360 Recoil
Disclaimer :
-Naruto by Masashi Kishimoto
-Lycoris Recoil by Spider Lily and Asaura
Genre : Action, Adventure, Gun, dan lain-lain.
Rating : M
Warning : Gaje, Typo, Ancur, dan lain-lain.
Summary :
Kasus terorisme masih menghantui Kota Tokyo setelah insiden Menara Radio. Eksistensi DA serta Lycoris dianggap belum cukup untuk menanganinya. Bantuan pun datang dari dua badan intelijen internasional, SIS dan CIA. Bagaimana perjuangan Agent Hawk dan Agent Fox dalam menghadapi kasus terorisme bersama para Lycoris?
Chapter 1
Arrival
"Ini keduanya kalinya kalian gagal mengatasi kasus besar! Lama-lama aku jadi meragukan kinerjamu, Kusunoki!"
"Saya sangat meminta maaf untuk itu, Pak Mentri. Ada kejadian diluar dugaan yang menyebabkan gagalnya misi itu. Saya berjanji itu tidak akan terulang lagi"
"Sudah cukup! Memang kemampuan para Lycoris-mu itu yang tidak bisa diandalkan. Pertama kasus menara radio Tokyo, lalu kasus perdagangan senjata ini. Kalian benar-benar membuatku muak!"
Dalam sebuah ruangan rahasia berinterior futuristik, nampak seorang wanita berambut merah marun model bowl cut sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya via video call melalui sebuah layar proyeksi.
"Sekali lagi saya minta maaf Pak Mentri. Tolong beri kami kesempatan sekali lagi" balas si wanita berambut bowl cut.
"Hahhh...baiklah. Kuberi kalian kesempatan satu kali lagi, tapi kali ini Kementrian Pertahanan juga akan ikut memantau kinerja kalian"
"Saya tidak mengerti maksud anda, Pak Mentri" si wanita berambut bowl cut a.k.a Kusunoki menaikkan sebelah alisnya.
"Aku telah mengutus dua orang agen rahasia untuk membantumu dan para Lycoris. Mereka berdua adalah agen jenius dan berbakat dari SIS dan CIA. Kau tahu kedua lembaga itu bukan lembaga sembarangan bukan?"
"Ya, Pak Mentri. Saya mengerti. Lalu kapan mereka berdua akan datang?" Tanya Kusunoki penasaran.
"Mereka berdua akan datang besok. Pastikan kau menyambut mereka dengan baik. Baiklah, kurasa sudah cukup untuk pertemuan ini. Sampai jumpa"
.
.
.
360 Recoil
.
.
.
Haneda International Airport, Tokyo
Satu hari setelahnya, kita beralih ke bandara internasional yang terletak di kota Tokyo, dimana para penumpang yang berasal dari dalam maupun luar Jepang datang silih berganti. Tepatnya di area International Departure, area datangnya para penumpang dari luar Jepang menjadi fokus dalam situasi kali ini.
"Aku sudah keluar dari area kedatangan internasional, dimana kau sekarang?"
"Di area tunggu, aku memakai setelan hitam seperti biasa"
"Ya ampun, apakah tidak ada warna lain dalam lemari bajumu itu? Sudahlah, aku kesana sekarang"
Sosok seorang pemuda belasan tahun melangkahkan kakinya dengan enerjik menyusuri area kedatangan menuju area tunggu sesuai yang dikatakan oleh teman bicaranya di telpon tadi. Pemuda enerjik itu memakai jaket bomber hitam-orange dengan celana abu-abu serta kupluk putih untuk menutupi surai pirangnya. Ia menemukan teman bicaranya di telpon itu sedang duduk santai di bangku panjang. Sesuai yang ia katakan tadi, ia memakai setelan yang semuanya berwarna hitam, termasuk kacamata.
"Penampilanmu terlalu mencolok, Sasuke" bukannya menyapa, si pemuda enerjik malah mengomentari pakaian temannya.
"Aku memakai apapun yang terasa nyaman. Baik untuk beraktvitas maupun misi. Jangan samakan aku dengan dirimu, Naruto" balas si pemuda bersetelan hitam a.k.a Sasuke.
"Ya ya. Aku mengerti. Jadi, bisa kita pergi sekarang? Aku lelah dan ingin istirahat setelah terbang hampir 13 jam dari Washington D.C." ujar si pemuda enerjik a.k.a Naruto.
"Kau kira hanya kau saja yang lelah? Aku pun juga sama. Aku terbang dari London selama hampir 14 jam. Ditambah sekitar 30 menit menunggumu disini. Secara perhitungan aku lebih lelah darimu" Sasuke sedikit tersinggung.
"Astaga, itu hanya berbeda 1 jam lebih saja. Kenapa kau malah mempermasalahkannya? Sudahlah, ayo cari taksi. Kita hanya membuang-buang waktu dengan berlama-lama disini" Naruto memilih untuk tidak memperpanjang debat.
"Hn, kau ada benarnya juga"
.
.
.
360 Recoil
.
.
.
Dari bandara fokus cerita berganti lagi menuju sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja seorang pemimpin. Tak lupa dilengkapi dengan meja besar, kursi empuk yang bisa diputar 360 serta berada dekat jendela besar yang mengarah langsung ke luar.
Tempat itu adalah markas besar DA atauDirect Attack.Sebuah organisasi rahasia yang beroperasi untuk tindakan pencegahan kriminalitas. Anggotanya adalah para gadis muda belasan tahun yang telah mendapatkan pelatihan bertahun-tahun. Mereka disebut sebagai Lycoris. Latar belakang mereka semua adalah anak yatim piatu yang kemudian diasuh serta diberikan pelatihan khusus untuk mencegah tindakan kriminal.
Tingkatan para Lycoris tergantung dalam seragam yang mereka kenakan. Seragam mereka berupa seragam siswi SMA. Mengapa demikian? Karena seragam SMA adalah penampilan yang tidak terlalu menarik perhatian. Untuk Lycoris kelas atas mereka memakai seragam berwarna merah, biru gelap untuk kelas menengah, serta warna krem untuk kelas bawah.
.
.
.
"Dipindahtugaskan?"
"Kau mengabaikan perintah, dan itu membuat misinya jadi gagal. Kesalahanmu bisa dibilang sangat fatal. Komandan di tempat juga melaporkan tindakan yang di luar hakmu. Ini benar-benar sulit. Di tempatmu selanjutnya, kau akan bekerja sama dengan seorang Lycoris yang sangat hebat meskipun sedikit sombong. Seharusnya kau bisa belajar banyak darinya. Kau paham?"
Kusunoki yang menjabat sebagai komandan utama dari DA melakukan konversasi dengan seorang Lycoris berseragam biru gelap, berambut hitam panjang, dan iris violet yang bersinar indah. Di tangan gadis itu terdapat sebuah surat berisi pernyataan pemindahan tugas.
"Ya, saya paham. Terima kasih, Komandan Kusunoki" Lycoris berambut hitam itu menunduk hormat lalu beranjak pergi dari ruangan, menyisakan Kusunoki dalam keheningan. Hingga suara dering telpon pada meja kerjanya memecau keheingan itu.
KRIIINGGG
"Ada apa?"
"Utusan dari Kementrian Pertahanan sudah tiba komandan"
"Ya, biarkan mereka masuk" beberapa saat setelah itu, pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok seorang pemuda tampan belasan tahun yang memakai setelan hitam. Kusunoki menautkan sebelah alisnya melihat kedatangan pemuda itu, seharusnya ada dua orang tapi kenapa yang datang cuma satu?
"Jika anda bertanya tentang rekanku yang satu itu, dia tidak bisa hadir. Dia terlalu malas untuk melakukan pertemuan dan semacamnya," ujarnya. Kusunoki sedikit terkejut karena pemuda di depannya ini bisa mengetahui apa yang ia pikirkan.
"Kau terlihat sangat muda, bahkan seumuran dengan para Lycoris disini. Apakah kau benar-benar agen rahasia?" Tanya Kusunoki yang merasa ragu terhadap sosok Sasuke.
Sasuke menjawab dengan menunjukkan sebuah lencana berlogo SIS (Secret Intelligence Service) atau MI6, sebuah badan intelijen rahasia milik Kerajaan Inggris. Gampangnya, ini adalah lembaga tempat seorang James Bond bekerja.
"Uchiha Sasuke, codename Hawk. Spesialisasi kriminalitas dan terorisme. Senang bertemu dengan anda, Komandan Kusunoki" ujar Sasuke setelah menunjukkan lencananya.
"Senang bertemu denganmu juga, Sasuke-san. Sebuah kehormatan bagiku bisa bertemu dengan seorang agen dari badan intelijen Kerajaan Inggris. Ah, dimana sopan santunku? Silahkan duduk," balas Kusunoki.
"Sama-sama. Sebuah kehormatan bagiku juga bisa bertemu dengan sosok yang telah menghasilkan anak-anak berbakat. Baiklah, langsung saja aku ingin membahas tentang perintah dari Kementrian Pertahanan untuk membantu DA dalam mengatasi kasus yang terjadi baru-baru ini,"
"Ya, silahkan"
.
.
.
360 Recoil
.
.
.
Berpindah menuju hiruk pikuk kota Tokyo di pagi hari. Aktivitas para penduduk terlihat super sibuk di ibukota negara tersebut. Akan tetapi fokus cerita bukan tertuju pada hal itu, melainkan pada sebuah pertigaan tempat berdirinya sebuah cafe bergaya tradisional bernama LycoReco.
"Apa benar disini tempatnya?"
"Ya, sesuai dengan alamat yang diberikan oleh komandan mereka. Ayo masuk"
Usai pertemuan dengan Kusunoki, Sasuke kembali ke tempat tinggalnya untuk menjemput Naruto. Mereka diarahkan untuk bertemu dengan seseorang yang juga merupakan orang penting di DA. Begitu masuk, mereka berdua melihat 3 orang disana. Dua perempuan berambut coklat dan berambut hitam serta seorang laki-laki berkulit hitam.
"Mizuki, kau layani mereka berdua. Chisato belum datang" ujar si pria kulit hitam begitu melihat kedatangan dua pemuda di cafe-nya.
"Baiklah, Mika. Tunggu sebentar Takina, aku akan melayaninya," ujar wanita berambut coklat berkacamata.
"Ya, silahkan Mizuki-san" balas gadis bersurai hitam yang berpakaian Lycoris biru gelap a.k.a Takina.
.
"Selamat datang di Café LycoReco tuan-tuan! Anda berdua mau pesan apa?" si wanita berkacamata a.k.a Mizuki menyapa Naruto dan Sasuke dengan seramah mungkin. Ia terlihat sangat bersemangat karena melihat dua pelanggannya yang berparas tampan.
"Sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu. Apakah Café LycoReco ini adalah markas cabang dari DA?" Ketiga penghuni Cafe itu terkejut begitu Sasuke bertanya demikian.
"Siapa kalian berdua?!" Takina langsung menodongkan senjatanya yang berupa pistol lengkap dengan suppressor atau peredam suara.
"Wow-wow apa-apaan ini?" Naruto ikut bereaksi dengan menodongkan dua pistol berwarna hitam dan putih pada Takina. Mizuki langsung menunduk ketakutan. Sementara pria berkulit hitam a.k.a Mika juga ikut menodong Naruto dengan pistol yang ia ambil dari meja kasir.
"Berhenti disitu! Kalau tidak aku akan menembak!" seru Mika.
"Hm? Benarkah itu Mika-san?" balas Naruto dengan seringai. Pria yang parasnya menyerupai Dreamybull -Mr. Ambatukam- itu tersentak begitu mendengar Naruto menyebut namanya.
.
.
.
"Turunkan senjatamu. Ini perintah" Takina seketika menegang begitu mendengar suara Sasuke tepat di belakangnya. Padahal beberapa saat yang lalu ia melihat Sasuke berada di samping Naruto. Ia juga merasakan sensasi dingin dari bilah tajam ninjato menempel pada kulit leher mulusnya.
(A/N : Ninjato adalah katana berukuran pendek yang merupakan senjata para Shinobi)
'Se-sejak kapan?!' Takina sama sekali tak menyadari gerakan Sasuke.
.
"Kau juga Mika-san. Kami tidak bermaksud jahat disini. Kami berdua ingin membicarakan sesuatu denganmu" Sasuke turut memperingati owner cafe itu agar ikut menurukan senjatanya.
.
.
.
"Chisato sudah datang!" Suara seorang gadis yang terdengar ceria menggelegar di arah pintu masuk. Sasuke langsung menarik kembali ninjato-nya lalu kembali ke sisi Naruto. Naruto, Takina dan Mika pun turut menarik senjata masing-masing.
"Wah, ada pelanggan ya?" Suara ceria itu berasal dari sosok gadis cantik bersurai pirang bob serta berpakaian Lycoris berwarna merah maroon.
.
.
.
'Kawaii . . .' iris biru safir Naruto seketika terpana pada sosok gadis manis yang baru saja masuk dan nimbrung.
.
.
.
T.B.C
