360 Recoil

Disclaimer :

-Naruto by Masashi Kishimoto

-Lycoris Recoil by Spider Lily Asaura

Genre : Action, Adventure, Gun, dan lain-lain.

Rating : M

Warning : Gaje, Typo, Ancur, dan lain-lain.

Summary :

Kasus terorisme masih menghantui Kota Tokyo setelah insiden Menara Radio. Eksistensi DA serta Lycoris dianggap belum cukup untuk menanganinya. Bantuan pun datang dari dua badan intelijen internasional, SIS dan CIA. Bagaimana perjuangan Agent Hawk dan Agent Fox dalam menghadapi kasus terorisme bersama para Lycoris?

Chapter 3

Treat

.

.

.

Kembali lagi di 360 Recoil. Setelah pada chapter kemarin kota disuguhkan dengan Chisato yang beraksi layaknya John Wick, kemudian diakhiri kemunculan Naruto dengan aksi gore terhadap salah satu penculik klien kedua Lycoris tersebut.

Chisato dan Takina menatap tak percaya pada lencana yang Naruto tunjukkan. Kedua Lycoris itu mencoba untuk melihat dengan baik-baik berniat untuk memastikan apakah lencana ditunjukkan oleh agen rahasia itu adalah asli atau bukan.

"Agen rahasia?"

"CIA?"

"Ya, itu benar. Aku diminta oleh Kementrian Pertahanan untuk memantau serta membantu kinerja DA. Seperti yang kalian tahu, atas kasus perdagangan senjata kemarin Kementrian Pertahanan sangat murka karena kalian gagal. Mereka khawatir ribuan senjata itu dipergunakan untuk serangan terorisme yang lebih besar serta dapat mengancam tidak hanya Tokyo, namun seluruh Jepang. Bisa jadi kelompok teroris yang menerima persenjataan itu memiliki koneksi di kota-kota lain," tukas Naruto. Mendengar penjelasan si agen rahasia membuat Takina menundukkan wajahnya. Menurutnya, kegagalan misi itu adalah salahnya.

Chisato yang melihat partner-nya menjadi down segera berinisiatif mencairkan suasana. Ia langsung merangkul dan menepuk-nepuk bahu Takina untuk menenangkannya.

"Y-ya, k-kami pun mengakui itu. Hanya saja, ada sedikit kejadian yang berada diluar kendali. Bukankah begitu, Takina?" Ujat Chisato.

"Be-benar" jawab Takina gelagapan.

'Sepertinya dia masih merasa bersalah. Tapi jika aku berada di posisinya, aku pasti akan melakukan hal serupa,'batin Naruto. Ia sudah mengetahui seluruh detailnya dari Kusunoki.

"Hmm? Tunggu-tunggu, jika kau adalah agen rahasia, maka Sasuke juga adalah . . ."

"Ya, tebakanmu benar. Sasuke juga adalah agen rahasia sama sepertiku. Hanya saja kami berbeda lembaga. Aku di CIA, sedangkan Sasuke di SIS," jawaban Naruto membuat Chisato berbinar, sementara Takina sedikit terkejut.

"Wah! Aku tidak percaya ini! Aku bertemu dengan dua agen rahasia dari lembaga intelijen yang biasanya kulihat melalui film! Ini seperti mimpi!" Chisato merangsek ke hadapan Naruto seraya mendekatkan wajah lalu menyalaminya.

"Chi-Chisato, ka-kau terlalu dekat!" Rona merah tercetak jelas pada wajah Naruto. Ia sama sekali tak menduga Chisato tiba-tiba akan melakukan itu.

'Ya Tuhan, dia manis sekali. Aroma parfum stroberinya juga membuatku melayang'Naruto dibuat tenggelam pada pesona seorang Nishikigi Chisato.

"Aku jadi penasaran, bagaimana kau dan Sasuke-san bisa bergabung ke dalam dua lembaga itu? CIA dan SIS bukan lembaga intelijensi sembarangan. Apalagi kalian berdua terlihat seumuran denganku dan Chisato" tanya Takina.

"Kurasa mirip seperti bagaimana DA menciptakan kalian para Lycoris. Hanya saja kami sedikit berbeda, aku dan Sasuke dilatih oleh Sensei kami yang merupakan mantan ketua pasukan Jieitai serta anggota pasukan militer khusus Amerika, Delta Force. Setelah mendapatkan pelatihan, kami berdua tidak bergabung dengan militer dan memilih bergabung dengan lembaga inteligensi. Tentu kami tidak langsung bergabung begitu saja, kami harus bersaing dengan puluhan ribu orang dari berbagai penjuru dunia untuk mendapatkan 50 tempat saja," tukas Naruto. Jawaban Naruto kembali membuat Chisato berbinar, begitupun Takina.

(A/N : Jieitai = Japan Self-Defense Forces/ Pasukan Bela Diri Jepang)

"Heeehhh??? Puluhan ribu orang bersaing hanya untuk mendapatkan 50 tempat? Pasti sangat ketat ya?" Ujar Chisato.

"Yah, kurasa seperti itu" balas Naruto.

.

'Begitu ya? Rupanya mereka berdua bukan orang sembarangan. Pantas saja Sasuke-san bisa menekanku secepat itu tanpa kusadari'batin Takina, yang masih kepikiran dengan gerakan Sasuke yang tahu-tahu muncul di belakang seraya menempelkan ninjato pada leher mulusnya.

.

.

.

"Emmhhhh...emmmhhhh...!" Terdengar suara jeritan wanita yang teredam dari seseorang yang kepalanya terbungkus karung.

"Astaga Saori-san! Aku hampir lupa!" Chisato bergegas untuk membebaskan kliennya itu.

"Hahhh...akhirnya! Aku pikir aku akan mati tadi!" Ujarnya seraya menarik nafas panjang.

"Anda baik-baik saja, Saori-san?" Tanya Takina.

"Ya, aku baik-baik saja. Hmm? Siapa dia?" Saori merujuk pada Naruto.

"Ah, perkenalkan namaku Naruto. Aku temannya Chisato dan Takina, salam kenal" Naruto memperkenalkan diri.

"Namaku Shinohara Saori, salam kenal juga Naruto-san" balasnya.

.

"Ini sudah terlalu malam, Saori-san. Apakah anda mau saya antar pulang?" Takina menawarkan.

"Iya. Aku takut kalau kejadian tadi terulang lagi. Mohon bantuannya, Takina-chan"

"Baiklah, aku akan mengantar Saori-san pulang. Sampai jumpa Chisato, Naruto-san" Takina beranjak pergi bersama Saori.

"Ya / Sampai jumpa besok Takina! Jangan sampai terlambat!" Balas Naruto dan Chisato. Setelah itu kehehingan melanda untuk beberapa saat.

.

"Yosh, sepertinya aku juga harus segera pula-"

.

KRUUUKKK

Chisato tertawa gugup karena perutnya keroncongan di saat yang tidak tepat. Naruto dapat mendengar itu dan menanggapinya dengan kekehan kecil.

"Ehehehe...ma-maaf. Tadi siang aku cuma makan sedikit" ujar Chisato.

"Tidak apa-apa. Mau kuktraktir Burger King?" Tawaran Naruto kembali membuat Chisato berbinar-binar.

"Hah? Benarkah?!"

"Aku serius. Ayo, kau mau atau tidak?" Tawar Naruto sekali lagi.

"Tentu saja mau! Terima kasih Naruto!"

GREPPP

Karena saking girangnya, Chisato kembali bertindak diluar perkiraan Naruto. Tak ada angin dan hujan gadis blonde manis itu langsung memeluk Naruto dengan erat. Rona merah kembali tercetak pada wajah si agen rahasia.

'Apakah dia memang seperti ini? Ia akan memeluk seseorang karena rasa senang yang berlebihan. Ia seperti tak memiliki beban hidup'batin Naruto, tersenyum kecil sembari menikmati pelukan hangat Chisato.

.

"Chisato, kalau kau terus memelukku seperti ini nanti Burger King-nya tutup" guraunya.

"Jangan membohongiku. Semua restoran fast food Amerika itu buka 24 jam tahu!" Balas Chisato, kemudian melepaskan pelukannya.

"Huh? Oh iya, aku lupa. Padahal selama di sana aku sering mampir saat tengah malam," Naruto kembali terkekeh pelan.

"Kau ini. Ayo, jadi tidak ke Burger King-nya?" Chisato nampak tak sabar.

"Iya-iya. Kau ini tidak sabaran sekali,"

.

.

.

360 RECOIL

.

.

.

"Selamat datang di Burger King! Oh, anda kembali lagi. Apakah anda ingin memesan lagi?" Pegawai restoran fast food yang mereka tuju menyambut kedatangan Naruto dan Chisato. Meskipun telah memasuki waktu tengah malam, mereka nampak tetap masih segar untuk bekerja.

"Ya, aku ingin mentraktirnya," balas Naruto menatap Chisato di sebelahnya.

"Baiklah. Nona mau pesan apa?"

"Umm... apa ya? Aduh, aku jadi bingung. Semuanya terlihat enak" Chisato terlihat dilema begitu memandangi satu per satu daftar menu yang menempel di dinding. Naruto jadi gemas sendiri melihatnya kebingungan memilih.

.

"Satu porsi Texas Double Whopper. Itu saja" timpal Naruto tanpa persetujuan si Lycoris blonde. Chisato yang mendengar itu terkejut karena menu yang Naruto pesan adalah menu termahal Burger King. Harganya dalam kurs dollar mencapai $8.19. Dalam kurs yen sekitar ¥1175. Serta dalam kurs rupiah sekitar Rp124.000.

"Ok, satu porsi Texas Double Whooper. Selagi dibuat, anda berdua bisa menunggu di meja pelanggan,"

"Iya. Terima kasih. Ayo Chisato"

"Tu-tunggu, Naruto, ta-tapi i-itu . . ."

.

"Tidak perlu khawatir. Aku sudah berjanji untuk mentraktirmu kan?" balas Naruto begitu mereka berdua menempati meja pelanggan.

"Tapi itu terlalu mahal! Seribu yen lebih itu sudah seperti biaya makan dan operasionalku untuk satu hari!" Chisato masih memprotes.

"Sudah kubilang tidak apa-apa, Chisato. Seribu yen bukanlah apa-apa bagiku. Kalau kau mau aku bisa membelikan satu restoran Burger King untukmu agar kau bisa makan sepuasnya" guraunya lagi.

"Sekarang kau malah bertindak sok kaya. Tapi, terima kasih traktirannya Naruto. Lain kali, giliranku yang akan mentraktirmu" balas Chisato dengan janji.

"Oh ya? Memangnya kau punya uang?" Si Agen rahasia tak bisa berhenti untuk meledek Si Lycoris.

"Hey, aku tidak semiskin itu! Aku mendapatkan gaji yang cukup besar. Hanya saja, aku agak sedikit boros sih. Hehehe" Naruto sempat khawatir jika Chisato sedikit tersinggung, namun sebaliknya ia sama sekali tidak ambil hati atas perkataan tersebut dan malah membalas dengan kebobrokannya juga. Chisato benar-benar gadis yang easy going. Mudah bergaul bahkan dengan orang yang baru ia kenal.

"Sepertinya setelah ini kau butuh konsultan keuangan untuk mengatur ekonomimu," balas Naruto.

"Ahahahaha. Kau bisa saja Naruto," Chisato merespon dengan tawa kecil.

.

"Maaf telah membuat menunggu. Satu Texas Double Whopper, serta Chocolate Sundae dan Strawberry Sundae spesial untuk anda berdua," waiter pun datang seraya membawakan burger yang Naruto pesankan untuk Chisato. Akan tetapi Naruto mengernyit heran, ia sama sekali tidak memesan es krim coklat dan stroberi.

"Tunggu, tapi aku sama sekali tidak memesan es krim," Naruto menyanggah

"Oh kalau soal itu, ini adalah menu khusus dari promo kami. Namanya adalah promo kencan. Kami akan memberikan Chocolate dan Strawberry Sundae secara gratis bagi sepasang kekasih yang memesan menu apapun di Burger King," pernyataan si waiter membuat mereka berdua terbelalak begitu mendengar kata 'Sepasang Kekasih'.

"Sepasang?"

"Kekasih?"

BLUSH

Rona merah tercetak dengan sangat jelas pada wajah kedua remaja itu. Si waiter yang merupakan seorang wanita jadi terkekeh begitu melihat reaksi Naruto dan Chisato. Jadi teringat masa mudanya dulu.

'Sial, aku lupa kalau Burger King punya promo seperti itu! Tapi aku dan Chisato bukan sepasang kekasih. Sepertinya mereka salah mengira dan menganggap Chisato adalah kekasihku. Kenapa tadi aku tidak bilang bahwa dia adalah adikku? Dasar Naruto bodoh!'Naruto merutuki diri sendiri.

'Bagaimana ini? Aku tidak pernah makan di restoran bersama seorang pria! Biasanya aku selalu makan sendiri!'Chisato bingung menghadapi situasi sekarang.

"Ara, aku mengerti sekarang. Tidak apa-apa, tidak perlu bayar untuk es krimnya. Tapi aku berharap semoga kalian berdua secepatnya bisa menjadi sepasang kekasih. Baiklah, aku permisi dulu. Selamat menikmati sajian Burger King!" Si waiter wanita itu buru-buru meninggalkan Naruto dan Chisato yang tenggelam dalam situasi awkward. Si Lycoris blonde terlihat belum menyentuh burger-nya karena masih sibuk menundukkan kepala menahan malu. Begitu juga Naruto, tapi sebagai pria gentle ia mengambil inisiatif untuk memulihkan suasana.

"Chi-Chisato, a-ayo dimakan burger-nya. Na-nanti dingin" ujar Naruto, seraya mengeluarkan burger teriyaki dari bungkusan yang sebelumnya sudah ia beli.

"I-iya," Si Lycoris blonde perlahan memegang burger berukuran besar itu dengan kedua tangannya lalu mengambil satu gigitan.

"Uwaaaghhh! Ini enak sekali!" Kemudian mengambil gigitan selanjutnya, lagi dan lagi.

Rasa gemas kembali timbul pada diri Naruto saat menyaksikan bagaimana Chisato 'menerkam' burger besar itu dengan sangat lahap. Saking lahapnya sampai meninggalkan noda saus dan bekas roti pada sekitar mulutnya.

"Tunggu sebentar, Chisato" sela Naruto seraya mengambil tisu.

"Huh? Ada apa?" Chisato sontak menghentikan makannya, lalu memasang wajah bingung.

.

BLUSH

Pada detik berikutnya rona merah sekali lagi menghiasi wajah Chisato begitu mendapati wajah Naruto yang mendekat padanya untuk membersihkan noda dan bekas yang menempel di mulutnya.

'Ada apa denganku? Kenapa aku merasa berdebar?'Chisato bertanya-tanya.

.

"Makannya pelan-pelan ya? Kau hampir mengotori wajah dan seragammu" Naruto menasihati. Kekehan pelan keluar dari mulut si gadis blonde karena menyadari kecerobohannya.

"Ehehehehe. Te-terima kasih, Naruto" setelah itu Chisato melahap burger itu dengan lebih santai. Keheningan pun melanda. Hanya terdengar suara kunyahan serta seruputan minuman. Sampai ponsel milik Naruto berbunyi.

.

I-I-I got this feeling in my soul

Go ahead and throw your stones

'Cause there's magic in my bones

.

"Moshi-moshi, ada apa?"

"Dimana kau? Ini sudah tengah malam"

"Aku sedang makan di Burger King. Sebentar lagi aku akan pulang"

"Jangan lama-lama. Besok kita akan memulai penyelidikan. Kau itu paling susah untuk bangun pagi"

"Iya-iya aku tahu. Berhentilah menceramahiku. Kau bukan orang tuaku"

"Hn, terserah"

TUT

"Haaahhh... punya partner tapi seperti punya orang tua yang suka mengatur" si agen rahasia menghela nafas tanda frustasi.

"Ada apa Naruto? Siapa yang menelpon?" Chisato penasaran.

"Siapa lagi kalau bukan Sasuke? Dia memintaku untuk segera pulang" balasnya.

"Kalau begitu kita harus segera menghabiskan burger-nya kan? Aku jadi tidak enak karena membuatmu berlama-lama disini sehingga Sasuke jadi menunggumu" ujar Chisato.

"Hmm, baiklah. Jujur saja aku juga ingin cepat-cepat pulang dan tidur," setelahnya mereka berdua kembali fokus pada makanan masing-masing. Naruto dengan Teriyaki Burger serta Chisato dengan Texas Double Whopper. Membutuhkan waktu sekitar 5 menitan bagi mereka untuk menghabiskan burger tersebut, tak lupa dengan es krim coklat dan stroberi yang seharusnya tak ada di meja mereka.

.

.

.

"Sekali lagi terima kasih untuk burger-nya, Naruto. Ini pertama kali aku ditraktir makan. Ini juga pertama kali aku makan burger sebesar tadi" saat ini Naruto dan Chisato tengah melangkah di jalanan gelap yang hanya bermodalkan penerangan dari lampu tiang yang cahayanya sudah redup.

"Sama-sama Chisato. Aku senang jika kau juga senang. Mau kuantar pulang? Tidak baik bagi seorang gadis untuk pulang tengah malam begini" Naruto kembali meledeknya.

"Kau ini. Aku tidak selemah itu kau tahu. Aku ini seorang Lycoris," Chisato menyombongkan diri dengan membusungkan dada.

"Baiklah, Nona Lycoris yang terhormat. Kalau begitu aku pulang dulu. Hati-hati di jalan, sampai jumpa"

"Kau juga Naruto. Sampai jumpa besok!"

.

.

.

360 RECOIL

.

.

.

Hari berikutnya di Kota Tokyo dimulai. Kita langsung bergerak menuju Cafe LycoReco dimana segalanya berpusat disini. Cafe itu itu nampak masih sepi karena belum buka. Menunggu semua pegawainya siap.

"Huh, itulah akibatnya jika kau memposting foto mesra di secara sembarangan"

"Jangan iri. Nanti kau akan jomblo sampai mati"

"Aku tidak iri! Aku hanya bilang bahwa memposting foto mesra di SNS bisa menimbulkan masalah. Dan apa-apaan jomblo sampai mati itu? Kau mendoakanku tidak dapat jodoh?"

"Aduh! Hey Mizuki! Jangan mendorong wajahku!"

Pegawai paling tua di cafe a.k.a Mizuki mencibir foto milik klien Chisato dan Takina. Foto itu adalah foto Shinohara Saori bersama pacarnya yang berpose mesra. Chisato kemudian menyerahkan ponselnya pada Mika agar ia bisa memeriksanya juga.

"Dimana dia mengambil foto ini?" Tanya Mika.

"Itu ada di dekat gedung tempat perdagangan senjatanya berlangsung. Kira-kira 3 jam sebelumnya. Sepertinya Kusunoki-san tertipu oleh perdagangan palsu itu kan?" Balas Chisato.

"Lalu bagaimana dengan para penjahat yang menyerang kalian?" Tanya Mizuki.

"Cleaner sudah membereskannya"

"Kau menggunakan Cleaner lagi? Itu sangat mahal tahu!"

"Kalau misi ini diserahkan pada DA, mereka pasti akan dibunuh. Lagipula, DA juga sedang mengejar orang-orang ini bukan? Jika aku mendahului mereka, bukankah pemulihan jabatan Takina ada harapan? Bagaimana menurutmu, Takina?"

"Aku setuju!" Takina tiba-tiba keluar dengan penampilan barunya. Ia memakai samue persis seperti Chisato. Yang membedakan adalah warna yang ia pakai yaitu warna biru. Gaya rambutnya pun diubah menjadi twin tail.

"Wah! Kawaii! Ya ampun, apa yang telah terjadi? Tunggu sebentar, itu sangat cocok denganmu! Ayo Sensei, Mizuki mendekatlah!" Chisato menyeret Takina ke area barista untuk berfoto bersama.

CKREK

"Yosh, langsung kuunggah ke SNS" Chisato mengupload foto tersebut ke akun Twitter-nya.

"Apa kau mendengar yang kukatakan tadi? Memposting foto sembarangan bisa menimbulkan masalah" cibir Mizuki sekali lagi.

"Tidak apa-apa. Lagipula disini tidak ada gedung insiden itu" balas Chisato tanpa beban.

KRINGG

"Ada pelanggan. Takina, lakukan seperti pada saat latihan ya?"

"Ya, aku mengerti" begitu Takina beralih ke pintu masuk, ia terdiam. Pelanggan yang pertama kali datang ke cafe mereka pagi hari ini adalah kedua agen rahasia.

"Selamat pagi semuanya! Wah, disini terlihat sepi. Sepertinya kami berdua yang datang pertama ya" Naruto menyapa duluan. Kali ini ia dan Sasuke berpakaian normal tidak seperti kemarin. Seperti biasa Naruto memakai jaket bomber hitam-orange dengan celana jeans biru. Sementara Sasuke dengan kaus abu-abu serta celana jeans hitam, pokoknya tidak jauh dari warna-warna gelap.

"Naruto! Sasuke! Selamat datang di LycoReco! Ayo silahkan duduk!" Chisato melesat dari belakang hingga menyenggol Takina kemudian menyalami Naruto lalu menyeretnya ke lantai tatami tempat mereka berdua duduk kemarin.

"Chi-Chisato, i-ini tidak perlu. A-aku bisa jalan sendiri" Naruto jadi salah tingkah karena Chisato kembali bertindak diluar dugaannya.

"Tidak apa-apa. Anggap saja sebagai rasa terima kasihku untuk yang tadi malam. Itu nikmat sekali kau tahu?" Jawaban Chisato terdengar SUS di telinga Mizuki.

"Hoi! Apa maksudmu dengan 'yang tadi malam' dan 'nikmat sekali' itu?! Kau berbuat yang macam-macam ya?" Mizuki menarik kerah belakang samue milik Chisato.

"Ada apa denganmu? Tadi malam itu Naruto mentraktirku makan burger setelah menolong Saori-san. Benar kan Naruto?" Ucap Chisato.

"Y-ya, itu benar Mizuki-san. Tadi malam aku tak sengaja bertemu dengan Chisato. Setiap malam aku selalu keluar untuk sekedar mampir ke minimarket atau restoran fast food," jawab Naruto.

"Hm? Benarkah? Kau tidak mengajak Chisato mampir ke rumahmu kan?" Mizuki menuduh seenaknya.

"Astaga, sudah kubilang aku dan Naruto cuma makan burger saja! Kau ini kenapa sih? Apa kau iri karena tidak ada pria yang mengajakmu makan?" Ledek Chisato lagi, dan itu membuat Mizuki naik darah.

"Kesini kau anak nakal! Aku akan menampar bokongmu seratus kali!"

"Wlee! Kejar aku kalau kau bisa!"

.

.

.

T.B.C