Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko ) #mungkin ada tambahan
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest! Dark Supranatural!
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu
.
3-Nen E-Gumi Utatan – Question
.
Fix Music First
( layar memperlihatkan punggung Naruto yang dari warna ungu berubah menjadi hitam, lalu di ganti dengan jam W.W.S berwarna kuning menjadi berwarna silver, lalu wajah Naruto yang menutup matanya seketika membuka matanya dengan seringai miliknya )
Fix Music Second
( Dari langit kamera bergerak turun hingga memperlihatkan kota konoha dengan Judul cerita ini, lalu judul cerita menghilang seperti hologram rusak )
Kimi no koto bakari omotteru
( Layar di ganti dengan gambar tiga gedung kaca yang mengeluarkan gambar Sasuke, Naruto dan Hinata )
Hoka no koto mienakunatteru
( Layar kembali di ganti dengan Lima gedung kaca yang mengeluarkan Gambar Rias, Akeno, Tsubaki, Gabriel dan Kuroka )
Kanarazu sono haato itomeru (chikau)
( Layar memperlihatkan Naruto yang memegang senjata Shiyaki miliknya di ruangan miliknya lalu melirik kebelakang dan tiba-tiba tubuh Naruto berubah menjadi hologram rusak hingga terlihat gambar Naruto rusak di sana sini )
Iketenai no wa furui hanashi
( Layar kembali di ganti dengan enam Gedung Kaca yang mengeluarkan gambar Sakura, Ino, Tenten, Sai, Shikamaru, dan Chouji )
Oshimanu doryoku mo shitanda shi
( layar kembali di ganti dengan lima gedung kaca yang mengeluarkan gambar Neji, Lee, Issei, Kiba dan Shino )
Muchaburi mo kuria shitekita
( layar kembali di ganti dengan 10 Gedung Kaca yang mengeluarkan gambar Asia, Sona, Yuuto Kiba, Xenovia, Irina, Koneko, Saya, Claudia, Julis dan Kirin )
Hazu
( layar kembali di ganti dengan gambar sepatu Naruto )
(ikeru)
( Layar di ganti dengan gambar lengan kiri Naruto yang menggunakan W.W.S Watch )
jishin
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Sembilan Sayap Kurama )
(michiru)
( layar kembali di ganti dengan Punggung Naruto yang berisi dua buah pedang )
Choushidzuita sono toki
( Layar kembali di ganti dengan gambar sebuah Proses dari 0 sampai 100 %, lalu di ganti dengan layar pecah )
Itsudatte kou yatte tsukiotosarete shimau no sa
( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang jatuh terbalik dengan dari sebuah gedung yang tinggi seperti tidak ada habisnya )
Shinratsu de shiriasu na kimi no koe ga sasatte kuru
( Kamera bergerak ke arah samping ketika tubuh terbalik Naruto berputar ke arah jatuh )
Nanzenkai nanmankai boku no kimochi katachi ni shite
( Kamera kembali bergerak ke arah samping ketika tubuh Naruto kembali berputar ke arah atas dimana saat ini tubuh Naruto seperti terjun bebas )
Uchikonde nagekonde dakedo kimi wa nigeteku dake
( Kamera kembali bergerak ke arah wajah Naruto di mana perlahan Naruto membuka matanya lalu tersenyum tipis dan merentangkan tangan kanannya ke arah Kamera dan perlahan tubuh Naruto menjauh dari kamera )
QUESTION QUESTION boku wa
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Naruto dari samping yang memunggungi Kurama yang juga memunggunginya lalu mereka seketika berubah menjadi berwarna putih )
QUESTION QUESTION ittai
( Layar kembali di ganti dengan Sona dari samping yang memunggungi Rias yang juga memunggungi Sona dan mereka juga seketika berubah menjadi berwarna putih )
QUESTION QUESTION kimi no
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Koneko yang memunggungi Kuroka yang juga memunggunginya yang juga berubah menjadi putih )
Nani wo shitteita no?
( Layar kembali di ganti gambar acakan dari cerita ini )
QUESTION QUESTION doushite
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Naruto yang berdiri di atas Menara Tokyo yang saat ini membelakangi Kamera )
QUESTION QUESTION kimi wa
( Layar kembali di ganti dengan Gambar progres lalu kembali ke menara tokyo yang sudah sepi di mana Naruto telah menghilang )
QUESTION QUESTION konna ini
( Layar kembali di ganti dengan Gambar Kurama yang membelakangi Kamera yang saat ini menghadap Tiga Naga Dewa )
Chikakute tooi no darou?
( layar kembali mundur hingga dari seluruh wajah terlihat hingga Naruto yang terakhir lalu kembali berubah menjadi judul cerita ini )
A/N : Jika bingung hampir seperti di Ansatsu.
.
Chapter 7 : Si Naga Putih dan Si Princes
.
Gedung DSA, tempat di Kyoto
Kamar Naruto
20.00 PM
.
Setelah pertarungan di Osaka, tepatnya di Asterik Battle, Naruto langsung kembali bersama kelompoknya ke DSA untuk menyembuhkan dirinya dan saat ini terlihat sang tokoh kita tengah tertidur nyenyak selama 4 jam karena efek dari Blood Conecting Weapon miliknya.
Perlahan Naruto membuka matanya mendapati langit kamarnya yang gelap karena cahaya lampu kamarnya yang di matikan, Naruto mencoba untuk bangun tapi entah kenapa tubuhnya terasa berat.
" eghhhh~ " seketika mata Naruto melebar saat mendengar lenguhan itu, dengan patah-patah Naruto menoleh siapa yang menindihnya dan dirinya menegang seketika mendapati Asia tertidur di atas tubuhnya dalam keadaan... Polos.
" HUUUAAAAAAA! "
.
.
.
.
.
Saat ini Naruto tengah duduk di Bathup miliknya sambil menenggelamkan wajahnya di dalam air dengan wajah memerah, sementara Asia yang di luar kamar Naruto merutuki dirinya dengan wajah memerah karena lupa dirinya harus mengobati Naruto namun dia tertidur.
Sistem pengobatan miliknya jika sudah parah pada kakaknya adalah harus bertubuh polos karena dengan begitu energi penyembuhannya akan menguar dan mengalir pada tubuh yang bersentuhan dengannya.
' Baka! Baka! Baka! Kenapa juga aku harus tertidur, bagaimana aku harus berbicara dengan Nii-san, Nii-san juga sudah melihat tubuhku secara langsung, apa lagi di atasnya, kyaaa! Memalukan! ' teriak batin Asia sambil berguling-guling. Kita tinggalkan mereka untuk beberapa saat.
.
.
.
.
20.25 PM
Ruang makan.
Kamar Naruto.
.
Terlihat di ruang makan tepat pada bagian kamar Naruto, Naruto duduk di kursi makannya dan memakan makan malamnya dengan sangat lahap dan liar, Asia, dan Kirin yang kebetulan menyiapkan makanan untuk Naruto atas ucapan terima kasihnya hanya bisa tersenyum kikuk karena lahapnya Naruto.
Hey, bagaimana tidak lapar jika energi kalian habis malah tertidur selama 4 jam tanpa makan siang atau apapun, pasti kalian akan kelaparan sekali.
" Hahh~ Terima kasih atas makanannya " ucap Naruto mengelus perutnya yang sedikit buncit karena makan banyak dan energinya sudah terkumpul kembali.
" Lagi pula, kenapa juga kau harus memasak Kirin-chan, lagi pula sudah banyak pelayan yang akan menyiapkan masakan untuk kita " tanya Naruto pada Kirin yang hanya tersenyum padanya.
" Toudou-samalah yang memaksa Naruto-sama, dia bersikeras ingin membantu memasak untukmu, dia bilang sebagai ucapan terima kasih " balas Grayfia menjelaskan " Aku sudah melarangnya tapi dia tetap saja bersikeras " lanjutnya sementara Naruto hanya bisa menghela nafasnya.
" Hahh~ terserahlah " balas Naruto pasrah " N-Ne Asia-chan mengenai tadi... " gagap Naruto dengan wajah merona, Asia yang tahu pembicaraan Naruto langsung memerah dan menggeleng-gelengkan kepalanya keras.
" I-Iie Nii-san aku mohon jangan bahas itu lagi! " pekik Asia dengan wajah memerah.
" Etto.. Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? " tanya Kirin penasaran sementara Naruto dan Asia hanya memalingkan wajah mereka.
.
21.00 PM
.
Di malam yang semakin larut, akhirnya Asia dan Kirin tidur bersama di kamar Kirin, sementara Naruto saat ini mengatur tentang senjata barunya dan memodifikasikan senjata barunya agar bertambah kuat dan bertenaga.
Selagi Naruto menunggu progres senjatanya, Naruto kembali menyempatkan dirinya membaca buku miliknya yang berjumlah 1200 buku ( # njiir, baca tiga buku saja sudah pusing apa lagi segitu ).
Dari umur 13 tahun dirinya memang suka sekali membaca dan seluruh bukunya itu adalah buku yang dia beli hingga sekarang dan hampir semua sudah dia baca keseluruhannya.
Hal yang ingin dia cari saat ini adalah mengenai Dua Naga Surgawi yang konon katanya bertarung dan sudah menjadi rival sejak lama pada selatan Jepang ataupun Konoha tepatnya seberang Shizuoka
Dia hanya masih mengingat akan tentang Naga dari Orang mesum pada kelompok Sasuke, naganya adalah salah satu dari Naga surgawi, yaitu Draig. Draig adalah naga legenda yang lahir pada pulau bernama Yagimagure tempat di mana pertempurannya dengan rivalnya yang juga lahir di sana bernama Albion.
Kedua naga itu bertarung setelah pertempuran antara Kyubi, Thirexa, Ouorobos dan Great Red selesai, konon pertempuran kedua naga ini adalah pertempuran terbesar para naga ke tiga.
Naruto hanya penasaran saja bagaimana naga itu bisa ke konoha karena setelah bertarung bersama Rivalnya mereka sama-sama mati dan katanya tubuh mereka di pisah jauh agar tidak terjadi pertarungan kembali.
Naruto hanya bisa menyimpulkan bahwa Draig dari Yagimagure di pindahkan ke konoha dan di takdirkan memiliki partner seperti Issei, sementara Rivalnya Albion masih belum di ketahui dan kemungkinan dalam Dragons Champions Naga itu akan datang bersama partnernya.
[" Upgrade Weapon Complete "]
.
[" All Sytem 100 % "]
.
[" All Power Very Strong "]
.
[" The Weapon Ready To With "]
Naruto yang mendengar itu mengalihkan pandangannya dan langsung mengambil senjatanya pada Kotak kaca besar di dekatnya, dan terlihat sedikit perubahan dari senjatanya dari bentuknya begitu juga warnanya yang tampak sangat keren dan sedikit menyeramkan.
Sing! Sing! Sing!
Seketika senjata Naruto berubah menjadi palu lalu pada bagian palunya seketika menghilang di gantikan dengan tongkat panjang lalu seketika senjata itu berubah menjadi tongkat kecil.
Setelahnya Naruto meletakkan kembali senjatanya itu pada kotak kaca kecil miliknya dan bersiap memindahkan senjatanya itu ke jamnya.
" Nii-san, Nii-san belum tidur? " sebuah pertanyaan itu mengalihkan perhatian Naruto dan mendapati adik sepupunya Asia mendekatinya dengan selimut panjang menutupi tubuhnya.
" Belum, aku'kan baru saja bangun satu jam yang lalu, mana mungkin aku mengantuk jam segini " jawab Naruto lalu mendekati adik sepupunya itu " Lalu bagaimana denganmu? " tanya balik Naruto.
" Aku tidak bisa tidur k-karena hal tadi " jawab Asia dengan wajah merona, Naruto yang mengerti merona tipis dan mengalihkan pandangannya.
" Y-Ya... Masalah itu tidak usah di babas lagi " balas Naruto menuju teras kamarnya di ikuti Asia yang mengikutinya.
Dari teras tersebut mereka bisa melihat indahnya kota di malam hari dengan dilalui banyak orang-orang dengan para penunggang naga, di kota konoha, bagi masyarakat biasa mereka tidak perlu harus memiliki naga mereka bisa saja menggunakan kendaraan umum untuk transportasi mereka.
Asia hanya terkagum melihat pemandangan kota dari teras kakak sepupunya ini, karena untuk pertama kalinya dia menginap di tempat kakak sepupunya ini. Semenjak menjadi penanggung jawab di DSA, kakak sepupunya itu tinggal di tempat ini dan terkadang hanya berkunjung kerumah keluarganya saat tidak sibuk saja dan itu sedikit membuat dirinya kesepian.
Namun untuk saat ini dia senang karena bisa bersama kakak sepupunya itu kembali walau dalam keadaan yang sedikit bagaimana gitu. Dirapatkannya tubuhnya pada kakak sepupunya itu untuk mencari kehangatan lebih dan memberikan kehangatan pada kakaknya itu pada suhu dingin di malam hari ini.
" Indah sekali Nii-san " gumam Asia semakin merapatkan dirinya, sementara Naruto hanya tersenyum dan mengelus rambut adiknya itu.
" Um, kota yang indah " timpal Naruto mencium rambut adiknya itu layaknya kakak yang menyayangi adiknya lalu kembali menatap kota yang sangat indah untuk malam ini.
Wush!
Seketika Naruto dan Asia mundur dan menjaga jarak, namun seketika mereka hanya bisa bernafas lega karena berpikir mereka di serang namun yang sebenar adalah Akame datang mengunjungi mereka.
" Konbanwa, Naruto-san maaf mengganggu " ucap Akame dengan datar turun dari naganya mendekati mereka.
" Rupanya Kau Akame-san, aku pikir siapa " gumam Naruto bersikap normal, sementara Asia terus mendekatkan dirinya dengan kakak sepupunya itu " Lalu, ada apa kau datang semalam ini? " tanya Naruto to the point.
" Aku hanya memperingatkan saja untuk dua hari kedepan Danzo akan mengirim 120 pasukan untuk menyerangmu, aku mendapatkan kabar ini dari teman dekatku yang masih di organisasi itu " jawab Akame membuat Naruto memandangnya serius.
" Jadi mereka tidak mau menyerah juga? " gumam Naruto dan hanya di jawab anggukan oleh Akame.
" Ck! Si pak tua itu sepertinya tidak mau menyerah juga Untuk mendapatkan The Shaphire ini " desis Naruto berkecak pinggang dengan kesal " Apa sebaiknya aku membunuhnya dengan menyuruhnya menelan The Shaphire saja, agar dirinya meledak dan masalah selesai " gerutu Naruto, sementara Akame hanya mengangkat kedua bahunya, Asia hanya diam memandangi kakaknya itu.
" KYAAAAAA! "
" ORC! SELAMATKAN DIRI KALIAN! "
Seketika Naruto, Asia dan Akame menoleh ke arah Kota begitu mendengar teriakan para warga, Orc? Siapa yang tidak akan terkejut dengan makhluk mengerikan yang sudah hilang 1000 tahun lalu kembali bangkit.
Naruto yang mendengar itu menoleh ke jamnya dan kebetulan pemindahan senjatanya sudah selesai, tanpa basa-basi Naruto langsung masuk ke dalam mengambil jubahnya dan kembali ke teras siap terjun dari sana, namun di tahan Oleh Asia.
" Nii-san, kau mau kemana?! " tanya Asia khawatir.
" Aku harus pergi Asia, mereka dalam bahaya " jawab Naruto membalikkan badannya
Cup!
" Kau tetaplah di sini, aku akan baik-baik saja " ucap Naruto setelah memberikan ciuman pada hidung Asia lalu berlari ke ujung terasnya dan melompat hingga terjun dari atas gedung, Akame yang melihat Naruto pergi mengikuti Naruto dengan naga hitamnya.
[" Out Transpotasion Skeatboard Wind Jet Turbo! "]
Bzit! Wush! Bziiit! Tap!
Setelah terjun Naruto langsung mengeluarkan Bola Mekanik biru miliknya dan mengubahnya menjadi mode Skeatboardnya lalu melemparnya hingga setelah di lempar, bola itu berubah menjadi transportasinya san mendarat di atasnya.
Sruuuush! Twuuuush!
Mesin Skeatboard Naruto'pun berputar cepat dan membawa Naruto ke sumber terjadinya kejadian, begitupun Akame yang mengikutinya.
Setelah sampai mereka bisa melihat 50 Orc tengah mengganas dengan menghancurkan gedung dan beberapa warga juga sudah mati dalam keadaan tidak baik, Naruto yang melihat itu Mengeram dan mulai mengetik Hologramnya.
[" Weapon Shinigami Mash Machine Activity "]
Bzit! Sriiiiing!
Wush! Grep!
Setelahnya keluarlah Senjata Mekanik miliknya dan memasuki mode sabitnya, lalu Naruto'pun melompat turun dan bersamaan dengan berubahnya kembali kendaraannya dan memasukkannya kembali ke jamnya
Sraaaaaash! Tap!
Sebelum mendarat, tepat sekali di bawahnya ada salah satu Orc membuatnya langsung menebas Orc itu hingga terbelah dua dan mendarat sempurna di tanah.
Sring! Wush!
Setelah mendarat, Naruto langsung memposisikan sabitnya dan melesat ke arah para Orc yang menyerang warga.
[" Weapon Midrocremon Activity "]
Bzit! Swush! Craaash!
Naruto yang telah mengeluarkan kedua Katananya langsung menyimpan satu katananya dan melempar satunya lagi yang akan membunuh salah satu warga hingga menancap pada mata Orc itu hingga batal menyerang warga itu.
Grep! Sraaash! Wush!
Setelahnya Naruto menggenggam katana yang menempel di mata Orc itu lalu menariknya berputar kebelakang hingga wajah Orc itu terbelah dua, melihat salah satu Orc menyerangnya Naruto langsung menghindar membuat serangan itu meleset.
Jraaak! Blaaaar!
Lalu dari belakang muncul Akame yang langsung menusuk punggung Orc itu hingga mati lalu ambruk ke tanah.
" Mereka terlalu banyak " gumam Naruto melihat sekumpulan Orc mulai mendekati mereka " Akame-san, kau hadapi setengahnya biar aku hadapi yang ini " ucap Naruto langsung berlari ke sekumpulan Orc itu.
Wush! Blar! Duak!
Melihat satu Orc menyerangnya dengan palu besarnya, Naruto langsung melompat menghindari serangan itu hingga hanya mengenai tanah dan menendang wajah Orc itu hingga terjungkal ke belakang.
Wush! Sraaaaaash!
Setelah itu Naruto kembali menebaskan sabitnya hingga satu kaki dari Lima Orc putus membuat mereka kehilangan keseimbangan.
[" Rekudaimario! "] ucap Naruto mengubah Midrocremon miliknya menjadi Redurora dan melesatkannya ke arah lima Orc itu.
Grak! Wush! Blaaaar!
Setelahnya ke lima Orc itu'pun di gigit oleh kedua naga itu dan di bawa ke atas dan di banting kembali ke tanah hingga tubuh mereka hancur.
Wush! Craaash!
Seketika Naruto terkejut mendapati sosok yang kemarin mengajaknya bertarung dan membunuh Orc yang akan menyerangnya.
" Kau... " gumam Naruto.
" Oh, rupanya itu kau. Aku tidak menyangka akan bertemu di situasi seperti ini " ucap Orang itu sambil menaruh pedang silver panjang miliknya di pundak.
" Etto... Bukankah... Itu The Divine Argonamic? " tanya Naruto sementara pemuda itu melirik pedangnya.
" Ah, iya pedang ini adalah The Divine, apa ada yang salah? " tanyanya
" iie, aku hanya tidak percaya, si pedang perak akan di beli olehmu " jawab Naruto.
" Jangan katakan bahwa kaulah yang membuat senjata ini? "
" Memang " jawab Naruto melesatkan kedua Naganya ke para Orc.
Syuuuuuuut!
Kedua naga Naruto'pun melilit kumpulan Orc itu dan membawanya ke atas setelahnya Naruto mengeluarkan kedua Aura Apinya hingga mengenai para Orc.
[" Gouroku Shikaiseo! "] ucap Naruto.
Swuuuuush! Blaaaaaaar!
Seketika para Orc terbakar oleh dua Api Naruto lalu di susul oleh ledakan besar, pemuda itu hanya diam akan hal itu.
Sriiiiing! Swush!
Kedua Naga Naruto'pun dengan cepat mundur kembali dan berubah menjadi katana kembali setelah itu Naruto langsung menatap orang yang seumurannya di belakangnya begitu juga sebaliknya.
Wush! Brak!
Seketika Mata Naruto melebar begitu naga putih mendarat di belakang orang itu karena Naga itu adalah naga yang ada pada buku yang dia baca.
" Albion The White Dragon " gumam Naruto.
" Hooo~ Kau tahu dia? " tanya Orang itu sambil mendekati naganya itu.
" Bagaimana bisa naga itu ada di sini? " tanya Naruto tajam.
" Dia partnerku, tentu saja seekor Naga harus tetap dekat dengan Partnernya bukan " balasnya menaiki naga itu.
" bukan itu maksudku.. Naga itu, dimana kau bertemu dengannya? " balas Naruto sengit.
" Kota Suna, aku bertemunya Di Suna " jawabnya " Ngomong-ngomong senang bertemu denganmu, aku masih merahasiakan namaku, begitupun kau.. Tapi jika bisa kita pasti bertemu kembali, kalau begitu sampai jumpa " lanjutnya lalu pergi dengan Naganya meninggalkan Naruto yang hanya terdiam.
Syutsyut! Sriing!
Melihat orang itu pergi Naruto mengembalikan Midrocremon miliknya ke jam dan mengembalikan Sabitnya ke mode tongkat dan menaruhnya di pundak.
" Bagaimana Naruto-san? " tanya Akame setelah menyelesaikan bagiannya.
" Urusan kita sudah selesai di sini, sebaiknya kita kembali ke tempat masing-masing dan masalah ini kita bahas esok " jawab Naruto menoleh ke arah Akame, namun pandangan Naruto langsung teralih pada perempuan berambut pirang tak jauh dari mereka.
Naruto yang melihat wanita itu mendengus lalu berlari cepat menjauh dari sana, Akame yang tidak tahu akan itu hanya bingung dan acuh saja.
.
Senin, 16 Oktober 2090
Perjalanan menuju Akademi The Study Dragon
06.30 AM
.
Bruuuumm~
Di pagi yang masih di bilang sangat pagi, terlihat Naruto telah berangkat lebih awal menuju Akademinya karena harus melakukan sesuatu di sana.
Plak!
Namun seketika Naruto memberhentikan kendaraannya karena sebuah kain mengenai helmnya dan menghalangi pemandangannya.
" Ugh! Kain siapa ini? " gumam Naruto sambil menatap kain berwarna pink itu, pandangan Naruto teralih pada rumah berwarna pink terbilang cukup besar di sampingnya, di lantai atas bisa di lihat sebuah jendela terbuka lebar di sana " Mungkinkah di rumah itu? " gumam Naruto mencoba menebak.
Naruto'pun turun dari motornya dan melihat keadaan sekitar, memang ini masih pagi jadi mustahil ada orang lewat. Karena sudah aman, Naruto'pun mengeluarkan rantai dari jamnya menuju jendela yang terbuka itu dan membawa dirinya langsung ke sana.
Namun seketika Naruto terpaku melihat apa yang di depannya, Sosok perempuan berambut pink tengah berganti baju terpaku juga menatapnya membuat kegiatannya terhenti. Tu-tunggu.. Ga-ganti baju?!
Blush!
Seketika wajah Naruto merona dan perlahan memerah dengan cepat Naruto menutup kedua matanya dengan panik sementara perempuan itu masih terpaku dengan wajah merona dan setelahnya dia mencoba menutupi tubuhnya dengan sedikit pakaian yang dia gunakan.
" A-A-A-Apa yang sedang Kau lakukan di sini Ero-Danchou! " teriak Panik Perempuan itu.
" U-Uwaa! Go-gomen Ju-julis-chan! " jawab Naruto juga panik karena dirinya tertangkap seperti pemuda yang mesum tengah mengintip seorang perempuan berganti baju
" Ce-Cepat balikkan badanmu! "
" Ha-HA'I! " jawab Naruto membalikkan badannya dengan wajah malu. Ini sudah kedua kalinya dia melihat tubuh seorang perempuan secara langsung, mengingat itu Naruto menggelengkan kepalanya keras berusaha menghilangkan pemikiran kotornya.
Setelah merasa selesai, Naruto'pun membalikkan badannya dan bisa di lihat Julis telah berpakaian lengkap menatapnya dengan wajah memerah.
" A-Ah! Ak-Aku bisa jelaskan tentang hal ini " ucap Naruto tergagap dengan wajah meronanya.
" Ka-Kalau begitu ce-cepat katakan! " balas Julis memalingkan wajahnya yang memerah.
" A-Ah, secara kebetulan aku lewat sini, tapi kain menghalangiku, jadi aku mencoba mengembalikannya " jelas Naruto sambil menyerahkan sapu tangan milik Julis.
" Ah, Sapu tanganku " ujar Julis menerima sapu tangan itu " Ta-Tapi.. Ke-kenapa juga harus lewat jendela? " tanya kembali Julis dengan wajah merona.
" A-Ah! Me-mengenai itu, aku sedang buru-buru menuju sekolah karena ada sesuatu yang harus aku lakukan di sana, ja-jadi aku langsung saja melalui jendela dan berniat menaruhnya kembali, ta-tapi aku tidak menyangka akan melihatmu " jawab Naruto lagi dengan canggung.
" H-Hmmph! Danchou no Ecchi! " dengus Julis memalingkan wajahnya sementara Naruto hanya pundung karena reputasinya di kelompoknya di cap ecchi, padahal dirinya tak sengaja
" Ka-Kalau begitu, sebagai gantinya, Danchou harus mengantarku bersama ke Akademi " ucap Julis atau lebih tepatnya Tuntut Julis.
" E-Eh! Ta-Tapi.. "
" Jika Danchou menolak maka akan aku beritahu yang lain " ancam Julis membuat Naruto hanya pasrah saja ' Hihihi, asyik akhirnya aku bisa berboncengan dengan Naruto-kun ' batin Julis berteriak senang dalam hati
.
Bruuuuummm~
Akhirnya Naruto'pun melanjutkan perjalanannya dengan Julis yang dia bonceng, Julis memeluk tubuh tegap Naruto untuk mencari kenyamanan dan keselamatan agar tidak jatuh dari kendaraan Naruto, sementara Naruto Ekspresinya tak terlihat karena tertutup helm, tapi bisa tebak bahwa dia sedang menahan malu.
Setelah sampai Julis dan Naruto'pun turun dari kendaraan mereka dan setelahnya motor itu'pun kembali menjadi bola mekanik dan masuk ke jam Naruto.
" Hahh~ Akhirnya sampai juga " gumam Naruto " Bagaimana? Bagaimana rasanya menaiki kendaraanku? " tanya Naruto pada julis
" Cukup menyenangkan " jawab Julis dengan senyumnya " Arigato Naruto-kun sudah mengantarkanku! " lanjut Julis tanpa aba-aba langsung memeluk Naruto dari samping dan membuat sebuah perhatian yang cukup besar.
Cupp~
Sebuah ciuman panjang menempel di pipi tan Naruto membuat Naruto membeku seperti batu, namun hal itu menarik perhatian seluruh murid yang melihat mereka dengan wajah merona
Bluush~
Perlahan rona tipis muncul Di wajah Naruto dan semakin perlahan wajahnya sangat memerah karena Ciuman Julis.
" Ehem! " seketika Tubuh Naruto dan Julis meremang dan patah-patah Naruto menoleh ke belakang mendapati seluruh kelompok perempuannya kecuali Julis menatapnya dengan aura hitam.
" A-Ah! I-ini tidak seperti yang kalian kira! " ucap Naruto panik langsung menjauhkan dirinya dari Julis sebelum terjadi sesuatu yang parah
Namun tetap saja Aura hitam itu tidak hilang-hilang membuat Naruto harus meneguk ludahnya berat " Naruto-kun "
Seketika Naruto menoleh ke belakang dan mendapati Wanita masa lalunya tak jauh berdiri di belakangnya, Padangan Naruto seketika berubah menjadi datar, dingin dan perasaan benci yang sangat besar siap keluar kapan saja.
" Na-Naruto-kun! " panggilnya mencoba mendekati Naruto, Namun Asia kembali menghadangnya dengan wajah murkanya.
" Lagi-lagi kau! " geram Asia sementara wanita itu mundur beberapa langkah ketakutan karena mengingat bagaimana serangan Asia padanya waktu itu sangat menyakitkan baginya.
" Apa kau belum puas membuat Nii-san menderita!? " bentak Asia, Wanita itu hanya bisa diam dengan tubuh bergetar karena ketakutan.
" A-Asia, De-Dengarkan Aku dulu.. "
" Untuk Apa Aku mendengarkan perkataan busukmu itu Jalang!? " potong Asia marah " Mendengar perkataan busukmu itu hanya akan menyakitkan telingaku! Jadi aku harap pergi kau dari sini!? " lanjut Asia mengusir Wanita itu.
" A-Asia, W-Waktu itu hanya kesalahan saja, ini tidak seperti yang kau bayangkan " ucap wanita itu mencoba menjelaskan dan saat itu juga kesabaran Asia sudah habis.
Wush! Grep!
Sebelum tamparan Asia mengenai pipi Wanita itu sebuah tangan menahannya hingga membuat Asia meringis karena eratnya cengkeraman pada tangannya.
" Kau pikir apa yang akan kau lakukan pada wanitaku, Gadis Pirang bodoh! "
Buaagh!
Orang yang mencengkeram tangan Asia'pun terpental jauh begitu sebuah Palu mengenai wajahnya dan pelakunya adalah Naruto yang tanpa dosa langsung saja menyerang orang itu.
" Jangan pernah mengatai adikku seperti itu, Brengsek " ucap Naruto dingin sambil menaruh palunya di bahu " dan juga sebaiknya kau menjauh dari kami sebelum aku melukaimu juga Hayamana Shion " lanjutnya sambil mengacungkan palunya pada wanita bernama Shion hingga mundur ketakutan.
" Urgaaahh! Pukulanmu menyakitkan juga " gumam Pemuda yang terkena pukulan palu Naruto sambil mengelus Dagunya yang terasa sakit " Dan juga aku seperti mengenalmu entah di mana? " lanjutnya
" Aku juga berpikir seperti itu " Ucap Naruto dengan dingin pada orang di depannya
" Ah! Si Cebol Rank 1 rupanya ada di sini juga " gumamnya sambil menatap Kirin.
" Phenex From The West, Raiser Phenex apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Kirin penasaran.
" Heh! Tentu saja mengantar wanitaku ini, karena mulai sekarang dia akan bersekolah di sini " balas orang bernama Raiser " Ah~ benar juga, si rubah itu " gumam Raiser itu mengingat akan orang didepannya lalu menyeringai meremehkan " Lama tidak berjumpa, apa kau masih memikirkan wanitaku ini " ucapnya memanas-manasi Naruto dengan memeluk pinggang Shion.
" Cuh! Aku sangat tidak tertarik dengan wanita murahan sepertinya itu lagi " balas Naruto sambil meludah tak suka, Shion yang mendengarnya tersentak, hatinya sungguh sakit mendengar perkataan Naruto.
" Heh! Benarkah? " remehnya.
Namun Naruto hanya diam mendengar, dia tahu jika menjawabnya, dirinya hanya akan di buat emosi saja.
Cup!
Seketika Naruto tersentak mendapati pipinya di cium kembali oleh julis hingga membuat beberapa orang di sana merona karena melihat hal itu.
" Fufufufu, kau bisa lihat sendiri Hidung belang, Naruto-kun sudah melupakan wanitamu itu karena Naruto-kun sudah memilikiku, bahkan dia sudah melihat tubuhku dan melakukan itu denganku " ucap Julis memainkan Dramanya, para perempuan di kelompok Naruto seketika terkejut dan menatap tajam Naruto, sementara Naruto mencoba tenang walau dalam hatinya dia menjerit untuk cepat-cepat kabur.
Shion yang mendengar itu sudah tidak tahan langsung menjauh dari situ, membuat Raiser di samping Shion mendecih dan mengejar wanita itu.
Sementara Naruto mencoba tenang saat aura hitam mulai mengelilinginya, namun tetap saja tidak bisa karena Xenovia, Irina, Claudia, Saya, Asia dan Koneko siap menyerangnya, kecuali Kirin yang sepertinya tidak tahu apa-apa.
" Danchou/Nii-san, apa yang di katakan Julis-chan itu benar? " tanya mereka dengan suara berat.
Wush!
Tanpa menjawab Naruto langsung ambil Langkah seribu membuat mereka langsung mengejar Naruto.
" TUNGGU! JANGAN LARI! "
" GYAAAAA! JULIS INI SEMUA SALAHMU! "
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Perpustakaan Akademi
09.00 AM
.
Setelah aksi kejar-kejaran, bisa kita lihat penampilan Naruto yang awalnya rapi saat ini sedikit berantakan karena berusaha menghindari serangan para singa yang mengamuk. Naruto saat ini mencoba mencari buku yang sangat penting untuknya saat ini.
" Ahh! Ini dia! " gumam Naruto yang sudah menemukan Buku ke lima yang dia cari, jangan pikir buku itu kecil, paling tidak satu buku ada 400 halaman :v ( bercanda, hanya 100 halaman )
Setelah mendapatkannya, Naruto langsung menuju meja di mana kelompoknya menunggu dan menaruhnya dengan sedikit kasar karena beratnya yang luar biasa.
" Etto, Danchou kalau memang berat kenapa kau tidak meminta bantuan kami saja? " usul Kiba dan hanya di balas senyuman dari Naruto.
" Aku sudah biasa Kiba, jadi tidak apa-apa " bala Naruto lalu membagi 5 buku itu dan memegang satu buku yang berisi judul The Darkness Army.
" Kalian pasti tahu akan kejadian semalam mengenai Orc yang menyerang kota? " tanya Naruto memastikan dan di jawab anggukan oleh mereka.
" Sekarang kita akan mencari informasi mengenai pasukan Orc yang katanya telah menghilang 1000 tahun lalu, aku ingin kalian mencoba mencari setiap perkataan penting di buku ini, setelah selesai berikan padaku " perintah Naruto langsung membuka bukunya begitu juga yang lain, mata Naruto dengan jeli membaca setiap kata pada buku di tangannya sehingga dia menemukan data yang cukup menarik.
' Pasukan kegelapan yang seharusnya lenyap 1000 tahun tidaklah sepenuhnya lenyap, mereka masih ada namun diri kita tidak sadar akan keberadaan mereka, selagi kekuatan gelap ada makan mereka akan terus berkembang.
Kekuatan kegelapan berasal dari 5 Naga, Yaitu Ouorobos, Mouryuu, Smaug, Grentergon dan Trimardon. Kelima naga itu adalah perwujudan naga dari kekuatan kegelapan yang kuat
Kekuatan pasukan kegelapan bersumber dari 2 Naga yaitu Trimardon dan Mouryuu, namun kedua naga itu telah di segel oleh perempuan bergaris keturunan Miko, Trimardon di segel di barat kota Iwagakure sementara Mouryuu di segel di Utara Kota Konoha.
Setelah di segelnya mereka para pasukan kegelapan yang terdiri dari beberapa monsterpun tidak bisa bergerak di karenakan lemahnya kekuatan kegelapan dan akhirnya mereka mati di bawah kita ' baca Naruto dalam batin.
' Jika begitu kenapa ada 50 Orc yang menyerang kota kemarin? Apa segelnya melemah? ' batin Naruto menebak sambil menyandarkan tubuhnya.
" Danchou kami menemukan sedikit yang aneh dengan buku ini, beberapa bagiannya menghilang? " ucap Xenovia menyerahkan buku di tangannya begitu juga yang lain, setelahnya Naruto melihat buku itu dan benar ada beberapa kata yang hilang, paling tidak satu paragraf hanya terlihat di satu kertas itu dan setelahnya halaman sisanya kosong
' Di bukuku juga begitu ' batin Naruto, Naruto membaca kelima buku itu secara bergantian namun rasanya kepala Naruto terasa pecah karena susahnya mencocokkan 5 buku yang sama-sama menyisakan 1 paragraf.
' The Darkness Dragon adalah para naga yang menguasai kekuatan kegelapan dari energi kebencian dan sebagainya untuk menakuti kota dan membuat sebuah pasukan kegelapan dengan energi mereka '
' Mereka Di segel namun tidak dengan jiwa kegelapan mereka yang selalu membara dan akan selalu membara di tubuh mereka '
' Tubuh Mouryuu dan Trimardon di segel namun selama 1000 tahun Segel itu perlahan melemah dan membuat sedikit kebocoran akannya energi gelap '
' Lautan Pasukan masih tertidur di bawah menunggu waktunya bangkit, Mereka memang mati namun tidak sepenuhnya itu benar '
' Kebangkitan yang mereka tunggu pasti akan terjadi, tapi mereka membutuhkan waktu sampai kunci dari segel kegelapan lenyap '
Kira-kira itulah yang tertulis di 5 buku itu, Naruto tampak berpikir dan terus membaca setiap kata itu berulang-ulang.
' Mungkinkah? ' batin Naruto membaca buku pertamanya ' The Darkness Dragon adalah para naga yang menguasai kekuatan kegelapan dari energi kebencian dan sebagainya untuk menakuti kota dan membuat pasukan kegelapan '
' Mereka Di segel namun tidak dengan jiwa kegelapan mereka yang selalu membara '
' Tubuh Mouryuu dan Trimardon di segel namun selama 1000 tahun Segel itu perlahan melemah dan membuat sedikit kebocoran akannya energi gelap '
' Lautan Pasukan masih tertidur di bawah menunggu waktunya bangkit, Mereka memang mati namun tidak sepenuhnya itu benar '
' Kebangkitan yang mereka tunggu pasti akan terjadi, tapi mereka membutuhkan waktu sampai kunci dari segel kegelapan lenyap '
' Dari kelimanya hanya inilah yang sedikit menonjol ' batin Naruto sambil mengetuk-ngetuk pulpennya ' jika aku gabungkan dengan yang benar '
' The Darknes Dragon adalah para naga yang menguasai kekuatan kegelapan dari energi kebencian dan sebagainya dan membuat sebuah pasukan kegelapan menggunakan energi mereka, namun tubuh Mouryuu dan Trimardon di segel, mereka di segel tapi tidak dengan jiwa kegelapan mereka yang selalu membara, selama 1000 tahun perlahan segel itu melemah dan membuat sedikit kebocoran akannya energi gelap, lautan pasukan yang sebenarnya mati tidaklah sepenuhnya benar, mereka masih tertidur dan menunggu waktu di mana mereka bangkit, Kebangkitan yang mereka tunggu pasti akan terjadi, tapi mereka membutuhkan waktu sampai kunci dari segel kegelapan lenyap '
Brak!
Setelah menemukan hasilnya Naruto langsung menaruh pulpennya kasar karena akhirnya jawaban yang dia cari ketemu.
" Bagaimana Nii-san? " tanya Asia penasaran dengan apa yang Naruto tulis tadi.
" Akhirnya aku menyadari sesuatu bagaimana bisa para Orc itu menyerang kota " gumam Naruto membuat beberapa dari mereka menoleh ke arah Naruto
" Para Orc itu adalah pasukan kegelapan jaman dulu yang seharusnya sudah mati, tapi ada suatu energi gelap kecil yang membuat mereka hidup dan menyuruh mereka menyerang kota untuk mencari kunci yang berguna membuka segel yang mengekang energi gelap mereka " jelas Naruto mengenai spekulasi yang dia tahu akan kemunculan Orc.
" Tapi siapa? " tanya Irina.
" garis keturunan Miko " jawab Naruto " Hanya Garis keturunan Miko yang memiliki kunci itu, dengan kata lain mereka tengah mencari orang itu " lanjutnya.
" Tapi Danchou, jika keturunan Miko, kenapa lima buku ini ada di sini? " tanya Claudia, setelah di pikir benar juga, kelima buku ini seharusnya tidak ada di sini melainkan ada pada orang bergaris keturunan Miko.
" Buku ini adalah milik wanita tadi, aku mengambilnya karena tertarik, tapi untuk saat ini buku ini akan aku bawa dan menyimpannya agar rahasia ini tidak diketahui lebih dulu " jawab Naruto merapikan kelima buku itu lalu mengikatnya dengan rantai miliknya dan memasukkannya ke tasnya.
Semua hanya diam tidak bisa menanggapi, jika masalah itu mereka tidak bisa membawa Danchou mereka masuk lebih dalam ke lubang masa lalu, yang perlu mereka lakukan adalah hanya menarik ketua mereka dari Lubang masa lalu.
" Satte, ayo kita keluar dari sini, kita pergi ke halaman sekolah ada yang ingin aku bicarakan lagi dengan kalian dan juga Akame-san sudah menunggu kita di sana " ajak Naruto sementara kelompok Naruto hanya mengikuti.
.
Tak lama setelah mereka berjalan akhirnya mereka sampai di taman di mana sudah terdapat Akame yang menunggu mereka " Kalian lama sekali " kesal Akame dan hanya di balas dengusan Naruto.
" aku menyuruhmu datang jam 10, memang jam berapa kau datang? " balas Naruto menaruh tasnya di tanah.
" Jam 09.45 " jawab Akame ketus membuat perempatan di dahi Naruto.
Bletak!
" Itu baru 15 menit dan kau bilang lama! " bentak Naruto setelah memberikan jitakan pada kepala Akame hingga meringis " Sudahlah, tidak ada gunanya debat denganmu, lagi pula ada yang harus kau jelaskan pada mereka " lanjutnya sambil duduk di bawah pohon begitu juga yang lainnya.
" Kenapa harus aku? " tidak terima Akame.
" Karena kau yang memiliki Informasi " jawab Naruto santai.
" Kenapa tidak kau, kau juga tahu, apa lagi kau ketuanya! " balas Akame sengit.
" Itu tidak ada hubungannya, lagi pula informasi lebih terperinci ada padamu " balas Naruto tetap santai.
" Tapi Aku tidak mau! "
" Jelaskan saja itu tidak akan memakan waktu lama! "
Para kelompok Naruto hanya bisa diam melihat debat di depan mereka, dua orang yang saling bertengkar tapi saling akrab, menurut kalian siapa yang menang? Coblos no 2 :v
.
" Jadi mereka akan menyerang kembali? " dan hanya di jawab anggukan oleh Naruto " Jadi apa yang harus kita lakukan? " tanya Irina.
" kita akan mengajak mereka jalan-jalan dengan ini " ucap Naruto mengeluarkan 9 bola biru dan membagikannya kecuali Akame " Ini adalah Tiruan The Shaphire, ini hanya bola kaca biasa yang di isi cairan biru dan bola cahaya yang membuatnya tampak seperti The Shaphire.
The Shaphire sendiri adalah senjata yang di incar oleh mereka, kalian hanya perlu memancing mereka ke Gedung Utama Konoha, aku sudah menyuruh orang terpercaya menyiapkan perangkap di sana untuk " jelas Naruto mengenai rencananya
" Jadi kita hanya perlu memancing mereka agar mengejar kita dan langsung membawa mereka ke kota utama? " tanya Kiba memastikan dan di balas anggukan oleh Naruto.
" Tapi jika di kota utama tidak bisa, masih ada empat titik lainnya, namun untuk saat ini aku hanya bisa memberitahukan satu titik saja " jawab Naruto sambil melirik Akame.
" Hey, aku tahu kau masih mencurigaiku tapi aku juga tidak mau tahu mengenai empat titik itu " balas Akame membuang wajahnya.
" Ya itu terserah kau saja " balas Naruto acuh sambil mengeluarkan bukunya dan membacanya.
" Ne Danchou apa kau tidak bosan selalu membaca? " tanya Irina, baginya membaca buku itu adalah hal membosankan ( Bagi para reader bocah yang membaca cerita ini, jangan di tiru tingkah Irina )
" Tidak, karena dari dulu aku sudah sangat senang membaca " jawab Naruto " Lagi pula dengan begini aku bis menemukan sedikit-sedikit informasi jika terdesak ataupun kalian belum mengetahui apa-apa aku bisa menjelaskannya pada kalian, karena dasarnya ilmu adalah hal yang terpenting sebelum melakukan sesuatu " lanjut Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.
" Kirin-chaan~! "
Kirin yang merasa di panggil menoleh dan seketika dirinya terkejut mendapati seseorang memeluknya erat " Yokatta! Akhirnya kau bebas dari Paman serammu itu! " teriaknya senang.
" To-Tohka-nee-san, ba-bagaimana bisa kau di sini? " tanya Kirin tergagap pada perempuan bernama Tohka itu.
" Um, tentu saja menemui adik sepupuku " jawabnya riang " Lagi pula aku juga ingin bertemu dengan orang yang berhasil membebaskanmu dari pamanmu itu, ngomong-ngomong di mana dia? " tanya Tohka tidak sabar.
" Orang yang kau tanya di situ " jawab Saya sambil menunjuk Naruto yang membaca buku.
Wush! Bruk!
" Kyaaaa! Arigato! Arigato karena sudah menyelamatkan adik sepupuku! " teriak Tohka tanpa aba-aba melesat ke arah Naruto dan memeluk Naruto erat yang saat ini di bawahnya karena Tohka menabrakkan dirinya hingga dirinya terbaring di tanah.
" O-Oi! Le-Lepaskan, jangan seperti ini! " teriak Naruto berusaha melepaskan pelukan spontan Tohka dengan susah payah karena eratnya pelukan Tohka.
" Si-Siapa kau kenapa kau asal memelukku!? " tanya Naruto langsung menjauhkan diri begitu dirinya berhasil lepas dari pelukan Tohka.
" Tehehe, gomenasai, namaku Toudou Tohka, kakak sepupu dari Kirin-chan " ucap Tohka sambil tersenyum manis
" Aku tidak pernah mendengar bahwa Kirin-chan memiliki Kakak Sepupu " guman Naruto yang dapat di dengar oleh Tohka.
" Tehehe, itu karena kami jarang bertemu jadi bisa saja Kirin-chan melupakanku " jawabnya tetap tersenyum manis.
" Tohka-nee-san aku kira kau ada di Kumo, tapi kenapa kau di sini? " tanya Kirin ingin tahu.
" Tentu saja mau ketemu dengan adik sepupuku ini, pamanmu itu datang kepadaku dan meminta bantuanku, tapi aku menolaknya dan dengan cepat aku langsung kemari dan melihat keadaanmu " jawab Tohka panjang lebar
" Lalu di mana sekarang kau tinggal? " tanya Tohka membuat Kirin terdiam sesaat.
" Dia tinggal di tempatku, DSA " jawab Naruto yang rupanya masih membaca bukunya.
" E-Eh! Ke-Kenapa? "
" Karena dia sudah tidak punya tempat tinggal, jadi aku membawanya ke tempatku saja " jawab Naruto santai, namun untuk Kirin terlihat wajahnya sudah memerah karena ucapan Naruto.
" Huh! Awas saja kau melakukan sesuatu pada Kirin-chan! " ancam Tohka namun hanya di balas tatapan acuh Naruto.
" untuk apa juga aku menyakitinya " balas Naruto tetap fokus pada bukunya membuat Tohka hanya mengerucutkan bibirnya dan membuang wajahnya dari hadapan Naruto.
" Danchou, aku mendapat kabar dari Penanggung jawab dari Asterik Battle, kelompok kita mendapatkan jadwal hari ini bahwa akan ada pertarungan melawan kelompok si naga putih " ucap Claudia sambil menunjukkan pesan di Heanphonenya.
" Maksudmu si penunggang Naga putih? " tebak Naruto, membuat Julis, Saya, Kirin dan Claudia sedikit terkejut karena tebakan Naruto yang cukup tepat.
" Dari mana Danchou tahu? " tanya Saya ingin tahu.
" mengingat perkataan Kokabiel-san, mengenai si perak putih, aku sempat bertemu dengannya dengan penunggang naga putih dan senjatanya yang bernama Divine " jawab Naruto mengingat pertemuannya dengan orang berambut silver yang waktu itu sempat bertemu dengannya.
" Jika dia termasuk peringkat 5 besar sepertiku dan Kirin-chan, maka berarti dia sudah mahir menggunakan The Divine, Divine sendiri adalah senjata melipat ganda kemampuan pengguna dengan menyerap kekuatan lawan yang menyentuhnya dan menjadikan Energi si penggunanya " Gumam Naruto sambil mengeluarkan data pedang Divine dan memperlihatkannya pada semuanya.
" Berarti, bagaimana caranya mengalahkan pedang itu? " tanya Koneko ingin tahu.
" Hanya sedikit caranya, menggunakan serangan jarak jauh atau serangan kejut " jawab Naruto " tapi untukku senjata itu bukan masalah, aku juga masih menjalin Kontrak dengan pedang itu sehingga pedang itu tidak akan bisa menyerap energiku " lanjutnya sambil menyandarkan dirinya.
" katakan kita menolaknya, aku masih malas bertarung karena persiapan Dragons Champions " jawab Naruto sambil menatap langit
" benar juga, lombanya tinggal 3 hari lagi " gumam Claudia lalu mengetik pesan yang harus di kirim ke Penanggung jawab Asterik Battle
" Dragons Champions? Ah, kabar yang menyebar di kumo waktu itu. Apakah kalian mengikuti lomba itu? " tanya Tohka antusias.
" Bukannya kau sudah dengar tadi " jawab Naruto ketus.
" Aku hanya bertanya kono-baaaaka! " balas Tohka mengejek Naruto lalu memalingkan wajahnya dengan mengerucutkan bibirnya.
" Ah, sudahlah aku ingin kembali dan melanjutkan kegiatanku, jika kalian ingin ikut silahkan " ucap Naruto beranjak dan berniat pergi ke DSA, sementara semuanya saling memandang bertanya satu sama lain, dan tanpa jawaban Julis, Asia, Kirin, Claudia, Xenovia, Irina, Saya dan Koneko langsung beranjak dan mengikuti ketua mereka, sementara Kiba berjalan ke arah lain menuju ruang kendo di akademi.
" He-Hey! Matte Yo! " ucap Tohka langsung mengejar mereka dan meninggalkan Akame dalam kesendirian. Sendiri lagi~ kusendiri lagi :v
.
11.00 AM
DSA Weapon Dragon
Kamar Naruto
.
Sing! Sing! Sing!
Saat ini di kamar Naruto terlihat Naruto dengan cepat mengotak-atik hologram besar hampir di seluruh ruangannya mengenai pesanan-pesanan senjata yang ada, sementara para kelompoknya yang menyempatkan melihat terbengong karena gerakan Naruto yang cepat.
" Sayuri-chan, perintahkan Ajuka dan Falbium untuk membuat semua pesanan ini, aku sudah mengirim data-data yang ada di senjata itu " ucap Naruto memperkecil hologramnya lalu meremasnya seperti bola dan melemparnya ke arah hologram komputer besar di belakangnya.
Twung!
" Ha'i Naruto-kun " ucap seseorang setelah bola itu masuk ke komputer hologram itu.
" Lalu Grayfia, sambungkan panggilanku pada Tsunade-baa-san, ada yang ingin aku tanyakan padanya " ucap Naruto lagi mengeluarkan Hologram besar dan meletakkannya di tengah agar seluruh kelompoknya bisa melihat.
" Ha'i Naruto-san "
" Nii-san, apa yang ingin kau tanyakan pada Kaa-san? " tanya Asia ingin tahu
" Hanya mengenai Dragons Champions saja, ini juga kita butuhkan untuk berjaga-jaga dan bisa mempersiapkan diri kita " jawab Naruto sambil duduk di kursi geraknya.
" Ada apa Kau memanggilku Naruto? " tanya Tsunade penasaran.
" Baa-chan, bisa kau beritahukan mengenai peraturan pada Dragon Race yang akan datang? " tanya Naruto langsung to the point
" Sebelum menjawab, mereka siapa Naruto? Dan kenapa semuanya perempuan termasuk Asia? " balas Tsunade balik bertanya.
" Mereka adalah bagian kelompokku kecuali perempuan berambut hitam keunguan itu dan juga temanku lagi satu be... "
" Maaf Danchou, aku terlambat " ucap Kiba yang tiba-tiba datang.
" Ah, ini dia Temanku Baa-chan dengan begini kelompok kami sudah lengkap, kelompok kami hanya sembilan, Asia-chan dan Perempuan tadi tidak ikut lomba itu " lanjut Naruto.
" Hee~ Seingatku kau belum pernah mendapatkan kelompok, apa lagi berisi perempuan-perempuan cantik " gumam Tsunade mengelus dagunya " Ne, jika salah satu mereka pacarmu, beritahu baa-chan ya! " goda Tsunade membuat seluruh perempuan di sana merona.
" Ha'i-ha'i, jadi bisakah... "
" Ha'i. Dalam peraturan Dragons Races ada beberapa, pertama : seluruh peserta di perbolehkan menyerang anggota lain namun mereka hanya boleh menyerang hanya untuk menjatuhkan lawan bukan membunuh, jika begitu maka mereka di diskualifikasi. Ke dua : Seluruh peserta Dragons Races boleh menggunakan senjata apapun dan juga sebuah armor pada diri sendiri ataupun naga mereka agar terlindungi, ini juga mencegah terjadinya pelanggaran pertama.
Ketiga : Seluruh peserta harus saling bersama dalam menuju Garis finish, di sini kita mengambil 50 pemenang dan akan mendiskualifikasikan sisanya jika mereka kalah, namun untuk pemenang, kita mengambil 10 dengan kata lain 40 sisanya akan di diskualifikasi 1 orang anggota mereka " jelas Tsunade mengenai syarat di Dragons Races, Naruto dan yang lainnya mendengarkan dengan seksama sambil mendengar Naruto melakukan sesuatu dengan hologramnya.
" Naruto, aku hanya ingin memperingatkanmu saja mengenai Dragons Races, berhati-hatilah saat lomba " ucap Tsunade dengan nada sedikit khawatir ' jika terjadi sesuatu padamu kembali aku tidak bisa memaafkan diriku lagi, untuk kali ini biarlah aku khawatir padamu layaknya ibu takut terjadi sesuatu pada anaknya ' batin Tsunade.
" Ha'i Baa-san, aku akan berhati-hati, arigato Baa-chan untuk penjelasannya, jaa ne " ucap Naruto langsung memutuskan sambungan pada Tsunade membuat Tsunade mendengus sebal pada cucunya itu.
" Satte, seperti yang kalian dengar tadi, untuk melindungi diri aku ingin kalian membawa naga kalian ke gedung kedua DSA, ADTDWW, Armor Distribution To Dragon War Weapon, itu adalah tempat untuk pembuatan armor naga milik kakekku, tepatnya di kanan gedung ini jadi kalian tidak perlu repot-repot untuk terbang ke sana kemari dengan naga kalian " ucap Naruto memerintahkan sambil mendorong kursi rodanya menaruhnya tepat di Hologram komputer besar miliknya lalu beranjak dari sana menuju sebuah tabung kaca besar di sudut dinding.
" He-Hey, kau mau kemana? " tanya Tohka.
" Ke tempat yang aku perintahkan, Asia-chan akan mengantar kalian " jawab Naruto lalu menghilang dengan kilatan cahaya.
" Hhahh~ baka-nii-san " gumam Asia menatap sebal kakak sepupunya itu.
.
13.00 PM
ADTWW
Tempat pembuatan
.
" Akhirnya kalian datang juga " ucap Naruto yang rupanya sudah menunggu, namun bukan balasan malahan sebuah cubitan di pipinya yang dia dapatkan yang di berikan oleh adiknya.
" tentu saja Baka-nii-san, kaukan menggunakan teleportasi " balas Asia mengerucutkan bibirnya lalu melepaskan cubitannya.
" Tehehe, maaf Nii-san hanya malas jalan kaki " jawab Naruto tanpa dosa lalu masuk ke dalam dengan di kejarnya dirinya oleh Asia yang kesal dengan kakaknya itu.
" Apakah itu ketuamu itu Kirin-chan, sungguh tidak sopan " gumam Tohka hanya di balas kikikan dari Kirin.
" Daijoubu Tohka-nee, dia memang seperti itu " jawab Kirin santai lalu berjalan masuk bersama yang lain.
" Entah hanya dia memang aneh atau hanya aku yang merasa tidak suka padanya " gerutu Tohka lalu ikut masuk ke dalam
" Baiklah perintahkan saja naga kalian untuk diam di kotak kaca besar itu, aku akan men-scan mereka dan membuatkan mereka baju armor dan senjata untuk melindungi kalian " ucap Naruto, seketika mata Saya membinar dan mendekati Naruto.
" Danchou, bolehkah aku ikut, aku juga ingin belajar dan mungkin aku bisa membantu! " pinta Saya, Naruto yang mendengarnya tersenyum dan menepuk pelan kepala Saya.
" Tentu, kebetulan kau penyuka senjata jadi aku juga butuh bantuan dari anak seseorang yang telah membantuku jadi ayo, kalian jika ingin ikut, ikutlah " ucap Naruto pada Saya lalu mengajak Saya menuju ruangannya.
" Kita ikut saja Danchou, lagi pula kami juga ingin mengeset armor kami dengan kesukaan kami " jawab Julis mewakili lalu mengikuti Saya dan Naruto bersama yang lain.
" Hahhh~ membosankan sekali tanpa ada yang bisa di ajak bicara " gerutu Tohka.
" Jika kau ingin bicara kau bisa bicara denganku, kebetulan aku juga ingin tahu mengenai datamu dan juga senjatamu " Ajak Naruto, dirinya juga lupa mengenai sepupu Kirin, dia juga belum mengecek senjatanya ada kemungkinan senjatanya adalah buatannya.
" Senjataku adalah Sandalphon " ucap Tohka singkat lalu mengeluarkan pedangnya dari ketiadaan dan melemparnya ke Naruto.
" O-Oi! Matte! " kejut Naruto langsung Refleks menangkap senjata Tohka " Cih! Baka! Jika senjata ini hancur maka sesuatu akan terjadi karena ada sebuah inti kekuatan di dalamnya! " bentak Naruto, semua terdiam seketika, Inti kekuatan?
" apa maksudmu inti kekuatan? " tanya Tohka.
" Baiklah ikut keruanganku, tinggal beberapa langkah lagi " balas Naruto menaruh pedang itu di pundaknya lalu berjalan kembali bersama yang lain, setelah sampai, Naruto mengunci ruangannya dan menghentakkan ujung pedang Tohka sedikit kasar.
" Oi! Bukannya kau tadi bilang jangan di begitukan! " balas Tohka tidak terima, padahal Naruto melakukannya.
" Jika ujungnya tidak apa, tapi bagian lainnya bahaya! " balas Naruto sengit " Sandalphon adalah pedang besar berjulukan The Black Penther Princess itu di karenakan dia memiliki dua kekuatan yang bisa melebihi batas, senjata ini adalah pergabungan dari dua element sifat, Cahaya kebaikan dan Kegelapan hawa nafsu membunuh.
Aku sedikit teringat ada seorang pria memintaku membuat pedang ini dengan sebuah inti yang dia buat dari anaknya dan Inti itu bernama Queen, sebuah inti di mana bisa memanipulasi energi lawan menjadi energi miliknya dan senjata ini sudah hampir berisi seluruh element di setiap dataku.
Sebenarnya aku ingin sekali membuatnya tapi aku membutuhkan data dari Queen lebih banyakagar bisa membuatnya, dulu aku pernah mencobanya tapi selalu gagal dan untuk saat ini aku pasti bisa " ucap Naruto menjelaskan penuh ambisi dan semangat.
" Lalu kenapa Danchou katakan bahaya? " tanya koneko datar.
" Jika inti itu hancur maka dia akan menyerap energi yang menghancurkannya hingga kembali normal, bisa saja 80% seluruh energi kalian terkuras habis jika itu terjadi " jawab Naruto, semua meneguk ludah dengan berat, senjata itu sangat bahaya.
" tapi, aku akan menjinakkan inti itu nanti, kita harus memulai tugas kita saat ini " lanjut Naruto menyerahkan kembali pedang Tohka lalu duduk di kursinya.
" Baiklah, Saya-chan ayo kita mulai " ucap Naruto memunculkan Hologram besar di tiga sisinya bersama Saya di sampingnya dan mengetik hologramnya.
[" Scan Dragon To Bulding Armor "]
.
" men-scannya, akan menghabisi waktu 5 menit, setelah data naga dan data dari size, Bentuk dan segalanua dari naga kita bisa membuatnya " jelas Naruto.
[" Scan Complete "]
Sing! Sing! Sing!
Setelah itu muncul 9 data Naga yang di scan dan Naruto langsung membaginya menjadi 9 sudut agar bisa melihat setiap data dengan jelas.
" Yap, ayo kita mulai! "
.
.
.
Skip Time
.
" Hahh~ akhirnya selesai juga " gumam Naruto dan Saya bersama dengan wajah kelelahan.
" Danchou, kira-kira akan memakan waktu berapa lama? " tanya Koneko sambil melihat berbagai mesin di luar bekerja dengan keras membangun armor.
" kira-kira 2 jam " jawab Naruto sambil memperlihatkan waktunya " Selagi menunggu sebaiknya kita keluar dari sini, kita pergi ke taman jalan-jalan " ajak Naruto beranjak dari duduknya.
" Di panas begini? " tanya Tohka tidak percaya.
" Ya, lagi pula kita bukan ke taman tanpa tujuan, ayolah ikut saja " ucap Naruto mengetik satu tombol di hologramnya.
[" Teleportasion "]
Siiiing!
Seketika semua yang ada di ruangan itu menghilang dengan kecepatan cahaya meninggalkan ruangan kosong di sana.
.
Taman Konoha ( Tepat daerah Gifu )
15.00 PM
.
Siiiiing!
Di taman Konoha yang begitu luas, tepat pada bagian barat di mana pada bagian barat terdapat sebuah air pancur dengan halaman rumput luas dan juga pohon-pohon besar di tempat itu.
Laku muncul cahaya terang sesaat dan meredup memperlihatkan Naruto dan yang lainnya yang rupanya sudah sampai di tempat tujuan.
" Ki-Kita sudah di taman " gagap Tohka tidak percaya
" Teleport, itulah yang terjadi " jawab Naruto sambil berjalan beberapa langkah lalu berhenti dan menghadap ke arah Tohka " Satte, Kau Toudou Tohka ayo kita sparing, ini untuk mengecek data queen dan juga data milikmu " tantang Naruto.
" Hehh~ jadi itu alasannya " gumam Xenovia, Tohka yang merasa tertantang berdiri dan mengeluarkan pedangnya, melihat Tohka siap Naruto'pun juga bersiap mengeluarkan Sabitnya.
[" Weapon Shinigami Mash Machine Activity "]
Sh! Swush! Sriiing!
Setelahnya keluarlah satu biji kecil dan langsung berubah menjadi palu mesin besar lalu berubah menjadi Sabit besar, Tohka yang melihat senjata Naruto sedikit terkejut dan menjaga jaraknya.
" Wah, senjata yang menarik jika begitu aku akan menggunakan baju pelindungku " gumam Tohka [" Astraldress! "] lanjut Tohka.
Swush! Krak! Pyars!
Seketika sebuah cahaya menyelimuti tubuh Tohka lalu pecah layaknya kaca dan memperlihatkan sebuah Armor miliknya yang sangat cocok untuknya (# bajunya sama kayak di Canon )
" Hohoho, tidak buruk, tapi itu cukup untuk melindungimu " ucap Naruto memutar sabitnya lalu mengubahnya menjadi tongkat kecil dan menaruhnya di punggungnya lalu mengetik hologramnya kembali.
[" Weapon Midrocremon Activity "]
.
[" Mode Battle On! "]
.
[" Scan Detectect "]
.
[" Mode Indetivication Enemy, On "]
Sht! Bziit!
Setelahnya dia'pun mengeluarkan dua katananya dan menyiapkan mode yang cocok lalu mempersiapkan posisinya " Satte, kita mulai langsung! " ucap Naruto langsung melesat ke arah Tohka, begitupun Tohka.
Trank!
.
Other Place
.
Saat ini terlihat sosok pemuda berambut putih tengah berbaring dengan naga putih miliknya sambil menggerutu karena kesal, sementara sang naga tampak tenang dalam tidurnya walau pemuda itu terus menggerutu.
" Kuso! Bisa-bisanya dia menolak! Setidaknyakan ada waktu! " gerutunya terus, sementara sang naga membuka matanya lalu bangun dari tidurnya dan menatap ke suatu tempat seperti memiliki firasat.
" Ne Albion! Bagaimana kalau kita cari dia saja agar aku bisa bertarung? " tanyanya namun sang naga tidak menjawab melainkan terbang menjauh membuatnya bingung.
Ting! Wush!
Seketika matanya menyipit ketika melihat sesuatu yang menyilaukan datang dari langit dengan cepat ke arahnya seketika matanya melebar karena terkejut.
" W-Waa! Matte! " teriaknya langsung bangun dan berniat menjauh.
BLAAAAAAAAAR!
Namun untungnya dirinya berhasil menghindar sedikit tetapi tetap saja ketika sesuatu yang cepat itu menabrak tanah dan membuat ledakan besar dan mementalkannya ke langit, namun untung saja sang Naga langsung menangkapnya dengan cakarnya membuatnya selamat walau harus bergantungan di langit.
" Ku-Kuso! Apa itu tadi " umpatnya sambil menahan sakit ketika dirinya bisa merasakan daya ledak jatuhnya sesuatu yang cepat itu " Apa itu " gumamnya sambil melihat ke bawah dan dia bisa melihat sebuah senjata menancap di sana dan dia tahu senjata itu.
" Itu... "
Jgleeeer!
Pandangannya seketika teralih ke arah sebuah kilat tak jauh dari mereka, melihat itu dia langsung melesat bersama naganya, sebenarnya apa yang terjadi...
.
Sebelumnya.
.
Trink! Tank! Tank! Trankrankrankrankrankrankrankrank!
Di pertarungan Naruto dan Tohka, terlihat Naruto terus menebaskan pedangnya secara menerus sambil menahan dan menyerang Tohka yang bisa menyeimbanginya lalu menyerang Tohka dengan gerakan cepatnya yang bahkan bisa di ikuti dengan baik oleh Tohka yang bisa menyainginya.
Trank! Wush!
Setelah benturan senjata terakhir mereka langsung melompat menjauh mengatur nafas mereka yang terengah-engah, mereka saling melempar senyum sambil mengatur nafas mereka.
" Lumayan, aku belum pernah tersaing seperti ini " ucap Naruto memutar pedangnya dalam posisi ke belakang lalu melesat ke arah Tohka.
" Akupun juga begitu " balas Tohka bersiap menyiapkan pedang besarnya.
Sret! Wush!
Deg!
Sambil berlari Naruto langsung memutar satu pedangnya dan melemparnya, namun sesuatu terjadi, seolah waktu berhenti sesaat dan Naruto bisa merasakan sebuah tarikan energi yang kecil dalam tubuhnya.
' Apa itu tadi ' batin Naruto, mengenyahkan hal itu Naruto menumpukan kekuatannya pada kakinya lalu mendorongnya keras hingga berlari cepat untuk menyamai kecepatan pedangnya.
[" Halvedigeon! "] ucap Tohka menyiapkan pedangnya hingga mengeluarkan aura putih.
Sret! Trink! Blaaaar!
Melihat pedang yang terlempar sudah dekat, Tohka langsung menghindar lalu menahan pedang Naruto, setelahnya Tubuh Naruto terpental beberapa meter namun Naruto masih bisa menahan hal itu.
' Sugoii, pedang itu bisa mementalkanku walau aku baru beradu saja ' batin Naruto langsung berteleportasi ke pedangnya yang tertancap di batang pohon ' Tapi... Dalam jarak pental tadi aku bisa merasakan kekuatan aneh yang seperti melindunginya, tapi aku tidak bisa melihatnya ' lanjutnya sambil menarik pedangnya lalu menaruh satu di pinggangnya.
' Bahkan sensorku tidak bisa menemukan tanda bahaya, memang aku hampir sempurna mendapatkan data dari pedangnya namun... Queen tidak menunjukkan reaksi sama sekali... Apa dia harus memakai nama teknik agar Queen aktif ' batin Naruto melirik jamnya lalu pedang Tohka yang di tengah pedangnya terdapat inti Queen.
Dalam pertarungan tadi, Naruto memang sudah mendapatkan hampir seluruh datanya namun hanya data Queen yang belum bisa dia tebak bahkan diketahui tidak, tidak ada reaksi sama sekali terhadap Queen walau tadi dirinya sempat merasakan sesuatu seperti tarikan walau sangat kecil setelah melempar pedangnya.
' Memang benar saat aku melempar pedangku aku merasakan seperti tarikan kecil, tapi aku tidak bisa menebak apa itu ' batin Naruto memegang satu Katananya dengan erat hingga mengeluarkan Aura ' Aku harus mencari tahunya sendiri ' lanjutnya. Baru dia mendekat lima langkah sesuatu terjadi pada pedang Tohka.
Inti pada pedang Tohka bersinar dan saat itu perlahan Aura pedang Naruto menipis, melihat hal itu Naruto langsung melompat mundur dan akhirnya dia mendapatkan datanya.
' Jadi begitu, inti Queen bereaksi karena Inti itu memiliki jarak tertentu layaknya kubah ' batin Naruto meningkatkan aura pedangnya ' berarti aku harus bisa menembus kubah tak terlihat itu ' batin Naruto bersiap
Deg!
' Ugh! Di saat ini ' batin Naruto yang berusaha menahan efek Blood Conecting Weaponnya ' Aku harus bisa menahannya ' batin Naruto.
Sret! Wuuush!
Dengan cepat Naruto langsung berlari memutari Tohka dengan cepat ' jika itu Kubah, pasti dia memiliki titik lemah dan titik lemah itu ada pada titik buta pengguna ' batin Naruto terus berlari, sementara Tohka tidak melepaskan pengawasannya sehingga membuat Naruto sulit mencari bagian belakang Tohka.
' Kuso! ' umpat Naruto menarik pedang satunya lalu menancapkannya ke tanah dan kembali berlari, Tohka yang melihat Naruto menancapkan pedangnya bingung namun sebuah jawaban telah dia temukan ketika Naruto menghilang dan muncul di pedangnya tadi dan dia berada di belakang dirinya.
[" Redurora! "] ucap Naruto menebaskan pedangnya hingga berubah menjadi Redu dan Rora yang melesat ke arah Tohka.
Sret! Triiink! Sraaas!
Dengan cepat Tohka berbalik dan menahan dua kepala itu dengan pedangnya, namun tetap saja Tohka tetap terseret ke belakang, melihat itu Naruto langsung melesat ke arah Tohka.
Trank!
Tohka yang sudah tidak bisa menahan terpaksa mementalkan kedua naga itu hingga ke atas dan dirinya kembali terkejut mendapati Naruto sudah di dekatnya dengan palu besarnya.
Sreeet! Traaaaank!
Tohka yang melihat Naruto menebaskan pedangnya, sementara Naruto mengibaskan palunya hingga saling berbenturan keras.
Sriing! Wush! Bziit!
Namun Tohka berhasil mementalkan palu Naruto ke langit sehingga saat ini Naruto tidak memegang senjata, namun Naruto kembali melakukan Teleportasi di dekat senjatanya akan jatuh dan menangkapnya kembali lalu merubahnya menjadi sabitnya
' datanya tinggal sedikit lagi, aku hanya harus memastikan apakah inti itu bisa menahan serangan tinggi, itu'pun serangan yang paling kuat sekalipun ' batin Naruto memutar sabitnya lalu berlari ke arah Tohka.
Sret! Sring! Sring!
Sambil berlari Naruto langsung memutar tubuhnya hingga putarannya semakin cepat karena tenaga uap sabitnya mendorong putarannya menjadi lebih cepat.
[" Sendukuro Karikaze! "] ucap Naruto memberhentikan putarannya lalu mengibaskan sabitnya hingga sebuah pusaran api hitam muncul dari kecil hingga membesar ke arah Tohka.
" Sial, jika begitu " gumam Tohka juga bersiap [" Halvidikaze! "] ucap Tohka mengibaskan pedangnya hingga mengeluarkan Pusaran putih.
Sring! Sring! Sriiiiing!
Seketika Naruto kembali berputar dan semakin cepat dari yang tadi, merasa cukup Naruto memberhentikan putarannya lalu mengubah senjatanya menjadi tombak.
Twush!
Sret! Wush!
Seketika sebuah pusaran api hitam dan angin keras muncul di ujung Tombak Naruto hingga membentuk layaknya bor yang siap menembus apa saja, merasa sudah Naruto langsung berlari cepat ke arah dua pusaran yang siap berbenturan itu.
[" Sengu... "]
Wuuuush!
Pusaran Bor senjata Naruto semakin besar dan dari senjatany juga keluar uap yang membuat kecepatan Naruto bertambah
[" Taidamoro... "]
Sret! Wush! Wush! Wush!
Setelahnya Naruto menghentakkan kakinya keras lalu berputar dengan cepat untuk semakin menambah putaran senjatanya
[" Keru... "]
Sret! Twuuuuush!
Lalu Naruto memberhentikan putarannya dengan posisi siap melempar tombaknya yang saat ini terlihat seperti terlindungi oleh bor api hitamnya
[" Suzak makiarikaze! "] ucap Naruto melempar senjatanya dengan samgat keras.
Wush! Twuuuuuush!
Blaaaaaar!
Setelah melemparnya Tombak Naruto'pun melesat sangat cepat ke arah Tohka tanpa dia sadari, sementara kedua pusaran itu sudah berbenturan hingga membuat ledakan besar beserta asap cukup tebal.
" Apakah sudah selesai " gumam Tohka.
Wush!
Seketika mata Tohka melebar ketika melihat sebuah senjata siap menembusnya kapan saja.
Trrink! Traaank!
Karena Refleks Tohka langsung menahannya dengan bagian sisi pedangnya hingga kedua senjata itu saling terpental, senjata Tohka terpental ke belakang tak jauh darinya sementara Ssbit Naruto terpental sambil berputar-putar entah ke mana.
' A-Apa-apaan itu tadi ' batin Tohka dengan nafas terengah-engah tidak percaya karena hampir menjumpai maut.
" Jangan lengah " seketika mata Tohka kembali melebar ketika mendengar suara itu " Karena musuh bisa saja menyerangmu dari mana saja " baru saja Tohka akan menoleh sesuatu yang cerah menyilaukan matanya.
Jgleeeeer!
Sebuah Kilat menghantam Tohka hingga membuat Tubuh Tohka kaku seketika, karena sudah tidak kuat Tohka linglung dan siap menabrak tanah, namun Naruto datang dan menahannya.
" Yap, cukup sampai di sini saja dulu, kau sudah cukup hebat untuk menahan seranganku tadi " ucap Naruto membaringkan tubuh Tohka dengan lembut lalu datang Asia yang dari tadi menonton bersama yang lain dan mulai mengobati Tohka
Siiiing!
" Hahhh~ Kau ini sungguh menyebalkan kau ingin membunuhku ya " gumam Tohka lemah pada Naruto sementara Naruto hanya terkekeh.
" Tentu tidak, aku sudah tahu pasti tentang baju pelindungmu itu pasti akan bisa melindungimu walau hanya akan tetap menimbulkan luka fisik, aku hanya mengetes ketahanan senjatamu apakah bisa menahannya dan hasilnya adalah 10% dan itu cukup bagus " balas Naruto mendudukkan dirinya " lagi pula senjatamu sudah tidak kuat dan senjatamu mengalami sedikit kertakkan, mungkin itu efek dari benturan tadi " lanjutnya.
Bugh!
" Kau ini menyebalkan juga " ucap Tohka sambil memukul pelan bahu Naruto yang hanya terkekeh.
" Lalu di mana senjataku saat ini? " tanya Naruto sambil menoleh ke sana ke kemari.
" OOOOIIIIIII~! " Naruto yang mendengar teriakan cerempeng langsung menoleh dan di mendapati pemuda yang waktu itu datang bergelantungan dengan naganya sambil membawakan senjatanya.
Bruk!
Tanpa dosa Naganya langsung menjatuhkan partnernya ke tanah hingga berguling-guling, Naruto dan yang lain Sweatdrop melihat kejadian itu.
" U-Ugh! Oi! Albion jika mendaratkan orang itu yang benar donk! " kesalnya sementara sang naga hanya acuh.
" Hei, ada apa denganmu kau terlihat parah sekali? " tanya Naruto.
" Ini semua karena sabitmu ini, aku lagi santai-santai tapi senjatamu ini datang dan mengenaiku! " jawabnya sedikit kesal.
" Sakitkah? " tanya Naruto polos.
" tentu saja sakit kuning! Lagi pula apa yang membuat senjatamu terpental hingga menyebabkan ledakan besar! " jawabnya sangat kesal lalu melempar senjata itu kembali ke pemiliknya.
" Hanya sparing " jawab Naruto santai menerima senjatanya.
" Kampret! Kau sparing dengan orang lain tapi saat aku kau menolaknya! Kau itu tulus atau apa?! " balasnya tidak terima.
" Entah " jawab singkat dan padat Naruto membuat kekesalan pemuda itu meningkat.
" KUSOO! ANDAI SAJA ORANG SEPERTIMU DI KIRIM KE NERAKA! AKU TIDAK PEDULI SIAPAPUN DIHHHPPHHH! " seketika umpatan teriakannya terhenti begitu wajahnya di tanam di tanah oleh naganya yang terlihat kesal.
[" Maafkan aku dan juga Partnerku ini, dia memang selalu seperti itu "] ucap Albion ramah.
" Ah, iie Albion-san, itu bukan masalah " balas Naruto juga ramah.
[" Melihatmu pertama kali yang bahkan sudah tahu akan diriku, kau sepertinya bukan bocah biasa dalam kepintaran di rata-rata "] puji Albion membuat Naruto terkekeh pelan.
" ah, kau terlalu memujiku, Aku tidak seperti itu " ucap Naruto merendah " lagi pula apa kau tidak kasihan dengannya? " tanya Naruto sedikit khawatir melihat pemuda itu tengah memberontak karena kehabisan nafas.
[" huh! Biarkan saja dia, anak muda kami harus pergi semoga kita bertemu lagi, Ikuyo Vali! "] pamit Naga itu sambil menarik partnernya lalu terbang dengan partnernya yang bergelantungan.
" Hahh~ Benar-benar pasangan yang aneh " gumam Naruto " Vali' ya " gumamnya lagi lalu menatap Tohka dan Asia yang menatapnya diam.
" Ne kenapa kalian menatapku seperti itu? Lalu di mana juga yang lainnya? " tanya Naruto.
" Tidak ada " jawab Tohka memalingkan wajahnya.
" kalau yang lain saat ini tengah beristirahat Nii-san " jawab Asia sambil menunjuk yang lain yang saat ini ketiduran di bawah lima pohon besar yang mengelilingi mereka.
" Hahh~ sepertinya kita membuat mereka mengantuk, karena Sparing kita " gumam Naruto mengaruk pipinya canggung.
" Kau benar, itu adalah Sparing yang lama " timpal Tohka.
" Saa! Ikuyo kita juga istirahat di dekat mereka " ajak Naruto sambil menggendong Asia ala Bridal Style membuatnya memekik terkejut.
" He-Hey! Turunkan aku Nii-san! " ronta Asia walau dalam hati kecilnya dia senang.
" Sudahlah, Kita juga sudah lama tidak melakukan ini " balas Naruto santau tanpa beban.
" Huh! Dasar siscon " bisik Tohka.
" aku dengar itu Tsundere " balas Naruto mendapat pukulan pelan di bahunya.
" Urusai "
Tanpa semua sadari sebuah ikatan telah terbentuk pada dua orang berbeda warna rambut itu, bahkan ikatan itu sangat kuat yang bahkan hanya Tuhan yang bisa melakukannya
.
Kana Nishino – Torisetsu
.
Kono tabi wa konna watashi wo erande kurete doumo arigatou
( layar memperlihatkan Naruto yang duduk di bawah pohon yang menunduk perlahan membuka matanya lalu menatap kota )
Goshiyou no mae ni kono toriatsukai setsumeisho wo yoku yonde
( Layar kembali di ganti Kurama yang tidur di hutan kematian perlahan membuka matanya )
Zutto tadashiku yasashiku atsukatte ne
( Lalu layar di ganti dengan Lengan Naruto yang berisi W.W.S Watch mengeluarkan pemberitahuan )
Itten mono ni tsuki henpin koukan wa uketsukemasen
( lalu layar di ganti dengan Naruto yang melihat jamnya mengeluarkan pemberitahuan mengecek pemberitahuan itu )
Goryoushou kudasai
( lalu layar memperlihatkan setengah wajah Naruto yang tersenyum tipis lalu berdiri dari duduknya )
Kyuu ni fukigen ni naru koto ga arimasu
( Layar kembali di ganti dengan Kiba yang berlatih di ruang Kendo )
wake wo kiite mau
( Layar kembali di ganti dengan wajah terkejut Kiba saat sesuatu di telinganya berkedip )
Kotaenai kuse ni hottoku to okorimasu
( Layar kembali di ganti dengan Koneko yang ada di kursi taman sedang memakan camilannya bersama burung-burung kecil )
Itsumo gomen ne
( layar kembali di ganti dengan wajah Kongko dari depan yang melihat ke arah kamera ketika sesuatu di telinganya juga berkedip )
Demo sonna toki wa korizu ini
( Layar kembali di ganti dengan Xenovia dan Irina yang tertidur di bawah pohon seketika terbangun ketika sesuatu di telinga mereka berkedip )
Tokoton tsukiatte agemashou
( Dengan semangat Mereka berdua bangun lalu berlari ke suatu tempat )
Teikiteki ni homeru to nagamochi shimasu
( layar di ganti dengan Asia yang ada di kursi dekat sekolah dalam keadaan tertidur )
Tsume ga kirei toka
( Layar kembali di ganti dengan wajah Asia dari depan seketika terbangun ketika di telinganya sesuatu berkedip )
Chiisana henka ni mo kidsuite agemashou
( Layar kembali di ganti dengan Julis, Claudia, Kirin dan Saya yang tengah berbincang di jalan )
Chanto mite ite
( Lalu layar kembali di ganti wajah mereka yang terkejut ketika sesuatu di telinga mereka berkedip )
Demo futotta toka yokei na koto wa Kidsukanakute ii kara ne
( Layar kembali di ganti Naruto yang bersandar di gerbang sekolah sedang menunggu seseorang, lalu seketika Naruto menoleh ke arah gerbang yang terbuka )
Moshimo sukoshi furuku natte kite
( lalu layar berpindah dari posisi Naruto menoleh ke arah gerbang dan terlihat Kiba, Xenovia, Irina, Asia, Julis, Kirin, Claudia, Sayadatang dengan nafas terengah-engah kecuali Koneko yang terakhir datang )
Meutsuri suru toki wa
( Layar lalu di ganti dengan wajah Naruto yang tersenyum tipis lalu mendekati mereka )
Futari ga hajimete deatta
( layar lalu memperlihatkan dari samping Naruto yang telah sampai di depan mereka saling tersenyum )
Ano hi wo omoidashite ne
( Lalu layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengajak mereka berlari bersama lalu seketika layar putih sesaat )
Kore kara mo douzo yoroshiku ne Konna watashi dakedo waratte yurushite ne
( lalu layar seketika berubah menjadi tempat pantai dan dari samping keluar Naruto yang berlari bersama Kiba, Xenovia, Koneko, Asia, Julis, Saya, Kirin, Claudia dan Irina yang terlihat senang berlari bersama di pantai )
Zutto taisetsu ni shite ne
( layar seketika di ganti dengan terik matahari lalu kamera bergerak turun memperlihatkan Naruto, Kiba, Xenovia, Asia, Koneko, Julis, Kirin, Claudia, Saya dan Irina yang saling berkumpul bersama sambil saling merangkul )
Eikyuu hoshou no watashi dakara
( lalu layar kembali di ganti dengan gambar mereka yang saling berbisik lalu melompat bersama dengan senyum bahagia lalu kamera kembali bergerak ke atas memperlihatkan langit yang cerah )
TBC
Note : Yo! Kembali lagi nih!
Bagaimana kali ini, semakin serukah?
Ya~ kali ini saya langsung saja, kalian pasti mengira bahwa akan menjadi seperti di tema dxd. Namun tidak, Orc di sini adalah pasukan dari perwujudan kegelapan dari lima raja naga kegelapan.
Lalu si jalang, sudah terbukti siapa si jalang dan siapakah orang yang melakukannya, dan juga Naruto?.. Hahaha bagaimana jika kita buat sedikit mesum saat ini?
Lalu Tohka, memang nama Tohka berbeda dari yang asli, namun ini juga namanya sebuah cerita tidak mungkin harus persis jadi saat ini karakter tambahan kita adalah Tohka dan juga pasti pada setuju jika Tohka menjadi pair Naruto bukan?
Lalu Vali... Valinya Kita OOC in yuk, ada yang setuju? Lalu mengenai Dragons Race, kemungkinan di chapter depan telah di mulai, satte hanya itu saja dari saya sementara para Review akan saya jawab di chap depan, sore Jaa, Jaa ne!
Please Review
