Salam sejahterah buat para Readers sekalian
Author membawakan chapter baru
Akhirnya setelah Author mendekap dalam kesendirian ini
Author mendapatkan pencerahan untuk melanjutkan chapter fanfic ini
Ya, walaupun agak gaje dan nggak masuk di akal
Langsung aja
Boboiboy milik Monsta
Bangun Tidur
Matahari mulai memancarkan sinarnya yang merembes ke langit menandakan pagi telah datang. Di sebuah rumah yang cukup tua dengan penghuni yang melebihi kapasitas, masih tidak ada tanda – tanda pergerakan pemilik rumah. Eh tunggu! Ternyata mulai ada yang bangun, seenggaknya sang surya tidak lagi menjadi bahan kacangan yang tidak dipedulikan oleh para manusia yang masih bobok.
Tok Aba: Hoammmmmm sudah pagi ya?
Tok Aba merenggangkan tubuhnya yang tua dan ringkih ini, kok saya malah terhura ya? beranjak menuju sebuah kamar yang ditempati oleh tiga orang plus power sphera yang sukanya numpang.
Tok Aba: Ochobot
Ochobot: Pagi Tok
Tok Aba: Tolong tuh boboiboy
Ochobot: Tapi Tok ini adalah misi terberat yang pernah Ochobot lakukan
Tok Aba: Heleh masih pagi udah main sinetron, bangunkan Gempa dulu. Habis itu tolong Atok
Tok aba menghilang selesai mengucapkan itu. Ochobot yang doyan nonton film horor pun berfikir ynag nggak jelas
Ochobot: Atok punya bakat jadi aktor hantu nanti judul filmnya 'Atok Kabayan' lah judul film horor begini amat Ochobot yang bakal jadi sutradaranya.
Yak begitulah salah satu pemikiran nggak jelas power sphera yang sudah terkontaminasi oleh kegiatan aneh dan gak jelas yang ada di Bumi. Ochobot beralih menuju tiga kembar yang masih molor dan ada yang ngiler.
Ochobot: Demi galaksi jika ada yang tahu kalau Taufan itu ngiler, pasti fansnya udah pada kabur duluan. Eh iya pemikiran data gua kok begini sih pagi – pagi? Kan disuruh bangunin Gempa
Kini Ochobot beralih ke kembar urutan ke tiga yang dengan anteng tidur. Segala upaya Ochobot lakukan untuk membangunkan Gempa dari meneriakinya, mencubit, menutup hidungnya, sampai membunyikan suara yang keras hingga di lempar sandal tetangga sebelah. Sungguh Ochobot ingin menyerah saja, sampai sebuah ide muncul di softdrivenya.
Ochobot: Gempa, dapurmu diancurin sama trio edan
Gempa: APA!
Seketika itu juga Gempa langsung berlari ke arah dapur meninggalkan Ochobot berdiri situ.
Ochobot: Sukses!
Gempa yang masih setengah sadar oleh Tok Aba disembur air dingin.
Gempa: Innalillahi! Tok!
Tok Aba: Tidur kok sambil teriak, kesamabet? Sudah sana bengunin kembaranmu yang lain nanti kau telat baru tahu rasa
Dengan muka cemberut habis di sembur tok Aba yang belom gosok gigi, Gempa menuju kamar milik Solar dan Thorn. Sebelum itu ia masih sempat untuk ke kamar mandi meraupi wajah tampan bin imut yang kena 'siraman kasih sayang' oleh sang Atok. Gempa dengan serta karena masih jengkel membuka pintu kamar milik kedua adik terbelakang.
Solar: Pagii kak
Gempa mundur seribu langkah saat tiba –tiba mendengar namanya dipanggil. Sumpah yang namanya solar itu seneng banget iseng di pagi buta. Mengapa? Ituloh mata Solar kalau malam itu bersinar bak kucing garong yang melihat mangsanya. Kan ngeri plus pingin nampol.
Gempa: Astaga, Sol jangan main hantu di pagi bolong!
Solar: Pagi mana bisa bolong kak
Solar ma santuy, itu sudah kegiatan paginya membantu memfokuskan si kakak ketiga supaya nggak ngelindur.
Gempa: Kamu begadang kan
Solar: Nggak
Gempa: Jangan bohong keliatan banget matamu
Tatapan gempa sangat menakutkan membuat Solar terdiam seribu bahasa. Solar itu kerjaan jadi kelelawar di malam hari. Iya dia tuh seneng banget otak – atik sesuatu sampai lupa waktu dan sekitarnya. Emang sih dia pemegang kuasa terkuat, tapi kalau soal begini ia masih tetep kalah telak dengan Gempa.
Solar: Ampun bang, diku habis mengerjakan projek
Gempa: Gua tahu itu bukan projek soleh. Nggak usah banyak bacot kalok lu lagi bikin projek ama si Nut! Sudah gua bilang berapa kali Sol, kita masih sekolah, malam tuh tempat istirahat pagi tuh tempat belajar. Gua tau lu tuh genius tingkat nauzhubillah, tapi ya tau waktulah!
Yak kegiatan pertama yang selalu gempa lakukan saat membangunkan kembarannya khususnya Solar adalah menceramahinya. Pagi – pagi udah mendapat 'siraman rohani' apalagi nanti upacara bendera.
Solar: 'Mampus aku bisa pingsan nanti, mendengar ceramah lagi dengan pak kepsek sebagai narasumber'
Solar turun setelah menerima perintah untuk mandi oleh Gempa. Gempa beralih ke adiknya yang menurutnya paling imut dan paling lugu. Apakah benar Thorn lugu? Entahlah yang nulis nih cerita juga bingung sama maksud dari karakteristik nih boboiboy.
Gempa: Bangun Thorn
Thorn: Hmmmm? Kak Gem? Passwordnya?
Thorn itu orang yang mudah sekali dibangunkan. Hanya saja ia membutuhkan password untuk bangun seutuhnya. Kegiatan kedua yang Gempa lakukan di pagi ini adalah memeluk Thorn. Mata Thorn berbinar dan tanpa disuruh melesat kekamar mandi tal lupa mengambil handuknya. Kini gempa beralih ke kamarnya yang dibagi bersama Taufan dan Halilintar.
Gempa: Kak Hali, Kak Upan bangun.
Hanya butuh satu kali panggilan Halilintar terbangun. Kegiatan ketiga yang gempa lakukan spesial untuk membangunkan Halilintar adalah menepuk pipi kakak sulungnya. Tenang saja Gempa nggak bakal disetrum oleh Halilintar. Halilintar harus digituin supaya keluar dari efek statisnya.
Halilintar: Makasih Gem, butuh bantuan bangunin nih orang *menunjuk ke Taufan*
Halilintar dengan baik hati karena masih pagi mau membangunkan kemabarannya yang 'sedeng' dengan tendangan maut.
Gempa: Nggak usak kak, biar Gempa bangunin
Halilintar mengedikkan bahu lalu meninggalkan kamar. Gempa berada di depan Taufan yang masih ngorok dengan mulut mangap plus iler yang merembes kayak air terjun niagara. Kegiatan Gempa yang keempat untuk membangunkan Taufan adalah memasukkan tuh air ke mulut Taufan. Taufan mah sudah jangan ditanyakan lagi, dia tersedak dari mimpi indahnya.
Taufan: Uhuk Uhuk! Gem bangunin pakek cara normal bisakan!
Gempa: Tinggal milih aja mau ku bogem pakai tinju tanah atau ku kasih minum?
Taufan: Aku milih kau memanggil saja
Gempa: Udah kupanggil tapi malah tambah nyenyak tidur kau angin
Taufan: Maaf lah tanah, bukan maksud hati untuk mengacangimu. Lagipula daritadi aku udah bangun dengerin taushiah pagi
Gempa: Terus kenapa lu masih lanjut tidur?
Taufan: tanggung
Gempa: Lu denger taushiah tadi dimana?
Taufan: Kamar sebelah
Gempa nyaris ingin menggunakan tangan tanahnya untuk meninju taufan. Beneran deh Taufan cari mati, padahal masih pagi. Taufan memilih kabur dari sana. Gempa menuju duo suhu disinilah tantangan sebenarnya akan ia lalui. Ia melihat Blaze yang tertidur dengan kepala hampir jatuh dari kasur dan Ice yang tidur normal. Gempa sudah memanggil, menampar, dan memukul Blaze, tapi si empunya tidak bangun – bangun. Akhirnya gempa melakukan kegiatan kelimanya membiarkan kepala Blaze terjatuh dari kasur yang membuat si pemilik kepala terkaget sakit.
Blaze: Aduh!
Gempa: Mampus!
Blaze: Mom kok nggak bangunin aku?! Kepalaku sakit nih!
Gempa: Salah kau sendirilah! Sepertinya kamu harus dibawa ke dokter deh
Blaze: kenapa?
Gempa: Mau memeriksa telinga sekalian ronsen kepala
Blaze: eh gua nggak budeg! Kepala gua baik aja nijr!
Gempa: Lu udah setengah gila, api!
Blaze: Sabar bang masih pagi
Gempa: Justru pagi – pagi begini bikin tensi darah gua naik
Dua orang itu melirik ke si tukang kebo bin malas yang tiba – tiba mengorok keras menandingin keributan tadi. Gempa sudah terlalu lelah melakukan kegiatan paginya langsung menuju langkah keenam, berbisik di telinga Ice.
Gempa: Man robbuka?
Ice melenjit bangun kaget.
Ice: Apaan barusan oy! Gua masih mau hidup!
Blaze: Mangkanya bangun, molor muluk kerjaan lu
Ice: Emang lu nggak sama kayak gua!
Blaze: Apa lu cakap!
Gempa sudah menghilang dari hadapan mereka terlalu lelah melaksanakankegiatan paginya yang menantang kesabaran dan kejiawaannya.
Dibawah
Solar: Hadeh kenapa nggak ada suasana damai dirumah ini
Halilintar: Cari aja dikuburan
Taufan: Kuy ke kuburan!
Halilintar: Ogah
Thorn: Kuy!
Solar: Disini mulai ikut rame
Ochobot: Rumah ini nggak bakal sepi, gara – gara ada kalian
Tok Aba: Koran mana koran
Thorn: Buat apa tok?
Tok Aba: Buat nyabet mulut kalian
All: ...
Tok Aba: Ya nggak lah mau atok baca
Ochobot: Atok bikin guyonan nggak lucu
Yak begitulah pagi mereka yang aneh dan pastinya terjadi sepanjang matahari masih nongol di Bumi.
Aiyeeeeeeeeeeee selesai!
Segini dulu!
Author balik semedi
