KHS Boys - Ruang UKS, Saturday 10:32 am.
Naruto dan Shizuka kini tengah duduk berhadapan dan sedang berbincang satu sama lain, perbincangan mereka itu diisi oleh gelak tawa dari keduanya, walaupun yang tertawa kebanyakan Shizuka.
Alasan guru muda itu tertawa karena Naruto lagi-lagi menceritakan kejadian aneh ketika dia masih SMP dulu.
Tepatnya saat liburan musim panas, sekitar 2 tahun yang lalu, Naruto beserta keluarganya pergi ke Kobama Beach untuk mengisi liburan mereka.
Saat itu, cuaca sangat panas sekali, Naruto yang ditemani oleh kedua adiknya yang bernama Menma dan Naruko tengah sibuk dengan aktivitas mereka, yakni membuat istana pasir.
Dengan ditemani oleh sebuah payung besar yang mereka sewa dengan terlebih dulu meminta uang kepada Naruto.
Kenapa Naruto? Ya karena Ayah dan Ibu mereka menitipkan uang mereka ke kakak sulung mereka tersebut, karena menurut mereka Naruto adalah orang yang tepat dan sangat hebat dalam memanajemen uang yang diberikan kepadanya dibandingkan dengan kedua adiknya tersebut. (baca: pelit).
Jika kalian bertanya, kemana Ayah dan Ibu mereka? Jawabannya, saat ini Ayah dan Ibu mereka masih saja berada di dalam hotel yang mereka tempati, dan entah kenapa sampai siang ini kedua orang tua mereka itu masih belum meninggalkan kamar mereka seinci pun, dengan alasan takut terkena terik matahari yang sangat menyiksa di musim panas ini.
Hm, cukup aneh memang.
Beralih ke Naruto, saat ini ia memutuskan untuk berenang di siang bolong seperti ini dan meninggalkan Naruko yang kini tengah mengubur tubuh Menma di sebelah istana pasir yang tadi mereka buat.
*Byur*
Tanpa membuang waktu lagi, Naruto pun langsung menceburkan dirinya ke laut, dan benar saja air laut itu benar-benar terasa sangat segar di kulitnya, ia pun dibuat tersenyum karenanya.
Merasa tidak puas, ia pun memutuskan untuk berenang lebih ke tengah.
Baru saja beberapa meter Naruto berenang menjauh dari tepi pantai, tiba-tiba ia merasakan kalau celananya ditarik oleh sesuatu, hal itu pun sontak membuatnya mengalihkan pandangannya ke bawah.
Dan apa yang ia dapati ternyata ada seekor kura-kura besar berwarna abu-abu yang tengah menarik celananya sehingga membuat Naruto hanya menggunakkan sempak saja.
Naruto benar-benar yakin kalau hewan di depannya ini bukan lah seekor penyu, karena dilihat dari manapun, hewan yang menarik celananya ini sama sekali tidak menunjukkan ciri fisik dari penyu yang biasa berenang bebas di lautan.
Hewan ini memiliki cakar layaknya kura-kura pada umumnya, ditambah lagi sekujur tubuh kura-kura ini diselimuti oleh duri-duri tajam.
Ah tidak lupa mata kanan dari kura-kura ini sepertinya sudah tidak berfungsi dengan normal.
Ah ia ingat sekarang, hewan yang ada di depannya ini memang terkenal sering menjahili pengunjung di pantai ini!.
Tapi walaupun sering menjahili, hewan ini tidak pernah mencelakai mereka, malahan hewan ini sering membantu orang-orang yang hampir tenggelam dan melakukan hal-hal yang baik sehingga membuat kura-kura ini dijadikan ikon di pantai ini.
Melihat ia baru saja menjadi korban kejahilan, membuat Naruto tentu tidak akan membiarkan hewan nakal ini berenang menjauh dan membawa lari celananya sehingga membuatnya berenang dengan hanya mengenakan sempak saja.
Tanpa membuang waktu, ia pun segera menyelam dan berusaha untuk menggapai hewan nakal itu.
Untung saja Naruto adalah perenang yang handal, ia pun dengan mudah berhasil menggapai kura-kura itu dan sekaligus berhasil meraih celananya yang tadi sempat dibawa lari.
Tanpa Ia sangka, tiba-tiba kura-kura itu melakukan perlawanan dengan cara memutar tubuhnya ke depan sehingga membuat tubuhnya terlihat seperti roda ban yang berputar kencang, serangan kura-kura itu pun berhasil mengenai Naruto dan membuat pegangannya terlepas dari celananya.
Tanpa membuang waktu, kura-kura itu langsung melahap celana Naruto.
Naruto mengucek-ucek matanya tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat, ia pun berubah kesal dan langsung memberikan pukulan lurus yang mengenai tepat di rahang kura-kura tersebut.
*Bugh*
Pukulan keras Naruto pun membuat kura-kura itu oleng dan sedikit terdorong ke belakang, kemudian dengan waktu yang cepat, kura-kura jahil itu langsung berenang menjauh dari Naruto.
Well, mungkin dia tobat karena telah merasakan pukulan kuat dari Naruto.
Melihat hewan itu sudah berenang menjauh masuk ke dalamnya lautan, membuat Naruto hanya bisa mendesah pasrah.
Ia pun kembali mengangkat kepalanya di permukaan air, mencoba menarik nafas sebanyak-banyaknya.
Setelah itu, ia pun memutuskan untuk kembali ke tepi pantai, tidak lupa ia juga sempat menarik beberapa rumput laut yang berada di dekatnya.
Setelah sampai di tempat tujuannya, ia pun sontak menjadi bahan tertawaan oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.
Bagaimana tidak? Saat ini ia memakai 'celana' yang terbuat dari rumput laut yang tadi sempat ia ambil sebelum ia menginjakkan kakinya di pasir pantai ini.
Melihat dirinya menjadi bahan tertawaan membuat kedua pipinya langsung memerah malu, ia pun segera berlari ke arah Naruko yang kini tengah menjahili Menma dengan memfotonya yang entah kenapa sampai saat ini tubuhnya masih terkubur oleh pasir pantai.
Melihat hal itu membuat Naruto mendapatkan sebuah ide, ia pun langsung meraba-raba bagian paha Menma, demi mencari sesuatu yang baru saja menjadi incarannya tersebut (celana Menma).
Dan eureka! Naruto pun langsung menarik ke bawah celana Menma sehingga membuat Menma kini hanya menggunakan sempak saja, kemudian dalam satu kedipan mata, Naruto langsung mengenakan celana adiknya tersebut, tentunya setelah melepas rumput laut yang tadi sempat melilit di pinggangnya.
Hal itu sontak membuat Menma langsung mendirikan tubuhnya dan berusaha merebut kembali celana miliknya dari kakak sintingnya yang tiba-tiba datang 'melecehkannya'.
Hal itu pun membuat sempak Menma semakin kelihatan dengan sangat jelas bagi orang yang berada di dekatnya.
Naruto yang melihat itu langsung menertawakan adik merahnya tersebut sambil menunjuk-nunjuk kintama adiknya yang hanya dibalut oleh celana dalam biru gelap andalannya.
Di sisi lain, Naruko yang duduk tepat di belakang Menma mau tidak mau harus berhadapan dengan lekukan pantat Menma yang saat ini hanya ditutupi oleh sempak saja akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh kakak sulungnya (Naruto) ke kakak merahnya tersebut, hal itu pun sontak membuat kedua pipi Naruko memerah malu dan kemudian. . .
"KYAAAAAA!".
*Bugh*
"Guhahh!".
.
.
.
.
.
"Hahaha, iiih kamu lucu sekali Naru-kun!" Shizuka mengelap air mata yang menumpuk di pelipis matanya.
Ia harus akui kalau bocah di depannya ini selalu bisa membuatnya tertawa lepas dengan cerita anehnya.
"Hehe Shizu-sensei bisa saja, shishishi" Naruto menggaruk kepalanya tidak gatal, sambil menatap Sensei mudanya yang kini tertawa sambil memegangi perutnya.
Beberapa detik kemudian, setelah Shizuka berhasil meredakan tawanya, ia kemudian menatap Naruto dengan tatapan datar.
"Anu, Naru-kun?" raut wajah Shizuka berubah serius.
"Ada apa, Shizu-sensei?" melihat itu membuat Naruto juga ikut memasang wajah seriusnya.
"Apa, benar kalau kau akan berperang besok melawan murid dari Sekolah Industri Inuzuka itu?" Shizuka.menatap mata Naruto lurus.
"Iya itu benar, kenapa Sensei bisa tahu?" Naruto menatap Senseinya heran.
"Tentu saja aku tahu, karena berita itu sudah tersebar di seluruh penjuru sekolah, kau tahu?!" Shizuka melipat kedua tangannya di bawah payudaranya yang berukuran lumayan besar, sambil menggembungkan pipinya kesal.
"Hoo begitu, memangnya kenapa Sensei?".
"Naru-kun, peperangan adalah hal yang sangat berbahaya! Kau bisa saja terluka parah, lagipula kau masih anak kelas 1 SMA, jika kau terluka di perang itu, maka kau bisa saja kehilangan masa depanmu!" memegang kedua pundak Naruto yang berada di depannya.
"Iya aku tahu itu Sensei, dan aku juga sudah siap untuk menerima seluruh resiko yang akan terjadi nanti, lagipula aku tidak sendiri, aku ditemani oleh teman-temanku saat perang nanti" Naruto menundukan pandangannya.
Ia kemudian menempatkan tangannya di atas tangan Shizuka yang berada di pundaknya, setelah itu ia mengelus pelan tangan dari Sensei mudanya tersebut menggunakan ibu jarinya.
"Tapi tetap saja, peperangan bukan lah jalan keluarnya, jadi sebaiknya kau lapor polisi saja untuk menjadi penengah masalah kalian ini, sekali lagi kuingatkan, peperangan adalah hal yang sangat berbahaya!" Shizuka menaikan kedua tangannya ke pipi Naruto, kini kedua tangannya itu menangkup pipi Naruto sehingga membuat Naruto mendongak dan menatap kedua matanya.
"Maaf Sensei, bukannya aku mau bersikap tidak sopan atau bagaimana, tapi itu bukanlah jalan keluar bagi kami, kami punya harga diri, rasa tanggung jawab, dan ikatan persahabatan yang kuat!" Naruto menatap Shizuka dengan tatapan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Hal itu membuat Shizuka tertegun, karena baru kali ini ia melihat murid konyolnya berubah serius seperti ini.
"Di tempatku dulu, hanya para pecundang saja yang melapor ke polisi soal masalah seperti ini, bukan mau sombong atau bagaimana, bisa dibilang peperangan seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hariku ketika SMP dulu" Naruto kemudian menurunkan kedua tangan Shizuka dari pipinya, kemudian ia menggenggam kedua tangan Sensei mudanya tersebut.
"Sekali lagi aku meminta maaf karena sudah berkata lancang kepadamu Sensei" Naruto memberikan senyumannya yang meneduhkan.
"T- tidak bisakah kau untuk tidak pergi?" Shizuka tanpa sadar mengeratkan pegangannya pada kedua tangan dari murid kesayangannya tersebut.
"Maaf, aku tidak bisa, aku harus membalaskan dendam si Alis tebal, dan juga sebenarnya aku lah yang memulai permasalahan ini, jadi sudah sepantasnya kalau aku juga lah yang harus menyelesaikannya!" Naruto melepaskan tautan tangannya dari Shizuka.
Kemudian ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke pintu keluar dari ruang UKS ini.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kelasku, dan sekali lagi aku meminta maaf karena tidak menuruti perkataanmu Sensei, kalau begitu aku permisi Shizuka-sensei" Naruto menundukan kepalanya sejenak, setelah itu ia pun berjalan meninggalkan Shizuka yang kini duduk di ruang UKS sendirian.
'Ada apa ini? Kenapa aku merasa sangat cemas dan sangat takut ketika memikirkan kalau Naru-kun akan pergi berperang?'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the King!"
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Holocaust
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.
Pairing: No pair for today my friend!.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
KHS Boys - Lapangan Sekolah, Sunday at 3:20 pm.
"Apa semua sudah di sini?" Naruto duduk santai di atas drom berkarat sambil bersedekap dada.
"Semua anggota ACE sudah ada di sini, sisa menunggu mereka yang lain" balas Shikamaru malas sambil mengikat rambutnya.
"49 orang".
"Hah? Apa maksudmu Sasuke?" Chouji menatap bingung Sasuke.
"Jumlah total kita, Fraksi ACE" Sasuke menjawab pertanyaan Chouji santai.
Ia kemudian berjalan sedikit menjauh dari kerumunan dan langsung melakukan Shadow Boxing, pemanasan yang biasa di lakukan oleh para petinju sebelum bertarung.
"Hooh begitu" Chouji kemudian mengeluarkan keripiknya dari kantung yang berada di sebelahya
"Shika, menurutmu berapa orang yang akan kita lawan sebentar?" Chouji mengalihkan pandangannya ke arah Shikamaru yang telah berhasil mengikat rambutnya.
"Total siswa yang ada di IIH sama seperti kita, yakni 300 orang, tapi kita kurangi 100 karena para Senior mereka tidak ikut dalam peperangan ini".
"Berarti 200 orang?" Chouji berhenti membuka bungkus keripik yang berada di tangannya.
"Ya kurang lebih, karena ada beberapa dari mereka juga yang cedera ketika melakukan penyerangan mereka kepada kita, tapi etahlah, mungkin mereka akan full team nanti, aku tidak tahu" Shikamaru menatap Chouji malas.
"Hoam mendokuse" sambung Shikamaru.
Chouji yang mendengar itu mengangguk paham, kemudian ia melanjutkan aktivitasnya, setelah ia berhasil membuka bungkus dari keripik kentangnya, ia pun langsung memakan keripik kentangnya tersebut dengan lahap.
"Nee Putri tidur, jika digabung dengan mereka yang akan datang, jumlah kita ada berapa orang?" Naruto kembali bersuara, menatap Shikamaru yang ada di sampingnya.
"Biar kulihat, Red Fang 20 orang, Hyū-Gumi 15 orang dan Shino Army 10 orang, berarti jumlah mereka semua adalah 45 orang, ditambah dengan total anggota kita yang berjumlah 49 orang, berarti total pasukan kita adalah 94 orang. Hoam mendokuse".
"94 melawan 200 huh?" Naruto kemudian memasang senyum mengerikan, ia benar-benar suka ini.
Seluruh anggota ACE yang melihat itu dibuat mengeluarkan keringat dingin dan sekaligus membuat mereka merasakan bulu kuduk mereka berdiri ketika melihat Ketua konyol mereka kini memasang ekspresi yang benar-benar berbeda dari yang biasanya.
"Hahh, kemana mereka? Kok lama sekali!" Naruto turun dari tempat duduknya, ia kemudian mengambil dua buah meja yang berserakan di sisi lapangan sekolah, berniat menggunakannya sebagai tempat untuknya berbaring malas.
"Panjang umur, baru saja kita bicarakan" Chouji menatap pasukan yang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Red Fang hadir!".
Naruto dan Shikamaru yang melihat itu tersenyum miring, mereka kemudian menganggukan kepala mereka.
"Namikaze, jangan mengecewakan kami dan membuat kami ikut kalah!" Kiba menatap Naruto serius.
"Tenang saja, kalah bukan bagian dari rencana kami" ujar Naruto sambil berbaring santai di dua meja yang baru saja ia susun. Kiba yang melihat itu hanya mengangguk paham.
Tidak lama kemudian, datang lah Neji beserta pasukannya yang mengekor di belakangnya.
"Hyū-Gumi ada di sini!" ujar Neji yang berhenti di dekat Sasuke, Sasuke yang melihat rivalnya juga datang membuatnya seketika menghentikan Shadow Boxingnya.
"Hyūga, kau juga datang rupanya" Sasuke tersenyum menyeringai.
"Hm, hanya untuk kali ini saja" Neji menatap datar Sasuke.
"Mohon bantuannya!" ujar mereka secara bersamaan.
Hal itu membuat orang-orang yang berada di situ tersenyum tipis, Hyūga Neji bekerja sama dengan Uchiha Sasuke? Ini benar-benar akan sangat menarik!.
"Nah tersisa si kacamata itu" ujar Shikamaru malas.
"Shino Army di sini!" Shino tiba-tiba muncul di belakang Naruto.
"HUAH! Sejak kapan kau ada di sini?!" Naruto sedikit terlonjak kaget ketika melihat Shino tiba-tiba berada di belakangnya.
Tidak cuma Naruto, sebagian orang yang berada di situ juga terlonjak kaget.
Sedangkan Kiba beserta pengikutnya hanya tersenyum miring ketika melihat kehadiran Shino, mereka sudah terbiasa karena Shino memang sering seperti ini, hawa keberadaannya benar-benar tipis layaknya hantu!.
"Bersamaan dengan Hyūga itu, hanya saja aku dan teman-temanku lewat belakang" balas Shino santai.
"Lain kali jangan begitu sialan! Kau membuatku jantungan tahu?!" Naruto kesal sambil menunjuk-nunjuk wajah Shino.
Shino yang melihat itu hanya Sweatdrop.
"Maaf maaf" Shino membalasnya santai.
"Jadi semua yang ada di sini berapa orang?" Kiba membuka suara
"Ada 94 orang" balas Shikamaru.
"Baiklah berhubung semuanya sudah di sini-"
"Tunggu dulu, semuanya? Kemana Shimura? Lee wajar tidak ada di sini karena dia masih menjalani pemulihan" Sasuke memotong perkataan Naruto.
"Ah aku melarangnya untuk datang, kau tahu kan kalau lukanya lebih parah dari Niji, Kuso dan Shiki ini, jadi aku mengatakan kepadanya untuk menyembuhkan dirinya terlebih dahulu!".
"Namaku Neji!".
"Aku Kiba, kuning sialan!".
"Dan aku Shino, tolong ingat dengan baik!".
"Apa maksud kalian? Itu persis seperti yang kukatakan sebelumnya bukan?!"
"TIDAK, SAMA SEKALI TIDAK!" balas mereka (Neji, Kiba dan Shino) bersamaan.
"Ya ya ya, lupakan, berhubung semuanya sudah di sini, maka aku akan memberitahu kalian kelebihan dan kelemahan dari RWK, kalau begitu langsung saja, Shikamaru?".
"Eh bukannya tadi kau yang mau memberitahukannya kepada mereka?" Naruto menepuk pundak Shikamaru, kemudian ia menganggukan kepalanya, yang berarti kalau ia mempercayakan semuanya kepada Shikamaru.
"Hahh, dasar kuning mendokuse!" Shikamaru mendesah pasrah.
Shikamaru kemudian memberitahu semua informasi yang ia tahu kepada mereka semua.
Sebenarnya Neji, Kiba dan Shino beberapa hari yang lalu telah diberitahu, hanya saja Shikamaru memutuskan untuk kembali menjelaskannya karena pengikut mereka bertiga (Neji, Kiba dan Shino) sama sekali belum mendengar hal ini.
Ia kemudian menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari Geng RWK, ia juga memberitahu formasi-formasi apa yang mereka (RWK) akan lakukan nanti, tidak lupa ia juga menjelaskan cara menanggulanginya.
"Jadi kita tidak boleh bertarung sendirian apapun alasannya?" Shigure membuka suara.
"Ya kau benar! Kau hanya butuh minimal satu orang untuk menemanimu bertarung" Shigure dan yang lain mengangguk paham.
"Shigure!" ucap Baiu dan Midare bersamaan.
"Baiu, Midare!" Shigure menatap kedua sahabatnya sambil tersenyum.
"Mohon bantuannya!" ucap mereka bertiga bersamaan.
Naruto dan para petingginya yang melihat itu hanya tersenyum tipis, sedangkan Neji hanya menatap mereka datar.
"Baiklah, sesuai seperti yang kubilang tadi, aku, Naruto, Sasuke dan Chouji akan menjadi pembuka pertahanan mereka, setelah itu aku mau kita langsung membuat formasi yang di pimpin oleh dua orang di tiap pasukannya, kecuali Naruto" Shikamaru menjeda perkataannya.
"Kenapa aku bilang seperti itu karena tujuanku membentuk tim ini adalah untuk melindungi Naruto agar bisa langsung menantang pemimpin RWK untuk bertarung satu lawan satu!" Shikamaru menatap mereka dengan tatapan yang meyakinkan.
"Kita harus meghindari pertarungan All out karena kita kalah jumlah, kita akan melancarkan sebuah rencana yang kusebut sebagai rencana Snake decapitated!" perkataan Shikamaru membuat mereka bingung.
Shikamaru yang melihat itu kembali mendesah pasrah, ia kemudian kembali membuka suaranya.
"Menurutmu apa yang akan terjadi pada ular jika tubuhnya kehilangan kepalanya?" tanya Shikamaru kepada mereka semua.
"Tentu saja tubuhnya tidak akan bergerak dan akan membuat ular itu langsung mati" jawab Neji.
"Benar sekali, sekarang apa kalian mengerti dengan apa yang kumaksud?" perkataan Shikamaru membuat mereka yang tadinya bingung kini mengangguk paham.
Jadi rencana Shikamaru adalah mengalahkan pemimpin RWK secepatnya, karena dengan mengalahkan pemimpin mereka, itu sudah dihitung sebagai sebuah kemenangan.
Kenapa? Karena untuk apa melanjutkan pertarungan jika orang terkuat kalian telah dikalahkan?.
Bukan mau meremehkan pemimpin RWK yang sekarang, tapi mereka sangat yakin kalau Raja Freshmen mereka ini bisa mengalahkan orang itu, karena Raja Freshmen mereka ini adalah Monster yang sangat mengerikan.
"Baiklah, aku akan langsung mengatur formasi awal kita dan sekaligus membagi partner bertarung kita nanti, ini khusus para Petinggi saja, aku harap yang lain dapat menyesuaikan,-
- Oh iya satu lagi, hilangkan rasa perseteruan dan rasa gengsi kalian, kita di sini bergabung untuk menang, bukan untuk terpecah dan kalah!".
Shikamaru kemudian menuliskan nama mereka di tanah.
Shino - Kiba - Sasuke - Naruto - Shikamaru -Chouji - Neji.
"Itu adalah formasi awal kita setelah menembus Formasi Sekop mereka, setelah rencana kita berjalan lancar, kalian harus segera mencari partner bertarung kalian!".
"Baiklah langsung saja, Chouji kau akan kupasangkan dengan Neji, karena kalian memiliki gaya bertarung yang lumayan sama namun secara bersamaan sangat berbeda, yakni Gulat dan Judo" Chouji dan Neji yang mendengar itu hanya mengangguk paham.
"Kiba kau akan kupasangkan dengan Shino, karena kalian akan sangat padu mengingat kalian dulu adalah partner bertarung ketika kalian SMP, benar begitu?" Kiba dan Shino mengangguk mengiyakan perkataan dari Shikamaru.
Mereka kemudian menatap satu sama lain, hal itu tentu membuat mereka saling melempar senyum miring mereka secara bersamaan.
"Yang terakhir, aku akan berpasangan dengan Sasuke, karena kami juga sama seperti kalian Kiba, Shino, kami adalah partner yang sangat padu ketika kami SD dulu" ujar Shikamaru santai.
Sasuke yang mendengar itu tersenyum tipis, ia kemudian mengangkat tinjunya, mengajak Shikamaru untuk melakukan Fist bump, hal itu pun disambut baik oleh Shikamaru.
*Duk*
"Tunggu dulu, bagaimana dengan Petinggi RWK yang lain? Apa kau lupa, kalau kami datang ke sini untuk membalaskan dendam kami?" tanya Neji menatap Shikamaru serius.
"Ya Hyūga benar, bagaimana dengan pembalasan dendam kami?!" Kiba ikut menimpali perkataan Neji.
"Hm? Kalian bebas melakukan semau kalian kepada orang yang kalian incar, karena kebetulan mereka adalah Petinggi RWK itu sendiri, lagipula dengan mengalahkan mereka akan menjatuhkan mental dari pasukan mereka" balas Shikamaru.
"Tapi jangan lupa dengan tujuan utama kita, yakni melindungi Naruto menuju pemimpin mereka!" tambah Shikamaru.
Mereka semua di sana kembali mengangguk paham, tidak lama kemudian seringai mengerikan muncul di wajah mereka.
'Mati kau Sakon!'.
'Akan kuhabisi kau Kidomaru!'.
'Saat-saat kekalahanmu akan tiba, Ukon!'.
"Terimakasih atas penjelasanmu tadi Putri tidur!" Naruto menepuk-nepuk pundak Shikamaru, Shikamaru membalasnya dengan tatapan malas.
"Mendokuse".
"Ah, sudah hampir jam 4 sore rupanya, baiklah kalau begitu, ayo kita pergi ke Hutan Senju!" ujar Naruto menurunkan dirinya dari meja yang sejak tadi ia tempati.
Kemudian ia meregangkan tubuhnya dan tidak lupa ia juga memasang wajah konyolnya, namun dalam hitungan detik, tiba-tiba raut wajahnya langsung berubah 180 derajat.
"Dan mari memenangkan peperangan ini!" ujar Naruto dengan raut wajah serius, tidak lupa menggunakan suara yang membuat para pendengarnya merinding.
"AYO HANCURKAN MEREKA!" teriak Naruto bersemangat.
"YEAAAH!".
.
.
.
.
.
.
.
.
Hutan Senju, Sunday at 3:50 pm.
"Lama sekali para Freshmen itu, jangan bilang kalau mereka takut? Haha dasar para pecundang!".
"Anu, kami juga Freshmen loh, Senpai" ujar dari pengikut Sai sambil sweatdrop.
"Ah kecuali kalian berempat hehe" orang itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa tidak enak kepada Kohainya tersebut.
Ternyata para Sophomore KHS telah berada di sana, minus para Petinggi dan beberapa teman mereka yang masih cedera, orang-orang yang dimaksud adalah:
Dokan yang masih melakukan pemulihan, dia ditemani oleh empat pengikutnya yang juga masih cedera.
Lalu ada Izumo dan Kotetsu yang telah melewati masa kritis mereka, mereka berdua juga ditemani oleh delapan orang pengikut mereka yang masih dalam masa penyembuhan.
Kemudian berpindah ke Ketua dan Wakil ketua mereka, yakni Itachi, Shisui dan Tobi yang memutuskan untuk tidak ikut dan menyerahkan masalah ini kepada pengikut mereka, karena mereka saat ini tengah berada di Shika Commerce untuk menahan Might Guy yang ingin membalaskan dendam muridnya kepada Kimimaro.
Tobi tentu tidak mau kalau peperangan ini dikacaukan dengan kedatangan si Green Beast, maka dari itu ia langsung mengajak Itachi dan Shisui untuk menemaninya menahan si Green Beast yang mengamuk.
Dia bisa saja pergi seorang diri, akan tetapi ia akan kewalahan jika para Petinggi White Fang mengeroyoknya.
ia berpikir seperti itu karena beberapa bulan ini, semua petinggi dan anggota White Fang mengincarnya karena telah membuat orang terkuat mereka harus masuk ke rumah sakit dan membuat keseimbangan di Shika Commerce menjadi terganggu.
White Fang, satu-satunya Fraksi yang menguasai Shika Commerce, Fraksi yang dipimpin oleh Hatake Kakashi dan didampingi oleh Might Guy sebagai Wakilnya.
Kira-kira seperti inilah struktur dari Fraksi White Fang.
Ketua:
Hatake Kakashi, Senior.
Wakil Ketua:
Might Guy, Senior.
Petinggi:
- Sarutobi Asuma, Senior.
- Shiranui Genma, Senior.
- Gekko Hayate, Senior.
- Tenzo Yamato, Sophomore.
- Namiashi Raido, Sophomore.
- Yamashiro Aoba, Sophomore.
- Umino Iruka, Sophomore.
Anggota:
- Mizuki, Sophomore.
- Ebisu, Sophomore.
- Chiriku, Freshmen.
- Shira, Freshmen.
- Todoroki, Freshmen.
- Karashi, Freshmen.
Kembali ke pasukan Sophomore KHS.
"Berapa tadi jumlah anggota kita?" tanya seorang Sophomore kepada salah satu pengikut dari Sai.
"85 orang, Senpai" jawabnya dengan lugas.
"Ditambah para Freshmen berarti anggota kita kira-kira 185 orang, kan?" tanyanya lagi.
"Ya, mungkin kau benar Senpai".
"Hahh lama sekali para sialan itu datang, sepertinya mereka benar-benar takut dan memutuskan untuk tidak datang" ujar Sophomore yang tadi.
"Hahaha kau benar, mereka hanya sekumpulan para pecundang!" celetuk murid Sophomore yang lain.
Tidak lama setelah itu, terlihat lah 94 orang yang berjalan melewati jalan setapak yang menuju ke lapangan luas yang berada di tengah-tengah Hutan Senju.
Orang-orang itu terlihat sedang berjalan menuju ke tempat yang digunakan oleh anggota UE untuk menunggu datangnya Naruto beserta pasukannya.
Dan tempat itu juga sekaligus menjadi tempat dimana peperangan melawan Geng RWK akan dilaksanakan.
"Hm? Bukannya kallian murid KHS?" Naruto menatap heran pasukan yang ada di depannya.
Apa ini? Bukannya mereka akan berperang melawan murid dari sekolah industri Inuzuka? Tapi kenapa malah murid KHS yang muncul.
"Mereka anggota Uchiha Empire, aku lah yang meminta bantuan kepada Itachi-Nii untuk meminjamkan kekuatan mereka" Sasuke mengambil alih.
"Kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu?" Naruto menatap datar Sasuke, Sasuke yang mendengar itu segera mengalihkan pandangannya sambil bersiul-siul.
"Heh datang juga kalian Freshmen pecundang! Kupikir kalian telah melarikan diri dan menyusu kepada ibu kalian!" ujar Sophomore yang sejak tadi mengoceh sebelum Naruto dan pasukannya datang.
"Hah?! Apa kau bilang?!" Kiba maju menantang orang tersebut.
"Si jelek ini punya mulut rupanya?!" Neji juga ikutan maju menantang orang tersebut.
"Bukan berarti kalian lebih tua dari kami kalian bisa berkata seenaknya, lagipula kami tidak takut kepada kalian, karena kami bisa mengalahkan kalian!" Shino juga maju sambil melipat lengan gakurannya, bersiap untuk berkelahi.
"Apa?! Kalian berani berbicara begitu kepada Senpaimu?! Mati kalian para Freshmen bangsat!" orang tersebut langsung berlari menuju tempat Kiba, Neji dan Shino berdiri.
*Syut* *Grab*
"Kau mau apa, Senpai?" Naruto menahan pukulan lurus orang tersebut, tidak lupa ia juga memasang aura yang sangat mengintimidasi.
Hal itu pun membuat orang-orang yang melihat Naruto merasakan rasa takut, karena saat ini di belakang Naruto terlihat ada sesosok bayangan Kyūbi yang menatap mereka seakan-akan mereka adalah mangsa yang siap untuk dicabik-cabik sampai mati.
*Glug*
'Namikaze?!' batin Neji, Kiba dan Shino menatap Naruto tidak percaya ketika orang itu datang melindungi mereka, dan entah kenapa, saat ini mereka bisa merasakan aura kepemimpinan yang sangat kuat menguar dari sosok Naruto.
Naruto kemudian melepaskan genggamannya dari tangan 'Senpainya' tersebut.
"Jika kalian datang ke sini hanya untuk menghina dan menyusahkan kami, maka sebaiknya kalian pergi! Tanpa bantuan kalian pun, kami sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan RWK-RWK busuk itu!" entah kenapa suara Naruto terdengar sangat dingin, berbeda dari biasanya.
"Naruto" Sasuke langsung menghampiri Naruto dan berusaha menengahi mereka, jika Naruto marah seperti ini maka ini akan menjadi sangat buruk bagi mereka.
Sasuke kemudian membisikan sesuatu kepadanya.
"Hahh, baiklah-baiklah! Mohon bantuannya Senpai-senpai sekalian!" perkataan Sasuke sepertinya berhasil, Naruto kemudian sedikit menundukan kepalanya.
Hal itu membuat pasukan Freshmen menatap tidak percaya, apa yang Sasuke bisikan sampai-sampai Naruto mau mendengarkannya?.
'Pasti traktiran ramen' batin Shikamaru dan Chouji bersamaan, mereka pun hanya bisa sweatdrop memikirkan hal itu.
"Tch, kau pikir kami sudi untuk membantumu? Jika bukan karena permintaan dari Shisui-san dan Itachi-san, kami tidak akan pernah sudi untuk membantu kalian, dasar Freshmen sampah!" salah satu Sophomore berjalan maju mendekati Naruto, hal itu juga diikuti oleh beberapa Sophomore yang ada di belakangnya.
*Grab*
Sophomore tersebut langsung memegangi kerah gakuran Naruto, sedangkan Sophomore yang lain langsung mengerumuni Naruto, mencoba mengintimidasi Naruto.
"Kalian pikir apa yang kalian lakukan kepada pemimpin kami, huh?!" Shikamaru mencengkeram pundak orang yang memegangi kerah gakuran Naruto.
Chouji, Neji, Kiba dan Shino juga maju dan menatap nyolot ke arah Sophomore yang sedang mengerumuni Naruto.
Sedangkan Sasuke, ia hanya mengenggam kuat tinjunya demi menahan emosinya yang memuncak, ia benar-benar marah karena anak buah kakaknya ini sangat sombong dan bertindak seenaknya, ditambah lagi anak buah kakaknya ini menghina-hina mereka.
'Jika saja kalian bukan anak buah kakakku, aku sudah pasti akan mematahkan tulang-tulang kalian!' batin Sasuke.
*Dugh*
"Ugh!".
Tanpa diduga-duga, Naruto tiba-tiba menyundul hidung Sophomore yang memegangi kerah gakurannya sehingga membuat pegangannya terlepas dan sekaligus membuat hidung Sophomore tersebut mengeluarkan darah segar.
"KAU!" para Sophomore yang lain langsung menyerang Naruto.
*Bugh* *Bugh* *Bugh*
Naruto melesatkan rentetan pukulan yang berhasil mendarat di rahang dan belakang telinga mereka yang mencoba mendekatinya, kemudian ia memutar tubuhnya dan langsung melakukan Spinning Heel Kick ke orang terakhir yang tidak terkena pukulannya.
*Dugh*
"Guhahh!".
Tendangan tersebut pun berhasil menghantam telinga orang tersebut sehingga membuatnya terlempar ke samping.
Dan kini terlihat lah, 5 orang Sophomore yang terbaring tidak berdaya setelah menerima serangan dari Naruto.
Naruto, sang Raja Freshmen telah berhasil mengalahkan mereka berlima dalam waktu kurang dari 5 detik.
Hal itu sontak membuat para Sophomore lainnya menatap tidak percaya dengan kecepatan dari Naruto, ditambah lagi power anak ini seperti tidak ada duanya.
"Sudah kubilang, jika kalian datang ke sini hanya untuk menghina dan menyusahkan kami, maka sebaiknya kalian pergi!" dengan tatapan marah, Naruto kini berjalan maju ke arah Sophomore yang tersisa, berniat untuk menghabisi mereka semua.
*Glug*
'A- anak ini benar-benar jelmaan iblis!' batin para Sophomore yang melihat Naruto mulai mendekati mereka.
Sasuke, Shikamaru dan Chouji yang melihat tatapan marah Naruto langsung beranjak dari tempat mereka, demi menghentikan amukan dari sahabat mereka yang akhir-akhir ini gampang sekali marah.
"Naruto!".
*Grab*
Sasuke dan Shikamaru langsung menahan kedua lengan Naruto, dan Chouji langsung memiting leher Naruto dari belakang.
"Tenangkan dirimu hey!" Sasuke menguatkan pegangannya di lengan kiri Naruto.
"Hahh mendokuse!" begitu juga dengan Shikamaru yang menguatkan pegangannya di lengan kanan Naruto.
"Naruto, kau tidak boleh terus seperti ini!" Chouji memiting leher Naruto dengan kekuatan normal.
"Tch, baiklah, bisakah kalian melepaskan pegangan kalian?" Naruto akhirnya berhasil ditenangkan, mereka bertiga yang mendengar itu pun menurutinya.
"Baiu, Midare, kuserahkan mereka kepada kalian berdua" Naruto kemudian menyuruh Baiu dan Midare untuk membantu kelima Sophomore yang tadi ia hajar untuk kembali berdiri.
"Ha'i!" jawab Baiu dan Midare secara bersamaan.
Setelah kelima Sophomore tersebut berhasil mendirikan tubuhnya, Naruto kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Shikamaru yang berdiri di sampingnya.
"Shika, beritahu mereka formasi dan rencana kita, dan oh iya, kau tidak perlu memberitahu mereka soal informasi yang kak Itachi berikan kepadamu, karena mereka sudah pasti mengetahuinya" Naruto kemudian berjalan mundur untuk menenangkan dirinya.
"Hahh baiklah-baiklah, mendokuse" Shikamaru berjalan malas ke arah kerumunan itu dan segera memberitahukan formasi dan rencana yang tadi ia buat kepada mereka para anggota dari Uchiha Empire.
.
.
.
.
.
"Apa ini akan berhasil?" tanya salah satu pengikut dari Sai, pertanyaannya itu pun diberi anggukan oleh pasukan UE yang lain, mereka ingin tahu dengan presentasi keberhasilan dari rencana ini.
"Kita tidak akan mengetahui hasilnya jika tidak mencobanya bukan? Lagipula apakah ada rencana yang lebih baik dari ini?" Shikamaru menatap kerumunan itu malas.
Mereka seketika dibuat terdiam dengan perkataan Shikamaru, mereka pun hanya menggelengkan kepala mereka sebagai jawaban mereka.
Shikamaru yang melihat itu hanya tersenyum miring, kemudian tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya
"Oy kalian semua, rencana kita akan sedikit kuubah" ujar Shikamaru tiba-tiba.
"Hah? Apa maksudmu Shika?" tanya Chouji sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kita akan bertarung All out! Jadi ayo kita habisi mereka semua!" ujar Shikamaru dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Perkataan Shikamaru membuat mereka yang mendengarnya mengeluarkan seringai tipis mereka.
"Tapi rencana Snake decapitated tetap akan berjalan, tapi bedanya kalian boleh menghajar mereka semua yang menghadang kalian, sampai di sini apa kalian paham?" tanya Shikamaru.
"YA!" jawab mereka serempak.
"Bagus!".
.
.
.
.
.
*Brum* *Brum*
Tidak lama kemudian, terdengar lah bunyi motor yang muncul di seberang sisi dari tempat yang pasukan KHS tempati, dan tentunya pasukan yang datang itu adalah pasukan RWK.
Terdapat sekitar 100 motor yang memenuhi area terbuka yang ada di Hutan Senju ini, mereka pun segera memarkirkan motor mereka dengan rapi.
Mereka kemudian turun dari motor mereka dan langsung berbaris dengan rapi menghadap pasukan KHS, mereka kemudian menatap murid-murid KHS yang sepertinya baru saja menyelesaikan siasat mereka.
Sakon langsung maju dan mengibarkan bendera kebesaran dari RWK, melihat itu para Petinggi yang lain juga ikut maju ke depan dan memunggungi sekitar 200 anggota mereka.
Kimimaro juga tidak mau kalah, ia kemudian berjalan dan berdiri lebih ke depan dari para Petingginya.
"Kemana Itachi?!" Kimimaro berteriak karena jarak mereka cukup jauh dari pasukan KHS.
"Kenapa kau mencari yang tidak ada padahal aku ada di sini menantangmu?!" Naruto berjalan ke depan pasukan yang ia pimipin.
"Aku tidak tertarik melawan orang yang lebih lemah dariku, kalau begitu aku akan duduk di sini dan menunggu Itachi untuk datang!" teriak Kimimaro kembali.
Mendengar hal itu, membuat Kurobachi dan Jibachi langsung membawakan Kimimaro sebuah batang pohon besar yang berada di dekat mereka, demi memberikan Kimimaro tempat untuk duduk.
"Dan aku juga akan membiarkan pasukanku ini untuk melawan kalian, karena pasukanku ini sudah lebih dari cukup untuk meratakan kalian semua!" tambah Kimimaro sambil menatap pasukan Naruto dengan pandangan tidak tertarik.
"Hahahaha, kau benar-benar meremehkan kami rupanya" Naruto benar-benar suka ini! Ia akan menunjukan kepada Kimimaro kalau perkataannya itu salah dan juga akan membuat perkataan dari Kimimaro itu berbalik kepada pasukannya.
Dengan kata lain, Naruto dan pasukannya lah yang akan meratakan mereka semua (pasukan RWK) sampai rata dengan tanah!.
Sasuke, Shikamaru dan Chouji menatap satu sama lain, kemudian mereka mengangguk dan berjalan ke posisi mereka masing-masing.
Neji, Kiba dan Shino juga melakukan hal yang sama, mereka juga berjalan ke posisi yang tadi sudah ditentukan untuk mereka.
Bukan hanya mereka saja, para pasukan KHS yang lain juga segera menyiapkan diri mereka untuk menghadapi peperangan yang sebentar lagi akan terjadi.
*Inhale*
Naruto menarik nafas dalam-dalam.
"Hahh" dan kemudian ia menghembuskannya secara perlahan.
"SEMUANYA, AYO HANCURKAN MEREKA!" Naruto kemudian berlari ke arah pasukan RWK.
"YEAAAAAH!" para pasukan KHS juga ikut berlari di belakang Naruto, menuju pasukan RWK yang sudah bersiap-siap untuk melakukan hal yang sama.
"SERANG!" teriak Kimimaro.
"HOAAAAAAH!" hanya dengan satu kata dari Kimimaro membuat seluruh pasukan RWK berlari menuju ke arah pasukan yang dipimpin oleh Naruto.
"ORRRAAAAAAA!".
Peperangan pun dimulai. . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~.
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga.
Hey, kalian apa kabar? Apa kalian baik-baik saja? Kuharap begitu, oh iya Taqobalallahu minna wa minkum, maaf sedikit telat untuk mengucapkannya haha.
Oh iya, jika kalian ingin melihat penggambaran karakter-karakter yang ada di sini, kusarankan kepada kalian untuk mengunjungi akun Wattpadku yang bernama Holocaust_FFn, dengan judul yang sama yakni I'm The King! Year 1.
Di sana terdapat banyak sekali artwork yang kubuat, artwork yang kumaksud meliputi penggambaran karakter dan logo-logo dari fraksi atau geng yang ada di cerita ini, jadi kuharap kalian mau mengeceknya, dan oh iya jangan lupa untuk meninggalkan Vote dan Follow kalian ya!.
Well, mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sekian dan Terimakasih~.
