Neji terlebih dahulu maju menyerang Sasuke, ia melakukan gerakan dari Karate yang bernama Yoko Geri.
Sebuah gerakan menendang menggunakan kaki dominan yang mengincar ulu hati lawan.
*Syut*
Sayangnya serangan itu lagi-lagi hanya mengenai udara kosong karena Sasuke sudah terlebih dahulu menghindarinya dengan menggunakan refleks cepatnya.
Well, berterima kasihlah atas refleksnya yang sudah ia latih sejak kecil.
Sasuke yang berhasil menghidari serangan tersebut pun berusaha memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh Neji, ia kini bersiap melepaskan Body Blow ke perut Neji yang terlihat tanpa pertahanan.
Akan tetapi Neji ternyata sudah lebih dulu memutar tubuhnya dan sekaligus melakukan sebuah tendangan dari Karate yang bernama Ushiro Geri, tendangan yang mengincar dada Sasuke.
Sasuke yang melihat gerakan tersebut hanya bisa melindungi dadanya menggunakan lengan kirinya sebagai pertahanan yang kokoh.
Neji yang lagi-lagi serangannya digagalkan hanya bisa mendecih kesal, tidak mau larut dari suasana tersebut, ia dengan cepat meraih kemeja Sasuke dan mencoba membantingnya.
Akan tetapi Sasuke sudah terlebih dahulu membaca gerakan dari Neji dan langsung memukul tangan Neji sehingga pegangannya pada kemeja Sasuke terlepas.
Sasuke kemudian melakukan sebuah counter dengan melesatkan sebuah Hook kanan ke belakang telinga kiri Neji.
*Dugh*
Serangan tersebut berhasil membuat Neji terdorong ke samping, belum sempat Neji menyeimbangkan tubuhnya, ia melihat Sasuke kembali melakukan serangannya lagi kepadanya.
'Posisi kaki itu, ia pasti mau melepaskan pukulan Cross kanan!'.
Neji dengan refleks yang cepat berhasil melengkungkan tubuhnya sedikit ke belakang sehingga membuat pukulan Cross kanan dari Sasuke hanya bisa memukul udara kosong, dan kemudian. . .
*Dugh*
"Ugh!".
Lutut kiri dari Neji berhasil bersarang di perut Sasuke sehingga membuat Sasuke sedikit membungkukkan badannya ke depan, Neji yang melihat kesempatan emas itu pun tentu tidak mau menyia-nyiakannya, ia kembali melanjutkan serangannya dengan menyatukan kedua tangannya.
Kemudian ia mengangkat kedua tangannya itu ke atas dan dengan cepat ia menghantamkannya ke punggung Sasuke yang saat ini terekspos.
*Bugh*
"Ugh!".
Sasuke pun dibuat tersungkur ke tanah akibat terkena oleh hantaman Double Hammer dari Neji.
Merasa serangan dari Neji belum usai, Sasuke dengan menggunakan insting bertarungnya langsung menggulingkan tubuhnya menjauh dari Neji.
"Tch" Neji lagi-lagi hanya bisa mendecih kesal karena lawannya lagi-lagi berhasil menghindari serangannya.
Di sisi lain, Sasuke yang berhasil lepas dari jangkauan serangan Neji seketika langsung mendirikan tubuhnya dan bersiap melakukan counter kepada Neji yang ia pikir akan maju menyerangnya.
"Heh kau pikir aku akan tergesa-gesa untuk menyerangmu setelah kau memasang stance itu? Aku tahu kau sedang merencanakan untuk melakukan teknik Pull Counter-mu. Aku tidak akan termakan dengan umpan payahmu itu lagi!" Neji hanya memberikan tatapan remeh kepada Sasuke dan hanya dibalas dengan senyuman angkuh oleh si bungsu Uchiha itu.
Ingin sekali Neji memberikan pressure tinggi kepada Sasuke, akan tetapi Neji harus terus mengingatkan dirinya untuk tidak melakukan tindakan yang gegabah ketika menghadapi lawan alami dari gaya bertarungnya tersebut.
Satu saja gerakan yang salah akan berakibat fatal, yakni dia akan dibuat K.O. lagi oleh musuh bebuyutannya itu, mengingat counter dari Sasuke itu sangat susah untuk ditangkis maupun dihindari akibat kecepatan dan akurasi pukulan yang amat sangat mengerikan yang dimiliki oleh si bungsu Uchiha itu.
Berbicara soal counter, hal itu mengingatkan dirinya ketika ia merasakan kekalahan kedua kali dalam seumur hidupnya yang lagi ia dapatkan ketika melawan sibungsu Uchiha itu, lebih tepatnya 4 bulan yang lalu. . .
.
.
.
.
.
.
.
.
Empat bulan yang lalu. . .
SMP Konoha, Aula at 4:10 pm.
*Doom*
"Guhh".
Sasuke lagi-lagi berhasil dibanting oleh sang Raja SMP Konoha, yakni Hyūga Neji, belum sempat ia meredakan rasa sakit di punggungnya, Neji lagi-lagi kembali melancarkan serangannya kepada Sasuke.
Dengan mengandalkan refleksnya yang cepat, Sasuke langsung melakukan Leg Sweep menggunakan kaki kirinya yang mengincar kedua kaki Neji.
*Swift* *Dugh*
Sapuan kaki tersebut berhasil membuat Neji terjatuh, tanpa mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Sasuke langsung berdiri sekaligus memundurkan dirinya demi mencoba untuk merilekskan otot-otot yang tadi sempat menegang akibat merasakan bantingan yang sangat kuat dari lawannya itu.
Well jika dilihat dari kondisi tubuh, pasti lah Sasuke yang lebih buruk, salahkan Neji yang membuangnya kesana kemari seperti melempar sebuah mainan anak kecil yang sangat ringan (baca: membanting).
Akan tetapi jika bicara soal kondisi wajah, maka Neji lah yang sangat parah, wajahnya itu dihiasi oleh lebam bahkan sampai darah yang terlihat mengerikan di beberapa bagian wajahnya.
Mulai dari area mata kanan, pipi kanan sampai hidung yang terlihat sedikit sobek di bagian batang hidungnya tersebut.
Sedangkan kondisi wajah lawannya yakni Sasuke, wajahnya terlihat masih bersih, malah terlihat seperti tidak tersentuh sedikit pun sehingga hal itu membuat Neji frustrasi melihatnya.
"Kheh, Raja Sekolah apanya, semua serangan yang kau sarangkan kepadaku sama sekali tidak ada rasanya bahkan membuat lebam wajahku saja kau tidak bisa!" Sasuke masih mencoba meredakan rasa sakit di sekujur tubuhnya tidak lupa untuk mencoba memainkan mental Neji.
Sembari berharap kalau saja Neji memakan 'umpannya' tersebut, maka ia akan langsung melakukan counter spesialnya yang sering dipakai oleh sang legenda tinju, yakni Muhammad Ali, sebuah pukulan counter yang baru saja Sasuke kuasai baru-baru ini yang bernama Pull Counter.
"AYO HYŪGA-SAN, HABISI ANAK BARU SIALAN ITU!".
"TUNJUKAN PADA KAMI KALAU KAU MEMANG SEORANG RAJA DI SEKOLAH INI NEJI-SAN!".
"Kheh apa kalian buta? Dilihat dari sisi mana pun Uchiha Sasuke lah yang akan mengalahkan si 'Raja Sekolah' itu lagi".
"Iya dari awal memang sudah jelas, bahwa Sasuke-san lah yang akan memenangkan pertarungan ini, lagi".
"TUTUP MULUT SAMPAH KALIAN, ATAU KALIAN AKAN KUBUNUH!" Neji berteriak marah menginterupsi percakapan murid-murid yang berada di sekitarnya. Percakapan yang hanya membuat dirinya sakit kepala saja.
Neji kemudian kembali mengarahkan pandangannya kepada Sasuke yang diam di tempatnya, tidak lupa di wajahnya dihiasi dengan senyum meremehkan khas keluarga Uchiha yang sejak awal pertarungan tidak lepas dari wajah angkuhnya tersebut.
'Sialan, awas saja! Akan ku tata ulang struktur wajah menjengkelkanmu itu' batin Neji kesal.
"Oy oy ada apa Neji, apa kau takut sampai-sampai kau tidak berani menyerangku dan malah melampiaskannya kepada penonton kita ini? Ah apa kau mau aku mendekatimu lagi agar aku bisa menambah lagi riasan di wajah bengkakmu itu? Hahaha!" Sasuke tertawa mengejek.
"Tch katakan itu pada dirimu sendiri sialan! Kau hanya ingin aku untuk mendekatimu duluan agar kau bisa melakukan gerakan tinju murahanmu itu lagi huh? Tenang saja akan ku hancurkan wajahmu dua kali lipat lebih parah dibandingkan dengan wajahku ini!".
"Maa maa, kalau begitu tunggu apalagi 'Raja pecundang'?".
"AKAN KUBUNUH KAU!".
Dengan cepat Neji berlari mendekati Sasuke yang masih terlihat santai, Neji kemudian melayangkan sebuah tendangan menggunakan kaki kirinya yang menusuk ke arah perut Sasuke, akan tetapi lagi-lagi serangannya itu dapat dengan mudah Sasuke hindari.
Mendecih kesal, Neji kemudian melayangkan Inside Leg Kick menggunakan kaki kanannya ke arah kaki tumpuan dari lawannya, yakni kaki sebelah kanan milik Sasuke.
*Dugh*
"Ugh?!".
Tendangan itu berhasil menggoyahkan Sasuke sampai-sampai membuat tubuhnya terhuyung ke samping akibat kehilangan keseimbangannya.
Seperti tanpa memberikan jeda waktu kepada lawannya, Neji melanjutkan serangannya dengan melesatkan tiga pukulan combo yang mengarah ke wajah dan tubuh Sasuke.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
Sasuke yang terkena pukulan bertubi-tubi dari Neji mau tidak mau harus segera mundur beberapa langkah ke belakang, ia melakukan itu agar dirinya tidak mendapatkan luka yang bisa membuatnya kesulitan dibeberapa detik selanjutnya.
Harus Sasuke akui, kalau ia benar-benar kesulitan menghadapi pressure tingkat tinggi dari sang juara bertahan Judo Nasional ini.
'Ugh sialan, aku harus kembali ke rencanaku, jika tidak, aku bisa kalah!'.
Neji yang melihat Sasuke berhasil mundur beberapa langkah tidak tinggal diam, ia lagi-lagi kembali mendekati Sasuke dan bersiap melepaskan sebuah Jab yang menuju ke rahang kanan Sasuke.
*Swung* *Syut*
Sasuke berhasil menghindarinya dengan sedikit menarik tubuhnya ke belakang dan kemudian . . .
*Bam*
Sasuke berhasil melakukan Pull Counter menggunakan Jab kanannya, pukulan itu tepat mengenai rahang kiri Neji. Neji yang terkena pukulan tersebut hanya bisa kaget dan merasakan dirinya tiba-tiba linglung akibat telaknya dampak dari pukulan tersebut yang berhasil mengguncang otaknya.
Serangan Sasuke belum berakhir, ia melakukan Side Step ke sebelah kiri sehingga ia kini berada tepat di depan Neji yang masih dalam keadaan shock.
Sasuke tanpa aba-aba langsung melancarkan Body Blow yang menghantam rusuk kanan dan kiri Neji.
Neji tentu tidak tinggal diam, ia pun berusaha melindungi bagian tubuhnya itu menggunakan kedua tangannya, terus menerus mencoba untuk bertahan dari serangan yang seakan tidak ada jedanya yang dilayangkan oleh si bungsu Uchiha ini.
"Ugkh- siala-n" Neji bergumam frustrasi akibat mendapatkan rentetan pukulan kuat dari Sasuke yang bersarang di tubuhnya. Hal itu pun berhasil membuatnya sedikit mengeluarkan liur dari mulutnya akibat ketidak berdayaannya untuk menahan pukulan bertubi-tubi yang menghujam tubuhnya.
Melihat lawannya sudah mulai tidak berdaya, Sasuke kemudian berinisiatif melakukan pukulan pamungkasnya, yakni Uppercut from Hell.
Dengan gerakan cepat, Sasuke sedikit menundukan tubuhnya dan menempatkan tangan kirinya di sisi tubuhnya, lalu kemudian didetik selanjutnya. . .
*Swung* *BAM*
Uppercut andalan dari Sasuke pun berhasil mendarat ke dagu milik Neji dengan kuat, pukulannya itu juga berhasil membuat tubuh Neji sedikit terangkat dari tempatnya berpijak, kemudian didetik selanjutnya Neji akhirnya terkapar di lantai Aula tidak sadarkan diri.
Dan disaat itu juga lah, seorang Hyūga Neji kehilangan seluruh pengikutnya akibat kembali menelan kekalahan untuk kedua kalinya dari si bungsu Uchiha itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: no pair for today my friend.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? Ganti Judul.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke masa sekarang.
Neji Point of View on.
'Tch sialan, mengingat itu membuatku muak!'.
'Jika aku maju menyerangnya, pasti aku akan di counter dengan sangat cepat, dan jika aku tidak maju mendekatinya, maka tidak akan ada yang memenangkan pertarungan ini karena kami berdua saling menunggu, dan aku tidak mau menunggu untuk membalaskan dendamku!'.
"Oy Neji apa kau takut? Kau mau aku datang ke situ dan menghajarmu lagi seperti yang ku lakukan beberapa bulan yang lalu?".
'Tch, perkataan yang sama seperti sebelumnya, saat itu aku maju dengan amarah yang sudah berada di ujung kepalaku dan kemudian aku melakukan tendangan menusuk ke arah perutnya, lalu. . .'.
'Itu dia! Leg Kick adalah jawabannya! Saat itu dia tidak bisa berkutik ketika aku melakukan Inside Leg Kick ke arah kaki bagian dalamnya dan aku juga berhasil mendaratkan beberapa pukulan setelah serangan itu,-
- Tapi bodohnya saat itu aku bertindak ceroboh dan berpikir bahwa dia sudah habis dan akulah yang akan menenangkan pertarungan itu, aku dengan asal-asalan langsung memotong jarak dan melemparkan Hook-ku kepadanya, hal itu ku lakukan tanpa berpikir kalau dia masih bisa bertahan atau menghindari pukulanku'.
"Kheh teruslah berkata semaumu selagi kau bisa, karena setelah pertarungan ini aku yakin kau akan diam membisu, Uchiha Sasuke!".
'Kali ini aku tidak akan kalah! Aku harus memikirkan serangan lain untuk mendekatinya, aku tidak bisa memakai tendangan lurus itu lagi, ah akan kupakai 'itu' saja!'.
Neji Point of View off.
'Dia menungguku melakukan serangan duluan heh? Tidak seperti biasanya, baiklah aku akan menggunakan gerakan Hit n Run terlebih dahulu untuk membuatnya mengejarku,-
- Kemudian ketika ia memakan umpanku, aku akan langsung melepaskan pukulan tipuan yang membuat pukulanku seakan-akan meleset,-
- Lalu ketika ia akan mencoba meng-counterku, aku akan langsung mengahantamnya menggunakan serangan Pull Counterku dengan telak!' batin Sasuke mencoba memprediksi gerakan yang akan dikeluarkan oleh Neji, Sasuke kemudian kembali memasang senyuman mengejeknya.
Sasuke kembali mengangkat tinjunya, hal itu diikuti dengan gerakan yang sedikit memantul-mantulkan kedua kakinya di atas tanah yang ia pijak.
Saat ini Sasuke menggunakan stance dari petinju yang bertumpu pada speed dan acceleration, yakni stance yang biasa dipakai oleh sang legenda petinju kelas berat yang sekaligus menjadi idolanya, Muhammad Ali.
Sasuke lagi-lagi kembali maju mendekati Neji, kali ini dengan langkah yang sangat ringan bagaikan ia sedang menari menggunakan stance tinjunya itu, ia seakan-akan membuat setiap gerakan yang ia lakukan terlihat sangat elegan bagi sepasang mata yang melihatnya.
Dengan gerakan cepat, Sasuke langsung memangkas jarak mendekati Neji yang masih saja diam di tempatnya dan masih memakai kuda-kuda Karate-nya.
Ketika jarak mereka sudah lumayan dekat, Sasuke tidak langsung menyerangnya, ia memilih untuk memutar-mutari Neji terlebih dahulu.
Hal itu secara langsung membuat Sasuke terlihat seperti seekor predator yang sedang mencari titik lemah dari mangsanya, dan ketika ia mendapatkan apa yang ia mau, ia akan langsung menerjang mangsanya tanpa ampun.
Di sisi lain, Neji masih tetap diam di tempatnya menunggu Sasuke untuk melakukan serangannya. Walaupun tubuhnya tidak bergerak, akan tetapi pandangannya tidak pernah lepas dari sosok Sasuke yang masih saja mencoba mencari celah pada pertahanan kokohnya tersebut.
'Di sana!'.
*Syut/ Dugh*
'H- hah?!'.
Pukulan Jab dari Sasuke meleset dan bersamaan dengan itu, Leg Kick dari Neji berhasil mendarat di kaki kanan bagian dalam Sasuke sehingga membuatnya kehilangan keseimbangannya.
Melihat serangannya berhasil, Neji langsung memangkas jarak mendekati Sasuke yang kehilangan pijakannya. Dengan gerakan cepat, Neji meraih kerah baju Sasuke dan menggunakannya untuk menciptakan momentum bantingan dengan sangat keras.
Neji kembali melakukan bantingan dari Judo yang bernama Seoi Nage.
*Doom*
"Ahk!".
Neji dengan cepat duduk di atas tepat dimana diafragma milik Sasuke berada, sehingga hal itu membuat Sasuke kesusahan untuk mengambil nafas.
"Selamat datang di tempat permainanku pecundang!".
Sesaat setelah itu, Neji langsung melakukan Ground and Pound pada Sasuke dan membuat Sasuke mau tidak mau memakan semua pukulan miliknya yang menuju ke wajahnya tanpa ampun.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
'Ugh sialan, b- bagaimana bisa dia melakukan counter langsung dengan timing yang sesempurna itu? Bahkan aku saja kesulitan untuk melakukan hal itu,-
- Atau jangan-jangan dia sudah terlebih dahulu merencanakannya dari awal?! Sial aku terlalu percaya diri dan berpikir kalau dia hanya akan memukul dan tidak akan melakukan tendangan' batin Sasuke frustrasi.
"HAHAHAHA! AKAN KU TATA ULANG WAJAHMU SIALAN!"
.
.
.
Di sisi lain, yakni para penonton yang sejak tadi menyaksikan pertarungan yang sangat intens ini. Entah kenapa, mereka bisa merasakan sedikit kengerian terhadap anak kelas 1 yang bernama Neji ini.
Bagaimana tidak? Anak ini dengan timing yang sangat pas mampu menghindari Jab super cepat dari Sasuke, ditambah lagi orang itu juga seketika mampu melakukan counter sehingga membuat keadaan kembali memihak kepadanya dan kini si Hyūga itu sedang menghajar Sasuke tanpa ampun.
Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka mereka benar-benar akan menyaksikan pembunuhan secara langsung di tempat ini jika Sasuke tidak dapat menghentikan monster ini.
Well mereka bisa saja menghentikan Neji, tapi mereka lebih memilih diam dan menyaksikan saja, sambil berharap jika pertarungan ini tidak akan berakhir dengan cepat.
Dengan arti lain, mereka masih berharap kalau Sasuke dapat melakukan serangan balik, walau mereka sedikit ragu jika Sasuke bisa melepaskan diri dari Ground and Pound milik Neji.
"Naruto-san! Apa ini baik-baik saja? Kita harus menolongnya!" Lee terlihat panik karena bagaiamana pun juga, jika hal ini terus berlangsung maka Sasuke akan benar-benar tewas.
"Diamlah Lee, Sasuke akan memenangkan pertarungan ini" Naruto memasang wajah serius, pandangannya tidak lepas dari sosok sahabatnya yang tiap detiknya terlihat tidak berdaya akibat pukulan yang tiada hentinya dari Neji.
"Tapi- ".
"Masih terlalu dini jika kau berpikir Sasuke akan kalah dengan teknik barbar seperti itu. Kau tenang saja, dia akan membalikan keadaan ini, percayalah!" Naruto tersenyum tipis menatap Lee dengan memberikan tatapannya yang meyakinkan.
'Sasuke sialan! cepat bangkit dan hajar si She-male itu!' Naruto merutuki Sasuke, ternyata perkataan dan isi hatinya berbeda.
Tentu saja, bagaimana bisa kau tidak panik dan khawatir ketika salah satu sahabatmu sedang dalam keadaan buruk seperti ini? Tapi tetap saja, Naruto yakin kalau Sasuke pasti akan memenangkan pertarungan ini, kenapa? Karena Naruto tahu kalau sahabatnya itu benci kekalahan.
Perlu diingat kalau ada 2 hal yang dibenci oleh sahabat kecilnya itu.
Hal pertama yang paling dibenci oleh Sasuke adalah tomat yang dijadikan Smoothie dan hal kedua atau yang terakhir hal yang paling dibenci Sasuke adalah kekalahan.
Jadi ya Naruto cukup yakin kalau Sasuke dapat mengembalikan keadaan. Semoga saja itu benar.
.
.
.
.
.
Kembali ke pertarungan.
'Ugh, aku bisa mati'.
"HAHAHAHA!"
Tanpa sepengetahuan Neji, posisi duduk yang ia gunakan untuk menekan diafragma milik Sasuke sedikit terangkat, Sasuke yang merasakan hal itu tentu saja tidak mau membuang kesempatan emas itu, dengan cepat ia mengangkat kedua lututnya dan membenturkannya dengan kuat ke punggung Neji sehingga membuat Neji harus terjungkal ke depan.
*Syut* *Bugh*
"APA?!".
Sasuke yang berhasil lepas dari Ground and Pound Neji dengan cepat bangkit dan langsung melakukan tendangan ke tulang rusuk Neji yang masih mencoba mendirikan tubuhnya.
*Dugh*
"AAAHK!".
Setelah Sasuke berhasil mendaratkan tendangannya ke rusuk Neji, ia dengan cepat menyambung serangannya itu dengan melepaskan sebuah hantaman dari lutut kanannya ke wajah Neji yang saat ini masih mencoba mendirikan tubuhnya.
*Bugh*
"UGH!".
"UWOOOO!"
Neji yang terkena hantaman lutut Sasuke kembali jatuh mencium tanah, tidak lupa hal itu juga berhasil membuat hidungnya mengeluarkan darah segar.
Sasuke yang melihat itu tentu tidak mau melepaskan kesempatan itu, ia pun langsung menyarangkan sebuah tendangan keras ke ulu hati Neji sehingga membuatnya harus terseret ke belakang.
*Duakh"
"Guhahh!".
Penonton yang menyaksikan itu kembali dibuat terperangah akan kejadian yang super cepat itu, siapa yang sangka kalau si bungsu Uchiha ini masih bisa melakukan serangan balik setelah memakan banyak pukulan dari si monster Hyūga itu? Freshmen mereka ini benar-benar mengerikan!.
"YOSHAAA, HANCURKAN DIA SASUKE!".
Kembali ke Sasuke, ia yang berhasil menendang Neji kembali melanjutkan serangannya, ia saat ini tengah sibuk untuk menginjak dan menendang kepala dan tubuh Neji yang tersungkur tersebut, mengabaikan peraturan tinju yang selama ini ia selalu pegang teguh.
Bagaimana pun juga, ini adalah pertarungan diluar ring tinju, jadi ia tidak terlalu peduli. . . Mungkin.
.
.
.
Merasa puas, Sasuke pun mundur beberapa langkah, meninggalkan Neji yang masih meringkuk di atas tanah sambil memegangi perutnya kesakitan.
"Oy aku tidak mau memenangkan pertarungan ini dengan cara pecundang seperti itu, bangunlah dan angkat tinjumu dan ayo kita bertarung seperti lelaki sejati!".
Neji yang mendengar itu hanya mendecih kesal, ia benar-benar merasa dipermalukan di sini, karena menurutnya Sasuke sebenarnya bisa saja menghabisinya tadi, karena jujur saja, ia tadi sudah hampir kehilangan semua kesadarannya dan akan pingsan jika Sasuke masih tetap menendangnya.
Neji kemudian berlutut dan mengatur napasnya yang sedikit tersengal-sengal akibat merasakan rasa sakit yang diakibatkan oleh tendangan bertubi-tubi dari Sasuke yang menghantam area tulang rusuk dan perutnya.
Neji bahkan merasakan jika tulang rusuk yang ditendang oleh Sasuke tadi itu retak sehingga membuatnya meraskan sakit yang luar biasa di tulang rusuknya itu, dan hal itu juga berhasil membuatnya sedikit meludahkan darah dari mulutnya.
Di sisi lain, Sasuke juga dalam keadaan yang buruk. Ia meraskan hidungnya patah dan juga merasakan kalau pipinya itu sedikit sobek, sepertinya tulang pipi bagian kiri wajahnya terluka cukup parah, tidak lupa dengan pelipisnya yang terus mengeluarkan darah akibat Ground and Pound yang tadi dilakukan oleh Neji.
"Satu kesalahan karena kau tidak menghabisiku".
"Heh, aku bukan kau yang rela membuang aturan dari Judo-mu, dengan bersikap tidak sopan dan ingin menggunakan Judo-mu itu untuk membunuh!".
"Katakan itu pada dirimu sialan, kau juga mengabaikan aturan tinjumu dan malah menggunakan kakimu untuk menyerang!".
"A- apa! Cih sialan!".
"Dasar bodoh!".
"Apa kau bilang orang buta?!".
"Apa kau tuli hah? Dasar Pantat ayam bodoh!".
"Kkhhh, dasar She-male!".
"Gkh, A- apa?!".
"Hohh, apa aku membuatmu marah tuan- ah tidak, nona Hyūga?".
"Akan kubunuh kau Pantat ayam bodoh!".
"Kalau begitu majulah She-male!".
Lagi-lagi Sasuke berhasil membuat Neji tersulut emosinya dan membuat Neji tanpa sadar langsung maju menerjang Sasuke yang saat ini sudah kembali memasang stance tinju cepatnya.
'Barusan apa yang kita liat itu?' batin para penonton yang dibuat sweatdrop ketika melihat interaksi aneh yang dilakukan oleh Sasuke dan Neji.
.
.
.
.
.
.
.
.
Atap Sekolah (Akatsuki Hideout).
Di tempat itu terlihat ada 7 orang yang memiliki warna dan gaya rambut yang berbeda-beda, ketujuh orang tersebut adalah Yahiko, Nagato, Kisame, Kakuzu, Hidan, Sasori dan yang terakhir adalah Deidara.
Mereka semua sedang menyandarkan bobot tubuh mereka di atas pegangan pagar yang menjadi pembatas dari atap sekolah ini. Sudah 8 menit lebih mereka tidak bergeming dari tempat tersebut demi menyaksikan pertarungan Duo Freshmen yang levelnya benar-benar luar biasa.
"Siapa mereka berdua, Nagato?" Yahiko menatap intens ke arah area pertarungan.
"Yang rambut berwarna hitam kebiruan itu kalau tidak salah adalah adik dari Uchiha Itachi, namanya Uchiha Sasuke dari SMP Konoha,-
- Terus yang satunya lagi, orang itu adalah pemegang juara Judo antar SMP-SMA Nasional sebanyak 2 kali berturut-turut, namanya adalah Hyūga Neji, dia juga berasal dari SMP yang sama dengan Sasuke, yakni SMP Konoha" Nagato menjelaskan panjang lebar tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari area pertarungan tersebut.
"Eh adik Itachi?" Deidara menyahut menatap Nagato tidak percaya.
'Bukankah ini akan sangat merepotkan? Uchiha Empire mendapatkan anak kelas satu yang mempunyai kemampuan bertarung luar biasa dibanding dengan pemenang Freshmen tahun ini,-
- Ditambah lagi Uchiha Sasuke itu adalah adik dari Itachi, orang yang telah 3 kali mengalahkanku. Cih mengingat itu membuatku benar-benar muak!' batin Deidara yang menatap tajam Sasuke yang saat ini sedang jual beli pukulan dengan Neji di bawah sana.
'Sialan apa lagi ini, kenapa si brengsek itu mempunyai adik sehebat ini, sialan-
- Tapi tetap saja, pasukan mereka lebih sedikit dibandingkan dengan Akatsuki. Lagipula kami hanya menunggu satu kata dari Yahiko (hancurkan), maka Uchiha Empire akan kami (Akatsuki) ratakan!' Deidara kemudian meremas pagar pembatas dengan sangat kuat.
Berbicara soal Uchiha Itachi, Deidara benar-benar membenci orang itu.
Deidara seketika mengingat pertarungan terakhirnya melawan Itachi di Naramachi Tenjin Shrine dua bulan yang lalu, di sana ia dan Itachi kembali bertarung untuk yang ketiga kalinya dan pertarungan mereka itu disaksikan oleh semua member dari Akatsuki maupun member dari Uchiha Empire, tidak lupa ada juga beberapa anak SMP yang ikut-ikutan menyaksikan pertarungan tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dua bulan yang lalu. . .
Naramachi Tenjin Shrine, Courtyard.
"Oy Itachi, aku benar-benar akan menghancurkanmu kali ini!" Deidara menatap tajam Itachi, ia juga sedikit meregangkan tubuhnya bersiap untuk menyerang.
"Hah? Kau juga berkata seperti itu 3 minggu yang lalu saat aku mengalahkanmu, apa kau sebodoh itu untuk mencari kata-kata yang lebih bagus untuk memotivasi dirimu sendiri?" Itachi hanya menatap Deidara dingin, tidak lupa ia juga ikut meregangkan anggota tubuhnya.
"Tch Freshmen tahu apa? Mati kau bangsat!".
Tanpa mau berlama-lama lagi, Deidara langsung maju menerjang ke arah Itachi, Itachi yang melihat itu hanya memasang wajah datar dan memilih untuk tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Setelah jaraknya cukup dekat, Deidara langsung melepaskan tendangan lurus ke arah perut Itachi, akan tetapi Itachi berhasil menghindarinya tanpa perlu menggunakan banyak tenaga.
Deidara yang melihat itu hanya mendecih kesal, kemudian beberapa detik setelah kakinya menyentuh tanah, Deidara kembali menyerang dengan melepaskan sebuah Hook kanan yang mengincar sisi rahang kiri Itachi.
Itachi yang melihat itu langsung memiringkan sedikit tubuhnya, menyembunyikan tangan kanannya di sisi tubuhnya yang tanpa Deidara sadari sudah sejak tadi Itachi genggam dengan kuat dan akan menggunakannya untuk melepaskan sebuah counter mematikan yang mengincar rahang Deidara.
*Swung/ Swung*
*Bugh*
Deidara langsung tumbang menghantam tanah dengan sangat cepat, sedangkan Itachi berhasil menghindari pukulan dari Deidara dan sekaligus berhasil melepas counter-nya yang berupa sebuah pukulan lurus mematikan yang tepat mengenai rahang Deidara.
""HAAHHHH?!"".
"A- apa yang terjadi?!".
"Sejak kapan Itachi melepaskan pukulannya!" Sasori terperanjat.
Bagaimana bisa seorang Deidara yang terkenal memiliki kekuatan rahang yang lumayan kokoh bisa dengan mudah pingsan dengan hanya menggunakan satu pukulan saja? Sepertinya Sasori sudah terlalu menganggap remeh Kohainya (Itachi) itu.
"Dan juga bagaimana bisa dia berhasil membuat Deidara pingsan hanya dengan satu pukulan saja?!" Hidan benar-benar kebingungan, apa-apaan ini? Bagaimana bisa seorang Freshmen bisa mengalahkan senpainya hanya dengan satu pukulan saja, seberapa kuat pukulan orang ini?.
Tentu saja ia bingung, karena setahu Hidan, Itachi adalah tipe petarung yang lebih condong ke Speed dan Akurasi, jadi mana mungkin dia memiliki kekuatan pukulan sekuat itu? Apa Hidan selama ini keliru?.
Di sisi lain, Shisui beserta anggota Fraksi Uchiha Empire langsung datang mengerumuni Itachi dan kemudian mengangkatnya ke udara, mereka senang dan juga kagum, karena bagaimana pun juga kemenangan ini benar-benar luar biasa.
Uchiha Itachi, Pemimpin baru mereka ini lagi-lagi berhasil mengalahkan salah satu orang yang berpengaruh di Akatsuki untuk ketiga kalinya.
Kemanangan Itachi ini tentu saja menguntungkan mereka, karena dengan kemenangan Itachi yang impresif ini kemungkinan para Sophomore dan Freshmen yang tersisa akan bergabung ke dalam Fraksi mereka dan membuat Fraksi mereka semakin besar.
Coba saja Fraksi mereka tidak bubar saat itu, maka bisa dipastikan bahwa Uchiha Empire lah yang memiliki member paling banyak dibandingkan dengan Akatsuki.
Uchiha Empire sempat bubar dikarenakan Pemimpin sebelumnya pindah dari KHS akibat sebuah insiden.
Di sisi lain yakni para anak SMP, mereka hanya bisa terdiam cengo, masih belum bisa memproses kejadian apa yang barusan terjadi. Mereka benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, orang yang bernama Itachi itu benar-benar seorang monster!.
Orang itu bisa mengalahkan salah satu petinggi dari Fraksi terkuat di KHS saat ini, yakni Akatsuki hanya dengan menggunakan satu pukulan saja!.
Beralih ke tempat dimana para anggota Akatsuki berada, mereka hanya bisa menundukkan kepala mereka kesal, karena lagi-lagi petinggi mereka kalah dari anak kelas 1 yang tidak lama ini akan naik ke kelas 2.
"Nee Nagato-san, apa yang sebenarnya terjadi?" Kakuzu berkeringat dingin menyaksikan pertarungan yang sangat singkat itu
Kakuzu tahu kalau Itachi adalah petarung tercepat yang dimiliki KHS saat ini, tapi ia benar-benar tidak menyangka kalau Itachi juga memiliki kekuatan pukulan yang luar biasa, yang mungkin bisa mendekati Pemimpin Akatsuki saat ini yakni Yahiko.
"Itu pukulan yang tidak terlihat, kau tahu? Pukulan yang paling menyakitkan adalah pukulan yang tidak terlihat atau pukulan yang tidak pernah kau sadari dari mana datangnya. Kau tidak perlu memiliki kekuatan pukulan yang luar biasa seperti Yahiko, kau hanya perlu akurasi dan timing yang tepat seperti Itachi" Nagato menjeda perkataannya.
"Pukulan barusan yang kalian lihat itu adalah pukulan yang pernah digunakan oleh sang legenda tinju kelas berat, yakni Muhammad Ali saat melawan Sony Liston untuk kedua kalinya. Pertarungan itu berhasil membuat dunia heboh, ada beberapa dari mereka mengatakan kalau pukulan itu memang telak mengenainya dan ada juga yang mengatakan kalau pertarungan itu sudah diatur sedemikian rupa agar Sony Liston yang kalah" Nagato kembali menjeda perkataannya.
"Sang legenda Muhammad Ali menamai pukulan itu dengan nama Phantom Punch, karena pukulan itu memiliki kecepatan dan akurasi yang luar biasa seakan-akan kau dipukul oleh sesuatu yang tak kasat mata, dan Muhammad Ali berhasil mengeksekusinya dengan sempurna sehingga ia berhasil menumbangkan sang mantan juara Heavyweight yang paling mengerikan di era itu" Nagato mengakhiri penjelasannya yang cukup panjang itu.
"Dan seperti yang kita lihat sekarang, Itachi ternyata berhasil mengeksekusi pukulan itu dengan sangat sempurna" tambah Nagato.
"M- mengerikan" ujar seluruh anggota Akatsuki secara bersama, kecuali Yahiko, Kisame dan tentunya Nagato.
Kenapa? Karena mereka bertiga sudah tahu perihal pukulan tersebut, karena mereka bertiga juga sudah pernah beberapa kali menghadapi musuh yang pernah melakukan itu secara sengaja maupun tidak sengaja di pertarungan mereka sebelum-sebelumnya.
.
.
.
Beberapa menit kemudian.
KHS Boys, Kelas 2D.
"Hah! Apa aku kalah lagi?" Deidara seketika terbangun, mendapati teman-temannya kini berada di sekelilingnya.
"Ya" Nagato menganggukan kepalanya sembari membantu Deidara untuk duduk dengan benar.
*Plak*
Deidara menepis tangan Nagato.
"Gmmhhhh, SIALAN! KENAPA AKU SELEMAH INI HAH?! AAGH!" Deidara menjambak rambutnya frustrasi.
Nagato yang melihat Deidara seperti itu hanya mencoba memahami, bayangkan saja kau dikalahkan sebanyak 3 kali secara berturut-turut dengan orang yang sama, ditambah lagi kekalahanmu itu terjadi dengan sangat cepat dan juga disaksikan oleh banyak orang.
"KATAKAN PADAKU YAHIKO! APA SEMUA LATIHANKU SELAMA INI SIA-SIA?!" Deidara mencengkeram kerah gakuran Yahiko yang duduk di sebelahnya.
". . . Tentu saja tidak" Yahiko menatap mata Deidara dengan tatapan yang tenang.
"LALU KENAPA AKU KALAH LAGI HAH?! DAN KALI INI AKU KALAH DALAM HITUNGAN DETIK DI HADAPAN BANYAK ORANG, ITU SANGAT MEMALUKAN! DAN KAU MASIH BERANI BILANG KALAU LATIHANKU ITU TIDAK SIA-SIA?! JANGAN BERCANDA SIALAN!" Deidara mencurahkan seluruh rasa kesalnya kepada Pemimpinnya.
Yahiko yang mendengar itu memasang ekspresi yang biasa-biasa saja, Deidara yang melihat itu membuatnya menggertakan giginya kuat.
"JAWAB AKU SIALAN!" Deidara semakin kesal dan menguatkan cengkramannya pada kerah gakuran Yahiko.
"Hey! Deidara rendahkan suaramu ketika berbicara dengan- ".
"Tidak apa-apa Sasori, biarkan aku menjawabnya" Yahiko menarik ke belakang bahu Sasori yang hampir saja menghajar Deidara.
Cukup, Yahiko tidak mau ada perpecahan di tubuh Akatsuki, ia tahu jika ia membiarkan emosi menguasainya, maka pertemanan yang mereka bangun selama ini akan hancur seketika. Maka dari itu, ia sebagai Pemimpin harus tetap tenang dan tentunya harus memberikan contoh kepada teman-temannya yang lain.
"Latihanmu tidak sia-sia, kesabaran dan ketekunanmu juga tidak sia-sia, akan tetapi amarah dan rasa sombongmu lah yang membuat semua itu tidak berguna" Yahiko balik menatap mata Deidara dengan tatapan yang tajam.
"Apa maksudmu?!" balas Deidara tidak terima, menatap balik kedua mata Yahiko yang terlihat sangat menusuk baginya.
"Kau membiarkan amarah menguasaimu dan membuatmu menyerang tanpa memikirkan pertahananmu,-
- Apa kau pikir dengan menyerang dan terus menyerang bisa membuatmu menang? Kau harus tahu kapan saat menyerang dan juga kapan saat untuk bertahan, berkelahi tidak semudah yang kau pikirkan! Perkelahian bukan hanya soal menyerang dan menyerang saja!" Deidara masih saja mencengkeram kerah gakuran Yahiko, tapi perlahan-lahan, cengkeramannya itu mulai melemah.
"Berkelahi butuh kepintaran untuk mebaca situasi dan keadaan, tidak hanya itu, kau juga butuh Battle IQ yang bagus, dan yang terakhir kau membutuhkan insting bertarung. Semua hal itu bisa kau dapatkan dengan pengalaman, semakin sering kau berkelahi maka satu persatu kelemahanmu dan kelemahan musuhmu akan terekspos,-
- Dan dari situ lah kau bisa menggunakan semua pengalamanmu itu untuk memenangkan perkelahian yang mungkin akan terjadi di masa depan, tapi apa gunanya semua itu jika kau kalah di awal pertarungan akibat membiarkan amarahmu menguasaimu?" Deidara semakin melemahkan cengkeramannya.
Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar perkataan Yahiko yang benar-benar tepat sasaran itu.
"Melawan orang yang memiliki Battle IQ yang tinggi seperti Itachi membutuhkan kesabaran, aku sudah berulang kali memberitahumu bukan? Tapi kau selalu mengabaikannya,-
- Dan juga soal kekalahanmu tadi, jujur saja, jika aku terkena pukulan secepat dan seterukur itu, maka aku juga akan langsung kalah. Itachi adalah bakat alam atau seorang jenius, tapi bukan berarti orang yang bekerja keras tidak dapat mengalahkan bakat alam itu sendiri" Yahiko kemudian tersenyum simpul.
"Kau adalah orang yang kuat Dei, hal yang perlu kau lakukan sekarang adalah mencoba mengendalikan amarah dan menghilangkan kesombonganmu itu. Jika kau berhasil melakukan itu, maka aku yakin kau akan menjadi orang yang lebih hebat dibanding dirimu yang sekarang ini" Deidara sudah sepenuhnya melepas cengkeramannya dari kerah gakuran milik Yahiko.
Deidara benar-benar merasa malu dan merasa bodoh karena selama ini dia lah yang melemahkan dirinya sendiri.
Yahiko yang merasakan cengkeraman Deidara terlepas dari kerah gakurannya secara reflek menarik-narik gakurannya, supaya gakuran kesayangannya itu tidak terlalu kusut pikirnya, Kemudian ia memegang bahu Deidara.
"Dan aku akan membantumu semampuku agar kau bisa mencapai itu, percayalah!" Yahiko memberikan senyumannya yang menyejukan.
Yahiko berjanji kalau ia akan terus membantu teman-temannya untuk berkembang, karena itu adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh seorang Pemimpin suatu kelompok, yakni memastikan tidak hanya dia yang semakin kuat tetapi ia bisa membuat orang-orang yang di sekitarnya juga semakin kuat.
'Aku akan mengalahkanmu Itachi, tunggu saja!' Deidara kembali mendapatkan kepercayaan dirinya, dengan tekad yang baru dan lebih kuat, Deidara telah berjanji kalau ia akan mengalahkan Kohainya yang menyebalkan itu suatu hari nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke masa sekarang.
Selagi Deidara sedang asyik melamun, para Petinggi Akatsuki lainnya masih setia menyaksikan jalannya pertarungan tersebut, yang kelihatannya sudah akan mendekati babak akhir.
"Oh iya, aku baru kepikiran, kenapa kau baru bertanya namanya padahal kita sudah berdiri di sini selama kurang lebih dari 10 menit?" Nagato menatap heran Yahiko yang pandangannya tidak lepas dari pertarungan yang ada di bawahnya, menatapnya dengan tatapan yang berbinar-binar.
"Hehe soalnya aku benar-benar takjub dengan pertarungan mereka yang sangat luar biasa itu sampai-sampai aku tidak bisa berkata-kata!" Yahiko menjawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari area pertarungan.
"Hahh terserah".
"Ah, sepertinya pertarungannya sudah memasuki babak akhir".
"Kau benar, oy Kisame kau mau bertaruh?".
"Aku mau bertaruh dengan siapa pun asal tidak dengan kau Kakuzu, kau curang bangsat!".
'Cih si muka ikan ini!'.
"Naa Yahiko kau mau- ".
"500 yen untuk Sasuke!" Yahiko memotong perkataan Kakuzu dan langsung meletakkan uang taruhannya di atas meja yang berada dekat dari mereka semua.
"Hohh, kalau begitu 500 yen untuk Neji!" Kakuzu juga langsung meletakan uang taruhannya di atas meja.
"Aku 500 yen juga untuk Neji!" Hidan juga ikut memasang taruhannya.
"Kalau begitu aku juga pasang 500, tapi untuk adik Itachi itu" Sasori juga meletakan uang taruhannya di atas meja tersebut.
"Sejak kapan kita menjadi kelompok judi?" Kisame berbisik kepada Nagato, Nagato yang mendengar itu hanya bisa ber-sweatdrop ria.
'Oh iya, aku bisa mengambil keuntungan seperti beberapa hari yang lalu, hehehe' Nagato seketika memasang wajah cerah.
"Oy oy oy, tenang saudara-saudaraku sekalian, aku akan membantu kalian agar pembagiannya rat- "
""Diam kau!"" sahut mereka semua secara bersamaan, kecuali Kisame dan Deidara pastinya.
"Egk!" Nagato seketika murung dan langsung dihampiri oleh Kisame, mencoba menenangkan Nagato dengan mengimingi Nagato sebuah tur gratis ke aquarium besar miliknya dan akan memperlihatkan Nagato koleksi ikan tropisnya(?).
Hahh dasar maniak ikan.
Deidara yang sudah selesai melamun kembali melihat jalannya pertarungan, sepertinya siapa pun pukulannya yang kena maka dia yang akan menang, dengan kata lain, ini sudah masuk babak akhir, hal ini biasa disebut dengan Final Blow.
"Oy semuanya, Final Blow akan segera terjadi!" Deidara memanggil yang lainnya sambil mengisyaratkannya dengan tangan, memanggil teman-temannya untuk mendekat dan kembali menyaksikan pertarungan tersebut.
"Semuanya?! Egkh!" Deidara melihat mereka sedang menganiaya satu sama lain!.
Yahiko mencekik Kakuzu begitu juga sebaliknya, Hidan menarik rambut Nagato sedangkan Nagato mencolok kedua mata Hidan, sedangkan Sasori dan Kisame sedang sibuk menata uang taruhan yang lain, tidak lupa dengan rokok yang masing-masing mereka hisap dengan santainya.
'Sepertinya aku salah pergaulan' Deidara hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan teman-temannya yang sangat aneh itu.
"Hahh terserahlah, lebih baik aku melihat kembali pertarungannya".
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke area pertarungan.
"Hahh hahh, terakhir kali kita bertarung cuma 7 menit dan kau kalah, tapi sekarang kau bisa bertahan lebih dari itu naa Neji, tapi tetap saja kau akan kembali menelan kekalahanmu!".
"Uhuk hahh hahh, tutup mulutmu sialan! Aku lah yang akan berdiri di akhir!".
"Cih aku akan mengakhiri ini, bersiaplah Hyūga Neji!".
"Saa, majulah Uchiha Sasuke!".
"ORRAAA!/ HAAAA!".
Sasuke maju menerjang Neji, ia langsung melancarkan Double Jab dengan cepat, pukulannya itu berhasil mengenai hidung Neji dengan telak.
*Bugh* *Bugh*
"Ghk!".
Seketika hidung Neji mengeluarkan darah segar, tidak sampai di situ, Sasuke kembali melanjutkan serangannya dengan melakukan 1-2 combo, yakni pukulan yang berupa kombinasi antara Jab kanan dan Straight/ Cross kiri yang berhasil mengenai hidung dan pipi Neji.
Melihat serangannya berhasil, ia langsung menunduk demi menghindari counter Hook yang Neji sempat lepaskan. Well, berterimakasihlah kepada refleks seorang petinju yang bisa memprediksi datangnya pukulan seperti ini.
Neji yang melihat pukulannya tidak mengenai apapun hanya mendecih kesal, Sasuke kembali melancarkan serangannya, ia memukul sisi tubuh dari Neji, yakni ke arah rusuk kanan yang tadi ia tendang secara kejamnya.
*Swung* *Tap*
Sasuke membulatkan matanya kelihat melihat Hook kirinya dengan timing yang sempurna berhasil ditahan dengan mudah, kemudian didetik selanjutnya Neji menarik tangan Sasuke yang ia tangkap tadi ke arahnya, kemudian Neji kembali melakukan bantingan.
*Doom*
"Ahk!".
Neji yang masih belum melepaskan tangan kiri Sasuke yang ia gunakan untuk membanting, dengan cepat ia menguncinya menggunakan kuncian Judo miliknya yang bernama Ude Garami.
Ude Garami adalah kuncian dalam Judo yang bertujuan untuk membatasi gerak lawan dengan menitik beratkan kuncian di satu tangan milik lawan, dengan cara membengkokan tangan milik lawan dengan sedikit memutar pergelangan tangan tersebut, tidak lupa sang pengguna menggunakan berat tubuh mereka untuk mengunci pergerakan tubuh bagian atas lawannya.
Sasuke ingat, kuncian ini pernah Neji pakai di pertarungan pertama mereka, dengan cepat Sasuke membelokan tubuhnya dan menghadap tangannya yang sedang terkunci sehingga membuat kuncian dan badan Neji sedikit goyah.
Kemudian dengan gerakan cepat, Sasuke meloloskan tangan kanannya yang tadi berhasil Neji halangi menggunakan berat badannya, kemudian Sasuke memukul telinga Neji sehingga berhasil membuat kuncian milik Neji terlepas sepenuhnya.
*Bugh*
*Ngiiiiiing*
"Ahk!".
Sasuke langsung berdiri dan kemudian menarik Neji bersamanya dan kemudian ia melakukan Clinch, ia mencoba menarik nafas sebanyak-banyaknya.
Well Ground Fight membutuhkan banyak stamina, terlebih lagi jika kau yang dikunci pergerakanmu oleh lawan itu akan sangat menguras staminamu, belum lagi kalau tubuhmu dipaksa untuk menahan berat tubuh lawanmu. Ya pertarungan area bawah itu sangat melelahkan dan sangat menguras stamina!.
Clinch adalah gerakan untuk membatasi gerak lawan, gerakan yang juga digunakan untuk mengambil nafas dan mencoba mengembalikan stamina yang sempat terkuras ketika bertarung, gerakan ini juga bisa membuat penggunanya pakai untuk keuntungannya, ia bisa melepaskan pukulan dalam posisi ini walaupun kekuatan pukulannya tidak sekuat biasanya.
Sasuke berhasil memasukan beberapa pukulannya ke tubuh Neji. Neji juga tidak tinggal diam, ia juga melepaskan beberapa pukulan yang juga mengenai tubuh Sasuke.
Neji kemudian menarik belakang leher Sasuke demi membatasi pergerakan Sasuke, mungkin bagi orang awam mereka kelihatan seperti berpelukan saja, tapi jika kau lihat dari dekat, maka kalian akan melihat kalau mereka berdua masih saling melepaskan pukulan dengan jarak yang sedekat itu.
""Hahh hahh"".
Sasuke menarik badannya dari Clinch yang dilakukan oleh Neji, kemudian ia mendaratkan Jab kanannya yang kembali berhasil mengenai hidung Neji, sehingga membuat Clinch mereka harus terlepas.
Sasuke kemudian melakukan Signature Combonya, yakni 1-2 combo yang mengarah ke hidung dan rahang Neji, kemudian ia mengayun badannya ke bawah dan memiringkan sedikit tubuhnya ke kanan, setelah itu ia melakukan 2 kali Uppercut kiri ke rusuk dan liver Neji.
*Bugh* *Bugh*
"HOEK!" pukulan Sasuke yang mengenai rusuk dan liver Neji membuat Neji kembali memuntahkan darah dari mulutnya. Bersamaan dengan itu, Neji terlihat sudah mulai kehilangan kesadarannya.
Melihat lawannya sudah tidak berkutik membuat Sasuke kembali melanjutkan combonya dengan mengayunkan serangan penutupnya, yakni sebuah Uppercut kiri yang berhasil mengenai rahang Neji dengan telak.
*Bugh*
"Guhahh!".
Neji berhasil dibuat terangkat dari tanah pijakannya akibat terkena Uppercut andalan dari Sasuke.
"Hahh hahh hahh" Sasuke mencoba mengatur ritme pernafasannya yang kacau. Sasuke kemudian tersenyum simpul mengira kalau ia telah memenangkan pertarungan ini.
Bersamaan dengan itu, Neji tiba-tiba menggerakkan tubuhnya dan mencoba untuk berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya.
Setelah beberapa kali terjatuh, ia pun berhasil berdiri walaupun tidak setegap sebelumnya.
Orang-orang yang menyaksikan itu termasuk Sasuke tidak percaya, bagaimana bisa orang ini masih bisa berdiri setelah menerima combo yang semengerikan dan semematikan itu?.
'Hahh hahh hahh, dia bisa menahan combo andalanku?! Seberapa kuat kau Neji?' Sasuke membulatkan matanya, ini buruk, ia sudah tidak bisa melepaskan pukulan kuatnya, staminanya sudah terkuras habis karena sudah memakai combo andalannya.
Jika begini ia bisa kalah, hal yang harus ia lakukan sekarang adalah bertahan dan menghindar, sembari mengumpulkan tenaganya untuk melakukan Final Blow.
'Hahh hahh ugh, sedikit lagi, aku harus bisa mengalahkannya kali ini! Sekarang atau tidak selamanya!' Neji masih mencoba mengembalikan fokusnya, salahkan Sasuke karena sudah membuat matanya berkunang-kunang.
Mereka menatap satu sama lain, bersamaan dengan itu satu kelopak bunga sakura menari-nari meminta agar bisa melepaskan diri dari tangkai pohonnya menuju lantai dunia yang terlihat segar dan subur itu.
Beberapa detik kemudian, daun tersebut pun akhirnya menyentuh tanah. Bersamaan dengan itu, Neji maju menerjang ke arah Sasuke yang ternyata sudah terlebih dahulu memasang kuda-kuda yang lebih Defensif dibanding sebelumnya.
Neji melakukan Fake kiri yang berhasil mengecoh Sasuke yang berusaha melindungi sisi kanannya sehingga membuat sisi kiri tubuhnya terekspos.
Neji kemudian memanfaatkan hal itu dengan melepaskan pukulan ke leher Sasuke sehingga membuat Sasuke tercekat, kemudian Neji melancarkan sikutan menggunakan tangan yang tadi ia pakai untuk memukul leher dari Sasuke, setelah itu ia menghantamkannya ke dada Sasuke lalu kemudian ia menyambungnya dengan pukulan tangan kirinya yang mengincar kepala Sasuke.
Akan tetapi pukulannya itu bisa dihindari oleh Sasuke dengan menundukan kepalanya dan kemudian melakukan Uppercut ke arah dagu dari Neji.
*Swung*
*Tap*
Neji berhasil membloknya dengan menggunakan kedua tangannya, Sasuke yang melihat itu hanya bisa mendecih kesal.
Neji kemudian kembali melancarkan combonya, ia memukul dada Sasuke kemudian ia pindah ke ulu hati Sasuke sehingga membuat Sasuke meludahkan liurnya, kemudian ia menarik tangan kanannya dan menghantamkannya ke belakang telinga kiri Sasuke sehingga membuat Sasuke sedikit terhuyung ke samping.
Seakan tidak mau berhenti, Neji segera melakukan Mawashi geri, yakni tendangan menggunakan kaki kanannya yang berhasil mengenai telinga kiri Sasuke, sehingga membuat Sasuke kembali terhempas ke samping.
Belum sempat Sasuke terjatuh, Neji langsung menangkapnya, berniat melakukan gerakan penutup dari combonya yakni Sode Tsurikomi Goshi.
Neji menarik Sasuke mendekat, kemudian Neji memutar tubuhnya sehingga punggungnya membelakangi Sasuke, setelah itu ia mengangkat sedikit kaki kanannya untuk menciptakan momentum bantingan, tidak lupa ia sedikit menurunkan pinggulnya sehingga membuat tubuh Sasuke sedikit terangkat karenanya,-
- Kemudian Neji menarik tangan kanan Sasuke dan kemudian menggunakan kaki kanannya yang tadi ia angkat untuk mengait pijakan dari kedua kaki Sasuke, setelah itu ia menggunakan pinggulnya itu untuk melakukan bantingan dengan sangat keras.
*Doom* *Bugh*
". . . . .".
""HAHHHH?!!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~
Itu dia chapter 6, kira-kira siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini? Apakah Sasuke ataukah Neji? Jawabannya akan terjawab di chapter depan! Jadi stay tuned ya!.
Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.
Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
