...School Of Magic...

.

.

.

Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]

Created By : Al – kun666

Rated : T

Genre : Action, Adventure, Fantasy, Martial Arts, School, Sci-Fi, SuperPower, Romance and Etc.

Pairing : ??

Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe (AU) and Etc.

Don't Like Don't Read ..

Ide ini dihasilkan oleh otak author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan.

.

.

Summary : Kyoto Akademi, salah satu sekolah sihir terbesar dijepang, Namikaze Naruto, seorang pemuda dengan minat yang kurang tentang sihir, terpaksa harus masuk sekolah tersebut karena paksaan kedua orang tuanya.

.

.

Chapter 29 : Strong Enemies

.

"T-Tuan? Kau akhirnya datang. Tolong selamatkan aku tuan." Saat Kankuro melihat sosok berjubah hitam. Dia menunjukan ekspresi gembira. Dia segera bersujud di depan sosok itu, dan memohon dengan antusias.

Tuan? Semua orang saling memandang. Mungkinkah ini 'Tuan' yang Kankuro bicarakan? Saat semua orang sedang menduga-duga siapa orang berjubah hitam ini. Tekanan menakutkan tiba-tiba muncul dan membuat semua ahli sihir di bawah level 6 segera jatuh berlutut di tanah dan bahkan pingsan.

"A-astaga! I-ini tekanan ahli sihir level 9!"

Seseorang diantara kerumunan segera berseru dengan kaget bercampur takut. Dia gemetar dan keringat dingin mengucur di punggungnya. Dia baru pertama kali merasakan tekanan sihir seberat ini, dan itu sangat menakutkan.

Hagoromo dan Elder ketujuh mengernyitkan dahi mereka saat mereka merasakan tekanan sihir dari orang berjubah hitam dibelakang Kankuro. Dengan wajah yang bermartabat Hagoromo dan Elder ketujuh bertatapan dengan tatapan berat. Keduanya mengangguk ringan dan mereka segera mengambil postur waspada.

Dilihat dari bagaimana orang ini datang, jelas bahwa orang ini berada di pihak Kankuro. Dan mereka harus sangat waspada karena orang ini mengeluarkan tekanan ahli sihir level 9 yang bahkan melampaui Hagoromo dan Elder Ketujuh.

"Bangunlah, aku akan memberimu satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahanmu."

Sosok berjubah hitam berkata dengan nada datar, semua orang disana bisa merasakan ketidakpedulian yang kuat dalam nada suaranya yang terdengar sedikit berat.

"B-baik tuan." Kankuro yang mendengar perkataan sosok berjubah hitam itu segera bangkit dengan tergesa-gesa dan dia dengan patuh menundukan kepalanya di depan sosok tersebut. Bahkan raut wajah arogan yang selalu menempel diwajahnya kini telah hilang digantikan dengan senyum menyanjung dan tatapan takut.

Melihat Kankuro yang ada didepannya untuk sejenak, sosok berjubah hitam itu mengeluarkan sebuah batu kristal seukuran kelereng berwarna ungu pekat di dalam jubahnya dan memberikan nya pada Kankuro yang berada di depannya.

"Telanlah."

Mendengar perintah 'Tuan'nya Kankuro tanpa ragu segera mengambil batu kristal tersebut dan menelannya bulat-bulat. Kankuro tahu, jika ia ragu ia akan mati tanpa mayat utuh disaat itu juga.

Disaat Kankuro menelan batu kristal tersebut, dia merasakan gejolak energi panas yang datang dari perutnya, gejolak itu semakin lama semakin besar dan mengalir ke seluruh tubuhnya dengan liar. Akhirnya, semburan energi sihir yang besar segera meledak keluar dari tubuhnya dengan gila-gilaan.

Tubuh Kankuro mulai membesar sedikit demi sedikit, tubuh yang dulu sedikit kurus kini nampak berotot dengan urat-urat yang menonjol di seluruh tubuhnya, tinggi Kankuro yang tadinya hanya 175cm kini langsung bertambah menjadi hampir 3 meter.

"HAHAHA, Ini sangat menyegarkan tuan." Kankuro yang merasakan energi yang meledak-ledak ditubuhnya segera tertawa terbahak-bahak sambil mengepalkan dan membuka kedua tangan nya. Dia merasa sangat berenergi, bahkan dia merasa bisa membunuh seorang ahli sihir level 5 dengan sekali pukulan.

Sosok berjubah hitam yang mendengar perkataan Kankuro hanya mendengus dingin dan berkata dengan datar.

"Selesaikan tugasmu dengan cepat, aku akan mengurus ahli sihir level 8."

Bersamaan dengan perkataannya barusan, lingkran sihir orange segera muncul dibawah kaki Hagoromo dan Elder Ketujuh yang ada di sana.

"I-ini!"

"Sealing Magic?!"

Elder Ketujuh segera berseru kaget, bahkan Hagoromo segera membulatkan matanya dengan ketakutan. Karena saat dia melihat lingkaran sihir dibawah kakinya dia merasakan sihirnya tersegel dan tubuhnya seolah membeku tak bisa bergerak sedikitpun.

Setelah menyegel Elder ketujuh dan juga Hagoromo yang merupakan ahli sihir level 8, sosok berjubah itu hanya berdiri diam sambil menarik tekanan sihirnya.

Kankuro yang melihat Elder dari klan Ootsutsuki mematung segera menyeringai dan mengalihkan pandangannya pada Gaara yang berdiri tak jauh di depannya. Tanpa basa-basi dia langsung bergegas kearah Gaara yang nampak terengah-engah karena tekanan sihir barusan.

Tubuh Kankuro yang sudah bertambah besar melesat dengan cepat, dalam hitungan detik dia sudah ada di depan Gaara. Mengepalkan tangannya yang kini sudah membesar, dia memukul Gaara dengan kuat. Gaara yang tidak siap langsung terkena pukulan dengan telak hingga terlempar dan menabrak mansion Ootsutsuki dengan keras.

"Gaara!!"

Rasa dan Karura segera bergegas menuju Gaara dengan raut wajah khawatir. Tamu undangan yang lain nampak tercengang dan mematung karena kejadian nya terlalu cepat. Mereka bahkan belum pulih dari tekanan sihir barusan, dan Kankuro sudah mengalahkan Gaara dengan sekali pukulan.

"Hahahahaha, aku sangat bersemangat!"

Kankuro tertawa dengan gila, dia merasa tubuhnya benar-benar penuh dengan kekuatan. Mengalihkan pandangannya kepada Naruto yang sedang berdiri diam sambil melindungi Kaguya dibelakangnya, mata Kankuro menunjukan kilatan kejam.

"Kali ini akan kubiarkan kau merasakan kekuatanku yang sesungguhnya!"

Kankuro menyeringai dan dengan sekali hentakan kaki, dia sudah terbang menuju Naruto dengan tinju terkepal, meninggalkan tanah yang retak akibat tekanan dari kakinya.

[Element Magic: Ice Shield]

Naruto yang melihat itu sedikit menyipitkan matanya, sebelum dia melakukan sesuatu, Kaguya sudah terlebih dahulu melangkah ke depan dan mengeluarkan sihir pertahanan level 6 miliknya.

Braaakk!

Tinju Kankuro menabrak barrier es milik Kaguya dengan keras hingga menimbulkan percikan es yang bertebaran kemana-mana. Beruntungnya, Kankuro tidak mampu menembus pertahanan barrier es milik Kaguya dengan sekali pukul. Kankuro yang melihat Kaguya melindungi Naruto segera menjadi marah dan membombardir barrier es milik Kaguya dengan kejam yang membuat wajah cantik Kaguya segera dipenuhi dengan keringat dingin.

Naruto yang melihat raut wajah serius Kaguya saat mempertahankan sihirnya untuk melindunginya tertegun untuk sejenak. Hatinya merasakan kehangatan yang samar, Naruto tersenyum lembut dan menepuk pundak Kaguya dengan pelan.

"Oke, jangan paksakan dirimu. Biar aku yang menangani ini."

Tanpa basa-basi Naruto langsung mengangkat tangannya, dengan cepat muncul puluhan lingkaran sihir kuning disekitar Kankuro yang langsung melesatkan senjata-senjata tajam kearah Kankuro dengan cepat.

Kankuro yang melihat itu dengan refleks menghentikan serangannya dan mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya sendiri. Setelah serangan itu berhenti, Kankuro tertawa dengan keras karena serangan Naruto barusan hanya membuat luka gores kecil pada kulitnya.

Tapi belum sempat dia mencemooh Naruto, sebuah pedang besar dengan lebar 5 meter melesat jatuh dari lingkaran sihir besar di langit yang langsung jatuh kearahnya dengan cepat.

Blaaarr ...

Dentuman keras dengan cepat terdengar, sebuah kawah selebar 15 meter tercipta akibat pedang besar yang kini mulai mengurai menjadi partikel kuning. Debu berterbangan menghalangi pandangan orang-orang.

Saat debu mengilang, mereka melihat Kankuro yang kini sudah sekarat

dengan perut yang hancur berantakan. Seluruh orang tampak terdiam dan menatap Naruto dengan tatapan kaget. Lingkaran sihir kuning itu, bukankah itu Magic Maker? Apakah Magic Maker memang sehebat ini?

Kaguya yang berada dibelakang Naruto tertegun untuk sementara waktu dan tidak bisa berekasi, apakah Naruto bisa menggunakan sihir?

Elder ketujuh yang melihat pemandangan ini juga menelan ludah dengan pahit, anak ini benar-benar menakutkan. Melirik kearah Hagoromo yang juga nampak tertegun, Elder Ketujuh tersenyum kecut, tunangan yang baik benar-benar dia anggap tidak berguna.

"Apa?!"

Sosok berjubah hitam nampak tersentak kaget, bukan hanya karena Naruto yang bisa mengalahkan Kankuro dalam sekejap. Tapi lingkaran sihir kuning yang familier itu yang membuatnya tersentak kaget.

Sosok berjubah hitam itu memandang Naruto dengan tatapan mematikan. Perlahan tapi pasti, aura sihir berwarna biru mulai menyebar dengan liar di sekitar tubuhnya, dan membuat jubah hitamnya bergoyang.

Elder ketujuh dan Hagoromo yang melihat ini sedikit mengernyit, ini adalah tipe sihir yang berbeda lagi? Apakah orang ini mempunyai 3 tipe sihir? Lalu sihir yang mana yang sudah mencapai level 9?

"Tak kusangka aku akan bertemu pengguna sihir 'itu' di tempat seperti ini, belum lagi itu sudah mencapai level tinggi." Sosok tersebut berkata dengan acuh, aura sihir yang dikeluarkannya semakin besar yang bahkan membuat angin berhembus dengan sangat kencang.

Saat dia selesai bicara, sosok berjubah hitam itu segera menghilang dan langsung muncul di hadapan Naruto yang sudah menyipitkan matanya dan mengayunkan tinjunya yang sudah dilapisi aura sihir dengan cepat kearah Naruto.

Sebelum tinju itu mengenai Naruto, sebuah tembok besar yang tampak terbuat dari kertas muncul dan menahan serangan tinju sosok berjubah hitam tersebut. Sayangnya tembok besar itu bahkan tidak dapat menghentikan tinju sosok tersebut dan langsung hancur berantakan dalam sekejap.

Blaarr ..

Pada saat tinju itu akan mengenai Naruto, Naruto dan Kaguya yang ada dibelakangnya langsung menghilang menyisakan lingkaran sihir ungu dibawah kaki mereka yang membuat tinju sosok tersebut menghantam tanah dan menghasilkan ledakan yang sangat keras.

"[Element Magic: Paper Wall]"

Asap debu berterbangan dan tak jauh dari situ Naruto dan Kaguya muncul. Naruto bisa melihat Konan dan Yahiko yang mendesah lega karena kemunculan mereka berdua. Di samping Yahiko, berdiri sosok mirip Minato dengan tubuh yang agak transparan serta aura ungu yang terus-menerus keluar dari tubuhnya.

"Ini bukan ayah, itu hanya salah satu sihir level 6 milikku dan itu tidak akan bertahan lama."

Yahiko yang memperhatikan pandangan Naruto segera menjelaskan dengan santai. Itu adalah salah satu sihir andalannya untuk mengejutkan musuh. Sihir itu bisa memanggil 'Klon' seseorang yang pernah kau sentuh aura sihirnya dan memanggilnya untuk bertarung. 'Klon' tersebut akan memiliki sebagian kekuatan dari pemilik aslinya.

Sayangnya, seperti Forbidden Magic pada umumnya yang efek sampingnya sangat menakutkan. Sihir ini memiliki efek samping yang bisa memakan masa hidup Yahiko sendiri.

Naruto hanya mengangguk dan memandang Yahiko dengan tatapan terima kasih. Dia tahu efek samping dari Forbidden Magic selalu sangat tidak normal dan bahkan sangat membahayakan bagi penggunanya. Melirik ke belakang mereka, Naruto bisa melihat Zetsu yang kini tengah menyembuhkan Gaara dengan Healing Magic miliknya. Nampaknya Gaara terkena pukulan Kankuro dengan telak.

Naruto mengalihkan pandangannya pada sosok berjubah hitam yang kini tengah berdiri diatas kawah yang dia buat dengan tinjunya tadi dan berkata dengan santai.

"Yahiko-nii, tolong lindungi Kaguya untukku."

"..."

Yahiko tidak menjawab, dan ia hanya mengernyitkan dahi dan memandang Naruto dengan tatapan dalam.

"Jangan memandangku seperti itu, aku bahkan bisa mengalahkan seluruh anggota keluarga kita. Apa yang kau khawatirkan?"

"Ini berbeda Naruto, dia nampaknya menguasai 3 tipe sihir yang semuanya tidak menguntungkan untukmu, belum lagi dia adalah ahli sihir level 9 yang bahkan satu tingkat lebih tinggi dari ayah!"

Yahiko berkata dengan sedikit keras, menghela nafasnya dengan pelan kemudian melanjutkan.

"Aku akan membantumu da-"

"Tidak."

Sebelum Yahiko selesai bicara, Naruto memotong perkataanya dengan cepat. Memandang banyak orang yang pingsan dan ketakutan karena tekanan sihir di awal, Naruto kemudian melanjutkan.

"Jangan khawatir, Sealing Magic miliknya tidak akan bertahan lama. Jadi Elder Ketujuh dan juga Ayah Kaguya akan segera bebas dari Sealing Magic miliknya. Juga, kekacauan disini sudah terlalu besar, wajar jika ada pasukan pemerintah yang akan menuju kesini sebentar lagi, jadi tidak usah terlalu khawatir."

Yahiko yang mendengar perkataan Naruto hanya menghela nafas dengan pelan, lalu mengangguk setuju dengan enggan.

"Kalau begitu hati-hati, aku akan ikut campur jika kau dalam bahaya."

Konan yang mendengar percakapan Naruto dan Yahiko hanya diam, dia sebagai kekasih Yahiko samar-samar tahu betapa kuat dan misteriusnya adik ipar nya ini. Karena Yahiko bilang begitu, maka dia tentu saja tidak akan punya pendapat.

Sedangkan Kaguya yang mendengar percakapan keduanya, dia langsung menggengam sudut baju Naruto dan memandangnya dengan ekspresi khawatir. Meskipun Naruto menunjukan sihir yang luar biasa untuk mengalahkan Kankuro dalam sekejap beberapa saat yang lalu, ini masih terlalu mendadak untuknya.

Naruto tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut untuk menenangkannya.

"Tunggu aku, setelah ini selesai, mari kita berkencan. Oke?"

"U-um"

Kaguya mengangguk dengan lembut, wajahnya sedikit memerah. Meskipun begitu, dia masih memandang Naruto dengan ekspresi khawatir. Melihat Naruto yang kini berjalan kearah sosok berjubah hitam, Kaguya merasakan perasaan khawatir dan tak berdaya. Dia merasa kalau dirinya benar-benar lemah saat ini.

Naruto berjalan dengan santai kearah sosok berjubah hitam yang masih berdiri diam. Wajahnya berubah serius dan secara bertahap aura sihir berwarna kuning keemasan juga meledak keluar dari tubuhnya dengan ganas.

"Oh?"

Sosok berjubah hitam itu nampak tertarik dengan gerakan Naruto. Tak mau kalah, aura sihir biru mulai menari dengan ganas di sekitarnya.

Ratusan lingkaran sihir berwarna emas muncul di sekeliling sosok berjubah hitam, dengan lambaian tangan Naruto, ratusan lingkaran sihir itu memuntahkan berbagai senjata yang langsung melesat dengan cepat kearah sosok berjubah hitam.

Sosok itu menyeringai dan membiarkan berbagai senjata itu mengenai tubuhnya.

Trankk .. Trankk .. Trankk ..

Ratusan senjata yang membombardir sosok tersebut bahkan tidak bisa menghancurkan jubah hitam milik sosok tersebut. Jubah itu bahkan tidak tergores sedikitpun!

"Artifact Magic?!"

Hagoromo, Elder ketujuh dan Yahiko tersentak kaget. Artifact Magic adalah benda yang langka, bahkan di beberapa keluarga besar, mereka hanya memiliki satu atau dua. Itupun dengan bentuk yang relatif kecil seperti cincin, kalung, lonceng kecil dll. Mereka baru melihat artifact berbentuk jubah hitam.

"Oh? Artifact bagus."

Naruto menunjukan kilau semangat di matanya. Perlu diketahui, gurunya yaitu Gilgamesh adalah seorang maniac Artifact. Dia bahkan mengoleksi ratusan Artifact yang dia peroleh dari berbagai belahan dunia.

Gilgamesh juga memberi Naruto beberapa Artifact, sayangnya Naruto sangat jarang menggunakannya karena kekuatan Artifact terlalu kuat, dan akan sangat membosankan jika kau harus menggunakan Artifact untuk mengalahkan musuh yang bisa dikalahkan dengan mudah.

Melihat bahwa jubah dari sosok itu ternyata adalah Artifact yang lumayan bagus, tentu saja Naruto ingin mencobanya menggunakan Artifact pemberian Gilgamesh. Yah sayangnya dia mungkin hanya bisa menggunakan Artifact palsu dengan sihirnya sekarang.

Merentangkan tangan kanan nya, sebuah lingkaran sihir berwarna kuning terbentuk di depan telapak tangan Naruto dan mengeluarkan sebilah pedang.

Pedang itu mempunyai sarung berwarna ungu dengan Tsuba berbentuk tiga daun. Naruto memegang pedang tersebut dan mengeluarkannya dari sarungnya. Pedang itu berbentuk seperti Katana biasa, hanya saja pedang tersebut mengeluarkan hawa dingin dan kelam.

Naruto mengangguk dengan puas, meskipun ini adalah tiruan yang dia buat dengan sihir dan kekuatannya mungkin hanya sebagian dari yang asli. Naruto bisa merasakan kekuatan pedang ini dengan sangat jelas. Yah ini sedikit lebih kuat dari Exalibur.

Menurut penuturan Gilgamesh saat dia memberikan pedang ini kepada Naruto dulu, pedang ini merupakan pedang seorang pahlawan jaman dulu di negara yang disebut Wano. Konon, pedang ini bisa menghancurkan pertahanan Naga dengan satu tebasan. Sayangnya pedang ini juga sangat sulit dikendalikan. Pedang ini bernama, Enma.

"Artifact?!"

Hagoromo dan Elder ketujuh mengernyit melihat pedang yang ada di tangan Naruto, mereka bisa merasakan kalau pedang itu adalah Artifact, hanya saja perasaan itu hanya samar-samar dan tidak nyata.

Sosok berjubah hitam menyipitkan matanya lalu mendengus. Itu hanya tiruan yang dibuat dengan sihir, meskipun memiliki sedikit aura Artifact itu hanya tiruan yang dibuat dengan sihir. Jauh dari sebanding dengan Artifact asli.

Naruto menyeringai, dengan Enma di tangan kanan. Naruto menyiapkan kuda-kuda untuk menebas. Aura sihir berwarna emas kembali menguar dari tubuhnya dengan ganas.

"Ittō-waza desusurasshu!"

Naruto menebas dengan horizontal dan membentuk energi pedang berwarna emas yang disertai dengan sedikit bercak ungu hitam. Energi itu melesat dengan cepat kearah sosok berjubah hitam dan meledak dengan keras.

Bersamaan dengan itu, Naruto tak tinggal diam. Dia melesat dengan cepat kearah sosok berjubah hitam dan membuat replika Kusanagi yang dia pegang di tangan kirinya.

Saat sampai 2 meter di depan sosok berjubah itu, Naruto segera mengambil kuda-kuda kembali dan melakukan tebasan cepat menggunakan Enma dan Kusanagi yang dia pegang di kiri dan kanannya.

"Nitōryū: Renzokukiri!"

Sosok berjubah hitam itu tampak tertegun untuk sejenak, dia sedikit tercengang karena tebasan Naruto bisa menggores jubah miliknya dan meninggalkan lubang yang lumayan lebar. Menampilkan kulit putih pucat miliknya. Saat dia tersadar, dia melihat Naruto yang sudah ada di depannya dan melakukan tebasan menggunakan dua pedang kepadanya.

Tebasan Naruto sangat cepat dan tajam. Hal itu membuat jubah milik sosok berbaju hitam ini makin compang-camping dan makin jelas menunjukan sosoknya.

"Pergi!"

Sosok tersebut menggeram dan meledakan aura sihir yang luar biasa dari tubuhnya hingga Naruto terpental jauh kebelakang. Saat Naruto sudah menstabilkan sosoknya, dia melihat bahwa jubah sosok tersebut sudah rusak dan menampilkan sosok berwajah putih pucat didalamnya.

"K-kau!"

To be continued ...

A/N: Halo apa kabar semua, gw bener-bener minta maaf yang sebsar-besarnya karena update yang buset lama bet.

Banyak hal sih yang terjadi tahun-tahun kemaren, mulai dari laptop gw yg rusak terus data ilang, abis itu giliran hp yang rusak dan ga bisa dipake. Lupa akun buat login fanfic. Ada aja dah pokoknya.

Gw juga mau menyampaikan gw gatau bakal lanjut atau ngga dalam fanfic ini. Mungkin karena kelamaan ga nulis juga, tulisan gw agak kacau dan amburadul. Plot nya aja gw agak agak lupa sekarang. Bikin chapter ini aja rusuh banget, jadi gw bener-bener minta maaf kalo pada kecewa ama chap sekarang.

Mungkin kalaupun gw lanjut nulis fanfic, cerita ini bakal gw remake atau gw ganti. Karena menurut gw plot nya terlalu kacau dan perkembangannya kurang. Ada bagian-bagian yang seharusnya gw ga tulis malah gw tulis.

Ya intinya sih chapter ini buat memenuhi penasaran lu pada dah, maaf kalo kurang memuaskan karena emng gw udah lama ga nulis juga. Kalo plot agak kacau juga maafin ye.

Doain aja moga urusan gw lancar dan ada waktu buat nulis nulis fanfic buat ngehibur kalian.

Thanks and see you next time.