Chapter 1

Membuat fanfic ini karena aku sangat suka sama manga Please go home akutsu-san.

n


Akutsu Riko, seorang perempuan berambut pirang dengan tubuh yang mantap, wajahnya cantik walaupun ekpresinya memang garang dan terlihat tomboi.

Kelakuannya pun memang nakal, mengikuti sesama teman perempuan lainnya yang sering berkumpul bersama.

Selalu terlambat datang kesekolah, begitu enggan memperhatikan pembelajaran dari para guru, sangat sering membolos dalam hampir semua pembelajaran yang ada di sekolah, dan bahkan dia sering tertidur saking malas dan enggannya dalam mengikuti pelajaran.

Itulah dari sekian banyaknya kenakalan remaja yang telah dia lakukan.

Sudah jelas dia adalah seorang Yankee yang memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan mentalku.

Ehh.. Bukan seperti aku akan tertular juga sih.

Mungkin.

Tapi bagi seorang Akutsu Riko.

Kamarku adalah tempat yang tepat bagi nongkrongnya.

Sial.

''Aku lapar nih, ambilkan aku makanan dong. ''

Seorang perempuan berambut pirang tertentu dengan santai memerintahku, sambil rebahan di kasur dengan membaca sebuah manga favoritku yang telah di simpan secara aman.

Bahkan aku tidak tahu bagaimana dia bisa mendapatkannya.

Sial, aku yakin bahwa manga favorit itu telah tersimpan dalam suatu tempat rahasia yang bahkan kesulitan untuk diriku cari Sekalipun saking rahasianya.

Pertama kali aku bertemu dengan perempuan nakal itu tepat saat dia berada didepan pintu dengan sebuah gedoran keras ,dan tanpa diperintah dia langsung masuk kemar nyamanku.

Lalu dengan seenak jidatnya dia malah meledek.

''Tinggal sendirian, eh? seperti yang diharapkan dari seorang jomblo. ''

Hinaanya tidak sampai disitu saat hidungnya mulai mengerut sambil ditutupi kedua tangannya.

''Kok bau banget sih!!?. ''

Kalau begitu jangan masuk oi!.

Jelas saja dia hanya mengabaikanku.

Semenjak hari itu terjadi, dia hampir setiap hari... Setiap hari sebenarnya, dia selalu datang kekamarku sehabis jam sekolah selesai.

Lalu, dia dengan santainya menggunakan kamarku sebagai tempat bernaungnya untuk bermalas-malasan.

''Setidaknya dia memiliki tubuh yang montok, Jadi anggap situasi ini adalah win-win. ''

''Dimohon untuk diam Kurama!!., dia tidak sehat bagi kewarasanku!!''

''Dengan opsi bahwa kewarasanmu masih melekat dalam jiwamu.''

''Oi, jangan samakan aku denganmu yah tumpukan bulu !.''

''Sigh, kau tidak asik. ''

Ugh, aku butuh melepaskan stressku .

''Hah!, apa ini ga ada lagi?.''

Aku hanya memandang perempuan itu dengan datar saat dia dengan nyamanya rebahan sambil membaca manga.

''Seriusan ga ada lagi?, ga beli lagi gitu hah, Woe?!. ''

Ucapannya itu dibarengi dengan muka sangarnya.

Serem anjir.

''Pulang cepet sana Woe!!. ''

Aku hanya bisa mengumpat dalam hati, karena jika meneriakkannya dengan lantang maka sudah jelas aku hanya akan kena bogem.

Sudah terkomfirmasi bahwa kepalanya itu sedang tidak baik-baik saja.

''Biarkan aku sedikit berlatih gulat. ''

Sudahku bilang pulang sana cepetan woe!!, dan ada apa dengan permintaan yang tidak masuk akal itu.

''Tidak Akutsu, sekarang su-sudah larut malam lebih baik pulang sana. ''

Wajahku hanya bisa berkeringat dingin saat menyuruhnya pulang dalam kata-kata halus.

''Tenang saja dan akui kekalahanmu yang akan datang, nanti aku bakalan berhenti. ''

Sudah kubilang cepet pulang sana woe!.

Akutsu mulai menghampiriku dan tanpa aba-aba langsung meremas kedua bahuku.

''Aw Aww sakit oi!!.!''

Sebenarnya ga sakit sama sekali.

''Santai saja dan terimalah kekalahanmu yang akan datang. ''

Jelas saja dia hanya mengabaikanku sambil lebih meremas bahuku dengan kerasnya.

''Sekarang akan kutunjukan kemampuanku yang sebenarnya!. ''

Lalu dia dengan kerasnya menjatuhkanku kekasur dan mulai mengunci leherku dengan kedua kakinya itu dengan kencang.

Aku ga bisa nafas Akutsu.

Ugh, dan sial, kenapa aku merasakan sebuah kelembutan tertentu dibagian sana!.

Aku bisa mendengar sebuah siulan dalam pikiranku.

''Seseorang sepertinya sedang menikmati keadaannya.''

''Si-siapa yang menikmatinya!?.'

Sebenarnya aku agak menikmati keadaan ini, karena bisa-... Tidakkk, jangan terus mempengaruhi pikiran suciku dasar ero-sennin, aku menyalahkanmu di Surga sana karena telah menodai kesucianku dulu.

''Eeghh!!. ''

Kuraskan kuncian kaki Akutsu mulai mengencang lagi hingga membuat aku agak kesulitan untuk bernafas.

''Tu-tunggu Akutsu, AKU MENYERAH, AKU MENYERAH!!. ''

''Eh, tunggu dulu, kamu barusan bilang apaan sih, aku ga bisa denger loh. ''

Jangan pura-pura tidak dengar woe!!.

Bukanya melepeskanku saat mengatakan aku sudah menyerah, dia malah tetap mengencangkan kakinya disekitar leherku, bahkan saat aku sudah berucap menyerah dengan sebuah teriakan melengking yang tidak jantan.

Setelah beberapa saat teriakan terjadi, dia baru mulai melepaskan kunciannya padaku hingga membuat tubuhku merosok kelantai dan tetap membiarkannya berada tetap di kasur.

Karena mungkin dia kecewa karena kekalahanku yang menyedihkan, dia langsung merebahkan tubuhnya. Meninggalkanku yang kini mulai meratap dengan kedua kakiku yang tertekuk kedepan dada.

Seorang perempuan yang tidak kuharapkan aku ajak ngobrol dan bertegur sapa, kini malah mulai mencoba tidur dikasur nyamanku.

Kalau cewek yang normal sih aku tidak masalah, tapi yang ini kewarasannya tidak baik bagi kesehatan mentalku!!.

Jika ada seseorang yang mengetahui bahwa dia ada disini, katakanlah jika dia cowok, maka mungkin dia akan bilang begini.

''Lu apain Cewek gua hah!?, sini ikut ke warung ma nining!. ''

Sambil menatapku dengan sangar dan Akutsu yang malah nyengir meledekku.

''Jangan jadi lembek, bahkan dunia ini bukan tandingan bagimu , apalagi keroco yang bertebaran di jalanan. ''

Ugh, jangan mengontaminasi pikiran suciku sialan!!.

''Hei, aku hanya mengatakan sebuah kebenaran yang valid. ''

''Kuledakan juga pantat berbulumu itu dengan Rasenshuriken. ''

''Oke aku akan diam. ''

Kurama mulai terdiam, karena dia sudah merasakan bagaimana hal itu terjadi, dan percayalah pantatnya teraza perih untuk digaruk, dan itu masih terasa dalam beberapa minggu kedepan.

Merasakan sebuah tarikan lembut dari bajuku, aku mulai menatap Akutsu yang matanya menatapku dengan sayu.

''Ah.. Aku ngantuk nih...''

''Makanya pulang sana oi!!. ''

''Karena ini sudah larut malam, jadi aku akan menginap saja disini, boleh ga?, hanya untuk malam ini saja. ''

Tatapan sayu dari Akutsu malah membuatku sedikit merona, dan dia mulai menutup matanya untuk tidur yang damai.

Karena dia tidak memakai selimut untuk menutupi tubuhnya, aku bisa melihat beberapa kulit putih yang sehat.

''Terkamlah dia, mumpung lagi tidur. ''

Lalu pikiran setan -Kurama- mulai menghampiri pikiranku.

Mataku berkedut karena kesal.

''INI TIDAK BAIK BAGI KEWARASANKUUU!! ...''.


T. B. C