Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko ) #mungkin ada tambahan
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu
Note : Yo! Kembali Update nih cerita menarik yang sangat jarak di temui.
Maaf tadi ada kesalahan kita langsung saja
Satte! Ikuzo!
.
3-Nen E-Gumi Utatan – Question
.
Fix Music First
( layar memperlihatkan punggung Naruto yang dari warna ungu berubah menjadi hitam, lalu di ganti dengan jam W.W.S berwarna kuning menjadi berwarna silver, lalu wajah Naruto yang menutup matanya seketika membuka matanya dengan seringai miliknya )
Fix Music Second
( Dari langit kamera bergerak turun hingga memperlihatkan kota konoha dengan Judul cerita ini, lalu judul cerita menghilang seperti hologram rusak )
Kimi no koto bakari omotteru
( Layar di ganti dengan gambar tiga gedung kaca yang mengeluarkan gambar Sasuke, Naruto dan Hinata )
Hoka no koto mienakunatteru
( Layar kembali di ganti dengan Lima gedung kaca yang mengeluarkan Gambar Rias, Akeno, Tsubaki, Gabriel dan Kuroka )
Kanarazu sono haato itomeru (chikau)
( Layar memperlihatkan Naruto yang memegang senjata Shiyaki miliknya di ruangan miliknya lalu melirik kebelakang dan tiba-tiba tubuh Naruto berubah menjadi hologram rusak hingga terlihat gambar Naruto rusak di sana sini )
Iketenai no wa furui hanashi
( Layar kembali di ganti dengan enam Gedung Kaca yang mengeluarkan gambar Sakura, Ino, Tenten, Sai, Shikamaru, dan Chouji )
Oshimanu doryoku mo shitanda shi
( layar kembali di ganti dengan lima gedung kaca yang mengeluarkan gambar Neji, Lee, Issei, Kiba dan Shino )
Muchaburi mo kuria shitekita
( layar kembali di ganti dengan 10 Gedung Kaca yang mengeluarkan gambar Asia, Sona, Yuuto Kiba, Xenovia, Irina, Koneko, Saya, Claudia, Julis dan Kirin )
Hazu
( layar kembali di ganti dengan gambar sepatu Naruto )
(ikeru)
( Layar di ganti dengan gambar lengan kiri Naruto yang menggunakan W.W.S Watch )
jishin
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Sembilan Sayap Kurama )
(michiru)
( layar kembali di ganti dengan Punggung Naruto yang berisi dua buah pedang )
Choushidzuita sono toki
( Layar kembali di ganti dengan gambar sebuah Proses dari 0 sampai 100 %, lalu di ganti dengan layar pecah )
Itsudatte kou yatte tsukiotosarete shimau no sa
( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang jatuh terbalik dengan dari sebuah gedung yang tinggi seperti tidak ada habisnya )
Shinratsu de shiriasu na kimi no koe ga sasatte kuru
( Kamera bergerak ke arah samping ketika tubuh terbalik Naruto berputar ke arah jatuh )
Nanzenkai nanmankai boku no kimochi katachi ni shite
( Kamera kembali bergerak ke arah samping ketika tubuh Naruto kembali berputar ke arah atas dimana saat ini tubuh Naruto seperti terjun bebas )
Uchikonde nagekonde dakedo kimi wa nigeteku dake
( Kamera kembali bergerak ke arah wajah Naruto di mana perlahan Naruto membuka matanya lalu tersenyum tipis dan merentangkan tangan kanannya ke arah Kamera dan perlahan tubuh Naruto menjauh dari kamera )
QUESTION QUESTION boku wa
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Naruto dari samping yang memunggungi Kurama yang juga memunggunginya lalu mereka seketika berubah menjadi berwarna putih )
QUESTION QUESTION ittai
( Layar kembali di ganti dengan Sona dari samping yang memunggungi Rias yang juga memunggungi Sona dan mereka juga seketika berubah menjadi berwarna putih )
QUESTION QUESTION kimi no
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Koneko yang memunggungi Kuroka yang juga memunggunginya yang juga berubah menjadi putih )
Nani wo shitteita no?
( Layar kembali di ganti gambar acakan dari cerita ini )
QUESTION QUESTION doushite
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Naruto yang berdiri di atas Menara Tokyo yang saat ini membelakangi Kamera )
QUESTION QUESTION kimi wa
( Layar kembali di ganti dengan Gambar progres lalu kembali ke menara tokyo yang sudah sepi di mana Naruto telah menghilang )
QUESTION QUESTION konna ini
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Kurama yang membelakangi Kamera yang saat ini menghadap Tiga Naga Dewa )
Chikakute tooi no darou?
( layar kembali mundur hingga dari seluruh wajah terlihat hingga Naruto yang terakhir lalu kembali berubah menjadi judul cerita ini )
A/N : Jika bingung hampir seperti di Ansatsu.
.
Chapter 5 : Terbentuknya keluarga dan penghianat The Black Army
.
DSA Weapon Dragon
13.00 PM
.
Setelah bertarung dengan The Black Armys, Naruto beserta anggotanya memutuskan bersembunyi sesaat di tempat Naruto dengan berpindah menggunakan Teleportasi setelah memerintahkan naga anggota Naruto untuk pergi bebas berkeliaran namun mereka akan kembali begitu tuan mereka memanggil.
Para pasukan Pengawas di beri nama PDA, Patrol Dragons Armys. Pasukan yang bertugas mengawas di dekat dinding Kota Konoha. Kota Konoha di kelilingi Dinding dengan melingkupi dua kota besar jepang yaitu Tokyo dan Kyoto.
PDA, pasukan patroli naga yang memiliki tugas mengawasi jika ada yang menyerang kota konoha, namun bisa di bilang mereka sepertilah polisi.
Semua yang berada di tempat pembuatan terbesar di konoha terkagum kecuali Kiba, Irina, Xenovia dan Koneko. Mereka saat ini ada di ruangan milik Naruto sambil melihat Naruto yang tengah mengotak-atik layar hologramnya sambil mengecek persenjataan anggota barunya dan saat ini adalah yang terakhir milik Kirin.
Kintorin adalah pedang Katana berukuran sedang, pedang yang terbuat dari serpihan Kusanagi dan Totsuka itu terlihat masih bagus seperti baru membuat Naruto tersenyum karena Kirin menggunakannya dengan baik.
Walaupun senjatanya itu berisi beberapa kemampuan namun dari data Kirin memang benar Kirin tidak bisa mengeluarkan kekuatan sepertinya.
" Hahh~ aku tidak menyangka kau bisa bertarung tanpa kekuatan dengan katana ini Kirin-chan " ucap Naruto lalu mengambil pedang Kirin dan mengembalikannya pada Kirin yang ada di depannya.
" Ah, Naruto-senpai terlalu memujiku " ucap Kirin merendah
" Uhuk! Uhuk! Maafkan aku.. " ucap Naruto sambil menahan batuk dengan wajah pucat, para anggota Naruto yang melihat wajah pucat Naruto khawatir seketika.
" Danchou, kau kenapa? " tanya Kiba khawatir.
" Uhuk! Maaf... Ini adalah efek dari penggunaan senjata milikku " jawab Naruto lemah " BCW, Blood Conecting Weapon.. Itu adalah sistem yang aku gunakan pada setiap senjataku... Aku pernah bilang Senjata yang aku buat terbuat dari beberapa sempel darah mereka bukan, itu adalah efeknya...
Darahku dapat menyatu dengan darah pedang itu hingga membuatku menjadi satu dengan darah itu... Namun efeknya jika terus menggunakan teknik tingkat tinggi pada senjata itu maka darahku akan terasa panas... Efeknya lagi aku mudah lelah karena terus menggunakan darah orang lain... Itu sama seperti aku berganti darah dari satu ke yang lainnya " jelas Naruto dengan lemah, sementara para Anggota Naruto hanya terdiam tidak percaya bahwa efek yang ketua mereka alami cukup sulit.
" Lalu apa yang harus kau lakukan Danchou agar kau kembali pulih? " tanya Irina.
" Aku yang bisa mengobatinya " ucap Asia muncul dari pintu Naruto lalu mendekati kakaknya yang tengah lemas itu.
" Asia-chan... Gomen " gumam Naruto lemah sebelum di baringkan di pangkuan Asia.
" Daijoubu Nii-san " jawab Asia lalu memegang lengan kiri Naruto dan menyentuh dahi Naruto dan menyalurkan energi penyembuhan pada Naruto.
" Gomenne Asia-san, karena kami Naruto-senpai harus seperti ini? " minta maaf Claudia membuat Asia bingung.
" I-Iyaa~ i-itu karena Naruto-senpai selalu melindungi kami dan memberi kami sebatas serangan tertentu dan dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk serangan penghabisan " jelas Julis tergagap.
Asia yang mendengar itu menatap kakaknya yang saat ini tertidur dengan wajah yang perlahan kembali Normal, Asia hanya tersenyum tipis akan kakaknya itu " Ada waktu di mana dia tidak ingin kehilangan orang tersayangnya, dan ada juga waktu di mana dia tidak peduli lawannya... " ucap Asia membuat semua mendengar antusias.
" Dia sudah melewati cobaan besar di mana dia harus tidak memiliki siapapun selain keluarganya, namun kalian datang dan membawa Nii-san dari lubang hitam yang sepi... Bagi Nii-san kalian adalah teman sekaligus keluarganya... Jadi jika kalian dalam bahaya dia tidak ingin kalian bahaya.. Karena kalian... " gantung Asia lalu menatap mereka semua " adalah keluarga baru bagi Nii-san... Dan Nii-san akan melindungi kalian semampunya agar ikatan ini tidak pernah lepas dan hilang " lanjut Asia tersenyum.
Semua terdiam, mereka tidak tahu harus berkata apa, di satu sisi mereka prihatin mendengar Naruto tidak memiliki siapapun namun di satu sisi lain masih ada rasa sesal karena menyusahkan ketua mereka dan di sisi lainnya lagi.. Mereka senang karena Mereka bisa menjadi keluarga untuk ketua mereka yang kesepian.
" Ha'i... Sekarang dia sudah pulih, namun dia masih butuh 1 jam untuk memulihkan seluruh tenaganya itu " ucap Asia sambil mengelus rambut kakaknya itu " Tapi.. Siapa yang membuat Nii-san seperti ini? " tanya Asia.
" Kata Senpai mereka adalah The Black Army " jawab Saya dengan datar.
" Aku dengar rumor mengatakan mereka adalah pasukan gelap yang ada di bawah kita... Apa mau mereka sampai-sampai menyerang Danchou " ucap Koneko nimbrung.
" Aku yakin yang mereka cari itu sangat penting bagi mereka "
.
.
Underground
The Black Army Side
.
Sraaash!
" Dasar Bodoh! Begitu saja kalian tidak becus! " teriak pria tua setelah membunuh anak buahnya sendiri yang kalah karena melawan Naruto, seluruh pasukan The Black Army hanya menunduk diam tidak berani berbicara.
" dengarkan semua! Jam itu adalah jalan untuk membuatku menjadi pemimpin dan membuat semua tunduk pada kita! Dapatkan Jam itu dengan cara apa pun atau kalian akan menjadi seperti orang ini! " teriak Pria tua itu membuat semua pasukan berteriak keras padanya.
" HA'I! DANZO-SAMA! "
.
Back To Naruto Side
13.00 PM
.
" Engghh~ " Pemuda bersurai kuning yang tengah terbaring di sofa saat ini membuka matanya perlahan dan hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamarnya.
Di lihatnya sekeliling dan tidak ada siapapun di sana " Ahh~ sepertinya mereka telah pulang saat aku memulihkan diriku " gumam Naruto mengubah posisinya menjadi terduduk di pinggir kasur.
" Hahh~ Sebaiknya aku kunjungi mereka saja, lagi pula aku bosan di sini " gumam Naruto bangun dari kasurnya dan menggunakan pakaian biasanya.
Saat ini Naruto menggunakan Kaos berwarna biru dengan jubah hitam miliknya. Jubah hitam itu merupakan tanda bagi Naruto untuk melindungi dirinya, jubah itu juga merupakan baju tugas miliknya dan dia sudah menambahkan sebuah pelindung untuk melindungi dirinya.
Setelah mencocokkan pakaiannya Naruto berjalan menuju atap gedungnya sambil mengotak atik jamnya hingga memperlihatkan papan Sketboard udara miliknya.
Skeatboard Jets Winds Turbo, SJWT, transportasi kedua milik Naruto, Skeatbord Jets Winds Turbo mengambil bentuk Papan Skeatboard seperti biasanya, namun papan itu bisa melayang di udara ataupun di manapun. Itu di karenakan mesin jet dengan putaran cukup tinggi pada bawah papan Skeatboard.
Swuush! Tap!
Setelah sampai di atas Naruto mengeluarkan kendaraannya lalu menaikinya.
Sruush! Wush!
Suara halus keluar dari putaran Skeatboard Naruto membuat tersenyum lalu melesat cukup cepat menuju hutan kematian di mana Whitegon, Kurama dan yang lain ada di sana.
.
Dead Forest
13.30 PM
.
Sementara itu pada kelompok Naga Kurama dari jenis Kitrugon, terlihat mereka masih tetap di tempat yang sama sambil menjaga satu sama lain, dan ada juga yang tengah memakan persediaan mereka yang masih banyak.
Telinga Whitegon yang mendengar sebuah suara seperti baling-baling membuka matanya, begitu'pun Kurama yang saat ini tidur bergelantung seperti kelelawar membuka matanya, tapi dia tidak melihat siapapun.
" Yo! Kyubi! "
Bruk!
Seketika Kyubi terkejut dan jatuh dengan tidak elit dengan kepala mendarat duluan begitu suara keras Naruto tiba-tiba terdengar di samping telinganya. Naruto yang melihat itu terkekeh lalu mendarat di depan Whitegon yang terlihat senang melihat kedatangannya.
" Konichiwa Whitegon " salam Naruto mengembalikan kendaraannya dalam bentuk bola Mekanik lalu memasukkannya dalam bentuk biji ke jamnya.
[" Konichiwa Naruto-kun"] sapa Whitegon.
[" Grrr! Lagi-lagi kau Gaki, sebenarnya apa yang kau inginkan? Sudah aku bilang bahwa aku tidak mau menjadi Partnermu! "] ucap Kurama marah pada Naruto atas kejadian tadi, sementara Naruto menatap Kurama aneh.
" Hiihh~ kau terlalu percaya diri Kyubi, aku hanya ingin berbicara dengan Whitegon bukan kau, lagi pula siapa yang ingin berbicara dengan Naga cuek sepertimu " balas Naruto memandang GR Kurama.
[" Ghahahaha, kau benar sekali anak muda, cukup susah berbicara dengan Naga Tsundere sepertinya ini "] timpal Naga Biru keturunan Kitrugon membuat Kurama mendelik pada naga biru itu.
[" Siapa yang kau panggil Tsundere Sialan?! "]
[" Naruto-kun, apa kau penyebab ledakan besar di dekat sekolahmu itu? "] tanya Whitegon di balas anggukan oleh Naruto.
" Ya, aku harus berhadapan dengan kelompok yang menyebalkan jadi mau tidak mau aku harus mengeluarkan setiap kekuatanku " jawab Naruto " walaupun bukan kekuatan asli " lanjutnya.
[" Huh! Apa ini orang yang ingin menjadikanku partner bahkan satu teknikpun dia tidak bisa "] cibir Kurama mendapat delikan dari Naruto.
[" Heh! Bukannya kau juga seperti itu Kurama? Kau bahkan sejak kecil juga tidak bisa melakukan semburan api hingga menangis pada Nenek kita, hahaha! Dari padanya kau lebih parah Kurama "] balas Naga Hijau mendapat delikan murka dari Kurama.
[" Jangan ingatkan aku tentang itu Rumput busuk "]
[" Lalu, apa yang membuatmu datang ke sini Naruto-kun? "] tanya Whitegon memutuskan meninggalkan dua naga yang saat ini beragumen dengan adu mulut.
" Etto... Aku sudah memutuskan kapan kita akan bertemu dengan Whellgon, tapi... " gantung Naruto membuat Whitegon menunggu dengan sabar " Apakah kelompokku boleh bertemu dengan kalian dan juga pergi ke sana? " lanjut Naruto.
Brak!
[" Jangan Bercanda Gaki! Dengan adanya kau saja sudah merepotkan apalagi dengan adanya manusia lain bertemu kami! Apa lagi Whellgon! "] teriak Kurama tiba-tiba membuat Naruto sedikit terkejut.
" Tapi mereka adalah orang baik, aku bisa menjamin itu! " balas Naruto sengit.
[" Kau pikir aku percaya! Whellgon hanya tinggal satu spesies saja! Jika dia ada di kendali manusia, mereka bisa saja menggunakannya untuk senjata perang! Dan aku tidak mau itu terjadi! "] balas Kurama tak kalah sengit.
" Apa sebegitu bencinya kau pada Manusia!? " tanya Naruto dengan nada marah.
[" Ya! Aku sangat membenci kalian! Aku sangat membenci kalian! "] jawab Kurama.
" Apa ini karena Madara!? " teriak Naruto hingga membuat Kurama terdiam " Kau membenci manusia karenanya bukan!? Kau di peralat olehnya hingga menimbulkan Kekacauan?! " lanjut Naruto dengan nada marah.
" Kau pikir setiap manusia itu sama?! Memang beberapa dari mereka memiliki nafsu seperti Madara, tapi! Setiap hati manusia itu berbeda?! Apa kau pernah melihat aku memperalat kalian?! Bahkan aku belum mengenal kalian tapi kalian sudah aku anggap keluargaku sendiri!?
Bahkan kalian tidak tahu betapa aku peduli kalian karena aku menganggap kalian adalah keluargaku! Aku menganggap kalian seperti itu karena kalian sudah seperti orang tuaku! Bahkan aku tidak tahu siapa ayah dan ibuku sejak kecil! Aku hanyalah orang yang tanpa kasih sayang orang tua!
Pertama kali aku bertemu kalian, aku merasa seperti ada di sebuah keluargaku sendiri! Jadi untuk apa aku memperalat naga seperti kalian?! Bahkan aku tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan kalian, bahkan aku tidak memiliki ilmu untuk menaklukkan naga seperti kalian " ucap Naruto panjang lebar dengan teriakan dan kesedihan.
Kurama yang mendengar itu terdiam begitupun kelompok naga Kitrugon, namun sang Whitegon menarik Naruto dengan ekornya hingga saat ini Naruto duduk di dekat leher Whitegon yang mengalungkan dirinya.
[" Kurama-kun, bukankah kau bisa melihat kejujuran dan kebaikan hati seseorang dengan matamu itu? Dan apakah kau sekarang senang melihatnya bersedih seperti ini?
Bukankah kau dulu seperti itu juga Kurama-kun, dan kenapa sekarang kau memberikan semua itu pada anak ini, kau dulu pernah berkata Aku tidak akan membiarkan siapapun yang menjadi partner sejatiku sebelum aku menemukan orang sepertiku
Bukankah orang itu sekarang ada di depanmu Kurama-kun, dan juga dia adalah orang yang sangat dekat dengan kita, bahkan seluruh perkataannya adalah kebenaran Kurama-kun, jika dia seperti orang yang kau benci, dia pasti sudah memperalat kita, Kau terlalu takut akan masa lalu Kurama-kun "] ceramah Whitegon menatap tajam Kurama yang hanya bisa menahan sesuatu dengan wajah naga seperti mengeram.
[" Kurama, seharusnya kau melupakan masa lalu itu, masa yang lalu berbeda dengan sekarang. Aku juga percaya dengan anak muda ini, kenapa hanya kau saja yang tidak menyukainya Kurama? "] timpal Naga Ungu keturunan Kitrugon pada Whitegon.
[" Kheh! Terserah kalian saja! "] balas Kurama pada akhirnya langsung pergi dari sana.
[" Daijoubu Naruto-kun, aku percaya padamu, tapi kenapa kelompokmu harus ikut Naruto-kun? Bukankah kau dulu sendiri? "] tanya Whitegon.
" Ya~ baru-baru ini aku mendapatkan teman lagi karena aku menolong mereka, dan mereka memintaku menjadi ketua dari kelompok mereka.. Dan kenapa mereka ingin aku ajak, itu karena mereka hampir mirip sepertiku, di tindas dalam kelemahan, maka dari itu aku ingin mereka ikut bertemu Whellgon dan bisa meningkatkan kemampuan mereka agar mereka tidak di rendahkan oleh para mulut besar dan tidak terluka saat melawan sesuatu yang berbahaya " jawab Naruto tegas, Whitegon yang mendengar itu senang dalam hati karena pemuda yang menarik perhatiannya itu peduli dengan temannya.
Puk!
Kuku tajam Whitegon'pun menunjuk tepat pada Dada Naruto hingga mengeluarkan Lingkaran Putih dengan lambang Rubah.
Sing!
Tubuh Naruto perlahan bersinar sesaat lalu kembali semula membuat Naruto bingung dengan apa yang di lakukan oleh Whitegon.
[" Jangan Khawatir, itu tadi hanyalah teknik biasa milikku untukmu, besok kau akan menemukan sesuatu yang menarik dan juga mulai sekarang aku terikat Kontrak denganmu, walaupun pilihanmu adalah Kurama-kun tapi aku akan selalu bersamamu walaupun Kurama menolakmu dan juga... "] jeda Whitegon [" Kau bisa memanggilku Ibumu saat ini, ya~ walaupun aku dalam bentuk naga mustahil menjadi ibu anak manusia tapi aku bisa memberikan kasih saya layaknya ibu untukmu "] lanjut Whitegon membuat Naruto terpaku.
" Tunggu dulu, kau betina? " pertanyaan itu mulus dari mulut Naruto membuat Whitegon terkekeh.
[" Tentu saja, lagi pula jika aku jantan aku pasti sudah mengatakan ayah "]
" Aku bingung bagaimana membedakan mana jantan dan betina dari naga seperti kalian " gumam Naruto berpikir.
[" Kau tidak perlu memikirkannya lagi Naruto-kun, Lagi pula kau harus bersyukur karena sudah memiliki ibu kembali "] balas Whitegon mendekatkan lehernya pada Naruto, tak lama setelah itu Naruto memeluk leher Whitegon dan tersenyum senang.
" Arigato... Okaa-san "
.
Taman Kota Konoha
17.00 PM
.
Tap! Tap!
Saat ini Naruto tengah berjalan di taman kota konoha dengan di sinari matahari terbenam, setelah tertidur bersama dengan ibu barunya hingga sore, Naruto memutuskan berpamitan dan pergi menuju tempatnya namun jika dia di sana, maka dia akan sendirian lagi.
Maka dari itu Naruto memutuskan untuk pergi ke taman sambil jalan-jalan melihat indahnya kota konoha dan taman Konoha yang di penuhi oleh orang-orang kencan, keluarga dan anak-anak.
Naruto yang melihat itu tersenyum tipis lalu pandangan Naruto terhenti begitu melihat Kirin yang tengah berlatih pedang seorang diri dekat danau di taman Konoha.
" Kirin-chan? " gumam Naruto berjalan mendekati Kirin.
Wush! Wush!
Sementara itu Kirin yang masih fokus melakukan teknik serangan terus melakukan serangan-serangan miliknya walau tanpa media latihan.
Wush! Set!
Seketika Kirin yang ingin melakukan tebasan ke belakang harus terhenti begitu pedangnya tidak bisa bergerak karena pedang itu sudah tepat beberapa senti dari leher Naruto.
" Tidak buruk Kirin-chan " seketika Kirin tersentak dan langsung berjengit mundur beberapa langkah dengan wajah memerah.
" Na-Na-Na-Naruto-senpai! " pekik Kirin terkejut dengan rasa malu, Naruto yang melihat tingkah Kirin hanya terkekeh.
" Konbanwa Kirin-chan " sapa Naruto dengan senyum khasnya.
" Ko-Konbanwa Na-Naruto-senpai " sapa balik Kirin tergagap " S-sedang apa s-senpai di sini? Bu-bukannya Senpai tengah beristirahat? " tanya Kirin dengan rona tipis.
" Oh, aku hanya jalan-jalan, aku bosan diam di rumah terus tanpa ada yang bisa di ajak bicara, dan masalah itu, aku sudah baikkan ya walau masih sedikit lelah sedikit " jawab Naruto sambil memperhatikan dirinya " Lalu sedang apa kau di sini? " tanya balik Naruto.
" A-Aku... Aku hanya sedang latihan bermain pedang saja Senpai " jawab Kirin malu-malu.
" Begitukah? " gumam Naruto " Sebaiknya jangan paksakan dirimu Kirin-chan, aku tidak ingin kau terluka jadi lakukan latihan dengan pelan-pelan saja ya " ucap Naruto dengan senyumnya.
Blush~
Wajah Kirin memerah malu begitu mendengar perkataan khawatir Naruto, Naruto yang melihat wajah Kirin memerah menaikkan alisnya " Kirin-chan kau sakit? " tanya Naruto sambil menyatukan keningnya hingga tidak ada jarak dengan mereka.
Bluush~
wajah Kirin semakin memerah dengan cepat dan kehilangan kesadarannya kembali, Naruto hanya melongo ketika melihat Kirin pingsan dengan tidak elit.
" Are? "
.
.
Skip Time
Naruto Side
18.00 PM
.
Setelah mengantar Kirin ke rumah dengan bantuan alat pelacaknya, saat ini Naruto berjalan menuju kediamannya sendirian di temani sinar lampu dan bulan. Naruto terus berjalan sambil mengingat-ngingat bagaimana susahnya dia mengantar Kirin yang pingsan sambil bergumam tak jelas.
Mengingat itu Naruto tersenyum sendirian seperti orang gila :v. Namun langkah Naruto harus terhenti ketika melihat perempuan berambut pirang panjang tengah berdiri di depannya.
Mata Naruto yang awalnya cerah seketika menatap kosong sosok di depannya, sosok itu adalah sosok masa lalunya " Naruto-kun " panggilnya.
" Apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Naruto datar dan tajam
" Na-Naruto-kun biar aku jelaskan "
" Jelaskan? Apa yang harus di jelaskan, sebaiknya kau pulang dan nikmati harimu bersama pria-pria hidung belang saja " balas Naruto dingin lalu melangkah melewati Wanita itu.
Grep!
" Naruto-kun! Aku mohon dengarkan aku dulu! " ucap wanita itu menahan tangan Naruto membuat langkah Naruto terhenti.
" Lepaskan " Perintah Naruto dingin.
" Tidak sebelum kau dengarkan ak... "
Tak!
" Jangan coba-coba dekati lagi kakakku jalang! " ucap Asia tegas muncul sambil menepis tangan wanita itu " Sedang apa kau di sini?! Apa kau tidak puas menyakiti kakakku?! " tanya Asia dingin sambil menahan marah
" A-Asia-chan " gagap wanita itu " A-Asia-chan biar aku jela... "
Plaak! Buagh!
Dengan keras Asia langsung menampar Wanita itu hingga pipinya memerah lalu memukul Wanita itu di bagian perutnya hingga Naruto langsung turun tangan menahan tangan Asia sebelum kembali menyerang wanita itu.
" Lepaskan Nii-san! Biarkan aku memberinya pelajaran! " ronta Asia berusaha lepas dari kuncian Naruto, namun Naruto malah mengeratkan kunciannya dan membawa Asia pergi meninggalkan Wanita itu sendirian yang tengah meringis kesakitan karena serangan Asia.
" Nii-san! Lepaskan! " ronta Asia, Setelah cukup jauh Naruto menghentikan langkahnya dan melepaskan kunciannya pada Asia " Nii-san! Kenapa kau tak membiarkanku memberi pelajaran padanya!? " tanya Asia setengah berteriak.
" Karena kita sudah tidak ada urusan dengannya lagi " balas Naruto datar.
" Tapi Nii-san! Karena dia kau seperti ini! Aku tidak ingin Kakakku tercinta seperti ini terus karenanya! " balas Asia lagi sambil mengguncang bahu Naruto, namun apa daya tatapan Naruto telah menjadi kosong membuat Asia semakin sedih
Grep!
" Aku mohon.. Hiks.. Hiks.. Kembalilah seperti dulu Nii-san " isak Asia di dada Naruto, sementara Naruto hanya diam sambil mengelus rambut Asia.
" Nii-san... Nii-san butuh waktu Asia-chan... Berikan aku sedikit waktu " pinta Naruto, sementara Asia yang mendengar itu mengangguk kecil dan mengeratkan pelukannya.
Swuuush~
Deg!
Seketika angin berhembus menerpa mereka, saat itu pandangan Naruto kembali berisi saat merasakan sesuatu yang buruk akan menerpa mereka.
[" Enemy Detected "]
Wush!
" Activity Shield! " setelah tiga detik mendengar peringatan jamnya sebuah semburan api datang ke arah mereka dan Naruto langsung mengaktifkan sistem pelindung milik jamnya.
[" Shield Activity "]
[" Mode On "]
Wuush!
Semburan api itu'pun terhalang oleh pelindung Naruto, mata Naruto langsung menoleh ke tempat semburan api itu dan dia melihat lima pasukan The Black Army kembali menyerangnya.
" Cih, mereka masih belum jera juga " desis Naruto siap mengeluarkan senjatanya namun di tahan oleh Asia.
" Jangan Nii-san, jika Nii-san melakukannya lagi fisik Nii-san akan melemah di saat tidak baik " peringat Asia, membuat Naruto hanya mendecih karena apapun yang di katakan Asia adalah kebenarannya.
" Sial, sepertinya aku memang harus mengeluarkan mereka " gumam Naruto mengotak-atik hologramnya hingga memperlihatkan Dua Balok dari besi dengan Empat Rudal.
[" Weapon Misseles Activity "]
Bzit!
Crang! Crang! Crang!
Lalu dari jam Naruto keluar sebuah biji kecil dan langsung di remas oleh Naruto, setelahnya sebuah sarung Mekanik muncul di tangan Naruto dan mengeluarkan sistem-sistem saraf yang menyatu dengan otot hingga kepunggung dan pundaknya lalu mengeluarkan delapan rudal miliknya.
[" Weapon Ready Activity "]
" Rasakan ini! " teriak Naruto menembakkan dua rudal setelah mengunci dua sasaran.
Twush! Twush!
Wush!
Dua rudal Naruto'pun melesat ke arah dua sasarannya, tiga naga the black army yang melihat itu langsung menyemburkan api ke arah rudal itu.
Trank! Wuuush!
Namun tanpa di duga Dua rudal itu memecah dan menembakkan 20 rudal kecil ke arah mereka secara beruntun, karena tidak menyangka lima pasukan the black army menyilangkan tangan mereka.
Blaaaaaar!
Setelahnya terjadi ledakan sedang di langit-langit gedung konoha membuat beberapa orang lalu lalang di sana terkejut dan langsung menjauh.
Wush!
Dari balik asap keluar satu sosok pasukan The Black Army yang masih selamat dan berniat membalas namun Naruto dan Asia sudah tidak ada membuatnya kesal karena targetnya menghilang.
" Cih, sepertinya aku akan mati " gumamnya lalu pergi menuju markasnya.
Sementara itu Naruto yang saat ini bersembunyi di gang kecil dengan Asia di pelukannya mengintip kepergiannya dengan nafas lega karena black army sudah pergi.
" Akhirnya dia pergi " gumam Naruto lalu melirik Asia yang kini tengah memeluknya erat " Daijoubu Asia-chan, semua sudah aman " ucap Naruto membuat Asia melonggarkan pelukannya dan menatap Naruto.
" Nii-san sebaiknya kita cepat pulang "
" Um, baiklah "
.
Sabtu, 15 Oktober 2090
Akademi The Study Dragons
07.00
.
Tap! Tap!
" jadi mereka mulai menyerang lagi Danchou? "
" Ya begitulah, tapi untungnya aku berhasil menggunakan Misselles milikku untuk menyerang mereka dan membuat perhatian mereka teralih jadi kami bisa bersembunyi " saat ini Naruto dan Kiba tengah berjalan menuju akademi mereka sambil melewati taman sekolah.
Naruto juga sudah memberitahu Kiba tentang penyerangan kemarin, selagi mereka jalan banyak tatapan perempuan dengan wajah memerah tengah menatap mereka atau lebih tepatnya pada Naruto.
Naruto yang merasa di tatap menoleh ke segala arah di mana seluruh perempuan memerah menatap dirinya, Naruto yang di tatap seperti itu memperhatikan dirinya dan dirinya merasa biasa saja, tapi apa yang membuat mereka seperti itu.
" Etto... Kiba, perasaanku saja atau mereka seperti menatapku dengan nafsu? " tanya Naruto pada Kiba.
" Kau terlihat biasa saja Danchou, dan mungkin perempuan-perempuan itu menyukaimu " jawab Kiba asal.
" Hey, aku bertanya benar-benar tapi kau menjawabnya seperti itu " ucap Naruto kesal.
Grep!
" Uwaa! " kejut Naruto ketika ada yang memeluknya dari belakang " A-Asia-chan! Jika kau ingin memeluk sih boleh tapi jangan kuat-kuat dong! " bentak Naruto saat Asia memeluknya dengan menubrukkan tubuhnya padanya.
" N-Nii-san " gumam Asia dengan wajah memerah membuat Naruto semakin bingung
Grep! Grep! Grep!
" He-Hey! Jangan asal-asal donk! " pekik Naruto lagi ketika Julis, Kirin, Claudia, Saya, Xenovia, Koneko dan Irina langsung memeluknya entah dari mana
" Na-Naruto-senpai, kau semakin tampan ne " gumam Claudia yang di belakang Naruto sambil mengelus dagu Naruto dengan tatapan menggoda.
" A-Ada apa dengan kalian? " tanya Naruto tergagap dengan wajah merona karena kelemahannya adalah di Goda.
" Nii-san kumohon bawa kami bersamamu " pinta Asia dengan tatapan nafsu, Naruto yang mendengar itu membelakan matanya terkejut.
" Kyaaa! Kami juga mau Naruto-kun! "
" Bawa kami juga bersamamu! "
" Ghaaa! Seseorang tolong jelaskan apa yang sedang terjadi!? " teriak Naruto langsung kabur dari kejaran banyak perempuan bahkan adiknya sendiri. Sementara Kiba hanya tertawa kikuk melihat kejadian itu.
" Cih! Sialan! Manusia tampan memang brengsek! "
" Mati saja kau para orang tampan! "
.
.
" Hah.. Hah.. Hah... kuso, sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai mereka tiba-tiba suka padaku " gumam Naruto yang telah berhasil kabur dari ribuan harimau hutan amazon :v.
" Naruto " Naruto yang merasa di panggil menoleh ke arah sumber suara dan di sana sudah ada Sosok guru dengan wajah malas dengan masker.
" Kakashi-sensei " gumam Naruto ketika melihat salah satu guru yang paling malas di konoha.
" sedang apa kau bersembunyi seperti itu? " tanya Kakashi dengan malasnya.
" Shhh! Sensei tidak perlu tahu! " balas Naruto acuh sambil menyuruh diam, Kakashi yang bak gak peduli langsung saja pergi dan baru saja akan menuju ruang guru langkahnya terhenti ketika kerumunan perempuan dari kelompok Naruto mendatanginya.
" Kakashi-sensei apa kau tahu dimana Naruto-senpai? " tanya Saya dengan nada setengah datar, setengah senang (#bayangin bagaimana coba suaranya ).
Dengan tidak elit Kakashi menunjuk tempat Naruto, membuat Naruto yang mengintip terkejut.
' Ku-Kuso! Sebaiknya aku kabur! ' batin Naruto siap untuk kembali lari.
" Naruto-senpai~ "
" Ghaaa! " seketika Naruto berteriak terkejut ketika Claudia tiba-tiba memeluknya dari belakang membuatnya tidak bisa lari ' Si-Sial, se-sejak kapan '
" Naruto-senpai/Danchou/Nii-san! " mata Naruto langsung menatap honor ketika beberapa Harimau Amazon telah menemukannya dan siap menerkamnya.
" Mi-Minna, ada apa dengan kalian? " tanya Naruto gugup setengah mati.
" Kami mencintaimu, Naruto-senpai/Danchou/Nii-san! " bukan jawaban tapi malah neraka yang dia temukan ketika mereka langsung saja melompat siap menerkamnya.
" GHHAAAAAAAA! SEBENARNYA APA YANG TERJADI! "
.
Ruang kepala Sekolah
09.00 AM
.
Saat ini terlihat Naruto tengah berbaring di pangkuan Asia yang menunduk begitu juga semua yang menunduk dengan rasa malu. Sebelum mereka menyerang Naruto kembali tiba-tiba kesadaran mereka kembali dan sudah menemukan Naruto pingsan dalam keadaan tidak baik dengan pakaian robek-robek. (# Nih perempuan benar-benar liar rupanya :v )
" Adu-duh, sebenarnya apa yang terjadi pada kalian hingga seperti tadi bahkan seluruh perempuan lainnya juga sama? " tanya Naruto sambil menahan sakit akibat mereka.
" Kami tidak tahu Danchou, ti-tiba-tiba saja ketika kami melihatmu seperti ada kesadaran lain yang mengendalikan kami " jawab Claudia malu-malu.
" Hhahh~ Pasti ada sesuatu yang ada pada diriku hingga membuat kalian seperti itu " gumam Naruto sambil memandang langit ruangan neneknya
[" Besok kau akan mendapatkan sesuatu yang menarik "]
Seketika alis Naruto berkedut sesaat karena mengingat perkataan ibunya itu, dan rupanya Kekuatan Whitegon adalah meningkatkan ketampanan miliknya dan membuat sebuah nafsu bagi para perempuan.
' Okaa-san awas kau nanti ' batin Naruto kesal pada Whitegon.
" Baiklah kalian semua dengar setelah ini kita kembali berangkat menuju Hutan belakang sekolah, kita akan melakukan latihan kembali " ucap Naruto mengubah posisinya menjadi duduk lalu berdiri.
" Tapi Danchou, bagaimana jika mereka menyerang kembali? " tanya Julis, Naruto yang mendengar itu berpikir sesaat.
" Tidak, itu bukanlah masalah lagi pula, kalian juga kuat. Jika mereka menyerang kita juga akan menyerangnya bersama " jawab Naruto sebelum berjalan keluar namun langkahnya kembali terhenti begitu Asia menarik tangannya.
" Ada apa Asia-chan? " tanya Naruto sambil menatap adiknya.
" Ini Nii-san " jawab Asia sambil menyerahkan jubah hitam miliknya.
" Dari mana kau dapat, bukannya jubah ini ada di rumah? " tanya Naruto sambil mengambil jubahnya dari tangan Asia.
" Tadi pagi, Asia sudah menembak, kalau Nii-san akan melanjutkan Latihan Nii-san, jadi Asia bawakan saja jubah ini untuk melindungi Nii-san " jawab Asia sambil tersenyum manis, Naruto yang mendengar jawaban adiknya tersenyum karena adiknya begitu peduli.
" Arigato Asia-chan "
Cup!
" Doushimashite " jawab Asia setelah mengecup singkat pipi Naruto.
Naruto yang di cium adiknya merona sesaat begitu juga semua di sana, setelah cukup mereka langsung berangkat meninggalkan Asia yang membereskan ruangan ibunya itu.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
Hutan Belakang Sekolah
09.30
.
Wush! Wush! Wush!
Setelah cukup lama terbang dengan Naga dan kendaraan masing-masing akhirnya Naruto dan kelompoknya sampai di hutan yang cukup jauh dari sekolah dengan bersembunyi dari dua gunung.
" Baiklah kita akan latihan di sini " gumam Naruto turun dari Skeatboardnya, begitupun anggotanya yang turun dari naga masing-masing.
" Dreton Tetaplah di sini " perintah Kirin pada naganya yang bertipe element api.
" Baiklah ayo kita ke lebih dalam lagi " ajak Naruto di ikuti yang lainnya.
Setelah masuk lebih dalam lagi, mereka langsung memandang takjub tempat latihan mereka di mana saat ini mereka telah keluar hutan dengan di suguhi pemandangan danau yang indah dan lapangan yang luas.
" Hahh~ tadaima " gumam Naruto menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya kembali.
Tempat ini adalah saksi biksu dimana kesedihan Naruto di tumpahkan di tempat ini, sejak umur 12 tahun dia sudah menemukan tempat ini tanpa sengaja karena sedih tidak memiliki teman ataupun Partner. Setiap dirinya bersedih dia pasti akan ke tempat ini dan melepaskan kesedihannya.
" Tempat yang indah " puji Kiba sambil memandang sekitar.
" Selamat datang di rumah kedua milikku, aku menemukan tempat ini sejak aku berumur 12 tahun karena aku selalu bersedih tidak memiliki teman dan juga partner. Tapi... Tempat ini sudah menjadi tempat bagiku berbagi kesedihan dan aku merindukan tempat ini karena sudah lama aku tidak ke sini " ucap Naruto sambil berjalan menuju danau dan menatap rindu danau itu.
" Etto... Danchou.. " gumam Koneko ingin berbicara.
" ha'i jangan khawatir, saat ini kesedihan itu sudah memudar dan aku sudah tidak sedih lagi " potong Naruto sambil tersenyum, semua terdiam ketika melihat senyum Naruto. Seandainya waktu bisa di putar mereka pasti akan berteman dengan Naruto dari dulu dan menghilangkan kesedihan ketua mereka yang menyedihkan.
" Baiklah kita mulai saja latihannya " ucap Naruto kemudian mendekati mereka " baiklah kita lihat kemampuan kalian, seperti waktu itu kalian lakukanlah sparing, aku akan melihat kemampuan kalian " perintah Naruto memberi jarak.
Claudia, Julis, Kirin, Xenovia, Irina dan Kiba langsung melakukan posisi, sementara Saya dan Koneko juga sudah mengambil posisi namun dengan jarak cukup jauh, Naruto yang melihat itu langsung saja memulainya.
Blaaar!
.
.
.
11.00 AM
" Hah.. Hah..Hah.. " saat ini terlihat kelompok Naruto tengah terbaring dengan rasa lelah yang sangat begitu mereka berlatih 2 jam lebih, mereka tidak menyangka mereka akan bisa seimbang dalam hal sparing, sementara Naruto yang menonton dari tadi hanya melongo, padahal mereka sudah maksimal mengeluarkan kemampuan mereka bahkan sebagian dari tempat itu terdapat banyak kawah hasil serangan mereka tapi hasilnya seimbang.
" Hahh~ sepertinya mereka sama-sama kuat " gumam Naruto menghela nafasnya lalu mendekati mereka sambil mengotak-atik jamnya.
[" Water Out "]
Sing!
Lalu dari jam Naruto keluar botol-botol air untuk persediaan mereka, setelah keluar Naruto langsung membagikan air itu.
" Kalian cukup baik untuk saat ini " puji Naruto sambil berdiri di depan mereka
" Arigato Danchou " balas Mereka senang karena Danchou mereka juga senang.
Deg!
Wush! Sret! Blaaar!
Seketika tubuh Naruto menegang saat sesuatu yang gelap siap mendatanginya namun entah kenapa Tubuh Naruto secara Refleks melompat mundur membuat serangan itu meleset.
" Apa itu tadi " gumam Naruto menatap tubuhnya lalu menatap tempat terjadi serangan itu.
Wush! Blaaaaar!
Namun sayang sebuah serangan langsung menghantamnya membuat kelompok Naruto terbelak seketika.
" Danchaou!/Naruto-senpai! "
Wush! Sreet!
" Ha'i Daijoubu, serangan itu tidak akan mempan karena jubah ini, tapi siapa yang melakukannya " gumam Naruto yang keluar dari balik asap dan berkumpul bersama kelompoknya.
" Akhirnya ketemu juga kau, Uzumaki Naruto " ucap seseorang bertudung hitam turun dengan naga hitam lalu turun dari naganya dan berdiri tak jauh dari Naruto.
" Rupanya pasukan the black army " gumam Naruto mengubah posisi jongkoknya menjadi berdiri dan menatap tajam sosok di depannya " Apa kau utusan Pria tua itu? " tanya Naruto langsung.
" Ya! " balasnya tegas lalu membuka tudungnya hingga memperlihatkan sosok perempuan berambut hitam " Kemarin aku tidak bisa membunuhmu tapi saat ini, aku akan membunuhmu! " ujar perempuan itu sambil menunjuk Naruto.
" Kemarin? Ah~ rupanya kau yang selamat itu, jadi kau tidak kembali kemarkas tapi kembali mencariku, hoh~ Cukup pintar " gumam Naruto sambil mengelus dagunya " Tapi apa kau yakin bisa mengalahkanku? " tanya Naruto dibalas dengusan perempuan itu hingga tangan yang menunjuk Naruto mengeluarkan Aura hitam kemerahan pekat hingga membentuk sebuah katana, Naruto yang tahu Katana itu seketika terbelak.
" Danchou, biarkan aku... "
" Tidak! Jangan ada yang melawan senjata itu, biarkan aku yang melawannya! " Potong Naruto tegas sambil mengetik jamnya.
[" Weapon Thundreton Spears Activity "]
[" Weapon Two, Hydro Activity "]
Bziit! Wush! Trank!
Blaar!
Setelah mengeluarkan Senjatanya Naruto beserta perempuan itu langsung melesat bersama hingga kedua senjata mereka berbenturan dan membuat sebuah kawah berukuran sedang.
" Senjata ini, dari mana kau dapatkan senjata ini?! " tanya Naruto begitu wajah mereka saling berhadapan sambil menahan senjata lawan mereka.
" Ini adalah senjata leluhurku " jawab perempuan itu lalu mendorong senjata Naruto hingga mereka saling mundur.
Trank! Trank! Trank!
Senjata Naruto dan Perempuan itu'pun kembali berbenturan, mereka melakukan secara berulang-ulang menunjukkan kemampuan mereka pada musuh mereka.
Sring! Srash!
Wush!
Namun karena lengah lengan Naruto menerima sebuah luka dan membuat Naruto langsung melompat mundur
Srash!
Pyaaaar!
Melihat celah Naruto menebaskan pedang Hydro hingga mengeluarkan duri-duri Es, namun Perempuan itu menebaskan pedangnya hingga serangan Naruto meleset.
[" Decotria! "] ucap Perempuan itu sambil mengeratkan pegangannya hingga mengeluarkan aura pekat.
Sraash! Wush!
Setelah itu dia langsung menebaskan pedangnya hingga mengeluarkan gelombang hitam, melihat itu Naruto mengeratkan kedua senjatanya hingga masing-masing mengeluarkan aura mereka.
[" Combine, Tredokufoso! "] ucap Naruto menyatukan kedua ujung senjatanya lalu menancapkannya ke tanah.
Pyaaaaaarsh! Bziiiiiit!
Pyaaank!
Seketika dari tanah keluar bongkahan-bongkahan es dan petir langsung menyebar namun gelombang itu berhasil menembus pertahanan Naruto membuat Naruto terbelak.
" Sial "
Blaaaaaaar!
" Danchou!/Naruto-senpai! " pekik Kelompok Naruto.
Wush! Tap! Tap!
Namun dari balik asap kembali keluar Naruto yang langsung berlari memutari Perempuan itu dengan cepat.
Wush! Wush!
Blar! Blar! Blar!
Perempuan yang melihat itu langsung melakukan serangan dengan mengeluarkan gelombang-gelombang miliknya namun semua serangan Naruto berhasil di hindari.
Wush! Blar! Pyaaaar!
Naruto yang melihat sebuah serangan akan mengenainya langsung melompat dan melakukan serangan dengan menebas Hydronya hingga keluar duri-duri Es ke arah perempuan itu.
Wush!
Sret! Bziiiit!
Melihat perempuan itu melompat mundur Naruto langsung mengibaskan tombaknya kebawah hingga mengeluarkan kilat dan menyambar perempuan itu, namun perempuan itu tampak biasa seolah petir itu tidaklah mempan.
[" Livingstone Daisy "]
Wuuuush! Swuuuuush!
Seketika mata Perempuan itu menoleh ke sekitarnya di mana terdapat bunga-bunga api mengelilinginya lalu mengeluarkan Api yang membara.
Wush!
Xenovia, Irina, Claudia dan Kirin yang melihat itu langsung melesat bersama ke arah perempuan itu, Naruto yang melihat itu seketika panik dan langsung ikut melesat ke sana.
" Minna! Jangan! " peringat Naruto.
[" Asterigora! "]
Blaaaar!
Brak! Brak! Brak! Sret!
Seketika dari dalam api terjadi ledakan hingga mementalkan semua hingga menabrak pohon kecuali Naruto yang berhasil berhenti sebelum menabrak pohon.
Wush! Blaaaar!
Brak!
Seketika mata Naruto melebar saat sebuah serangan berhasil mengenainya dan membuatnya terpental dan menabrak Pohon
" Ugh! Kuso " gumam Naruto sambil berusaha kembali berdiri dengan bantuan tongkatnya.
Deg!
' Ugh! Di saat seperti ini ' batin Naruto saat merasakan efek dari Blood Conecting Weapon.
" Menyerahlah Uzumaki Naruto, sebagai gantinya serahkan The Shaphire " ucap perempuan itu sambil mengacungkan pedang ke arah Naruto.
" Hehehe.. Menyerah? jangan bercanda " balas Naruto menatap remeh perempuan di depannya
Wush! Blaaar!
Perempuan itu'pun menyerang Naruto kembali, namun Naruto tampak pada posisi tadinya, terlihat sangat serangan perempuan itu tidaklah berarti baginya.
Wush! Wush! Wush!
Blar! Blar! Blar!
Perempuan itu'pun kembali menyerang Naruto namun Naruto masih di posisinya dan serangan Perempuan di hadapannya seolah tidak berarti.
" khehehe, sepertinya kau belum menyadarinya heh? " Ejek Naruto, tiba-tiba tubuh Naruto seperti hologram rusak, Perempuan yang melihat itu terbelak seketika.
Pyaaaarsh!
Seketika tubuh perempuan itu terbeku sebagian membuatnya tidak bisa bergerak, perempuan itu'pun menatap Naruto yang akhirnya berdiri tegap tak jauh darinya.
" Kau harus memperhitungkan pemikiran lawanmu dulu Nyonya " ucap Naruto sambil menunjuk tangannya yang mengeluarkan darah " BCW, Blood Contract Weapon, dengan begitu senjatamu sudah menjadi satu denganku dengan kata lain Senjatamu sudah kontrak dengan diriku " lanjut Naruto.
" Lalu untuk diriku ini maaf, aku bukanlah yang asli, lagi pula... " jeda Naruto.
Jglllleeeer!
Seketika di sebuah pohon yang tinggi terlihat Naruto berdiri dengan tegap dengan tombak petirnya tengah menampung Energi Kilat dan Petir yang besar hingga menjulang ke langit.
" Diriku sesungguhnya tengah menyiapkan serangan terakhir " lanjut Naruto membuat perempuan di depannya menatapnya " Kau ingat seranganmu yang membuat ledakan pada diriku sebelum aku lari mengelilingimu, aku sudah membagi diriku dengan Hologram, HBCR, Hologram Blood Cloning Reality, dengan begitu diriku seperti diriku yang asli, namun untuk saat ini.. " jeda Naruto
" Semua sudah selesai " lanjut Naruto asli sambil menutup matanya sesaat lalu membukanya kembali dan bersiap mengibaskannya ke bawah.
Deg!
' Ugh! Sial aku harus bisa menahannya ' batin Naruto saat merasakan efek dari Blood Conecting Weapon kembali.
Wush! Bziiiiiiit!
Namun dengan sedikit di paksa Naruto menebaskan tombaknya ke bawah hingga dari langit turun sebuah kilat langsung menyambar perempuan itu.
Bruk!
Karena terlalu lemas akhirnya Naruto jatuh kebawah dengan menubruk tanah, sementara serangan Naruto telah berhenti dan memperlihatkan perempuan yang Naruto lawan masih berdiri walaupun terlihat lemas juga dengan luka di sekujur tubuhnya karena serangan Naruto.
' Ugh! Serangannya itu... Kenapa meleset? Tapi... Walaupun meleset aku tetap saja terkena dampaknya ' batin Perempuan yang Naruto lawan sambil menatap Naruto yang berusaha berdiri.
" Hah.. Hah.. Hah.. " terlihat sangat Naruto saat ini tengah mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena efek dari Blood Conecting Weapon miliknya.
" Kenapa?.. Kenapa kau melesetkan seranganmu itu? Padahal kau bisa membunuhku dengan itu? " tanya sang perempuan meminta penjelasan.
" Hehehe, aku sengaja melakukan itu karena aku memang tidak ada niat membunuhmu sejak awal " jawab Naruto sedikit lemas " Melihatmu bertekad untuk membantu Pria tua itu untuk mendapatkan keinginannya membuatku kasihan padamu karena kau ingin mengikuti perintah pria tua itu " lanjut Naruto sedikit meledek perempuan di depannya.
" Beraninya kau menghina Danzo-sama " geram sang perempuan merasa tuannya di ejek.
" Heh, ya aku memang berani karena apa? Kau sudah di permainkan bagaikan bidak olehnya, setelah tidak berguna langsung di buang, benar begitu? " balas Naruto meminta kepastian membuat perempuan di depannya tersentak.
" Aku menduganya dari kau yang kembali mencariku, dengan kata lain kau tidak kembali ke markas sebelum misimu selesai, pasti ada sesuatu yang kau takutkan sehingga kau tidak kembali. Kau tidak perlu berbohong untuk hal seperti ini Ojou-san, aku sudah mendapatkan seluruh Informasi The Black Army dari keluarga terpecayaku jadi apa benar dugaanku? " lanjut Naruto meminta kepastian kembali.
" Benar, aku memang tidak kembali ke markas karena setiap pasukan yang gagal sering dia bunuh, maka dari itu aku mohon kembalikan saja the Shaphire agar aku bisa.. "
" Kembali ke neraka? Apa kau sudah bodoh? Untuk apa kau kembali ke sana? Jika kau sudah tidak berguna tetap saja dia akan membuangmu " potong Naruto tajam pada perempuan di depannya " Lagi pula saat ini kau pasti sudah tidak berguna lagi baginya " lanjut Naruto membalikkan tubuhnya berniat mendekati kelompoknya yang sedikit cedera.
Perempuan yang mendengar ucapan Naruto terdiam sesaat dia mencoba memikirkan ucapan Naruto, jika dia kembali nyawa taruhannya, jika berhasil mendapat The Shaphire apa untungnya baginya, dua pilihan sulit untuk dirinya.
Di tatapnya punggung Naruto yang berjalan dengan susah payah di bantu dengan Cloningnya sendiri membuatnya tertegun melihat Naruto, sosok target yang menyadarkannya membuat hatinya menghangat akan rasa nyaman, melihat Naruto, dirinya membuat satu keputusan untuk mengubah dirinya saat ini. Dan jalan itu ada di depannya
" Tunggu! " Naruto yang merasa di panggil melirik ke belakang " Boleh aku ikut denganmu, selain kau tidak ada lagi yang bisa aku percayai " mohon perempuan itu.
" Huh! Terserah kau saja " balas Naruto melanjutkan jalannya dengan sedikit pincang karena lemas tubuhnya.
Perempuan yang mendengar jawaban Naruto langsung mengikuti Naruto dan berjalan di samping Naruto " Akame... Namaku Akame, salam kenal " ucap Akame dengan sedikit acuh memperkenalkan dirinya di samping Naruto.
" Huh, cara perkenalan macam apa itu... " dengus Naruto sedikit sebal.
" Huh! Urusai! " balas Akame.
" Wah, sepertinya anggota kita bertambah " gumam Kiba ketika melihat Naruto beserta Akame jalan ke arah mereka.
' Sepertinya saingannya semakin banyak ' batin seluruh perempuan di kelompok Naruto yang terlihat iri melihat Naruto berjalan bersama Akame.
" Baiklah minna, mulai saat ini dia akan bergabung bersama kita walau dalam tempat tertentu, dia adalah Akame, senjatanya adalah Blendingrott dia adalah Mantan dari The Black Army sekarang " ucap Naruto memperkenalkan Akame setelah dirinya di bantu oleh Kiba dan menghilangkan Cloning Hologramnya.
" Namaku Akame, senang bisa bergabung dengan kalian dan maaf telah melukai kalian " ucap Akame memperkenalkan diri dengan datar membuat alis para perempuan di sana berkedut.
' Apa begitu cara dia memperkenalkan diri, hanya namanya saja? '
" Tunggu, dari mana kau tahu akan nama senjataku? " tanya Akame pada Naruto.
" Scan Weapon. Sesudah aku membuat Kontrak dengan senjatamu maka otomatis aku langsung menscan senjata yang aku kontrak dan langsung mencari datanya dari seluruh dunia.
Blendingrott adalah senjata haus darah. pada tahun 2050, dari buku yang aku baca mengenai sejarah clan, ada sebuah clan bernama Amamiya memiliki senjata bernama Blendingrott, itu di karenakan pedang itu akan semakin kuat jika terkena darah ataupun menghisap setiap darah lawannya. Aku tidak menyangka akan bertemu pedang legenda itu pada perempuan sepertimu, dan juga keturunan dari Clan Amamiya, apa lagi anak buah pria tua itu " jelas Naruto sambil menatap hologram jamnya yang memperlihatkan data Blendingrott, lalu melirik Akame tidak percaya.
" Sejak kecil aku sudah di asuh olehnya, tapi pedang ini tidak pernah aku keluarkan di depannya jadi dia tidak tahu akan hal itu dan juga aku menghilangkan margaku agar tidak mudah di kenali " balas Akame dan hanya di balas tatapan acuh Naruto yang mengangkat bahunya tidak peduli
" Sebaiknya kita kembali ke DSA untuk memulihkan Diri, dan untuk Akame-san, sebaiknya kau ikut kita sesaat, setelah selesai aku akan mencarikanmu tempat tinggal untuk sementara ini " ajak Naruto sambil berjalan dengan bantuan tombaknya di ikuti seluruh kelompok Naruto
.
.
Kana Nishino – Torisetsu
.
Kono tabi wa konna watashi wo erande kurete doumo arigatou
( layar memperlihatkan Naruto yang duduk di bawah pohon yang menunduk perlahan membuka matanya lalu menatap kota )
Goshiyou no mae ni kono toriatsukai setsumeisho wo yoku yonde
( Layar kembali di ganti Kurama yang tidur di hutan kematian perlahan membuka matanya )
Zutto tadashiku yasashiku atsukatte ne
( Lalu layar di ganti dengan Lengan Naruto yang berisi W.W.S Watch mengeluarkan pemberitahuan )
Itten mono ni tsuki henpin koukan wa uketsukemasen
( lalu layar di ganti dengan Naruto yang melihat jamnya mengeluarkan pemberitahuan mengecek pemberitahuan itu )
Goryoushou kudasai
( lalu layar memperlihatkan setengah wajah Naruto yang tersenyum tipis lalu berdiri dari duduknya )
Kyuu ni fukigen ni naru koto ga arimasu
( Layar kembali di ganti dengan Kiba yang berlatih di ruang Kendo )
wake wo kiite mau
( Layar kembali di ganti dengan wajah terkejut Kiba saat sesuatu di telinganya berkedip )
Kotaenai kuse ni hottoku to okorimasu
( Layar kembali di ganti dengan Koneko yang ada di kursi taman sedang memakan camilannya bersama burung-burung kecil )
Itsumo gomen ne
( layar kembali di ganti dengan wajah Kongko dari depan yang melihat ke arah kamera ketika sesuatu di telinganya juga berkedip )
Demo sonna toki wa korizu ini
( Layar kembali di ganti dengan Xenovia dan Irina yang tertidur di bawah pohon seketika terbangun ketika sesuatu di telinga mereka berkedip )
Tokoton tsukiatte agemashou
( Dengan semangat Mereka berdua bangun lalu berlari ke suatu tempat )
Teikiteki ni homeru to nagamochi shimasu
( layar di ganti dengan Asia yang ada di kursi dekat sekolah dalam keadaan tertidur )
Tsume ga kirei toka
( Layar kembali di ganti dengan wajah Asia dari depan seketika terbangun ketika di telinganya sesuatu berkedip )
Chiisana henka ni mo kidsuite agemashou
( Layar kembali di ganti dengan Julis, Claudia, Kirin dan Saya yang tengah berbincang di jalan )
Chanto mite ite
( Lalu layar kembali di ganti wajah mereka yang terkejut ketika sesuatu di telinga mereka berkedip )
Demo futotta toka yokei na koto wa Kidsukanakute ii kara ne
( Layar kembali di ganti Naruto yang bersandar di gerbang sekolah sedang menunggu seseorang, lalu seketika Naruto menoleh ke arah gerbang yang terbuka )
Moshimo sukoshi furuku natte kite
( lalu layar berpindah dari posisi Naruto menoleh ke arah gerbang dan terlihat Kiba, Xenovia, Irina, Asia, Julis, Kirin, Claudia, Sayadatang dengan nafas terengah-engah kecuali Koneko yang terakhir datang )
Meutsuri suru toki wa
( Layar lalu di ganti dengan wajah Naruto yang tersenyum tipis lalu mendekati mereka )
Futari ga hajimete deatta
( layar lalu memperlihatkan dari samping Naruto yang telah sampai di depan mereka saling tersenyum )
Ano hi wo omoidashite ne
( Lalu layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengajak mereka berlari bersama lalu seketika layar putih sesaat )
Kore kara mo douzo yoroshiku ne Konna watashi dakedo waratte yurushite ne
( lalu layar seketika berubah menjadi tempat pantai dan dari samping keluar Naruto yang berlari bersama Kiba, Xenovia, Koneko, Asia dan Irina yang terlihat senang berlari bersama di pantai )
Zutto taisetsu ni shite ne
( layar seketika di ganti dengan terik matahari lalu kamera bergerak turun memperlihatkan Naruto, Kiba, Xenovia, Asia, Koneko, Julis, Kirin, Claudia, Saya dan Irina yang saling berkumpul bersama sambil saling merangkul )
Eikyuu hoshou no watashi dakara
( lalu layar kembali di ganti dengan gambar mereka yang saling berbisik lalu melompat bersama dengan senyum bahagia lalu kamera kembali bergerak ke atas memperlihatkan langit yang cerah )
TBC
Note : yo! Balik update lagi ini dengan cerita yang semakin seru. Bagaimana ceritanya menarikkah? Hahaha pastinya semakin menarik.
Yap kali ini kelompok Naruto akan semakin banyak namun untuk saat ini karakter tambahan kita yaitu Akame atau Akame Amamiya akan menjadi jadangan kelompok Naruto dengan kata lain dia tidak ikut dalam Dargons Champions.
Saya sengaja mengambil karakter Akame karena hanya dia yang menurut saya cocok untuk kali ini, itu'pun saya hanya sedikit mengetahui karakter Anime yang cocok.
Baiklah sedikit penjelasan mengenai isi cerita ini, Blood Conecting Weapon adalah sistem pada jam Naruto yang menggunakan darah untuk melakukan Kontrak dengan senjatanya ataupun senjata musuhnya, dengan begitu dia bisa melakukan penelitian terhadap senjata yang dia buat kontrak karena setelah di kontrak maka seluruh datanya akan muncul.
Lalu Hologram Blood Cloning Reality adalah sebuah sistem layaknya Cloning Asli dengan menggunakan darah, sistem ini dia gunakan biasanya saat terdesak seperti di atas dengan begitu mereka tidak akan tahu mana yang asli dan yang palsu.
Nah untuk kekuatan Naruto di sini hanya sebatas saja, itupun dia langsung melemas saat menggunakan teknik tinggi pada senjatanya, di sini Naruto hanya akan di buat setengah kuat untuk saat ini, tapi jika sudah berkembang baru kuat dia.
Lalu untuk Whitegon, ada yang setuju Whitegon jadi ibu dari Naruto, hahaha santai saja, kenapa saya jadikan begitu karena Whitegon adalah peranan kunci cerita ini juga. Kalian harus mengikuti alurnya jangan asal sruush~ terobos begitu nanti tahu-tahunya nabrak :v
Lalu Kekuatan Whitegon yang lain masih rahasia, jika ingin tahu ikuti alurnya
Baiklah kita coba jawab para Review saat ini.
. uzunami96 = Udah Up.
. Orang asing biasa = Udah ada di atas
. Exo = Udah Up
. .980 = Thanks
. Archise = sepertinya begitu Bro, di lihat caramu tulis sedikit ngawur begitu pasti ngelantur nulisnya :v
. 10 = Udah.
. TOMBHIB12 = Udah.
. saputraluc000 = sudah di jelaskan Naruto hanya setengah kuat di sini, itupun kekuatan pinjaman dan dia akan langsung melemas ya~ itulah untuk kemampuan Naruto saat ini.
. THE RASTAVARA = Itu nanti setelah Dragons Champions selesai.
. LuciferYamaiMizore17 = Thanks untuk semangatnya.
. = Itu masih lama.
. nightmare99 = Udah up.
. kuroarashi = Ya, sudah Up ini.
. KidsNo TERROR13 = sudah lanjut
. dikifals123 = tentu.
. Guest = Terlalu tuh :v
. danielkeanumadegani = Hahaha maaf lama karena sibuk traning jadi koki jadi agak susah ngetik cerita
. Menma Uzumaki = Udah.
. auliaprimarahman = sudah ada di atas.
. DENITRIA = Hampirlah~
. .dsni = sudah
. Andre iswandi378 = Ya kau bisa tebak sendiri siapa perempuan yang belum terlihat di cerita ini.
. Uzumaki Kuro = Gabriel sudah masuk Pair Naruto.
. Danz namikaze = Mustahil.
. Singgih570 = Itu masih lama, ikuti saja alurnya.
. uzumaki king = Mustahil Bro, itu'pun saya butuh mood sama alur yang tepat untuk nentukan.
. Sederhana = Kampret.
Baiklah semua sudah di balas dan pemberitahuan bahwa NACTLM akan di Update besok atau Dua Hari Lagi, karena butuh beberapa pemeriksaan, lalu The Protector akan di buat setelah cerita itu di Update dan kemungkinan bersamaan dengan Forbidden, tapi saya juga gak yakin kapan bisa Update dua Cerita itu.
Saa, kalau begitu, itu saja dari saya ya, saya Dedek Undur diri Jaa-na~
Please Review
