Yooooooo Readers tercinta!
Ada yang kangen kah sama nih Author?
Sebelum itu maaf karena up yang lama~
Author membawa special chapter nih!
Iya edisi malem tahun baru!
Skuy daripada anda semua tambah kepo
Monggo dibaca~
Boboiboy itu milik Monsta
Enjoy
Tahun Baru
Pagi yang indah di pemukiman padat penduduk, Pulau Rintis. Sebuah rumah yang lain daripada yang lain berlantai 2, terlihat seonggok, eh maksud seorang remaja tengah duduk sambil membaca sebuah majalah. Yeh kok baca majalah?
Gempa: Hmmmm? Kek nya aku melupakan sesuatu deh...
Hari ini adalah hari tersantuy yang pernah Gempa dapatkan dan entah kenapa dia merasa kayak ada sesuatu yang tidak beres bakal terjadi.
Ochobot: Apaan?
Gempa: Bentar dah, sekarang tanggal berapa, Co?
Ochobot: Jangan ngikut Blaze! Sekarang dah tanggal 31 Desember masak dah lupa?
Si power sphera masih berkecimpung dengan androidnya.
Gempa: Oh okeh *lanjut baca majalah*
Hening melanda di ruang tamu merangkap ruang keluarga sebelum dipecahkan olah teriakan manly dari orang ternormal di rumah itu.
Gempa: UUUAAAAPPPPAAA?!
Ochobot: Ah copot copot pala kau!
Wah baru tahu nih Power Sphera bisa latah. Teriakan Gempa yang membahana membuat kekacauan yang tiada tara seisi rumah.
Taufan: WAT THE PAK?!
Blaze: NOOOOOOOO BELOM KE SAVEEEE!
Solar: NOOOOO POTION KU JATUHHHHH!
Halilintar: JAMBAN! NOVEL GUA SOBEK!
Thorn: HUWEEEEEEE POT THORN PECAH!
Ice: ... APAAN DAH WEY! GANGGU ORANG TIDUR!
Yak mari kita ringkas ke tempat kejadian perkara. Jadi tuh, Taufan ama Blaze lagi main PS7 nah mereka sudah sampai bos terakhir dan mau save eh denger teriakan Gempa malah kedelete semua. Lain halnya dengan Solar, si cebong putih sudah seminggu bikin Potion membuat 'orang tambah kece' terus mendengar melodi Gempa, potionnya jatuh dan si alat lab pada pecah. Si mas jutek yang sans baca novel nggak sengaja narik tuh novel kekencengan sampek robek akibat teriakan Gempa. Thorn yang baru sampai ke rumah habis beli pot baru, harus kehilangan potnya berkat teriakan kaget Gempa yang nggak sans. Dan yang paling akhir adalah sebuah keajaiban teriakan Gempa bisa membangunkan beruang hibernasi yang sukanya bangun mau petang.
All: KAK/GEMPA!
Gempa: Woooopppsss, apa aku terlalu OOC? Nggak bukan itu yang harus dipermasalahkan... ANE HARUS NYIAPAN APA WEEEEEYYYYYYYYYYY! *teriak gaje*
Ochobot yang disampingnya kini menjauh sangking nggak kuatnya dengerin teriakan gaje Gempa.
Ochobot: WEY, Gempa! liat tuh sodara anda pada masang mukak mau ngekill anda
Secara serentak keenam kembar Boboiboy muncul didepan Gempa dengan muka jengkel semua.
Halilintar: Maksud teriakan lu apaan sih?!
Taufan: Ho'oh!
Blaze: Game gua ke delete bang!
Solar: Potion ama gelas beker ku semua pecah!
Thorn: Hiks, pot sama vas bunga Thorn pecah!
Ice: BERISIK!
Bungkamlah semua orang saat si tukang molor ikut berteriak juga. Gempa yang biasanya ditakuti para saudaranya kini bergidik ngeri melihat si kalem berteriak.
Ice: ...jadi bisa dijelaskan kenapa Kak Gempa berteriak?...
Gempa: A-anu-anu...
Ice: Wait, pastikan ini sangat penting hingga teriakan kalian membangunkanku dari mimpi indah, kalok nggak... kubikin kalian pajangan es tahun baru
Blaze: Lah tahun baru?!
Taufan: Loh bukannya masih sebulan lagi?
Thorn: Bukan kak masih setahun lagi!
Halilintar: Geblek, kalian nggak liat tanggalan! Ini masih bulan Juni
Solar: Bentar, sekarang udah dipenghujung tahun?
Ochobot: Wahai para kembar Boboiboy yang hidupnya asik menjadi anggota T.A.P.O.P.S dan menyelamatkan galaksi... iya sekarang tanggal 31 Desember dan nanti malam tahun baru...
All: Oh...
Beberapa menit kemudian
All: UAPA?!
Gempa: 'Tuh kan ikut kaget juga...'
Mari kita skip melihat Gempa yang menyiapkan teh hambar untuk menenangkan hati mereka. Kenapa nggak manis? Karena saya yang nulis udah manis...Eheq~
Halillintar: Jadi sekarang hari terakhir tahun ini?
Gempa: Yup
Blaze: Berarti ganti tahun dong?
Gempa: Yup
Taufan: Berarti semua baru...YEEEEEEAAAHHHHHH!
Gempa: Yu-... eh nggak wey! Yang ganti, tahun aja! nggak usah semuanya!
Taufan: Ih Gempa pelit deh..
Gempa: Kak Upan yang borozzz kalik!
Solar: Tolong kembali ke topik utama...
Ice: Terus urusannya sama teriak tadi apaan cobak?
Nah pertanyaan ini yang membuat semua orang pingin tahu, toh seperti tahun sebelumnya mereka tidak seribet ini.
Gempa: Masalahnya kakak dan adikku tersayang~ ... NGGAK ADA BAHAN UNTUK NANTI MALAM TAHUN BARU BARENG TEMAN KITA!
All: Wut?!
Ochobat: Lah? Ku kira kau sudah siap – siap Gem?
Blaze: Bener tuh! Kok bisa jadi kayak gini
Gempa: Wey! Please lah jangan menyalahkan ke saya semua! Dah tahu dari kemaren saya dapet misi terus... yang perlu dipertanyakan itu kalian NGAPAIN KOK BISA LUPA!?
Mari kita Flashback dear Readers
Gempa: Abang dan adek tersayang~ Gempa mau izin buat misi jangka panjang
Halilintar: Maksud? *natap killer*
Solar: Maksudnya Kak Gempa itu, dia mau misi diluar Bumi dengan tempo waktu yang lama... masak kagak paham begituan? *ngejek*
Halilintar: Sini lu cebong, gua setrum
Solar: Oh tidak bisa~
Taufan: Tunggu Gem! Nanti yang memasakkan kami makan siapa? *wajah dibuat mewek*
Blaze: Yang bangunin Blaze dengan sepenuh hati siapa? *akting tak kuasa*
Thorn: Yang meluk Thorn siapa? *berlinang air mata*
Ice ma dia tetep sans di kursi sambil meluk .
Ice: boleh dipersingkat nggak dramanya? Udah waktu saya buat bobok
Blaze: Bobok muluk yang lu pikirin
Ice: Daripada anda bikin rusuh
Blaze: Apa lu kata?!
Gempa: WOY!
Diam semua
Gempa: Jadi saya disini mengumpulkan anda semua dalam rangka merencakan malam tahun baru
All: Huh?
Halilintar: Cuman gitu doang?
Gempa; Eeeiittssss Bang Hali jangan ngomong begitu... nanti yang ada kalian pada lupa semua. Jadi...
Keenam saudara ditinggal oleh Gempa selama sebulan dan ya, kalian bisa bayangkan mereka pasti melupakan rencana itu
Present
All: fix nih kita bakal mati *dalam hati*
Gempa: Jadiiiii gimana? Udah ada ikannya? Udah siap jagung, sosis ama bumbunya? Kalok belum ada... siap – siap kalian yang kujadikan kembang api...
Semua kembaran, berpelukan menatap ngeri ke arah Gempa. Dalam hati kecil mereka sudah pada komat kamit nggak karuan.
Taufan: Waduhwaduhwaduhwaduhwaduhwaduhwaduh *ngelirik ke arah yang lain*
Halilintar: Njirrr lupa... aku bagian beli ikan...
Blaze: De hek aku bagian apa dah?
Ice: Fyuhhh untung bagian minuman
Solar: Eh kamvret... uang ane habis buat beli peralatan lab... hiks pakai uang tabungan buat beli sosis ama jajan
Thorn: UwU untung habis manen jagung di kebun tetangga sebelah *yang paling santuy*
Melihat seluruh saudaranya diam tidak berkutik, Gempa tahu betul kalau mereka belum menuntaskan tuh misi yang deadlinenya hari ini.
Gempa: Kuberi kalian satu kesempatan lagi, pokoknya sore ini semua bahan sudah ada! Nggak mau tahu! Aku mau kedapur untuk menyiapkan bumbu sekalian nelpon mereka dan kalian... get out from here!
Dengan sekejap keenam saudara memberi hormat dan ngacir entah kemana.
Ochobot: Widih... selamat saya
Gempa: Ayok Ochobot bantu aku bikin bumbu
Ochobot: Astaga kukira aku bebas dari penderitaan ini...
Kasihan...~
Mari kita lihat petualangan masing – masing kembaran mencari bahan~. Halilintar, Taufan, dan Blaze kebagian untuk mencari ikan, ayam, dan daging sapi. Mereka langsung cabut ke pasar terdekat.
Halilintar: Jam segini emang ada yang jualan ikan?
Taufan: Mana saya tahu.. saya kan ikan
Blaze: Bukan, Bang Upan kan angin
Halilintar: Bukan waktunya buat canda, ini genting
Blaze: Ceilah Bang slow~
Halilintar: Iya... lu mau jadi kembang api yang di bogem keatas langit terus jatuh tidak elit?
Taufan: Bener tuh! *nyari orang jualan* Wih tuh ayam! Bye brother aku beli dan pulang dulu~ *ngacir*
Blaze: Weh nggak adil!
Halilintar: Dunia ini tidak ada yang adil
Baru juga mengatakan itu, Halilintar kerasa kayak ada yang menampar dia.
Blaze: eheq~ mungkin dunia ini lagi nggak adil ama Bang Hali~. Dah Bang~ cari ikannya sampai nemu *ngacir secepat kobaran api cinta*
Halilintar: Mana sih orang jualan ikan?
Penjual: Cari ikan mas?
Halilintar: Iya!
Penjual: Cari ikan di laut atau disungai mas, ikan mana bisa hidup didarat
Sepertinya nih penjual cari mati sama Halilintar yang udah kesal. Mari kita doakan semoga penjual itu selamat sampai rumah sakit, amin. Okay kita lanjut kekembaran lainnya.
Ice: Hmm? Beli minuman dimana dah?
Solar: Ya dimana – mana juga bisa kak
Ice: Di kamar mandi?
Solar: Langsung minum air mentah aja
Ice: ... terus kita mau kemana?
Solar: Demi apapun yang ada disini! Entah kenapa kakak bikin aku gregetan pingin nembak!
Ice: Jangan ditembak, kita kan saudaraan..
Solar: AU AH GELAP!
Mungkin otak Ice kejedot sesuatu atau Solar yang lagi sensi, tidak ada yang tahu. Kuy ke sisanya.
Thorn: Loh kok nggak ada disini?
Terlihat Thorn yang tengah membuka lemari pakaiannya untuk menemukan sekarung jagung. Jangan tanyakan mengapa dia dapet ide untuk menaruh tuh karung jagung di lemari, hanya dia, dan Tuhan yang tahu.
Thorn: OwO? Lahhhhhh kok nggak ada? ... di loteng kalik? *pergi ke atap rumah*
Dan yang terakhir.
Gempa: Tolong ambilkan merica, Ochobot
Ochobot: Nih
Gempa: Ini bukan merica tapi ketumbar!
Ochobot: Sama lah!
Gempa: Beda wey! Anda mau meracuni?!
Ochobot: Kan kamu yang bikin tuh bumbu!
Gempa: Heh! Mentang – mentang nggak ikut makan! Nggak pernah merasakan sakit perut!
Ochobot: Heh! Mentang – mentang nggak pernah ngerasain di ces!
Gempa: Heh!
Yak bisa dilihat ada adu argumen tentang heh antara Gempa dan Ochobot. Okelah kita percepat ke malam tahun barunya, yang ngetik juga mau tahun baruan euy~
Gopal: Weleh weleh banyak sekali lah!
Terpajang di depan rumah Tok Aba ikan, ayam, jagung, sosis yang telah dibumbui serta jajanan dan minuman disana
Tok Aba: Dihabiskan ya!
Ying: Fuyoh! Tak apa kah kita tak tolong?
Gempa: Tak apa~ kan kami yang ngundang! *ngelirik ke saudaranya yang tepar semua*
Yaya: Gempa, mereka kenapa?
Gempa: Habis lari maraton satu desa
All: boleh nggak kita ceburin dia ke laut? *membatin*
Yaya: Oh ya! Nih aku bawakan kue yang kumasak di rumah
Saat Yaya membuka toples penuh dengan kue itu, seketika suasana menjadi mencekam.
Fang: Wey! Aku terlambat kah?
Untung Fang dan Kaizo datang menyelamatkan mereka.
Blaze: Kapten Kaizo?
Kaizo: Napa?
Taufan: Wih! Hebat bener lah Fang ngajak kapten kesini!
Kaizo: aku dengar ada sup lobak merah... jadilah aku datang kesini
Taufan: Lah? Ternyata dibalik wajah cool itu tersirat maksud tersendiri
Shield: Dateng kesini mendengarkan gossip? Seperti biasa kebiasaanmu itu nggak bisa diganti Taufan
Taufan: Lah kesini juga?
Sai: Ya kalik dia sendirian
Blaze: Weh Sai!
Mendengar nama Sai seketika Ice terbangun dari tidurnya dan menatap killer kearah Sai.
Sai:..apa salah saya? *batin*
Kokoci: Aku pun dilupakan?
All: heh?! Komandan!
Tarung: Hmmm nampak lezat makanan itu Boboiboy
All: Lah?!LAKSAMANA TARUNG!?
Ramenmen: Ehe~ boleh numpang makan ya?
Gopal: Ini sapa dah? Kok ane kagak tahu?
Blaze: 2in
Taufan: 3in
Thorn: 4in
Ramenmen: Hiks, kalian jahat! *air mata buaya*
Gempa: aha... selamat datang komandan, laksamana, dan semunya! Mari kita merayakan malam tahun baru bersama!
Acaranya penuh dengan perasaan bahagia. Semua orang merasa senang, bahkan yang jarang tersenyum pun ikut tersenyum.
Blaze: Weh! Apinya kurang besar itu!
Blaze melihat api untuk membakar terlalu kecil.
Ice: Palamu kurang besar! Itu udah gede!
Blaze: Skuy dibesarin apinya biar cepet mateng
Solar: Eh bang yang ada cepet gosong!
Blaze: Nggak, nggak bakal gosong! Santuy ada Blaze si pengendali api yang handal
Ice: Justru itu yang kukhawatirkan!
Karena nggak sabaran akhirnya Blaze memantik api yang lebih besar dari sebelumnya. Dan seperti biasa, omongan Ice terlalu benar. Si api malah meledak didepan Blaze dan mengahanguskan makanan yang lagi dibakar.
Ice: ...tuh kan aku ngomong apa...
All: BLAZEEEEEEEEEEEEE!
Blaze: Whoopppsiiiee saya kabur dulu~ met tahun baru *menghilang*
Yak segitu dulu~
Maap kalau kurang receh karena Author lagi mendung
Btw, selamat tahun baru Readers~
Semoga kenangan ditahun ini akan selalu membekas di hati kalian~
Eheq~ moga nih pandemi cepet kelar!
Dan harapan kita semua bisa terealisasikan di tahun yang baru!
Sampai jumpa~!
Author out
