Chapter 7 : The Third Part The Tomb Of Trihexa(The Last part Of Tomb Of Trihexa Arc)
Hal ini terjadi lagi dirinya kembali tidak bisa menyelamatkan seseorang, apa gunanya kekuatan jika kau tidak bisa menyelamatkan seorang gadis kecil yang bahkan mati karena menyelamatkan mu? Kekuatan yang sia-sia, sangat sia-sia.
Tangannya kaku, mengambil tubuh Vueko yang masih hangat, dengan darah bercucuran dan bau amis yang sangat kentara tercium.
"Oi Vueko ayo bangun…"
Ujar Naruto dengan nada sedikit parau, wajahnya menatap tak percaya dengan apa yang sekarang ia lihat, seolah-olah dia tidak ingin mengakui apa yang ia lihat itu adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan.
"jangan tidur disini, disini dingin." Ujar Naruto lagi, lagi-lagi dia seperti tidak bisa menerima kenyataan kalau orang yang dalam dekapannya itu sudah tidak berada Bersama-sama dengan dia lagi.
Kurama hanya bisa terdiam menatapnya, semenjak perang dunia ninja keempat berakhir, Naruto sama sekali belum pernah kehilangan orang-orang yang cukup dekat dengan dia, selain itu harga diri serta perasaan ingin melindungi yang lain yang masih dibawanya bahkan dari sebelum Naruto menjabat menjadi Hokage sampai sekarang telah membuat Naruto goyah.
Satu kata yang bisa kita sematkan pada Naruto *Naïve* benar bahkan sampai dia menjadi Hokage dia masih Naïve dan selalu mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri, jadi Ketika ada yang melakukan hal serupa dengan Hinata dan Neji maka perasaan itu akan langsung menohok Naruto.
Dulu sewaktu kematian Neji ada Hinata di sampingnya sehingga mau bagaimana pun hasutan dari Obito dia tidak akan memperdulikannya dan tetap berada pada jalan Ninja yang dia percayai.
Sekarang dia tidak memiliki siapa-siapa disini, bahkan orang yang cukup dekat dengan Naruto disini telah mati, perlahan tangan kanan Naruto mengepal, sementara tangan kiri Naruto menggenggam erat jasad Vueko yang kini perlahan sudah mulai mendingin.
"Kurama….."
Suara Naruto perlahan menjadi berat memanggil patnernya itu.
"Lakukan sesuka mu Naruto." Ujar Kurama dengan nada terserah, bukan berarti Kurama tidak ingin membantu Naruto melainkan dia tidak senaiv Naruto yang ingin melindungi semua orang yang dia bisa, pertaruhan terakhir dengan mode Baryon adalah tanda bahwa dia menghormati Naruto namun bukan berarti dia menghormati orang-orang yang dilindungi oleh Naruto.
"Kau…. Pasti akan Kubunuh!"
Ujar Naruto dengan nada berang, Naruto melepaskan dekapannya pada jasad Vueko dan kini dia masuk pada mode Bijuu dengan Mode Sage bersamaan.
"Khe khe khe khe khe."
Naga yang berselimutkan kabut itu sedikit menyerigai melihat Naruto sangat marah kepadanya.
*Wuuush*
Dia membentangkan sayapnya dengan tampak sayap yang lebar dan mengerikan namun terlihat gagah, seperti ajakan perang yang membuat Naruto menatap tidak suka itu.
"kau akan membayar ini."
Ujar Naruto dengan membuat tangan Chakra ukuran besar dan Rasenggan yang di kombinasikan dengan Bijuu Dama.
"GROAAAR."
Naga itu langsung meraung dan melesat kearah Naruto, namun Naruto tidak mau kalah, dia juga ikut melesat kearah Naga itu.
*Buk Buk DUARRR*
Naruto melakukan sedikit tinju-tinju kecil diawal saat dia berhasil menemukan celah dari naga itu saat melesat kearahnya, kemudian tangan besar itu menghantamkan Rasenggan yang sudah dibuat kearah titik yang Naruto tinju.
Hal itu membuat naga itu sedikit terpental mundur kebelakang, tak suka dengan keadaan yang sekarang naga itu mengibaskan sayapnya membuat tornado di area pertarungan, Naruto yang melihat itu tidak tinggal diam.
"Kage Bunshin No Jutsu." Dia langsung menciptakan tiga Clone nya dengan mode yang sama untuk memecah perhatian dari naga itu, selain itu untuk menurunkan tingkat akurasi tornado itu.
*poft poft poft*
Bunshin Naruto langsung berubah menjadi asap setelah terkena serangan tornado dari Naga itu, Naruto sedikit menghela nafas, dia benar dengan membuat bunshin sehingga tornado itu tidak mengenai tubuhnya yang asli.
Sementara itu kini tubuh asli Naruto sudah berada di belakang naga berkabut itu.
"sudah lama aku tidak melakukan ini." Ujar Naruto sambil Kembali membentuk segel tangan .
"Tajuu Kagebunshin No jutsu." Dia Kembali menjadi banyak, kemudian dia melakukan hal yang dulu cukup sering dia lakukan, bahkan dia mengalahkan Neji dan Kiba dengan ini.
"U-ZU-MA-KI-NA-RU-TO-RENDAN!"
Dengan kombinasi dari beberapa pukulan yang sudah diperkuat chakra alam dan chakra biju tentu menghasilkan efek yang seharusnya cukup besar, ditambah lagi dengan rasenggan yang sebelum nya.
*brak*
Naga itu berhasil dibuat tersungkur ketanah oleh Naruto.
"GROARRRR."
Naga itu sangat marah Ketika dia melihat bahwa dirinya dibuat tersungkur hanya karena beberapa pukulan saja, jadi Naga itu membuka mulutnya dan mulai mengumpulkan energi magis yang akan digunakan untuk melakukan Shockwave.
Namun hal itu tidak dibiarkan oleh Naruto, dengan cepat dia melakukan Overhead Kick kearah leher dari Naga itu yang membuat Shockwave naga itu mengenai langit-langit bahkan Shockwave itu tembus sampai ke permukaan.
"ini adalah pengakhiran nya, matilah." Ujar Naruto dengan nada dingin sementara itu di tangannya telah ada Rasen Shuriken berukuran super besar yang siap Naruto hantamkan kepada naga itu.
Sementara itu, Naga itu terlihat cukup acak-acakan dan terlihat beberapa serangan Naruto terutama Overhead Kick nya yang terakhir dilakukan cukup berdampak dengan luka yang menganga pada bagian leher,, sehingga dapat dipastikan bahwa bagian leher adalah bagian kelemahan dari Naga itu.
"Cho Odama Rasen Shuriken." Naruto dengan Rasenshuriken super besar yang berada ditangannya, selain itu putaran dari Rasenggan ini terbilang sangat cepat dan padat sehingga cukup untuk menghancurkan sesuatu yang sangat keras, atau bahkan bisa menggores pertahanan mutlak yang dimiliki oleh perisai naga.
*ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing*
Bunyi dengungan dari Rasenshuriken itu cukup keras bahkan membangunkan orang-orang yang berada disana, bahkan Wazukyan melihat kejadian ini dengan mata terbelalak, sesuatu yang tidak mungkin akhirnya dilakukan, kini para warga yang tinggal disini bisa bebas, bisa pergi dan pulang, tidak perlu lagi memakan sesuatu yang sangat buruk.
*DUarrrrr*
Ledakan terjadi dan kawahnya cukup besar disana, Naruto sedikit memejamkan matanya karena silau dari serangannya itu, namun setelahnya tatapan tidak percaya yang dikeluarkan oleh Naruto, bagaimana tidak Naga itu masih dalam keadaan baik-baik saja, meski dampak serangan nya benar-benar terlihat pada area itu namun naga itu masih baik-baik saja.
"Groarrrrh."
"Naruto bersiap untuk serangan." Ujar Kurama memperingatkan tanda bahaya Ketika ia melihat naga itu mulai mengerang Kembali dengan suara yang sangat menggelegar.
"Wall Of Jericho!" terdengar suara Albedo dari belakang dan terbentuklah sebuah dinding besar yang menghalangi serangan Naga itu kepada Naruto, membuat Naruto sontak melihat kebelakang dan terlihat sosok Albedo memakai pakaian tempur Full Armor keras berat.
"sepertinya kami tepat waktu, Naruto-san." Ujar Albedo memberikan tangannya untuk membantu Naruto berdiri, Naruto menyambut tangan itu dan mulai berdiri, dia sudah keluar dari mode Kuramanya sudah selesai lebih cepat dari perkiraan.
"Albedo pancing kebencian dari naga itu, Karin dukung Albedo dengan sihir penyembuhan, dan kau segera mundur untuk memulihkan diri dulu." Ujar Shiroe dari belakang memberi perintah.
"baik." Ujar Karin sementara diangguk oleh Albedo kini terlihat bahwa Shiroe datang dengan dua orang yang membantunya yaitu Albedo dan Karin.
Naruto hanya mengikuti apa yang dikatakan, dalam hal ini dia terlambat mengambil bunga Drossel dan kesempatan untuk merekrut Shiroe semakin kecil.
"Anchor Howl!" teriak Albedo dengan memegang senjata kapak besarnya itu, kemudian tehnik itu membuat Albedo mengeluarkan efek jurus dengan cahaya yang menguap dari tubuhnya dan berhamburan keatas.
"Groaaaar."
Terlihat Naga itu terpancing kemudian Naga itu Kembali ingin mengeluarkan Shockwave dari mulutnya.
"kali ini jangan teriak dulu Thorn Bind Hostage." Ujar Shiroe mengeluarkan tehniknya membuat akar-akar itu melilit mulut dari naga bayangan itu.
Sementara itu Albedo terlihat lagi kesusahan untuk menahan cakar dari Naga itu yang entah sejak kapan sudah dipakai untuk menyerang, Albedo cukup terluka bahkan Armornya sudah tergores-gores dan cukup banyak noda darah pada armornya.
"Albedo lakukan Debuff dan Buff, sementara Karin lakukan buff pada Albedo." Ujar Shiroe memberikan perintah, perintah-perintah yang membuat Naruto cukup kebingungan Buff dan Debuff? Apa maksudnya itu.
Mendengar itu membuat Karin menghela nafas.
"ini tidak segampang yang kau bicarakan, Aura Healing!"
Ujar Karin merapalkan sihir untuk menyembuhkan Albedo, cahaya Pelangi masuk kedalam tubuh Albedo kemudian perlahan namun pasti tubuh Albedo membaik, efektifitas dari tehnik Healing Karin cukup baik.
"War Cry!" dari tubuh Albedo lagi keluar cahaya, Naruto melihat cahaya itu menimbulkan efek pada naga itu, dapat terlihat serangannya menjadi lebih mudah di tangkis bahkan tidak fatal seperti sebelumnya.
Namun tubuh Albedo sendiri terluka karena penggunaan War Cry dengan darah keluar dari hidung dan matanya , bahkan dari mulutnya juga.
"Force Step, Mana Chaneling!"
Shiroe Kembali merapal sihir nya pada Karin untuk tehnik Force Step, sementara untuk Mana Chaneling terlihat dia merapalkannya pada Karin dan Albedo.
"Naruto, tidak ada banyak waktu, aku punya satu pertanyaan, apa kau masih bisa menggunakan Cho Odama Rasen Shuriken?" tanya Shiroe lagi yang membuat Naruto tidak terlalu terkejut, bukan karena apa, mereka muncul setelah serangan Naruto gagal, jadi mereka sudah melihat tehnik itu.
"aku memang masih bisa, tapi apa itu berguna melihat serangan ku yang pertama saja gagal." Ujar ujar Naruto tidak yakin dengan dirinya.
"tidak masalah, gunakan itu kepada naga itu saat aku menyuruhnya." Ujar Shiroe dengan nada serius, sementara itu Naruto mengangguk, kemampuan membaca medan tempur milik Shiroe jauh lebih bagus dibanding dengan Naruto, jika dibandingkan jadi dia harus menyerahkannya kepada Shiroe.
"Ken Edge!" Shiroe Kembali merapalkan tehniknya kepada Albedo, Albedo pun tersenyum dan mulai melakukan tebasan menggunakan kapak besar yang dimilikinya.
"Blessing From The Sun!" ujar Karin memberikan tehniknya juga kepada Albedo, serangan Albedo benar-benar keras bahkan cukup untuk melukai tubuh naga itu, hal itu yang membuat Naruto cukup tertegun, dia bahkan tidak bisa melukai naga itu, namun mereka bertiga dalam waktu singkat ini bisa melukai naga itu dengan cukup parah.
"Devils Wings!" terlihat Albedo mengeluarkan sayap iblis dari belakangnya dan melakukan serangan dengan cukup berbahaya kepada Naga itu, sayap-sayap iblis itu terbang dengan kecepatan tinggi dan mulai berhamburan menuju naga itu membuat luka-luka yang cukup besar, luka sayatan dan luka tusukan menjadi luka terbanyak bagi naga itu.
"Groarrrrh." Naga itu tidak mau kalah, meski mulutnya dililit oleh Thorn Bind Hostage milik Shiroe namun dia menggunakan sayapnya, sayapnya kini memperlihatkan satu mata di masing-masing sayap dan mata itu mengeluarkan cahaya yang cukup besar.
"Albedo gunakan Aegis atau Castle Of The Stone!" perintah Shiroe dengan nada serius, serangan itu adalah serangan tipe single target atau target satu orang.
"Aegis!" sebuah perisai berwarna kehijauan muncul didepan Albedo menahan serangan dari kedua mata naga itu, nag aitu mengeluarkan cahaya serangan itu kurang lebih selama 1 menit.
"Sekarang Naruto, bidik lehernya dan gunakan Cho Odama Rasen Shuriken!" teriak Shiroe dengan nada serius, Naruto hanya mengangguk kemudian melesat, menggunakan interval yang ada selama satu menit, itu sudah cukup untuk membentun Cho Odama Rasen Shuriken miliknya.
"Cho Odama Rasen Shuriken!"
"Mana Ambition." Selagi Naruto menggunakan Cho Odama Rasen Shuriken nya, Shiroe menyelipkan salah satu tehnik pendukung nya kepada Naruto, Kurama dan Naruto sudah sadar itu Ketika Shiroe menanyakannya, dia bukan dikatakan sebagai ahli strategi yang andal jika dia menggunakan serangan yang sama untuk kegagalan yang sama.
Serangan Naruto dengan cukup baik mengoyakkan segala yang ada di tubuh Naga itu.
"Groarrrrh."
Naga itu dengan sangat keras meraung dan pada akhirnya Cho Odama Rasen Shuriken milik Naruto menjadi serangan pengakhir yang sangat baik bagi Naga itu.
*DUARRRR*
Efek ledakan yang cukup besar berasal dari kawah itu, efek serangan Naruto kali ini membuat Naruto tersenyum, kematian Naga itu sudah di konfirmasi, dan Shiroe juga telah mengambil bunga Drossel yang ada disana, Naruto Kembali kepada Jasad Vueko dan mengangkatnya, setidaknya dia ingin memberikan pemakaman yang layak bagi Vueko.
Namun dilain sisi Naruto paham kenapa Azazel berniat merekrut Shiroe ini, kemampuannya dalam membuat Strategi dan berbagai macam kepentingan akan sangat berguna bagi Guild yang akan dibangun nanti, namun mau bagaimana lagi, dia gagal untuk melakukan perekrutan, namun setidaknya dia akan Kembali ke Nazzarick, meyampaikan salam perpisahan kepada Ainz dan pulang ke jepang untuk merekrut target berikutnya.
"kerja bagus." Ujar Albedo kepada Karin dan Shiroe, sementara itu Shiroe hanya tersenyum melihat bunga Drossel yang ada di tangannya.
"haah ayo pulang, Uzumaki-dono ayo sekalian." Ajak Albedo kepada Naruto untuk berangkat sekalian dengan Albedo dalam lingkaran sihir untuk Kembali ke Nazzarick, Naruto hanya menghela nafas dan tersenyum mendengar nya.
"ya aku ikut." Ujar Naruto berjalan mendekati mereka.
TBC
Yoo maaf lama, terima kasih masih setia Bersama fic ini, dengan ini berarti sisa satu chapter lagi untuk mengakhiri Saga Transfer Shiroe menuju Konoha, apakah Shiroe bisa Here We Go ke Konoha atau mungkin Transfer akan gagal? Mari kita tunggu di chapter berikutnya…
Aaah ya hampir lupa, untuk penampilan Karin kamu bisa melihat Karin(Cao Cao Mengde) dari Koihime Muso, dan juga mungkin ada pertanyaan kenapa Albedo menggunakan tehnik Class Guardian di Log Horizon, yaa itu karena saya melihat Albedo memiliki kelas Guard sehingga seharusnya mungkin untuk menggunakan tehnik Class Guardian, selain itu kenapa Albedo mengeluarkan darah untuk tehnik War Cry? Itu karena tehnik War Cry adalah tehnik Khusus dengan element cahaya yang bertentangan dengan element Albedo sehingga pertentangan ini menyebabkan luka pada Albedo dan menjadi Demerit tersendiri bagi pengguna nya, mungkin kedengarannya agak aneh karena Kiba bisa menggunakan dua element yaitu cahaya dan kegelapan di animenya, tapi disini Kiba akan saya Nerf sehingga dia hanya bisa menggunakan element kegelapan saja, jadi pedang suci iblis tidak akan ada disini, dan yang terakhir untuk identitas naga itu akan dibuka chapter depan jadi sekalian chapter depan menjelaskan kenapa serangan Naruto tidak terlalu berdampak pada naga itu, oke sekian dan ADIOS
