Disclaimer:

Bleach: Tite Kubo

Hyperdimension Neptunia: Idea Factory

.

.

.

Main Character: female Ichigo

Genre: fantasy, family, humor, adventure, action, scifi

Rating: T

Setting: dunia Gamindustri

.

.

.

Goddess Shinigami

By Hikayasa Hikari

.

.

.

Fic request for Special Pairing 15

.

.

.

Chapter 3. Goddess Shinigami sudah muncul

.

.

.

Di puncak bukit, ada seorang gadis berambut biru panjang yang sedang mengamati keadaan Planeptune. Dia memegang kacamatanya dengan erat. Tersenyum menyerupai garis kurva.

"Planeptune sedang terancam karena mengalami sumber daya energi yang perlahan menipis. Ini karena Goddess-nya yang sangat pemalas," ungkap gadis berambut biru menyipitkan mata, "aku harus menemui Goddess itu. Mengalahkannya dan merebut kekuasaannya."

Gadis berambut biru membelakangi jurang. Pergi ke arah hutan hijau karena ada jalan pintas menuju negara Planeptune.

Di kota Planeptune, Ichigo berjalan sendirian tanpa ditemani Neptune dan Nepgear. Dia menyusuri keramaian di jalan kota. Melihat keadaan yang sangat ribut karena semua orang saling berbicara antara satu sama lain.

"Ichigo-nee!" seru Nepgear berlari mengejar Ichigo. Semua orang menepi, memberi ruang untuk dirinya lewat.

"Nepgear," balas Ichigo berhenti dan menoleh ke arah Nepgear. Dia memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya.

"Onee-san mau kemana?"

"Aku ingin mengelilingi kota ini."

"Kota ini sangat luas. Kau akan tersesat."

"Jangan mengkhawatirkan aku. Kau pulanglah, jagalah Neptune."

Ichigo tersenyum. Melembutkan mata. Memancarkan kesan pesona yang bisa menarik kaum lelaki. Jiwa laki-lakinya masih ada dalam dirinya, tidak bisa bersikap layaknya perempuan.

Nepgear meredupkan mata. "Tapi..."

Ichigo berjalan dan mengusap pucuk rambut Nepgear. "Pulanglah."

"Baiklah."

Nepgear mengangguk lemas. Terpaksa menuruti permintaan Ichigo. Berjalan gontai meninggalkan Ichigo.

Ichigo sedikit tersenyum. Kemudian melanjutkan perjalanannya menuju arah yang dituntun hatinya. Ingin mencari tahu bagaimana caranya mendapatkan kekuatan Goddess.

Di sepanjang perjalanan, Ichigo mengunjungi berbagai tempat. Mencari informasi dengan bertanya pada orang-orang dan mengunjungi perpustakaan. Tapi, tidak ada jawaban yang memuaskan otaknya.

"Ichigo-nee," panggil seorang gadis berambut merah muda yang diikat satu, berlari menghampiri Ichigo.

Ichigo baru saja keluar dari gedung perpustakaan yang berbentuk futuristik, mengerutkan kening. Pasalnya, dirinya tidak mengenal gadis itu.

"Kau siapa?" tanya Ichigo bermuka serius, berhenti di depan pintu gedung perpustakaan.

"Eh? Kau tidak mengenaliku?" Gadis berambut merah muda tercengang. Membelalakkan mata.

"Tidak."

"Ya ampun, kau pasti amnesia juga seperti Neptune." Gadis berambut merah muda bertampang kusut. "Aku Compa. Aku teman Neptune yang menemukan Neptune terdampar di Lastation."

"Oh. Kau Compa yang diceritakan Nepgear itu?"

"Ya."

"Terima kasih karena kau sudah membawa Neptune pulang ke kota ini lagi."

"Sama-sama."

Ichigo dan Compa terlibat pembicaraan yang serius. Mereka tidak menyadari ada gadis berambut cokelat panjang yang mengamati mereka, tak jauh dari mereka. Kemudian gadis berambut cokelat panjang mendekati mereka.

"Compa, kau ada di sini rupanya," kata gadis berambut cokelat tersenyum, berhenti di sisi kiri Compa.

"Oh, kau IF. Mengapa kau juga ada di sini?" tanya Compa membelalakkan mata.

"Aku sedang mencari sesuatu..."

Tiba-tiba, muncul portal gelap yang berpusar di langit cerah. Kilatan ungu-kehitaman keluar dari portal itu, bersama aura ungu-kehitaman yang menutupi langit kota. Tidak hanya itu, bongkahan tanah raksasa berbentuk segitiga juga muncul dari portal.

Semua warga kota terkejut dengan fenomena mendadak itu. Mereka ketakutan dan segera bersembunyi di tempat yang aman. Hanya Ichigo, Compa, IF, dan Nepgear yang masih ada di luar, tetap bertahan untuk mengamati apa yang terjadi.

"Apa itu?" tanya Ichigo membulatkan mata sempurna.

"Apa ada monster dari dimensi lain yang akan menyerang kita?" Compa balik bertanya, menunjukkan muka panik.

"Kurasa bukan monster," jawab IF menyipitkan mata.

Nepgear yang masih jauh dari rumahnya, bergegas menuju Ichigo. Dia takut Ichigo menjadi korban lagi karena Ichigo menjadi incaran orang-orang yang membenci Neptune. Mengabaikan perintah Ichigo yang menginginkannya menjaga Neptune.

Neptune yang semula merebahkan diri di kasur, melihat pemandangan yang mengerikan itu dari balik jendela. Jendela itu terbuka lebar. Neptune bangkit dan melompat keluar dari jendelanya. Mendarat sempurna di tanah.

"Mengapa langit jadi gelap begini?" tanya Neptune membelalakkan mata, "apa ada monster atau penyihir yang menyerang lagi?"

Neptune mengubah dirinya menjadi Goddess yang berkekuatan Purple Heart. Goddess yang bersosok gadis lebih dewasa dengan rambut ungu panjang yang dikepang dua. Tubuhnya dilapisi amor hitam-keunguan, mirip pakaian renang. Ada sayap mekanik yang membuatnya bisa terbang.

Walaupun Neptune amnesia, tetapi dia sudah diingatkan oleh Nepgear sebagai Goddess pemimpin Planeptune. Neptune memahami tugasnya, bergegas memunculkan lingkaran ungu digital di belakang badannya -- mirip lingkaran sihir -- yang membuatnya terlontar dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju bongkahan tanah yang melayang beberapa meter dari atas kota.

Pedang panjang ungu-kehitaman sudah tergenggam erat di tangan kanan Neptune. Siap akan menebas pengganggu yang ada di hadapannya.

"Itu Neptune!" seru Compa menunjuk Neptune yang terbang melintasinya, "gawat, Neptune baru saja pulih. Dia malah mau bertarung lagi."

"Benar juga," balas Ichigo melebarkan mata, langsung berlari ke arah Neptune.

"Eh, Ichigo-nee, kau mau kemana?" teriak Compa dan IF bersamaan.

Ichigo tidak menggubris panggilan Compa dan IF. Tujuannya adalah Neptune. Sebisa mungkin dia mencegah Neptune bertarung sebelum dilukai pelaku yang telah menyebarkan suasana bahaya ini.

Apa saat seperti ini, aku bisa menjadi Shinigami? Batin Ichigo.

Ichigo tetap berlari di jalan raya yang sepi. Dia mengingat cara perubahan yang dilakukannya saat ingin menjadi Shinigami. Tangan kanannya terangkat. Tiba-tiba, muncul Zanpakutou miliknya yang masih berbentuk pedang biasa, tergenggam di tangan kanannya.

"Berhasil!" seru Ichigo tersenyum lebar, lantas berbelok ke arah gang sempit. Tiba-tiba, aura keunguan menyelimuti tubuhnya.

Roh spiritual Ichigo sebagai Shinigami keluar dari tubuh sejatinya. Tubuh sejatinya terduduk dengan punggung menyandar di dinding logam. Dirinya berubah menjadi gadis berpakaian Shinigami serba hitam, mirip dengan pakaian Shinigami mode Shikai.

"Aku harus menyelamatkan Neptune!" pekik Ichigo. Dia menghentakkan kaki kanannya ke tanah. Melontarkannya terbang ke atas dengan kecepatan tinggi.

Neptune yang kini melayang di ketinggian beberapa meter, harus berhadapan dengan seorang gadis berambut biru. Dia menyipitkan mata. Alisnya menukik.

"Siapa kau?" tanya Neptune bersuara tegas.

"Aku Rei Ryghts, Goddess pemimpin negara Tari," jawab Rei Ryhgts, menyipitkan mata. Menyeringai.

"Apa? Kau Goddess baru?"

"Benar sekali. Aku datang dari dimensi lain, menginginkan negaramu untuk menjadi wilayah kekuasaanku yang baru."

Rei tertawa menggila. Dia melayang dengan sayap mekanik mirip kelelawar. Mengeluarkan lingkaran biru digital dari tangan kanannya. Mengarahkan pusat lingkaran digital pada Neptune. Goddess ungu itu bersiap untuk menghadapi serangan Rei.

"Fire!" Suara Rei meninggi. Mendadak haluan tembakannya berubah ke arah lain. Menembakkan energi biru pilar menuju rumah Neptune.

Neptune terkejut ketika melihat rumahnya meledak karena terkena tembakan. Matanya membesar. Terpaku.

"Kau lihat itu?" ucap Rei menyeringai, "aku sudah menghancurkan tempat tinggalmu. Berikutnya adalah seluruh gedung yang ada di sini. Semuanya, akan aku hancurkan!"

Rei tertawa menggila sekali lagi. Menerbitkan perasaan marah pada diri Neptune. Goddess ungu melakukan kuda-kuda pertarungan. Menarik ujung pedangnya ke bawah.

Neptune mengaktifkan lingkaran ungu digital di belakangnya. Lingkaran yang berfungsi sebagai medan pendorong yang membuatnya terbang melesat bagai roket. Neptune melayangkan pedangnya vertikal ke arah Rei. Menciptakan energi pilar mirip api yang sangat besar.

Rei menyipitkan mata. Menangkis serangan Neptune dengan tombaknya yang mendadak muncul di tangan kanannya. Serangan Neptune hancur karena diserap oleh energi biru mirip kilat. Energi itu terbang melesat cepat ke arah Neptune.

Tiba-tiba, muncul seseorang yang mendorong Neptune sebelum kilat menyambar Neptune. Rei tidak bisa melihat pergerakan seseorang itu karena terlampau cepat melebihi kecepatan cahaya, terkesiap saat menyadari Neptune selamat dari serangannya. Serangan kilatnya tadi malah hancur terkena cahaya biru yang dilayangkan dari pedang milik gadis berpakaian Shinigami.

Neptune merasa dipeluk, menatap wajah seseorang yang lebih tinggi darinya. Membulatkan mata sempurna. Tercengang.

"Ka ... kau siapa?" tanya Neptune tergagap.

"Ini aku kakakmu, Ichigo," jawab Ichigo tersenyum.

"Hah? Onee-san?"

"Ya. Pasti kau kaget dengan perubahanku ini." Ichigo tetap tersenyum. "Aku menyadari bahwa aku ini Shinigami."

"Shinigami? Apa itu?"

"Dewa kematian yang bersiap melindungimu, Nepgear, dan semua orang yang ada di kota ini. Bankai!"

Ichigo mengacungkan pedangnya ke arah Rei dengan dua tangannya. Pedangnya berubah menjadi lebih panjang melengkung.

Neptune mengamati keseluruhan penampilan Ichigo. Tidak ada amor apapun di tubuh Ichigo. Namun, ada yang mengganggu pikiran Neptune sehingga Neptune menepuk bahu kanan Ichigo.

"Onee-san, apa yang membuatmu bisa melayang begini?" tanya Neptune mengerutkan kening.

"Aku ini roh, tentu bisa melayang tanpa bantuan teknologi," jawab Ichigo tanpa memandang Neptune. Memfokuskan diri ke arah Rei.

"Hei, siapa kau? Menggangguku saja." Rei menyipitkan mata sebelah.

"Aku Ichigo. Kakak tertua Goddess ini."

"Kakak tertua? Tapi, mengapa penampilanmu malah biasa seperti itu? Berbeda dengan adikmu itu."

"Aku ini Shinigami ... Goddess Shinigami!"

Ichigo berteriak sangat kencang. Melepaskan badai reiratsu sangat besar lewat layangan pedang vertikal ke bawah. Menciptakan Getsuga Tensho berbentuk cahaya merah-kehitaman, bergerak sangat cepat menuju Rei.

Rei yang tidak sempat mengaktifkan serangannya, akhirnya terkena Getsuga Tensho. Lingkaran biru digital yang ada di hadapannya, menghilang bersama dirinya didorong oleh gelombang kejut yang dihasilkan dari serangan Ichigo. Kemudian tubuh Rei terhantam pada sisi tebing yang melayang di udara. Tercipta keretakan di sekitar tubuhnya yang tenggelam dalam tebing.

Bongkahan tanah melayang yang diisi beberapa reruntuhan bangunan, tiba-tiba meledak hebat. Api berkobar bagai kembang api, menghanguskan semua bongkahan tanah, tanpa menyisakan apapun.

Rei terlempar ke arah hutan akibat dorongan gelombang kejut dari ledakan tadi. Dirinya pingsan, berubah kembali menjadi manusia. Seorang gadis berkacamata yang lemah.

Ichigo menyandang pedangnya ke bahu kanannya. Menoleh ke arah Neptune. Menunjukkan muka datar.

"Satu masalah sudah terselesaikan," kata Ichigo tersenyum.

Neptune terpana, tidak bisa berkata apa-apa. Menyadari aura ungu-kehitaman sudah menghilang dari langit. Menampilkan pemandangan cuaca yang cerah.

"Neptune-nee!" teriak Nepgear yang terbang menghampiri Neptune. Dia berwujud Goddess -- gadis berpakaian amor serba putih mirip pakaian renang. Ada sayap mekanik di punggungnya.

"Nepgear," sahut Neptune tersenyum saat dipeluk oleh Nepgear.

"Kau tidak apa-apa, 'kan, Onee-san?"

"Tidak."

"Syukurlah. Aku sempat mengkhawatirkan Ichigo-nee dan mencarinya kemana-mana, tetapi aku tidak menemukannya."

"Ichigo-nee ada di sampingku."

Neptune menunjuk Ichigo. Tersenyum. Nepgear menatap Ichigo. Membesarkan mata. Mematung.

"Aaah! Apa benar ini Ichigo-nee?" tanya Nepgear. Suaranya keras sekali.

"Iya. Ini aku Ichigo," jawab Ichigo mengangguk.

"Tapi, mengapa penampilanmu jadi aneh begini?"

"Aku ini awalnya Shinigami. Shinigami itu dewa kematian. Bagaimana menjelaskannya, ya? Aku takut kalian tidak akan mengerti. Intinya ... aku ini Goddess Shinigami."

Ichigo menukikkan alis. Menunjukkan muka jutek. Ingin memberi kesan bahwa dirinya terlihat lebih keren. Sukma laki-lakinya muncul lagi pada dirinya.

"Keren juga. Goddess Shinigami. Apa itu berarti Ichigo-nee punya kekuatan lain selain Goddess?" tanya Nepgear. Matanya berbinar-binar.

"Ya, begitulah," jawab Ichigo melihat ke arah lain.

"Kalau begitu, Ichigo-nee bisa menggantikan Neptune-nee untuk menjaga kota ini. Bagaimana?"

"Aku tidak mau."

"Mengapa?"

"Aku ingin mengelilingi dunia ini agar lebih tahu tentang dunia ini."

"Apa?"

"Sudahlah, Nepgear. Jangan paksa Ichigo-nee." Neptune tersenyum. "Biarlah aku yang memimpin wilayah ini."

"Aku mengerti, Neptune-nee."

Nepgear menghela napas. Menundukkan kepala. Neptune tersenyum, menepuk pelan pucuk rambutnya beberapa kali.

"Oh ya, ngomong-ngomong, mengapa penampilan kalian sebagai Goddess harus begini?" tanya Ichigo menunjuk Neptune dan Nepgear bergiliran. Mukanya sedikit memerah.

"Memang begini penampilan kami saat menjadi Goddess," jawab Nepgear sedikit melebarkan mata.

"Pakaian tempur yang tidak pantas."

Ichigo melayang turun ke kota. Sikapnya santai. Membuat Neptune dan Nepgear ternganga, terkesiap. Mereka buru-buru terbang mengejar Ichigo.

"Ichigo-nee! Tunggu kami!" teriak Neptune dan Nepgear kompak. Mereka bermuka panik.

Muncul beberapa gadis berpakaian amor di langit. Mereka berasal dari negara yang berbeda. Datang ke kota Planeptune karena melihat langit yang berselimut cahaya ungu-,kehitaman.

"Hei, siapa yang bersama Neptune dan Nepgear, ya?" tanya gadis berambut putih panjang, Goddess pemimpin Lastation. Membesarkan mata.

"Rambutnya ungu. Tapi, penampilannya berbeda dari kita," jawab gadis berambut putih model bor yang diikat dua, mengerutkan kening.

"Dia bisa terbang tanpa ada sayap mekanik seperti kita," sahut gadis berambut hijau panjang yang diikat satu, melipat tangan di bawah dadanya yang besar.

"Aku penasaran dengan gadis berpakaian biasa itu," ucap gadis berambut putih pendek, menyipitkan mata.

Semua gadis terbang menurun menuju kota Planeptune. Mereka ingin menghampiri Ichigo bersaudara.

Ichigo bersaudara terpaku di hadapan rumah yang tidak berbentuk lagi -- rumah itu terpisah dari gedung-gedung tinggi. Mereka menghela napas serentak kecuali Ichigo.

"Rumah kita sudah hancur begini. Bagaimana caranya memperbaikinya?" tanya Ichigo mengamati keadaan reruntuhan rumah. Berwujud manusia lagi.

"Memperbaikinya butuh waktu," jawab Nepgear bermuka pasrah, diapit Neptune dan Ichigo. Berwujud manusia juga.

"Jadi, kita harus tinggal di mana sekarang?" tanya Neptune menoleh ke arah Nepgear, sudah berwujud manusia.

"Neptune." Tiba-tiba, muncul suara gadis berambut putih yang menginterupsi percakapan Ichigo bersaudara. Menarik perhatian Ichigo bersaudara ke arahnya.

Ichigo nyaris melompat karena kaget melihat penampilan gadis-gadis yang berpakaian minim. Terutama gadis berambut hijau, yang menjadi pusat perhatian Ichigo.

"Kalian!" seru Nepgear maju, merentangkan kedua tangannya. Membelakangi Neptune dan Ichigo. "Jangan sakiti kakak-kakakku lagi!"

"Nepgear, mereka siapa?" tanya Neptune dan Ichigo bersamaan, menggoyang-goyangkan badan Nepgear.

"Mereka ... para Goddess yang berasal dari negara tetangga. Dia musuh kita."

Tubuh Nepgear bercahaya ungu. Mengubah dirinya menjadi Goddess lagi. Begitu juga dengan Neptune, berubah menjadi Goddess, maju beberapa langkah dan berhenti di depan Nepgear.

"Kalian semuanya! Pergilah dari negaraku ini!" teriak Neptune langsung terbang dengan dorongan lingkaran medan digital. Melayangkan pedang vertikal ke arah kelompok Goddess.

.

.

.

Bersambung

.

.

.

A/N:

Yap, pertarungannya dilanjutkan di chapter 4. Terima kasih buat review kalian ya. Saya jawab di sini aja.

Untuk Ichigo yang mungkin balik lagi ke dunianya pakai mesin dimensi, itu belum tau sih. Saya nggak bisa menentukan alurnya begitu karena cerita ini murni dari ide Special Pairing 15 yang minta saya menuliskannya. Nanti saya tanyakan sama orang yang punya ide ini, ya.

Ya, tunggu aja pertarungan-pertarungan kerennya ya. Lalu cerita ini memang mengikuti alur anime Hyperdimension Neptunia, tetapi sedikit berbeda nantinya. Mungkin kata-kata keren Ichigo dimasukin ke ceritanya.

Bagi kalian yang minta update secepatnya, saya nggak jamin bisa update kilat karena cerita ini nggak main-main. Butuh riset mendalam agar cerita ini bermutu dan nggak terkesan abal-abal. Jadi, saya risetnya agak lama. Maaf, ya kalau saya agak lama mengupdate cerita ini.

Oke, segitu aja dari saya. Terima kasih banyak karena kalian udah mau memberi revjew. Itu apresiasi yang berarti bagi saya.

Dari Hikayasa Hikari

Sabtu, 8 Oktober 2022