Inuzuka Industrial High - Gym, Monday at 11:03 am.
Gym Sekolah Industri Inuzuka, di sana terlihat beberapa orang yang sedang sparring satu sama lain, di sana juga terlihat seseorang berbadan tambun yang kini sedang duduk santai di bagian depan Gym tersebut, menyaksikan orang-orang yang sedang sparring satu sama lain.
"Kemana Sakon dan Ukon, Jirobo-senpai?" Dosu yang baru masuk ke dalam Gym tersebut, langsung berjalan mendekati Jirobo yang sedang duduk santai. Tentunya ia diikuti oleh Zaku dan Misumi di belakangnya.
"Mereka berdua sedang pergi bersama Kidomaru dan Kimimaro-san, memangnya kenapa?" Jirobo mengalihkan pandangannya ke samping, menatap Dosu sembari mengangkat sebelah alisnya penasaran.
"Ah tidak, aku hanya ingin memberikan hasil penyelidikanku ini" Dosu kemudian mengeluarkan sebuah buku dari dalam tas kecilnya yang sedari tadi ia gunakan.
"Hoh begitu, mereka sedang mengambil beberapa barang untuk kebutuhan geng kita yang diberikan secara cuma-cuma oleh Kabuto-san" Jirobo kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke depan menatap para Freshmennya yang tengah sparring itu. Ia kemudian melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Dan sepertinya mereka akan kembali sore nanti, bagaimana kalau kalian latihan dulu sembari menunggu mereka kembali?" sambung Jirobo kembali, ia kembali menatap Dosu dan kawan-kawan, ia pun dibuat heran dengan Zaku dan Misumi, karena mereka berdua sedari tadi hanya diam saja.
"Begitu ya, baiklah kalau begitu aku akan ikut latihan juga" Dosu mengangguk paham, ia kemudian meletakan tas kecilnya di belakang Jirobo, tidak lupa ia juga melepas jaket hoodie dan gakuran berwarna abu-abu yang selama ini menjadi ciri khas dari sekolah Industri Inuzuka dari tubuhnya itu.
Jirobo yang mendengar itu mengangguk paham, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Zaku dan Misumi yang sejak tadi diam di tempat mereka, sepertinya mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Zaku, Misumi, bagaimana dengan kalian?" Jirobo dengan sengaja mengeraskan sedikit suaranya sehingga membuat lamunan dua orang tersebut buyar, mereka berdua pun langsung menatap Jirobo yang sudah menunggu jawaban dari mereka berdua.
"A- ah, aku mau kembali ke kelasku dulu, aku tidak boleh melewatkan pelajaran lagi karena nilaiku benar-benar sangat minim, tapi tenang saja setelah itu selesai aku akan kembali ke sini untuk ikut latihan, senpai" Zaku menjawabnya dengan sigap.
Ia sebenarnya sudah daritadi berniat untuk masuk ke kelasnya, akan tetapi ia urungkan niatnya tersebut dan memilih untuk mengikuti Dosu ke Gym sekolah mereka terlebih dahulu, berniat untuk setidaknya menyapa orang-orang yang ada di situ.
Akan sangat tidak sopan jika ia tidak mengatakan sesuatu dulu kepada teman-teman dan senpainya ini bukan?.
"Aku juga sama dengan Zaku, aku juga harus kembali ke kelas karena aku punya sedikit urusan dan harus menyelesaikannya terlebih dahulu, setelah semuanya selesai, aku juga akan kembali ke sini untuk ikut berlatih, Jirobo-senpai" Misumi menjawabnya dengan mantap.
"Baiklah, kalau begitu tunggu apa lagi? Kalian harus segera kembali ke kelas kalian bukan?" Jirobo yang mendengar itu mengangguk paham.
Well, bagaimana pun juga, pembelajaran harus lebih diutamakan, karena jika tidak, maka kalian harus siap-siap untuk mengisi akhir pekan kalian dan bahkan liburan kalian untuk melakukan remedial.
Zaku dan Misumi yang mendengar itu mengangguk paham, mereka kemudian berjalan keluar dari Gym dan sesegera mungkin menuju ke kelas mereka yang sepertinya sudah memasuki jam pelajaran yang kedua.
"Oh iya, dimana Kurobachi-senpai dan Jibachi-senpai, Jirobo-senpai?" Dosu yang sudah menyimpan barang-barangnya kini kembali ke tempatnya tadi.
"Si Duo kakak beradik Kamizuru itu sedang bolos sekolah, katanya mereka sedang fokus untuk mengalahkan rekor tertinggi mereka masing-masing di tempat permainan Arkade" Jirobo seketika dibuat sweatdrop ketika mengingat duo kakak beradik itu.
Bagaimana tidak? Duo Kamizuru itu selalu saja bersaing di berbagai hal demi memperebutkan siapa yang terbaik di antara mereka berdua, bahkan mereka juga selalu bersaing untuk menentukan siapa Aniki yang paling disayangi oleh adik perempuan mereka yang kini bersekolah di Shika Commerce.
Oh iya adiknya itu bernama Kamizuru Suzumebachi.
"Yang di dekat Taman Konoha itu kan?" Dosu menaikan alisnya menatap Jirobo yang hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaannya.
Dosu kemudian melakukan pemanasan sebelum melakukan latihannya.
"Oy Dosu, bagaimana kalau kau sparring denganku? Entah kenapa aku sedang ingin sparring hari ini" Jirobo berdiri dari duduknya, dan kemudian ia meregangkan tubuhnya yang besar itu.
Dosu yang mendengar itu tersenyum lebar di balik masker yang selalu ia pakai.
"Baiklah ayo, aku juga ingin melihat seberapa besar perkembanganku selama 2 bulan ini" setelah merasa cukup dengan pemanasannya, Dosu kemudian mengambil jarak yang cukup dari Jirobo.
"Kalau begitu ayo kita mulai!" Dosu mengangguk mengiyakan perkataan dari senpainya itu, ia kemudian memesang posisi siaganya, menunggu respon dari Jirobo.
Jirobo yang melihat itu juga memasang kuda-kuda siaganya.
Kemudian didetik selanjutnya, mereka pun sama-sama maju menerjang ke arah mereka masing-masing, dan tidak lupa untuk mengangkat tinju mereka berdua.
""ORRAAAA!"".
.
.
.
.
.
.
.
.
Konoha Park, Monday at 15:22 pm.
Sore hari setelah Naruto mengalahkan Neji, kini terlihat dua orang yang sedang beristirahat di bangku taman yang bersebelahan, satunya sedang berbaring malas di atas bangku tersebut dan satunya lagi sedang duduk santai sambil menghisap rokok yang ada di tangannya.
"Sialan dasar pembohong! Kemana Sasuke, Chouji dan juga Jojo (Lee), nee Shika? Bukannya kita berlima sudah janjian untuk berkumpul di sini dan akan bersama-sama pergi ke Karnaval keliling yang saat ini sedang berada di kota ini?" ucap Naruto kesal.
Naruto kini sedang berbaring malas di atas bangku taman, disertai dengan perasaan yang benar-benar kesal karena teman-temannya tidak menepati janji mereka, kecuali Shikamaru tentunya.
"Fuhh, bisa tidak kau tenang dulu, Baka?" Shikamaru mengembuskan asap rokoknya yang ia hisap.
Kemudian ia menjatuhkan puntung rokok yang sudah habis tersebut dan sesegera mungkin menginjaknya, mematikan sisa api yang masih membakar rokoknya.
Setelah itu ia kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan segera menghubungi kontak yang ia beri nama Pantat ayam.
*Tut*
"Yo halo Sasuke, kau ada dimana?".
". . .".
"Serius? Bukannya kau sedang libur hari ini?".
". . .".
"Hahh mendokuse, cuma aku dan Naruto di sini, kalian semua tidak ada yang datang sialan!".
". . .".
"Hahh, baiklah kalau begitu, dah!".
*Tut*
Shikamaru memutuskan sambungan teleponnya, ia kemudian menatap malas Naruto yang saat ini menatapnya penasaran.
"Hahh, dia punya jadwal latihan mendadak hari ini jadi dia tidak bisa datang".
"Sialan si Pantat ayam itu! Shika kalau begitu hubungi yang lain!".
"Hahh, ya ya ya" tanpa membantah, Shikamaru kembali menelepon seseorang, mencoba menghubungi kontak yang ia beri nama Sapi laut.
*Tut*
"Ah halo Chouji?".
". . .".
"Sialan kau, kenapa tadi kau tidak mau bilang! Hahh baiklah kalau begitu".
". . .".
"Ah satu lagi, apa kau tahu dimana Lee? Aku mau meneleponnya juga tapi aku tidak punya kontaknya".
". . .".
"Sialan si Alis tebal itu, hahh mendokuse! Setelah ini kau harus mentraktirku!"
". . .".
"Kenapa katamu? Karena kalian semua tidak ada yang datang kecuali aku, dan berkat kalian juga aku harus terjebak bersama si bodoh ini!" Shikamaru mengalihkan pandangannya ke arah Naruto, dan ternyata si kuning itu sudah pergi dari tempatnya.
Shikamaru pun langsung mengedarkan pandangannya, demi mencari teman kuningnya itu, dan ternyata Naruto sedang berjalan menuju ke toilet taman, hahh dasar kuning mendokuse.
"Baiklah kalau begitu, dah! Jangan lupa, kau berhutang padaku!".
*Tut*
Shikamaru menutup sambungan teleponnya, ternyata Chouji memiliki shift untuk menjaga restorannya hari ini dan ia lupa memberitahu mereka, kemudian ada Lee yang ternyata sedang sibuk melakukan latihan tambahan bersama mentornya, sang Green Beast dari Konoha, yakni Might Guy.
Hahh Mendokuse.
"Sialan, mereka semua tidak ada yang datang, aku tidak mau menemani si Baka itu sendirian, tujuannya pergi ke Karnaval pasti untuk masuk ke wahana Rumah hantu itu lagi!" tentu saja Shikamaru tidak mau menemani Naruto masuk ke wahana Rumah hantu, sebenarnya ia tidak akan mempermasalahkan itu jika saja sahabatnya yang lain datang juga.
Berbicara soal Rumah hantu, Shikamaru kembali mengingat kejadian setahun yang lalu, ketika ia masih duduk dibangku SMP.
Saat itu ia, Naruto, Chouji dan sahabat merahnya yang bernama Gaara, pergi ke Karnaval keliling yang saat itu singgah di Kyoto, dan kebetulan posisinya berada dekat dengan sekolah mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setahun yang lalu.
Mendengar berita itu, membuat mereka berempat langsung tancap gas untuk pergi merasakan namanya Karnaval keliling yang jarang mereka temui.
Ya walaupun di Kyoto punya taman hiburan yang sangat besar, tapi tetap saja, perasaan yang kau rasakan ketika pergi ke Karnaval keliling akan jauh berbeda.
Dalam sehari, mereka berempat sudah mencoba semua wahana yang ada di situ, kecuali wahana Rumah hantu, tentu saja karena mereka sengaja menyimpan wahana terbaik di akhir kunjungan mereka.
Ketika hari sudah malam, mereka berempat pun memutuskan untuk mengakhirnya dengan sesegera pergi ke wahana Rumah hantu tersebut, setelah sampai, mereka pun ikut mengantre untuk membeli tiket masuk ke dalam wahana tersebut, kegiatan mereka itu ditemani oleh Naruto yang selalu menertawakan orang-orang yang berlari keluar ketakutan dari Rumah hantu tersebut.
Saat bagi mereka berempat untuk masuk pun tiba, tanpa mau membuang waktu lagi, mereka pun langsung memasuki wahana Rumah hantu tersebut, saat itu juga Shikamaru dan Chouji melirik ke arah sahabat kuningnya, mereka dapat melihat kalau Naruto sudah mulai mengeluarkan keringat dingin.
Ah ia dan Chouji lupa kalau Naruto memiliki phobia dengan sesuatu yang bernama hantu, Shikamaru dan Chouji yang melihat itupun tersenyum jahil, bagi mereka inilah saatnya untuk membalas kejahilan Naruto kepada mereka berdua selama ini.
Di sisi lain Gaara yang melihat Naruto seperti itu hanya menatapnya bingung.
Tak lama kemudian, hantu pertama pun muncul, Shikamaru dan Chouji yang melihat itu segera membuat suasana sekitar menjadi lebih mencekam, mereka berdua nampaknya sudah berencana untuk ikut menakut-nakuti Naruto, mereka ingin melihat Naruto berteriak ketakutan.
Dan ternyata rencana yang mereka buat sedemikian rupa ternyata gagal, bukannya berteriak ketakutan, Naruto malah menghajar hantu tersebut dengan kuat sehingga membuatnya terlempar dan menabrak dinding di sekitar mereka sampai-sampai menghasilkan bunyi yang sangat keras.
'Penghuni' Rumah hantu tersebut pun bermunculan satu persatu, penasaran dengan apa yang barusan terjadi, Naruto yang melihat itu semakin ketakutan dan malah menghajar semua 'penghuni' Rumah Hantu yang mendekat ke arahnya.
Berkat dari hasil pukul memukul dari Naruto, membuat hantu-hantu yang terkena pukulan dari Naruto harus terlempar kesana kemari dan membuat mereka mau tidak mau harus menabrak dinding-dinding yang hanya dibangun untuk sementara waktu itu.
Beberapa saat kemudian, dinding-dinding tersebut pun roboh semua, kemudian dalam waktu singkat, Rumah Hantu itupun menjadi rata dengan tanah.
Naruto yang melihat itu segera berlari keluar melewati 'celah kecil' yang telah ia buat, meninggalkan Shikamaru, Chouji dan Gaara yang mematung melihat kejadian yang baru saja terjadi.
Tidak lama kemudian pemilik dari Karnaval keliling pun datang untuk mencari tahu dengan apa yang terjadi di wahana Rumah hantu yang sejak tadi terdengar sangat bising itu.
Dan alhasil bangunan Rumah hantu miliknya ternyata sudah rata dengan tanah, ia juga mendapati 3 orang anak yang sedang berdiri mematung di tengah-tengah puing-puing bangunan Rumah hantunya tersebut, mendapati mereka bertiga yang terlihat memasang wajah bengong, tidak tahu harus berkata apa.
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga pun dibawa oleh pemilik tempat tersebut ke posko jaga milik Polisi yang menjaga area itu.
Ketika masuk, mereka bertiga pun mendapati Naruto yang ternyata sudah terlebih dahulu berada di tempat itu, Naruto yang melihat sahabatnya datang hanya memberikan mereka tawa gugupnya.
Beberapa menit kemarahan pun berlalu, mereka berempat akhirnya dijatuhi hukuman, yakni larangan untuk berkunjung di tempat ini selama Karnaval ini berlangsung di Kyoto.
Hal itupun membuat mereka mau tidak mau harus mengiyakan hukuman yang dijatuhkan kepada mereka, berterimakasih lah kepada si Monster kuning ini yang telah membuat mereka harus dibanned oleh pemilik tempat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hahh, mengingat itu membuat Shikamaru menggelengkan kepalanya pelan, sahabatnya itu benar-benar pembuat masalah.
"Hahh aku harus mencari cara untuk melarikan diri, kalau aku langsung pulang ke rumahku, si Baka Naruto pasti akan langsung mendatangiku, aku harus mencari seseorang yang bisa menggantikan posisiku" Shikamaru kemudian memejamkan matanya, mengingat siapa temannya yang cocok untuk menggantikan dirinya.
"Ino!" Shikamaru langsung mencari nama Ino di kontaknya, dan aha, ia menemukannya, kontak yang ia beri nama Nenek Tsundere.
Tanpa membuang waktu lagi, Shikamaru pun langsung meneleponnya.
*Tut*
"Yo Ino, kau sedang apa?" Shikamaru yang teleponnya diangkat pun langsung bersuara, dan mencoba untuk sekadar berbasa basi dengan orang yang ia telepon.
"Shikamaru? Tidak ada, aku baru saja menyelesaikan PRku, memangnya kenapa?" balas Ino santai, tumben si Nanas ini menghubunginya, ada apa ya?.
"Ah tidak, Naruto menyuruhku untuk meneleponmu" Shikamaru membalasnya dengan suara yang meyakinkan, menunggu respon dari Ino.
"N- Naruto?! K- kenapa dia menyuruhmu meneleponku? Memangnya dia kemana?" Ino yang mendengar nama Naruto langsung gugup, ada apa ini? Kenapa jantungnya yang tadi berdetak secara normal tiba-tiba berubah tidak karuan seperti ini?.
"Kau tahukan kalau Naruto tidak memiliki ponsel? Dan katanya ia saat ini sedang mengurus sesuatu, jadi dia memintaku untuk menghubungimu" balas Shikamaru santai, saat ini ia akan benar-benar mengandalkan otak cerdasnya ini, ia tidak boleh membuat kesalahan sedikit pun.
"A- ahaha iya ya? Aku lupa" Ino tertawa dengan gugup.
"By the way, apa kau tahu, kalau Karnaval keliling saat ini sedang berada di Konoha?".
"Ya, terus?" Ino yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Naruto mengajakmu untuk ke sana, tapi kalau kau tidak mau juga tidak-".
"Tempat dan jam?" perkataan Shikamaru langsung saja dipotong oleh Ino, Shikamaru yang mendengar itu tersenyum miring.
Hehh, sepertinya si Nona Yamanaka ini sudah tidak mau lagi menyembunyikan rasa sukanya kepada Naruto rupanya?.
Shikamaru kemudian langsung mengedarkan pandangannya mencari tempat yang bisa dijadikan tempat untuk bertemu Ino dan Naruto.
Di Taman? Tidak mungkin, karena Taman Konoha ini sangat lah luas dan besar, hal itu malah akan membuat Ino kesulitan untuk mencari mereka nanti.
"Shika?!" Ino sudah terdengar tidak sabar, berkat kejadian 2 bulan lalu, Ino berpikir kalau ia sudah tidak bisa lagi membodohi Shikamaru dan berpura-pura untuk menyembunyikan lagi rasa sukanya kepada Naruto.
"Sabar Nenek!" Shikamaru masih sibuk mencari tempat yang ia inginkan, sialan si nenek ini apa dia tidak bisa sedikit bersabar?.
"Apa kau bilang Nanas busuk?!" Ino yang mendengar itu langsung membuatnya kesal, bagaimana bisa orang secantik dan semempesona dirinya dipanggil dengan sebutan nenek? Ini pencemaran nama baik!.
Tatapan Shikamaru pun terkunci ke arah sebuah gedung yang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berlalu lalang di tempat tersebut, dari yang muda sampai yang tua, tempat itu bernama Konoha Arcade. Bingo, ini tempat yang Shikamaru cari-cari!.
"Ah aku ingat, Naruto tadi memberitahuku kalau dia akan menunggumu di Konoha Arcade. Bagaimana, apa kau mau?" Shikamaru saat itu juga langsung mengatur rencana.
Pertama-tama, ia akan mengajak Naruto terlebih dahulu untuk singgah bermain game arkade di tempat itu sembari menunggu Ino datang dan ketika Ino datang, hal itu akan membuat Naruto lengah dan pasti akan membuatnya memfokuskan seluruh perhatiannya kepada Ino.
Ketika hal itu terjadi, ia (Shikamaru) akan memanfaatkan hal itu dan akan menggunakannya untuk segera melarikan diri.
"Hm, baiklah, lalu jam berapa?" Ino tidak masalah untuk bertemu di tempat arkade dan mungkin singgah untuk bermain sebentar, menurutnya itu lumayan lucu dan cocok dengan karakter Naruto.
Hal itu pun membuat Ino semakin yakin kalau Naruto benar-benar orang yang mengajaknya untuk bertemu.
"Hm, sekarang sudah jam setengah 4 sore, bagaimana kalau 1 jam dari sekarang? Naruto juga sepertinya akan lumayan lama untuk menyelesaikan urusannya, jadi mungkin 1 jam cukup untuk kalian berdua, bagaimana Ino?" Shikamaru benar-benar menggunakan gear-gear yang ada pada otaknya untuk mengatur kencan dadakan ini.
"1 jam dari sekarang ya? Mmm baiklah, oh iya apa. . . apa kau dan yang lain juga akan ikut?" Ino hampir saja lupa menanyakan hal ini, bisa-bisanya ia langsung berpikir kalau Naruto mengajaknya kencan, Ino benar-benar takut kerena ia terlalu percaya diri, hahh.
"Aku? Tentu saja tidak, Naruto melarangku dan yang lain untuk ikut, dengan kata lain. Naruto hanya mau kau Ino, Naruto hanya ingin berduaan bersamamu!" bingo, dengan begini rencana Shikamaru sudah mencapai tahap akhir, ia yakin kalau Ino tidak akan menolak untuk pergi kencan bersama Naruto.
Bagaimana pun juga, Shikamaru sudah mengetahui perasaan Ino yang sebenarnya kepada Naruto, kesimpulan itu ia ambil ketika 2 bulan yang lalu ia secara tidak sengaja mendapati Naruto dan Ino yang sedang berduaan dengan jarak yang sangat dekat, ia juga ingat kalau saat itu wajah Ino memerah bagaikan sebuah tomat.
'N- Naru-kun, hanya mau aku? D- dan lagi kita hanya akan berduaan saja? Kyaaa!' batin Ino senang bukan kepalang, apakah ini berarti kalau Naruto sudah mulai peka kepada perasaannya? Semoga saja!.
'Ino Ino, ingat kau jangan terlalu percaya diri dulu, kau harus bisa mengendalikan dirimu!' batin Ino kembali, ia mencoba menenangkan dirinya yang saat ini mulai memikirkan hal-hal romantis yang akan ia dan Naruto lakukan nanti.
Contohnya, Ino mengkhayalkan sesuatu seperti, apakah Naruto akan kembali bersikap manis kepadanya seperti 2 bulan lalu? Dan apakah mungkin Naruto akan mengambil ciuman pertama Ino ketika itu terjadi? Jujur saja jika hal itu terjadi, maka Ino tidak akan menolaknya! Malah ia akan sangat senang dan bahkan akan sangat menikmatinya!.
Memikirkan hal itu secara otomatis membuat wajah Ino memerah dan juga membuat dirinya salah tingkah.
Hahh ada-ada saja.
"Ino?" Shikamaru mulai harap-harap cemas. sialan apa selama ini ia salah? apa wajah memerah Ino saat itu menandakan kalau ia marah kepada Naruto? Semoga saja tidak!.
"Y- ya?!" suara dari Shikamaru seketika menyadarkan Ino yang tadi sempat melamun.
"Jadi bagaimana? Kau setuju, kan?" Shikamaru kembali memastikan.
"Tentu saja, kalau begitu aku tutup teleponnya ya, karena aku mau bersiap-siap dulu, bye Nanas!" Shikamaru bisa mendengar suara Ino yang saat ini terdengar senang sekali, kheh seharusnya ia tidak boleh meragukan otak cerdasnya ini.
*Tut*
"Hahh dasar Nenek lampir, hahh biarlah setidaknya rencanaku berhasil" Shikamaru kemudian tersenyum ketika mengingat rencananya berhasil.
Terimakasih otak!.
Shikamaru yang asyik memuji otaknya tiba-tiba mengingat Naruto, ia kemudian langsung mengalihkan pandangannya ke arah toilet yang tadi Naruto masuki, ia penasaran kenapa Naruto lama sekali keluar dari situ? Apa si kuning itu sedang sakit perut atau bagaimana? Shikamaru kemudian memutuskan untuk langsung mengeceknya.
Ketika Shikamaru sampai di toilet, ia tidak mendapati satu pintu pun yang tertutup, dengan kata lain, toilet ini kosong!.
"Sialan si kuning itu! Kenapa selalu tidak bilang-bilang kalau mau pergi sih? Hahh mendokuse!" Shikamaru benar-benar kesal kepada Naruto, ia selalu dibuat seperti seorang pengasuh bayi ketika bersama dengan si bodoh itu.
Asal kalian tahu, si kuning sialan itu akan selalu pergi tanpa bilang-bilang dan membuatnya mau tidak mau harus mencarinya sebelum si Monster kuning itu menciptakan sebuah masalah.
*Bruk* *Prank*
"AH SIAL!".
Shikamaru yang mendengar suara yang agak keras itu pun segera keluar dari toilet untuk mengecek suara yang berasal tidak jauh dari tempatnya itu.
Dan ternyata, orang yang membuat suara gaduh itu adalah Naruto yang baru saja menjatuhkan sebuah motor yang tengah terparkir di sebuah gang kecil yang berada di dekat Konoha Arcade.
"Astaga si bodoh itu!" Shikamaru yang melihat itu kemudian langsung berlari menuju ke arah Naruto yang kini terlihat panik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: No pair for today my friend!.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Konoha Arcade, Monday at 15:32 pm.
Naruto baru saja menjatuhkan sebuah motor yang terparkir di dekat pusat game arkade yang ada di Konoha, Naruto dengan sigap langsung mengangkat motor yang baru saja ia jatuhkan tersebut, namun sialnya salah satu spion motor tersebut patah.
"Astaga bagaimana ini? Aku harus meminta maaf kepada pemiliknya!" Naruto tentu saja akan bertanggung jawab atas perbuatannya, karena bagaimana pun juga, ini adalah salahnya karena seenaknya duduk di atas motor orang.
Jika kalian bertanya, kenapa Naruto tiba-tiba berada di sini? Jawabannya adalah karena ia bosan menunggu Shikamaru yang masih sibuk menelepon teman-temannya, sejak awal Naruto masuk toilet bahkan sampai ia keluar dari toilet, Shikamaru masih saja sibuk menelepon, jadi Naruto memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar, perhatiannya pun tertuju kepada tempat permainan arkade.
Naruto suka bermain game arkade! Ya bisa dibilang Naruto juga lumayan hebat dalam bermain permainan arkade itu sendiri, Naruto pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke tempat itu.
Tapi sial bagi Naruto, karena ia sama sekali tidak bisa masuk atau pun bermain di tempat tersebut karena banyaknya orang yang berkerumun di tempat itu, hal itu pun membuatnya mau tidak mau harus bersabar dan menunggu agar keadaan menjadi lebih sepi.
Naruto pun memutuskan untuk mendudukan pantatnya di atas sebuah motor yang tidak terlalu jauh dari tempat itu, dan alhasil kalian sudah tahu apa yang terjadi.
Tidak lama kemudian, terlihat dua orang yang berjalan keluar dari tempat arkade, sepertinya mereka baru saja selesai bermain game arkade mereka sejak pagi tadi, mereka berdua kini berjalan sambil meledek satu sama lain.
"Haha rasakan itu karena aku berhasil mengalahkanmu Nii-san!".
"Tch, kau cuma beruntung saja hari ini, Jibachi!" Ternyata dua orang itu adalah Sophomore dari Sekolah Industri Inuzuka, kakak beradik dari keluarga Kamizuru yakni Kurobachi dan Jibachi.
Mereka berdua kini tengah berjalan ke arah sebuah gang tempat dimana mereka memarkirkan motor mereka tadi pagi.
Kenapa mereka memarkirkannya di gang? Ya tentu saja supaya jok motor mereka tidak panas.
Baru saja mereka memasuki gang yang dimaksud, mereka seketika dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat, ternyata motor mereka baru saja dijatuhkan oleh seseorang berambut kuning dan membuat spion kanan motornya patah!.
"M- motorku?!" Kurobachi berlari mendekati motornya, ia pun menyenggol Naruto yang baru saja mengangkat motornya.
*Dugh*
"M- maafkan aku! Aku benar-benar tidak sengaja!" Naruto yang melihat pemilik motor sudah datang pun segera meminta maaf.
*Puk*
"Kau harus membayarnya nak!" Jibachi mencengkeram bahu Naruto, ia menatap marah kepada Naruto.
"Ah iya berapa? Sekali lagi maafkan aku!" Naruto yang mendengar itu segera mengeluarkan segepok uang dari dalam dompetnya.
Jibachi yang melihat itu mengembangkan senyum liciknya, sepertinya anak ini adalah anak orang kaya, ia berpikir setidaknya ia bisa menguras anak ini, hitung-hitung sebagai ganti uang yang ia dan kakaknya habiskan saat bermain game tadi.
"Semuanya 5.000 yen (Rp. 556.000.00)!" Jibachi tersenyum licik, hahh tipikal anak orang kaya, manja dan lemah.
*Grab*
Baru saja Naruto mau memberikan uangnya, tiba-tiba seseorang menghentikannya aksinya, dan ternyata orang itu adalah Shikamaru.
"Apa kau mencoba membodoh-bodohi temanku?" Shikamaru menatap Jibachi tajam, sialan si kacamata ini, padahal Naruto sudah meminta maaf kepada mereka dan bahkan siap membayar ganti rugi yang ia buat, tapi si Megane ini malah memanfaatkannya dan mencoba menguras sahabatnya ini.
"Hah?! Apa kau bilang bocah? Temanmu ini baru saja mematahkan spion motor kakakku! Aku bahkan sudah berbaik hati dan menurunkan harganya menjadi setengah!" Jibachi kembali dibuat kesal, ia tidak boleh membiarkan kesempatannya untuk mendapatkan uang hilang percuma.
"Honda CB100, sama seperti motorku dan harga spionnya tidak lebih dari 2.000 yen!" Shikamaru melepaskan pegangannya dari tangan Naruto, tatapannya belum lepas dari Jibachi.
Jibachi yang mendegar itu mencoba menyembunyikan keterkejutannya, sialan rencananya bisa gagal kalau begini.
"Kau jangan bercanda nak! Aku bisa saja menghajarmu dan temanmu ini jika kau masih membantah! Sekarang cepat berikan 5.000 yen atau aku benar-benar akan menghajar kalian!" Jibachi mulai mencoba menarik kerah gakuran dari Shikamaru.
*Syut*
Shikamaru mengangkat kaki kanannya tinggi dan mengarahkannya ke arah jakun dari Jibachi yang beberapa senti lagi akan mengenainya.
Shikamaru sengaja melakukannya, ia mencoba memberi si Megane ini peringatan untuk tidak melangkah lebih jauh lagi.
"Shika!-".
"Jangan sekarang Naruto, orang ini mencoba memerasmu!" Shikamaru masih belum menurunkan kakinya.
Jibachi yang melihat itu menatap remeh Shikamaru, ia kemudian memegang kaki Shikamaru dan berniat menariknya ke belakang.
Shikamaru yang melihat itu langsung melompat ke udara sekaligus menekukkan lutut dari kaki kanannya yang dipegang oleh Jibachi, Shikamaru langsung mengarahkan lututnya itu ke dagu Jibachi.
*Syut* *Dugh*
"Ugh!".
Yap, Shikamaru melakukan sebuah serangan lutut dari gerakan Muay Thai yang biasa dikenal dengan nama, Flying Jump Knee.
Serangannya itu pun berhasil mengenai Jibachi dan membuatnya harus mundur beberapa langkah ke belakang.
"Jibachi?!" Kurobachi yang sejak tadi sibuk dengan motornya kini mengalihkan perhatiannya ke belakang, penasaran dengan apa yang baru saja terjadi, dan ternyata adiknya baru saja dihantam oleh serangan lutut dari seseorang yang baru datang.
"BANGSAT!" Jibachi terkejut, ternyata si nanas ini bukan orang sembarangan, orang yang di depannya ini berhasil membuatnya harus mundur beberapa langkah ke belakang akibat terkena serangan kejutan yang lumayan kuat dari orang itu. Ini tidak bisa dibiarkan!.
"Shika apa yang kau lakukan?!".
"Aku tidak akan membiarkanmu dibodohi oleh orang licik seperti-!" Tiba-tiba sebuah tendangan melayang mengincar rahang dari Shikmaru, hal itu membuatnya secara refleks menghindarinya, Jibachi yang tendangannya gagal mendecih kesal.
Naruto yang melihat itu mencoba menghentikan perkelahian yang tida berguna itu. Akan tetapi. . .
*Bugh*
"Uhuk!".
Kurobachi datang dari belakang dan langsung memukul ulu hati dari Shikamaru yang tidak menyadari keberadaannya, hal itu pun membuat Shikamaru langsung berlutut di atas tanah dan memegangi perutnya kesakitan.
Kurobachi yang melihat itu langsung memegangi kedua tangan Shikamaru dan menyuruh adiknya untuk kembali menyerang Shikamaru.
Jibachi yang melihat itu tersenyum sinis, tanpa membuang waktu lagi, ia langsung melakukan tendangan lurus mengincar hidung dari Shikamaru.
*Tap*
Sebelum tendangan itu bersarang di hidung Shikamaru, Naruto dengan sigap langsung menangkap kaki Jibachi.
"Ini tidak ada urusannya dengan dia, lepaskan dia dan ambilah uangku ini! Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf!" Naruto kemudian melepas kaki dari Jibachi, ia kemudian mengeluarkan uangnya sebanyak 5.000 yen, tidak lupa Naruto juga menundukan sedikit kepalanya, tanda bahwa ia benar-benar menyesal.
Jibachi yang melihat itu hanya mendengus kesal, ia masih belum mau menerima uang dari Naruto, karena tujuannya saat ini adalah membalas perbuatan Shikamaru yang menendangnya tadi.
Shikamaru yang melihat Naruto menundukan kepalanya kepada orang licik itu hanya mendecih kesal, ia kemudian memutuskan untuk berdiri dari duduknya, dengan sekali hentak Shikamaru berhasil lepas dari kekangan dari Kurobachi.
Shikamaru berpikir kalau orang yang di belakangnya ini sudah tidak akan mempermasalahkannya lagi setelah melihat Naruto kembali meminta maaf kepada mereka.
Setelah berhasil mendirikan tubuhnya, Shikamaru pun kemudian berniat berjalan ke arah Naruto.
Sayangnya pemikiran Shikamaru salah besar, Kurobachi ternyata tidak menerima permintaan maaf dari Naruto, dan Kurobachi malah memukul liver dari Shikamaru yang baru saja berdiri itu.
*Bugh*
"AHKH!" Shikamaru kembali di buat berlutut dan memegangi sisi kanan dari perutnya yang baru saja terkena pukulan itu.
Jibachi yang melihat itu tanpa membuang waktu langsung menyambung serangan dari kakaknya, ia langsung melesatkan tendangan kaki kanan lurus ke rahang Shikamaru.
*Dugh*
"Ugh".
Serangannya kali ini berhasil mengenai rahang dari Shikamaru dan sekaligus membuat Shikamaru tersungkur.
"Shika!" Naruto mengangkat kepalanya yang tadi ia tundukan, kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada sobatnya, tatapannya kini berubah marah ketika melihat dua orang di depannya ini telah memukuli Shikamaru, Naruto kemudian memasukan uangnya ke dalam saku celananya.
"Sudah kubilang lepaskan sahabatku! Ia tidak ada hubungannya dengan ini!" Naruto menarik Jibachi ke belakang sampai membuat Jibachi terjatuh akibat kuatnya tarikan dari Naruto, Naruto kemudian berjalan mendekat ke arah Shikamaru, berniat untuk mengecek keadaan sahabatnya itu.
Kurobachi melihat orang yang mematahkan spionnya mendekat ke arahnya dengan spontan langsung melesatkan sebuah pukulan Cross kanan ke rahang Naruto.
*Syut* *Bugh*
Tanpa diduga-duga, Naruto berhasil menghindarinya dan bahkan langsung melakukan counter berupa Overhand kanan.
Pukulan andalan dari Naruto itu berhasil mengenai hidung Kurobachi dan membuat hidungnya mengeluarkan darah, pukulan dari Naruto juga membuat Kurobachi terlempar ke belakang, membuatnya mau tidak mau harus menabrakkan dirinya ke dinding bangunan yang ada di belakangnya dengan sangat keras.
Jibachi dibuat menganga tidak percaya ketika melihat kakaknya terlempar akibat terkena sebuah pukulan dari anak orang kaya yang ia pikir lemah itu.
Sepertinya ia dan kakaknya baru saja membangkitkan sesosok Monster yang tertidur! Ini buruk.
Jibachi kemudian menggelengkan kepalanya, ia berpikir ini hanya sebuah kebetulan saja, kalau si pirang di depannya ini berhasil memukul kakaknya sampai-sampai membuatnya terlempar.
Dengan gengsi yang tinggi, Ia bersumpah akan membalas bocah ini sekaligus akan mematahkan tangan anak ini, tangan yang tadi digunakan untuk memukul kakaknya.
"Aku sudah mau memberi kalian uang yang kalian minta dan aku juga sudah berulang kali meminta maaf, tapi kalian tidak peduli dan malah menyerang sahabatku! Aku tidak akan mengampuni kalian berdua!" tatapan Naruto yang tadi terlihat bersahabat kini berubah dingin.
Shikamaru yang melihat itu mendesah pasrah, sepertinya sahabatnya ini sudah memasuki Mode marahnya, atau biasa Shikamaru dan sahabatnya yang lain sebut dengan Mode Kyubi.
Mode yang sebenarnya jarang keluar tapi sekalinya keluar akan membuat lawannya terluka parah dan bahkan bisa membuat lawannya sekarat, Naruto dalam Mode ini akan akan sangat susah untuk ditenangkan.
"Tch kau banyak omong bocah! Akan kupatahkan tanganmu itu dan aku akan membuatmu menjadi pesuruhku seumur hidupmu!" Jibachi kembali menyerang, mencoba melakukan tendangan lurus yang mengincar wajah Naruto.
*Tak*
Sebelum tendangan itu menyentuh Naruto, Shikamaru langsung berdiri dan menangkisnya menggunakan tangan kirinya, setelah berhasil menahan tendangan itu, Shikamaru langsung meng-counternya dengan melesatkan sebuah Roundhouse Kick menggunakan kaki kanannya.
*Dugh*
"Guhahh!".
Tendangannya berhasil mendarat dengan mulus di belakang telinga kiri dari Jibachi dan sekaligus membuatnya harus terjatuh ke samping.
Naruto yang melihat itu berniat untuk menyambung serangan dari Shikamaru, akan tetapi ia langsung ditahan oleh Shikamaru.
"Naruto kendalikan dirimu! Aku tidak apa-apa, jadi tolong kendalikan dirimu!" Shikamaru mencoba menahan Naruto dengan cara memiting lehernya dengan kuat, tapi sayangnya power Naruto terlalu kuat untuk ditahan oleh dirinya sendiri.
Biasanya Shikamaru bisa menahan Naruto yang marah seperti ini bersama dengan sahabatnya yang lain, karena jujur, ia tidak bisa menahan si kuning ini seorang diri. Salahkan power Naruto yang terlalu besar untuknya.
'Sialan si Rubah ini, menyusahkan saja!'.
Di sisi lain, Kurobachi kini sudah kembali berdiri walaupun kepalanya masih merasakan pening, ia kemudian sedikit menggelengkan kepalanya, mencoba mendapatkan fokusnya kembali.
'Pukulan apa itu barusan?!' Kurobachi menatap horor Naruto yang kini ditenangkan oleh Shikamaru, bagaimana bisa anak ini membuatnya terpental hanya dengan satu pukulan saja? Sialan dia benar-benar dipermalukan di sini!.
Kurobachi kemudian mengalihkan pandangannya ke arah adiknya yang terduduk tidak jauh dari tempatnya.
'Sialan, mereka juga bisa menjatuhkan Jibachi, ini buruk!'.
Kembali ke Shikamaru yang masih kesulitan menahan Naruto, seketika Shikamaru pun mengingat sesuatu.
"Naruto, Ino akan datang beberapa menit lagi untuk menemuimu! Ia tidak boleh melihatmu seperti ini!" satu kelemahan dari Mode Kyubi Naruto, ingatan sementara Naruto akan menjadi buruk.
Shikamaru tentu saja akan memanfaatkan kesempatannya itu untuk menenangkan si Rubah kuning yang mengamuk ini.
Karena entah kebetulan atau memang sudah ia pikirkan sejak tadi, rencana yang Shikamaru buat benar-benar saling berhubungan satu sama lain.
"Hah? Ino-chan? Memangnya kenapa dengan dia?" Naruto mulai berhenti memberontak.
"Astaga, apa kau lupa? Kau tadi membuat janji untuk bertemu dengannya! Jika kau masih marah seperti ini, kau bisa membuat Ino ketakutan, kau tahu?!" Shikamaru yang merasakan Naruto berhenti memberontak tersenyum miring. Sepertinya rencananya kembali berjalan dengan mulus.
"Eh? Memangnya aku tadi janji ketemu dengan dia ya?" Naruto sudah sepenuhnya berhenti memberontak, Naruto kemudian mencoba mengingat-ingat, apa benar ia membuat janji untuk bertemu dengan Ino? Hmm, sepertinya iya.
"Astaga bisa-bisanya kau lupa, Ino akan kecewa mendengar ini" Shikamaru kemudian melepaskan pitingannya dari leher Naruto, ia kemudian dengan sengaja membuat keadaan semakin mendramatisir.
Ya tentu saja tujuannya untuk membuat Naruto percaya dengan omongannya.
Shikamaru pun tertawa di dalam hati setelah melihat kalau satu lagi rencananya berhasil tanpa kendala yang berarti.
"Akan kubunuh kalian berdua!" Jibachi sudah mendirikan tubuhnya, ia menatap Duo Naruto dan Shikamaru dengan pandangan marah.
Jibachi kemudian sedikit melirik ke belakang Naruto dan Shikamaru, ia dapat melihat kakaknya yang sepertinya akan menyerang mereka dari belakang, Kurobachi memberikan anggukan kepada Jibachi, memberi isyarat untuk menarik perhatian mereka berdua.
"Hm Megane-chan? Kau harus berterimakasih kepadaku karena sudah menyelamatkanmu dari amukan si Rubah ini, kau tahu?" Shikamaru menatap datar Jibachi.
"Hah?! Apa maksudmu?!".
"Hahh lupakan" Shikamaru membalikan badannya berniat untuk mengajak Naruto untuk pergi, tiba-tiba di ujung matanya terlihat Kurobachi yang datang dari belakang mereka dan berniat melancarkan sebuah pukulan lurus yang mengincar belakang kepala Naruto.
Shikamaru yang melihat itu tentunya tidak membiarkannya, ia mendorong Naruto ke samping, kemudian ia memutar badannya dan melakukan Dwi Chagi, tendangan ke belakang menggunakan kaki kanannya.
*Dugh*
"Ahk?!".
Tendangan tersebut mendarat di ulu hati Kurobachi dan berhasil membatalkan serangannya, tidak berhenti di situ, Shikamaru kemudian kembali melakukan melakukan sebuah tendangan menggunakan kaki kirinya yang mengincar liver dari Kurobachi.
Shikamaru mencoba melakukan sebuah tendangan yang berasal dari gerakan Muay Thai yang bernama Liver Kick.
*Dugh*
"AHK!".
"Sekarang kita impas paman!" tendangan dari Shikamaru berhasil mengenai target sehingga membuat Kurobachi kini terbaring memegang perutnya kesakitan.
"Kakak!" Jibachi yang melihat itu berteriak marah, Jibachi kemudian melompat tinggi, berupaya mendaratkan Twi-myo Yeop Chagi, atau biasa dikenal dengan nama Flying Side Kick ke arah kepala Shikamaru.
Shikamaru yang melihat itu ikut melompat, tidak lupa ia juga mengayunkan kaki kanannya menuju ke arah rahang Jibachi.
Yap, Shikamaru melakukan sebuah tendangan dari Muay Thai yang bernama Jumping Roundhouse Kick!.
*Syut* *Dugh*
"Guhk!".
Tendangan Jibachi luput dari target sedangkan tendangan dari Shikamaru berhasil mendarat dengan mulus ke rahang Jibachi dan membuat Jibachi langsung terbanting ke belakang dan membuatnya menghantam tanah dengan sangat keras.
"Wooo! Tendanganmu keren seperti biasa Putri tidur!" Naruto memberikan dua jempolnya ke arah Shikamaru yang baru saja mendarat di sampingnya, Shikamaru yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"Naa Naruto, ayo kita main game arkade!" Shikamaru mengingat kalau beberapa menit lagi Ino akan datang, ia kemudian beranjak dari tempatnya, meninggalkan Jibachi dan Kurobachi yang masih terbaring di atas tanah dari gang kecil yang sempat mereka jadikan sebagai tempat untuk berkelahi.
"Heh tumben, kau kan tidak suka main game arkade, aku merasakan ada hal yang janggal di sini!" Naruto berjalan di samping Shikamaru, tidak lupa Naruto menatapnya dengan tatapan menyelidik.
Shikamaru yang melihat itu mengeluarkan sedikit keringatnya.
"A- Aa, aku hanya sedang ingin bermain saja ha ha" Shikamaru tertawa dengan gugup, Naruto makin mencurigainya.
"BANGSAT! KALIAN PIKIR MAU KEMANA HAH?!" Kurobachi kini sudah bangkit, ia kini menatap Shikamaru dan Naruto dengan pandangan yang tajam.
"Ah paman, maaf aku sampai lupa kalau aku belum membayar uang spionmu" Naruto kemudian memutar badannya dan langsung mendekati Kurobachi, ia kemudian mengeluarkan uangnya yang tadi ia masukan ke saku celananya, kemudian Naruto mengangkat tangan kanan Kurobachi, setelah itu ia langsung meletakkan uangnya itu ke tangan Kurobachi yang ia angkat itu.
"Oh iya aku juga meminta maaf karena sudah memukulmu, dan juga tolong maafkan sobatku yang tadi juga ikut memukulmu dan adikmu ya!" Naruto kemudian mundur beberapa langkah ke belakang, setelah itu ia pun menundukkan kepalanya, kembali meminta maaf kepada Kurobachi.
Shikamaru yang melihat itu hanya mendesah pasrah.
*Dugh*
Tanpa diduga-duga, Kurobachi membuang uang Naruto dan malah menyerang Naruto dengan cara menghantamkan lututnya dengan kuat ke hidung Naruto sampai-sampai membuat hidungnya mengeluarkan darah! Hal itu otomatis membuat kepala Naruto yang tadi tertunduk seketika mendongak ke atas.
Naruto pun dengan refleks langsung memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah itu.
Kurobachi yang melihat itu kemudian langsung mengangkat tubuh Naruto ke atas dan kemudian didetik selanjutnya, ia langsung membantingnya ke tanah.
*Doom*
"Adaw!".
"NARUTO!" Shikamaru berlari ke arah Naruto, akan tetapi langkahnya terhenti ketika ia merasakan sebuah tarikan pada bahunya.
*Syut*
Jibachi mengarahkan pukulnya ke arah rahang Shikamaru, tetapi sayang, serangannya itu berhasil dihindari oleh Shikamaru dengan memiringkan sedikit kepalanya.
*Syut*
Shikamaru kemudian melepaskan counter berupa Hook kanan yang sepertinya berhasil dihindari oleh Jibachi dengan cara melompat mundur beberapa langkah ke belakang, menjauh dari serangan Shikamaru.
"Kau bagianku Nanas!" Jibachi benar-benar akan menghabisi Shikamaru, mulai sekarang ia tidak akan lengah dan menganggap remeh lawannya lagi.
"Hahh, Naruto ingat, kau harus bertemu dengan Ino sebentar, jangan buat marahmu kembali mengusaimu, kau dengar?" Shikamaru menghiraukan Jibachi, Shikamaru lebih mementingkan sobatnya yang tadi dihajar dalam kondisi yang tidak siap.
Sambil berharap-harap cemas, Shikamaru berdoa semoga saja Naruto tidak kembali ke Mode marahnya, atau ini akan benar-benar akan sangat merepotkan.
Di sisi lain, Kurobachi yang berhasil membanting Naruto langsung mencoba untuk menduduki perut Naruto, akan tetapi baru saja ia mau melancarkan niatnya itu, tiba-tiba wajahnya sudah lebih dulu disambut oleh sol sepatu Naruto.
Naruto ternyata sudah lebih dulu mengangkat kakinya ke atas dan menghantamkan ujung sepatunya ke wajah Kurobachi dengan kuat, hal itu pun berhasil membuat Kurobachi terhempas ke belakang.
"Tenang saja Shika! Aku hanya akan memberikan pak tua ini sedikit pelajaran saja, karena ia telah berani menyerangku dengan cara yang tidak terhormat!" Naruto kemudian mendirikan tubuhnya, tidak lupa Naruto menghapus jejak darah yang tadi sempat mengalir di hidungnya.
Naruto kemudian memberikan jempolnya ke arah Shikamaru, menandakan kalau ia baik-baik saja.
"Hahh mendokuse!".
"Hei Bocah, kau berasal dari sekolah mana?" Kurobachi membuka suara, ia menatap Naruto tajam.
"Aku? Ah aku dan si Putri Tidur ini berasal dari KHS! Dan kami adalah Fresh Mienya" Naruto dengan semangat memperkenalkan dirinya.
"Bukan Fresh Mie bodoh, tapi Freshmen!" Shikamaru menatap malas Naruto.
"Ya ya ya, seperti itulah" tidak ambil pusing, Naruto malah asyik mengupil dari hidungnya yang tadi mengeluarkan darah.
Kurobachi dan Jibachi yang mendengar jawaban dari Naruto dan Shikamaru langsung saling bertukar tatapan dari jauh.
'Rambut Kuning' mereka menatap Naruto.
'Rambut coklat yang belakangnya diikat' mereka kemudian menatap Shikamaru yang memasang wajah malas.
'Dan Mereka adalah Freshmen dari KHS, jangan-jangan?!' Kurobachi dan Jibachi membulatkan mata mereka.
Ini dia! Mereka akhirnya menemukan Duo Freshmen misterius yang menghajar 40 orang Freshmen dari RWK dua bulan yang lalu, pantas saja mereka berdua ini hebat sekali dalam berkelahi.
"Bagaimana dengan kalian paman? Apakah kalian kerja di sini?" Naruto menatap Duo Kamizuru penasaran, tidak lupa ia menyentil upilnya ke sembarang tempat.
Kurobachi dan Jibachi yang mendengar itu merengut kesal, bagaimana bisa mereka yang memiliki wajah 'babyface' ini dipanggil dengan sebutan paman?.
"Tch, kami masih sekolah sialan! Kami Sophomore dari Sekolah Industri Inuzuka! Jadi berhenti memanggil kami paman!" Kurobachi menatap Naruto kesal.
"Sekolah Industri Inuzuka ya? Berarti kalian ini anggota RWK, benar begitu?" Shikamaru kali ini yang menjawabnya.
"Ya kau benar Nanas dan aku juga mau tanya, apa benar kalau kalian berdua yang menghajar 40 orang Freshmen kami dua bulan lalu?" Jibachi kali ini yang bersuara.
"Ya itu benar, memangnya ada masalah dengan itu?" Shikamaru menatap malas ke arah Jibachi.
Kurobachi dan Jibachi yang mendengar itu tersenyum sinis, mereka semakin mempunyai alasan untuk menghajar Duo Freshmen dari KHS ini.
Mereka kini berencana untuk membuat Naruto dan Shikamaru sekarat!.
"Bagus! Dengan ini kami punya alasan untuk membuat kalian sekarat, bangsat!" Kurobachi menatap bengis ke arah Naruto dan Shikamaru.
"Aku akan mematahkan kakimu Nanas!" Jibachi menjilati bibirnya, ia akan benar-benar menyiksa secara perlahan si Rambut Nanas ini sampai membuatnya menangis meminta untuk dikasihani.
"Hehh benarkah? Level Shikamaru masih berada jauh di atasmu loh, apa kau yakin?" senyuman miring terpatri di wajah Naruto.
Yang benar saja, orang ini mau mematahkan kaki Shikamaru? Jangan bercanda! Jika Shikamaru serius, ia bisa saja mengalahkan orang ini hanya dengan menggunakan satu kakinya saja, dan bahkan Shikamaru juga bisa mengalahkan orang ini tanpa terluka sedikit pun!.
Jibachi yang mendengar itu menatap tidak suka ke arah Naruto.
"Aku akan membuat cacat wajahmu, Kuning sialan!" Kurobachi membunyikan kedua tangannya, ia semakin bernafsu untuk menghajar si pirang sialan ini.
Shikamaru yang mendengar itu seketika tertawa dengan keras.
"HAHAHA! Membuat cacat wajah Naruto katamu? Jangan bercanda! Jika Naruto mau, dia bisa saja membunuhmu dengan mudah!" Ini benar-benar lucu bagi Shikamaru, bagaimana bisa si brewok ini berbicara seakan-akan membuat cacat Naruto adalah hal yang bisa dia lakukan? Apa orang ini mabuk?.
Kurobachi yang mendengar itu langsung menatap nyalang ke arah Shikamaru yang menertawakan perkataannya.
"Hahh itu lelucon yang sangat lucu, aku harap setelah ini kami bisa mendengar lawakan kalian berdua lagi, benarkan Naruto?" Shikamaru akhirnya berhenti tertawa, tidak lupa menghapus sedikit jejak airmata yang menumpuk di kelopak matanya.
Shikamaru kemudian tersenyum miring, kali ini ia akan serius, ia juga akan menunjukkan perbedaan kekuatan antara dirinya dan Jibachi.
"Ya kuharap juga begitu, nah sekarang tunggu apa lagi? Ayo buktikan perkataan kalian, paman RWK!" Naruto yang mendengar perkataan Shikamaru juga ikut tersenyum miring, hahh sepertinya Naruto akan sedikit menunjukan kekuatan yang sebenarnya di sini.
"AKAN KUBUNUH KAU BANGSAT!".
"MATI KAU NANAS!".
Kurobachi dan Jibachi langsung berlari menerjang ke arah Naruto dan Shikamaru, Naruto dan Shikamaru yang melihat itu membuat senyuman mereka semakin lebar.
"Ayo hancurkan mereka Shika!" Naruto berlari menerjang ke arah Kurobachi yang sudah lebih dulu melompat di udara, berniat melakukan Superman Punch ke arah Naruto.
"Tentu saja! Ayo hancurkan mereka!" Shikamaru juga ikut berlari, menuju Jibachi yang sudah mengarahkan tendangan lurusnya ke wajah Shikamaru.
.
.
.
.
.
.
.
.
Inuzuka Industrial High - Gym, Monday at 19:03 pm.
Para petinggi RWK kecuali Duo Kamizuru kini sedang berkumpul di Gym milik sekolah mereka yang kini telah mereka modifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sebuah sasana bela diri, dan sekaligus mereka juga telah menjadikan tempat ini secara resmi sebagai markas dari geng mereka.
Mereka kini duduk tribun mengelilingi pemimpin mereka yakni Kaguya Kimimaro yang duduk di bagian atas tribun.
"Jirobo, mana si Duo Kamizuru?" Kimimaro membuka suaranya.
"Mereka mungkin masih sibuk bermain di Konoha Arcade" Jirobo membalas perkataan Ketuanya dengan santai, tidak lupa bibirnya terdapat sepuntung rokok yang ia hisap dengan santainya.
"Hahh dasar duo sialan, oh iya apa yang ingin kau tunjukan kepada kami Dosu?" Kidomaru kini membuka suara, ia mengalihkan pandangannya ke arah Dosu yang duduk tidak jauh dari dirinya.
"Aku mau menunjukkan hasil penyelidikanku kepada kalian semua!" Dosu yang asyik duduk merokok tiba-tiba berdiri ketika Kidomaru memanggil namanya.
"Hm penyelidikan?" Sakon yang baru saja mau membakar rokoknya seketika menghentikan aktivitasnya tersebut ketika mendengar perkataan yang keluar dari sobatnya itu.
"Maksudmu penyelidikanmu tentang Freshmen KHS?" Ukon ikutan nimbrung.
"Iya kau benar!".
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo tunjukan!" Sakon sudah tidak sabar lagi, ia ingin segera menghancurkan Freshmen sekolah jelek itu.
Dosu yang mendengar itu langsung mematikan puntung rokoknya, setelah itu ia menaikan masker yang tadi ia turunkan ke dagunya.
Setelah itu Dosu mengeluarkan buku dari dalam tas kecil miliknya, para petinggi RWK yang melihat itu segera mendekati Dosu.
"Baiklah, aku akan mulai dari Freshmen yang memiliki jumlah pengikut terkecil" Dosu kemudian membuka bukunya, ia membuka lembar pertama yang menunjukan foto Sai.
"Yang pertama ada Shimura Sai, mantan Boss dari SMP Nakagawa. Sai ini keluar sebagai juara dua dari Freshmen War setelah harus mengalami kekalahan ketika memperebutkan gelar Raja Freshmen melawan musuh bebuyutannya, yakni Inuzuka Kiba,-
- Walaupun dia berhasil keluar sebagai peringkat kedua, sayangnya orang ini hanya memiliki total kekuatan sebanyak 5 orang saja, dengan kata lain, dia hanya memiliki 4 orang saja sebagai pengikutnya,-
- Tapi jangan salah, orang itu beserta pengikutnya merupakan anggota dari Fraksi UE, yang notabenenya adalah Fraksi terkuat dari para Sophomore yang ada di KHS saat ini, jadi kurasa mungkin kita bisa menghapus nama Sai dari daftar orang yang harus kita hancurkan".
"Aku tidak mau! Apa kau lupa kalau aku mau menghancurkan semua Freshmen KHS? " Sakon tidak terima.
"Sakon, apa kau mau UE turun tangan?" Kidomaru membuka suara.
"Aku tidak peduli, aku tidak peduli jika UE atau Sophomore mereka turun tangan, aku tetap akan menghancurkan semua Freshmen sekolah busuk itu, jangan bilang kalau kalian takut dengan mereka, Senpai?" Sakon menatap remeh Kidomaru.
"Kami sama sekali tidak takut, kami hanya menjaga jarak, karena kami para Sophomore telah membuat perjanjian damai dengan sesama Sophomore KHS, jika kami atau Sophomore KHS melanggar perjanjian itu, maka percayalah perang besar akan terjadi di Konoha" Kimimaro menatap datar Sakon.
Kimimaro sangat menghargai perjanjian damai, karena Kimimaro adalah tipe orang yang cinta damai, tapi ia akan mengamuk jika kedamaiannya itu diusik.
Sakon yang mendengar jawaban Kimimaro langsung terdiam, ia sebenarnya berniat memancing Kidomaru dan Jirobo untuk membalas perkataannya, tapi ternyata Ketuanya yang malah membalasnya, simpelnya Sakon tidak berani dengan Kimimaro.
"Dosu, lanjutkan" Kidomaru duduk menyadarkan punggungnya, tidak lupa menghisap rokok yang ada di tangannya.
Dosu yang mendengar itu mengangguk, masih di lembar yang sama, ia kemudian menunjukan foto yang sangat familiar bagi Sakon dan Ukon.
"Baiklah, selanjutnya ada Aburame Shino dari SMP Nishizawa, SMP yang sama dengan Sakon, Ukon dan juga denganku,-
- Aburame Shino, sang mantan tangan kanan dari Boss SMP Nishizawa sekaligus rival dari Ukon ini memiliki total kekuatan sebanyak 10 orang, yang berarti ia hanya memiliki 9 orang pengikut saja".
Sakon dan Ukon yang mendengar nama Shino tidak percaya, bagaimana bisa orang sekuat Shino hanya memiliki 9 pengikut saja? Seberapa gila sebenarnya KHS ini?.
Ukon yang mendengar itu menggertakan giginya kuat, bagaimana bisa rivalnya hanya memiliki 9 pengikut saja? Seberapa gila Freshmen KHS yang lainnya?.
Dosu kemudian beralih ke lembar selanjutnya, lembar itu menunjukan foto dari Hyūga Neji.
"Yang selanjutnya, ada Hyūga Neji, mantan pemenang dari kejuaraan Judo antar SMP-SMA se Jepang, sekaligus mantan Boss dari SMP Konoha,-
- Orang ini hanya memiliki total kekuatan sebanyak 15 orang, dengan kata lain, ia hanya memiliki 14 orang pengikut saja" Kidomaru yang mendengar nama Neji langsung menegakkan posisi duduknya.
Hyūga Neji? Orang yang mengalahkannya di final kejuaraan Judo sebanyak dua kali berturut-turut itu hanya memiliki 14 pengikut saja? Ini bercandakan? Seberapa kuat sebenarnya Freshmen KHS tahun ini?.
Masih di lembar yang sama, Dosu kini menunjukkan foto dari orang yang sangat Sakon benci ketika SMP.
"Selanjutnya ada Inuzuka Kiba mantan Boss dari SMP Nishizawa, orang ini adalah rival dari Sakon yang saat SMP yang saat itu selalu memperebutkan gelar Boss di sekolah kami,-
- Menurut berita yang kudapat dari laman Z-Fighter, Kiba adalah pemenang Freshmen KHS tahun ini, tapi entah kenapa ia hanya bisa menguasai kelasnya saja. Dengan kata lain, Kiba hanya memiliki 19 pengikut saja dari total 100 murid Freshmen yang ada di KHS" .
Sakon dan Ukon lagi-lagi dibuat tidak percaya, ini bohongkan? Bagaimana bisa orang sekuat Kiba hanya menguasai 1 kelas saja? Bukannya Kiba pemenang dari Freshmen War? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!.
"Tenang saja, Sakon, Ukon dan Kidomaru-senpai, semua pertanyaan kalian akan terjawab setelah ini" Dosu tersenyum di balik maskernya ketika melihat ekspresi dari rekan-rekannya.
"Baiklah langsung saja, kali ini kita beralih ke Fraksi terkuat dari Freshmen KHS saat ini, nama Fraksi itu adalah Fraksi ACE, Fraksi ini memiliki total kekuatan sebanyak 50 orang, Fraksi ini memiliki 4 petinggi yang tunduk di bawah 1 Pemimpin" Dosu sengaja menggantung perkataannya, ia ingin melihat reaksi dari Sakon, Ukon dan juga Kidomaru, apakah mereka penasaran?.
Dan jawabannya tentu saja iya, mereka bertiga kini diam mendengarkan perkataannya dengan serius.
Dosu kemudian mengganti lembar kertasnya, kali ini lembaran yang ia tunjukan memiliki beberapa wajah yang sepertinya lumayan asing bagi mereka semua.
"Petinggi yang pertama, orang ini adalah Rock Lee alumni dari SMP Nakagawa, sama seperti Shimura Sai tadi, orang ini adalah murid bimbingan dari Might Guy sang Green Beast. Bisa kalian bayangkan seberapa menakutkannya orang ini?!".
Kimimaro yang mendengar nama Might Guy seketika menelan ludahnya secara kasar, ia mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika orang itu mengalahkan panutannya, yakni Yakushi Kabuto pemimpin RWK generasi ketiga dengan sangat mudah.
Kimimaro kini dibuat penasaran, seberapa kuat murid dari Might Guy ini? Kimimaro kemudian menganggukkan kepalanya, ia telah memutuskan kalau ia ingin melawan murid dari sang Green Beast itu nanti, ia ingin mengetes seberapa kuat orang itu.
"Petinggi yang kedua, ada Akimichi Chouji, jujur saja aku masin belum mengetahui dari mana SMP orang ini berasal, tapi dari rumor yang kudengar, katanya orang ini pernah SMP di Kyoto. Dari berita yang kudengar, orang ini juga bisa menahan imbang Shino saat Freshmen War terjadi."
Ukon yang mendengar itu meremas kuat tinjunya, KHS benar-benar tempat yang gila, secara tidak sadar nyali dari Ukon perlahan-lahan menciut, ia mulai ragu untuk mengajak perang para Freshmen dari KHS itu.
"Petinggi yang ketiga, ada Uchiha Sasuke, adik dari pemimpin UE yakni Uchiha Itachi, Sasuke ini adalah mantan Boss dari SMP Tokyo sekaligus mantan Boss dari SMP Konoha,-
- Dia mendapatkan titlenya itu ketika ia berhasil mengalahkan Hyūga Neji sebanyak dua kali secara berturut-turut ketika ia baru pindah ke SMP Konoha!"
Kidomaru menggertakan giginya ketika mendengar kalau seorang Hyūga Neji bisa dikalahkan oleh Sasuke sebanyak 2 kali secara berturut-turut.
Hal itu secara tidak langsung menunjukkan kalau orang itu lebih kuat dari dirinya yang selama ini selalu dikalahkan oleh Neji di final kejuaraan Judo sebanyak 2 kali berturut-turut.
'Uchiha Sasuke huh? Keluarga Uchiha ini benar-benar tidak pernah kehabisan talenta dalam urusan berkelahi' Kidomaru akan mengingat nama itu.
Di sisi lain, terlihat Kimimaro yang tersenyum misterius ketika mendengar nama Sasuke.
'Sasuke, huh?'.
"Petinggi yang terakhir, orang ini adalah salah satu dari dua orang yang kita cari-cari selama ini, ia sepertinya satu SMP bersama orang yang bernama Akimichi Chouji,-
- Orang ini adalah anak dari pemilik Sekolah Shika Commerce dan orang ini juga lah yang pernah mengalahkan 40 orang anggota kita dua bulan yang lalu. Langsung saja, orang ini bernama Nara Shikamaru".
Semua yang ada di situ mendengar nama Shikamaru dengan seksama, mencoba menancapkan nama itu di ingatan mereka, mereka juga akan menandai wajah si Nara ini, mereka berpikir kalau orang ini harus segera dihancurkan, karena kalau tidak, orang ini akan menjadi ancaman yang sangat besar bagi mereka di kemudian hari.
"Lalu yang terakhir, ketua dari Fraksi ACE, sekaligus orang terakhir yang kita cari-cari selama ini, orang ini sama-sama berasal dari SMP yang sama dengan Akimichi Chouji dan juga Nara Shikamaru. Orang inilah yang mengalahkan 40 orang anggota kita dua bulan lalu, tentunya dirinya dibantu oleh Nara Shikamaru,-
- Menurut berita yang kudengar, orang ini pernah mengalahkan petinggi Akatsuki yang bernama Akasuna Sasori dihari pertama ia masuk sekolah, bahkan saat itu ia juga sempat melawan petinggi Akatsuki yang lain dan hampir mempermalukan para petinggi dari Akatsuki itu jika saja pertarungan mereka tidak dihentikan!,-
- Tiga hari kemudian, orang ini mengalahkan Inuzuka Kiba dengan sangat mudah, dan bahkan dia hanya bermain-main saja ketika ia mengalahkan Kiba. Berkat dari mengalahkan Inuzuka Kiba, hal itu secara langsung membuat title Raja Freshmen berpindah ke tangannya,-
- Dan yang terakhir, berita yang terbaru dari orang ini. Tadi pagi ia baru saja mengalahkan Hyūga Neji dengan sangat mudah, bahkan Neji pun sampai-sampai dibuat tidak berkutik ketika melawannya, orang ini bahkan mengalahkan Neji, sang jawara Judo Nasional menggunakan salah satu teknik kuncian dari Judo itu sendiri,-
- Tanpa membuang waktu lagi, nama orang ini adalah Namikaze Uzumaki Naruto!".
Itu dia! Itu dia orang yang selama ini mereka cari-cari!.
Informasi dari Dosu ini secara tidak sadar membuat mereka mengeluarkan keringat dingin ketika mendengar pencapaian mengerikan yang diraih dalam waktu singkat oleh orang yang bernama Namikaze itu.
Yang benar saja! Orang ini bahkan bisa mengalahkan Sasori dan bahkan hampir membuat malu petinggi Akatsuki yang lain?! Tidak hanya itu, orang ini juga bisa mengalahkan Kiba dan Neji dengan sangat mudah!.
Sekarang mereka kini tidak heran lagi kalau orang itu bisa mengalahkan 40 orang Freshmen dari geng mereka. Mereka kini bertanya-tanya, seberapa kuat sebenarnya orang yang bernama Namikaze ini?.
Dosu yang melihat rekan-rekannya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tidak bisa untuk menahan senyum lebarnya, jujur saja ia juga pernah seperti ini ketika ia mengumpulkan data dari si Namikaze ini.
Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu Gym mereka dibuka secara paksa, hal itu membuat seluruh penghuni Gym secara spontan langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu tersebut.
Dan apa yang mereka lihat, ternyata pelakunya adalah dua Kamizuru bersaudara yang berjalan masuk ke dalam Gym dengan langkah yang tertatih-tatih.
Mereka juga dapat melihat Kurobachi saat ini sedang bersusah payah berjalan sambil merangkul adiknya (Jibachi) yang sepertinya kesulitan berjalan di sampingnya..
Tidak hanya itu, wajah mereka berdua juga dipenuhi oleh memar dan noda darah yang menjadi hiasan di wajah mereka yang bonyok itu, dan juga gakuran yang mereka kenakan benar-benar terlihat sangat kotor.
Hal itu sontak membuat orang-orang yang berada di dalam Gym langsung mengerumuni mereka berdua, mencoba membantu mereka berjalan sekaligus ingin tahu dengan kejadian apa yang baru saja menimpa dua kakak beradik ini, diantara orang-orang yang ada di situ, Jirobo lah yang terlihat sangat khawatir, karena bagaimana pun juga, dua orang ini adalah sahabat baiknya.
"Apa yang terjadi?!" Kimimaro menatap tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya, ia bersumpah akan menghancurkan siapa saja yang menyakiti temannya.
Kurobachi dan Jibachi saling bertukar tatapan ketika mendengar pemimpin mereka marah, mereka takut dan tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya, bisa malu jika teman-temannya tahu kalau mereka berdua baru saja dikalahkan dengan sangat telak oleh dua orang Freshmen dari KHS.
Kurobachi kembali mengingat kejadian tadi, ketika dimana ia dan adiknya benar-benar dibuat tidak berdaya ketika melawan Duo Freshmen dari KHS itu, dirinya dan Jibachi bahkan dijadikan sebagai samsak hidup oleh mereka berdua, dan lebih luar biasanya lagi saat mereka bertarung tadi, Ia dan Jibachi sama sekali tidak bisa menyentuh duo Freshmen gila itu!.
Ini benar-benar sangat memalukan setelah apa yang ia dan adiknya katakan sebelumnya kepada mereka berdua, mereka dengan percaya dirinya mengatakan kalau mereka akan menghajar Naruto dan Shikamaru sampai membuat mereka berdua sekarat!.
Seperti senjata makan tuan, perkataan mereka kembali ke mereka berdua, malahan ia dan Jibachi lah yang dihajar sampai sekarat oleh Naruto dan Shikamaru!.
Ia dan adiknya kini benar-benar telah menyesali keputusan yang telah mereka buat, menyesal karena telah mengajak duel dua Monster Freshmen dari KHS itu.
Padahal jika diingat-ingat orang yang bernama Naruto itu sudah beberapa kali meminta maaf dengan sangat sopan kepadanya dan juga Jibachi, tapi mereka tidak peduli dan malah menyerang mereka berdua (Naruto dan Shikamaru).
Dan berkat keputusan gegabah dari mereka, membuat mereka harus menerima nasib untuk dihajar sampai babak belur seperti ini.
Hahh salahkan dirinya dan adiknya yang terlalu menganggap remeh Naruto dan Shikamaru.
Mereka berdua yang masih sibuk dengan pikiran mereka kini harus dituntun dan dibantu duduk oleh Sakon dan Ukon, pandangan Kimimaro masih belum lepas dari mereka berdua, Kimimaro menatap mereka berdua dengan pandangan menyelidik, menunggu jawaban keluar dari mulut mereka berdua.
"Kuro! Apa yang terjadi?!" Kimimaro mengguncangkan bahu Kurobachi yang pandangannya kini menatap lantai Gym, menghindari tatapan menyelidik dari pemimpinnya.
"K- kami baru saja dikeroyok oleh murid KHS!" bukan Kurobachi yang menjawab tapi Jibachi.
Kurobachi yang mendengar adiknya berbohong seketika menatap adiknya dengan tatapan tajam, apa adiknya ini gila?!.
"Katakan siapa!" Kimimaro kini berpindah kepada Jibachi.
"Orang yang mengeroyok kami adalah Itachi beserta anggota Fraksinya!" cukup sudah, sekarang Kurobachi akan menyangkal perkataan adiknya yang sudah keterlaluan ini, apa Jibachi ini tidak tau kalau perkataannya itu dapat menimbulkan perang yang besar antara KHS dan sekolah mereka?.
"Kimimaro-san, Jibachi berbohong!" Kurobachi mencoba meredakan suasana.
"Kau tidak perlu takut Kuro, kau tidak usah menyambunyikannya, kami sudah tahu kalau cepat atau lambat para Sophomore KHS busuk itu akan melanggar perjanjian damai yang telah kita buat setahun yang lalu" Kidomaru mencoba menenangkan Kurobachi.
Kidomaru berpikir kalau Kurobachi tidak mau terjadi perang antara KHS dan RWK, jadi ia berusaha untuk menutupi fakta yang tadi diberikan oleh Jibachi.
"Tapi aku berkata jujur!" Kurobachi yang mendengar perkataan Kidomaru mencoba menyangkalnya, sepertinya teman jeniusnya ini termakan cerita bohong dari adiknya juga rupanya.
Jirobo yang mendengar itu segera menepuk-nepuk bahu Kurobachi, Jirobo berasumsi sama dengan Kidomaru, pendapat yang mengatakan kalau Kurobachi takut untuk perang melawan KHS.
Jirobo pun berjanji kalau ia akan membalaskan kekalahan kedua sahabatnya ini.
Kurobachi yang mendengar itu menggenggam tinjunya kuat. Sialan, hal ini akan membuatnya semakin sulit untuk menyangkal perkataan bohong dari adiknya, karena ia benar-benar kalah suara di sini.
Kurobachi akhirnya paham, alasan apapun yang akan ia keluarkan sama sekali tidak akan didengar oleh teman-temannya, ia merasakan kalau teman-temannya ini sudah sangat haus akan peperangan.
Akhirnya Kurobachi mendesah pasrah, menyerah melawan perkataan dari teman-temannya yang menganggap dirinya lah yang berbohong.
"Sophomore huh?!" menghiraukan omongan dari Kurobachi, Kimimaro kemudian berdiri dan menatap anggota-anggotanya yang berdiri mengelilinginya.
"Kidomaru, apa ada berita terbaru soal orang-orang kuat yang menjadi Sophomore di KHS?" Kimimaro melirikan matanya ke arah Kidomaru yang berada tepat di sebelahnya.
"Sebagian besar masih sama seperti dulu, di Sophomore KHS ada Uchiha Itachi, pemimpin dari Fraksi UE, lalu ada sepupu dari Itachi yakni Uchiha Shisui sebagai wakilnya, kemudian ada si Raksasa Dokan, lalu ada Duo ikonik dari KHS yakni Izumo-Kotetsu,-
- Dan oh ya, ada tambahan yakni Tobi wakil 2 dari Fraksi UE, pria bertopeng ini baru saja pindah ke KHS di awal semester ini" Kidomaru menjawabnya dengan lugas dan terperinci.
"Beritahu aku siapa Tobi ini?" Kimimaro mengalihkan seluruh atensinya kepada Kidomaru.
"Dari laman yang dikutip dari Z-Fighter, orang yang bernama Tobi ini sekarang berada di posisi nomor 2 orang terkuat di KHS, tepat di bawah sang Monster KHS itu sendiri yakni Yahiko,-
- Tobi mendapatkan peringkatnya itu setelah ia berhasil mengirim sang Monster tak terkalahkan dari Shika Commerce, yaitu Might Guy sang Green Beast ke Rumah Sakit dengan luka yang cukup parah dan itu ia lakukan dengan hanya menggunakan tangan kosong saja!" perkataan dari Kidomaru membuat mereka yang ada di Gym langsung hening.
Sialan! Lagi-lagi KHS kedatangan orang yang sangat kuat! Ini benar-benar akan menjadi sangat buruk bagi mereka jika mereka tetap kekeh untuk berperang melawan sekolah terkutuk itu.
Jujur saja, mereka semua (Pasukan RWK) akan dibuat rata jika tetap bersikeras untuk melawan KHS yang sekarang.
Kurobachi yang melihat reaksi dari orang-orang di sekelilingnya kini berubah senang, sepertinya perkataan dari Kidomaru berhasil menggoyahkan keberanian mereka semua.
"Mengalahkan Guy huh? Menarik, aku semakin ingin menghancurkan sekolah busuk itu!" Kimimaro memecah keheningan, tidak lupa senyum bengis terpampang di wajahnya, anggota-anggotanya yang tadi keberaniannya sempat hilang kini telah kembali pulih setelah melihat pemimpinnya yang malah semakin bersemangat itu.
"Teman-temanku sekalian! Apa kalian hanya akan diam saja ketika teman kalian dipukul dan bahkan dikeroyok oleh anak KHS yang bodoh itu?" Kimimaro mengeraskan suaranya, tatapannya benar-benar datar, tapi percayalah di dalam mata itu tersimpan kemarahan yang sangat besar!.
"TIDAK!".
"KALIAN TAHU APA YANG AKAN KITA LAKUKAN?!" Kimimaro kini berteriak, tatapannya tadi yang datar kini berubah, matanya kini berkilat mengerikan.
"MEMBALAS MEREKA!".
"DENGAN INI AKU KIMIMARO KETUA RWK GENERASI 4 MENYATAKAN KALAU AKU MENERIMA TANTANGAN PERANG DARI KHS!".
"KITA AKAN MEMBALAS MEREKA MALAM INI, SEMUANYA ANGKAT TINJU KALIAN DAN BERSIAPLAH UNTUK MEMBERIKAN MEREKA GANJARAN YANG LEBIH PARAH KARENA SUDAH BERANI MENGUSIK TEMAN KITA!".
"YEAAAAH!".
"Ayo hancurkan KHS!" Kimimaro yang tadi berteriak kini tiba-tiba menggunakan suara datarnya, dan entah kenapa hal itu membuat mereka yang mendengar suara Kimimaro tiba-tiba merinding, ditambah lagi Kimimaro memberikan tatapannya yang sangat mengerikan, mereka yang melihat tatapan Kimimaro seketika meraskan rasa dingin menjalar di tulang belakang mereka.
Pemimpin mereka ini benar-benar mengerikan ketika ia marah! Hal itu semakin membuat mereka percaya kalau mereka lah yang akan memenangkan peperangan ini!.
"Dengan begini, semua murid KHS malam ini benar-benar akan hancur!" ucap Kimimaro dengan suara yang sangat datar.
Kimimaro kemudian berjalan keluar dari area Gym tersebut, berjalan menuju ke tempat parkiran motor milik sekolahnya, di belakang Kimimaro juga diikuti oleh semua anggota RWK, termasuk Kurobachi dan Jibachi yang dibantu berjalan oleh Jirobo dan Dosu.
'Binasalah kalian, KHS!'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~.
The War is coming very very soon!.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Kalau boleh tanya, Reader maupun Author di FFn ini makin hari makin sepi ya? Jika begini terus, kemungkinan di akhir tahun ini bakalan banyak orang yang akan ninggalin tempat ini dan hal itu pasti berdampak kepada Author yang ada di sini.
Well, mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
