Mo Dao Zu Shi hanya milik Mo Xiang Tong Xiu (墨香铜臭)
Warning: EYD tidak benar (mohon bantuan koreksinya), Typo, OOC (terutama Wei Wuxian. Ini diperlukan untuk cerita), bahasa mandarin yang di Indonesiakan.
Jika tidak suka, tolong jangan dibaca. Terimakasih.
###
Tiga minggu kemudian, Wei Wuxian kembali turun ke keramaian. Kali ini tidak berjalan, namun menggunakan pedang. Ia telah berhasil membentuk inti jindan Mo Xuanyu dengan sempurna! Fuhuo dikendalikannya dengan stabil bahkan setelah berputar-putar agak lama. Ini membuat Wei Wuxian gembira tak terkira.
Setelah puas merasakan deru angin yang tidak membuat tubuhnya kedinginan kali ini, Wei Wuxian turun dan memasuki pasar. Bibirnya mengulas senyuman lebar, benar-benar menunjukkan aura kebahagiaannya.
Sedikit banyak, Wei Wuxian telah mengubah cara hidupnya. Sifat bebasnya telah perlahan-palan dikendalikan dan menjadi lebih baik. Ia tidak banyak godaan, kebohongan dan omong kosong. Setidaknya perubahan cara hidupnya ini akan membantu penyamarannya walaupun terkadang hatinya masih menjerit-jerit.
Tapi toh, semua itu telah berhasil dilaluinya. Setidaknya untuk saat ini, terbelih lagi kecintaannya pada alkohol. Wei Wuxian mau tidak mau harus mengurangi kadar alkohol dari hidupnya karena tubuh Mo Xuanyu ini lemah terhadap arak. Ia pernah mencoba minum dan tubuhnya tumbang pada kendi kedua. Padahal tubuh aslinya dapat bertahan hingga sepuluh kendi. Itupun ia masih dapat berdiri tegak.
Memasuki pasar, telinganya tidak sengaja mendengar pembicaraan tentang pemimpin Jiang dan Hanguang-Jun yang berseteru. Ia tidak mengetahui apapun tentang berita saat ini hingga memilih untuk menajamkan telinga dan mendengarkan pembicaraan itu baik-baik.
"Aku dengar, seruling setan Chenqing sampai saat ini belum ditemukan!"
"Itukah yang menyebabkan pemimpin Jiang dan Hanguang-Jun terlihat murka dua bulan yang lalu? Mereka benar-benar mengerikan! Aku bahkan merasa ingin mati saat mereka berdua lewat!"
"Benar-benar! Aku mungkin tidak berhalusinasi saat melihat kobaran api dibalik punggung mereka berdua!"
"Apakah menurut kalian seruling setan Chenqing itu sebegitu pentingnya?"
"Tentu saja penting! Itu peninggalan patriak Yiling, Wei Wuxian! Hanguang-Jun pasti menginginkan seruling itu kembali. Begitupun pemimpin Jiang yang membenci shixiong-nya!"
Wei Wuxian refleks menyentuh Chenqing Heise yang ada di pinggangnya. Memang benar bahwa seruling setan ini telah dimodifikasi olehnya, bahkan ia sampai merubah ukiran yang ada sebelumnya. Jiang Wanyin ataupun Lan Wangji tidak akan mengira bahwa Heise adalah Chenqing. Namun orang-orang awam ini tidak tahu. Ia takut ini akan menyebabkan dirinya berada dalam masalah sehingga memilih untuk memasukkan Heise kedalam kantung qiankun miliknya.
Setelah membeli setusuk tanghulu, Wei Wuxian yang berniat untuk pergi ke Lanling terpaksa membatalkan niatnya. Kabar yang tidak sengaja didengarnya dari para kultivator kecil yang lewat membuat jantungnya berdebar keras.
"Apakah kalian telah mendengar? Anak-anak patriak Yiling, Lan WangXian dan Lan WuJi telah mengkuti jejak ibunya! Aku sedang berada di wilayah sekte Nie saat kabar mengatakan ada energi kebencian yang meningkat!"
"Ah! Aku juga pernah mendengarnya! Kabarnya ada jejak pemakaian Yin Hufu di rumah Mo dan energi kebencian yang meningkat di sekte Nie juga ada hubungannya dengan benda terkutuk itu!"
Para kultivator kecil ini adalah kultivator yang suka membuang omong kosong berisi cemooh terhadap sekte-sekte besar. Mereka bergosip keras tanpa memedulikan tanggapan orang-orang lainnya tentang anak-anak Wei Wuxian yang sebenarnya juga anak-anak Lan Wangji.
"Sungguh buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya! Walaupun telah dibesarkan oleh sekte GusuLan, mereka tetap mengikuti jejak terkutuk dari ibu mereka!"
"Kebencian ini meningkat saat mereka pertama kali mulai melakukan perburuan malam. Bukankah ini sangat jelas? Seharusnya kita membunuh mereka sejak dulu!"
"Sekte GusuLan telah salah karena melindungi mereka. Terlebih Hanguang-Jun yang menganggap mereka sebagai anak-anak kandungnya. Kita tidak bisa seenaknya membunuh mereka."
Wei Wuxian tidak ingin mendengar lebih banyak. Ia merasa aneh dengan informasi itu sehingga mengubah rencananya dan melangkah menuju sekte Nie. Anak-anaknya tidak mungkin bisa menggunakan energi kebencian. Jadi informasi itu pasti setengah salah dan setengah benar. Wei Wuxian masih ingat dengan jelas bahwa ia meninggalkan segel mantra pada anak-anaknya sebelum meninggalkan mereka di tangan Wen Qing. Segel ini berfungsi untuk melindungi anak-anaknya dari kebencian yang mungkin akan mempengaruhi mereka, sedangkan mantranya berfungsi sebagai penghalang energi kebencian tingkat tinggi.
Selama perjalanannya menuju sekte Nie, dimana ia menumpang pada kereta barang yang kebetulan ditemuinya, Wei Wuxian mulai memikirkan kembali kehidupan lamanya sebelum dipanggil kembali oleh Mo Xuanyu.
###
FLASHBACK ON
###
Hari itu usianya belum genap 16 tahun, tapi paman Jiang Fengmian telah mengirimnya bersama Jiang Wanyin untuk belajar di sekte GusuLan selama satu setengah tahun. Walau sebenarnya shidi-nya itu menolak Wei Wuxian untuk ikut. Karena selain Wei Wuxian itu adalah biang masalah, shixiong-nya itu juga memiliki keadaan tubuh yang aneh.
Sejak menginjak usia 15 tahun, tubuh Wei Wuxian mengalami keanehan yang tidak wajar. Setiap tiga bulan sekali, Wei Wuxian akan mengalami muntah darah selama beberapa hari disertai dengan perubahan mood yang begitu drastis. Tubuhnya juga demam ringan dan Wei Wuxian mengeluh punggungnya sakit. Tabib telah dipanggil, namun tidak menemukan sebuah keanehan didalam tubuhnya. Wei Wuxian sendiri menolak dibedah perutnya. Jadi mereka menganggap bahwa ini hanyalah kesalahan dalam sistem tubuh Wei Wuxian.
Sayangnya Jiang Fengmian tidak bisa dibantah. Lebih lagi Wei Wuxian sendiri yang memaksa untuk ikut belajar di sekte GusuLan bersama Jiang Wanyin.
Saat Wei Wuxian dan Jiang Wanyin sampai di depan gerbang GusuLan, mereka bertemu dengan rombongan sekte LanlingJin dan sekte QingheNie.
Jin Zixuan yang sombong hanya mengacuhkan mereka dan membuat Jiang Wanyin dan Wei Wuxian kesal. Mereka menahan diri hanya karena tidak ingin membuat masalah di hari mereka tiba. Telebih lagi Jin Zixuan adalah tunangan Jiang Yanli, kakak mereka tercinta. Sedangkan Nie Huaisang menyambut mereka dengan ramah.
Hari pertama mereka tiba hanya diisi dengan jalan-jalan singkat bersama Nie Huaisang yang sudah pernah berjalan-jalan di Gusu terlebih dulu. Wei Wuxian menahan rasa mual yang melilit perutnya saat melihat dinding batu berisi tiga ribu peraturan. Ia sama sekali tidak berniat membacanya, begitupun Jiang Wanyin yang langsung mengalihkan pandangan, pura-pura tidak melihat.
Wei Wuxian yang sejak awal terlalu aktif bergerak tentu saja tidak dapat diam di satu tempat. Hingga ia memutuskan untuk turun ke kota dan berjalan-jalan di pasar. Jiang Wanyin sama sekali tidak mencegahnya, hanya saja ia menekankan untuk tidak berbuat ulah. Yang hanya ditanggapi Wei Wuxian apa adanya tanpa benar-benar peduli.
Di kota, Wei Wuxian menemukan sebuah bau manis yang menggoda dan berakhir membawa dua kendi arak bernama Senyuman Kaisar kembali ke Cloud Recesses. Karena ia melanggar jam malam pertamanya, tentu saja Wei Wuxian kembali dengan cara menyelinap masuk. Penghalang GusuLan tidaklah terlalu rumit hingga ia mudah melaluinya.
Tapi ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu dari dua giok Gusu yang terkenal. Seakan belum cukup, giok Gusu satu ini terkenal sebagai aturan berjalan. Wajahnya kaku menjurus polos tanpa ekspresi, matanya emas terang yang berkilauan dibawah sinar bulan dan hal ini sukses membuat Wei Wuxian terpana akan keindahannya. Ini adalah pertemuan pertama Wei Wuxian dengan Lan Wangji.
Wei Wuxian tidak terlalu ingat semua hal yang terjadi. Hanya saja malam itu mereka bertarung dan berakhir dihukum berdua keesokan paginya. Hari-hari setelahnya juga diisi Wei Wuxian dengan menggoda Lan Wangji dan melanggar lebih dari lima aturan setiap harinya. Ia sama sekali tidak memedulikan hukuman-hukuman yang selalu menantinya.
Namun Wei Wuxian ingat dengan jelas saat penyakit anehnya yang mendadak kambuh ditengah-tengah kelas Lan Qiren. Saat itu ia masih berdebat tentang penyimpangan Qi yang akan terjadi saat bau besi memenuhi rongga mulutnya beserta cairan yang mendesak keluar dari dalam tenggorokannya.
"Penyimpangan Qi terjadi saat kultivator menggunakan energi jahat. Tapi bagaimana dengan—hhmp—" Wei Wuxian masih mengoceh saat ia mendadak membekap mulutnya sendiri dengan wajah pucat.
Lan Qiren yang diliputi kemarahan baru saja ingin mengusir Wei Wuxian keluar dari kelasnya saat melihat darah merembes keluar dari sela-sela jari Wei Wuxian yang menutupi bibirnya. Tidak lama kemudian, suara batuk dan bau amis besi menyeruak.
"Hoek—uhuk-uhuk—uugh.."
"Wei Wuxian!" Jiang Wanyin yang melihat saudaranya muntah darah untuk yang kesekian kalinya dalam tahun ini langsung berdiri, menutupi jarak pandang Lan Qiren dari Wei Wuxian. "Maaf, guru Lan. Ini sudah biasa terjadi pada saudara saya. Murid ini mohon diri untuk membawanya kembali ke kamar."
Lan Qiren masih dalam keterkejutan. Namun ia cepat mengelus jenggot panjangnya dan mengangguk mengizinkan. "Bawalah ia pada tabib Gusu." Suruhnya yang diangguki Jiang Wanyin. Itu adalah kali pertama Wei Wuxian 'kambuh' dan melihat raut Lan Wangji yang berubah khawatir.
Setelahnya Wei Wuxian selalu berada di mood yang buruk. Perut bawahnya sakit dan punggungnya nyeri hingga ia sama sekali tidak membuat kekacauan.
Jiang Wanyin sudah terbiasa dengan ini, karena sudah beberapa kali hal ini terjadi sejak usia Wei Wuxian menginjak 15 tahun. Hal ini selalu terjadi dalam rentang waktu tiga bulan sekali. Wei Wuxian akan memuntahkan darah paling lama sampai tiga hari, dan ketenangannya mencapai lima hari sejak muntahnya yang terakhir.
Wei Wuxian sangat mengingat hari-hari itu. Badannya menjadi hangat dengan pusing yang menyertainya. Perutnya sakit seperti kram dan punggungnya nyeri seolah-olah sudah duduk dengan posisi yang salah semalaman. Ini menyebabkan moodnya buruk karena tidak dapat berulah dan bergerak bebas. Membuatnya duduk dengan tenang di kelas dan kehilangan mood-nya untuk menentang Lan Qiren.
Kata Jiang Wanyin, auranya terkesan arogan dan tidak bersahabat. Seolah-olah siap mencabik-cabik siapapun yang menganggunya. Sedangkan kata Nie Huaisang, Wei Wuxian mirip dengan kakaknya sewaktu marah. Karena hal ini Lan Qiren sampai repot-repot meningkatkan kewaspadaannya. Kelas yang biasanya terkesan lebih berwarna dengan adanya ocehan Wei Wuxian dan kenalakannya kini terasa suram dan lebih mengerikan.
Setelah Wei Wuxian 'sembuh', barulah kenakalannya kembali dan membuat kelas lebih berwarna. Setelahnya, murid-murid lainnya tidak lagi heran saat Wei Wuxian kembali 'kambuh'. Mereka mulai terbiasa dan mengetahui penyakit aneh Wei Wuxian dengan sendirinya.
Wei Wuxian juga mengingat saat ia bertengkar di aula GusuLan dengan Jin Zixuan karena pemuda itu menghina kakak mereka, Jiang Yanli. Ia sengaja memukuli Jin Zixuan hingga berakhir dengan pengusiran dirinya dari sekte GusuLan agar Jiang Wanyin tidak terkena masalah.
Wei Wuxian mendongak, menatap langit cerah dengan awan-awan tipis yang melindungi pengelihatannya dari silaunya cahaya matahari. Ia menghela nafas dan kembali tenggelam dalam kenangan lamanya.
Perlombaan memanah yang diadakan di sekte QishanWen dimana ia pertama kalinya bertemu dengan Wen Ning, lalu kabar bahwa Gusu diserang oleh kultivator-kultivator sekte QishanWen dimana ia dan Jiang Wanyin nyaris nekat berangkat untuk membantu jika tidak dihentikan oleh nyonya Yu Ziyuan.
Lalu setelah itu sekte Wen yang semakin semena-mena dan 'menyandera' para tuan muda dari sekte-sekte kultivasi, kejadian di gua Xuanwu dimana ia terpaksa harus terjebak berdua dengan Lan Wangji...
Ia tanpa sadar mengusap dada kirinya, tepat diatas jantungnya. Dulu disana telah tercetak lambang sekte QishanWen karena tubuhnya secara refleks menolong seorang gadis. Lalu...
Bibirnya mengulas senyum lembut ketika mengingat lagu yang disenandungkan Lan Wangji untuknya. Dengan itu ia mengambil Heise dari pinggangnya dan mulai memainkan melodi itu kembali. Melodi yang membuatnya terlelap damai ditengah-tengah kesulitan mereka dan melodi yang diingatnya dengan jelas, bahkan setelah ia terlahir kembali. Melodi yang dibuat Lan Wangji sebagai bukti cintanya kepada Wei Wuxian. Melodi yang... benar-benar menyentuh jiwanya.
Sambil memainkan melodi itu dengan Heise yang menyertai, Wei Wuxian perlahan-lahan kembali pada kenangan lamanya.
Ketika itu ia baru saja sembuh setelah terjebak di gua Xuanwu selama seminggu penuh bersama Lan Wangji. Lotus Pier diserang mendadak oleh sekte QishanWen. Nyonya Yu Ziyuan yang memberikan Zidian-nya pada Jiang Wanyin dan akhirnya menemui ajalnya bersama dengan paman Jiang Fengmian yang datang menolong istrinya.
Ia bahkan masih ingat perintah nyonya Yu Ziyuan kepadanya.
"Wei Ying, Lindungi Jiang Cheng bahkan dengan nyawamu!"
Lalu Jiang Wanyin yang bertindak nekat hingga kehilangan jindan-nya. Pada saat itu Wei Wuxian nyaris putus harapan saat Wen Qing dan Wen Ning datang membantunya untuk mengembalikan jindan Jiang Wanyin. Hingga Wei Wuxian yang tidak sengaja tertangkap oleh sekte QishanWen dibawah perintah Wen Chao saat berusaha menuruni gunung.
Sialnya ia disiksa dan dilempar begitu saja di Burial Mounds. Yang malah membuatnya tidak sengaja menciptakan benda terkutuk—Yin Hufu dan tidak sengaja membebaskan sosok iblis yang disegel disana entah karena apa. Hanya saja sosok yang mengaku iblis hantu itu membantu Wei Wuxian mempelajari kultivasi gelap dan memulihkan tubuhnya. Jadi Wei Wuxian tidak menganggap bahwa iblis itu terlalu jahat—saat ia bercerita bahwa ia masih menunggu dewa-nya untuk kembali turun ke bumi.
Setelah lebih dari tiga bulan ia belajar kultivasi barunya, barulah Wei Wuxian keluar dan membantu kampanye sunshoot secara diam-diam. Ia membantu membersihkan pasukan sekte QishanWen dengan kultivasi barunya. Bahkan ia memberikan kematian yang menyakitkan untuk Wen Chao.
Wei Wuxian tidak mengingat banyak hal pada kampanye sunshoot itu—karena yang ada disana hanyalah jeritan ketakutan dan darah panas yang mengaliri pedang-pedang para kultivator. Tapi ia mengingat sosok Wen Qing yang penuh luka datang padanya ke Lotus Pier, memohon bantuannya untuk menyelamatkan Wen Ning. Lalu entah bagaimana caranya ia sudah membawa seluruh sisa Wen ke Burial Mounds saat mengetahui bahwa Wen Ning mati. Ia bahkan membangkitkan adik Wen Qing itu dengan kultivasi gelapnya, menjadikannya mayat ganas sebagai senjata terkuatnya setelah Yin Hufu.
Ia tinggal disana sambil mencari cara agar Wen Ning yang ia bangkitkan paksa dapat memperoleh kesadarannya kembali. Ia tidak ingat banyak. Entah sekte lainnya menuntutnya atas nyawa yang hilang atau tidak, tapi Jiang Wanyin pernah datang padanya dan memintanya untuk bersikap egois yang langsung ditolak olehnya. Wen Qing dan Wen Ning pernah menolong mereka, Wei Wuxian dan Jiang Wanyin berhutang budi pada mereka berdua.
Jiang Wanyin mengamuk, dan mereka berakhir dengan pertarungan.
Setelahnya, hidup Wei Wuxian tenang sejenak, entah berapa lama. Saat kabar pernikahan Jin Zixuan dan Jiang Yanli tersebar. Saat itu Wei Wuxian sedang membeli beberapa kentang untuk mulai coba ditanam oleh sekte Wen, sekalian untuk makan malam mereka semua ketika mendengar pembicaraan dari kultivator-kultivator yang sedang lewat.
Wei Wuxian merasa hatinya gembira dan sedih sekaligus. Ia gembira karena shijie-nya akan segera menikah dengan pemuda yang dicintainya dan sedih karena ia tidak akan dapat menghadiri pernikahan-nya. Perasaannya ini tidak bertahan lama karena ia merasakan beban pada kakinya menghilang.
Dengan segera ia merasa panik akan keberadaan Wen Yuan yang hilang. Setelah berputar-putar dan mencari, ia menemukan anak itu sedang menangis sambil memeluk kaki seorang pemuda berpakaian putih-putih layaknya berkabung dengan pita dahi. Wajahnya yang biasanya kaku terlihat sangat kebingungungan hingga Wei Wuxian tidak dapat menahan tawanya.
Cepat-cepat disibaknya kerumunan yang mengeliligi mereka dan mengangkat Wen Yuan kedalam gendongannya.
###
Tbc.
Spoiler: chapter depan mereka anu.
Catatan penulis:
"Kenapa lebih banyak narasi daripada percakapannya?"
Karena ini adalah ingatan Wei Wuxian yang buruk. Ia hanya mengingat beberapa peristiwa. Wei Wuxian tidak mengingat seluruh percakapan secara lengkap dan hanya ada sepotong-sepotong yang ada didalam ingatannya.
"Kenapa ada italic dan tulisan biasa?"
Italic digunakan untuk mengungkapkan kejadian Flashback. Sedangkan tulisan biasa berarti waktu sekarang. Pada chapter depan juga menggunakan italic untuk narasi dan percakapannya.
