Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hai, sebelumnya aku mau berterimakasih kepada orang-orang yang baru saja menambahkan cerita ini ke dalam list Fav, Follow dan download kalian, dan juga tentunya aku juga berterima kasih kepada kalian yang konsisten untuk meninggalkan review kalian di cerita ini, sekaligus aku juga akan membalas review kalian pada chapter sebelumnya.

All-Die: Yes terimakasih, semangat semangat!.

ShiroOkami87: Yoi, tinggal tunggu aja tanggal mainnya.

Ari Putra Bakati: Terimakasih udah bersabar, nih udah lanjut.

muhammad nf: Yes ini udah lanjut.

Guest: Doain aja ya, semoga ini fic bisa sampai tamat.

AhegaoDoublePeace: Nah di chapter ini bakalan terjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu, oh iya perihal pertanyaanmu tentang penyerangan yang kini sedang terjadi, Apa Freshmen dan Sophomore saja yang diserang? Jawabannya sudah ada di awal Arc KHS vs RWK, bahkan jawabannya sudah lebih dulu ada diakhir dari Arc Freshmen War,-

- Semua Senior yang ada di kota Konoha (KHS Boys, Sekolah Industri Inuzuka dan Shika Commerce) sedang mengalami masa magang selama sebulan penuh, jadi penyerangan RWK ini hanya melibatkan Sophomore dan Freshmen saja, nah untuk pertanyaan selanjutnya perihal keterlibatan NSC, jawabannya bakalan terungkap di chapter depan, jadi mohon bersabar,-

- Ohiya satu lagi, semoga kita-kita semua dijauhkan dari penyakit yang saat ini masih berkeliaran di luar sana, semoga kita semua sehat selalu. Terimakasih lagi karena sudah mau meluangkan waktumu untuk membaca cerita yang bisa dikatakan biasa-biasa saja ini.

Baiklah kurasa sudah cukup untuk membalas reviewnya, sekarang ayo kita mulai ceritanya!.

.

.

.

.

.

.

.

.


Shika Commerce Riverbed, Monday at 19:52 pm.

"K- Kau?! Tobi!" pemimpin Pasukan Pemburu Tobi (PPT) yang mengenali orang di depannya langsung melesatkan sebuah pukulan lurus ke wajah (topeng) Tobi.

*Syut*

"Uwoo! Itu berbahaya!" Tobi menghindarinya dengan mudah, kemudian dengan cepat ia memutar tubuhnya dan langsung melakukan Spinning Back Kick menggunakan kaki kanannya, tendangannya itu berhasil bersarang ke dada pemimpin dari PPT tersebut.

*Duak*

"AAAAKH!".

Tendangan dari Tobi berhasil membuat pemimpin PPT itu terbang menabrak motor yang tadi ia naiki.

*Bruk*

"Ukhk!" setelah mendarat, pemimpin PPT itu seketika memegangi rusuknya yang baru saja di tendang tadi, ia benar-benar merasakan sakit yang tidak karuan di rusuknya itu.

Ia pun dibuat menggeliat bagaikan cacing yang kepanasan dan ia juga bahkan sedikit megeluarkan darah dari mulutnya! Sepertinya tendangan kuat dari Tobi berhasil membuat tulang rusuknya patah!.

Suara gaduh tersebut membuat orang-orang yang berada di situ seketika mengalihkan pandangan mereka ke tempat tersebut, dan apa yang mereka dapati adalah pemimpin pasukan mereka kini tengah menggeliat memegangi bagian rusuknya kesakitan.

Sepertinya pemimpin mereka itu baru saja diserang oleh seseorang, mereka pun secara serempak menatap seseorang yang berdiri agak jauh dari pemimpin mereka.

Si pembonceng yang melihat itu langsung berjalan mendekati pemimpinnya tersebut, mencoba untuk memastikan keadaan dari pemimpinnya, dan apa yang Ia dapati adalah adanya sedikit darah yang mengalir keluar dari mulut pemimpinnya itu, kemudian didetik selanjutnya, pemimpinnya itu pun tidak sadarkan diri.

'J- jangan bilang kalau ia mengalami luka dalam!' batin si pembonceng, ia membulatkan matanya, kemudian mengalihkan pandangannya ke seseorang yang berjalan ke arahnya.

"Ah domo! Perkenalkan namaku adalah Tobi si anak baik!" ucap Tobi dengan nada yang terdengar kekanak-kanakan, tidak lupa ia juga menggunakan pose yang sering digunakan oleh salah satu karakter dari anime Sailor Moon.

Si pembonceng yang melihat itu bingung, apa benar orang ini yang memukul pemimpinnya?.

Beberapa detik kemudian ia pun tersadar setelah mencoba mencerna perkataan orang itu.

Orang yang ada di depannya ini bernama Tobi, orang ini juga memakai sebuah topeng berwarna orange dan memiliki motif garis hitam membentuk sebuah pola spiral di atas topengnya.

Ya tidak salah lagi! Orang inilah yang daritadi mereka cari-cari!.

Orang yang dirumorkan bisa mengalahkan Might Guy, sang monster tak terkalahkan dari Shika Commerce dengan hanya seorang diri saja! Tidak salah lagi, orang ini adalah Tobi sang monster KHS yang baru, sekaligus petinggi dari Uchiha Empire!.

"T- Tobi! K- kalian, telepon Kimimaro-san cepa-!" si pembonceng dari pemimpin pasukan itu langsung memerintahkan yang lain untuk menelepon Ketua mereka,

Akan tetapi, Tobi tiba-tiba muncul di hadapannya.

Didetik selanjutnya, sebuah Uppercut menghantam dagu si pembonceng itu dengan sangat keras sehingga membuatnya terbang jauh menuju arah sungai yang ada di dekat situ, ia bahkan sempat beberapa kali berguling sebelum akhirnya tercebur ke dalam sungai milik Shika Commerce tersebut.

*Byur*

Para anggota PPT yang melihat itu menganga lebar dan juga membulatkan mata mereka tidak percaya, Monster macam apa yang mereka hadapi saat ini?!.

"Kudengar kalian mencariku, memangnya ada apa, hm?" ujar Tobi yang masih menggunakan suara kekanakannya, tetapi aura yang keluar dari tubuhnya menunjukan hal yang berbada.

Tobi mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi, seakan berkata kalau ia akan membunuh mereka semua.

Tobi kemudian berjalan mendekati pasukan yang sedari tadi mengincarnya itu, para anggota PPT yang melihat itu langsung pucat pasi, tanpa sadar mereka memundurkan langkah mereka ke belakang, nampak jelas kalau tubuh mereka saat ini terlihat bergetar ketakutan akibat menerima teror yang Tobi berikan kepada mereka.

Tobi kemudian menghentikan langkahnya ketika ia sudah merasa cukup dekat dengan pasukan itu.

"T- teman-teman jangan takut! Dia hanya seorang diri, dia bisa kita hancurkan!" ujar seseorang dari mereka.

"Maka dari itu, ayo kita hajar orang itu dan membalaskan kekalahan teman kita yang dia serang tadi!" sambung orang yang tadi.

Mereka yang mendengar itu segera melawan ketakutan yang mereka rasakan, mereka kini bertekad untuk membalas perbuatan pria bertopeng yang ada di depan mereka ini.

"Tapi, bukannya Kimimaro-san hanya menyuruh kita untuk mencari orang ini saja? Dan kita diharuskan untuk segera menelepon Kimimaro-san ketika kita menemukan orang ini, kan?" seseorang dari RWK menyela teman-temannya yang terlihat akan segera menyerang orang yang bernama Tobi itu.

"Ah kau benar! Kalau begitu kau saja yang telepon Kimimaro-san. Tapi sebelum itu, bisakah kau menolong teman kita di sana yang tercebur ke dalam sungai itu?" orang yang pertama kembali bersuara.

"Baiklah, kalau begitu tolong lindungi aku!" orang yang diperintahkan itu pun berlari turun dari tempatnya menuju ke temannya yang tercebur ke dalam sungai.

"Wow aku sangat takut!" Tobi menyahut perkataan mereka, dengan nada yang terdengar seperti masih bermain-main.

"Tenang saja, kami para Freshmen RWK sudah cukup untuk melawanmu, bukan begitu teman-teman?!" orang yang pertama kembali bersuara.

Pasukan mereka ini cukup unik, karena mereka semua (25 orang) adalah Freshmen, berbeda dengan PPT 1 dan PPT 2 yang memiliki gabungan antara Freshmen dan Sophomore di dalamnya.

Well bagaimana pun juga, pasukan mereka hanya bertugas sebagai pencari saja, dan mereka dibentuk sebanyak 25 orang hanya untuk berjaga-jaga, menghalangi Tobi jika saja ia mencoba merlarikan diri.

"Freshmen?!" Tobi yang mendengarkan itu kini menaikan alisnya dari balik topeng, apa Kimimaro itu, meremehkannya? Ia kemudian tersenyum mengerikan di balik topengnya.

"Maa, kalau begitu aku akan mengajari kalian satu atau dua hal" Tobi membunyikan lehernya, kemudian didetik selanjutnya ia berlari menuju pasukan yang sedari tadi sudah bersiaga.

Ketika sudah berada di depan pasukan itu, Tobi kemudian melompat dan mengangkat lutut kanannya, mengarahkannya kepada orang yang sejak tadi berbicara kepadanya.

Orang yang dimaksud pun tentu tidak tinggal diam, dia kemudian mengangkat kedua tangannya untuk menangkis serangan lutut dari Tobi.

*Dugh*

"Ugh?!".

Serangan lutut dari Tobi berhasil menembus pertahanan orang yang ada di depannya, serangan lututnya itu pun menghantam mulut orang itu dengan sangat keras, sehingga terlihat sebuah gigi terlepas dari mulut orang itu, bersamaan dengan itu, noda darah juga terlihat ikut terbang keluar dari mulutnya.

Tidak hanya itu, orang itu juga berhasil terdorong ke belakang dan menabrak sisa pasukan yang berkumpul di belakangnya.

Namun ada juga beberapa orang yang berhasil lolos, mereka yang lolos tanpa membuang waktu langsung mengepung Tobi dari depan, kanan dan kiri.

Tobi yang melihat itu menggunakan salah satu dari mereka sebagai pijakannya untuk tetap berada di udara, kemudian ia dengan cepat memutar badannya dan segera melakukan tendangan sapuan menggunakan kaki kirinya ke arah kepala dari orang-orang yang mengepungnya.

*Swung* *Dugh* *Dugh* *Dugh*

Tendangan sapuannya itu berhasil mengenai beberapa orang yang mengepungnya, hal itu juga berhasil membuat mereka yang terkena tendangan itu terbang kesana dan kemari akibat kuatnya tendangan dari Tobi yang menghantam mereka.

Setelah beberapa detik di udara, Tobi pun mendarat di atas tanah dengan sempurna, tiba-tiba beberapa orang yang tidak terkena tendangan sapuannya kembali menyerangnya.

Mereka langsung melayangkan rentetan pukulan dan tendangan mereka ke arah Tobi, Tobi yang melihat itu dengan gesit menghindari serangan mereka sambil sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya ke belakang.

Mereka yang menyerang Tobi menelan kasar ludah mereka, mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, bagaimana bisa orang ini bisa menghindari semua serangan mereka?.

Mereka kemudian memutuskan untuk berhenti melesatkan serangan mereka, mereka semua kini terlihat terengah-engah dan mencoba menarik nafas sebanyak-banyaknya

Tobi yang melihat itu juga ikut menghentikan langkahnya.

"Oy oy oy, bukannya kalian tadi berkata ingin menghancurkanku? Oh ayolah mana semangat yang kalian tunjukan tadi?" Tobi kembali mengeluarkan suara kekanakannya.

Para anggota PPT yang mendengar itu mendecih kesal, mereka benar-benar dipermainkan, mereka kemudian mengalihkan pandangan ke belakang ketika mendengar suara dari beberapa teman mereka yang sepertinya masih sadar, teman-teman mereka yang tadi sempat terkena tendangan sapuan dari Tobi.

Tobi yang melihat itu mulai menghitung jumlah orang yang berhasil selamat dari tendangan sapuannya.

'Tiga dari tigabelas orang selamat dari tendanganku? Hm, menarik'' batin Tobi.

Ketiga orang itu kembali berkumpul bersama anggota yang tersisa, sehingga anggota tersebut berjumlah 11 orang.

Tobi menatap orang-orang yang tersisa yang kini berdiri di hadapannya, Tobi juga dapat melihat kalau mereka saat ini saling menatap satu sama lain, sepertinya mereka merencanakan sesuatu, Tobi yang melihat itu terkekeh.

'Biar kutebak, Formasi dinding kah?' batin Tobi.

Seperti apa yang Tobi pikirkan, tiba-tiba 11 orang itu maju dan mensejajarkan posisi mereka..

Tobi yang melihat itu menghela nafas, apa mereka benar-benar serius mau memakai formasi bodoh itu melawannya? Apa mereka berpikir dengan menggunakan formasi bodoh itu mereka bisa mengalahkannya? Hahh sepertinya ia benar-benar diremehkan di sini.

"Hahh pelajaran pertama, kalian harus mengetahui level kekuatan dari lawan kalian sebelum memutuskan untuk menyerangnya!" Tobi kembali berlari menerjang ke arah mereka, kemudian ia melesatkan sebuah tendangan lurus menggunakan kaki kanannya.

Para anggota PPT yang melihat itu dengan serempak merendahkan tubuh mereka sehingga tendangan Tobi hanya mengenai udara kosong.

"?!".

Kemudian didetik selanjutnya mereka tiba-tiba menegakkan tubuh mereka sehingga membuat tubuh Tobi yang berada di atas mereka kini terangkat beberapa senti di udara, kemudian didetik selanjutnya tubuh Tobi pun berhasil menghantam tanah dengan sangat keras.

*Doom*

Tobi salah, ternyata mereka menggunakan Formasi Sekop, anggota PPT yang melihat Formasi Sekop mereka berhasil menjatuhkan Tobi pun segera melingkarinya, berniat untuk menginjak-injak tubuh Tobi yang terbaring itu, akan tetapi. . .

*Swung* *Dugh* *Dugh* *Dugh*

Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan tendangan berputar dari Tobi, tendangan itu berhasil mengenai wajah dan tubuh mereka sehingga membuat mereka sedikit terdorong ke belakang.

Di sisi lain, tendangan berputar itu berhasil membuat Tobi kembali mendirikan tubuhnya dengan sempurna.

Gerakan yang dilakukan Tobi itu bernama Starfish Kip Up. (Gerekan break dance yang dilakukan oleh Madara di Op Naruto yang ke 16 - Silhouette).

"Pelajaran kedua, kalian jangan terlalu bernafsu untuk segera menyerang lawan yang memiliki kekuatan yang jauh di atas kalian!" ujar Tobi dengan masih menggunakan nada yang seperti tadi, kekanakan.

Para anggota PPT yang mendengar itu kembali mendecih kesal, mereka benar-benar tidak berdaya melawan pria bertopeng ini, bahkan orang di depan mereka ini hanya bermain-main saja melawan mereka.

"Ayolah cepat angkat teleponnya!".

Para anggota PPT yang mendengar suara gemetar itu otomatis membuat mereka langsung melirikan pandangan mereka kepada sumber suara tersebut, sepertinya teman mereka itu sudah berhasil menyelamatkan teman mereka yang lain yang tadi sempat tercebur ke sungai akibat terkena Uppercut yang sangat kuat dari Tobi, dan sekarang teman mereka itu sedang berusaha menghubungi Ketua mereka.

Mereka yang melihat itu secara tidak sadar tersenyum, mereka pun berpikir kalau mereka akan segera selamat, karena Ketua mereka akan datang dan menghajar pria bertopeng yang sedang mereka lawan ini.

"Pelajaran yang terakhir, jangan pernah mengalihkan pandangan kalian ke tempat lain ketika sedang bertarung!" tanpa mereka sadari, tiba-tiba Tobi sudah berada di depan mereka dan sepertinya dia sudah mengokang tangan kanannya yang kini berada di samping tubuhnya.

Didetik selanjutnya, Tobi melepaskan sebuah pukulan lurus kanan yang berhasil menghantam rahang dari orang yang berada di depannya sehingga membuat orang tersebut terlempar jauh beberapa meter ke belakang dan seketika membuat orang itu pingsan di tempat.

1 K.O. Tersisa 10 orang.

Belum sempat anggota PPT yang lain bereaksi, Tobi kembali melanjutkan seragannya, ia langsung memutar tubuhnya dan melesatkan sebuah Spinning Hook Kick menggunakan kaki kirinya.

*Swung* *Dugh* *Bruk*

Tendangannya itu berhasil mengenai rahang orang yang berada di dekatnya, sehingga membuat orang tersebut terhempas ke samping dan membuatnya menabrak 2 temannya yang kebetulan berada di sebelahnya, hal itu membuat mereka mau tidak mau ikut terhempas juga.

1 K.O. Tersisa 9 orang.

Enam orang yang sudah tersadar segera melesatkan pukulan dan tendangan mereka ke arah Tobi, tapi sayangnya Tobi lagi-lagi berhasil menghidari serangan mereka dengan mudah.

Kemudian Tobi pun melakukan sebuah counter, ia mengangkat tangan kanannya dan segera melakukan sebuah Lariat ke orang yang berada di depannya.

"ORRAA!".

*Dugh*

Lariatnya berhasil mengenai leher salah satu dari mereka sehingga membuat orang itu berhasil terjungkal ke belakang akibat kuatnya tenaga dari Tobi yang menghantam lehernya.

1 K.O. Tersisa 8 orang.

Melihat teman mereka berhasil dijatuhkan, membuat mereka yang tersisa kembali menyerang Tobi, salah satu dari mereka langsung mengarahkan sebuah pukulan lurus ke wajah Tobi.

*Tap* *Bugh*

"Guh!".

Tobi menangkap pukulan itu menggunakan tangan kirinya dan kemudian ia langsung melakukan sebuah counter berupa sebuah pukulan Uppercut yang mengenai ulu hati orang tersebut menggunakan tangan kanannya, hal itu tentu berhasil membuat orang tersebut menundukan tubuhnya dan memegang perutnya kesakitan.

Tobi yang melihat itu, langsung menarik orang yang memukulnya untuk mendekat ke arahnya, lalu dengan cepat Tobi sedikit menundukan tubuhnya sehingga membuat orang itu kini berada di atas bahunya.

(Tobi menggunakan gerakan andalan dari John Cena yang bernama, Attitude Adjustment).

Kemudian Tobi memutar-mutar tubuhnya sehingga membuat orang yang ada di atasnya juga ikut berputar.

*Dugh* *Dugh *Dugh*

Kaki dari orang yang berada di atas bahu Tobi berhasil menghantam rahang dari anggota PPT yang berada di sekelilingnya dengan sangat telak, sehingga membuat mereka satu persatu jatuh pingsan.

*Doom*

"AKHH!".

Setelah melihat lawan-lawannya pingsan, Tobi kemudian langsung membanting orang yang berada di atas bahunya itu ke tanah dengan sangat kuat sehingga menghasilkan sebuah suara dentuman yang terdengar cukup keras, dan pastinya bantingannya tersebut berhasil membuat orang itu pingsan seketika akibat rasa sakit yang ia rasakan.

6 K.O. Tersisa 2 orang.

Tobi kemudian mendekati dua orang yang tadi sempat ikut terlempar akibat ditabrak oleh orang yang ia tendang tadi.

Ia pun mendapati kalau kedua orang itu kini tengah mencoba untuk bangkit.

Dengan gerakan cepat, Tobi langsung berlari ke arah mereka dan melesatkan sebuah tendangan lurus ke arah hidung salah satu dari mereka.

*Dugh*

"Ugh!".

Orang yang terkena tendangan tersebut langsung mengeluarkan darah segar dari hidungnya, kemudian didetik selanjutnya ia pun pingsan akibat tidak bisa menahan rasa sakit yang langsung menjalar ke otaknya.

Tobi kemudian mengalihkan pandangannya kepada orang yang tersisa, tanpa rasa belas kasihan ia langsung memberi orang itu sebuah pukulan 'selamat tidur' yang menghantam rahang orang tersebut dengan sangat kuat.

*Bugh*

"Guh!".

2 K.O. Tersisa 0.

Setelah urusannya di sini selesai, Tobi pun berjalan menjauh dari tempat yang tadi ia gunakan untuk 'membantai' itu, ia kini berjalan menuju tepi sungai, berniat menghajar orang yang sejak tadi mencoba untuk menelepon Kimimaro.

*Tut*

"Ah halo, Kimimaro-sa-" perkataan orang tersebut langsung terhenti ketika merasakan sebuah tendangan yang mendarat dengan keras di belakang telinganya, tendangan itu juga sekaligus membuatnya langsung jatuh pingsan di tempat.

"Halo? Kalian dimana?!".

Tobi mengalihkan pandangannya ke arah ponsel orang itu karena mendengar ponsel itu tengah mengeluarkan suara dari seseorang, orang yang bernama Kimimaro-san.

Tobi yang melihat itu tersenyum miring di balik topengnya, tanpa membuang waktu lagi, ia pun langsung mengangkat ponsel itu.

"Ah moshi-moshi, Kimimaro-chan! Ini aku Tobi si anak baik hihi!".


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King!"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: No pair for today my friend!.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Sebelumnya. . .

Konoha Park, Monday at 19:40 pm.

"Bagaimana, Jirobo?" ujar Kimimaro yang kini sedang duduk di bangku taman setelah memarkirkan motornya tepat di sebelahnya.

Ia kini menatap Jirobo yang masih duduk di atas motornya yang terparkir tepat di depan Kimimaro.

Mereka berdua kelelahan setelah kurang lebih 20 menit berkeliling menyisir area sekitar Taman Konoha ini, demi mencari sosok Guy dan muridnya.

"Pasukan Pemburu Tobi 1 berhasil menghajar Izumo-Kotetsu beserta 8 pengikutnya, PPT 1 kini kembali menyisir di wilayah KHS dan sekitarnya" jawab Jirobo dengan santai.

"Terus bagaimana dengan PPT lainnya?".

"PPT 2 juga berhasil menghajar Dokan beserta 4 pengikutnya, mereka yang mau kembali menyisir di area ini langsung kupindahkan ke wilayah pinggir kota".

Jirobo memindahkan PPT 2 bukan tanpa alasan, ia memindahkan mereka karena di area ini sudah terlalu banyak pasukan RWK yang berkeliaran, termasuk dirinya dan Kimimaro.

Jika Jirobo tidak memindahkan mereka, maka bisa dipastikan kalau para polisi di kota ini akan dengan mudah mengetahui operasi yang mereka lakukan saat ini, dan jika itu terjadi maka polisi-polisi itu akan segera menangkap mereka semua.

"Bagus-bagus!" Kimimaro kembali mengeluarkan senyum bengisnya.

Ia kemudian mengeluarkan sebatang rokok yang tersisa dari bungkus rokok yang ia simpan di dalam saku jaketnya, tanpa membuang waktu lagi, ia langsung membakar ujung rokoknya tersebut, dan mulai menikmati asap tembakau yang perlahan-lahan masuk ke dalam paru-parunya.

"Terus, bagaimana dengan PPT 3? Apa mereka sudah mengirim kabar? Fuhh" Kimimaro menghebuskan asap rokoknya dan menatap Jirobo yang kembali menegecek ponselnya.

"Masih belum ada kabar dari mereka, sepertinya mereka masih berkeliling di area sekitar Shika Commerce" Jirobo kemudian turun dari motornya dan berjalan ke sebuah bangku yang berada di samping Kimimaro.

Tanpa berbasa-basi lagi, Jirobo langsung mendudukan pantatnya di situ.

Jirobo juga mengeluarkan rokoknya yang ia simpan di dalam saku jaketnya, baru saja ia mau membakar rokoknya, Kimimaro tiba-tiba berdiri dari duduknya, hal itu tentu saja dihadiahi tatapan bingung dari Jirobo.

"Kenapa, Kimimaro-san?".

"Hm? Aku mau pergi membeli rokok dan air mineral dulu, di sebelah sana!" Kimimaro menunjuk sebuah toko yang berada lumayan jauh dari tempat mereka berada.

"Kenapa, kau mau titip?" tambah Kimimaro.

"Biar kubelikan!" Jirobo yang baru saja duduk langsung kembali berdiri, ia benar-benar tidak enak ketika melihat pemimpinnya seperti itu, Kimimaro yang melihat itu hanya menaikan sebelah alisnya.

"Tidak usah, kau tunggu saja di sini, sembari menunggu kabar dari mereka yang sedang melakukan tugas mereka" Kimimaro kemudian menaiki motor hitam kesayangannya, tidak butuh waktu lama, ia pun langsung menstarternya.

*Brum*

Jirobo yang menedengar perintah Kimimaro hanya mengangguk paham.

"Kalau begitu aku, aku titip air mineral saja, Kimimaro-san" Jirobo memberikan beberapa yen kepada Kimimaro.

"Oke, oh iya, aku titipkan ponselku padamu!".

"Serahkan itu padaku Kimimaro-san!" Jirobo memberikan hormat kepada Kimimaro, Kimimaro yang melihat itu hanya menatap datar teman gendutnya itu, Jirobo yang ditatap seperti itu seketika mengeluarkan keringat dingin.

'A- apa aku salah bicara?' batin Jirobo, ia lupa kalau suasana hati Kimimaro saat ini masih belum stabil.

Kimimaro hanya menghela nafas pelan ketika melihat kelakuan aneh Jirobo.

Ia kemudian menganggukan kepalanya pelan, setelah itu ia pun melajukan motornya dan meninggalkan Jirobo yang saat ini kembali duduk merokok sendirian di Taman Konoha.

*Brum*

.

.

.

.

.

.

.

.


Uchiha Boxing - Kick Boxing Center, Monday at 19:38 pm.

Delapan menit telah berlalu, pertarungan antara Sasuke melawan Dosu dan Zaku sudah mencapai akhir.

Sasuke saat ini terlihat masih berdiri tegap menatap Zaku dan Dosu yang berada tidak jauh dari dirinya.

Mereka berdua terlihat menggunakan kedua lutut mereka sebagai tumpuan, wajah mereka berdua dihiasi oleh beberapa benjolan dan noda darah yang terlihat di bagian hidung dan di kedua sudut bibir mereka masing-masing.

Tidak hanya itu, mereka juga merasakan sakit yang teramat sangat di bagian liver dan di kedua sisi rusuk mereka akibat terkena beberapa pukulan yang sangat kuat dari Sasuke di area tersebut.

Di sisi lain, Sasuke hanya mendapakan beberapa luka memar di bagian pipi kiri dan di bagian mata kirinya saja, ia juga tadi sempat merasakan pukulan dan tendangan yang bersarang di area perut dan di kedua sisi tulang rusuknya, tapi itu tidak separah Dosu dan Zaku.

Sasuke bisa memastikan kalau mereka berdua masing-masing memiliki setidaknya 1 tulang rusuk yang patah akibat terkena pukulannya.

Tentu saja dia tahu, karena bagaimana pun juga, dia lah yang memberikan luka-luka itu kepada mereka dan asumsinya itu didukung kuat oleh pengalaman tinjunya, berkat itu ia bisa mengetahui gelagat orang yang memiliki gangguan di tulang rusuknya.

"Apa sudah selesai? Kalau sudah, aku mau pulang untuk mandi" ujar Sasuke santai.

Dosu dan Zaku yang mendengar itu menatap Sasuke marah.

"Kami belum mati bangsat!" Dosu kembali berdiri, hal itu diikuti oleh Zaku, kemudian mereka berdua kembali maju menyerang Sasuke.

Sasuke yang melihat itu hanya mendesah pasrah, kemudian ia pun kembali mengangkat kedua tinjunya di depan wajahnya, bersiap menerima serangan.

Ketika jarak mereka sudah dekat, Dosu langsung mengarahkan pukulan kanan lurus mengincar hidung Sasuke, Zaku tidak mau kalah, ia juga ikut melesatkan sebuah serangan yang berupa tendangan lurus menggunakan kaki kanannya yang mengincar ulu hati Sasuke.

Dengan refleks yang cepat, Sasuke langsung sedikit memundurkan badannya ke belakang.

Kemudian didetik yang sama ia melepaskan sebuah pukulan Pull Counter menggunakan tangan kirinya yang berhasil mengenai rahang kanan dari Dosu, sehingga membuat Dosu pun langsung jatuh terduduk, dan sepertinya ia sudah mulai kehilangan kesadarannya.

*Bugh*

"Uhk?!".

Sasuke kemudian melakukan Side-Step ke kiri, guna menghindari tendangan dari Zaku, kemudian didetik yang sama, Sasuke langsung melancarkan sebuah Hook kanan yang berhasil mendarat di rahang kiri dari Zaku.

*Bugh*

"Ugh!".

Zaku langsung jatuh ke samping ketika kembali merasakan sebuah pukulah Hook kanan dari Sasuke mendarat dengan kuat di rahangnya.

Sasuke yang melihat itu mendekati Zaku, kemudian ia mengangkat tangan kanannya tinggi, berniat memberikan pukulan penutup kepada Zaku yang kini tengah berusaha untuk bangkit.

"Selamat tidur, bangsat!".

*Bugh*

Satu pukulan kuat dari Sasuke kembali mendarat dengan keras di rahang Zaku, hal itu secara otomatis membuat Zaku kehilangan kesadarannya.

Dosu yang baru kembali mendapatkan kesadarannya secara penuh mendecih kesal, ketika melihat sahabatnya sudah ditumbangkan oleh Sasuke.

Sasuke kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Dosu yang terduduk di dekatnya.

"Naa tersisa kau, Dosu" Sasuke menatap datar Dosu, Dosu kembali mendecih kesal, ia merutuki dirinya karena ia sama sekali tidak bisa kembali berdiri dari duduknya.

Sasuke kemudian berjalan mendekati Dosu, Dosu yang melihat itu menyiapkan dirinya untuk kembali terkena pukulan dari Sasuke, Sasuke yang melihat itu dengan gerakan simpel langsung mengokang tangan kirinya ke atas, dan kemudian didetik selanjutnya.

"Semoga mimpimu indah, sialan!".

*Bugh*

Pukulan kiri Sasuke mendarat dengan kuat di rahang kanan Dosu, posisi Dosu yang tadi terduduk kini berubah menjadi berbaring dengan pandangan yang terlihat kosong, menandakan kalau dia telah kehilangan kesadarannya.

"Fuhh! Ini benar-benar melelahkan!" Sasuke kemudian berjalan ke arah tas yang tadi ia letakkan di atas bangku, sebelum Dosu dan Zaku menantangnya untuk bertarung.

"Bak mandi, aku datang!" Sasuke kemudian berjalan meninggalkan Dosu dan Zaku yang kini terbaring di atas trotoar jalan dan tidak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

.

.

.


Black Rascal Café Area, Monday at 19:42 pm.

Sepuluh menit telah berlalu, para anggota dari Fraksi Red Fang semuanya telah diratakan oleh pasukan Sakon, tapi jangan salah, 2/3 dari total pasukan Sakon berhasil dikalahkan oleh anggota Red Fang, sehingga membuat pasukan Sakon yang masih sadar kini hanya berjumlah 9 orang saja.

Kini pasukan Sakon yang masih sadar itu tengah menyaksikan pertarungan pemimpin mereka melawan sang rival sekaligus anak dari pemilik sekolah mereka, yakni Inuzuka Kiba.

"Kau sudah habis Kiba!" ujar Sakon yang kesulitan untuk berdiri.

Kini Sakon menggunakan kedua lututnya sebagai tumpuannya, wajahnya benar-benar dibuat babak belur oleh Kiba, hidung dan pelipisnya kirinya mengeluarkan darah, tidak lupa terlihat juga ada noda darah yang menghiasi di kedua sudut bibirnya.

Tidak hanya bagian wajah, Kiba juga berhasil memberikan beberapa luka di bagian tubuhnya.

Sakon pun menatap bengis ke arah Kiba yang berdiri tidak jauh di depannya.

Beralih ke Kiba, kondisinya tidak jauh beda dengan Sakon.

Kiba kini memegangi pelipis kirinya yang sobek dan tentunya mengeluarkan darah yang cukup banyak, bisa dibilang wajah Kiba 'sedikit' lebih bersih dari Sakon, wajah Kiba hanya dihiasi oleh beberapa luka memar dan benjolan di bagian wajahnya, seperti memar di kedua pipi, rahang kiri dan adanya noda darah di kedua sudut bibirnya.

Tidak lupa ada benjolan juga yang menghiasi pipi kiri dan pelipis kirinya yang mengeluarkan darah.

Kemudian soal tubuhnya, Kiba juga sempat beberapa kali terkena pukulan dan tendangan di area tersebut, akan tetapi serangan yang mengenainya sangatlah minim, berterimakasih lah kepada kecepatan dan kegesitan yang ia miliki.

"Kheh, Katakan itu pada dirimu Sakon!" Kiba tersenyum remeh menatap Sakon, ia kemudian menurunkan tangannya yang tadi memegangi pelipisnya yang berdarah.

"Fuhu" dengan satu hembusan nafas Kiba kembali berlari menerjang ke arah Sakon, Sakon yang melihat itu segera menyiapkan tubuhnya.

Kiba yang sudah memangkas jaraknya pun langsung melesatkan sebuah pukulan lurus mengincar rahang Sakon.

*Syut* *Dugh*

"Ugh!".

Serangan Kiba berhasil dihindari oleh Sakon, dan Sakon berhasil melakukan counter berupa hantaman lutut yang mengenai ulu hati Kiba, hal itu membuat Kiba secara refleks memegang perutnya, tidak lupa ia juga menundukkan tubuhnya.

Sakon yang melihat itu langsung menatap salah satu anak buahnya yang memegang pipa besi, anak buahnya yang mengerti tatapan itu segera melemparkan pipa besi miliknya kepada Sakon.

*Tap*

Sakon berhasil menangkapnya dengan sempurna, dengan satu gerakan mengayun, Sakon langsung mengayunkan benda tumpul tersebut ke arah sisi kepala Kiba.

*Swung* *Duak*

"A- APA?!".

Kiba berhasil menghindari ayunan pipa besi Sakon, Kiba bahkan sekaligus berhasil memberikan Sakon counter berupa Rolling Thunder Kick.

Gerakan sama yang sebelumnya ia pakai ketika Sakon pertama kali menyerangnya, berkat hal itu, Sakon pun sedikit terdorong ke belakang.

Kiba kemudian dengan cepat mendirikan tubuhnya, akan tetapi. . .

*Dugh*

"Guh!".

Sakon sudah terlebih dahulu menyarangkan ujung pipa besi yang ia pegang itu ke ulu hati Kiba, hal itu pun membuat Kiba mau tidak mau kembali dibuat berlutut dan memegangi perutnya yang terasa sakit itu.

Sakon yang melihat itu langsung memutar pipa besinya dan langsung menusukkan ujung pipa tersebut ke atas sehingga membuat ujung dari pipa tersebut berhasil menghantam dagu Kiba dengan keras.

*Dugh*

"Akhk!".

Tidak berhenti di situ, Sakon dengan lihainya langsung menarik pipa besi itu dan kemudian didetik selanjutnya ia langsung mengayunkan pipa tersebut menuju ke belakang telinga Kiba.

"MATI KAU INU!".

*Swung* *Dugh*

Kiba yang terkena hantaman besi itu pun terjatuh tidak sadarkan diri.

Tidak lama kemudian, Sakon pun juga ikut jatuh terbaring di samping Kiba, ia sudah benar-benar tidak memiliki sisa tenaga lagi.

Jujur saja, jika bukan karena adrenalinnya yang menggebu-gebu, maka ia tidak akan bisa menyerang Kiba seperti tadi.

Para anak buah Sakon yang melihat itu pun langsung mengerumuni Boss mereka dan membantunya untuk mendudukan dirinya, Sakon yang melihat itu kemudian memberikan senyuman di wajah berantakannya itu.

"Semuanya, kita menang!".

"YAAAA!".

.

.

.

.

.

.

.

.


Shika Commerce Overpass, Monday at 19:43 pm.

Sepuluh menit telah berlalu, dalam sepuluh menit itu, semua pasukan Shino sudah tidak ada lagi yang sadarkan diri, semua pengikutnya itu benar-benar dihajar seperti binatang oleh anak buah Ukon.

Shino yang melihat itu benar-benar murka, akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak karena Ukon terus-terusan menyerangnya.

Karena bagaimana pun juga, bertarung sambil melindungi adalah hal yang terlalu sulit untuk dilakukan seorang diri, mengingat hal itu lagi-lagi membuat Shino frustrasi akibat ketidak berdayaannya untuk bisa melindungi para pengikutnya itu.

Dia benar-benar menyesal karena selama dua bulan belakangan ini, ia tidak mengasah kemampuan bertarung dari teman-temannya.

Shino benar-benar menyesal karena dalam dua bulan belakangan ini, ia hanya mengajak pengikutnya untuk menguatkan ikatan mereka dengan saling bertukar hobi satu sama lain.

Dan lihatlah sekarang, ia benar-benar merutuki keputusan bodohnya itu.

Shino kini memfokuskan pandangannya ke arah Ukon dan pasukannya yang berada tidak jauh di depannya, ia bisa melihat setidaknya ada 10 orang anak buah Ukon yang masih berdiri di belakangnya, dengan artian, teman-temannya yang berjumlah 9 orang telah berhasil mengalahkan 9 orang yang ada di kubu Ukon.

'Sial! Jika saja ini pertarungan yang adil maka aku dan teman-temanku sudah pasti telah memenangkan pertarungan ini!' batin Shino murka.

"Menyerahlah Shino!" Ukon menatap tajam Shino yang kelihatannya benar-benar marah dan frustrasi.

Harus Ukon akui, Shino yang sekarang benar-benar mengerikan, orang itu benar-benar menjadi lebih kuat dibanding dengan sebelumnya ketika ia masih menjadi wakil dari Kiba.

Ukon kemudian berjalan ke arah pipa besi yang tadi ia gunakan untuk membuat kepala Shino berdarah.

"Diam kau bangsat!" Shino membuang kacamata hitamnya yang sudah patah ke samping.

Luka-luka pun bisa terlihat dengan jelas di wajah Shino, terdapat memar-memar yang berada di sekujur di wajahnya, dan bahkan lecet juga terdapat di sana.

Seperti lecet di pipi kiri dan di bagian tulang hidungnya, kemudian mata kirinya terdapat sebuah benjolan yang lumayan besar akibat terkena pukulan yang sangat telak dari Ukon.

Dan juga, di bagian kepala Shino juga terdapat noda darah akibat terkena hantaman pipa besi yang disarangkan oleh Ukon tadi ketika orang itu pertama kali mendatanginya bersama dengan pengikutnya itu.

Tidak hanya bagian kepala, Shino juga terkena beberapa serangan di bagian perutnya, akan tetapi itu tidak terlalu mempengaruhinya, karena sejak tadi ia dan Ukon lebih sering mengincar area wajah saja.

Berpindah ke Ukon, wajah Ukon jauh lebih parah dari Shino, kedua mataya hampir tertutup akibat benjol yang kian membesar akibat terkena beberapa pukulan kuat dari Shino.

Jangan salah, saat kelas 3 SMP dulu, Shino pernah dinobatkan sebagai anak SMP dengan pukulan terkuat yang ada di Konoha, jadi tidak heran kalau Ukon mendapatkan luka benjolan yang cukup besar seperti itu.

Kemudian di wajah Ukon itu juga terdapat memar di kedua pipinya, lalu terlihat adanya noda darah yang menghiasi hidung dan di sudut bibirnya, menandakan tempat itu sebelumnya berhasil dibuat berdarah oleh Shino yang hanya menggunakan tangan kosongnya saja.

Ukon mendecih kesal ketika kembali mengingat hal itu, ia juga kesal karena ia sama sekali tidak bisa membuat Shino berdarah menggunakan tangan kosong, ya memang tadi ia sempat membuat kepala Shino mengeluarkan darah, akan tetapi saat itu ia menggunakan pipa besi sebagai alat untuk membuat Shino mengucurkan darahnya.

"Mati kau!" Ukon tiba-tiba kembali menyerang ke arah Shino, Shino yang melihat itu langsung memasang kuda-kuda Karatenya yang bernama Zenkutsu Dachi.

*Swung*

Ukon langsung mengayunkan pipa besinya ke arah kepala Shino, akan tetapi Shino berhasil menghindarinya dengan sedikit menggeser tubuhnya ke samping, kemudian ia langsung melakukan Ura Zuki, pukulan pendek lurus ke ulu hati lawan.

*Bugh*

"Uhk!".

Shino kemudian menyambungnya menggunakan Mawashi Zuki menggunakan tangan kanannya yang mengarah ke belakang telinga kiri Ukon.

*Bugh*

Lagi-lagi pukulan dari Shino berhasil mengenai Ukon dan berhasil membuat Ukon sedikit terdorong ke samping, Shino yang merasa momentumnya masih belum hilang kembali maju menyerang Ukon.

Shino kemudian mengangkat kaki kanannya, berniat untuk menyarangkan tendangan penutup andalannya yang mengincar rahang kiri Ukon.

Shino mencoba melakukan tendangan favoritnya dari Karate yang bernama, Mawashi Geri.

Tentu saja ia melakukan itu semua dengan niat untuk segera mengakhiri pertarungan ini.

*Dugh*

"Uhk?!".

Tanpa diduga-duga, Ukon melemparkan pipa besinya ke arah Shino, hal itu pun berhasil mengenai jidatnya sehingga membuat Shino harus kehilangan konsentrasinya.

Ukon yang melihat itu langsung menangkap kaki Shino dan kemudian didetik selanjutnya ia langsung membanting Shino ke tanah.

*Doom*

"Gahk!".

Ukon yang melihat bantingannya berhasil segera menduduki perut Shino, kemudian ia memukul-mukul wajah Shino secara membabi-buta.

"HAHAHAHA! MAMPUS KAU BANGSAT!" Ukon tertawa bagaikan orang gila.

Pengikut Ukon yang melihat itu seketika dibuat merinding, memang julukan The Demon Twin itu benar-benar cocok untuk si Duo kembar Ukon dan Sakon ini, mereka benar-benar kejam seperti iblis!.

*Bugh* *Bugh* *Bugh*

Beberapa detik kemudian, Ukon mengentikan pukulannya, ia terengah-engah setelah mengeluarkan seluruh tenaganya ke dalam pukulan-pukulan yang ia lepaskan tadi, ia menatap Shino yang berada di bawahnya.

Dan benar saja, ia kini mendapati kondisi Shino yang saat ini benar-benar sudah kehilangan kesadarannya, wajah Shino juga berhasil ia buat babak belur, dan nampaknya Ukon berhasil membuat hidung dan pelipis kiri Shino mengucurkan darah.

Hal itu membuat senyum mengerikan di wajahnya mengembang.

Akhirnya dia berhasil membuat Shino berdarah!.

Kemudian Ukon berdiri dengan susah payah dari tubuh Shino, anak buah Ukon yang melihat itu segera membantu pemimpin mereka, Ukon yang melihat itu langsung menarik nafas dalam-dalam, kemudian. . .

"KITA MENANG!".

"UOOOH!".

.

.

.

.

.

.

.

.


50 Meters from Hyūga Café, Monday at 19:47 pm.

Sebelas menit telah berlalu, 6 dari 8 orang pengikut dari Kidomaru telah berhasil dikalahkan oleh pengikut Neji.

Berbeda dengan Neji, seluruh pengikutnya itu sudah lebih dulu dikalahkan oleh pasukan Kidomaru, sehingga membuat pasukan Kidomaru secara otomatis memenangkan pertarungan antar kelompok tersebut, walaupun hanya menyisakan 2 orang saja yang masih tersadar dari kelompok mereka.

Kedua orang itu kini tengah menyaksikan pertarungan pemimpin mereka yang sedang melawan Freshmen dari KHS yang bernama Hyūga Neji.

Pertarungan Kidomaru dan Neji ini benar-benar intens, mereka saling jual beli pukulan dan bahkan bantingan pun juga termasuk dalam pertarungan mereka.

*Doom*

"Guhah!".

Neji berhasil membanting Kidomaru menggunakan teknik bernama Osoto Gari, dengan cara mengaitkan kaki Neji ke salah satu kaki tumpuan dari Kidomaru, tidak lupa Neji juga menggunakan bantuan tangannya untuk menambah daya dorongan atau bantingannya tersebut.

Melihat bantingannya berhasil, Neji langsung berinisatif untuk segera melakukan Ground and Pound.

Tanpa mau membuang waktu lagi, Neji pun langsung menindih perut Kidomaru, kemudian Neji langsung menghajar wajah Kidomaru tanpa rasa belas kasihan sedikit pun.

*Bugh* *Bugh* *Bugh*

'Si-sial aku bisa kalah!' batin Kidomaru.

Tidak mau terkena pukulan lagi, Kidomaru langsung membalikan tubuhnya sehingga membuat posisinya kali ini membelakangi Neji.

Kemudian Kidomaru berusaha mendirikan tubuhnya dengan memanfaatkan salah satu tangannya dan juga kedua lututnya sebagai tumpuannya, sembari ia meggunakan menggunakan tangan lainnya untuk melindungi telinga dan rahangnya agar tidak terkena pukulan dari Neji.

Neji yang melihat itu tersenyum miring, inilah rencana awalnya, ia sengaja melakukan GnP (Ground and Pound) untuk memaksa Kidomaru untuk segera melepaskan diri dari GnPnya.

Ia sudah memprediksi kalau Kidomaru akan menggunakan cara seperti ini, kemudian ketika Kidomaru lengah, Neji akan segera melakukan kuncian dari Judo yang bernama Hadaka Jime atau biasa dikenal dengan nama Rear Naked Choke.

Hal yang ditunggu oleh Neji pun tiba, ia segera melingkarkan lengan kanannya di leher Kidomaru, dan tangan kirinya ia gunakan untuk menguatkan kuncian dari tangan kanannya tersebut.

"Hrk!" Kidomaru membulatkan matanya.

Sial, ternyata Neji menggunakan Rear Naked Choke! Ia harus segera mencari cara untuk melepaskan diri dari kuncian yang mengerikan ini sebelum ia dibuat pingsan oleh Neji.

Sebuah ide pun terlintas dipikirannya, Kidomaru meraba-raba wajah Neji, mencari letak dimana kedua bola matanya berada. Dan bingo!.

*Stab*

"AAAHK!".

Kidomaru dengan kejamnya menusuk kedua bola mata Neji menggunakan jari-jari tangannya sehingga membuat cekikan Neji terlepas dari lehernya.

Kidomaru yang melihat usahanya berhasil langsung mencoba untuk membalikan keadaan. Ia kemudian berdiri dan langsung memberikan Neji sebuah tendangan keras yang mengenai rahang Neji.

*Dugh*

"Uhk!".

Tendangan dari Kidomaru itu berhasil mengenai rahang Neji dengan telak sehingga membuatnya jatuh terbaring.

Melihat upayanya berhasil, Kidomaru pun tidak mau menghentikan serangannya, ia kini memberikan Neji hal yang sama dengan yang Neji lakukan tadi kepadanya.

Yes, Ground and Pound! Ia berniat untuk membuat wajah Neji babak belur sampai membuatnya pingsan.

*Bugh* *Bugh* *Bugh*

"HAHAHAHA RASAKAN INI BANGSAT!" Kidomaru memukul Neji secara membabi-buta.

Neji yang belum meredakan rasa sakit yang ada di kedua matanya kini harus kembali menderita dengan rasa sakit baru yang kini menjulur ke suluruh wajahnya.

Tidak mau menjadi samsak hidup dari Kidomaru, Neji pun langsung menyilangkan kedua lengannya, berupaya untuk memblok rentetan pukulan dari Kidomaru.

"K- kau curang sialan!" ujar Neji yang masih terus berupaya menahan pukulan dari Kidomaru yang terus menghujamnya.

"Sudah kubilang ini adalah pertarungan jalanan! Tidak ada peraturan Judo yang tolol di sini!" Kidomaru masih terus melayangkan pukulannya ke arah Neji, namun pukulannya itu lebih bervariasi dari sebelumnya

Kini pukulannya itu sudah tidak menuju ke arah wajah Neji saja, pukulannya itu kini ia arahkan di berbagai titik tubuh Neji, yakni ke arah liver, ulu hati dan kedua rusuk Neji.

Well Kidomaru tidak salah, ini adalah pertarungan jalanan yang tidak memiliki peraturan sama sekali, kalau pun ada aturannya, maka aturan itu pasti adalah larangan untuk saling membunuh satu sama lain.

Neji yang mendengar itu mendecih kesal, selagi ia melindungi tubuhnya dari serangan Kidomaru, ia harus segera mencari cara untuk melepaskan diri dari posisi yang merugikannya ini.

Jika Kidomaru bermain curang, maka Neji juga akan seperti itu!.

Neji tiba-tiba membuka pertahanannya, kemudian dengan gerakan yang sangat cepat ia menggunakan kedua tangannya itu untuk menarik kepala Kidomaru ke bawah, lalu didetik selanjutnya. . .

*Dugh*

"Ahk?!".

Neji menyundul hidung Kidomaru sehingga membuat hidungnya mengeluarkan darah segar, hal itu juga berhasil membuat dirinya lepas dari kekangan Kidomaru yang tadi berada di atas tubuhnya.

Neji tentu saja akan memanfaatkan hal itu dengan sesegera mungkin melakukan teknik bantingan yang tadi pagi ia gunakan kepada Naruto, nama teknik bantingan itu adalah Tomoe Nage.

*Doom*

"Guhh!".

Neji berhasil membanting Kidomaru, Neji segera bangkit untuk melanjutkan serangannya, ia kembali maju menerjang ke arah Kidomaru yang kini tengah terbaring.

Kidomaru yang melihat itu tentu tidak tinggal diam, ia juga ikut bangkit, tidak lupa mengambil sebuah kerikil yang ada di dekatnya.

Baru saja ia mengambil kerikil tersebut, tiba-tiba sebuah tendangan lurus dari Neji membuatnya terpaksa harus segera menggulingkan badannya ke samping.

*Syut*

Neji yang melihat tendangannya luput dari sasaran hanya mendecih kesal, ia kembali berlari menerjang ke arah Kidomaru yang kini tengah berlutut, Kidomaru yang melihat itu tersenyum miring.

Tiba-tiba Kidomaru melemparkan kerikil yang tadi ia ambil ke wajah Neji, Neji yang melihat itu dengan refleks yang cepat langsung melindungi wajahnya.

Kidomaru yang melihat itu langsung bangkit dan menyundul ulu hati Neji yang terlihat tidak memiliki pertahanan sama sekali.

*Dugh*

"Uhuk!".

Neji berhasil dibuat jatuh terduduk dengan Kidomaru yang lagi-lagi berada di atasnya, melihat serangannya berhasil, Kidomaru langsung memindahkan dirinya ke belakang tubuh Neji dan kemudian dengan cepat ia melakukan teknik yang tadi Neji coba lakukan kepadanya yakni, Hadaka Jime atau Rear Naked Choke.

Kidomaru pun berhasil menjepitkan lengannya ke leher Neji yang terbebas, setelah itu Kidomaru kemudian segera menjatuhkan tubuhnya ke belakang sehingga membuat Neji yang tadi terduduk, kini harus ikut terjatuh ke belakang.

Berkat menjatuhkan badannya ke belakang membuat kuncian dari Kidomaru itu semakin erat melilit leher Neji.

Neji tentu tidak tinggal diam, ia kini berupaya melepaskan dirinya dari kuncian tersebut, akan tetapi sepertinya ia sudah terlambat.

Beberapa detik kemudian tubuh Neji yang tadi sempat memberontak akhirnya berubah lemas tidak berdaya setelah beberapa detik berada dalam kuncian yang sangat rapat dari Kidomaru.

Hal itu pun mengindikasikan kalau ia (Neji) telah pingsan dan telah berhasil dikalahkan orang yang selama ini ia selalu kalahkan di kejuaraan Judo Nasional, yakni Kidomaru.

Kidomaru yang merasakan tubuh Neji sudah tidak bergerak, segera melepaskan pitingannya.

Well, ia tidak mau masuk penjara karena terus memiting leher Neji sampai membuatnya mati.

Kidomaru kemudian mendirikan tubuhnya, ia menatap wajah Neji sebelum pergi ke arah kedua anak buahnya yang kini bersorak menyambut kemenangannya.

Ia terlebih dahulu melihat wajah Neji yang memiliki beberapa luka memar di sekujur wajahnya, dan Neji juga memiliki sebuah benjol yang lumayan besar yang ada di area mata kirinya.

Sepertinya GnP dari Kidomaru berhasil membuat beberapa luka yang lumayan serius kepada orang yang ia benci itu. Kidomaru pun tersenyum sinis.

Tetapi senyumnya itu hilang ketika menatap wajahnya dari pantulan air selokan yang berada di dekatnya.

Ternyata wajahnya jauh lebih hancur dari Neji, tulang pipi kirinya bengkak, kemudian hidung dan kedua pelipisnya mengeluarkan darah yang cukup banyak, dan ia juga bisa melihat kalau di bagian sudut kiri bibirnya terlihat sedikit sobek dan mengeluarkan darah, mungkin sobekan itu berasal dari tendangan kuat dari Neji tadi. Entahlah ia tidak peduli.

Kidomaru menggelengkan kepalanya, ia kemudian mencoba berjalan ke arah kedua anak buahnya yang juga berjalan mendekatinya, tiba-tiba Kidomaru kehilangan keseimbangannya dan terjatuh di atas tanah dan mengerang kesakitan ketika rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba muncul di punggungnya.

Kidomaru yakin kalau rasa sakit itu berasal dari bantingan-bantingan kuat dari Neji yang tadi ia dapatkan ketika mereka bertarung, sepertinya adrenalinnya lah yang membuatnya tadi tidak mersakan rasa sakit ini.

Anak buah Kidomaru yang melihat itu langsung mencoba merangkul Kidomaru dan membantunya unruk bangkit secara perlahan. Kidomaru yang melihat itu memberikan senyumannya kepada dua anak buahnya yang tersisa itu.

"A- aku. . . menang" Kidomaru pun akhirnya pingsan karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang kini menjalar di sekujur tubuhnya.

.

.

.

.

.

.

.

.


Konoha Family Billiard, Monday at 19:48 pm.

"Dan ini yang terakhir!".

*Bugh*

Pukulan Shisui mendarat dengan mulus di rahang orang tersebut, orang itu pun akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Shisui kemudian mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dan kini terlihat lah, di sekelilingnya itu telah dipenuhi oleh orang-orang RWK yang berserakan tidak sadarkan diri.

Shisui kemudian mengalihkan pandangannya ke Itachi yang sedang duduk beristirahat, di samping Itachi juga terlihat 4 orang anak buah Sai yang kini terbaring tidak berdaya, tapi terlihat masih sadarkan diri.

Bisa dibilang kondisi mereka ini lumayan bersih dari luka-luka, padahal mereka baru saja melawan 50 Sophomore RWK.

Berterimakasih lah kepada Shisui dan Itachi yang mendominasi pertarungan tadi.

Keempat anggota Sai kembali mengingat momen ketika Shisui mengamuk.

Orang itu benar-benar seorang Monster- Ah tidak, maksud mereka Iblis!. Orang itu memiliki power yang sangat mengerikan, mungkin sama kuatnya dengan si Namikaze itu atau mungkin malah lebih kuat darinya.

Wakil Pemimpin mereka itu juga memiliki kecepatan yang mengagumkan, padahal tubuh wakil pemimpin mereka itu tergolong besar.

Lalu soal pertahanan, orang itu seperti memiliki tubuh yang terbuat dari baja! Tendangan dan pukulan yang mengenainya seperti tidak memiliki efek sama sekali di tubuhnya!.

Mereka menegukan ludah mereka secara kasar, Wakil Pemimpin mereka ini memang benar-benar seorang iblis!.

Berpindah ke Ketua Fraksi mereka, yakni Uchiha Itachi, Pemimpin mereka ini bagaikan seorang hantu, karena ia bisa dengan mudah menghindari semua rentetan pukulan dan tendangan yang mengarah kepadanya. Ingat! Semuanya!.

Mereka kembali dibuat menegukkan ludah mereka secara kasar ketika mengingat hal itu, Ketua mereka ini benar-benar mengerikan!.

Tidak hanya itu, Pemimpin mereka juga bisa dengan mudah menjatuhkan musuh-musuh yang terus berdatangan ke arahnya, Pemimpin mereka ini menjatuhkan mereka semua hanya dengan melepaskan satu sampai dua pukulan saja!.

Mereka harus akui, kalau akurasi pukulan dari Pemimpin mereka ini benar-benar tidak ada duanya!. Jujur saja, mereka tidak pernah melihat orang yang bisa melakukan hal seperti itu di selama hidup mereka.

Tapi dibalik kehebatan Pemimpin mereka itu, entah kenapa ketika memasuki akhir-akhir pertarungan, Pemimpin mereka itu tiba-tiba bertarung buruk, sehingga membuat Wakil Pemimpin mereka harus ikut membantunya yang saat itu mulai kewalahan.

Tapi tetap saja, bagi mereka, Pemimpin mereka ini merupakan seorang Monster yang sangat menakutkan!.

Beralih ke Shisui, ia kini berjalan mendekat ke arah teman-temannya, dan setelah sampai, ia pun mengambil posisi duduk selonjoran di samping Itachi.

"Apa kau tidak apa?" Shisui menatap khawatir sepupunya yang sepertinya asmanya tadi sempat kambuh.

Itachi yang mendengar pertanyaan Shisui hanya menganggukan kepalanya pelan, tidak lupa Itachi juga memberikan senyuman yang menandakan kalau ia baik-baik saja.

Shisui yang melihat itu hanya tersenyum simpul, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah anak buah Sai yang kini sedang berusaha duduk dari posisi mereka yang sebelumnya.

"Hoy kalian, apa kalian tidak apa-apa?" tanya Shisui dengan senyuman yang masih belum lepas dari wajahnya.

"I- iya, kami baik-baik saja, Shisui-san!" jawab salah satu dari mereka, mereka yang diwakilkan hanya menganggukkan kepala mereka, menyetujui perktaan temannya.

"Kalian tadi lumayan hebat! Sepertinya latihan yang kuberikan ke kalian benar-benar ampuh huh? Hahaha" Shisui kini tertawa pelan ketika melihat anak buahnya yang kini sedang menggaruk pipi mereka malu.

Ya mereka malu karena sebelumnya mereka sering sekali mengeluh ketika dilatih dengan keras oleh Shisui, dan lihatlah hasilnya sekarang, kemampuan mereka jauh berkembang dibanding dengan sebelumnya, jauh sebelum mereka menjadi anggota UE.

Itachi juga dibuat tertawa pelan ketika melihat kelakuan dari anak buahnya itu. Itachi kemudian bangkit dari duduknya.

"Hahh, aku lapar, ayo kita ke Ichiraku!" Itachi kemudian berjalan dengan santai, meninggalkan Shisui dan anak buahnya yang masih terduduk.

"Hey tunggu aku!" Shisui yang melihat itu segera mendirikan tubuhnya dan mengejar Itachi, kemudian ia mensejajarkan langkahnya dengan sepupunya itu.

Di belakang mereka, kini terlihat keempat anak buah Sai yang kini saling merangkul satu sama lain, berjalan mengekor di belakang Itachi dan Shisui yang kini saling mengejek perihal pertandingan billiard mereka tadi. Hal itu sontak membuat mereka berempat tertawa.

'Aku suka berada di Fraksi ini!' batin mereka secara bersamaan.

.

.

.

.

.

.

.

.


Konoha Park Sidewalk - Alleyway, Monday at 19:48 pm.

Di sebuah gang yang berada di dekat taman Konoha, kini terlihat ada 8 orang anggota RWK yang tergeletak pingsan dan ada 4 orang lagi saling berhadapan.

Keempat orang itu adalah Sai yang saat ini sedang menghadapi Misumi dan Lee yang sedang menghadapi Yoroi.

Keadaan mereka berempat terlihat berbeda-beda.

Yang pertama ada Sai, wajahnya hanya dihiasi oleh memar di beberapa bagian wajahnya, terlihat juga ada jejak darah di dekat pelipisnya, luka itu berasal dari hantaman benda tumpul (pipa besi) yang beradu dengan kepalanya.

Berpindah ke tubuh Sai, ia tadi menerima lumayan banyak pukulan, tendangan maupun hantaman dari benda tumpul dari lawannya, hal itu sempat membuatnya kewalahan dan hampir saja dibuat pingsan oleh Misumi beserta pasukannya itu.

Akan tetapi Lee dengan sigap memberikan bantuannya, dengan cara menyerang pasukan itu secara barbar.

Ya walaupun Lee juga hampir dibuat pingsan sih, tetapi berkat upayanya itu, ia berhasil membuat Sai kembali menstabilkan dirinya.

Berpindah ke Lee, ya wajahnya bisa dibilang cukup babak belur dengan beberapa memar yang tersebar di wajahnya, dan juga ada bengkak yang menghiasi pelipis kirinya yang sekaligus mengeluarkan darah.

Sama seperti Sai, pelipisnya juga berdarah karena dihantam oleh benda tumpul (tongkat baseball).

Pada saat itu terjadi, ia sempat kehilangan kesadarannya, akan tetapi Sai dengan cepat menyadarkannya, sehingga Lee masih bisa bertarung sampai sekarang.

Oh iya, Lee juga sempat menerima damage yang lumayan serius di bagian tubuhnya, kalau tidak salah ingat, ada beberapa hantaman dari berbagai benda tumpul yang mendarat di perutnya tersebut, dan membuatnya sempat meludahkan darah dari mulutnya.

Beralih ke lawan mereka berdua, yakni Misumi dan Yoroi. Well, wajah mereka adalah definisi babak belur yang sebenarnya, memar dan bonyok menghiasi seluruh wajah mereka, hidung mereka berdua juga mengeluarkan darah segar akibat menerima pukulan telak dari Sai dan Lee.

Kemudian perihal luka di bagian tubuh, sepertinya kondisi mereka masih lebih baik daripada Sai dan Lee yang tadi sempat dihantam oleh rentetan serangan di area tersebut, mulai dari pukulan, tendangan, maupun hantaman benda tumpul.

Beralih ke pertarungan mereka, kini Sai sudah berada diakhir pertarungannya melawan Misumi, Sai yang tidak mau membuang waktunya lagi langsung merengsek maju menuju Misumi yang sekarang sedang duduk berlutut memegangi hidungnya yang berdarah.

"Rasakan ini sialan!" Sai langsung melesatkan pukulan lurus ke rahang Misumi, Misumi yang melihat itu mati langkah, ia pun hanya bisa pasrah ketika melihat bogeman dari Sai kini menuju ke rahangnya yang sama sekali tidak memiliki pertahanan.

*Bugh*

Sai berhasil mendaratkan pukulan lurusnya yang mengenai rahang Misumi dengan telak, bersamaan dengan itu, Misumi akhirnya jatuh pingsan dan menghantam tanah dengan sangat keras.

"Hahh hahh, apa kau baik-baik saja, Lee?" Sai menoleh ke sampingnya, menatap ke arah tempat yang Lee gunakan untuk menghadapi Yoroi. Sai dapat melihat kalau lawan dari Lee yakni Yoroi, sepertinya sudah mulai sempoyongan.

Sai kemudian mengalihkan pandangannya ke sosok Lee yang baru saja melompat di udara sambil memutar badannya 360 derajat, tidak lupa sambil mengangkat kaki kanannya. Kemudian. . .

"Konoha Senpu!".

*Dugh*

"Guhahh!".

Tendangan memutar Lee berhasil mendarat tepat di kepala Yoroi, hal itu membuat Yoroi harus terlempar ke samping dan menabrakkan tubuhnya di dinding gang yang ada di situ, didetik selanjutnya, ia pun jatuh pingsan akibat rasa sakit luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya.

*Tap*

Lee mendaratkan tubuhnya, tidak lama kemudian, ia pun jatuh terduduk akibat merasakan kelelahan setelah bertarung habis-habisan melawan anggota Misumi-Yoroi yang tadi mengepungnya bersama Sai.

Sai tersenyum tipis ketika melihat teman SMPnya berhasil memenangkan pertarungan tersebut, ia kemudian berjalan menghampiri Lee.

"Kerja yang bagus, Lee-kun! Kau semakin hebat ya!" Sai kemudian mengulurkan tangannya, berniat membantu Lee untuk kembali berdiri dari duduknya.

"Hahh hahh, T- terimakasih!" Lee tersenyum lebar, kemudian ia menerima uluran tangan Sai.

Namun ketika Lee mendirikan tubuhnya, ia tiba-tiba kembali kehilangan keseimbangannya, akan tetapi Sai sudah terlebih dulu menangkap tubuhnya sebelum ia mencium tanah.

Kemudian Sai pun merangkul Lee dan kembali membantunya untuk menyeimbangkan tubuhnya.

"Maaf merepotkanmu Sai-kun!" Lee menatap bersalah ke arah mantan Boss SMPnya.

"Tidak perlu meminta maaf, karena Ini sudah menjadi hal yang biasa ketika kau bertarung bersama temanmu, jadi mulai sekarang kau harus membiasakan dirimu itu" Sai memberikan senyum palsu andalannya.

Lee yang melihat itu mengangguk paham, mereka berdua pun berjalan meninggalkan gang tersebut dengan langkah yang terseok-seok.

*Brum*

Baru saja mereka berdua keluar dari gang, entah sial atau bagaimana, mereka kembali bertemu dengan salah satu orang yang berasal dari geng RWK yang sepertinya orang itu baru saja membeli sesuatu dari sebuah toko yang berada di dekat gang yang tadi mereka gunakan untuk berkelahi.

"Murid Guy?! Akhirnya aku menemukanmu!".

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue~.

Alhamdulillah, akhirnya chapter ini selesai juga. Sebenarnya aku berniat merilis chapter ini sebelum bulan puasa, akan tetapi aku membatalkannya setelah kembali membaca awal-awal chapter dari ficku ini, kenapa? Men, tulisannya sangat amburadul!.

Singkat cerita, akhirnya aku memutuskan untuk memperbaiki ficku ini, mulai dari memperbaiki tata bahasa, mencoba menghilangkan typo dan bahkan aku juga menambah beberapa kalimat sampai paragraf agar bisa menutupi plot hole yang tidak sengaja kubuat.

Jadi kusarankan kepada kalian untuk membaca ulang, tapi kalau tidak mau ya tidak apa-apa.

Oh iya, aku saat ini hanya memperbaiki chapter 1 sampai chapter spesial NaruIno, dan mungkin aku akan memperbaiki sisanya jika ada waktu, karena di ramadhan ini aku lumayan sibuk.

Oh iya aku mau meminta sesuatu kepada reader-reader sekalian, bisakah kalian memberikan aku nama-nama yang ada di Top 5 Freshmen terkuat di KHS saat ini?.

Well, aku hanya penasaran dan ingin melihat seberapa bagus observasi kalian perihal perbandingan kekuatan yang dimiliki oleh para Freshmen KHS.

Well, mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.