FAREWELL

Mobile Legends: Bang Bang © Moonton

Farewell © Reinata

Genre: Romance, Angst.

Pairing: Aamon x Natan.

Summary: Aamon tahu, saat inipun hatinya masih berduka. Untuk apa air mata yang diam-diam mengalir itu? Kehangantan yang sempat dirasakannya, perlahan kembali direnggut oleh goresan takdir sang pencipta.

Song: ツキミソウ - Novelbright.


Senja yang menyelimuti kastil Aberleen kali ini terasa dipenuhi oleh cahaya lembut dan hangat. Sebuah berkah yang jarang sekali terlihat di wilayah Avalor, bagian selatan dari kekaisaran Moniyan yang selalu dikelilingi kabut tipis.

(Apakah ini yang disebut dengan kebahagiaan?)

Dunia yang terpantul dari sepasang manik biru itu, satu persatu tampak bercahayaーseolah ikut bersorak demi menyemangati sang kepala keluarga Paxley yang saat ini sedang merasa bimbang, dihancurkan oleh sebuah kenyataan pelik di depan mata.

(Tenang..)

Formalitas berusaha dia tanggalkan, sambil terus berpura-pura menyembunyikan isi hatiーrasa sesak di dada yang telah lama membeku; perpaduan antara duka dan penyesalan.

Pahit.

Aamon tahu, hatinya masih terlalu lelah untuk kembali menghadapi sebuah perpisahan. Meratapi kesepian tak berujung yang enggan terucap dari balik bibir.

(Jangan pergi!)

Berbeda dari kenyataan yang ada, sang duke Paxley tampak tetap tenang menemani tamunya yang kini bersiap untuk pulang di gerbang utama.

Kembali ke kampung halamannya di Eruditio. Di masa depan.

"Tuan Natーmaksudku Natan, terimakasih untuk bantuanmu selama ini.."

Lantas jemarinya terulur, menggantung sebentar di udara; menunggu sang lawan bicara untuk ikut berjabat tangan, bertukar afeksi semu yang menyalurkan setitik kehangatan di ujungnya, saat spasi yang tercipta diantara keduanya kian memudar.

.

Jika dapat memutar waktu dan kembali lagi ke hari itu. Aamon ingin mengatakannya lebih awal..

(Aku mencintaimu)

Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Dia tidak boleh melemparkan kata-kata egois.

Tidak untuk saat ini.

Keduanya telah memiliki tanggung jawab berbeda yang harus dipikul masing-masing.

(Tetaplah bahagia, Natan)

Jarum jam seolah berhenti sebentar, bersamaan dengan ulas senyum hangat milik sang penjelajah waktu yang kini terpoles di bibir, "Senang dapat bekerjasama denganmu, Aamon."

Bahkan di momen terakhir sekalipun, Aamon dan Natan tetap memilih jalan yang berbeda.

Detik berikutnya, mesin waktu di belakang punggung sang penjelajah waktu itupun terdengar berdengung saat menyala; berpendar dengan cahaya putih-kekuningan, sebelum sebuah portal waktu terbuka di hadapannya.

(Bahkan, aku tak sanggup untuk menggapaimu saat ini..)

Tak dapat jujur hingga akhir. Aamon hanya mampu bergeming menatap punggung Natan yang kian menjauh.

Bibirnya tampak terkatup sebentar, saat menangkap sebuah lambaian tangan diberikan ke arah sosok sang duke Paxley; seolah kehilangan kemampuan untuk berbicara, kini lidahnya terasa kelu.

Ada sebuah perasaan sesak yang kembali menyeruak di dada.

"Selamat tinggal, Natan."

.

(Meski sepertinya aku belum bisa menjadikan dirimu sebagai kenangan)

End.


Aaaaaa, maaf kalau pendek! Saya memang nggak jago kalau harus bikin cerita yang panjang-panjang, apalagi setelah hiatus nulis (T ^ T)

Biar lebih ngena, disarankan baca oneshoot ini sambil dengerin lagunya Novelbright yang di atas tadi ya. Jangan lupa tinggal jejak berupa komentar kalau kalian berkenan ( の •̀ ∀-)و