"Hoy sialan, kalian benar-benar tidak mau melihat siapa yang menang antara si Uchiha dan si Hyūga itu, un?!" Deidara berteriak kesal kepada teman-temannya.

Deidara kesal, karena teman-temannya ini masih saja mempertengkarkan taruhan konyol yang tadi mereka sepakati bersama, tentunya hal itu sedikit ditambahi dengan adegan saling tonjok-menonjok satu sama lainnya.

Oh iya, kecuali Sasori dan Kisame, mereka berdua memilih untuk tidak terlibat dengan pertengkaran konyol itu.

Saat ini Kisame sedang menunjukan Sasori koleksi foto peranakan dari sepasang ikan hiu Hammerhead yang ia beri nama Ponpon, yang baru saja ia beli kemarin di toko ikan asal China favoritnya (Pasar gelap).

Sasori yang melihat hal tersebut hanya bisa terdiam takjub. Maksudku, darimana si muka ikan ini bisa mendapatkan dan bahkan bisa memelihara peranakan hiu Hammerhead ini? Bukankah memelihara hewan ini ilegal? Begitu pikirnya.

Kembali ke Deidara, ia kini terlihat semakin kesal karena perkataannya diabaikan.

Well, satu hal yang perlu kalian tahu, Deidara sangat benci ketika ia diabaikan, jadi ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan atensi atau perhatian dari orang yang mengabaikannya.

'Khh, tidak ada cara lain, aku harus menggunakan karya terapik buatanku, karena jika aku menyengat mereka dengan tekanan listrik yang kecil, mereka akan tetap mengabaikanku'.

"Hahh, kalian benar-benar tidak memberiku pilihan lain, un! Kalau begitu rasakan ini. SuperD3i 3.000.000 volt!".

*Bzzt*

""AAAAAAAAAGGGH!""

"HAHAHA, SENI ADALAH SENGATAN!".

"A- AKAN KUBUNUH KAU BANCI PIRANG!".

"A- AKH, AKAN KU CABUTI RAMBUT BANCIMU SATU PERSATU DEI SIALAN!".

"Oit oit oit. Tunggu dulu, sebelum kalian memukuliku aku cuma mau bilang kalau pertarungan dari Duo Freshmen kita akan segera berakhir, jadi ayo nonton dulu!" ujar Deidara yang entah bagaimana dirinya sudah berada di atas tangki air milik sekolah mereka.

Tentu saja dengan niat untuk menjauh dari amukan teman-temannya yang baru saja ia sengat menggunakan 'Masterpiece' inovasi terbarunya.

"Grr, Awas saja kau, setelah ini kau akan kujadikan sesajen untuk Jashin-sama!".

"HAHAHAHA! AKAN KUTATA ULANG WAJAHMU SIALAN!" Tiba-tiba sebuah suara menginterupsi kegiatan 'normal' mereka.

Para Petinggi Akatsuki yang mendengar itu langsung bergegas menghampiri pagar pembatas, mencoba melihat apa yang sedang terjadi di bawah sana.

Kecuali Deidara yang masih berada di atas tangki air milik sekolah mereka.

"Sepertinya adik si Itachi itu akan kalah, benar begitu, Yahiko?" tanya Hidan yang diberi anggukan oleh Kakuzu yang berada tepat di sebelahnya.

"Masih belum, jangan terlalu percaya diri dulu, Hidan" Yahiko menggelengkan kepalanya, tidak menyetujui pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh koleganya tersebut.

Well, jika dilihat dari situasi tersebut, maka tentu saja orang-orang yang melihat keadaan Sasuke akan beranggapan bahwa sama dengan Hidan, tapi tidak dengan Yahiko.

Selain ia tidak rela akan kehilangan uang 500 yen-nya. Ia juga memiliki pandangan tersendiri akan situasi yang dihadapi oleh Sasuke tersebut, ia berpikir bahwa Sasuke sengaja berada dalam posisi tersebut untuk membuat lawannya kehabisan tenaga dan ketika lawannya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka Sasuke akan meng-counternya dan dengan cepat dan mengakhiri pertarungan tersebut.

Ya kurang lebih seperti itulah pemikiran Yahiko saat ini.

"Jangan membual Yahiko, si Hyūga itu sudah memenangkan pertarungan itu, dan juga jangan lupa kalau aku dan Hidan lah yang akan memenangkan taruhan ini!" sahut Kakuzu dengan tatapan mencemooh ke Yahiko.

"Kau tahu? Uchiha itu selalu dipenuhi dengan kejutan" Deidara tiba-tiba menyahuti perkataan duo Kakuzu dan Hidan.

"Hah? Ada apa ini, bukannya kau membenci Uchiha (Itachi)? Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu, Dei?" Hidan memutar tubuhnya menghadap Deidara yang masih setia berdiri di tempatnya.

Hidan benar-benar tidak mengerti hal ini, bukannya si Maniak sengatan ini membenci Uchiha-Uchiha itu?.

"Aku hanya berusaha bersikap objektif di sini. Jika mengingat pertarunganku yang lalu melawan si Itachi itu, aku bisa bilang kalau adik Itachi itu juga memiliki apa yang Itachi miliki. Mereka sama-sama memiliki Speed dan Akurasi yang luar biasa, tapi bedanya adik Itachi itu tidak terlalu hebat dalam menggunakan kepintarannya dalam berkelahi, atau hal yang biasa disebut dengan Battle IQ,-

- Dan jika dilihat dari lamanya pertarungan yang Sasuke lakukan melawan si Neji itu. Aku bisa menyimpulkan bahwa Sasuke memiliki kelebihan didaya tahan tubuhnya, kurasa dia memiliki stamina yang lebih hebat dibandingkan dengan kakaknya sendiri, yakni Itachi" jelas Deidara panjang lebar tanpa mengalihkan sedikit pun tatapannya dari area pertarungan.

"Hoo? Apa hari ini akan terjadi badai? Kenapa kau tiba-tiba menjadi pintar seperti itu, Dei?" ujar Nagato lumayan terkesan dengan apa yang telah disampaikan oleh salah satu sobat begonya ini.

"Pfft, Kau benar Nagato-san, sepertinya sebentar lagi akan terjadi badai" Sasori tiba-tiba tertawa pelan, sungguh perkataan Nagato yang rada nyeleneh itu berhasil membuatnya tertawa kecil.

Deidara yang mendengar hinaan Nagato dan Sasori hanya bisa mengutuk mereka dalam hati.

'Tunggu saja kalian berdua, akan ku pasang D3i super sole 9000 volt di sol sepatu kalian, muahahaha!'.

"Seperti yang Dei bilang, ini belum berakhir!" sahut Yahiko tiba-tiba yang sedari tadi perhatiannya tidak teralihkan sedikit pun dari pertarungan para Freshmennya itu.

"UWOOOO!" Terdengar gemuruh yang dihasilkan olah para murid yang menyaksikan perkelahian Duo Monster Freshmen mereka.

Mereka bersorak bukan tanpa sebab, mereka bersorak karena mereka lagi-lagi berhasil dibuat takjub dengan kehebatan Sasuke yang berhasil meloloskan diri dari Ground and Pound milik Neji, bahkan Sasuke juga berhasil melakukan serangan balik kepada Neji yang baru saja membuatnya benar-benar dalam keadaan yang bisa dikatakan hampir 'membunuhnya'.

"Nah kan? Kubilang juga apa!" sorak Yahiko gembira! Tapi tidak dengan Duo Kakuzu dan Hidan, mereka langsung merutuki Sasuke karena bisa mengembalikan keadaan, dengan begini, uang taruhan mereka berdua harus tertahan.

Tapi mereka yakin, melihat luka yang didapatkan Sasuke membuat mereka berpikir kalau si Uchiha bungsu itu tidak akan bisa membuatnya memenangkan pertarungan ini.

'Ayo kita lihat seberapa kuat kau adik Itachi!' batin Deidara.

.

.

.

.

.

Dan beberapa saat kemudian pertarungan antara Neji dan Sasuke pun sudah mencapai babak akhir.

Mereka menatap satu sama lain, bersamaan dengan itu satu kelopak bunga sakura menari-nari meminta agar bisa melepaskan diri dari tangkai pohonnya menuju lantai dunia yang terlihat segar dan subur itu.

Beberapa detik kemudian, daun tersebut pun akhirnya menyentuh tanah. Bersamaan dengan itu, Neji maju menerjang ke arah Sasuke yang ternyata sudah terlebih dahulu memasang kuda-kuda yang lebih Defensif dibanding sebelumnya.

Neji melakukan Fake kiri yang berhasil mengecoh Sasuke yang berusaha melindungi sisi kanannya sehingga membuat sisi kiri tubuhnya terekspos.

Neji kemudian memanfaatkan hal itu dengan melepaskan pukulan ke leher Sasuke sehingga membuat Sasuke tercekat, kemudian Neji melancarkan sikutan menggunakan tangan yang tadi ia pakai untuk memukul leher dari Sasuke, setelah itu ia menghantamkannya ke dada Sasuke lalu kemudian ia menyambungnya dengan pukulan tangan kirinya yang mengincar kepala Sasuke.

Akan tetapi pukulannya itu bisa dihindari oleh Sasuke dengan menundukan kepalanya dan kemudian melakukan Uppercut ke arah dagu dari Neji.

*Swung*

*Tap*

"Yeah! si Hyūga itu berhasil menahannya, ini semakin jelas bahwa si Hyūga itulah yang akan memenangkan pertarungan ini!" Kakuzu berteriak kegirangan karena 'ayam jagonya' lagi-lagi berhasil membalikan keadaan.

"Tch, lihat saja, Sasuke yang akan memenangkan pertarungan ini!" balas Deidara tidak terima, Yahiko yang mendengar perkataan Deidara menoleh kepadanya, ia kemudian tersenyum simpul.

'Hehh, apakah ini pertanda bahwa kau telah berhasil berdamai dengan dirimu sendiri, Dei? Baguslah kalau kau sudah bisa menerima kemampuanmu, yang bisa dikatakan masih sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk bersaing dengan Itachi,-

- Tapi tetap saja, aku masih ingin untuk terus membantumu agar dapat mencapai level Itachi, tapi itu semua tidak akan berjalan dengan baik jika kau tidak dapat memahami kelebihan atau kekuranganmu sendiri' Yahiko kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke area pertarungan yang tadi sempat ia abaikan.

.

.

.

Kembali ke pertarungan, Neji yang berhasil memblok pukulan Sasuke menggunakan kedua tangannya hanya tersenyum mencemooh, Sasuke yang melihat itu hanya bisa mendecih kesal.

Neji kemudian kembali melancarkan combonya, ia memukul dada Sasuke yang kemudian pukulannya itu pindah ke ulu hati Sasuke sehingga membuat Sasuke meludahkan liurnya, kemudian ia menarik tangan kanannya dan menghantamkannya ke belakang telinga kiri Sasuke sehingga membuat Sasuke sedikit terhuyung ke samping.

Seakan tidak mau berhenti, Neji segera melakukan Mawashi geri, yakni tendangan menggunakan kaki kanannya yang berhasil mengenai telinga kiri Sasuke, sehingga membuat Sasuke kembali terhempas ke samping.

Belum sempat Sasuke terjatuh, Neji langsung menangkapnya, berniat melakukan gerakan penutup dari combonya yakni Sode Tsurikomi Goshi.

Neji menarik Sasuke mendekat, kemudian Neji memutar tubuhnya sehingga punggungnya membelakangi Sasuke, setelah itu ia mengangkat sedikit kaki kanannya untuk menciptakan momentum bantingan, tidak lupa ia sedikit menurunkan pinggulnya sehingga membuat tubuh Sasuke sedikit terangkat karenanya,-

- Kemudian Neji menarik tangan kanan Sasuke dan kemudian menggunakan kaki kanannya yang tadi ia angkat untuk mengait pijakan dari kedua kaki Sasuke, setelah itu ia menggunakan pinggulnya itu untuk melakukan bantingan dengan sangat keras.

*Doom* *Bugh*

". . . . .".

""HAHHHH?!!".

"D- Double Knock out?!" ujar Sasori yang berhasil lepas dari keterkejutannya, ia menatap tak percaya dengan apa yang barusan saja ia lihat.

Nagato kemudian mencoba mencari penjelasan dari sebuah pertarungan yang sangat mengejutkanya ini, pertarungan yang baru saja disajikan oleh para Freshmen ajaib dari KHS.

"Apa-apaan ini?! Bukannya Neji berhasil membanting Sasuke dengan teknik yang sempurna? Tapi kenapa Neji juga ikut-ikutan pingsan? Apa jangan-jangan-".

"A- aku melihatnya!" berkeringat dingin, Deidara tiba-tiba memotong ucapan Nagato sehingga membuat mereka semua berbalik menatapnya, menunggu perkataan apa yang akan Deidara keluarkan.

"Tidak salah lagi itu adalah. . .".

"Phantom Punch!"


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King!"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: no pair for today my friend.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia?.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


KHS Boys - Courtyard, Monday at 8:27 am.

". . .".

Beberapa detik setelah peristiwa Double Knockout terjadi, keheningan menghinggapi murid-murid yang berkerumun mengelilingi area lapangan tersebut, mencoba mencerna kejadian apa yang barusan terjadi di hadapan mereka semua.

"HAHHHH?!!".

Didetik berikutnya kegaduhan terdengar menyelimuti keheningan yang sempat terjadi di tempat itu, karena hal ini terlalu aneh bagi mereka.

Maksudku, bagaimana bisa si Neji itu pingsan? Bukannya ia baru saja melakukan bantingan dengan sempurna kepada Sasuke? Apa kepalanya juga ikut terbentur saat ia melakukan bantingan itu? Tapi rasanya itu tidak mungkin karena bagaimanapun juga mereka tahu bahwa Neji itu juara Judo antar SMP-SMA se-Jepang, jadi kesalahan fatal tersebut kemungkinan terjadinya sangat kecil!.

Pertanyaan-pertanyaan terus berputar di otak mereka. Dilihat dari sisi manapun juga, hasil dari pertarungan ini benar-benar mengkhianati hasil yang didamba-dambakan oleh masing-masing dari mereka yang tadi sempat mengira kalau Neji lah yang akan memenangkan pertarungan ini.

Tapi nyatanya pertarungan ini hanya menghasilkan hasil imbang saja.

Pertarungan dengan hasil imbang mungkin banyak terjadi, akan tetapi hasil imbang yang barusan mereka liat itu dikategorikan aneh dan langka!.

Kenapa langka? Karena kebanyakan pertarungan yang berhasil imbang diakibatkan oleh kedua kubu yang bertikai tidak dapat mengangkat tinjunya lagi akibat kelelahan,-

- Kemudian ada juga yang sama-sama menyerah karena masing-masing dari mereka frustrasi akibat tidak dapat meng K.O. lawannya,-

- Lalu yang terakhir yakni Last Blow.

Kebanyakan Last Blow yang mereka pernah lihat diakibatkan oleh kesepakatan secara tidak langsung dari kedua belah pihak untuk melakukan benturan akhir yang mengharuskan kedua kubu yang bertikai harus melepaskan pukulan terhebat mereka tanpa perlu memikirkan pertahanan mereka.

Sehingga bagi siapa saja yang berhasil bertahan dari Last blow itu akan otomatis keluar sebagai pemenangnya.

Akan tetapi Last Blow ini juga bisa mengakibatkan kedua kubu yang melakukan benturan tersebut terkena Double Knockout sehingga menghasilkan hasil yang imbang.

Pengecualian untuk pertarungan antara Neji dan Sasuke yang baru saja mereka saksikan tadi, mereka berdua tidak melakukan Last Blow dan pertarungan yang tadi mereka lihat itu sudah jelas memperlihatkan kalau Neji lah yang akan memenangkan pertarungan itu karena cuma Neji yang melakukan serangan penghabisan saat itu.

Akan tetapi, diluar dugaan, Neji juga malah ikut-ikutan pingsan, sangat aneh bukan?.

"N- Naruto-san! apa yang terjadi?" Lee meneguk ludahnya kasar, tidak lupa keringat dingin yang mengalir dari dahinya.

"Double Knockout" jawab Naruto santai.

Jujur, Naruto juga merasa terkejut, namun keterkejutannya sedikit berbeda dari murid-murid yang ada di sekitarnya, yang kebenyakan dari mereka terkejut dengan hasil pertarungan yang imbang dan membuat keduanya pingsan.

Yang membuat Naruto terkejut adalah ketika ia melihat kecepatan dan ketepatan pukulan dari sahabatnya itu. Well bagaimana pun juga, melepaskan pukulan secepat dan seakurat itu dan dalam kondisi yang bisa dibilang sangat-sangat sulit yang hampir mendekati kata mustahil itu menurut Naruto adalah sebuah pencapaian yang sulit ditiru oleh orang lain.

Ah ya dan satu lagi, Naruto juga dibuat terkejut dengan satu fakta bahwa ada seseorang seumuran mereka yang hampir saja mengalahkan sahabatnya itu. Memikirkan hal itu membuat Naruto secara tidak sadar mengeluarkan senyum mengerikannya.

'Hehh menarik, apa ada lagi orang sehebat orang ini? Aku tidak sabar untuk bertarung melawan orang sekuat dia, atau mungkin aku akan melawan orang ini di masa depan! Ya, semoga saja' batin Naruto.

"Iya aku juga tahu itu, tapi yang kumaksud itu bagaimana bisa? Apa Neji-san tidak sengaja membenturkan kepalanya saat membanting Sasuke-san?" ujar yang Lee sedikit kesal karena Naruto memberikan jawaban yang sangat membantu untuk bangsa dan negara ini!.

Hahh, orang-orang juga tahu kalau itu adalah Double Knockout, salahnya juga sih karena memberikan pertanyaan yang kurang detail untuk orang seperti Naruto ini.

"Hm, memangnya kau tidak melihatnya, Shin? Sebelum Sasuke menyentuh tanah ia berhasil melepaskan pukulan Cross kanan yang sangat cepat yang mengenai rahang Niji, kemudian didetik selanjutnya, ketika Sasuke terbentur di atas tanah Niji juga ikut pingsan, karena pukulan Sasuke mengenai rahangnya dengan telak" balas Naruto acuh kemudian mengecek waktu pada arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"B- Bagaimana bisa Sasuke-san melepaskan pukulan Cross dalam waktu yang sangat singkat dan dalam situasi dan kondisi seperti itu?! Aku tahu dia petarung yang mengandalkan kecepatan, akan tetapi melepaskan pukulan dalam keadaan seperti itu. . . itu terlalu cepat kau tahu?" Lee memegang kepalanya pusing.

"Oh dan satu lagi, nama lawan dari Sasuke-san itu Neji, bukan Niji!" Lee menggeleng-gelengkan kepalanya, apa benar daya ingat Naruto sepayah itu? Ataukah memang dianya saja yang tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitarnya?.

"Tentu saja dengan melakukan latihan, aku yakin jika kau terus latihan dan memiliki mentor yang bagus, aku yakin kau juga akan mencapai levelnya" jelas Naruto.

Ia kemudian menarik Lee untuk memisahkan diri mereka dari kerumunan para murid yang masih saja sibuk berdebat dengan hasil pertarungan yang mereka saksikan, Naruto dan Lee kemudian berjalan menuju ke arah Sasuke dan Neji yang masih tergeletak di posisi mereka masing-masing.

"Hm, kau benar juga. Baiklah mulai saat ini aku akan lebih giat lagi dalam berlatih dan juga aku akan meminta Guy-senpai untuk menjadi mentorku, karena berhubung hari ini dia sudah keluar dari Rumah Sakit!" ujar Lee dengan mata yang berbinar-binar.

Dirinya semakin semangat untuk berlatih untuk menjadi lebih kuat, karena bagaimana pun juga, dia tidak bisa berdiam diri saja setelah melihat perbandingan kekuatan antara Neji, Sasuke dengan dirinya sendiri.

Ya walaupun bisa dibilang ini sedikit tidak adil, karena Lee masih tergolong baru dalam dunia seni bela diri seperti ini, ia baru mempelajari bela diri ketika ia naik ke kelas 2 SMP, dengan alasan ia sering sekali dirundung saat ia masuk ke SMP.

Entah karena apa, ia juga tidak tahu menahu soal kenapa ia terus saja dirundung.

Sedangkan untuk Neji dan Sasuke, ia pernah mendengar bahwa mereka berdua sudah lama dalam hal ini, mereka berdua sudah sedari kecil diajari bela diri oleh orang tua mereka masing-masing, ditambah lagi banyak orang yang mengatakan kalau mereka berdua itu adalah prodigi dalam seni bela diri itu sendiri.

Agak susah memang untuk Lee agar bisa mengejar ketertinggalan dari kedua orang itu, tapi ia tetap yakin bahwa suatu saat nanti ia akan bersanding sejajar dengan mereka berdua, tentu saja dengan kerja keras, ia yakin akan bisa mencapainya walau mungkin tidak dalam waktu dekat ini.

Selagi Lee sibuk dengan pikirannya, Naruto terus saja menarik kerah gakuran Lee untuk mendekati Sasuke yang jaraknya kurang dari 10 meter dari tempatnya berdiri, ia juga bisa melihat di depannya ada sekitar 5 murid kelas 1 yang juga mendekat ke arah yang sedang ia tuju.

'Apakah itu teman-teman dari si Niji itu? Jika benar begitu, berarti aku harus cepat-cepat dan membawa Sasuke menjauh sebelum mereka melukai Sasuke yang sedang pingsan itu' batin Naruto yang kemudian agak sedikit mempercepat langkahnya, menorobos kerumunan orang-orang yang ada di depannya, menuju ke arah sahabatnya yang sedang terbaring tak sadarkan diri.

Jika kau bertanya, kenapa Naruto bisa berpikiran seperti itu? Jawabannya simple, ia sering sekali berada dalam keadaan seperti itu ketika ia masih menjadi bocah SMP.

Salah satu kejadian yang ia masih ingat sampai sekarang adalah ketika ia dan kawan-kawannya melakukan peperangan terakhir mereka sebelum mereka masuk SMA, Naruto pernah mengajak perang seluruh SMP terkuat yang berada di wilayah mereka tinggali saat itu, yakni Kyoto.

.

.

.

.

.

.

.

.


Ia mengingat ketika sahabat merahnya pingsan setelah mengalahkan salah satu dari 5 Boss yang masing-masing mereka lawan.

Mereka berperang melawan 4 SMP yang bekerja sama dengan 1 Geng yang menguasai wilayah itu. Naruto saat itu juga sudah berhasil membuat aliansi dengan 3 SMP dan 1 Geng lainnya yang telah ia taklukkan.

Jadi bisa dibilang ini adalah peperangan skala besar yang melibatkan 8 SMP dan 2 kelompok Geng SMP terkuat yang ada di Kyoto, dan yang mereka lawan adalah sekolah-sekolah yang memiliki kekuatan luar biasa kuat untuk seumuran anak SMP saat itu.

Saat itu, tersisa Naruto dan beberapa teman-temannya saja yang masih sadar di antara kerumunan murid-murid SMP yang tergeletak tidak sadarkan diri di pelabuhan tua yang mereka gunakan sebagai tempat baku hantam ini.

Saat itu Naruto bisa melihat Shikamaru dan Chōji yang sudah terlebih dahulu pingsan akibat kelelahan melawan Wakil Boss dari SMP Kumo dan Boss dari SMP Iwa.

Melihat itu membuat Naruto harus memastikan kalau sahabat-sahabatnya itu berada dalam kondisi yang aman untuk sekadar beristirahat (baca: pingsan).

Naruto ingin sekali mengamankan mereka berdua dengan membawa mereka berdua menjauh dari tempat peperangan ini, akan tetapi ia benar-benar kelelahan dan juga tempat mereka berdua berada agak jauh dari tempat Naruto berdiri.

Naruto bisa saja meminta tolong kepada teman-teman lainnya yang masih sadar untuk membantunya, akan tetapi Ia tidak mau membebani mereka, karena berdiri saja mereka kesusahan apalagi harus membopong kedua sahabatnya itu, dengan kata lain, ia tidak mau menjadi Ketua yang egois.

Kemudian Naruto mendecih kesal karena ketidak berdayaannya untuk membantu sahabatnya yang sedang pingsan itu. Karena bagaimana pun juga, ini adalah sebuah perang besar, bisa saja ada anak buah dari salah satu Boss yang tidak terima karena pemimpin mereka dikalahkan dan mencoba menuntut balas dendam dengan menghajar sahabat-sahabatnya yang sedang tidak berdaya itu.

Walaupun Naruto sudah mengalahkan Boss dari kelompok lawannya, tetapi bawahan dari Boss-boss yang ia dan sahabatnya kalahkan itu masih saja bertarung, itu cukup menjengkelkan karena tenaga Naruto beserta sahabatnya sudah mulai habis bahkan semua sahabatnya sudah tidak mampu untuk berdiri lagi.

Naruto kemudian mengecek kembali tempat Shikamaru dan Chōji berada, setelah memastikan tidak ada lagi orang yang berpotensi untuk melukai Shikamaru dan Chōji, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah satu sahabatnya lagi yakni sahabat merahnya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Dan apa yang Naruto lihat, ternyata ada segerombolan murid yang jika dilihat dari seragamnya memiliki tulisan Kiri, sama dengan Boss yang baru saja sahabat merahnya itu kalahkan, gerombolan murid itu berjalan mendekati sahabat merahnya dengan langkah yang terseok-seok.

Naruto langsung merutuki orang-orang itu, dengan sekuat tenaga Naruto memaksakan dirinya untuk berlari menuju gerombolan orang tersebut, mencoba menghalangi niat jahat mereka yang ditujukan kepada sahabatnya yang pingsan itu.

*Hop*

Kemudian Naruto melompat tinggi dan menyiapkan kaki kanannya untuk melakukan sebuah tendangan yang mengincar orang terdepan dari gerombolan tersebut.

*Duak*

Dengan telak, tendangan tersebut mengenai leher orang itu hingga membuatnya terlempar ke belakang dan menabrak 3 orang yang berada tepat di belakangnya, orang yang terkena tendangan tersebut pun langsung tidak sadarkan diri telaknya tendangan yang mengenai lehernya tersebut.

*Tap*

Setelah Naruto mendaratkan kakinya, ia kemudian melanjutkan serangannya kepada 3 orang yang saat ini sedang menjadi bantalan dari orang yang baru saja ia berikan tendangan mautnya, baru saja mereka bertiga mencoba untuk bangkit dari jatuhnya, Naruto sudah terlebih dahulu menyambut mereka dengan sebuah tendangan.

*Bugh*

"AAAGK!".

Naruto menendang sisi kanan perut dari salah satu murid tersebut sehingga membuat murid itu terlempar ke samping saking kuatnya tendangan dari Naruto, tendangan miliknya itu berhasil membuat murid itu berteriak kesakitan dan memegangi perutnya yang baru terkana tendangan itu.

Berpindah ke orang kedua yang berada di depannya, dengan cepat Naruto menarik kepala orang itu dan mengarahkannya menuju lutut kanannya yang baru saja ia tekuk.

*Dugh*

"GUHAHH!".

Hantaman dari lutut Naruto berhasil membuat hidung orang tersebut patah sehingga mengeluarkan darah yang sangat banyak.

Hal itu sontak membuat orang itu terbaring sambil memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah.

Kemudian Naruto mengalihkan pandangannya ke arah orang terakhir yang masih terduduk melihat teman-temannya dihajar secara brutal oleh Naruto.

Orang itu dengan susah payah menelan ludahnya, bulir-bulir keringat mulai turun dan membasahi wajahnya yang kini menyiratkan tampang yang terlihat sangat ketakutan.

Orang itu kemudian mendongak menatap wajah Naruto yang kini sedang menatapnya dingin, orang itu tiba-tiba menangis dan meminta Naruto untuk mengampuninnya.

Naruto kemudian mengatakan kepada orang itu kalau orang itu tidak mau merasakan penyesalan di kemudian hari, maka jangan pernah sekali-kali untuk mencoba mencelakai teman-temannya lagi.

Naruto benar-benar serius, ia akan menghajar siapa saja yang berani untuk mencelakai teman-temannya.

Saat itu Naruto bahkan sudah siap untuk mematahkan kedua tangan orang itu jika saja orang itu tidak meminta ampun dan mencoba untuk melawannya.


.

.

.

.

.

Naruto yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba terganggu oleh seseorang bertubuh sangat besar yang menghalangi laju jalannya.

*Dugh*

"Aduh! Kenapa kau tiba-tiba berhenti Naruto-san?" Lee sedikit kebingungan, karena Naruto tiba-tiba menghentikan langkahnya sehingga membuat kepala mereka berdua terbentur.

Naruto mengabaikan pertanyaan dari Lee, netranya kini menatap bingung kepada pria besar yang jika dilihat dari pakaiannnya, pria besar itu memakai pakaian seperti seorang guru.

Tiba-tiba orang yang dimaksud mengangkat tubuh Sasuke dan Neji dan kemudian meletakkan mereka berdua masing-masing di kedua bahunya.

*Kriiing*

Bersamaan dengan itu, terdengarlah bunyi bell yang menandakan bahwa mereka sudah harus masuk ke dalam kelas mereka masing-masing, karena proses belajar mengajar akan segera dimulai.

"SEMUANYA MASUK KE KELAS KALIAN!" teriak garang dari pria besar tersebut sehingga membuat kerumunan para murid yang mengetahui siapa pria itu langsung berlari masuk ke gedung sekolah, tanpa bantahan sedikitpun.

Sedangkan para Freshmen yang mendengar itu hanya menatap pria besar itu, bingung.

"Hiiiiiii! I- itu?!" Lee menatap horor ke arah pria besar yang berada di depan Naruto.

"Hm, kau tahu siapa dia Jill?" Naruto heran, apa yang membuat si Alis tebal ini terlihat ketakutan seperti itu, apakah ia tahu soal pria berbadan Gorila ini?

"I- itu Ibiki-sensei, dari cerita yang kudengar, ia pernah menghajar beberapa murid KHS sampai membuat mereka mengalami koma selama 2 bulan!" Lee berbisik pelan ke telinga Naruto, tidak lupa ia mencuri-curi pandang ke arah Ibiki yang ada di depannya yang saat ini tengah memasang raut wajah yang mengerikan.

Lee yang tidak sengaja menatap mata dari Ibiki tiba-tiba langsung bergidik ngeri, seakan-akan tatapan dari Ibiki itu menjanjikan kematian bagi siapapun yang melihatnya.

"Hah?! Bukannya itu keterlaluan? Kenapa dia tidak dipecat kalau begitu?" Naruto benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

Bagaimana bisa orang seperti ini bisa menjadi guru di sekolah ini? Ia tahu sekolah ini diisi oleh para berandalan, akan tetapi, menghajar mereka sampai koma itu sudah keterlaluan.

Sepertinya rumor bahwa KHS Boys diisi oleh orang tidak waras itu benar adanya.

Tidak murid, tidak guru, semuanya sama saja! Naruto semakin kebingungan dengan informasi yang baru saja ia dapatkan dari si Alis tebal yang berada di sebelahnya ini.

"Katanya, dia pernah akan dipecat, akan tetapi dia mengancam Kepala Sekolah kalau dia akan membawa anggota dari geng Yakuza-nya untuk membakar sekolah ini, dan bahkan dia juga mengancam untuk membakar rumah milik Kepala Sekolah itu sendiri!" tambah Lee mendramatisir.

Bulir-bulir keringat terus-menerus berjatuhan dari dahinya, ia kini merasakan kalau dirinya mual, Lee benar-benar takut dengan sosok gurunya yang satu ini.

"Tidak hanya itu, dia bahkan pernah ditangkap oleh para polisi karena memukul beberapa penjual di pasar! Saat ia hendak dimasukkan ke dalam mobil polisi, dia tiba-tiba saja melakukan perlawanan dan menyundul body mobil polisi sampai-sampai membuat body mobil itu penyok!" tambah Lee yang semakin bergetar ketakutan.

Kaki Lee sudah seperti agar-agar sekarang, ia benar-benar akan pingsan jika ia terus berusaha mengingat rumor-rumor yang ia dapatkan mengenai guru yang ada di hadapannya ini.

*Glug*

Naruto yang mendengar perkataan Lee dengan susah payah menelan ludahnya pahit, orang ini sudah bukan seorang guru lagi, akan tetapi seorang kriminal!.

Apakah sekolah ini semiskin itu sampai-sampai tidak bisa mendapatkan guru yang layak dibandingkan dengan si Gorila ini?! Ah atau jangan-jangan si Ibiki ini ingin tetap menjadi guru di sini agar ia bisa dengan leluasa merekrut berandalan-berandalan di sini dan menjadikan mereka sebagai anggota di Geng Yakuza-nya tanpa perlu membayar mereka?.

Begitulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang menari-nari di dalam otak milik si Monster kuning ini.

Ibiki yang mendengar itu hanya bisa sweatdrop.

'Siapa yang membuat rumor itu?' pikirnya.

Beberapa Freshmen yang tidak sengaja mendengar perkataan Lee juga ikut ketakutan, dan kemudian beberapa dari mereka memutuskan untuk berlari masuk ke dalam gedung kelas mereka masing-masing.

Well, mereka tidak mau mati konyol di sini.

Sedangkan sisa Freshmen yang lain, mereka juga sebenarnya merasa ketakutan, akan tetapi ego mereka yang membuat mereka untuk tidak percaya dengan ketakutan yang menghinggapi mereka itu.

"Tch, omong kosong! Matilah kau!" tiba-tiba salah seorang Freshmen yang masih ada di lapangan menyerang Ibiki.

"Ugh" bersamaan dengan itu, Neji tampaknya sudah mulai siuman, tubuhnya kini menggeliat, menandakan ia akan sadar sebentar lagi. Bersamaan dengan itu. . .

*Dugh*

Sebelum murid yang menyerang Ibiki berhasil melayangkan pukulannya, murid itu sudah terlebih dahulu terkena kaki dari seseorang yang digendong oleh Ibiki, yakni Neji.

Kaki Neji tersebut tepat mengenai pelipis murid itu sehingga membuat pelipis murid itu sobek dan mengeluarkan darah segar.

Murid tersebut pun jatuh terduduk dan kemudian ia meraba pelipisnya yang mengeluarkan darah.

"Da- darah di matanya, dia buta! Huaaaa!" Lee yang melihat itu semakin ketakutan, ia pun berlari meninggalkan Naruto.

Para Freshmen yang melihat itu seketika mengekor di belakang Lee, ikut berlari menjauhi guru yang menurut mereka sangat brutal itu.

Well, mereka tidak mau anggota tubuh mereka hilang jika terus berdiri di dekat guru gila yang baru saja membuat 'buta' mata muridnya sendiri.

Hahh Lee, kenapa kau menjadi penyebar hoax yang handal?.

"Kau tidak apa-apa nak?" Ibiki mengulurkan tangannya mencoba meraih tangan murid yang tadi mencoba menyerangnya, yang entah kenapa tiba-tiba pelipis murid tersebut bisa sobek dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak.

Murid yang pelipisnya berdarah kemudian mendongak menatap Ibiki yang mengulurkan tangan kepadanya, seketika ia bisa melihat sosok Ibiki yang saat itu terlihat seperti seorang iblis yang ingin memakannya.

"Hiiiiiii" murid itu pun lari ketakutan meninggalkan Ibiki yang mematung di tempatnya. Semua ini karena si Alis tebal yang menyebarkan berita palsu.

Hahh dasar si Alis tebal, terlalu melebaikan sesuatu yang tidak-tidak.

"Hahh" Ibiki menghela nafas lelah, kenapa ia selalu berada di posisi seperti ini? Orang-orang selalu salah paham dengannya.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah murid yang tersisa di sampingnya, yakni Naruto.

"Aku melihatnya, kaki dari si Niji itu yang mengenai pelipis murid tadi sehingga membuat pelipisnya sobek" ujar Naruto menatap Ibiki tepat di matanya.

Sepertinya otak leletnya sedang bagus-bagusnya hari ini, ia sekarang lumayan paham akan sedikit situasi yang dihadapi oleh gurunya ini, sepertinya gurunya ini sering disalah pahami oleh orang lain karena perawakannya bisa dibilang mengerikan.

Tapi itu hanya sebatas asumsinya saja, mungkin saja perkataan Lee lah yang benar? Entahlah, ia tidak terlalu peduli.

Tapi ada satu hal yang harus Naruto lakukan saat ini, yaitu menjaga jaraknya dari guru Gorila ini, ia setidaknya harus memastikan dulu, apakah rumor tersebut benar adanya atau cuma bualan semata.

"Ini sudah jam pelajaran, silahkan pergi ke kelasmu!" Ibiki menatap Naruto datar disertai dengan suara yang datar pula.

"Baik, kalau begitu aku duluan Sensei, oh iya aku titip sobatku ya!" Naruto memberikan senyuman simpul kepada Ibiki, Naruto kemudian berlari menuju kelasnya.

'Jadi si Niji itu yang menang? Ia sudah lebih dulu siuman dibandingkan dengan Sasuke, kurasa Sasuke tidak akan sadar dalam waktu yang sebentar, bagaimanapun juga, Sasuke mendapatkan luka yang lebih parah dibandingkan si Niji itu,-

- Well itu karena tadi kepalanya beberapa kali dibanting ke tanah dengan keras, sedangkan di lain sisi, Niji hanya mendapatkan luka lebam di berbagai sisi wajahnya dan juga ada beberapa pukulan yang mengenai tubuhnya. Jadi tentu saja si Niji itu tidak terlalu parah dibandingkan dengan Sasuke,-

- Hahh kuharap Sasuke tidak mengalami cedera otak atau semacamnya' batin Naruto panjang lebar, ia sangat khawatir kepada sohibnya itu.

Beralih ke Ibiki yang masih berada di lapangan, matanya masih menatap Naruto yang sosoknya mulai memudar dari pandangannya.

'Heh menarik, anak itu berbicara padaku dengan menatap langsung ke mataku, aku akui anak itu sangat berani' batin Ibiki, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju UKS milik sekolah, mengantarkan kedua muridnya ini yang sama-sama babak belur akibat perkelahian mereka tadi.

Ya tadi ia menyaksikannya juga, kenapa ia tidak menghentikannya? Ya karena sekolah ini sama sekali tidak mempermasalahkan perkelahian, karena sebenarnya sekolah ini bisa dibilang mengambil kurikulum semi militer, jadi sekolah ini memiliki fokus pada fisik dan daya tahan tubuh para muridnya.

Sayangnya orang-orang di sini sering salah paham, mulai dari masyarakat sekitar sampai murid-murid yang ada di sekolah ini.

Sehingga kesalahpahaman itu membuat mereka mencap kalau sekolah ini adalah sekolah berandalan yang tidak memiliki kurikulum pembelajaran sama sekali.

Hahh mereka dan ketidaktahuan mereka, asal kalian tahu, sekolah inilah yang paling banyak memasok lulusan mereka menjadi tentara muda, bahkan ada beberepa dari mereka yang menjadi polisi dan juga bahkan kebanyakan dari mereka menjadi rekrutan Yakuza.

Berkata soal Yakuza, Ia kembali mengingat perkataan murid kelas satu yang memiliki alis tebal tadi perihal rumor tentang dirinya yang sama sekali tidak benar adanya.

Jujur, ia tidak tahu sejak kapan rumor-rumor palsu itu menyebar, lagipula ia juga tidak peduli, karena dengan adanya rumor-rumor itu bisa dibilang hal itu dapat membuat pekerjaannya untuk menertibkan murid-murid di sekolah ini menjadi jauh lebih mudah.

.

.

.

.

.

.

.

.


Inuzuka Industrial High - Parking Lot, Monday at 8:10 am.

"Bagaimana Dosu, apakah semuanya sudah di sini?" tanya Sakon di balik kemudi motor yang ia dan saudara kembarnya (Ukon) tunggangi.

Kemudian Sakon menolehkan kepalanya ke sebelah kanan, tepatnya ke arah Dosu yang saat ini sedang sibuk menghitung jumlah total dari anggota yang berada di tempat parkir Sekolah Industri Inuzuka ini.

Tiba-tiba datang sekelompok murid yang mendekat ke arah mereka.

"Kau mau kemana Sakon, Ukon?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul bersama beberapa orang yang mengikut di belakangnya.

"Kidomaru-senpai? Ah kami hanya mengumpulkan pasukan kami untuk menyerang sekolah bodoh itu, jangan khawatir, kami akan membalas perlakuan mereka dua hari yang lalu" bukan Sakon atau Ukon yang membalas, tetapi Dosu.

"Kheh percaya diri sekali kau, kau tahu? Ini adalah saat yang sangat tidak tepat untuk menyatakan perang kepada mereka" Kidomaru tersenyum meremehkan ketika mendengar perkataan dari Kohainya ini.

"Apa maksudmu Senpai? Apa kau meragukan kami?" kali ini Sakon yang mengambil alih situasi, ia dan adik kembarnya turun dari motornya dan berjalan mendekati Kidomaru, tatapan duo kembar itu menyiratkan sebuah amarah di dalam mata mereka.

Jujur saja ia sedikit tersinggung ketika mendengar perkataan dari Senpainya ini, ditambah lagi senyuman meremehkan terpampang jelas di wajah orang ini.

Ugh, jika saja orang ini bukan wakil dari Kimimaro-senpai, Sakon sudah pasti akan menantangnya bertarung.

"Kau tahu kenapa? Karena hari-hari seperti inilah waktu dimana Fraksi-fraksi besar seperti Akatsuki maupun Uchiha Empire merekrut anggota baru mereka,-

- Pikirkan saja jika kalian menyerang Freshmen mereka, apakah mereka akan diam? Tentu saja tidak, malahan mereka akan memberikan bantuan untuk mengalahkan kalian, kemudian mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat para Freshmen itu untuk loyal kepada mereka" jelas Kidomaru panjang lebar.

"Dan juga soal meremehkan kalian, aku tidak meremehkan kalian, lebih tepatnya aku hanya sedikit skeptis saja, karena 2 hari yang lalu, 40 orang anak buahmu berhasil dikalahkan hanya dengan melawan 2 murid KHS yang kemungkinan besar adalah Freshmen juga sama seperti kalian, kalian sudah lihatkan, perbandingan kekuatan kalian dengan mereka?" Kidomaru mencoba membuka pikiran para kohainya ini.

Well, bagaimanapun juga, angka 40 itu bukanlah angka yang sedikit, ditambah lagi 40 orang itu dikalahkan hanya dengan 2 Freshmen dari KHS, Ini benar-benar memalukan.

"Ck, jadi kau mengatakan kami ini lemah, hah?! Kalau begitu kau lihat saja setelah kami menyerang mereka, kau akan mendapatkan berita bahwa Red Wheel Konoha bisa meratakan para Freshmen dari sekolah bodoh itu!" ujar Ukon marah tidak terima.

Tentu saja ia tidak terima, karena 2 hari yang lalu ia dan kakaknya (Sakon) tidak turun langsung dalam penyerangan itu, dan juga anggota yang ia kirim saat itu baru saja melakukan pelatihan yang keras dari Kimimaro, jadi ia yakin mereka bertarung dengan kondisi yang tidak prima.

Berbeda dengan kondisi yang sekarang, Ukon yakin mereka pasti bisa mengalahkan para Freshmen yang ada di sekolah bodoh itu.

"KAU JANGAN GEGABAH DULU, APA KAU MAU MATI?!" Kidomaru membentak Ukon yang berkata nyalang kepadanya.

Setelah Kidomaru membentak Ukon, ia dapat melihat kalau anggota dari Sakon dan Ukon yakni Freshmen mereka mulai menegangkan tubuh mereka, tanda bahwa mereka bersiap akan menyerang Kidomaru beserta anak buahnya.

Kidomaru kemudian mengalihkan perhatiannya ke belakang, ia juga dapat melihat teman-temannya yang juga ternyata sudah bersiap untuk menyerang. Dengan sigap Kidomaru langsung memberikan gestur tangan untuk berhenti kepada anggotanya, hal itu berhasil membuat mereka melunakkan gestur mereka.

Jujur saja, Kidomaru tidak mau ada perpecahan di kelompok mereka, ia tidak mau geng RWK dan Sekolah Industri Inuzuka terpecah seperti sekolah rival mereka, yakni KHS Boys.

Kidomaru kemudian menatap tajam ke arah Sakon, selaku Pemimpin para Freshmen yang ada di depannya ini.

"Aku akan memberikanmu saran, melawan mereka itu butuh taktik dan kesabaran! Jujur saja, kalian akan langsung kalah jika kalian mengajak mereka perang secara langsung,-

- Kalian harus bermain sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, kemudian hal yang paling penting yang kalian harus lakukan adalah mencari tahu dulu siapa-siapa saja orang-orang penting yang berpengaruh di angkatan mereka,-

- Setelah kalian memiliki cukup informasi, kalian masih harus menunggu saat yang tepat ketika Pemimpin mereka tengah sendirian, atau ketika mereka sedang dalam kondisi yang memungkinkan untuk diserang secara tiba-tiba".

Kidomaru menjeda perkataannya yang cukup panjang itu, ia kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh Freshmen yang saat ini sedang mendengar perkataannya dengan seksama, hal itu secara tidak sadar membuatnya tersenyum miring.

"Ku sarankan kalian untuk membagi tim untuk menghajar beberapa Ketua mereka yang berkeliaran" Kidomaru kembali menjeda perkataannya.

"Kau tahu? Ini adalah cara yang paling mudah dan paling ampuh untuk menyerang mereka, karena selama 2 tahun pengalamanku mengamati mereka, mereka adalah kelompok yang sangat tidak kompak saat menjadi Freshmen,-

- Jadi kemungkinan menyergap mereka ketika mereka berjalan sendiri itu jauh lebih mudah dan juga jauh lebih efisien dari cara yang lain!" jelas Kidomaru panjang lebar.

Kidomaru kemudian berbalik seraya meninggalkan tempat itu. Akan tetapi sebelum ia benar-benar berjalan menjauh dari adik-adik kelasnya itu, ia tiba-tiba menghentikan jalannya dan kemudian ia memutar tubuhnya untuk menatap Sakon dan Ukon secara bergantian.

"Jika kalian bertanya kenapa tidak menyerang sekarang saja, padahal kekompakan mereka tidak ada? Jawabannya simpel, kalian masih belum mengetahui siapa Boss mereka, jadi kalau kalian tetap bersikeras untuk menyerang mereka, maka kalian hanya akan membuang tenaga kalian saja,-

- Dan ketika kalian lengah, maka Freshmen yang kalian serang itu akan meminta bantuan kepada Senior mereka. Tentu saja Senior mereka akan membantu mereka dengan membuat perjanjian kepada Freshmen mereka, yaitu mereka akan membuat para Freshmen mereka itu menjadi anggota Fraksi mereka,-

- Oh dan satu lagi, jika kalian tetap mengabaikan perkataanku dan tetap kekeh untuk menyerang sekolah itu. Maka kami para Sophomore tidak akan membantu kalian karena kalian bergerak tanpa perintah dari Kimimaro, jadi jangan pernah berharap kalau kami akan membantu kalian ketika kalian diserang nanti" tambah Kidomaru.

Kidomaru kemudian berjalan mendekat ke arah Sakon dan Ukon.

*Grab*

Kidomaru mencengkeram kerah gakuran milik Sakon dan Ukon, kejadian itu mendapatkan beragam respon dari orang-orang yang ada di sekitar mereka.

"Kau tahu? Kalian semua bisa datang kapan saja di markas utama kita untuk berlatih, aku juga ingin memberi kalian pelajaran soal sopan santun" kemudian Kidomaru melepas cengkeramannya dari kerah gakuran Sakon dan Ukon, tidak lupa ia juga memberikan senyuman mengerikan kepada adik kelasnya itu.

Well, ia hanya ingin mengetes mental para adik kelasnya ini, dan ia cukup puas melihat hasilnya, karena kebanyakan dari mereka memandang marah ke arahnya, yang berarti adik-adik kelasnya ini sama sekali tidak takut dengan ancaman yang tadi ia lontarkan kepada mereka.

Dan bisa dibilang para Freshmennya ini lumayan siap jika saja mereka diberikan perintah untuk menyerang Geng lain maupun sekolah lain dari Pemimpin sementara mereka di RWK saat ini, yakni Kimimaro.

Kidomaru kemudian berjalan meninggalkan tempat itu bersama pasukannya yang senantiasa mengikutinya di belakangnya.

Sakon yang melihat itu hanya mendecih kesal, ia lalu memikirkan kembali kata-kata dari kakak kelasnya itu.

"Jadi bagaimana kak? Apa kita tetap akan menyerang mereka?" tanya Ukon yang sepertinya juga terpengaruh dengan kata-kata dari Kidomaru.

"Dosu".

"Ya?".

"Bubarkan mereka, kembali ke kelas, setelah pulang sekolah nanti ajak mereka semua ke markas utama RWK. Kita akan latihan sampai kita bisa menjadi lebih kuat dari yang sekarang!" ujar Sakon dengan suara yang datar.

"Kau tahu Dosu? Saat ini aku benar-benar bersemangat untuk menghancurkan Freshmen dari sekolah bodoh itu" tambah Sakon yang wajahnya kini dihiasi oleh senyum mengerikannya.

"Aku mengerti" Dosu mengangguk kemudian ia masuk ke tengah-tengah lautan manusia yang ada di situ.

"SEMUANYA MENDEKAT KE ARAHKU!" teriak Dosu yang sukses mendapatkan perhatian dari orang-orang yang berada di situ, kemudian ia memberitahu mereka sesuai dengan apa yang tadi Sakon katakan kepadanya.

Berbicara soal Sakon, ia dan adiknya kini sudah memisahkan diri dari kerumunan itu, Sakon mengajak Ukon untuk naik ke motornya. Setelah Ukon sudah duduk di belakangnya, Sakon langsung menyalakan mesin motornya.

*Brum*

Kemudian Sakon mengemudikan motornya keluar menuju gerbang sekolah, hal itu pun berhasil mendapatkan perhatian dari orang-orang yang ada di situ.

"OY SAKON UKON, KALIAN MAU KEMANA?!" tanya Dosu panik, jangan bilang kalau mereka mau menyerang KHS? Ini bakalan menyusahkan karena 2 orang tolol itu suka sekali berbuat onar.

Dosu kembali mengingat perkataan Kidomaru perihal jika mereka tetap kekeh untuk menyerang KHS, maka para Sophomore mereka akan lepas tangan.

Senior mereka tidak akan terlibat dalam hal ini, karena mereka tengah melakukan persiapan pelatihan untuk magang mereka, padahal tahun ajaran baru saja dimulai, aneh memang.

Dan hal itu juga lah yang menjadi alasan mengapa pemimpin RWK saat ini memberikan jabatannya kepada wakil ketua 2 RWK yang saat ini masih kelas 2, yakni Kimimaro.

"TENANG SAJA! KAMI HANYA AKAN PULANG TIDUR. OH IYA, BERITAHU GURU YANG MASUK KALAU KAMI BERDUA SAKIT, OKE?!" teriak Sakon, ia saat ini tengah menarik pedal gas motornya pelan, tentu saja agar perkataannya dapat didengar oleh Dosu, lawan bicaranya.

Beberapa detik kemudian, Sakon pun menarik penuh gas motornya tersebut sehingga membuat dia dan adiknya meninggalkan tempat itu dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan sebelumnya.

"BYE BYE! KAMI MENGANDALKANMU, DOSU!" teriak Ukon sebelum kakaknya membelokan motornya ke arah distrik perumahan yang ada di sekitar situ.

"Hahh, kembar siam sialan, selalu saja merepotkanku" Dosu memijit kepalanya pusing. Kemudian ia kembali mengarahkan perhatiannya kepada kerumunan yang masih setia berdiri di sekelilingnya.

"Oke kalian sudah mengertikan? Kalau begitu bubar, kembali ke kelas kalian masing-masing, dan juga terima kasih atas waktunya!" setelah selesai bicara, Dosu langsung mencabut kunci motornya, kemudian ia memasukannya ke dalam saku celananya.

Setelah itu ia pun beranjak dari tempat itu dan bergegas memasuki halaman sekolah yang letaknya tidak jauh dari tempat parkir sekolah, dengan niat untuk berjalan masuk menuju kelas yang ia tempati, tidak lupa Dosu juga diikuti oleh beberapa teman kelasnya yang mengekor di belakangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue~.

Oke, mari analisis struktur dari Geng RWK, mereka memiliki Ketua resmi yang kini berada di kelas 3 dan saat ini memberikan tahtanya sementara kepada Wakil Ketua duanya yang kini berada di kelas 2, yakni Kimimaro. Bisakah kalian menebak siapa Ketua resmi mereka?.

Oke sekarang aku bakalan memperlihatkan peta kekuatan yang ada di Inuzuka Industrial High, Aku juga bakal mengurutnya dari yang terkuat sampai terlemah di setiap angkatannya.

Kelas 3

- ???

Kelas 2

- Kaguya Kimimaro.

- Kidomaru.

- Jirobo.

- Kamizuru Kurobachi.

- Kamizuru Jibachi.

Kelas 1

- Sakon.

- Ukon.

- Tsurugi Misumi (Orang yang di Combo oleh Shikamaru di chapter 3).

- Akado Yoroi (Orang yang di Combo oleh Naruto di chapter 3).

- Kinuta Dosu.

- Abumi Zaku (Orang pertama yang menyerang Naruto di chapter 3).

Untuk penggambaran karakter kalian bisa melihatnya di Google atau di akun Wattpadku yang bernama @Holocaust_ffn. Mereka semua murni karakter yang berasal dari serial Naruto dan Naruto Shippuden. Dari cerita Canon, OVA sampai the Movie-nya.

Untuk chapter depan, Naruto akan kembali mengambil alih cerita. Yeah finally Naruto is back in action baby! Tapi kalian harus bersabar untuk menunggu kapan dipublishnya chapter tersebut, Oke?.

Dan juga perihal sahabat merah Naruto, apa ada yang bisa menebak? Hahh, kurasa kalian bisa menebaknya dengan mudah.

Oh dan yang terakhir, mungkin 2 sampai 3 chapter ke depan aku akan mengakhiri Arc Freshmen War Ini, setelah itu kita akan masuk ke dalam Arc kedua yakni. Arc KHS vs RWK. Jadi stay tuned ya!.

Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.

Baiklah kalau begitu.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.