Heyyyyyyaaaaaaaaaa Author disini membawakan chapter baru!
Author lama ngupdate dikarenakansedang bepergian
Bepergian kemana?
Hanya Author yang boleh tahu
Soooo, happy reading
Boboiboy milik Monsta
Pelukan Bagian 4
Sehabis kabur dari ancaman maut berupa sang kakak sulung. Akhirnya si trio pembawa masalah berada di depan toko swalayan yang lumayan jauh dari rumah mereka.
Taufan: Waduh ini kalau kak Hali tahu kita jauh banget dari rumah tanpa pengawasan, bakal di kurung kita, tiga hari tiga malam
Blaze: Pokok kalau ketahuan sama Kak setrum ini salah Kak Upan semua
Taufan: Kok gua lagi yang kena? Gua bukan yang memberikan ide ini!
Blaze: Sadarlah, kan anda yang mengiyakan ide ini
Taufan sangat ingin menampol si Blaze.
Thorn: Emang kita jauh banget dari rumah ya?
Blaze: Iya ijo!
Mata emerald milih Thorn beredar ke segala penjuru arah melihat isi swalayan yang mereka masuki. Sungguh rasanya ia ingin berkeliling.
Thorn: Thorn haus kak Taufan, Kak Blaze
Blaze: Aduh gua mana bawa uang, nak
Taufan: Bukannya kamu bawa uang Thorn? Kan kamu tadi beli popcorn?
Thorn: Uang Thorn habislah
Blaze: Pasrah deh gua
Bagai tiga anak ayam yang ditinggal induknya, ketiga orang yang bersalah ini merasa seperti tersesat di keramaain.
Taufan: Kita harus menemukan Gempa, ASAP!
Thorn: Mana asap!
Blaze: Itu cuman ucapan emergency, ijo
Thorn: Emergency itu apa?
Taufan: Emergency adalah kata bahasa inggris yang berasal dari sesuatu yang mendesak dan menyangkut paut dengan kehidupan seseorang
Blaze: Sejak kapan anda sepintar ini?
Taufan: Sejak gua punya adek yang geniusnya nggak ketulungan, balik lagi kesini jangan sampai anda berdua berpencar nanti susah ditemukan!
Thorn: Tapi kan, Kak Taufan bisa ke operator?
Taufan: Oh iya, betul juga anda
Blaze: Okelah kalau begitu, yang penting gua mau beli jajan itu!
Thorn: Thorn mau ice cream 4
Blaze: Kebanyakan oy!
Thorn: Yang tiganya buat solar, kak Hali, sama Kak Ice
Taufan: Nggak kayak lo Blaze beli banyak tapi nggak dibagi in
Blaze ingin sekali menghajar muka watados Taufan.
Mari beralih ke tiga lainnya, Gempa dan Ochobot masih berkeliling mencari yang namanya bubuk Coco super enak untuk kedai mereka. Tapi sayangnya setelah memutari tempat bahan yang sama, tidak ditemukan kemasan yang mereka cari.
Gempa: Aduh gimana nih? Kok nggak ketemu – ketemu
Ochobot: Sabar Gem, mungkin masih ada di gudang
Gempa: Tapi kalau memang ada digudang pasti ada yang menata barang – barangnya. Aku takut saja bubuk Coconya habis
Ochobot: Mana ada! Nggak mungkinkan toko segede ini kehabisan bahan pangan apalagi bubuk Coco!
Gempa: Aduh mana kita lama banget lagi disini, moga aja Kak Hali sudah ada di kedai membantu Solar
Ochobot: Bentar, Tok aba kemana ya?
Mereka baru tersadar kalau orang yang menjadi pengawas mereka hilang entah kemana
Gempa: Lah Atok kemana?
Ochobot: Untuk ukuran orang yang sangat tua, si Atok kalau soal menghilang cepat juga ya
Genpa: Fokus Ochobot!
Ochobot: Eh iya, maaf!
Kini tugas mereka bertambah yakni menemukan Atok Aba. Sebuah ide muncul di benak Gempa.
Gempa: Ochobot! Coba kamu perkirakan kemana Atok pergi
Giliran Ochobot yang meloading sangat lama, sampai – sampai Gempa serasa mau dimakan umur. Matanya ikut menoleh kesana kemari melihat orang – orang yang tidak dikenal dan ikut melambaikan tanganya saat seseorang menyapa dirinya. Sebagai superhero pelindung bumi ia termasuk terkenal, ya walaupun tidak seterkenal Kakak dan adiknya. Setidaknya orang tahu siapa dia.
Gempa: Bukankah itu...
Gempa melihat duo perempuan yang sangat ia tahu wataknya.
Gempa: Yaya! Ying!
Kedua perempuan yang merasa namanya dipanggil menoleh ke arah sumber suara, mereka menemukan Gempa.
Yaya: Gempa, sedang apa kau disini?
Ying: Ya lo, tumben banget ketemuan di toko
Gempa: Ini aku sedang berbelanja kebutuhan kedai sekaligus rumah. Apa kalian melihat Atok?
Ying: Tok Aba kah? Tak lihat
Yaya: Kami dari tadi memutari tempat ini, tapi tidak menemukan Tok Aba
Gempa: Haish sepertinya aku harus mencarinya sendiri
Ying: Haiya! tadi aku melihat kembaranmu lah!
Gempa: Apakah!
Si trio sedang mencari kebaradaan mama mereka. Mereka telah memutari yang namanya swalayan itu tapi masih belum melihat sepucuk wajah yang sama seperti mereka.
Thorn: Lelah
Blaze: Lapar
Taufan: Tahu gini kita tunggu aja di rumah
Blaze: Sumpah dimana sih mama kita!
Thorn: Tahu tuh, Thorn sudah nggak sabar mau makan es cream
Entah mungkin sangking kuatnya yang namanya insting induk, orang yang mereka cari muncul secara tiba – tiba di samping mereka.
Taufan: Ehhhh buset!
Blaze: Syaitanirrojim!
Thorn: Mama!
Pada akhirnya sang ketiga anak ayam telah menemukan induknya sungguh membuat Author terhura. Tapi, tatapan wajah angker yang keluar dari Gempa mengurungkan niat mereka untuk bersuka cita.
Gempa: Apa yang kalian lakukan disini!
Jika saja tempat ini adalah lapangan pasti sudah jadi arena tempur untuk membinasakan ketiga eh ralat dua makhluk di depannya. Kenapa dua? Karena Thorn terlalu imut, jadi harus di lindungi.
Taufan: Kami mencari kau lah, bosan dirumah terus
Gempa: Yang bener Kak Tau, kalok Kak Hali sampai tahu kau kesini tanpa alasan, kamu bakal jadi sparring partnernya
Taufan: Ya Lord mengapa kalian mendoakan itu semua ke gua
Gempa: Sebab anda tidak bertanggung jawab!
Taufan: Biarlah urusan yang nanti akan terjadi
Thorn: Eh Yaya, Ying kebetulan sekali ketemu disini ya?
Ying: Kebetulan yang aneh
Blaze: Ngapain kalian berdua kesini?
Ying: Urusan kami lah! Ngapain juga kalian kesini!
Blaze: Mencari Gempa!
Yaya: Um... sebaiknya kita tidak berteriak di tempat seperti ini
Banyak mata melihat mereka. Ya, ke-empat boboiboy menarik perhatian orang yang melintas, ditambah pembicaraan mereka yang lumayan keras membuat suasana menjadi agak rusuh.
Gempa: Ayo, ikut! kita harus menemukan tok aba!
Blaze: Huh? Tok Aba hilang?
Thorn: Kok bisa?
Ying: Udah ada buktinya masih dipertanyakan
Taufan: tunggu, Gem
Gempa: Apa?
Tanpa disadari Gempa ia telah masuk perangkap si trio sengklek. Taufan degan piawai mengambil segala kesempatan yang ada untuk menuntaskan misi mereka. Taufan memeluk tubuh Gempa dari depan dengan kepala Gempa tertumpu pada bahuhnya. Thorn dan Blaze yang telah siap sedia langsung mengambil gambar. Yaya yang berdiri di samping Thorn ikut mengeluarkan hpnya menyentuh dengan cepat mengalahkan kilatan kamera. Ying menghela nafas berat sambil memegang kepalanya akibat ulah si trio. Beberapa orang yang kebetulan melihat adegan itu ikut mengambil gambar dan mempostnya. Gempa sendiri merasa separuh nyawanya melayang karena tindakan Taufan.
Blaze: Sip, bakal rame nih medsos ama tv
Yaya: Ya ampun, imut banget Gempa
Thorn: Tapi kan masih imut an Thorn?
Ying: Sudahlah Thorn mending kamu fokus ngambil gambar
Menit berlalu dan Gempa tersadar mendorong tubuhnya jauh dari Taufan lalu membogem kakak keduanya dengan penuh cinta.
Gempa: Apaan barusan!
Blaze: Woh santai bang!
Taufan: Tahan Gem!
Gempa: Lebih baik kalian menjelaskan itu semua atau kalian tidak ku beri makan malam nanti
Blaze: Ampun bang diku masih mau makan!
Thorn: Tapi kak ini belum selesai!
Gempa: Apanya yang belum selesai?
Giliran Blaze memeluknya dengan cara mengangkatnya dari lutut. Gempa memegang pundak Blaze untuk menyeimbangkan posisi barunya. Kilatan cahaya bertambah banyak dan cepat. Taufan memberi jempol kearah Blaze. Thorn yang membawa handicam menajamkan adegan. Yaya dan Ying dipinggir ikut bertepuk tangan dengan memanasnya atmosfer.
Gempa: Blaze! Turunkan aku!
Blaze: Yes, mom
Sehabis Gempa menyentuh tanah, Thorn mulai beraksi. Thorn memeluk Gempa dari depan membiarkan tubuhnya di tangkap oleh Gempa. Thorn mendongakkan wajahnya ke atas menatap iris emas milik Gempa. Taufan dan Blaze mengambil banyak gambar, sampai jari mereka mulai terasa pegal. Yaya mengipasi si duo yang merasa gerah dengan adegan didepan mereka. Ying menjadi polisi dadakan untuk memberhentikan massa yang ingin ikut dalam adegan yang ditayangkan tanpa berbayar.
Thorn: Thorn sayang Kak Gempa
Gempa: Iya, aku sayang Thorn
Gempa membalas ucapan Thorn secara spontan tanpa pikir panjang. Thorn tersenyum sumringah dan melepas pelukannya. Dan tiba – tiba saja dengan santuy Atok muncul di belakang Taufan dan Blaze.
Tok Aba: Apa – apaan ini?
All: Atok!
Gempa: Aku mencari Atok dari tadi!
Tok Aba: Atok mencari Coco lah sudah dapat nih *menunjukkan_barangnya*. Lah kok Taufan, Blaze, dan Thorn disini?
Taufan: Eh anu Tok...
Belum sempat Taufan selesai dia melihat Blaze dan Thorn menyerbu Tok Aba.
Tok Aba: Lah apa ini?
Thorn: Thorn sayang Atok!
Blaze: Dua in!
Tok Aba: Atok juga sayang kalian, tapi acara pelukannya sebaiknya dilakukan dirumah
Si kembar baru tahu kalau banyak orang yang tengah menyaksikan mereka.
Taufan: Lebih baik kita cabut dari sini!
Yaya: Setuju
Ying: Harus keluar!
Dengan cepat mereka menyelesaikan belanja dan segera keluar dari tempat perkara.
Taufan: Akhirnya selesai sudah misi kita!
Gempa: Misi apaan?
Blaze: Misi ngeprank kalian semua!
Gempa: Apa!
Thorn: Iya, kak
Gempa: Fiks, kalian nggak bakal dapat jatah makan!
Taufan: Jangan dong Gem
Blaze: Tidaakkkkkkkkkkk mama kok jahat sekali sama aku
Gempa: Aku bukan emak kau!
Thorn: Tapi thorn laparrr
Tok aba: Udah lah tuh Gem
Ying: Ya lo, lagi pula si sengklek tidak berulah membuat perkara
Yaya: Dan tidak ada korban yang berjatuhan
Gempa: Kali ini aja aku ngalah
Blaze: Yeeeeeyyyyyyyyyyyy
Taufan: Terimakasih Ying, Yaya kalian penyelamat kami!
Thorn: Apa kalian mau Thorn peluk?
Kedua perempuan yang mendengar ucapan Thorn langsung salah tingkah.
Yaya: EEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHH a-a-a-kuuuu harus pergi ibu menelpon pulang
Ying: HHHHHHUUUUUHHH? A-a-a-ku juga bye boboiboy
Duo gadis mengilang secepat kilatan milik Halilintar
Thorn: Kenapa perempuan itu aneh
All: Kamunya yang aneh dek
Perjuangan yang membuahkan hasil, ketiga pembuat onar memiliki beribu foto yang cocok untuk dijadikan album dan blackmail
Gempa: Bentar sepertinya kita melupakan sesuatu?
Tok Aba: Iya, siapa ya?
Taufan: Paling cuman perasaan kalian aja
Balik lagi ke swalayan
Ochobot: Gem, aku udah nemu si Atok...
Baru sadar kalau tidak ada orang yang ia kenali di sekitarnya
Ochobot: kok gua ditinggal sih
Kembaran lainnya yang kebetulan sedang melihat televisi
Reporter: breaking news, telah terlihat superhero bumi boboiboy beserta Ying dan Yaya di swalayan kota Rintis. Disini kita bisa melihat mereka sedang berpelukan, adegan di depan mendapatkan banyak apresiasi dari penggemar base mereka.
Ice: huh?
Hali: What the H***
Solar tersedak minuman
Ya begitulah reaksi mereka
Trio: Selanjutnya apa yang akan kita lakukan ya?
Selesai!
Akhirnya chapter pelukan telah usai
Author terhura
Jumpa lagi!
