Mo Dao Zu Shi hanya milik Mo Xiang Tong Xiu (墨香铜臭)
Warning: EYD tidak benar (mohon bantuan koreksinya), Typo, OOC (terutama Wei Wuxian. Ini diperlukan untuk cerita), bahasa mandarin yang di Indonesiakan.
Jika tidak suka, tolong jangan dibaca. Terimakasih.
###
Lan Xichen terkejut, namun keadaan memaksanya untuk segera bertindak. Suara tuan muda Wei tidak lagi terdengar dan Wangji, saudaranya, sedang terpuruk di depannya.
Maka tanpa menunggu lagi, Lan Xichen mengetuk titik spiritual di tubuh Wangji, membuatnya pingsan dan menyegelnya untuk sementara waktu.
"Maaf, Wangji." Bisik Lan Xichen lembut, menangkap tubuh adiknya dan memeluknya. Beberapa murid senior GusuLan melangkah mendekat, bertanya-tanya namun Lan Xichen langsung meminta mereka untuk membantunya membawa Wangji kembali ke Gusu.
Sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan di Nightless City. Tuan muda Wei telah tiada dan tubuhnya menghilang dibawa kabut hitam. Mereka banyak yang terluka—terutama Wangji. Sudah sepantasnya jika klan GusuLan menarik mundur diri mereka dari sini secepatnya.
Para murid senior menaruh hormat padanya, jadi tanpa bertanya lebih jauh, mereka membantu Lan Xichen membawa Lan Wangji kembali. Tapi di tengah jalan, Lan Xichen memisahkan diri dari rombongan dengan alasan ada yang harus dilakukannya. Mereka diminta untuk mengantarkan Lan Wangji tanpanya.
Energi spiritual mereka semua hampir habis, tapi mereka tetap mendengarkan permintaan egois Lan Xichen tanpa membantah. Menaiki pedang, kemudian melaju cepat kembali ke Gusu. Sedangkan Lan Xichen sendiri berbelok ke arah Yiling, mencari-cari keberadaan gua yang dikatakan tuan muda Wei.
Setelah masuk lebih dalam, barulah Lan Xichen menemukan sebuah gua yang nyaris tertimbun tumbuhan merambat. Ia mendekati bibir gua dan melihat Wen Ning ada di sana.
Mayat itu menunduk, "maaf pemimpin Lan, tapi tuan muda Wei memintaku untuk melindungi kakak dengan segala cara."
"Tuan muda Wen," Lan Xichen mengangguk sebagai salam, "anda tidak perlu khawatir. Saya kesini karena tuan muda Wei meminta pada saya untuk menolong dan membawa mereka ke Gusu."
Lan Xichen tahu bahwa Wen Ning percaya padanya, saat mayat ciptaan tuan muda Wei itu bergerak menyingkir seolah-olah mengizinkan dirinya lewat.
Saat masuk, atensi Lan Xichen langsung tertuju pada seseosok wanita dengan dua buntalan di lengannya. Juga ada seorang balita yang berlari kecil menuju Wen Ning. Wanita itu mengangkat kepala, dan Lan Xichen langsung tahu bahwa dia adalah nona Wen Qing.
"Nona Wen Qing."
Wen Qing yang melihat kedatanannya langsung berniat memberi salam, namun Lan Xichen langsung menghentikannya dan berinisiatif membantu Wen Qing membawa salah satu bayi yang di gendongnya.
Wanita itu menatap Lan Xichen sejenak, memberikan salah satu bayi yang digendongnya kemudian menatap pada Wen Ning yang mengikuti di belakangnya. "Pemimpin Lan, apa Wei Wuxian yang meminta anda kemari?"
"Ya, nona Wen, tuan muda Wei meminta saya untuk menolong kalian..." Lan Xichen mendadak termenung ketika melihat wajah bayi yang di gendongnya. Wajah bayi ini terlihat akrab... itu seperti melihat wajah Wangji ketika masih bayi! Ia tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya dan mulai bertanya-tanya. "Nona Wen, maaf jika saya lancang... tapi boleh saya tahu bayi siapa ini?"
"Mereka bayi milik Wei Wuxian. Sedangkan balita itu keponakan saya yang sudah yatim piatu, Wei Wuxian menganggapnya sebagai anak. Jadi dia ikut bersama kami."
Lan Xichen terkejut, tentu saja. Ia tidak menyangka tuan muda Wei akan benar-benar berhubungan ekhem-intim-ekhem dengan seorang gadis. Tapi ada sesuatu yang janggal... "Lalu... dimana ibu mereka?"
Nona Wen Qing menghela nafas, suaranya bergetar saat mengatakan kebenaran dari bayi-bayi di gendongan mereka. "Ibu mereka, Wei Wuxian, sudah mati bukan? Itu sebabnya dia meminta anda kemari."
"I-itu benar! Pe-pemimpin Lan! Tu-tuan muda Wei yang me-melahirkan mereka..." tuan muda Wen Ning tergagap, "a-ayah mereka..."
"Kemungkinan besar adalah tuan muda Lan kedua." Nona Wen Qing langsung memotong ucapan penuh keragu-raguan adiknya hingga Lan Xichen kehabisan kata-kata. Bagaimana seorang laki-laki bisa mengandung... dan lebih parahnya lagi adiknya terlibat dalam hal ini?!
"Pemimpin Lan, aku tahu ini sulit dipercaya." Nona Wen menarik napas, "di dalam tubuh Wei Wuxian ada sebuah rahim. Ini memungkinkannya untuk mengandung walaupun dia laki-laki—kemungkinan itu kelainan bawaan sejak lahir. Entah apakah kelainan itu menjadi berkah atau kutukan, yang jelas, jika melihat waktunya, aku rasa Wei Wuxian dan tuan muda Lan Wangji pernah saling 'berhubungan' saat dia mengunjungi Wei Wuxian."
Lan Xichen tidak bisa tidak terkejut hingga bertanya tanpa sadar, "kapan mereka lahir? Wajahnya begitu mirip dengan Wangji... kenapa Wangji sama sekali tidak tahu?"
"Mereka baru berusia lima hari. Tuan muda Lan Wangji tidak mengetahuinya karena kemungkinan besar Wei Wuxian menyembunyikannya. Melihat sifatnya, bukan tidak mungkin dia melakukannya." Nona Wen Qing menimang-nimang bayi di gendongannya sejenak, lalu melanjutkan ucapannya. "Pemimpin Lan pasti sudah mengerti apa yang akan terjadi jika dunia kultivasi tahu bahwa Wei Wuxian hamil dan memiliki anak."
Lagi dan lagi, Lan Xichen terkejut. Lima hari yang lalu, artinya tuan muda Wei Wuxian sama sekali tidak membunuh Jin ZiXuan. Jika tuan muda Wei benar-benar menyembunyikan kehamilannya, tidak mungkin dia akan datang ke acara tujuh hari kelahiran Jin RuLan. "Apakah ada orang yang memfitnah tuan muda Wei...?"
"Besar kemungkinannya, pemimpin Lan. Dunia membenci kultivasi bengkok Wei Wuxian. Dan aku harap kau bisa menyembunyikan kenyataan ini. Orang yang memfitnahnya bisa saja ada di sekitar kalian."
Lan Xichen termenung, ikut menimang-nimang bayi di pelukannya. Ia tidak perlu meragukan darah siapa yang mengalir di dalam nadi bayi-bayi ini karena wajahnya benar-benar mirip Wangji. Juga, mereka adalah keponakannya. "Tenang, nona Wen. Kau bisa percaya kepadaku. Dan aku akan mencoba mencari tahu tentang kasus ini."
Nona Wen mengangguk, dan Wen Ning terlihat tersenyum samar.
Mendadak Lan Xichen sadar bahwa dia belum mengetahui nama dari keponakannya. "Ngomong-ngomong, siapa namanya?"
"Yang itu bernama Xin, anak pertama. Dan yang ini bernama An, anak kedua. Mereka kembar pengantin. Sedangkan keponakanku itu bernama Wen Yuan." Nona Wen Qing menjawab dan Lan Xichen tersenyum melihat keponakan-keponakannya yang tidur pulas.
"Itu nama yang indah," gumam Lan Xichen sebagai balasan. Dirinya mulai berpikir untuk membawa mereka semua ke Gusu. Nona Wen Qing adalah tabib yang hebat. Dia bahkan berhasil membantu kelahiran Xin dan An, dan keponakan-keponakannya ini jelas harus tumbuh di tangan ayah kandung mereka, Wangji. "Nona Wen, aku akan membawa kalian ke Gusu. Aku harap kalian tidak keberatan..."
Sejenak nona Wen Qing dan adiknya saling bertukar pandang hingga suara riang mengambil atensi mereka.
Wen Yuan, "Gusu? Apa itu tempat tinggal ayah? Kakak, kakak sangat mirip dengan ayah!"
Lan Xichen menaikkan alis, "ayah?"
"A-ah, itu panggilan a-Yuan untuk tu-tuan muda Lan kedua..."
"Begitu, apa a-Yuan ingin ikut ke Gusu?"
"Mau!" jawab Wen Yuan, balita itu menganggukkan kepalanya dengan antusias dan memandangnya dengan tatapan berbinar.
Nona Wen Qing memandang Lan Xichen dengan khawatir, "pemimpin Lan, apa tidak apa-apa? Kami dari klan Wen. Terlebih kondisi a-Ning..."
"Tidak apa-apa nona Wen. Lagi pula, di Cloud Recesses terdapat peraturan-peraturan ketat. Klan lain tidak akan menyentuh kalian hanya karena kalian sisa klan Wen."
###
Karena kata-kata Lan Xichen itu, mereka berangkat menuju Gusu satu jam kemudian.
Perjalanan memakan waktu selama dua hari karena harus ditempuh dengan jalan kaki. Lan Xichen tidak ingin keponakan-keponakannya yang baru lahir sakit karena angin. Untungnya, Wen Qing sempat mempersiapkan perbekalan untuk bayi.
Sesampainya di Cloud Recesses, Wen Ning yang tidak diizinkan masuk diminta oleh Lan Xichen bersembunyi di gunung di belakang Cloud Recesses untuk sementara. Ia bahkan berjanji bahwa Wen Qing tidak akan terluka. Wen Yuan juga ikut bersama mereka.
Lan Xichen dan Wen Qing langsung menemui Lan Qiren di kediamannya.
Pria tua itu nyaris serangan jantung dan memuntahkan seteguk darah saat melihat keponakannya menggendong seorang bayi dengan seorang wanita di belakangnya yang juga menggendong bayi dan membawa balita. Terlebih wanita itu dari klan QishanWen!
"Paman, aku akan memanggil Wangji. Kehadiran mereka di sini ada hubungannya dengannya." Lan Xichen langsung memindahkan Xin kedalam pelukan Lan Qiren dan pamit pergi menuju Jingshi.
Awalnya Lan Qiren menegang kaku, lalu menjadi rileks dengan refleks dan berhedem sekali sebelum memasuki kediamannya. Memberi gestur untuk ikut masuk dan duduk di dalam. Wen Qing mengikuti di belakangnya dengan canggung.
Mereka duduk berhadapan, terpisah oleh meja pendek. Lan Qiren memerhatikan bayi di gendongannya dan mengernyit saat menyadari kemiripan wajah seseorang. Di tatapnya Wen Qing, "siapa namanya?"
Wen Qing menunduk sedikit, "yang ini keponakan saya, Wen Yuan, dan yang anda gendong bernama Xin, yang saya gendong bernama An."
Lan Qiren bergumam dan mereka jatuh dalam hening. Wen Yuan bergerak tidak nyaman, tapi Wen Qing memintanya duduk sopan hingga suara derap kaki terdengar dan tidak lama kemudian pintu kediaman Lan Qiren terbuka dengan kasar.
"WEI YING!"
"LAN WANGJI! DIMANA SOPAN SANTUNMU?!" Lan Qiren langsung emosi, perilaku Lan Wangji benar-benar berbeda dari biasanya dan ini membuatnya sakit kepala. Terlebih sekarang Lan Xichen membawa wanita Wen dan dua bayi juga satu balita.
"Wangji, tenangkan dirimu." Lan Xichen menepuk pundak adiknya, memandang binar kekecewaan di emas cair itu. "Ayo masuk, kami ingin menanyakan sesuatu."
Mereka berdua masuk, Lan Wangji yang melihat Wen Yuan dan Wen Qing langsung menunduk sopan, tapi tangannya langsung terulur pada Wen Yuan. "Wen Yuan,"
"Ayah! A-Yuan kangen!" Wen Yuan dengan cepat langsung berdiri dan berlari ke Lan Wangji.
Lan Qiren terbatuk, melirik Lan Xichen yang mengambil duduk di sebelahnya dengan tatapan bertanya. Tapi Lan Xichen hanya diam hingga Lan Wangji ikut duduk dengan mereka dengan Wen Yuan di pangkuannya.
"Xichen, apa ini? Bayi siapa ini?"
Wen Yuan yang baru saja ingin berceloteh menyadari perubahan suasana, jadi dia menutup mulutnya dan duduk dengan tenang.
"Paman, mereka adalah anak-anak yang di lahirkan oleh tuan muda Wei." Lan Xichen menjelaskan, "tuan muda Wei yang mengandung dan melahirkan mereka." Ucapannya mendapat tatapan tidak percaya dari Lan Wangji dan Lan Qiren. Pria tua itu bahkan nyaris berteriak saat Wen Qing membantu Lan Xichen menjelaskan.
"Aku yakin Wei Wuxian pernah beberapa kali memuntahkan darah selama masa belajarnya, tuan Lan." Pernyataan Wen Qing membuat Lan Qiren dan Lan Wangji mengernyit, mengingat saat-saat dimana kepribadian Wei Wuxian akan berubah drastis setelah memuntahkan beberapa teguk darah. "Muntah darah itu kemungkinan besar karena efek samping dari rahim bawaan yang dimilikinya sejak lahir. Karenanya, dia tetap bisa mengandung walaupun Wei Wuxian itu laki-laki."
"Tidak bisa di percaya!" Lan Qiren ingin mengusap janggutnya saat dia menyadari kedua tangannya masih menggendong bayi Wei Wuxian.
"Begitulah kebenarannya."
Dengusan diberikan, "lalu, siapa ayah dari bayi-bayi ini?" tanya Lan Qiren, nadanya agak melembut saat melihat bayi di gendongannya. Sayangnya, tidak ada yang menjawabnya. Jadi dia berpendapat bahwa ayah mereka tidak diketahui keberadaannya.
Mereka jatuh dalam hening hingga Lan Xichen menatap lurus pada adiknya satu-satunya, "Wangji, saat kau mengunjungi tuan muda Wei terakhir kali, apa yang kalian lakukan?"
Lan Qiren memandang Lan Xichen dengan tidak percaya. Apakah keponakannya ini berusaha untuk menuduh adiknya sendiri?
"Maaf jika menyinggung, tuan Lan. Tapi malam itu Wei Wuxian baru kembali saat fajar dengan kondisi berantakkan... tidak, lebih tepatnya mengerikan."
Lan Wangji tersentak, emas cairnya terlihat gelisah, bahkan ekspresi wajahnya berubah menjadi bingung. "Wangji... malam itu... bersama Wei Ying minum arak..." suaranya bahkan bergetar, terdengar seolah-olah akan menangis. "Paginya bangun sendirian tanpa ada Wei Ying. Wangji... Wangji tidak mengingat apapun setelah meminum arak itu."
"Apa ini alasanmu meminta hukuman untuk dirimu sendiri berbulan-bulan yang lalu?" tanya Lan Xichen, diam-diam langsung mengerti apa yang terjadi. "Jadi begitu.." ujarnya tanpa mendapat jawaban Wangji
Lan Qiren nyaris meledak marah, untungnya Lan Xichen langsung menepuk bahunya, meningatkan tentang seorang balita dan dua bayi yang ada di dalam ruangan ini. Pria tua itu menarik napas dalam-dalam, mencoba tenang dan mengatur emosinya. Ditatapnya Xin yang ada di gendongannya, mirip Wangji saat masih kecil. Hatinya seketika menghangat.
Melihat pamannya yang memerhatikan Xin lekat-lekat dan Lan Wangji yang menatap bayi di gendongan Wen Qing, Lan Xichen langsung menggunakannya untuk mengatakan umur mereka. "Mereka baru lahir seminggu yang lalu."
Lan Wangji langsung melihat kakaknya dengan tatapan meminta penjelasan. Ekspresi wajahnya menjadi semakin dingin, membuat Lan Xichen menangis dalam hati. Dia tidak salah apapun di sini T-T
"Wei Wuxian pergi ke Nightless City kemarin dengan luka yang masih basah karena melahirkan." Wen Qing langsung menjelaskan, "kelahiran mereka harus dilakukan dengan membelah perut Wei Wuxian dalam keadaan sadar. Saat dia memintaku pergi, aku yakin melihat luka di perutnya terbuka. Tapi dia bertingkah seolah tidak ada apapun." Suara Wen Qing bergetar di akhir kalimatnya, seolah-olah dia sangat sedih, marah dan kecewa.
"Wei Ying..." bisik Lan Wangji lirih. Dia langsung membayangkan betapa kesulitannya Wei Wuxian, dan betapa jahatnya dirinya karena tidak menemani pemuda itu. Pantas saja... pantas saja dua hari yang lalu di Nightless City perut Wei Wuxian terus-terusan mengeluarkan darah...
"Apakah kalian tahu alasan Wei Wuxian mengambil kultivasi bengkok?" Sebenarnya, Wen Qing tidak tega untuk memberitahukan ini. Tapi mereka harus mengetahuinya. Toh, mereka berhak mengetahui apa yang terjadi. Jadi dia melanjutkan, "itu karena dia sudah tidak lagi memiliki Jindan."
Lan Wangji terlihat tertekan mendengarnya, sedangkan Lan Xichen dan Lan Qiren menatap Wen Qing terkejut. "Apakah Wen Zhuliu yang menghancurkannya saat tuan muda Wei tertangkap?"
"Tidak," Wen Qing menggeleng, menunduk dan berkata lirih, "itu karena Wei Wuxian memberikan Jindan-nya pada pemimpin YunmengJiang, Jiang Wanyin. Aku tahu... karena aku sendiri yang mengoperasi mereka." Ucapannya semakin lirih dan lirih. Tapi mereka semua dapat mendengarnya.
"Mentransfer Jindan? Apakah itu mungkin untuk dilakukan?"
"Itu bisa di lakukan. Dengan keberhasilan 50%. Tetap terjaga selama tiga hari dua malam, proses transfer Jindan mengharuskan pemilik aslinya merasakan energi spiritual yang kuat perlahan melemah dan kosong. Tidak boleh tidur atau kehilangan fokus sedikitpun."
Lan Wangji meremas bajunya, mendengar kebenaran ini terlalu menyakitkan—Wei Wuxian terlalu sering menderita. Harusnya... harusnya saat itu Lan Wangji dengan paksa menyeretnya ke Gusu dan menyembunyikannya. Setidaknya Wei Wuxian tidak akan menderita lagi.
Ah, Wangji oh Wangji, Wei Wuxian mungkin bisa semakin menderita karena aturan sektemu itu.
Tiba-tiba tangan Lan Wangji ditarik oleh Wen Qing, diatur, kemudian wanita itu memindahkan bayinya kedalam dekapannya. "Namanya An, anak bungsu Wei Wuxian. Yang digendongan tuan Lan bernama Xin. Wei Wuxian mengatakan bahwa nama kehormatan mereka akan diserahkan pada sang ayah. Untuk Wen Yuan, dia memang sudah Wei Wuxian anggap sebagai anak sendiri, tapi dia tetap keponakanku."
Melihat Wen Qing yang ingin undur diri, Lan Xichen cepat-cepat mengatakan tentang idenya untuk mengangkat Wen Qing sebagai tabib GusuLan. "Nona Wen adalah tabib yang luar biasa, dia bahkan bisa memindah Jindan dan membantu proses kelahiran tuan muda Wei. Bagaimana menurut paman jika nona Wen menjadi tabib di sini?"
"Pemimpin Lan, aku hanya melakukan tugasku."
Lan Qiren diam-diam kembali melirik cucunya yang masih terlelap, memikirkannya kembali dan berdehem pelan. "Usul yang baik, aku mengizinkannya. Untuk para tetua lain, biar aku yang mengurusnya."
"... Lan WangXian."
Atensi mereka langsung kembali pada Lan Wangji yang bergumam.
"Nama kehormatan Lan Xin adalah Lan WangXian... nama kehormatan Lan An adalah Lan WuJi." Pemuda itu mengangkat wajah, menatap Lan Qiren, "paman, Wangji ingin meminta izin untuk mengadopsi Wen Yuan."
Lan Qiren tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Ia melupakan bayi yang masih di gendongannya dan berteriak keras pada Lan Wangji. "KAU BARU SAJA MEMILIKI DUA BAYI. BAGAIMANA BISA KAU JUGA INGIN MENGADOPSINYA?!"
"Anak Wei Ying, anakku juga."
"KAU-!"
"Nah, nah, paman, kecilkan suaramu, lihatlah a-Xin yang gelisah di tanganmu itu. Wen Yuan juga sampai menahan tangis seperti itu. Dari pada kalian berdebat, bagaimana dengan keputusan nona Wen?" Lan Xichen tersenyum canggung, mencoba meredakan suasana yang tidak mengenakkan di antara mereka.
"Jika a-Yuan tidak keberatan, maka aku juga menyetujuinya. Tapi aku akan mengurus keponakanku sendiri agar tidak terlalu merepotkan tuan muda Lan kedua." Jawab Wen Qing.
Lan Qiren bahkan tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menghentikan ini semua. Pria itu memberikan Xin pada Lan Xichen, kemudian bangkit berdiri dan berjalan memungungi mereka semua. "Terserah kalian saja. Tapi Wangji, kau tetap harus di hukum. Pergi ke aula leluhur besok pagi dan ambil hukumanmu. Kau juga dilarang keluar sekte selama lima tahun."
"Wangji menerima hukuman paman." Balas Lan Wangji, masih terlihat tertekan tapi jauh lebih baik dari pada yang sebelumnya.
###
Tbc.
Catatan:
Heheh, chapter depan WangXian ketemu Jin Ling
