Flasback – Naruto berumur 12 tahun

.

Destrik Apartemen Blok 10, Kyoto

Selasa, 24 Maret 2085

18.00 PM

.

Di sore yang indah terlihat di jalan yang cukup sepi, terlihat dua orang berbeda gender tengah berjalan bersama menuju suatu tempat, perkiraan umur mereka berbeda satu tahun. Mereka adalah Naruto dan Asia, saat ini mereka tengah berjalan menuju sebuah apartement di mana di sana terdapat sosok kekasih Naruto sejak beberapa bulan lalu, dialah Shion.

Waktu itu saat tidak sengaja, Naruto menolong Shion saat sebuah ranting pohon besar akan menimpanya, dan sejak itu hubungan mereka'pun semakin dekat hingga saling berpacaran, namun mereka sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal lain selain berpelukan ataupun bergandengan tangan. Sejak kemunculan Shion, hidup Naruto sedikit mengalami perubahan dan dia menyukainya semenjak kepergian seseorang yang penting bagi Naruto setelah Shion

Saat ini mereka tengah menuju ke sana untuk membuat tugas bersama, karena kebetulan Asia memiliki tugas juga yang bisa di bantu Shion, Naruto'pun mengajak adiknya itu agar lebih dekat dengan Shion.

" Nee~ Nii-san, apa masih jauh? " Tanya Asia sambil mengembungkan pipinya.

" Sebentar lagi Asia-chan, kau sepertinya tidak sabar bertemu Shion-chan? " Jawab Naruto lalu bertanya kembali pada adiknya itu.

" Hmmpp~ Tentu saja, kita sudah berjalan jauh dari Akademi, lagi pula kenapa tidak meminta Tou-san saja yang mengantar kita dengan Huruko " jawab Asia sedikit ngambek dengan semakin mengembungkan pipinya dengan bibir mengerucut

" Aku tidak ingin seperti itu, aku juga harus menjaga jarak dengan Ero-jiji-hentai agar tidak tertular " balas Naruto mengangkat bahunya.

" Ero? " beo Asia polos.

" Sudah lupakan saja, aku tidak ingin otakmu tercemar " jawab Naruto cepat sebelum otak Asia menangkap hal-hal berbau mesum " Ayo, kita sudah sampai " ucap Naruto lagi lalu memasuki apartement yang di tinggali kekasihnya dan mencari kamar kekasihnya.

Setelah sampai Naruto akan mengetuk pintunya, namun tangannya berhenti ketika mendengar sesuatu yang menyakitkan baginya.

" Ahhh~ Ahhh~ Terushh~ yaahh~ "

" Shhh~ Dasar jalang, kau sungguh jalang himee~ "

Tangan Naruto yang akan mengetuk pintu mengepal hingga memperlihatkan uratnya, sementara Asia, Asia yang waktu itu sebenarnya sudah tahu mengenai hal-hal mesum namun dia rahasiakan dari kakaknya hanya bisa diam, di liriknya kakaknya yang di sampingnya yang tengah mengontrol emosinya bisa dia lihat beberapa tetes air mata mengalir ke pipi Naruto.

' Nii-san ' batin Asia Khawatir.

Sret! Duaak! Blaaar!

Tanpa di sangka, Naruto menarik dirinya lalu menendang pintu itu dengan keras hingga terpental memasuki dapur yang searah dengan pintu itu.

Setelahnya Naruto berjalan beberapa langkah hingga memasuki tempat pintu yang tendang tadi dan dirinya melihat kekasihnya tengah si setubuhi oleh orang seumurannya, karena sudah tidak tahan Naruto berlari keluar di ikuti Asia, namun sesaat sebelum pergi, Asia melirik tajam Shion lalu mengikuti kakaknya yang sudah jauh.

Sejak waktu itu, Naruto selalu menjaga jarak dengan perempuan dan kadang dirinya juga membenci perempuan yang ada di dekatnya walaupun mereka itu membicarakannya ataupun beberapa senti darinya, tapi hal itu tidak berlaku pada sisi keluarganya, teman masa lalunya sebelum Shion dan sejak saat itu, Naruto menutupi dirinya dari arti kata cinta..

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka ) #mungkin ada tambahan

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest! Dark Supranatural!

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu

.

Fix Sound First

( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )

Fix Sound Second

( Lalu muncul judul cerita ini )

Fix Sound Three

( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )

anata wa sugu ni anata o

( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )

tada no mono da to sagesumu

( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke kebelakang )

watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa

( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )

guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )

anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita

( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )

masshiro na yume o atsume ni yukou

( kamera kembali di ganti dengan bergerak kebelakang memperlihatkan Naruto yang tengah menaiki skeatboardnya di rute kiri bersama kelompoknya melesat bersama sambil menghindari berbagai serangan )

bouken ga iro o tsumuideiku yo

( Lalu layar memperlihatkan berbagai kelompok menyerang kelompok Naruto namun setiap serangan berhasil di hindari hingga dari balik asap keluar sosok astral berwarna hijau dengan sebuah sabit di tangannya )

Majiwaru

( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )

Fumihazusu

( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )

kawaridasu mirai ga temaneiteru yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )

Noriokurenaide

( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )

tooku demo zutto soba ni iru

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berhadapan dengan Vali )

tsunagu kokoro zutto hanasanai

( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama dan membenturkan senjata mereka hingga menimbulkan cahaya putih )

Fix End

( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )

.

Chapter 9 : Pembukaan

.

Rabu, 18 Oktober 2090

Akademi The Study Dragon

06.30 AM

.

Tap! Tap! Tap!

Di pagi yang indah di bulan Oktober, terlihat di sebuah lorong akademi the study dragon di konoha, terdapat pemuda berambut pirang saat ini tengah berjalan sambil menatap beberapa lembar kertas di tangannya, matanya Fokus menatap kertas itu dan terus berjalan tidak peduli apa yang akan di tabraknya nanti.

Tapi baginya tidak masalah, lagipula mana ada orang yang datang cukup pagi, seketika langkahnya terhenti begitu melihat data dari seseorang yang sudah lama menyakiti hatinya, dirinya membaca data orang itu dengan diam dan dia melihat lambang phenex di data itu menunjukkan bahwa orang itu adalah anggota dari kelompok Phenex.

" Hahhh~ " Naruto mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan untuk mengatur emosinya yang bisa keluar kapan saja.

Setelahnya Naruto'pun melanjutkan langkahnya hingga berhenti di sebuah ruangan kepala sekolah Akademi di mana tempat neneknya berada dan masuk tanpa permisi.

" Naruto, setidaknya ketuklah pintunya dasar cucu bodoh!? " Naruto yang masih fokus membaca data di tangannya mengalihkan pandangannya ke arah neneknya.

Seketika Naruto membatu di sana ketika melihat neneknya yang rupanya tengah berganti baju dan untungnya neneknya itu sudah menggunakan bagian bawah dan dalaman pada dadanya, wajah Naruto seketika memerah sempurna dan langsung menutup wajahnya dengan data di tangannya lalu membalikkan badannya.

" Go-Gomen Baa-chan, silahkan lanjutkan kegiatanmu " ucap Naruto, dirinya benar-benar malu sekarang, melihat neneknya tengah berganti baju.

" Berbaliklah Naruto, aku sudah selesai " Perintah Tsunade, namun Naruto sedikit ragu " Ayolah, aku sudah berpakaian " paksa Tsunade.

" Hahh~ Baiklah " balas Naruto lesu lalu membalikkan badannya dan benar saja neneknya sudah berpakaian dan tengah duduk di kursinya sambil membuang wajahnya dan melipat tangannya di bawah dadanya membuat kedua asetnya itu semakin besar.

" Ada Apa kau kemari Naruto? Kau itu tidak tahu malu, apa kau tidak malu melihat tubuh nenekmu sendiri? " tanya Tsunade dengan nada sedikit kesal.

" Hey, aku juga tidak menyangka akan hal begitu, lagi pula apa yang salah dengan tubuh nenek, tubuh nenek masih cantik bahkan lebih sexy " jawab Naruto dan entah kenapa bibirnya mengucapkan hal vulgar secara halus.

" Apa kau bilang? " tanya Tsunade memastikan walaupun dirinya mendengar.

" A-Ahh... Ti-tidak bukan apa-apa " jawab Naruto pucat basi ketika menyadari mulutnya mengatakan sesuatu yang akan membuat neneknya marah " Lagi pula, kenapa Baa-chan menerima Hamayana-san di sekolah ini? " tanya Naruto sambil menyebutkan marga shion.

" Are, aku pikir kau senang akan kedatangannya? " tanya Tsunade bingung, namun Naruto hanya diam dengan raut datar.

" Hahh~ Sepertinya kalian dalam sebuah masalah " gumam Tsunade menghela nafasnya " Kita kesampingkan saja itu, Naruto kau pasti tahu kenapa aku memanggilmu ke sini bukan? " tanya Tsunade.

" Um, tapi Kenapa juga harus aku yang melakukan ucapan penyambutan? " tanya Naruto sedikit malas " Jangan bilang baru aku pintar berbicara Baa-chan menunjukku? " tebak Naruto.

" Salah satunya itu, tapi selain semua di sini, hanya kau yang tegas, pintar dan berwibawa dari yang lain, maka dari itu aku menunjukmu " Ucap Tsunade membenarkan.

" Hahh~ Kenapa juga harus aku " desah Naruto malas

" sudahlah Naruto, lakukan saja " tuntut Tsunade.

" Hahh~ Ha'i-Ha'i " balas Naruto menghela nafasnya pasrah " Lalu mengenai delapan dari The Nine Legend Dragons Beast, bagaimana bisa para penunggang dari delapan naga itu bisa ikut lomba ini?

Jika dipikirkan, seharusnya kedelapan Naga itu tidak boleh mengikuti Dragons Champions ini karena mereka adalah Naga yang cukup berbahaya, apa lagi jika dalam pertarungan kedelapan naga itu tidak segan-segan melakukan serangan pada kota dan juga membunuh para warga. Bagaimana bisa pemerintah Konoha, Jiji dan para tetua Konoha bisa membiarkan itu? " tanya Naruto menyampaikan spekulasinya mengenai delapan penunggang dari delapan The Nine legend Dragon beast.

" Seperti yang aku duga otakmu memang pandai mengambil hal yang menganjal Naruto " puji Tsunade, bahkan dirinya tidak pernah hampir berpikir ke sana " memang benar Seharusnya mereka tidak boleh mengikuti lomba, tapi para Tetua memaksa Hiruzen-sensei untuk menyetujui hal ini, kau pasti tahu para tetua kota kita sangatlah egois dan keras kepala, bahkan tidak bisa di bantah. Apa lagi dengan si Pak Tua pemimpin bawah tanah Konoha, dia seolah mencuci otak mereka agar menuruti perkataannya " jelas Tsunade mengenai kenapa para Delapan penunggang dari the nine legend dragon beast bisa ikut.

" Jika Danzo, memang melakukan itu, itu artinya kemungkinan besar dia berencana melakukan kerja sama dengan salah satu penunggang Naga dari The Nine Legend Dragon atau bisa dia bekerja sama dengan mereka semua untuk menghancurkan Kota dan Membunuh Jiji.

Baa-chan tahu sendiri, dia sudah lama mengincar kedudukan Hokage di kota kita, aku merasakan niat Danzo bukanlah hal baik selama Dragon Champions ini berlangsung. Jika Danzo memang bekerja sama dengan mereka atau lebih parahnya dia sudah menyiapkan pasukan dengan negara lain, dengan kata lain ini bisa menjadi Kudeta Kota " ucap Naruto lagi mengeluarkan segala unek-uneknya yang menyangkut Danzo.

" Mungkin itu memang benar... " gumam Tsunade mencoba berpikir mengenai spekulasi ucapan Naruto, jika di pikirkan kemungkinan 90% ucapan Naruto bisa saja terjadi " Naruto, kau bersiaplah sambut para peserta, aku akan mengabari Hiruzen-sensei mengenai ini dan melakukan pengamatan ketat " perintah Naruto.

" Sebaiknya jangan Baa-chan, jika Baa-chan lakukan sekarang, kemungkinan besar rencana mereka bisa berubah dan melakukan strategi lain atau mereka bisa saja membuat rencana baru yang lebih hebat. Untuk saat ini kita ikuti saja alurnya " ucap Naruto membuat Tsunade mendecih kesal karena baru menyadari hal ini.

" Apa Boleh buat " gumam Tsunade akhirnya berusaha rileks " Naruto kau pergilah, lakukan tugasmu " Lanjutnya.

" Hmm~ Ha'i, Jaa~ sampai bertemu nanti Baa-chan " pamit Naruto lalu keluar dari ruangan itu.

.

Aula Akademi

08.00 AM

.

Terlihat di Aula Akademi, sudah berkumpul berbagai peserta Dragons Champions dari berbagai Kota, di aula terjadi keributan yang besar karena mereka menunggu salah satu ketua panita penyambutan mereka namun mereka belum di sambut juga membuat semua berbincanh satu sama lain hingga aula itu bergema.

" Hahh~ Danchou kemana " gumam Julis sambil melihat kanan kiri tapi dirinya tidak melihat Naruto.

" Etto, aku baru mendapat kabar kalau Danchou yang akan berpidato nanti, jadi kau tidak perlu mencarinya lagi julis-chan " jelas Claudia baru ingat akan tugas Naruto.

" Kenapa kau baru memberitahuku? " tanya Julis kesal dengan bibir mengerucut.

.

.

" Sepertinya mereka benar-benar sudah siap " gumam Seseorang berambut pink, bernama Sakura yang melihat kelompok Naruto telah berkumpul tak jauh dari kelompoknya.

" Heh! Besok adalah awalnya, mereka pasti akan kalah besok, kita juga sudah berlatih di rute lomba kita tidak mungkin kalah " ucap Issei dengan sombongnya

" Hahh~ Kau terlalu sombong Issei, belum juga lomba " ejek Kiba Inuzuka pada temannya itu.

" Urusai Kutu Anjing! "

.

.

Sing! Bziiit!

Seketika semua mengalihkan pandangan mereka ketika tiga Hologram besar muncul mengelilingi mereka, dan di depan mereka menampakkan Naruto yang tengah berjalan malas ke depan hingga berhenti di meja pidato.

" Hahh~ Padahal aku tidak mau tapi sudahlah " suara Naruto menggema di aula itu " " Selamat datang para peserta Dragons Champions dari Manapun berada " lanjut Naruto, namun untuk kali ini tidak ada yang menjawab semua terdiam.

" Hehh~ Aku pikir akan ada balasan, tapi kenapa semua diam seperti batu " gumam Naruto tanpa sadar hingga terdengar mereka " Hahh~ Masa Bodoh. Baiklah kita mulai saja, perkenalkan saya Uzumaki Naruto, saya adalah orang yang menyambut kalian di sini, dan saya bukan panitia ini di karenakan seorang nenek memaksaku untuk melakukan ini " ucap Naruto membuat semua kembali diam.

" Hahh~ benar-benar memalukan Danchou " gumam Xenovia menepuk jidatnya karena Danchou mereka yang sepertinya tidak memiliki niat untuk hal ini.

" Hoy Pirang kau ini melawak atau apa?! " tanya salah satu peserta merasa bosan dengan Naruto.

" Tentu saja Berpidato, kau pikir untuk apa aku di sini " jawab Naruto " Hahh~ Kita langsung saja, setelah empat tahun yang lalu, kita tahu bahwa Dragons Champions selalu di adakan Konoha dan kita tahu bahwa dari ke empat lomba itu dua di antaranya di menangi oleh Uchiha Sasuke dan Hyuga Hinata.

Dan sekarang lomba tersebut telah memasuki masa kelimanya dengan berbagai lomba yang semakin Ekstrim, Kali ini Di Dragons Champions kali ini berbagai lomba telah di buat yang pastinya sudah kalian ketahui jadi tidak perlu aku jelaskan lagi.

Dan di hari ini kami merasa tersanjung kedatangan kalian kembali dalam Dragons Champions ini kembali dan pesertanya lebih banyak dari empat tahun lalu, kami merasa sangat senang akan kedatangan kalian di kota Konoha ini dan berpatisipasi mengikuti lomba ini.

Tapi sebelum melakukan pembukaan Dragons Champions, saya akan mengucapkan satu hal. Tidak penting siapakah kau, Tidak penting siapakah dia, jangan menyerah jika masih ada peluang untuk maju, jika menyerah maka tamatlah sudah, jika kita bangkit maka kita akan mencapai apa yang kita inginkan, tidak penting jika nanti kau kalah ataupun menang, jika sudah berusaha hingga sebisa kita hingga tempat kita bisa mencapai tujuan itu maka banggalah akan diri kalian, dengan begini Dragons Champions Dibuka! " ucap Naruto panjang lebar lalu berteriak tegas hingga menggema di aula itu.

" HOOOOAAAAAAAAAAA! " seketika semua bersorak semangat hingga aula itu semakin berisik.

" Hehh~ Tidak buruk untuk memberi semangat pada mereka " gumam Irina melihat semangat para peserta

" Baiklah sudah cukup untuk teriakan semangatnya " ucap Naruto memberhentikan teriakan semangat para peserta " Seperti yang kalian tahu, besok adalah Lomba Dragons Champions di mulai, namun sebelum itu aku ingin kalian memberikan seluruh data kalian kembali untuk melakukan Konfirmasi pendataan ulang. Aku beri kalian waktu 10 menit dan berikan pada dua panitia di sana, mereka adalah Sona Sitri dan Serefall Sitri " perintah Naruto sambil menunjuk Sona dan Serafall yang ada di sebelah kanan Aula.

Semua yang mendengar itu langsung melakukan yang apa di katakan Naruto, selagi menunggu, Naruto berjalan mendekati kelompoknya yang tengah mengumpulkan data mereka.

" Oh, Danchou aku tidak sadar kau kemari " gumam Saya ketika melihat Naruto sudah di sampingnya.

" Ne Danchou, yang tadi tidak buruk ne? " sindir Kiba membuat Naruto mendelik pada Kiba.

" Urusai Barbie, jika kau di sana, aku yakin akan lebih buruk lagi " balas Naruto tajam " Lagi pula aku tidak memiliki niat untuk hal ini, tapi Aku di paksa oleh Baa-chan " Balas Naruto sambil melipat tangannya di dada.

" Lalu, mengenai pengumpulan data ini, ini pasti bukan hanya untuk Konfirmasi lomba saja bukan Danchou? " tanya Kirin yang tahu kenapa harus melakukan pengumpulan data kembali.

" Memang, jika kalian tahu sifatku maka kalian tahu kenapa aku mengumpulkan data " ucap Naruto membuat semua di sana hanya tersenyum tipis pada Danchou mereka, selain pintar Danchou mereka jugalah licik.

" lalu, setelah ini apa kegiatan selanjutnya Danchou? " tanya Koneko.

" Setelah ini, Baa-chanlah yang mengambil alih, tapi untuk kita, kita sudah selesai, kita keluar saja dari sini " jawab Naruto lalu berjalan menuju pintu aula, namun langkahnya terhenti ketika bertemu orang yang kemarin malam dia tidak sengaja temui

" Kau? Bukankah kau yang waktu itu? " gumam Naruto ketika melihat orang di depannya.

" Ya, Ini Aku, Kirito " jawab Orang bernama Kirito mencabut pedang hitam di punggungnya " Aku mengajakmu tanding!? " lanjutnya langsung menodongkan pedangnya ke arah Naruto, seketika semua di aula yang mendengar itu menoleh ke tempat mereka.

" Maaf, tapi kau sendiri tahu peraturannya bukan, di larang bertarung sebelum lomba di mulai " ucap Naruto memberitahu.

" Baka! Lomba sudah di buka, dengan kata lain Lomba di mulai! " balasnya langsung menebaskan pedangnya ke arah Naruto " Walaupun statusmu di bilang jenius ternyata kau itu tetap bodoh! "

Wush! Syut! Duaaggh!

Merasa mudah, Naruto menghindari serangan itu lalu menendang dagu Kirito hingga mundur beberapa langkah.

" Hey, mana lebih bodoh mengejek status orang tanpa kau ketahui statusmu berada di tingkatan berbeda? " tanya Naruto dengan raut datar dengan posisi kaki kanan naik karena habis menendang dagu Kirito

" Kau seharusnya malu, menyerang lawan yang tidak memiliki senjata, bahkan persiapan " ejek Naruto memperbaiki posisinya " Walaupun Dragons Champions di buka, bukan berarti kau bisa mengajak bertarung seseorang. Kau seharusnya berpikir jika kau melakukan itu, itu bisa saja membuat sebuah kesalahan fatal kau tahu " peringat Naruto tajam pada Kirito

" Heh, apakah kau takut hingga menggunakan alasan itu? " ucap Kirito memandang lemah Naruto lalu menebaskan kembali pedangnya ke arah Naruto

Tuk!

Dengan mudah Naruto menahan pedang itu dengan menjepit ujung pedang itu dengan dua jarinya hingga mengeluarkan darah, semua yang melihat itu terbelak karena kenekatan Naruto, namun berbeda beberapa orang yang tahu kenapa Naruto melakukan itu.

" Hahh~ Padahal aku sudah memperingatkanmu. Senpai, bolehkah aku memberikannya serangan balasan, berikan aku waktu 1 menit saja " desah Naruto lalu menatap ke arah Serafall meminta izin

" Etto... Setelah di pikir, karena Kazuto-san yang memulainya, baiklah " jawab Serafall sedikit Ragu.

" Arigato " ucap Naruto lalu menoleh ke arah Kirito kembali " Satte, untuk mempercepat aku ingin katakan sesuatu padamu " lanjut Naruto.

Siing

Seketika Tangan Naruto yang menahan pedang Naruto bergerak kedepan dengan menembus tangan Naruto, bahkan tubuh Naruto yang melewati pedang Kirito tertembus seolah tubuh itu hanyalah bayangan.

" Aku benci, berlama-lama " lanjut Naruto dengan tajam.

Duak! Duak! Duak!

Tanpa di duga dari ketiadaan muncul Tiga Naruto yang memukul Kirito di bagian dagu dan punggungnya hingga melayang. Saat akan membuka matanya, dirinya di kejutkan di atasnya terdapat Naruto lain dengan sebuah palu besar di tangannya.

Duak! Syuuuuut~

Dengan keras Naruto memukul Kirito hingga terpental jauh dan terseret di lantai hingga keluar dari Aula.

Tap! Siing

Setelahnya Naruto mendarat dengan sempurna dan Naruto lainnya yang tidak memegang senjata langsung menghilang meninggalkan Naruto asli.

" Hahhh~ padahal aku sudah bilang bukan " gumam Naruto menghela nafasnya sambil menaruh senjatanya di pundak " Satte, apa masih ada yang ingin menggangguku? " tanya Naruto menatap sekeliling yang hanya diam

" Kalau tidak, baguslah " lanjutnya lalu. Menghilangkan senjatanya lalu berjalan keluar melewati tubuh Kirito yang pingsan, sementara para kelompoknya sedikit tersentak ketika menyadari bahwa ketua mereka sudah jauh lalu mengikuti ketua mereka itu.

" Bagaimana menurutmu Bee? " tanya sosok perempuan pada sosok pria bertubuh besar di sampingnya.

" Oh~ Yeaah~ dia boleh juga, aku suka gayanya itu yeahh~ " jawabnya sambil ngerap.

" Melihat rambutnya tadi mengingatkanku akan kejadian waktu itu " gumam sosok pria tua berjanggut ketika melihat wajah Naruto.

" Apa kau tertarik melawannya nanti? " tanya seseorang bertubuh kecil pada sosok pria di sampingnya dengan pedang besar si belakangnya.

" Huh, tentu saja, lagi pula aku tertarik melawan senjata besarnya itu " jawab pria itu menyeringai.

.

" Hahh~ Baka Kirito, padahal orang yang di lawannya adalah bukan orang sembarangan " gerutu perempuan berambut cokelat melihat kenekatan rekannya.

.

" Ne Danchou, kita mau kemana? " tanya Julis sambil berusaha mengikuti langkah ketuanya.

" Kita akan menemui Okaa-san, dan Kurama ada yang ingin aku katakan pada mereka " jawab Naruto sambil tetap berjalan.

" Nii-san matte! " teriak Asia berusaha mengejar kakaknya yang sudah jauh itu " Mo-Mou~ Kenapa Ni_ Kyaaa! " seketika Setelah sampai di samping kakaknya dia harus di buat terpekik begitu Naruto menggendongnya ala Bridal Style.

" Diam, dan jangan memberontak " ucap Naruto tidak memperdulikan adiknya yang berusaha turun karena menurut Asia ini memalukan.

.

Dead Forest

11.00 AM

.

Sementara itu, di hutan kematian. Saat ini terlihat para naga Kitrugon tengah melakukan kegiatan biasa mereka, bagi mereka melakukan kegiatan yang sama sangatlah membosankan, namun mau bagaimana lagi. Mereka telah berada di jangkauan Konoha, keluar persembunyian akan sama saja membuat mereka dalam masalah.

Telinga Whitegon yang mendengar sebuah suara derap kaki membuka matanya dan dirinya melihat Naruto beserta kelompoknya dan adiknya yang dia gendong datang ke tempat mereka.

" Ohayo Okaa-san, Gomen aku baru bisa berkunjung kembali " sapa Naruto sekaligus meminta maaf.

[" Ohayo Naruto-kun, Daijoubu Aku tahu kau sangat sibuk akhir ini, apa lagi Dragons Champions akan di mulai besok, kau pasti sangat sibuk sekali "] ucap Whitegon memaafkan Naruto, melihat Naruto datang seketika rasa bosannya menghilang entah kemana.

" Ya begitulah " gumam Naruto singkat lalu menurunkan Asia dari gendongannya " Lalu Okaa-san, dimana Kurama ada yang ingin aku katakan padanya " tanya Naruto karena tidak melihat Kurama.

Swush! Drap!

Seketika yang di bicarakan pun datang dan mendarat tidak jauh dari mereka, bisa di lihat Kurama tengah membawa persediaan makanan untuk kelompoknya berupa Ikan yang banyak.

[" Hahh~ Yang benar saja. Kenapa aku harus melakukan ini White, kau ingin membuat reputasiku hancur? "] tanya Kurama tajam pada Whitegon.

[" Huh! Itu sudah sepantasnya, kau pikir siapa yang rakus memakan persediaan kita "] balas Whitegon acuh.

[" Cih, kau ini "] decih Kurama kesal [" Oh, Kau rupanya di sini Gaki, ada apa kau kemari? "] tanya Kurama ketika melihat Naruto, jujur saja ketika tidak ada Naruto entah kenapa dirinya merasa kesepian.

" Yo Kurama, sebenarnya aku datang ke sini hanya ingin memberitahukanmu sesuatu mengenai para Saudaramu " jawab Naruto sambil duduk di dekat Whitegon, Kurama yang mendengar itu bingung.

" kau pasti tahu kenapa kau di juluki The Nine legend Dragons Beast " ucap Naruto penuh teka-teki

[" Jadi para Saudaraku sudah berkumpul "] gumam Kurama akhirnya mengerti maksud perkataan Naruto.

" Ya begitulah, tapi aku belum sempat menemui mereka " ucap Naruto sambil mengambil delapan data dari penunggang naga The Nine Legend Dragons Beast " Aku boleh bertanya Kurama, ini mengenai kemampuan dari kedelapan Saudaramu? " tanya Naruto sambil menoleh ke arah Kurama yang tidak jauh di sampingnya yang tengah mendudukkan badannya di sebuah batu

[" Heh~ Apa kau bertanya itu, untuk lomba itu? "] gumam Kurama sedikit tertarik [" Tapi asal kau saja gaki, apa kau yakin bisa mengatasi mereka? Salah satunya, Ichi, Ni, Go, Roku, dan Hachi, mereka bukanlah naga sembarang terutama Hachi "] tanya Kurama.

" Ichi, Ni, Go, Roku dan Hachi. Apa yang kau maksud adalah Shukaku, Matatabi, Kokuo, Saiken dan Gyuki? " tebak Naruto ketika mendengar kata angka dari Kurama.

[" Seperti Biasa otakmu sangat pintar dalam mengerti hal ini Naruto-kun "] puji Whitegon senang akan kepintaran Naruto.

" Itu artinya, kekuatan mereka sangatlah berbahaya, aku juga pernah membaca di buku sejarah bahwa mereka memiliki kekuatan element yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu Kekkei Touta dan Kekkei Yougota

Kekkei Touta sendiri adalah kekuatan yang memiliki tiga element yang saling menguntungkan, seperti Shukaku yang berelement pasir, kekuatannya adalah Petir, Angin dan Tanah, lalu matatabi berelement Petir, Api dan Angin, lalu Kokuo yang memiliki element yang tinggi di banding Kekkei Touta, yaitu Kekkei Yougota, penggabungan empat element, element Kokuo adalah Api, Air, Angin dan cahaya, lalu Saiken, Saiken memiliki kekuatan Element Air, Api, Angin dan Racun, dan yang terakhir Gyuki dia memiliki Element Air, Petir, Cahaya dan Tinta " timpal Julis sambil memberitahukan seluruhnya yang dia tahu pada Naruto

[" Sepertinya kau cukup pintar seperti gaki ini, Oujo-Gaki "] puji Kurama berisi ejekan yang membuat julis kesal.

[" Sopanlah sedikit Kurama, kau itu tidak mengerti perasaan perempuan ya? Pantas kau sampai saat ini Jomblo "] peringat naga kitrugon berwarna hijau berisi ledekan pada kurama.

[" Diamlah kau, rumput busuk! "]

" Mengenai itu, aku sebenarnya tidak akan pernah menggunakan senjata ini, tapi kemungkinan senjata ini sajalah yang bisa melawan mereka " gumam Naruto sambil mengetik hologramnya.

St! St! St! St! St! St!

Grep! Bziiit!

Setelahnya dari dalam jam Naruto keluar beberapa biji kecil dan setelahnya Naruto meremas satu biji paling tengah hingga berubah menjadi pedang dengan gagang berwarna hitam putih, berisikan lambang yin dan yang. Setelahnya beberapa biji yang mengelilingi pedang itu berubah menjadi berbagai senjata dengan di kelilingi aura-aura aneh.

Semua yang melihat senjata yang baru di keluarkan Naruto terdiam kecuali Asia yang terkejut karena mengetahui senjata yang di keluarkan Naruto.

" Nii-san, jangan bilang kau akan menggunakan Juunitsu Seiketsu Majuryuu? " tanya Asia setengah berteriak.

" Juunitsu Seiketsu Majuryuu? " beo Irina

" Itu adalah nama senjata yang ada di depan kalian, mereka adalah senjata element berdasarkan element di bumi, tanah, Angin, Air, Petir, Api, Es, Alam, Kegelapan, Cahaya, Partikel, Atom, dan Zat. Kedua belas element yang mewakili satu pedang yang mewakili element bumi, Yaitu pedang Jukitetsu pedang berelement Yin dan Yang yang mengendalikan seluruh element.

Namun karena kekuatannya sangat dahsyat, bisa saja sang pengguna mati begitu menggunakan beberapa teknik saja, Nii-san dengan susah payah harus membuat senjata itu dengan mencari setiap unsur element tersebut. Tapi Nii-san jika kau menggunakan mereka kau bisa... " jelas Asia mengenai senjata yang di keluarkan Naruto dan meminta Naruto agar tidak menggunakan pedang itu.

" Aku tidak akan menggunakannya jika terpaksa Asia-chan, bagaimanapun juga mereka akan di gunakan juga pada akhirnya " ucap Naruto, membuat Asia menangis diam lalu memeluk kakaknya yang ada di sampingnya itu.

" Berjanjilah.. Hiks.. Hiks.. Nii-san jangan menggunakan mereka " pinta Asia sambil menangis di dada kakaknya

" Aku tidak bisa, Asia. Tidak mung... "

[" Kau tidak perlu takut Naruto-kun "] ucapan Naruto seketika terpotong begitu Whitegon berucap membuat semua menoleh ke sang naga putih [" Apa kau masih ingat dengan lingkaran yang ada di dadamu? "] tanya Whitegon membuat alis Naruto naik sebelah.

" Tentu, memang ada apa dengan hal itu? " tanya balik Naruto.

[" Waktu itu aku telah memberikanmu sedikit kekuatanku, Sentrimaria. Teknik penyembuhan milikku yang bisa menyembuhkan atau melonggarkan masa penyakit dari orang ataupun naga yang aku sentuh "] jawab Whitegon menjelaskan tentang tekniknya

" Maksud Whitegon-san? " tanya Koneko bingung.

[" Ne Naruto-kun, bukankah kau merasakannya sendiri? Bagaimana rasanya kau menggunakan teknik-teknik kuat dengan batas waktu yang lebih lama di banding seharusnya? "] tanya balik Whitegon, membuat Naruto tersadar akan arti dari ucapan Whitegon.

" Kau benar " gumam Naruto baru sadar.

" Etto, maksudnya apa ya? " tanya Claudia bingung

" Apa kalian tidak sadar, dalam setiap pertarungan aku menggunakan teknik-teknik kuat untuk bertarung, apa lagi aku membagi diriku dengan kata lain, seharusnya Blood Conecting Weapon lebih cepat, tapi setiap aku melakukan itu, entah kenapa pada batas waktunya seharusnya aku merasakan rasa sakit, tapi waktu itu entah kenapa rasa sakitnya muncul lebih lama dari batas waktu " jelas Naruto maksud dari pembicaraan mereka.

" ... Memang benar sih, aku juga baru menyadarinya " gumam Kiba sambil mengusap dagunya.

" Jika begitu, berarti kemungkinan terbesarnya adalah Aku hanya bisa bertahan selama 1 jam menggunakan mereka tanpa kekuatan dan 55 menit jika aku menggunakan kekuatan mereka " ucap Naruto memandang rumput di bawahnya " sial, itu waktu yang sedikit " umpat Naruto mempererat genggamannya pada pedang Jukitetsu.

[" Hoi Gaki "] Naruto yang merasa di panggil menoleh ke arah Kurama [" Jika kau ingin mengalahkan mereka, aku memberimu saran saja, kau mau dengar? "]

" Memang apa saranmu? "

.

~ Naruto : The Dragon Champions ~

.

14.00 PM

.

Tap! Tap! Tap!

Setelah urusan mereka selesai, mereka'pun kembali ke kediaman masing-masing dan saat ini Naruto, Kirin, Asia dan Tohka yang mulai saat ini tinggal bersama Kirin di DSA berjalan bersama.

" Oh Ya Asia-chan, kau akan ke rumah atau ke tempatku lagi? " tanya Naruto pada adiknya.

" Aku ke tempat Nii-san saja, lagi pula aku bosan jika tidak ada teman " jawab Asia sedikit tersenyum.

" Eh? Lalu bagaimana jika kau ingin tidur nanti? Kau tahu bukan maksudku? " tanya Naruto lagi.

" Hihihi, Daijoubu, aku bisa tidur bareng Nii-san, mumpung sudah lama tidak melakukannya " jawab Asia tanpa beban sambil memeluk lengan Naruto.

" Ba-Baka, jangan mengungkit masa lalu lagi " ucap Naruto dengan wajah merona malu.

" Oi, kau yang di sana " Naruto dan yang lain yang mendengar sebuah teriakan mengalihkan pandangan mereka, dan mereka melihat dua orang di antaranya memegang satu pedang besar dan satunya memegang tongkat, Naruto yang tahu mereka karena sempat membaca data mereka menyipitkan matanya.

" Itu... Delapan dari The Nine Legend Dragon " gumam Naruto membawa Asia ke belakangnya bermaksud melindungi adiknya " Apa mau kalian? " tanya Naruto

" Bukan aku, tapi orang di sebelahku ini " jawab sosok pemuda bertubuh kecil menunjuk pria di sampingnya

" Kau cukup hebat dalam bertarung sepertinya Bocah, bagaimana kalau kita lakukan Sparing? Sudah lama aku tidak bertarung dengan orang hebat sepertimu " saja pria itu sambil mengacungkan pedang besarnya.

" Momochi Zabuza, salah satu pemegang tujuh pedang legendaris, yang memiliki julukan The Demon of Water from Kirigakure City dan nama pedangmu adalah Kubikiribuchou, suatu kehormatan bisa bertemu denganmu di sini " ucap Naruto dengan santai, pria bernama Zabuza itu'pun tersenyum dari balik perban yang mengelilingi mulutnya lalu menaruh pedangnya di pundak.

" dan suatu kehormatan bisa berhadapan dengan si jenius dari masa depan " ucap Zabuza membalas ucapan Naruto membuat Naruto terkekeh.

" Lalu si penunggang salah satu dari The Nine Legend Of Dragons Beast, yang berada di peringkat 7, dengan tiga pasang sayapnya yang memiliki julukan The Dragons Turtle From Hole Water, Sanbi atau harus di panggil Isobu dengan penunggangnya Kamito Yagura " ucap Naruto melirik pemuda di samping Zabuza " Sebuah kehormatan bisa bertemu penunggang naga dari salah satu The Nine Legend Dragons Beast, apa lagi dia adalah naga yang cukup hebat dan termasuk dua kategori Cretrugon dan Argonic di karenakan Element dan jenisnya yang cukup berbeda dari naga lainnya " lanjutnya sedikit membungkuk pada Yagura.

" Oh, kau tahu tentangku? Memang sepertinya julukan itu sangat cocok untukmu, Uzumaki Naruto " balas Yagura sedikit tersenyum pada Naruto.

" Jadi, bagaimana? Apa kau mau? " tanya Zabuza lagi.

" Bagaimana ya? " gumam Naruto mencoba berpikir " Aku mau saja, tapi aku juga ingin Yagura-san ikut sparing dengan kita " lanjut Naruto

" Apa tidak apa? Dua lawan satu? " tanya Yagura memastikan.

" tidak, tapi dua lawan dua, aku mengajak Kirin-chan untuk membantu sparing kita " ucap Naruto membenarkan " tidak masalah bukan? " tanya Naruto menyeringai.

" Huh! Tentu saja tidak masalah " ucap Zabuza bersiap namun kembali di hentikan Naruto.

" Sebaiknya tidak di sini, kita cari tempat yang lebih aman " ucap Naruto memberitahu, Zabuza yang terlalu semangat hanya tersenyum kaku karena terlalu semangat

.

Danau Konoha ( Timur laut Kyoto )

15.00 PM

.

Setelah menentukan tempat yang aman, Naruto dan Kirin'pun bersiap untuk sparing dengan Zabuza dan Yagura, Tohka dan Asia hanya bisa menonton di tempat yang cukup jauh untuk keamanan mereka.

" Kirin-chan, aku serahkah Yagura padamu, biar aku yang melawan Zabuza " ucap Naruto mengetik hologramnya.

St! St! St! St! St!

Bzit! Bzit! Bzit!

Setelahnya keluarlah berbagai biji kecil dari jam Naruto dan melayang di depan Naruto, lalu Naruto'pun meremas dua di antara biji itu hingga berubah menjadi palu mekaniknya dan tombak petirnya, namun, Naruto tidak menggunakan senjata itu melainkan menaruhnya di punggungnya

Lalu Naruto kembali meremas dua biji di depannya hingga menjadi Midrocremon lalu menaruh dua pedang itu di setiap pinggangnya, lalu kembali Naruto meremas dua biji terakhir hingga berubah menjadi Hydro dan Dryton

" Hoy, bukankah itu terlalu banyak hanya untuk sparing? " tanya Yagura.

" Tidak, seseorang harus menyiapkan senjatanya karena bisa saja hal yang tidak di inginkan bisa saja terjadi " ucap Naruto menyeringai karena ucapan Yagura. Walaupun Sparing dirinya tentu tidak akan diam jika terjadi serangan sembunyi-sembunyi, dan juga ini adalah kesempatannya mendapatkan data penunggang Isobu.

Yagura dan Zabuza yang mendengar itu diam seketika mereka tidak berpikir bahwa ucapan Naruto ada benarnya ' Kuso, siapa sih yang memberikannya julukan itu, kenapa tidak si kuning otak jenius sialan saja ' kesal Zabuza.

" Baiklah, aku tentukan kapan kita mulai, ketika batu ini jatuh maka sparing di mulai " ucap Naruto mengambil satu batu dengan ujung pedang Hydronya lalu melemparnya ke atas.

Set~ wush!

Sraaaash!

Setelah batu itu bergerak jatuh, Naruto langsung menebas Dryton miliknya hingga mengeluarkan bongkahan-bongkahan Es yang langsung melesat ke arah Zabuza dan Yagura.

Sementara dua orang yang di serang secara tiba-tiba langsung menghindar dan menatap tajam Naruto " Hoi! Apa maksudmu ini?! " tanya Yagura marah karena menyerang lebih dulu.

" Heh~ bukankah tadi aku bilang, ketika batu ini jatuh maka sparing di mulai, apakah aku salah bicara? " tanya Naruto sambil menyeringai, Seketika Yagura terdiam karena ucapan Naruto rupanya bisa menipu dalam hal apapun.

Wush! Sret! Trank!

Seketika Yagura terbelak ketika Kirin langsung berlari kearahnya dengan katananya, tidak mau kalah cepat, Yagura langsung menahan pedang itu dengan tongkatnya hingga membuat suara benturan senjata.

Srash! Srash! Swush! Swush! Sraash! Swuush!

Sementara Naruto, Naruto menebaskan Drytonnya sebanyak dua kali sambil berputar dua kali lalu kembali menebaskan Hydronya sambil salto selama dua kali lalu menebaskan kedua pedangnya secara bersamaan ke arah Zabuza.

Selama tebasan tadi, keluar bongkahan Es dan Gelombang Angin yang melesat ke arah Zabuza. Zabuza yang melihat itu menancapkan pedangnya lalu menyatukan kedua tangannya.

[" Suikatoryuu! "] ucap Zabuza.

Swuuush! Byuuur! Plaaaas!

Setelahnya sebuah Naga Air dari samping danau muncul dan menyerang bongkahan Es Naruto hingga hancur, namun Gelombang Angin Naruto berhasil memecahkan Naga Air itu hingga jatuh le tanah.

[" Suikamikatenro! "] ucap Zabuza lagi dan dari danau keluar tiga naga Air yang langsung menyemburkan peluru air ke arah Naruto

Swush! Swush! Swush! Swush!

Byur! Byur! Byur!

Dengan lincah layaknya menari, Naruto menebaskan Hydronya ke atas hingga menciptakan gelombang angin yang langsung membelah peluru air yang terus di tembaki oleh Naga Zabuza.

Sret! Siiing! Syur! Jlep!

Secara sembunyi selagi menghindar Naruto mengendalikan pecahan air Zabuza hingga menjadi serpihan Es lalu menebaskannya bersamaan dengan Hydro hingga tak terlihat bahwa serpihan Es itu memasuki Naga Zabuza.

[" Hyogotenro "] bisik Naruto.

Pyaaarsh!

Seketika Naga Zabuza'pun meledak di gantikan dengan naga Es dengan sisik-sisik Es Runcing, setelahnya Naga itu'pun menatap tajam Zabuza, sementara Zabuza semakin menyeringai dan mencabut pedangnya.

.

Sret! Trank! Trank! Syut! Trank!

Sementara itu di sisi satunya Kirin terus menyerang setiap sisi Yagura dengan kecepatan gerak dan serangan miliknya hingga membuat Yagura hanya bisa bertahan dari serangan Kirin.

' Kuso, walau perempuan dia hebat juga ' batin Yagura lalu melompat menjauh sambil menyatukan tangannya sementara Tongkatnya telah dia pindahkan ke punggungnya.

[" Suirotaijima Bakuhetso! "] ucap Yagura setelahnya sebuah Gelombang besar siap menerjang Kirin.

Swuush! Pyaaarsh! Blaaaaaaaasssh!

Namun ketika gelombang itu akan menghantam Kirin, sosok Naga Es langsung membekukan Gelombang itu dan menghancurkannya menjadi serpihan Es.

Buum! Buum!

Yagura yang terkejut menoleh ke tempat Zabuza dan dia melihat Zabuza dan Naruto kini tengah bertarung sengit dengan pedang mereka dan di sisi mereka terdapat dua naga yang saling bertarung sengit satu sama lain.

" Jangan melamun dengan melihat pertarungan orang lain! " Suara Kirin menyadarkannya dan membuatnya harus bertahan kembali dari serangan brutal Kirin

.

Sret! Trank! Trank! Trank!

Sementara itu di sisi Naruto, dengan sangat mudah Naruto terus menghadang setiap serangan Zabuza yang menurutnya cukup bahaya karena mencari bagian vital.

Cipratan air dari pertarungan dua naga tidak menghentikan kegiatan Naruto dalam bertahan ataupun menyerang, namun seketika mata Naruto menyipit begitu bola-bola Air sudah mengelilinginya dan Zabuza.

[" Suidama Rokuzenpo! "] ucap Zabuza.

Syut! Blaaaaaar!

Seketika terjadi ledakan di tempat Naruto, membuat pertarungan Kirin dan Yagura sedikit terganggu.

Syuuu~

Dari dalam genangan air terlihat keluar Zabuza hingga menyentuh tanah kembali, dirinya menyeringai karena pasti Naruto terkena serangannya.

Swuuuush!

Grooooooaaaaaar!

Seketika mata Zabuza terbelak ketika dua kepala naga bergerak ke arahnya membuatnya harus melompat tinggi untuk menghindari serangan itu.

Blam! Syuuut! Wush! Buagh!

Satu kepala Naga itu'pun gagal menyerang Zabuza namun tubuhnya langsung melilit Zabuza dan memutar tubuh Zabuza hingga pusing dan kepala satunya lagi berhasil menyeruduk tubuh Zabuza hingga terpental.

" Apa itu " gumam Yagura langsung menjaga jarak dengan Kirin karena ini kesempatannya dan mendekati rekannya yang tengah berusaha berdiri itu.

Syut~ Syut~

Setelah asap menipis terlihat Naruto kini berdiri tegak dengan dua naga mengelilinginya, sementara dua naga yang menyerang Zabuza tadi mulai mundur dan ikut mengelilingi Naruto layaknya pelindung.

" U-Ughh! Kuso, aku tidak menyangka akan hal itu " gumam Zabuza sedikit kesakitan namun dirinya berhasil berdiri kembali dengan bantuan pedangnya.

" Zabuza kau diamlah, kali ini biar aku selesaikan " ucap Yagura sambil menyatukan tangannya.

Byuur! Byuur! Byuur!

Seketika hampir seluruh Danau meledak dan membuat banyak naga air yang siap melesat ke arah Naruto, Naruto yang melihat itu sedikit melebarkan matanya karena tidak menyangka kemampuan Yagura.

[" Suikamito Zenkutoryuu! "] ucap Yagura.

Wush! Wush! Wush!

Seluruh Air itu'pun bergerak ke arah Naruto dan Kirin, Naruto yang melihat itu langsung menarik Kirin dengan satu Naganya tidak lupa dengan Tohka dan Asia.

Syuuuut! Byuuur!

Setelahnya keempat Naga Naruto langsung menggulung tubuh mereka hingga menjadi kubah dan setelahnya seluruh serangan Yagura'pun menghantam mereka.

Yagura yang melihat itu menyeringai namun Seringai seketika menghilang di gantikan wajah Syok ketika melihat percikan biru di dalam air.

[" Raikoju Termonira! "] ucap Naruto dalam Air walau Air memasuki mulutnya.

Bziiiit! Jgleeeeeer! Sraaaash!

" AAAARRRGGHHHHHH! " seketika sebuah ledakan petir dalam air terjadi dan di susul oleh kilat yang langsung merambat keseluruh air hingga membuat Zabuza dan Yagura berteriak menerima sengatan jutaan volt dari Naruto.

Bziiit! Syut! Jgleeeeeer!

Seketika terjadi serangan kilat susulan yang langsung menyambar mereka hingga gosong, Yagura dan Zabuza terdiam kaku karena mereka sudah tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.

Setelahnya mereka'pun ambruk bersama karena pingsan, setelahnya seluruh air Danau'pun bergerak kembali ke tempat dan membuat kubah Naruto terbuka memperlihatkan Naruto, Kirin, Tohka dan Asia yang selamat.

Wush! Tap!

Tak lama setelahnya muncul dua sosok perempuan yang langsung berdiri di depan Zabuza dan Yagura, dan kembali di susul oleh rekan Zabuza yang langsung memopong Zabuza.

" Kalian, bagaimana bisa kalian selamat dari serangan itu, seharusnya kalian ikut terkena dampaknya juga bukan? " tanya sosok wanita berambut crimson pada Naruto dan yang lain

Bz! Bziiit!

Seketika tubuh Naruto dan yang lain berubah menjadi hologram dan dari sebuah pohon tak jauh dari posisi Naruto hologram tadi turunlah Naruto, Asia, Tohka dan Kirin.

Semua terkejut melihat itu, bahkan mereka tidak percaya bahwa yang dari tadi Zabuza dan Yagura lawan adalah sebuah Hologram.

" Bagaimana bisa? " kejut mereka bahwa Naruto dan Kirin sudah ada di atas pohon.

" Heh, aku tadi sudah meneleportasi diriku dan yang lain dan mengganti diriku dan yang lain dengan Hologram begitu kekuatan Yagura menghantam kami.

Sejak awal aku sudah menduga bahwa ini bukan sparing biasa dilihat dari daya serang dan cara menyerang menggunakan jutsu kuat. Seharusnya Sparing tidak sampai harus menggunakan kemampuan tinggi untuk melumpuhkan lawan " jelas Naruto membuat semua terkejut.

" Apa maksudmu? " tanya wanita crimson itu lagi.

" Sejak awal mereka memang memiliki niat untuk melawanku itu bisa di lihat ketika mereka mengeluarkan teknik tingkat tinggi mereka, seharusnya dalam sparing kita tidak perlu harus menggunakan teknik tinggi untuk melumpuhkan lawan, cukup hanya dengan teknik rendah.

Sejak bertarung aku memang merasakan ada yang ganjal dan dugaanku memang benar, sejak pertarungan Zabuza menggunakan teknik tingkat tinggi untuk melihat kemampuanku dalam mengatasi serangan itu karena ketika aku bisa atau tidak, kalian bisa tahu akan aku yang bisa menahan atau tidak serangan itu dan akan melakukan serangan berikut dalam lomba karena kalian telah tahu bahwa aku tidak bisa menahan serangan itu " jawab Naruto, kembali mereka melebarkan mata mereka bahwa Naruto tahu tujuan mereka.

" Heh! Seharusnya jika kalian ingin melumpuhkan lawan kalian harus menyiapkan rencana matang untuk melakukan itu, tidak perlu melakukan umpan dan melakukan Umpan berikutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari sebelumnya.

Jika umpan pertama memang bisa di atasi maka jangan pikir di umpan kedua kalian juga bisa mengatasinya bisa saja kalian tertarik dan mati bersama umpan kalian " lanjut Naruto mendengus lalu mengacungkan Tombak petirnya ke arah kelompok Yagura.

' Kuso, orang ini cukup pintar bahkan dalam beberapa menit dia bisa membeberkan tujuan kita ' batin Kelompok Yagura mengumpat pada Naruto.

" Huh! Kita pergi! " ucap Wanita Crimson itu melakukan sesuatu dengan jarinya.

Swuuush~

Seketika mereka'pun menghilang layaknya kabut membuat Naruto menghela nafasnya lalu menghilangkan seluruh senjatanya kecuali palu mekaniknya.

" Hahh~ merepotkan sekali " gumam Naruto menarik palunya lalu memutarnya

Bruk! Sret! Buagh!

Tanpa di duga Naruto langsung memukul tanah di bawahnya hingga membuat bongkahan batu dan Naruto langsung memukul bongkahan-bongkahan batu itu ke arah sebuah pohon.

Blaaar! Duagh!

Seketika pohon itu'pun tumbang dan sisa Bongkahan batu itu'pun mengenai seseorang di belakang pohon itu hingga terjungkal ke belakang.

" Hahh~ Sepertinya masih ada yang memata-matai " gumam Naruto menghela nafasnya lalu mendekati sosok yang terkena bongkahan batunya itu, walaupun kecil tapi tetap saja sakit.

" Ittete, sakit sekali " gumam sosok itu membuat Naruto sedikit terkejut siapa yang terkena serangan kecilnya tadi.

" Kau? Hyuga? " gumam Naruto.

" Ittete, Mou~ Apa Naruto-kun sudah jahat pada diriku ini hingga memukulku dengan batu? " rengek Sosok itu sambil mengembungkan pipinya, yap dialah Hyuga Hinata sang korban.

Twitch!

Alis Naruto berkedut dengan perkataan Hinata ' Apa salahku Kami-sama hingga aku di datangi hal-hal aneh macam ini, AKU SAJA BELUM PERNAH DEKAT DENGANNYA BAGAIMANA BISA DIA BERKATA SEPERTI LAYAKNYA KEKASIH YANG NGAMBEK PADA KEKASIHNYA YANG JAHAT ' batin Naruto dengan kesal.

" Gomenasai Hyuga-san, aku juga tidak tahu bahwa kau ada di balik pohon itu " ucap Naruto dengan senyum di paksakan.

" Mou~ Kenapa kau memanggil margaku Naruto-kun, bukankah aku memanggil namamu jadi kenapa kau tidak memanggil namaku? " rengeknya lagi membuat alis Naruto berkedut.

" Karena kita belum saling kenal bukan? "

" Mou~ Pokoknya panggil namaku! "

" Hahhh~ Baiklah-baiklah Hinata-san! "

" Tidak, jangan pakai sunfix -San atau Sama! "

" Hinata "

" Mou~ "

" Hahh~ Baiklah Hinata-chan "

" Hihihi, bisa ubah jadi Hime-chan? "

" Dari Awal kau memang ingin kenapa tidak bilang saja! " teriak Naruto kesal dengan kejahilan Hinata, walaupun kelompok Sasuke dirinya belum pernah melihat Hinata seperti ini, biasanya dia akan berwajah datar.

" Hihihi Akughh! " seketika ucapan Hinata terhenti dengan lenguhan sambil memegang kepalanya, Naruto yang melihat itu sedikit kebingungan begitu juga yang lain.

Namun seketika mata Naruto menyipit ketika sedikit melihat hal ganjal pada mata Hinata, di mana mata Hinata yang biasanya merah kelavenderan berubah-ubah menjadi lavender dan merah kelavenderan.

' Apa yang terjadi ' batin Naruto, namun mata Naruto kembali teralih ketika sebuah cahaya putih di dadanya dan dia melihat lingkaran putih dengan lambang kanji 'プチは ' ( Putih ) tertera di tengah lingkaran itu.

" Go-Gomenasai, ke-kepalaku terasa berat " gumam Hinata lemah kemudian kesadaran Hinata menghilang dan siap jatuh ke tanah, namun Naruto menangkap tubuh itu dan menatap intens wajah Hinata.

' Ada apa ini, apakah teknik Okaa-san yang melekat di tubuhku berpengaruh dengan teknik pengikat Uchiha ' batin Naruto sambil tetap menatap intens wajah Hinata ' Aku harus menanyakannya pada Okaa-san ' batin Naruto mulai menggendong Hinata ala bridal style dan setelah itu muncul kembaran dirinya dari hologram di sampingnya dan memberikan perintah pada dirinya lagi satu itu.

" Kalian kembalilah dengan Hologramku, aku akan mengantarnya ke kediamannya " perintah Naruto lalu menjatuhkan bola mekanik kuningnya dan menghilang dengan kilatan kuning.

" Hahh~ Baka Nii-san " gumam Asia cemberut.

.

Kediaman Hyuga

Kamar Hinata

15.30 PM

.

Setelah sampai di kediaman Hyuga, Naruto langsung masuk layaknya maling dan mencari kamar Hinata dengan layar pelacak dimensi miliknya yang membuatnya mengetahui seluruh ruangan apakah ada orang atau tidak, dan memudahkan dirinya untuk sampai di kamar Hinata.

Setelah sampai, Naruto langsung membaringkan Hinata dan menutupi tubuh Hinata dengan selimut, Naruto yang sebenarnya ingin pergi entah kenapa dirinya seperti batu ketika melihat wajah Hinata, dirinya seolah teringat sesuatu dari masa lalunya.

" Entah itu kau atau hanya hanyalanku, dia sangat sepertimu Laven-chan " gumam Naruto lirih

Tap! Tap! Tap!

Naruto yang mendengar suara langkah kaki tersadar dan dirinya langsung menoleh ke belakang dan dia bisa melihat sosok pria tengah menatap dirinya dengan wajah syok.

" Ka-Kau... " gumamnya tergagap.

Tap! Tap! Tap! Swush!

Naruto yang merasa ketahuan langsung berlari melewati jendela dan menghilang dengan Bola Mekanik kuningnya, sementara sosok pria yang akan berusaha mengejar Naruto'pun hanya terdiam dia hanya bisa menggumamkan satu kata ketika Naruto telah hilang.

" Naruto... "

.

Dead Forest

15.45 PM

.

" Okaa-san! " Whitegon yang tertidur seketika terbangun oleh teriakan Naruto yang memanggilnya, bisa di lihat wajah Naruto yang kelelahan karena sepertinya Naruto buru-buru kesini kembali.

[" Ada Apa Naruto-kun? "] tanya Whitegon.

" Okaa-san, katakan padaku, apa lingkaran di dadaku ini, berpengaruh dengan segel kutukan Uchiha? Dan juga tadi ada teman perempuanku yang seharusnya memiliki sifat dingin kenapa dia bisa berubah walau itu hanya di dekatku saja? Apa itu ada pengaruh dengan teknikmu? " tanya Naruto beruntun, Whitegon terdiam mendengar pertanyaan Naruto.

[" Hahh~ Sebenarnya teknikku bukan hanya berpengaruh pada Segel Kutukan Uchiha, namun seluruh Segel Kutukan yang berdarah energi gelap akan berpengaruh denganku.

Memang benar, sifat perempuan yang kau bilang akan berubah seperti sifat dulunya ketika dia di dekatmu karena pengaruh teknikku, itu di karenakan perempuan itu punya masa lalu denganmu "] ucap Whitegon membuat mata Naruto melebar tidak percaya.

" Mu-Mustahil, a-apakah ini mimpi " gumam Naruto layaknya orang frustasi, Whitegon yang melihat sifat Naruto hanya kebingungan.

[" Ada Apa Naruto-kun? "] tanya Whitegon

" Gomen Okaa-san, aku harus pergi " bukan menjawab Naruto langsung berlari menjauh menuju keluar Hutan.

.

.

Skip Time

DSA Weapon Dragon

19.00 PM

.

Saat ini terlihat Naruto tengah bersandar di pagar teras miliknya sambil melihat kota di malam hari, tatapan Naruto terasa kosong mengingat kejadian yang sangat tidak bisa dirinya terima

" Ne Apa kau tidak malu berteman denganku? "

" Ah, Daijoubu Ramen-kun, aku tidak pernah malu berteman denganmu "

" Ne Laven-chan apa kita akan kembali bertemu "

" Entahlah, tapi suatu saat pasti kita akan bertemu "

Naruto hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat mengingat masa lalu itu, teman pertama, orang yang sangat dekat dengannya dan membuatnya bisa melihat cahaya terang walau sesaat.

" Kenapa ini harus terjadi " gumam Naruto lirih sambil melihat salah satu barang yang di tinggalkan teman masa kecilnya sebuah jepitan bunga Camellia.

" Nii-san " Naruto yang mendengar itu langsung menyembunyikan barang itu dan mencoba mengubah raut wajahnya agar tidak di ketahui adiknya " Daijoubuka Nii-san? " tanya Asia khawatir.

" Ah, Daijoubu Asia-chan, Nii-chan hanya melamun " jawab Naruto dengan senyum tipisnya.

" Souka " Gumam Asia lalu kembali tersenyum " Ne Nii-san aku membawakan ini untuk Nii-san " ucap Asia sambil mengeluarkan sesuatu di sakunya.

" Um? Aku harap yang kau berikan bukan yang tidak-tidak " pinta Naruto sambil melihat adiknya.

" Tidaklah Nii-san " jawab Asia mengembungkan pipinya lalu melanjutkan kegiatannya " Tara~! Ini dia " lanjut Asia di sertai senyum manisnya sambil memperlihatkan Naruto sebuah Kalung dengan kristal hijau.

" Kalung? " beo Naruto melihat kalung itu.

" hey, ini bukan sembarang kalung, ini juga jimat. Lagi pula ini adalah milik Kaa-san, Kaa-san memberikannya padaku dan sekarang Aku memberikannya pada Nii-san " ucap Asia ngambek lalu kembali di sertai senyumannya

" Kenapa? " tanya Naruto.

" Besok adalah hari yang berat untuk Nii-san, jadi karena aku tidak akan berada di sana hingga Nii-san selesai, jadi Aku ingin memberikan ini agar Kami-sama melindungi Nii-san " jawab Asia sambil memasangkan kalung itu, Naruto hanya terdiam mendengar nada khawatir adiknya itu.

Karena terlalu asyik melamun, Naruto bahkan tidak sadar bahwa wajah mereka sangatlah dekat bahkan hampir mau berciuman " Nii-san, berjanjilah kau akan selamat setelah melewati Dragon Races ini " pinta Asia.

" Um, Aku janji " gumam Naruto.

Cup!

Naruto terdiam seketika, Asia kembali mencium dirinya walau itu sangat singkat, setelahnya Asia langsung lari ke dalam dengan wajah memerah meninggalkan Naruto yang tengah membatu.

" U-Ugghh~ Baka Imouto " lenguh Naruto dengan wajah memerah menyadari bahwa dirinya terlena karena membiarkan Asia menciumnya.

" Jadi Besok ya " gumam Naruto sambil menatap bulan di atasnya " Aku sangat tidak sabar "

.

.

Other Place

.

" Bagaimana? Apa kita akan melakukannya? " tanya sosok berambut perak dengan kaca mata pada sosok berambut panjang di depannya. Saat ini di sebuah tempat terlihat dua orang saat ini tengah berada di sebuah gedung sambil melihat sebuah kota dengan mata tajam mereka.

" Khuhuhu, belum saatnya. Kita harus bertemu dulu dengan si tua bodoh itu lalu melakukan rencana selanjutnya " jawab sosok itu sambil menjilati bibirnya dengan lidah panjangnya.

" Kota ini, akan aku hancurkan Hiruzen-sensei, bersiaplah "

.

.

Other Place

20.00 PM

.

Kembali di sebuah tempat yang luas dan penuh dengan hutan terlihat terdapat dua sosok tengah saling berhadapan dengan wajah datar mereka.

" Gomenasai Danzo-san, jika kau ingin aku melakukannya aku tidak akan melakukannya " ucap Sosok berwajah ganteng sambil menggenggam erat Tanto di tangannya.

" Huh, Aku pikir aku bisa membujukmu untuk membunuhnya tapi rupanya aku harus menggunakan cara kekerasan " gumam sosok bernama Danzo dengan sangat datar.

" Kalau begitu aku juga akan melakukannya " balas Sosok itu tegas sambil memperlihatkan mata merah dengan tiga tomoe miliknya.

Wush! Trank!

Trank! Crash!

.

.

.

.

" AARRRGGGHHH! "

.

Naruto Place

.

Deg!

Seketika Naruto yang masih menatap Kota tersentak begitu mendengar sebuah teriakan yang menggema di kota, Mata Naruto menajam di dan mencari di mana asal suara itu.

Pandangan Naruto langsung teralih pada sebuah hutan di mana burung-burung tengah terbang pergi dari hutan itu, tanpa pikir panjang Naruto langsung melompat dan melempar bola mekanik birunya hingga menjadi Skeatboard udaranya dan melesat ke arah sana.

.

Other Forest

.

Swush! Tap!

Setelah sampai Naruto langsung mendarat dan mengedarkan pandangannya mencoba mencari kembali sumber suara itu.

Swush! Bruk!

Seketika Naruto dikejutkan ketika seseorang keluar dari dahan pohon dan jatuh tak jauh darinya, Naruto yang melihat itu langsung mendekat dan mencoba menolong orang itu.

" Oi! Kau tidak.. " perkataan Naruto terhenti ketika melihat sosok yang dia tolong " Kau... " gumam Naruto, kembali Naruto harus di kejutkan ketika mata kanan sosok yang dia tolong mengeluarkan darah dengan deras.

" Hah.. Hah.. Kau.. " gumam sosok itu terengah-engah.

" Sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Naruto langsung.

" Danzo.. Hah.. Hah.. Dia " gumam Sosok itu lemah, Namun Naruto mengerti arti ucapan orang di pangkuannya saat ini.

" Jadi begitu. Grrr, kau diamlah biar aku... " perkataan Naruto terhenti begitu sosok itu memegang bahunya dan mengarahkannya untuk menghadapnya.

" Tidak.. Hah.. Hah... Tidak ada waktu lagi " ucapnya terengah-engah.

Siiiing!

Deg!

Seketika Naruto tersentak begitu melihat mata sosok di pangkuannya, otaknya terasa kosong bahkan dia tidak bisa mengerakkan saraf, organ bahkan tubuhnya saat ini.

Deg!

" UUGGH! " seketika Naruto melenguh sambil memegang mata kirinya yang tiba-tiba kesakitan, sementara Sosok di pangkuan Naruto hanya bisa tersenyum tipis

Wush! Wush! Wush!

Seketika Dari jauh keluar banyak pasukan Black Army yang tengah melesat ke arah Mereka, Naruto yang melihat itu masih memegangi matanya yang tiba-tiba kesakitan.

' Ug-ugghh! Kenapa ' batin Naruto tidak tahu harus berbicara apa " Kalian... " gumam Naruto terdengar dingin

" Kalian... SUDAH CUKUP DENGAN PERMAINAN KALIAN!? " teriak Naruto tiba-tiba dengan pandangan menajam bahkan terlihat pada mata kiri yang di tutup mulai mengeluarkan darah segar cukup Banyak.

" Itu... " gumam salah Satu Black Army yang masih berlari ke arah Naruto.

" Jangan takut Habisi Dia juga, ini kesempatan kita membunuh Uzumaki-san juga! " balas Pasukan lainnya.

" AKU BILANG SUDAH CUKUP!? "

Sret! Sring!

Seketika telapak yang menutupi mata Naruto turun dan membuat mata itu terbuka memperlihatkan mata merah dengan pola sebuah mata pisau dari empat sisi.

Twuuuuush~ BLAAAAAAAAAAAR!

Seketika terjadi ledakan besar di hutan itu dengan sebuah Api Hitam yang membara, semua kota konoha yang bisa mendengar ledakan itu langsung panik namun ada juga beberapa yang masih bisa mengatasi kepanikan mereka walau sebenarnya mereka tetap merasa ketakutan.

.

.

Tap! Tap!

Sementara itu di bagian selatan dari hutan terbakar itu terlihat sosok Danzo tengah berdiri sambil mendengus melihat api hitam itu " Apa dia mengorbankan dirinya "

.

Swuuush~

Sementara itu di sebuah pertebingan terlihat sosok Naruto saat ini berdiri dengan tatapan kosong melalui mata kanannya yang terbuka sementara mata kirinya tertutup, dirinya saat ini menggendong sosok mayat yang tak sempat dia selamatkan

Sret! Wush!

Setelahnya Naruto'pun menjatuhkan sosok itu ke dalam jurang dengan arus yang deras, setelahnya Naruto berjalan pergi dari sana hingga meninggalkan kilatan kuning yang terbang ke langit karena menggunakan teleportasi bola mekanik kuningnya.

.

DSA weapon Dragon

Kamar Naruto

22.00 PM

.

Sementara itu di kamar Naruto terlihat saat ini terdapat Asia yang tengah duduk di tepi ranjang dengan perasaan gelisah karena Kakaknya menghilang saat dirinya ingin mencarinya.

Bziit! Bruk!

Seketika Asia terkejut mendengar sebuah percikan bersamaan dengan ambruknya seseorang, dengan khawatir Asia menoleh dan mendapati kakaknya terbaring dengan bekas darah di mata kirinya.

" Nii-san! " pekik Asia langsung mendekati tubuh kakaknya dan memangku tubuh kakaknya itu " Nii-san! Apa yang terjadi! Nii-san! "

.

.

.

" Nii-san! "

.

.

Home Made Kazoku - Nageroboshi

.

Sora wo miagereba

Hoshitachi ga hora matataiteru

( Layar memperlihatkan Naruto yang duduk di kursi kerjanya dari samping mulai bangun dari kursinya dan berjalan ke arah samping Kamera lainnya )

Kono hoshi no hitotachi mitai ni

Samazama na hikari wo hanatte

( Layar kembali dengan Asia dari belakang yang berjalan menuju teras rumah lalu menoleh ke atas melihat malam indah yang di tebari bintang-bintang indah )

Sou sou dakara boku mo

Hitokiwa kagayaite itain da

( Layar kembali di ganti dengan Naruto dari belakang yang sudah sampai di teras Tempatnya )

Me wo tojite kokoro ni chikau

Nagareboshi ni yume wo takushite

( Layar kembali di ganti dengan wajah Naruto dari samping yang mulai bersandar di pagar pembatas terasnya sambil melihat indahnya kota )

Fix Sound First

( Layar kembali di ganti dari belakang Naruto yang bersandar memperlihatkan Naruto yang tengah melihat kota konoha yang indah di malam hari )

Koko wa itsumo no kouen

Yakei ga mieru Suberidai no ue

( Layar kembali di ganti dengan gambar Julis yang duduk di jendela miliknya sambil menundukkan kepalanya lalu melihat langit malam yang indah )

Mukashi kara boku no tokutouseki

Nayami ga areba koko ni kurun desu

( Layar kembali di ganti dengan kirin yang tengah berendam di bathup miliknya lalu menoleh ke samping di mana dia bisa melihat indahnya malam melalui kaca-kaca di gedung DSA )

Ano koro no mama yume no tochuu de

Ima de kanaerarezu ni irun desu

( Layar kembali di ganti dengan Koneko, Tohka dan Saya yang duduk bersama di sebuah cafe sambil memakan camilan mereka lalu menoleh ke arah langit malam yang indah )

Moshikashite koko ga mou shuuten

Nante yowane wo haite shimaisou na hi mo aru

( Layar kembali di ganti dengan Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang berjalan bersama perlahan memberhentikan langkah mereka )

Demo sono tabi ni omoidasu

Nagareboshi wo sagashite ano hoshizora

( Layar kembali di ganti dengan jam milik Naruto yang menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tampak tidak memperdulikan pemberitahuan itu )

Chiisana koro no negaigoto wa

Ima mukashi mo kawaranai mama

( Layar kembali di ganti secara bergiliran dari tempat Julis, Kirin, Asia, Tohka, Koneko, Saya, Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang sudah tidak ada orangnya )

Fix Sound Second

( Layar memperlihatkan wajah Naruto yang mulai menoleh ke atas dengan tatapan sendu berserta senyum tipisnya )

Sora wo miagereba

Hoshitachi ga hora matataiteru

Kono hoshi no hitotachi mitai ni

Samazama na hikari wo hanatte

Sou sou dakara boku mo

Hitokiwa kagayaite itain da

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang membelakangi Kamera, lalu dari belakang Kamera datang Asia yang langsung memeluk erat Naruto dari samping di ikuti Kirin yang menyusul yang juga memeluk Naruto dari sampingnya juga, lalu datang Koneko yang langsung memeluk erat Naruto dari belakang membuatnya tampak seperti di gendong Naruto karena lebih tinggi darinya, dan secara bersamaan sisanya datang dan bersandar di samping Naruto dengan raut cemburu, kecuali kiba )

Me wo tojite kokoro ni chikau

Nagareboshi ni yume wo takushite

( Layar kembali di toleh dengan wajah Naruto yang baru saja menyadari kedatangan mereka, dan dirinya semakin panik ketika mereka mulai memeluknya massal dan Kamera bergerak ke atas memperlihatkan malam yang di taburi bintang indah )

TBC

.

Chapter Berikutnya di Naruto : The Dragon Future

.

" Hahh~ Akhirnya di mulai juga "

" Apa kalian sudah siap? "

" Semua berhati-hatilah dan ikuti aku! "

" Jangan remehkan aku! "

" Oh! Kalian ingin main menyerang? Saa! Kalau begitu aku juga! "

" Ikuzo! Kita hampir Sampai! "

.

Selanjutnya di Ch 10 : Dragons Champions Arc 1 : Awal Perlombaan, balapan mengelilingi lima Kota.

Note : Yo! Minna! Kembali lagi nih~!

Chachacha~ Bagaimana cerita kali ini? Semakin serukah? Hohoho, dari sini Naruto telah mendapatkan sedikit kekuatannya walau bukan miliknya, dan juga ada yang setuju gak kali ini Naruto ada Sharingannya? Walau sebelah mata karena sebelah matanya lagi akan ada kekuatan yang lain lagi.

Tapi jangan Khawatir, Naruto tidak akan menyadari kekuatan matanya itu hingga sampai bertemu Whellgon. Lalu mengenai kekuatan Whitegon, kita juga tahu Putih yang pasti kekuatannya suci dan Kekuatan itu bertolak belakang dengan gelap. Maka dari itu kekuatan kegelapan Sasuke berpengaruh dengan kekuatan suci Whitegon, maka dari itu terdapat gangguan dengan teknik pengikat Sasuke.

Lalu Konflik Kudeta Kota. Ada yang tahu gak maksudnya? Hehehe, jika tahu maka kalian pasti tahu alur yang akan datang ini. Lalu identitas Zabuza dan Yagura, saya sengaja mengungkapkan identitas mereka di sini untuk scene Fightnya lagi pula gak ada yang seru di banding mereka karena ini juga sudah tentu oleh alur.

Baiklah kita langsung jawab beberapa review di sini.

. Uchiha Riyan : Hoho terlalu kali broh~ untuk lemon di sini masih lama, kemungkinan pertengahan Latihan di Hyotogaku.

. Naruto no Ramen : Ok. Untuk mereka baru saja nongol, karena pada ch sebelum-sebelumnya mereka berlatih. Untuk up fic ini gak tentu di karenakan harus up fic lainnya

. ShiranuiShuichi : leafy itu sama kayak di SAO tapi yang rambutnya kuning, kalau bisa namanya Leafa.

. Ryuka : Itu lebih ribet lagi broh ~_~

. Exo : oke

. Oil : Baik

. Guest : Sampah? Lo minta makan sampah sampai banyak kali nulisnya?

. uvuvuevue : Gak untuk kali ini memang sedikit karena kemungkinan misalnya kelompok Sasuke ikut di Naruto memang banyak, tapi untuk di alur tersebut akan berganti karena seperti di seriesnya mereka akan melakukan Tugas dan kelompoknya akan di pilih beberapa saja

Anggap saja kelompok Naruto terdapat 21 orang, nanti mereka akan mendapatkan misi namun hanya sepuluh orang yang akan ikut Naruto dan itu'pun di acak jadi kemungkinan besar kelompoknya ada dua bagian nanti.

. saputraluc000 : Gak, hanya memberitahu saja.

Baiklah, itu saja yang bisa saya jawab dan untuk Fic Forbidden masih buat karena kurang sedikit moodnya tapi untuk fic Forbidden akan tamat di ch yang akan di up dan di gantikan sebuah Fic Lemon berbasis Sangat Mainstream karena super harem.

Saa~ sampai di sini saja kita berbincang, sampai ketemu di chap selanjutnya yang akan sangat mendebarkan, Jaa~

Please Review