Mo Dao Zu Shi hanya milik Mo Xiang Tong Xiu (墨香铜臭)
Warning: EYD tidak benar (mohon bantuan koreksinya), Typo, OOC (terutama Wei Wuxian. Ini diperlukan untuk cerita), bahasa mandarin yang di Indonesiakan.
Jika tidak suka, tolong jangan dibaca. Terimakasih.
###
Wei Wuxian bertanya-tanya, lalu mulai menggali di tempat lain dan menemukan kerangka lain. Di titik ini, dia menyadari bahwa di sekeliling mereka telah terkubur ratusan mayat!
Jin Ling, di sisi lainnya, bangun dengan mata tertutup dan mengambil langkah untuk kembali masuk kedalam tanah. Wei Wuxian yang melihatnya cepat-cepat menariknya kembali dan menggendongnya. Dia berkata, "mungkin tidak akan baik bagi kita jika berada lebih lama di dalam sini. Ada baiknya jika kita segera keluar, Hanguang-Jun."
Pria Lan hanya mengangguk, mengikuti dengan tenang di belakang Wei Wuxian.
Mereka baru akan mencapai tangga saat gonggongan anjing spiritual Jin Ling terdengar, membuat Wei Wuxian secara otomatis membeku. Darah seolah hilang dari wajahnya dan dia tidak bisa mengatakan apapun selain memberikan pandangan ketakutan.
Saat mereka masuk, anjing itu berperilaku baik. Menunggu mereka kembali bersama tuannya dengan tenang. Kali ini gonggongannya terdengar lebih keras dan galak. Membuat Wei Wuxian menjerit dalam hatinya hingga nyaris mati. Sayangnya, tubuhnya tetap diam seolah benar-benar menjadi patung berdiri.
'AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH! LAN ZHAN TOLONG AKU! JANGAN GIGIT AKU LAGI! AAAAAAAHHHHHHHH! TUBUH BRENGSEK—KENAPA KAMU DIAM SAJA?! LARI! LARI SEKUAT TENAGAMU KARENA AKU SANGAT TAKUT HINGGA HAMPIR MATI SEKALI LAGI! AAAAAAAAAAAAAHHHH! KENAPA KAMU TETAP TIDAK BERGERAK?!'
Seperti mengetahui bahwa tubuh Wei Wuxian tidak akan bergerak dengan sendirinya, Lan Wangji mendorong pelan punggung Jin Ling, membantu Wei Wuxian yang anehnya sama sekali tidak melawan. Bahkan saat mereka keluar dari celah dan menemukan anjing spiritual Jin Ling sedang menggigit sesuatu.
Hati Wei Wuxian sudah tidak tertolong lagi. Dia seolah-olah terperangkap tanpa dapat bergerak sedikitpun! Mengumpat pun percuma, tubuhnya benar-benar tidak mendengarkannya. Dia bahkan tidak bisa mengerjapkan lagi matanya saat anjing spiritual itu melangkah mendekatinya dan Lan Wangji.
Pria itu membungkuk dan menutupi jarak pandang Wei Wuxian, mengambil kain yang ada di mulut anjing itu.
Wei Wuxian meneguk ludah, mencoba mengalihkan fokus dan dengan ajaib tubuhnya mulai kembali seperti biasa. Suaranya juga kembali. Tapi dia masih trauma dan dengan sedikit gemetar mengatakan akan membawa Jin Ling turun. "Sa-saya akan membawa Jin—tuan muda Jin Ling turun untuk beristirahat di penginapan sebelumnya, Hanguang-Jun."
Lan Wangji, "perlu kutemani?"
"..."
'Apa maksudmu, Lan Zhan?! Apakah orang ini tidak ingin meninggalkanku dan ingin memastikan aku tidak kabur dari pandangannya?' Wei Wuxian membatin, tapi tidak menyuarakannya dan balas meminta Lan Wangji menangkap orang yang mengikuti mereka dengan senyum sopan yang terkesan canggung. "Saya bisa sendiri, Hanguang-Jun. Bukankah anda harus mengejar orang yang telah memata-matai kita? Saya akan menunggu di penginapan dan merawat tuan muda Jin Ling."
Lan Wangji menatapnya sejenak, terlihat terganggu tapi tidak mengatakan apapun.
'Apakah dia marah? Kenapa dia marah?' Wei Wuxian baru ingin bertanya saat Lan Wangji berbalik dan nyaris meninggalkannya. "Ah! Hanguang-Jun!" Panggilnya tanpa sadar.
"... Mn,"
"Itu, anu... bisakah... anda membawa anjing itu bersama anda?" tanya Wei Wuxian dengan nada tidak nyaman. Ayolah, dia tidak akan bisa kembali jika ada anjing di dekatnya!
Lan Wangji hanya mengangguk samar, lalu pergi diikuti anjing spiritual itu.
Anjing itu terlihat ingin mengikuti tuannya, namun karena melihat ekspresi ketakutan dari orang yang menyelamatkan tuannya, dia akhirnya mengikuti pria dengan ekspresi dingin.
Wei Wuxian yang melihatnya merasakan kelegaan di hatinya. Ia melangkah keluar dari maze array dan menaiki Fuhuo, mengabaikan tatapan orang lain yang terheran-heran melihatnya menggendong Jin Ling yang penuh tanah dan lumpur.
###
Hari sudah mulai gelap saat Wei Wuxian berhasil melepas jubah kotor dan membersihkan tubuh Jin Ling.
Saat Wei Wuxian melepaskan sepatu Jin Ling, ia terkejut dengan tanda kutukan berupa memar kehitaman pada kaki kiri Jin Ling. Cepat-cepat dibukanya pakaian dalam Jin Ling, menemukan bahwa kutukan itu belum mencapai hingga atas. Hanya saja sudah menjalar hingga lututnya.
Kutukan ini bisa menjadi berbahaya dan Wei Wuxian tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkannya. Ia baru saja akan memindahkan kutukan itu pada dirinya sendiri saat Jin Ling membuka mata.
"APA YANG KAMU LAKUKAN PADAKU?!" teriak Jin Ling, terkejut dengan dirinya sendiri yang hanya menggunakan pakaian dalam tanpa jubah. Ditambah lagi celananya telah tergulung hingga paha. "LENGAN POTONG SIALAN—JANGAN SENTUH AKU!"
Sungguh, Wei Wuxian ingin tertawa dan menggodanya. Tapi dia ingat bahwa dia sedang berpura-pura dan ada yang lebih penting dari menggoda Jin Ling. Ia jadi tidak punya niat lagi untuk menggoda anak itu. Diaturnya ekspresi dan bertutur dengan tenang, "tenanglah, tuan muda Jin Ling. Tolong letakkan pedang anda, saya hanya mengobati anda."
Jin Ling yang sudah menguhus pedang padanya tentu tidak percaya dengan mudah. Jadi Wei Wuxian melirik kaki kiri Jin Ling dan bergumam rendah. "Kaki anda terluka, saya membuka pakaian anda untuk melihat seberapa jauh luka itu menjalar di dalam tubuh anda."
Wajah Jin Ling penuh kebingungan dan dia ikut melirik kaki kirinya yang kini penuh memar merah hitam. Diam-diam merasa bingung karena tidak merasakan sakit apapun. Tapi warna memar itu jelas bukan ilusi. Dia bisa saja menolak dan langsung pergi, tapi samar-samar Jin Ling ingat bahwa Mo Xuanyu telah menyelamatkannya. Dengan segera hatinya menjadi bimbang.
Wei Wuxian melihat Jin Ling yang tenggelam dalam pikirannya. Dia tidak membuang waktu lagi dan membentuk segel tangan, mulai mengangkat kutukan Jin Ling dan memindahkannya pada dirinya sendiri.
Jin Ling melihatnya dan kehilangan kata-kata. Mo Xuanyu terlihat tidak memedulikan dirinya sendiri dan malah mengambil kutukan Jin Ling untuk dirinya. Entah kenapa, Jin Ling jadi merasa Mo Xuanyu sama sekali tidak dendam padanya atau LanlingJin yang telah mengusirnya dengan kejam. Buktinya pria itu masih berbuat baik padanya.
Namun Jin Ling juga ingat bahwa Mo Xuanyu pernah mengatakan bahwa sebagian ingatanya hilang. Jadi Jin Ling hanya diam dan menutup mulutnya.
Sebenarnya, Wei Wuxian ingin mengambil kutukan Jin Ling secara diam-diam. Tapi melihat Jin Ling menunjukkan gerak-gerik akan segera melarikan diri begitu ia lengah. Wei Wuxian tidak memiliki pilihan. Dia juga tidak bisa membuat Jin Ling kembali pingsan karena tubuhnya sedang menyandar pada tiang pembaringan.
Setelah kutukan pada Jin Ling sepenuhnya hilang, Wei Wuxian membenahi celana Jin Ling yang tadi dia gulung, lantas mengambil jubah Jin Ling yang kotor dan mulai membersihkannya. Sebenarnya Wei Wuxian malas, tapi dia sudah berjanji akan berubah menjadi lebih baik. Lagi pula, karakter 'Mo Xuanyu' juga mengharuskannya melakukan ini. Ini demi masa depan keluarga kecilnya yang lebih baik!
Jin Ling hanya diam dan memerhatikannya, lantas membuang pandangan saat Wei Wuxian dengan sengaja membalas tatapannya. Wei Wuxian dapat merasakan bahwa Jin Ling terlihat gelisah saat sadar hari telah menjadi gelap. Dengan segera bibirnya merapat hingga membentuk garis lurus.
Dia sudah lama mengetahui fakta bahwa Jiang Wanyin selalu mengikuti Jin Ling saat keponakannya itu pergi untuk melakukan perburuan malam. Mungkin saja saat ini Jin Ling gelisah karena pamannya yang pemarah itu akan memarahinya nanti.
Menghela nafas tanpa suara, Wei Wuxian menepuk jubah Jin Ling yang telah selesai dia bersihkan dan memberikannya pada Jin Ling. "Tuan muda Jin Ling, biarkan saya menemani anda menemui pemimpin Jiang agar anda tidak dimarahi."
Jin Ling hanya diam dan mengambil jubah luarnya dari tangan Mo Xuanyu. Sedikit-banyak merasa sangat canggung dan tidak nyaman dengan perasaan bersalah di hatinya.
Wei Wuxian menepuk punggungnya, "kutukan itu cukup serius. Tidak baik untukmu jika gegabah dan mengatasinya sendiri."
"Kenapa?!" Tiba-tiba Jin Ling berteriak dan menatapnya marah, "kenapa kamu mengambilnya? Kenapa kamu memindahkannya pada dirimu sendiri?!"
"Tidak seharusnya tuan muda Jin Ling menyepelekan kutukan yang bisa mengambil nyawa anda." Wei Wuxian tersenyum, lalu mengusap kepala Jin Ling tanpa sadar. "Percayakan ini pada seniormu."
###
Mereka bertemu Jiang Wanyin di tengah jalan. Wajah pria itu tidak enak dipandang dan secara otomatis Jin Ling bersembunyi di balik tubuh Mo Xuanyu.
Wei Wuxian melanjutkan aktingnya dan memberi hormat dengan sopan. "Salam, pemimpin Jiang." Ucapnya, mengabaikan aura gelap yang sudah dikeluarkan oleh shidi-nya.
"Jin Ling! Kemari!" Suruhnya kasar, tidak memedulikan salam dari Mo Xuanyu.
Jin Ling mendekat dengan enggan.
"Hilang kemana saja kamu?! Mana Fairy?! Kenapa dia tidak bersamamu! Kamu harusnya membawanya kemanapun!" amuk Jiang Wanyin. Pria itu nyaris melanjutkan amarahnya saat Wei Wuxian menyela.
"Maaf, pemimpin Jiang. Saya yang bersalah. Tadi siang kami bertemu di bukit Xinglu dan menemukan ruangan berisi pedang-pedang aneh. Kami lalu diserang oleh mayat ganas dan anjing spiritual milik tuan muda Jin Ling diperintah untuk mengejar orang yang mengikuti kami. Mungkin—ini hanya dugaan, tapi ada seseorang yang merencanakan niat buruk."
Tepat saat Jiang Wanyin baru akan membuka bibir, gonggongan anjing spiritual yang dipanggil Fairy terdengar. Wei Wuxian langsung diam membeku, membuat Jiang Wanyin yang melihatnya langsung curiga. Tatapannya benar-benar tajam seolah-olah akan membunuh Wei Wuxian lagi.
Jin Ling cepat-cepat mengusap kepala Fairy dan menyuruh anjing itu menjauh. Dia langsung menambahkan bumbu kebohongan. Bagaimanapun, dia juga tidak ingin kena marah lagi dan lagi. "Itu benar, jiujiu! Mo Xuanyu ini takut pada anjing dan aku merasa ada yang mengawasiku saat berada di bukit Xinglu, jadi aku menyuruhnya pergi mengejar penguntit itu saat kami sibuk dengan serangan mayat ganas."
Jiang Wanyin mencemooh terang-terangan. Dia masih sedikit curiga dengan pria bernama 'Mo Xuanyu' ini dan tanpa sengaja melihat Heise yang terselip di pinggangnya.
Tapi kecurigaannya luntur karena Mo Xuanyu hanya diam membeku, tidak berteriak seperti orang gila dan berlarian kesana-kemari meminta tolong pada siapapun itu saat ada anjing berada di dekat mereka. Jika ini adalah Wei Wuxian seperti yang dicurigainya, maka dia pasti akan berteriak dan berlarian. Lagi pula, Mo Xuanyu ini begitu sopan. Jika ini benar Wei Wuxian, dia pasti tidak akan repot-repot menjaga tutur katanya.
Pada akhirnya, Jiang Wanyin tidak jadi marah. Pria itu hanya memandang Jin Ling dengan tatapan peringatan agar tidak mengulanginya lagi. Lalu mereka pergi tanpa repot-repot memberi hormat pada Mo Xuanyu (kecuali Jin Ling yang diam-diam melirik ke arahnya.)
Wei Wuxian diam saja dan hanya mengulas senyum kecil. Toh, dia memang sudah mengerti watak Jiang Wanyin. Jadi dia memerhatikan rombongan itu dalam diam, lantas berbalik menuju arah berkebalikan dengan mereka untuk kembali ke penginapan.
Lan Wangji pasti sudah menunggunya.
###
Kaki dan perut Wei Wuxian mulai berdenyut, membuatnya mendesah ringan. Dia mencoba mengabaikan perasaan sakit itu dan terus melangkah seolah tidak terjadi apapun.
Dirinya mulai bertanya-tanya, apakah menyembunyikan semuanya merupakan keputusan bagus? Dulu, Wei Wuxian tidak pernah memedulikan keputusan apa yang diambilnya, apakah itu baik atau buruk selama dia bisa menyelamatkan orang lain dan berbuat kebaikan. Sekarang dia mulai memikirkannya. Bukan karena pesimis akan dendam Mo Xuanyu yang seolah menemui jalan buntu. Hanya saja anak-anaknya cepat atau lambat akan segera terseret dan mengetahui bahwa dia masih hidup.
Saat itu terjadi, apa yang harus dia katakan? Apa yang harus dia lakukan? Terlebih lagi Lan Wangji. Apa yang akan terjadi jika pria itu mengetahui bahwa 'Mo Xuanyu' adalah Wei Wuxian? Apakah dia akan langsung diseret menuju Gusu?
Pemikiran ini terhenti saat Wei Wuxian melihat Lan Wangji yang berdiri sendirian di atas jembatan. Emasnya menatap lurus menatap bulan seolah-olah merindukan sesuatu—atau mungkin menunggu sesuatu yang sama sekali tidak pasti. Yang jelas, Wei Wuxian merasakan emosi kesepian dan kesedihan dari postur Lan Wangji. Entah itu karena tubuh Mo Xuanyu yang terlalu peka atau Wei Wuxian yang mulai berubah, dia tidak tahu.
Dia tidak mengerti perasaan sesak yang menyeruak di dada kala melihat Lan Wangji seperti itu. Dia tahu jelas apa yang dinantikan Lan Wangji. Apa yang membuatnya seperti itu. Dia tahu. Apakah dia harus mengakuinya? Bagaimana jika Lan Wangji akan langsung menyeretnya menuju Gusu setelah mengetahuinya?
Tanpa sadar langkah Wei Wuxian telah membawanya sampai di sebelah Lan Wangji. Kehadirannya menarik lirikan dingin Lan Wangji, setelahnya pria itu berbalik dan melangkah meninggalkannya begitu saja.
Wei Wuxian tersenyum kecil bergurat sedih, "... Lan Zhan..." bisiknya lirih.
Lan Wangji memiliki pendengaran yang bagus, dan dia berbalik dengan tatapan setengah senang setengah tidak percaya. "Mn?"
Yang memanggil langsung membeku. 'Terkutuklah mulutnya yang tidak bisa di kendalikan! Bagaimana bisa kamu bergumam seperti itu?! Bagaimana jika Lan Zhan benar-benar tahu ini aku?!' Sayangnya orang yang sudah berada beberapa langkah di depannya ini sudah mengetahui jati dirinya. Bahkan baru saja menegaskannya dengan bukti barusan.
"... Hanguang-Jun, apakah ada sesuatu di wajah saya?" Wei Wuxian memasang ekspresi kebingungan, dalam hati berharap bahwa Lan Wangji tidak menyadarinya dan mereka bisa segera kembali ke penginapan.
Pria Lan diam-diam menghembuskan nafas dan menatap 'Mo Xuanyu' beberapa saat sebelum berbalik dan memandu Wei Wuxian menuju penginapan tanpa mengucap sepatah katapun.
Wei Wuxian baru mau mengikutinya, tapi kakinya mendadak berdenyut sakit hingga dia terpeleset.
Lan Wangji tanpa disangka-sangka langsung berbalik dan memegangnya. Setelah Wei Wuxian berdiri tegak, dia menunduk dan memeriksa kakinya.
Tentu saja Wei Wuxian terkejut. Dia tidak menyangka Lan Wangji akan menunduk, "Ha-hanguang-Jun! Ti-tidak perlu melakukan itu!"
Lan Wangji hanya mengadah sedikit, emas cairnya menatap tajam, lalu dia menunduk lagi dan menyingsingkan kain celana Wei Wuxian yang tidak bisa apa-apa selain mengadah menatap langit.
Sepanjang kakinya sudah tertutup memar hitam dari tanda kutukan. Dan kali ini, Wei Wuxian menyadari bahwa perutnya juga semakin perih. Dia meringis sedikit sembari menahan rasa sakitnya.
Lan Wangji memandangi kakinya cukup lama, suaranya terdengar pahit, "... Aku hanya pergi selama beberapa jam."
Wei Wuxian tersenyum kecil, dan menarik Lan Wangji untuk berdiri. Dia benar-benar merasa tidak nyaman melihat Lan Wangji membungkuk di depannya seperti itu. "Beberapa jam adalah waktu yang lama. Apa saja bisa terjadi. Sudah, berdirilah, Hanguang-Jun."
Lan Wangji masih menatapnya, lalu tiba-tiba berkata, "tanda itu disalurkan dari tubuh Jin Ling."
Itu bukan pertanyaan. Itu pernyataan.
"Saya tidak bisa membiarkan keponakan saya menerima kutukan ini begitu saja, Hanguang-Jun. Tidak apa-apa, kita hanya perlu membunuh makhluk itu saat dia datang menemui saya." Wei Wuxian mendesah ringan, "ayo tangani masalah yang ada lebih dulu."
"... mn, jangan bergerak."
Wei Wuxian bingung, "jika saya tidak bergerak, bagaimana saya bisa pergi? Mem—" dia iba-tiba menahan lidahnya. 'Mo Xuanyu' tidak mungkin berkata dengan sembarangan. Wei Wuxian harus benar-benar berhati-hati. Dia nyaris saja mengatakan 'memangnya kamu ingin menggendongku' pada Lan Wangji! "Maksud saya, saya tidak apa-apa, Hanguang-Jun. Kaki saya hanya terasa sedikit perih dan kebas."
Tatapan Lan Wangji terlihat tajam. Lalu tiba-tiba satu tangannya terulur ke punggungnya, dia menunduk dan mengulurkan tangan satunya ke belakang lutut Wei Wuxian. Setelahnya, tubuh Wei Wuxian terangkat.
Tubuh Mo Xuanyu lebih pendek dan lebih ringan darinya. Itulah sebabnya dia mudah diangkat dan dibopong seperti ini.
Wei Wuxian begitu tercengang. Dia tidak menyangka akan dierlakukan begini! Setidaknya dia mungkin masih menerima jika Lan Wangji akan menggendongnya di punggung, tapi ini adalah gendongan pengantin! Bagaimana bisa dia menerima ini? Lebih lagi, bagaimana bisa Lan Wangji melakukan ini pada 'Mo Xuanyu'?
"Ha-hanguang-Jun!"
Lan Wangji tidak mendengarkannya. Dia tetap berjalan seolah tidak ada apapun yang terjadi.
Untung saja hari sudah larut malam. Tidak banyak orang yang berlalu lalang, jadi Wei Wuxian tidak terlalu merasa malu. Lagi pula, dia bukanlah orang yang bermuka tipis.
Tapi perilaku Lan Wangji ini membuatnya bertanya-tanya apakah Lan Wangji sudah mengetahui identitas aslinya. Lebih lagi Lan Wangji bahkan tidak menurunkannya saat mereka sudah sampai. Dia malah menggunakan kakinya dan menendang pintu hingga terbuka.
Wei Wuxian sangat tercengang hingga tidak bisa mengatakan apapun.
Ini pertama kalinya dia melihat Lan Wangji melakukan sesuatu yang sangat tidak sopan seperti itu!
Serius, ada apa dengan pria ini?!
###
TBC
