Title : Unclear Creatur

Crossover : Naruto x DxD

Chapter : 5

Di pagi hari yang cerah.

Seorang pria tua berwajah tegas sedang berjalan menelusuri lorong sebuah Rumah besar. Seragam Buttler yang ia gunakan memberi kesan elegan, dan gagah di saat bersamaan.

Sesekali ia sedikit tersenyum dan membungkuk saat bertemu beberapa maid yang menyapa nya dengan hormat. Lagi pula ia adalah kepala pelayan di rumah ini Ia sudah mengabdi pada keluarga ini sejak Ratusan? atau mungkin Ribuan tahun yang lalu? Entahlah, ia juga tidak ingat.

Kepala Keluarga ini juga sudah sering berganti berkali - kali. Tapi meskipun begitu keloyalan yang berikan tak akan pernah berkurang, kesetiaannya juga tak akan pernah hilang. Entah siapapun yang menjadi tuannya, selama itu masih keturunan dari sang penciptanya.

Pria berhenti berjalan saat sampai di tempat tujuan nya, kamar sang tuan.

Di depan pintu kamarnya, ada seorang Maid yang berdiri dengan setia dengan sebuah senyum yang indah di wajah nya.

Melihat kehadiran nya, maid itu membungkuk, seraya bertanya.

"Apa ada yang bisa saya bantu Sebas - sama?"

"Bisa tolong katakan pada Tuan muda, jika aku memohon ijin untuk bertemu"

"Baik akan saya sampaikan, kalau boleh tahu ada keperluan apa?" tanya Maid itu kembali.

"Ada beberapa hal yang harus aku sampaikan pada Tuan muda"

"Baiklah, mohon tunggu sebentar"

Maid itu segera bergegas masuk kemar Tuan nya dengan langkah anggun dan elegan. Wajahnya juga terlihat sangat senang saat akan masuk ke kamar sang Tuan.

Sebas pikir itu adalah hal yang wajar, karena bagi mereka bertemu dengan sang tuan adalah kebahagian yang terbesar yang bisa mereka dapatkan. Apalagi para Maid biasa yang hanya memiliki waktu 1x24 jam dalam sebulan untuk bisa memberikan pengabdian langsung.

Tak lama berselang, Maid tadi keluar dan menyampaikan bahwa ia di perkenankan untuk masuk.

Sebas terlebih dahulu meneliti dengan cermat penampilannya. Ia tidak ingin bertemu dengan tuan nya dalam keadaan yang tidak pantas. meski itu hanya sebutir debu.

Serasa sudah puas dengan penampilannya saat ini, dengan penuh hormat ia mengetuk pintu dan masuk.

"Maaf menggangu waktu anda Tuan"

"Tak apa kemarilah, dan sudah kubilang jangan memanggilku Tuan. Itu membuatku terdengar seperti orang rua"

"Baik tua- Maksudku Naruto - sama"

"Begitu lebih baik"

Sebas mengamhkat tubuhnya dan melihat ke arah sang Tuan yang saat ini sedang duduk termenung menghad jendela sambil menikmati kopi nya.

"Bagaimana kondisi tubuh anda pagi ini?"

"Tidak usah khawatir. Berkat penangan cepat dari kalian, semua lukaku sudah sembuh seluruh nya"

Semalam Tuan mudanya pulang dengan luka disekujur tubuhnya, sontak membuat seisi rumah dalam kepanikan. Untungnya mereka punya persedian air mata Phionix yang, sehingga luka nya bisa sembuh seketika.

"Maaf jika ini menyinggung anda. Tapi Naruto - sama, mohon untuk lebih berhati - hati lagi. Anda adalah Tuan kami satu - satunya. Jika kami sampai kehilangan anda, lagi, kami tidak tahu harus berbuat apa lagi"

Beberapa tahun yang lalu, tempat asal mereka di serang oleh sekumpulan iblis yang menamai diri mereka Fraksi Old Satan. Dalam insiden itu, separuh penghuni rumah tewas. Bahkan Ibu dari sang Tuan juga menjadi korban dari insiden ini. Dan Naruto - sama nya ini hilang dan tidak di ketahui keberadaan nya.

Pada saat itu, Sebas dan rekan - rekannya berada dalam titik terendah dalam hidup mereka. Mereka sudah kehilangan tujuan dan arti keberadaan mereka di dunia ini. Beberapa dari mereka bahkan ada yang bunuh diri, dan sebagian lainnya yang masih percaya bahwa Sang Tuan muda masih hidup mencari ke seluruh dunia, menjelajahi setiap sudut dari 3 dimensi yang ada.

Sampai pada 2tahun yang lalu, mereka Akhirnya menemukan keberadaannya di Grigori. Awal nya mereka berfikir bahwa Tuan nya itu di culik, sehingga hampir saja mereka menyerang Grigori. Untung nya sang Tuan yang mereka cari muncul, dan menjelaskan situasinya.

"Maaf. Lain kali aku akan lebih berhati - hati"

"Sudah seharunya Naruto - Sama, Anda adalah pewaris Nazarick yang terakhir. Satu - satunya Tuan yang pantas kami layani" Sebar berkata dengan sangat tegas dan berwibawa, tapi Naruto bisa merasakan sedikit ke khawatiran dari ucapannya itu.

"Iya... iya. aku mengerti!" Naruto membalas dengan malas. Bukan berarti ia tidak menghargai ke pengabdian yang Sebas tunjukan padanya. Hanya saja, loyalitas dan pengabdian yang mereka berikan sudah ketingkat dimana Naruto menyebutnya mengerikan. Andai Naruto menyuruh mereka menggorok leher mereka sendiri, ia yakin mereka akan melakukan nya dengan senang hati.

Masih menjadi misteri, bagaimana leluhurnya bisa mendapatkan bawahan - bawahan gila seperti mereka.

"Kalau begitu apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Naruto sambil berjalan ke arah meja kerjanya.

"Semalam Shalltier - sama menghubungi saya. Tadinya ia ingin menyampaikan secara langsung pada Anda. Namun saat saya menceritakan kondisi anda, ia meminta Saya untuk mewakilinya"

"Lalu, bagaimana?"

"Saat ini, sedang terjadi perseteruan antara Ras Vampir dan Werewolf, meskipun sebab nya saat ini masih belum jelas. Namun dari rumor yang Shalltier - sama dengar, Raja Werewolf di temukan tewas dekat perbatasan dengam bangsa Vampire 2 minggu yang lalu"

"2 minggu yang lalu? Kenapa ia baru melaporkannya sekarang?" Tanya Naruto heran.

"Mohon maaf Naruto - sama. Shalltier - sama bilang, saat ini ia sedang dalam posisi yang sulit. Entah karena sebab apa, Dracula Tepes mulai mencurigai nya. Setiap informasi yang berkaitan dengan kasus ini sangat tertutup rapat. Juga selama beberapa hari ini gerak - gerik nya selalu di awasi dengan ketat. Shalltier - sama juga berpesan, untuk menyampaikan permohonan maaf nya atas keterlambatan ini. Dan untuk sementara waktu ia tidak akan bisa menghubungi kita"

Naruto terdiam, Otak nya mulai berkerja menganalisis dan menyusun langkah yang harus ia gunakan saat ini. Shalltier adalah salah satu petarung terbaik di Nazarich, ia juga pandai dalam memata - matai dan mengumpulkan informasi. Jika Shalltier sampai kesulitan seperti ini, berarti pengawasan yang di berikan oleh Dracula Tepes itu bukan main - main.

Ditambah rumor kematian Raja Werewolf yang terdengar mencurigakan. Sudah sangat jelas ada campur tangan pihak luar dalam masalah ini.

Para Vampire tidaklah bodoh. Membunuh pemimpin bangsa lain, dan membuang mayat nya dekat perbatasan mereka sendiri. Terkecuali mereka memang ingin mendeklarasi perang.

"Bagaiman situasinya saat ini?"

"Untuk saat ini situasinya bisa di bilang cukup baik. Pihak Vampir terus meminta ruang untuk berdialog. Tapi meski begitu, pertempuran bisa pecah kapan saja"

"Apa Reggina masih belum bisa di hubungi?"

"Iya Naruto - Sama, saya sudah mencoba menghubungi beberapa kali tapi masih belum mendapat jawaban"

Bawahannya ini sudah hilang seminggu yang lalu. Tadinya Naruto ingin mengirim tim untuk melihat kondisi nya. Namun karena kasus Kokabiel ia menunda itu untuk sementara waktu.

Naruto mengirim Shalltier pada ras Vampir, dan Lupus Reggina pada Werewolf, karena kebetulan mereka memiliki ras yang sama.

Tujuannya adalah untuk memanipulasi Ke dua ras itu, agar kelak bisa Naruto jadikan sebagai Pion nya. Jika sudah begini akan sulit untuk menaklukan kedua nya sekaligus. Meskipun bisa, akan sangat sulit untiuk menyatukan ke 2 nya di bawah Nazarick dalam kondisi seperti ini.

Itu artinya..

"Sebas. Antara Vampire dan Werewolf, menurumu ras mana yang lebih berguna?"

"Jika kita ingin tambahan kekuatan tempur, maka Werewolf adalah pilihan yang bagus. Namun mereka akan sulit untuk di kendalikan, dan fleksibilitas kegunaan mereka sangat rendah. Sebaliknya dengan ras Vampir, selain memiliki fleksibilitas, mereka juga memiliki nilai yang lumayan tinggi dalam diplomasi dunia Supranatural. Tapi untuk memanfaatka mereka akan sangat sulit sekali Naruto - sama"

Naruto mulai mempertimbangkan ke dua Ras itu. Karena ia tidak bisa menguasai keduanya, setidaknya ia harus memiliki salah satunya. Jika yang satu memilki keunggulan dalam kekuatan, mereka akan sangat berguna untuk meningkatkan keamanan Nazarick. Tapi kegunaannya terlalu sedikit, dan sifat buas mereka cenderung sulit di kendalikan.

Dan yang satu nya lagi memiliki kegunaan yang jauh lebih banyak. Tapi seperi yang Sebas katakan, akan sangat sulit untuk memanfaatkan mereka. Vampir memeiliki pemimpin yang sangat cakap dan jeli. Butuh lebih dari kekuatan untuk membuat orang seperti itu tunduk.

"Sebas, Kirim beberapa Vampire Nazarick ke Transvania, suruh mereka membuat kekacauan di sana"

"Kekacauan? maksud anda seperti menghancurkan desa, atau menyerang kastil?" Tanya Sebas meminta penjelasan lebih lanjut.

"Tentu saja bukan. Maksudku adalah kekacauan di kalangan masyarakat. Seperti menyebarkan rumor yang meresahkan, mengadu domba, atau membuat kelompok bandit, dan semacamnya. Intinya buat para Vampir itu merasakan keresahan"

"Baik tuan. Maaf atas kebodohan saya" Balas Sebas sambil menundukan tubuhnya dalam - dalam. Tangannya mengepal merutuki kebodohannya. karena tak bisa memai perintah sang tuan. Naruto yang menyadari itu hanya bisa menghela nafas.

"Angkat kepalamu, jangan terlalu dipikirkan"

"Baik tuan" Ujar sebas, ia kembali berdiri tegap dengan gaya seorang butler.

"Kita lanjutkan, Perintahkan Demiurge untuk mengumpulkan informasi tentang kondisi dari para Werewolf saat ini, sekalian cari tahu keberedaan Reggina. Dan berikan padaku secara berkala"

"Dan yang terakhir kirimkan pesan pada Shalltier agar mengumpulkan pion yang berguna, pertahankan situasi ini sampai persiapan kita selesai. Ambil peran sebanyak mungkin dalam dalam membuka negosiasi, dan dapatkan kepercayaan Dracula tua itu"

"Di mengerti Naruto - sama"

"Aku ingin besok semuanya sudah di mulai, dan untuk Shalltier aku beri waktu 1 bulan untuk mempersiapkan semuanya. Ini hanyalah langkah awal, sisanya akan aku jelaskan sebulan dari sekarang"

Satu bulan adalah waktu yang terlalu singkat, tapi Naruto yakin Shalltier tidak akan mengecewakannya. Lagipula Naruto tidak punya banyak waktu. Jika di biarkan terlalu lama perang akan pecah, dan tentu saja itu akan memberi dampak buruk pada dunia ini.

Meskipun kedua ras itu bukan mitologi yang besar seperti Mitologi injil. Tapi dampaknya sudah cukup untuk setidaknya membuat satu negara hilang dari peradaban.

Secara garis besar Naruto sudah memiliki gambaran tentang langkah apa yang harua ia ambil. Jadi ia bisa mengabaikan ini untuk sementara. Yang jadi fokusnya saat ini adalah pertikaian antar 2 fraksi yang sedang terjadi. Dilihat dari rekam jejak para Maou saat ini, kemungkinan besar mereka akan mengajukan dialog antar Fraksi dari pada mendeklarasikan perang secara sepihak. Dan itu akan menjadi momen yang tepat, untuk Azazel membentuk aliansi antara Frakai mitologi Injil.

Ini hanyalah prediksi Naruto semata. tapi ia yakin 70% prediksinya tidak akan meleset. Dan jika benar, ia akan memanfaatkan aliansi sebagai kepanjangan tangan nya untuk melalang buana di dunia Supranatural.

Naruto tidak bisa menahan senyumannya. Ia sudah berjalan satu langkah menuju tujuan nya.

"Maaf tuan. Jika boleh saya tahu. apa yang akan anda lakukan kepada dua ras ini?"

Naruto tersadar dari renungan nya. Ah, bagaimana ia bisa lupa. Ia menjelaskan rencananya tanpa memberi tahu tujuannya.

"Ah... Maaf aku lupa" Balas Naruto dengan sebuah cengiran lebar.

"Kita akan melengserkan pak tua Dracula itu, dan menjadikan Shalltier Penguasa yang baru. Dengan begitu kita akan mendapatkan Pion baru yang sangat berguna" Sambung Naruto tanpa beban. Seolah - olah merebut suatu kekuasaan dari ras lain adalah hal yang mudah.

"Lalu bagaimana dengan Werewolf?"

"Sejujurnya, setelah mendengar penjelasanmu tadi. Aku jadi tidak tertarik pada Anjing - anjing itu. Tergantung situasi, kemungkinan besar kita akan memusnahkan mereka"

Sebas membulatkan matanya. Lagi - lagi sang tuan membuat langkah yang sedikit ekstrim. Melengserkan penguasa dari bangsa lain masih bisa ia mengerti. Tapi, jika sampai memusnahkan sebuah ras? Mereka pasti akan menjadi bulan - bulan mahluk supranatural yang lain.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan Sebas. Tidak usah khawatir, aku tidak akan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan Nazarick"

Sebas menunduk hormat pada Naruto. Meski tidak ada perubahan pada wajah, tapi dalam hati ia merasa sangat senang. Karena setelah sekian lama, sang Tuan Akhirnya mulai kembali mengandalkan mereka. Sebas sadar apa yang dilakukan Tuan nya ini bukanlah hal yang baik. Tapi siapa yang peduli. Selama itu demi perintah dari sang tuan ia tak akan ragu, bahkan jika ia harus memusnahkan sebuah ras sekalipun.

"Kalau begitu saya mohon undur diri"

"Ah, satu hal lagi"

Sebas yang sudah berniat untuk pergi, kembali membungkuk menunggu perintah sang Tuan.

"Tolong buatkan aku sarapan"

.

.

.

Beberapa saat berlalu sejak kedatangan Sebas Saat ini Naruto sedang menikmati sarapan pagi nya. Entah apa yang sedang di makan nya saat ini. Naruto bukanlah orang yang pilih - pilih dalam makanan, karena apa yang selalu di sajikan oleh para Maid disini adalah makan kulitas terbaik dan dari bahan yang terbaik pula.

Sudah dua tahun berselang sejak para penghuni Nazarick menemukan nya, dan selama itu pula ia menjadi tuan dari sekumpulan mahluk dengan yang otak mereka hanya di penuhi gumpalan loyalitas dan kesetiaan.

Awalnya ia jengkel dengan perlakuan mereka. Tapi seiring berjalan nya waktu yang ia lewati sebagai pengusa mutlak mereka, ia tetap saja meresa jengkel. Terkadang ia merasa seperti seorang diktator. Bayangkan saja perintahnya adalah mutlak, kata - katanya absolut, kata apalagi yang pantas untuk menggambarkan nya selain diktator?.

Meski begitu, mereka adalah keluarganya. Mereka adalah satu - satu nya warosan dari sang ibu yang akan ia jaga sepenuh hati. Bahkan jika itu hanya seorang maid berpangkat rendah sekalipun.

Naruto sudah pernah merasakan kehilangan, dan ia tidak ingin lagi merasakan nya. Oleh karena itu, ia akan melakukan apapun untuk melindungi apa yang menjadi miliknya.

"Kurama, kau di sana?"

"Ya, tuan" Jawab sang A.I

Seluruh rumah ini di lengkapi sistem canggih yang paling mutakhir. Dan kurama adalah inti dari sistem itu. Ia bisa mengakses setiap ruangan dari rumah ini. Jadi dimanapun Naruto membutuhkan nya, ia akan berada di sana.

"Bagaimana menurutmu?"

'Sebelum itu tuan, bukankah seharusnya anda beristirahat dulu untuk sementara waktu?''

"Apa maksudmu?"

'Seminggu yang lalu anda habiskan untuk mencari mencari Kokabiel, semalam anda hampir saja mati di tangan Maou Lucifer itu, dan sekarang anda harus berurusan dengan konflik ras lain. bukankah seharusnya anda mengistirahatkan tubuh dan pikiran anda sejenak'

Naruto terdiam mendengar apa yang di katakan Kurama. Selama seminggu terakhir ia sibuk mengurusi kekacawan yang di sebabkan oleh Kokabiel. Hilangnya Kokabiel secara tiba - tiba dari Grigori menyebabkan banyak sekali masalah.

Sebenarnya Kokabiel menghilang sejak 2 bulan yang lalu. Cerdiknya, sebelum ia pergi, terlebih dahulu Kokakabiel membuat berbagai macam masalah agar ia bisa menjalankan rencananya tanpa gangguan.

Mulai dari merusak sistem keamanan, membocorkan informasi penting ke internet, membunuh para pejabat penting dalam rantai Birokrasi, dan Administrsi, dan yang paling parah membakar ladang dan gudang pangan Grigori.

Selama 2 bulan itu Grigori sibuk memberskan seluruh masalah - masalah itu, sehingga tidak sempat mencari keberadaan Kokabiel. Beruntung dalam waktu seminggu Naruto dapat mengendus rencana gagak tua itu. Meakipun ia harus mengerahkan hampir semua bawahannya.

Lalu setelah itu, tepatnya tadi malam, Ia hampir saja mati ditangan Kokabiel. Untung rencana nya berhasil. dan Maou Lucifer datang di waktu yang tepat. Tapi, tidak berakhir di situ, karena setelah nya Naruto harus berurusan dengan Lucifer kw itu. Jika bukan karena Iblis bernama Rias yang menjelaskan kronologi dan situasinya. Saat ini ia pasti sudah menjadi abu dan hilang dari peradaban.

Naruto itu kuat, Kurama sangat tahu itu. Ia yakin bahwa tidak banyak mahluk di generasi yang sama bisa mengalahkan sang tuan. Tapi bukan itu masalahnya. Sekuat apapun sang tuan, ia masihlah pemuda berusia 20 tahun. Dia masih labil dan belum cukup matang. Jika Naruto terus menerus memaksakan dirinya, seperti ini, Kurama yakin tuan nya tidak akan bertahan dalam waktu yang lama.

"Virus apa yang menjangkitmu kali ini Kurama?"

'?'

Beginikah rasanya kesal? pikir Kurama. Jika saja ia memiliki wujud fisik, pasti wajahnya pasti sudah memerah saat ini. Setelah perhatian yang ia berikan, dan jawaban seperti itu yang ia terima? Sungguh ingin sekali ia memukul wajah Tuan nya ini.

Mungkin terkadang ia selalu membuat majikannya kesal dengan kata - kata yang kejam dan menusuk.Tapi, bukan berarti ia tidak memiliki kepedulian padanya. Kurama di ciptakan oleh Naruto, sudah seharusnya ia melayani, dan melindungi penciptanya bukan?.

"Sudahlah, kau tidak perlu khawatir. Aku baik - baik saja"

'Baiklah jika anda merasa seperti itu. Dan mengenai yang tadi. Bukankah ini masih terlalu cepat untuk melakukan pergerakan? Ditambah informasi yang kita miliki masih sedikit, dan hanya berdasarkan rumor?'

Informasi adalah salah satu senjata paling penting di dunia ini. Meskipun kau melawan musuh yang jauh lebih kuat darimu, selama kau memiliki informasi yang cukup tentang musumu maka meraih kemenangan tidaklah mustahil.

"Kau mungkin benar Kurama. Tapi apa kau menyadari sesuatu?"

'Intervensi pihak luar?'

"Benar. Ada orang yang ingin mengadu domba Werewolf dan Vampire. Kematian Raja Werewolf bukanlah sebuah rumor, aku yakin Shalltier juga menyadari nya. Dan jika kau lihat ini sangat jelas bukan? Dracula Tepes itu juga sadar, oleh sebab itu ia mencurigai Shalltier Vampire dari antah barantah yang tiba - tiba saja muncul"'

"Werewolf memiliki harga diri tinggi, dan begitu loyal pada kawanannya. Tapi mereka tidak bodoh, seharusnya mereka juga menyadari keanehan - keanehan yang terjadi. Mereka juga sangat tertutup"

'Jika begitu, Werewolf sangat ideal untuk ditunggangi. Kemungkinan besar dalang dari semua ini dari Werewolf itu sendiri?'

"Iya, tepatnya ada seseoranga yang menarik benang di belakang para Serigala itu"

'Sepertinya ini akan sedikit sulit Tuan'

"Kau benar Kurama, ini akan sulit. Tapi tidak untukku"

Cerdik dan Licik. Kurama tidak pernah berhenti terkagum pada sang tuan. Meskipun terkadang rencananya sangat beresiko, anehnya semua rencananya selalu berhasil.

Kuram a adalah sebuah Artificial Intelligence yang memiliki kemampuan kecerdasan yang luar biasa, ia tidak pernah bisa mengalahkan Tuan nya dalam hal adu strategi. Sang tuan selalu bisa melihat satu langkah lebih jauh dari dirinya. Dan kurama pikir itulah yang paling menakutkan dari tuan nya.

Merancang Strategi dari informasi yang minim, bahkan sampai bisa menemukan musuh yang bersembunyi. Kurama yakin ia tidak akan bisa melakukannya, bahkan jika ia meng-Upgrade sistemnya. Kadang ia bingung, untuk apa Naruto menciptakan nya?

'Kira - kira siapa orang yang ada di balik semua ini?'

"Kau akan tahu nanti. Ini masih awal cerita kurama. Tidak akan seru jika kita mengungkapkan penjahat nya disini"

Tuan nya benar, ini masih awal cerita, bahkan masih berada di Arc pertama. Dan jika ia tidak salah ingat, lajutan dalam masalah ini akan di ceritakan di Arc yang kedua, atau mungkin yang ketiga. Entahlah ia lupa, haruskah ia melihat Script milik tuan nya?

.

.

Grigori, tempat bagi para malaikat yang terbuang dari surga. Berlokasi di Underworld yang sama, tempat ini berjarak 30.000 mil dari kawasan para iblis tinggal.

Tidak seperti tempat mahluk Supranatural lain, yang biasanya memiliki nuansa tradisional mitologi mereka sendiri. Grigori memiliki nuansa futuristik layaknya kota masa depan yang sering terlihat di film - film. Benteng kokoh yang mengelilingi seluruh penjuru, di tambah sebuah kubah energi yang selain melindungi mereka dari serangan udara, juga memblokir seluruh sihir teleportasi yang tidak terdaftar di sistem mereka.

Menggabungkan sihir dan sains, itulah yang menjadi fokus mereka. Tidak seperti Bangsa iblis dan malaikat, yang membuat perangkat Reinkarnasi untuk menambah jumlah dan kekuatan mereka. Sebuah ide yang sangat Revolusioner yang di cetuskan oleh pemimpin mereka.

Saat ini di sebuah bangunan yang paling megah dan kokoh di pusat Grigori, sang pemimpin malaikat jatuh itu sedang termenung melihat setumpuk dokumen yang harus ia selesaikan malam ini juga.

Azazel, satu - satunya pemimpin 3 Fraksi generasi pertama yang masih hidup sampai saat ini. Ia lah sosok yang paling berperan dalam mendamaikan gejolak 3 fraksi pada saat itu.

Pada masa - masa jaya nya ia sangat di segani, bahkan oleh mahluk dari mitologi lain. Dari segi kekuatan saja, ia berdiri setara dengan God of bible dan Satan. Hanya dengan keberadaannya di medan pertempuran dapat membuat musuh gemetar ketakutan. Dan, karena masih adanya keberadaan yang bernama Azazel, tidak ada yang berani macam - macam dengan Fraksi nya.

Yah, masa - masa itu sudah lewat. Sekarang. Kini dunia sudah damai, ia tidak perlu lagi bermaim lempar - lemparan tombak untuk bertahan hidup.

"Hahhhh..." Azazel menghela nafas, menghadapi setumpuk tugas di hadapan nya. Sudah hampir 2 hari ia berkutat di kantor nya mengisi berbagai macam dokumen yang entah apa isi dan fungsinya. Parah nya lagi, kertas - kertas ini tidak ada habis - habisnya. Seolah kertas ini memiliki tehnik Kage bunshin seperti yang pernah ia lihat di salah satu Anime yang sering di tonton oleh Kokabiel

Azazel melirik sebuah surat yang baru datang pagi ini. Itu adalah surat tuntutan dari Fraksi Iblis tentang apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Inti dari surat itu adalah, pihak Iblis menuntut pertanggung jawaban dari Azazel selaku pemimpin dari Malaikat jatuh, dan mengajukan diadakan nya pertemuan antara ke dua Fraksi yang bersangkutan.

Sebenarnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengajukan Aliansi antara 3 Fraksi Injil. Meskipun dalam kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan bagi pihaknya yang notabene nya adalah terdakwa. Oleh karena itu, ia berencana menghubungi Michel sebagai pemimpin surga saat ini sebagai pihak yang mengajukan proposal tersebut, ia juga akan mengundangnga dalam pertemuan nanti sebagai penengah antara Fraksi nya dan iblis. Semoga saja ini berjalan sesuai harapanya.

Azazel audah terlalu nyaman dengan kedamaian ini. Ia tidak akan membiarkan kedamaian ini sirna begitu saja. Dan beberapa waktu yang lalu ia mendapat informasi dari intel nya, ada sebuah organisasi yang berisi buronan - buronan dari setiap Mitologi. Bahkan rumornya ada beberapa dewa yang bergabung kedalam organisasi itu.

Chaor Bridge, itulah nama organisasinya. Organisasi yang sialnya di dibentuk oleh entinitas paling kuat di dunia ini. Ophis, sanh Ooroboros Dragon, lambang ketidak terbatasan. Mahluk yang mampu membinasakan dunia ini seorang diri. Entah apa tujuannya. Namun yang jelas Chaos Bridge sangat berbahaya. Kehadiran mereka akan mengganggu stabilitas dunia ini. Dan apapun yang mengganggu harus ia lenyapkan.

Azazel sadar, tidak akan bisa menghentikan mereka seorang diri. Oleh karena itu, Aliansi 3 fraksi Injil adalah hal yang wajib terbentuk. Dengan terbentuknya Aliansi, mereka akan bisa sejajar dengan Mitologi - mitologi yang lain. Itu akan sangat berguna untuk membuat hubungan diplomasi yang setara dengan Mitologi besar lain nya.

"Tok... Tok... Tok..." Suara ketukan pintu itu mengehentikan lamunan Azazel.

"Masuk!!" tukasnya.

Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pemuda berambut silver yang sudah babak belur.

"Vali?!!" Ujar Azazel yang terkejut melihat kondisi pemuda di hadapannya ini.

Tanpa menggubris Azazel, ia segera mentup pintu dan merebahkan tubuhnya di sofa.

Azaze melihat bocah yang di pungutnya beberapa tahun yang lalu. Azazel sudah terbiasa dengan sifat kurang ajar bocah ini, karena itu ia tidak terlalu memperdulikannya.

"Apa kau tidak apa - apa?" Ujar Azazel menanyakan pertanyaan yang seharus nya tidak perlu di tanyakan lagi.

"Jangan perdulikan aku. Urus saja urusanmu sendiri. Aku hanya butuh istirahat sebentar saja"

'Ia sedang kesal' pikir Azazel.

Ia sudah mengenal bocah ini selama 10 tahun terakhir, dan ia sudah hafal betul seluruh tetek - bengek nya bocah ini.

"Bagaiman aku bisa mengabaikan mu, jika kau babak belur seperti itu?"

"Ini bukan masalah pak tua. Aku hanya butuh istirahat sebentar"

Alis Azazel berkedut. Betapa menjengkelkan nya anak ini. Tidak tahukah ia bahwa Azazel sedang mengkhawatirkan nya saat ini?

Azazel beranjak dari meja kerjanya, dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Vali.

"Ini bukan kamarmu bocah! Kalau kau ingin istirahat, sebaiknya kau pulang kerumahmu!" Kata Azazel dengan sedikit kesal.

"Dan membuat Sariel melihat kondisiku yang seperti ini? Jangan bercanda. Aku hanya akan mendapatkan siksaan mental jika pulang sekarang"

Bayangan seorang Wanita cantik dengan background siksa kubur terlintas di benak Azazel. Sariel, ia adalah seorang wanita yang menjadi Sekretarisnya.Ia berwajab bak malaikat dan berperilaku bar - bar layaknya suku spartan.

Sariel adalah orang yang mengurus kehidupan Naruto dan Vali semenjak datang ke Grigori. Hubungan mereka sangat dekat layak nya ibu tiri dan Cindirela. Dan karena itu, hanya ia satu - satunya orang di Grigori yang bisa menjinakkan 2 bocah sableng itu- Ralat, Tidak hanya ke 2 bocah itu, seluruh petinggi Grigoripun akan jinak di hadapan nya. Bahkan Kokabiel yang berkepribadiam kalem sekalipun tidak berani macam - macam di hadapannya.

Suatu hari Azazel sadar, salah satu hal yang paling ia sesali dalam hidupnya adalah mengangkat wanita tempramen ini menjadi Sekretarisnnya. Saking menyesalnya, ia pernah berpikir menciptakan mesin waktu, untuk memperingati dirinya di masa lalu tentang seberapa bahaya nya wanita ini.

"Ah, Kau benar. Kau boleh menggunakan ruangan ini sampai kau pulih"

Jika Vali pulang dalam kondsi seperti ini, dirinya juga akan terkena imbas amukan dari Sariel.

"Tapi setidaknya, bisakah kau beri laporan hasil penyelidikanmu?" Lanjut Azazel.

Berbarengan dengan misi menghentikan Kokabiel yang perintahkan pada Naruto. Azazel menyuruh Vali untuk mencari. informasi tentang Chaos Bridge.

"Bisakah kita lupakan laporan untuk sementara? Dan sebagai wali yang baik, bukankah seharusnya kau memanggil seorang Healer untuk menyembuhkan ku?"

"Hanya pada saat - saat seperti ini kau mengkuiku sebagai walimu, bocah sialan?"

Di atas kertas, Azazel berperan sebagai wali Naruto dan Vali. Meskipun itu hanya tertera dj Ijazah sekolah mereka. Tapi setiap kedua bocah ini meminta suatu hal yang merepotkan, mereka akan mengungkit masalah wali ini kepadanya.

"Bukan hanya saat - saat seperti ini statusmu sebagai wali bisa berguna?"

Azazel mengeram kesal. Dari mana ia mendapat definisi menyimpang seperti itu? Apa otak kecilnya tidak bisa membedakan arti kata 'Wali' dan 'Pembantu'.

"Berhenti membuang waktuku Vali. lagipula kau adalah Hakuryuu, luka seperti itu akan segera sembuh dengan sendirinya"

"Kau sangat menyebalkan Pak tua" keluh Vali.

Ia bangun dari tidurnya, dan meronggoh ponsel yang ada di sakunya.

"Albion, apa kau sudah selesai membuat laporan nya?" Tanya Vali pada ponsel di tangan nya.

Ponselnyapun tiba - tiba menyala, dan menampilkan sebuah Avatar berbentuk naga chibi.

"Hampir selesai Vali" Balasan Naga chibi itu

Naga chibi itu adalah Abion. Albion yang sesungguhnya, Albion yang menyandang gelar sebagai Heavenly Dragon. Lalu bagaimana sang Naga surgawi itu bisa berada dalam sebuah ponsel? Semua ini berawal saat Naruto melihat sifat kolot Vali akan teknologi. Vali bahkan tidak mengerti ara membeli minuman di mesin penjual otomatis, ia juga tidak mengerti bagamana cara melakukan panggilan lewat ponselnya.

Karena Perihatin, akan ke tololan temannya. Naruto berinisiatif untuk membuatkan Vali sebuah Artificial Intelligence seperti Kurama untuk membantunya. Namun mengingay Vali memiliki jiwa Albion dalam tubuhnya, Membuat Naruto memiliki ide yang sedikit gila.

Naruto membuat sebuah alat yang ditanam pada Secread Gear nya Vali. Alat itu berfungsi mengirim sinyal dari kesadaran Albion pada sebuah Avatar kosong yang sudah Naruto persiapkan sebelumnya. Dan jadilah Albion yang sekarang, yang tidak hanya terkenal di dunia Supranatural sebagai Naga surgawi, tapi juga di dunia maya sebagai Heacker paling hebat di dunia.

Sementara Azazel hanya bisa sweetdrop. Naga yang dulu mengacak - ngacak pertempuran 3 fraksi, kini bertugas membuat laporan layaknya seorang sekretaris.

"Kau dengar sendirikan? Aku akan mengirimkan nya lewat Email jika sudah selesai" Ujarnya dan kembali merebahkan tubuh nya.

Azazel hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan kurang ajar bocah ini.

"Baiklah, selesaikan secepatnya"

"Baik , baik..." Jawab Vali memejaKan matanya. Untungnya ia punya Albion.

TBC