KHS Boys - Kelas 1C, Tuesday at 10:30 am.
Istirahat pertama telah tiba, kini kelas 1C dipenuhi oleh murid-murid yang merupakan anggota dan para petinggi dari Fraksi ACE.
Mereka kini tengah membicarakan suatu hal yang cukup serius, sepertinya mereka sedang membicarakan strategi serangan balik mereka yang akan mereka lakukan ke RWK dalam waktu dekat ini.
"Oh iya Naruto, apa kau ingat dua bulan lalu saat kita pertama kali bertemu kembali dengan Sasuke?" Shikamaru menoleh ke arah Naruto yang sedang asyik berbaring di tempat andalannya, yakni di atas dua meja yang ia susun.
"Ya tentu saja, memangnya kenapa?" Naruto menjawabnya dengan santai.
"Kau masih ingatkan dengan hal yang kita lakukan saat itu?" Shikamaru kemudian menyamankan posisi duduknya.
"Hm mungkin. Biar kuingat, pertama kita makan ramen, lalu setelah itu kita bertemu dengan Alis tebal dan mengantarkannya untuk menjenguk senpainya di Rumah Sakit, setelah itu kita ke rumah Sasuke untuk menanyakan sesuatu pada kak Itachi, dan yang terakhir kita ke rumah Chouji dan mengajaknya untuk makan siang, itu saja bukan?".
Setelah berbicara panjang lebar, Naruto kemudian melakukan aktivitas wajibnya, yakni mengeruk 'emas' yang ada di dalam hidungnya.
Mereka yang melihat itu hanya sweatdrop, apa pemimpin mereka ini tidak bisa serius?.
"Tumben ingatanmu bagus, oh iya apa kau masih ingat dengan pembicaraan kita dengan kak Itachi?" Shikamaru kembali bersuara.
"Hm? Biar kuingat" Naruto menerawang jauh, tidak lupa ditemani oleh kelingkingnya yang masih menempel di dalam gua 'emas' miliknya.
". . .".
"Ah sial, aku lupa! Memangnya apa yang kita bicarakan waktu itu?" Naruto menyerah, bersamaan dengan itu, ia kemudian menyentil hasil kerukannya ke sembarang arah.
Mereka yang melihat itu segera menghindarinya, ada yang menggunakan buku dan tas sebagai tameng mereka, dan ada juga yang bersembunyi di bawah meja.
Beda halnya dengan Sasuke, Shikamaru dan Chouji, mereka hanya menghindari 'emas' Naruto dengan gerakan simpel.
Maksudku kau tidak bisa membohongi pengalaman, bukan?.
"Hahh sudah kuduga. Kita membicarakan perihal Pria bertopeng yang saat itu mencekikku" Shikamaru kembali mengambil atensi mereka yang tadi sempat teralihkan.
"Mencekik?" Chouji menaikkan satu alisnya.
"Iya, mereka memainkan suatu game yang aneh dan mereka tidak mengajakku!" Naruto kini duduk sambil memasang pose memberitahu kepada Chouji, tidak lupa dengan memasang ekspresi konyolnya.
"Apa itu benar Shika?" Sasuke akhirnya membuka suaranya setelah sedari tadi hanya diam memperhatikan sahabatnya berbicara.
"Tentu saja tidak, orang itu berbohong! Dia mencekikku karena aku menolak ajakannya untuk masuk ke Fraksinya" Shikamaru membantah perkataan Naruto.
"APA?!" ekspresi Naruto seketika berubah marah.
"Kau tenang dulu, setelah aku menanyakan orang itu kepada kak Itachi, ternyata orang itu bernama Tobi dan dia adalah salah satu petinggi baru diUE,alasan sebenarnya kenapa saat itu dia mencekikku adalah ia sedang merasakan rasa cemas yang berlebih" Shikamaru mencoba menenangkan Naruto.
"Rasa cemas yang berlebih?" beo Naruto, Sasuke dan Chouji bersamaan.
"Ya benar seperti itu, karena pada saat itu dia akan melawan sangGreen Beastdalam waktu dekat, kata kak Itachi, orang itu akan berubah agresif ketika dia sedang merasakan rasa cemas yang berlebih" Shikamaru kembali merilekskan posisinya.
"Tapi itu bukan alasannya untuk mencekikmu seenaknya!" Naruto masih tidak menerima alasan konyol orang yang mencekik Shikamaru itu.
"Kau tidak perlu seperti itu Naruto, kau tahu, orang yang bernama Tobi itu ternyata adalah orang yang sangat kita kenali!" Sasuke kini mengambil alih percakapan.
Naruto, Shikamaru dan Chouji yang mendengar itu, menaikkan satu alis mereka, menatap Sasuke penasaran.
"Hah serius? Siapa orang itu, apa kau sudah mengetahuinya?" Naruto kini menatap selidik ke arah Sasuke, hal itu tentu diikuti oleh Shikamaru dan Chouji yang berada di sampingnya.
"Tentu saja, aku ingin memberitahu kalian, tetapi Nii-san melarangku untuk melakukannya" Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah lain, mencoba menghindari kontak mata dengan sahabatnya yang masih menatapnya intens, mencari jejak kebohongan yang ada di dalam perkataannya.
"Lebih tepatnya masih belum waktunya" tambah Sasuke.
Shikamaru dan Chouji yang mendengar itu hanya mengangguk paham, beda halnya dengan Naruto, tatapan menyelidiknya masih belum lepas dari Sasuke.
"Jadi apa hubungannya ini dengan pembahasan kita mengenai serangan balik ke RWK?" Sasuke kemudian menolehkan pandangannya ke Shikamaru yang kini balik menatapnya malas.
"Itu hanya pembuka dari topik yang ingin kusampaikan kepada kalian, sekarang aku akan memberitahukan kalian sesuatu yang bisa kita gunakan untuk menghancurkan RWK itu, hoam mendokuse" Shikamaru kini melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Ada satu hal lagi yang aku bicarakan dengan kak Itachi saat kalian bertiga pergi membeli makanan" perkataan dari Shikamaru berhasil menarik kembali perhatian mereka yang sempat teralihkan.
"Saat kalian pergi, kak Itachi memberiku sedikit informasi mengenai kelebihan dan kekurangan SMA yang ada di sini (Konoha)" tambah Shikamaru.
"Baiklah akan kumulai, di wilayah ini (Konoha) kita memiliki 3 SMA yang selama ini selalu bersaing dalam hal kenakalan dan kehebatan dalam berkelahi antar anak SMA, bukan begitu?" mereka mendegar itu menganggukkan kepala mereka sebagai tanda setuju.
"Yakni KHS Boys, Inuzuka Industrial High, dan Shika Commerce" Shikamaru menjeda perkataannya.
"Jika kita berbicara soal kelebihan dalam kekuatan perorangan, maka sudah pasti jawabannya adalah sekolah kita ini (KHS Boys), walaupun kita kuat secara individu, akan tetapi jika berbicara soal kekuatan secara kelompok, maka kita berada di urutan yang paling bawah, karena selama ini sekolah kita selalu terpecah dan sama sekali belum pernah bersatu di bawah satu pemimpin" Shikamaru kembali menjeda perkatannya.
"Beralih ke sekolah kedua, yang murid-muridnya baru saja menyerang kita kemarin, yakni anggota dari RWK yang sekaligus merupakan murid-murid dari IIH (Inuzuka Industrial High),-
- Mereka seperti kebalikan dari kita, dalam kekuatan perorangan, mereka berada di peringkat terbawah di kota ini, akan tetapi jika berbicara soal kekuatan kelompok, maka mereka berada di posisi teratas di kota ini,-
- Berbeda dengan KHS, mereka semua tunduk kepada satu pemimpin, maka dari itu mereka sangat mudah diarahkan untuk menyerang dan menghancurkan suatu kelompok yang mengusik mereka" Shikamaru menghela nafas lelah.
"Kemudian berpindah ke sekolah yang terakhir, yakni SC (Shika Commerce). Bisa dibilang sekolah ini merupakan sekolah yang berada ditengah-tengah KHS dan IIH,-
- Kekuatan individu mereka oke dan kekuatan perkelompok mereka juga oke,-
- Ya walaupun mereka merupakan sekolah campuran, akan tetapi kekuatan mereka benar-benar bisa bersaing dengan kedua sekolah lainnya" Shikamaru kemudian berdehem, mencoba merilekskan kerongkongannya yang agak serak.
"Jadi berdasarkan dengan penjelasanmu tadi, peringkat ketiga sekolah itu seperti ini?" Sasuke kemudian menuliskan sesuatu di buku milik Baiu yang berada di sampingnya, tentunya setelah ia mengambil pulpen yang tersemat di saku kemeja Midare yang juga berada di sampingnya.
Baiu dan Midare yang melihat itu hanya tersenyum kikuk melihat kelakuan salah satu dari petinggi mereka yang bertindak seenak jidatnya.
Peringkat dalam kekuatan individu:
1. KHS.
2. SC.
3. IIH (RWK).
Peringkat dalam kekuatan kelompok:
1. IIH (RWK).
2. SC.
3. KHS.
"Bagaimana?" tanya Sasuke.
Mereka semua yang berada di situ segera mengalihkan perhatian mereka ke buku yang tadi Sasuke pakai untuk menulis.
"Ya kau benar!".
"Bukan cuma itu, kak Itachi juga memberitahuku soal kemampuan bertarung dari geng RWK yang mengandalkan kekompakan kelompok mereka" perkataan Shikamaru lagi membuat mereka yang berada di sekitarnya menatapnya tertarik.
"Mereka memiliki tiga formasi yang sering mereka gunakan ketika berperang, salah satu formasi dari mereka sudah pernah aku dan Naruto rasakan ketika upacara penerimaan murid baru, sekitar dua bulan yang lalu" Naruto yang mendengar itu mencoba mengingat kejadian yang Shikamaru bicarakan.
"Nama formasi itu adalah Formasi Dinding" tambah Shikamaru.
Shikamaru kemudian menjelaskan ciri-ciri posisi dinding itu seperti apa dan bagaimana cara melepaskan diri dari formasi itu.
Mereka yang mendengar itu mengangguk paham.
"Jadi kita tidak boleh bergerak sendirian, begitu Shika?" Chouji mewakili pertanyaan dari teman-temannya.
"Kau benar, kau hanya perlu memiliki minimal satu orang yang menemanimu ketika berperang nanti" Chouji dan yang lain kembali mengangguk paham.
"Terus bagaimana dengan dua formasi lainnya, Putri tidur?" Naruto kini yang bersuara, Shikamaru kemudian kembali berdehem.
"Formasi kedua, adalah Formasi Sekop (formasi yang digunakan oleh PPT 3 ketika melawan Tobi),-
- Berbeda dengan Formasi Dinding yang biasa mereka gunakan sebagai alat menyerang, mereka akan menggunakan Formasi Sekop ini sebagai alat bertahan mereka,-
- Mereka biasa menggunakan formasi ini sebagai formasi pertama mereka ketika perang terjadi, mereka akan menderetkan tubuh mereka sejajar lurus bagaikan sebuah benteng, dan ketika kalian maju menyerang mereka, maka mereka akan segera menundukkan tubuh mereka dan didetik selanjutnya mereka akan langsung menegakkan tubuh mereka,-
- Bagaikan sebuah gerakan dari seorang yang sedang menyekop pasir, gerakan mereka itu akan membuat orang-orang yang menyerang mereka akan terhempas ke belakang dari deretan yang mereka buat, dan ketika hal itu terjadi, maka pasukan yang berada di belakang mereka akan langsung menginjak-injak kalian yang tengah terbaring tanpa ampun!".
Perkataan dari Shikamaru sukses membuat seluruh anggota dari Fraksi ACE menegukan ludah mereka secara kasar.
Beda halnya dengan Naruto, Sasuke dan Chouji, mereka yang mendengar itu tersenyum miring.
'Heh, menarik!' batin mereka secara bersamaan.
"Dan yang terakhir, Formasi terhebat mereka, yakni Formasi Lingkaran Semut!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: No pair for today my friend!.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kelas 2A, Tuesday at 10:35 am.
"Mereka menyerang Dokan, Izumo dan Kotetsu juga?" Itachi melipat kedua tangannya di depan dadanya, tidak lupa ia juga menyamankan posisi duduknya.
"Itu benar" Shisui mengangguk pelan, Shisui kemudian mendudukan dirinya di atas meja, di samping Itachi.
"Jangan lupa mereka juga menyerang Sai-san, Itachi-san!" salah satu dari pengikut Sai ikut nimbrung dengan pembicaraan Itachi dan Shisui.
"Sai? Darimana kalian tahu berita itu?" Shisui memegang bahu anak buah Sai yang tadi berbicara.
"Sasuke-san lah yang memberitahu kami ketika kami berpapasan dengannya di koridor lantai 1 tadi" kali ini pengikut Sai yang lain yang menjawab pertanyaan Shisui.
*Srek* *Srek*
Tobi melangkah masuk ke dalam kelas yang saat ini tengah dipenuhi oleh anggota UE yang mengelilingi Itachi dan Shisui yang berada di tengah-tengah mereka.
"Tobi-san!" perkataan Itachi membuat seluruh penghuni kelas mengalihkan pandangan mereka ke arah Tobi yang kini berjalan mendekati Itachi dan Shisui.
Setelah sampai, ia langsung mengambil kursi dan duduk menghadap Itachi dan Shisui yang kini menatapnya penasaran.
"Jadi kalian diserang juga oleh serangga-serangga itu?" ujar Tobi dengan suara yang berat, para anggota UE yang mendengar itu seketika merasakan kalau bulu kuduk mereka berdiri.
Entah mengapa, mereka merasakan rasa takut yang teramat sangat dengan wakil ketua mereka yang satu ini.
Mereka sebenarnya sudah biasa mendengar Tobi mengeluarkan suara berat seperti itu, akan tetapi, sepertinya kali ini sedikit berbeda karena mereka bisa mendengarkan dan bahkan bisa merasakan kemarahan dibalik suara berat itu.
"Ya kau benar, Tobi-san" Itachi menjawabnya dengan santai.
"Apa kau diserang juga O-Ni-, maksudku Tobi-san?" perkataan Shisui seketika terhenti ketika Tobi memberikannya tatapan tajam.
"Ya, dan itu benar-benar menjijikan karena mereka mengirimkan Freshmen mereka untuk menyerangku, maksudku apa mereka bercanda?!" Tobi kini melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Jadi sepertinya kita akan perang lagi melawan RWK, huh?" Itachi kemudian menunjukan senyum miringnya.
Para anggota UE yang mendengar itu menganggukan kepala mereka, akhirnya hal yang mereka damba-dambakan tiba.
Mereka sudah gatal ingin berperang, sekaligus mereka juga ingin membalaskan dendam mereka, berhubung ada beberapa dari mereka yang diserang juga oleh pasukan RWK yang kemarin malam tengah berpatroli di kota Konoha (PPT 1 dan PPT 2).
Shisui yang mendengar itu kembali mengingat kejadian setahun yang lalu, ketika perang besar antara 3 sekolah terjadi, yakni KHS Boys, Inuzuka Industrial High dan Shika Commerce.
Peperangan yang dikenal dengan nama Triple Threat War!.
Peperangan yang menumpahkan banyak darah dari para murid yang berasal dari ketiga sekolah yang terlibat, sehingga hal itu membuat polisi bahkan sampai para pejabat harus turun tangan untuk menghentikan peperangan itu.
Dan hal itu juga lah yang membuat ketiga sekolah tersebut harus menandatangani perjanjian perdamaian.
Dan seperti yang kalian lihat, perjanjian perdamaian itu telah dibatalkan dengan penyerangan dari RWK kepada mereka murid-murid KHS kemarin malam.
"Kau tahu, jika mereka ingin perang maka kita akan berikan apa yang mereka mau!" Tobi kembali bersuara.
"YAAA!" perkataan dari Tobi disetujui oleh semua anggota UE.
"Kita akan menunjukan kepada para serangga yang tidak berguna itu untuk tidak pernah mengusik kita lagi!".
*Srek*
"Nii-san!" perkataan Sasuke berhasil menarik atensi dari seluruh penghuni kelas.
Sasuke kemudian berjalan masuk ke dalam dan segera menuju ke tempat kakaknya.
"Sasuke?" Itachi berdiri dari duduknya ketika Sasuke sudah berada di hadapannya.
"Ada apa Sasuke?" Shisui menatap adik sepupunya bingung.
"Aku mau meminta bantuan kalian, Nii-san, Shisui-Nii dan Tobi-san!" Sasuke menatap mereka bertiga secara bergantian.
"Bantuan apa? Menyerang balik RWK?" Tobi menatap Sasuke serius.
"Iya Tobi-san!".
"Apa Naruto yang menyuruhmu?" bukan Tobi yang menjawab, tapi Itachi.
"Tidak Nii-san, aku melakukan ini tanpa sepengetahuannya" Sasuke yakin betul kalau Naruto akan menolak usulannya ini, karena ia tahu betul kalau sahabatnya itu berniat untuk menyelesaikan masalah ini sendirian, tanpa campur tangan dari orang lain maupun kelompok lain.
Bahkan Sasuke mengingat kalau Naruto kemarin malam sempat ingin mendatangi RWK sendirian, akan tetapi ia beserta sahabatnya yang lain berhasil menghentikannya.
Setelah beberapa menit berdebat, Naruto akhirnya mau menyelesaikan masalah ini bersama dengan mereka (sahabatnya) dan Fraksi mereka, yakni Fraksi ACE.
Itachi dan Shisui yang mendengar itu tersenyum tipis. Hahh, sepertinya si kuning bodoh itu masih seperti dulu, selalu membebani dirinya sendiri dan tidak mau menyusahkan orang lain.
"Beruntung bagimu, karena kami juga akan melakukan hal yang sama!" Shisui kali ini yang bersuara. Sasuke yang mendengar itu mengeluarkan senyum tipisnya.
"Shisui, apa yang kubilang kepadamu soal Fraksi dan aliansi? Apa kau lupa?" Tobi mendelik ke arah Shisui yang berada di sampingnya.
"Tentu saja aku ingat, kita tidak diperbolehkan untuk memberikan bantuan kepada orang atau Fraksi yang bukan merupakan bagian dari kita".
"Tapi ayolah, tidak bisakah kita membuat pengecualian? Maksudku Sasuke ini adalah adik sepupu ki-, maksudku adik sepupuku dan adik kandung Itachi!" Shisui mencoba bernegosiasi dengan Tobi.
Anggota UE menatap tidak suka kepada Tobi, mereka belakangan ini merasakan kalau Tobi bertindak seakan-akan kalau dia adalah pemimpin mereka, ditambah lagi Itachi dan Shisui yang selalu mengikuti perkataannya sehingga membuat Tobi benar-benar terlihat seperti pemimpin UE sekarang.
Tapi tetap saja, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka takut kepada Tobi, maksudku bagaimana bisa kau tidak takut kepada orang yang bisa membuat sang Green Beast atau sang Monster tak terkalahkan dari Konoha harus dilarikan ke Rumah Sakit?.
"Kau berani membantah-!" tiba-tiba sebuah ide terbesit di benak Tobi.
"Oy Sasuke, kau tahu? Aku akan meminjamkan semua anggota UE kepada kalian, tapi dengan satu syarat!" perkataan Tobi sontak membuat semua yang berada di tempat itu menatapnya penasaran.
"Apa syaratnya, Tobi-san?" Sasuke mulai was-was, karena pikiran orang yang ada di depannya ini tidak bisa ditebak.
"Aku mau kalian menghancurkan mereka semua (RWK) tanpa tersisa!" perkataan Tobi membuat seluruh penghuni kelas itu menjadi bingung, apa sebenarnya maksud dari orang ini?.
"Hn, serahkan itu kepada kami!" Sasuke menjawabnya mantap.
Ia tidak akan menyia-nyiakan syarat yang mudah ini dan ia juga tidak akan mempertanyakan kenapa ia diberikan syarat yang mudah seperti ini.
Karena bisa-bisa orang yang ada di depannya ini berubah pikiran.
Bukan berarti Sasuke mau sombong atau bagaimana, tetapi memiliki Naruto, Shikamaru, Chouji dan dirinya (Sasuke) di dalam kelompokmu merupakan sebuah cheat code kau tahu?.
Dengan kata lain, Sasuke benar-benar yakin kalau kelompok mereka yang dipimpin oleh Naruto sahabatnya itu akan menghancurkan RWK tanpa tersisa seperti yang diinginkan oleh Tobi.
"Bagus, kalau begitu sekarang semuanya tergantung kepada kalian, jangan sampai kalian membuat KHS malu karena kalah melawan serangga-serangga kecil itu, kau paham?!".
"Hn, tentu saja!" Sasuke memberikan tatapan meyakinkannya kepada Tobi.
Tobi yang melihat itu mengangguk puas.
"Kalau begitu aku permisi dulu, Tobi-san, Nii-san, dan Shisui-Nii!" Sasuke kemudian beranjak dari tempatnya dan segera meninggalkan kelas itu.
Dan berniat untuk memberitahukan berita ini kepada sahabat-sahabatnya (kecuali Naruto) yang sebentar lagi akan membolos dan pergi menjenguk Lee di Rumah Sakit.
"Tobi-san?" Itachi menatap Tobi bingung, otak jeniusnya tidak bisa menangkap apa yang coba dilakukan oleh orang ini.
"Aku akan memberitahukan kalian alasanku nanti!" Tobi kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu kelas, meninggalkan orang-orang yang masih bingung dengan perkataan dan maksud dari ucapannya.
"Itachi-san, Shisui-san, bagaimana ini?" ujar salah satu dari pengikut mereka, memecah keheningan yang sempat terjadi.
Itachi dan Shisui pun saling bertukar tatapan dan kemudian menganggukkan kepala mereka.
"Untuk sementara ini, kalian bantulah Naruto untuk mengalahkan pasukan RWK!" Itachi menatap orang itu dengan tatapan datar.
"Seperti yang Itachi katakan! Pinjamkan kekuatan kalian kepada Naruto dan Fraksi ACE miliknya!" Shisui menambahkan perkataan dari Itachi.
"Dan tunjukkanlah kepada mereka kalau kita para Sophomore yang keren, memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dari mereka para Freshmen yang ingusan itu, apa kalian mengerti?!" tambah Shisui.
"YA! SHISUI-SAN!".
Para anggota UE yang mendengar itu memasang senyum miring, mereka kini bertekad untuk menunjukkan kepada Freshmen mereka seberapa hebat mereka dan mereka juga akan menunjukkan kepada para Freshmen mereka itu bagaimana cara untuk memenangkan peperangan melawan RWK.
"Bagus!" Shisui memasang senyum bangga.
"Sophomore yang keren?" bisik Itachi sweatdrop ketika mendengar perkataan narsis dari sepupunya.
"Sst diamlah! Mereka suka disanjung-sanjung!" Shisui juga berbisik kepada Itachi, tidak mau menganggu semangat dari para anggotanya yang saat ini tengah berapi-api.
"Hahh terserah".
.
.
.
.
.
.
.
.
Konoha Hospital, Tuesday at 11:00 am.
"Gu-chan!" Naruto menyapa perawat yang sedang menjaga di meja administrasi, yakni perawat yang bernama Guren.
"Eh Naru-kun! Mau menjenguk Rock-san?" Guren memberikan senyum simpulnya setelah melihat Naruto bersama teman-teman tampannya datang untuk menyapanya yang sedang bosan ini.
"Tentu saja, tapi aku mau berbicara denganmu dulu, shishishi" Naruto tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Guren yang melihat itu hanya terkikik geli.
"Hahh dasar genit, ayo kita ke tempat Lee dan yang lainnya, mendokuse!" Shikamaru geleng-geleng kepala melihat kelakuan si Monster kuning ini.
Ya walaupun sahabat kuningnya bersifat santai seperti ini, tapi percayalah, sebenarnya sobatnya ini juga sedang pusing memikirkan Lee yang saat ini masih dalam kondisi yang buruk.
Shikamaru bisa jamin kalau saja Naruto bertemu dengan salah satu anggota RWK, maka ia beserta Sasuke dan Chouji harus bersiap untuk menahan Naruto, karena sudah dipastikan kalau dia akan mengamuk.
Bagai orang tuli, Naruto tidak memperdulikan perkataan Shikamaru, dan kini malah bercerita soal kejadian dimana dirinya berkelahi melawan seekor kuda putih ngamuk ketika ia dan keluarganya sedang pergi ke kebun binatang saat ia SMP dulu.
"He, benarkah?" Guren menatap Naruto penasaran.
"Iya Gu-chan! Sampai-sampai para petugas kebun binatang itu kewalahan untuk menangkapnya!" ujar Naruto sambil memasang pose memberitahu kepada Guren.
"Eh benarkah? Terus bagaimana dengan pengunjung di situ?" Guren terlihat tertarik, ia kemudian meletakkan kedua tangannya di atas mejanya dan tidak lupa menggunakan satu tangannya untuk menangkup wajah cantiknya.
"Kuda itu sempat menendang beberapa orang dan juga kuda itu hampir menendang adik-adikku yang saat itu sedang membeli es krim di dekat kandangnya, oh iya orangtuaku saat itu sedang berbicara dengan rekan bisnis mereka yang saat itu secara tidak sengaja mereka temui".
"Terus bagaimana dengan adik-adikmu yang malang itu?" wajah Guren berubah cemas.
"Tenang saja, beruntung ada aku yang menjaga mereka saat itu, dan sontak saja, aku langsung menghajar mulut kuda itu sampai membuat satu giginya terbang keluar dan juga berhasil membuat kuda itu terjatuh ke tanah, alhasil para penjaga kebun binatang yang ada di situ pun berhasil menangkap kuda yang sedang terjatuh itu!".
Naruto kembali mengingat momen dimana ia dinobatkan sebagai pawang kuda cilik super karena ia telah meng K.O. kuda ngamuk yang hampir melukai adik-adiknya beserta pengunjung yang berada di dekat situ hanya dengan menggunakan satu pukulan saja!.
Tidak lama setelah itu, Ibunya pun datang dan langsung memarahi petugas kebun binatang yang sempat lalai itu, untung saja ada Ayahnya yang bisa menengahi Ibunya dan petugas kebun binatang yang terlihat kecapean itu.
Bukannya ikut memarahi, Ayahnya itu malah memberikan para petugas itu segepok uang.
Kata Ayahnya, ia benar-benar merasa kasihan dengan petugas yang terlihat kecapean itu, Ayahnya juga merasa bersalah karena perhatiannya dan Kushina sempat teralihkan akibat berbicara dengan rekan bisnis mereka.
Ibunya tentu tidak setuju, karena bagaimana pun juga, anak-anaknya hampir celaka akibat dari kelalaian petugas kebun binatang tersebut, Naruto dan Ayahnya yang melihat itu pun segera bekerja sama untuk menenangkan ibunya yang saat itu sedang marah besar.
.
.
.
"Dobe" menggeleng pelan ketika mendengar cerita aneh dari sahabat kuningnya itu.
Well, dia tidak akan meragukan ceritanya karena ia yakin kalau Naruto memang bisa melakukan hal itu.
Maksudku ini Naruto yang kita bicarakan, pastilah ada hal-hal aneh yang akan dia lakukan.
"Hahh, ayo kita pergi!" Chouji langsung menarik kerah gakuran Naruto untuk menjauh dari tempat itu.
"Eit eit eit tunggu dulu aku belum selesai bicara!" Naruto mempertahankan dirinya dengan berpegang pada meja administrasi tempat Guren menjaga.
"Oh Iya Sasuke, jangan lupa bawa Shikamaru juga!" Chouji akhirnya berhasil menarik Naruto menjauh dari Guren.
"Yoi, kau tenang saja" Sasuke kemudian membangunkan Shikamaru yang sempat tertidur akibat tidak diajak bicara oleh mereka mungkin(?).
Ya, aneh memang.
"Gu-chan, nanti aku datang lagi ya, bye bye!" Naruto akhirnya mengalah dan mengikuti Chouji yang kini sudah berhenti menarik kerah gakurannya, tidak lupa di belakang mereka juga diikuti oleh Sasuke dan Shikamaru yang baru saja terbangun dari tidur berdirinya.
"Iya Naru-kun, sampai jumpa!" Guren melambaikan tangannya, tidak lupa ada sebulir keringat yang mengalir turun dari dahinya.
'Mereka benar-benar aneh'.
.
.
.
.
.
.
Koridor Rumah Sakit.
Terlihat ada beberapa petinggi dari geng RWK yang sedang membicarakan suatu hal yang cukup serius.
"Kimimaro-san, bagaimana ini?" tanya Jirobo yang berada di sebelah Kimimaro.
"Kata pasukan Misumi-Yoroi, mereka sepertinya diserang oleh orang yang bernama Namikaze itu" Kidomaru menatap Kimimaro serius, di wajah Kidomaru kini dipenuhi oleh plester yang menutupi luka-lukanya.
"Namikaze huh?" tatapan Kimimaro berubah geram, si Namikaze itu benar-benar menghajar anak buahnya itu sampai sekarat seperti ini.
Kimimaro berjanji akan menghancurkan Naruto dan akan membuatnya merasakan apa yang Misumi dan Yoroi alami saat ini.
"Jangan lupa ada Dosu dan Zaku juga yang mengalami patah tulang rusuk akibat melawan Uchiha Sasuke yang merupakan salah satu petinggi dari Fraksi ACE!" Jibachi ikut nimbrung, sama seperti Kidomaru, di wajahnya juga kini dihiasi berbagai macam plester yang menutupi lukanya.
"Ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak berbohong sialan!" Kurobachi tiba-tiba menarik kerah kemeja Jibachi dan langsung membenturkan adiknya itu ke dinding koridor Rumah Sakit.
Dengan wajah yang juga sama dihiasi oleh plester, Kurobachi menatap adiknya dengan penuh kemarahan.
"Kuro!" Kimimaro menatap dingin Kurobachi.
Kurobachi yang melihat itu hanya mendecih kesal dan segera melepaskan cengkeramannya dari kerah kemeja adiknya.
Tidak jauh dari mereka, terlihat Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Chouji yang sedang mengejek satu sama lain dan kini tengah berjalan ke arah tempat dimana para petinggi RWK berada.
"Kau ada-ada saja-" perkataan Chouji terhenti ketika melihat para petinggi RWK menatap mereka.
Naruto, Sasuke dan Shikamaru yang mendengar Chouji menghentikan perkataannya segera menoleh ke arah Chouji, mereka pun melihat sahabat mereka itu tengah menatap sesuatu atau mungkin seseorang di depannya.
Hal itu pun membuat mereka secara otomatis menoleh ke objek yang ditatap Chouji, dan sontak saja, raut wajah mereka berubah mengeras ketika melihat di depan mereka ada orang-orang yang telah mencelakai teman-teman mereka.
*Deg*
'Fraksi ACE?!'.
'RWK?!'.
Kedua kubu saling menatap tidak percaya, mereka benar-benar tidak menyangka kalau mereka akan bertemu secepat ini dan dalam situasi seperti ini.
"Namikaze?!" Kimimaro yang sadar dari keterkejutannya segera berjalan mendekati Naruto, Naruto yang melihat itu tidak tinggal diam, ia juga berjalan mendekati Kimimaro.
Merasa jaraknya sudah dekat, Naruto kemudian melesatkan gerakan pembuka andalannya, yakni sebuah Overhand punch menggunakan tangan kanannya yang mengincar belakang telinga Kimimaro.
Kimimaro yang melihat itu hanya tersenyum miring.
*Syut* *Duak*
"Ugh?!" Naruto tiba-tiba jatuh terduduk.
Kimimaro ternyata berhasil menghindarinya dengan menundukan tubuhnya dan kemudian ia sekaligus melakukan sebuah counter dengan mengangkat sikutnya ke atas sehingga membuat sikutannya itu berhasil mengenai rahang Naruto dengan sangat telak, sehingga membuat Naruto seketika jatuh terduduk di hadapannya.
(Video referensi: UFC, Yair Rodriguez vs The Korean Zombie, Elbow Knockout).
"!!!" Sasuke, Shikamaru dan Chouji terkejut ketika melihat Naruto berhasil dijatuhkan dengan satu serangan yang benar-benar cepat dan sama sekali tidak terduga.
Beda halnya dengan para petinggi RWK, mereka yang melihat kejadian itu hanya tersenyum sinis.
Beralih ke Kimimaro, ia kemudian segera mengayunkan kakinya menuju ke rahang Naruto yang saat ini tengah terduduk di depannya.
*Swung* *Tap* *Doom*
"A- APA?!" Naruto berhasil menangkap kaki Kimimaro dan sekaligus melemparkannya ke samping, sehingga membuat tubuh Kimimaro mau tidak mau juga ikut terlempar dan membuatnya harus menabrak dinding dengan sangat keras!.
Naruto kemudian secara refleks langsung mengelus tangannya yang kini berdenyut nyeri akibat beradu tulang dengan kaki Kimimaro.
"H- Hah?!" kali ini para petinggi RWK lah yang berhasil dibuat terkejut oleh counter attack dari Naruto.
Seperti melakukan balas dendam, kini Sasuke, Shikamaru dan Chouji lah yang tersenyum sinis ketika melihat sahabat kuning mereka berhasil mementahkan tendangan kuat dari Kimimaro dan bahkan berhasil membuatnya menghantam tembok.
Naruto kemudian cepat-cepat mendirikan tubuhnya, Kimimaro yang melihat itu tidak tinggal diam, ia juga ikut mendirikan tubuhnya dan segera memasang posisi siaga.
Bukan hanya mereka berdua, Sasuke, Shikamaru dan Chouji juga kini memasang posisi siaga setelah melihat para petinggi dari RWK yang lain terlihat tengah bersiap untuk maju menyerang mereka bertiga.
"ADA APA INI RIBUT-RIBUT?!" Tsunade dan para perawat langsung mengerumuni para petinggi ACE dan para petinggi RWK yang baru saja mau melakukan perkelahian di koridor Rumah Sakit.
"B- Bibi?!".
"Naruto?! Jika kau masih ingin membuat gaduh di tempat ini maka aku akan mengusirmu dengan teman-temanmu yang lain!" Tsunade menatap keponakannya dengan tatapan marah.
"Dan aku akan memanggil polisi untuk menangkap kalian, dan tidak hanya itu, aku juga akan memberitahukan kejadian ini kepada ibumu Naruto, Ibumu!" tambah Tsunade dengan sedikit menekankan kata 'Ibu' kepada Naruto.
Naruto yang mendengar itu langsung pucat pasi, ia kemudian melunakkan gestur tubuhnya, tidak lupa ia juga menyuruh sahabatnya yang lain untuk melakukan hal yang sama dengannya.
"Maafkan aku Bibi, tolong jangan beritahu ibuku!" jujur saja, Naruto tidak takut jika ia dan para sahabatnya harus berurusan dengan polisi, karena itu adalah hal yang lumayan lumrah terjadi kepada mereka berempat, lagipula ia memiliki hal yang lebih ia takuti dari itu semua, yakni Ibunya sendiri!.
"Dan untuk kalian murid-murid dari sekolah Industri Inuzuka, jika kalian masih ingin ribut maka aku akan memanggil polisi dan meminta mereka untuk meringkus kalian, apa kalian paham?" Tsunade mengalihkan tatapan marahnya ke arah Kimimaro dan kawan-kawan.
"Maafkan kami, Sensei" Kimimaro menundukkan kepalanya singkat untuk meminta maaf, hal itu juga diikuti oleh para petinggi RWK yang lain.
"Jika kudengar kalian ribut lagi maka aku akan menendang kalian keluar dan aku akan benar-benar memanggil polisi, sampai di sini apakah sudah jelas?!" Tsunade menatap Naruto dan Kimimaro bergantian.
"Iya Bibi/ Sensei!" jawab Naruto dan Kimimaro kompak.
"Bagus, ayo semuanya kembali ke tempat kalian masing-masing!" Tsunade beserta para perawat yang tadi mengikutinya kemudian berjalan ke tempat mereka semula, meninggalkan Naruto dan Kimimaro beserta pengikut mereka.
Naruto dan Kimimaro kemudian bertukar tatapan tidak suka.
'Muay Thai huh? Sama seperti Shikamaru, tulangnya juga benar-benar sangat keras!' batin Naruto.
'Anak ini lumayan juga!' batin Kimimaro.
"Naruto apa kau tidak apa-apa?" Chouji menepuk pundak Naruto, Naruto hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Tatapan Naruto masih belum lepas dari sosok Kimimaro.
"Kimimaro-san?" Jirobo mencoba menanyakan keadaan pemimpinnya.
"Aku baik-baik saja" balas Kimimaro santai.
Jirobo kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Chouji yang saat ini berada di sebelah Naruto, Chouji juga melakukan hal yang sama.
'Kalau tidak salah namanya adalah Akimichi Chouji, aku penasaran dengan kehebatan si gendut ini!' batin Jirobo menatap Chouji tertarik.
'Apa orang ini juga ikut mengeroyok Lee dan Shimura?' batin Chouji menatap Jirobo penuh selidik.
Hal yang Chouji ingat dari perkataan Sai adalah mereka cuma melawan Kimimaro, tapi Chouji masih sedikit ragu karena bagaimana pun juga, Sai sudah lebih dulu pingsan dibandingkan dengan Lee sehingga ia tidak melihat Jirobo yang mungkin juga ikut menghajarnya bersama dengan Lee kemarin malam.
Chouji kemudian menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh berprasangka buruk dulu, ia harus menanyakan kebenarannya terlebih dahulu kepada Lee, itu pun kalau Lee sudah siuman.
Tapi tetap saja, Chouji cukup tertarik untuk melawan Jirobo, karena ia penasaran untuk mengalahkan orang yang lebih besar darinya.
"Yo Megane, apa kau menyukai hadiah yang kuberikan kepadamu?" Shikamaru tersenyum mengejek ke arah Jibachi yang kini menatapnya marah.
"Apa kau bilang brengsek?!" Jibachi menggulung lengan jaketnya dan bersiap untuk maju menyerang Shikamaru, Kurobachi dengan sigap langsung menghentikan adiknya.
"Uchiha Sasuke, lama tidak bertemu" Kimimaro mengalihkan pandangannya ke arah Sasuke, mantan Kohainya waktu di SMP dulu.
"Ya, lama tidak berjumpa, Kimimaro-senpai" Sasuke menatap datar Kimimaro.
"Sepertinya jalan kita kembali bertentangan huh?" Kimimaro tersenyum miring.
"Hn, sepertinya begitu" Sasuke juga memasang senyum miringnya.
"Jadi kau orang yang mengalahkan Neji?" Kidomaru tiba-tiba memotong percakapan Sasuke dan Kimimaro.
"Hn, apa aku mengenalmu?" Sasuke menatap remeh Kidomaru. Kidomaru yang mendengar itu sedikit tersinggung, ia kemudian tertawa sinis.
"Hahaha, aku suka anak ini!".
"Aku sih nggak!" Sasuke membalas perkataan Kidomaru dengan main-main.
"Oy uban, kau Ketua RWK kan?" Naruto kali ini yang berbicara setelah lama diam dan menyaksikan perbincangan mereka.
Perkataan Naruto pun berhasil menarik perhatian dari mereka yang berada di situ.
"Ya, memangnya kenapa?" Kimimaro menatap Naruto datar, tapi dari perkataannya tersirat rasa benci di dalamnya.
"Ayo perang!" perkataan Naruto sontak membuat mereka membulatkan mata mereka.
Kimimaro kemudian memberikan senyum mengerikannya, hal yang sama dilakukan oleh Sasuke dan Shikamaru ketika mendengar Naruto mengajak perang Kimimaro secara frontal.
"Heh, jadi kita akan benar-benar melakukan ini huh? Menarik, kapan, dimana dan jam berapa?" Kimimaro menatap Naruto tertarik.
"Lima hari dari sekarang, Hutan Senju jam 4 sore, kami akan menunggu kalian di sana!" Naruto kemudian berjalan melewati Kimimaro beserta para petingginya.
Sasuke, Shikamaru dan Chouji yang melihat itu segera mengikut di belakang Naruto.
"Bagus, akhirnya kami memiliki tempat untuk menghancurkan kalian semua!" Kimimaro membalas perkataannya ketika Naruto dkk mulai berjalan melewatinya.
"Sayangnya itu tidak akan terjadi, karena kami lah yang akan menghancurkan kalian semua!" Naruto memasang senyum mengerikan di wajahnya.
Beberapa langkah kemudian, tiba-tiba Naruto dan Kimimaro membalikkan tubuh mereka secara bersamaan sehingga membuat mereka kembali berhadapan satu sama lain, hal itu secara otomatis membuat para pengikut mereka juga melakukan hal yang serupa.
"Jangan lari!" ujar Naruto dan Kimimaro secara bersamaan, tidak hanya itu, kini terlihat sebuah senyum mengerikan yang terpampang jelas di wajah mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue~.
Alhamdulillah akhirnya satu chapter kembali berhasil aku selesaikan. Guess what? the War is happening!.
Tuliskan pendapat kalian tentang chapter ini, dan oh iya jangan lupa juga untuk menuliskan pemikiran kalian perihal perang yang bakalan terjadi!.
Ah sebelum aku menutup chapter ini, aku mau berterimakasih kepada orang-orang yang telah menambahkan cerita ini ke dalam list Fav, Follow dan download kalian, dan juga tentunya aku juga mau berterima kasih kepada orang yang tetap konsisten untuk meninggalkan reviewnya di cerita ini.
Well mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
