Mo Dao Zu Shi hanya milik Mo Xiang Tong Xiu (墨香铜臭)
Warning: EYD tidak benar (mohon bantuan koreksinya), Typo, OOC (terutama Wei Wuxian. Ini diperlukan untuk cerita), bahasa mandarin yang di Indonesiakan.
Jika tidak suka, tolong jangan dibaca. Terimakasih.
###
Sebelum mereka benar-benar pergi, Wen Qing memukul bahu Wei Wuxian dan mengancam akan memukuli Wei Wuxian dan menusuknya dengan jarum kalau sampai Wei Wuxian tidak kembali yang hanya dibalas dengan tawa dari yang bersangkutan.
Setelah mereka benar-benar pergi dan meninggalkan Wei Wuxian sendirian di Burial Mounds, sosok iblis hantu yang dulu pernah tidak sengaja dibebaskannya kembali muncul tidak jauh darinya. Sosok itu tertawa atas buruknya Wei Wuxian dalam bertingkah baik-baik saja.
Wei Wuxian mengabaikannya dan melangkah pergi ke Nightless City setelah menoleh sekali pada tempat yang mereka bangun di Burial Mounds.
###
Empat sekte besar kultivasi telah berkumpul di Nightless City saat Wei Wuxian datang. Ada beberapa sekte kecil juga yang ikut hadir disana. Para pemimpin klan ada di aula utama, ditemani oleh tangan kanan atau keluarga mereka. Ia melangkah di sudut-sudut gelap dan memperhatikan kelakuan menjijikkan ayah Jin Zixuan dari balik bayangan.
Mereka melontarkan satu sorakkan. 'Bunuh Wei Wuxian.'
Jin Guangshan mengangkat pedang, meneriakkan pidato dengan penuh kesombongan. Jiang Wanyin hanya menutup mulutnya rapat-rapat dengan wajah gelap. Pemimpin sekte Nie, Nie Mingjue terlihat tidak peduli. Dan GusuLan... Lan Xichen dan Lan Wangji terlihat tertekan.
"Serang Burial Mounds! Hancurkan Burial Mounds! Bunuh Wei Wuxian!"
Pemimpin sekte Jin itu mengepalkan tangan, meneriakkan keadaan Jin Zixuan yang mati mengenaskan karena ulah Patriak Yiling. Ia meminta bantuan para sekte lainnya untuk membalas Wei Wuxian dan membunuhnya. Sekte QishanWen telah hancur dan kini gantian Wei Wuxian yang dihancurkan karena kesombongannya.
Pada titik ini, Wei Wuxian tidak dapat menahan diri dari tawa dan memunculkan diri dari balik bayangan. "Aku bahkan tidak tahu bagaimana Jin Zixuan bisa mati."
Jin Guangshan mengacungkan pedang padanya, menyindir kebohongannya. Bagaimanapun, ada jejak Yin Hufu di tempat Jin Zixuan mati dan pria itu juga awalnya akan menemuinya. Otomatis Wei Wuxian akan menjadi tersangka utama, bahkan tidak dapat mengelak walaupun ia tidak melakukannya. Ia adalah satu-satunya kultivator gelap paling kuat yang diketahui.
Mereka tentu akan menyalahkannya. Terutama Jin Guangshan yang memang sejak awal sangat ingin menggantikan kedudukkan sekte QishanWen. Pria tua itu bahkan pernah secara terang-terangan meminta agar Wei Wuxian menyerahkan Yin Hufu kepada sektenya.
"Anjing Wei! Kamu sudah terlalu sombong dan dikendalikan oleh Yin Hufu!"
Wei Wuxian tidak lagi membalasnya dengan ucapan. Ia membalasnya dengan tawa dingin. "Lucu sekali, bagaimana bisa pemimpin Jin ini mengatakan aku telah dikuasai oleh Yin Hufu, sedangkan aku tidak pernah memunculkan diri di depan kalian?"
Percuma saja menjelaskan. Tidak akan ada yang percaya kepadanya. Kultivator-kultivator itu malah sudah menyorakkan kematiannya.
Baiklah jika itu yang mereka inginkan.
Karena sorakan-sorakan ini, emosinya kembali tidak stabil dan tanpa sadar sudah memainkan Chenqing untuk membangkitkan mayat-mayat Wen yang terkubur di dalam tanah. Ia membiarkan mereka—bahkan mengendalikan mayat-mayat itu untuk menyerang sekte Jin dan sekte-sekte kecil yang menyumpahinya.
Ingatannya samar-samar pada waktu ini. Selain karena ia menggunakan kultivasi gelapnya, Wei Wuxian juga dalam keadaan emosi yang tidak stabil. Yang ia ingat, ia membangkitkan mayat ganas dan membiarkan mereka menggila.
Semuanya kacau, tidak menyangka Wei Wuxian akan membangkitkan ribuan mayat sekte QishanWen dan balas menyerang mereka dengan membabibuta. Disela-sela kekacauan yang terjadi, untuk pertama kali setelah sembilan bulan lamanya, Lan Wangji dan Wei Wuxian kembali berhadapan. Kali ini bukan sebagai teman, melainkan sebagai musuh—setidaknya begitulah pendapat Wei Wuxian.
Mereka saling menyerang, Wei Wuxian dengan melodi setannya dan Lan Wangji dengan melodi pembersih GusuLan-nya. Wei Wuxian bahkan tidak memedulikan jahitan pada perutnya yang kembali terbuka dan mulai berdarah.
Emas Lan Wangji bergetar khawatir saat melihat darah mulai mewarnai perut Wei Wuxian. Entahlah, kali ini, Wei Wuxian dapat melihat kekhawatiran dan ketakutan yang begitu besar didalam bola mata terang itu. Hal ini membuatnya tanpa sadar tersenyum pilu, "Terima kasih, Lan Zhan... dan maaf."
Wei Wuxian merasakan perutnya semakin basah—bahkan darahnya sudah menetes membasahi sepatunya. Lan Wangji terlihat panik, tapi belum sempat bertanya saat suara Jiang Yanli memasuki pendengaran mereka.
"A-Xian!"
Tubuh Wei Wuxian lagi-lagi terasa seperti disiram air dingin. Ia langsung meninggalkan Lan Wangji dan turun ke bawah untuk mencari Jiang Yanli. Jiang Wanyin yang mendengar suara jiejie-nya juga ikut mencari.
Sayangnya mereka terlambat.
Saat Wei Wuxian menemukan Jiang Yanli, Shijie-nya itu telah berhasil dilukai oleh salah satu mayat ganas yang dibangkitkannya.
Jiang Wanyin meraung murka. Langsung membawa Jiang Yanli kedalam dekapannya dan berteriak marah pada Wei Wuxian. Ia tidak ingat—bahkan tidak mendengarkan amukan Jiang Wanyin. Tatapannya sepenuhnya ada pada Jiang Yanli yang masih berusaha mengusap pipinya dan tersenyum lembut di akhir hidupnya. "A-Xian, berhenti... ya? Kembalilah ke Yunmeng..."
Wei Wuxian merasa hancur. Ia kehilangan dirinya dan kabut hitam mulai mengelilingi mereka bertiga, membentuk array pelindung. Diambilnya tangan Jiang Yanli dan mengoleskan darahnya di telapak tangan itu. Bibirnya mengucap mantra dan fokus pada kelangsungan mantra itu. Ia mengabaikan Jiang Wanyin yang nyaris menarik Sandu.
Mantra yang diucapkannya adalah mantra yang ditemukannya. Mantra ini akan mengambil setengah dari energi kehidupannya untuk diberikan kepada orang yang menerima mantra. Ia tersenyum dan menangis lega saat mantranya berhasil dan luka Jiang Yanli perlahan-lahan tertutup dan sembuh sepenuhnya.
'Tidak apa-apa, toh hidupku sudah tidak lagi penting.' Bisik Wei Wuxian dalam hatinya.
Setelah memastikan Jiang Yanli sudah baik-baik saja dan hanya tertidur, Wei Wuxian menyentuh tangan Jiang Wanyin yang gemetaran memegang Sandu. "Jiang Cheng, Shijie baik-baik saja! Lihatlah, lukanya sudah sembuh dan ia masih bernafas!" ucapnya. Tangannya juga gemetaran. Tapi ia tetap mengambil Chenqing dan meletakkannya kedalam pelukan Jiang Yanli. "Tolong... jaga Chenqing-ku."
Mereka bertukar tatapan, memberikan pengertian tanpa ucapan. Lalu seseorang berteriak tentang Yin Hufu, membuat Wei Wuxian teringat akar dari semua permasalahan ini.
Yin Hufu.
Benda terkutuk yang tidak seharusnya ada disini.
Wei Wuxian harus menghancurkannya.
Ia mengeluarkan Yin Hufu dan mengenggamnya erat sambil mengumpulkan sisa energi kehidupannya pada telapak tangan. Sedetik setelahnya, batu itu hancur berkeping-keping menjadi kerikil kecil. Bersamaan dengan Wei Wuxian yang memuntahkan darah.
"Jiang Cheng..." bisiknya serak, ia sudah di ambang batas. Bahkan ia tidak bisa lagi mempertahankan array pelindungnya. Tangannya yang masih memegang tangan Jiang Wanyin mengerat, menatap dengan wajah penuh air mata dan darah. "Bunuh aku."
"Ambil Sandu... bunuh aku, Jiang Cheng..."
Jiang Wanyin terlihat tidak bisa menerima ini lebih lama dan akhirnya berteriak frustasi. Ia menarik Sandu dengan cepat dan telak menusuk jantung Wei Wuxian hingga menembus punggung. "Wei... Wuxian..."
Wei Wuxian tersenyum di ujung nafasnya, senyuman yang penuh dengan kelegaan. "Terimakasih, A-Cheng." Bisiknya, bersamaan dengan hilangnya kabut hitam yang mengelilingi mereka. Tidak lama setelahnya, mayat-mayat yang dilawan kultivator-kultivator lain ikut jatuh dan mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Jiang Wanyin telah membunuh Wei Wuxian.
"Wei Ying!" samar-samar, di sisa kesadarannya yang habis ditelan kegelapan, Wei Wuxian dapat mendengar teriakan putus asa Lan Wangji.
Lalu tubuhnya roboh begitu saja.
###
Tubuhnya terasa ringan, seolah-olah sedang terbang menembus awan. Kegelapan melingkupinya hingga ia mencoba membuka matanya, melihat bahwa ia memang sedang melayang menembus awan-awan. Pandangannya ia arahkan pada pemandangan dibawahnya—yang terlihat cukup mengerikan.
Lan Wangji yang memeluk tubuhnya dan berbisik entah apa, lalu Jiang Wanyin yang berdiri dengan Sandu berlumuran darah dan Jiang Yanli di lengannya, Lan Xichen yang datang dan memeluk Lan Wangji yang terlihat kehilangan jiwanya.
Iblis hantu yang pernah diselamatkannya—ayolah, mereka tidak pernah bertukar nama karena dia hanya memperkenalkan diri sebagai 'hantu' saat ditanya—ada di sebelahnya, sedang bersedekap dan sedikit menyeringai melihat pemandangan di bawah sana.
Wei Wuxian terpaku pada Lan Wangji dan merasa kasihan padanya. Hingga meminta iblis hantu di sebelahnya untuk membawa mayatnya pergi sedangkan ia mengirim bantuan untuk Wen Qing.
"Anggap saja ini balas budi karena kamu sudah pernah membebaskanku." Ujarnya, lalu menggunakan energinya dan menciptakan kupu-kupu putih berselimut kabut hitam pudar untuk mengelilingi tubuh Wei Wuxian. Setelahnya tubuh itu perlahan-lahan terangkat dan berhenti di sebelah sosok dengan kabut hitam pekat mengelilingi tubuhnya.
Lan Wangji yang melihatnya tidak ingin melepaskan tubuh Wei Wuxian dan berusaha memberontak dari pelukan Lan Xichen. Sayangnya ia sudah terlambat. Tubuh Wei Wuxian telah dibawa oleh sosok misterius yang mulai mengantar hawa dingin.
"Kalian akan menyesal, karena membunuh orang yang salah. Khukhukhu..." tawanya terdengar mengerikan. Wei Wuxian sekarang paham kenapa iblis hantu itu hanya mendengus saat ia melontarkan lelucon. Sungguh! Suaranya buruk sekali!
Setelah mengantar tawa mengerikan itu, ia menghilang menjadi puluhan kupu-kupu putih, begitu juga dengan tubuh Wei Wuxian. 'Dasar iblis sombong. Kamu mau pamer kekuatan juga rupanya?' Wei Wuxian membatin.
Sayangnya, iblis hantu itu mendengarnya dan balas menyindirnya. Ini membuat Wei Wuxian cemberut, tapi ia segera ingat dengan tujuannya dan turun untuk berkomunikasi dengan Lan Xichen. Tidak akan ada yang melihatnya, karena ia sedang dalam wujud roh saat ini.
Ia akan memakai energinya yang tersisa untuk berbicara secara langsung dengan Lan Xichen. Saat ini, hanya orang Gusu yang bisa ia percaya. Wei Wuxian menarik energinya, lalu menyentuh belakang kepala Lan Xichen.
"Pemimpin Lan, ini aku, Wei Wuxian. Ah, tolong jawab saja melalui pikiran anda. Jangan sampai Lan Zhan tahu. Aku akan bicara juga padanya, nanti." Wei Wuxian memperingatkan. Akan sulit jika Lan Wangji mengetahui ia belum sepenuhnya menghilang.
'Tuan muda Wei? Apa yang anda...?'
"Aku menggunakan energi yang tersisa. Langsung saja, pemimpin Lan. Aku membutuhkan bantuan anda." Wei Wuxian mulai merasakan energinya menipis, jadi ia cepat-cepat melanjutkan. "di daerah Yiling, milik kekuasaan sekte QishanWen dulu, ada sebuah gua. Disana ada dua bayi dan seorang anak berusia empat tahun. Nona Wen pasti kesulitan mengurus mereka, hanya anda yang dapat aku percaya untuk sekarang dan hanya anda yang bisa membantu mereka."
'Dua bayi? Tuan muda Wei, maaf jika saya melebihi batas—'
"Energiku nyaris habis, pemimpin Lan. Nona Wen Qing akan menjelaskannya kepada an—" Wei Wuxian memotong perkataan Lan Xichen dan menghilang sebelum bisa menyelesaikan ucapannya.
###
Setelah tiga hari, energinya telah pulih dan ia mengunjungi Lan Wangji di kediamannya, Jingshi.
Ia duduk di pinggir pembaringannya. Merasa senang dapat melihat wajah tampan Lan Wangji saat tertidur, masih sama tampannya dengan saat ia terbangun. Sayangnya itu tidak berlangsung lama karena kelopak matanya bergerak-gerak sedikit sebelum terbuka dengan anggun.
Manik emasnya menatapnya dengan berbagai emosi, terlihat berkaca-kaca pula hingga benar-benar melelehkan air mata. Ia tidak tahan melihatnya, jadi mengulurkan tangan untuk mengusap pipi beku Lan Wangji, tersenyum hangat padanya.
"Wei... Ying..." lirihnya.
Senyum di wajah Wei Wuxian memudar menjadi senyum permintaan maaf. "Lan Zhan..." bisiknya lembut sambil tetap mengusap-usap pipi Lan Wangji yang masih terbaring di pembaringannya. "Tolong jaga dan rawat anak-anak kita..."
"Wei Ying!" tangan Lan Wangji dengan cepat menangkapnya, namun tubuhnya tetap memudar karena energinya sudah tidak dapat kembali lagi.
"Aku meninggalkan abu-ku di sebelah Guqin-mu, Lan Zhan. Jagalah dengan baik, ya?" ucapnya disertai kedipan manis.
"Wei Ying! Tinggallah disini? Tetaplah disini..."
Wei Wuxian tidak dapat melakukan apapun selain tersenyum sendu. Ia sudah mati, bagaimana caranya ia tinggal? "Lan Zhan..." bisiknya sebelum maju dan menabrakkan bibir mereka kedalam kecupan ringan. Setelahnya energinya di bumi benar-benar habis dan ia menghilang sepenuhnya.
###
"Hei! Kita sudah sampai!"
Teriakkan dari pedagang yang ditumpanginya menyadarkan Wei Wuxian dari lamunannya. Tidak apa-apa, toh ia sudah puas melamunkan masa lalu. Dipikir-pikir lagi, dulu ia dibutakan oleh kekuatan dan kesombongan hingga dihancurkan oleh kesombongannya sendiri.
"Ah, terimakasih atas tumpangannya! Bila tidak keberatan ini ada sedikit uang..." Wei Wuxian merogoh kantung uangnya dan memberikan sekeping perak yang langsung diterima dengan senang hati. Ia hanya mencoba untuk bersopan-santun dan memperbaiki sikapnya.
"Terimakasih!"
Wei Wuxian hanya tersenyum dan melangkah memasuki keramaian pasar. Ia mencoba mencari informasi yang mungkin saja menjadi salah satu topik dari banyaknya orang lewat. Ia sedang fokus hingga tubuhnya tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang. "Ah, maaf—Hanguang-Jun?!" tubuh Wei Wuxian nyaris melompat mundur saat menyadari kenyataan ini.
'Sial, dari semua orang di GusuLan, kenapa aku harus bertemu dengan orang ini?! AAARGH TERKUTUKLAH KEBERUNTUNGANKU!' Wei Wuxian mengumpat dalam hatinya karena harus bersenggolan dengan orang dari Gusu ini. 'Dia pasti kesini karena kabar burung tentang Lan Xin dan Lan An yang menggunakan energi kebencian! Apakah aku harus khawatir?!'
Wei Wuxian menyadari tatapan Lan Wangji yang lekat padanya, ia langsung memperbaiki posisi dan menunduk untuk memberi salam. "Salam, Hanguang-Jun."
"Mn."
'Hm? Dia tidak memperhatikanku, tapi memperhatikan Chenqing?' Wei Wuxian baru menyadari arah tatapan Lan Wangji saat mengangkat kepala. "Hanguang-Jun, apakah... anda tertarik dengan seruling saya?" tanyanya, mengalihkan atensi Lan Wangji pada wajahnya.
"Darimana... kamu mendapatkan seruling ini?"
'ASDFGHJKL! LAN ZHAN! HARUSKAH KAMU MENATAPKU DENGAN BEGITU MENYERAMKAN?!' Wei Wuxian menjerit gila dalam hatinya, merasa merinding saat melihat ekspresi Lan Wangji yang mulai gelap. "Saya... menciptakannya dan sedikit memodifikasinya di Yunmeng agar lebih tahan lama bersama dengan pedang spiritual saya."
"Nama?"
Wei Wuxian memiringkan kepala, 'Dia ini bertanya tentang namaku atau nama seruling ini?'
Seakan mengetahui kebingungan Wei Wuxian, Lan Wangji kembali mengarahkan tatapannya pada Heise di pinggang Wei Wuxian. "Seruling."
"Ah, karena berwarna hitam, maka namanya Heise. Pedang saya sendiri namanya Fuhuo. Apakah Hanguang-Jun ini tertarik dengan seruling saya?" Wei Wuxian mengambil serulingnya dan mengarahkannya kepada Lan Wangji agar pria Gusu itu dapat melihatnya lebih jelas. 'Chenqing benar-benar sudah diubah ukirannya. Seorang Hanguang-Jun sekalipun pasti akan kesulitan menyakini ini benda yang sama.'
Dahi Lan Wangji mengerut ringan saat mendengar jawaban asing. Tatapannya berubah kecewa dan ia segera mengalihkan pandangan.
Wei Wuxian tidak ingin memikirkan kekecewaan aneh yang dilihatnya. Ia tidak ingin identitasnya terbongkar begitu cepat. Bibirnya baru saja ingin mengucap kalimat perpisahan saat sebuah suara asing meneriakkan nama Wei Wuxian.
###
TBC.
Catatan:
FINNAAALLYYYY! AKHIRNYA MEREKA KETEMU! BANZAIIII! /tabur bunga
Flashback-nya gantung? Oh tentu. Ohohoho. Flashback-nya belum selesai, sayang. Akan ada Flashback versi Lan Xichen nanti. Karena Wei Wuxian sudah 'menghilang', ia tidak akan tahu apa yang terjadi pada Wen Qing selanjutnya. Jadi nanti akan diceritakan secara lengkap oleh kakanda yang terhormat! Lan Xichen!
Waktu dan tempat dipersilahkan—
Pada chapter depan :p /kabur
