Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Warning, chapter ini mengandung banyak sekali kata Capslock dan juga mengandung banyak adegan Flashback, jadi untuk para pembaca dimohon untuk mencermati kata perkata di tiap paragraf yang ada pada chapter ini.

Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan, kalau begitu langsung saja.

Selamat membaca~.


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"I'm the King!"

Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto

Created by: Holocaust

Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc.

Pairing: No pair for today my friend!.

Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.

Summary: Naruto telah menjadi Raja Freshmen, Masalah barupun muncul ketika para Senior di kota Konoha sedang mengalami kekosongan, tiba-tiba para Freshmen dari Sekolah tetangga melakukan serangannya kepada murid KHS sehingga hal tersebut berhasil memicu terjadinya perang besar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


*Inhale*

Naruto menarik nafas dalam-dalam.

"Hahh" dan kemudian ia menghembuskannya secara perlahan.

"SEMUANYA, AYO HANCURKAN MEREKA!" Naruto kemudian berlari ke arah pasukan RWK.

"YEAAAAAH!" para pasukan KHS juga ikut berlari di belakang Naruto, menuju pasukan RWK yang sudah bersiap-siap untuk melakukan hal yang sama.

"SERANG!" teriak Kimimaro.

"HOAAAAAAH!" hanya dengan satu kata dari Kimimaro membuat seluruh pasukan RWK berlari menuju ke arah pasukan yang dipimpin oleh Naruto.

.

.

.

Naruto berlari dengan sangat kencang menuju pasukan RWK yang juga berlari ke arahnya, Naruto tentu tidak sendiri, di sebelahnya ada Sasuke dan Shikamaru yang juga berlari dan mengimbangi kecepatan larinya.

Tidak lupa juga ada pasukan KHS yang dipimpin oleh Chouji yang juga ikut berlari di belakang mereka yang tentunya mereka juga mengikuti kecepatan lari dari mereka bertiga.

Hal itu berbanding terbalik dengan pasukan RWK, mereka terlihat berlari dalam kecepatan normal, dan bersamaan dengan itu, barisan depan mereka terlihat tengah mensejajarkan diri mereka, sepertinya mereka akan menggunakan Formasi Sekop andalan mereka.

Pasukan KHS yang melihat itu tersenyum miring.

'Sesuai rencana' pikir mereka bersamaan, mereka pun sedikit memperlambat lari mereka, kecuali Chouji, ia kini berlari secara diagonal menuju ke depan Naruto, Sasuke dan Shikamaru.

Mereka pun membuat Formasi layaknya berlian, dengan Chouji yang berada di depan, Sasuke dan Shikamaru yang berada di sisi luar dan Naruto yang berada di belakang mereka.

Chouji

*

Sasuke dan Shikamaru

* . . . . . . . . . *

Naruto

*

Bukan hanya mereka berempat saja, Neji, Kiba, Shino dan seluruh pasukan KHS juga segera membentuk formasi di belakang mereka berempat.

Pasukan KHS kini semakin memadatkan formasi mereka dengan mengekerucutkan jumlah pasukan yang berada di bagian depan, sehingga membuat pasukan KHS kini terlihat seperti sedang membentuk sebuah segitiga besar yang menjadikan Chouji sebagai ujung tombak mereka.

Dan formasi yang mereka buat itu terlihat seakan-akan siap untuk menusuk dan memporak porandakan Formasi Sekop dari RWK.

Kira-kira seperti inilah Formasi dari KHS dan RWK:


Kimimaro

*

Kurobachi dan Jibachi

* . . . . . . . . . *

Lapisan Terakhir

(Pasukan Elit Sophomore Dropout)

(Jumlahnya 9 orang)

* . * . * . * . * . * . * . * . *

Kidomaru dan Jirobo

* . . . . . . . . . *

Lapisan Ketiga

(Seluruhnya Sophomore)

(Jumlahnya kurang lebih 20 orang)

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

Sakon dan Ukon

* . . . . . . . . . *

Lapisan Kedua

(Campuran Freshmen dan Sophomore)

(Jumlahnya kurang lebih 40 orang)

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

Lapisan Pertama

(Seluruhnya Freshmen)

(Jumlahnya kurang lebih 80 orang)

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

Formasi Sekop

(Campuran Freshmen dan Sophomore)

(Jumlahnya kurang lebih 40 orang)

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

VS

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Chouji

*

Sasuke dan Shikamaru

* . . . . . . . . . *

Naruto

*

Shino. . . . . . Kiba . . . . . . Neji

* . . . . . . . . . * . . . . . . . . . *

Pasukan KHS

(GADO-GADO ALIAS CAMPUR, BARBAR KITA!)

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *

* . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . * . *


'Apa yang mereka coba lakukan?' batin Kidomaru menatap heran pasukan KHS yang sedang membentuk sebuah formasi yang menurutnya aneh.

Tidak terasa, jarak mereka pun semakin dekat.

"CHOUJI!" teriak Naruto.

"OU!" Chouji pun mengangkat kedua telapak tangannya dan memposisikannya di depan dadanya.

Dan akhirnya kedua pasukan itu pun bertemu.

"SEKARANG!" teriak salah satu anggota RWK yang berada di tengah-tengah Formasi Sekop.

"YA!" seluruh pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop pun langsung menundukan tubuh mereka.

*Push*

Tanpa pasukan RWK sangka, Chouji tidak termakan gerakan mereka, malahan ia (Chouji) langsung mendorong anggota RWK yang berada di depannya sehingga membuat orang itu terjungkal jauh ke belakang dan membuat orang itu menabrak orang-orang yang ada di belakangnya.

Hal ini membuat Chouji teringat dengan rencana yang tadi mereka buat.

Mini Flashback On.

"Yang pertama, seperti biasa kau (Chouji) akan menjadi pembuka serangan dengan menggunakan dorongan kuatmu! Setalah berhasil, gunakan kombinasi andalanmu yang biasa kau lakukan dengan Naruto! Kau paham, Chouji?" Shikamaru menatap serius Chouji.

"Ya, tentu saja!" balas Chouji dengan percaya diri.

Mini Flashback Off.

Melihat serangannya berhasil, Chouji pun langsung merendahkan tubuhnya dan menggunakan lututnya sebagai tumpuan. Naruto yang melihat itu segera berlari ke arahnya dan kemudian. . .

*Tap*

Ia langsung menggunakan punggung Chouji sebagai pijakannya untuk melompat tinggi ke udara sehingga membuatnya berhasil melewati pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop.

Pasukan yang membentuk Formasi Sekop pun dibuat terkejut ketika melihat Naruto melompat melewati mereka.

Namun didetik selanjutnya, mereka memasang senyum miring.

Kenapa? Karena jika kau melewati mereka hanya seorang diri saja, maka itu sama saja dengan bunuh diri.

Karena kau seperti menawarkan dirimu secara cuma-cuma untuk diinjak-injak dan dihajar habis-habisan oleh barisan belakang yang sudah sedari tadi bersiap untuk 'menyambut' pasukan KHS yang terkena perangkap dari pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop.

Kembali ke Naruto, ia yang masih berada di udara segera mengangkat kaki kanannya untuk bersiap melakukan serangan kepada orang yang berada di depannya.

"ORRAAA!".

*Dugh*

Naruto melakukan Axe Kick dan berhasil mengenai ubun-ubun dari orang yang berada tepat di depannya.

Dan tendangannya itu pun sukses membuat orang tersebut terjatuh dan mencium tanah dengan sangat keras sehingga membuatnya pingsan seketika.

.

.

.

Flashback On.

"Lalu ketika kau (Chouji) dan Naruto berhasil melakukan kombinasi andalan kalian, aku mau kau (Naruto) menarik perhatian pasukan lapis pertama mereka!" Shikamaru beralih menatap Naruto dengan pandangan serius.

"Yosh! Serahkan itu padaku!" Naruto tersenyum lebar dan terdengar bersemangat ketika ditugaskan oleh Shikamaru untuk menjadi 'Tanker' sementara pasukan KHS.

"Tunggu dulu, kenapa kita tidak sama-sama saja untuk menerobos masuk? Dan kenapa kita malah mengorbankan si Namikaze ini untuk bertarung sendiri dan menjadikannya sebagai umpan? Bukannya kita harus melindunginya?" tanya Neji yang menatap Shikamaru serius.

"Itu bisa saja kita lakukan, hanya saja tugas pertama kita adalah menganggu konsentrasi pasukan RWK, dengan adanya Naruto yang berhasil masuk sendirian ke dalam, maka hal itu otomatis akan membuat perhatian mereka yang berada di belakang Formasi bodoh itu hanya terfokus ke Naruto,-

- Dan juga jika kita tidak melakukan ini, maka tenaga kalian akan lumayan terkuras, apa kalian lupa kalau Petinggi mereka berada di bagian belakang pertahanan mereka?" Shikamaru balik menatap Neji serius.

"Bertarung di awal hanya akan menguras tenaga kalian, ditambah lagi kondisi kalian masih belum sepenuhnya pulih, apa kalian pikir kalian bisa mengalahkan Petinggi mereka jika kalian mengeluarkan stamina kalian secara cuma-cuma seperti itu? Jangan bercanda!" tambah Shikamaru.

Perkataan Shikamaru membuat Neji terdiam dan membuatnya langsung memikirkan baik-baik perkataan dari Shikamaru.

"Tapi kenapa harus Naruto?" Shino menyela.

"Karena dia memiliki stamina yang luar biasa banyak dan juga cuma dia di sini yang bisa bertarung melawan orang banyak seorang diri,-

- Ditambah lagi Naruto adalah Pemimpin kita, maka hal itu akan secara otomatis membuat seluruh perhatian pasukan RWK terkunci kepadanya" Shikamaru secara tidak sadar tersenyum miring ketika membicarakan kehebatan dari sahabat kuningnya itu.

"Lagipula aku tidak menyuruhnya untuk bertarung mati-matian bukan? Aku hanya menyuruhnya untuk menarik perhatian mereka saja selagi kita semua berusaha untuk menerobos masuk" tambah Shikamaru.

"Terus apa yang akan kita lakukan? Apa kau pikir aku mau diam saja dan tidak melakukan apa-apa?" kali ini Kiba yang bertanya dengan nada yang terdengar sarkastik.

"Tentu saja menjadi pembuat celah, kita akan membuka celah selebar-lebarnya agar pasukan kita dapat masuk ke dalam pertahanan RWK, dan ketika itu terjadi, maka rencana utama kita akan berjalan dengan mulus" Shikamaru menatap Kiba malas.

"Tapi-".

"Hoam, bisakah kita membicarakan rencana selanjutnya? Aku mulai mengantuk mendengar ini" Naruto mencela perkataan Kiba yang baru saja mau kembali menyanggah perkataan dari Shikamaru.

Kiba yang mendengar itu hanya mendecih kesal, ia kemudian diam dan berpikir, mencoba mencerna dengan baik perkataan dari Shikamaru yang sebenarnya menguntungkan mereka.

"Iya iya sabar, mendokuse!" Shikamaru menatap Naruto malas.

Flashback Off.

.

.

.

Pasukan lapis pertama RWK terkejut ketika melihat Naruto berhasil melewati pertahanan pertama mereka dan sekaligus membuat satu teman mereka pingsan akibat dihantam oleh Axe Kick dari Naruto.

Naruto seketika langsung memasang seringainya yang mengerikan ketika melihat ekspresi terkejut dari pasukan RWK yang berada di sekelilingnya.

Kalau boleh jujur, Naruto juga merasa cukup senang karena ia telah berhasil menerobos masuk dan membuatnya menjadi orang pertama yang berhasil melewati Formasi Sekop yang saat ini masih menahan pasukannya.

Hal ini juga secara tidak langsung menunjukkan kalau rencana yang mereka buat sedang berjalan dengan mulus.

Berterimakasih lah kepada Chouji yang tadi telah meminjamkan punggungnya sebagai tumpuannya untuk melewati formasi bodoh dari RWK ini.

Dan kini tugasnya sekarang adalah ia harus bertahan di dalam sana sembari menarik perhatian mereka semua selagi teman-temannya yang lain membuat celah agar pasukan KHS yang lain juga bisa ikut masuk ke dalam dan melakukan rencana utama mereka.

Yakni Snake decapitated.

.

.

.

Beralih ke Sakon dan Ukon.

"Apa yang mereka coba lakukan? Apa mereka bodoh?" tanya Ukon kepada kakaknya yang berada di sampingnya.

"Entahlah, tapi mereka benar-benar ceroboh untuk membiarkan Pemimpin mereka bertarung sendirian" balas Sakon.

"Tapi baguslah, karena itu akan membuat kita menang dengan cepat, hahaha dasar KHS bodoh!" tambah Sakon yang tertawa dengan keras.

"Hahahaha kau benar Nii-san! Aku sempat kaget ketika mereka tadi membentuk sebuah formasi, eh ternyata itu cuma gertakan mereka saja, hahahaha" Ukon tertawa dengan keras.

Ukon tadi sempat berpikir kalau para murid KHS sudah mulai menggunakan otak mereka dan mulai padu ketika bergerak secara berkelompok, namun ternyata ia salah.

KHS tetaplah KHS, sampai kapan pun mereka akan selalu bergerak secara individualis dan tidak akan bisa bergerak secara berkelompok, itu semua terjadi karena ego mereka yang tinggi dan tidak mau mengalah dengan satu sama lainnya.

Berbeda dengan pemikiran Sakon dan Ukon, Petinggi RWK yang lainnya yakni, Kidomaru, Jirobo, Kurobachi dan Jibachi yang melihat itu mengerutkan kening mereka.

Mereka benar-benar dibuat bingung dengan rencana yang dibuat oleh pasukan KHS ini, apa mereka serius dengan rencana mereka ini? Apa mereka tidak sadar kalau mereka akan kehilangan Pemimpin mereka dalam waktu cepat.

'Apa yang mereka rencanakan?' batin mereka bersamaan.

Beralih ke Kimimaro, berbeda dengan para Petingginya, Kimimaro malah mengembangkan senyum bengisnya ketika ia melihat Naruto dengan nekatnya masuk sendirian mengahadapi 80 orang pasukan yang sengaja ia tumpuk di lapisan pertama mereka.

"Heh, menarik!" ujar Kimimaro sambil tersenyum bengis.

.

.

.

Kembali ke Naruto.

"Yo, manusia paling tampan telah tiba!" Naruto berkata nyeleneh kepada pasukan lapis pertama RWK yang menatapnya terkejut.

"Hey orang-orang jelek, akan kuberi kalian oplas wajah gratis menggunakan kedua tanganku ini! Jadi cepatlah berbaris dan biarkan aku melakukan tugasku dengan baik! HAHAHAHA!" tambah Naruto yang tertawa bagaikan seorang maniak.

Naruto kemudian melompat tinggi dan sekaligus menyiapkan kakinya untuk melakukan serangan.

"HAAAAAAA!" pasukan lapis pertama RWK tentu tidak tinggal diam, mereka bergegas maju dan langsung mengepung Naruto dari berbagai arah.

Naruto yang dikepung seperti itu pun langsung memutar tubuhnya 360 derajat di udara sambil mengarahkan kakinya ke kepala orang-orang yang mengerumuninya.

"KUBILANG BERBARIS DASAR BODOH!".

*Swung* *Dugh* Dugh* Dugh*

.

.

.

Beralih ke Chouji yang telah kembali menegakkan tubuhnya, ia kini menarik salah satu pasukan RWK yang berada di depannya untuk mendekat ke arahnya, kemudian didetik selanjutnya Chouji langsung memukul perut orang itu sehingga membuat orang itu menundukan tubuhnya dan memegang perutnya kesakitan.

*Bugh*

"Ugh".

Chouji kemudian memiting kepala orang itu menggunakan lengan kanannya, ia kemudian mengeratkan kunciannya tersebut ke leher lawannya, mencoba membatasi pergerakan lawannya.

Tanpa membuang waktu lagi, Chouji pun langsung membanting tubuhnya ke belakang sehingga membuat orang yang ia piting juga mau tidak mau harus ikut terjatuh bersamanya.

*Doom*

"Guhk!".

Bantingannya itu pun sukses membuat orang yang ia piting menjadi tidak sadarkan diri akibat merasakan trauma mendadak di kepalanya akibat merasakan benturan yang keras sehingga membuat otaknya bergetar.

Yap, Chouji baru saja melakukan gerakan yang bernama DDT secara sempurna.

DDT adalah sebuah gerakan bantingan yang berasal dari gerakan Gulat yang sering dipakai oleh pegulat profesional, dan gerakan itu merupakan gerakan favorit dari Chouji.

Bersamaan dengan itu, Sasuke dan Shikamaru juga melancarkan aksinya yakni dengan bersama-sama melompat ke udara, Sasuke menyiapkan tangan kirinya, dan Shikamaru menyiapkan kaki kanannya.

"RASAKAN INI!".

*Bugh*

Sasuke berhasil melakukan Superman Punch dan sukses membuat salah satu anggota RWK yang ikut membentuk Formasi Sekop harus jatuh menghantam tanah akibat telaknya pukulan dari Sasuke yang mengenai wajahnya.

"MENDOKUSE!".

*Duak*

Shikamaru juga berhasil melancarkan Twi-myo Yeop Chagi, tendangannya itu sukses bersarang di rahang salah satu anggota RWK yang juga ikut membuat Formasi Sekop, sehingga membuat orang tersebut harus terlempar ke belakang.

Dan alhasil, kedua orang yang terkena serangan dari Sasuke dan Shikamaru pun membuat celah yang cukup besar untuk mereka lewati.

Pasukan KHS yang melihat itu langsung mencoba memanfaatkannya dan segera berlari masuk melewati celah yang berada di Formasi Sekop itu.

"HEY TUNGGU! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" teriak Shikamaru ketika melihat beberapa pasukannya mencoba menerobos masuk.

Pasukan RWK yang melihat itu tentu tidak membiarkannya, mereka kemudian langsung kembali menegapkan tubuh mereka dan segera merapatkan formasi mereka.

Kemudian mereka kembali menundukan tubuh mereka sehingga aksi mereka itu berhasil membuat pasukan KHS tersangkut di atas punggung mereka, kemudian didetik selanjutnya mereka pun langsung menegakkan tubuh mereka.

*Brug* *Brug* *Brug*

Hal itu pun membuat pasukan KHS yang mencoba menerobos masuk harus terjungkal menuju ke belakang dari pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop.

Dengan kata lain, pasukan KHS baru saja terkena perangkap yang dibuat oleh pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop dan membuat mereka kini berada di dalam barisan pertahanan milik RWK itu sendiri.

Sehingga membuat pasukan KHS yang terkena perangkap itu kini tengah terbaring di atas tanah sembari menahan rasa sakit yang menjalar ke tubuh mereka akibat dari bantingan yang tadi dilakukan oleh pasukan RWK yang membuat kepala dan punggung mereka membentur tanah dengan sangat keras.

"ADA MANGSA!" teriak pasukan RWK yang membentuk Formasi Sekop.

"AKHIRNYA!" pasukan lapis pertama yang mendengar itu tersenyum senang,

Saat ini lapis pertama RWK terbagi menjadi dua, kubu pertama sedang mengerumuni Naruto, dan kubu lainnya segera berlari menuju ke pos jaga mereka yang tadi sempat mereka tinggalkan akibat terpancing untuk ikut mengeroyok Naruto.

Setelah kubu kedua sampai, mereka pun langsung menginjak-injak pasukan KHS yang terbaring di belakang Formasi Sekop mereka tanpa ampun.

*Dugh* *Dugh* *Dugh*

"AAAAHK!".

'Sial! Aku tidak bisa mengalihkan seluruh perhatian mereka kepadaku!' batin Naruto yang saat ini tengah menghajar lapis pertama RWK yang mengerumuninya.

"Menyingkir!".

*Bugh*

"Guh!".

Naruto berhasil melepaskan pukulannya ke perut lawannya sehingga membuat lawannya kini memegangi perutnya kesakitan.

Naruto yang melihat kesempatan itu langsung segera memanfaatkannya, ia kemudian melompat ke atas tubuh orang yang ia pukul tadi dan menjadikannya sebagai pijakannya untuk menaiki lautan manusia yang mengerumuninya.

Kemudian tanpa rasa bersalah, Naruto berlari dengan bebas di atas tubuh mereka, dengan menjadikan kepala dan bahu mereka sebagai pijakan kakinya.

Tujuannya saat ini adalah mencoba untuk kembali menarik perhatian pasukan RWK yang saat ini sedang menginjak-injak pasukannya.

"KEMARI KAU PASIEN NAKAL!" Naruto kemudian melompat sambil menyiapkan kedua kakinya untuk melakukan Drop Kick.

*Dugh*

Tendangannya itu pun berhasil mengenai beberapa dari mereka dan membuat mereka terhempas ke samping dan menabrak teman-temannya yang masih menginjak-injak pasukan KHS.

Kemudian dalam waktu yang cepat, Naruto kembali mendirikan tubuhnya.

"Kejar aku kalau bisa, wlee" Naruto pun segera berlari ke belakang, tidak lupa ia juga mengejek mereka yang tadi menginjak-injak pasukannya.

Mereka yang melihat itu pun merasa marah dan tersinggung dengan perbuatan Naruto. Rencana Naruto pun berhasil, kini seluruh perhatian pasukan lapis pertama RWK kembali terfokus kepadanya.

"AKAN KUBUNUH KAU PIRANG!".

"BANGSAT! KAU PIKIR KAU SIAPA?!".

"AKAN KU REMUKKAN TULANG-TULANGMU SIALAN!".

"ANJING!".

Mereka pun segera berlari mengejar Naruto yang saat ini kembali bertarung melawan pasukan yang tadi mengeroyoknya.

.

.

.

Shikamaru pun dibuat tersenyum tipis ketika melihat aksi Naruto melalui celah tubuh dari pasukan yang sedang ia hadapi.

'Kerja yang bagus Naruto!'.

"NEJI, KIBA, SHINO!" teriak Shikamaru disela-sela kegiatannya yang saat ini sedang bertukar pukulan dengan orang yang berada di depannya.

"YA!" jawab mereka secara serempak.

Sesuai rencana yang mereka buat, Neji Kiba dan Shino pun segera melancarkan serangan mereka.

Neji menarik baju orang yang ada di depannya, Kiba langsung melompat ke udara sambil mengangkat lutut kanannya dan Shino yang ternyata sudah sedari tadi mengokang tinju kanannya dan kini bersiap untuk melepaskannya.

"MINGGIR KAU!".

*Doom*

"Ghk!".

Dengan memanfaatkan pegangannya kepada baju orang yang ada di depannya, Neji pun melakukan gerakan bantingan andalannya yakni Sode Tsurikomi Goshi, dan membuat orang yang terkena bantingannya itu sukses menghantam tanah dengan sangat keras.

"BANGSAT!"

*Dugh*

"Guhahh!".

Bersamaan dengan itu, Kiba juga berhasil menghantamkan lutut kanannya ke hidung orang yang berada di depannya dengan sangat keras, sehingga membuat hidung orang itu mengeluarkan darah segar dan membuatnya harus terjungkal ke belakang.

"HUFF!".

*Bugh*

"Ugh!".

Tidak hanya Neji dan Kiba, Shino juga sukses melepaskan tinju yang sedari tadi ia kokang menuju ke perut orang yang ada di depannya (Seiken Choku Zuki) sehingga membuat orang itu harus termundur ke belakang sambil memegangi perutnya kesakitan.

Bersamaan dengan itu, Sasuke, Shikamaru dan Chouji juga berhasil menjatuhkan orang yang berada di depan mereka.

Sasuke dengan 1-2 Punch Combo-nya, Shikamaru dengan Flying Knee-nya, dan Chouji dengan Powerbomb-nya.

Sehingga hal yang dilakukan oleh mereka berenam pun sukses meninggalkan celah yang cukup besar di pertahanan andalan dari RWK tersebut.

Mini Flashback On.

"Setelah Naruto berhasil lewat, aku mau kita semua mengeluarkan serangan cepat terbaik kita!" ujar Shikamaru yang menatap Sasuke, Chouji, Neji, Kiba dan Shino secara bergantian.

"Dan jika serangan kita berhasil, maka pertahanan bodoh RWK itu akan meninggalkan celah yang cukup bagi kita, dan tentunya kita akan memanfaatkan celah itu untuk menerobos masuk, sampai di sini apa kalian paham?" tambah Shikamaru.

"YA!" jawab mereka serempak.

"Bagus!" Shikamaru tersenyum simpul ketika mereka mau mendengarkan rencananya tanpa harus membantah perkataannya lagi.

Mini Flashback Off.

"SEMUANYA! MAJU!" Shikamaru kembali berteriak.

"OU!" seluruh pasukan KHS pun langsung mengeksploitasi celah yang dibuat oleh Neji, Kiba dan Shino, dengan cara menghajar pasukan RWK yang perhatiannya sempat teralihkan oleh tindakan mereka bertiga (Neji, Kiba dan Shino).

Dan alhasil, Formasi Sekop yang sejak tadi menahan mereka langsung roboh seketika.

"APA?!" para Petinggi RWK menatap tidak percaya dengan apa yang barusan saja terjadi, bagaimana bisa para sampah ini bisa bekerja sama seperti ini? Dan juga bagaimana bisa sampah-sampah yang tidak bisa diatur ini menjadi seperti ini?.

Hal ini membuat mereka (Petinggi RWK minus Sakon dan Ukon), teringat dengan kejadian tahun lalu ketika mereka berperang melawan KHS yang saat itu dipimpin oleh Itachi.

Formasi Sekop mereka saat itu berhasil menghancurkan barisan terdepan milik KHS sehingga membuat KHS saat itu sempat terdesak.

Tapi itu tidak lama karena Monster Freshmen saat itu yakni Shisui mengamuk dan membuatnya berhasil menarik seluruh perhatian dari orang-orang yang saat itu membentuk Formasi Sekop.

Entah karena meremehkan atau bagaimana, saat itu Shisui berhasil menciptakan celah yang cukup besar sehingga hal itu tentunya dimanfaatkan oleh pasukan KHS untuk menerobos masuk ke dalam pertahanan mereka.

Dan alhasil, keadaan pun berbalik, pasukan KHS saat itu menggila! Mereka bertarung layaknya binatang buas, dan hal itu tentu saja membuat mereka (pasukan RWK) berhasil dipukul mundur oleh pasukan KHS yang saat itu dipimpin oleh Uchiha Itachi.

.

.

.

Beralih ke Kimimaro yang masih saja duduk di tempatnya, ia tidak sendiri karena saat ini dia ditemani oleh Kurobachi dan Jibachi di sampingnya.

Kenapa Kurobachi dan Jibachi tidak ikut maju? Karena mereka berdua dilarang oleh Kimimaro mengingat kondisi mereka masih belum pulih dari luka yang ditinggalkan oleh Naruto dan Shikamaru beberapa hari yang lalu.

Mereka harus mengakui kalau Naruto dan Shikamaru benar-benar berhasil mempermalukan mereka dan membuat mereka kini hanya bisa menyaksikan peperangan ini dari jarak jauh.

Kembali ke Kimimaro, ia memberikan senyum miring ketika melihat barisan terdepannya berhasil dijatuhkan oleh pasukan KHS dengan melakukan kerjasama antara Sophomore dan Freshmen mereka.

"Hehh, benar-benar menarik!" Kimimaro menyamankan posisi duduknya.

Berbeda dengan Kimimaro, Kurobachi dan Jibachi yang melihat itu menjadi gusar dan merasa takut.

'Ini buruk!' batin mereka bersamaan.

Entah mengapa, mereka benar-benar merasa takut dan cemas ketika melihat para murid KHS yang biasanya bergerak secara individua, kini berubah menjadi seperti ini, yakni bergerak saling bahu membahu untuk mengalahkan mereka.

Mereka pun berpikir kalau ini akan menjadi hal yang sangat buruk untuk mereka jika pasukan KHS tidak segera dipecah.

.

.

.

Kembali ke area pertarungan, setelah pasukan KHS berhasil merobohkan Formasi Sekop RWK, pasukan terdepan KHS pun langsung berlari menuju Pemimpin mereka.

Namun sayangnya barisan belakang KHS tidak bisa mengikuti langkah dari barisan terdepan KHS, karena mereka kembali dihadang oleh pasukan terdepan RWK yang kembali mendirikan tubuhnya.

Sehingga peperangan antara barisan belakang KHS dan pasukan RWK yang tadi membentuk Formasi Sekop pun tidak terelakan.

Shikamaru sempat melihat ke belakang, dan ternyata seperti dugaannya, barisan belakang mereka kini sedang berhadapan dengan pasukan terdepan RWK yang barusan mereka lewati.

Shikamaru pun tersenyum miring, ia sudah mengantisipasi hal ini, itulah kenapa ia meletakan Baiu di belakang, supaya teman Chibinya itu dapat memimpin pasukan belakang KHS yang kebanyakan berasal dari Freshmen itu.

.

.

.

Flashback On.

"Walaupun kita berhasil masuk, namun pasukan RWK yang kita jatuhkan itu pasti akan langsung bangkit dan mengepung kita" Shikamaru menjeda perkataannya

"Jadi aku mau kalian yang berada di bagian belakang untuk membentuk sebuah kelompok dan menjaga bagian belakang kita, agar kita yang berada di bagian depan dapat segera memberikan bantuan kepada Naruto dan melaksanakan rencana utama kita" tambah Shikamaru.

"Langsung saja, Baiu, kau akan ku letakkan di bagian belakang pasukan kita dan sekaligus aku juga mau kau untuk menjadi pemimpinnya!" Shikamaru mengalihkan pandangannya ke Baiu.

"Eh, Shika-san! A- aku?" Baiu terkejut bukan main, ia benar-benar tidak menyangka kalau ia akan dipilih sebagai Pemimpin kelompok.

"Kenapa bukan kami saja anggota UE yang memimpin?!" potong salah satu anggota UE yang tidak terima jika harus dipimpin oleh Freshmen cebol ini.

"Senpai, kekuatan kalian sangat dibutuhkan di barisan terdalam RWK, jadi aku meletakan kebanyakan dari kalian di barisan depan kita" Shikamaru menatap senpainya malas.

'Dan aku juga tidak suka kalau ada dari kalian yang memimpin kelompok kami, bisa-bisa rencana yang kubuat menjadi hancur lebur karena sifat egois kalian!' sambung Shikamaru dalam hati.

"Terus bagaimana jika ada dari kami (Sophomore) yang juga tertahan di belakang? Apa kami harus ikut si Freshmen cebol ini? Kalau begitu aku dan teman-temanku tidak mau, benarkan teman-teman?!" tambah orang itu.

"YA!" perkataanya itu tentu disetujui oleh semua pasukan UE, kecuali empat orang pengikut Sai.

Mereka berempat terlihat menahan amarah mereka karena mereka lagi-lagi harus mendengar hinaan dari Senpai mereka yang tidak tahu diri ini.

Baiu yang mendengar hinaan itu menundukan kepalanya, ia juga terlihat marah namun tidak bisa berbuat apa-apa.

'Maafkan aku, Nii-san!' batin Sasuke.

Tiba-tiba Sasuke menarik kerah gakuran orang itu dan dalam waktu yang cepat ia langsung meninju mulut orang itu menggunakan tangan dominannya dengan sangat keras.

Sehingga pukulan lurus dari Sasuke itu pun berhasil membuat mulut orang itu mengeluarkan darah segar dan sekaligus membuat orang tersebut terjungkal ke belakang.

"KAU TERLALU BANYAK BACOT BANGSAT! AKU SUDAH JENGAH MENDENGAR BACOTAN SOK JAGOMU ITU! JIKA KAU MERASA HEBAT, MAKA AYO LAWAN AKU!" Sasuke benar-benar marah.

Para anggota UE yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena jika mereka mengeroyok Sasuke, maka Ketua dan Wakil Ketua mereka akan murka dan kecewa kepada mereka.

Di sisi lain, pasukan Freshmen KHS yang melihat kejadian itu tersenyum sinis, mereka benar-benar berterimakasih kepada Sasuke karena telah membungkam mulut anggota UE yang sedari tadi terlalu banyak berceloteh itu.

'Sasuke-san!' batin Baiu yang merasa tersentuh dengan perbuatan dari Sasuke.

Kembali ke Sasuke, merasa tidak puas, ia kembali menarik tinjunya dan bersiap memukuli orang itu lagi, akan tetapi Naruto tiba-tiba menahan tangan Sasuke dari belakang.

"Sasuke" suara Naruto terdengar sangat datar, Sasuke yang mendengar itu hanya mendecih kesal kemudian ia menurunkan tinjunya.

"Nee Senpai, kau membuatku kesal karena telah menghina temanku dan meragukan rencana sahabatku. Kau tahu, aku bisa saja memerintahkan mereka yang kau hina ini untuk menghabisi kalian semua" ujar Naruto yang mengeluarkan aura yang membuat suasana di sekitarnya kembali mencekam.

Bersamaan dengan itu, para pasukan Freshmen KHS juga mengeluarkan aura intimidasi mereka. Para anggota UE yang melihat itu cukup dibuat merinding.

Mereka benar-benar tidak menyangka, bagaimana bisa Freshmen mereka menjadi sekompak ini? Bukannya mereka saling membenci satu sama lain?.

Mungkin karena aura kepemimpinan dari si Namikaze itulah yang membuat mereka bersatu seperti ini, tapi entahlah mereka juga tidak mengerti soal itu.

'Naruto-san, terimakasih!' batin Baiu yang juga dibuat tersentuh dengan perbuatan Naruto yang juga ikut membelanya.

Baiu telah bertekad, ia tidak akan mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepadanya, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya ketika berperang di wilayah belakang nanti.

"Jika itu rencana yang Shika berikan, maka itulah yang akan kita lakukan" tukas Naruto, ia kemudian berjalan mendekati Senpai yang tadi Sasuke pukul.

"Seperti yang kubilang tadi, kita di sini bertarung dengan tujuan yang sama, yakni meratakan RWK sampai ke akar-akarnya! Maka dari itu, sekali lagi aku mohon untuk kerjasamanya, Senpai" ujar Naruto dengan suara yang terdengar serius, bersamaan dengan itu, aura kepemimpinan menguar hebat dari tubuhnya.

Mereka yang merasakan itu seketika dibuat tertegun dan dibuat seakan tidak bisa untuk membantah perkataan Naruto lagi.

Naruto yang sudah sampai langsung mengulurkan tangannya kepada Senpai yang tadi Sasuke hajar, demi membantu Senpainya itu untuk kembali berdiri.

Uluran tangan dari Naruto pun disambut baik olehnya, Senpainya itu pun kembali mendirikan tubuhnya dengan sempurna dengan bantuan dari Naruto.

"Shika, lanjutkan!".

Flashback Off.

.

.

.

"BAIU, KUSERAHKAN PADAMU!" teriak Shikamaru.

Tanpa menunggu respon dari Baiu, Shikamaru membalikan tubuhnya dan segera berlari menuju Naruto yang saat ini sedang dikepung oleh pasukan lapis pertama RWK.

"YA, TENANG SAJA SHIKA-SAN, KAMI AKAN MEMENANGKAN INI! BENARKAN TEMAN-TEMAN?!" teriak Baiu yang saat ini sedang bertukar pukulan dengan orang yang ada di depannya.

"YAAA!" perkataan Baiu disetujui oleh sekitar 35 orang yang kini menjadi tanggung jawabnya.

"INGAT! JANGAN PERNAH BERTARUNG SENDIRI-".

*Bugh*

"Guh!" ucapan Baiu diinterupsi oleh sebuah pukulan keras yang mengenai pipinya dan membuatnya kini harus jatuh terduduk.

"CEREWET SEKALI KAU BABI!" ujar anggota RWK yang menghajar Baiu.

Tidak berhenti di situ, orang itu kembali mendekati Baiu dan mencoba menendangnya.

Baiu yang melihat itu tersenyum miring, ia tiba-tiba berdiri dan menabrakkan bahunya ke perut orang tersebut.

*Dugh*

"Uhk?!" sekarang giliran orang tersebut yang terjatuh akibat terkena gerakan Spear yang dilakukan oleh Baiu yang telak mengenai perutnya sehingga membuatnya kesulitan bernafas.

'Terimakasih Chouji-san!' batin Baiu.

Ia berterimakasih kepada Chouji bukan tanpa alasan, karena Chouji lah yang mengajarkannya gerakan Spear yang tadi ia gunakan.

Spear adalah sebuah gerakan yang berasal dari gerakan gulat yang biasa dipakai oleh pegulat WWE, yakni Roman Reigns'.

Chouji memutuskan untuk mengajarkan Baiu gerakan ini karena tubuh Baiu terbilang pendek dibanding yang lain, dan menurutnya Baiu cocok dengan gerakan ini karena gerakan Spear ini selalu mengincar perut lawan.

Maksudku jika kau memiliki tubuh pendek maka kau akan sulit menghajar wajah lawan yang lebih tinggi darimu bukan? Jadi kenapa tidak menyerang perutnya saja?.

Selain posisinya lebih rendah, perut juga adalah titik vital yang bisa digunakan untuk meng K.O. lawan.

.

.

.

Kembali ke pasukan terdepan KHS, mereka kini sedang berlari menuju Naruto, dan mereka mencoba untuk memberikan bantuan kepada Pemimpin mereka yang saat ini sedang dikeroyok oleh pasukan lapis pertama RWK.

"PASIEN KE. . . sial aku lupa!".

*Bugh*

Dan apa yang mereka dapati, ternyata pemimpin mereka itu baru saja menjatuhkan beberapa orang anggota RWK menggunakan pukulan Overhand kanan andalannya, dan itu dia lakukan hanya dengan sekali pukul saja.

'Sepertinya dia tidak membutuhkan bantuan kita' batin mereka sweatdrop.

"Maaf membuatmu menunggu, Kapten!" ujar Sasuke yang langsung kembali mengambil posisinya di sebelah kiri Naruto.

"Kau tahu? Formasi mereka tadi lumayan merepotkan!" ujar Shikamaru yang juga sudah berdiri di sebelah kanan Naruto.

"Yo Naruto, kau baik-baik saja?" Chouji juga mendekati Naruto setelah membantu pasukan KHS yang yang tadi sempat terinjak-injak oleh pasukan RWK untuk kembali berdiri dan sekaligus menyuruh mereka untuk kembali bertarung.

"Ya, hey kalian, ini mengingatkan kita pada saat kita SD dulu bukan?" ujar Naruto tanpa sedikit pun mengalihkan perhatiannya dari lawan yang terus berdatangan ke arahnya dan kini sedang mencoba mengurung mereka berempat menggunakan Formasi Dinding mereka.

"Hn, tapi ini jauh lebih menarik!" balas Sasuke sambil menunjukan seringai tipisnya.

"ORRRAAA!".

*Bugh* *Bugh* *Bugh* *Bugh*

Mereka berempat pun menghajar anggota RWK yang terus menerus berdatangan dan mencoba mengurung mereka berempat.

Hal itu juga dilakukan oleh pasukan mereka yang saat ini sedang saling jual beli pukulan dengan anggota RWK yang lain.

.

.

.

Beralih ke Neji, Kiba dan Shino, mereka juga sudah berada di dekat Naruto, namun langkah mereka harus terhenti karena mereka tiba-tiba di kepung oleh banyak sekali pasukan RWK sehingga membuat mereka benar-benar tidak bisa bergerak.

Hal itu pun membuat mereka mau tidak mau harus saling memunggungi diri mereka satu sama lain.

'Formasi Dinding kah?' batin mereka bersamaan.

Pasukan RWK pun mulai berjalan mendekati mereka, bersamaan dengan itu mereka juga melepaskan pukulan dan tendangan yang mengarah langsung ke kepala dan tubuh dari Neji, Kiba dan Shino.

Ah bukan hanya pukulan dan tendangan saja, namun ada juga beberapa hantaman dari benda tumpul yang bersarang di tubuh mereka.

Mereka bertiga yang didesak seperti itu segera melindungi diri mereka, dan tidak lupa sesekali melakukan counter kepada orang yang menyerang mereka.

*Bugh* *Bugh*

Namun sial, sehebat apapun mereka bertahan, pukulan, tendangan dan hantaman benda tumpul tetap saja masuk ke tubuh mereka.

Sial, tidak ada cara lain, mereka harus segera melepaskan diri dari Formasi Dinding ini.

"Guhh, kalian tahukan dengan apa yang harus kita lakukan?" tanya Neji yang masih melindungi dirinya sambil sesekali melakukan counter yang kuat.

"Tentu saja!" balas Kiba dan Shino secara bersamaan, mereka juga melakukan hal yang sama dilakukan oleh Neji, yakni bertahan sambil sesekali melakukan counter yang kuat.

Tiba-tiba sebuah pukulan lurus kuat mengincar rahang Kiba, namun berkat kegesitannya, Kiba berhasil menghindarinya dengan mudah.

*Syut*

Kiba kemudian menangkap tangan orang itu dan langsung menariknya dengan paksa sehingga membuat orang itu terjatuh ke depan dan membuat posisi orang itu kini berlutut di depan Kiba.

"Kalau begitu aku ambil atas!" Kiba pun langsung melompat tinggi dengan memanfaatkan kepala orang yang ada di depannya sebagai tumpuan, ia kemudian mengangkat kakinya ke atas, berniat melakukan tendangan berputar.

"Aku bawah!" Shino juga tidak mau kalah, ia pun langsung menundukan tubuhnya dan menyiapkan kakinya untuk menjatuhkan lawan mereka.

"Dan aku akan mengurus yang tengah" Neji juga tidak mau kalah, ia kemudian memutar tubuhnya, tidak lupa ia juga mengangkat kaki kanannya ke atas, berniat melakukan serangan penutup.

"ORRYAAA!".

*Swung* *Dugh* *Dugh* *Dugh*

Tendangan berputar dari Kiba berhasil mengenai kepala dari beberapa orang yang berada di depannya sehingga membuat mereka yang terkena tendangannya harus terjungkal ke belakang.

Walaupun Kiba sukses melakukan tendangannya, namun banyak juga dari mereka yang berhasil menghindari tendangan berputar dari Kiba, Kiba yang melihat itu hanya tersenyum miring.

"Huff!".

*Swift* *Dugh* *Dugh* *Dugh*

Tanpa pasukan RWK sadari, selagi fokus mereka teralihkan ke Kiba, tiba-tiba sebuah sapuan kaki dari Shino berhasil membuat barisan terdepan mereka menjadi goyah dan kehilangan keseimbangan mereka.

"HAAA!".

*Swung* *Duak* *Bruk*

Melihat serangan Kiba dan Shino berhasil membuat Neji tersenyum tipis, ia kemudian segera melakukan gerakan penutupnya, yakni Tornado Kick yang berhasil membuat formasi yang mengelilingi mereka bertiga yang tadi sempat goyah kini menjadi roboh semua.

"YES!".

Mereka bertiga akhirnya terlepas dari kekangan pasukan RWK yang tadi mengepung mereka, mereka bertiga pun segera menuju tempat NSSC (Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Chouji) berada.

.

.

.

.

.

.

.

.


Shika Commerce Gate, Sunday at 4:08 pm.

Obito, Itachi dan Shisui saat ini sedang berhadapan dengan beberapa Petinggi dan anggota dari Fraksi White Fang di depan gerbang sekolah Shika Commerce.

"Pria bertopeng?!" Tenzo Yamato yang menjadi pemimpin sementara pasukan White Fang menatap Tobi serius, hanya sekitar 20 meter jarak yang memisahkan mereka.

"Yo, mana Guy?" tanya Tobi menggunakan suara beratnya.

"Itu bukan urusanmu! Lagipula ada apa Ketua dan Wakil Ketua UE datang kemari?" Yamato berjalan ke depan pasukannya, memasang badan.

"Kami kemari ingin menghentikan kalian agar tidak merusak pesta yang saat ini sedang berlangsung di Hutan Senju" Itachi kali ini yang bersuara, ia menatap serius Yamato yang pandangannya masih belum lepas dari sosok Tobi.

"H- Hah? Apa maksudmu?" Yamato sedikit gelagapan ketika mendengar perkataan dari Itachi, rivalnya.

Maksudku darimana dia tahu kalau mereka (Fraksi White Fang) akan mengacaukan peperangan KHS yang saat ini sedang melawan geng RWK?.

"Kau jangan berpura-pura bodoh! Kalau begitu kenapa di hari minggu ini kalian berkumpul di sekolah jika kalian tidak berniat untuk menganggu peperangan kohai dan anggota kami yang saat ini sedang melawan pasukan RWK?" Shisui yang sedari tadi diam kini mulai mengambil alih percakapan.

"Ya ya ya kau benar, memangnya ada masalah dengan itu?" kali ini bukan Yamato yang bersuara, tapi orang terkuat kedua dari angkatan Sophomore (Shika Commerce) lah yang membalas perkataan Shisui.

Orang itu bernama Namiashi Raido, orang yang juga menjadi rival dari Shisui itu sendiri.

"Raido, lama tidak berjumpa" Shisui memberikan senyum mengejeknya kepada rivalnya.

Mereka berempat (Itachi, Shisui, Yamato dan Raido) adalah rival, ya walaupun Itachi dan Shisui lah yang selalu memenangkan pertarungan ketika mereka berkelahi. Tapi tetap saja, salah satu klasifikasi untuk menjadi rival adalah sering bertarung, bukan? Kan? Kan?.

Tidak lama setelah itu, dari belakang pasukan White Fang muncul seseorang berambut mangkuk yang mengenakan baju santai berwarna hijau tua, ditemani dengan celana kargo pendek yang juga memiliki warna yang sama dengan bajunya dan yang terakhir sebagai pelengkap, orang itu mengenakan sendal jepit berwarna hitam sebagai alas kakinya.

Siapakah dia? Ya tentu saja Might Guy, sang Green Beast yang tidak terkalah-, Oh iya, dia sudah dikalahkan jadi lupakan yang terakhir.

"Hey Yamato ada apa i-" ucapan orang tersebut terhenti ketika melihat Tobi yang melambaikan tangan ke arahnya.

"Yo Green Beast, bagaimana hadiahku waktu itu? Apa kau menyukainya?" tanya Tobi menggunakan suara yang terdengar sarkastik.

"Pria bertopeng!" Guy segera merengsek maju menerjang Tobi yang hanya diam di tempatnya.

Guy kemudian melompat sambil mengangkat kakinya tinggi, mencoba memberikan tendangan lurus yang mengincar wajah (topeng) Tobi.

*Syut* *Duk*

Namun sayang, serangannya itu ditahan oleh Shisui yang tiba-tiba muncul di depan Tobi.

Guy yang melihat itu hanya mendecih kesal, ia yang masih berada di udara segera melompat mundur, dengan menggunakan lengan Shisui sebagai tumpuannya.

*Tap*

Guy berhasil mendarat dengan mulus.

Pasukan White Fang yang tadi sempat tertegun ketika melihat kecepatan dari Guy dan Shisui kini tersadar, mereka pun berancang-ancang untuk menyerang Tobi, Itachi dan Shisui.

"Eit eit eit, apa yang mau kalian lakukan?" Guy memberikan isyarat tanda berhenti kepada anggotanya yang baru saja mau maju menyerang Trio UE itu.

"Dia bagianku tahu!" tambah Guy sambil menunjuk Tobi.

Mereka yang mendengar itu hanya mengangguk patuh, mereka pun kembali melunakkan gestur mereka seperti semula.

"Bagaimana kalau kita berbicara sedikit, Guy?" Tobi kembali bersuara.

"Kau mau membicarakan apa? Jika kau mau menghalangiku untuk membalaskan dendam muridku maka aku akan menolaknya!" Guy menatap Tobi serius, bersamaan dengan itu ia mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi.

Pasukan White Fang yang merasakan itu tentu langsung mengeluarkan keringat dingin dan secara tidak sadar mereka meneguk ludah mereka dengan susah payah.

*Glug*

"Kalau tidak salah, kau baru saja masuk masa magangmu kan?" tanya Tobi santai.

"Ya lebih tepatnya sudah seminggu aku magang, memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?" aura mengerikan dari Guy tiba-tiba hilang, ia kini menatap Tobi bingung. Dia benar-benar tidak mengerti dengan pertanyaan si Pria bertopeng ini.

"Kau tahukan, jika kau terluka maka kau harus mengambil cuti beberapa hari, dan jika itu terjadi maka sudah pasti hal itu akan membuat nilaimu menjadi jelek dan hal itu akan memengaruhi nilai kelulusanmu, benar begitu?" tanya Tobi dengan nada yang terdengar sangat serius.

"Ya kau benar, aku bahkan akan langsung di D.O. karena telah mencemarkan nama baik sekolah, tapi tunggu dulu, apa maksud dari pertanyaanmu ini?" Guy semakin terlihat bingung.

"Hahh, Itachi bisakah kau jelaskan kepadanya?" Tobi menghela nafas pasrah karena lawan bicaranya ini benar-benar lelet.

Manurut kalian, apakah pertanyaan Tobi yang sulit dimengerti atau memang Guy nya saja yang benar-benar lelet?.

"Maksud Tobi-san, jika kau tetap bersikeras untuk pergi, maka Tobi-san akan menahanmu dengan cara melawanmu, tidak ingatkah kau ketika terakhir kalian bertarung, kalian sama-sama harus dilarikan ke Rumah Sakit?" Itachi menjeda perkataannya.

"Dengan kata lain, jika kalian bertarung lagi maka sudah dipastikan kalau kalian berdua akan masuk Rumah Sakit lagi dan hal itu akan membuatmu harus mengambil cuti dari tempatmu magang" jelas Itachi dengan nada yang kalem.

"Ya lalu? Aku masih tidak mengerti!" Guy menjambak rambut mangkoknya frustrasi.

"Astaga ya Tuhan" Itachi dibuat facepalm akibat keleletan otak dari Guy.

Mungkin orang ini terlalu banyak terkena hantaman di kepala, itulah kenapa otak orang ini benar-benar lelet seperti ini, begitu kira-kira pikiran dari orang-orang yang berada di sekitar mereka.

"Anu Guy-senpai, simpelnya begini, jika kita tetap bersikeras untuk pergi mengacaukan perang KHS dan RWK, maka si Topeng itu akan mengajakmu berkelahi sampai membuat kalian berdua harus dilarikan ke Rumah Sakit" bisik Yamato yang berada di sebelah Guy.

"Hoo begitu rupanya! Hahahaha maaf maaf" Guy mengangguk paham dan kemudian didetik selanjutnya ia pun tertawa lepas.

Para pasukan White Fang yang melihat itu hanya bisa sweatdrop.

"Itu sama dengan yang kukatakan bukan? Hanya saja bahasanya sedikit berbeda, benarkan Shisui?" Itachi bertanya ke Shisui dengan wajah yang kesal namun datar secara bersamaan, ya aneh memang.

Shisui yang melihat sepupunya berhasil dibuat kesal seperti itu hanya bisa sweatdrop, ia pun langsung menenangkan Itachi yang mulai kelihatan dongkol.

"Aku sih tidak masalah jika kau masih tetap bersikeras untuk pergi, karena jujur saja aku ingin berkelahi lagi denganmu" Tobi kembali mengambil alih percakapan.

"Tapi aku tidak mau membuatmu kehilangan masa depanmu, pikirkan lah baik-baik Guy! Jika kita bertarung lagi maka bisa kupastikan kalau kita berdua akan berada di ranjang Rumah Sakit dengan waktu yang lebih lama dari sebelumnya!" Tobi menjeda perkataannya.

"Dan apa kau mau benar-benar di D.O. karena melakukan hal yang bodoh (berkelahi) seperti ini?".

Guy yang mendengar perkataan Tobi seketika terdiam memikirkan perkataanya, ia kemudian menggelengkan kepalanya.

"Itu tidak masalah selama aku bisa membalaskan dendam Lee kepada si Kimimaro itu!" mata Guy memancarkan tatapan yang mengerikan.

"Nee Guy-san, apa kau tidak tahu kalau muridmu itu adalah salah satu Petinggi dari Fraksi Freshmen terbesar di KHS?" Itachi kembali bersuara setelah ia sudah kembali menjadi kalem seperti biasa.

"Ya aku tahu itu, terus kenapa?" tatapan Guy beralih ke Itachi.

"Menurutmu apa yang akan dilakukan Ketua dari Fraksi muridmu itu ketika tahu kalau salah satu Petingginya di serang oleh musuh?" Itachi berbalik menatap Guy dengan tatapan serius.

"Membalaskan dendamnya!" Guy membulatkan matanya, benar juga! Pasti Ketua Lee akan menuntut balas dendam atas penyerangan yang dilakukan oleh Kimimaro dan anggota RWK yang lain kepada Lee!.

'Astaga kenapa aku tidak kepikiran hal itu sih? Ah mungkin aku terlalu emosi sampai-sampai menumpulkan kemampuan berpikirku, iya itu!' batin Guy.

"Ya, kau benar! Jadi kau dan pasukanmu tidak perlu mengacaukan pesta mereka, kau bisa mempercayakan hal ini kepada Naruto!" Shisui yang sedari tadi diam kini kembali berbicara.

"Naruto? Hey Raido, Yamato, nama itu lumayan familiar bukan?" Guy bertanya kepada kedua kohainya yang berada di sampingnya.

"Tentu saja, Namikaze Uzumaki Naruto, Monster Freshmen dari KHS dan sekaligus merupakan Raja Freshmen KHS itu sendiri, anak itu saat ini berada di peringkat 13 dari 25 petarung top Konoha" Raido tentu ingat dengan nama itu.

Naruto, seorang Freshmen KHS ini benar-benar berhasil mengambil perhatian dari anak-anak nakal yang berada di kota Konoha.

Bagaimana tidak? Dari 25 nama petarung top Konoha, cuma dia Freshmen yang bertengger di jejeran petarung-petarung top yang notabenenya berasal dari angkatan Senior dan Sophomore dari ketiga Sekolah monster yang berada di Konoha.

Ditambah lagi anak itu berhasil masuk ke dalam peringkat 15 besar dalam waktu yang sangat singkat, yakni kurang lebih selama 2 bulan.

"Ah nama itu, bukannya Kakashi-senpai selalu menceritakannya kepada kita? Kata Kakashi-senpai anak itu sangat dekat dengannya sampai-sampai dia sudah mengaggapnya sebagai adik kandungnya sendiri!" timpal Yamato yang mulai mengingat cerita aneh yang diceritakan oleh Kakashi soal anak itu.

"Haaa kau benar! Kakashi sering menceritakannya!" Guy juga ingat cerita aneh yang diceritakan oleh sahabat ubannya itu.

Dan kalau tidak salah ingat, Guy dulu pernah satu sekolah yang sama dan bahkan ia juga sempat bermain dengan anak yang bernama Naruto itu ketika ia dan Kakashi masih duduk di bangku SD.

Guy kembali teringat kegilaan Naruto yang saat itu duduk di kelas 4 SD, anak itu benar-benar liar! Dia selalu tawuran dengan anak SD lain bersama dengan ketiga sahabatnya, dan kalau tidak salah ingat, adik Itachi adalah salah satu dari sahabat Naruto yang saat itu selalu menemaninya tawuran.

Tidak hanya itu, Guy juga kembali mengingat kalau Naruto dan ketiga sahabatnya itu tidak terkalahkan saat mereka tawuran melawan anak SD lain.

Dengan jeda waktu yang hampir 6 tahun tidak bertemu, ditambah dengan pencapaian luar biasa yang Naruto raih selama 2 bulan belakangan ini, membuat Guy yakin kalau kekuatan Naruto saat ini bisa diandalkan untuk mengalahkan Kimimaro yang notabenenya berada satu peringkat di atasnya.

Dengan begini, Guy tidak perlu mengorbankan masa depannya demi membalaskan dendam Lee, ia pun berjanji setelah ini ia akan bergegas ke Rumah Sakit untuk menjenguk Lee yang katanya sudah sadarkan diri.

Guy sebenarnya sudah pernah menjenguk Lee saat hari pertama Lee masuk Rumah Sakit, ia ingat saat itu hanya bodyguard Lee saja yang menemaninya.

Akan tetapi Lee saat itu tidak sadarkan diri, ia pun memutuskan untuk pulang dan berniat untuk kembali mengunjungi Lee keesokan harinya, akan tetapi pekerjaannya saat itu benar-benar membuatnya sibuk.

(Sedikit informasi, Lee adalah anak konglomerat asal China, lebih tepatnya Ayahnya lah yang berasal dari China dan Ibunya merupakan orang Jepang asli, alasan mengapa hanya bodyguardnya saja yang menemaninya adalah karena Ayah dan Ibunya selalu melakukan perjalanan bisnis).

Kembali ke Guy, di hari minggu ini sebenarnya ia masih bekerja, hanya saja ia membolos dengan terlebih dahulu menyogok teman kerjanya dengan membelikannya dua bungkus rokok.

Dan cara itu pun membuat ia berhasil melarikan diri dari tempat magangnya.

Ia yang memiliki waktu yang mepet membuatnya langsung menelepon Yamato untuk mengumpulkan para Sophomore dan Freshmen untuk mengacaukan peperangan yang saat ini sedang terjadi.

Yamato yang mendengar ajakan Guy tentu menerimanya dengan senang hati. Karena jujur saja, Yamato dan pengikutnya sebenarnya sudah gatal ingin berperang, untung saja ada Guy yang mengajak mereka.

Sebenarnya Guy bisa saja pergi sendiri akan tetapi, ia tidak yakin kalau ia bisa keluar dengan anggota tubuh yang utuh, walaupun ia adalah orang yang kuat, namun melawan pasukan yang berjumlah kurang lebih dari 400 seorang diri sama saja seperti kau menawarkan dirimu untuk dibunuh oleh mereka.

Ini dunia asli bung, bukan kartun yang wajah pemeran utamanya masih bersih dari luka setelah melawan 100 orang atau lebih dengan hanya seorang diri saja!.

Jadi singkat cerita, Guy pun menyusun rencana dadakan dengan menggunakan pasukan Sophomore dan Freshmen sekolahnya untuk membukakannya jalan menuju Kimimaro.

Dan setelah itu berhasil, maka ia akan menghajar Kimimaro sampai membuatnya harus dilarikan ke Rumah Sakit, dan membuatnya mengalami seperti yang dialami oleh Lee.

.

.

.

Merasa cukup dengan acara melamunnya, Guy kini kembali menatap Trio UE dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.

"Kenapa daritadi kau tidak mau bilang!" Guy kini tersenyum lebar sambil memperlihatkan gigi putihnya.

"Kaunya saja yang lelet, Baka" Tobi mendengus di balik topengnya.

Kembali ke Guy, ia kemudian berbalik dan menatap pasukannya yang berada di belakangnya.

"Baiklah kalau begitu, semuanya kembali ke rumah kalian masing-masing dan beristirahat lah!" ujar Guy santai.

"Eh tapi-".

"Tidak ada tapi-tapian! Oke?!" Guy mencela perkataan pengikutnya, ia menatap mereka sambil berkacak pinggang.

"H- Ha'i!" mereka terpaksa menuruti perkataan Guy, maksudku siapa yang bisa membantah perkataan orang ini? Memangnya kau mau mati?.

Ya walaupun mereka tahu kalau Senpai mereka ini adalah orang yang baik dan konyol, tapi tetap saja, mereka tidak bisa membantah perkataannya, ditambah lagi ini adalah perkara serius dan menurut mereka ini adalah pilihan yang tepat untuk tetap mematuhi perintah dari Guy.

"Terimakasih sudah datang di sini dan maaf telah membuang waktu kalian! Kalau begitu aku mau menjenguk Lee dulu ya, bye bye!" Guy melambaikan tangannya pelan, ia kemudian membalikan tubuhnya dan berancang-ancang untuk berlari.

"Masa muda, aku datang!" tanpa menunggu respon dari mereka, dalam satu kedipan mata, Guy pun langsung berlari meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi sehingga membuat debu-debu mengepul dan menyembur ke arah orang-orang yang masih berada di situ.

"Uhuk uhuk!" orang-orang yang ada di situ tentu saja terbatuk akibat debu yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam saluran pernafasan mereka.

Mereka pun menatap orang terkuat di SC itu dengan tatapan bingung.

'Dia benar-benar aneh' batin mereka yang entah kenapa bisa satu pemikiran.

"Baiklah, tugas kita di sini sudah selesai, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi menonton peperangan Naruto dan Kimimaro?" Shisui menatap Tobi dan Itachi secara bergantian.

"Ya, ayo" Tobi langsung melengos pergi, bersamaan dengan itu, Itachi juga berjalan mengikuti Tobi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Hahh, dasar manusia datar" Shisui menghela nafas pasrah, ia kemudian beranjak dari tempatnya dan segera menyamakan langkah kakinya dengan langkah Tobi dan Itachi yang berada tidak jauh di depannya.

Beralih ke pasukan White Fang.

"Semuanya, bagaimana kalau kita juga pergi menonton peperangan itu juga?" Yamato berbalik menatap pasukannya.

"Itu ide yang bagus" ujar Yamashiro Aoba yang sedari tadi diam menyaksikan interaksi para orang-orang kuat yang ada di kota ini.

"Oh iya Aoba, kemana Iruka, Mizuki dan Ebisu?" Yamato menoleh ke Aoba, orang terkuat ketiga di angkatannya (Sophomore).

"Iruka tadi bilang kalau dia mau pergi makan di Ichiraku, kau tahu lah kenapa" Aoba mengingat kalau Iruka tadi izin untuk tidak datang karena ingin makan ramen di Ichiraku.

"Hahh, pasti dia mencoba mendekati Ayame lagi" ujar Raido menggelengkan kepalanya, Yamato dan pasukannya yang mendengar itu hanya mendesah pasrah.

"Ya kau benar, lalu Mizuki, aku tidak tahu dia kemana, mungkin saja dia sedang kerja paruh waktu?" mereka yang mendegar itu hanya mengangguk paham.

"Dan yang terakhir, Ebisu, dia masih di rumahnya, kurasa dia sepertinya masih mencoba melawan rasa takutnya, kalian tahukan kalau dia pernah mengalami luka yang serius ketika tahun lalu kita berperang melawan dua sekolah bodoh itu" Aoba menyelesaikan perkataannya.

Aoba kemudian mengeluarkan sepuntung rokok dari bungkus rokok yang berada di saku almamater sekolahnya.

Ia kemudian menjepit rokok itu dimulutnya, setelah itu ia mengeluarkan korek gasnya, tentunya untuk membakar rokok yang berada di mulutnya.

*Ctak*

Dengan gerakan simpel, ia pun berhasil menyalakan rokoknya.

"Fuhh".

Berbicara soal seragam sekolah, berbeda dengan KHS dan IIH, SC menggunakan seragam yang lebih formal dibanding dengan kedua sekolah tersebut.

Mereka mengenakan almamater berwarna biru navy dengan dalaman kemeja putih yang dililit oleh dasi berwarna merah di kerah kemeja mereka, dan untuk bagian bawahnya mereka menggunakan celana panjang berwarna abu-abu gelap.

Dan untuk para murid perempuannya, mereka juga mengenakan seragam yang sama dengan murid laki-lakinya, namun mereka menggunakan rok pendek sebagai bawahan mereka.

Rok mereka itu berwarna senada dengan warna celana dari murid laki-lakinya, namun di atas rok mereka terdapat motif kotak-kotak bergaris yang memiliki kombinasi warna antara hitam dan putih.

Kembali ke Yamato dan kawan-kawan, mereka yang mendengar itu kembali mengingat peperangan tahun lalu, peperangan yang hampir membunuh Ebisu dan teman-teman mereka yang lain.

Baru saja mereka ingin mengingat kejadian tahun lalu, tiba-tiba seseorang muncul bersama dengan puluhan orang yang mengikut di belakangnya.

"Hah hah hah, apa kami terlambat?" tanya orang terdepan dari pasukan yang baru datang.

"Shira dan para Freshmen?" Yamato menatap Raja Freshmen SC akhirnya datang bersama pasukannya.

"Maafkan aku Senpai, aku tadi habis menjenguk sahabat masa kecilku" Shira menundukan kepalanya meminta maaf.

"Kan sudah kubilang, kalau sebaiknya kita menjenguk temanmu itu saat kita selesai perang, kan bisa sekalian juga bukan?" murid botak berbisik dengan pelan ke telinga Shira.

"Chiriku, diam kau!" Shira juga membalasnya dengan bisikan pelan kepada Wakilnya.

"Hahh, kalian tidak terlambat karena penyerangan kita dibatalkan oleh Guy-senpai" suara Yamato terdengar kecewa.

"EH? Tapi kenapa?" Shira beserta pengikutnya kembali menegakan tubuh mereka.

"Hahh ceritanya panjang, daripada kalian murung di sini, bagaimana kalau kita pergi saja dan menonton peperangan orang-orang bodoh itu?" Yamato kembali berbicara.

Shira yang mendengar itu saling bertukar tatapan kepada pasukannya, mereka kemudian menganggukkan kepala mereka secara kompak.

Walaupun mereka merasa cukup kecewa karena tidak jadi berperang, namun setidaknya kekecewaan mereka itu bisa sedikit terbayarkan dengan menyaksikan peperangan kedua sekolah tersebut.

Sekaligus mereka juga bisa sekalian untuk mempelajari kelebihan dan kelemahan para murid yang berasal dari kedua sekolah tersebut.

Dan bagi Shira, ia juga ingin memastikan apakah orang yang bernama Naruto, Shikamaru dan Chouji adalah orang yang sama dengan teman-temannya saat SMP dulu.

"AYO!" jawab mereka bersamaan.

"Baiklah, ayo berangkat!".

"HA'I!" mereka pun berjalan meninggalkan gerbang sekolah Shika Commerce, menuju Hutan Senju.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued~.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

Baiklah pasti ada di antara kalian yang bertanya, Kenapa pasukan KHS tidak menyebar dan menyerang dari samping saja? Kan dari samping mereka bisa melewati pasukan RWK dengan mudah?.

Jawabannya, mereka akan langsung dihancurkan jika mereka terpisah, dan mereka tidak bisa bergerak ke samping karena pasukan RWK akan otomatis menyesuaikan posisi mereka. Ingat, pasukan RWK ini bukan patung, mereka manusia dan tentunya mereka semua memiliki akal sehat.

Dan juga bukannya akan menjadi lebih seru jika peperangan terjadi seperti ini? Sebenarnya aku mau membuat perang ini menjadi perang biasa seperti perang yang ada di film Crows Zero atau High and Low. Hanya saja itu kurasa kurang greget dan tidak bagus untuk cerita ini, kenapa?.

Karena aku sudah membuat geng RWK menjadi geng yang memiliki strategi perang yang hebat dan juga memiliki beberapa taktik perang yang sayang kalau tidak dipakai.

Jadi ya, aku pilih cara yang anti mainstream seperti ini demi membuat cerita menjadi jauh lebih menarik dan tentunya lebih seru.

Kurasa itu saja, semoga jawabanku itu bisa menjawab pertanyaan dari kalian semua.

Baiklah kali ini aku ingin memberikan sedikit trivia perihal karakter yang tadi kusebutkan di atas.

Shira adalah karakter yang berasal dari anime Naruto Shippuden, karakter yang menggunakan Taijutsu sebagai senjata utamanya, sama seperti Lee.

Ah iya di anime Shira juga sempat berkelahi melawan Lee, jadi kalian bayangkan saja bagaimana perawakan Shira di sini dengan menggunakan seragam Shika Commerce yang tadi ku sebutkan di atas.

Kemudian Chiriku, dia adalah petapa dari kuil api yang sekaligus merupakan teman dari Asuma yang saat muda dulu sempat menjadi 12 penjaga Daimyo dari negara api.

Kalian bisa mencari perawakan Chiriku di Google, dia sengaja kujadikan Freshmen karena jujur saja, karakter di anime Naruto sudah hampir habis kupakai, dan juga kurasa Chiriku ini cukup cocok untuk dimasukan ke SC.

Selain karena berasal dari Konoha, dia juga punya hubungan pertemanan yang baik dengan Asuma, baik di Animenya maupun di cerita ini.

Baiklah kurasa sudah cukup untuk membicarakan dua karakter itu, sekarang aku mau 'sedikit' bercerita kepada kalian, semoga kalian membacanya.

Jujur, nulis chapter yang full aksi seperti ini benar-benar membuatku harus menggunakan seluruh gear-gear yang ada di otakku.

Mungkin jika aku menulis fic yang bertema sihir akan menjadi jauh lebih mudah, karena aku hanya perlu menuliskan nama jurus atau sihirnya dan kemudian boom, lawannya kalah.

Bukan mau sombong atau merasa superior, tapi fic yang kubuat ini jauh lebih sulit karena aku harus menyesuaikan dan menjelaskan tiap gerakan yang ada di sini agar kalian lebih mudah membayangkannya.

Jujur saja, kebanyakan dari kalian yang membaca fic ini pasti kurang familiar dan bahkan sama sekali tidak tahu menahu dengan gerakan-gerakan beladiri yang ada di sini bukan?.

Seperti yang kubilang tadi, fic dengan tema anti mainstream seperti ini sangat sulit untuk ditulis sehingga membuatnya sangat langka.

Kalian tidak percaya, coba saja cari fic yang seperti ini di lapak ini, apakah ada? Ya mungkin, tapi apakah mereka bisa menulis multi chapter seperti ini? Kurasa tidak.

Asal kalian tahu, menulis cerita yang full aksi dan melibatkan pertarungan hand to hand combat itu benar-benar sangat sulit dan juga juga sangat kompleks.

Karena kalian harus memikirkan adegan bertarung yang fresh dan tidak diulang-ulang, hal itu dilakukan agar cerita ini bisa terus memberikan para pembaca pengalaman baru dan pengetahuan baru soal self defense itu sendiri.

Tidak hanya itu, kalian juga harus memikirkan plot cerita yang bakal terjadi ke depannya.

Ngebuat plotnya sih tidak masalah, tapi yang masalah itu adalah menyusupkan transisi dari Arc satu ke Arc selanjutnya.

Itu semua dilakukan agar perpindahan Arc satu ke Arc lain terasa tidak terlalu dipaksakan dan membuat transisi dari Arc satu ke Arc lainnya menjadi mulus sampai-sampai membuat kalian para pembaca tidak sadar kalau Arcnya telah berganti.

Dan kurasa hal ini lah yang membuat kebanyakan Author-Author di sini mengalami kebuntuan dalam menulis cerita.

Namun kurasa itu bukan masalah bagiku karena aku sudah memiliki plot cerita yang menurutku cukup komplit.

Bagaimana tidak? Cerita ini sudah kupikirkan sampai seri yang terakhir yakni I'm the King! year 3, bahkan perang terakhirnya pun sudah mencapai tahap akhir.

Namun sayangnya aku sudah mulai merasa malas dan jenuh untuk melanjutkan cerita ini, karena aku benar-benar tidak bisa untuk menarik minat baca dari para pembaca yang ada di sini.

Seperti yang kubilang dulu, aku merasa tulisanku ini seperti tidak berharga kepada para pembaca di sini, karena pembaca di sini lebih suka fic yang bertema harem, fantasi dan tentunya melibatkan sex.

Kalian bayangkan saja, cerita yang sudah susah payah kutulis sampai ngebuat otakku berasap, dikalahkan oleh fic yang premisnya sama dan endingnya sama, yakni mengalami hiatus karena mengalami kebuntuan cerita.

Jadi jangan heran kalau aku sudah berapa kali ingin menyerah untuk melanjutkan ceritaku, bukan karena buntu, tapi karena aku merasa kalau tulisanku gagal bersaing dan membuat ceritaku ini benar-benar seperti tidak ada harganya di sini.

Pesan kepada kalian yang membaca sampai sini, maafkan aku karena lama update, jujur saja niat menulisku itu benar-benar sangat tipis, yang kubutuhkan dari kalian sekarang adalah kata-kata yang baik dan juga dukungan agar fic ini tetap lanjut.

Dan aku tentu akan sangat berterimakasih kepada kalian jika kalian bisa menyebarkan cerita ini kepada teman-teman kalian.

Yang terakhir, sekali lagi aku mau meminta maaf karena telah membuat kalian harus membaca seluruh keresahanku selama menulis cerita ini.

PS: Jika kalian ingin melihat penggambaran karakter-karakter yang ada di sini, kusarankan kepada kalian untuk mengunjungi akun Wattpadku yang bernama Holocaust_FFn, dengan judul yang sama yakni I'm The King! Year 1.

Di sana terdapat banyak sekali artwork yang kubuat, artwork yang kumaksud meliputi penggambaran karakter dan logo-logo dari fraksi atau geng yang ada di cerita ini, jadi kuharap kalian mau mengeceknya, dan oh iya jangan lupa untuk meninggalkan Vote dan Follow kalian ya!.

Mungkin itu saja dariku, aku berdoa semoga kita bisa diberi kesehatan dan semoga kita bisa kembali dipertemukan lagi di masa yang mendatang. Baiklah kalau begitu.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sekian dan Terimakasih~.