Guildmasters

Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

DXD adalah milik Ichiei Ishibumi

"Bersiaplah Ishiki."

Nanadaime Hokage Uzumaki Naruto kini tengah berhadapan dengan salah seorang Otsusuki dimana Ia mengancam keselamatan seluruh umat manusia dengan mengulangi apa yang ingin diperbuat oleh Kaguya yaitu mendirikan kembali Shinjuu dan mengambil buah Chakra.

"Jangan sombong kau Rubah!!! "

Ishiki terlihat sangat geram mendengar perkataan itu, bagi Ishiki sendiri tertahan oleh mahluk fana seperti lawannya ini merupakan salah satu aib yang memalukan, keluarga Otsusuki adalah keluarga para dewa kenapa dirinya harus tertahan seperti ini melawan mahluk fana sepertinya?

"Naruto kau harus cepat, Baryon Mode tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. "

sebuah suara berat memberi tahu Naruto agar menyelesaikan ini dengan cepat, Naruto sendiri sedang dalam Mode Baryon, sebuah mode yang sangat berbahaya dan dapat membuat seseorang mati, meski cara kerja nya berbeda dengan Shiki Fujin tetapi tetap saja memiliki efek yang serupa yaitu kematian penggunanya.

"Aku mengerti. "

*Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh*

adu tinju terjadi, Ishiki coba untuk melakukan uppercut kepada Naruto namun Naruto berhasil menangkis nya dengan sikunya kemudian Naruto berupaya melakukan Counter Attack dengan melakukan tendangan namun tendangan itu terlalu jelas sehingga mudah untuk ditahan Ishiki menggunakan pergelangan tangan.

*sret tep swuuush*

mereka berdua mengambil jarak satu sama lain sebelum mereka melesat untuk saling menyerang satu sama lain.

*Duarrrr*

sebuah bunyi ledakan dari hempasan angin yang Naruto lakukan ketika Naruto mencoba untuk melakukan sebuah tinju kepada Ishiki namun cukup disayangkan tinju itu gagal karena Ishiki menghindar dengan cukup lihai.

"Tch."

"Aku tidak menyangka ada mahluk fana yang memiliki kekuatan seperti ini tetapi inilah akhirnya. "

Ishiki mengeluarkan sebagian besar Chakra untuk membentuk bola kecil pada tangannya dimana terlihat bola itu seperti menghisap segalanya.

"Naruto hindari itu! "

Kurama memberikan perintah, tentu Naruto sudah merasakan hal yang aneh terhadap bola itu dan peringatan dari Kurama sudah cukup membuktikan kalau bola itu berbahaya.

*Srrrrrng*

dapat terlihat ditangan kanan Naruto terbentuk sebuah Bola spiral yang kita kenal sebagai Rasengan.

"aku merasa daya hidup Ishiki tidak lama lagi, jadi aku akan bertaruh. "

ujar Naruto sembari tersenyum getir, rasanya aneh dia bahkan belum pernah bertaruh dalam judi namun pada kesempatan ini dia malah bertaruh pada sebuah pertaruhan yang tidak menguntungkan baginya.

"haha ini memang seperti dirimu, baiklah aku akan melihatnya, tunjukkan bagaimana akhir hidup Mu Naruto!! "

ujar Kurama penuh dengan semangat seperti layaknya seorang Ksatria yang akan pergi ke pertempuran terakhirnya atau seperti komandan yang tahu dia akan mati pada Perang kali ini.

"Ou!! "

Sementara itu Ishiki hanya tersenyum ia seperti melihat kebodohan dari lawannya sehingga Ishiki melakukan Shunsin ke sebelah Naruto.

"Event Horizon! "

"Rasengan! "

dua tehnik yang sama-sama dilancarkan tepat mengenai telak baik Naruto maupun Ishiki.

Naruto Pov*

semuanya gelap tidak terasa sesuatu apapun, ini layaknya aku berada didalam peti mati, aku tidak bisa bernafas.

seolah-olah tubuhku ditimpa beban yang berat yang membuat diriku tidak bisa bergerak ataupun melakukan sesuatu.

apakah ini kematian?

jika ya ternyata kematian benar-benar buruk, membuat tubuh mu terasa tidak bisa bergerak terasa sesak dan tidak terasa nyaman, tapi ada satu perasaan lega yang muncul dalam hati.

ini bukan tentang diriku, aku lega karena sebisa mungkin aku menghabisi daya hidup Ishiki, sisanya aku yakin Sasuke bisa mengatasinya selain itu dia adalah satu satunya orang yang bisa menang melawan ku loh jadi aku yakin pada kemampuan nya.

"detak jantung berhasil kembali, kita bisa mendapatkan pasien kembali. "

sebuah suara samar terdengar.

"pasien menunjukkan gejalan akan sadar. "

"berikan dia bius lagi, oprasi tidak bisa berhenti karena dia sadar. "

terdengar seperti sebuah medan perang lagi bagi ku yang mendengarnya.

kemudian kesadaran ku kembali akan menghilang namun kali ini terasa lebih nyaman dan terasa seperti aku akan tertidur.

Naruto Pov End*

sementara itu diruang tunggu rumah sakit terlihat seorang pria tua dengan pakaian Tuxedo nya ditambah dengan warna rambut belang pirang hitam sedang duduk menunggu.

"Pria pirang itu siapa? " dalam hati pria itu kebingungan karena ia melihat Naruto yang tiba-tiba muncul dari sebuah lubang hitam yang entah muncul dari mana.

"Azazel-sama."

terlihat seorang gadis dengan rambut pink twintail ditambah pakaian militer muncul didepan pria dengan tuxedo itu.

"ada apa Stella? "

tanya Azazel dengan nada bingung.

"Saya merasakan sebuah kekuatan besar dekat anda tadi apakah anda baik-baik saja? "

tanya Stella dengan nada khawatir kepada Azazel.

"maa tenang saja lagipula aku ini gubernur malaikat jatuh jadi tidak perlu mengkhawatirkan ku. " ujar Azazel dengan nada serius.

"namun untung kamu kesini, aku punya tugas untuk mu Stella. "

ujar Azazel dengan nada serius.

"baik."

Stella mendengarkan sembari menatap Azazel dengan wajah serius.

"pergilah cari informasi tentang pria didalam. " ujar Azazel sambil melihat kearah Stella.

"baik Azazel-sama. "

kemudian Stella pergi darihadapan Azazel dengan menggunakan sihir teleportasi tentu setelah memastikan diri hanya ada dia dan Azazel disana.

"Siapa kau pirang, aku merasa kau bisa menjadi pecahan untuk menyatukan 3 fraksi. "

ujar Azazel sembari masih menunggu kapan Pria pirang yang baru saja ia bawa kerumah sakit sembuh dulu.

beberapa hari kemudian*

Naruto membuka matanya dan yang ia lihat adalah langit-langit yang tidak asing baginya, langit-langit rumah sakit adalah sesuatu yang tidak asing baginya apalagi bagi dirinya yang sudah sering dirawat di rumah sakit.

"hmm kau sudah sadar yah, tunggu ku panggilkan dokter dulu. "

Naruto melihat kearah Azazel sembari menatap nya aneh, ia tidak memiliki ingatan kalau dia mengenal seseorang dengan rambut disemir setengah-setengah.

Naruto memandangi kepergian Azazel dengan wajah heran sekaligus waspada karena ia merasakan kekuatan yang cukup besar dari Azazel.

"Naruto akhirnya kau bangun juga. "

Kurama mulai bersuara membuat Naruto menghela nafas.

"ya."

jawab Naruto singkat.

"Berhati-hatilah pada pria itu, dia memiliki kekuatan yang besar, bahkan jika kita melawannya mungkin akan sangat sulit untuk memenangi pertarungan. " ujar Kurama lagi.

"ya, aku juga merasakan kekuatan pria itu, dimana itu sama sekali tidak normal bagi seorang manusia memiliki kekuatan sebesar itu, bahkan para kage saja tidak memiliki kekuatan mentah sebesar itu. "

ujar Naruto lagi, kemudian datanglah Azazel bersama seorang dokter.

"hmm keadaan mu sudah cukup bagus, mungkin besok kamu sudah bisa pulang. "

ujar dokter setelah selesai melakukan pemeriksaan kepada tubuh Naruto.

Naruto hanya menghela nafas, tentu ia sudah sembuh dengan adanya Kurama didalam tubuhnya dia bisa sembuh dengan cepat seperti seorang manusia super.

sekeluarnya dokter dari tempat itu suasana tiba-tiba menjadi berat sebuah suasana canggung yang terjadi antara dua orang pemimpin ini, yang satu adalah Pemimpin dari desa Konoha sekaligus sebagai pahlawan perang dan salah satu ninja terkuat sementara dilain sisi ada gubernur Malaikat jatuh dimana Namanya saja sudah cukup untuk menggentarkan dunia bawah.

"jadi kau ini apa?

tiba-tiba Azazel membuka pertanyaan dengan nada sedikit dingin dan tentu ada intimidasi di masukkan disana.

" sebelum kau menanyakan seseorang bukankah sopan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. "

ujar Naruto tidak mau kalah sembari mengeluarkan intimidasinya juga hal itu membuat ruangan menjadi sangat dingin.

"begitukah cara bicara mu pada penolongmu?"

tanya Azazel dengan nada sedikit sarkas kepada Naruto.

"aku tidak merasa ditolong. " ujar Naruto membalas.

"tch baiklah kau menang, aku Azazel gubernur Malaikat jatuh. "

mendengar jata malaikat jatuh membuat Naruto memicingkan matanya.

"aku tidak sedang bercanda, malaikat jatuh tidak seharusnya ada di dunia ini Ttebayo. " ujar Naruto dengan nada dingin.

"kenapa tidak boleh ada? "

tanya Azazel dengan nada sedikit bertanya meremehkan.

"apakah ada alasan kalau malaikat jatuh tidak boleh ada di dunia? "

tanya Azazel lagi.

"tentu saja karena dunia ini dimiliki oleh manusia mahluk mitos seperti malaikat jatuh, iblis tidak seharusnya ada di dunia ini. "

ujar Naruto serius.

bugh*

Terlihat sebuah perempatan pada kening Azazel yang menandakan Azazel terlihat marah mendengar perkataan dari Naruto.

"kau tidak boleh menyangkal keberadaan dari suatu mahluk. "

ujar Azazel kemudian dia sedikit menghela nafas panjang.

"Dia benar Naruto, seperti kamu lupa tentang aku maupun Otsusuki. "

ujar Kurama dari dalam tubuh Naruto, Naruto hanya menghela nafas entah kenapa tiba-tiba dia menjadi kekanakan.

"Maaf karena menyangkal mu. " ujar Naruto dengan nada pelan, tentu ia sudah biasa melakukan apa yang disebut permintaan maaf apalagi sejak Boruto suka usil mencoret-coret patung hokage.

"maa aku juga minta maaf karena sudah memukul mu. " ujar Azazel dengan nada santai.

"baiklah kembali ke topik, bisa kamu perkenalkan dirimu? "

tanya Azazel lagi.

"Nanadaime Hokage Uzumaki Naruto, Hokage dari desa Konoha. "

ujar Naruto dengan nada santai.

"aah jadi itulah kenapa kau memakai jubah dengan tulisan Nanadaime, tapi Konoha itu dimana, dan Hokage itu apa? "

tanya Azazel lagi.

"Hmm kamu tidak tahu konoha? "

tanya Naruto agak terkejut, bagaimana bisa dia tidak terkejut, sebuah desa yang melakukan peranan paling besar dalam perang dunia ninja tidak diketahui oleh nya?

"baiklah Konoha itu berada di timur disebelah timur berbatasan dengan Iwagakure. " ujar Naruto lagi.

sementara itu Azazel masih bingung.

"setahu ku tidak ada yang namanya Iwagakure atau Konoha, karena yang ada hanya Eropa, Asia, Amerika, dan lain-lain. "

ujar Azazel lagi.

"hah? "

"Hmm apakah ini berarti aku pindah dimensi? "

gumam Naruto dengan nada sedikit bingung tentu ini adalah sesuatu yang langka dimana ada seseorang yang berhasil melakukan sesuatu yang bernama pemindahan dimensi.

"Event Horizon kah? "

gumam Kurama mengingat tehnik yang dilakukan Ishiki kepada Naruto pada saat pertarungan itu.

Naruto yang mendengar itu langsung menggertakkan giginya sepertinya memang itu yang menyebabkan Naruto berpindah ke dimensi lain.

"aku harus segera kembali. "

ujar Naruto ketika mengingat kalau Ishiki masih berada di dunia ninja berarti akan sangat berbahaya dan tugasnya sebagai Hokage masih lah belum selesai, selama dia masih hidup dia adalah Hokage.

"bagaimana kau akan kembali? "

tanya Azazel dengan nada heran, sepertinya Azazel juga paham kalau Naruto masih memiliki tanggung jawab yang belum selesai di dunianya tapi dilain sisi Azazel juga tidak ingin kehilangan kesempatan membuat orang sekakiber Naruto berada didekatnya dan menjadi orang terpercaya nya.

"itu... "

terlihat Naruto menggertakkan giginya, dia tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali, dia ingin kembali masih banyak yang membutuhkannya, jika saja ia mati pada pertarungan itu mungkin dia tidak akan kepikiran begini.

"bagaimana jika begini, bekerjalah pada ku, aku akan membantu mu kembali. " ujar Azazel melakukan negosiasi.

tentu ini adalah salah satu keahlian yang dimiliki oleh Azazel.

"bagaimana kau akan membantu ku kembali? " tanya Naruto dengan nada serius.

sementara itu Kurama menyimak sambil mengeluarkan killing intents yang cukup besar.

"dengan Sacred Gear, aku ini seorang peneliti Sacred Gear dan dengan itu aku akan mencari Sacred Gear dengan kekuatan melakukan teleportasi, dan berdasarkan teori harusnya aku bisa mengirimkan kau kembali ke dunia mu. " ujar Azazel dengan nada serius.

sementara itu Naruto cukup peka dengan kejujuran dan kebohongan hal itu membuat Naruto paham kalau Azazel tidak berbohong.

memang Azazel tidak berbohong meski begitu hampir mustahil mencari nya, sebuah Sacred Gear kelas dewa yang memiliki kemampuan seperti itu, jadi dapat dipastikan Naruto akan bekerja padanya cukup lama.

"jadi kau ingin aku melakukan apa? "

tanya Naruto dengan nada serius, tentu dia harus berpikir, jika itu melukai manusia yang tidak bersalah tentu dia harus menolaknya, melakukan hal itu bukan seperti dirinya.

"aku ingin kamu menjadi Guildmaster. "

ujar Azazel sembari tersenyum memperlihatkan sebuah buku berisi tentang catatan.

"Guildmaster? "

sembari Naruto melihat buku itu berisi orang-orang dengan kemampuan yang ingin direkrut.

"ya, aku ingin kamu memimpin sebuah Guild yang bisa digunakan untuk misi dari fraksi supranatural. "

ujar Azazel dengan nada serius.

"Coba jelaskan dulu, apa tujuan panjang dari Guild, dan juga kenapa 3 fraksi? "

ujar Naruto dengan nada serius.

"baiklah sebelum itu aku akan menjelaskan sedikit tentang 3 fraksi. "

"Fraksi pertama adalah fraksi iblis dimana fraksi ini ada dari kegelapan, kemudian ada Fraksi Angels atau malaikat dimana Fraksi ini dibuat dari cahaya yang sifatnya sangat berbeda jauh dengan kegelapan, dan Fraksi Fallen Angels atau malaikat jatuh, mantan malaikat yang jatuh kedalam kegelapan. jauh sebelum saat ini fraksi malaikat jatuh yang dulu dipimpin oleh Arasel berperang melawan fraksi iblis karena untuk menguasai wilayan di dunia bawah, peperangan itu terus berlangsung sampai perang dua fraksi itu menyinggung dunia manusia, God dalam Bible yang mengetahui itu memerintahkan malaikat untuk terjun ke medan peran untuk melakukan mediasi atau pendamaian antara malaikat jatuh dan iblis, namun dengan pihak-pihak lain seperti God Of Olympians, God Of Asgard, Serta dewa dewa dalm berbagai Mitologi membuat Great War menjadi rumit, puncaknya sampai menyinggung Tiga Naga dengan kekuatan super besar Great Red, Ophis dan Trihexa, kekuatan tiga naga itu tidak main-main meluluhlantakkan medan perang itu puncak nya God Of Bible berhasil menyegel Trihexa dan perang berhasil berhenti karena gencatan senjata. "

ujar Azazel menjelaskan tentang tiga fraksi.

"kemudian tentang pertanyaan mu inj tentu jawabannya hanya satu, demi mencapai dunia yang damai tanpa peperangan Guild itu dibentuk tentu untuk membantu bagi masing-masing fraksi namun membantu dalam hal ini yaitu jika sesuatu yang terlalu gawat seperti sesuatu yang bisa memicu perang lagi, dan tentu tidak perlu kujelaskan kenapa kau memerlukan orang-orang itu bukan? " tanya Azazel dengan nada santai

"jadi bagaimana apa kau setuju? "

tanya Azazel dengan nada sedikit semangat.

"tidak perlu kau tanyakan lagi. "

TBC

halo balik lagi bareng saya, nah saya bikin fic ini dan tidak melanjutkan fic lain karena pc lagi bermasalah dan data fic di sana, jadi ketika pc sudah bagus dan mood ada saya bakal up kok

Stella Appereance look Stella Vermillion In Rakudai Kishi On Cavalry

Arasel Apoereance Look Kurogane Ikki In Rakudai Kishi

oke sekian Adios!!