Dua bulan telah berlalu, dalam dua bulan itu juga telah terjadi beberapa kejadian di KHS.
Dimulai dari Naruto yang telah menjadi Raja Freshmen yang baru. Tidak lama setelah kejadian itu, Naruto sang Raja Freshmen baru dengan nyali yang tinggi langsung mendatangi tempat berkumpul dari para Petinggi Akatsuki dengan hanya seorang diri saja, tidak hanya itu, ia juga langsung menantang Yahiko untuk bertarung, akan tetapi itu tidak terjadi karena ia lagi-lagi berhasil dihentikan oleh Nagato karena syarat yang diberikan masih belum terpenuhi oleh Naruto.
Naruto yang mendengar itu tentu saja tetap bersikeras untuk menantang Yahiko, Nagato yang melihat adik sepupunya yang keras kepala seperti itu mau tidak mau harus mengeluarkan kartu andalannya, yakni mentraktir Naruto ramen Ichiraku selama seminggu penuh, dengan syarat Naruto tidak akan menganggu Yahiko sebelum ia benar-benar memenuhi syarat yang Nagato berikan.
Naruto yang mendengar itu pun akhirnya mau menuruti permintaan dari kakak sepupunya tersebut, tentunya dengan senang hati.
Hahh dasar pemeras.
Kemudian kita berpindah ke Chōji, yang dalam dua bulan belakangan ini ia lebih sering menjaga restoran milik keluarganya yang bernama Restoran YakiniQ.
Ketika akhir pekan tiba, Chōji juga kadang meluangkan waktunya tersebut untuk berkumpul bersama anggota ACE lainnya, tidak lupa ia juga mengajarkan mereka beberapa gerakan gulat yang berguna dan tentunya mereka bisa gunakan ketika mereka bertarung nanti.
Berpindah ke Petinggi ACE yang lain yakni Shikamaru.
Ya seperti biasa, ia selalu tidur, akan tetapi setiap akhir pekan ia bersama Naruto, Sasuke, Chōji dan Lee beserta anggota Fraksi ACE yang lain selalu mengadakan sparring di Aula Sekolah mereka.
Hal itu Shikamaru lakukan agar kemampuan bertarungnya tidak tumpul dan juga demi membuat keseluruhan anggota dari Fraksi mereka menjadi jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Beralih ke Sasuke, ia yang sudah pulih dari cederanya semakin giat untuk meningkatkan intensitas latihannya demi membalaskan kekalahan pertamanya dari Neji.
Ia mengetahui kekalahannya itu dari Naruto, karena menurutnya cuma Naruto lah yang benar-benar mengetahui hasil yang sebenarnya, sedangkan murid yang lain kebanyakan menganggap pertarungan mereka berakhir imbang.
Sasuke sangat mempercayai Naruto perihal perkelahian, karena ia akui kalau Naruto memiliki analisa pertarungan yang sangat bagus dan juga sangat akurat.
Kita berpindah ke Petinggi ACE yang terakhir, yakni Rock Lee.
Belakangan ini ia selalu berlatih dengan senpainya yakni sang Green Beast dari Konoha alias Might Guy, yang tidak lama ini telah mengangkat Lee sebagai murid bimbingannya.
Bisa dibilang di bawah bimbingan dari Might Guy itu membuat kemampuan bertarung Lee meningkat dengan sangat pesat dibandingkan dengan sebelumnya.
Cukup dengan para Petinggi ACE, sekarang kita berpindah ke pemimpin Hyū-Gumi, yakni Hyūga Neji, yang dalam dua bulan belakangan ini ia selalu mengajak pengikutnya untuk berlatih di Dojo Hyūga secara rutin.
Sehingga bisa dibilang kalau murid-murid yang ada di kelas 1D ini menjadi lebih kuat secara individu dibanding dengan murid-murid dari kelas lainnya, hal itu tentu diakibatkan oleh intensitas latihan yang mereka lakukan setiap harinya, setidaknya itu yang Neji pikirkan.
Neji juga dalam dua bulan ini pernah akan menghajar Sai, akan tetapi ia dihentikan oleh Shigure, Shigure mengatakan jika Neji menghajar Sai maka Uchiha Empire akan turun tangan dan akan menghancurkan kelompok kecil mereka, hal itu pun berhasil membuat Neji terdiam, tidak bisa membantah perkataan Shigure.
Neji pun mau tak mau mengikuti usulan dari Shigure, usulan yang memintanya untuk mengacuhkan Sai ketika ia dan pengikutnya berada di kelas mereka.
Well bagaimana pun juga, Neji tidak mau melawan salah satu kelompok besar yang ada di sekolah ini, itu sama saja dengan bunuh diri jika ia tetap memutuskan untuk menghajar Sai.
Setidaknya tidak untuk sekarang, mungkin nanti ketika ia berhasil mengalahkan Naruto sang Raja Freshmen sekaligus menyatukan para anak kelas 1 yang ada di bawah kepemimpinan si Namikaze itu.
Cukup membahas Neji, sekarang kita berpindah ke Raja Freshmen yang sebelumnya, yakni Inuzuka Kiba.
Berbicara soal Fraksi Red Fang, Kiba telah memutuskan untuk menjadikan Fraksinya tersebut menjadi sebuah Geng motor dan berniat untuk mengalahkan pamor dari Geng motor RWK yang sangat terkenal di kota Konoha ini.
Kiba beserta pengikutnya yang setia akhir-akhir ini lebih sering menghabiskan waktu mereka dengan berkumpul disalah satu kafe yang sudah menjadi langganan keluarganya.
Berbicara soal Kiba, hal itu mengingatkan kita pada mantan wakil dari Kiba di SMP dulu, yakni Aburame Shino.
Shino beserta pengikutnya belakangan ini lebih memilih untuk mendekatkan diri mereka masing-masing daripada berlatih atau sparring seperti kelompok yang lain.
Shino beserta 9 pengikutnya itu terlihat sering menghabiskan waktu mereka di kafe Rumble, kafe langganan para murid KHS karena letaknya lumayan dekat dengan sekolah mereka.
Tidak hanya berkumpul di kafe, mereka juga kadang menghabiskan waktu mereka di tempat permainan arkade, hal itu Shino lakukan agar membuat kelompok mereka menjadi lebih solid dibandingkan dengan kelompok yang lain.
Masih ada hubungannya dengan Kiba, kali ini kita beralih ke Rival dari Kiba sendiri, yakni Shimura Sai.
Sai yang merupakan anggota Freshmen terkuat dari Uchiha Empire itu selama dua bulan belakangan ini sedang giat-giatnya untuk mengikuti latihan yang dilaksanakan oleh Fraksi Uchiha Empire itu sendiri.
Sai dan pengikutnya hanya akan masuk ke kelas mereka jika ada guru yang mengajar di sana, karena ia beserta pengikutnya lebih sering menghabiskan waktu mereka di kelas 2A untuk berlatih. Latihan mereka biasa dipimpin oleh Uchiha Shisui, Wakil Ketua dari Fraksi Uchiha Empire.
Asal kalian tahu, Tobi lah yang menyuruh Shisui untuk melatih mereka agar menjadi lebih kuat, hal itu dilakukan karena kelompok mereka adalah kelompok yang paling kecil yang ada di KHS saat ini. Intinya Tobi ingin agar kelompok Sai bisa menjadi perwakilan dari Uchiha Empire dan agar kelompok Sai itu bisa bersaing di jejeran para Freshmen ganas tahun ini.
Berbicara soal Tobi, murid kelas 2E itu telah mengambil alih peringkat 2 di KHS, karena Z-fighter-Net memberitakan bahwa Tobi lah yang berhasil mengalahkan Might Guy dan bahkan berhasil mengirim sang Green Beast itu ke Rumah Sakit.
Hal itu tentu membuat murid KHS termasuk Akatsuki gempar karena murid pindahan bernama Tobi itu berhasil mengalahkan Monster yang tidak terkalahkan di kota Konoha ini.
Yahiko yang mengetahui itu sesegera mungkin ingin menantang Tobi, hal itu ia lakukan untuk mengamankan peringkatnya yang sepertinya mulai tidak aman, akan tetapi Nagato langsung mencegahnya dan meminta Yahiko untuk duduk manis di atas singgasananya yang kurang lebih 8 bulan ini telah ia tempati.
Tidak hanya itu, Nagato juga menyuruh Yahiko untuk mempercayakan masalah ini kepadanya, dengan kata lain Nagato lah yang akan menantang Tobi, seorang Sophomore pindahan yang sudah berani-beraninya mengambil peringkatnya tersebut dengan seenak jidatnya.
Yahiko yang mendengar itu tidak setuju dan mengacuhkan permintaan Nagato yang menawarkan dirinya untuk menantang Tobi. Nagato yang mendengar itu hanya pasrah, ia sangat malas berdebat dengan Yahiko, ia tidak mau membuat kepalanya pusing karena Pemimpinnya ini benar-benar keras kepala.
Yahiko yang baru saja berniat untuk menantang Tobi lagi-lagi harus dihentikan oleh salah satu Petingginya, yakni Kakuzu. Kakuzu mengatakan kepada Yahiko bahwa Tobi ternyata adalah salah satu Petinggi dari Fraksi Uchiha Empire.
Yahiko yang mendengar itu mau tidak mau harus mengurungkan niatnya tersebut, karena jika Yahiko tetap kekeh untuk menantang Tobi, maka perang besar akan terjadi di KHS.
Yahiko bisa saja melakukan itu, akan tetapi ia tidak mau bertindak gegabah dengan mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan untuk kelompoknya.
Ditambah lagi mereka para Senior akan magang selama 1 bulan penuh, jadi mereka sama sekali tidak boleh terlibat dengan perkelahian ataupun peperangan, karena itu pasti akan mempengaruhi surat rekomendasi dari para guru KHS, surat yang dibuatkan khusus untuk mereka anak kelas 3 yang akan magang.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Kriiing*
KHS Boys, Kelas 1C, Monday at 10:30 am.
"Baiklah anak-anak, mungkin itu saja untuk hari ini, terimakasih atas perhatiannya!" ucap seorang guru perempuan yang saat ini menatap murid-murid kelas 1C yang diam memperhatikannya dengan tenang.
Guru tersebut lumayan terkesan karena bisa dibilang murid-murid di kelas ini memiliki sifat yang sangat jarang dimiliki oleh murid yang bersekolah di tempat ini.
Selama ia mengajar di sini, baru kali ini ia mendapati murid-murid memperhatikan pelajarannya dengan cukup baik dan sama sekali tidak ada satu pun dari mereka yang membolos ketika ia mengajar di sini, hal itu membuatnya sedikit mengulas senyum tipis.
"Sama-sama dan terimakasih atas hari ini Suzume-Sensei!" ucap mereka serempak, guru yang memiliki nama Morino Suzume tersebut mengagguk mengiyakan, ia kemudian beranjak meninggalkan kelas 1C tersebut.
*Srek* *Srek*
"Hahh akhirnya selesai juga pelajaran administrasi pertahanan yang diajarkan oleh Suzume-sensei" ucap Baiu, kemudian ia mendatangi bangku dari Naruto dan Shikamaru yang saat ini keduanya tengah kompak menenggelamkan wajah mereka berdua ke dalam lipatan tangan mereka masing-masing.
"Naruto-san? Shikamaru-san? Apa kalian tidak apa-apa?" Baiu menunggu respon dari mereka berdua, seluruh murid-murid yang ada di kelas ini juga ikut nimbrung, sembari menunggu jawaban dari kedua orang terkuat di kelas mereka ini.
"Hahh, jika saja Suzume-sensei bukan istri dari si Gorila itu (Morino Ibiki), aku akan lebih memilih bolos dan menghabiskan waktuku di jam pertama tadi di UKS untuk menemani Shizuka-sensei yang sangat imut!" Naruto kemudian mengangkat wajahnya dari lipatan tangannya, ia kemudian menggunakan tangan kanannya itu untuk menangkup wajahnya yang terlihat sangat bosan, menjadikannya sebagai sandaran.
"Ya walaupun harus ku akui kalau penjelasan yang diberikan tadi sangat mudah dipahami, tapi tetap saja, aku lebih memilih untuk menghabiskan waktuku bersama Shizuka-sensei!" Naruto kemudianbl berdiri dan mengambil meja yang ada di belakangnya, setelah itu ia menyatukannya ke meja miliknya, setelah selesai, ia langsung naik di atas kedua meja yang ia susun tersebut dan langsung mengambil posisi berbaring.
"Anu Bo- maksudku Naruto-san, jika kau ingin pergi ke UKS bukankah sekarang adalah waktu yang tepat? Maksudku sekarang kan sudah masuk jam istirahat?" Midare kini membuka suara, Naruto kemudian menatap Midare malas.
"Aku juga tahu itu, tapi aku tidak mau mengganggu jam istirahatnya, guru juga butuh istirahat kau tahu?" Naruto kemudian melakukan aktivitas andalannya, apa aktivitas andalannya? Ya benar, mencari 'emas' di dalam gua emas andalan miliknya.
Mereka yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.
'Sepertinya ia akan mati jika tidak mengupil' batin mereka semua, mereka kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Shikamaru yang sepertinya sudah terjun bebas ke alam mimpi.
'Shikamaru-san juga, sepertinya ia juga akan mati jika tidak tidur setiap 15 menit' mereka dibuat sweatdrop ketika melihat kombinasi dari Naruto dan Shikamaru, tapi mereka semua masih bisa memaklumi kelakuan Shikamaru dibandingkan dengan Ketua mereka yang absurd dan gak jelas itu.
Lihat saja, Naruto saat ini sedang meneyentilkan 'emasnya' ke segala arah! Mereka yang melihat itu segera menunduk dan berlindung di bawah meja demi menghindari 'meteor' yang dikirimkan langsung oleh Naruto ke sekeliling kelas 1C ini.
Hahh ada-ada saja si pirang ini.
*Srek*
Baru saja Naruto menghentikan serangan 'meteornya', suara pintu depan kelas 1C kini terbuka dan memperlihatkan segerombolan murid lain yang berada di pintu kelas itu, pintu kelas mereka yang kelihatannya seperti baru diganti.
Hm aku penasaran, siapa yang merusaknya ya?.
"Yo Naruto, Shika, ke Kantin yuk!" orang tersebut ternyata Sasuke, tanpa permisi ia langsung masuk bersama dengan pengikutnya, setelah itu Sasuke pun langsung mengambil posisi duduk di depan meja yang Shikamaru gunakan untuk tidur, Naruto yang melihat itu kemudian merubah posisinya menjadi duduk, tidak lama kemudian suara pintu belakang kelas mereka kini ikutan terbuka.
*Srek*
"Naruto, Shika, ayo ke Kantin-, Eh ada Sasuke juga rupanya, ayo kita ke kantin!" orang yang membuka pintu itu ternyata Chōji yang ditemani oleh Lee dan juga para pengikutnya yang ada di belakangnya, kemudian Chōji dan para pengikutnya tersebut ikutan masuk ke dalam kelas 1C tanpa permisi, sehingga membuat kelas 1C ini menjadi sangat penuh.
"Sialan kalian berdua! Kenapa kalian selalu berkumpul di kelasku hah?! Kalian kira kelasku ini pasar malam apa?!" Naruto kemudian mencak-mencak tidak jelas, Shikamaru yang mendengar suara berisik Naruto yang ada di sebelahnya membuatnya secara otomatis membuka kedua matanya yang tadi sempat tertutup.
"Hoam, dasar kuning berisik!" Shikamaru kemudian mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, ia pun kaget karena tiba-tiba kelas ini dipenuhi oleh lautan manusia.
"Ada apa ini?! Ada razia kah?!" Shikamaru kemudian berubah panik, ia pikir ada razia rokok lagi yang terjadi di sini.
Well minggu lalu rokoknya diambil oleh Ibiki, dan parahnya lagi rokoknya itu masih utuh, ia sama sekali masih belum membuka segelnya! Dan datang lah seorang Ibiki yang dengan santainya mematahkan rokoknya tersebut tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Mengingat hal itu membuat Shikamaru hampir menangis.
"Oh kau sudah bangun, ayo kita ke Kantin, aku sudah lapar!" Naruto kemudian mengalihkan pandangannya ke depan, menatap malas Sasuke, Chōji dan Lee yang kini tengah bercengkerama satu sama lain yang diikuti oleh pengikut mereka yang ikutan untuk saling bertukar cerita dengan sesama anggota Fraksi ACE lainnya.
"Sialan kalian semua! Kenapa kelasku yang selalu dijadikan tempat berkumpul hah?! Kalian semua membuat kelasku pengap tahu!" Naruto lagi berteriak, ia sangat kesal karena orang-orang yang tidak sopan ini selalu menggunakan kelasnya untuk berkumpul dan saling bertukar cerita.
"Oh ayolah, kau jangan marah-marah begitu, nanti kau tambah bodoh loh" Sasuke kemudian merangkul Naruto, mencoba membujuk sahabat pirangnya.
"Bukannya jadi cepat tua ya?" Lee sweatdrop mendengar perkataan dari Sasuke.
"Sasuke benar! Lagipula kelas ini berada di tengah-tengah kelas kita kan? Jadi wajar saja kalau kita selalu berkumpul di sini" Chōji juga ikut merangkul Naruto yang kini mukanya kelihatan semakin ia tekuk (kesal).
"Dasar duo sialan, selalu saja mencari pembenaran!" Naruto kemudian beranjak dari duduknya sehingga membuat rangkulan dari kedua sahabatnya terlepas.
"Hoam mendokuse, jadi kapan kita ke Kantin?" Shikamaru kemudian meregangkan tubuhnya yang sepertinya agak kaku akibat dari tidur singkatnya tadi.
"Baiklah ayo kita ke Kantin!" kemudian Naruto beranjak dari tempatnya dan tentunya ia diikuti oleh seluruh penghuni kelas yang mendiami kelas 1C ini.
"Kau mau kemana Namikaze?!" baru saja Naruto melangkahkan kakinya keluar dari kelas, seketika ia harus menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggil namanya, Naruto kemudian mengalihkan pandangannya ke belakang, mencoba melihat siapa orang yang memanggil namanya itu.
"Kau?. . .".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: No pair for today my friend!.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hyūga?!" Sasuke seketika memasang wajah serius.
"Uchiha?!" Neji membalas Sasuke acuh.
"Spongebob!" Naruto ikut-ikutan.
Jujur saja, Naruto benar-benar tidak tahan untuk ikut nimbrung dengan percakapan itu, percakapan yang mengingatkannya pada salah satu episode Spongebob yang menceritakan Plankton yang mengajak kencan ibu dari musuh bebuyutannya, yakni Mr. Krab.
Naruto ingat ia dan adik sepupunya yang bernama Nawaki (anak bungsu dari Jiraiya dan Tsunade) baru saja menonton episode itu tadi pagi, acara menonton mereka juga ditemani oleh susu coklat panas sebelum mereka berdua berangkat ke sekolah mereka masing-masing.
Mereka yang mendengar perkataan Naruto seketika sweatdrop, termasuk Neji dan para pengikutnya. Bagaimana bisa si Monster Rubah ini bercanda di situasi yang cukup memegangkan seperti ini?.
Neji mencoba untuk tidak memperdulikan itu, Neji kemudian maju mendekati Naruto, Sasuke yang melihat itu langsung memasang badan.
"Menyingkir kau Uchiha, aku tahu urusan kita belum selesai, tapi itu bisa kita selesaikan dilain waktu, karena saat ini aku punya urusan yang penting dengan si pirang itu!" Neji menatap datar Sasuke, ia saat ini tidak tertarik pada Rivalnya itu, karena saat ini tujuan utamanya adalah Naruto.
Dengan kata lain, Neji ingin mengambil title Raja Freshmen yang saat ini berada ditangan Naruto, dan sekaligus ia juga mau mengambil alih kepemimpinan Fraksi ACE dari Naruto.
"Hah?! Jangan main-main denganku sialan!" Sasuke kemudian maju mendekati Neji.
*Grab*
Naruto menarik bahu Sasuke ke belakang sehingga membuat langkahnya seketika terhenti.
"Kenapa kita tidak mendengarkan terlebih dahulu soal urusan yang katanya sangat penting itu, nee Sasuke?" Naruto memberikan senyuman miring kepada Sasuke, Naruto memberikan Sasuke sebuah isyarat melalui kedua matanya, ia mengatakan untuk tidak mengambil mangsanya.
Sasuke yang melihat itu mengangguk paham, ia benar-benar paham betul dengan arti dari tatapan yang Naruto berikan kepadanya.
"Baiklah, kita akan selesaikan ini lain kali, Hyūga!" Sasuke kemudian berjalan mundur dan kembali berdiri di belakang Naruto.
"Jadi urusan apa yang kau maksud itu nee, Niji? Apakah itu berkaitan dengan kupon makan ramen gratis di Ichiraku?" Naruto memasang wajah bodohnya.
"Kh, kau jangan bermain-main Namikaze!" Neji menatap Naruto marah, ia kini beserta dengan pengikutnya sudah berada di depan Naruto, hanya 2 meter jarak yang memisahkan mereka.
"Meh, kalau begitu aku tidak tertarik!" Naruto kemudian membalikan tubuhnya, berniat melanjutkan tujuannya yang sempat terhenti. Yakni makan di kantin.
"Sialan kenapa orang-orang di sini selalu menggangguku ketika aku mau sarapan? Tidak si Inu itu tidak si Niji ini, mereka semua sangat menyebalkan!" Naruto kembali mencak-mencak tidak jelas, ia kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut dan tentunya ia diikuti oleh para pengikutnya.
"Brengsek, kau jangan mengacuhkanku sialan!" Neji kemudian berlari dan mengangkat kakinya, berniat memberikan tendangan lurus ke kepala Naruto.
*Dak*
"Kau mau apa, huh?" Shikamaru menahan kaki Neji menggunakan kakinya juga. Anggota ACE yang melihat itu kemudian berniat untuk maju menghajar Neji karena telah berani menyerang Pemimpin mereka dari belakang, pengikut Neji yang melihat itu juga tidak tinggal diam, mereka juga maju dan melindungi Boss mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Semuanya mundur dan tenangkan diri kalian! Lee, tolong tenangkan yang lain!" Chōji langsung menahan anggota ACE yang berniat untuk menyerang Neji yang saat ini masih beradu kaki dengan Shikamaru, Lee juga ikut andil untuk menenangkan yang lain.
Beralih ke tempat Neji, kini pengikutnya juga sudah ditenangkan oleh Shigure, bagaimana pun juga, jika mereka tetap kekeh untuk menyerang Fraksi ACE, maka mereka dipastikan akan rata!.
"Hahh baiklah, aku akan mendengarkan urusan yang kau bilang penting itu! Shika, bisakah kau turunkan kakimu?" Naruto kemudian kembali berbalik menatap Neji dengan malas.
Neji dan Shikamaru kemudian menurunkan kaki mereka berdua, tetapi mereka masih menatap satu sama lain dengan pandangan yang serius.
"Aku mau kau dan aku 1 lawan 1, jika aku menang aku akan mengambil alih title Raja Freshmenmu dan aku juga akan mengambil alih tempatmu sebagai Boss di Fraksimu!" Neji kemudian mengalihkan pandangannya dari Shikamaru dan kini menatap Naruto serius.
"APA KAU BILANG BANGSAT?! SUDAH KUBILANG JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN ITU!" Naruto berniat maju menyerang Neji akan tetapi ia langsung ditahan oleh Sasuke, Shikamaru dan Chōji.
Naruto marah, ia marah bukan karena Neji yang mau mengambil title Raja Freshmen darinya atau mengambil alih Fraksinya, tapi ia marah karena Neji memanggilnya dengan panggilan Boss, panggilan yang sangat tidak ia sukai itu.
Pengikut Neji yang melihat itu menatap ngeri Naruto, mereka tidak menyangka jika Naruto benar-benar tidak menyukai panggilan Boss itu, mereka sebenarnya sudah mengetahuinya ketika Shigure memberitahu mereka, tetapi saat itu mereka tidak percaya, karena bagaimana bisa kau membenci sebutan yang hebat seperti itu?.
Akan tetapi setelah melihat kejadian ini, mereka semua langsung dibuat percaya, mereka kini berpikir untuk menambahkan hal itu ke dalam list yang tidak boleh mereka katakan, buat berjaga-jaga jika saja mereka berada di dekat Raja Freshmen mereka ini.
"Aku anggap itu sebagai jawaban iya, sekarang ikut aku ke lapangan sekolah, kita akan menentukan pemenangnya di situ!" Neji kemudian berjalan menuju pintu keluar dari koridor gedung kelas 1 ini, tentunya Neji juga diikuti oleh para pengikutnya.
"Tch dasar lelaki jadi-jadian! Tunggu saja, aku akan menghajarnya sampai membuatnya menjadi lelaki tulen!" Naruto kini sudah menenangkan dirinya, Sasuke, Shikamaru dan Chōji yang tadi menahannya juga sudah melepaskan pegangan mereka dari Naruto, mereka kemudian sweatdrop ketika melihat kelakuan Naruto yang absurd dan sangat tidak jelas.
Well, mereka bisa saja membiarkan Naruto untuk mengamuk dan menghajar Neji, akan tetapi mereka memutuskan untuk menahan Naruto, karena mereka menginginkan Naruto untuk memenangkan pertarungan ini secara adil agar bisa membuat Fraksi mereka dapat merekrut anggota Neji dengan mudah ketika Naruto berhasil mengalahkan Boss mereka.
Ya bagaimana pun juga, mereka bertiga (Sasuke, Shikamaru dan Chōji) sudah mengetahui kalau Naruto lah yang akan memenangkan pertarungan ini, karena mereka tahu kalau Naruto berada di level yang berbeda dari Neji, bukan mau sombong atau terlalu percaya diri, tapi itulah faktanya.
"Oy Niji tunggu dulu! Bagaimana jika aku yang menang? Apa yang akan kudapatkan?" Naruto berteriak memanggil Neji yang sudah keluar dari koridor kelas.
"Sialan si lelaki jadi-jadian itu!" Naruto kemudian beranjak dari tempatnya menuju ke lapangan Sekolah, tentunya ia diikuti oleh sahabat dan juga anggota ACE lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lapangan Sekolah KHS Boys, Monday at 10:50 am.
Neji kini kembali berhadapan dengan Naruto, pengikut masing-masing dari mereka kini tengah membuat lingkaran mengelilingi mereka berdua.
Hal itu otomatis membuat beberapa murid KHS keluar dan ikut bergerombol di lapangan untuk menyaksikan kejadian tersebut dari jarak dekat, kemudian ada beberapa murid lainnya yang lebih memilih untuk menyaksikan pertarungan yang sepertinya akan dimulai ini dari kelas mereka masing masing.
"Kau benar-benar suka pamer ya? Kenapa harus di lapangan coba?" Naruto kemudian menatap Neji dengan pandangan heran, si lelaki jadi-jadian ini sepertinya ingin mencari perhatian dengan bertarung di lapangan sekolah, hal itu otomatis membuat mereka berdua menjadi tontonan bagi seluruh murid sekolah ini.
"Ini supaya orang-orang tahu, kalau aku jauh lebih superior dibandingkan denganmu, sang Raja Freshmen palsu!" Neji menatap Naruto tidak suka.
"Ya ya ya, anyway apa yang akan ku menangkan setelah ini? Aku harap kau bisa memberikanku kupon makan ramen gratis di Ichiraku selama seminggu, ah atau kau bisa membayarkan sarapanku untuk hari ini, shishishi" Naruto kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika membayangkan kupon makan ramen gratis selama seminggu di Ichiraku, hal itu seketika membuatnya menelan ludahnya ngiler.
'Dasar maniak ramen!' Sasuke, Shikamaru dan Chōji yang mendengar itu seketika menggeleng-gelengkan kepala mereka.
Mereka mau heran tapi ini Naruto, hahh mereka menjadi pusing dengan Ketua mereka tersebut, Naruto tidak berubah, ia selalu bersikap santai padahal melawan Neji adalah salah satu tantangan terberat bagi Naruto yang ada di kelas 1 ini.
Neji menggertakan giginya ketika mendengar perkataan dari Naruto. Apa-apaan ini? Apa si pirang ini baru saja meremehkannya?.
"Ck, percaya diri sekali kau pirang! Kau pikir kau bisa mengalahkanku? Aku lah yang akan mengalahkanmu dan mengambil semua hal yang saat ini kau miliki! SEMUANYA!" ujar Neji dengan nada penuh kemarahan.
"Ya ya ya, terserah kau, Biji!" jawab Naruto acuh, ia kini malah sedang asyik mengorek telinganya, orang-orang yang melihat itu seketika sweatdrop.
'Apa-apaan orang ini?' kira-kira seperti itu lah yang terlintas di pikiran mereka.
Sasuke, Shikamaru dan Chōji yang melihat itu mendesah pasrah, sahabat mereka ini benar-benar tidak bisa membaca situasi untuk mengorek telinganya huh?.
"A- APA KAU BILANG BANGSAT?!" Neji berteriak marah, kini Neji benar-benar akan menghajar Naruto sampai sekarat! Bisa-bisanya namanya diganti menjadi Biji.
Hahh dasar Naruto, selalu saja bisa membuat orang lain marah.
Naruto tidak memperdulikan perkataan Neji dan masih fokus untuk mengorek telinganya, hal itu pun membuat Neji semakin naik pitam.
"AKAN KUBUNUH KAU BANGSAT!" Neji kemudian berlari menuju ke arah Naruto.
"Oit oit oit, tunggu dulu! Sedikit lagi aku akan selesai membersihkan telingaku, oy!" Naruto yang melihat itu seketika memberikan gestur berhenti menggunakan satu tangannya yang bebas ke arah Neji yang masih tetap berlari ke arahnya.
Namun sayangnya, itu tidak berhasil menghentikan laju dari Neji.
"Ah sial!".
.
.
.
.
.
.
.
.
Kelas 1A, Monday at 10:50 am.
"Namikaze melawan Hyūga Neji? Ini menarik, mari kita lihat siapa orang yang lebih kuat di antara kalian berdua!" ujar Aburame Shino yang saat ini tengah menyaksikan Naruto dan Neji dari jendela kelasnya bersama para pengikutnya.
Hyūga Neji, orang yang pernah mengalahkannya ketika mereka masih SMP.
Berbicara soal lawan dari Neji saat ini, yakni si Namikaze.
Shino sudah mendengar berita dua bulan belakangan ini kalau orang itu berhasil mengalahkan salah satu Petinggi Akatsuki, lalu tiga hari kemudian orang itu mengalahkan mantan Bossnya, yakni Inuzuka Kiba dan sekaligus berhasil merebut title Raja Freshmen dari tangannya. Harus Shino akui kalau apa yang dilakukan oleh si Namikaze itu benar-benar merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.
Shino menaikan kacamata hitamnya, menatap intens Neji yang kini berlari ke arah Naruto.
Setelah merasa cukup dengan acara mengkhayalnya, Shino kemudian kembali memfokuskan pandangannya ke arah kedua orang tersebut, berniat untuk menyaksikan pertarungan mereka dengan serius sekaligus ingin mengetahui siapa di antara mereka berdua yang akan memenangkan pertarungan ini.
.
.
.
.
.
Berpindah ke kelas 1B, di waktu yang sama dengan Shino, penghuni kelas itu juga tengah memperhatikan kedua orang yang saling berhadapan di lapangan sekolah.
Inuzuka Kiba, sang mantan Raja Freshmen menatap kedua objek yang berada di lapangan itu dengan pandangan datar, ia kemudian menggenggam tinjunya dengan kuat sampai-sampai berhasil membuat telapak tangannya memutih.
Ia benar-benar membenci kedua orang itu, karena mereka berdua sama-sama berhasil mengalahkannya!.
Hyūga Neji, orang itu mengalahkannya ketika ia masih SMP. Lalu si Namikaze, orang yang baru saja mengalahkannya dua bulan yang lalu, orang yang telah mengambil title yang susah payah ia dapatkan.
Kiba benci mengakui ini tapi menurutnya Naruto lah yang akan memenangkan pertarungan ini, karena bagaimana pun juga jika ia ditanya perihal siapa orang yang akan dia lawan di antara kedua orang tersebut, maka ia akan langsung menjawab Neji, bayang-bayang tinju dari si Namikaze itu masih menghantui ingatannya, ia benar-benar dibuat mimpi buruk oleh pukulan super kuat dari si Namikaze itu.
Jika kalian kenapa bertanya kenapa Kiba lebih memilih untuk melawan Neji ketimbang melawan Naruto? Jawabannya simpel, menurut Kiba jika ia melawan Neji, ia masih bisa mendapatkan kesempatan untuk memenangkan pertarungannya, sedangkan melawan Naruto. . . .
Jujur saja, orang itu levelnya benar-benar berbeda, level orang itu berada di atasnya dan juga Neji! Ia benar-benar tidak mau melawan Naruto kembali, setidaknya tidak dalam waktu dekat ini, mungkin nanti ketika ia bisa lebih siap untuk menghadapi si Monster Rubah itu.
"Mari kita lihat, bagaimana kau bisa memberikan perlawanan pada si Monster itu, Hyūga!" setelah beberapa menit sibuk dengan pikirannya, kini Kiba menatap intens ke arah Neji yang kini tengah berlari menerjang ke arah Naruto yang saat ini tengah asyik mengorek telinganya.
.
.
.
.
.
Kelas 2A, Monday at 10:50 am.
"Hoo, Itachi, Tobi-san, lihat! Sepertinya si Baka Naru akan melawan si bocah Hyūga itu!" Shisui kini tengah menyenderkan tubuhnya di jendela kelas 2A yang saat ini tengah menjadi tempat berkumpul dari Fraksi Uchiha Empire.
"Hn, ini akan menarik!" Itachi berdiri di samping Shisui diikuti dengan Tobi yang saat ini sedang duduk di jendela tepat di samping Itachi.
"Namikaze huh? Namikaze lah yang akan memenangkan pertarungan ini" Tobi menatap Naruto dan Neji dengan pandangan datar.
"Hm aku tidak akan berkata seperti itu Tobi-san, karena bagaimana pun juga, Hyūga Neji adalah orang yang sangat kuat, ia sudah dua kali memenangkan pertandingan Judo antara SMP-SMA se Jepang secara berturut-turut!" Izumo membuka suara, ia kini ikut menyenderkan tubuhnya di jendela tepat di samping orang yang dipanggil Tobi itu.
"Izumo benar, Neji bukanlah lawan yang sepele, tapi sayangnya ini bukan pertandingan Judo, Izumo. Ini adalah pertarungan jalanan! Aku setuju kalau si Namikaze itu lah yang bakalan memenangkan pertarungan ini, lagipula dia kan Raja Freshmen tahun ini,-
- Ditambah lagi dia pernah mengalahkan Akasuna Sasori sampai membuatnya sekarat! Tidak hanya itu, dia juga bahkan bisa memukul mundur Petinggi Akatsuki yang lain tanpa kesulitan sedikit pun!" ujar Kotetsu yang berada di sebelah Izumo, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap kedua Freshmen terkuat yang kini tengah berhadapan.
"Aku masih tidak mau mempercayai rumor itu" ujar Dokan yang berdiri di sebelah Shisui, Dokan mengerutkan keningnya ketika mengingat berita soal Naruto yang menghajar Sasori sampai sekarat.
Akasuna Sasori, orang yang menghajarnya sampai membuatnya harus dirawat di Rumah sakit selama beberapa hari.
"Neji-san lah yang akan menang!" Sai membuka suara, seketika para Petinggi Uchiha Empire mengalihkan pandangannya ke arah Sai yang berdiri di samping Dokan.
Itachi dan Shisui kemudian tersenyum tipis, mereka memaklumi perkataan Sai, karena bagaimana pun juga, Sai adalah teman dari Neji, ditambah lagi dia tidak pernah melihat Naruto ketika bertarung.
"Heh begitukah? Mari kita lihat apa yang temanmu itu bisa lakukan untuk melawan si Rubah itu!" Tobi mengeluarkan suara yang terdengar sarkastik, sepertinya ia juga ikut tersenyum di balik topeng orangenya.
'Haha Sai Sai, kau sama sekali belum tahu seberapa mengerikan si Baka Naruto itu ketika dia bertarung' batin Tobi yang kini sudah kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Neji yang sepertinya sudah mengambil inisiatif serangan, ia kini tengah berlari menuju Naruto yang sedang mengorek telinganya(?).
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke lapangan sekolah, Neji kini tengah berlari menuju tempat Naruto yang masih saja asyik mengorek telinganya, Neji yang melihat kesempatan emas itu langsung melesatkan pukulan Gyaku Zuki, sebuah pukulan tangan kanan lurus yang mengincar hidung Naruto.
Naruto yang melihat serangan Neji yang melesat ke arahnya langsung memiringkan sedikit kepalanya ke samping, sehingga hal itu membuat pukulan dari Neji meleset.
*Syut*
Neji yang melihat itu tersenyum miring, kemudian dengan cepat ia memutar badannya dan mengangkat kaki kirinya untuk melakukan Ushiro Mawashi Geri, sebuah tendangan sambil memutar badan dengan bertujuan untuk menghantamkan telapak kakinya ke kepala lawan.
"Kena kau bangsat!".
"Huwaa!" Naruto yang kelingkingnya masih belum lepas dari telinganya seketika dibuat berjongkok demi menghindari tendangan memutar dari Neji yang mengincar kepalanya.
*Syut* *Dugh*
Kemudian didetik selanjutnya, Naruto langsung melakukan counter yang berupa Leg Sweep ke kaki Neji yang lain, kaki yang ia gunakan sebagai tumpuannya, sehingga hal itu membuat Neji harus terjatuh ke tanah akibat kehilangan keseimbangannya.
Naruto yang melihat counter attacknya berhasil langsung menggulingkan badannya ke belakang, menjaga jarak dari Neji.
"A- APA?!" Neji terkejut, bagaimana bisa si bangsat ini bisa menghindari tendangan super cepatnya? Dan lagi orang ini juga bisa langsung meng-counternya dengan mudah, Neji berlutut sejenak, memproses apa yang baru saja terjadi, tidak lama setelah itu, ia pun langsung berdiri dan menatap Naruto nyalang.
"Hahh akhirnya selesai juga, Kau! Sudah kubilangkan untuk berhenti dan membiarkanku untuk membersihkan telingaku terlebih dahulu?! Apa kau tuli hah?!" Naruto akhirnya selesai membersihkan telinganya, kemudian ia mendirikan tubuhnya, setelah itu ia menunjuk Neji kesal.
Si lelaki jadi-jadian ini benar-benar tidak sopan! Tidak bisakah dia memberikan Naruto sedikit privasi untuk membersihkan telinganya yang mampet ini?.
"Ck, tenang saja, setelah ini aku akan merobek telinga kotormu itu dan sekaligus membuatmu menjadi tuli permanen!" Neji masih menatap Naruto nyalang. Orang ini benar-benar meremehkannya! Neji bersumpah ia tidak akan memberi Naruto ampun! Neji akan menghajarnya sampai sekarat!.
"Ya ya ya terserah apa katamu!" Naruto kemudian memindahkan kotoran telinganya yang berada di kelingkingnya ke jari telunjuknya.
Ew menjijikkan!.
"Kalau begitu tunggu apalagi? Ayo kita selesaikan ini, Meki!" Naruto mencoba memprovokasi Neji dengan 'sedikit' memplesetkan namanya.
Setelah melihat pertarungan Neji melawan sahabat kecilnya (Sasuke) dua bulan yang lalu, membuat Naruto langsung bisa menyimpulkan bahwa si Neji ini adalah tipe orang yang sangat gampang tersulut emosinya, ia mudah marah dan mudah tersinggung dengan hal-hal yang sepele, Naruto tentu akan memanfaatkan itu untuk mengalahkan Neji dengan cepat.
Well, dia tidak mau membuang waktunya dengan berkelahi dalam waktu yang lama, ia masih harus mengisi perutnya yang tadi pagi hanya diisi oleh susu coklat panas, dengan kata lain ia sangat lapar!.
"AKAN KUBUNUH KAU!" dan Bingo! Umpan Naruto berhasil ditangkap dengan baik oleh Neji. Neji kini benar-benar marah! Ia benar-benar akan menghajar Naruto sampai sekarat!.
Kau tahu? Berkelahi dengan amarah yang meluap-meluap bisa menurunkan kemampuan bertarung seseorang, tapi ada juga sih orang yang bisa memanfaatkan amarahnya untuk menjadikannya sebagai sumber kekuatannya.
Berkat melihat Neji yang saat itu bertarung melawan Sasuke membuat Naruto benar-benar yakin kalau si Neji ini adalah tipe orang yang pertama, tapi dia bisa saja salah soal itu bukan? We'll see.
Neji kembali maju menyerang Naruto yang masih diam di tempatnya, Neji kemudian mengangkat kaki kanannya berniat melancarkan Yoko Geri Kekomi, sebuah tendangan menusuk yang diarahkan ke kepala Naruto.
Naruto yang melihat jarak Neji cukup dekat dengannya seketika langsung menyentil kotoran telinganya ke wajah Neji, Neji yang melihat itu secara refleks langsung melindungi wajahnya dari 'meteor' yang dikirimkan oleh Naruto, hal itu juga berhasil membuatnya harus kehilangan fokusnya dan membuat tendangannya harus kembali meleset.
Naruto yang melihat itu langsung melompat di udara, kemudian ia menarik tangan kanannya ke belakang, setelah itu ia langsung melepaskan tinjunya yang ia kokang itu menuju ke rahang kiri Neji.
Yes, Naruto sedang melakukan sebuah pukulan yang biasa dikenal dengan nama Superman Punch!.
*Syut* *Dak*
"Ugh!" Neji berhasil menangkis pukulan Naruto walau harus membuat kedua lengannya merasakan kesakitan.
'Pukulan macam apa ini?! Lenganku serasa mau lepas!'.
Neji kemudian menangkap tangan kanan Naruto yang baru saja pukulannya ia tangkis menggunakan kedua tangannya, Neji kemudian memanfaatkan tangan Naruto yang ia tangkap untuk melakukan sebuah gerakan bantingan dari Judo yang bernama Sode Tsurikomi Goshi.
Neji pun menarik Naruto mendekat ke arahnya, kemudian ia memutar punggungnya membelakangi Naruto, setelah itu ia kemudian mengangkat kaki kanannya untuk mengait pijakan dari kedua kaki Naruto, setelah itu ia sedikit menurunkan pinggulnya, berniat menciptakan momentum bantingan yang lebih baik, kemudian didetik selanjutnya, ia mengangkat pinggulnya itu untuk menciptakan momentum bantingan dengan sangat keras.
*Tap*
Sebelum tubuh Naruto benar-benar menyentuh tanah, ia terlebih dahulu mendaratkan kedua kakinya dan menjadikannya sebagai tumpuannya, Neji yang melihat bantingan andalannya gagal langsung membulatkan matanya, didetik selanjutnya Naruto langsung mengangkat kaki kanannya lurus ke atas dan menendang wajah Neji yang berada tepat di atasnya.
*Dugh*
"Ugh!".
Tendangan dari Naruto berhasil mendarat di wajah Neji sehingga sukses membuat Neji terdorong ke belakang dan membuat pegangannya terlepas dari Naruto, hal itu juga membuat Naruto harus terjatuh ke tanah akibat kehilangan keseimbangannya.
"Adaw!".
Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal Neji benar-benar bisa merasakan kalau bantingannya tadi sudah sempurna, tapi kenapa bisa si kuning di depannya ini bisa meng-counter serangannya itu?.
Bahkan rivalnya saja (Sasuke) tidak pernah bisa melakukan itu selama mereka bertarung, Sasuke hanya bisa meng-counter serangan Karate-nya, tapi tidak dengan bantingan Judo-nya, Neji kemudian menatap Naruto serius.
'Kenapa bisa aku tidak kepikiran untuk melakukan gerakan itu? Ah mungkin karena aku terlalu fokus dengan gerakan tinjuku dan juga terlalu memfokuskan diriku kepada serangan Karate dari Neji, sehingga aku tidak terlalu memikirkan cara untuk melakukan counter dari bantingan Judonya' Sasuke yang melihat itu tersenyum tipis.
Sialan si kuning ini (Naruto), dia benar-benar ahlinya dalam mencari celah untuk meng-counter serangan lawannya.
"Kau lumayan juga, Namikaze!" Neji kembali berdiri, kemudian ia memasang kuda-kuda Judo andalannya, pandangannya masih belum lepas dari Naruto.
Di sisi lain, Naruto kini juga sudah berdiri, ia menepuk-nepuk belakang celananya yang sempat terkena debu, setelah itu ia meregangkan badannya yang menurutnya agak kaku.
"Kau juga lumayan, kau bisa menahan pukulanku!" Naruto memberikan senyum miringnya kepada Neji, sepertinya Naruto akan mulai serius.
Dalam satu kedipan mata, Naruto tiba-tiba berlari menuju Neji yang sudah sejak tadi memasang kuda-kudanya.
Orang-orang yang melihat itu terkejut karena Naruto tiba-tiba berlari seperti tidak menggunakan awalan sama sekali, Shikamaru, Chōji dan Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
'Ini akan menarik!'.
Naruto yang jaraknya sudah sangat dekat dengan Neji langsung melesatkan pukulan kanan lurusnya ke wajah Neji, Neji yang sejak tadi sudah bersiap langsung memundurkan sedikit tubuhnya sembari mengangkat kedua tangannya, ia berniat untuk menangkap pukulan Naruto dan akan menggunakan tangan Naruto sebagai pegangan untuk membanting si kuning ini.
*Syut* *Bugh*
Alangkah terkejutnya, Naruto ternyata melakukan gerakan tipuan, sebelum pukulan Naruto berhasil ditangkap oleh Neji, Naruto seketika memutar badannya dan melakukan Spinning Back Fist menggunakan punggung tangan kirinya, pukulan itu pun sukses mengenai rahang dari Neji dan membuatnya langsung jatuh terduduk.
Naruto yang melihat Neji terjatuh kembali melancarkan serangannya, ia melesatkan pukulan lurus yang kembali mengincar rahang dari Neji.
Neji yang melihat itu langsung memiringkan kepalanya ke samping.
*Syut*
Neji kemudian menggunakan satu tangannya untuk memegang erat tangan dari Naruto, lalu tangan lainnya ia gunakan untuk mencengkeram gakuran milik Naruto, kemudian Neji mengangkat satu kakinya yang ia arahkan di bagian perut bawah Naruto.
Dengan gerakan simpel, ia menarik tubuh Naruto ke bawah dan tidak lupa ia mengangkat ke atas kakinya yang tadi ia letakkan di perut Naruto sehingga membuat bagian tubuh bawah Naruto terangkat ke atas, kemudian didetik selanjutnya Naruto pun terbanting, dengan punggung yang terlebih dahulu menicum tanah.
*Doom*
Neji berhasil melakukan gerakan Tomoe Nage, yakni salah satu teknik membanting dari Judo yang ia kuasai.
Melihat Naruto terjatuh membuat Neji dengan cepat meraih tangan Naruto dan berniat melakukan kuncian Ude Hishigi Juji Gatame, atau yang biasa dikenal dengan Armbar.
Naruto yang melihat itu seketika berguling ke samping menghindari Neji yang sedikit lagi menangkap tangannya.
Neji yang melihat Naruto berhasil menjauh mendecih kesal, ia kemudian bangkit dan kembali maju menerjang Naruto yang saat ini tengah berlutut.
Neji langsung melancarkan Yoko Geri, tendangan lurus menggunakan kaki kanannya yang mengincar kepala Naruto, Naruto yang melihat itu hanya diam tidak bergeming.
*Syut* *Tap* *Doom*
Tanpa disangka-sangka, Naruto menangkap tendangan lurus itu dan langsung membanting Neji ke tanah.
'A- apa?! Bagaimana bisa orang itu menangkap tendangan cepat dari Neji-san? Dan bahkan orang itu juga bisa langsung melakukan counter berupa bantingan dalam posisi seperti itu?!' Sai yang sejak tadi mengawasi dari kelas 2A tidak bisa untuk tidak terperangah ketika melihat kemampuan bertarung dari Naruto.
Jujur saja, dia baru kali ini melihat seorang Hyūga Neji bisa dibanting dengan sangat mudah dan bahkan dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu.
'Dia benar-benar seorang Monster!' Sai menelan ludahnya dengan susah payah.
Kembali ke pertarungan, Naruto kini meraih tangan Neji yang sedang terbaring di atas tanah dan masih dalam keadaan shock karena serangannya lagi-lagi berhasil di-counter dengan sangat mudah oleh Naruto.
Naruto yang sudah memegangi tangan kanan Neji tanpa ragu langsung melakukan Armbar yang tadi sempat Neji coba lakukan kepadanya.
Neji yang melihat itu tentu tidak membiarkannya, ia dengan cepat memegang erat pergelangan tangan kanannya yang ditarik oleh Naruto, ia mencoba menyelamatkan tangannya dari kuncian tersebut, akan tetapi sepertinya tenaga Naruto masih terlalu kuat untuknya, sehingga membuat tangan Neji semakin sulit untuk mempertahankan tangannya yang lain.
'Sial, kunciannya berhasil!' batin Neji yang mulai panik.
"Hahh ini membosankan!" tanpa disangka-sangka, Naruto yang sedikit lagi berhasil melakukan Armbar seketika melepaskan kunciannya dari tangan Neji dan malah berdiri.
Orang-orang yang melihat itu dibuat tidak percaya, apa orang ini gila? Padahal sedikit lagi ia bisa memenangkan pertarungan ini dengan mematahkan tangan Neji menggunakan kunciannya itu, tapi kenapa ia malah melepaskannya?.
"Baka! Apa yang kau lakukan?!" Sasuke berteriak kesal karena Naruto malah melepaskan kunciannya, Shikamaru dan Chōji yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya Naruto masih ingin bertarung melawan Neji, yang berarti Naruto ingin memberikan kesempatan Neji untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya, karena sepertinya sejak tadi Neji masih belum sempat mengeluarkan seluruh kemampuannya itu.
Naruto yang mendengar itu hanya memberikan senyum bodohnya tidak lupa ia memberikan tanda peace kepada Sasuke yang sedang menatapnya jengkel, Naruto kemudian mundur beberapa langkah, memberi jarak kepada dirinya dan Neji yang saat ini menatapnya tidak percaya.
"Ayo berdiri, aku masih ingin bertarung melawanmu!" Naruto memberikan senyum tipis kepada Neji. Neji yang melihat itu bingung, apa yang orang ini coba lakukan?.
"Apa kau meremehkanku?! Kau berbicara seolah-olah ingin bermain-main denganku?!" Neji menatap Naruto marah.
"Oy oy oy, kau benar-benar temperamen ya? Aku masih ingin bertarung denganmu karena aku merasa kau adalah orang yang lumayan hebat!" Naruto berkata santai.
"Ck, jangan menyesali perkataanmu karena sekarang aku akan serius melawanmu!" Neji kembali berdiri, ia kemudian merubah kuda-kudanya menjadi kuda-kuda Karate.
"Ah kalau begitu aku juga akan serius, bersiaplah Niji!" Naruto kemudian kembali maju menerjang ke arah Neji yang sudah bersiap melawannya.
Naruto yang jaraknya sudah dekat segera mengangkat kaki kanannya, kemudian ia mengayunkannya menuju rusuk Neji. Neji yang melihat itu dengan sigap melindungi rusuknya menggunakan kedua tangannya.
*Syut* *Dugh*
"Ugh?!".
Ternyata Naruto melakukan Question Mark Kick! Kaki yang tadi ia arahkan ke rusuk Neji tiba-tiba berubah arah dan malah mendarat di belakang telinga kiri Neji.
Neji yang terkena tendangan dari Naruto lagi-lagi membuatnya harus terhempas ke samping akibat dari kuatnya tendangan yang mengenai sisi kepalanya tersebut, yang saat ini tidak memiliki pertahanan sama sekali.
Salahkan dirinya yang tadi termakan dengan gerakan tipuan dari Naruto sehingga membuatnya malah memfokuskan semua pertahanannya di area rusuknya dan malah mengabaikan pertahanan di area kepalanya.
Naruto yang melihat tendangannya berhasil tentu kembali menyerang, ia kemudian melancarkan 1-2 Combo yang berupa Jab kiri dan Cross kanan yang berhasil mengenai hidung dan pipi kiri Neji dengan telak sehingga membuat Neji kembali kehilangan keseimbangannya.
Tapi walaupun Neji berada dalam keadaan seperti itu, ia masih sempat melepaskan sebuah Hook kanan yang sayangnya bisa dihindari Naruto dengan menundukkan sedikit tubuhnya.
Naruto yang masih menundukkan tubuhnya kini kembali melanjutkan combonya, ia melesatkan sebuah Hook kanan yang mengenai rusuk kiri Neji dengan telak kemudian ia menyambungnya dengan sebuah Uppercut yang masih menggunakan tangan kanannya tersebut yang mengarah ke dagu Neji.
Atau bisa dibilang kalau Naruto saat ini sedang melakukan serangan pamungkas dari sang mantan juara tinju kelas berat dunia, yakni Mike Tyson.
*Swung* *Bugh*
"Ugh!".
Tanpa diduga-duga, Neji ternyata berhasil menghindari Uppercut dari Naruto, ia bahkan sekaligus berhasil melayangkan sebuah counter berupa pukulan kanan lurus yang bersarang di ulu hati Naruto sehingga membuat Naruto sedikit terdorong ke belakang.
Pukulan yang baru saja Neji lakukan merupakan sebuah pukulan dari Karate yang bernama Seiken Choku Zuki.
Neji kembali melakukan serangannya, ia kemudian memutar tubuhnya dan melakukan Ushiro Mawashi Geri, tendangan menggunakan kaki kiri sembari memutar badannya, mengarahkan tendangannya itu ke kepala Naruto.
*Syut*
Naruto berhasil menghindarinya dengan menarik sedikit tubuhnya ke belakang, Naruto lalu menggenggam kuat tangan kanannya, kemudian didetik selanjutnya ia melancarkan sebuah counter berupa pukulan Overhand kanan yang tadi sempat ia kokang menuju tepat ke hidung Neji.
"Strike!".
*Bugh*
"Guhahh!".
Pukulan andalan Naruto tersebut berhasil mengenai hidung Neji dengan sangat telak sehingga membuat hidung Neji mengeluarkan darah segar!.
Tidak hanya itu, pukulan itu juga berhasil membuat Neji terbang ke belakang dan menabrak kerumunan penonton yang sejak tadi menyaksikan pertarungan mereka tersebut.
Setelah melihat pukulannya mendarat dengan telak membuat Naruto dengan cepat memperbaiki postur tubuhnya, tatapan matanya tidak lepas dari sosok Neji yang saat ini tengah dipegangi oleh para pengikutnya.
'Pu- pukulan macam apa itu?!' batin mereka semua kecuali Tobi, Shisui, Itachi beserta sahabat dan teman-teman Naruto yang berada di Fraksi ACE. Oh tidak lupa juga dengan Shigure, Kiba beserta pengikutnya yang sudah pernah melihat atau merasakan pukulan Overhand dari si Monster Rubah itu.
"Ayolah Neji, aku tahu kau masih bisa bertarung!" tatapan Naruto masih belum lepas dari Neji yang masih dipegangi oleh para pengikutnya.
"Berisik!" Neji menyeka hidungnya yang berdarah, setelah itu Neji melepas paksa pegangan dari para pengikutnya yang memegangi tubuhnya, setelah itu ia kemudian mencoba berdiri secara normal, sembari mencoba untuk menghilangkan rasa pening yang ada di kepalanya.
Setelah berhasil melakukan itu semua, Neji kemudian menatap Naruto marah.
'Apa yang harus kulakukan? Ia bisa meng-counter Karate-ku dengan mudah, ia juga bahkan bisa meredam Judo-ku. Sialan, orang ini benar-benar sangat hebat!' batin Neji yang tatapan masih belum lepas dari Naruto.
Neji benar-benar dibuat kebingungan, jika ia menyerang Naruto terlebih dahulu maka sudah pasti ia akan di-counter dengan mudah, dan jika ia memilih untuk menunggu Naruto melakukan serangan maka ia akan dijadikan samsak hidup lagi bagi Naruto.
Jujur saja, baru kali ini ia kehabisan akal melawan seseorang.
'Sepertinya aku harus menggunakan Taekwondo-ku, karena dengan menggunakan Taekwondo aku bisa menyerangnya dengan jangkauan yang sedikit jauh dari jangkauan tinjunya, karena bagaimana pun juga, jangkauan kaki lebih jauh dan lebih luas daripada jangkauan tangan!' Neji kini mencoba memikirkan siasat yang akan ia gunakan untuk mengalahkan Naruto.
"Baiklah semuanya! Ayo kita mengambil nafas terlebih dahulu! Semuanya ikuti aku! Tarik!" melihat Neji yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri membuat Naruto mengambil inisiatif untuk menjadi seorang instruktur pernafasan(?).
"HUPH".
Orang-orang yang berada di situ secara begonya mengikuti Naruto, minus Sasuke, Shikamaru dan Chōji yang menutup muka mereka malu.
'Sumpah aku tidak mengenal orang ini' batin mereka kompak.
"Sekarang hembuskan!".
"HAHH".
"Yok lagi! Tarik!".
"HUPH".
*PREET*
"Anjing! Kau kentut ya?! Hoek!" seketika orang-orang yang berada di sana menatap Naruto marah dan ada beberapa dari mereka juga yang tertawa.
"Hehe maaf maaf!" Naruto tersenyum bodoh sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"N- Naruto-san, he- hembuskannya k- kapan?" Lee ternyata masih menahan nafasnya, mukanya sudah mulai membiru.
"Astaga aku lupa! Sekarang ayo hembuskan!".
"Hahhh".
Mereka semua yang ada di sana langsung sweatdrop, apa-apaan orang ini?.
"Kau pikir itu lucu, huh?!" Neji yang telah tersadar dari khayalannya langsung menatap Naruto murka, orang ini sangat menjengkelkan.
"Maaf maaf, ah kalau begitu bisakah kita lanjutkan pertarungannya?" Naruto kemudian kembali memasang postur siaganya.
"Tentu saja, ayo kita lanjutkan!" Neji kali ini yang mengambil inisiatif serangan, ia langsung memangkas jaraknya dari Naruto yang masih diam di tempatnya.
Neji kemudian melompat dengan tinggi, tidak lupa menyiapkan kaki kanannya untuk menendang Naruto, ia memutuskan untuk melakukan Twi-myo Yeop Chagi/ Flying Side Kick yang ia arahkan ke kepala Naruto.
Naruto yang melihat itu langsung melakukan Side step ke samping guna menghindari tendangan dari Neji, ia kemudian menyiapkan pukulannya yang akan ia hantamkan ke rahang Neji.
Neji yang serangannya lagi-lagi berhasil dihindari mendecih kesal, ia kemudian mendarat di atas tanah dengan sempurna, akan tetapi Naruto tiba-tiba datang dan memberikannya sebuah pukulan lurus yang mengincar rahangnya.
Neji yang melihat itu langsung menyarangkan tendangan lurus atau Ap Chagi menggunakan kaki kirinya yang mengarah ke arah dada Naruto.
*Dugh*
"Ugh!".
Tendangan Neji berhasil mendarat di dada Naruto sehingga membuat pukulan Naruto tidak jadi mengenai Neji, Naruto pun berhasil dibuat terdorong ke belakang akibat tendangan kuat dari Neji.
Neji yang melihat itu tidak mau membuang kesempatan emasnya, ia pun kembali menyerang Naruto. Neji kemudian melancarkan sebuah tendangan menggunakan kaki kanannya yang bernama Yeop Chagi, tendangan menyamping dengan tujuan mendorong tubuh dengan mengarahkan tendangannya ke perut lawan (Naruto).
*Dugh*
Tendangan dari Neji lagi-lagi berhasil mengenai Naruto dan membuat Naruto kembali terdorong sedikit jauh ke belakang.
Neji yang merasa masih memiliki momentum sesegera mungkin untuk memanfaatkannya, ia kembali memangkas jaraknya dengan Naruto.
Setelah merasa jaraknya sudah cukup dekat, ia pun memutar tubuhnya 360 derajat sembari mengangkat kaki kanannya, mencoba melakukan sebuah tendangan mematikan menggunakan kaki kanannya yang bernama Dolke Chagi, atau biasa dikenal dengan nama Tornado Kick.
*Swung* *Dugh*
"Guhahh!".
Tendangan tersebut berhasil mengenai belakang telinga Naruto sehingga membuatnya jatuh terduduk.
Melihat itu membuat Neji kembali maju menerjang Naruto yang kini tengah terduduk di atas tanah, Neji kemudian kembali melakukan Ap Chagi meggunakan kaki kanannya yang mengincar wajah Naruto. Naruto yang melihat itu langsung menyilangkan tangannya guna melindungi wajahnya dari tendangan kuat Neji.
*Dugh*
Naruto berhasil menangkis tendangan dari Neji, Neji yang melihat tendangannya ditangkis tentu tidak menghentikan serangannya, ia pun langsung melompat dan menindih tubuh Naruto sehingga membuat Naruto kini terbaring di atas tanah.
Neji kemudian melakukan Ground and Pound ke wajah dan perut Naruto, akan tetapi Naruto sudah terlebih dulu melindungi tubuh dan wajahnya dengan menggunakan pertahanan andalannya. Neji yang merasakan usahanya tidak efektif memutuskan untuk berdiri sambil tetap melakukan Ground and Pound-nya ke arah tubuh dan wajah Naruto.
Namun sepertinya pukulan dari Neji itu sama saja tidak berdampak apa-apa kepada Naruto, Neji tentu tidak kehabisan akal, ia pun memutuskan untuk kembali merendahkan tubuhnya dan memutuskan untuk melesatkan sebuah pukulan kanan lurus yang kuat ke wajah Naruto, berniat untuk membuka pertahanan Naruto yang menyebalkan ini.
*Syut*
Pukulan dari Neji berhasil dihindari oleh Naruto dengan memiringkan sedikit kepalanya, tanpa Neji sadari, Naruto ternyata telah menaikkan kedua kakinya menuju leher dari Neji, kemudian didetik selanjutnya Naruto pun langsung melingkarkan kedua kakinya ke leher Neji dan tidak lupa ia juga menarik lengan kanan Neji yang tadi pukulannya berhasil ia hindari, sehingga hal itu membuat bahu kanan dari Neji juga ikut menghimpit lehernya sendiri.
Kedua kaki yang Naruto gunakan untuk mengunci pergerakan Neji ini membentuk seperti angka 4 atau memiliki bentuk berupa segitiga.
Yap, Naruto tengah melakukan sebuah kuncian dari Judo yang bernama Sankaku Jime atau biasa dikenal dengan nama Triangle Choke.
Neji yang berada dalam kuncian tersebut berusaha untuk tetap tenang, ia tahu jika ia panik maka kuncian tersebut akan semakin kuat dan akan semakin mengimpit pembuluh darah yang ada di lehernya, dan hal itu tentu akan membuat aliran darahnya ke otak terganggu. Jika hal itu terjadi, maka ia akan pingsan dalam beberapa detik saja.
Neji kemudian berupaya untuk berdiri dan berniat untuk membanting tubuh Naruto dengan sangat kuat, akan tetapi Naruto menyadari itu, dengan sigap tangan kiri Naruto langsung menarik bagian belakang lutut kanan Neji sehingga membuat Neji harus kembali terjatuh ke posisinya semula.
Neji yang melihat usahanya gagal berubah panik, ia semakin merasakan kalau dirinya sudah mulai kesulitan untuk bernafas, Neji lalu berusaha untuk memukul-mukul perut Naruto menggunakan tangan kirinya yang terbebas, akan tetapi pukulannya itu benar-benar menjadi sangat lemah tiap detiknya.
Setelah 13 detik berada dalam kuncian Naruto, tubuh Neji pun akhirnya berhenti bergerak dan tatapan matanya berubah menjadi kosong. Dengan kata lain, Neji pun akhirnya pingsan.
Merasakan Neji sudah tidak lagi melakukan perlawanan membuat Naruto langsung melepaskan kunciannya dari leher Neji, setelah itu ia pun berdiri dari posisinya dan tidak lupa untuk meregangkan tubuhnya yang ia rasa sedikit kaku akibat melakukan kuncian yang sangat kuat.
"Yosh! Ayo kita ke kantin!" Naruto kemudian berjalan meninggalkan kerumunan orang yang saat ini terdiam menatap tubuh Neji yang tidak bergerak. Beda halnya dengan Shikamaru dan Chōji, mereka kini tengah berjalan di samping Naruto, meninggalkan lapangan sekolah dengan langkah yang santai.
'Na- Naruto mengalahkan Neji menggunakan kuncian dari Judo?!' batin Sasuke yang masih tidak percaya.
Bagaimana tidak? Ia sudah beberapa kali melawan orang yang menggunakan Judo termasuk Neji, Sasuke bahkan mengakui kalau Neji memiliki kemampuan Judo yang sangat komplit dibanding yang lain. Well, tentu saja karena Neji adalah pemenang Judo antar SMP-SMA se Jepang selama dua tahun berturut-turut.
Sasuke memang bisa mengalahkan Neji akan tetapi mengalahkan Neji dipermainannya sendiri itu adalah hal yang sama sekali belum pernah ia lakukan, dan sekarang lihat lah, sahabat kuningnya ini malah berhasil melakukan itu dengan sangat sempurna.
'Sialan, seberapa kuat kau sekarang, Usuratonkachi?' Sasuke kemudian tersenyum tipis. Sialan, sahabatnya ini benar-benar semakin mengerikan saja! Ia kembali mengingat kalau Neji tadi benar-benar dibuat tidak berkutik ketika melawan sahabat kuningnya ini.
Sasuke kemudian beranjak dari tempatnya berdiri, menuju ke arah ketiga sahabatnya yang saat ini jaraknya masih belum terlalu jauh dari tempatnya berdiri, meninggalkan murid-murid di sekitarnya yang masih diam membisu.
"N- NARUTO-SAN MENANG!" Lee berteriak memecah keheningan yang sempat terjadi.
"EEEEEEEE!!".
Semua pengikut Neji langsung mengerumuni Boss mereka yang sudah tidak sadarkan diri, Shigure pun menatap horor sosok Neji yang baru saja dikalahkan dalam permainannya sendiri, Shigure benar-benar tidak pernah memikirkan kalau hal ini akan terjadi kepada Bossnya.
Menggelengkan kepalanya, Shigure kemudian langsung memberikan pertolongan pertama kepada Neji dengan memposisikan kedua kaki Neji lebih tinggi di banding dengan kepalanya, sehingga hal yang dia lakukan itu membuat aliran darah yang sempat terhenti kini kembali mengalir ke otak Neji.
Di sisi lain lapangan, kini Fraksi ACE tengah merangkul satu sama lain, mereka kembali merayakan kemenangan Pemimpin mereka yang baru saja mengalahkan salah satu orang terkuat yang ada di angkatan mereka.
Baiu dan Midare lah yang kelihatannya paling senang, mereka senang karena Pemimpin mereka berhasil mengalahkan mantan Boss mereka dulu yang selalu menjadikan mereka sebagai babu dan samsak berjalannya.
Setelah beberapa detik merasakan euforia kemenangan Pemimpin mereka, Lee yang merasa cukup dengan perayaan ini langsung mengajak semua anggota ACE untuk menyusul Naruto ke Kantin, hal itu tentu saja disetujui oleh mereka semua tanpa terkecuali, mereka pun bergegas menuju Kantin secara beramai-ramai.
Shigure dan satu teman kelasnya kini merangkul Neji yang masih setengah sadar. Shigure kemudian mengajak pengikut Neji yang lain untuk kembali ke kelas mereka, meninggalkan lapangan yang masih dihuni oleh beberapa anak kelas 2 yang tadi ikut menyaksikan pertarungan Boss mereka yang baru saja dikalahkan oleh sang Raja Freshmen, Namikaze Uzumaki Naruto.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kelas 1A, Monday at 10:57 am.
Seluruh penghuni kelas 1A (pengikut Shino) gempar setelah menyaksikan seorang Hyūga Neji berhasil dikalahkan, mereka benar-benar dibuat takjub dengan gaya bertarung dari Raja angkatan mereka, orang itu bahkan bisa mengalahkan Neji dengan mudah.
Mereka tiba-tiba merasakan bulu kuduk mereka berdiri ketika kembali mengingat Raja Freshmen mereka melakukan kuncian pada Neji sampai membuatnya pingsan.
Shino yang melihat petarungan itu mengeluarkan keringat dingin, sekarang ia paham kenapa nama Naruto cepat sekali naik di sekolah terkutuk ini, kemampuan orang itu benar-benar sangat mengerikan!.
Sekarang ia sudah tidak meragukan lagi rumor yang belakangan ini sempat beredar, rumor yang mengatakan kalau Naruto pernah menghajar salah satu Petinggi dari Akatsuki sampai sekarat, dan bahkan berhasil memukul mundur Petinggi Akatsuki lainnya hanya dengan seorang diri saja.
Ditambah lagi, Naruto juga memiliki Fraksi yang memiliki total anggota sebanyak 50 orang. Orang itu juga memiliki Petinggi berbahaya yang bernama Akimichi Chōji, orang yang luar biasa kuat yang sempat Shino hadapi saat Freshmen War lalu.
Tidak hanya itu, Naruto juga memiliki Petinggi lainnya yang juga sama berbahayanya, yakni Uchiha Sasuke, Boss dari SMP Konoha yang saat ini menjadi teman sekelasnya, rival dari Neji dan juga adik dari Ketua Fraksi Uchiha Empire. Hal itu otomatis membuat nama Sasuke juga ikut melejit naik akibat ketenaran yang dia miliki.
Lalu yang terakhir, Naruto sang Raja Freshmen telah mengalahkan Kiba dan Neji dengan sangat mudah, hal itu pun membuatnya sudah tidak bisa untuk dibantah lagi, kalau orang itu (Naruto) telah menjadi anak kelas 1 terkuat yang ada di sekolah ini dan mungkin kota ini.
.
.
.
.
.
Berpindah di kelas 1B, sama dengan kelas 1A, mereka juga dibuat takjub oleh Naruto, mereka sudah tahu kalau Naruto adalah orang yang sangat kuat, dan bahkan mereka pernah berpikir kalau kekuatan Naruto setara dengan Neji atau mungkin berada sedikit di atasnya, namun berkat pertarungan ini, pendapat mereka semua berubah, Raja Freshmen mereka ini benar-benar berada di level yang berbeda!.
Kiba yang melihat Neji dikalahkan dengan mudah oleh Naruto hanya bisa menggertakan giginya kesal, sepertinya tidak ada kesempatan bagi Kiba untuk mengalahkan Naruto, orang itu benar-benar sangat mengerikan dan bisa dibilang kalau dia (Naruto) adalah petarung yang sangat komplit.
Bertarung atas bisa, bertarung bawah juga bisa.
Dan orang itu bahkan mengalahkan Neji di pertarungan bawah, hal itu tentu sebuah pencapaian yang luar biasa karena Neji memiliki pertarungan bawah yang paling hebat di kota ini.
Kiba kembali mengingat kejadian ketika ia masih duduk di bangku SMP. Ia pernah sekali melawan Neji dan saat itu juga ia benar-benar dibuat tidak berkutik ketika Neji menjatuhkannya dan melakukan pertarungan bawah kepadanya. Kiba benar-benar iri kepada Naruto, karena Naruto malah berhasil mengalahkan Neji dipermainannya sendiri dengan sangat mudah.
Jujur saja, jika Kiba kembali menantang Naruto, maka satu-satunya yang bisa Kiba andalkan untuk melawan Naruto adalah pertarungan atas, namun sayangnya orang itu memiliki kemampuan pertarungan atas yang sangat hebat, bahkan bisa dibilang jauh di atasnya.
Kiba kembali mengingat pertarungannya melawan Naruto 2 bulan yang lalu, saat dimana dirinya benar-benar dibuat tidak berkutik ketika melawan orang itu. Pertarungan atas maupun pertarungan bawah, semuanya sama saja, ia benar-benar kalah telak!.
Kiba yang memikirkan itu semakin dibuat frustrasi, mau tidak mau ia harus menjadi lebih kuat untuk bisa mengalahkan orang itu! Kiba sudah bertekad, ia akan mengalahkan Naruto suatu hari nanti!.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kelas 2A, Monday at 10:57 am.
"B- bagaimana bisa?!" Sai benar-benar terkejut, bulir-bulir keringat mulai berjatuhan dari dahinya. Bagaimana bisa Neji sang juara Judo Nasional kalah melawan Namikaze yang juga menggunakan gerakan Judo? Apa itu berarti kemampuan Judo si Namikaze ini lebih hebat dibanding Neji? Orang itu bahkan mengalahkan Neji dengan sangat mudah!.
Sai kembali mengingat kalau si Namikaze itu tidak hanya menggunakan Judo saja, orang itu juga menggunakan beberapa beladiri lain ketika melawan Neji tadi.
Mulai dari Karate, Boxing, Kickboxing, Taekwondo bahkan sampai Brazilian Jiujitsu! Dengan kata lain, orang ini menggunakan MMA sebagai gaya bertarungnya!.
Bagaimana bisa seorang anak kelas 1 SMA bisa menguasai banyak beladiri seperti itu? Dan lagi ia bahkan dapat menggunakannya dengan sangat efektif?.
Hal ini membuat Sai yakin dalam beberapa tahun ke depan si Namikaze ini akan jauh lebih mengerikan dari yang sekarang, Sai yang membayangkan itu seketika meneguk ludahnya kasar, mau tidak mau Sai juga harus menjadi lebih kuat dari dirinya yang sekarang! Ia tidak mau kalah dari si Namikaze itu.
". . ." Dokan tidak bisa berkata-kata, ia terkesima dengan apa yang baru saja Kohainya itu lakukan, Namikaze itu benar-benar mengerikan! Mulai dari sekarang, ia tidak akan meragukan lagi Kohainya itu, anak itu benar-benar seorang Monster!.
"W- wow! si Namikaze itu benar-benar hebat!" Izumo yang sempat menjagokan Neji harus menelan ludahnya pahit setelah melihat kemampuan dari lawan Neji. Izumo akui kalau si Namikaze ini benar-benar mengerikan, jika anak ini sehebat dan semengerikan ini ketika ia masih Freshmen, terus bagaimana kemampuan anak ini ketika ia sudah menjadi Senior? Memikirkan itu membuat Izumo merinding.
"Heh sudah kubilangkan?" Kotetsu menggosok hidungya bangga ketika melihat reaksi teman-temannya.
"Sialan, anak itu semakin hebat saja, benarkan Itachi?" Shisui tersenyum senang melihat Naruto kembali memenangkan pertarungannya, berbeda saat melawan Sasori, kali ini Naruto memenangkan pertarungannya seperti caranya yang biasa, dia mengalahkan lawannya dengan cepat juga dengan cara yang sangat efektif.
Ya, karena sebenarnya Naruto lebih memilih untuk membuat pingsan lawannya menggunakan teknik kuncian daripada menghajarnya sampai sekarat seperti yang Naruto lakukan dua bulan lalu ketika melawan Sasori.
Naruto pernah memberitahu Shisui kalau ia tidak mau mencederai lawannya lebih jauh dengan cara menyiksanya, karena itu akan bertentangan dengan prinsip seorang petarung, karena seorang petarung akan memenangkan pertarungannya dengan cara yang terhormat, bukan dengan cara brutal seperti yang Naruto tunjukkan ketika ia melawan Sasori.
"Hn, dia benar-benar berkembang dengan sangat pesat!" Itachi juga ikut tersenyum melihat Naruto yang kini sudah beranjak pergi dari area pertarungan bersama dengan ketiga sahabat karibnya..
"Heh, hasil yang sudah sangat jelas bahkan sebelum pertarungannya dimulai" Tobi turun dari jendela yang sejak tadi ia gunakan untuk duduk dan menyaksikan pertarungan tersebut, ia kemudian berjalan menuju pintu kelas.
"Itachi, sesuai rencana, ajak anak itu untuk beraliansi dengan UE! (Uchiha Empire)" Tobi menatap Itachi lewat lubang kecil yang berada di topeng orange yang ia gunakan.
"Tentu saja, kau tenang saja Tobi-san" Tobi mengangguk paham setelah mendengar jawaban dari Itachi, ia kemudian berjalan keluar kelas meninggalkan mereka yang masih mau berada di situ.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gerbang KHS, Monday at 10:57 am.
Terlihat tiga orang yang sedang mengintip dari sisi dinding luar sekolah KHS, mereka sama-sama menggunakan jaket hoodie untuk menutupi kepala mereka, dan mereka juga mengenakan masker untuk melengkapi penyamaran mereka, dari gelagatnya, mereka bertiga sepertinya tengah memata-matai murid KHS.
"Me- mengerikan!" ujar orang yang mengalungkan kamera di lehernya.
"Rambut kuning. . . Misumi, Zaku, apa orang itu yang menghajar kalian berdua?" orang tersebut kembali bersuara.
Misumi dan Zaku yang ditanyai oleh orang itu hanya mengangguk kaku, tidak lupa keringat bercucuran dari dahi mereka berdua.
*Cekrek*
"Orang itu benar-benar mengerikan!" orang itu kemudian mengambil gambar dari Naruto, kemudian ia menempel foto itu ke dalam buku yang baru saja ia keluarkan dari tas kecil yang ia bawa.
Di buku itu terlihat foto-foto para Freshmen dari KHS, orang itu kemudian menempelkan foto Naruto di atas nama yang sudah ia tulis, Namikaze Uzumaki Naruto.
Akhirnya, nama itu memiliki gambar juga, sekarang sisa orang yang bernama Chōji saja yang belum memiliki gambar, ia kemudian mengangkat kembali kameranya dan mengambil gambar orang gendut yang berjalan di sebelah Naruto.
*Cekrek*
Ia lalu menempelkan foto orang itu di atas nama Akimichi Chōji yang ia tulis. Ia kali ini menggunakan firasatnya, karena ia sempat mendengar kalau Chōji adalah sahabat dari si Namikaze dan katanya orang itu memiliki badan yang besar.
Jujur saja, selama 2 bulan ini ia sangat sulit mendapatkan foto dari 3 orang yang berasal dari SMP luar Konoha itu, orang-orang itu adalah Namikaze Uzumaki Naruto, Akimichi Chōji, dan yang terakhir adalah Nara Shikamaru. Selain karena ia sibuk untuk berlatih, ia juga lebih sering bekerja sendiri ketika memata-matai Freshmen dari KHS.
Soal foto Shikamaru, beberapa hari yang lalu, ia sempat ditemani oleh temannya yang satu lagi, yakni Yoroi untuk memata-matai Freshmen KHS, dan pada saat itulah ia mendapatkan foto dari Shikamaru, orang yang pernah menghajar Yoroi sampai membuatnya harus masuk ke Rumah Sakit.
Namun sayangnya pada saat itu Shikamaru hanya datang sendirian saja, tidak ada Naruto maupun Chōji sehingga membuatnya tidak bisa mendapatkan foto mereka berdua.
'Dengan begini, kami para Freshmen RWK dari Sekolah Industri Inuzuka akan melakukan serangan balik! Kalian tunggu saja, KHS!' orang itu kemudian memasukkan buku dan kameranya ke dalam tas kecil yang ia bawa.
"Misumi, Zaku ayo kita pergi, urusan kita di sini sudah selesai!' orang itu kemudian berbalik, berjalan menuju motornya yang tidak jauh ia parkir dari tempat mengintipnya itu.
"A- ah iya, tunggu aku Dosu!" orang yang bernama Zaku kemudian berbalik dan menuju ke arah motor orang yang membawa kamera tadi (Dosu), Zaku kemudian duduk di jok belakang motor milik Dosu.
"Oy Misumi, ayo kita pergi!" Dosu kembali memanggil Misumi yang masih diam di tempatnya.
"Y- ya!" Misumi akhirnya beranjak dari tempatnya dan bergegas menuju motor yang terparkir di belakang motor Dosu, tanpa membuang waktu lagi, Misumi dan Dosu langsung menstarter motor mereka.
*Brum*
Kemudian mereka bertiga pun pergi meninggalkan KHS, kembali ke sekolah mereka yakni Inuzuka Industrial High untuk memberikan hasil penyelidikan mereka kepada Sakon dan Ukon.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~.
Alhamdulillah, New Arc is finally here baby! sekarang Naruto sudah resmi menjadi anak kelas 1 terkuat setelah mengalahkan Neji.
Oh iya anyway sebenarnya target words yang ingin kucapai di chapter ini adalah sekitar 6-7 ribu kata, tapi sepertinya aku sedikit berlebihan dan malah tembus sampai 10 ribu kata. Hahh jujur saja ini sangat melelahkan.
Kalau boleh jujur, karakter yang paling malas kutulis ketika bertarung adalah Neji, sekarang aku sedikit menyesali keputusanku yang membuat Neji menjadi karakter yang terlalu hebat selain 4 Monster, yakni Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Chōji.
Menulis kemampuan Neji mengharuskanku untuk terus mengecek nama gerakannya di google.
Well, aku tidak mau salah memberikan informasi dan membuat kalian bingung.
Kemudian seluruh adegan bertarung yang kutulis di fic ini, semuanya murni dari pemikiranku sendiri, referensiku tentunya dengan menonton UFC atau event MMA yang lain, ah Boxing juga termasuk.
Kesulitanku menulis fic ini adalah menahan diriku untuk tidak menulis penjelasan yang sangat panjang! Ketika menulis, aku selalu memberikan penjelasan yang terlalu detail, hal itu lah yang membuat wordsku selalu tembus diatas 5 ribu kata.
Kalian tahu? Aku rindu di awal-awal ketika aku menulis fic ini, saat itu aku selalu berusaha untuk membuat total words di tiap chapter yang kutulis agar bisa tembus 4 ribu kata, hal itu jauh berbeda dengan sekarang yang malah sering kebablasan.
Yang terakhir, soal poin penting yang ada di chapter ini, Dosu akhirnya selesai memata-matai semua Freshmen dari KHS, dengan kata lain, peperangan sudah sangat dekat! Jadi stay tuned ya!.
Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, semoga cerita yang kubuat ini bisa membuat kalian semua terhibur dan semoga kita bisa bertemu lagi di chapter-chapter selanjutnya.
Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
