Yuhu... Author kembali wahai Readers yang Author ehem banggakan

Author membawakan chapter baru asek!

Jadi nih ya, si trio trouble maker menemukan mangsa mereka di pinggir jalan

Kalok mau tahu kelanjutannya baca sendiri

Boboiboy milik Monsta, Author cuman pinjam pemainnya aja!


Pelukan Bagian 3

Setelah puas menjahili sang adik bungsu yang suka keliatan sok cool padahal cari perhatian? Trio troublemaker mulai menyusuri jalan (lagi) mencari sesosok orang berpakaian serba hitam. Wait, tunggu sebentar bukan pelayat yang mereka cari melainkan sosok sang kakak sulung yang suka menggunakan baju bewarna hitam yang pastinya di siang bolong begini kerasa panas banget.

Taufan: Hadoh panas banget

Thorn: Gerah!

Taufan: Salah sendiri pakai baju hitam

Thorn : Tapi ini baju kesukaan Thorn, kak Taufan

Taufan: Tanggung derita anda sendiri

Thorn: Jahat amat

Blaze: Emang panas yah?

Thorn: Iya bang

Taufan: Telat banget oy tanyanya

Blaze: Diku nggak kerasa panas!

Taufan: Lu aja nggak kerasa kan lu api

Blaze: Oy!

Lama mereka berjalan memutuskan untuk berhenti di sebuah pohon besar untuk berteduh.

Blaze: Bentar deh nanti kalau kita beneran ketemu sama Kak setrum gimana?

Taufan : Ya udin lanjutkan rencana

Blaze: Tapi entah mengapa gua takut ditebas

Taufan: Nggak... mungkin?

Blaze: Sumpah jawaban anda sangat tidak meyakinkan

Thorn : Hey, itu kak Hali!

Ketiganya melihat sang kakak sulung sedang berbincang – bincang dengan seseorang berambut ungu.

Blaze: Eh ngapain Kak setrum bareng sama si donat maniak

Taufan : beneran dah Blaze, kamu punya panggilan nama kesemua orang yang kamu tahu

Thorn: coba Kak Blaze ngomong 'Kak setrum' di hadapan Kak Hali pasti beneran kena

Blaze: kena apa?

Taufan : kena setrum wahai bara api *Taufan udah lelah dengan ketidak jelasan yang mengenai Blaze* Blaze lu kena innocentnya Thorn?

Blaze: Kagak napa?

Taufan : Gua kira iya

Thorn: Wah, Kak bakal ada adegan pembunuhan nih!

TauLaze: huh, apaaan oy?!

Taufan dan Blaze langsung menoleh kearah Halilintar yang sepertinya mau mengeluarkan pedang tercintanya. Keduanya bertatap pandang dan dengan cepat menuju tempat kejadian perkara.

Thorn: Tunggu!

Disebuah taman terlihat dua orang remaja tengah ingin adu kekuatan entah apa yang mereka persalahkan tapi sepertinya sang pengguna baju strip merah telah naik pitam ingin menjadikan lawannya menjadi beberapa potongan sushi.

Halilintar: Lo memang cari mati

Fang: Woy! Kagak!

Halilintar: Terus ngapain lo menghabiskan waktu gua, ha!

Fang: Sabar Halilintar! Sebenarnya gua dapet dare dari abang gua jadi...

Fang sudah merasakan hawa kematian didepannya. Orang yang didepannya sudah dikelilingi oleh aliran listrik merah menampakkan kejengkelannya.

Fang: 'Mampus gua'

Fang nggak mau mati kutu begitu aja juga ikut mengeluarkan shadow bayangnya. Sebelum benar – benar terjadi baku hantam yang akan menyebabkan rusaknya fasilitas dimana biayanya mereka tanggung sendiri. Seseorang menghadang perkelahian mereka.

Blaze: Whoppsi, maaf mengganggu acara kalian

Seseorang lagi tengah menerjang dan memeluk sang kakak sulung hingga orang yang dipeluknya terjatuh sangking kuatnya terjangan pelukan maut itu.

Taufan: Ayolah kak Hali jangan marah, tak baik buat kakak beserta lingkungan.

Sedang satu lagi duduk dengan santuy memakan popcorn yang dibelinya dari pak cik yang kebetulan lewat tadi.

Thorn: Ayo! Jangan berteman!

Blaze: Aalah ijo yang bener itu jangan ber*n*s*k!

Taufan: Astaga ya lord mulutmu Blaze kotor banget!

Blaze: Suka – suka diku

Thorn: Ish, Kak Blaze jorok nggak gosok gigi

Blaze: Bukan itu ijo!

Fang: Wey yang bener jangan berantem!

Blaze: Ini lagi. Lu tahu, tapi masih aja dilakuin

Balik lagi ke situasi yang dialami Halilintar. Ia sekarang sedang tepar denga Taufan diatasnya sungguh jika ada orang yang melewati mereka pasti terlihat seperti adegan yang paling disenangi oleh para perempuan tukang teriak. Thorn yang telah memegang kamera telah mengabadikan acara peluk Taufan. Taufan sendiri sebenarnya takut kena semprot kakaknya yang paling nggak sabaran ini.

Halilintar: Woy, bangun! *blushing*

Taufan: Eh, iya bang

Thorn: Yah, kok udahan sih? Thorn masih belum menemukan image yang bagus

Blaze: Sip nih Thorn, posenya sangat menantang adrenalin

Fang: Menurut gua terlalu ambigu

Taufan: Wey! Berhenti ngomong lu pada! nyawa gua terancam nih!

Halilintar: Apa yang kalian katakan barusan *geram*

All: Ampun bang!

Dan terdengarlah teriakan gaje dari arah taman yang sampai terdengar ke Kedai Tok Aba

Solar: Entah mengapa aku merasa ingin ketawa evil

Sekarang kondisi si trio pembuat onar ditambah dengan si maniak donat sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak dari ujung kepala sampai ujung kaki mereka terlihat gosong. Gimana nggak kan habis di setrum sama si jutek.

Thorn: Kak Hali kenapa kok marah? *comel*

Halilintar tidak bisa menahan kecomelan adiknya ini hanya bisa menghela nafas, lagi pula dia sudah puas dengan melemparkan listrik bertegangan tinggi kearah mereka

Halilintar: Ini nih si landak ungu main – main berhenti in orang, buang – buang waktu gua

Fang: Ampun Hali, aku kan sudah minta maaf

Blaze: Pantes mau baku hantam tadi, seharusnya nggak dilerai

Taufan: Tapi kalau kalian beneran mau kelahi, jangan disini nanti kita disuruh ganti rugi semua

Halilintar: Betul juga, lain kali langsung kuseret ke training hall yang Solar bikin. Bicara soal Solar, kalian habis darisana?

Thorn: Iya, Kak. Solar jaga kedai

Halilintar: Loh, bukannya bareng sama Atok dan Gempa?

Blaze: Solar bilang mereka ke toko beli sesuatu yang kurang, jadi yah Solar sendirian

Entah mengapa selepas Blaze mengatakan itu aura hitam pekat keluar dari Halilintar.

Haliintar: Jadi maksud lo pada, si cebong putih jaga tu toko sendirian tanpa ada yang bantu dia, gitu?

Taufan: Sabar bang, Solar bisa ngatasin itu semua lagi pula kedai sepi kok

Halilintar: Berdoa aja kalian, kalok gua nemu si cebong putih ngeluh ke gua. habis lo pada

Trio: 'Selamat tinggal dunia'

Fang: Bentar deh, ngapain kalian trio sengklek ke sini

Thorn: Oh iya hampir lupa

Fang sudah pandang aneh kearah mereka bertiga. Halilintar melirik tajam kearah Blaze dan Thorn yang sedang bisik – bisik mencurigakan. Sedang Blaze dan Thorn untuk saat ini sedang melaksanakan aliansi untuk menaklukan si badai petir.

Taufan: Diku sudah memulainya jadi lanjot!

Dengan sigap Blaze dan Thorn berlari kearah Halilintar yang sudah siap – siap melakukan gerakan kilatnya. Belum sampai mengeluarkan jurus favoritnya kedua orang tadi telah menyergap dan mendempetkan tubuh mereka ke dirinya, sontak membuat si pemilik mata merah terkaget.

Halilintar: Wey! Apa – apaan ini?

LazeOrn: Kak Hali, kami boleh minta pelukan?

Dengan keimutan dan kecomelan tiada tara si api dan si tumbuhan memberikan wajah mereka yang dimayun – mayunkan kearah Hali. Taufan sudah pasang kamera plus handicam di sampingnya. Si maniak donat berusaha keras untuk nggak ketawa. Sedang si Hali otaknya lagi mengalami loading yang lama akibat kerjaan si duo cilik ini. Taufan tahu kelemahan si kakak sulung. Halilintar itu lemah kalau ketemu hal yang imut, misalnya kucing dan paling lemah kalau nemu adik –adiknya saat mengeluarkan jurus maut puppy eyes. Beh langsung tepar dia.

Taufan: Mantap! Taktik kalian ku akui mampu membuat orang yang paling ganas pun tak berkutik

Fang: Bwahahahahaha, lemah sama adiknya sendiri

Taufan: Wah ternyata anda minta ditebas ya?

Sebilah pedang dengan listrik merah berada tepat di bawah dagu Fang. Ia bisa merasakan seberapa dekat pedang itu dengan lehernya. Matanya melihat kearah sang pemilik pedang tengah menatapnya kesal.

Halilintar: Lu bilang apa, hm? Adik gua kelemahan gua? bukan, mereka kekuatan gua!

Setelah mengucapkan itu Taufan merona masih memegang kamera dan handicam. Haih, membawa banyak manfaat ternyata prank hari ini. Blaze dan Thorn yang masih memeluk Halilintar menyembunyikan wajah mereka di baju Hali.

Fang: eh... beneran kali ini aku minta maaf sudah mengatakan sesuatu yang diluar batas

Suasana ditempat itu berubah, wajah Fang berubah muram dari yang tadinya senang. Fang iri dengan keluarga si Kembar Boboiboy. Walaupun mereka sering bertengkar, membuat kerusuhan dan onar tetapi mereka masih tetap saling menyayangi memberi perhatian ke satu dengan yang lainnya. Tidak seperti saudaranya yang selalu mengacuhkannya sibuk dengan misi terus. Taufan, Blaze, dan Thorn yang melihat perubahan sikap Fang, punya ide untuk melempar prank mereka ke Fang.

Trio: Fang! Grup hug!

Fang: Hnm?

Ketiga orang tadi langsung memeluk Fang. Fang mengerjap matanya berkali – kali, mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Ia merasa hangat, jadi ini namanya dipeluk?. Halilintar tengah mengambil gambar dan mengabadikan momen itu biasalah untuk blackmail.

Thorn: Kalau Fang kesepian, pergi kerumah kami!

Taufan: Rumah kami terbuka untuk teman – teman kami!

Blaze: Lahi pula lebih banyak orang, lebih banyak yang bakal ikutan main nanti!

Halilintar hanya mengedikkan bahunya dan tersenyum tipis.

Fang: Terimakasih Boboiboy

Air mata menetes pelan dari pipi Fang. Ini pertama kalinya ada yang mengatakan itu padanya.

Taufan: Lah loh, Fang kok lo cengeng?

Blaze: Hapus air matamu landak, abang lo nanti tiba – tiba kemari. Habis kita nanti

Fang: Oy aku bukan landak lah. Mataku kemasukan debu

Thorn: Masa sih, Fang kan pakai kacamata?

Pertanyaan Thorn yang tepat pada sasaran membuat yang lainnya tertawa. Wajah Fang berubah merah akibat malu.

Fang: Ah, sudahlah aku mau balik aja

Thorn: Dadah! hati – hati dijalan *melambaikan tangan*

Halilintar: Mantap blackmailnya

Taufan: Loh Kak Hali ngerekam dari tadi?

Halilintar: Iya

Blaze: Minta bang, mau kujadikan koleksi

Halilintar: Nanti gua kirim

Blaze: Sip!

Thorn: Oh ya Kak Hali, selamat telah menerima pelukan kami yang penuh dengan ketulusan dan keikhlasan ini

Halilintar: Bentar, barusan itu beneran atau sarcas?

Taufan: Itu beneran

Blaze: Tadi juga ngomong begituan

Halilintar: Pelukan? Ini prank kalian, hm?

Trio: Erk... cabut!

Trio troublemaker kabur dari tatapan tajam kakak mereka yang setajam silet itu. Halilintar melihat mereka pergi tidak mengejar mereka. Dia itu masih bingung dengan tujuan si trio melakukan prank ini.

Halilintar: paling tidak yang jadi korban nggak ngenes – ngenes amat

Ungkapnya menuju Kedai Tok Aba.


Dan selesai!

Ketemu dengan Author lagi di Pelukan bagian 4 !