Disclaimer: Haikyuu (c) Haruichi Furudate
Warning: Typo, OOC, AU, Idol!AU, BL, Sho-ai, dll
.
.
.
"Jadi bagaimana acara jumpa fans kemarin?" tanya Iwaizumi di sela-sela waktu istirahat latihan voli mereka.
Oikawa menoleh pada sahabatnya tersebut dan senyum lebar mengembang cepat di wajahnya. "Luar biasa!" seru Oikawa antusias.
"Aku akhirnya bisa bertemu langsung dan menyentuh Suga-chan~" ujar Oikawa dengan ekspresi mendamba. "Senyumnya Suga-chan lebih manis lagi kalau dilihat langsung, dan kulitnya Suga-chan memang selembut dugaanku! Waktu aku menciumnya, pipinya memerah imuuuuut sekali~~"
Ekspresi Iwaizumi berubah horor, bola voli di tangan dilempar telak mengenai wajah sahabatnya.
"Ack! Apa-apaan itu Iwa-chan?!" jerit Oikawa terduduk di lantai sembari mengusap hati-hati pipinya yang memar karena hantaman bola. Sahabatnya itu benar-benar mengerahkan semua tenaganya.
"Apa yang kau lakukan SampahKawa?!" teriak Iwaizumi dengan tampang marah. "Kenapa aku tidak dapat telepon dari polisi karena kau melakukan pelecehan? Apa ibumu yang mereka hubungi?" tanyanya dengan sedikit kepanikan yang tersirat.
"Iwa-chan! Aku tidak melakukan pelecehan!" protes Oikawa. "Aku hanya mencium punggung tangannya! Seperti seorang gentleman!"
Iwaizumi tampak sedikit lega mendengarnya sebelum kembali menatap Oikawa dengan mata menyipit. "Tapi bukankah itu akan menimbulkan kehebohan?"
Sebelum Oikawa dapat menyangkal dan menenangkan kecemasan kawannya tersebut, Hanamaki tiba-tiba sudah berada di samping Iwaizumi dan merangkulnya. "Yep. Coba kau lihat artikel ini," cengirnya sambil menyodorkan layar HP ke wajah Iwaizumi.
Alis Iwaizumi mengkerut dalam. Di layar HP tertera artikel singkat yang menyelipkan foto Oikawa saat mencium tangan Sugawara.
"Woah, ada artikel tentangku!" seru Oikawa kagum.
Iwaizumi menjitak kepala sahabatnya. "Kau beruntung tidak diusir petugas keamanan acara dan artikel ini tidak menyebutkan identitasmu. Apa jadinya kalau kejadian itu berubah jadi skandal?" ceramah Iwaizumi.
Oikawa memanyunkan bibirnya. "Aku tidak berniat begitu, aku cuma terlalu bersemangat bertemu Suga-chan."
Iwaizumi memberinya pelototan dan Oikawa meringis sambil menggaruk tengkuknya. "Oke, oke, lain kali aku akan hati-hati."
Hanamaki menyeringai. "Ah, paling juga kalau kau ketemu Sugawara Koushi akan sama saja," cemoohnya.
Dan Oikawa hanya bisa nyengir, tidak dapat menyangkal.
Iwaizumi menghela napas. Dia sudah kenyang menghadapi tingkah menyebalkan sahabatnya itu, baik dalam voli maupun sikapnya sehari-hari. Tidak terkecuali bagaimana gilanya dia menyukai SHINE, terutama salah satu personilnya, Sugawara Koushi.
Pemuda itu bisa dibilang terpesona pada pandangan pertama saat melihat debut boyband tersebut saat setahun yang lalu.
Memijit pangkal hidungnya dengan ekspresi frustasi, Iwaizumi kemudian menendang betis sahabatnya.
"Sudahlah, cepat kembali latihan!"
.
.
.
"Kerja bagus hari ini!" ujar Terushima sambil tersenyum menghadap para personil SHINE yang membalas senyumnya dengan senyum letih, minus Hinata yang masih belum kehabisan energinya yang berlebih itu. "Untuk hari ini, latihannya cukup sampai disini saja," lanjut Terushima.
"Kita akan lanjutkan lusa," pelatih tari dari SHINE tersebut berpamitan sebelum membereskan diri untuk pergi.
Para personil SHINE tidak segera meninggalkan studio dance latihan mereka, mengobrol santai sembari mengistirahatkan diri.
"Syukurlah kalian belum pulang," seseorang membuka pintu studio dan mengalihkan fokus ke-empat pemuda itu.
"Oh, kau ada perlu dengan kami Akaashi?" sahut Sugawara pada manajer mereka.
"Ah iya, terutama kau Suga-san," sahut pria itu tenang.
"Huh? Ada apa denganku memangnya?" heran Sugawara.
"Selanjutnya adalah giliranmu untuk mengeluarkan lagu solo," jawab Akaashi.
Ekspresi Sugawara langsung bersinar senang. "Benarkah?!"
"Selamat Suga-san!" sahut Hinata memeluk Sugawara.
"Ooh, selamat Suga, penggemarmu sudah lama mepertanyakannya tuh," celetuk Yaku diiringi cengiran. Yahaba terkekeh kecil dan ikut menyelamati Sugawara.
Diantara para personil SHINE, baru Hinata dan Yaku yang sudah merilis lagu solo. Entah rumor dari mana yang mengatakan Sugawara akan merilis lagu solo miliknya, rumor itu sempat membuat penggemar heboh dan meminta Sugawara untuk memberi pernyataan soal kabar tersebut padahal saat itu belum ada rencana salah satu dari mereka terutama Sugawara untuk mengeluarkan lagu solonya.
Sugawara tertawa, Hinata melepaskan pelukannya dan kemudian berloncatan kian kemari, seperti biasa hiperaktif.
"Kapan aku bisa mulai?"
"Paling cepat sebulan lagi dan paling lama mungkin tiga bulan lagi."
"Oh, kau punya banyak waktu untuk mempersiapkannya Suga-san," komentar Yahaba.
"Apa aku boleh menulisnya lagu ku sendiri?" tanya Sugawara antusias dan penuh harap. Ia sudah lama berkeinginan jika gilirannya untuk merilis lagu solo tiba, ia ingin untuk menciptakan sendiri lagunya
Akaashi mengangguk. "Boleh, asalkan perlihatkan sampelnya dan harus mendapat persetujuan dulu."
"Tentu saja," balas Sugawara mengancungkan jempolnya. "Thanks infonya Akaashi."
Akaashi balas dengan senyum tipis. "Sama-sama, kalau begitu aku permisi dulu ke ruanganku." Ke-empatnya melambaikan tangan pada Akaashi.
"Jadi kau berencana untuk menulis lagumu sendiri?" tanya Yaku sembari mereka membereskan barang-barang mereka ke dalam tas latihan masing-masing. Sugawara mengangguk.
"Kau ingin merilis salah satu lagu yang sudah kau tulis? Atau kau sudah menulis lagu khusus untuk solo pertamamu?" tanya Yaku lebih lanjut.
Sugawara menggeleng. "Aku belum kepikiran mempersiapkan lagu khusus sejujurnya dan aku merasa lagu yang sudah kutulis sebelumnya juga aku merasa belum cukup puas, jadi aku akan menulis lagu baru saja."
Yaku mengangguk. "Good luck kalau gitu."
.
.
A/N:
Pendek ya … :')
Akaashi dari awal aku rancanan jadi manajer karena kayaknya orang yang kalem dan pinter kayak dia bakalan pas banget untuk peran itu (Enggak, aku enggak milih dia jadi manajer karena dia kalau pakai jas dan kacamata seksi, enggak sama sekali kok).
Kalau Terushima itu spontan aja :')
Udah gitu dulu ya… aku mau nyelesaian utang fic yang lain
Ciao
Ai19
