KHS Boys, Kelas 1E, Monday at 8:40 am.

"Hah? Serius hasilnya imbang?".

"Iya Chōji-san, Uchiha Sasuke dan Hyūga Neji sama-sama pingsan".

"Iya itu betul Chōji-san dan kau tahu? Pertarungan mereka sangat seru, luar biasa seru. Mereka seperti berada di level yang sangat berbeda dari kita para Freshmen!".

'Hahh, sekarang aku sangat menyesal karena telah meminum susu basi yang diberikan Naruto kemarin, jadinya aku kena diare sejak pagi tadi dan membuatku harus bolak balik ke toilet! Oh dan susu itu juga membuatku harus melewatkan pertarungan Sasuke tadi!' batin Chōji.

'Terkutuk kau kuning sialan!'.

Chōji kembali mengingat-ingat kejadian kemarin. Mulai dari munculnya sahabat kecilnya yang tentu saja diikuti dengan 'traktiran' yang sangat banyak dari sahabat kecilnya (Sasuke) itu, traktiran yang membuat dompet sahabatnya itu nyaris kosong.

Kemudian yang terakhir, saat dimana Naruto kampret membelikan mereka susu kotak yang tentu saja menggunakan sisa uang yang Naruto rampas dari Sasuke.

Saat itu ia sempat melihat Sasuke dan Shikamaru membuang susu kotaknya dan malah mengejar Naruto yang melarikan diri entah karena apa. Sedangkan dia (Chōji) tanpa pikir panjang langsung meminum susu kotaknya sampai habis tak tersisa dalam waktu satu detik saja.

Hahh salahkan dirimu yang rakus Chōji!.

.

.

.

.

.

Di luar kelas 1E, terlihat Lee sedang berdiri dengan cemas menatap pintu kelas 1E dengan tubuh yang sedikit gemetaran dan juga sedikit mengeluarkan keringat dingin yang terus menerus bercucuran keluar dari tubuhnya yang gemetaran itu.

Kemudian ia mengangkat tangan kanannya secara perlahan, menempatkannya tepat di atas dadanya, lalu secara perlahan ia mengelus-elus dadanya, guna menetralisir rasa gugupnya yang sejak tadi ia rasakan.

Dia benar-benar gugup karena ini akan menjadi pertarungan besar pertama yang akan ia lakukan semenjak dirinya belajar bela diri, ia juga sangat ketakutan.

Iya, ketakutan memikirkan jikalau saja ia masuk ke dalam kelas ini, ia akan langsung diserang secara beramai-ramai oleh murid-murid yang sejak tadi sudah berada di dalam kelas ini.

Jujur saja, bagi Lee bertarung satu lawan satu saja ketika sparring ia masih sering merasakan ketakutan, apalagi sekarang ia harus melawan 19 murid lainnya seorang diri.

Maka dari itu ia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia memasuki kelasnya, setidaknya jika ia kalah, ia harus bisa memberikan perlawanan yang sengit.

"Fuhh, kau bisa melakukan ini Lee!".

Kemudian ia memindahkan tangan kanan yang tadi ia pakai untuk mengelus dadanya ke atas pegangan pintu, dan untuk terakhir kalinya, ia kembali mencoba menenangkan dirinya sebelum ia memasuki ruang kelasnya.

Lee tahu, ketika ia membuka pintu kelas yang ada di depannya ini, maka ia harus sudah siap dan tidak gugup lagi untuk menghadapi murid-murid yang ada di dalam kelas ini.

*Srek*

Semua orang yang berada di kelas 1E seketika menolehkan kepala mereka ke arah pintu masuk kelas, hal itu disebabkan oleh suara keras yang dihasilkan oleh pintu kelas mereka yang dibuka secara kasar.

Tempat yang mereka lihati itu kini menampakkan seorang murid yang memiliki rambut hitam bermodel Bob mengkilat, orang itu juga terlihat sedikit gemetaran, gugup mungkin?.

*Glug*

"Namaku Rock Lee, dan aku akan mendamaikan kelas ini! Maka dari itu, aku akan mengalahkan kalian, lalu aku akan menjadi Pemimpin kalian semua!".

*Hening*

"Hahh? Mendamaikan? Memangnya siapa yang berkelahi? Lagipula kami sudah mempunyai Pemimpin, dan Pemimpin kami tidak mau kalau kami berkelahi dengan teman sekelas kami" sahut salah satu murid yang ada di sana.

"Eh?!" Tentu saja Lee terkejut. Bagaimana tidak? Ini berbanding terbalik 180 derajat dari apa yang ia pikirkan barusan.

"Kau dari kelas ini kan? Atau kau dari kelas lain?" tanya murid lainnya.

"Eh, i- iya, aku dari kelas ini. Anu soal pemimpin kelas ini, siapa namanya?".

*Srek*

Chōji tiba-tiba berdiri sehingga membuat kursi yang ia duduki terjatuh ke belakang, kemudian Chōji maju mendekati Lee dengan pandangan yang menyelidik.

"Eh, A- ada apa ya?" Lee yang didekati secara tiba-tiba langsung memasang gestur was-was.

'Apakah orang ini Pemimpinnya? Apakah orang ini merasa tersinggung dengan perkataanku barusan? Atau orang ini hanya ingin menggertakku saja? Bukankah Pemimpin di kelas ini tidak mau ada perkelahian yang terjadi antara teman sekelasnya?' batin Lee gusar.

Asumsi-asumsi terus menerus bermunculan di dalam kepalanya, perlahan-lahan ia menyiapkan tinjunya, murid-murid lain yang melihat perubahan gestur tubuh Lee juga mulai menyiapkan tinju mereka, mereka bersiap untuk melindungi Pemimpin mereka yang sedang diare itu(?).

"Rock Lee ya? Ah, kau orang yang diceritakan oleh Naruto kemarin!" Chōji kemudian memberikan senyum hangatnya kepada Lee, setelah itu Chōji mengangkat tangannya untuk bersalaman dengan Lee.

Chōji mengingat kalau kemarin Naruto sempat bercerita kepadanya bahwa ia baru saja mendapatkan teman baru yang besok (hari ini) akan masuk ke dalam kelasnya, yakni kelas 1E.

Ciri-ciri orang itu memiliki alis yang tebal, lalu orang itu memiliki potongan rambut yang terlihat aneh, dan orang itu bernama Vincent.

Ya walaupun nama yang Naruto ceritakan 'sedikit' berbeda dari aslinya, tetapi Chōji sudah memakluminya. Maksudku, mereka sudah berteman kurang lebih selama 15 tahun, jadi hal seperti itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Chōji.

Dengan kata lain, Naruto benar-benar payah dalam mengingat nama orang yang baru ia temui, bahkan kadang Naruto masih sering salah menyebut nama sahabatnya sendiri. Chōji, Sasuke dan Shikamaru pun sudah tidak ambil pusing lagi soal itu.

Beralih ke sekitar mereka, suasana di sana seketika berubah menjadi lebih tenang, para murid yang melihat interaksi keduanya sudah mulai melunakkan gestur mereka, karena mereka merasa kalau saat ini sepertinya tidak akan terjadi gesekan antara kedua orang yang saling berhadapan itu.

"Eh Naruto-san? Tunggu dulu, apa Kau Akimichi Chōji-san, salah satu sahabat dari Naruto-san?" Lee dengan sigap menerima jabat tangan yang telah Chōji sodorkan kepadanya.

Lee mencoba menerka-nerka, apa benar orang yang ada di depannya ini adalah salah satu sahabat yang diceritakan oleh manusia aneh yang baru beberapa hari ia kenal itu (Naruto)?.

Pertanyaan Lee hanya dibalas anggukan oleh Chōji, Lee menatap Chōji heran, karena tiba-tiba wajah Chōji dipenuhi dengan keringat, ia juga merasakan genggaman tangan dari Chōji saat ini yang sedang ia jabat tengah gemetaran, seakan-akan berusaha menahan sesuatu yang mau keluar? Entahlah.

"Uhm bi- bisakah kau menyingkir?" Chōji dengan cepat melepas genggaman tangan dari Lee.

"Eh Iya" Lee kemudian bergeser ke samping membiarkan Chōji lewat.

"Terima kasih!".

Saat Chōji berada di ambang pintu, Chōji seketika menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik menghadap semua orang yang ada di sana.

"Oh iya, selamat datang di kelas 1E, kita semua adalah keluarga! Teman-teman, mohon bantuannya!".

"Siap Chōji-san!".

"Chōji-san kenapa?" Tanya Lee.

"Sst, dia sedang diare!" jawab salah satu murid itu dengan memelankan suaranya, takut orangnya tersinggung dan juga ia tidak mau membuat Pemimpinnya itu dalam bahaya (Diserang Pemimpin kelas yang lain karena sedang diare!).

Tanpa menunggu respon dari yang lain, Chōji dengan cepat berlari meninggalkan kelasnya dan menuju ke toilet sekolah yang berada di dekat tangga yang menuju lantai dua.

Lebih spesifiknya lagi, toilet itu berada di antara pintu masuk koridor kelas yang memisahkan antara barisan kelas 1A-1B dan 1C-1E. sedangkan ia berada di kelas 1E, yang berarti ia harus melewati kelas 1D dan 1C untuk mencapai tujuannya.

Ketika ia hendak melewati kelas 1C, Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang murid dari kelas 1C yang terlempar keluar dari kelas, tidak lupa murid itu juga berhasil menabrak pintu geser kelas 1C sehingga membuatnya hancur. Setelah kejadian itu, Chōji mendengar suara yang sangat ia kenali.

"YOSH! Apa masih ada yang mau kupon gratis ke UKS?".

Mendengar suara itu membuat Chōji tersenyum tipis, sepertinya sahabat kuningnya sedang mulai memainkan permainan anehnya.

Chōji berdoa semoga orang-orang yang saat ini tengah menghadapi sahabatnya itu tidak mengalami luka yang cukup parah.

Kemudian Chōji kembali melanjutkan perjalanannya yang tadi sempat tertunda.


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King!"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: no pair for today my friend.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? Ganti Judul.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Sebelumnya. . .

Kelas 1C, Monday at 8:37 am.

Beberapa menit setelah Naruto dan Lee berpisah untuk memasuki kelas mereka masing-masing, dan juga beberapa menit sebelum Chouji melewati kelas 1C.

Kini Naruto sedang menerka-nerka, memastikan jika ruangan di depannya ini adalah ruang kelasnya, karena dilihat dari manapun semua kelas yang ada di sini tidak memiliki papan nama, bahkan jendelanya saja ada yang tidak utuh.

Jadi tidak ada salahnya kan jika dia mau memastikan kelasnya terlebih dahulu? Kan bisa malu jika ia salah masuk kelas.

"Hm, jika si Alis tebal kelasnya di sana, maka yang di sebelahku ini adalah kelas 1D, dan di depanku ini berarti kelas 1C? Sial aku pintar sekali" ucap Naruto sambil menggaruk pipinya malu setelah memuji dirinya sendiri(?).

Tanpa membuang waktu lagi, Naruto dengan sekali hentak langsung menggeser pintu kelasnya dengan kekuatan normal, sehingga membuat pintu itu rusak akibat kuatnya tenaga yang ia pakai.

*Srek*

Seketika semua murid yang ada di dalam kelas 1C yang saat ini sedang berkelahi satu sama lain mengalihkan perhatian mereka ke arah pintu yang dibuka secara paksa itu, hal itu juga membuat mereka sedikit terangkat dari posisi mereka, karena mendengar suara yang cukup keras dan spontan itu (baca: kaget).

'A- Aa, kuharap tidak ada yang melaporkannya kalau aku baru saja merusak pintu ini, akan sangat merepotkan jika pihak sekolah mengetahui ini dan melaporkannya pada bibiku (Tsunade), bisa-bisa aku diceramahi olehnya, Hiii!' batin Naruto.

Ia seketika membayangkan bibinya yang sama mengerikannya dengan ibunya itu menceramahinya, jika itu terjadi pastinya ia akan dihadiahi dengan berbagai macam alat dapur yang melayang ke arahnya. Memikirkannya saja sudah membuatnya ketakutan setengah mati.

Mengabaikan itu, Naruto kemudian mengalihkan atensinya ke depan, ke arah segerombolan murid yang menatap bingung serta kaget ke arahnya.

"Yo salam kenal semua! Namaku Namikaze Uzumaki Naruto, aku kemari ingin menawarkan sebuah kupon gratis, tapi kalau kalian mau bayar juga tidak apa-apa, apakah ada yang berminat?" ucap Naruto sambil tersenyum lebar, tidak memperdulikan tatapan yang terlihat semakin bingung dari murid-murid yang ada di kelas ini.

"Hah? Kupon gratis?" tanya murid A ke murid yang sedang ia tarik kerah gakurannya.

"Memangnya itu kupon apa?" murid yang ditanya malah bertanya balik, murid A yang ditanya balik hanya mengidikkan bahunya, tidak tahu menahu perihal kupon apa yang pemuda pirang itu tawarkan.

"Aku harap itu kupon makanan!" ucap murid lain, yang kelihatannya sedang memiting orang yang sedang berada di bawahnya.

"Oy pirang, kupon apa yang kau tawarkan itu?" daripada bingung, murid A langsung menanyakannya langsung kepada Naruto.

Dengan langkah santai, Naruto pun masuk ke dalam kelas dan berdiri tepat di depan papan tulis, seolah-olah ingin membuka sebuah auction.

"Kupon gratis menuju UKS, hehe apa kalian tertarik? Angkat tangan kalian jika tertarik!" Naruto menjawab pertanyaan itu tanpa memudarkan senyumannya, seakan-akan penawarannya berhasil untuk menggaet konsumen dari kupon anehnya(?).

Kemudian Naruto mengeluarkan beberapa lembar kertas, di kertas itu semuanya memiliki tulisan yang sama, tulisannya juga rapih bagai ditulis oleh sebuah komputer(?).

Sepertinya tulisan itu telah difoto copy secara massal olehnya.

Dan oh soal tulisan yang ada di kertas itu, isinya kurang lebih seperti ini:


~ Untuk Shizuka-Sensei yang cantik. Aku Naruto, murid tampan dan baik hati ingin memberitahu Sensei kalau teman kelasku ini sedang terluka.

Sebenarnya aku ingin mengantarkan temanku ini ke tempat Sensei, akan tetapi aku tidak bisa, karena saat ini aku sedang membantu Sensei lain untuk menertibkan anak kelas 1 yang saat ini sedang melukai satu sama lain, jadi aku tidak bisa mengantarkan temanku ini secara langsung.

Dengan berat hati, aku hanya bisa memberitahu Sensei melalui surat ini, semoga Sensei mengerti.

Oh iya tolong jaga sobatku Uchiha Sasuke, hajar saja jika dia tidak mau patuh kepadamu Sensei, maksudku Shizu-sensei~.

Salam cinta N.U. Naruto *emot kiss*

ps: Aku akan mengunjungi UKS di jam istirahat pertama, kalau begitu sampai nanti, Shizu-sensei *emot kiss*~.


Ew menjijikan.

*Brak*

"Apa maksudmu sialan? Kau mau mati hah?!" murid A yang mendengar itu marah dan kemudian melepaskan genggamannya pada kerah gakuran dari murid yang sejak tadi ia pegangi.

"Padahal aku sudah percaya padamu, tapi kau malah membohongiku? Akan kubunuh kau!" kali ini murid yang tadi memiting murid lain berdiri menantang Naruto.

"Kau akan kujadikan budakku dan tiap hari aku akan mengambil semua uang jajanmu sialan!" sahut murid yang tadi kerah gakurannya dicengkeram oleh murid A.

"Wo wo wo, tenang dulu hey kalian sekumpulan otak kecil, apa kalian yakin dengan perkataan kalian itu? Bisa aku lapor ke polisi loh karena telah berkata kasar dan melukai hatiku!" ujar Naruto sambil pura-pura memasang raut sedih, tidak lupa dengan berpura-pura menghapus air matanya yang tidak ada sama sekali.

"Tch, banyak bacot kau bangsat!" murid A tanpa ragu menerjang ke arah Naruto yang terlihat tanpa pertahanan itu, kemudian ia melancarkan sebuah tendangan yang mengarah ke wajah Naruto.

Naruto yang melihat itu hanya tersenyum polos, sebelum tendangan itu mengenai wajahnya.

Naruto langsung mengangkat tinggi kaki kirinya dan kemudian ia menggeser kakinya itu sedikit ke kiri sehingga membuat tendangan murid A yang menyerangnya berubah arah menuju pintu masuk yang baru saja Naruto masuki itu.

Kemudian didetik yang sama, Naruto dengan cepat mengangkat kaki kanannya untuk menendang kepala murid A yang tengah berada di udara itu, sehingga ia terlihat seperti melakukan sebuah tendangan akrobatik kepada murid itu, dan Strike!.

*Dugh* *Boom*

Didetik selanjutnya, Naruto berhasil mendarat dengan sempurna, kemudian ia melirik ke arah orang yang baru saja ia tendang itu.

Tendangan super cepat Naruto itu berhasil membuat murid yang ditendang menabrak pintu kelas yang secara tidak sengaja ia (Naruto) rusak tadi, pintu itu pun menjadi rusak parah akibat ditabrak menggunakan tubuh dari murid A itu.

1 K.O. Tersisa 17 orang.

'Nah sekarang perkara pintu sudah aman, karena orang itu lah yang akan menanggung semuanya hahaha!' batin Naruto tertawa jahat.

Ternyata Naruto memang sengaja mengarahkan tendangannya menuju ke arah pintu tersebut demi menutupi kerusakan yang telah ia buat.

Jika dipikir-pikir, Naruto bisa saja melakukan gerakan yang lebih mudah, yakni dengan sedikit menundukan tubuhnya, kemudian melepaskan sebuah Uppercut ke dagu murid A tersebut, tapi ia malah memilih cara yang lumayan sulit.

Kemudian Naruto mengalihkan perhatiannya ke arah murid yang lain.

"YOSH! Apa masih ada yang mau kupon gratis ke UKS?" ujar Naruto dengan senyum hangatnya.

Murid-murid lain, yang melihat itu langsung menelan pahit ludah mereka, tendangan itu terlalu cepat dan mematikan! Orang macam apa yang baru mucul di kelas mereka ini? Apakah ini sebuah bencana, ataukah sebuah anugerah untuk kelas ini dan sekolah ini? Ah mungkin keduanya.

Tanpa mau menunggu respon dari penghuni kelas ini, Naruto memutuskan untuk berlari menerjang ke arah mereka yang masih bengong dengan kejadian yang baru saja terjadi di depan mata mereka.

Naruto mengincar murid yang lebih dekat dengannya, kemudian Naruto melayangkan sebuah pukulan Overhand kanan dengan sangat kuat yang menghantam rahang murid tersebut, sehingga membuat murid itu terlempar ke belakang dan menabrak beberapa murid yang ada di belakangnya.

1 K.O. Tersisa 16 orang.

Murid lain yang sadar akan situasi ini segera mengepung Naruto dari berbagai arah, Naruto yang melihat itu segera berlari ke arah kiri, dimana di situ terdapat beberapa meja dan kursi yang bisa ia gunakan untuk melawan gerombolan murid marah yang sedang menerjang ke arahnya ini.

Seorang murid naik ke atas meja dan mencoba melakukan Superman Punch, Naruto yang melihat itu dengan cepat menendang meja yang murid itu pijaki dengan kuat, sehingga membuat murid itu kehilangan keseimbangannya dan membuat meja yang Naruto tendang itu terkena murid lain yang berada di belakang murid yang mencoba menyerangnya itu, sehingga hal itu membuat mereka yang terkena meja harus terdorong ke belakang, dan membuat beberapa dari mereka harus terjatuh dan saling menindih satu sama lain.

Kejadian itu dapat memberikan waktu yang cukup bagi Naruto untuk menghajar murid yang berada di depannya, Naruto yang melihat murid di depannya akan jatuh menimpanya langsung menangkap murid tersebut dan kemudian dengan cepat membantingnya ke lantai dengan posisi wajah yang berada di bawah.

*Doom*

"AAHK!".

Bantingannya itu pun sukses membuat wajah murid itu menghantam lantai kelas dengan sangat keras dan sekaligus berhasil membuat hidung murid itu mengeluarkan darah segar!.

Kemudian didetik berikutnya, Naruto menendang perut murid tersebut menggunakan kaki kanannya sehingga mengakibatkan murid itu harus terhempas ke belakang kelas dan membuat kepalanya terbentur dinding kelas, hal itu pun berhasil membuatnya tidak sadarkan diri.

1 K.O. Tersisa 15 orang.

"Ups sepertinya aku berlebihan, anyway, ini kuponmu!" Naruto mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku gakurannya, kemudian ia meremas kertas itu lalu melemparkannya ke murid yang ia aniaya tadi.

Yang ajaibnya lemparannya itu berhasil mendarat tepat di atas perut murid itu.

Belum sempat menarik nafas panjang, Naruto kembali dikerumuni oleh murid-murid yang semakin terlihat marah, Naruto mau tidak mau harus segera mencari akal agar pergerakannya tidak terkunci.

Naruto kemudian naik ke meja yang ada di sebelahnya, kemudian ia menendang kepala murid yang mendatanginya itu sehingga membuat murid yang terkena tendangannya itu terlihat akan tumbang.

Sebelum murid itu menyentuh lantai kelas, Naruto terlebih dahulu menggunakan punggung murid tersebut sebagai pijakannya untuk pindah ke meja yang lainnya, sehingga pergerakannya itu lagi-lagi berhasil mengecoh murid-murid yang ingin menghajarnya.

Sebelum Naruto memijakan kakinya di meja tujuannya, Naruto sempat memberikan tendangan lurus ke belakang telinga murid yang ia jadikan pijakannya tersebut, sehingga membuat murid itu langsung pingsan akibat telaknya tendangan Naruto yang mengenainya.

1 K.O. Tersisa 14 orang.

*Tap*

Naruto berhasil mendarat dengan mulus akan tetapi, tanpa Naruto duga, salah satu murid yang mengejarnya itu ternyata melemparkan kursi ke arahnya.

Dengan refleks yang terlatih, Naruto menangkisnya menggunakan kedua lengannya, namun hal itu juga berhasil membuat pertahanan Naruto menjadi terekspos.

Murid-murid yang melihat itu tentu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menjatuhkan Naruto, dua murid pun maju dan menarik kedua kaki Naruto sehingga membuat Naruto terjatuh dari meja yang ia pijaki.

*Bruk*

Dengan cepat gerombolan murid-murid itu mengerubungi Naruto dan langsung menginjak-injaknya, Naruto yang berada dalam posisi buruk seperti itu dengan cepat melindungi kepalanya dan titik vitalnya, sembari mencari posisi yang pas untuk berdiri.

Berkat pertahanan yang ia gunakan, membuat beberapa tendangan yang dilancarkan ke arahnya hanya bisa mengenai punggungnya dan beberapa tendangan yang lain hanya mengenai lengannya saja.

Tidak mau terus dalam posisi seperti itu, Naruto kemudian mengedarkan pandangannya ke area sekelilingnya, matanya pun terkunci pada sebuah kursi yang ada di dekatnya.

Naruto dengan cepat berguling ke arah kursi tersebut dan didetik selanjutnya, Naruto mengangkat kursi tersebut sehingga berhasil membuat beberapa kaki para murid yang berniat menendangnya masuk ke dalam rongga yang ada di kursi tersebut, setelah itu Naruto langsung berdiri dari posisinya dan langsung menendang mundur murid yang kakinya tersangkut di kursi tersebut sehingga membuat mereka terdorong ke belakang.

Naruto kemudian menghindari pukulan yang mengarah ke wajahnya lalu dengan cepat ia melakukan sebuah counter yang sangat kuat ke liver orang tersebut, kemudian Naruto dengan cepat menarik murid tersebut mendekat ke arahnya, dan menjadikan murid itu sebagai perisai hidup sementaranya.

Selagi Naruto sibuk dengan pertarungannya, ternyata ada murid lain yang sedikit luput dari pandangan Naruto, murid itu mengambil sebuah kursi yang ada di dekatnya lalu kemudian melemparkannya ke arah Naruto.

Dengan insting yang sudah terlatih, Naruto tiba-tiba merasakan ada suatu benda yang melayang ke arahnya, dengan cepat ia mengangkat murid yang menjadi perisainya ke atas sehingga membuat kepala murid yang menjadi perisainya itu harus terkena kursi yang dilempar kepadanya dan membuat 'perisainya' itu jatuh pingsan.

1 K.O. Tersisa 13 orang.

"ITU BERBAHAYA TAHU!" ditengah pertarungannya, Naruto masih sempat memarahi murid yang melemparinya kursi.

Kemudian Naruto dengan gerakan cepat melompat tinggi menggunakan kursi lain yang ada di dekatnya, menjadikan kursi itu sebagai pijakannya menuju ke arah kerumunan murid yang kembali maju mengerubunginya, beberapa murid yang berada di barisan depan segera menundukan tubuh mereka, demi mengantisipasi gerakan yang akan dilakukan oleh Naruto.

Dengan cepat Naruto mengangkat kaki kanannya dan kemudian memutar badannya 360 derajat mengikuti arah putaran jarum jam.

Jika dilihat-lihat, Naruto sepertinya menggunakan gerakan yang sama dengan gerakan dua hari yang lalu ketika ia melawan 40 orang anggota RWK bersama Shikamaru yang saat itu menjadi tumpuannya, akan tetapi kali ini ia menggunakan kursi sebagai tumpuannya. Tendangan inilah yang berhasil membuat banyak dari anggota RWK itu jatuh pingsan.

Kemudian tendangan berputar itu ia arahkan ke arah kepala murid-murid yang ada di depannya yang sialnya tidak sempat menundukan tubuhnya.

*Swung* *Bugh* *Bugh* *Bugh*

Tiga orang yang terkena tendangan tersebut pun seketika terlempar ke berbagai arah dan tentunya membuat mereka tak sadarkan diri akibat kuatnya tendangan dari Naruto yang mengenai kepala mereka, sehingga saat ini murid yang melawan Naruto kini tersisa 10 orang saja.

Melihat itu membuat Naruto mendecih kesal, karena kali ini tendangan andalannya tidak seefektif dua hari yang lalu.

Didetik berikutnya, ia pun mendaratkan tubuhnya.

Baru saja Naruto mendaratkan pijakannya di lantai kelas, ia lagi-lagi kembali diserang oleh murid-murid yang sejak tadi ingin menghajarnya.

Naruto yang belum siap menerima serangan itu harus dengan cepat melindungi tubuhnya, well ia tidak mau menjadi samsak hidup bagi murid-murid ganas yang daritadi menyerangnya ini.

*Bugh* *Bugh*

"Guhh!".

Dua pukulan berhasil mengenai wajah dan tulang rusuknya sehingga membuat Naruto sedikit tertunduk, kemudian murid yang berada di sampingnya kembali melancarkan tendangan lurus ke arah wajahnya.

*Dugh*

"Ugh!" tendangan tersebut berhasil meninggalkan jejak di pipi Naruto, serta membuat Naruto sedikit terhuyung ke samping.

Murid-murid yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dengan instan langsung melingkari Naruto, sehingga membuat mobilitas Naruto menjadi jauh berkurang, kemudian murid-murid itu kembali memukuli Naruto, namun sial bagi mereka karena inilah yang sedari tadi Naruto tunggu-tunggu.

Kenapa? Karena dalam situasi ini membuat Naruto lebih mudah untuk meloloskan diri.

Berbeda dengan situasi yang tadi, saat itu para murid menumpuk disatu titik sehingga membuatnya sulit untuk meloloskan diri, sedangkan di situasi yang sekarang, murid-murid itu kini berada di sekelilingnya dan tidak memiliki pertahanan berlapis sehingga membuat pertahanan mereka banyak celah.

Naruto pun langsung melakukan Leg Sweep ke kaki mereka, dan tendangannya itu berhasil membuat murid di barisan terdepan goyah, sehingga hal itu membuka peluang bagi Naruto untuk kembali mendirikan tubuhnya.

Naruto dengan cepat memberikan tendangan ke arah leher salah satu murid yang masih mencoba menyeimbangkan tubuhnya itu, sehingga membuat murid itu pun harus terjatuh pingsan akibat kuatnya tendangan dari Naruto.

Kemudian Naruto menggunakan murid tersebut sebagai pijakannya, setelah itu ia melompat dan memberikan serangan lututnya kepada murid yang ada di depannya, serangan lututnya itupun sukses mengenai dagu murid tersebut dengan telak dan sekaligus membuatnya harus terhempas ke belakang menabrak meja tidak sadarkan diri.

2 K.O. Tersisa 8 orang.

*Duak*

"Ugh!".

Tiba-tiba sebuah hantaman kursi mengenai punggung Naruto, sehingga membuat dirinya harus tersungkur ke lantai, Naruto dengan cepat mencoba untuk bangkit, akan tetapi dua orang murid langsung memegang lengan kanannya dan dua murid lagi memegangi lengan kirinya, sehingga membuat pergerakan Naruto terkunci.

Berkat hal itu membuat murid yang kini tersisa bebas untuk menghajar wajah dan tubuh Naruto.

*Bugh* *Bugh*

Empat orang di depan Naruto kini memukulinya secara bergantian, tetapi pukulan mereka sama tidak efektif karena Naruto sudah terlebih dahulu menundukan kepalanya, guna melindungi rahangnya.

Tidak lupa, Naruto juga menggerakan sedikit kepalanya ketika pukulan mereka mendarat di wajahnya, Naruto melakukan itu agar ia dapat meredam dampak dari pukulan tersebut.

Dengan kata lain, Naruto melakukan semua itu agar ia tidak pingsan.

"Kalian berdua ambil lah senjata di belakang, biar kami berdua yang mengurus bajingan ini!" mendengar itu membuat dua murid yang tadi ditunjuk memutuskan untuk pergi ke belakang kelas, mengambil sebuah kursi dan beberapa balok kayu yang tampaknya akan mereka gunakan untuk menghabisi Naruto.

Tidak mau terus menerus terkena pukulan, Naruto kemudian mengangkat wajahnya, dan melihat tersisa hanya dua orang saja yang memukulinya. Melihat hal itu membuat ia tidak bisa untuk menahan dirinya untuk tersenyum miring.

'Kheh, apa mereka meremehkanku? Mereka benar-benar bodoh, bahkan lebih bodoh dariku'.

Dua murid yang ada di depannya kembali menghajar pipi Naruto yang tentunya seperti tadi, sama sekali tidak efektif.

Tanpa mereka duga, Naruto meludahi salah satu murid yang baru saja menarik pukulannya dan bersiap untuk menghajar Naruto.

Ludah dari Naruto itu pun berhasil membuat aksi dari murid tersebut terhenti dan membuat murid itu kehilangan fokus.

Kemudian dengan gerakan cepat, Naruto langsung menghadiahi sebuah tendangan ke murid lainnya yang juga berada di depannya, sehingga membuat murid itu sedikit terdorong ke belakang.

Naruto yang melihat itu kemudian memanfaatkan waktunya yang sedikit untuk lepas dari kekangan murid-murid yang menahan kedua lengannya.

*Dugh*

"AAHK!".

Naruto dengan cepat menyundul hidung salah satu murid pendek yang menahan lengan kanannya, sehingga membuat hidung murid tersebut mengeluarkan darah dan juga sukses membuat pegangan dari murid tersebut mau tak mau terlepas dari lengan Naruto, murid itu kemudian jatuh bersujud memegangi hidungnya yang terus menerus mengeluarkan darah segar.

Murid yang tadi Naruto ludahi dan murid yang Naruto tendang kembali menyerangnya, mereka secara bersamaan melepaskan pukulan lurus ke wajah Naruto.

Melihat itu membuat Naruto menggerakan secara paksa lengan kanannya ke depan, sehingga membuat pukulan dari dua murid yang di depannya itu harus terhalang oleh murid yang menahan lengan kanannya itu, didetik itu juga, Naruto mengarahkan kaki kanannya ke arah perut murid yang saat ini menjadi perisainya itu.

*Dugh*

"Ugh!".

Tendangan lurus dari Naruto berhasil membuat pegangan dari murid itu terlepas dari lengan kanannya dan sukses membuat murid itu berlutut secara paksa, mencoba menarik pasokan udara yang sangat sulit ia dapatkan akibat dari tendangan Naruto yang tepat mengenai diafragmanya.

Naruto kemudian menghantamkan kepalan tangan kanannya yang baru saja terbebas ke arah rahang salah satu murid yang memegang lengan kirinya, hal itu berhasil membuat murid itu pingsan serta berhasil membuat pegangannya dari lengan kiri Naruto terlepas.

1 K.O. Tersisa 7 orang.

Setelah itu, Naruto tanpa aba-aba langsung menghentakkan siku kirinya ke atas, sehingga menciptakan efek kejut sekaligus berhasil menghantam dagu murid satunya yang masih memegangi lengan kirinya, hal itu juga berhasil membuat pegangannya terlepas dari lengan Naruto.

Tidak berhenti di situ, Naruto langsung melancarkan sebuah Uppercut kanan yang sukses menghantam dagu murid tersebut sehingga mengakibatkan tubuh murid itu terangkat dari tempat pijakannya akibat kuatnya Uppercut yang menghantam dagunya tersebut, kemudian didetik selanjutnya, murid itu pun jatuh pingsan.

1 K.O. Tersisa 6 orang.

Mengalihkan pandangannya ke depan, Naruto ternyata telah disambut oleh sebuah tendangan yang mengincar wajahnya, ia kemudian memundurkan sedikit tubuhnya sehingga membuat tendangan tersebut luput darinya, kemudian Naruto melakukan counter berupa sebuah tendangan yang menghantam perut murid itu sehingga membuat murid tersebut harus terdorong ke belakang.

*Syut* *Dugh*

"Guhh!".

Naruto yang baru saja selesai mendaratkan tendangannya harus kembali menyiapkan dirinya karena ia merasakan ada sebuah pukulan yang kembali mengincar wajahnya.

*Syut*

Lagi-lagi Naruto berhasil menghindarinya, ia hanya menundukan sedikit tubuhnya ke samping lalu kemudian ia langsung melakukan counter berupa Hook kiri yang menghantam liver dari murid yang ia ludahi tadi.

Pukulan dari Naruto itu membuat murid itu berteriak kesakitan dan membuatnya harus terhempas ke samping sehingga membuatnya menabrak tumpukan bangku dan kursi kelas yang sengaja ditumpuk di bagian sisi kelas.

Seperti tidak ada habisnya, Naruto lagi-lagi merasakan adanya bahaya yang mengincarnya, ia seketika kembali mengalihkan pandangannya ke depan, dan benar saja, ia ternyata sudah disambut oleh sebuah kepalan tangan yang mengincar wajahnya.

*Swung* *Tap*

Dengan sigap, Naruto menangkap pukulan lurus dari murid yang tadi ia tendang, ia menangkap pukulan itu dengan mudah menggunakan tangan kirinya.

"Hoam, pukulanmu seperti pukulan orang yang belum sarapan! Kalau begitu aku akan memberikanmu sarapan, makan nih!" setelah itu, Naruto langsung menarik murid tersebut mendekat ke arah tangan kanannya yang ia baru saja ia tekuk, menghadiahi murid tersebut sebuah Lariat yang berhasil menghantam leher murid tersebut dengan sangat telak!.

*Syut* *Dugh*

1 K.O. Tersisa 5 orang.

Melihat Naruto lagi-lagi berhasil menjatuhkan teman mereka, membuat murid-murid lainnya berkeringat dingin.

Mereka harus akui, kalau mereka berdelapan belas benar-benar dibuat tidak berdaya melawan Naruto yang hanya seorang diri saja, gerakan orang ini benar-benar sangat cepat, sangat kuat dan juga sangat efektif, sehingga membuat mereka berdelapan belas tidak bisa untuk mengimbanginya.

Naruto kemudian berjalan mendekat ke arah murid-murid yang mengambil senjata untuk memukuli Naruto tadi.

Kedua murid yang didekati Naruto pun terlihat ketakutan, tentu saja mereka takut setelah melihat teman-teman mereka satu persatu bisa dikalahkan hanya dalam waktu kurang dari 5 menit oleh orang itu (Naruto), Ini gila!.

Kemudian salah satu dari mereka melemparkan kursi ke arah Naruto, akan tetapi Naruto berhasil menghindarinya sehingga membuat lemparan kursi tersebut malah mengenai kepala murid yang berada di sisi kelas, hantaman dari kursi tersebut pun membuat murid itu pingsan.

1 K.O. Tersisa 4 orang.

"O- ow, kekeranmu benar-benar payah! Kau berhutang maaf padanya loh!" Naruto mengejek murid yang melemparinya kursi.

Murid itu mendecih kesal karena melihat lemparannya meleset dan malah membuat temannya pingsan, murid itu kemudian meminta balok kayu kepada murid yang ada di sampingnya, tanpa basa basi mereka berdua langsung maju menerjang ke arah Naruto yang masih berdiri santai, kemudian mereka masing-masing mengayunkan balok kayu itu ke arah kepala dan perut dari Naruto.

*Tak* *Tak*

Naruto berhasil menangkap kedua balok kayu tersebut, akan tetapi pukulan dari balok kayu itu tetap meninggalkan jejak merah di kedua tangannya yang ia gunakan untuk menangkap kedua benda tumpul tersebut.

Dengan sekali hentak, Naruto berhasil merampas dua balok kayu tersebut, benda yang tadi mereka gunakan sebagai senjata mereka.

"Hiyaaa!".

Kedua murid itu pun langsung menutup mata mereka, bersiap merasakan rasa sakit yang akan mereka terima.

*Brug*

Namun mereka tiba-tiba mendengar suara balok kayu yang mendarat di lantai tidak jauh dari mereka berdua.

Ternyata Naruto memilih untuk membuang balok tersebut. Tentu saja, karena Naruto tidak mau menggunakan senjata ketika ia berkelahi, karena baginya itu tidaklah keren!.

"Buka matamu sialan!".

Mereka kemudian membuka mata mereka, dan mereka berhasil dikejutkan dengan sebuah tendangan dari Naruto yang entah kenapa dapat mereka lihat secara slow motion, tendangan yang mengincar telinga salah satu dari mereka, dan ternyata tendangan itu mengincar murid yang tadi melempari Naruto kursi.

*Swung* *Dugh* *Ngiiiiing*

Tendangan kaki kanan itu berhasil mengenai telinga murid itu dengan telak sekaligus berhasil membuatnya terjatuh ke lantai dan pingsan.

Tidak berhenti di situ, sebelum kaki kanan Naruto menyentuh lantai kelas, Naruto dengan gerakan akrobatik langsung memutar badannya di udara, melancarkan sebuah tendangan kaki kiri lurus yang menghantam wajah dari murid yang tersisa dengan sangat telak, sehingga membuat murid tersebut mengeluarkan darah dari hidungnya.

Bahkan tendangan dari Naruto itu juga berhasil membuat murid tersebut terhempas ke belakang kelas akibat kuatnya tendangan dari Naruto itu dan membuat kepala murid tersebut membentur sudut meja sehingga membuatnya seketika tidak sadarkan diri.

2 K.O. Tersisa 2 orang.

Naruto kembali mendarat dengan sempurna, ia lalu mengalihkan pandangannya ke belakang, dan kini mendapati hanya tersisa dua orang saja yang masih tersadar, Naruto pun langsung berjalan mendekati mereka berdua.

Kedua murid yang dimaksud kini masih terduduk tidak berdaya, yang satu masih memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah, dan satunya lagi masih kesulitan untuk bernafas.

Tiba-tiba, mereka merasakan ada seorang yang berjongkok di depan mereka berdua, hal itu otomatis membuat mereka mengalihkan pandangan mereka ke depan, dan orang itu tentu saja Naruto yang memasang senyuman konyol di wajahnya.

"Hehe tersisa kalian berdua, aku mau meminta tolong, bisakah kalian membantuku?" Naruto bisa saja langsung menyuruh mereka untuk melakukan apa yang dia mau, jangankan menyuruh, memaksa mereka pun juga sebenarnya Naruto bisa.

Hanya saja, Naruto bukan orang yang seperti itu, ia lebih suka merangkul orang-orang di sekitarnya, dan juga, dia hanya akan menggunakan kekerasan jika itu benar-benar diperlukan, contohnya seperti barusan yang terjadi.

"Ha- ha'i?!" jawab mereka bersamaan, mereka tidak percaya, apakah orang di depan mereka ini benar-benar baik? Atau sama saja seperti Boss mereka dulu, Hyūga Neji? Mereka akan skeptis untuk sementara waktu sembari berharap jika Naruto adalah benar-benar orang yang baik.

"Oy kalian tidak perlu takut begitu, aku hanya ingin memberi kalian ini" Naruto kemudian memberikan mereka 'kupon' ke UKS, kedua murid tersebut dengan refleks ingin membuka lipatan surat tersebut.

"OIT OIT OIT, JANGAN MEMBUKANYA DULU! OKE?!" Naruto berteriak panik, mereka yang hendak membuka lipatan surat tersebut seketika dihentikan langsung oleh teriakan cempreng dari Naruto.

"Itu kupon kalian karena berhasil bertahan sejauh ini, aku akui kalian orang-orang yang tangguh" Naruto menunjukan kedua jempolnya kepada mereka berdua.

"Aku Namikaze Uzumaki Naruto, aku memperkenalkan ulang diriku karena mungkin saja kalian melupakan namaku, oh iya kalian bisa memanggilku Naruto, dan mulai saat ini aku akan menjadi Pemimpin kalian-" Naruto kemudian menundukan kepalanya.

- Mohon bantuannya!" kedua murid yang melihat itu merasakan ada sedikit air di pelupuk mata mereka, sepertinya doa mereka terkabul, mereka akan mendapatkan Boss yang baik.

"Aku Baiu dan ini sahabatku Midare" ucap murid yang hidungnya berdarah sambil menunjuk sahabatnya yang ada di sebelahnya, guna memperkenalkannya kepada Boss barunya.

"Kami juga mohon bantuannya, Boss!" mereka berdua secara kompak menunduk, membalas perlakuan Naruto kepada mereka.

*Duak* *Duak*

"Ahk?!".

"Jangan memanggilku Boss! Aku tidak suka dengan panggilan itu! Bakayaro!" Naruto menjitak kepala mereka berdua. Ia tidak suka dipanggil Boss, ia lebih suka dipanggil Ketua atau Kapten atau namanya saja.

Ia tidak suka dengan panggilan 'Boss' karena bagi Naruto, panggilan itu terdengar sangat arogan dan juga ia memiliki sejarah buruk dengan panggilan itu.

""Maafkan kami Naruto-san!"".

"Lupakan, kalau begitu kalian harus cepat-cepat ke UKS, oh iya jangan lupa membawa orang yang di sebelah sana, yang di atas tubuhnya ada surat yang sama seperti punya kalian berdua. kalian mengerti?" pertanyaan Naruto hanya dibalas anggukan patuh oleh kedua orang yang ada di depannya.

"Kau! Jika tidak ke UKS maka kau akan kehilangan banyak darah, Chibi!" Naruto menunjuk Baiu yang tadi hidungnya ia sundul.

Baiu memang tergolong pendek, karena ia hanya memiliki tinggi 140cm saja.

Baiu yang mendengar itu pun mengagguk patuh. Jujur saja, ia cukup senang karena baru kali ini ia tidak dipanggil cebol atau kata-kata yang menyakitkan lainnya oleh orang yang baru ia kenal. Ia juga merasakan kalau panggilan Chibi yang diberikan oleh Naruto sepertinya lebih cocok untuknya.

"Dan kau! Kau juga harus ke UKS dan memeriksakan kondisi perutmu, sakit perut benar-benar menyebalkan kau tahu?" Naruto beralih ke murid satunya yakni Midare, kemudian Naruto berdiri dan mengambil sebuah kursi untuk ia duduki.

*Dubrak*

Kursi yang ia duduki patah sehingga membuatnya terbanting ke belakang.

""HAHAHAHAHAHA!"".

"GRR, PERGI KALIAN ATAU AKU AKAN BERUBAH PIKIRAN DAN MENGHAJAR KALIAN BERDUA!".

"Hiii, siap Bo- maksud kami Naruto-san!" mereka berdua pun bergegas meninggalkan kelas tersebut, tidak lupa mereka juga membopong satu orang yang dimaksud oleh Naruto keluar dari kelas.

Baru saja mereka keluar dari kelas, mereka tiba-tiba berhadapan dengan Chōji yang sepertinya baru selesai buang air besar, mereka pun langsung berinisiatif mengambil jalan lebih ke pinggir.

Entah kenapa, mereka bisa merasakan kalau orang berbadan besar ini adalah orang yang kuat, dan mereka juga bisa merasakan kalau orang ini memiliki aura yang membuat orang-orang sungkan untuk berhadapan dengannya(?), entahlah mereka juga tidak tahu.

Chōji yang baru saja berpapasan dengan ketiga orang tersebut hanya bisa mengerutkan alisnya bingung.

'Apa Naruto kalah? Itu tidak mungkin' kemudian Chōji mengalihkan pandangannya ke tempat siswa yang tadi terlempar keluar kelas akibat berurusan dengan sahabatnya, yakni Naruto si Monster rubah.

"Yap, masih ada di sana" Chouji langsung berjalan masuk ke dalam kelas 1C untuk melihat apa masih ada orang yang masih sadar di dalam sana.

*Dubrak*

Dan apa yang ia lihat, ternyata Naruto baru saja terjatuh dari tempat duduknya yang patah sehingga membuatnya terjungkal ke belakang, dan sepertinya ini adalah kursi keduanya, karena Chōji bisa melihat patahan kursi yang berada tepat di sebelah Naruto yang kini terbaring.

"HAHAHAHAHA! Ya ampun Naruto! HAHAHA!".

"Grr, diam kau Chōji sialan!" Naruto menoleh ke asal suara tersebut, mencoba memastikan jika memang itu adalah suara sahabatnya, setelah yakin itu adalah Chōji, Naruto pun kembali ke posisinya semula, menyerah untuk duduk lagi dan lebih memilih untuk berbaring di lantai kelas yang kotor ini.

.

.

.

.

.

.

.

.


*Kriiing*

Kelas 1C, Monday at 10:30 am.

Murid-murid yang tadi dihajar Naruto kini sudah siuman, mereka saat ini sedang duduk mengelilingi Pemimpin baru mereka, si Monster kuning alias Monster Rubah alias Naruto, yang saat ini tengah berbaring malas, dan menggunakan tangan kanannya sebagai sandaran kepalanya.

"Hoam, ini seriusan tidak ada guru yang masuk?" tanya Naruto yang sedang berbaring di atas dua buah meja yang ia susun agar membuat acara bersantainya lebih nikmat.

"Siap tidak ada pak! KHS mengkhususkan di minggu pertama ajaran baru tidak akan ada guru yang masuk pak!" jawab orang di sebelahnya yakni Baiu.

"Oy sudah kubilang jangan terlalu formal Bedu, lagipula kenapa satu minggu tidak ada guru yang masuk?" Naruto kemudian memasukan kelingking tangan kirinya ke salah satu lubang 'emas' andalannya, mencari jejak pusaka yang masih tersisa di dalam sana.

"Siap pak, karena para guru di sini ingin membuat para Freshmen menyelesaikan perang mereka terlebih dahulu, dan juga namaku Baiu pak, bukan Bedu" Baiu menjawabnya dengan lugas.

Naruto yang sudah mendapatkan 'emasnya' itu kemudian langsung menyentilnya ke depan, ke arah pintu masuk kelas 1C.

"OY NARUTO, AYO KITA JENG-uhk?!" Chōji tiba-tiba nyelenong masuk ke dalam kelas Naruto dan sialnya, ia merasakan sesuatu yang masuk ke mulutnya, sepertinya ia tahu apa itu setelah melihat gerakan tangan dari si pelaku penyentilan 'emas' tersebut.

'Oh Shit!'.

"He- hey Chōji, ayo kita ke UKS, kalau begitu aku duluan ya, jaa nee!" dengan langkah seribu, Naruto langsung berlari meninggalkan kelasnya menuju ke UKS, tempat yang tadi mereka sepakati untuk menjenguk sohib mereka yang sedang dirawat di sana, yakni Sasuke.

Dan juga kenapa ia melarikan diri karena ia tidak mau terkena amukan dari sapi yang mengamuk (Chōji)

Beralih ke Chōji, ia kini tengah sibuk mencolok kerongkongannya agar memuntahkan 'emas' yang dikirimkan langsung dari sumbernya, yakni Naruto.

"HOEK, AKAN KUPATAHKAN PUNGGUNGMU RUBAH SIALAN!" dengan kecepatan luar biasa, Chōji berlari mengejar Naruto yang tampaknya sudah semakin jauh dari pandangan matanya.

"Naruto-san, Chōji-san, tunggu kami!" teriak Lee beserta rombongan kelas 1E-nya yang mengekor di belakang Chōji.

"Barusan apa yang kita lihat?" tanya para murid kelas 1C yang beberapa jam lalu dikalahkan oleh seorang yang sangat absurd (Naruto).

Mereka diam di tempat mereka sambil menyaksikan keanehan Pemimpin baru mereka itu. Bisa-bisanya orang aneh seperti itu bisa menguasai kelas ini dengan mudah? Dan lagi orang itu berhasil melakukannya kurang dari 5 menit saja!.

Ditambah lagi adanya kehadiran dari sahabat Pemimpin baru mereka, yakni orang yang bernama Akimichi Chōji yang ternyata adalah Pemimpin dari kelas 1E. Dan saat ini sedang bermain kejar-kejaran dengan Pemimpin mereka seperti Tom and Jerry?.

I- ini. . . ini bercanda, kan?.

.

.

.

.

.

.

.

.


Ruang UKS

*Srek*

"Se- sensei! Tolong sembunyikan aku, aku dikejar oleh sapi gila!" Naruto tanpa babibu langsung masuk dan memegangi kedua pundak dari Shizuka, Shizuka yang melihat Naruto dari jarak dekat pun merona tipis, ia terhipnotis oleh mata biru indah yang bagaikan samudra biru itu.

"Sensei?! Shizu-sensei?" Naruto mengguncangkan-guncangkan kedua tangannya yang berada di kedua pundak Shizuka.

"A- ah iya, kau sembunyi saja di bawah ranjang yang dipakai Uchiha-san itu!" Shizuka menunjuk ke arah ruangan yang berada di dekat jendela.

"Terimakasih Shizu-sensei!" Naruto segera masuk bersembunyi ke tempat dimana Sasuke sedang dirawat.

Di ruangan itu Naruto dapat melihat kalau Sasuke sedang tidak sadarkan diri, tidak hanya itu, ia juga dapat melihat sahabatnya itu sedang ditemani oleh seorang Dokter yang didatangkan langsung dari Konoha Hospital, dan Dokter itu adalah bibinya tersayang, yakni Senju Tsunade.

"Bi- Bibi?!".

"Ho Naru-chan, apa kau membuat masalah lagi?" Tsunade menurunkan kacamatanya, untuk melihat keponakan lucunya sedang terlihat tergesa-gesa.

"Hee, Naru-chan ya, imut sekali" sahut Shizuka yang tiba-tiba berada di sebelah Naruto sambil menyandarkan dagunya di bahu Naruto yang kelihatan sedikit lebih tinggi dari dirinya, tidak lupa ia juga memberikan senyuman manisnya.

"Sudah kubilang kan, Bibi jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu di tempat umum! Itu membuatku malu tahu!" rona malu terpampang jelas di wajah Naruto, menghiraukan senyuman Shizuka yang benar-benar terlihat imut di sebelahnya.

*Tak* *Tak*

"NA-RU-TO!".

'Oh sial!'.

"Jangan beritahu siapa pun kalau aku di sini!" dengan cepat Naruto langsung masuk bersembunyi di bawah ranjang UKS yang saat ini ditempati oleh sahabatnya, Sasuke.

"Permisi Sensei, dimana Naruto bersembunyi?" tanya Chōji dengan raut wajah yang mengerikan.

Shizuka yang melihat Chōji seperti itu dibuat sedikit merinding.

"A- anu, ah halo? Ada apa, Pak?" jawab Shizuka dengan berpura-pura menjawab telepon yang entah dari siapa, demi menghindari kontak mata dengan Chōji.

Chōji yang melihat itu tanpa pikir panjang langsung mengecek satu persatu tirai yang ada di sana.

*Glug*

Naruto dengan susah payah menelan ludahnya.

'Gila, ini benar-benar seperti difilm-film horor!' batin Naruto deg-degan, wajahnya kini kelihatan sudah pucat pasi.

Sasuke yang ternyata sejak tadi sudah sadar kini dibuat tersenyum tipis ketika mendengar suara dari dua sahabatnya, ditambah lagi kali ini Naruto sedang sembunyi di bawah ranjangnya, menghindari amukan dari Chōji.

Menurutmu apa yang akan kau lakukan jika salah satu sahabatmu sedang bersembunyi dan menyelamatkan dirinya dari amukan sapi gila? Yap, tentu saja menjahilinya!.

*PRET*

"Anjing baunya! Hoek!" Naruto merangkak keluar dari ranjang, dan sialnya ia langsung mendapati Chōji yang ternyata sudah menungguinya.

"BOO".

"UAAAAAAAAA!".

"HAHAHAHAHA!" Sasuke membuka matanya dan kemudian menertawakan Naruto yang sedang dipiting oleh Chōji.

Sementara di sisi lain, Tsunade dan Shizuka hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka sambil tertawa tipis melihat keanehan dua orang yang baru saja masuk ke dalam UKS ini.

"Chōji-san! Hahh, akhirnya sampai juga" Lee beserta teman-temannya dari kelas 1E masuk ke dalam UKS, mereka pun mendapati Chōji kini sedang melakukan sebuah kuncian yang sempat Lee rasakan kemarin. Walls of Naruto, tapi kali ini Naruto lah korbannya.

"Terimakasih Chōji-san, karena kau sudah membalaskan dendamku" Lee melihat itu menangis bahagia. orang-orang yang melihat Lee hanya bisa sweatdrop.

'Kenapa banyak sekali orang aneh yang kutemui hari ini?' begitulah pikir mereka, kecuali Tsunade dan Sasuke tentunya.

.

.

.

.

.

Dua puluh menit telah berlalu, Naruto dan Chōji kini tengah duduk di samping Sasuke, sedangkan murid kelas 1E yang tadi mengikuti Chōji sudah terlebih dulu kembali ke kelas mereka setelah Chōji meminta mereka untuk menunggunya di sana.

Saat ini Naruto, Chōji dan Sasuke tengah membicarakan suatu hal yang kelihatannya lumayan serius.

"Oh ayolah Sasuke, kau harus ke Rumah Sakit! Kau harus memeriksakan kepalamu itu!" Chōji menatap sahabat kecilnya khawatir.

"Iya Sasuke, kau harus mengecek kepalamu!" Naruto ikut menimpal perkataan Chōji, kali ini suara Naruto berubah berat, berbeda dengan suara biasanya yang selalu terdengar konyol.

"Aku baik-baik saja, kalian berdua tidak usah khawatir!" Sasuke kembali menenangkan mereka.

Naruto menatap Sasuke diam, kemudian ia berdiri dari duduknya.

"Kau tahu? Aku dan Chōji sudah menaklukkan kelas kami" Naruto kemudian memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"Ya, lalu?" Sasuke cukup bingung dengan perkataan Naruto yang agak ambigu itu.

"Asal kau tahu. Aku, Shika dan Chōji akan membuat sebuah Fraksi dalam waktu dekat, dan kami berencana untuk menyatukan sekolah terkutuk ini, tapi itu semua tidak akan lengkap jika tidak ada kau Sasuke, apa kau tidak mau bergabung dengan kami?" entah kenapa kali ini suara Naruto terdengar sangat datar.

Sasuke mengangkat sebelah alisnya, menatap Naruto bingung. Jujur, baru kali ini Sasuke mendengar suara Naruto menggunakan intonasi yang sangat datar seperti ini.

"Tentu saja aku mau, kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal bodoh seperti itu?" Sasuke menjawabnya dengan tenang.

"Kalau begitu kau harus memeriksakan kepalamu, kami tidak mau kau mengalami cedera serius! Bukankah kau mau menjadi petinju profesional?" kali ini Chōji yang berbicara, tanpa sadar air mata menggenang di kedua pelupuk matanya, Sasuke yang melihat itu sedikit terenyuh.

Ia tahu betul kalau Chōji adalah orang yang paling peduli kepada mereka, dan juga Chōji lah yang memiliki hati yang paling sensitif dan paling baik di antara mereka berempat (Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Chōji).

Chōji sebenarnya sangat membenci kekerasan, akan tetapi keadaan lah yang memaksanya untuk menggunakan kekerasan itu untuk melindungi dirinya dan juga teman-temannya.

"Oy kalian berdua tenang lah, aku baik-baik saja, sungguh!" Sasuke mulai merasakan tidak enak ketika melihat tatapan khawatir dari Naruto dan Chōji yang ditujukan kepadanya.

"Kau tidak baik-baik saja Sasuke! Aku menyaksikan pertarunganmu secara langsung, dan aku bisa mengatakan kalau luka yang kau alami sekarang bisa menimbulkan dampak yang besar di kemudian hari!" Naruto mulai meninggikan volume suaranya.

"Jangan bilang kalau kau sekarang sedang memikirkan soal harga dirimu karena si Niji itu berhasil membuatmu masuk ke Rumah Sakit?" Sasuke yang mendengar itu membulatkan matanya.

'K- kenapa Naruto bisa tahu?' batin Sasuke.

"Tch, sudah kuduga, kau tahu Sasuke? Malahan kau akan terlihat seperti seorang pecundang yang sok kuat karena mencoba menutupi keadaanmu itu, dasar bodoh!" Sasuke dibuat terdiam mendengar perkataan dari Naruto.

"Bayangkan saja jika kau tetap kekeh untuk tidak memeriksakan kepalamu dan suatu hari kau merasakan dampaknya sehingga membuatmu tidak bisa berkelahi lagi, apa kau mau si Niji itu melampauimu?! Tidak kan?!" Naruto mencengkeram kuat kerah kemeja Sasuke.

Chōji melihat Naruto marah seperti itu tidak mau menginterupsinya, karena marah Naruto adalah marah yang baik untuk Sasuke.

"Kami hanya memintamu memeriksakan kepalamu! Tidak lebih! Dan jika memang hasilnya tidak menunjukan cedera yang berarti, setidaknya itu bisa membuat kami semua lega dan tidak usah mengkhawatirkanmu lagi sialan!" Naruto mengangkat tinggi kerah kemeja Sasuke, sehingga membuat Sasuke sedikit terangkat dari duduknya.

Shizuka yang melihat itu berniat menghentikan Naruto, akan tetapi langkahnya dicegat oleh Tsunade, Tsunade kemudian memberikan gelengan pelan kepada Shizuka. Memintanya untuk mempercayakan hal ini kepada Naruto dan Chōji.

Naruto kemudian melepaskan cengkeramannya dari kerah kemeja Sasuke dan kemudian ia membungkukan badannya, Chōji yang melihat itu langsung ikut berdiri dan mengikuti apa yang Naruto lakukan.

"Kami mengandalkanmu sobat!" ujar mereka berdua yang kini ber-ojigi di hadapan Sasuke.

Sasuke yang melihat itu melebarkan matanya, hatinya tergerak, sahabatnya benar-benar mengkhawatirkannya.

"Tch, baiklah-baiklah aku akan pergi ke Rumah sakit, hahh mendokuse!" Sasuke kemudian tersenyum ke arah Naruto dan Chōji, dan secara tidak sadar Sasuke juga menggunakan kata andalan dari Shikamaru, sahabat lainnya yang sedang tidak datang ke sekolah hari ini.

Naruto dan Chōji seketika menegakkan tubuh mereka untuk menatap Sasuke.

"Terimakasih sudah mengkhawatirkanku sobat!" kali ini Sasuke yang menundukan kepalanya kepada mereka berdua.

Shizuka melihat itu tersenyum, Naruto benar-benar tahu untuk mengatakan sesuatu yang bisa menggerakkan hati seseorang, termasuk dirinya, itulah kenapa ia sangat menyukai Naruto. . .

. . . E- eh tunggu dulu, apa Shizuka benar-benar jatuh cinta kepada Naruto? E- entahlah.

Tsunade melihat itu hanya bisa tersenyum tipis, keponakannya memang benar-benar hebat dalam meyakinkan seseorang, mungkin Naruto harus menjadi politikus jika ia besar nanti, setidaknya itu yang dipikirkan Tsunade.

*Puk*

"Kau tidak perlu mengatakannya Sasuke Teme, shishishi!" Naruto menepuk bahu Sasuke.

"Bibi, sekarang kau bisa menelpon ambulansmu!".

"Iya aku tahu itu Naru-chan!" Tsunade memberikan nada meledek kepada keponakannya, kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon petugas Rumah Sakit untuk membawakan satu unit ambulans ke KHS boys.

"Hihi Naru-chan!" Shizuka terkikik kemudian ia kembali berdiri di sebelah Naruto, lalu ia menepuk-nepuk pundak Naruto, Naruto yang diperlakukan seperti itu oleh Shizuka hanya menggaruk pipinya malu, karena bibinya lagi-lagi menggunakan panggilan kecilnya dan hal itu ditiru oleh Senseiimutnya ini.

"Kalau begitu kami pamit, aku dan Naruto akan kembali ke kelas" Chōji membuka suara demi memecahkan keheningan yang sempat terjadi selama beberapa detik.

"Ya, setelah ini mari kita membentuk Fraksi!" Sasuke menunjukan sebuah tekad di matanya, sepertinya ia sudah tidak sabar untuk bekerja sama dengan para sahabatnya untuk menguasai sekolah terkutuk ini.

"Tentu saja, tapi sembuhlah terlebih dahulu!" Naruto membalas perkataan Sasuke dengan nada yang semangat.

"Hn!" Sasuke membalasnya dengan kata andalannya.

Chōji dan Naruto mendengar itu hanya tersenyum, kemudian mereka berdua beranjak dari tempat duduk mereka, menuju pintu keluar ruang UKS.

*Grab*

Langkah Naruto terhenti ketika merasakan seseorang menarik lengan gakurannya, ia kemudian memalingkan pandangannya untuk melihat siapa orang yang menarik lengan gakurannya tersebut, dan pelakunya ternyata Shizuka-sensei.

"Terimakasih Naru-kun!" Shizuka berterimakasih kepada Naruto karena sudah membujuk Sasuke untuk memeriksakan kepalanya ke Rumah Sakit.

Kemudian Shizuka mengecup pipi kiri Naruto yang terlihat agak memar akibat terkena tendangan di pertarungannya tadi, setelah itu Shizuka dengan cepat menempelkan sebuah plester di pipi Naruto yang baru saja ia cium itu.

"Aku membaca suratmu loh, kau sangat lucu dan saaangat manis, hihi~" Shizuka mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Naruto yang saat ini menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menyembunyikan rasa malu yang saat ini ia rasakan.

Tentu saja Naruto malu karena Shizuka membaca surat konyolnya itu.

Tsunade yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.

'Sepertinya pesona Minato turun ke Naru-chan, nee?' batin Tsunade.

"Shishishi, aku jadi malu" Naruto kemudian memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya, setelah itu Naruto tanpa sadar memasang wajah yang meneduhkan, Shizuka yang melihat itu merona hebat.

'Sial, anak ini benar-benar tampan dan manis! Aku benar-benar bisa gila, Kyaaa!'.

"Kalau begitu aku duluan Sensei~" Naruto menekankan kata di akhir perkataannya, tidak lupa Naruto juga sempat membalas kedipan mata Shizuka, Shizuka yang melihat itu menjadi salah tingkah.

Tapi jujur saja Naruto tidak tahu apa yang baru saja ia lakukan, karena ia pikir Shizuka tadi mengedipkan sebelah matanya karena ingin memberikan salam perpisahan kepadanya, jadi tanpa pikir panjang Naruto pun langsung meniru apa yang Shizuka lakukan kepadanya.

Oh Naruto, kau harus bertanggung jawab karena kau sudah membuat jatuh hati seorang Shizuka, Senseimu sendiri.

Naruto pun beranjak dari ruangan tersebut, meninggalkan Shizuka yang kini tengah melamun dengan wajah merona yang menghiasi kedua pipinya.

"Shizuka-sensei, kau tahukan kalau keponakanku itu masih di bawah umur?" Tsunade menatap aneh Shizuka, dan ia juga merasa bingung.

Apa orang ini hanya bermain-main saja dengan keponakannya atau orang ini serius?.

"A- ah, aku hanya menggodanya saja, sebab ia sangat imut! S- sungguh!" Shizuka kelabakan, ia kemudian mencoba memberikan alasannya kepada Tsunade yang kini menatap dirinya intens.

"Hahh, baiklah aku percaya padamu, tapi kau harus berhati-hati untuk menggoda murid-murid yang ada di sini, karena bisa saja mereka melecehkanmu!" Tsunade memberikan sarannya kepada Shizuka.

"Kalau itu tenang saja Sensei, aku memiliki kemampuan bela diri yang hebat, lagipula syarat mengajar di sekolah ini harus bisa menguasai bela diri tingkat atas, dan lagi ruang UKS ini juga memiliki CCTV yang langsung tersambung ke ruangan guru Killer, yakni Ibiki-sensei!" Shizuka mencoba meyakinkan Tsunade.

Tsunade yang mendengar itu hanya mengangguk paham, tidak lama setelah itu, terdengarlah sirine ambulans yang memasuki lingkungan sekolah milik KHS Boys.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue~.

Fuhh, itu dia chapter 8, dari chapter ini kita dapat melihat gaya bertarung apa yang Naruto pakai, bisa dibilang gaya bertarung Naruto ini sangat liar dan terlalu abstrak, kadang ia menggunakan gaya tarung jalanannya, kadang ia menggunakan Karate, kadang ia menggunakan Taekwondo, kadang ia menggunakan Kick Boxing dan kadang ia juga menggunakan Judo.

Di chapter ini juga memperlihatkan bagaimana Naruto menguasai kelasnya, asal kalian tahu, Naruto masih menahan kekuatan penuhnya ketika menghajar teman-teman kelasnya itu. Kenapa? Karena ia tidak mau membuat teman-teman kelasnya itu mengalami cedera parah.

Di sisi lain, Chōji juga sudah menguasai kelasnya, kenapa tiba-tiba semua kelas 1E mengikutinya? Karena semua murid yang ada di situ (kecuali Lee) sudah melihat seberapa kuat Chōji saat bertarung di Freshmen War.

Jika bisa dihitung, Chōji lah yang paling banyak mengalahkan para Freshmen dibandingkan dengan Kiba, Sai, dan juga Shino. Dan lagi, Chouji juga berhasil menahan imbang Shino, mantan Wakil Ketua dari Kiba sang pemenang Freshmen War tahun ini, walaupun faktanya Shino lah yang berhasil menahan imbang Chōji.

Naruto mengakui kalau Chōji dalam mode marahnya, ia bisa sangat super duper kuat! Akan tetapi mode marah Chōji seperti pisau bermata dua, ia tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawannya.

Maka dari itu, Naruto dan Shikamaru yang selalu bersamanya harus selalu sigap untuk menenangkan Chōji ketika ia marah.

Tapi mode marah Chouji sebenarnya cukup jarang terjadi sih, karena Chouji sebenarnya tipe orang yang sangat cinta damai dan akan melakukan apapun untuk menghindari pertikaian.

Kemudian di chapter ini juga kita bisa melihat kondisi Sasuke setelah pertarungan beratnya melawan Neji, Sasuke menolak untuk ke Rumah Sakit karena ia tidak mau membuat Neji seakan-akan memenangkan pertarungan mereka yang ketiga ini, karena Neji telah berhasil membuatnya masuk Rumah Sakit.

Sasuke tentu merasa gengsi, karena selama mereka bertarung, hanya Neji lah yang selalu masuk ke Rumah Sakit.

Di tempat lain, sang rival Neji sudah terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit tanpa adanya penolakan sedikit pun, karena Neji adalah tipe orang yang perfeksionis dan tidak mau ada sedikit pun kekurangan yang terjadi pada dirinya.

Dan yang terakhir, di chapter ini juga aku menunjukan sedikit interaksi dengan salah satu pair potensial untuk Naruto. Yap, Shizuka-sensei, ya walaupun Naruto tidak dapat menerima sinyal ketertarikan Shizuka dengan baik, tapi setidaknya hal ini cukup untuk membuat kesan fresh dalam chapter ini yang sebagian besar berisikan pertarungan Naruto.

Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.

Baiklah kalau begitu.

Wassalamua'laikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.