Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko ) #mungkin ada tambahan
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest! Dark Supranatural!
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu
.
Fix Sound First
( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )
Fix Sound Second
( Lalu muncul judul cerita ini )
Fix Sound Three
( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )
anata wa sugu ni anata o
( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )
tada no mono da to sagesumu
( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke kebelakang )
watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa
( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )
guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )
anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita
( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )
masshiro na yume o atsume ni yukou
( kamera kembali di ganti dengan bergerak kebelakang memperlihatkan Naruto yang tengah menaiki skeatboardnya di rute kiri bersama kelompoknya melesat bersama sambil menghindari berbagai serangan )
bouken ga iro o tsumuideiku yo
( Lalu layar memperlihatkan berbagai kelompok menyerang kelompok Naruto namun setiap serangan berhasil di hindari hingga dari balik asap keluar sosok astral berwarna hijau dengan sebuah sabit di tangannya )
Majiwaru
( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )
Fumihazusu
( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )
kawaridasu mirai ga temaneiteru yo
( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )
Noriokurenaide
( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )
tooku demo zutto soba ni iru
( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berhadapan dengan Vali )
tsunagu kokoro zutto hanasanai
( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama dan membenturkan senjata mereka hingga menimbulkan cahaya putih )
Fix End
( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )
.
Chapter 8 : Jalannya rencana
.
Selasa, 17 Oktober 2090
DSA Weapon Dragon
Kamar Naruto
07.00 AM
.
Di pagi yang cerah terlihat di sebuah kursi dengan meja terdapat sosok Naruto yang saat ini masih terlelap dalam tidurnya tidak memperdulikan sebuah alarm yang berbunyi dari tadi.
Sing~
Terdengar suara pintu terbuka otomatis memperlihatkan sosok Asia yang telah berpakaian baju putih dengan rok selutut dengan warna kuning miliknya, Asia mulai berjalan mendekati kakaknya yang masih terlelap dalam tidurnya, bisa terlihat jelas wajah lelahnya seperti habis melakukan sesuatu.
Lalu Asia mulai mengedarkan pandangannya dan dia bisa melihat sebuah pedang Sandalphon yang awalnya mengalami retak parah sekarang sudah kembali sempurna, dan di sampingnya terdapat pedang merah besar hampir menyamai Sandalphon dan bisa di asumsikan bahwa Naruto telah berhasil meniru senjata itu.
" Nii-san bangun kita harus pergi berkumpul dengan yang lainnya kitakan ada janji " ucap Asia mencoba membangunkan kakak sepupunya itu.
Dengan sedikit malas Naruto membuka matanya dan langsung menegakkan badannya " Huuaaamm~ " Setelahnya Naruto menguap layaknya kerbau " Hahh~ Doushite Asia-chan? Kau tidak tahu kalau aku sangat lelah " tanya Naruto dengan malasnya sambil meregangkan badannya
" Mou~ Nii-san, apa Nii-san lupa janji Nii-san yang akan mengajak kami ke festival di Nagoya? " rengek manja Asia.
" Ya aku mengingatnya " jawab Naruto, ya tanggal 17 Oktober, dimana selalu di adakan sebuah Festival untuk melakukan perayaan akan jalannya Dragons Champions, terkadang Festival ini di adakan dua hari sebelum lomba.
Itu di karenakan hari ini adalah hari kedatangan para peserta lomba dari lima kota besar, ini juga untuk membuat para pendatang bisa menikmati hari membosankan mereka di Konoha.
Kemarin juga setelah melakukan latihan dengan Tohka, dia juga mengingat bahwa akan ada festival di Nagoya, jadi dia mengajak kelompoknya untuk jalan-jalan menikmati waktu mereka saat ini, mereka juga tidak mungkin diam di rumah selamanya, bisa-bisa mereka mati kebosanan.
" Huaamm~ Kau sudah sarapan? " tanya Naruto masih menguap.
" Tehehe, belum. Aku hanya ingin sarapan dengan Nii-san saja " jawab Asia sambil tersenyum kikuk " Lagi pula Kaa-san sangat sibuk menyiapkan Dragons Champions, sementara Tou-san entah kemana perginya saat ini " lanjut Asia menjelaskan.
" Haamm~ baiklah kau tunggulah di luar, aku mau membersihkan tubuhku lebih dulu " ucap Naruto lalu memasuki kamar mandinya, sementara Asia hanya menuruti perintah kakaknya itu.
Tak selang beberapa menit dari kamar keluar Narutolah sang pemilik kamar dengan pakaian biasanya yang selalu di tutupi jubahnya di punggungnya terdapat pedang Sandalphon milik Tohka dan pedang merahnya.
" Hikke kita sarapan lebih dulu " ajak Naruto pada adiknya yang menunggunya, sementara Asia hanya mengikuti kakaknya itu " Ne, di mana Kirin-chan? Bukannya seharusnya dia bersama kita? " tanya Naruto ketika tidak melihat Kirin.
" Kirin-chan sudah ada di ruang makan, dia saat ini bersama Julis-chan, Claudia-chan, dan Saya-chan. Mereka sudah datang bersamaku tadi " jawab Asia dengan senyumnya.
" Hahh~ lalu Kiba? Xenovia, Irina, Koneko dan Tohka? " tanya Naruto lagi.
" aku mendapat pesan dari mereka bahwa mereka akan menunggu di taman dekat pancuran Api Konoha " jawab Asia sambil mencarikan pesan di Hp dan menunjukkannya pada Naruto " Kira-Kira mereka akan menunggu kita di sana jam 9 " lanjutnya lalu memasukkan Hpnya ke tas kembali
" Souka? Kalau begitu sebaiknya kita cepat " ucap Naruto mempercepat langkahnya di ikuti Asia.
Setelah sampai di ruang makan, seketika Naruto membeku melihat pemandangan di depannya, di mana Kirin menggunakan pakaian baju lengan pendek yang warnanya hampir persis seperti rambutnya dengan rok di atas lutut yang terkesan membuatnya cantik plus imut.
Lalu Julis yang menggunakan Pakaian gaun biasa berwarna pink setinggi lututnya yang membuatnya terkesan cantik, lalu di susul dengan Saya yang menggunakan baju lengan pendek berwarna putih di ikuti rok pendeknya yang seatas lutut dan yang terakhir Claudia yang berpakaian baju lengan panjang warna hitam dengan rok berwarna merah di bawah lutut miliknya
" Ohayo Danchou " sapa mereka bersama pada Naruto yang membatu.
" Hachiiim! " seketika semua Sweatdrop seketika bahkan bisa di bilang Sweatdrop mereka 2x lipat karena saat bersin bukan bersin biasa melainkan bersin darah.
" A-Ah! Go-Gomen, tunggu sebentar " ucap Naruto sambil menutup hidungnya yang terus mengeluarkan darah lalu langsung pergi dan bersandar di dinding luar ruang makannya sambil mengatur dirinya yang lepas kendali.
' K-Kuso! Me-mereka terlalu imut dan cantik ' batin Naruto nista setelah melewati kenistaannya Naruto kembali masuk kedalam dengan wajah tenangnya.
" Ehem " dehem Naruto sesaat " Ohayo.. Apa kalian sudah pada sarapan? " tanya Naruto dan hanya mendapat gelengan dari mereka " Kenapa? " tanya Naruto lagi.
" Asia-chan tadi mengatakan bahwa Danchou akan menyediakan kami sarapan dan juga Asia yang memaksa kami " jawab Saya tanpa beban.
Bletak!
" Kau... baka-Imouto, kau seharusnya tidak melakukan itu tahu! " omel Naruto menjitak kepala adiknya itu sambil menggosok kepalannya di kedua sisi kepala adiknya.
" I-Ittei! Ittei! Nii-san sakit " rengek Asia namun Naruto tidak memperdulikannya.
" Huh! " dengus Naruto " Jika begitu ayo kita sarapan lebih dulu " ajak Naruto sambil menjewer pipi adiknya itu, sementara Saya, Kirin, Julis dan Claudia hanya diam. Tentu mereka tidak ingin merasakan hal yang sama seperti Asia.
.
Skip Time
Taman Konoha
08.55 AM
.
" Mou! Kalian lama sekali! " gumam Tohka kesal sambil menghentak-hentakkan sepatunya. ( Pakaian Tohka seperti saat kencan di Date Alive ).
" Hey, perjanjiannya bukannya jam sembilan dan kami datang lebih awal kurang lima menit, memang kami harus datang jam berapa " balas Naruto kesal, bagaimana tidak kesal jika kalian datang agak awal malah di protes oleh teman atau siapapun.
" Hmmph! Kenapa tidak jam 7 atau jam 8 saja kita berkumpul bukannya akan lebih baik " balas Tohka memalingkan wajahnya dengan pipi di kembungkan, kesal.
Bletak!
" Kau pikir kita mau ke pasar? " tanya Naruto kesal setelah memberikan jitakan pada kepala Tohka hingga sang korban meringis sakit.
" Tapi Danchou bukannya ini terlalu awal? Aku dengar Festival itu di mulai jam 3 sore hingga malam? " tanya Kiba juga kebingungan.
" Lalu siapa yang mengajak kalian jam 9 di sini? " tanya Naruto dengan raut kesal. Tanpa di ketahui Asia dan Irina bersiul-siul di belakang dan berusaha pergi dari sana.
" Asia dan Irina " jawab Koneko cepat.
Wush!
Tanpa bambibu, Asia dan Irina langsung lari dengan di belakang mereka terdapat Naruto yang siap mengarahkan senjata merahnya pada mereka
" HEY! KEMARI KALIAN! "
" KYAAAAA! GOMENASAI DANCHOU!/NII-SAN! '
.
.
" Hahh~ Maafkan kelakuan Adik sepupuku ini " ucap Naruto sambil menghela nafasnya, sementara Asia dan Irin tampak mereka menahan sakit di kepala mereka yang terdapat benjolan karena hukuman dari Naruto.
" A-Ahahaha Daijoubu Danchou, mungkin Asia dan Irina memiliki alasan untuk hal ini " balas Kiba canggung
" Hahhh~ Baiklah kalian berdua bisa jelaskan kenapa? " tanya Naruto pada dua gadis yang masih asyik mengelus kepala mereka.
" tehehe, sebenarnya hari ini adalah hari santai kita, jadi kami berniat mengajak kalian refreshing dengan jalan-jalan bersama di Konoha Mall hingga Festival di mulai " jelas Irina sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit.
" memang benar usulanmu itu... " timpal Xenovia sambil mengantung ucapannya.
" Hahh~ terserah sajalah, lagi pula aku juga bosan di ruanganku, lagi pula urusanku dengan pedang ini sudah selesai " gumam Naruto sambil menyerahkan pedang Sandalphon ke Tohka.
" Ah! Pedangku " gumam Tohka mengambil pedangnya dan mengecek setiap sisi pedangnya " Sudah pulih kembali " lanjutnya senang lalu menghilangkan pedangnya.
" Apakah berhasil Danchou? " tanya Julis ingin tahu.
" Ya.. Kira-kira 85% " jawab Naruto sambil menunjukkan pedang merahnya " Hanya saja 15% sisanya kurang kekuatan saja. Inti dari Queen adalah darah dari sang pemilik inti jadi dengan kata lain inti Queen adalah darah Tohka yang memiliki kemampuan memanipulasi. Sementara milikku, aku menamakannya King, tapi kalian tahu bukan.. Aku adalah orang tanpa kekuatan jadi 15% kekuatan King belum sempurna jadi ya... Bisa kalian tebak sendiri " jelas Naruto kalut karena dirinya masih saja belum memiliki kekuatan melainkan hanya bergantung dengan kekuatan pinjaman yang bukan miliknya.
" Mou~ Tidak usah di pikirkan Nii-san, ayo kita habiskan waktu kita sebelum terbuang sia-sia " ucap Asia menghilangkan perasaan kalut Naruto dengan menggandeng tangan Naruto dan menariknya untuk mengikuti langkahnya.
" O-Oi! Asia-chan aku bisa berjalan sendiri " ucap Naruto mencoba melepaskan gandengan Asia namun apa daya, Asia mengeratkannya dengan memeluknya dan mengapitnya di dadanya yang cukup besar itu.
" Tidak mau, nanti Nii-san melamun terus " tolak Asia manja membuat Naruto merona, sementara para perempuan yang lain termasuk Tohka cemburu seketika melihat hal itu. Walaupun Tohka bukan siapanya Naruto, entah kenapa dia tidak mau Naruto di miliki siapapun.
" Fufufufu~ kalau begitu aku juga akan membantumu Asia-chan " ucap Claudia menggandeng Tangan Naruto Lagi satu dan melakukan hal yang sama seperti Asia mengapit lengan Naruto di dadanya
" O-Oi! " Naruto mencoba protes tapi apa daya Protesannya tidak bisa keluar karena hampir seluruh perempuan di kelompoknya langsung memeluknya.
" menyingkirlah biar aku yang mengantarkan Danchou " ucap Julis pada Koneko namun tampaknya Koneko tetap tidak mau.
" Jika mau kau harus berhadapan dengan langit dulu " balas Koneko tidak mau kalah dan tidak jelas
' Hahhh~ Jika begini pasti waktunya akan banyak terbuang ' batin Naruto pasrah, sementara Kiba hanya bisa menggelengkan kepalanya kasihan pada Ketuanya yang banyak di sukai perempuan di kelompoknya sendiri.
.
.
Skip Time
Konoha Mall ( Daerah Gifu )
10.00 AM
.
Setelah perdebatan para perempuan itu akhirnya yang mendapat kesempatan itu adalah Kirin dan Asia sementara yang lain hanya bisa cemberut selama perjalanan menuju konoha mall karena Kirin dan Asia yang mendapat kesempatan menggandeng Naruto.
Kenapa bisa begitu? Itu adalah Usulan Kiba, dan apa katanya? Karena hanya Kirin dan Asialah yang paling dekat dengan Naruto. Entah kenapa perkataan itu membuat semua mengalah.
Saat ini mereka telah memasuki Konoha Mall yang ada di kota Konoha, gedung Konoha Mall terdiri 6 lantai, lantai pertama berisi seluruh pakaian Wanita mau dari segala jenis dan juga sandal dan sepatu untuk Wanita
Lalu lantai 2, berisi pakaian Pria, di lantai dua hampir persis di lantai pertama. Lalu di lantai 3 terdiri dari alat-alat keperluan dapur, buah-buahan, Sayur-sayuran dan lain-lain yang berisinya kepenuhan sehari-hari.
Di lantai 4, di lantai tersebut adalah tempat-tempat barang-barang antik, dan barang-barang mewah seperti kristal, kalung, cincin, Senjata dan lain-lain. Selain perusahaan ternama pembuatan senjata seperti DSA, ADTWWD, dan lain-lain, di Konoha mall juga terdapat penjualan senjata ilegal dari luar konoha.
Di lantai 5, di lantai tersebut berisi arena game atau di sebut Game Zona, di mana di lantai tersebut bersisi permainan dari segala jenis yang populer ataupun yang legenda, tidak hanya itu di lantai 4 juga terdapat banyak buku mau dari jenis apapun dan juga barang electronic
Dan di Lantai terakhir terdapat tempat-tempat makanan untuk bagi para pengunjung yang merasa kelaparan dan mereka bisa membeli makanan di tempat mereka.
Naruto dan yang lain baru saja memasuki lantai awal dan mereka di suguhi pemandangan pakaian wanita di mana-mana, Naruto yang melihat seluruh area hanya berisi pakaian wanita merona dan menutup hidungnya sebelum mengeluarkan darah.
Sementara Kiba, dia tampak biasa saja seolah hal itu biasa, Naruto yang melihat reaksi Kiba hanya bisa menggerutu, entah kenapa padahal dia dulu sangat membenci perempuan karena di hianati dan sekarang entah kenapa perasaan bencinya tidak bisa dia lampiaskan pada perempuan yang ada di kelompoknya bahkan yang baru dia kenal.
Dan sekarang dia merasa tabu karena dirinya sangat memalukan karena merona pada perempuan kembali. " Ne Nii-san bisa ikut kami, kami membutuhkan Nii-san untuk penilaian " ajak Asia, dan itu membuat Naruto terkejut akan ajakan adiknya.
" E-Ehhh! He-Hey! Kau pikir aku ini tukang nilai apa? Kalian'kan bisa melihat diri kalian ke cermin, ja-jadi kenapa aku juga harus ikut?! " ucap Naruto mencoba kabur.
" Karena jika bersama laki-laki langsung itu akan lebih menyenangkan! " jawab Irina sambil mendorong Naruto agar ikut.
" He-Hey!? " kejut Naruto karena di paksa " O-Oi! Kiba tolong aku! " pinta Naruto, entah Kenapa Kiba hanya acuh dan berjalan ke arah lain " He-Hey! " teriak Naruto menangis Anime.
.
Tuk! Tuk! Tuk!
Saat ini Naruto tengah duduk gelisah di sebuah sofa sambil menunggu para perempuan di kelompoknya berganti baju, dan entah kenapa ruangannya sangat pas untuk jumlah mereka.
' Ku-Kuso, kenapa juga aku harus ikut seperti ini ' batin Naruto gelisah.
Sreet~
Naruto yang mendengar suara tirai terbuka mendongak dan seketika wajahnya merona ketika melihat adiknya menyuguhinya dengan pakaian dalam lebih awal dengan menggunakan dalaman berwarna Pink membuatnya terkesan cantik dan seksi.
' Ku-Kuso, Baka No Hentai no Imouto, apa dia ingin membuat kakaknya ini anemia ' batin Naruto merutuki adiknya sambil memegang hidungnya yang mengeluarkan tiga tetesan darah.
" Nii-san bagaimana? " tanya Asia malu-malu.
" A-Ahh! I-itu sangat cocok untukmu " Jawab Naruto lalu menutup matanya dengan kedua tangannya.
Sreet~
Shhh~
Double Strike, wajah Naruto semakin memerah ketika dia mengintip begitu mendengar suara tirai terbuka dan di depannya terdapat Julis yang juga memakai pakaian dalam berwarna merah yang juga membuatnya seksi.
' Ku-Kuso! Apa mereka sengaja bekerja sama ' batin Naruto berusaha menutup hidungnya yang perlahan mengeluarkan banyak tetesan darah " A-Ah, jika kau memintaku berpendapat ka-Kau juga cantik Julis-chan " jawab Naruto sambil kembali menutup wajahnya.
" Mou~ Padahal aku belum meminta... Tapi Arigato Danchou " ucap Julis malu-malu sambil memalingkan wajahnya.
Sreet~ Sreet~ Sreet~ Sreet~
Jari yang menutupi pandangan Naruto terbuka kembali membuat Naruto kembali di suguhi pemandangan di mana Xenovia menggunakan Pakaian renang bikini berwarna biru, Begitupun Irina yang menggunakan bikini kuning, Tohka Bikini hitam, Koneko Bikini putih, Saya dengan Bikini Biru muda.
Sruush~
Multi Strike, Hidung Naruto mengalami kebocoran, namun Naruto tetap berusaha menahannya ketika melihat pemandangan di depannya yang berusaha menaikkan gejolak nafsunya, walaupun dia masih muda, namun juga dia masih dalam masa kedewasaan, dia juga laki-laki normal, siapapun yang di suguhi seperti itu pasti akan bergejolak nafsu mereka
' Ke-Kenapa semua pakaian intim, kenapa tidak ada yang lain kah? ' batin Naruto menutup wajahnya di meja di depannya lalu memukul meja di depannya seperti orang kesakitan.
" Da-Danchou, kau kenapa? " tanya Irina khawatir.
" Ah! Tidak! Ini hanya pengungkapanku pada kalian, bahwa semua itu sangat cocok " jawab Naruto masih menutup wajahnya sambil mengacungkan jempolnya.
" Hmph! Aku tidak butuh pujianmu " balas Tohka memalingkan wajahnya.
Sret~ Sret~
Dengan lemas Naruto mencoba melihat untuk Ronde terakhir, wajah Naruto seketika merona melihat Claudia menggunakan baju dalaman berwarna pink, ukuran payudaranya yang cukup besar membuat dalaman itu hampir seperti tidak muat membuat belahan dadanya sangat terlihat
Dan di terakhir terdapat Kirin yang menggunakan dalaman berwarna ungu yang sangat terlihat pas untuknya.
Crooot!
Multi Hit, Hidung Naruto langsung mengeluarkan darah dengan deras hingga terjungkal ke belakang dan pingsan di bawah ' Ku-Kuso, cobaan macam apa ini ' batin Naruto
.
.
Skip Time
.
Tap! Tap! Tap!
Setelah melewati 15 ronde, akhirnya saatnya untuk Naruto mencoba baju-baju laki-laki dan yang menilai adalah perempuan yang tadi menyiksa batinnya. Setelah memilih baju yang sangat cocok menurut Naruto, Naruto'pun ke tempat ganti baju sementara para perempuan menunggu di luar menunggu penampilan Naruto.
Sreet~
Setelah tirai terbuka, terlihat Saat Ini Naruto mencoba setelan kemeja putih lengan panjang dengan jas hitam terbuka, menggunakan dasi kupu-kupu, celana hitam panjang dan sepatu Kets membuat kesan Naruto sangat tampan.
Blusssh~
Wajah para perempuan di sana merona seketika, Tohka yang juga ikut merona memalingkan wajahnya agar ronanya tidak di lihat oleh Naruto.
" Bagaimana? " tanya Naruto mencoba meminta penilaian balik.
" Ni-Nii-san kau sungguh keren " ucap Asian menilai dengan wajah memerah sambil menutup hidungnya
" Kyaaa! Danchou kau sungguh tampan sekali! " teriak riang Irina dengan wajah merona merah hingga mengeluarkan asap.
" Hmmm~ Baiklah aku mengambil ini saja, lagi pula aku kekurangan baju untuk pembukaan besok " gumam Naruto entah pada siapa lalu kembali masuk dan mengganti bajunya seperti semula
" Satte kita cari Kiba lebih dulu, aku pikir dia pasti ada di lantai 4, tapi kita harus pergi ke lantai 3 lebih dulu, kata Grayfia keperluan dapur di DSA dan di ADTWWD sudah habis " ucap Naruto yang sudah mengganti pakaiannya lalu berjalan menuju tangga untuk pergi ke lantai 3 di ikuti oleh seluruh perempuan di sana.
" Ne Danchou, apa kau tidak merasa berat menggendong terus pedang besar itu? " tanya Xenovia ingin tahu, karena dia juga membawa pedang besar bernama Durundal, namun tidak seperti Naruto dia selalu menghilangkan pedang besarnya itu agar lebih praktis di karenakan beratnya yang luar biasa dan ketuanya dia bahkan membawa pedang yang sedikit lebih besar dari durundal dan itu membuktikan pasti pedang itu cukup berat dan kemungkinan dia pasti sangat kesusahan membawa pedang besar itu.
" Hm? Tidak juga, lagi pula aku sudah biasa membawa benda-benda berat " jawab Naruto sambil melirik Xenovia yang di samping kanannya.
.
Lantai 3
.
Setelah sampai di lantai tiga Naruto langsung mencari seluruh keperluan dapur dan perusahaannya karena bagaimanapun dia juga penanggung jawab perusahaan dan sudah seharusnya dia memenuhi kebutuhan para pegawainya.
Dengan di bantu yang lain mencari semua yang telah di daftarkan Grayfia, mereka'pun harus berpencar agar mempercepat pencarian barang.
" Baiklah kita lihat, tepung, cek. Pasta, Cek. Saus Salsa, cek. " gumam Naruto sambil melihat belanjaan uang sudah di temukan dirinya bersama Kirin dan Asia dan menceknya agar tidak lupa apa saja yang belum dan sudah.
" Ne, Nii-san ayo kita ke sana ada yang ingin aku beli! " ajak Asia sambil menarik Naruto, sementara Naruto hanya mengikuti di ikuti Kirin di sampingnya.
" Memang apa yang ingin kau beli? " tanya Naruto penasaran kenapa adiknya sangat semangat sekali.
" di sana ada produk daging yang murah-murah, ada Steak, BBQ, dan yang lainnya ayo sebelum habis Nii-san " jawab Asia sambil terus menarik Naruto.
" Ne Danchou, sepertinya Asia-chan sangat menyukai daging ya? " tanya Kirin sambil tersenyum tipis pada Asia yang tampak semangat mengucapkan makanan-makanan berdaging.
" Ya, begitulah. Jika sudah daging ke sukaannya dia pasti sangat semangat, bahkan dia bisa memakan banyak daging, maka dari itu dia gemuk " Jawab Naruto setengah bercanda
" Mou! Asal Nii-san tahu aku tidak gemuk! " ucap Asia dengan nada ngambek karena di bilang gemuk.
" Lalu pipimu ini apa? Bukankah terlihat mengembung karena terlalu memakan banyak daging " balas Naruto sambil menarik pipi tembam Asia.
" Mhhhuu, inhi bhukhan Ghenhukh, Bhhakha-nhhii-shan " balas Asia kesusahan karena pipinya terus di tarik oleh kakak sepupunya.
" Ya-Ya, maaf aku hanya bercanda " ucap Naruto melepaskan cubitannya dan langsung mendapat pukulan pelan di bahunya dari Asia yang tampak kesal. Jika masyarakat melihat mereka tampak seperti suami beristri dua.
.
Skip Time
.
Setelah berbelanja dan memindahkan belanjaan mereka ke sebuah penyimpanan Hologram yang kebetulan Naruto simpan di jamnya, mereka mulai menuju lantai 4 di mana tempat-tempat perhiasan dan senjata ilegal ada dan betul saja, setelah mereka naik mereka melihat Kiba yang tampak antusias melihat senjata.
Merasa ada yang mendekat, Kiba menoleh dan dia melihat Ketua dan temannya datang ke arahnya.
" Ah, Danchou. Bagaimana tad... "
Bletak!
Ucapan Kiba seketika terhenti begitu Naruto menjitak kepala Kiba cukup keras sehingga membuat benjolan cukup besar, Naruto hanya mendengus kesal pada Kiba karena seenaknya meninggalkannya dan membuatnya harus menahan gejolak nafsu yang di buat para perempuan di kelompoknya.
" Kau pikirkan saja sendiri! " balas Naruto ketus dan hanya mendapat tawa kikuk dari Kiba " Ngomong-ngomong sedang apa kau di sini? Kau tampak antusias sekali " tanya Naruto balik sambil melihat tempat senjata yang ilegal.
" Ah, aku hanya penasaran dengan senjata-senjata di sini, mungkin Kualitas di Danchou sudah Perfect jadi aku mencoba membandingkannya di sini " jawab Kiba, memang di Kota Konoha, tempat pembuatan senjata yang paling terkenal adalah DSA, tapi di kota lain pasti terdapat tempat pembuatan senjata yang lebih hebat dari DSA.
Di Konoha Mall, kebanyakan pedang-pedang yang di jual adalah buatan luar Konoha dan di jual dengan harga tinggi karena itulah perdagangan ini di sebut Ilegal.
" Memang, tapi kita juga tidak tahu apakah itu benar buatan luar Konoha atau hanya pedang buatan orang-orang bodoh saja tanpa tahu kualitas pedang " balas Naruto sambil melipat tangannya di dada dan menatap pedang-pedang yang di kunjungi Kiba di jual dalam bentuk-bentuk aneh.
" Oi! Bocah jika kalian tidak berbelanja sebaiknya kalian pergi! " ucap sang penjual kesal pada Naruto dan yang lain yang diam tanpa berbelanja di tempatnya.
" Kau tidak perlu kesal, pak tua. Lagi pula kami tidak tertarik membeli pedang-pedang tidak jelasmu ini " jawab Naruto datar lalu berjalan menyusuri ke tempat yang lain bersama kelompoknya.
Sambil berkeliling mereka menyempatkan diri melihat-lihat perhiasan, permata dan juga persenjataan yang sedikit menarik perhatian mereka. Sambil melihat-lihat, Naruto langsung memberhentikan langkahnya ketika melihat beberapa batu permata yang menarik perhatiannya.
Permata itu membuat Naruto sangat tertarik hingga Naruto mendekati tempat penjualan permata itu, Kelompok Naruto yang melihat tingkah Naruto hanya menaikkan alis mereka bingung, namun mereka mencoba mendekati ketua mereka apa yang membuat ketua mereka tertarik dengan beberapa permata.
Setelah dekat, Naruto melihat ada tiga permata berwarna Kuning, Merah dan Hijau yang menarik perhatiannya.
Apa lagi lambang yang ada pada tiga permata itu, Api, pusaran dan pohon. Naruto yang penasaran'pun mencoba bertanya " Permisi paman, apa aku boleh tahu maksud dari tiga lambang permata ini? " tanya Naruto.
" Oh, itu adalah tiga permata legenda dari tiga keturunan Clan yang aku temukan, yang hijau itu adalah Batu Permata dari keturunan Senju, aku menemukannya di reruntuhan Kuno Senju yang sudah berkisar 500 tahun di Kanazawa.
Lalu yang Merah itu adalah Batu permata Uzumaki, batu merah ini melambangkan para Clan Uzumaki yang berwarna merah, aku menemukannya di daerah Koba.
Lalu yang kuning ini adalah Batu permata Namikaze, Clan yang terkenal akan kepintaran dan kekuatannya. Aku menemukannya di Daerah Nagano " jelas Sang penjual, Naruto yang mendengar itu terpaku, Clan Senju? Tentu dia sudah tahu karena neneknya adalah keturunan Clan Senju.
Hanya Dua Clan saja yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih, Clan Namikaze dan Uzumaki, jika dia Uzumaki kenapa di keluarganya semua berambut pirang dan tidak ada warna merah, Namun Naruto mencoba berpikir jernih, kemungkinan kebanyakan keturunan Uzumaki mengambil gen dari salah satu orang tua mereka itulah pikir Naruto.
" paman, bisakah aku membeli ketiganya? " tanya Naruto.
" apa kau bisa membelinya nak? Bukan maksudku merendahkanmu tapi harga mereka terlalu mahal " tanya Sang penjual memastikan.
" tidak apa paman, aku bisa membayarnya " jawab Naruto lalu menyerahkan sejumlah uang untuk membeli tiga batu permata itu, setelah membelinya, mata Naruto kembali tertarik dengan sebuah batu permata biru kehijauan yang bersinar tipis.
" Paman kalau batu permata itu... " tanya Naruto sambil menunjuk permata yang kembali menarik perhatiannya.
" Oh, batu itu. Itu batu Gelel, ada seorang pak tua memberikannya padaku dan katanya berikan pada seseorang yang pantas mendapatkannya. Katanya orang yang di tunjuk akan melihat batu permata itu seperti bersinar tipis, dan kemungkinan karena kau tertarik aku berikan saja padamu anak muda " jelas Sang penjual dan memberikan bonus pada Naruto dengan bonusnya adalah batu gelel.
" Eh, apa tidak apa? " tanya Naruto merasa tidak enak.
" Tidak apa anak muda, aku serahkan saja padamu dari pada dia menjadi tua karena tidak ada yang membelinya " jawab sang penjual membuat Naruto tersenyum senang.
" Arigato Ojii-san, kalau begitu kami pamit, terima kasih untuk batu permatanya paman " ucap Naruto membungkukkan badannya lalu kembali melanjutkan penjelajahan mereka menuju lantai 5.
Selagi di perjalanan Asia hanya bisa diam karena dua permata yang ada di keturunan Bibi dan Ayahnya ada di tangan Naruto, jika Naruto mengetahui kebenarannya akan mengakibatkan fatal.
Dengan sembunyi-sembunyi Asia mengirim pesan pada ibunya ayahnya dan Grayfia untuk mengatur tentang informasi Uzumaki dan Namikaze agar di blokir dan tidak bisa di akses oleh Naruto. Setidaknya ini bisa mengunci rahasia keluarga untuk sementara hingga waktu yang tepat.
' Gomenasai Nii-san, mungkin kau harus bertahan sedikit lebih lama untuk hal ini ' batin Asia lirih karena harus terus menutupi rahasia ini.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
Lantai 5
13.00 PM
.
Setelah sampai di lantai 5, Naruto dan kelompoknya langsung menuju tempat buku-buku di Konoha Mall berada. Naruto yang memang tertarik membaca langsung mencari buku yang menurutnya menarik dan membaca buku itu sebelum di beli.
Kelompok Naruto juga mencoba berbaur seperti Naruto yang sangat menyukai membaca, mereka juga mencoba mencari buku yang menarik perhatian mereka dan ikut membaca seperti Naruto.
" Hahh~ tidak ada yang menarik " gumam Naruto menutup buku yang dia ambil lalu menaruhnya kembali ke tempat.
" Hey, kita ke lantai terakhir, kita makan di sana " ajak Naruto langsung berjalan menuju lantai terakhir.
" E-Eh! Matte Nii-san! " ucap Asia mengejar kakaknya itu bersama yang lain. Tanpa mereka sadari ada yang mengawasi mereka sejak dari tadi.
.
Lantai 6
.
Saat ini Naruto dan yang lain telah memilih satu meja besar yang sangat pas untuk mereka dan langsung memesan makanan mereka, selagi menunggu, mereka'pun berbincang-bincang satu sama lain kecuali Naruto yang sibuk mengetik hologramnya.
" Hmmm~ " gumam Naruto tak jelas sambil mengetik dan terus menatap Hologram jamnya. Entah kenapa mata Naruto ingin sekali menatap ke ara bawah karena kebetulan meja mereka dekat dengan pagar pembatas untuk melihat ke bawah di mana kita bisa melihat seluruh lantai dari atas.
Seketika mata Naruto menyipit ketika melihat dua orang mencurigakan berjubah hitam, Naruto yang sudah tahu arti jubah itu hanya mendengus ' Mereka bergerak di saat seperti ini? Tapi itu dua orang... Kemungkinan mereka hanya mengawasiku dan yang lain. Souka.. Baiklah kita lihat kepintaran kalian ' batin Naruto mengetik kembali Hologramnya sehingga mengeluarkan 10 biji kecil dan berubah menjadi sebuah incam kecil.
" Baiklah semua, dengar " ucap Naruto membuat semua menoleh ke arah Naruto " Aku ingin kalian menggunakan ini, ini C.I, Comunication Incam. Ini berguna untuk saling berkomunikasi layaknya Incam biasanya, layaknya detective biasanya.
Dengan ini kita bisa saling berkontak memberitahukan situasi, pasanglah di telinga kalian, setelah Incam itu terpasang maka Incam itu tak terlihat oleh orang lain tapi hanya diri sendirilah yang bisa melihatnya " jelas Naruto membagikan Incam miliknya.
" Aku membuatnya berdasarkan data masing-masing karena dengan begitulah kalian bisa melihat incam kalian masing-masing " jelas Naruto lagi, tahu akan pertanyaan yang akan di lontarkan Irina.
" Mereka sudah mulai bergerak, tapi sepertinya mereka akan menyerang kita saat malam. Tohka, aku membutuhkanmu pada bagian pengawasan. Aku ingin kau berbaur dengan masyarakat lain sambil mengawasi mereka " ucap Naruto memberitahukan kenapa dia membagikan C.I'nya dan meminta bantuan Tohka " Jika kau menolak, sepupumu dalam masalah, jika kau bisa membantu, aku dan yang lainnya akan berterima kasih padamu karena bisa membantu kami " lanjut Naruto agar keraguan Tohka sedikit melemah
" Aku tidak mengerti, tapi akan aku coba " ucap Tohka akan mencoba membantu sambil memasang Incam yang di berikan Naruto ketelinganya.
" Baiklah dengan begini kita akan bersiap lebih dulu di Titik Pusat perangkap kita yaitu gedung utama konoha, kita juga akan beristirahat di sana sambil menyiapkan rencana " ucap Naruto menyelesaikan pembicaraannya dan setelah itu makanan pesanan mereka'pun akhirnya datang.
" Ayo isilah energi kalian lebih dulu, ini juga sudah siang dan kita membutuhkan Energi untuk melanjutkan perjalanan kita nanti " ucap Naruto mengambil sumpit di sampingnya.
" Ittadakimasu! "
.
.
Gedung Utama Konoha ( Tokyo )
14.45 PM
.
Setelah lama berjalan karena mereka juga sudah menempatkan beberapa titik naga mereka kecuali Naruto membuat mereka harus berjalan kaki menuju gedung utama konoha
Setelah sampai, mereka langsung memasuki gedung itu dan menuju lantai paling atas di mana sang pemimpin Konoha masih hidup di umurnya yang sudah tua. Pemimpin setiap kota di sebut dengan istilah masing-masing Kota, Hokage ( Konoha ), Tsuchikage ( Iwagakure ), Mizukage ( Kirigakure ), Raikage ( Kumogakure ), dan yang terakhir Kazekage ( Sunagakure )
Sreet~
Setelah sampai Mereka'pun memasuki ruangan itu dan di sambut hangat oleh pemimpin Konoha, Hiruzen Sarutobi.
" Konichiwa Jiji " Ucap Naruto sambil memeluk orang yang sudah dia anggap kakeknya itu.
" Konichiwa Naruto-kun " jawab Hiruzen membalas pelukan Naruto lalu mengelus rambu Asia yang ada di samping Naruto " Konichiwa mo Asia-chan " lanjut Hiruzen.
" Konichiwa mo Jiji " balas Asia sambil tersenyum.
" Jiji, bagaimana keadaan jiji? " tanya Naruto sedikit khawatir karena kakeknya itu sudah tua namun dirinya masih saja bertahan untuk menjaga kota Konoha.
" Ah, Daijoubu Naruto-kun, aku baik-baik saja " jawab Hiruzen tersenyum tipis.
" Syukurlah " gumam Naruto bernafas lega " Jiji, mereka adalah bagian dari kelompokku yang waktu itu aku beritahu melalui pesan. Mereka jugalah yang akan membantu kita menangkap pasukan Danzo " lanjut Naruto memperkenalkan seluruh kelompoknya.
" Hajimasitte, Hokage-sama " ucap semuanya lalu membungkukkan badan mereka memberi hormat.
" Tidak perlu seformal itu, jika kalian adalah bagian dari Naruto-kun, kalian bisa memanggilku juga kakek " Ucap Hiruzen sambil menepuk punggung Naruto
" Maaf Hokage-sama, kami merasa tidak pantas untuk hal itu " ucap Kiba halus, tentu saja dia menolak, memang seorang pemimpin menyuruh kalian memanggilnya layaknya keluarga itu ada hal yang tidak bisa di percaya.
Namun untuk saat ini, mereka tidak boleh Egois, walaupun pemimpin mereka sudah menganggap mereka seperti keluarga, tapi mereka juga harus ingat tingkatan mereka sebagai masyarakat.
" tidak perlu di paksakan Jiji, jika'pun kau memaksa mereka pasti akan tertekan " ucap Naruto sambil tersenyum tipis pada Kiba dan yang lainnya.
" Hahh~ Mungkin kau benar " timpal Hiruzen sambil menghela nafasnya.
" Bicara Rencana, apa Sayuri-chan telah datang Jiji? " tanya Naruto pada kakeknya, karena mengingat ada satu orang dari perusahaannya yang ikut membantu menyiapkan perangkapnya.
" Ah, maksudmu gadis berjaket biru berwajah cantik itu? Dia bersama Raynare dan Kalawarner " jawab Hiruzen sambil duduk di kursinya.
Sreet!
Tak berselang lama, datanglah yang di bicarakan, Sayuri memiliki rambut hitam sepanjang punggung, memakai kaos putih di lapisi jaket biru, memakai celana hitam panjang, memakai Headset penutup telinga yang di gantung di lehernya ( Karakter Flip Flappers )
" Ah, Naruto-san " gumam Sayuri ketika melihat Naruto sudah datang lalu mendekati Naruto
" Oh, Sayuri-chan, akhirnya kau datang " gumam Naruto ketika melihat Sayuri sudah datang " Apa kau membawanya? " tanya Naruto yang hanya di ketahui Sayuri maksud dari pertanyaan itu.
" Oh, tentu " jawab Sayuri sambil mengeluarkan tabung belah Hologram lalu membuka belahan itu lebar-lebar hingga memunculkan sebuah Hologram dengan beberapa data di sana " Ini dia Naruto-san " serah Sayuri lalu di ambil oleh Naruto.
" Arigato Sayuri-chan, kau sekarang bisa duduk di samping Asia-chan " ucap Naruto sambil mengelus rambut Sayuri hingga membuatnya merona tipis, sementara perempuan yang lain hanya bisa mengerucutkan bibir mereka cemburu.
" Satte, sekarang biarkan aku jelaskan rencana kita ".
.
Festival To Dragon Champions
19.00 PM
.
Di malam yang indah, di sebuah Festival yang ada di Nagoya akhirnya di mulai sejak 4 jam yang lalu. Naruto dan yang lainnya juga sudah datang ke festival itu sejak 1 jam yang lalu.
Naruto dan yang lain berjalan bersama sambil menghampiri beberapa kedai untuk membeli sesuatu kecuali Naruto yang selalu mengawas sekitar dengan Tohka yang membagi jarak 20 meter dengan mereka.
" Hmphh! Padahal aku juga ingin bersama mereka " ngambek Tohka sambil mengerucutkan bibirnya dan memainkan gulali di mulutnya, namun seketika pandangan Tohka teralih begitu melihat lima orang berjubah dan bertopeng ada di sampingnya sekitar 30 meter, melihat itu Tohka langsung memberi kabar.
" Naruto, aku melihat lima orang berjubah hitam di sampingku dengan jarak 30 meter " ucap Tohka, Naruto yang mendengarnya melirik sedikit dan benar saja ada lima orang berjubah hitam dengan topeng tengah berpura-pura membeli sesuatu.
" Aku mengerti " ucap Naruto lalu memencet sesuatu di incamnya membuat seluruh Incam di kelompoknya bersinar sesaat " Baiklah minna, kita mulai " ucap Naruto lalu berjalan ke arah lain, semua yang mendengar itu langsung berpencar. Lima orang yang di asumsikan The Black Army tadi langsung bergerak kembali dan mengikuti Naruto, Tohka yang melihat mereka bergerak langsung mengikuti dari belakang dengan jarak 10 meter agar tidak si curigai.
" Danchou, aku melihat tiga pasukan Black Army melewatiku tadi, sepertinya dia mengarah padamu " suara Julis terdengar di seluruh Incam kelompok Naruto.
" Di sini juga " ucap seluruhnya kecuali Julis dan Tohka.
" Hmm~ " gumam Naruto sambil melihat langit dan warga yang berlalu lalang di Festival " Baiklah, semua dengar! Sekarang pancing mereka dan bawa mereka ke tempat yang agak sepi dari warga dan kita mulai rencana selanjutnya " ucap Naruto memberi perintah lalu berjalan santai ke tempat lain bersama Asia
" Di mengerti! " balas semuanya.
" Asia, kau pergilah. Aku tidak ingin kau terluka " ucap Naruto berbisik pada adiknya.
" Tapi... " gumam Asia tetap khawatir dengan kakak sepupunya ini, bagaimanapun memang rencana yang sudah di siapkan hampir sempurna tapi tetap saja kekhawatiran melandanya.
" Hey, Daijoubu. Nii-san akan baik-baik saja, percayalah " ucap Naruto menghadapkan tubuh Asia ke arahnya untuk melihat kesungguhannya.
Asia hanya bisa terdiam ketika melihat tatapan Naruto yang menunjukkan kesungguhan, tekad dan sebuah janji yang akan di tepati, Asia hanya bisa menghela nafasnya dan memainkan dua jarinya.
" Kalau Begitu... "
Cup~
Untuk sesaat Naruto terpaku dan setelahnya mata Naruto melebar begitu sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, ya Asia mencium bibirnya dan mencuri First Kissnya.
" Berhati-hatilah Nii-san " lanjut Asia lalu berlari ke arah lain, Naruto yang masih terpaku seketika tersadar dan menyentuh bibirnya.
' Ku-Kuso, kenapa Asia menciumku tadi ' batin Naruto memerah wajahnya ' r-rasanya seperti... Lipglos'kah? ' batin Naruto nista ketika masih merasakan rasa bibir Asia.
" Naruto, mereka sudah 8 meter di belakangmu! " suara Tohka menyadarkan Naruto dan membuat Naruto langsung berlari cepat untuk melakukan rencananya.
.
Kirin and Saya Side
.
Di sisi Kirin dan Saya, mereka baru saja melewati empat pasukan Black Army dan setelah melewatinya Kirin dan Saya berbalik untuk melihat mereka dan yang mereka lihat ke empat black army mulai bergerak mencoba berlari dan saat itulah rencana mereka mulai.
" Hey! Tua bangka topeng! " ejek Saya keras membuat keempat Black Army itu berhenti dan berbalik ke arah mereka, dan Kirin dan Saya menunjukkan tiruan dari apa yang mereka cari.
" Kalian mencari ini " ucap Saya menunjukkan The Shaphire di tangannya.
" Itu.. " kaget Black Army bertopeng Anjing.
" Coba saja jika kalian bisa " ucap Saya lalu pergi ke sisi lain begitu juga Kirin, mereka membagi diri mereka sesuai rencana
" Dengar, rencana awalnya adalah kita akan berbaur dengan masyarakat hingga para Black Army juga masuk, saat itu juga aku yakin lima orang yang mengikuti kita bukan hanya mereka tapi juga pasti ada beberapa yang akan membantu mereka dengan berbaur pada masyarakat.
Maka dari itu aku ingin Tohka berada di belakang kita dengan mengawasi mereka dengan jarak 10 meter, setelah mendapatkan konfirmasi bahwa mereka terus mengikuti, maka kita akan langsung membagi kelompok, masing-masing satu kelompok 2 orang.
Setelah kita mendapatkan koordinat kelompok mereka yang lain saat itulah kita akan melakukan rencananya, yaitu membagi kelompok mereka ".
.
Tap! Tap! Tap!
Kirin terus berlari sambil menghindari berbagai warga yang berlalu lalang di sana memang tidak terlalu ramai pada jalur Kirin membuat Kirin dengan mudah melaluinya, di liriknya ke belakang dan dia melihat dua orang tengah mengikutinya dari Empat Black Army yang dia lihat tadi.
" Di sini Kirin, aku berhasil memancing 2 Black Army, sementara Saya-chan juga sepertinya di ikuti 2 orang, bagaimana selanjutnya? " ucap Kirin memberikan laporan.
" Terus giring mereka seperti di rencana " jawab Naruto terdengar di seluruh Incam " Bagaimana yang lainnya? " tanya Naruto.
" Aku dan Xenovia tadi bertemu dua Black Army dan sekarang kami telah membagi mereka, jadi kami di kejar satu black army " jawab Julis terdengar di seluruh Incam.
" Aku dan Irina juga bertemu enam Black Army dan masing-masing dari kami di kejar 3 black army " ucap Claudia juga memberi kabar.
" Aku dan Koneko bertemu 3 Black Army dan kami sudah membaginya, dimana aku di kejar 2 black Army sementara Koneko di kejar 1 Black Army " ucap Kiba juga memberi kabar.
.
Naruto Side
.
" Baiklah, kalian tahu harus apa, lakukan seperti rencana! " ucap Naruto sambil terus berlari dan mengetik hologramnya, setelahnya Naruto langsung menambah kecepatan hingga membuat Naruto tertutup dari pandangan para black army yang mengikutinya.
Para Black Army yang melihat Naruto menghilang mempercepat gerakan mereka dan ketika mereka mencoba mengejar Naruto di persimpangan festival mereka kehilangan jejak Naruto.
" Hey, dia di sana " ujar salah satu black army bertopeng monyet sambil menunjuk jalan yang di kanannya
" Bukan bodoh! Di di sana! " ujar black army bertopeng landak sambil menunjuk arah sebaliknya.
" A-Are, kenapa ada dua? " tanya Black Army bertopeng kelinci polos.
" Baka! Kalian cepat kejar yang itu sementara kita kejar yang di sana! " bentak Black Army singa sambil menarik anak buahnya yang bertopeng kucing dan kelinci, sementara Landak dan monyet mengejar arah sebaliknya.
Tap! Tap! Tap!
Naruto yang di kejar oleh black army bertopeng landak dan monyet, terus berlari di sebuah gang kecil karena dia sudah berlari keluar jalur dari Festival.
Setelahnya Naruto berhenti berlari karena jalan buntu dan dirinya hanya diam tanpa mengerakkan badannya lagi, setelahnya datanglah landak dan monyet yang menutup jalan Naruto.
" Menyerahlah Uzumaki-san, serahkan bola yang kau ambil dari Danzo-sama " ucap Black Army bertopeng monyet pada Naruto, namun Naruto sama sekali tidak bergerak sama sekalipun.
Dan beberapa detik setelahnya tubuh Naruto berubah menjadi hologram rusak dan menghilang perlahan.
" Apa?! " kejut Black Army landak tidak percaya.
" Hahaha, maaf aku bukanlah yang asli " ucap Naruto sebelum menghilang sepenuhnya.
" Kuso, kita di tipu! " kesal Black Army monyet berniat berbalik, tapi seketika dirinya di kejutkan akan banyaknya kepolisian Konoha, berserta pasukan andalan Konoha.
" Kalian dalam masalah "
.
.
Di sisi Naruto, Naruto terus berlari dari kejaran tiga pasukan black army, sambil berlari dirinya bisa mendengar teriakan, suara bahagia, tertawa, menyumpahkan seseorang terdengar jelas di Incamnya, sepertinya mereka berhasil itulah pemikiran Naruto.
Blar! Blar!
Seketika Naruto terkejut karena terjadi ledakan di belakangnya, dan dia baru sadar dirinya ada di gang sepi ' Shit! Aku lupa kalau aku sudah di luar ' batin Naruto mengetik Hologramnya hingga mengeluarkan Bola Mekanik kuning.
" Hyaa! " teriak kecil Naruto melempar bola itu pelan dan setelah dirinya di bawah bola itu, dirinya menghilang dengan kilat membuat ketiga black army itu berhenti berlari.
" Kuso di mana dia " kesal black army singa.
" Hoy " seketika ketiga black Army yang mengejar Naruto menoleh ke atas dan mereka melihat Naruto di atas sebuah gedung sambil meremehkan mereka " maaf, jika kalian ingin kalian harus bisa menangkapku " ucap Naruto mengejek tiga black army di bawahnya lalu kembali berlari hingga ujung gedung lalu melompat dari sana dan melanjutkan pelariannya dengan Skeatboardnya.
" Kuso! " kesal Black Army singa karena buruan mereka melarikan diri " beritahukan yang lain akan hal ini! " ucapnya lagi memerintahkan si kelinci untuk memberi kabar.
Sambil memberi kabar mereka memanggil naga mereka yang menjemput mereka dan mengejar Naruto kembali. Sementara Naruto dirinya memang sengaja membiarkan tiga black army yang mengejarnya memberitahukan keadaan dan mengejarnya. Itu di karenakan jika begitu maka mereka akan mengejar dirinya dan memudahkannya menangkap mereka.
Wush! Wush! Sruuuush! Blaaaaaar!
Dengan Lincah Naruto berbelok ke arah kanan dan kembali berbelok ke arah kiri hingga memasuki kota yang sepi dan dari belakang tiba-tiba datang sebuah roda api dan meledak di dekat Naruto dan membuat konsentrasi Naruto buyar.
Setelah Naruto menoleh dia bisa melihat sekitar seratus pasukan Black Army sudah mulai mengejarnya, Naruto yang melihat itu mendecih kecil lalu melajukan kecepatannya dengan cepat untuk melakukan rencana selanjutnya.
" Baiklah! Semua dengar lakukan Plan B, koordinat telah aku berikan, lakukan sekarang juga! " perintah Naruto melalui incam sambil menghindari serangan beruntun dari Black Army, untuknya bagian Kota yang telah di rencanakan telah di ungsikan dengan memindahkan Kota ke bawah tanah dan menggunakan Kota Palsu.
Kota Konoha memiliki rancangan Kota palsu jika terjadinya perang dan Seluruh Kota Konoha akan di pindahkan ke bawah tanah dan menggantinya dengan kota palsu dan menggunakan hologram untuk membuat di kota seperti ada orang tapi yang sebenarnya di kota tersebut tidak ada apa-apa.
Wush!
Seketika Naruto menghindar dan membuat sebuah bola api meleset, namun yang membuat Naruto terkejut adalah mendapati bola itu tengah mengarah pada sosok perempuan berambut kuning .
" Ka-Kau pasti bercanda bukan? " gumam Naruto kesal karena dalam situasi ini. Dengan cepat Naruto langsung turun menyalip bola api itu, namun tanpa di sangka bola api kedua menyusul di belakang Naruto.
Sreet! Sing! Twush! Blank!
Setelah mendapat jarak yang tepat, Naruto mengeluarkan palu mekaniknya dan memukul bola api yang akan menabraknya untuk terpental kembali, namun dirinya tidak menyangka akan ada bola kedua di belakangnya.
" Shit! " umpat Naruto.
Blaaaar!
Benar saja ketika kedua bola itu bertabrakan terjadi ledakan yang mementalkan Naruto hingga tidak sengaja menabrak perempuan yang dia selamatkan.
" Ittetete " gumam sang perempuan yang kesakitan.
" Argh! Gomenasai, kau tidak apa? " tanya Naruto pada perempuan di bawahnya.
" A-Ah, ya aku ahhh~ " seketika Naruto tersentak begitu perempuan yang di tanyai mendesah, dan seketika untuk kedua kalinya Naruto terkejut ketika menyadari bahwa dirinya tengah menindih gadis di bawahnya dengan tangan kirinya yang meremas dada perempuan di bawahnya.
" A-Apa yang kau lakukan!? " bentak perempuan di bawah Naruto dengan wajah memerah.
" Gomen, aku tidak sengaja! " balas Naruto cepat lalu menggendong gadis itu dan membawanya menghindar ketika sebuah serangan ke arah mereka.
" Ba-Baka! Cepat turunkan aku! " teriak perempuan itu memberontak begitu Naruto menggendongnya.
" Urusai! Kau bisa diam atau kita akan mati! " balas Naruto tetap berlari walau kesusahan sambil menuju Skeatboardnya yang tetap melayang rendah.
Sret! Swuuuuuuush!
Setelah menaikinya Naruto beserta perempuan yang di bawa langsung melesat bersama untuk menghindari kejaran para black army.
" Kuso! Kenapa juga kau ada di sini?! " umpat Naruto sambil terus menghindari setiap serangan yang di arahkan pada mereka.
" Aku juga ingin bertanya kenapa juga aku harus di gendong?! Cepat turunkan aku!? " balas perempuan itu memberontak.
" Urusai! Jika aku melepaskanmu kau bisa mati! " balas Naruto berusaha bertahan dari berontakan perempuan yang dia gendong.
Swush! Jrash! Sriing! Blaaaaar!
Akhirnya kelompok Narutopun datang dan menyerang beberapa dari pasukan Black Army. " Maaf Danchou kami terlambat " ucap Kiba terdengar di incam Naruto.
" Oh, baguslah! Kalau begitu pancing mereka kembali dan lakukan plan B " balas Naruto melalui incam hingga di dengar semua.
" Hey! Jika kalian ingin ini, coba saja kejar kami! " ucap Julis sambil menunjukkan The Shaphire miliknya lalu pergi bersama Claudia, Kirin dan Saya.
" Hoy! Muka aneh, jika kalian ingin, coba saja tangkap kami! " ejek Irina sambil menunjukkan The Shapirenya lalu pergi bersama Xenovia, Kiba dan Koneko pada arah sebaliknya kelompok Julis.
" E-Eh! Ada Dua? Atau Tigak? " gumam Black Army kelinci seperti orang bodoh.
" Uuuurrr, Baka! Kalian semua berpencar beberapa dari kita ikuti aku, kita kejar Uzumaki itu! Sisanya berpencar dan kejar mereka! " teriak Black Army singa memimpin sambil melesat bersama beberapa dari kelompoknya untuk mengejar Naruto, sementara sisanya membagi dua bagian sambil mengejar Kelompok Julis dan Kiba.
" Cepat! Turunkan aku di sini! " ronta perempuan yang terus di gendong Naruto.
" Kau bisa diam tidak! Tunggulah sebentar lagi! " balas Naruto semakin melajukan kendaraannya ketika para Black Army mulai mengejarnya
.
Kelompok Julis Side
.
Wush! Wush! Wush! Wush!
Julis beserta, Kirin, Saya dan Claudia saat ini tengah terbang bersama sambil menghindari para black army yang mengejar mereka dan tujuan mereka saat ini dalam menuju sisi lain dari Gedung Utama Hokage.
" Kuso, mereka cukup banyak, apa kita harus membunuh beberapa dari mereka? " tanya Julis meminta pendapat.
" Jangan, jarak kita tinggal beberapa meter, kita tunggu saja " balas Kirin membuat Julis sedikit tidak senang.
" Baiklah ayo kita percepat! " perintah Julis memacu naganya begitupun, Claudia, Kirin dan Saya
.
Kelompok Kiba
.
Sementara di kelompok Kiba, mereka akan mencapai Gedung Hokage, namun dirinya tidak melihat tanda-tanda dari Naruto
" Di mana Danchou? " gumam Kiba entah kepada Siapa.
" Kiba, itu Danchou! " teriak Irina menunjuk ke arah kiri ketika dirinya melihat di celah-celah gedung Naruto tak jauh dari mereka.
" Baiklah, kalian pergilah bagian ini aku urus! " ucap Kiba, Irina yang tahu tanda itu melempar The Shaphirenya ke arah Kiba dan Kiba menangkapnya, setelah mendapatkannya, Kiba'pun memacu naganya sementara Irina, Xenovia dan Koneko berbelok melakukan rencana sisa mereka.
" Kejar pirang itu! " ucap salah satu black army yang memimpin sementara lalu mengejar Kiba.
.
Sementara Naruto, Naruto yang sudah dekat dengan Gedung Hokage mengalihkan pandangannya dan dirinya bisa melihat Julis beserta yang lain tengah berusaha memancing para black army dam sekaramg menuju ke arahnya, Narutp menoleh ke arah sebaliknya dan dia melihat Kiba datang dari arah sebaliknya siap menabrak kelompok Julis.
" Kau ingin turun bukan? " tanya Naruto pada perempuan yang dia gendong.
" Tentu saja Baka! " balasnya sengit.
" Kalau begitu silahkan " tanpa Dosa, Naruto menurunkan perempuan itu dengan melemparnya ke depan.
Wush!
" SEKARANG! " Teriak Naruto hingga terdengar ke seluruh Kota lalu melompat untuk menyelamatkan perempuan yang dia lempar tadi.
Jeglek!
Seketika Lampu yang menerangi Kota Konoha palsu padam semua membuatnya seperti Kota Mati, para Black Army yang tidak bisa melihat menyipitkan mata mereka mencoba mencari kelompok Naruto, namun mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menghindar untuk bertabrakan.
Grep!
Sret! Twuuuuush!
Dengan tepat Naruto berhasil menangkap perempuan itu kembali lalu mendarat di Skeatboardnya yang menggunakan mode otomatis ketika pilot tidak ada dan akan mencari sendiri pilotnya. Naruto dan perempuan yang kembali di selamatkan Naruto akan menabrak tanah langsung berhenti begitu putaran mesin Naruto berputar keras membuatnya berhenti beberapa senti di atas tanah.
Wush! Braaak! Sriiiing! Craaang!
Seketika seluruh Black Army yang tidak bisa melihat bertabrakan bersamaan dan setelahnya sebuah Kurungan Besar keluar dari gedung Hokage dan menangkap seluruh Black Army yang di kirim Danzo.
Jeglek!
Lampu Konoha palsu'pun kembali bangkit dan membuat para Black Army hanya bisa melongo tidak tahu apa-apa, karena mereka sudah ada di kurungan sementara buruan mereka tengah terbang santai di depan mereka.
" Yatta! Kita berhasil! " teriak Irina senang.
" Fuuuhh~ Akhirnya berakhir juga " hela Julis karena perjuangan mereka selesai juga.
" Hahh~ Hampir saja " hela Naruto yang sudah tenang sekarang " Ne, Kau tidak Apa? " tanya Naruto.
" Baka! Baka! Apa yang baru saja kau lalukan hah! Kau ingin membunuhku ya! " balas Perempuan itu marah-marah sambil menyerang Naruto dengan menjambak rambut pirang Naruto.
" O-Oi, tenanglah! " ucap Naruto sambil berusaha melepaskan serangan brutal perempuan di gendongannya.
" Hyaa! Matilah! "
" AAAAAARGGGGGHH! KUSOYARO, YAMETTE! "
.
.
Setelah perdebatan kesalah pahaman tadi, akhirnya masalah itu terselesaikan dan mereka saat ini melihat pasukan Black Army yang tertangkap tengah di bawa ke tempat hukum berlanjut, Naruto yang merasa tugasnya selesai hanya bisa bernafas lega karena berkat bantuan Akame yang memberitahukannya mengenai ini, dia bisa membuat rencana dan menyiapkan persiapan terakhir untuk memenjarakan Danzo.
" Yokatta, selesai juga " gumam Naruto lalu menatap perempuan di sampingnya " kalau boleh tahu siapa kau? " tanya Naruto langsung pada perempuan yang dia tolong.
" Hmmph! Memangnya aku peduli dengan pertanyaanmu itu? " balas perempuan itu membuang wajahnya yang merona tipis.
" Hey, bukankah tidak sopan jika kau begitu pada orang yang menyelamatkan hidupmu? " ejek Naruto.
" Mana lebih baik itu dari pada orang yang tidak sengaja malah sengaja meremas dada wanita?! " balas perempuan itu sengit membuat wajah Naruto memerah, sementara yang lain syok mendengar itu.
" O-Oi! Itu memang tidak sengaja, lagi pula jika aku tidak tahu kau di bawahku! " balas Naruto mengungkapkan kejadian yang ada di pikirannya yang seharusnya terjadi.
" Heh! Orang yang sudah terpojok pasti mencari alasan " balas perempuan itu mengejek Naruto.
" Hey, itu memang tidak sengaja, lagi pula jika aku biarkan kau mati, nah mana lebih baik menurutmu kehilangan nyawa atau hanya mendesah karena tidak sengajaan? " ucap Naruto membalas ucapan perempuan di depannya sedikit vulgar.
" Memang lebih baik aku tidak mati, tapi jangan juga di remas kali?! " balas Perempuan itu setengah berteriak.
" JANGAN MEMULAINYA LAGI KUSOYARO!? " teriak Naruto marah, entah harus berapa kali dirinya itu tidak sengaja.
" Hmmph! " dengus perempuan itu memalingkan wajahnya kembali membuat tangan Naruto gatal untuk memukul kepala perempuan di sampingnya itu
" Huh! Sudahlah dari pada berbicara denganmu sebaiknya kami pergi saja " ucap Naruto mendengus lalu berjalan balik di ikuti kelompoknya yang masih diam tidak berbicara lagi.
" He-Hey! Matte, kau ingin meninggalkanku di gedung seperti ini! He-hey! Ma-matte! " teriak perempuan itu mencoba mengejar Naruto.
" Hmph! Bukankah kau tidak peduli? " dengus Naruto mengalihkan wajahnya agar perempuan itu tidak melihat wajahnya.
" Ba-Baiklah aku minta maaf kau puas!? " teriaknya kesal sambil mengembungkan pipinya.
" Hmph! Baiklah aku maafkan " balas Naruto sambil mendengus. Sementara semuanya hanya bisa terdiam melihat kejadian di depan mereka.
' Mereka tampak akrab dengan sifat mereka yang saling tsundere itu ' batin mereka.
" Saa~ Kita mulai dari awal, namaku Uzumaki Naruto, dan kau siapa? " tanya Naruto lagi.
" Um~ Namaku Namikaze Leafy, salam kenal Naruto-san " balas perempuan bernama Leafy sedikit canggung.
' Uzumaki? Aku pikir clan itu hanya tersisa kaa-san saja yang Uzumaki ' batin Leafy
' Namikaze? Bukannya itu clan yang di beritahu oleh paman tadi siang, aku pikir mereka semua sudah meninggal ' batin Naruto
Mereka berdua terdiam dengan pikiran mereka sendiri, Sementara Kelompok Naruto yang juga terdiam semakin canggung karena suasana yang menjadi hening.
" Ehem! " dehem Julis mencoba mencairkan suasana " Etto, Leafy-san aku ingin bertanya, kenapa kau bisa ada di kota palsu Konoha? " tanya Julis.
" Aku juga tidak tahu aku berada di kota palsu Konoha, aku juga tidak tahu perihal mengenai penangkapan mereka " jawab Leafy jujur, jika di pikir memang benar, seharusnya mereka membuat tanda bagi para masyarakat agar tidak memasuki Wilayah yang akan mereka gunakan.
" Souka " hanya itulah yang keluar dari bibir Julis, dirinya bingung harus menanyakan apa lagi.
" Leafy-san, di mana kau tinggal, tidak biasanya aku mendengar clan namikaze di konoha jadi aku pikir kau mungkin orang baru? " tanya Naruto lagi.
" Aku tinggal di Apartemen dekat Kyoto, aku baru saja datang kemarin, karena aku adalah peserta Dragons Champions " jawab Leafy.
" Peserta Dragons Champions? " tanya Naruto lagi.
" Um, aku memang bukan dari lima kota besar, tapi aku sebenarnya berasal dari pulau Hyotogaku " jawab Leafy lagi.
' Pulau Hyotogaku, bukankah itu tempat Whellgon berada ' batin Naruto terkejut ketika perempuan di depannya ini berasal dari pulau es di utara Konoha.
" Leafy-chan~! " Naruto dan yang lain yang mendengar sebuah teriakan di udara menoleh dan mereka melihat sosok perempuan berambut cokelat tengah terbang bersama pemuda berambut cokelat dengan naga yang warnanya sama seperti rambut mereka lalu mendarat tidak jauh dari mereka.
" Mereka siapa? " gumam Kiba bertanya-tanya.
" Mereka adalah kelompokku, tapi sepertinya hanya mereka saja yang mencariku " jawab Leafy.
" Hm, apa Leafy-san adalah ketua dari kelompokmu? " tanya Koneko basa-basi.
" Tidak, tapi Kirito-sanlah ketuanya " jawab Leafy sambil menunjuk pemuda berambut hitam bernama Kirito.
" Mou~Leafy-chan kau dari mana saja kami lelah mencarimu tahu! " ucap Perempuan berambut cokelat sambil mengembungkan pipinya.
" Hihihi, gomen Asuna-chan, aku tadi sedang jalan-jalan dan bertemu mereka " balas Leafy sambil menunjuk Naruto dan kelompoknya
" Begitu, kalau begitu perkenalkan Namaku Yuuki Asuna, dan pemuda di sampingku ini Kazuya Kirito-san " ucap Perempuan bernama Asuna.
" Namaku Uzumaki Naruto, ketua dari kelompok White fox, dan mereka adalah kelompokku, Julis, Kirin, Saya, Claudia, Xenovia, Kiba, Irina, dan Koneko, sementara satunya lagi adalah cadangan saja " ucap Naruto memperkenalkan dirinya beserta kelompoknya dengan perkataan terakhir yang membuat Tohka menatap sebal Naruto.
" Naruto? " gumam Asuna tampak berpikir.
" Huaam~ Sudahlah, Leafy-san kau sudah bertemu teammu, kami undur diri sekarang " ucap Naruto berjalan ke ujung gedung, sementara kelompoknya telah memanggil naga mereka lalu terbang menuju gedung DSA
" Etto.. Sedang apa kau ke sana? " tanya Leafy setengah berteriak.
" Tentu saja pulang, caraku pulang sangatlah berbeda, Matta Ashita " ucap Naruto menunjukkan Bola mekanik kuningnya lalu melompat dari gedung itu.
Leafy dan Asuna yang melihat itu langsung berlari ke tempat Naruto terjun tadi dan hal yang terakhir dia lihat adalah pusaran kuning yang lenyap secara perlahan.
" Etto... Tadi dia bilang namanya Naruto bukan? " tanya Asuna sekali lagi.
" U-Umm~ " jawab Leafy.
" shimatta! Aku lupa minta tanda tangannya! "
.
.
Gedung DSA
21.00 PM
.
Tuk! Tuk!
Setelah semuanya sampai di DSA, Asia langsung menyambut mereka dan membuat perayaan mereka, namun kecuali Naruto yang melamun sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja miliknya.
" Ne Danchou, apa kau masih memikirkan hal tadi? " tanya Kiba yang dari tadi melihat Danchounya melamun.
" Masalah yang mana? " tanya Naruto balik
" Meremas dada perempuan tadi " jawab Kiba tanpa dosa, tentu saja itu membuat seluruh kegiatan perempuan di sana berhenti terutama Asia yang menatap tajam kakaknya itu.
" Oi! Kora! Kenapa juga membahas itu lagi?! " tanya Naruto dengan wajah memerah.
" Aku pikir Danchou ingin meremas dada perempuan lagi, jadi dari tadi Danchou melamun " jawab Kiba tanpa beban.
' Ni Bocah ngajak berantem kayaknya, dia belum pernah rasain bagaimana rasanya nelen tiang listrik ' batin Naruto kesal karena perkataan Kiba tidak mendukung suasananya. Sebenarnya dirinya melamun mengenai clan Namikaze yang ada di nama Leafy, maka dari itu dia melamun.
" Benarkah itu Nii-san/Danchou? " tanya Seluruhnya begitu juga Tohka pada Naruto dengan Aura intimidasi.
" He-Hey, biar aku jelaskan dulu! " ucap Naruto panik.
" Kami tidak butuh! " balas Mereka berteriak lalu berlari ke arah Naruto yang semakin panik.
" O-OI! MA-MATTE! " teriak Naruto, namun hal terduga terjadi di luar pikiran Naruto, Naruto pikir dia akan di hajar, tapi dirinya malah di peluk oleh mereka " OI, APA YANG KALIAN LAKUKAN?! "
" Jika Danchou/Nii-san ingin meremas dada, Danchou/Nii-san bisa meremas dada Kami! " Teriak mereka sambil memeluk Naruto erat.
" E-EEHHHH! "
.
.
Home Made Kazoku - Nageroboshi
.
Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
( Layar memperlihatkan Naruto yang duduk di kursi kerjanya dari samping mulai bangun dari kursinya dan berjalan ke arah samping Kamera lainnya )
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
( Layar kembali dengan Asia dari belakang yang berjalan menuju teras rumah lalu menoleh ke atas melihat malam indah yang di tebari bintang-bintang indah )
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
( Layar kembali di ganti dengan Naruto dari belakang yang sudah sampai di teras Tempatnya )
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite
( Layar kembali di ganti dengan wajah Naruto dari samping yang mulai bersandar di pagar pembatas terasnya sambil melihat indahnya kota )
Fix Sound First
( Layar kembali di ganti dari belakang Naruto yang bersandar memperlihatkan Naruto yang tengah melihat kota konoha yang indah di malam hari )
Koko wa itsumo no kouen
Yakei ga mieru Suberidai no ue
( Layar kembali di ganti dengan gambar Julis yang duduk di jendela miliknya sambil menundukkan kepalanya lalu melihat langit malam yang indah )
Mukashi kara boku no tokutouseki
Nayami ga areba koko ni kurun desu
( Layar kembali di ganti dengan kirin yang tengah berendam di bathup miliknya lalu menoleh ke samping di mana dia bisa melihat indahnya malam melalui kaca-kaca di gedung DSA )
Ano koro no mama yume no tochuu de
Ima de kanaerarezu ni irun desu
( Layar kembali di ganti dengan Koneko, Tohka dan Saya yang duduk bersama di sebuah cafe sambil memakan camilan mereka lalu menoleh ke arah langit malam yang indah )
Moshikashite koko ga mou shuuten
Nante yowane wo haite shimaisou na hi mo aru
( Layar kembali di ganti dengan Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang berjalan bersama perlahan memberhentikan langkah mereka )
Demo sono tabi ni omoidasu
Nagareboshi wo sagashite ano hoshizora
( Layar kembali di ganti dengan jam milik Naruto yang menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tampak tidak memperdulikan pemberitahuan itu )
Chiisana koro no negaigoto wa
Ima mukashi mo kawaranai mama
( Layar kembali di ganti secara bergiliran dari tempat Julis, Kirin, Asia, Tohka, Koneko, Saya, Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang sudah tidak ada orangnya )
Fix Sound Second
( Layar memperlihatkan wajah Naruto yang mulai menoleh ke atas dengan tatapan sendu berserta senyum tipisnya )
Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang membelakangi Kamera, lalu dari belakang Kamera datang Asia yang langsung memeluk erat Naruto dari samping di ikuti Kirin yang menyusul yang juga memeluk Naruto dari sampingnya juga, lalu datang Koneko yang langsung memeluk erat Naruto dari belakang membuatnya tampak seperti di gendong Naruto karena lebih tinggi darinya, dan secara bersamaan sisanya datang dan bersandar di samping Naruto dengan raut cemburu, kecuali kiba )
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite
( Layar kembali di toleh dengan wajah Naruto yang baru saja menyadari kedatangan mereka, dan dirinya semakin panik ketika mereka mulai memeluknya massal dan Kamera bergerak ke atas memperlihatkan malam yang di taburi bintang indah )
Chap Selanjutnya
.
" Selamat datang para peserta Dragons Champions dari Manapun berada "
" Are? Bukankah kau yang waktu itu? "
" Aku mengajakmu tading?! "
" Hey, mana lebih bodoh mengejek status orang tanpa kau ketahui statusmu berada di tingkatan berbeda? "
" Itu... Delapan dari The Nine Legend Dragon "
[" Jadi para Saudaraku sudah berkumpul "]
.
Selanjutnya di NTDF, Chapter 9 : Pembukaan
.
TBC
.
Note : Yo~ Kembali lagi nih.
Bagaimana cerita di atas, pasti Geje banget kayaknya.
Bagaimana Ceritanya? Kali ini gak ada pertarungan hanya sebuah cerita geje beserta penangkapan para Black Army.
Sedikit saja untuk di sini, di sini akan ada beberapa karakter pilihan yang akan membantu alur cerita ini, seperti tadi Leafy, Asuna dan Kirito, mereka adalah Karakter dari SAO
Untuk di Chapter depan pembukaan Dragons Champion akan di mulai dan di chap 10 lomba Dragons Champions baru di mulai
Saa~ Sesuai janji saya akan menjawab beberapa Review di chap 6 dan 7
.
. Yami no kyuubi, Gabriel chan, Dragon hunter = 3 nama dari orang yang sama. Ya undah lanjut.
. merix = Bisa saja
. yellow flash115 = Akan di pikirkan
. .980 = sudah Lanjut
. Orang Asing Biasa = Udah.
. KidsNo TERROR13 = sudah
. Guest = Kedua Cerita itu masih dalam pembuatan, lagi beberapa kata saja, soalnya kurang inspirasi jadi agak low begitu
. Exo = Akan di pikirkan.
. Hamura = di chapter depan baru bisa di ceritakan.
. saputraluc000 = Um, terima kasih pujiannya.
. Asd = Ya.
. Namikaze Lucius : Tergantung, soalnya banyak cerita jadi bingung harus buat mana dulu
. Faisal771 = Tidak Bisa.
. LuciferYamaiMizore17 = Hahahaha, maaf lupa beritahu penjelasan Tohka waktu itu :P
. Andre iswandi378 = Sudah Up
. THE REAPER OF WORLDS = Udah
.
Yap itu saja yang bisa di jawab karena hanya itu Reviewnya ( Padahal berharap banyak :v )
Saa~ Sekian dari saya, maaf jika lama up dan tidak bisa up karena saya mengerjakan fic ini sendirian tanpa siapapun ataupun ide manapun, So! Sampai jumpa di chapter depan Jaa~
Please Review
