Readersssssssss!
Author nongol dengan segala kilauannya~
Nyeh
Yak seperti biasa Author membawakan sebuah chapter!
Chapter ini sedikit spesial dari biasanya~ jadi baca sampai habis!
Baiklah aing nggak akan lama
Boboiboy milik Monsta
Enjoy!
Thorn: Pagi semuanya!
Suara riang dari bocah berperawakan hijau hitam menyapa indahnya pagi. Siapa yang tidak tahu Thorn si polozz nan imoet dari kembar tujuh Boboiboy. Bocah paling gemezzin lahir dan batin ini sedang menyirami kebun tumbuhan dibelakang rumah Tok Aba. Ya, tidak dipungkiri lagi Thorn sangat menyukai tanaman. Oh menyukai terlalu biasa dia sangat mencintai tanamanya. Nah ini lebih terdengar ekstrim. Si bocah dengan santuynya bernyanyi pada tumbuhannya, mari kita dengarkan.
Thorn: Tengteretengteng! Lihat kebunku~ penuh dengan bunga~ Ada yang putih~ dan ada yang merah~ Setiap hari~ kusiram semua~ Mawar, melati~ semuanya indah~ Yey!~
Dan ajaibnya semua tumbuhan yang mendengar nyanyian Thorn ikut bergoyang, Venus pun tak luput dari acara nari dadakan itu.
Gempa: Konser pagi?
Solar: Iya Kak
Si duo kakak dan adik melihat ketidak beresan didepannya. Sampai saat ini orang sejenius Solar pun masih bingung kenapa tumbuhan milik Thorn bisa seaneh itu.
Solar: ... berapa kali pun aku melihatnya aku masih merinding...
Gempa: Dah lah tuh, bangunin Kak Upan sana
Balik lagi ke tokoh utama chapter ini. Thorn kini tengah memberi makan ayam ke Venus. Jangan tanyakan darimana dia mendapat ayam. Tentu saja hasil maling. Etttt! Bocah sepolozz Thorn nggak akan melakukan itu... iya kan?
Thorn: Ohhhh! Dah waktunya untuk ke Planet Jenggala!
Planet yang dimaksud adalah Planet yang kemaren hampir membuat Solar di opname selama 1 bulan lamanya di RS T.A.P.O.P.S. tapi nggak jadi.
Thorn: UwU tumbuhan apa yang bakal Thorn dapet dari sana ya? Bisa tumbuh nggak ya di Bumi? Apa si tumbuhan bisa menari kayak yang lainnya disini? OwO semoga bisa akrab sama yang lain!
Si bocil dengan semangat memikirkan apa yang akan terjadi. Perhatiannya tertarik pada sebuah bunga biasa yang menancap di pohon mangga.
Thorn: OwO pagi Orchid~~
Si tumbuhan yang disapa hanya mengayunkan daunnya malu.
Thorn: UwU Jan malu ama Thornie~ Thornie anak baek kok~
Sepertinya si bunga sudah mempercayai itu. Yup, Thorn punya bunga yang diberi nama Orchid. Iya si bunga anggrek jenis bulan yang katanya sekali mekar bisa menawan hati semua yang melihatnya. Orchid diberikan ke Thorn dari Taufan dan Blaze yang kebetulan menemukan tuh bunga langka disebuah gudang misterius. Seperti halnya dengan tumbuhan lainnya, Thorn merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sampai ada saatnya dia lebih memilih menatap lama Orchid karena ingin tahu bunga seindah apa yang akan mekar, membuat yang lain merasa iri.
Thorn: OwO Neeeee Orchid kapan berbunga? Thornie kepo banget nieehhh!
Dan perlu diingat kalau Thorn tahu betul jika bunganya yang satu ini sangatlah pemalu. Huh? Massa? kok bisa? Jadi tuh begini Orchid itu berbunganya sangat lama dan nggak menentu. Dan mungkin hanya sebuah kebetulan yang haqiqi setiap kali Thorn dapet misi panjang si Orchid malah berbunga dengan indahnya, nah saat si moe balik dari misinya bunga Orchid udah layu duluan. Kejadian ini tidak sekali dua kali saja terjadi tapi udah yang ke-13 kali dan itu membuat si imoet frustasi unyuk bukan kepalang. Ke gregetan Thorn tak berakhir begitu saja. Si polozz juga pernah ngedare dirinya sendiri agar selama sebulan penuh nggak ngambil misi padahal pada saat kejadian banyak tawaran untuk pergi ke planet dengan keaneragaman botani melimpah. Namun apa yang dia dapat? hasilnya ia tetap tidak melihat tuh bunga mekar. Bulan itu musimnya si Orchid berbunga tapi sayangnya keburuntungan Thorn tidak pernah berpihak saat masalah Orchid. Dengan berat hati setiap Orchid berbunga Thorn cuman bisa melihatnya lewat hp sedang saudaranya yang lain bisa melihat bunga indah nan spektakuler.
Thorn: Ini nggak adil!
Sebulan setelah misi ke Planet Jenggala yang kedua kalinya. Thorn melihat kuncup Orchid yang siap berbunga.
Thorn: OwO! Orchid mau berbunga! YEYEYEYEYEYEYEYEYYEYEYYEYEYEYEEYE!
Thorn menari – nari di pekarangan rumah sambil membawa Orchid.
Halilintar: Moe napa sih?
Ice: Lagi seneng si shy (aka. Orchid) mau berbunga... hoamm~
Halilintar: Oy jangan tidur muluk, kertasmu banyak tuh
Ice: ... oh shit!... waktu tidurku terpotong... hiks
Balik lagi ke si gemoyyy yang sedang bersuka cita.
Thorn: UwU! Thornie nggak bakal kemana – mana sampai Orchid berbunga!
Seharian penuh Thorn menunggu Orchid sambil mengahafalkan satu persatu nama tumbuhan yang dia tanam. Taufan dan Blaze pun ikut menemaninya dengan cara bermain kejar – kejaran.
Solar: Ayolah Kak Thorn kedalam dah malem nih...
Si bungsu berusaha membujuk kakaknya agar mau masuk kedalam rumah. Suasana saat itu cukup dingin membuat pemegang kuasa cahaya menggunakan kuasanya untuk menghangatkan tubuh.
Gempa: Iya, nanti kamu sakit kalau diluar terus...
Si Mama juga turun tangan saat usaha si bungsu gagal total.
Thorn: OwO Thornie mau kemah disini! mau nungguin Orchid mekar!
Gempa: Tapi... nggak baik!
Taufan: Ya udin sini aing temenin!
Gempa menatap setan kearah Taufan. Si sengklek bukannya memberi contoh yang baik pada adeknya malah mendukung penuh.
Taufan: alamak... mampus aku... *mengsedih*
Blaze: Aing uga, mumpung nggak ngapa – ngapain nieh
Fix kedua sejoli itu besok bakal kena bogem cinta dari Gempa. Untuk sementara Gempa hanya tersenyum tapi Solar tahu betul senyum itu hanya kamuflase belaka.
Solar: ...kudoakan selamat kalian berdua...*ngacir duluan masuk rumah*
Dan mereka pun mendirikan tenda yang terbuat murni dari kuasa tumbuhan Thorn.
Blaze: Wehhhhhh pengalaman baru nieh! *kagak bisa diem*
Taufan: Bentar tujuan kita kemari apa dah?
Thorn: Nungguin si Orchid mekar Bang Upan!
Taufan: Mengmaaf aing pikun
Blaze: Ih udah tua mulai pikun apa kata dunia?!
Taufan: Salah kompor! Yang bener tuh ih udah gajel gila pula?!
Blaze: Et hiyahiya betol juga!
Taufan: Kan~~ Bwahahahahaha!
Yup bisa dikatakan tuh anak dua dah minta dibawa ke rumah sakit jiwa.
Thorn: ... Abang – abang yang Thornie sayangi... please jangan berisik... (T^T)
Malam telah larut dan ketiga bocah pembuat onar terselimuti oleh pelukan hangat sang mimpi, hanya menyisakan dengkuran yang bergema di tenda kecil itu. Seseorang mendekat ke pohon yang menjadi rumah Orchid. Cahaya jingga nan cantik menyala dan membangunkan Orchid.
"Hei, maaf membangunkan mu. Aku tahu logica mengatakan tumbuhan nggak munking paham dengan ucapan manusia. Tapi nggak ada salahnya mengobrol sesama makhluk hidup. Orchid, kakakku sangat mengharapkan dirimu mekar. Aku tahu kau sangat malu. Atau mungkin kau menunggu kelopak yang tepat untuk diperlihatkan kepadanya? Kakakku itu tipe orang yang menerima apa adanya. Jika kau masih malu, apa kau mau kubantu?"
Matahari menyingsing membuat para tumbuhan bergoyang mengagungkan sang mentari. Sinarnya mengenai tenda buatan Thorn.
Thorn: Uhhhhhh terangnya...
Si moe meregangkan tubuhnya melirik kesana kemari mempertanyakan dirinya sendiri mengapa dia ada disini. Sebelum akhirnya teringat dan tersentak kaget ngibrit lari menuju pohon. Didepannya Orchid yang sama menyapanya. Namun si bunga namapak sedikit beda. Thorn melihat Orchid menampakkan bunganya yang indah.
Thorn: Wahhhhh!
Bunga Orchid bewarna berbeda dari biasanya yang Thorn lihat dari foto kiriman kembarannya. Warna hitam diselimuti putih menghiasi Orchid bagai pertemuan malam dengan siang, bagai malam yang ditaburi oleh bintang. Teriakan girang Thorn membuat kembaran yang lainnya berkepo ria menanyai ada apa gerangan dengan si moe.
Seseorang tengah tersenyum dari jendela kamarnya, melihat TTM membopong Orchid bagai ratu. Suara tarikan nafas yang terganggu oleh lendir terdengar. Hidungnya memerah gegara terlalu sering bersin – bersin.
"Kuharap kau senang kak"
See you again desu~
Author out
