian tersebut, yakni lapangan sekolah.
Mereka seketika dibuat takjub ketika melihat banyaknya orang yang sedang berkumpul di tempat tersebut, mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka ke sekeliling bangunan sekolah yang mengitari lapangan sekolah tersebut, mereka lagi-lagi dibuat takjub ketika melihat banyaknya murid-murid yang sedang menyaksikan kejadian yang ada di lapangan lewat jendela kelas mereka masing-masing, mulai dari lantai 1 sampai lantai 3.
Hal tersebut mau tidak mau membuat mereka tersenyum senang, mereka semakin bersemangat untuk menunjukkan kemampuan bertarung mereka, well kurang lebih seperti itulah yang ada di dalam pikiran mereka berdua.
Setelah selesai mengamati keadaan di sekitar mereka, Naruto dan Lee kembali mengalihkan pandangan mereka ke tempat dimana 'duel' sedang berlangsung, mereka mencoba untuk melihat siapa yang bertarung di tengah lapangan sekolah tersebut sambil berjinjit.
Jika kalian bertanya, apa yang dilihat oleh Naruto dan Lee? Jujur saja mereka akan menjawab, bahu, punggung dan kepala. Well, mereka sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi di depan sana saking banyaknya murid-murid yang menghalangi pandangan mereka berdua.
"Ah sial, aku tidak bisa melihat siapa yang bertarung di tengah sana, oy Phil ayo kita terobos saja sekumpulan orang-orang bau ini!" ujar Naruto yang frustrasi karena pandangannya terhalang oleh punggung seseorang yang berada di depannya.
Naruto benar-benar terganggu karena kepala orang itu bau kelabang dan orang itu juga memakai jubah mandi berwarna pink terang yang menyakitkan mata(?) Oke lupakan!.
"Iya terlalu susah melihat siapa yang bertarung di depan sana, baiklah ayo kita terobos saja mereka Naruto-san!" balas Lee setuju dengan usulan Naruto.
Setelah mendengar cerita dari Shikamaru dan Sasuke yang tidak lain sahabat Naruto sendiri, membuat Lee mau tidak mau memaklumi dan mencoba terbiasa dengan panggilan 'ngasal' dari Naruto, dengan kata lain, Lee sudah tidak mau ambil pusing lagi jika saja Naruto lagi-lagi salah ketika memanggil namanya.
Jadi bisa kita simpulkan bahwa seorang Lee yang tidak kenal kata menyerah, langsung seketika dibuat menyerah oleh si Monster kuning yang berada di sampingnya ini, sahabat kecilnya saja orang itu lupakan apalagi Lee yang baru 2 hari berkenalan dengannya?.
Hahh padahal masih muda sudah main pikun-pikunan.
Setelah Naruto mendengar persetujuan dari Lee, tanpa membuang waktu lagi, Naruto langsung menerobos masuk ke dalam lautan manusia yang sedang mengerumuni 2 orang murid yang sedang berhadapan itu, tentunya diikuti oleh Lee yang tepat berada di belakangnya.
.
.
.
.
.
"Jadi kau bersekolah di sini juga huh, Uchiha Sasuke?!" ucap pria berambut coklat panjang dengan nada yang dingin serta diikuti tatapan benci yang ditujukan kepada orang yang berada di depannya, seolah-olah mereka pernah bersitegang sebelumnya.
"Kalau iya kenapa, apa kau ada masalah dengan itu, Hyūga Neji?" balas Sasuke mengangkat dagunya arogan dan dengan menggunakan nada yang mencemooh yang ditujukan kepada pemuda yang bernama Neji itu.
"Tentu tidak, tapi aku benar-benar tidak menyangka saat-saat pembalasanku akan datang dengan sangat cepat, di hari ini dan di tempat ini, aku akan membunuhmu bangsat!" senyum keji mulai terpampang di wajah Neji, ia kemudian menjatuhkan tasnya tepat di sampingnya, dan kemudian ia mulai memasang kuda-kuda Judo-nya.
Neji kemudian menatap Sasuke tajam, tatapannya berkata seolah-olah ia ingin menguliti lawan bicaranya itu.
"Hohh, kalau begitu tunggu apa lagi?".
Dengan gerakan cepat Sasuke membuang tasnya ke belakang dan langsung merangsek maju menuju tempat Neji yang sudah menunggu Sasuke untuk menyerangnya. Melihat hal itu, Sasuke langsung melancarkan Cross kirinya menuju ke rahang kanan Neji.
*Syut*
'Sial'.
Pukulan lurus Sasuke berhasil ditangkis dengan sangat mudah oleh Neji, Neji menggunakan tangan kanan bagian luarnya untuk membelokan arah pukulan Sasuke sehingga membuat pukulan Sasuke melebar.
Kemudian dengan gerakan cepat, Neji meletakkan tangan kirinya di antara kedua kaki Sasuke dan kemudian menggunakan tangan kanannya untuk mencengkram lengan kiri Sasuke.
Dengan gerakan simpel, Neji langsung mengangkat tubuh Sasuke beberapa centi ke udara dan kemudian didetik selanjutnya, ia langsung membantingnya ke tanah dengan sangat keras.
*Doom*
"GAHG!".
Bantingan dari Neji tersebut sukses membuat kepala Sasuke menghantam tanah terlebih dahulu dengan sangat keras, sehingga membuat bantingan tersebut menghasilkan suara dentuman yang lumayan keras dan bisa didengar oleh orang-orang yang berada di sekitar mereka.
Tidak sampai di situ, Neji yang berhasil membanting Sasuke pun tidak tinggal diam. Ia langsung merendahkan tubuhnya dan langsung menekan perut Sasuke menggunakan lutut kanannya sehingga membuat Sasuke kesulitan untuk bernafas.
Bagai tidak mengenal rasa ampun, Neji dengan ganasnya melancarkan pukulan demi pukulan ke wajah Sasuke yang kini berada di dalam kekangannya.
"HAHAHA RASAKAN INI BRENGSEK!" Neji tertawa bak orang gila, tidak lupa disertai dengan wajah yang sangat mengerikan, dia layaknya seorang sociopath yang sedang bermain-main dengan mangsanya.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
'Si- sial, dia serius ingin membunuhku! Aku harus cepat bangkit! Karena jika tidak, aku benar-benar bisa mati!' batin Sasuke frustrasi.
Perlahan-lahan kesadaran Sasuke pun mulai memudar akibat merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, ditambah lagi pasokan oksigen bisa dibilang hampir sama sekali tidak ia dapatkan akibat diafragmanya di tindih dengan kuat oleh Neji.
Sasuke yang hampir pingsan itu tiba-tiba mendengar suara yang sangat familiar baginya.
"OY SASUKE TEME BANGUN! KENAPA KAU JADI LEMAH SEPERTI ITU SIALAN! KAU TIDAK AKAN PERNAH AKU ANGGAP SEBAGAI RIVALKU JIKA KAU KALAH!".
'S- Suara itu, apakah itu Naruto?' batin Sasuke, dan sontak saja, ia berhasil mendapatkan kembali kesadarannya yang hampir hilang itu, berterimakasih lah pada suara si Baka Naruto yang sangat tidak ramah di telinga itu.
"Berisik!".
*Grep*
*Duakh*
Tanpa disangka-sangka, tangan kanan Sasuke yang terbebas itu berhasil menahan pukulan Neji dan kemudian dengan cepat Sasuke meninju belakang telinga kanan Neji menggunakan tangan kirinya dengan sangat-sangat keras, sehingga membuat Neji langsung terjatuh ke samping.
Hal tersebut sontak membuat penonton kembali riuh, termasuk Naruto itu sendiri.
Well, mereka pikir pertarungan ini akan berjalan dengan sangat singkat dengan Neji yang akan keluar sebagai pemenangnya (kecuali Naruto tentunya).
Akan tetapi, mereka harus membuang prasangka mereka, karena orang yang bernama Sasuke itu berhasil melakukan counter kepada Neji sehingga membuat Neji yang berada di atasnya jatuh tersungkur dan membuat serangan Neji seketika terhenti.
Melihat Neji terjatuh, otomatis membuat Sasuke langsung mengambil posisi berdiri, dan tidak lupa mengambil nafas sebanyak-banyaknya, mengingat dia tadi hampir pingsan akibat kekurangan oksigen dan ditambah lagi karena rasa sakit luar biasa yang ada di kepalanya akibat menerima bantingan dari Neji.
Neji yang melihat Sasuke berdiri pun mendecih kesal, kemudian ia mencoba menyapu kaki kanan Sasuke yang tepat berada di depannya, akan tetapi sapuan yang ia lakukan hanya mengenai udara kosong, karena Sasuke sudah terlebih dahulu menyadari pergerakan Neji dan dengan reflek yang cepat, ia langsung melompat mundur untuk mengambil sedikit jarak dari Neji.
Jujur saja, Sasuke tadi menganggap Neji adalah lawan yang sepele, karena ia pernah mengalahkan Neji sebanyak dua kali dengan mudah sewaktu mereka SMP.
Sehingga hal itu membuatnya tanpa pikir panjang langsung menyerang Neji dengan pukulan yang bisa dibilang sangat asal-asalan, dan beberapa detik kemudian, ia langsung merutuki kesombongannya sendiri yang tadi hampir membuatnya meregang nyawa.
Dia hanya tidak menyangka kalau kekuatan Neji bisa meningkat sangat pesat dibanding beberapa bulan yang lalu.
Setelah selesai berkutat dengan pikirannya, Sasuke kemudian membuka gakurannya, dan menggunakannya untuk membersihkan darah yang terus mengalir di hidungnya, darah yang diakibatkan oleh pukulan beruntun dari Neji ke wajahnya tadi.
"Kheh ku akui aku terlalu meremehkanmu, baiklah aku akan mulai serius, bersiaplah Hyūga!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc
Pairing: no pair for today my friend
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more
Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia?.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke area pertarungan, Kini gaya bertarung Sasuke terlihat sudah jauh lebih baik dari gaya bertarung yang ia gunakan sebelumnya, dia sudah memakai Boxing stance-nya, begitu juga dengan Neji yang juga sudah kembali memakai kuda-kuda Judo yang terlihat lebih kokoh dibanding dengan sebelumnya.
Mereka berdua masih menatap satu sama lain, menunggu siapa di antara mereka yang akan memulai serangan terlebih dahulu.
Dan jawabannya tentu saja Sasuke, Sasuke langsung maju dengan gerakan agak menjinjit sambil mengenggam kedua tinjunya mendekati Neji yang masih diam di tempatnya, menunggu Sasuke untuk melancarkan serangannya terlebih dahulu.
Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum tipis, ia kemudian langsung mengarahkan Jab kanannya ke wajah Neji yang tentu saja bisa Neji belokan dengan mudah menggunakan tangan kiri bagian luarnya.
Namun sayangnya, Neji tidak menyadari kalau ia telah membuat pertahanan kanannya terbuka lebar, satu kesalahan yang fatal yang dibuat oleh Neji.
Melihat sisi kanan lawannya terekspos, Sasuke tentu saja tidak mau menyianyiakan kesempatan tersebut. Sasuke kembali melanjutkan serangannya dengan menyarangkan Hook kirinya ke belakang telinga kanan Neji.
*Bugh*
"Ugh?!".
Serangan telak itu sukses membuat Neji terhuyung ke samping, Sasuke kemudian kembali melakukan serangannya
Sasuke kemudian menyarangkan sebuah Hook kiri ke liver Neji.
*Bugh*
"Gukh!" pukulan kuat dari Sasuke membuat Neji memuntahkan liurnya.
Tidak selesai di situ, Sasuke dengan cepat menarik tangan kirinya tersebut dan kemudian kembali menggunakannya untuk melakukan pukulan Hook kiri dengan sangat keras ke rahang kanan Neji.
*Bugh*
"Ugh!".
Pukulan Hook kiri telak dari Sasuke sukses membuat kuda-kuda Neji yang kokoh itu goyah dan sekaligus membuatnya terjatuh mencium permukaan tanah dengan keras.
"Oy jangan bilang cuma ini kemampuanmu sialan!" Sasuke berteriak marah, kemudian Sasuke menarik kerah gakuran dari Neji menggunakan tangan kanannya, dan memaksa Neji untuk berdiri.
Tanpa berbasa-basi, Sasuke langsung memukul ulu hati Neji berkali-kali menggunakan tangan kirinya dengan sangat kuat, sehingga membuat Neji harus meludahkan liur bercampur darah dari mulutnya.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
"UGKH!".
Melihat Neji sudah tidak bisa memberikan perlawanan berarti, Sasuke pun berniat untuk mengakhiri pertarungan ini, ia kemudian menarik tangan kirinya ke belakang, bersiap untuk melancarkan serangan andalannya, yakni Uppercut from Hell ke arah dagu Neji yang saat ini terlihat tanpa perlindungan sama sekali.
Neji yang sedang dalam keadaan yang dirugikan itu pun berusaha untuk segera mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang akibat pukulan dari lawannya tersebut.
Samar-samar Neji dapat melihat kalau Sasuke mulai menarik tangan kirinya ke belakang tubuhnya, tangan yang tadi Sasuke gunakan untuk memukuli Neji secara brutal.
Melihat itu Neji langsung menyadari sesuatu, kalau lawannya ini akan melancarkan serangan pamungkasnya, pukulan sama yang membuat kekuasaannya selama 2 setengah tahun hancur lebur, ya nama pukulan itu adalah Uppercut from Hell!.
"Semoga tidurmu nyenyak siala- !".
"Katakan itu pada dirimu bangsat!.
*Doom*
"Guhahh!".
Tanpa disangka-sangka, Neji berhasil membalikan keadaan!.
Neji berhasil membanting Sasuke ke tanah dengan cara menarik tangan kanan Sasuke yang sedari tadi memegangi kerah gakurannya dan kemudian menggunakannya untuk melakukan sebuah gerakan bantingan yang bernama Seoi nage.
Seoi nage adalah gerakan Judo yang menggunakan Kedua tangan penggunanya untuk menarik lengan lawan sehingga membuat tubuh lawan secara otomatis mendekat ke arah punggung atau sisi samping tubuh dari pengguna gerakan tersebut,-
- Kemudian ketika tubuh lawan sudah berhasil ditarik mendekat, penggunanya bisa menggunakan sisi badan atau bagian pinggulnya untuk melakukan bantingan kepada lawannya tersebut tanpa membuat penggunanya ikut terjatuh.
Kembali ke pertarungan, Neji yang berhasil membanting Sasuke menghela nafas lega, terlambat sedikit saja sudah dipastikan dia akan pingsan.
Ia benci mengakuinya, tapi ia benar-benar tidak ingin terkena Uppercut dari Sasuke, pukulan yang selalu menjadi mimpi buruknya selama ini.
Sasuke yang berhasil dibanting oleh Neji hanya bisa mendecih kesal karena serangannya lagi-lagi berhasil digagalkan oleh si Hyūga itu.
Sasuke kemudian mencoba bangkit, akan tetapi Neji yang sudah terlebih dahulu berada di hadapannya langsung menyarangkan sebuah tendangan yang mengarah ke ulu hati Sasuke.
*Dugh*
"Uhuk!"
Tendangan tersebut membuat Sasuke sedikit terhentak ke belakang akibat telaknya tendangan tersebut mengenai ulu hatinya.
Tidak berhenti di situ Neji kemudian menendang wajah Sasuke sehingga membuat hidung Sasuke kembali mengeluarkan darah.
*Dugh*
"Guhh!".
Neji kemudian menarik rambut Sasuke ke atas, memaksa Sasuke untuk berdiri.
"Hahh hahh, aku benar-benar akan membunuhmu sialan!" ujar Neji dengan senyum sinis yang dihiasi sedikit jejak darah di wajahnya. Sungguh, cuma Sasuke yang bisa membuat darah di tubuhnya mendidih seperti ini.
"G- guhh, bangsat!".
*Bugh*
Sasuke meninju perut Neji sehingga membuat cengkraman Neji di rambutnya terlepas.
Sasuke kemudian melanjutkan serangannya dengan melakukan gerakan memutar badan, ia mencoba melakukan gerakan dari Kick Boxing yang bernama Spinning Back Fist, yakni gerakan memutar tubuh sambil memukul menggunakan punggung tangannya.
Bersamaan dengan itu, Neji juga terlihat melesatkan sebuah Uppercut yang kurang bersih ke dagu Sasuke. Tentu saja Neji tidak mau menjadi samsak gratis bagi Sasuke, setidaknya dia harus bisa membalas beberapa pukulan- tidak, ia harus membalas semua pukulan yang Sasuke sarangkan kepadanya, begitu pikir Neji.
*Bugh/ Bugh*
""Ughh"".
Kedua pukulan tersebut sukses membuat keduanya mundur beberapa langkah ke belakang, hal itu membuat penonton kembali riuh menyaksikan pertarungan yang benar-benar berhasil meningkatkan adrenalin mereka.
"Ku akui seranganmu sedikit lebih bagus daripada seranganmu yang dulu" Sasuke mengelus-elus dagunya yang barusan saja dihantam oleh Neji, tidak lupa Sasuke memasang senyum meremehkannya.
"Ghh, aku tidak butuh pengakuanmu sialan!" Neji berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan juga mencoba menstabilkan tubuhnya, mengingat beberapa detik lalu ia hampir saja kalah dengan sangat memalukan. Neji kemudian menatap sang Uchiha muda itu dengan tatapan tajam.
"Hmph, Masih seperti dulu heh? Kau tahu, jika kau terus bersikap brengsek seperti itu, hasil dari pertarungan ini akan sama seperti pertarungan yang dulu! Kau akan Kalah!" ujar Sasuke sambil menatap Neji tajam.
Sasuke kenudian mulai merilekskan tubuhnya yang beberapa menit lalu sempat sempat menegang akibat terpacunya adrenalin di dalam tubuhnya (baca: berkelahi). Ia juga berusaha sebaik mungkin untuk mengatur ritme pernafasannya yang bisa dibilang agak kacau.
"Kau terlalu berpatokan dengan kejadian yang sudah lalu, kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan teknik yang sama? Kau tahu, aku yang sekarang adalah orang yang benar-benar berbeda!,-
- Hari ini dan di tempat ini, aku akan membuatmu berlutut di hadapanku dan memohon untuk hidup, karena aku benar-benar akan membunuhmu sialan!" ujar Neji yang juga menatap tajam Sasuke.
Neji juga ikut merilekskan tubuhnya dan tak lupa untuk mengatur nafasnya. Tidak hanya itu, ia juga sedang mengatur siasat untuk menyerang mau pun meng-counter serangan yang akan dilakukan Sasuke kepadanya.
Beralih ke Sasuke, perkataan Neji membuat Sasuke tidak bisa menyembunyikan rasa kekesalannya, ia benar-benar akan meletakkan Neji di tempat yang sepantasnya.
Bagi Sasuke, Neji adalah orang yang sangat berbakat dan juga kuat, hanya saja kesombongannya lah yang membuat dia dikenal sebagai seorang yang brengsek dan bukan dikenal sebagai orang yang berbakat.
Sasuke yang memulai kelas tinjunya dari kelas 6 SD itu tahu bahwa Neji adalah seorang prodigi, tapi sayang, bakatnya itu ditutupi oleh sifat angkuh dan sombongnya kepada orang lain, tidak bisa dipungkiri bahwa Sasuke kagum atas pencapaian dari lawannya itu dan dia bahkan tidak gengsi untuk mengakui hal tersebut.
"Keh, Kau tahu? Hal yang membuatmu kalah saat itu adalah sifatmu itu sendiri! Kau terlalu arogan, kau bertindak seperti diktator dan berlagak seakan-akan kau adalah orang yang paling hebat dan tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkanmu!,-
- Kau juga sering menyiksa anak buahmu sampai-sampai membuat salah satu dari mereka tidak bisa berjalan normal lagi seumur hidupnya, kau hanya membuatku tambah muak mengingat hal itu!" Sasuke mengeraskan rahangnya ketika mengingat kejadian yang dimaksud.
"Oy Neji dengarkan aku, jangan pernah kau berpikir seolah-olah hanya kau lah orang yang paling kuat dan dengan sombongnya menggunakan kekuatanmu itu untuk menindas orang yang jauh lebih lemah darimu! Berhenti lah bersifat seperti seorang pecundang dan coba tunjukan sportifitas seperti seorang lelaki sejati!,-
- Asal kau tahu, di luar sana masih banyak orang yang bisa mengalahkanmu! Kau itu tidak lebih dari seekor ikan besar yang berada di kolam yang sangat kecil!" ujar Sasuke panjang lebar dengan nada yang sangat dingin sehingga membuat orang di sekitarnya sedikit merinding ketika mendengar perkataan dari Uchiha bungsu tersebut.
"Tch, kau terlalu banyak bicara sialan, apa kau sedang menyembunyikan ketakutanmu dan rasa sakitmu dengan omong kosongmu itu, Uchiha?" Neji benar-benar merasa kesal terhadap orang yang berada di depannya ini, ia merasa sangat kesal karena telah diremehkan dan diceramahi oleh orang yang ingin ia bunuh itu.
"Yang harus kau tahu, semua omong kosongmu itu tidak akan bisa memepengaruhiku sedikit pun, seperti yang tadi kubilang, Right here right now, Imma fucking kill you!" ujar Neji marah dan menatap lurus ke bola mata Sasuke.
Neji kemudian kembali memasang kuda-kuda yang sepertinya terlihat berbeda dari kuda-kuda yang sebelumnya ia pakai, yakni Kokutsu Dachi.
Kokutsu Dachi adalah kuda-kuda yang berasal dari gerakan Karate dengan memposisikan satu kaki ke belakang dan kaki lainnya ke depan dan tidak lupa kaki depannya itu sedikit ditekuk,-
- Kemudian ia memposisikan satu tangannya ke samping tubuhnya dengan sedikit menekuknya dengan kepalan yang terbuka, dan tangan yang lainnya dalam posisi lurus di depan tubuhnya, yang juga kepalan tangannya terbuka sama seperti tangan yang satunya.
"Hahh, kurasa tidak ada cara lain selain memukul kepalamu sekeras mungkin agar kau sadar huh?" Sasuke menghela nafas dan kemudian ia kembali memasang Boxing stance-nya.
"All right, come at me you piece of shit!" Sasuke memberikan senyuman meremehkannya yang diselingi dengan sedikit 'provokasi' kepada Neji agar membuat Neji mendekatinya terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di sebuah kamar yang gelap, terdapat sesosok makhluk yang sedang berada dalam keadaan mati sementara (baca: tidur) di atas sebuah futon yang bisa dibilang 'sedikit' berantakan.
Tidak lama kemudian, sosok yang dimaksud pun membuka matanya secara perlahan, dengan malas orang tersebut bangkit dari tidurnya dengan mengambil posisi duduk terlebih dahulu.
"Hoaaaam".
"Sekarang jam berapa ya? Tumben aku tidak mendengar suara dari si manusia Idiot itu" ucap orang itu dengan suara serak khas orang yang baru bangun dari tidur.
Kemudian orang tersebut menoleh ke arah jam dinding yang berada di dalam kamarnya, jam itu sekarang sudah menunjukkan pukul 09:50 pagi, yang berarti bisa kita simpulkan bahwa, orang itu telat untuk berangkat ke sekolah.
"Oh 09:50, sepertinya aku terlambat, meh masa bodoh lah, lebih baik aku lanjut tidur" orang tersebut kembali mengambil posisi berbaring yang tadi sempat ia tinggalkan.
"Tapi bukannya hari ini hari untuk menentukan siapa yang terkuat di kelas?" Ia bangkit dan kembali mengambil posisi duduk.
"Meh masa bodoh, biarkan saja si baka Naruto itu mengamuk sendirian, lagi pula aku sangat malas untuk berkelahi hari ini. Hoam mendokuse." dan orang itu ternyata Shikamaru, ia pun kembali ke posisinya semula, yakni berbaring manja dan mencoba menyamankan posisinya tersebut tanpa memperdulikan waktu yang terlewat begitu saja.
Kemudian setelah mendapatkan posisi berbaring yang menurutnya nyaman, ia kembali melanjutkan aktivitas di pagi harinya, yakni tidur (baca: simulasi mati).
Dia tersenyum, karena ia tidak perlu capek-capek membuang tenaganya untuk melakukan hal yang melelahkan raganya tersebut. Ditambah lagi, kedua orang tuanya sedang ada urusan di luar kota.
Mengingat hal itu membuat Shikamaru tidak bisa untuk menahan perasaan senangnya, ia tersenyum lebar dan kemudian kembali melanjutkan tidur indahnya tanpa harus mengkhawatirkan amukan sang ibu yang terkenal sangat mengerikan dibanding apapun yang pernah ia hadapi seumur hidupnya.
Terkutuk lah kau sang rusa pemalas!.
Lagipula apa yang kau harapkan dari si mati segan hidup tak mau ini? Untunglah kau diselamatkan oleh otak jeniusmu itu, tapi tetap saja kau terlalu santai bung!.
Hahh baiklah, kali ini ia berhak untuk menikmati libur satu hari tanpa diganggu oleh suara cempreng khas milik sang Monster kuning (Naruto) yang biasanya selalu menganggu tidurnya di pagi hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~.
Tunggu chapter selanjutnya ya, pokoknya dijamin deh chapter depan bakalan lebih seru daripada chapter ini.
Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.
Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
