Title : The Great Magician in Magic School

Crossover : Naruto X Mahouka Kokou no Rettosei

Disclaimer : Naruto dan Mahouka bukan punya saya

Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll

Rate : M (jaga – jaga)

Saga : First Year

Arc : New Student


Chapter 1 : Magic High School


Sihir.

Hasil dari dongeng yang secara sistematis menjadi teknologi nyata pada abad ke-21.

Karena penurunan iklim secara drastis pada tahun 2030, terjadi penurunan sumber makanan. Sumber energi sering kali diperebutkan, sehingga pada 2045 terjadi Perang Dunia III yang memakan waktu 20 tahun. Populasi menurun drastis menjadi 3 miliar jiwa.

Penyebab perang ini tidak berlanjut menjadi perang termonuklir adalah karena solidaritas ahli mekanik sihir sedunia. Dan pada akhir abad ke 21, dalam keadaan yang rapuh, setiap negara bersaing dan berlomba – lomba untuk mengembangkan sihir.


Naruto's POV

Namaku Namikaze Naruto. Aku adalah penyihir. Ya, sebut saja seperti itu. Aku tinggal bersama dua adik angkatku. Aku diangkat oleh Keluarga Shiba dan menjadi bagian dari keluarga mereka. Meski begitu, ibu mereka berasal dari Keluarga Yotsuba yang terkenal itu.

Kembali ke diriku, aku menjadi anak angkat keluarga Shiba sejak aku duduk di bangku SD. Bersama adik laki – lakiku, yang seumuran denganku, Shiba Tatsuya, kami menjadi anggota pasukan khusus JDF. Selain itu, kami menjadi ahli mekanik yang hebat. Dia bernama Taurus Silver, sedangkan aku Golden Kitsune. Meskipun Tatsuya sendiri hanya menjadi Silver saja, kalian akan mengerti nanti.

Baiklah, sekian dulu pengenalan tentangku.

Naruto's POV end


SMA Pertama, Hachioji, Tokyo. 3 April 2095

" Gladi resik untuk upacara penerimaan siswa baru akan segera dimulai, semua pihak yang terlibat dimohon untuk berkumpul di aula. " Terdengar suara yang memanggil semua pihak yang bersangkutan melalui speaker.

" Aku tidak bisa menerimanya. Mengapa Onii-sama dan Naruto-nii menjadi cadangan? Padahal kalian berdua mendapatkan nilai terbaik saat ujian masuk. Seharusnya bukan aku yang berhak, tapi Onii- "

" Miyuki, keterampilan sihir memberikan nilai yang lebih besar daripada nilai teori. Kami masih bisa dibilang beruntung berada di SMA Pertama, meskipun hanya menjadi cadangan. " Ucap seseorang berambut hitam kepada perempuan yang bernama Miyuki

" Mengapa Onii-sama menjadi orang yang mudah dimanfaatkan? Padahal tidak ada yang bisa menandingi Onii-sama, bahkan dalam sihir... " Ucap Miyuki

" Itu sudah cukup, Miyuki. " Ucap pemuda berambut pirang. " Mengeluh juga percuma saja. " Ucapnya melanjutkan

" Apa kau sudah mengerti? "

" Ma-Maafkan aku. " Ucap Miyuki

" Kau selalu marah demi kami, itu membuat kami senang. " Ucap si Onii-sama sambil mengelus kepala Miyuki

" Sudahlah, Tatsuya. Hentikan itu. Kalian membuatku malu. " Ucap si pemuda pirang alias Namikaze Naruto.

" Miyuki, baik aku maupun Naruto, kami berdua menantikan dirimu untuk berpidato. Melihatmu melakukan itu sudah cukup untuk membuat kami bangga. " Ucap Tatsuya

" Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu, Onii-sama, Naruto-nii. " Ucap Miyuki kemudian pergi dari sana menuju aula.

" Baiklah. Kalau begitu, aku akan pergi berkeliling. " Ucap Naruto lalu pergi meninggalkan Tatsuya

" Baik. Aku mengerti. "

.

.

Naruto berjalan mengelilingi sekolah. Tampak Naruto menggunakan seragam SMA Pertama tanpa emblem bunga yang menjadi logo sekolah, menandakan Naruto merupakan murid tingkat kedua. Tampak di tangan kiri Naruto terdapat sebuah sarung tangan hitam. Sarung tangan itu sebenarnya cukup panjang karena menutupi dari telapak tangan sampai ke siku, namun itu tertutupi oleh blazer lengan panjang yang ia gunakan.

Tampak Naruto berpapasan dengan dua murid perempuan. Naruto bisa melihat kedua siswi itu merupakan murid tingkat pertama.

" Hei, bukankah cowok itu Weed? "

" Datang sepagi ini? "

" Ternyata ada juga yang bersemangat meskipun hanya jadi cadangan. "

'Aku datang lebih cepat hanya untuk mengantarkan adik angkatku dan kakaknya. Dan juga mendengarkan omelan dan keluhannya saja.' Batin Naruto sambil menghela nafas.

" Apa kau murid baru? Apa ada yang bisa kubantu? " Terdengar suara perempuan yang lembut berbicara pada Naruto.

'Senpai dari Bloom, ya.' Batin Naruto. " Tidak. Tidak ada apa – apa. " Ucap Naruto yang sedikit terpotong karena melihat CAD di tangan perempuan itu.

CAD. Singkatan dari Casting Assistant Device. Sebuah alat yang digunakan oleh penyihir untuk merapal matra. Ada banyak bentuk CAD tergantung sihir yang digunakan. Ada yang berbentuk seperti smartphone, konsol, bahkan pistol. Namun, yang paling umum digunakan adalah berbentuk gelang. Selain praktis dan mudah dibawa, CAD berbentuk gelang juga membuat penggunanya tampak lebih modis.

" Begitu, ya. Aku adalah Ketua OSIS. Namaku adalah Saegusa Mayumi. Tulisannya 'nanakusa', tapi dibaca 'saegusa'. Senang bertemu denganmu. " Ucap perempuan itu dengan senyuman manis.

" Aku... Namaku Namikaze Naruto. "

" Namikaze Naruto-kun... Begitu. Jadi kamu, ya... "

" Kaichou! Gladi resik akan segera dimulai! " Tiba – tiba terdengar suara perempuan lain memanggil si ketua OSIS. " Apa aku mengganggu kalian berdua? " Tanya perempuan itu saat melihat Naruto.

" Tidak. Saya undur diri dulu. " Ucap Naruto lalu pergi

'Dia pasti canggung karena berbicara denganku yang merupakan ketua OSIS. Selain itu... Namikaze Naruto-kun... entah mengapa aku tidak asing denganmu...'


Satu jam berlalu dan upacara akan segera dimulai. Naruto masuk ke dalam aula untuk mengikuti upacara penerimaan siswa baru.

Saat menuju tempat duduk yang disediakan, tampak para murid tingkat satu duduk di barisan depan sementara murid tingkat dua duduk di barisan belakang.

'Mereka yang duduk di depan adalah Bloom, sedangkan yang di belakang adalah Weed. Begitu, ya. Tidak ada orang yang lebih peduli dengan diskriminasi selain korban diskriminasi tersebut.' Batin Naruto

Kemudian Naruto melihat Tatsuya duduk bersama dua orang perempuan.

" Tatsuya. "

" Naruto. "

Naruto langsung duduk di kursi sebelah Tatsuya.

" Perkenalkan, namaku Shibata Mizuki. " Ucap perempuan berkacamata yang duduk di sebelah kiri Tatsuya

" Dan namaku Chiba Erika. " Ucap perempuan yang duduk di sebelah kiri Mizuki

" Namaku Namikaze Naruto. Salam kenal, Shibata-san, Chiba-san. "

" Panggil saja aku dengan Erika. Apa aku boleh memanggilmu Naruto. "

" Tidak masalah, Erika. "

Dan kemudian upacara dimulai.

.

.

" Tatsuya, Naruto, apa kau mau melihat kelas kita? " Tanya Erika

" Maaf, aku harus menemui adikku. "

" Apakah adikmu itu Shiba Miyuki, perwakilan kelas yang akan datang? "

" Ya, begitulah. "

" Sebenarnya, aku adalah kakak mereka berdua. " Ucap Naruto

" Benarkah? Tapi kau tidak mirip dengan mereka, selain itu margamu juga berbeda. " Ucap Erika

" Itu karena aku adalah kakak angkat mereka. " Jawab Naruto

" Begitu, ya. "

" Onii-sama, Naruto-nii! " Terdengar Miyuki berjalan menuju Naruto dan yang lainnya. " Terima kasih sudah menunggu. "

" Kau cepat juga, ya. " Ucap Tatsuya

Kemudian mereka melihat Mayumi, sang ketua OSIS dengan laki – laki berjalan di belakang Miyuki.

" Kon'nichiwa. Kita bertemu lagi, Namikaze-kun. " Ucap Mayumi yang membuat terkejut laki – laki yang bersamanya.

" Ya. Senang bertemu denganmu lagi, Kaichou. " Ucap Naruto dengan sopan.

" Miyuki, apakah urusanmu dengan OSIS sudah selesai? " Tanya Tatsuya

" Ya, berada di dekat OSIS membuatku sedikit risih. " Ucap Naruto

" Tidak masalah. Yang kami lakukan hari ini hanyalah perkenalan. Miyuki-san, kami akan menjelaskan rinciannya lain kali. Kamu juga, Shiba-kun, Namikaze-kun. Mari berbincang – bincang lagi lain kali. " Ucap Mayumi lalu pergi

" Kaichou... " Ucap laki – laki itu lalu melihat Naruto dengan tatapan permusuhan. Naruto sedikit membalas tatapan laki - laki itu dan membuatnya sedikit terkejut.

'Laki – laki itu menjengkelkan' Batin Naruto.


Keesokan harinya.

Saat ini Naruto dan Tatsuya sedang berlomba lari menuju kuil tempat latihan mereka, sementara itu tampak Miyuki menggunakan sebuah sepatu roda. Kemarin malam, Naruto sempat dibuat kesal karena ke-brocon-nan Miyuki yang kambuh karena Onii-sama-nya tidak mendapatkan ucapan dari ayah dan ibu tiri mereka. Tapi untungnya, mereka berdua berhasil menyelesaikan permasalahan mereka.

Dan saat mereka sampai di kuil, Naruto dan Tatsuya langsung dikeroyok oleh para murid di kuil itu. Itu adalah latihan untuk mereka berdua. Dan kemudian mereka berdua langsung menyerang guru mereka, Kokonoe Yakumo. Ini sudah menjadi rutinitas mereka.

.

SMA Pertama, kelas 1-E

Saat ini Naruto dan Tatsuya sedang sibuk dengan urusan mereka masing – masing.

" Shiba-kun, Namikaze-kun, apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya Mizuki

" Mengkonfirmasi kurikulum dan mendaftar kelas. " Ucap Naruto

" Itu cepat sekali. " Ucap dua orang pemuda di hadapan mereka.

" Ah, maaf sudah mengganggu. Sudah jarang sekali ada orang yang menggunakan keyboard untuk memasukkan data. " Ucap pemuda itu.

" Pasti akan cepat kalau sudah terbiasa. "

" Begitu, ya. Namaku Saijo Leonhart. Panggil saja aku Leo. Aku mengkhususkan diri dalam sihir penguatan. "

" Dan aku Victor Wiharja. Panggil saja aku Victor. Aku sendiri ahli dalam sihir pertahanan. "

" Namaku Shiba Tatsuya, kau bisa memanggilku Tatsuya. "

" Dan aku Namikaze Naruto. Kalian bisa memanggilku Naruto. "

" Lalu, apa sihir khusus kalian? "

" Kami tidak ahli dalam praktek, jadi kami ingin menjadi ahli mekanik. " Ucap Tatsuya

" Begitu, ya. "

" Ngomong – ngomong, Victor, apa kau dari luar Jepang? Namamu memiliki penempatan marga yang berbeda dengan yang lainnya. " Ucap Leo

" Ya. Aku dari Indonesia, salah satu negara di Asia Tenggara. "

" Maksudmu dari League of Southeast Asia Nations? "

" Ya, begitulah. "

Dan kemudian bel berbunyi dan kelas dimulai.

.

.

Istirahat makan siang

Saat ini Naruto dkk sedang menikmati makan siang.

" Tunggu sebentar, mengapa kita makan siang bersama? " Tanya Leo

" Aku hanya ingin makan bersama Mizuki, Tatsuya-kun, Naruto-kun, dan Victor-kun. "

Sementara itu Naruto dan Tatsuya hanya bisa menghela nafas mereka saja.

" Onii-sama! " Terdengar suara Miyuki memanggil Tatsuya

" Ah, Miyuki. "

" Bolehkan aku bergabung? " Tanya Miyuki

" Tentu saja boleh, Miyuki. " Ucap Erika

" Hei, kalian! " Tiba – tiba terdengar suara laki – laki berbicara pada Naruto dkk. " Bisakah kalian memberikan tempat ini pada kami? "

" Hah? Apa maksudmu? " Tanya Erika yang kesal.

" Kalian para Weed hanyalah cadangan untuk kami, baik itu di kelas maupun kantin. Kalian harus memberikan tempat ini pada kami, para Bloom dan kalian tidak boleh menolaknya. "

" HAH!? " Leo yang juga kesal ikut berdiri.

" Siapa dia? Malaikat yang jatuh dari surga? " Tanya Naruto

" Ya, begitulah. Lagipula, malaikat yang jatuh dari surga adalah iblis, kan? " Balas Victor.

" Anu... " Miyuki mencoba untuk melerai laki – laki itu sebelum terjadi pertengkaran.

" Baiklah. Lagipula, aku juga sudah selesai. " Ucap Tatsuya lalu pergi

" Woy, Tatsuya! "

" Tatsuya-kun! "

" Ah, sudahlah. Ayo kita pergi. " Ucap Victor lalu pergi bersama dengan Erika, Mizuki, dan Leo.

Sementara itu Naruto masih berada di meja itu.

" Tunggu apa lagi, Weed? Teman – teman Weed-mu sudah pergi. "

Kemudian Naruto berjalan dengan tatapan dingin ke arah laki – laki itu. Kemudian dengan cepat Naruto seperti meraih sesuatu di depan wajah laki – laki itu dan membuatnya terkejut dan jatuh.

" Ada lalat. " Ucap Naruto sambil memperlihatkan lalat yang ia tangkap dan membuangnya ke tempat sampah.

" Sialan. DASAR WEED SIALAN! "


Sore harinya

Di depan gerbang sekolah, tampak pertengkaran sedan terjadi. Meskipun pertengkaran ini masih sebatas adu mulut, tapi banyak murid yang menonton pertengkaran itu.

" Sudahlah, menyerah saja! "

" Ada sesuatu yang ingin kami diskusikan dengannya! Itu saja! "

" Itu benar! Kami hanya butuh sedikti waktu darinya! "

" Onii-sama... Naruto-nii... "

" Tidak perlu minta maaf, Miyuki. " Ucap Tatsuya

" Ya... tapi... "

" Apa kalian tuli sehingga kalian tidak bisa mendengar kalau Miyuki-san ingin pulang dengan kakaknya? " Tanya Victor dengan sarkas

" Itu benar! Memangnya siapa kalian yang berani memisahkan Miyuki-san dan Tatsuya-san! " Ucap Mizuki dengan cukup keras

" Mizuki... apa maksudmu...!? " Tanya Miyuki yang malu

" Miyuki, sepertinya kau yang salah paham. " ucap Naruto sweatdrop

" Ini adalah masalah internal kelas 1-A. Jangan ikut campur dengan kami para Bloom, dasar Weed rendahan! "

" Bukankah kita semua ini adalah murid baru? Mengapa kalian merasa superior daripada kami? " Tanya Mizuki.

Ucapan Mizuki itu sudah cukup untuk memantik kemarahan dari para murid kelas 1-A dengan harga diri tinggi.

" Wah, ini buruk. " Ucap Naruto

" Apa kau ingin tahu seberapa unggul kami? "

" Sepertinya itu akan sangat menghibur. " Ucap Leo

" Mengapa kalian tidak menunjukkannya pada kami? " Ucap Victor

" Baiklah. Akan kutunjukkan pada kalian! Inilah seberapa unggulnya kami! "

Dengan cepat si murid 1-A mengeluarkan CAD berbentuk pistol dan bersiap merapalkan mantra ke arah Leo dan Victor. Di sisi lain, Victor memunculkan sebuah CAD berbentuk gelang yang langsung mengeluarkan sebuah pelat besi. Plat besi itu langsung berubah menjadi sebuah perisai.

" Wah, apa – apaan itu! Itu keren sekali! " Ucap Naruto dan Leo bersamaan.

Namun, sebelum Leo dan Victor menyerang si murid 1-A, muncul Erika yang langsung memukul tangan si murid kelas 1-A dengan CAD berbentuk tongkat kecil. Hal itu membuat CAD si murid kelas 1-A terpental dan jatuh ke tanah.

" Dalam jarak seperti ini, akan lebih cepat kalau kau menggerakkan tubuhmu, lho. " Ucap Erika

" Aku setuju denganmu, tapi apa kau juga ingin memukul tanganku? " Tanya Leo

" Tentu saja aku tidak akan melakukannya, hehehe... "

" Kau bohong, kan, Erika. " Gumam Victor yang mendengar tawa Erika

" Tidak masuk akal! "

" Dasar Weed rendahan! "

Tampak beberapa murid lain mulai merapal dengan CAD mereka masing – masing.

" Semuanya, cepat hentikan! " Ucap salah satu dari murid perempuan kelas 1-A. Kemudian dia langsung merapal sihir dengan CAD miliknya.

TAP

" Hey, jika kalian mau lanjut, aku bisa membunuh kalian dengan mudah, lho. "

Tiba – tiba muncul Naruto yang sudah berpindah ke belakang dua murid yang berniat menyerang dengan CAD mereka dan merangkul mereka berdua.. Tentu saja itu membuat mereka terkejut dengan Naruto yang tiba – tiba muncul di belakang mereka.

'Ba-Bagaimana bisa!?' Batin mereka berdua

Kemudian Naruto melihat ke arah perempuan itu.

'Sihir itu... sihir cahaya, ya. Tak masalah. Meskipun diluncurkan, harusnya tidak memberikan kerusakan apapun.' Batin Naruto yang bisa membaca rangkaian sihir.

Tiba – tiba muncul sihir lain yang meluncur ke tangan si murid perempuan dan membatalkan rapalan mantranya.

" Honoka... "

" Hentikan! Selain untuk pertahanan diri, sihir serangan akan dianggap sebagai aksi kriminal. "

" Aku adalah Watanabe Mari, ketua dari Komite Kedisiplinan. Aku akan mendengarkan alasan kalian semua. "

Ternyata yang muncul adalah Mayumi dan perempuan yang bernama Watanabe Mari, ketua dari Komite Kedisiplinan. Kemudian Tatsuya maju ke depan untuk berbicara dengan Mari.

" Maaf. Ini hanyalah permainan yang tidak sengaja kami lakukan. "

" Permainan? "

" Ha'i. Klan Morisaki terkenal dengan teknik cabutan mereka. Karena itu aku ingin dia memperagakannya untuk referensi di masa depan, tapi teknik itu tampak nyata dan kami semua keterusan. "

" Kalau begitu, apa kau bisa menjelaskan mengapa perempuan itu menggunakan sihir bertipe serangan? "

" Itu adalah mantra cahaya. Lagipula potensinya sudah tertekan. Benar bukan, Naruto? " Ucap Tatsuya

" Ya, begitulah. Selain itu, meskipun sihir itu dia luncurkan, sihir itu hanya akan memberikan efek silau selama beberapa detik saja dan tidak akan melukai siapapun. " Ucap Naruto yang membantu Tatsuya

" Begitu, ya. Kalian berdua punya kemampuan membaca rangkaian mantra. "

" Kami memang lemah dalam praktek, tapi kami pandai dalam analisis. "

" Sepertinya kalian juga pandai mencari alasan. " Ucap Mari sarkas

" Alasan? Tidak mungkin. Kami hanyalah murid Weed. Berbohong akan membuat nama baik kami semakin rusak. "

Miyuki segera maju untuk membantu kedua kakaknya. " Mohon maaf, ini hanya kesalahpahaman. Aku minta maaf karena sudah membuat banyak masalah. " Ucapnya sambil menunduk

" Sudahlah, maafkan saja, Mari. Naruto-kun, itu hanya untuk pengalaman saja, kan? "

" Ya... begitulah. "

" Bukan berarti murid dilarang saling mengajari, tapi penerapan sihir mengharuskan beberapa larangan rinci. Lebih baik untuk tidak melakukan apapun yang melibatkan sihir. "

" Ehem. Karena Kaichou sendiri sudah mengatakannya, aku akan memaafkan kalian kali ini. Pastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. " Ucap Mari. " Siapa nama kalian? "

" Kelas 1-E, Shiba Tatsuya. "

" Kelas 1-E. Namikaze Naruto. "

" Aku akan mengingatnya. " Ucap Mari lalu pergi bersama Mayumi

" Jangan harap aku berhutang budi pada kalian. "

" Tenang saja, kami tidak berniat membantu kalian saja. Kami hanya ingin membantu teman – teman kami. Anggap saja kalian cuma kecipratan saja. " Ucap Naruto

" Namaku adalah Morisaki Shun. Jangan pernah berharap aku mengakui kalian berdua. Shiba-sama seharusnya bersama dengan kami. "

" Lakukan sesukamu dan jangan ganggu kami. Aku tahu kalian hanya ingin berteman dengan Miyuki demi keuntungan kalian sendiri. " Ucap Naruto yang membuat Shun terkejut dan pergi dengan kesal bersama murid kelas 1-A lainnya.

" Onii-sama, bisakah kita pulang sekarang? "

" Ya, aku rasa kau benar. Ayo, Naruto. "

" Ya. "

" Anu... Namaku Mitsui Honoka. "

" Dan aku Kitayama Shizuku. "

" Mohon maaf untuk kejadian barusan. Terima kasih sudah melindungiku. "

" Tidak masalah. "

.

.

Setelah berkenalan, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan saling berbincang.

" Begitu, ya. Jadi Tatsuya-san yang menjaga CAD-mu tetap berjalan, Miyuki-san. "

" Ya, begitulah. Aku hanya bisa tenang jika Onii-sama yang melakukannya. "

" Selain itu, Naruto juga membantu. Dia itu lebih pintar daripada diriku. "

" Jangan seperti itu, Tatsuya. "

" Tapi, kalian tidak akan bisa melakukan itu tanpa pengetahuan bagaimana cara kerja OS. "

" Kalian memang hebat. "

" Lalu, Victor-san, apakah perisaimu itu CAD? " Tanya Mizuki

" Itu benar. Perisai ini dibuat oleh teman lama ayahku. Dia membuat ini berdasarkan Captain America dari MCU. Bedanya, perisai ini bisa dilipat untuk memudahkan pembawaannya. Selain itu, perisai ini juga bisa dilepas dan dilempar seperti bumerang. "

" CAD-mu tampak keren saat kau mengaktifkannya. " Ucap Naruto

" Ya, ini memang keren. Tapi sedikit aneh di Jepang. "

" Begitu... ya... "

.

.

.

TBC


Yo

bagaimana kabarnya

sudah sangat lama saya tidak update

.

ya, mohon maaf sebelumnya karena kesibukan kuliah dan banyaknya tugas kuliah.

Sebenarnya saya sudah but FF ini sampai chapter 3 dan saya baru bisa upload karena jarigan internet di kampusku kurang bagus.

.

ya, di sini kita melihat kalau Naruto adalah anak angkat dari keluarga Shiba. Di sini sudah cukup dibuka sedikit masa lalu Naruto.

Lalu, di sini saya menambahkan karakter OC yang akan bergabung dengan grub Naruto

Dan di sini saya sudah memutuskan pairing yaitu Naruto X Mayumi

.

baiklah

sekian chapter 1

sampai jumpa chapter depan