Kantin KHS Boys, Monday at 1:00 pm.
Jam istirahat kedua akhirnya tiba, setelah jam istirahat pertama Naruto habiskan untuk membujuk Sasuke agar mau ke Rumah Sakit, sekarang jam istirahat kedua Naruto gunakan untuk mengisi perutnya yang kosong.
Saat ini ia sedang berada di Kantin KHS boys yang bisa dibilang lumayan bersih, mengingat Kantin sekolah ini berada di gedung para guru, tetapi para murid bisa menggunakannya juga asalkan mereka harus mengikuti peraturan yang ada di sini.
Jika mereka tidak mematuhinya, maka mereka harus siap-siap dihajar oleh Ibiki, karena kantin ini adalah tempat favoritnya untuk mengisi perutnya, berbeda dengan guru lainnya yang lebih memilih membawa bekal atau makan di luar sekolah.
"Huah kenyangnya" Naruto mengelus-elus perutnya yang baru saja ia isi, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya, berniat untuk berjalan-jalan mengitari sekolah terlebih dahulu sebelum ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Atap Sekolah (Akatsuki Headout) Monday at 1:00 pm.
Terlihat tujuh orang sedang duduk melingkari sebuah meja, salah satu dari mereka terus berbicara dan yang lainnya diam mendengarkannya dengan seksama.
"Aku mendengar berita kalau Might Guy, Wakil Ketua dari Shika Commerce baru saja keluar dari Rumah sakit hari ini,-
- Aku juga mendengar kalau dua hari yang lalu, ia telah dikalahkan oleh seorang siswa dari KHS hanya menggunakan tangan kosong saja dan tanpa bantuan alat sedikit pun. Tapi masalahnya, aku tidak tahu siapa siswa itu" Nagato melipat kedua tangannya di depan dada.
"Jika memang benar seperti itu, aku penasaran, orang gila macam apa yang bisa mengalahkan Guy? Yahiko dan aku masih mungkin mengalahkannya, tapi sampai membuatnya masuk Rumah sakit? Itu beda cerita" Nagato melanjutkan perkataannya.
"Orang terkuat ketiga di Akatsuki (Kisame) saja tidak pernah bisa mengalahkan Might Guy. Jujur saja, aku bahkan tidak tahu siapa yang akan menang jika aku dan Guy bertarung" kali ini Yahiko yang berbicara.
Jujur saja, Yahiko sama sekali tidak bisa memikirkan bagaimana bisa seorang Monster dari Shika Commerce itu berhasil dibuat masuk Rumah Sakit oleh seseorang, terlebih lagi orang itu melawannya menggunakan tangan kosong!.
Yahiko kembali mengingat ketika di awal tahun ketika mereka masih menjadi Sophomore.
Saat ia itu melihat Guy tengah menghancurkan para murid kelas 3 yang ada di sekolahnya seorang diri tanpa bantuan alat apapun, dan hal itu mau tidak mau membuat para murid kelas 3 yang dikalahkan olehnya harus mengikuti dan mengakui Kakashi sebagai Ketua mereka.
Jujur saja, Yahiko tidak pernah kepikiran cara untuk mengalahkan Might Guy dengan telak seperti yang diceritakan Nagato.
Mungkin Yahiko bisa saja mengalahkan Guy, akan tetapi pertarungan mereka akan berjalan dengan sangat ketat, satu kesalahan saja maka Yahiko akan kalah, karena orang itu terlalu lincah dan sangat kuat.
Walaupun Kakashi pernah mengakui kalau pukulan Yahiko lebih kuat dibanding Guy, tapi tetap saja, perkelahian bukan sekadar pukulan siapa yang paling kuat, akan tetapi, ada faktor lain lagi yang sama pentingnya dengan kekuatan pukulan itu sendiri.
"Mungkin seorang Freshmen?" Hidan kali ini yang bersuara.
"Tidak mungkin seorang Freshmen, Freshmen tahun ini memang kuat-kuat, tetapi level mereka masih jauh di bawah dari level Might Guy" Kisame langsung menjawab pertanyaan bodoh Hidan.
Segila apapun Freshmen tahun ini, mereka masih belum bisa mengalahkan Might Guy, ia mengatakan itu karena ia benar-benar tahu seberapa mengerikan orang yang bernama Might Guy itu.
"Bagaimana dengan dua orang Freshmen yang melawan anggota RWK dua hari yang lalu? Mereka sangat kuat, un!" sahut Deidara.
"Tidak mungkin mereka, karena aku mendengar pertarungan Guy terjadi setelah pulang sekolah, apa kalian lupa? Mereka saat itu baru saja selesai melawan 40 orang anggota RWK, dan dari pertarungan itu berhasil memberikan mereka berdua luka yang cukup lumayan" Sasori menyadarkan tubuhnya di sofa yang ia duduki.
"Apa kalian pikir dengan luka yang lumayan seperti itu bisa membuat salah satu dari mereka mengalahkan seorang Monster seperti Might Guy? Jangan bercanda!" tambah Sasori.
Sasori memang hebat dalam melihat hal-hal kecil yang kemungkinan luput dari penglihatan teman-temannya, dan Sasori juga memiliki analisa yang sangat bagus.
"Duo yang melawan RWK? Maksudmu Naruto dan temannya?" Nagato kembali bersuara, ia tiba-tiba teringat akan aksi hebat yang dilakukan oleh adik sepupunya dua hari yang lalu.
"Naruto?" setelah lama diam, kali ini Kakuzu mulai membuka suara.
"Naruto? Maksudmu Naruto adik sepupumu?!" Yahiko menimpali pertanyaan Kakuzu, menunjukkan tatapan tertarik.
"Iya, dua hari yang lalu, anak yang berambut pirang itu namanya Namikaze Uzumaki Naruto, adik sepupuku" Nagato memperkenalkan Naruto dengan bangga kepada member Akatsuki lainnya.
"Kenapa kau tidak memberitahuku Nagato sialan! Aku ingin bertemu dengannya!" Yahiko menunjukan mata yang berbinar-binar kepada Nagato.
"Kaunya saja yang saat itu tidur, baka!" Nagato menatap malas Yahiko.
"Yahiko-san, aku mau tanya, memangnya ada apa dengan adik sepupu Nagato-san itu?" Sasori kelihatan tertarik dengan pembahasan ini, karena ia sempat melihat tatapan berbinar dari Ketuanya ketika Nagato menyebutkan nama adik sepupunya.
"Aku pernah bertarung melawan anak itu, beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat peperangan anak SMP dan SMA pecah di Kyoto dan kemudian perang itu menjalar ke seluruh penjuru Jepang" ujar Yahiko menerawang jauh.
Yahiko kemudian merubah posisi duduknya, kali ini ia menyandarkan tubuhnya ke sofa, lalu menggunakan kedua tangannya untuk menjadi bantalan kepalanya, sambil mengingat-ingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
Mereka yang ada di sana masih diam menunggu Yahiko untuk menyelesaikan ceritanya.
"Anak itu luar biasa kuat dan sangat tangguh, anak itu bahkan bisa mengimbangi kemampuanku tanpa kesulitan sedikitpun. Tidak hanya itu, bahkan si bocah sialan itu hampir membuatku kalah jika saja saat itu polisi tidak datang menginterupsi pertarungan kami" sambung Yahiko, mereka yang mendengarkan itu membulatkan matanya tidak percaya, termasuk Nagato.
Well, Nagato juga baru mengetahui fakta ini dan hal itu berhasil membuatnya ikutan kaget bersama temannya yang lain.
Siapa yang tidak kaget coba? Bagaimana bisa seorang bocah SMP hampir mengalahkan Yahiko yang notabenenya adalah seorang Monster?.
Ditambah lagi Pemimpin Akatsuki itu juga memiliki rekor pertarungan yang sangat hebat!.
Contoh dari rekor pertarungannya adalah, Yahiko sudah pernah mengalahkan Ketua RWK generasi ketiga yang sekaligus menjadi orang terkuat di Inuzuka Industrial High saat ini, yakni Yakushi Kabuto.
Kemudian dia juga berhasil mengalahkan Pemimpin terhebat kedua dalam sejarah Shika Commerce saat ini, yakni Hatake Kakashi.
Ya walaupun wakil dari Kakashi yakni Might Guy lebih kuat dibanding dengan dirinya (Kakashi), tapi tetap saja, hal itu tidak merubah fakta kalau saat ini Yahiko adalah orang yang terkuat di kota ini karena telah berhasil mengalahkan para Pemimpin dari sekolah tetangga.
Dengan rekor yang hebat itu bukan berarti Yahiko tidak pernah kalah, tepatnya setahun yang lalu, Yahiko pernah dikalahkan sekali oleh Pemimpin Uchiha Empire yang sebelumnya.
Hanya saja orang itu sudah pindah saat pertengahan semester dua kelas dua, entah karena alasan apa, sehingga kepindahan orang itu pun membuat keseimbangan di KHS menjadi hancur.
Kembali ke adik sepupu Nagato, saat ini member Akatsuki yang lain masih diam dengan pikiran mereka masing-masing, memikirkan bagaimana cara Naruto yang saat itu masih seorang bocah SMP bisa membuat Yahiko Sophomore kewalahan.
Asal kalian tahu, Yahiko saat Sophomore adalah Monster yang haus darah.
"Ini bercandakan?" Sasori meminta penjelasan kepada Yahiko, disertai dengan wajah yang muak.
"Hm? Tentu saja tidak, anak itu luar biasa kuat, aku juga berharap bisa bertarung dengannya lagi dalam waktu dekat ini, aku penasaran dengan kekuatannya yang sekarang!" balas Yahiko santai, tidak lupa ia tersenyum tipis membayangkan akan sedahsyat apa pertarungan kedua mereka.
Sasori tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, entah kenapa, setelah mendengar cerita dari Yahiko membuatnya langsung tidak menyukai adik sepupu Nagato itu.
Bagi Sasori, Yahiko adalah orang yang paling ia hormati di sekolah ini, ia tidak terima jika ada adik kelas yang entah darimana datangnya bisa menandingi Yahiko dengan kekuatannya sendiri.
Dengan kata lain, ia tidak terima jika adik kelasnya itu jauh lebih kuat dibanding dirinya.
"Kau mau kemana Sasori?" Yahiko membuka suara ketika melihat Sasori beranjak dari duduknya.
"Cari angin" balas Sasori acuh, kemudian ia meninggalkan tempat tersebut tanpa peduli lagi soal rapat Akatsuki yang belum selesai itu.
"Hahh, palingan dia pergi menyendiri lagi di Hutan belakang Sekolah" ujar Hidan tidak mau ambil pusing soal perilaku temannya.
Rapat Akatsuki pun kembali dilanjutkan tanpa kehadiran salah satu Petingginya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hutan KHS, Monday at 1:05 pm.
Naruto saat ini sedang berjalan-jalan di bagian belakang gedung sekolah, Naruto pun menemukan sebuah Hutan yang berada di belakang gedung KHS boys, ukuran Hutan ini cukup kecil tapi terlihat cukup bersih, Hutan ini juga memiliki beberapa pohon besar nan rindang dan memilki daun yang lumayan lebat sehingga membuat hutan ini cukup sejuk.
Naruto yang melihat hutan ini pun cukup dibuat takjub, karena pemandangan di depannya ini sangat indah, berbanding terbalik dengan gedung sekolah milik KHS boys yang terlihat sangat kotor.
Hal itu dikarenakan gedung sekolahnya dipenuhi dengan berbagai macam coretan-coretan yang menghiasi dindingnya, juga ada beberapa kaca yang pecah sehingga membuat sekolah ini terlihat kumuh sekaligus menyeramkan dari luar.
Naruto menggeleng pelan, ia mengasihani mereka yang tidak mengetahui jika sekolah ini memiliki hutan yang cukup indah.
Tanpa pikir panjang, Naruto langsung mengambil posisi tidur di dekat pohon besar yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia memilih pohon ini karena pohon ini memiliki daun yang terlihat cukup lebat.
Dan tanpa Naruto ketahui, tempat itu merupakan salah satu tempat favorit dari Petinggi Akatsuki ketika ingin menyendiri.
Tidak lama setelah itu, seketika siluet terlihat menutupi tubuh Naruto.
*Dugh*
"Oy apa-apaan kau?! menendang orang seenaknya saja?!" Naruto yang baru saja akan terbang ke alam mimpi harus dikejutkan dengan sebuah tendangan yang mengenai kepalanya.
"Hohh, lihat siapa yang aku temukan di sini, Freshmen yang sangat tidak sopan terhadap Seniornya, jadi kau berani menyalahkanku, hm? Padahal kau seenaknya mengambil tempatku tanpa meminta persetujuanku terlebih dahulu?" tanya seorang lelaki berambut merah yang memiliki tampang yang bisa dibilang 'Baby face' itu.
Orang itu menatap Naruto tajam, tidak lupa ia juga menggunakan nada yang meremehkan.
"Cih Senior ataupun tidak aku tidak peduli, kau menendangku ketika aku tidak berbuat apa-apa kepadamu, lagipula pohon ini tidak tertulis satu nama pun, jadi aku berhak menggunakannya!" balas Naruto yang tidak terima dengan perlakuan Seniornya yang bisa dibilang seenaknya ini.
*Sret* *Sret* *Sret*
Orang itu sontak mengambil sebuah batu di dekat kakinya dan kemudian menuliskan sesuatu di pohon yang saat ini sedang Naruto jadikan sebagai sandarannya.
Sasori.
"Begitukah? Baiklah, bagaimana dengan sekarang? apa yang akan kau lakukan, nee Freshmen-kun?" orang berambut merah yang ternyata Sasori itu kembali bertanya ke Naruto.
Naruto yang melihat itu hanya sweatdrop,
'Apa-apaan ini? Apa aku baru saja dibodohi?' batin Naruto.
"Kau curang, lagipula aku sudah lebih dulu menggunakan pohon ini sebelum kau menuliskan namamu itu, Sosori!" Naruto kembali mengabaikan Sasori, kemudian Naruto kembali mencoba menutup kedua matanya.
Sasori yang mendengar itu marah, si pirang ini punya nyali rupanya, apa si pirang ini tidak tahu kalau Sasori adalah orang yang berbahaya dan merupakan Petinggi dari Fraksi terbesar KHS saat ini?.
"Saa, memangnya kenapa kalau aku curang?" urat-urat kemarahan mulai muncul di jidat Sasori.
Sasori sangat marah, bisa-bisanya ada anak kelas 1 yang berani membantahnya.
"Aku tidak peduli sih, asal jangan kau jadikan kebia-".
Tanpa basa-basi, Sasori tiba-tiba mengangkat kaki kanannya ke atas dan didetik selanjutnya ia langsung menjatuhkan kakinya itu ke bawah menuju ke kepala Naruto yang saat ini tanpa pertahanan (Axe Kick).
Naruto yang merasakan adanya bahaya dengan sigap langsung berguling menjauh dari Sasori, sehingga membuat tendangan Sasori hanya mengenai udara kosong.
Naruto kemudian mendirikan tubuhnya.
"Uwoo, itu berbahaya kau tahu!" Naruto menatap Sasori marah.
"Kau terlalu banyak bicara Bocah sialan!".
Melihat Naruto berdiri, membuat Sasori kembali melayangkan serangannya, kali ini ia melepaskan sebuah Roundhouse Kick dengan menggunakan kaki kanannya yang mengincar belakang telinga kiri Naruto yang saat ini masih bingung dan mencoba mencerna kejadian apa yang sedang terjadi di sini.
*Dugh*
"Guhh, oy apa-apaan kau ini? Kau mau berkelahi hahh?!" balas Naruto nyolot yang baru saja terkena tendangan yang sangat kuat dari Sasori.
Tendangan kuat itu berhasil membuat dirinya sedikit tergeser ke samping.
Seketika mata Sasori membulat tak percaya, bagaimana bisa tendangan kejutannya sama sekali belum bisa menumbangkan Freshmen di depannya ini? Dan lagi tendangan kejutannya itu hanya bisa membuat anak kelas 1 ini hanya tergeser beberapa centi saja ke samping.
'Orang macam apa dia ini? Bagaimana bisa Roundhouse Kick kejutanku masih belum bisa membuatnya terjatuh?' Sasori benar-benar dibuat tidak percaya.
Bagaimana bisa tendangan kejutannya itu tidak bisa menumbangkan Freshmen di depannya ini? Padahal seingatnya ia sudah mendaratkannya tepat di belakang telinga anak ini.
"Kau cukup kuat untuk ukuran anak kelas 1, siapa namamu?" tanya Sasori yang kali ini menatap Naruto tertarik.
"Namaku Namikaze Uzumaki Naruto! Kenapa kau langsung menyerangku sialan! Apa kau mau berkelahi hah?!" Naruto cukup kesal kepada orang yang mengaku Seniornya ini.
Naruto benar-benar kesal karena si cebol merah ini seenaknya saja menendangnya, untung saja Naruto sudah makan, kalau belum maka sudah dipastikan kalau si cebol merah ini akan Naruto jadikan lumpia!.
'Namikaze Uzumaki Naruto?! Jangan-jangan Dia sepupu Nagato-san yang tadi diceritakan oleh Yahiko-san itu, yang katanya kemampuan bertarung anak ini sangat mengerikan dan bahkan anak ini juga hampir mengalahkan Yahiko-san seorang diri saat anak ini masih SMP! Jangan bercanda!' batin Sasori.
Sasori tiba-tiba teringat dengan perkataan Yahiko, ia benar-benar tidak percaya kalau ia akan secepat ini bertemu dengan adik sepupu Nagato ini.
Sasori baru menyadari kalau di depannya ini ternyata adik sepupu dari Nagato, Wakil Ketua Akatsuki yang tadi Yahiko ceritakan kepadanya.
Sasori memang memperhatikan sesuatu secara detail, tetapi karena emosinya yang sejak tadi meluap-luap membuatnya tidak fokus dan membuatnya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Jujur, dia sedikit tidak percaya dengan cerita dari Yahiko, bagaimanapun juga, dia sudah beberapa kali merasakan kekakalahan dari Yahiko sehingga membuatnya menolak untuk percaya jika ada seseorang yang kekuatannya digadang-gadang setara atau bahkan lebih kuat dari Pemimpinnya itu.
Sebenarnya ada, tapi orang itu sudah pindah dari KHS dan orang itu juga bukan orang yang sembarangan, orang itu merupakan mantan Ketua dari Fraksi Uchiha Empire yang kini jabatannya sudah diberikan kepada adik sepupunya, yakni Uchiha Itachi.
Melihat sosok Naruto yang kini berdiri di depannya membuat Sasori terlintas rasa penasaran yang hebat untuk mencoba kemampuan anak yang berada di depannya tersebut.
Perlahan-lahan senyum bengis pun mulai mengembang dan menghiasi wajah Sasori yang 'Babyface' itu.
"Hoh Naruto kah? Namamu mengingatkanku pada cerita omong kosong seseorang!" Sasori semakin mengembangkan senyuman bengis di wajahnya.
"Berkelahi hm? Bagaimana kalau kita taruhan? Jika aku menang kau akan menjadi bawahanku- ah tidak, maksudku kau akan kujadikan anjing peliharaan Akatsuki, bagaimana hm?!" sambung Sasori tanpa menghilangkan senyum bengis di wajahnya.
"Hmph? Dan bagaimana jika aku yang menang?" Naruto menatap Sasori nyolot.
'Apa-apaan si cebol ini? Bukannya meminta maaf karena sudah menyerangku, dia malah mengajakku untuk taruhan! Dan juga Akatsuki. . . aku seperti pernah mendengarnya, tapi dimana?' batin Naruto,
Entah kenapa Naruto seperti mengingat sesuatu ketika Sasori menyebutkan nama Akatsuki. Namun sayangnya Naruto tidak dapat mengingat dimana ia pernah mendengar nama kelompok itu.
"Kurasa itu tidak akan terjadi, karena aku tidak akan membiarkan diriku dikalahkan oleh bocah sepertimu!".
Tanpa babibu lagi, Sasori langsung menyerang Naruto dengan menggunakan sebuah pohon yang ada di dekatnya sebagai pijakannya, kemudian ia melompat setinggi 2 meter dan tidak lupa untuk mengangkat kaki kanannya, mengincar dagu Naruto yang saat ini sedang membunyikan jari-jari tangannya.
*Syut*
Naruto seketika langsung menarik tubuhnya ke belakang sehingga membuat tendangan Sasori meleset, tanpa menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Naruto pun berniat melesatkan pukulan pembuka andalannya, yakni sebuah pukulan Overhand kanan yang mengincar rahang Sasori.
*Doom*
Alangkah terkejutnya Naruto, tiba-tiba kaki kanan Sasori yang ia pakai untuk menendang Naruto berubah arah menuju ke bawah sehingga membuat kaki Sasori menghantam kepala Naruto dengan sangat kuat.
Hal itu juga membuat serangan yang baru saja akan Naruto lesatkan gagal dan membuat dirinya jatuh tersungkur akibat dari kuatnya tendangan Sasori yang menghantam kepalanya itu (Axe Kick).
"Cuh, kau pikir aku akan termakan gerakan murahanmu itu huh?! Asal kau tahu saja, kau tidak pantas disamakan dengan Yahiko-san!" Sasori meludahi kepala Naruto yang saat ini masih berada di pijakan kakinya, ia juga berseru marah kepada Naruto.
Entah kenapa Sasori benar-benar muak dengan Naruto yang katanya digadang-gadang melampaui kekuatan Pemimpinnya, Yahiko.
Orang yang menghajarnya habis-habisan sehingga membuat dirinya harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit selama 3 hari penuh, tidak sadarkan diri.
*Grab*
Naruto langsung memegang kaki Sasori yang menginjak kepalanya, dan kemudian ia langsung membangkitkan tubuhnya dengan cepat.
Sasori yang melihat itu berusaha menarik kembali kakinya, akan tetapi cengkeraman dari Naruto terlalu kuat.
Kemudian Naruto menarik Sasori mendekat ke arahnya lalu Naruto dengan cepat memberikan sebuah pukulan lurus ke hidung Sasori sehingga membuat hidungnya mengeluarkan darah segar!.
*Dugh*
"Ugh!".
"Aku akan membunuhmu!" wajah Naruto kini berubah 180 derajat, raut lugunya kini diganti dengan raut penuh amarah.
Tidak lupa ia juga menatap tajam Sasori yang saat ini memegangi hidungnya yang terus menerus mengeluarkan darah.
Naruto benar-benar marah karena si cebol di depannya ini sudah berani menginjak bahkan sampai meludahi kepalanya, ini sama saja dengan Sasori menginjak-injak harga dirinya!.
Peraturan pertama, jangan pernah membuat Naruto marah! Atau kau akan menanggung akibatnya!.
Naruto pun langsung mencekik leher Sasori yang masih saja setia memegangi hidungnya yang patah, Naruto kemudian mengangkat Sasori beberapa centi ke udara menggunakan tangan kanannya yang memegang erat leher Sasori itu, lalu didetik selanjutnya, Naruto langsung membanting Sasori ke tanah dengan sangat keras (Chokeslam).
*Doom*
"Uhk!".
Naruto kemudian duduk di atas perut Sasori, tepat dimana letak diafragmanya berada, sehingga membuat Sasori kesulitan bernafas, kemudian Naruto melakukan Ground and pound tanpa ampun ke wajah Sasori.
Sasori yang masih terkejut akibat kuatnya Freshmen di depannya ini mendecih kesal, bisa-bisanya anak kelas 1 ini mempermalukannya dan kini tengah menghajarnya tanpa ampun.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
'Sial, i- ini buruk' Sasori benar-benar merasakan sakit yang teramat sangat yang kini menjulur ke seluruh wajahnya akibat menerima hantaman tanpa ampun dari Naruto.
Rentetan pukulan dari Naruto benar-benar tak dapat dibendung dan semua pukulannya itu menghantam wajah Sasori tanpa ampun, sehingga hal itu menciptakan lebam di berbagai tempat dan bahkan sampai membuat kedua pelipis Sasori sobek dan membuat wajahnya bermandikan darah!.
Tidak mau lagi menjadi samsak hidup bagi Naruto, Sasori kemudian meraba-raba di bagian samping tubuhnya, mencari sebuah benda yang bisa ia gunakan untuk melepaskan diri dari posisi yang tidak menguntungkannya ini dan Bingo! Ia mendapatkan sebuah batu yang berukuran lumayan besar.
Tanpa membuang waktu lagi, Sasori langsung menghantamkannya ke kepala Naruto sehingga membuat kepala Naruto sukses mengucurkan darah segar dan juga berkat dari hantaman batu itu membuat Naruto terjatuh ke samping tubuh Sasori.
Melihat serangannya berhasil, Sasori tentunya langsung bangkit dan kemudian memberikan tendangan ke rahang Naruto yang masih terduduk memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah.
*Swung* *Dugh*
Tendangan dari Sasori berhasil mengenai rahang Naruto dengan telak sehingga membuat Naruto kembali tersungkur ke samping, Sasori kemudian melanjutkan serangannya dengan menginjak-injak perut dan kepala Naruto.
Di sisi lain, yakni Naruto, matanya masih berkunang-kunang akibat merasakan sebuah hantaman batu yang tepat mengenai kepalanya, belum lagi ia merasakan sebuah tendangan keras yang mengenai rahangnya dan sukses membuatnya kembali tersungkur.
Tidak sampai di situ, Naruto lagi-lagi merasakan injakan-injakan yang bersarang ke kepala dan juga perutnya.
Sadar berada di posisi yang tidak menguntungkan, Naruto langsung membalikan tubuhnya dan mencoba melindungi titik vitalnya agar ia tidak mengalami luka yang cukup parah.
Ya, kali ini ia menggunakan pertahanan andalannya yang membuat tubuhnya terlihat seperti membentuk sebuah cangkang kura-kura.
Pertahanan andalannya itu pun berhasil membuat serangan dari Sasori menjadi tidak efektif dan hanya mengenai punggung dan lengannya saja.
Sasori yang melihat Naruto yang masih bergerak mendecih kesal, melihat itu membuat Sasori terus melakukan serangannya, akan tetapi Naruto benar-benar berhasil menetralisir seluruh serangannya, hal itu pun membuat Sasori frustrasi.
Sasori kemudian menghentikan injakannya dan berupaya mendekati Naruto, ia bertujuan untuk menarik rambut Naruto dan kemudian akan menghantamkan wajah Naruto ke tanah.
Ketika ia mencoba menarik rambut Naruto yang masih saja melindungi dirinya tersebut, alangkah terkejutnya, Naruto tiba-tiba membalikan tubuhnya dan langsung melepaskan sebuah Uppercut dalam posisi yang cukup aneh.
*Swung* *Bam*
Uppercut tersebut mendarat dengan mulus di dagu Sasori dan membuatnya sedikit terhentak ke belakang, kemudian Naruto langsung bangkit dan memberikan serangan Roundhouse Kick yang mengincar rahang kiri dari Sasori.
Sasori yang melihat itu langsung menjatuhkan dirinya ke tanah, akan tetapi sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh tanah, ia sudah terlebih dahulu menjadikan tangan kirinya sebagai tumpuan bagi tubuhnya itu. Kemudian didetik selanjutnya, ia mengangkat kaki kanannya yang terbebas dan tanpa kompromi langsung ia hantamkan ke telinga Naruto dengan sangat keras.
*Dugh* *Ngiiing*
"Ghk?!".
Tendangan tersebut berhasil membuat Naruto terhempas ke belakang dan menabrak pohon dengan kuat.
Sasori kembali mendirikan tubuhnya dan tak lupa menepuk-nepuk (membersihkan) tangan kirinya yang terlihat kotor akibat terkena gumpalan tanah yang ikut menempel di tangannya yang tadi ia gunakan sebagai tumpuannya untuk melakukan gerakan andalannya, yakni L Kick.
L Kick adalah salah satu gerakan yang ada dalam gerakan Break dance, gerakan ini merupakan gerakan yang mengharuskan penggunanya untuk membuat salah satu tangan mereka menjadi tumpuan tubuh mereka dan kemudian mereka mengangkat kaki mereka ke atas (menendang), sehingga membuat kaki mereka seolah-olah terlihat seperti sedang membentuk sebuah huruf L.
Gerakan ini merupakan gerakan andalan dari Sasori, ia biasa menggunakan tendangan ini untuk melakukan serangan kejutan kepada lawannya.
Sasori pun kembali maju menyerang Naruto dengan memberikan Naruto tendangan lurus menggunakan kaki kanannya, tendangan yang bernama Ap Chagi, tendangan dari Taekwondo yang menusuk lurus ke ulu hati Naruto.
Naruto yang melihat itu dengan sigap menangkap kaki Sasori yang mengincar perutnya itu, akan tetapi alangkah terkejutnya Naruto, Sasori malah mengangkat kaki kirinya yang terbebas dan langsung menghantamkannya ke rahang Naruto.
*Dugh*
Tendangan tersebut berhasil membuat pegangan Naruto terlepas dari kaki kanan Sasori dan membuat Naruto lagi-lagi harus terhempas ke samping.
Naruto kembali menyeimbangkan tubuhnya, Naruto kali ini sudah lebih cepat menyiapkan tubuhnya demi mengantisipasi jika saja Sasori akan kembali menyerangnya lagi, ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada sosok yang dimaksud.
Dan apa yang ia lihat, ternyata Sasori masih diam di tempatnya, berdiri mengatur nafas dan memberikan Naruto tatapan tidak percaya.
Sasori kemudian menggelengkan kepalanya dan dengan cepat mengubah ekspresinya, ia kini menatap Naruto dengan raut wajah yang meremehkan.
"Tch, ternyata perkataanmu tidak sehebat berkelahimu, Kau hanya berbicara omong kosong!" ujar Sasori yang masih mencoba mengatur nafasnya dan juga mencoba untuk menyembunyikan rasa terkejutnya.
Ia benar-benar tidak percaya, bagaimana bisa anak di depannya ini masih bisa berdiri? Bahkan wajahnya saja tidak menunjukan raut kelelahan atau kesakitan sama sekali, Sasori malah mendapati tatapan marah Naruto yang menatap tajam ke arahnya, seolah-olah seperti ingin menguliti dirinya.
"Bagaimana? Apa enak merasakan tendanganku? Aku yakin kau berpura-pura menahan rasa sakit yang kau rasakan, kan?" Sasori kembali mencoba melakukan Psywar kepada Naruto.
"HAHAHAHAHA!" Naruto yang mendengar itu tidak bisa untuk menahan tawanya, baginya orang di depannya ini tidak lebih dari seorang pelawak yang mengatakan lelucon yang sangat lucu.
Sasori yang melihat Naruto tertawa hanya mengerutkan keningnya bingung, bingung dengan apa yang sedang terjadi.
"TENDANGANMU SAMA SEKALI TIDAK BERASA BANGSAT! KAU MEMANG CEPAT TAPI TENDANGANMU RASANYA SEPERTI GIGITAN SEMUT!" Naruto berteriak marah.
Apa-apaan ini? Apa bocah tua di depannya ini berpikir kalau tendangannya tadi berdampak kepada dirinya? Jangan bercanda! bahkan tendangan Chōji saja masih lebih kuat dari tendangan si bayi tua yang ada di depannya ini.
Apalagi jika dibandingkan dengan Shikamaru yang jago Taekwondo dan Muay Thai, tendangan Sasori ini tidak ada apa-apanya!.
"APA KAU BILANG BANGSAT?!" Sasori berteriak marah.
Apa Freshmen di depannya ini serius? Tapi jika dipikir-pikir, Sasori sejak tadi tidak melihat raut wajah kesakitan di wajah Naruto, yang ia lihat hanyalah raut wajah terkejut.
Mengingat itu membuat Sasori menggertakkan giginya marah.
Hal itu membuat Sasori kembali menyerang Naruto, kali ini ia akan memberikan Naruto sebuah Dropkick yang sangat keras dan akan ia hantamkan di wajah Naruto.
Naruto yang melihat itu juga ikutan maju, berniat untuk meng-counter serangan dari Sasori.
Ketika jarak mereka sudah dekat, Sasori pun melompat tinggi di udara, tidak lupa ia juga mengangkat kedua kakinya yang ia arahkan ke wajah Naruto.
*Syut* *Bam*
"AAAAHK!".
Naruto berhasil menghindarinya dengan sedikit menundukan tubuhnya, kemudian ia melancarkan sebuah Uppercut kiri ke arah liver Sasori sehingga membuat Sasori sempat melengkungkan sedikit tubuhnya ke atas akibat merasakan kuatnya pukulan yang bersarang di livernya itu.
*Doom*
Sasori pun terjatuh ke tanah dan menggeliat memegangi perutnya yang baru saja dipukul oleh Naruto, ia benar-benar merasakan kesakitan yang luar biasa di livernya.
Dengan tubuh yang masih gemetar, Sasori pun mencoba untuk duduk berlutut dan berusaha menetralkan rasa sakit yang ada di perutnya.
Akan tetapi, seketika sebuah siluet menutupi tubuhnya, dan pemilik siluet itu tentu saja Naruto.
Tanpa menunggu waktu lama, Naruto langsung mengangkat tangan kanannya ke udara dan dalam waktu singkat, ia langsung menghantamkan kepalan tangannya itu ke pipi Sasori dengan sangat kuat.
*Bugh*
"Ugh!".
Pukulan Naruto berhasil membuat Sasori tersungkur ke tanah, Naruto kemudian memaksa Sasori untuk tetap berdiri, dengan cara menarik gakuran milik Sasori secara paksa dan kemudian menghajar perut Sasori tanpa ampun sehingga membuatnya mengeluarkan ludah bercampur darah dari mulutnya.
Bak orang kesetanan, Naruto terus-menerus menghajar Sasori tanpa ampun, bahkan di setiap pukulan semakin brutal!.
Ya, Naruto masih belum mau menghentikan pertarungan ini, jadi sebisa mungkin ia akan menghindari titik-titik yang dapat membuat mangsanya ini pingsan.
Dengan kata lain, Naruto berniat menyiksa Sasori sampai sekarat!.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: no pair for today my friend.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? Ganti Judul.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Atap Sekolah (Akatsuki Headout) Monday at 1:10 pm.
Sepuluh menit berlalu, akhirnya rapat dadakan Akatsuki telah selesai, mereka kini tengah bersantai dengan melakukan kegemaran mereka masing-masing.
Ada yang mengotak-atik perangkat listriknya, ada yang sibuk memberi makan ikan koi miliknya, ada yang membaca sebuah majalah, ada yang sedang menelepon seseorang yang kedengarannya seperti suara seorang perempuan, ada yang menghitung uang, dan ada juga yang sedang memainkan ponselnya.
"Kenapa Sasori belum kembali ya?" Nagato meletakkan majalahnya di atas meja yang ada di depannya dan bertanya kepada orang di sampingnya yang sedang sibuk memberi makan ikan koinya.
"Entahlah, sebentar juga dia balik, tidak usah dipikirkan" Kisame menjawab pertanyaan Nagato santai.
"Entah kenapa aku merasakan firasat yang kurang enak tentang Sasori" Yahiko ikut menimpali percakapan Nagato dan Kisame, kemudian Yahiko memasukan ponselnya yang sejak tadi ia mainkan ke dalam saku celananya.
"Kisame, kau pergilah jemput Sasori" Yahiko menatap malas Kisame.
"Eh kok aku?" Kisame menatap Yahiko bingung.
"Oh ayolah, kalau begitu bawa yang lain bersamamu" Yahiko kini mengorek-ngorek telinganya.
"Hahh baiklah, Kakuzu, Hidan, ikut aku" tanpa meminta persetujuan mereka, Kisame langsung menarik tangan mereka berdua.
"Oy oy oy, aku sedang menelepon pacarku, setidaknya biarkan aku menutup teleponnya dengan benar!" Hidan mencoba menahan tarikan Kisame pada tangannya.
"Sialan kau Kisame! Enak sekali kau main tarik-tarik saja, setidaknya biarkan aku menyimpan uangku dulu!" Kakuzu dengan cepat-cepat memasukkan uangnya ke dalam tas kecil yang selalu ia bawa.
Setelah keduanya meyelesaikan urusannya, mereka pun pergi (baca: diseret) menuju Hutan belakang sekolah, tempat dimana Sasori selalu menyendiri.
Mereka bisa saja menolak permintaan Yahiko, tetapi saat ini mereka sedang malas berdebat, karena berdebat dengan Yahiko tidak akan pernah ada habisnya, dan juga kerongkongan mereka saat ini dalam kondisi sedikit lagi mengalami kekeringan akibat rapat yang barusan mereka lakukan.
Beberapa menit kemudian, setelah siluet mereka bertiga menghilang, entah kenapa, Yahiko masih merasakan perasaan yang tidak tenang, ia pun menoleh ke arah Nagato yang sepertinya sudah selesai membaca majalahnya.
"Nagato apa menurutmu sebaiknya kita semua harus menjemput Sasori?" Yahiko memberikan Nagato tatapan serius.
"Terserah kau, kalau kau memang ingin pergi, kami juga akan ikut, benarkan Dei?" Nagato menjawabnya dengan tenang, tidak lupa ia juga memiting leher Deidara yang saat ini sedang mengotak-atik perangkat listrik di dekatnya, dan kemudian. . .
*Bzzt*
"AAAAAKH!".
Perangkat listrik Deidara berhasil membuat mereka berdua tersetrum, Yahiko yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.
"Baiklah ayo kita pergi!" Yahiko kemudian beranjak dari tempat duduknya, tentunya diikuti oleh Nagato dan Deidara yang sedang berdebat dan saling menyalahkan satu sama lain di belakang Yahiko.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hutan KHS, Monday at 1:13 pm.
"Hahh kenapa Yahiko tiba-tiba memberikan perintah yang aneh sih, lagipula kau bisa pergi sendiri tanpa harus menyeret kami ikut bersamamu kan, Kisame?!" Kakuzu mendelik ke arah Kisame, orang yang menyeretnya dan Hidan ke sini.
"Iya, apa jangan-jangan kau takut dengan serangga hutan?" kali ini Hidan ikut bertanya kepada Kisame.
*Duak*
"Ack, itu untuk apa muka ikan?!" Hidan tidak terima karena ia tiba-tiba dijitak oleh Kisame.
"Berhenti mengatakan hal yang bodoh!" Kisame memberikan tatapan mengerikannya kepada Hidan, Hidan yang melihatnya tidak mau kalah, ia juga balik memberikan tatapan kesalnya pada Kisame.
"Eh itu?! Apa itu Sasori?" Kakuzu tiba-tiba menghentikan laju mereka dan menunjuk ke arah Sasori yang saat ini perutnya sedang diduduki oleh seorang murid yang memiliki rambut berwarna kuning (Naruto), dan murid itu terus-terusan menghajar Sasori yang kelihatannya sudah tidak bisa memberikan perlawanan lagi.
Mereka bertiga yang melihat itu tentu tidak akan membiarkannya.
Kisame tiba-tiba maju dan menendang Naruto dari belakang sehingga membuatnya harus terjungkal ke depan dan membuat kekangannya terlepas dari Sasori.
Tidak berhenti di situ, kini datang Petinggi Akatsuki lainnya yakni Kakuzu, yang dengan cepat mengarahkan tendangannya ke arah kepala Naruto yang masih kehilangan keseimbangannya itu, akan tetapi Naruto berhasil menghindari tendangan Kakuzu dengan mudah.
Melihat serangannya berhasil dihindari, membuat Kakuzu kembali melancarkan serangannya, kali ini ia melancarkan sebuah pukulan yang ia arahkan ke perut Naruto dan pukulan tersebut berhasil mengenainya.
*Bugh*
"Ugh!".
Kakuzu kembali melakukan serangan kepada Naruto, ia menyarangkan sebuah tendangan dengan sangat keras ke sisi perut Naruto sehingga membuatnya terlempar ke samping, menuju ke arah Hidan yang ternyata sudah menunggunya.
Hidan yang ada di situ pun ikut andil untuk menghajar Naruto, ia kemudian melesatkan sebuah pukulan yang mengarah ke rahang Naruto.
Naruto yang merasakan adanya bahaya yang mengincar rahangnya tiba-tiba membanting tubuhnya ke bawah, sehingga hal itu membuatnya berhasil menghindari pukulan kuat yang Hidan tujukan kepadanya.
Dan tanpa Hidan sangka, Naruto yang sengaja menjatuhkan tubuhnya ternyata melakukan tendangan andalan dari sahabat merahnya (Sasori), yakni L Kick.
Dan tendangan itu Naruto pelajari dari Sasori hanya dengan sekali lihat saja.
*Swung* *Duak*
"Guhh!".
Kabar buruk bagi Hidan, serangan Naruto berhasil mengenai rahangnya dengan telak sehingga membuatnya kini harus terhempas ke arah Kakuzu yang kelihatannya ingin kembali menerjang ke arah Naruto.
Kakuzu berhasil dibuat terkejut ketika melihat Hidan terhempas ke arahnya, akan tetapi ia masih punya sedikit waktu untuk menghindar.
Dengan gerakan simpel, Kakuzu langsung melompat ke samping sehingga membuat tubuh Hidan melewatinya begitu saja dan juga sekaligus membuat Hidan menabrakan tubuhnya ke sebuah pohon yang ada di situ.
Kakuzu yang pandangannya sempat teralihkan tidak menyadari kalau Naruto sudah lebih dahulu melompat dengan sangat tinggi sambil mengangkat kakinya di udara.
Kemudian didetik selanjutnya, Naruto pun melesatkan sebuah Axe Kick yang tadi Sasori gunakan kepadanya menuju ke arah ubun-ubun Kakuzu.
Kakuzu yang tidak siap menerima tendangan tersebut membuat ia mati langkah dan didetik selanjutnya tendangan Naruto pun berhasil mengenai tepat di ubun-ubunnya.
*Dugh*
"Guhahh!".
Tendangan dari Naruto sukses membuat Kakuzu mencium tanah dengan sangat keras.
Merasa lawannya masih sadar membuat Naruto harus melompat mundur demi menghindari genggaman tangan dari Kakuzu yang hampir menangkap kakinya.
Naruto kini tersenyum bengis, ia mengakui kalau Kakuzu adalah orang yang tangguh karena bisa bertahan dari tendangan kerasnya, padahal tendangan Naruto tadi tepat mengenai tengah kepalanya dengan sangat telak.
Di sisi lain, Kisame sudah mengamankan Sasori dengan cara menggendongnya di belakangnya dan berjalan menjauh dari area pertarungan.
Ia pun segera mengecek keadaan Sasori dan ternyata Sasori masih sadar. Melihat Sasori yang masih sadar membuat Kisame menghela nafas lega, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah dua koleganya yang menemaninya ke sini (Kakuzu dan Hidan).
Kisame pun bisa melihat kalau si pelaku pemukulan temannya itu (Naruto) sudah menjatuhkan Kakuzu dan Hidan, hal itu membuat Kisame membulatkan matanya terkejut.
'G- Gila, bagaimana ini bisa terjadi dalam waktu yang sesingkat ini?' batin Kisame.
Kisame kemudian menyipitkan matanya, mencoba melihat apakah teman-temannya itu benar-benar sudah pingsan atau belum, dan ternyata mereka berdua masih sadar, hal itu pun membuat Kisame kembali menghela nafas lega.
"Kau cukup kuat juga huh pirang, kalau begitu kau akan kujadikan sesembahan untuk Jashin-Sama!" Hidan bangkit dan kemudian memijit-mijit lehernya.
"Akan kubunuh kau bocah tengik!" Kakuzu juga bangkit dari posisi tersungkurnya dan kemudian memberikan Naruto tatapan yang tajam.
Naruto yang mendengar itu tersenyum sangat lebar, kali ini senyumannya berbeda dengan biasanya, senyumannya kali ini terlihat sangat mengerikan.
Sekilas Hidan dan Kakuzu dapat melihat sesosok Monster Kyūbi berada di belakang Naruto yang sedang menatap mereka berdua murka.
Kyūbi, sang Monster rubah berekor sembilan pembawa bencana! Hal itu secara tidak sadar membuat mereka berdua merinding dan mundur selangkah ke belakang.
Bagi Naruto, mereka berdua hanyalah mangsa yang siap untuk dihancurkan, tidak lebih!.
"Sasori!" Deidara berteriak menghampiri Kisame yang menggendong Sasori di belakangnya, yang kelihatannya masih sadar walaupun keadaannya sangat buruk.
Deidara kini murka, ia kemudian mengedarkan pandangannya di sekitarnya, ia pun mendapati seorang siswa asing yang memiliki warna rambut yang sama dengannya (Naruto) kini sedang menatapnya rendah.
"Kau!" Deidara langsung menyerang Naruto yang kini berdiri tanpa pertahanan.
Ketika sudah dekat, Deidara langsung melesatkan Hook kanan ke rahang Naruto, akan tetapi Naruto dapat menghindari pukulan Deidara itu dengan mudah.
Dengan cara memiringkan sedikit kepalanya ke samping, dan saat itu juga Naruto langsung melepaskan sebuah pukulan counter berupa Uppercut kiri yang menghantam ulu hati Deidara dengan sangat keras sehingga membuat tubuh Deidara sedikit terangkat dari tanah pijakannya, dan membuatnya kini berlutut di hadapan Naruto.
*Bugh*
"Kuhk?!".
'P- pukulan macam apa ini?' batin Deidara setelah merasakan rasa sakit yang luar biasa di perutnya, yang membuatnya kini kesulitan untuk sekadar menarik nafas.
Beralih ke Naruto, ia saat ini sedang berniat melakukan pukulan penutup menggunakan tangan kanannya yang mengincar rahang kiri Deidara.
Naruto kemudian mengangkat tinggi tangan kanannya itu, bersiap untuk membuat Deidara jatuh pingsan.
Hidan dan Kakuzu yang melihat itu segera berlari untuk melindungi Deidara, akan tetapi sepertinya mereka telah terlambat.
Didetik selanjutnya, Naruto pun langsung menghentakkan tangan kanannya yang tadi ia angkat tinggi menuju ke rahang Deidara yang saat ini tidak memiliki pertahanan sama sekali.
*Syut* *Dak*
Sebelum pukulan pamungkas Naruto mengenai Deidara, seseorang yang tanpa Naruto sadari tiba-tiba datang dan menangkis pukulannya menggunakan lengan kirinya, akan tetapi pukulan tersebut berhasil membuat tubuh orang itu sedikit terdorong ke samping akibat kerasnya pukulan dari Naruto yang ia tangkis itu, dan hal itu juga diikuti dengan jejak bercak merah yang membekas di tangan kiri orang itu, memar.
Naruto sontak mengalihkan pandangannya kepada orang yang tiba-tiba datang dan menahan pukulannya.
"Nagato-nii?!" kedua bola mata Naruto membulat, terkejut setelah melihat Nagato, kakak sepupunya yang tiba-tiba datang dan menahan pukulan kuatnya.
Nagato yang melihat Naruto telah menyadarinya hanya memberikan senyuman tipis disertai sebuah anggukan, kemudian Naruto menurunkan tinjunya.
*Bugh*
Tanpa diduga, Deidara tiba-tiba memukul ulu hati Naruto yang sedang terekspos itu sehingga membuat Naruto harus mundur beberapa langkah ke belakang sambil memegangi perutnya yang sedikit terasa sakit akibat dihajar oleh Deidara.
"DEI!" Nagato langsung menarik tubuh Deidara ke belakang yang ternyata sudah pulih dan kelihatannya berencana untuk melanjutkan serangannya kepada Naruto.
Melihat Deidara kembali menyerang, membuat Hidan dan Kakuzu kembali berlari ke arah Naruto, mereka tadi sempat menghentikan lari mereka ketika melihat Nagato datang menyelamatkan Deidara.
Sebelum mereka kembali menyerang Naruto, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari seseorang yang baru saja datang ke tempat itu, dan teriakan itu berhasil menghentikan mereka semua.
"Semuanya berhenti, hentikan semua ini!" Yahiko memerintahkan teman-temannya untuk menghentikan perkelahian bodoh ini.
Kakuzu dan Hidan yang mendengar itu menatap Yahiko marah.
"Apa maksudmu menghentikan kami, Yahiko?!" Hidan menatap Yahiko marah, bisa-bisanya Yahiko melarang mereka untuk menyerang orang yang sudah melukai Sasori, salah satu petinggi Akatsuki, sekaligus sahabat mereka.
"Apa kau gila Yahiko?! Bocah ini hampir membunuh Sasori! Dan kau malah menghentikan kami untuk menyerang bocah tengik ini?!" Kakuzu juga menatap Yahiko marah, apa Pemimpinnya ini benar-benar sudah kehilangan kewarasannya?.
Di sisi lain, Naruto saat ini sudah menetralkan rasa sakit di perutnya, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah orang yang dipanggil Yahiko itu, Naruto seketika menatap tajam orang yang dipanggil Yahiko tersebut.
"Rambut orange! Kau?!" Naruto tiba-tiba bergerak menuju ke arah Yahiko dan berniat untuk menyerangnya.
*Grab*
Dengan sigap, Nagato menahan tubuh Naruto sehingga membuat langkahnya terhenti.
Kenapa Naruto tiba-tiba ingin menyerang Yahiko? Karena pemuda berambut orange ini serta beberapa anak buahnya pernah menghajar Shikamaru dan teman-teman SMPnya sehingga membuat teman-temannya itu masuk ke Rumah Sakit.
Pada saat itu, Naruto masih ingat kalau dua teman SMPnya itu mengalami luka semi-permanen akibat dihajar oleh Yahiko beserta anak buahnya.
Satu temannya mengalami kebutaan pada satu matanya, dan yang satunya lagi mengalami tuli di telinga kanannya.
Kemudian kasus Shikamaru, Naruto mengingat ketika Shikamaru bercerita kepadanya kalau saat itu dirinya perhan dikeroyok oleh segerombolan murid SMA sampai membuatnya sekarat.
Orang-orang yang mengeroyok Shikamaru itu mengaku kalau mereka adalah anggota Akatsuki dan mereka berasal dari KHS boys. . .
Itu dia! Akatsuki! Si bangsat yang ada di depannya ini adalah Pemimpin dari kelompok bedebah yang bernama Akatsuki.
Menghancurkan Akatsuki adalah alasan utama Naruto dan Shikamaru yang memutuskan untuk melanjutkan sekolah mereka di tempat ini, mereka mencari Yahiko dan kelompok Akatsuki-nya dan bertekad untuk membalaskan dendam teman-teman mereka dan juga membalaskan dendam Shikamaru.
Melihat orang yang selama ini ia cari berada tepat di depannya membuat Naruto benar-benar tidak sabar ingin membalaskan dendam teman-teman SMPnya dan juga Shikamaru kepada Yahiko.
Dan juga Naruto ingin menyelesaikan pertarungannya melawan Yahiko yang saat itu belum sempat terselesaikan akibat diinterupsi oleh para polisi.
"Lama tidak berjumpa, Gakki!" Yahiko menatap bengis ke arah Naruto.
Sebenarnya Yahiko kagum dengan kekuatan Naruto, akan tetapi itu berubah setelah melihat Naruto dengan kejamnya menghajar Sasori sampai membuat sobatnya itu sekarat, sehingga hal itu membuat rasa kagumnya itu berubah menjadi rasa marah, sangat-sangat marah kepada Naruto!.
Bagaimanapun juga, ia tidak akan mengampuni orang yang menghajar sahabatnya dan bahkan sampai membuat sahabatnya itu sekarat seperti ini.
Yahiko bersumpah kalau ia akan membalas Naruto dua kali lipat dari apa yang Sasori alami.
Yahiko kemudian maju mendekati Naruto, akan tetapi Nagato langsung membalikan tubuhya, memasang badan untuk menghentikan laju dari Yahiko yang mendekati adik sepupunya.
Nagato kemudian menatap Yahiko dengan pandangan yang sulit diartikan.
Ini benar-benar menyulitkan, karena posisi Nagato kini berada di tengah-tengah sahabatnya dan juga adik sepupunya.
"Kalian masih belum boleh bertarung!" Nagato membuka suara, perkataannya itu dihadiahi tatapan bingung oleh semua orang yang ada di situ.
"Apa maksudmu Nagato/ Nagato-nii?!" ujar mereka bersamaan, menanyakan apa maksud dari Wakil Ketua Akatsuki ini.
"Naruto, kau harus menguasai angkatanmu terlebih dahulu dan membuat Fraksimu sendiri sebelum kau mengajak perang Akatsuki ataupun Ketua Akatsuki, kami adalah Fraksi terkuat di sekolah ini, kau tidak bisa seenaknya saja menantang Pemimpin Akatsuki!" Nagato menatap Naruto serius.
Nagato kemudian mengedarkan pandangannya dan menatap sahabatnya satu persatu.
"Dan untukmu Yahiko dan yang lain! Apa kalian tidak merasa malu karena mengeroyok seorang Freshmen? Walaupun kita menghajarnya sampai mati pun hal itu tidak akan membuat nama Akatsuki dihormati oleh orang lain,-
- Malahan Akatsuki akan dianggap sebagai kelompok pecundang karena para Petingginya mengeroyok seorang Freshmen yang baru saja masuk ke sekolah ini yang kemungkinan masih belum memiliki pengikut sama sekali!" suara Nagato kini terdengar dingin.
Perkataan Nagato pun berhasil membuat mereka yang ada di situ berpikir keras, alasan Nagato itu sangat masuk akal, akan tetapi fakta bahwa adik sepupunya telah menghajar Sasori sampai sekarat itu tidak berubah, mereka masih ingin menuntut balas kepada adik sepupu Nagato itu.
"Aku tidak masalah dengan hal itu, karena aku tahu cepat atau lambat kau akan dengan mudah menguasai angkatanmu, dan ketika waktu itu tiba, aku akan melawanmu, dan aku berjanji akan memisahkan kedua tangan serta kedua kakimu dari tubuhmu itu!" tatapan marah Yahiko masih belum lepas dari Naruto, begitu juga dengan Naruto, ia menatap bengis ke arah Yahiko.
Kisame yang sejak tadi diam kini ikut marah ketika mendengar syarat bodoh yang diajukan Nagato itu kepada mereka, dan tololnya lagi, Yahiko malah menerima syarat bodoh itu tanpa menolak sedikit pun.
"Tapi Yahiko! Bagaimana denga-".
"Diamlah Kisame! Lebih baik kau tutup mulutmu dan segera bawa Sasori ke Rumah Sakit!" Yahiko memotong perkataan Kisame, tidak lupa ia menatapnya tajam, Yahiko benar-benar marah.
Yahiko sebenarnya ingin menghajar Naruto saat ini, akan tetapi ia harus mengurungkan niatnya tersebut, setelah melihat bekas darah yang mengalir dari kepala Naruto.
Yahiko tidak bisa menyerang Naruto, karena itu akan menyalahi prinsipnya yang selama ini ia pegang! Yakni. . .
'Laki-laki sejati tidak akan pernah melawan seorang yang sedang tidak dalam kondisi sempurnanya!'.
Kisame yang mendengar itu mendecih kesal, Yahiko benar, daripada ia berdebat di sini, lebih baik dia membawa Sasori ke Rumah Sakit, Kisame tidak mau melihat temannya mati jika dibiarkan tanpa adanya penanganan medis.
Kisame pun membawa Sasori menjauh dari situ, menuju ke luar gerbang sekolah dimana ia memarkirkan mobilnya.
Di sisi lain, petinggi Akatsuki lain yang sempat ingin membantah Yahiko tiba-tiba mengurungkan niat mereka setelah melihat tatapan marah dari Yahiko.
Setidaknya mereka tahu kalau Yahiko saat ini sangat marah dan masih sangat peduli dengan Sasori yang dihajar habis-habisan oleh Naruto.
Kemudian mereka menatap Nagato, mereka kini mencoba mengerti kalau Nagato saat ini tengah berada dalam keadaan yang sangat sulit karena Wakil Ketua mereka itu ingin melindungi sepupunya dan sekaligus juga ingin melindungi nama Akatsuki dari keburukan.
Bayangkan saja jika mereka tetap mengeroyok Naruto, maka sudah dipastikan anak itu akan mati (belum tentu) dan akan membuat reputasi Akatsuki menjadi sangat buruk.
Dan lagi, hal itu akan membuat kelompok mereka akan dicap sebagai kelompok kriminal pecundang karena telah mengeroyok seorang anak kelas 1 sampai mati, terimakasih untuk Nagato yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.
Jujur saja, mereka tadi sempat melihat tatapan marah dari Nagato ketika melihat Sasori yang sedang sekarat, akan tetapi pandangannya itu berubah setelah melihat siapa orang yang membuat Sasori seperti itu, dan ternyata orang itu adalah adik sepupunya sendiri, Naruto.
Bagi Nagato, ia sudah menganggap Naruto sebagai adik kandungnya sendiri, ketika matanya bertemu dengan mata Naruto, ia dapat melihat sesosok Naruto kecil sedang memasang senyuman lebar kepadanya.
Ia sangat menyayangi Naruto, karena bagaimana pun juga, Naruto sebenarnya adalah anak yang baik dan juga anak yang sangat perhatian kepada orang yang ada di sekitarnya.
"Aku menunggumu, Naruto!" Yahiko memberikan penekanan di akhir kalimatnya, ia kemudian berbalik dan berjalan menuju ke markas mereka, yaitu atap sekolah KHS boys.
Para Petinggi Akatsuki yang lain kecuali Nagato langsung mengekor di belakang Yahiko, meninggalkan tempat tersebut sehingga hanya menyisakan Nagato dan Naruto saja.
"Hahh, apa kau tidak apa-apa?" setelah para Petinggi Akatsuki sudah luput dari pandangannya, Nagato pun langsung menanyakan keadaan Naruto.
"Aku tidak apa-apa Nagato-nii" Naruto sudah kembali normal, kemarahannya yang tadi sempat menguasainya kini hilang entah kemana setelah melihat kakak sepupunya ini.
Mata Nagato terkunci di bagian kepala Naruto, ia dapat melihat adanya jejak darah di kepala adik sepupunya tersebut.
Ia kemudian dengan sigap mengeluarkan sapu tangannya dari dalam saku gakuran miliknya, berniat untuk membersihkan bekas darah yang ada di kepala Naruto. Naruto yang melihat itu hanya membiarkannya saja.
Situasi ini mengingatkan Nagato akan suatu kejadian beberapa tahun yang lalu.
.
.
.
.
.
.
.
.
12 Tahun yang lalu.
Saat itu, keluarga Nagato dan keluarga Naruto sedang mengunjungi Mansion milik Kakek dan Nenek dari Ibu mereka.
Mereka selalu berkumpul di rumah Kakek dan Nenek mereka ketika liburan musim panas tiba, dan mereka biasanya akan menginap di sana selama seminggu.
Hari ini adalah hari keempat mereka di sini, Naruto saat itu berusia 4 tahun dan Nagato berusia 6 tahun.
Mereka saat itu memutuskan untuk bermain di kuil dekat gunung, di belakang rumah Kakeknya.
Meninggalkan adik dari Nagato yang bernama Karin, yang saat ini adik manisnya itu sedang melakukan tugas yang diberikan oleh Nenek Mito, yakni meminta Karin untuk membantunya menyiram tanaman yang ada di taman Mansion Senju-Uzumaki ini.
Kemudian ada adik pertama dari Naruto, namanya Menma, yang saat ini sedang sibuk membantu Kakek Hashirama untuk membersihkan mobil kesayangannya, ya walaupun sebenarnya Menma hanya bermain air saja.
Lalu yang terakhir, ada adik bungsu dari Naruto yang bernama Naruko. Adik kecilnya itu sedang tertidur digendongan sang Ibu yang saat itu sedang bercerita dengan kakak perempuannya, yakni Ibu dari Nagato dan Karin.
Nagato dan Naruto sebenarnya diberikan tugas juga.
Nagato, ia diberikan tugas untuk membersihkan meja makan yang akan digunakan oleh keluarga besar Senju-Uzumaki itu untuk makan malam. Lalu Naruto, Kakeknya menugaskannya untuk ikut membantu membersihkan mobil sang Kakek, akan tetapi Naruto dan Nagato malah memilih kabur.
Sebenarnya Kakek dan Nenek mereka memiliki beberapa maid di Mansionnya yang besar itu, akan tetapi, Kakek dan Nenek mereka itu ingin mengajari kepada cucu-cucunya untuk menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan kepada mereka semua, akan tetapi, Nagato dan Naruto malah memilih kabur, melarikan diri.
Kakek dan Neneknya yang mengetahui itu hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala mereka, sepertinya dua cucu mereka (Nagato dan Naruto) bosan dengan tugas yang diberikan itu-itu saja kepada mereka, jadi mereka berdua memutuskan untuk kabur.
Melihat itu, Kakek dan Neneknya hanya bisa memakluminya karena sifat alami dari anak-anak adalah bermain.
Jadi Kakek dan Neneknya tidak akan mepermasalahkan hal itu, akan tetapi mereka pasti akan memberikan nasihat kepada kedua cucu imutnya itu, tentunya setelah Nagato dan Naruto kembali ke Mansion.
Beralih ke Naruto dan Nagato, setelah sampai di kuil, mereka pun mendapati seorang anak yang entah sudah beberapa kali Naruto tolong kini tengah dirundung oleh beberapa anak nakal. Naruto memang sudah beberapa kali menolong anak itu, akan tetapi anak itu tidak pernah sekali pun berterimakasih kepadanya.
Nagato dan Naruto kembali melihat anak itu lagi-lagi dihajar oleh beberapa anak nakal sampai membuat anak itu menangis, walaupun anak itu tidak pernah mengucapkan terimakasih kepada Naruto, hal itu tetap tidak menyurutkan niatnya untuk menolong anak itu lagi.
Tanpa ragu Naruto pun langsung menolong anak itu, dan sebuah pukulan pun bersarang di wajah Naruto sehingga membuat hidungnya berdarah, walaupun hidungnya mengeluarkan darah, tapi Naruto tetap melindungi anak itu dari pukulan dan tendangan dari anak-anak nakal yang diarahkan ke anak malang itu.
Nagato yang melihat hidung Naruto mengeluarkan darah dengan segera berlari menuju ke arah anak-anak nakal itu dan langsung menghajar mereka sehingga tindakannya itu berhasil mengusir mereka semua.
Setelah anak-anak nakal itu meninggalkan tempat itu, Naruto kemudian berbalik dan memberikan senyum lima jarinya kepada anak yang lagi-lagi ia selamatkan, ya walaupun senyumannya kali ini dihiasi dengan noda darah, tapi itu tidak masalah!.
Tidak diduga-duga, anak yang dilindungi Naruto tersebut malah lari ketakutan ketika melihat Naruto tersenyum kepadanya, lebih tepatnya anak itu takut melihat hidung Naruto yang tengah mengeluarkan darah, anak itu pun berlari meninggalkan Naruto yang menatap anak itu bingung.
Nagato yang melihat itu tersinggung, bagaimana tidak? Naruto kecil sudah susah payah membantunya untuk kesekian kalinya, tetapi anak itu malah menatap Naruto takut dan lagi-lagi tidak mengucapkan terimakasih kepada Naruto, Nagato pun melarang Naruto untuk membantu anak itu lagi, karena anak itu tidak tahu terimakasih. Dan kalian tau apa jawaban Naruto?.
"Itu tidak masalah Nii, karena harus ada orang yang berani untuk membantu orang yang sedang kesusahan! Kata Ayah, Naruto adalah anak yang berani, jadi Naruto akan melindungi mereka yang sedang membutuhkan bantuan!" Naruto memberikan senyuman hangatnya kepada Nagato yang saat ini sedikit menunduk menyamakan tingginya dengan Naruto, ia kini tengah membersihkan darah yang ada di hidung Naruto.
"Tapi anak itu tidak pernah berterima kasih padamu kan, Naru?" Nagato kemudian berdiri tegap setelah membersihkan darah yang ada di hidung Naruto.
"Itu tidak masalah! Aku senang kok membantu orang yang kesusahan, walaupun orang itu tidak mengucapkan terimakasih sekalipun! Karena kata Ibu, aku harus membantu orang secara tulus" Naruto yang masih memasang senyum lebarnya kemudian menunjukan jempolnya mungilnya kepada Nagato.
Nagato yang mendengar perkataan Naruto langsung memeluknya, ia sangat kagum dengan Naruto kecil, anak ini sangat penyayang dan juga sangat baik. Ada rasa bersalah ketika ia melihat hidung Naruto mengeluarkan darah tadi.
Pada saat itu ia ragu untuk membantu anak kecil tadi yang lagi-lagi dirundung oleh anak-anak nakal, sedangkan Naruto kecil, ia tanpa ragu langsung melindunginya walaupun harus membuat hidungnya mengeluarkan darah.
Dan di saat itu juga, Nagato telah bertekad untuk terus melindungi Naruto dari segala ancaman.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Nagato-nii!" panggilan Naruto membuyarkan lamunan Nagato yang sedang asyik mengingat masa kecil mereka.
"Iya, ada apa?" Nagato kemudian menyimpan kembali sapu tangan yang tadi ia gunakan ke tempat semula.
"Apa orang-orang yang tadi itu temanmu?" Naruto kemudian menanyakan pertanyaan yang sejak tadi hinggap di pikirannya.
"Iya, mereka teman-temanku" Naruto yang mendengar jawaban Nagato mengangguk paham.
Jika saja tadi tidak ada Nagato, maka Naruto akan terus menghajar mereka (Kakuzu, Hidan dan Deidara) dan membuat mereka mengalami apa yang Sasori alami.
"Naruto, aku ingin bertanya sesuatu, apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Yahiko? Kau terlihat sangat membenci Yahiko, bisakah kau memberitahukanku apa yang sebenarnya terjadi?" Nagato kali ini yang bertanya kepada Naruto.
Tatapan Nagato benar-benar menunjukan rasa penasaran yang hebat. Naruto yang mendengar itu mencoba untuk kembali mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat awal konflik yang terjadi antara Naruto dan Yahiko.
"Ceritanya berawal dari. . .".
.
.
.
.
.
.
.
.
Kelas 2D, Monday at 3:00 pm.
Di kelas itu terlihat ada dua orang yang nampaknya sedang berbicara dengan santai.
*Glug*
"Hahh enaknya~" Shisui meletakan minuman kalengnya di sebelahnya, ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada orang yang ada di depannya.
"Jadi Itachi, kau sudah mendengar berita itu?" Shisui kemudian bertanya kepada orang yang ada di depannya yakni Itachi yang saat ini sedang sibuk membaca novelnya.
Itachi kemudian mengalihkan pandangannya kepada Shisui, ia bisa melihat kalau saat ini wajah Shisui memancarkan raut gembira.
"Maksudmu berita soal Naruto yang mengalahkan Sasori? Ya, Izumo dan Kotetsu baru saja memberitahuku tadi saat kau membeli minuman kaleng ini" Itachi menjawabnya dengan kalem, tidak lupa Itachi juga mengangkat kaleng minuman bersodanya yang baru saja Shisui belikan, menggunakan uang Itachi.
Itachi dibuat menunjukan senyum tipisnya ketika mengingat berita Naruto yang berhasil mengguncangkan KHS, anak itu benar-benar tidak bisa ditebak.
"Ya, si Baka Naru itu berhasil mengalahkan Sasori! Tapi ceritanya tidak sampai di situ saja, kau tahu? Dia juga berhasil menghajar Petinggi Akatsuki lainnya seorang diri, dan bahkan sampai membuat mereka kewalahan! Minus Yahiko, Kisame dan tentu saja sepupunya sendiri, Nagato!" tatapan Shisui berbinar-binar.
Shisui tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika Naruto yang sudah ia anggap adik itu berhasil mengacak-acak Akatsuki seorang diri.
"Hm? Kau dengar dari mana berita itu? Aku baru tahu kalau Naruto bisa membuat para Petinggi Akatsuki lainnya kewalahan" Itachi kemudian menutup novel yang sejak tadi ia baca, tidak lupa memberikan penanda agar membuatnya tidak kesulitan ketika mencari bagian mana yang ia baca terakhir, kemudian ia mengalihkan seluruh atensinya kepada Shisui.
"Aku melihatnya sendiri! Saat itu aku baru saja mau membeli beberapa roti di Kantin Sekolah, aku lalu memutuskan untuk melewati Hutan KHS, dan jeng jeng, di sana aku mendapati Naruto yang saat itu sedang bertarung melawan Sasori!" Shisui menjeda perkataannya, kemudian ia kembali meminum minuman kalengnya yang tersisa sedikit, berniat menghabiskannya.
Itachi yang tahu cerita Shisui belum selesai memutuskan untuk tidak menginterupsi ceritanya, dan Itachi juga memutuskan untuk meminum minuman kalengnya yang masih belum tersentuh, sembari menunggu Shisui menghabiskan minumannya.
*Glug*
"Hahh enaknya~" ujar mereka berdua secara bersamaan, Shisui kemudian memasukan kaleng minuman yang telah habis itu ke dalam laci meja di depannya, sedangkan Itachi, ia meletakkan kembali minuman kalengnya di sebelahnya, mengingat ia baru saja meminumnya.
"Sampai mana tadi?" tanya Shisui memastikan.
"Kau melihat Naruto sedang bertarung melawan Sasori" Itachi membalasnya dengan santai.
"Nah iya, pertarungan mereka berjalan dengan seru, Sasori sempat membuat Naruto terpojok, akan tetapi Naruto berhasil membalikan keadaan, dan saat itu juga pertarungan itu berubah menjadi mengerikan!,-
- Naruto menghajar Sasori habis-habisan, sepertinya Naruto saat itu sedang marah. Karena seingatku ketika Naruto bertarung, anak itu biasanya lebih sering mengutamakan efektivitas serangannya dan akan menghindari pertarungan yang memakan waktu cukup lama, dengan kata lain-".
"Naruto selalu mengalahkan lawannya dengan cepat karena dia tidak mau mencederai lawannya lebih jauh" potong itachi.
"Yap kau benar, tapi Naruto yang kulihat saat itu sangat berbeda, ia bahkan kebalikan dari Naruto yang kita kenal. Saat itu Naruto memutuskan untuk memukul Sasori tanpa ampun, ia juga sepertinya menghindari titik vital Sasori dengan kata lain-".
"Naruto berniat mencederai Sasori lebih jauh" potong Itachi lagi.
"Sialan kau Itachi, bisa tidak kau tidak memotong ceritaku terus?!" Shisui menunjukkan urat kekesalan karena Itachi kembali memotong ceritanya.
"Sorry sorry" Itachi sweatdrop melihat Shisui yang terlihat marah itu, ya salahnya juga sih karena memotong perkataan Shisui dengan seenaknya.
"Hahh, sampai dimana tadi? Ah Naruto berniat mencederai Sasori! Naruto benar-benar menghajar Sasori tanpa ampun. Saat itu juga, aku memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyianku dan tentunya berniat untuk menahan Naruto, akan tetapi Kisame, Hidan dan Kakuzu sudah lebih dahulu muncul dan bergegas berlari menuju ke arah Naruto yang sedang menghajar Sasori yang saat itu sudah tidak bisa melawan lagi,-
- Kisame langsung menendang Naruto sampai membuatnya terjungkal, kemudian Kakuzu dan Hidan ikut menyerang Naruto, akan tetapi Naruto berhasil memberikan perlawanan, bahkan dia bisa memukul mundur mereka berdua! Di sisi lain, Kisame sudah terlebih dahulu mengamankan Sasori dan menjauh dari area pertarungan" Shisui kembali menjeda perkataannya.
Kemudian ia mengambil minuman Itachi yang masih banyak itu, setelah itu, Shisui pun mengeluarkan kaleng minumannya yang tadi ia letakkan di dalam laci.
Dengan seenak jidatnya, Shisui langsung menuangkan minuman Itachi ke kaleng minumannya. Itachi yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.
Shisui kemudian mengembalikan minuman Itachi, tentunya setelah ia menuangkan setengah minuman Itachi ke dalam kaleng minumannya.
"Nah, sampai mana tadi?" Shisui kembali lupa dengan ceritanya.
"Kisame mengamankan Sasori" balas Itachi yang mulai menyembunyikan minumannya agar Shisui tidak memonopolinya lagi.
"Nah, saat itu juga datang Petinggi Akatsuki yang lain, yakni Deidara. Deidara tanpa ragu langsung menyerang Naruto, akan tetapi Naruto berhasil meng-counter serangan Deidara, dan saat itu juga, Naruto berniat untuk menghabisi Deidara. Akan tetapi, tiba-tiba Nagato datang bersama Yahiko. Kedatangan mereka berdua pun berhasil menetralisir keadaan yang sempat memanas,-
- Naruto yang melihat Yahiko datang tiba-tiba menerjang ke arahnya, akan tetapi Nagato lebih dulu menghentikannya. Kemudian Nagato menyuruh Naruto untuk menguasai anak kelas 1 terlebih dahulu sebelum menantang Yahiko bertarung, dan kemudian Nagato menyuruh Petinggi Akatsuki yang lain untuk menghentikan serangan mereka yang pada saat itu masih ingin mengeroyok Naruto. Naruto sih kelihatannya tidak masalah jika mereka tetap bertarung,-
- Di sisi lain, Kisame yang tidak terima dengan perkataan Nagato hanya bisa terdiam ketika Yahiko memarahinya, kemudian Yahiko menyuruh Kisame untuk membawa Sasori ke Rumah Sakit. Dan pada saat itu juga aku memutuskan untuk pergi, karena saat itu Kisame berjalan ke tempatku bersembunyi" jelas Shisui panjang lebar.
Merasa lehernya mulai kering setelah mengoceh panjang lebar, membuat dirinya langsung mengambil minumannya, dengan sekali tegukan, ia pun kembali menghabiskan minuman hasil jarahannya tersebut.
Itachi yang mendengar keseluruhan cerita itu merasa bangga kepada Naruto, bagaimana ia tidak bangga? Teman masa kecil adiknya itu kemampuannya sudah jauh berkembang, jika terus begini, bisa-bisa Sasuke akan tertinggal jauh dari Naruto.
Mengingat Sasuke, ia tadi mendapatkan telepon dari adiknya itu, Sasuke mengatakan kalau ia baik-baik saja setelah memeriksakan kepalanya di Rumah Sakit.
Itachi pun lega mendengar hal itu.
Oh iya, Sasuke juga memberitahu kepadanya kalau Naruto dan Chōji lah yang memaksanya untuk pergi ke Rumah Sakit, dan tentu saja hal itu membuat Itachi benar-benar berterimakasih kepada mereka berdua.
"SASUKE-SAN LAH YANG MEMENANGKAN PERTARUNGAN TADI!"
"KAU BUTA?! JELAS-JELAS NEJI-SAN LAH YANG MEMENANGKAN PERTARUNGAN TADI!"
Mendengar itu membuat Itachi dan Shisui berjalan mendekati jendela kelas mereka yang mengarah langsung ke lapangan sekolah. Penasaran dengan kegaduhan yang mereka asumsikan berasal para Freshmen mereka.
Dan saat itu juga tiba-tiba Itachi teringat seseorang yang tidak datang ke sekolah hari ini.
"Shisui, apa kau melihat Tobi-san?" Itachi bertanya kepada Shisui yang berada di sebelahnya, pandangan mereka berdua menuju ke arah lapangan sekolah.
Di sana sedang terjadi keributan antara anak kelas 1A dan 1D, mereka mempeributkan perihal siapa pemenang dari pertarungan antara orang terkuat di masing-masing kelas mereka yang tadi pagi bertarung (Sasuke dan Neji).
Kelas 1A bersikeras mengatakan bahwa Sasuke lah yang memenangkan pertarungan tadi, sedangkan kelas 1D mengatakan hal yang berlawanan dari perkataan anak kelas 1A, kedua kubu itu pun saling bersitegang, karena menurut mereka kelas mereka lah yang terkuat!.
"Dia tidak masuk sekolah hari ini, ia masih memulihkan luka-lukanya akibat pertarungannya dua hari yang lalu" Shisui kemudian menyandarkan bobot tubuhnya di pinggiran jendela, menatap bosan kejadian yang terjadi di depannya.
"Biar kutebak, cedera itu berasal dari pertarungannya melawan si Green Beast?" Itachi kemudian menatap Shisui yang bersender di jendela.
"Iya kau benar dan orang itu barusan saja keluar dari Rumah Sakit hari ini" balas Shisui tanpa mengalihkan pandangannya.
Itachi yang mendengar itu tersenyum tipis, sepertinya orang gila itu benar-benar menepati perkataannya dengan mengalahkan seorang Monster yang tak terkalahkan dari Shika Commerce.
Kemudian Itachi kembali mengalihkan pandangannya ke depan, menyaksikan pertarungan antara 9 orang murid kelas 1A, melawan 14 murid kelas 1D, yang tentunya membuat pertarungan tersebut menjadi berat sebelah.
Kemudian tanpa diduga, datang bantuan dari murid kelas 1E dan murid kelas 1C, mereka ikut membantu murid kelas 1A yang sedang dihajar habis-habisan oleh murid kelas 1D itu.
Melihat adanya bantuan dari lawan mereka, membuat murid-murid kelas 1D mau tidak mau harus mundur demi menghindari pertarungan yang sangat berat sebelah itu.
Well mereka tidak mau mati konyol karena melawan 3 kelas yang bersatu melawan mereka.
Dan peristiwa itu juga lah yang menandakan terbentuknya Fraksi pertama dari Freshmen tahun ini. . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~.
Alhamdulillah, akhirnya chapter 9 selesai juga, ini berarti menandakan kalau hanya tersisa 1 chapter saja untuk menyelesaikan Arc Freshmen War ini, apa ada dari kalian yang bisa menebak apa yang akan terjadi chapter depan?.
Seperti yang kalian lihat, kalau di chapter ini aku 'sedikit' memperlihatkan sisi lain dari Naruto, si Monster kuning alias Monster Rubah. Sungguh Sasori yang malang, ia telah membangkitkan monster yang sedang tertidur.
Oh iya di sini juga aku mau menjelaskan sedikit perihal kenapa para Petinggi Akatsuki bisa kewalahan ketika melawan Naruto yang notabenenya hanya seorang diri.
Pertama, mereka menyerang Naruto tanpa adanya strategi yang jelas sehingga membuat Naruto dapat mengeksploitasi pertahanan mereka dengan mudah.
Kedua, mereka tidak tahu seberapa kuat sebenarnya Naruto sehingga membuat mereka terlalu percaya diri untuk dapat mengalahkan Naruto, jadi mereka menyerang Naruto secara asal-asalan. Dan yang ketiga atau yang terakhir, mereka menyerang Naruto yang saat itu sedang marah besar.
Naruto yang sedang marah bisa membuat kekuatannya meningkat berkali-kali lipat, akan tetapi pertahanan Naruto menjadi berkurang secara signifikan, karena Naruto memfokuskan semua kemampuannya di kekuatan dan kelincahannya.
Contohnya kalian bisa melihat ketika Sasori tadi dapat membuat Naruto kewalahan dengan serangan-serangan cepatnya, ya walaupun setelah itu Naruto berhasil membalikkan keadaan.
Di chapter ini juga terkuak alasan utama Naruto dan Shikamaru yang melanjutkan sekolah mereka di sekolah ini. Jika ada yang bertanya, bukannya alasan utama mereka masuk ke KHS adalah untuk menyatukan sekolah terkutuk itu?.
Jawabannya ada di chapter pertama. Naruto baru memutuskan ingin menyatukan KHS setelah ia mendengar cerita KHS yang lumayan menarik dari Shikamaru, dan juga jawabannya terlihat dari perkataan Shikamaru yang pada saat itu mengatakan akan membantu Naruto untuk menyatukan KHS karena itu adalah 'salah satu' tujuannya bersekolah di sana.
Jadi di sini sudah jelas bahwa menyatukan KHS bukanlah tujuan utama mereka untuk melanjutkan sekolah mereka di sekolah terkutuk ini.
Ah aku juga ingin memberikan sedikit clue perihal dimana letak SMP Naruto, Shikamaru dan Chōji berada, berhubung sisa mereka bertiga saja yang masih belum diketahui alumni dari SMP mana mereka bertiga.
Oke, cluenya ada di chapter 4, kemudian clue lainnya adalah Naruto tidak akan pernah lari dari pertarungan, ia akan mencari orang yang pernah menghajarnya dan akan mengejar orang itu sampai-sampai masuk ke sekolah orang tersebut.
Apa ada yang bisa menebaknya?.
Kemudian di chapter ini juga menjawab pertanyaan yang ada di chapter lalu, yakni 'siapa' orang yang dijenguk Lee yang pada saat itu dirinya ditemani oleh Naruto, Shikamaru dan Sasuke (Monster Trio) untuk pergi menjenguk seseorang di Konoha Hospital.
Dan ternyata orang itu adalah Might Guy yang pada saat itu baru saja dikalahkan oleh seorang murid yang berasal dari KHS, bisa dibilang orang itu adalah Monster KHS yang sebenarnya!.
Kalian sudah tahukan, siapa Monster yang kumaksud?.
Dan yang terakhir, Fraksi pertama dari para Freshmen tahun ini akhirnya terbentuk, Fraksi yang berisikan gabungan dari seluruh murid kelas 1C dan 1E serta separuh murid dari kelas 1A, kenapa hanya separuh? Jawabannya ada di chapter depan!.
Pesan tambahan, aku menambah beberapa paragraf untuk mencoba mengisi kekurangan plot yang aku ciptakan, jadi mau tidak mau aku harus menunda dulu chapter ini. Kenapa? Karena aku tidak mau membuat diriku stuck di cerita ini karena adanya plot yang bisa membuatku bingung di masa depan.
Well, cerita ini sudah kupikirkan sampai tahun ketiga Naruto, jadi sebisa mungkin aku akan menahan diriku untuk menciptakan terlalu banyak plot cerita yang bisa menyusahkanku di masa mendatang.
Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.
Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
