Setelah Naruto mengantar Ino pulang ke asramanya, Naruto langsung sesegera mungkin berlari menuju restoran (YakiniQ) milik sahabatnya, yakni Chouji.

Selain karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempatnya, Naruto juga tentu ingin mengecek keadaan Chouji sekaligus ingin memberitahukan kepada sahabatnya itu perihal pergerakan aneh yang dilakukan oleh geng RWK yang sepertinya sedang berpatroli di wilayah KHS.

Naruto bukanlah orang baru dengan hal yang seperti ini.

Dia tahu jika sebuah geng motor tengah berpatroli di wilayah musuh, maka hal itu mengindikasikan kalau mereka sedang melakukan sebuah pergerakan.

Entah itu balas dendam, pelebaran wilayah atau mungkin mereka sedang mencari perkara kepada geng yang menguasai tempat tersebut dan kemungkinan besar mereka ingin mengajak geng tersebut untuk perang.

Setelah Naruto sampai di tujuan, ia langsung masuk ke dalam restoran milik keluarga sahabatnya tersebut, Naruto dibuat menghela nafas lega setelah tahu kalau Chouji tidak kenapa-kenapa, Naruto pun memberitahukan kepada Chouji perihal pergerakan RWK yang tadi ia lihat.

Setelah itu, Naruto kemudian menyuruh Chouji untuk menelepon Shikamaru, Sasuke dan Lee, tentu saja dengan niat yang sama seperti tadi, yakni untuk mengecek keadaan sahabat-sahabatnya itu.

Apakah mereka baik-baik saja, ataukah mereka dalam bahaya.

Chouji tanpa membuang waktu lagi langsung menelepon Shikamaru.

Setelah beberapa detik menelepon, Shikamaru pun mengangkat teleponnya, Chouji kemudian langsung mengeraskan suara ponselnya agar Naruto juga dapat mendengar suara Shikamaru.

Dan apa yang mereka dapati, mereka mendengar suara parau khas orang bangun tidur dari Shikamaru. Wajar saja, karena dia baru saja bangun tidur setelah melarikan diri dari Naruto dan Ino yang sedang 'bermesraan' di Konoha Arcade.

Menurutmu apa yang akan si Rusa pemalas ini lakukan ketika ia memiliki waktu kosong? Tentunya ia akan pulang ke rumahnya untuk tidur!.

Naruto dan Chouji yang mendengar itu dibuat sweatdrop, mereka kemudian menghela nafas lega setelah tahu kalau sahabat mereka itu baik-baik saja.

Shikamaru yang dibangunkan oleh telepon dari Chouji sontak bertanya, kenapa mereka meneleponnya malam-malam begini? Naruto pun menjawabnya dengan memberitahukan Shikamaru sebuah informasi yang tadi ia dapatkan ketika mengantar Ino pulang.

Naruto kemudian memanggil Shikamaru untuk berkumpul di YakiniQ.

Shikamaru yang mendengar itu hanya mengiyakan saja perkataan Naruto, karena menurut Shikamaru, kejadian ini merupakan sebuah hal yang serius dan sepertinya kejadian ini juga ada sangkut pautnya dengan dirinya dan Naruto.

Shikamaru kemudian segera beranjak dari futonnya, dan menuju ke wastafel kamar mandi yang ada di kamarnya. Kenapa? Tentu saja untuk mencuci mukanya!.

Setelah selesai, Shikamaru langsung bergegas menuju ke garasi rumahnya, tempat dimana ia memarkirkan motor Honda CB100 kesayangannya.

Tidak lupa ia terlebih dahulu memberitahu Naruto dan Chouji untuk menunggunya di situ.

Setelah menelepon Shikamaru, Chouji kemudian menelepon sahabatnya yang satu lagi, yakni Sasuke.

Tidak butuh waktu lama, telepon Chouji langsung diangkat oleh Sasuke, Naruto dan Chouji segera menanyakan keadaan Sasuke, dan apa yang mereka dapatkan, ternyata Sasuke baru saja selesai berkelahi melawan dua orang anggota RWK yang menyerangnya ketika ia baru saja keluar dari tempat latihannya.

Naruto yang mendengar itu tentu saja murka dan bersumpah akan menghajar orang yang berani menghajar sahabatnya itu, Chouji yang melihat Naruto seperti itu langsung berusaha untuk menenangkannya.

Sasuke yang mendengar itu pun segera membantu Chouji untuk menenangkan Naruto, Sasuke kemudian kembali berkata kalau ia tidak apa-apa dan ia hanya memiliki beberapa luka memar saja di wajahnya, malahan lawannya lah yang terluka parah akibat melawan dirinya.

Sasuke kemudian memberitahu mereka kalau mereka tidak perlu mengkhawatirkannya.

Well, akan sangat menyusahkan jika sahabat kuningnya itu mengamuk, untung saja ada Chouji di sana yang menenangkannya.

Amarah Naruto akhirnya bisa diredam, ia kemudian memanggil Sasuke untuk berkumpul di YakiniQ, karena ia (Naruto), Chouji dan Shikamaru akan melakukan patroli di wilayah KHS dan sekitarnya, ingin mencari tahu maksud dan tujuan apa yang diinginkan oleh geng RWK.

Sasuke yang mendengar itu tentu saja mengiyakannya.

Sasuke yang baru saja selesai mandi segera mengeringkan tubuhnya, ia kemudian memakai pakaiannya yang tadi sudah ia letakkan di atas kasurnya.

Setelah selesai, ia kemudian berjalan menuju ke garasi, tempat ia memarkikan motor Triumph Bonneville T100 hitam andalannya.

Tanpa berbasa-basi lagi, ia langsung menaiki motornya itu dan sesegera mungkin melajukan motornya menuju ke restoran YakiniQ, tentunya setelah ia berpamitan kepada sang Ayag dan Ibu tercinta.

Naruto dan Chouji hanya tersenyum simpul setelah mendengar kalau kedua sahabatnya yang tadi mereka telepon sedang menuju ke sini, Naruto kemudian menyuruh Chouji untuk menelepon Lee.

Chouji lagi-lagi menggunakan ponselnya untuk menelepon si Alis tebal.

Beberapa menit kemudian, telepon mereka sama sekali tidak direspon oleh Lee.

Asumsi-asumsi pun mulai bermunculan di kepala mereka berdua, bagaimana tidak? Kejadian ini adalah hal yang lumayan langka bagi mereka, karena seingat mereka, jika Lee ditelepon, maka Lee akan sesegera mungkin untuk mengangkat teleponnya.

Tidak lama setelah itu, Shikamaru pun datang dan langsung bergabung dengan Naruto dan Chouji yang masih berusaha untuk menelepon Lee.

Chouji yang melihat Shikamaru datang akhirnya menghentikan panggilannya. Mereka bertiga pun segera bertukar informasi dan menyusun rute yang akan mereka lalui.

Beberapa menit kemudian, Sasuke pun juga muncul dan langsung ikut nimbrung dengan sahabat-sahabatnya.

Setelah beberapa menit berbincang, mereka pun memutuskan untuk segera melakukan patroli mereka, dengan memprioritaskan untuk mencari Lee terlebih dahulu.

Kata Chouji, di jam seperti ini Lee biasa terlihat berjalan-jalan di area Taman Konoha.

Tidak mau membuang waktu lagi, mereka pun segera keluar dari restoran milik keluarga Chouji, tentunya setelah Chouji meminta asistennya yang ada di situ untuk menggantikannya menjaga restoran.

Mereka berempat pun berjalan ke arah motor yang tadi Sasuke dan Shikamaru parkirkan di depan restoran (YakiniQ).

Dengan posisi Sasuke membonceng Naruto, dan Shikamaru yang membonceng Chouji, mereka pun melajukan motor mereka menuju area sekitar Taman Konoha.

.

.

.

.

.

.

.

.


Konoha Park, Monday at 20:05 pm.

"Yang benar saja?! Sepuluh menit katamu?!" ujar Jirobo sambil berdiri dari duduknya, wajahnya terlihat marah.

'Sial, apa orang ini bercanda? Sepuluh menit dari Taman Konoha menuju ke Shika Comm Riverbed katanya?' batin Jirobo.

Permintaan orang itu benar-benar menyulitkan! Mustahil sih tidak, tapi dari sini menuju ke tepi sungai Shika Commerce itu jaraknya lumayan jauh, ditambah lagi lalu lintas di jam begini masih cukup padat.

"Baiklah, tunggu kami di situ!" Jirobo kemudian menaiki motornya yang tadi ia parkir.

"Ingat, jika sedikit saja kalian telat, aku akan langsung pergi dari sini! Aku benci menunggu!" ujar Tobi dengan suara yang kini terdengar sangat berat.

*Tut*

Tobi memutuskan panggilan itu secara sepihak, Jirobo kemudian memasukan ponsel Kimimaro ke dalam saku jaketnya.

"Kalau begitu, aku harus menjemput Kimimaro-san terlebih dahulu, dia sudah terlalu lama pergi dan sampai sekarang belum kembali-kembali" ujar Jirobo yang mulai menstarter motornya.

*Brum*

Setelah berhasil menyalakan motornya, ia pun melajukan motornya itu keluar dari Taman Konoha, menuju ke toko yang tadi Kimimaro sempat tunjukkan kepadanya.

Tentunya dengan tujuan untuk menjemput Ketuanya itu, sekaligus mengajaknya untuk bersama-sama pergi ke tepi sungai Shika Commerce, tempat dimana Tobi menunggu mereka.

*Brum*

.

.

.

.

.

.

.

.


Konoha Park Sidewalk - Alleyway, Monday at 20:05 pm.

Di tempat itu, terlihat Kimimaro yang sedang berdiri di hadapan Sai dan Lee yang sedang terbaring tidak berdaya dengan wajah yang 'hancur' dan memiliki kondisi tubuh yang mulai melemah akibat dihajar habis-habisan oleh Kimimaro.

"Uhuk uhuk" Sai berusaha bangkit dari berbaringnya, ia sempat menoleh ke samping, tempat dimana Lee tengah tergeletak tidak berdaya, tapi masih dalam keadaan sadar.

"Tidurlah dan jangan bangun lagi!" Kimimaro yang melihat Sai mencoba bangkit langsung menghantamkan pukukan lurus ke rahang Sai.

*Bugh*

Sai yang terkena pukulan telak dari Kimimaro pun kembali jatuh terbaring, matanya kini memancarkan kehampaan, mengindikasikan kalau ia sudah kehilangan kesadarannya.

*Grab*

Lee memegang kaki Kimimaro yang berada tepat di sampingnya.

"K- kau berurusan denganku!" suara Lee terdengar bergetar, Kimimaro yang melihat murid dari Guy (Lee) masih sadar hanya tersenyum bengis.

Lee kemudian berusaha bangkit dengan menggunakan kaki Kimimaro yang ia pegang sebagai tumpuannya.

*Dugh*

"Ugh!".

Kimimaro menghantamkan lututnya ke wajah Lee yang berusaha untuk bangkit menggunakan kakinya.

Lee yang terkena serangan lutut itu mau tidak mau harus kembali jatuh tersungkur dan mencium tanah dengan sangat keras.

"Aku suka semangatmu! Kalau begitu aku akan menghajarmu sampai kau tidak bisa bangun lagi!" Kimimaro kemudian menarik rambut Lee, memaksa Lee untuk kembali bangun.

"AAAAAKH!" Lee berteriak kesakitan ketika rambutnya ditarik secara paksa oleh Kimimaro, ia kemudian mencoba memukul-mukul tangan Kimimaro yang menarik rambutnya itu.

Senyum bengis masih bertengger di wajah Kimimaro, ia kemudian mengokang tangan kanannya ke belakang, berniat memberikan Lee sebuah pukulan yang sangat kuat.

"Mati kau!-".

*Brum*

"Kimimaro-san! Aku sudah tahu dimana Tobi berada!" baru saja Kimimaro mau menghajar Lee, Jirobo tiba-tiba datang dan menginterupsi kegiatannya.

Kimimaro yang mendengar itu langsung mendorong kepala Lee ke samping, sehingga hal itu membuat tubuh Lee yang tadi sempat terangkat, kini kembali harus mencium tanah dengan sangat keras.

"Apa kau serius?!" Kimimaro membalikkan tubuhnya, menatap Jirobo yang masih belum turun dari motornya.

"Iya, tapi kita harus cepat-cepat karena kita sekarang hanya punya waktu sekitar 9 menit saja!" ujar Jirobo sambil mengecek waktu yang ada di ponselnya.

"Hah? Apa maksudmu?!" Kimimaro kemudian berjalan menjauhi Lee yang masih terbaring tidak berdaya.

"Nanti akan aku ceritakan kepadamu ketika kita sampai di tempat itu! Sekarang cepatlah naik ke motormu dan ikuti aku, Kimimaro-san!" Jirobo memasukan ponselnya itu ke dalam saku celananya, kemudian ia mengebutkan motornya meninggalkan tempat itu.

Hal itu otomatis membuat Kimimaro segera menaiki motornya dan langsung mengejar laju motor dari Jirobo.

Mendengar Kimimaro telah pergi, membuat Lee menghela nafas lega, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Sai yang berada di sampingnya.

'A- aku masih lemah, sial!' batin Lee menatap wajah Boss SMPnya yang terlihat sangat berantakan.

Ia kembali mengingat ketika ia dan Sai harus bertarung melawan Kimimaro, saat itu Sai terus-terusan melindunginya dari berbagai macam serangan yang dilontarkan Kimimaro kepadanya.

Tidak mau menjadi beban, Lee berusaha mengerahkan sisa-sisa tenaganya untuk membantu Sai yang melawan Kimimaro.

Saat itu, semua pukulan dan tendangan mereka bisa dibelokan dengan mudah oleh Kimimaro, dan orang itu juga selalu bisa meng-counter serangan mereka secara instan.

Jika kau bertanya, apa yang mereka merasakan ketika melawan Kimimaro? Maka mereka akan menjawab, yang mereka rasakan ketika melawan Kimimaro adalah mereka seakan-akan dibuat seperti sedang menghadapi seekor ular yang sangat gesit dan bisa menggigit mereka kapan saja dia mau.

Ah tidak lupa Kimimaro juga memiliki tulang yang sangat kuat! Lee kembali mengingat ketika ia dan Kimimaro beradu pukulan dan tendangan tadi, tangan dan kaki Lee benar-benar dibuat mati rasa.

Kimimaro, Ketua RWK generasi 4. Orang itu dikenal dengan kegesitan dan kemampuan counter yang sangat mematikan dan tentunya memiliki pertahanan yang hebat.

Tapi tetap saja, menurut Lee, kemampuan Kimimaro itu masih berada di bawah pemimpin UE saat ini, yakni Uchiha Itachi.

Tidak lama kemudian, Lee pun akhirnya pingsan setelah merasakan rasa sakit luar biasa yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya.

Tidak lama setelah itu, terdengar sayup-sayup suara dari gerombolan orang yang keluar dari gang yang sempat Lee dan Sai gunakan sebagai tempat berkelahi mereka tadi ketika melawan Misumi dan Yoroi beserta pasukan mereka.

"Hey Yoroi, lihat apa yang kita dapat di sini!" Misumi menjilati bibir pecahnya yang berada dibalik masker yang ia gunakan, tidak lupa senyuman mengerikan juga bertengger di wajahnya yang terlihat babak belur itu.

"Ayo kita bunuh mereka!" Yoroi juga memasang senyum mengerikan di balik maskernya, ia kemudian berjalan menuju Lee, berniat untuk menghajar Lee yang baru saja pingsan itu.

Misumi yang melihat itu tidak mau kalah, ia juga berjalan mendekati Sai, dan tentunya memiliki niat yang sama dengan Yoroi, yakni ingin menghajar Sai yang tengah pingsan.

*Brum* *Brum*

"Matilah kau ban-".

*Dugh*

*Bugh*

"AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!".


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King!"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: No pair for today my friend!.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Sebelumnya. . .

"Sasuke, pelankan motormu!" Naruto menepuk-nepuk pundak Sasuke.

"Hn".

"Oy Shika, kau juga pelankan motormu! Dan kau Chouji, terus perhatikan sekelilingmu!" Naruto berteriak ketika Shikamaru mencoba untuk menyalip motor Sasuke.

"Iya iya, dasar cerewet!" Shikamaru memperlambat laju motornya, kemudian ia mensejajarkan motornya dengan motor Sasuke.

"Iya, aku juga daritadi memperhatikan sekelilingku, kau tahu?" Chouji membalas perkataan Naruto tanpa menoleh ke arahnya, karena Chouji saat ini masih sibuk mencari keberadaan Lee, teman kelasnya.

Naruto yang mendengar jawaban dari sahabatnya hanya menganggukan kepalanya puas, Naruto kemudian kembali mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan si Alis tebal.

Tidak lama kemudian, pandangan mereka terkunci kepada dua orang pemotor yang sepertinya berasal dari geng RWK, kedua orang itu baru saja menjalankan motor mereka keluar dari sebuah gang yang berada agak jauh dari tempat Naruto dan kawan-kawan berada.

Kedua pemotor itu memiliki ciri yang berbeda. Orang yang pertama memiliki badan besar dan memiliki rambut aneh yang berwarna orange.

Kemudian orang yang satunya lagi memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding orang yang pertama, orang yang bertubuh lebih kecil itu memiliki rambut silver panjang.

Kedua pemotor itu pun langsung mengebut motor mereka, bergegas menuju ke suatu tempat.

"RWK?! Ayo kita kejar mereka!" Naruto menunjuk ke arah dua pemotor yang dimaksud.

Sasuke dan Shikamaru yang melihat itu mulai mempercepat laju motor mereka, baru saja mereka melewati sebuah gang tempat dimana mereka pertama kali melihat kedua pemotor itu muncul.

Mata Naruto tiba-tiba menangkap sosok Lee yang tengah terbaring tidak berdaya di tempat itu.

Tidak hanya itu, Naruto juga dapat melihat kalau di samping Lee juga ada pemuda berkulit pucat yang juga terlihat pingsan, dan sepertinya Lee dan si pucat itu akan dicelakai oleh dua orang anggota RWK (Misumi dan Yoroi), yang terlihat baru saja berjalan keluar dari gang yang dimaksud, bersama dengan beberapa orang pengikut yang mengekor di belakang mereka berdua (Misumi dan Yoroi).

Naruto yang melihat itu murka, ia langsung melompat turun dari motor Sasuke yang saat itu masih melaju dengan kecepatan normal, dan kemudian segera berlari menuju Lee dan Sai yang akan diserang oleh Yoroi dan Misumi.

"Matilah kau ban-" baru saja Yoroi dan Misumi akan menghajar Sai dan Lee, tiba-tiba sebuah tendangan menghantam hidung Yoroi.

*Dugh*

Didetik yang sama, sebuah pukulan juga menghantam hidung Misumi.

*Bugh*

Hal itu pun mau tidak mau membuat hidung mereka berdua patah dan mengeluarkan darah segar!.

Tidak hanya itu, mereka juga dibuat terlempar jauh ke belakang akibat merasakan kuatnya tendangan dan pukulan yang menghantam wajah mereka, hal itu membuat mereka sempat menabrak pengikut mereka yang berada di belakang mereka.

"AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!" Naruto kembali berlari menuju pasukan Misumi-Yoroi yang masih tidak mengerti dengan apa yang baru saja menimpa mereka.

.

.

.

.

.

Beralih ke Sasuke, Shikamaru dan Chouji.

Pandangan mereka kini benar-benar terfokus kepada dua pemotor yang berada di depan mereka, Shikamaru lah kali ini yang memimpin jalan dan Sasuke yang mengekor di belakangnya.

Sampai akhirnya mereka pun sampai di perempatan jalan yang tentunya memiliki lampu lalu lintas yang aktif, kedua pemotor RWK itu langsung menarik pedal gas mereka dengan kecepatan penuh, hal itu mereka lakukan karena lampu merah sebentar lagi akan menyala.

Sasuke dan Shikamaru yang melihat itu juga semakin mempercepat laju motor mereka, ini akan sangat buruk jika kedua pemotor RWK itu berhasil lolos.

Lampu lalu lintas pun berubah merah, bersamaan dengan itu, kedua pemotor RWK itu berhasil meloloskan diri dari lampu merah yang baru saja menyala itu.

Tidak lama setelah itu, orang-orang yang ada di situ pun segera menyebrangi jalan tersebut, sehingga menutupi jalur pengendara yang kini menunggu lampu lalu lintas untuk berubah menjadi warna hijau.

*Ckiit*

"Oh yang benar saja, kalau begini kita akan kehilangan mereka, hahh mendokuse!" Shikamaru hanya mendesah pasrah.

"Sial lampu merah!" Sasuke berdecih kesal, sial mereka terlambat, dengan begini kedua pemotor itu akan semakin menjauh dari kejaran mereka.

Sasuke kemudian mensejajarkan motornya dengan Shikamaru yang berada di depannya.

"Tunggu dulu, kemana Naruto?" Chouji menatap bingung ketika ia tidak lagi melihat sosok sahabat kuningnya itu duduk di belakang Sasuke yang baru saja mensejajarkan motornya dengan motor Shikamaru.

"Hah?!" Sasuke dan Shikamaru kompak mengalihkan pandangan mereka ke jok belakang motor Sasuke, dan benar saja, sosok sahabat kuning mereka itu sudah tidak lagi terlihat duduk di tempat tersebut.

"Apa dia jatuh?" Sasuke mencoba mengingat-ingat, apa benar Naruto jatuh ketika ia mengebut motornya? Hm entahlah.

"Tidak mungkin, kalau dia jatuh pasti dia akan berteriak dan mengejar kita, kecuali kalau dia langsung pingsan di tempat" Shikamaru melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Chouji kembali dibuat pusing dengan tingkah sahabat kuningnya yang tiba-tiba menghilang itu.

"Kita putar balik dan mencari si Rubah kuning itu, lagipula sudah tidak ada gunanya lagi bagi kita untuk mengejar dua orang RWK itu, karena kita sudah kehilangan jejak mereka berdua" Shikamaru kembali meletakan kedua tangannya di stang motornya, ia kemudian membelokan stangnya dan mengubah arah motornya menuju ke arah sisi jalan yang berlawanan.

"Hn, kau benar" Sasuke juga ikut mengubah arah motornya.

"Aku punya firasat kalau Naruto turun di tempat pertama kali kita melihat kedua pemotor itu muncul" ujar Chouji.

Sasuke dan Shikamaru yang mendengar itu hanya mengangguk paham.

Well, perkataan Chouji terdengar cukup masuk akal bagi mereka, karena saat itu laju motor mereka masih lah belum sekencang tadi ketika mereka mengejar kedua pemotor dari geng RWK itu.

"Baiklah, ayo berangkat!" Sasuke menarik pedal gasnya, hal itu tentu diikuti oleh Shikamaru yang berada di sebelahnya.

*Brum* *Brum*

Mereka pun kembali menuju ke tempat yang tadi Chouji sebutkan kepada mereka, yakni sebuah gang yang berada di sebelah toko serba ada (Toserba), dekat Taman Konoha.

.

.

.

.

.

*Brum* *Brum*

"Itu dia tempatnya!" Chouji langsung turun setelah Shikamaru mengerem motornya.

Sasuke dan Shikamaru kemudian memarkirkan motor mereka, setelah itu mereka menarik kunci motor mereka dan langsung memasukannya ke dalam saku celana masing-masing.

Mereka pun berlari mengikuti Chouji yang berada di depan mereka.

"Lee?!" Chouji akhirnya menemukan teman kelasnya yang kini telah kehilangan kesadarannya, Chouji langsung berlutut dan mengecek keadaan Lee yang sepertinya berada dalam keadaan yang sangat buruk.

"Shimura Sai?!" Sasuke menatap anak buah kakaknya itu tengah pingsan tepat di sebelah Lee.

Sasuke mengenal Sai ketika saat itu ia datang ke kelas kakaknya untuk meminta uang jajan yang saat itu ibunya titipkan kepada kakaknya.

Sasuke kemudian ikut berlutut dan mengecek keadaan Sai yang terlihat cukup parah.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara pukulan yang lumayan keras dari dalam gang tersebut, Sasuke, Shikamaru dan Chouji yang mendengar itu saling bertukar tatapan.

'Naruto!' batin mereka bersamaan, mereka tahu kalau sahabat mereka itulah yang menciptakan suara pukulan yang sangat keras itu.

Sial, sepertinya Naruto sedang marah besar! Mereka harus segera menghentikannya sebelum semuanya terlambat.

Mereka betiga pun langsung bergegas masuk ke dalam gang tersebut.

Setelah beberapa meter masuk ke dalam gang tersebut, mereka akhirnya menemukan Naruto yang saat ini tengah menghajar dua orang yang kelihatannya berasal dari geng RWK, kedua orang itu juga sama-sama menggunakan masker.

Hal itu sontak membuat trio SSC (Sasuke, Shikamaru dan Chouji) mempercepat langkah kaki mereka demi menghentikan Naruto yang masih saja menghajar kedua orang RWK itu secara membabi buta.

*Bugh* *Bugh* *Bugh*

"MATI KALIAN BANGSAT!-".

*Grab*

Seketika tangan kanan Naruto di tahan oleh Shikamaru dan tangan kirinya ditahan oleh Sasuke. Tidak hanya itu, Naruto juga merasakan kalau lehernya tengah dipiting oleh seseorang, dan orang itu tentu saja Chouji.

"Tenanglah Naruto!" Sasuke menguatkan pegangannya di tangan kiri Naruto yang mulai memberontak.

"Sasuke, Chouji, ayo kita jatuhkan dia!" ujar Shikamaru yang juga semakin menguatkan pegangannya di tangan kanan Naruto.

Perkataan Shikamaru itu hanya diberi anggukan oleh Sasuke dan Chouji.

"Dalam hitungan 3, 2, sekarang!" Chouji langsung melakukan Rear Naked Choke sambil menjatuhkan tubuhnya ke belakang, hal itu otomatis membuat tubuh Naruto ikut jatuh ke belakang.

"Hrk!" Naruto semakin memberontak.

"Hey hey hey! Ini kami Naruto, sadarlah!" Chouji semakin menguatkan pitingannya, Naruto yang mendengar itu mulai berhenti memberontak, Sasuke dan Shikamaru yang merasakan itu mulai melemahkan pegangan mereka.

"C- Chouji?!" Naruto akhirnya sadar, bersamaan dengan itu, pitingan yang ada di lehernya pun ikut melemah.

"Hahh mendokuse!" pegangan mereka bertiga pun akhirnya terlepas, mereka kembali mendirikan tubuh mereka, tidak lupa mereka juga membantu Naruto untuk berdiri.

Setelah itu, mereka kemudian menatap ke sekeliling mereka.

Dan terlihatlah Misumi-Yoroi beserta pengikut mereka yang tergeletak pingsan di sekeliling mereka akibat menerima amukan dari Naruto.

Berbicara soal Misumi dan Yoroi, mereka berdua terlihat mengalami luka yang cukup parah, kepala mereka berdua dipenuhi darah yang keluar dari luka sobekan yang berada di jidat mereka, luka itu dihasilkan oleh hantaman siku dari Naruto.

Sasuke yang melihat itu langsung mengeluarkan ponselnya dan segera menelepon petugas Rumah Sakit, meminta mereka untuk membawakan tenaga medis ke tempat ini secepatnya.

Shikamaru juga tidak tinggal diam, ia langsung merobek baju dari orang yang ada di situ dan langsung mengikatkannya dengan erat di kepala Misumi dan Yoroi, bisa bahaya jika kepala mereka dibiarkan terus menerus mengeluarkan darah, karena mereka bisa saja mati di tempat.

"Lee, bagaimana dengan Lee, Chouji?!" ucap Naruto memegangi pundak Chouji, wajah Naruto menunjukan raut cemas ketika kembali mengingat temannya yang babak belur itu.

"Dia masih pingsan bersama Shimura Sai" balas Chouji dengan tenang.

Walaupun Chouji terlihat tenang, tapi percayalah, sebenarnya Chouji menyembunyikan kemarahannya yang sangat besar.

Tapi itu semua tidak berguna sekarang, mengingat Naruto sudah menghajar habis orang-orang yang ingin mencelakai Lee.

"Kalau begitu ayo kita bawa mereka ke Rumah Sakit!" Naruto berlari keluar dari gang, menuju ke tempat Lee dan Sai berada.

"Bagaimana Sasuke? Apa mereka akan mengirimkan bantuan ke sini?" Shikamaru kembali mendirikan tubuhnya, ia kemudian berjalan mendekati Sasuke yang sudah selesai menelepon.

"Ya, mereka sudah dalam perjalanan ke sini" Sasuke memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.

"Baguslah, kalau begitu, ayo kita keluar dari sini, Sasuke, Shika!" Sasuke dan Shikamaru hanya mengangguk setuju dengan perkataan Chouji, mereka bertiga kemudian berjalan keluar dari gang, menuju tempat Naruto berada.

Mereka bertiga akhirnya sampai di tempat Naruto yang saat ini tengah mengecek keadaan Lee dan Sai yang mulai melemah, Shikamaru yang melihat itu langsung mengajak Naruto, Sasuke dan Chouji untuk berdiskusi terlebih dahulu.

Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya mencapai sebuah kesepakatan untuk membawa Lee dan Sai ke Rumah Sakit, tanpa perlu menunggu bantuan medis tiba di sini, hal itu mereka putuskan karena adanya beberapa pertimbangan yang mungkin bisa merugikan mereka.

Mereka berempat pun mengangkat tubuh Sai dan Lee. Tubuh Sai diangkat oleh Naruto dan Sasuke, dan tubuh Lee diangkat oleh Shika dan Chouji.

Mereka kemudian berjalan ke arah motor mereka masing-masing, meletakkan tubuh Sai dan Lee di tengah-tengah mereka. Dengan formasi, Sasuke-Sai-Naruto dan Shikamaru-Lee-Chouji.

Tidak butuh waktu lama, mereka pun segera menyalakan motor mereka dan segera menjalankan motor mereka menuju ke Konoha Hospital.

.

.

.

.

.

.

.

.


Shika Commerce Riverbed, Monday at 20:16 pm.

"Apa kita terlambat?" Jirobo dan Kimimaro telah sampai di tempat yang Tobi maksud, namun mereka tidak menemukan sosok pria bertopeng itu, tapi mereka malah menemukan 25 orang pasukan mereka yang masih mencoba memulihkan diri mereka.

Sepertinya Tobi tidak membual ketika mengatakan kalau dia telah menghajar habis pasukan mereka.

"Brengsek! Memangnya kita terlambat berapa menit Jirobo?!" Kimimaro memukul tangki motornya frustrasi.

"Satu menit, kita hanya terlambat satu menit Kimimaro-san!" Jirobo mendecih kesal, padahal ia dan Kimimaro sudah bersusah payah untuk cepat-cepat datang ke sini, tapi mereka masih saja terlambat.

Para PPT 3 yang melihat Ketua mereka datang langsung berbondong-bondong berbaris di depan Ketua mereka, mereka saling membantu untuk bisa mendirikan tubuh mereka, kecuali pemimpin pasukan mereka yang dibiarkan untuk tetap berbaring, mengingat tulang rusuknya patah akibat terkena tendangan dari Tobi.

"Jadi ada yang bisa menjelaskan kepada kami apa yang baru saja terjadi di sini?" Kimimaro membuka suara, salah satu orang dari pasukan itu mulai berjalan mendekati Kimimaro, dan menjadi perwakilan dari teman-temannya untuk berbicara.

Perwakilan dari PPT 3 itu kemudian menceritakan kejadian yang telah mereka alami ketika melawan Tobi, tidak lupa, orang itu juga memberitahukan perihal kemampuan bertarung Tobi yang menurutnya benar-benar mengerikan.

"Jadi seperti itu" Kimimaro benar-benar merutuki Tobi. Sial, jika saja ia tidak terlambat!.

"Semuanya, kalian segera lah ke Rumah Sakit!" Jirobo kali ini membuka suara, ia merasa kasihan ketika melihat keadaan para kohainya yang terlihat cukup parah itu.

"Tapi bagaimana dengan-".

"Kalian dengar apa yang Jirobo katakan, kan? Apa perkataannya itu kurang jelas?!" Kimimaro menatap marah ke arah pasukannya yang mencoba membantah, mereka yang ditatap seperti itu bergedik ngeri, takut melihat Kimimaro yang marah.

"SIAP TIDAK KIMIMARO-SAN!" jawab mereka secara serempak, bersamaan dengan itu mereka juga menundukan tubuh mereka, meminta maaf kepada Ketua mereka.

"Kalau begitu tunggu apa lagi?" Kimimaro menjawab acuh.

Semua anggota PPT 3 yang mendengar itu segera berhamburan menuju ke motor mereka masing-masing, tidak lupa mereka juga membawa pemimpin pasukan mereka yang kesulitan untuk bergerak.

"KAMI PAMIT KIMIMARO-SAN, JIROBO-SAN!" Kimimaro dan Jirobo hanya menganggukan kepala mereka.

*Brum* *Brum*

Mereka pun meninggalkan tempat itu, sehingga hanya menyisakan Kimimaro dan Jirobo saja yang berada di tempat itu.

"Sial!" Kimimaro memegangi kepalanya pusing, berani-beraninya Tobi mempermainkannya!.

Tidak lama kemudian, Kimimaro teringat dengan satu hal.

"Jirobo, apa selama aku pergi tadi ada pasukan yang memberikan laporannya kepadamu?" tanya Kimimaro, dan menatap Jirobo sejenak.

Kimimaro kemudian mengeluarkan sebatang rokok dari bungkus rokok baru yang ia keluarkan dari kantong kresek belanjaannya tadi, kemudian ia langsung membakar rokoknya itu menggunakan korek yang baru saja ia keluarkan dari saku jaketnya.

Dengan gerakan simpel, ia pun menghisap rokoknya itu secara perlahan.

"Fuhh".

"Ada Kimimaro-san, Sakon, Ukon dan Kidomaru berhasil mengalahkan Kiba, Shino dan Neji beserta pasukan mereka, ya walaupun mereka harus mengalami luka yang cukup serius, tapi bagaimana pun juga, kemenangan tetaplah kemenangan,-

- Lalu kemudian ada Dosu-Zaku dan pasukan Misumi-Yoroi yang sampai saat ini masih belum melaporkan apa-apa kepadaku".

Jirobo menjeda perkataannya, ia kini juga ikut mengeluarkan sebatang rokok yang tadi ia simpan di dalam saku jaketnya, ia pun membakarnya dan langsung menghisapnya dengan santai.

"Kemudian ada PPT 1 dan PPT 2 yang berhasil menghajar beberapa murid KHS yang berkeliaran di area patroli mereka, fuhh" Jirobo mengakhiri ceritanya dengan menghembuskan asap rokoknya dengan santai.

"Jadi seperti itu, bisa kita asumsikan kalau Dosu, Zaku, Misumi dan Yoroi telah gagal melakukan tugas mereka" ujar Kimimaro menerawang jauh.

Sekarang ia dan pasukan RWK lainnya akan menunggu respon apa yang akan diberikan KHS kepada mereka.

Beberapa menit kemudian, sempat terjadi keheningan antara Kimimaro dan Jirobo, mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, sembari mengabiskan rokok yang ada di tangan mereka.

Setelah rokok mereka habis, Kimimaro kemudian memerintahkan Jirobo untuk menyuruh petinggi RWK yang lain untuk mengecek kondisi mereka di Rumah Sakit.

Well, bagaimana pun juga, Kimimaro tidak mau terjadi hal-hal yang buruk jika saja Petingginya tidak mengecekan kondisi mereka terlebih dahulu, mengingat Jirobo tadi mengatakan kalau para Petingginya itu mengalami luka yang cukup serius ketika mereka melakukan penyerangan mereka tadi.

Kimimaro kemudian kembali memerintahkan Jirobo untuk menggerakan PPT 1 untuk menjemput Dosu-Zaku dan menyuruh PPT 2 untuk mencari keberadaan Misumi-Yoroi beserta pasukan mereka.

Setelah selesai dengan urusan mereka, Kimimaro dan Jirobo pun meninggalkan tepi sungai itu dan kembali ke sekolah mereka.

.

.

.

.

.

Tidak jauh dari tempat Kimimaro dan Jirobo. . .

"RWK kembali bergerak, hm?" tanya seseorang berambut putih jabrik yang memakai masker di wajahnya, orang itu bertanya kepada orang yang berada di sampingnya yang saat ini sedang merokok dengan santainya.

"Ya, sepertinya begitu, fuhh" balas orang yang dimaksud, orang itu memiliki rambut hitam jabrik, wajah orang itu ditumbuhi oleh janggut yang bersambung ke jambangnya.

"OY KAKASHI, ASUMA! AKU DARITADI MENCARI KALIAN SIALAN! TERNYATA KALIAN ADA DI SINI!" tiba-tiba muncul seseorang yang memiliki rambut hitam yang bentuknya menyerupai mangkuk tengah berlari dari atas bukit menuju ke tempat Kakashi dan Asuma berada.

Di belakang orang itu juga terlihat seseorang yang memiliki rambut coklat jabrik yang kelihatannya tengah mengejar si rambut mangkuk itu.

"Guy?" Kakashi yang melihat itu hanya menaikan satu alisnya menatap bingung Guy yang saat ini sedang berlari dengan kecepatan penuh menuju ke arahnya.

"Oy jika tidak hati-hati kau bisa jatuh loh!" Asuma tersenyum lucu ketika melihat Guy berlari dengan sangat bersemangat seperti biasanya.

Oh iya sepertinya Guy tidak sendirian datang ke sini, Asuma bisa melihat kalau di belakang Guy ada Tenzo Yamato, murid kelas 2 dari sekolah mereka, yakni Shika Commerce, yang sepertinya sedang mengejar Guy.

"Guy-senpai, aku capek!" Yamato mulai kelelahan setelah dari tadi mengejar Guy yang terus-terusan berlari.

"Ayolah kau harus menunjukan semangat mudamu YamatoOo-!" dan hal yang Asuma ingatkan pun terjadi.

Kini Guy terjatuh akibat tersandung oleh sebuah batu yang terhalangi oleh rerumputan yang lumayan tinggi, sehingga hal itu pun membuat Guy harus jatuh berguling-guling menuruni bukit dan kemudian. . .

*Byur*

Guy pun tercebur ke dalam sungai, Yamato yang melihat itu sontak menghentikan larinya.

"Itulah dia si Green Beast kita" Kakashi memegangi kepalanya pusing ketika melihat kelakuan konyol dari Wakilnya sekaligus orang terkuat di sekolahnya.

"HAHAHAHA-, uhuk uhuk!" Asuma yang mendengar perkataan Kakashi tentu saja tertawa, akan tetapi tawanya itu terganggu oleh asap rokoknya yang memenuhi hidung dan mulutnya.

Hahh, dasar perokok akut.

"Hahh hahh, Kakashi-senpai, kau dicari Shizune-senpai!" ujar Yamato yang masih mencoba menstabilkan nafasnya.

"Hm, Shizu-chan? Astaga, aku lupa kalau aku akan kencan dengannya malam ini!" Kakashi berubah panik ketika mendengar kalau pacarnya itu sedang mencarinya.

Tidak mau mati konyol, Kakashi pun berlari meninggalkan Asuma yang masih terbatuk dan saat ini tengah berlutut memegangi dadanya yang sesak.

"Tenzo, aku serahkan Guy dan Asuma kepadamu, kalau begitu aku pergi dulu ya, jaa nee!" Kakashi kemudian semakin mempercepat larinya menuju ke arah motornya yang tadi ia parkirkan di atas bukit.

"Hahh, apa salahku ya Tuhan!" Yamato berteriak frustrasi ketika Kakashi kembali menugaskannya untuk menjaga senpai-senpainya yang kelewat aneh ini.

.

.

.

.

.

.

.

.


Konoha Hospital - Ruangan Lotus 5, Monday at 20:30 pm.

Oke dilihat darimana pun ini benar-benar sangat aneh. Saat ini, di ruangan Lotus 5 tengah dipenuhi oleh para Freshmen terkuat yang ada di KHS!.

Entah ini sebuah keajaiban atau sebuah bencana, mereka juga tidak tahu.

Di sana terlihat Neji, Kiba dan Shino yang sudah sejak tadi tersadar dan kini sedang berbaring di ranjang mereka masing-masing, yang hanya dipisahkan oleh tirai Rumah Sakit sebagai pembatas mereka.

Tatapan mata mereka terkunci kepada empat orang yang sangat familiar bagi mereka yang saat ini sedang berdiri di antara ranjang Sai dan Lee yang pingsan.

Agar lebih mudah membayangkannya, kurang lebih seperti inilah formasi ranjang mereka:

Neji - Shino - Kosong

Kiba - Lee - Sai

Hal itulah yang membuat ruangan ini benar-benar terasa canggung, mengingat hubungan mereka tidaklah baik. Mulai dari hubungan antara:

- Naruto dengan Kiba dan Neji.

- Kiba dengan Sai.

- Neji dengan Sasuke.

- Neji dengan Lee.

- Sasuke dengan Shino.

- Lalu yang terakhir antara Shino dengan Chouji.

Shikamaru menghela nafas lega ketika mengingat ia sama sekali tidak terlibat dengan urusan yang benar-benar merepotkan itu. Ya mungkin saja.

"Jadi, kalian di sini juga, huh?" Shikamaru membuka percakapan setelah beberapa menit hanya diisi oleh keheningan yang benar-benar terasa canggung.

"Itu bukan urusanmu nanas!" Kiba menjawabnya dengan nada ketus.

Shikamaru yang mendengar itu sedikit tersinggung, Naruto yang melihat itu langsung menepuk bahu Shikamaru, mencoba menenangkan Shikamaru.

"Jadi kalian juga diserang oleh RWK, hm?" Naruto kali ini yang bersuara, dari nada bicara yang Naruto pakai, ia seakan-akan terdengar seperti orang yang berbeda dari yang Neji, Kiba dan Shino tahu.

Mereka pun mulai berasumsi, apakah Raja Freshmen mereka ini sedang marah?.

"Ya, kami diserang oleh mereka" Neji membalas perkataan Naruto dengan santai, Kiba dan Shino yang mendengar itu menganggukan kepala mereka dengan kompak, setuju dengan perkataan Neji.

Sebelum Naruto dkk sampai di sini, mereka bertiga (Neji, Kiba dan Shino) sempat bertukar informasi, dengan cara saling mengejek satu sama lain.

Well, mereka melakukan cara itu agar bisa mengorek informasi yang tidak akan mereka dapatkan jika bertanya secara baik-baik, mengingat ego mereka yang sama-sama tinggi dan hubungan mereka yang tidaklah baik, kecuali hubungan antara Shino dan Kiba yang baru saja baikan.

*Srek* *Srek* *Srek*

Naruto tiba-tiba menyingkap tirai yang menutupi mereka semua, sehingga mereka kini bisa melihat diri mereka masing-masing dengan sangat jelas.

"Beritahu aku informasi yang kalian punya, semuanya!" tatapan Naruto benar-benar terlihat serius.

Neji, Kiba dan Shino yang melihat itu tanpa sadar mengangguk patuh. Entah bagaimana bisa, mereka seperti tidak bisa melawan perkataan Naruto.

Mereka bertiga pun menceritakan kejadian yang menimpa mereka. Sasuke, Shikamaru dan Chouji juga ikut nimbrung, dan juga ikut menceritakan kejadian yang tadi mereka alami.

.

.

.

.

.

Beberapa menit kemudian setelah mereka bertukar informasi, mereka pun mencoba menyimpulkan sesuatu perihal pergerakan dari RWK ini.

"Jadi kau melawan seorang Sophomore bernama Kidomaru?" Neji menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Shikamaru.

"Kemudian kalian berdua melawan dua orang Freshmen yang bernama Sakon dan Ukon?" Shikamaru mengalihkan pandangannya ke arah Kiba dan Shino.

"Ya" Kiba membalasnya dengan santai.

"Hm" Shino hanya membalasnya dengan dehemannya saja.

"Lalu kau Sasuke, kau melawan Dosu dan Zaku, yang juga Freshmen, benar?" Shikamaru mengalihkan pandangannya ke samping tempat dimana Sasuke berdiri sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

"Hn, kau benar" balas Sasuke seperti biasanya, datar.

"Kemudian Lee dan Shimura, dari hal yang bisa kusimpulkan, mereka berdua sepertinya dikalahkan oleh orang yang berbadan besar dan memiliki rambut berwarna orange yang kelihatan seperti orang bodoh,-

- Kemudian orang yang satunya lagi memiliki rambut panjang berwarna silver dan memiliki tubuh lebih kecil dari si orange bodoh itu, apa kalian tahu siapa mereka berdua ini?" Shikamaru kembali mengalihkan pandangannya ke depan, menatap Neji, Kiba dan Shino secara bergantian, mencoba mencari jawaban dari mereka yang sedari tadi mendengar perkataannya dengan seksama.

"Rambut orange aneh yang terlihat bodoh? Apakah orang itu Jirobo?" Shino mengalihkan pandangannya kepada Kiba.

"Jirobo? Maksudmu senpai kita waktu di SMP? Dari ciri fisik yang disebutkan, mungkin saja orang itu memang Jirobo!" Kiba cukup yakin jika orang itu adalah Jirobo, senpai mereka saat SMP dulu.

"Jirobo huh? Apa dia Sophomore Juga?" Kiba dan Shino mengangguk sebagai jawaban mereka.

"Terus yang satu lagi, siapa dia?" Naruto kali ini yang berbicara, ia menatap ke arah Neji, Kiba dan Shino dengan tatapan serius.

"Aku mengetahuinya!" tiba-tiba suara serak parau menginterupsi mereka.

"Shimura?!" Sasuke menatap Sai yang kini berusaha untuk bangkit, Chouji yang berada dekat dengan Sai langsung membantunya untuk duduk.

"Terimakasih Akimichi-san" Sai memberikan senyum palsu andalannya. Ya walaupun Sai memasang senyum palsu, tapi kata terimakasihnya kepada Chouji tidaklah palsu.

Chouji yang mendengar itu hanya mengangguk saja, ia kemudian tersenyum tipis dan menepuk pundak Sai, sebagai salam perkenalan.

"Orang itu adalah Sophomore dari Sekolah Industri Inuzuka, orang itu juga sekaligus merupakan Ketua generasi 4 dari geng RWK, nama orang itu adalah Kaguya Kimimaro!" Sai melanjutkan perkataannya.

Seketika tubuh Neji, Kiba dan Shino menegang.

Kimimaro? Orang itu adalah Monster RWK yang gila! Mereka pernah mendengar rumor yang mengatakan kalau orang itu bisa menghancurkan Boss dari salah satu geng motor kuat yang ada di Tokyo, berkat hal itu membuat Kimimaro berhasil memperlebar wilayah yang dikuasai RWK di sana.

"Kimimaro?" Sasuke mengernyitkan dahinya.

"Kenapa? Apa kau mengenalnya Sasuke?" Chouji sontak bertanya kepada Sasuke yang berada di sampingnya.

"Ya, dia senpaiku ketika aku masih bersekolah di SMP Tokyo, dia dulu adalah Raja di SMPku sebelum ia tiba-tiba menyerahkan tahtanya kepadaku. Entah karena apa, aku juga tidak tahu" mereka semua yang mendengar itu dibuat semakin tertarik dengan orang yang bernama Kimimaro itu.

"Bisakah kau menceritakan apa yang terjadi pada kau dan Lee tadi, Shimura?" kini giliran Sasuke yang bertanya. Sai yang mendengar itu hanya mengangguk pelan.

Sai kemudian mulai bercerita, mulai dari ia dan Lee yang harus melawan teman SMP mereka, yakni Misumi-Yoroi beserta 8 orang pengikutnya, sampai dimana mereka dengan secara tidak sengaja bertemu dengan Kimimaro ketika ingin berjalan pulang, hal itu membuat mereka mau tidak mau harus menghadapi Kimimaro dalam kondisi yang tidak baik akibat melawan Misumi-Yoroi beserta pengikutnya.

Alhasil, mereka harus menerima luka yang lumayan parah yang diberikan oleh Kimimaro kepada mereka. Tidak lupa Sai juga memberitahukan kepada mereka tentang kemampuan bertarung dari Kimimaro yang sangat hebat.

Naruto yang mendengar itu mengeraskan rahangnya.

'Kimimaro huh?' sepertinya Naruto telah keliru ketika ia tadi menghajar Misumi dan Yoroi sampai membuat mereka babak belur, seharusnya ia menghajar Kimimaro yang membuat Lee dan Sai mengalami luka yang lumayan parah seperti ini.

Naruto kini benar-benar merasa bersalah karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya dan membuatnya hampir membunuh Misumi-Yoroi beserta pasukannya.

Ya walaupun sebenarnya Naruto tidak benar-benar keliru, karena Lee dan Sai tidak akan bertemu dengan Kimimaro jika saja mereka tidak bertarung melawan Misumi-Yoroi beserta pasukannya.

Ditambah lagi, Misumi-Yoroi hampir saja mencelakai Lee dan Sai yang saat itu pingsan jika saja Naruto tidak datang untuk menyelamatkan mereka berdua (Sai dan Lee).

Tapi tetap saja, nasi telah menjadi bubur, tidak ada gunanya menyesali kesalahan yang telah terjadi, justru kau harus bisa belajar dari kesalahanmu itu, karena hidup masih terus berjalan dan kau masih memiliki waktu untuk memperbaiki kesalahanmu yang telah kau buat.

"Langsung saja, kesimpulan dari cerita yang tadi kalian sebutkan adalah penyerangan RWK ini hanya melibatkan para Freshmen dan Sophomore saja, sedangkan Senior mereka tidak ikut dalam pergerakan ini, akan sangat menyulitkan jika Senior mereka juga ikut turun" Shikamaru mengelus-elus dagunya, mereka yang mendengar itu setuju dengan perkataan Shikamaru.

"Yang menjadi pertanyaanku adalah, kenapa mereka tiba-tiba menyerang kita?" Sai kembali bersuara.

Naruto dan Shikamaru yang mendengar itu saling bertukar pandangan, Shikamaru menganggukan kepalanya, ia tidak mau berbohong dan membuat teman-teman mereka dalam bahaya lagi.

Naruto yang melihat itu menarik nafas dalam-dalam.

"Aku dan Shikamaru lah yang memulainya, aku benar-benar meminta maaf!" jawab Naruto tegas, ia kemudian ber-ojigi, meminta maaf kepada mereka karena telah melibatkan mereka dengan masalah yang ia dan Shikamaru buat.

Hal itu sontak membuat seisi ruangan itu terkejut, kecuali Sasuke dan Chouji, karena mereka sudah mengetahui kalau Naruto tidak akan bisa dipisahkan oleh masalah kemana pun dia pergi.

Justru mereka akan terkejut jika Naruto tidak membuat masalah barang sehari saja.

"APA?!" Neji berteriak marah.

"Kami harus dirawat di Rumah Sakit seperti ini berkat dari perbuatan kalian berdua?! Bangsat!" Kiba juga terlihat sangat marah.

"Aku menghormatimu karena telah berbicara jujur, tapi aku membenci fakta kalau perbuatanmu itu melibatkan kami yang tidak tahu apa-apa!" Shino menautkan alisnya, memasang wajah marah.

". . ." Sai hanya diam saja, tapi wajahnya menunjukan raut tidak suka kepada Naruto dan Shikamaru.

Sai kemudian menggelengkan kepalanya, ia kembali mengingat kebaikan Naruto dan kawan-kawan kepadanya.

Ya walaupun berkat mereka juga lah yang membuatnya harus kembali merasakan ranjang Rumah Sakit yang dingin ini, tapi ia tetap tidak bisa untuk mengabaikan fakta lain yang mengatakan kalau Naruto dan petinggi ACE lainnya telah menolongnya dan bahkan mengkhawatirkan dirinya yang tadi pingsan itu.

Jadi menurut Sai perbuatan Naruto dan Shikamaru bisa ia anggap impas.

Bersamaan dengan itu, Sai juga mulai memberikan respek kepada Naruto karena telah berani berkata jujur dan berani meminta maaf atas perbuatannya.

"Maafkan aku!" ujar Naruto yang masih menundukan tubuhnya, Sasuke, Shikamaru dan Chouji yang melihat Naruto seperti itu hanya menatapnya iba, mereka tidak rela ketika melihat sahabat sekaligus pemimpin mereka merendahkan kepalanya seperti itu.

"Kurasa ada baiknya kau memulai ceritanya, Naruto" Chouji kali ini yang bersuara.

"Aku tidak peduli dengan ceritamu, hal itu tidak akan merubah fakta bahwa kami harus dirawat di Rumah Sakit seperti ini, dan itu semua berkat dari perbuatan asal-asalan kalian!" Kiba masih menatap marah kepada Naruto dan petinggi ACE lainnya.

"Tch, kalian memang benar-benar pengecut yang lemah!" Sasuke yang sudah tidak tahan dengan situasi ini mulai kembali bersuara, ia sudah muak dengan rengekan pecundang-pecundang yang manja ini.

"Apa katamu?!" Neji menyingkap selimutnya dan mencoba bangkit.

"Hanya dihajar seperti itu saja kalian sudah merengek seperti anak kecil! Rupanya pemikiranku salah mengenai kalian dan murid KHS yang lain! Kukira kalian adalah bajingan-bajingan yang tangguh, ternyata kalian tidak ada bedanya dengan pecundang dari sekolah lain!" Sasuke kini tidak bisa lagi menahan amarahnya dan mulai berjalan mendekati Neji.

Chouji yang berada di sebelah Sasuke tentu langsung menahan sahabatnya itu.

"Sasuke!" Naruto mendongakkan kepalanya kepada Sasuke yang mencoba mendekati Neji, beruntung ada Chouji yang menahannya.

"Hahaha! Kau benar Sasuke, mereka adalah sekumpulan bayi manja yang sok tangguh!" Shikamaru tertawa sinis.

"Apa kau bilang bangsat?! Kau mau ngajak ribut?!" kali ini Kiba yang tersinggung mendengar perkataan Shikamaru, Kiba kemudian mencoba bangkit dari berbaringnya.

Shikamaru yang mendengar itu merasa tertantang, ia kemudian berjalan mendekati Kiba yang menatapnya tajam, akan tetapi Chouji langsung menghalangi jalannya.

Hal itu membuat Chouji kini menjadi orang yang paling sibuk di ruangan ini, bagaimana tidak? Ia saat ini tengah menahan Sasuke dan Shikamaru yang marah, belum lagi jika Neji dan Kiba juga ikut maju, bisa dipastikan kalau Chouji akan dibuat kewalahan untuk menahan mereka semua.

"Semuanya kumohon hentikan!" Naruto semakin menundukan kepalanya dalam-dalam.

Ini semua salahnya, jika saja ia dulu tidak menyerang pasukan RWK yang datang mencari Yahiko, maka ini semua tidak akan terjadi.

Sasuke dan Shikamaru yang mendengar itu hanya mendecih kesal, mereka kemudian berhenti dan mencoba menenangkan diri mereka masing-masing.

Hal itu membuat Chouji kini mengelus dadanya lega, ia berterimakasih kepada Naruto karena bisa meredam amarah Sasuke dan Shikamaru yang hampir saja berkelahi dengan Neji dan Kiba di ruangan ini.

"Namikaze-san, bisakah kau menceritakan awal mula kejadian ini?" Sai memecahkan keheningan yang sempat terjadi.

Naruto yang mendengar itu kemudian mendongakkan kepalanya, menatap Sai yang kini memperlihatkan senyum palsu kepadanya.

'Tunggu dulu, kalau dilihat-lihat, sepertinya aku pernah bertemu dengan orang ini saat masih kecil, tapi dimana?' Naruto menatap wajah Sai yang masih setia memasang senyum palsunya.

'Namikaze-san, wajahnya seperti mengingatkanku kepada anak yang melindungiku dari anak-anak nakal yang saat itu merundungku 12 tahun lalu, ketika liburan musim panas tiba!' Sai dibuat de javu ketika melihat wajah Naruto dengan jelas.

Wajah Naruto benar-benar mengingatkan Sai kepada idolanya, seorang anak kecil berambut kuning yang menginspirasi Sai kecil untuk belajar beladiri untuk melindungi dirinya sendiri.

'Kalau diingat-ingat, aku sama sekali tidak pernah berterimakasih kepada anak itu, aku harap aku bisa bertemu lagi dengannya' kini tatapan Sai berubah sendu.

"Baiklah, aku akan menceritakannya" Naruto kini berdiri dengan tegap, setelah itu ia kemudian menatap semua yang ada di sana secara bergantian.

"Ceritanya berawal dari. . .".

.

.

.

.

.

Naruto kemudian menceritakan kejadian dua bulan lalu, ketika ia dengan iseng mengajak berkelahi anggota RWK yang saat itu mencari Yahiko, tidak lupa Shikamaru juga menambahkan kalau ia juga terlibat dalam perkelahian itu.

Dua bulan telah berlalu, kini Naruto menceritakan kejadian yang terjadi hari ini, tepatnya sore tadi.

Saat itu Naruto dengan tidak sengaja menjatuhkan motor dari anggota RWK yang bernama Kurobachi dan Jibachi ketika ia menunggu Shikamaru yang saat itu sedang menelepon Sasuke, Chouji dan Lee untuk mengajak mereka pergi ke Karnaval keliling.

Orang yang Kurobachi dan Jibachi pun menyuruh Naruto untuk membayar ganti rugi dari kerusakan yang ia buat. Naruto tentu menyanggupi permintaan mereka, tidak lupa ia juga terus-terusan meminta maaf pada kedua orang itu.

Shikamaru kemudian kembali menambahkan kalau orang yang bernama Jibachi itu mencoba memeras Naruto, Shikamaru tentu tidak membiarkannya, alhasil Jibachi yang dibantu kakaknya pun menyerang Shikamaru.

Naruto yang melihat itu tentu berusaha untuk melindungi Shikamaru dengan cara terus-terusan meminta maaf, dan mencoba memberikan uang yang mereka minta, tapi mereka tidak peduli dan tetap kekeh untuk menyerang Shikamaru.

Naruto tentu tidak akan tinggal diam jika melihat sahabatnya dikeroyok seperti itu, pertarungan 2 lawan 2 pun terjadi dengan Naruto dan Shikamaru yang keluar sebagai pemenangnya.

Mereka berhasil menghajar Kurobachi dan Jibachi tanpa tersentuh sedikit pun, itulah kenapa tampilan mereka sekarang masih bersih seperti ini.

Ah minus pakaian Naruto yang saat ini terlihat ada sedikit noda darah yang berasal dari Misumi dan Yoroi yang ia hajar tadi.

.

.

.

.

.

Neji, Kiba, Shino dan Sai yang mendengar itu merasakan kalau hati mereka sedikit tergerak ketika mendengar kesolidaritasan dari Naruto dan Shikamaru yang saling bahu membahu untuk membantu satu sama lain.

Di sisi lain, Sasuke dan Chouji yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, cerita dari Naruto dan Shikamaru membuat mereka kembali mengingat momen dimana ketika mereka berempat masih SD, yang saat itu sering sekali terlibat tawuran dengan murid dari SD lain.

"Aku sudah menceritakan semuanya, jika kalian tidak percaya dengan ceritaku maka tidak apa-apa" Naruto kemudian duduk di tepi ranjang Lee.

*Puk*

Naruto mengalihkan pandangannya ke Shikamaru yang menepuk pundaknya, Shikamaru kemudian mengangkat tinjunya mengajak Naruto untuk melakukan Fist Bump, Naruto yang melihat itu tentu saja menyambutnya dengan senang hati.

*Duk*

"Tapi tunggu dulu, kalau memang ini berawal dari kejadian dua bulan lalu, kenapa mereka baru menyerang kita sekarang?" Shino memegang dagunya, berpikir.

"Iya juga, kenapa kau tidak kepikiran itu?!" Shikamaru yang mendengar itu langsung menjalankan gear-gear yang ada di otaknya, mencoba memikirkan alasan dari pergerakan RWK yang baru terjadi ini.

"Aku tahu! Aku tidak mau dibilang narsis atau bagaimana, tapi kupikir para Freshmen RWK itu takut padaku dan juga pada Naruto. Seperti yang Naruto tadi katakan kepada kalian, saat itu kami yang hanya berdua saja bisa meratakan 40 orang Freshmen dari geng mereka" Shikamaru menggantung perkataannya.

"Lalu alasan kenapa mereka baru menyerang sekarang adalah karena aku dan Naruto secara kebetulan menghajar Sophomore mereka, yakni Kurobachi dan Jibachi. Maksudku, mereka pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk meminta bantuan kepada Sophomore mereka untuk membantu mereka (Para Freshmen) untuk membalaskan dendam mereka kepada kami berdua" sambung Shikamaru, ia kembali menggantung perkataannya.

"Karena mereka tahu, mereka tidak bisa membalaskan dendam mereka kalau hanya mengandalkan Freshmen mereka saja, dan mereka pasti mengira kalau kualitas Freshmen yang ada di KHS memiliki kualitas yang sama denganku dan juga Naruto!" Shikamaru akhirnya menyelesaikan pendapatnya.

"Tapi itu masih asumsiku saja, kalian tidak perlu menelan bulat-bulat pemikiran liarku itu, hoam mendokuse".

Perkataan Shikamaru itu diberi anggukan oleh mereka yang sedari tadi mendengar perkataannya dengan seksama, menurut mereka pendapat yang Shikamaru lontarkan itu cukup masuk akal.

"Tapi kenapa mereka menyerang kita secara keseluruhan? Mereka kan cuma punya masalah dengan kau dan si Namikaze itu" tanya Neji yang masih belum mengerti.

"Iya, aku juga bahkan mendengar kalau para Sophomore kita juga tidak luput dari penyerangan mereka!" ujar Kiba, ia kembali mengingat sebuah berita yang tidak lama ini ia dapatkan.

Berita yang mengatakan kalau Dokan, Izumo dan Kotetsu harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat diserang oleh geng RWK, hal itu juga membuat mereka bertiga kini harus mendapatakan perawatan yang intensif akibat kehilangan banyak darah.

Soal pengikut mereka, luka yang mereka alami tidak separah pemimpin mereka, sehingga membuat mereka tidak perlu dirawat secara intensif seperti pemimpin mereka itu.

"Soal itu aku punya dua kemungkinan. Pertama, mereka ingin menunjukan kepada kita, murid KHS, kalau mereka masih lebih superior dibanding dengan kita. Kemudian kemungkinan yang kedua, ada orang yang mencoba mengadu domba kita!" Shikamaru memberikan tatapan yang serius.

"Dan sekarang kupikir mereka akan menunggu respon dari kita, melihat apakah kita akan diam saja dan menerima kekalahan ini, atau kita akan memberikan perlawanan kepada mereka" Shikamaru kemudian mendudukkan pantatnya di tepi ranjang Sai, karena ia lelah berdiri.

'Dasar Nara sialan!' batin Naruto, Sasuke dan Chouji bersamaan.

Itu bukanlah hinaan, tapi itu adalah sebuah pujian untuk sobat pemalas mereka yang jenius itu.

Senyum tipis kini terlihat mengembang di wajah mereka bertiga, mereka benar-benar bangga kepada sahabat jenius mereka yang satu ini.

Neji, Kiba, Shino dan Sai yang mendengar itu tertegun, si Nara ini benar-benar jenius! Mereka tidak bisa berkata-kata, semua jawaban mereka telah terjawab semua.

"Aku, Naruto, Sasuke dan Chouji sih sudah pasti akan melawan!" Shikamaru melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Shikamaru kemudian memasang tatapan tajam, lalu ia mengarahkan tatapannya itu ke arah Neji, Kiba, Shino dan Sai secara bergantian.

"Sekarang giliranku untuk bertanya, apa kalian hanya akan duduk dan diam saja atau kalian akan melawan?" sambung Shikamaru, tak lupa ia juga memasang seringai di wajahnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue~.

Alhamdulillah akhirnya chapter ini selesai juga.

Di chapter ini aku sedikit memperlihatkan kemampuan bertarung dari Kimimaro yang lumayan mirip dengan Itachi dan Sasuke. Tapi Kimimaro memiliki kelebihan tulang tubuh yang kuat!.

Aku berusaha untuk memasukan ciri khasnya di anime, yakni menggunakan tulangnya sebagai alat menyerang dan sekaligus menjadi alat bertahannya.

Tapi kemampuan tulangnya itu tidak seratus persen seperti di anime, yang dimana tulangnya mencuat keluar dari tubuhnya dan bisa ia bentuk sesuka hatinya.

Aku hanya 'sedikit' merubah konsep kekuatan Kimimaro menjadi lebih simpel dan tentunya masuk akal, yakni dengan membuat tulang Kimimaro menjadi lebih tebal dan lebih kuat dari rata-rata karakter yang ada di fic ini.

Oh iya, kira-kira apa ada dari kalian yang bisa menebak gaya bertarung apa yang akan dipakai oleh Kimimaro? Ah jangan lupakan Jirobo juga, kira-kira gaya bertarung apa yang akan mereka pakai nanti?.

Ah sebelum aku menutup chapter ini, aku mau berterimakasih kepada orang-orang yang telah menambahkan cerita ini ke dalam list Fav, Follow dan download kalian, dan juga tentunya aku juga mau berterima kasih kepada orang yang tetap konsisten untuk meninggalkan reviewnya di cerita ini.

Well mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.