Mo Dao Zu Shi hanya milik Mo Xiang Tong Xiu (墨香铜臭)
Warning: EYD tidak benar (mohon bantuan koreksinya), Typo, OOC (terutama Wei Wuxian. Ini diperlukan untuk cerita), bahasa mandarin yang di Indonesiakan.
Jika tidak suka, tolong jangan dibaca. Terimakasih.
###
Mereka menemui orang yang Lan Wangji tangkap. Orang ini dijuluki 'si penggeleng kepala' oleh orang-orang. Pemimpin Nie yang baru beberapa waktu ini memimpin menggantikan kakaknya, Nie Huaisang!
Dia ini sebenarnya teman dekat Wei Wuxian di masa mudanya dulu. Nie Huaisang adalah anak yang baik dan berpenampilan polos dengan otak kotor. Mereka bertiga (ditambah Jiang Cheng) pernah minum hingga mabuk dan dihukum di aula utama Gusu. Belum lagi buku porno yang pernah Wei Wuxian pakai untuk menjahili Lan Wangji didapat darinya.
Bisa dibilang, mereka sahabat baik!
"Aku tidak tahu apapun! Aku tidak tahu!"
Nie Huaisang yang ketakutan melihat mereka kembali, langsung menggelengkan kepala. Tapi begitu melihat postur kedua orang yang baru masuk itu, dia langsung membelakak dan kehilangan kata-kata.
Lan Wangji bertingkah seolah tidak melihat apa-apa dan menurunkan Wei Wuxian di alas bambu.
Wei Wuxian berpikir, 'dia ini benar-benar penggeleng kepala seperti yang dirumorkan!'
Dia ingin menggodanya, tapi mengingat ada Lan Wangji disini, Wei Wuxian memilih melanjutkan sikap ramah dan santunnya, mengabaikan kenyataan bahwa dia baru saja dibopong Lan Wangji. "Tenanglah, pemimpin Nie. Kami tidak bermaksud buruk. Kami hanya ingin bertanya beberapa hal pada anda."
Melihat sikap santun itu, Nie Huaisang mulai tenang. Tapi tatapan takut masih tersisa di matanya. "Apa yang kalian inginkan? Sudah kukatakan aku tidak tahu apapun!"
"Saya khawatir anda sebenarnya mengetahui hal ini, pemimpin Nie. Bukit Xinglu berada di dalam kekuasaan sekte anda."
Nie Huaisang menggeleng, lalu menutupi setengah wajahnya dengan kipas yang selalu dibawanya kemana-mana. "..."
"Tolong beritahu kami, pemimpin Nie. Kami sedang menyelidiki tangan ganas yang menyerang kediaman saya beberapa waktu yang lalu. Energi kebenciannya sangat jahat dan rohnya ikut terpotong bersama tubuhnya." Wei Wuxian tersenyum dan membungkuk sedikit. Dia mengintip reaksi Nie Huaisang yang tidak biasanya (atau setidaknya begitulah menurutnya.)
Cara berpakaiannya menunjukkan selera yang tinggi. Tapi dia lebih mirip pemalas kaya meskipun memakai jubah kekaisaran.
Orang itu tetap menyangkal, hingga Lan Wangji menunjuukan sobekan kain pakaiannya.
Nie Huaisang panik, "Aku hanya kebetulan lewat. Aku sungguh tidak tahu apa-apa."
Wei Wuxian mulai lelah dengan akting buruk Nie Huaisang, jadi dia dengan sopan menyuarakan pikirannya. "Kalau begitu, biarkan saya bicara. Tolong anda dengarkan, barangkali anda akan mengetahui sesuatu."
Nie Huaisang membuka-tutup mulutnya seolah-olah ikan, tapi tidak tahu harus mengatakan apa.
"Di bukit Xinglu di Qingke, ada rumor yang beredar seperti 'bukit pemakan manusia', tapi tidak pernah benar-benar ada korban yang jatuh. Rumor itu membuat orang menghindari bukit Xinglu. Fungsi rumor ini adalah pertahanan pertama."
Lalu dia melanjutkan lagi, "Lalu pertahanan kedua adalah mayat berjalan di bukit Xinglu. Kalau ada orang yang tidak takut, mereka pasti akan kabur saat melihat segerombolan mayat berjalan. Tapi mayat-mayat ini sangat lemah dan sedikit. Sedangkan pertahanan ketiga adalah selubung labirin di kastil batu. Pertahanan ini ditujukan untuk kultivator, tapi tetap saja pertahanan ini untuk kultivator biasa."
"Kalau ada kultivator dengan senjata atau anjing spiritual, atau seorang kultivator sekuat Hanguang-Jun, pertahanan ini mungkin saja bisa rusak. Ketiga pertahanan ini dibuat untuk menyembunyikan bukit Xinglu dari khalayak umum. Tapi identitas pembangunnya sudah jelas. Ini adalah milik sekte Nie. Selain sekte Nie, siapa yang bisa dengan mudah membuat tiga garis pertahanan seperti ini?"
Nie Huaisang menjawab putus asa. Dia seolah sudah menyerah hanya dengan desakan Wei Wuxian yang sopan. "A-aku akan beri tahu. Tapi sebelum aku jelaskan, bisakah kalian berjanji tidak akan memberitahu hal ini pada siapapun?"
"Anda bisa percaya pada saya, pemimpin Nie." Balas Wei Wuxian, sedangkan Lan Wangji hanya mengangguk singkat.
"Sebenarnya, bukit itu sama sekali bukan bukit pemakan manusia... itu adalah makam leluhur sekte Nie! Leluhur kami dulunya adalah seorang tukang daging, itu sebabnya pedang kami tidak tipis. Melainkan tebal dan rohnya adalah hewan buas..."
Wei Wuxian tahu hal itu. Dia juga tahu bahwa kebanyakan pemimpin sekte Nie mati di usia muda karena penyimpangan qi. Pemimpin seperti Nie Huaisang—yang lebih memilih untuk melukis dan berpuisi sangat jarang di sekte Nie.
"Metode kultivasi kami berbeda, jadi wajar saja kalau ada pertumpahan darah. Pedang kami hanya mengenali satu tuan dan pedang kami haus dengan darah sepeninggal tuan yang selalu memberikannya darah. Jadi pemimpin sekte Nie yang ke enam membangun sebuah aula yang penuh dengan mayat yang akan berubah dan meletakkan pedang didalamnya. Dengan begitu roh pedang bisa ditekan."
Itu benar. Mereka menggunakan teknik yang berbenturan, tapi mencapai penyelesaian. Roh pedang yang haus darah dan pertarungan bisa bertarung terus menerus, di sisi lain perubahan mayat akan dicegah oleh tekanan roh pedang.
"Tapi seratus tahun yang lalu, ada perampok makam yang merusak segel penjaganya. Sejak itulah rumor tentang bukit pemakan manusia itu muncul. Sekte Nie hanya meniup angin saja! Kami hanya memperlebar gosip agar tidak ada yang berani mendekat!" Nie Huaisang menutup bibirnya dengan kipas, bertingkah seolah-olah dia telah dianiaya. "Aku tidak menyangka tuan muda Jin berani merusak pintu masuk aula dan merusak mayat yang terkubur di dinding!"
"..."
"..."
"Aku hanya datang untuk mengecek secara rutin, sungguh!"
'Lalu kamu akan membiarkan Jin Ling menggantikan mayat yang dirusaknya begitu saja? Apakah kamu tidak takut dengan amarah Jiang Cheng jika dia mengetahui hal ini?' pikir Wei Wuxian. Dia mendadak sakit kepala memikirkan perilaku Nie Huaisang yang bisa dibilang keterlaluan.
"Kebanyakan kultivator tahu kalau arena ini milik kami, jadi mereka tidak pernah melakukan perburuan malam di sini. Siapa yang menyangka kalau... kalau nasip seburuk ini..."
Dia berkata lagi, "Hanguang-Jun dan.."
"Mo Xuanyu." Wei Wuxian langsung memperkenalkan diri saat Nie Huaisang terlihat kebingungan memilih kata-kata.
"Dan tuan muda Mo, aku sudah mengatakan kalau kalian tidak boleh mengatakan hal ini pada siapapun..."
Kalau tidak, dilihat dari keadaan sekte QingheNie yang nyaris mati seperti sekarang, kalau hal ini terlepas ke publik, Nie Huaisang akan di cap sebagai seorang pendosa. Wajar saja dia memilih menjadi bahan tertawaan semua sekte daripada fokus pada kultivasi.
Kalau dia berkultivasi dan mencapai level tertentu, dia perlahan akan menjadi lebih pemarah dan akhirnya akan mati murka seperti leluhurnya. Bahkan setelah mati saber-nya masih akan menganggu kedamaian. Maka dari itu lebih baik dia menjadi orang yang tidak berguna.
"Ah, satu lagi, pemimpin Nie," Wei Wuxian ingat kalau dia ke Qinghe karena ada rumor tentang anak-anaknya yang menggunakan kultivasi gelap. "Saya dengar bahwa energi kebencian baru-baru ini meningkat bersamaan dengan perburuan malam pertama tuan muda Lan WangXian dan nona muda Lan WuJi. Bisa anda jelaskan tentang hal ini?"
Entah hanya perasaan Wei Wuxian, atau Lan Wangji menatapnya intens dari belakangnya?
"Tuan muda Mo, anda tahu bahwa kakakku baru-baru ini meninggal. Energi kebencian itu berasal dari pedang sabre miliknya yang baru ditinggalkan..."
Wei Wuxian, "begitukah? Aku turut berduka."
'Sepertinya energi kebencian dari pedang sabre yang menimbukan rumor. Orang yang menyebarkan rumor ini pasti memiliki dendam padanya, leluhur Yiling!'
"Uh.. jadi, tuan muda... bolehkah aku pergi sekarang? Kalian sudah mengetahui apa yang ingin kalian ketahui..."
Wei Wuxian tersenyum dan mengizinkan Nie Huaisang pergi setelah beberapa kali orang itu meminta mereka berjanji akan merahasiakan hal ini.
"Lagipula mereka tidak akan bisa terpengaruh energi kebencian... segel yang kuberikan masih berfungsi hingga sekarang..." gumam Wei Wuxian, tanpa sadar melamunkan perpisahan terakhirnya dengan anak-anaknya.
Lan Wangji menatap Wei Wuxian dan bergerak duduk di sebelahnya, dalam diam memperhatikan Wei Wuxian yang tenggelam dalam pemikirannya sendiri tanpa berkedip.
Lamunan Wei Wuxian pecah saat kantung qiankun bergerak agresif.
Dia memandang Lan Wangji yang balas memandangnya, lalu tertawa kecil sambil mengambil Heise di pinggangnya. "Sepertinya sudah saatnya kita memainkan lagu istirahat."
"Mn."
Mereka memainkan melodi istirahat hingga dua kali, barulah lengan setan itu tenang. Lengan itu tampaknya gelisah dan ingin segera bergabung dengan bagian tubuhnya.
Setelah mereka selesai, Wei Wuxian merasakan nyeri pada perut dan kakinya bertambah parah. Kali ini, lengannya yang masih memiliki bekas sayatan juga ikut berdenyut menyakitkan. "Kh—sepertinya lengan dan kutukan ini saling berhubungan..."
Lan Wangji yang menyadarinya langsung membopongnya lagi dan menurunkannya di atas pembaringan. Setelahnya dia menyingkap celana Wei Wuxian dan membuka bajunya, melihat kutukan itu sudah menyebar hingga pinggang dan luka di perutnya kembali berdarah.
Wei Wuxian ingin bertanya kenapa tatapan Lan Wangji semakin tajam, namun ada binar sedih di sana. Tapi tubuhnya terlalu sakit hingga dia hanya bisa diam dan fokus meredakan rasa sakitnya.
Tangan Lan Wangji membentuk segel, lalu dengan cepat menyegel kutukan di tubuh Wei Wuxian. Setelahnya, dia melepas perban yang melingkari perut Wei Wuxian. Perban itu kini berbercak kemerahan, menandakan luka Wei Wuxian terbuka dan sama sekali belum sembuh.
Wei Wuxian terlalu lelah dan sakit untuk kembali berpikir, jadi dia memilih memejamkan mata dan menyerahkan semuanya pada Lan Wangji.
Melihat Wei Wuxian yang pingsan kelelahan, Lan Wangji dengan telaten mengganti perban dan memperbaiki pakaiannya. Setelahnya dia memandang Wei Wuxian dalam diam dan tidak bisa menahan diri untuk menyentuh pipi pucat itu.
"Wei Ying..."
###
Keesokan paginya, Wei Wuxian terbangun sendirian di atas pembaringan. Lan Wangji tidak terlihat ada di sana dan Wei Wuxian memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu.
Setelah Wei Wuxian baru saja selesai bersiap, suara ketukan terdengar disertai gumaman ringan. Wei Wuxian cepat-cepat membuka pintu dan melihat Lan Wangji berdiri di baliknya. Terlihat sudah membersihkan diri.
"Selamat pagi, Hanguang-Jun." Sapa Wei Wuxian dengan senyuman. Dia pura-pura tidak menyadari tatapan Lan wangji yang tajam karena rambutnya yang tergerai dan jatuh menuruni pundak. Wei Wuxian berniat mengikatnya nanti karena sekarang dia sedang malas.
Lan Wangji menjawab setelah diam agak lama. Mungkin dia terganggu dengan penampilan Wei Wuxian sekarang? "... mn, ayo sarapan?"
Wei Wuxian mengangguk, lalu mereka turun ke lantai bawah untuk memesan makanan.
Sambil menunggu, mereka duduk di kursi meja makan yang ada di sana.
"Lengan setan tadi malam begitu agresif, saya ingin tahu apakah bagian tubuhnya ada di dekat bukit Xinglu. Bagaimana jika kita menyelidikinya lagi nanti?"
"Mn."
Jawaban Lan Wangji benar-benar singkat, membuat sudut bibir Wei Wuxian berkedut. Dia ingin mengoceh omong-kosong seperti dulu, menggodanya dan mencoba membuatnya bicara lebih banyak. Tapi karakter Mo Xuanyu yang diperankannya benar-benar berbeda dari dirinya. Jadi dia menahan diri.
Saat pesanan mereka datang, Wei Wuxian mengapit pita merahnya di bibir dan tangannya menyisir rambutnya sendiri. Setelahnya dia menguncir tinggi rambutnya seperti biasanya.
Lan Wangji memperhatikannya dengan lekat.
Wei Wuxian tahu itu dan dengan sengaja membalas tatapannya, membuat Lan Wangji memalingkan pandangan dengan telinga memerah.
'AAAH AKU INGIN MENGGODANYA!' Jerit Wei Wuxian dalam hatinya. Dengan ekspresi seolah-olah tidak tahu apapun, Wei Wuxian berhasil mengigit daging pipinya dan tersenyum kecil, "mari makan, Hanguang-Jun."
"... mn,"
###
Kali ini, mereka berangkat dengan berjalan kaki ke bukit Xinglu dan baru sampai di depan retakan kemarin saat matahari sudah berada di atas kepala.
Mereka masuk lagi, melewati aula demi aula hingga sampai ke aula terakhir.
Semalam Nie Huaisang memanggil semua murid sektenya yang terpercaya untuk membersihkan kekacauan yang dibuat para penyusup tempo hari. Jadi begitu Wei Wuxian dan Lan Wangji tiba, dinding yang dihancurkan Wei Wuxian untuk mengeluarkan Jin Ling sudah diperbaiki dan diisi dengan mayat baru.
Nie Huaisang menyeka keringat di keningnya, tapi begitu berbalik, kakinya melemas. Dia tersenyum paksa, "Hanguang-Jun... dan tuan muda..."
Wei Wuxian membungkuk sedikit, "pemimpin Nie, anda sedang membangun dinding?"
Nie Huaisang lagi-lagi mengusap keringatnya, "iya, iya..."
"Kalau anda tidak masalah, kami ingin merepotkan anda lagi... saya benar-benar minta maaf, tapi mungkin setelah ini anda harus membangun dindingnya lagi..." dengan penuh sopan santun Wei Wuxian mengatakan permintaannya.
"Iya, iya... silahkan saja... apa?! Tunggu!"
Sebelum kalimatnya selesai, Bichen sudah dihunuskan. Nie Huaisang hanya dapat melongo melihat dinding batu bata yang tadinya sudah diperbaiki kini hancur kembali. Wei Wuxian mengikuti gerakan Lan Wangji dengan Fuhuo miliknya.
Nie Huaisang gemetaran sampai ingin menangis. Tapi karena Hanguang-Jun tidak mengatakan apapun, dia juga tidak berani membalas atau protes. Dia menyumpah-serampah ketika akhirnya Lan Wangji menjelaskan padanya secara singkat.
"Omong kosong! Semua mayat di aula ini selalu utuh! Tidak mungkin ada mayat yang cacat! Kalau kalian tidak percaya, akan kuhancurkan lagi dinding ini sebagai bukti! Tapi setelahnya aku harap kalian menatanya kembali secepat mungkin! Bagaimanapun, ini makam leluhur kami!"
Satu jam berlalu. Beberapa murid sekte Nie ikut bergabung membantu dan dengan cepat semua dinding bata di sekitar Jin Ling terkubur sudah terlepas. Setiap mayat lelaki segera dibersihkan dan diletakkan berderetan di atas tanah.
Bentuk mayat-mayat itu beragam. Beberapa sudah menjadi tulang dan beberapa sudah busuk. Tapi ada pula yang masih segar. Tidak ada satupun dari mayat-mayat itu yang lengan kirinya hilang.
Nie Huaisang, "sudah cukup, ya? Apa perlu menghancurkan semuanya? Tidak mungkin kan?"
Wei Wuxian berjongkok dan memperhatikan mayat-mayat itu, berpikir kalau tanda kutukan di tubuh Jin Ling sangat gelap. Jadi makhluk ganas itu pasti berada cukup dekat dengannya.
Lan Wangji berujar, "kakinya."
Wei Wuxian langsung teringat tanda kutukannya. Tanda itu tidak menyebar melebihi pinggangnya. "Ah benar! Kakinya! Fuhuo!"
Pedang spiritual Wei Wuxian langsung keluar dari selongsongnya dan memotong celana-celana mayat untuk memperlihatkan kulitnya. Beberapa di antaranya sudah berpakaian compang camping, jadi Wei Wuxian tidak perlu merusaknya.
Beberapa saat kemudian, dia menemukan apa yang dicarinya. "Ketemu!"
Semua orang langsung melihat. Kedua paha mayat itu memiliki dua tanda lingkaran yang tipis. Terlihat sangat jelas bahwa bagian kaki dan torso atas mayat itu tidak berasal dari orang yang sama. Ada yang sudah menjahit sepasang kaki itu!
Nie Huaisang syok sampai tidak bisa mengatakan apapun.
"Siapa yang memilih mayat-mayat ini?"
Dengan linglung Nie Huaisang menjawab, "biasanya para pemimpin sekte sebelumnya memilih dan menyimpan mayatnya saat mereka masih hidup. Kakakku meninggal di usia muda, dia tidak bisa menyimpan cukup banyak jadi aku membantunya memilih... tapi aku tidak tahu apapun soal ini... padahal aku selalu menyeleksi mayat yang lengkap!"
Mustahil mencari tahu siapa yang menyeludupkan mayat itu karena ada banyak sekali tersangka.
Wei Wuxian melepaskan kaki itu dari torso mayat lain dan memasukkannya kedalam kantung qiankun. Lalu berujar, "sepertinya tubuh makhluk ganas ini sudah terpotong-potong dan semua bagiannya terpencar dimana-mana. Seberapa benci pembunuhnya? Aku harap potongan tubuhnya tidak terlalu kecil..."
Mereka berdua meninggalkan bukit Xinglu saat sudah menemukan potongan tubuh itu.
Meskipun Nie Huaisang mengantar kepergian mereka dengan kata-kata 'sampai jumpa', kelihatannya dia tidak ingin bertemu mereka lagi sepanjang sisa hidupnya.
"Ngomong-ngomong, Hanguang-Jun, bolehkah saya ikut dengan anda untuk memecahkan kasus ini? sepertinya ini kasus yang menarik."
Lan Wangji menatapnya seolah-olah Wei Wuxian baru saja membual, tapi dia tetap menjawab dengan gumaman singkat.
Wei Wuxian tersenyum lebar, "terima kasih, Hanguang-Jun. Ngomong-ngomong, kemana kita sekarang?"
"Penginapan."
"Oh benar." Wei Wuxian menjadi sedikit tidak sabar karena penasaran, jadi dia membentuk segel tangan dan mengeluarkan Fuhuo. "Hanguang-Jun, kalau begitu ayo kita segera kembali ke penginapan."
Lan Wangji sepertinya memahami ketidaksabaran Wei Wuxian, jadinya pria itu sama sekali tidak membantah dan ikut mengeluarkan Bichen.
Begitu sampai di tempat yang cukup aman, mereka mengeluarkan tiga anggota badan itu dan mulai memeriksanya. Warna kulit sepasang kaki itu sama persis dengan lengannya. Lebih lagi ketika didekatkan, potongan-potogan itu bereaksi kuat dan bergetar tanpa henti. Tentu saja itu sia-sia karena masih ada bagian tubuh yang menghilang.
Anggota badan itu milik orang yang sama.
Yang mereka ketahui sekarang adalah pemiliknya bertubuh tinggi, berotot dan kultivasinya tinggi. Untungnya setelah mereka memainkan lagu istirahat, lengan itu menunjuk ke tempat berikutnya.
Ke arah barat daya, kota Yueyang.
###
TBC.
Chapter depan Lan Wangji mengkonfirmasi kalau dia sudah tahu bahwa 'Mo Xuanyu' adalah Wei Wuxian. Yeeeyy! Ayo tepuk tangan dan tebar bunga! Hahahaha!
