Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka ) #mungkin ada tambahan
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest! Dark Supranatural!
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu
.
Fix Sound First
( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )
Fix Sound Second
( Lalu muncul judul cerita ini )
Fix Sound Three
( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )
anata wa sugu ni anata o
( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )
tada no mono da to sagesumu
( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke kebelakang )
watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa
( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )
guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )
anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita
( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )
masshiro na yume o atsume ni yukou
( kamera kembali di ganti dengan bergerak kebelakang memperlihatkan Naruto yang tengah menaiki skeatboardnya di rute kiri bersama kelompoknya melesat bersama sambil menghindari berbagai serangan )
bouken ga iro o tsumuideiku yo
( Lalu layar memperlihatkan berbagai kelompok menyerang kelompok Naruto namun setiap serangan berhasil di hindari hingga dari balik asap keluar sosok astral berwarna hijau dengan sebuah sabit di tangannya )
Majiwaru
( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )
Fumihazusu
( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )
kawaridasu mirai ga temaneiteru yo
( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )
Noriokurenaide
( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )
tooku demo zutto soba ni iru
( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berhadapan dengan Vali )
tsunagu kokoro zutto hanasanai
( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama dan membenturkan senjata mereka hingga menimbulkan cahaya putih )
Fix End
( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )
.
Chapter 10 : Dragon Champions Arc I : Awal perlombaan, Mengelilingi Lima Kota.
.
Kamis, 19 Oktober 2090
Kamar Naruto
05.00 AM
.
" Engghh~ " terlihat si sebuah kamar, terdapat sosok pemuda tengah melenguh dan bangun dari istirahatnya, dirinya mengerjapkan matanya ketika menyadari bahwa dirinya ada di kamarnya.
Deg!
" Ughh! " seketika Sosok itu melenguh kembali ketika mata kirinya merasakan sakit yang tiba-tiba muncul, tanpa di sadarinya, rupanya di atas tubuhnya yang tertutup selimut keluar sosok perempuan yang merasa terganggu tidurnya karena sang pemuda.
" Eghh~ Nii-san " gumam perempuan itu setengah sadar, Pemuda yang mendengar suara itu melotot seketika dengan wajah memerah.
" A-A-Asia-chan! Ke-Ke-Kenapa kau di atasku!? " tanya pemuda itu dengan suara tergagap. Perempuan yang bernama Asia yang mendengar itu langsung mendapat ke sadarannya dan menatap sendu pemuda yang didepannya yang dia panggil kakak.
" Naruto-nii! " pekik Asia langsung memeluk Naruto dengan erat membuat Naruto gelagapan karena bagaimanapun, tubuh mereka saat ini, benar-benar Polos. Author ulangi POLOS!... POLOS!... POLOS!
.
.
.
" Jadi begitu " gumam Naruto ketika mendengar cerita Asia, setelah kejadian malam kemarin, dirinya hanya mengingat ketika ingin menolong orang kemarin, dirinya hanya ingat sampai dia bertatapan dengan sosok itu, dan setelahnya dirinya merasakan kesadarannya menghilang dan dirinya bahkan tidak tahu setelahnya.
" Ne, Nii-san apa kau sudah lebih baik? Kemarin matamu banyak mengeluarkan bekas darah? " tanya Asia yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Naruto sambil memainkan jarinya di dada kakaknya.
" U-Um, Sudah baikkan. Dan Asia jangan menggodaku, aku membiarkanmu seperti ini karena kau mengobatiku, jika aku lepas kendali bisa saja aku di bunuh Baa-chan! " jawab Naruto sekaligus membentak adiknya yang membaringkan tubuhnya di atasnya sambil menyalurkan energi penyembuhan.
" Mou~ Aku hanya mengelus jariku saja, tidak lebih " ngambek Asia sambil mengembungkan pipinya, selama sejam lamanya, akhirnya penyembuhan Asia'pun selesai dan membuat Naruto langsung pergi ke kamar Mandi agar tidak melepaskan nafsu birahinya pada adiknya.
.
06.15 AM
.
Setelah selesai mandi, Naruto keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati adiknya, dengan cepat sebelum adiknya masuk, Naruto mengunci kamarnya dan langsung berganti pakaian Akademi miliknya dengan di balut jubah hitam miliknya.
Setelah berpakaian lengkap, Naruto'pun mendekati Meja kerjanya dan di sana terdapat Incap miliknya dengan sebuah kaca mata Hitam miliknya. Naruto'pun mengambil kedua barang itu, lalu dia memasang Incam miliknya dan memasukkan kaca matanya di saku dan berjalan keluar kamar Dan dia sudah mendapati Tohka dan Kirin yang tengah memakai baju armor mereka, Tohka dengan Astral Dress miliknya dan Kirin dengan baju tugas miliknya.
Baju tugas Kirin tidak terlalu berat seperti yang lainnya, hanya terdapat beberapa bagian Lengkungan Zirah di bagian Bahu, pinggul, dada dan punggungnya. " Kau sudah siap Danchou? " tanya Kirin dan mendapat senyum tipis dari Naruto.
" Tentu, tapi sebelum itu ayo kita sarapan lebih dulu untuk memberikan kita tenaga nanti " ajak Naruto berjalan menuju ruang makan di ikuti Tohka dan Kirin di belakangnya
Setelah sampai di ruang makan Naruto, Kirin dan Tohka sudah melihat seluruh teman mereka telah berkumpul di ruang makan dengan baju tugas masing-masing.
" Minna " gumam Naruto ketika melihat mereka.
" Ohayo Danchou " sapa semuanya dan hanya mendapat gumaman Naruto.
" Doushite Nii-san, ayo jangan melamun, aku yang mengajak mereka kemari kemarin, aku melakukan ini untuk kebersamaan kita dan melakukan Doa bersama agar nanti kalian berhasil melewati lomba ini " ucap Asia sambil menarik Naruto untuk duduk di kursinya.
" O-Oh.. Arigato Asia-chan " gumam Naruto yang telah duduk di kursinya " Etto.. Sebenarnya aku tidak terlalu pandai berbicara, tapi... Hari ini adalah Hari penentuan kita untuk memulai langkah awal mengambil sesuatu yang berharga bagi kita, dan nanti adalah lomba paling mendebarkan bagi kita, dan semoga Tuhan menyertai kita dan melindungi kita dan semoga kita lulus dalam 10 besar dari 50 besar, White Fox! " ucap Naruto memberikan semangat dan Doa sambil menyula minumannya.
" White Fox! "
.
.
Daerah Iso, barat laut Kyoto
07.30 AM
.
" Hoooaaaaa! Ohayo Minna-san! "
" HOOOOAAAAAAAA! "
Di sebuah tempat barat laut dari kota, saat ini terlihat di sebuah tempat utama dari Dragons Races terlihat banyak penonton yang telah duduk di kursi mereka sambil menonton acara secara langsung dan memberikan teriakan semangat mereka untuk menonton acara setahun sekali tersebut.
" Hohoho, semangat sekali, yap! Kali ini kita akan memulai Dragons Races dengan peserta melebihi 200 anggota dengan kata lain 2000 penunggang Naga telah siap untuk lomba ini! "
" Hoooooaaaaaaaaa! "
" dan bukan hanya itu, rupanya sungguh tidak di percaya delapan dari the nine legend beast bijuu yang legenda telah berkumpul di sini kecuali Kyubi! Wohooo! Sungguh sulit di percaya bahwa delapan naga legenda yang melegenda telah berkumpul. Tapi kalian harus mendengar Syarat dari lomba ini! Kalian harus... "
Selagi sang pembawa menjelaskan, di tempat para peserta yang paling tinggi dengan sebuah kurungan hitam di tempat itu untuk menutupi mereka agar siapapun tidak tahu apa rencana mereka dan di salah satu tempat terlihat Naruto yang berdiri paling depan hanya diam sambil melihat gerbang yang akan terbuka nanti dan membuat mereka harus keluar dari tempat mereka untuk memenangkan lomba nanti.
" Hahh~ Akhirnya di mulai juga " gumam Naruto menghela nafasnya.
" Apa kau siap Danchou? " tanya Kiba yang kebetulan di samping kiri belakang Naruto dengan naganya yang sudah menggunakan baju armornya.
" Um? Tentu aku sudah siap " jawab Naruto tersenyum penuh keyakinan " Apa kalian sudah siap? " tanya balik Naruto.
" Tentu, ketika Danchou Siap, maka kami pasti juga akan siap " balas Koneko dengan mantap.
Sing!
" Naruto " seketika semua terkejut ketika di gerbang mereka muncul sebuah hologram memperlihatkan wajah Tsunade, Asia dan Jiraiya yang sudah datang entah kapan.
" Baa-chan, Asia-chan, Ero-jiji? " gumam Naruto.
" Hah~ Walaupun sudah lama tidak lihat kau masih saja memanggilku seperti itu Naruto " gerutu Jiraiya dan hanya mendapat dengusan dari Naruto.
" Naruto, ini adalah lomba pertamamu, berhati-hatilah, kau pasti akan mendapat masalah yang cukup banyak saat ini " peringat Tsunade dengan nada khawatir
" Arigato Baa-chan telah mengkhawatirkanku tapi jangan khawatir, semua sudah siap " ucap Naruto dengan senyum lima jarinya.
" Nii-san, jika Nii-san tidak kembali dengan selamat, awas saja, Nii-san akan mendapat hukuman nanti " ancam Asia dengan wajah seseram mungkin tapi yang ada membuatnya terkesan imut.
" Um, Ha'i Jangan khawatir Asia " balas Naruto tersenyum tipis mendengar ancaman adiknya yang baginya biasa saja.
" Naruto, selama tidak bertemu coba kau tunjukkan kemampuanmu dan kelompokmu itu, perlihatkan padaku sudah sejauh mana kau berkembang hingga kau mengajukan untuk ikut lomba ini! " ucap Jiraiya dengan tegas dan hanya mendapat dengusan dari Naruto.
" Huh! Maka dari itu sebaiknya kau diam dan tonton saja. Itulah akibatnya jika kau pergi hanya untuk buku novel laknatmu itu " dengus Naruto.
" Urusai! Kau juga tidak tahu aku pergi kemana bukan sebaiknya kau diam saja! " balas Jiraiya sengit.
" sudahlah Naruto, sebaiknya kau bersiap karena lomba akan di mulai dalam 20 detik, semoga berhasil " ucap Tsunade memutuskan sambungan.
" Ok, baiklah semua sebelum gerbang le buka, aku mohon pada kalian " ucap Naruto sambil membalikkan tubuhnya sedikit " tetaplah bersamaku hingga akhir, apapun yang terjadi jangan pernah jauh dariku " pinta Naruto membuat semua kelompok di sana saling pandang.
" Naruto-san, walaupun kita baru bertemu beberapa hari, dan menjadi kelompokmu kau tidak perlu mengkhawatirkan diri kami, kami tahu cara untuk melindungi diri kami, jadi jangan khawatir, apapun yang terjadi kami pasti akan di sampingmu " ucap Tohka dengan senyum tulusnya yang baru pertama kali dia tunjukkan untuk Naruto.
" Souka, semoga ucapan kalian itu benar " gumam Naruto tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya ke depan ketika merasakan gerbang di depannya mulai terbuka.
" Baiklah! Para peserta Bersiap! "
Puk!
[" Mode Armor On! "]
Sring! Sring! Sring!
Setelah mendengar itu Naruto'pun menepuk jubahnya pada bagian dada secara menyilang lalu melebarkan kedua lengannya dan dari balik jubah, keluar sebuah bagian-bagian Mekanik yang menyatu dengan Tubuh Naruto layaknya Armor yang akan melindungi Naruto, Kemeja putih Naruto yang terlihat dari jubah terbukanya saat ini mulai tertutup bagian armor dari jubahnya, lalu pada bagian celana hingga sepatunya juga mulai tertutupi sebuah Armor hitam yang membuat Naruto tampak keren.
" Yosh! Ayo kita Mulai " gumam Naruto memakai kaca mata miliknya dan memencet satu tombol pada kaca mata hitamnya hingga membuat Kaca mata yang awalnya hitam menjadi biru dengan beberapa data yang keluar dari kaca Naruto, dan itu rupanya adalah GSIL, Glasses Scaning Indetivication Location, sebuah alat yang membuat bisa melihat situasi sekitar atau di manapun, dengan kaca itu dia bisa mengetahui jarak, tekanan dan segala yang ada di sekitarnya dalam jarak 20 meter.
" Mulai! "
Drap! Drap! Drap!
Wush!
Mendengar tanda, semua peserta yang telah menunggangi naga mereka langsung melesat dan terbang keluar, Naruto yang melihat beberapa anggotanya keluar mulai keluar dan terjun ke bawah.
Sriing! Grep!
Wush!
Setelahnya Naruto'pun mengeluarkan rantainya hingga melilit di kaki naga Irina, melihatnya Naruto menariknya membuat dirinya langsung bergerak ke depan lalu kembali melesatkan rantainya ke arah kaki naga Koneko dan menarik rantai itu kembali dan melepaskan rantai yang melilit di kaki naga Irina.
" Yak! Para peserta sudah keluar dari tempat mereka dan setelah melewati tempat bendera hijau di depan mereka, maka mereka harus berlomba untuk mencapai ke sini kembali setelah mengelilingi kota lainnya! "
Mendengar itu Naruto menoleh ke depan dari aksi gelantungannya dan dia melihat dua bendera hijau yang di pasang pada dua batang kayu tinggi dengan lebar 30 meter.
Sementara itu peserta lain yang melihat kelompok Naruto yang sedikit di depan mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah Naruto yang bergelantungan dan menatap Naruto aneh namun ada beberapa juga yang berambisi untuk menyerang Naruto setelah melewati bendera hijau itu.
" Kalian jangan ada sedetikpun memberinya kesempatan untuk membalas serangan, serang dengan beruntun! " perintah beberapa kelompok yang berambisi menghabisi Naruto
" Huh! Sepertinya banyak sekali yang berambisi menghabisi si Naruto itu " gumam Issei ketika melihat beberapa kelompok bersiap menyerang Naruto.
" Sudah jelas, dia merupakan musuh yang paling susah di kalahkan, dirinya seperti satu pendekar kuat yang bisa mengalahkan 100.000 musuh seorang diri, maka dari itu mereka berniat menghabisi dia lebih dulu " balas Shino menyampaikan pendapatnya.
" Oi Shion! Apa kau bisa membunuhnya nanti? " tanya Raiser pada wanita di sampingnya yang tengah menatap Naruto dengan tatapan Kosong.
" A-Akan aku usahakan " balasnya lirih.
" Jadi setelah melewatinya kita harus melewati jalur hutan hingga keluar mencapai pantai Kasumi " gumam Naruto ketika melihat data-data di kaca matanya dan dirinya juga bisa melihat jalur yang harus di lewati ketika mereka harus memasuki jalur hutan.
" Kalian dengar, aku telah mendapatkan jalur yang harus di lewati, aku telah mengirim datanya, setelah melewati bendera itu kalian masukilah hutan hingga melewati jalur hutan kita akan ketemu di pantai, aku harus mengurus sesuatu lebih dulu " ucap Naruto melalui incam.
" Ha'i! Wakatta! " balas semua ketika mendengar perintah ketua mereka.
" Apa kau ada rencana untuk menyerangnya? " tanya seseorang dengan banyak tato pada pemuda di sampingnya yang terbang dengan naga seperti rakun.
" Jangan bercanda, dia adalah musuh yang paling ingin aku lawan, tapi sekarang bukanlah waktunya, aku ingin melawannya di turnament " balasnya sambil menatap Naruto yang masih bergelantungan.
Wush! Wush! Wush! Wush!
Sring! Tap! Wush!
Setelah melewati bendera Hijau, seluruh peserta'pun langsung memacu naga mereka untuk memasuki Hutan, sementara Naruto, karena kelompoknya lebih depan, setelah akan memasuki Hutan, Naruto'pun melepas rantainya dan mendarat sempurna di tanah dengan sepatu mesin miliknya, lalu dengan kecepatan berkat alatnya, Naruto'pun berlari dengan cepat memasuki hutan menyusul kelompoknya dari belakang di ikuti peserta lain yang ada di belakangnya.
" Yaaaaa! Seluruh peserta telah memasuki jalur pertama dan sekarang mereka harus melewati jalur hutan untuk melewati jalur berikutnya untuk sampai di kota Kiri! "
" Apa Naruto bisa melewatinya? Aku ragu karena dia tidak memiliki Naga membuatnya harus melewati hutan sambil berlari dengan hutan selebat itu " gumam Jiraiya ketika melihat layar lebar di depannya memperlihatkan beberapa peserta telah memasuki jalur hutan.
" percayalah pada Nii-san, Tou-san. Jika kau seperti itu sama saja kau meremehkan cucumu sendiri Tou-san " nasehat Asia sambil tetap menatap layar dan seketika layar berubah memperlihatkan Naruto dari atas yang tengah bergerak cepat dengan larinya hingga membuat debu di belakangnya.
" Wow! Tidak bisa di percaya, sang ketua dari kelompok White Fox, saat ini tengah berlari menuju jalur pantai, namun dirinya harus berusaha menghindari berbagai serangan yang akan mengenainya "
Wush! Blaaar!
Seketika di layar memperlihatkan Naruto yang langsung menghilang di gantikan dengan gambar ledakan di tempat Naruto tadi.
.
Wush! Wush! Wush!
Blaar!
Sambil berlari, Naruto melakukan gerakan menghindar dengan berlari ke sana kemari ketika merasakan sebuah serangan terus mengarah padanya secara beruntun.
Wush! Wush!
Seketika Naruto tersentak ketika menyadari terdapat dua penunggang dari kota kiri dari samping siap menembakkan teknik listrik mereka.
Sret! Wush!
Bziit!
Melihat sebuah Pohon di depannya dengan kesempatan itu Naruto'pun melompat dengan sangat tinggi hingga melewati pohon itu dan membuat keda penunggang naga di samping terkena serangan teman mereka sendiri.
Wush! Buagh! Blaaar!
Setelah melewati pohon tersebut, Naruto langsung memukul kedua penunggang itu dengan dua palu mekaniknya hingga kedua naga itu terkubur dalam tanah lalu kembali berlari dengan cepat ketika berbagai serangan kembali menyerangnya.
Tap! Tap! Tap!
Wush!
Mata Naruto yang melihat ujung hutan semakin cepat berlari lalu melompat setinggi mungkin dan setelah melewati ujung hutan dia bisa melihat lautan luas dengan sangat jelas.
Wush! Sret!
Sring! Tap! Swush!
Karena gravitasi Naruto'pun tertarik ke bawah, namun Naruto dengan cepat mengeluarkan bola mekanik birunya hingga berubah menjadi Skeatboard udaranya lalu melesat ketika melihat kelompoknya sudah lebih dulu keluar dari jalur hutan
" Danchou, kau di mana? " tanya Kiba yang memimpin sementara.
" Aku di belakang Kalian! Kiba pimpin terus kelompok, aku harus mengurus mereka yang menyerangku! " balas Naruto melalui Incam sambil mengendalikan kendaraannya di atas air.
Wush! Wush!
Blaaar! Blaar!
Seketika Naruto di kejutkan ketika dua bola api menghantam air di samping membuat keseimbangannya hilang sedikit, namun dengan Cepat Naruto menguasainya kendaraannya kembali lalu melaju kendaraannya sambil menghindari berbagai serangan yang mulai mengarah padanya.
Wush!
[" Danger! Danger! Attack in back You in 15' Degree, 8 Meter to kill you "] Naruto yang mendapat tanda bahaya dari kacanya membaca berapa jarak yang akan mengenainya dan ada di sudut berapa derajat serangan itu.
Sret! Wush!
Setelah mendapat peringatan serangan dalam jarak 5 meter, Narutopun melompat dan memutar badannya ke arah serangan yang di arahkan padanya dan dia bisa melihat sebuah bola api mengarah padanya.
Buagh! Wush!
Blaaaaar!
Karena sudah dekat dengan sekali hantaman dengan palunya bola itu'pun terpental kembali dan mengenai sang penyerang karena terlalu syok ketika melihat serangannya di kembalikan.
Tap!
Wush! Wush!
Baru saja mendarat kembali di kendaraannya Naruto harus menghindar dengan gaya mundur karena belum menstabilkan untuk gaya ke depan, Naruto yang merasa dia adalah incaran paling utama hanya mendecih " Kuso, apa mereka hanya ingin menyerangku? Perbandingannya 1 : 1000 jika aku meladeni mereka sama saja aku akan kalah " umpat Naruto lalu menoleh ke belakang dan dia mendapati kelompoknya tengah di kejar oleh kelompok Sasuke, di susul kelompok Kirito, dan beberapa lagi.
" Sial, aku harus mengejar mereka sebelum memasuki Erdinoix Kirigaku " decih Naruto lalu melajukan skeatboardnya dengan kecepatan penuh untuk mengejar kelompoknya hingga membelah Air.
" Are? Apa itu " gumam Kiba ketika melihat sesuatu di bawahnya yang bergerak cepat hingga membelah air.
Sruuush~ Twuuush!
Putaran Mesin Naruto'pun semakin cepat hingga mendorong Naruto dengan cepat dan membuatnya menyalip kelompok Sasuke yang ada di belakang kelompoknya.
" Uso! Dia lebih cepat dari kita! " kejut Kiba ketika melihat kecepatan Naruto hingga mencapai kelompoknya kembali.
[" Cih! Jangan harap aku biarkan! "] desis Yamata karena masih kesal karena tujuh kepalanya di penggal
Wush! Wush!
Setelahnya tujuh kepala Yamata langsung menembakkan tujuh api ke arah Naruto, Naruto yang sempat melirik tujuh Api itu hanya mendengus.
Blaar!
Bzit! Bzit! Bzit!
Seketika di tempat Naruto terjadi ledakan hingga membuat Air bergelombang, Yamata yang awalnya senang harus terkejut ketika sesuatu dari petir bergerak cepat ke arahnya.
Crash! Crash! Crash!
Kembali ketujuh kepala Yamata kembali terpenggal begitu tujuh panah mengenai kepalanya hingga membuatnya putus
Wush!
Dari tempat Naruto kembali keluar Naruto yang melanjutkan lajunya karena telah memberikan serangan balasan pada Yamata " Huh! Sungguh mudah sekali" gumam Naruto mendengus
" Minna! ikuti Aku, kita akan memasuki jalur Erdinoix Kirigaku, tetaplah di belakangku " ucap Naruto ketika melihat sebuah kabut hitam besar beberapa kilometer lagi.
" Di mengerti! " balas semua lalu menukik naga mereka ke bawah mengikuti Naruto yang ada di permukaan air dari belakang.
" Apa yang mereka lakukan? " gumam Gabriel entah pada siapa.
" Hn, kita ikut mereka " perintah Sasuke ikut menukik naganya ke bawah, sementara Kelompok Sasuke hanya mengikuti ketua mereka.
" Danchou, mungkinkah di depan itu " gumam Kirin mengantung kata-katanya ketika melihat Kabut tebal di depan mereka sekitar 1,5 Kilometer.
" Um, itu adalah kabut kota Kirigaku, setelah memasukinya kita akan memasuki Erdinoix Kota Kirigaku " jawab Naruto " Tapi aku merasakan sesuatu yang aneh dengan kabut di dalam, dari data yang aku dapat seharusnya mereka sepertilah kabut biasa, namun di dalam sana, Tekanan Udara, Cahaya, pandangan dan suhunya bukanlah hal biasa, bahkan itu memasuki stadium 5 " lanjut Naruto membuat semua menoleh ke arah dirinya.
" kalau begitu lita harus apa? " tanya Julis.
Puk!
Sring! Sring! Cklek!
Setelahnya Naruto kembali menepuk jubahnya lalu melebarkan kedua tangannya dan setelahnya dari punggung Naruto keluar beberapa alat mekanik dan membentuk sebuah bazoka.
[" Blash Wind! "] ucap Naruto membidik Kabut yang sudah beberapa meter di depannya.
Twush!
Lalu dari kedua Bazoka itu'pun melesat sesuatu yang sangat cepat hingga memasuki kabut.
Boooooom!
Seketika dari kabut terjadi ledakan hingga membuat Kabut itu terbelah dengan lebar 80 meter, semua kelompok Naruto yang melihat itu terkagum namun waktu mereka tidaklah banyak.
" Ikuzo! Waktu kita hanya 20 menit! " ucap Naruto melaju kendaraannya di ikuti kelompok Naruto.
" Sasuke apa kita ikuti mereka? " tanya Neji pada Sasuke ketika melihat kelompok Naruto memasuki kabut.
" Tentu saja, dalam lomba ini kita memang harus melewati kabut itu, ada baiknya kita ikuti mereka. Kemungkinan besar mereka telah tahu jalur melewati kabut itu, ini kesempatan kita agar bisa melewati jalur itu " bukan Sasuke yang menjawab melainkan Shikamaru, Sasuke yang mendengar perkataan Shikamaru ada benarnya melirik seluruh anggotanya.
" Hn, Kita ikuti mereka " perintah Sasuke memacu Naganya di ikuti yang lain.
.
" Baiklah! Saat ini para peserta harus melewati Kabut Kiri agar bisa mencapai Kota Kirigaku, dalam hal ini, kami tidak bisa mengambil gambar di dalam kabut, namun kami hanya bisa mengambil gambar dari atas kabut dan kita hanya bisa berharap mereka bisa melewati kabut itu "
" Hah~ Jadi mereka mulai memasuki kabut kiri " gumam Jiraiya ketika melihat lambang kelompok Naruto memasuki kabut Kiri.
" Apa Cucumu itu bisa melewati kabut itu Jiraiya? " Jiraiya yang mendengar itu menoleh ke sumber suara dan dia melihat sosok berpenampilan tegas dan datar tengah datang ke arahnya.
" Apa kau merendahkan cucuku? " tanya Jiraiya sinis pada salah satu dari dua pria di sampingnya.
" Tentu saja, cucumu itukan lemah, mana mungkin dia bisa melewatinya " balas Sosok berwajah datar dengan sombongnya.
" Fugaku, bukankah kau terlalu sombong, belum tentu Naruto gagal, kau lihat saja sendiri, kelompok anakmu saja masih di belakang kelompok Naruto " ucap Pria berwajah tegas di samping pria bernama Fugaku memberi nasehat.
" Huh! Kenapa kau membelanya, bukannya anakmu itu juga ikut kelompok anakku Hiashi! " balas Fugaku gak terima.
" Heh! Kau pikir aku peduli, bagiku menang ataupun kalah, masuk sepuluh besar saja sudah membuatku bangga " balas Hiashi sambil duduk di samping Jiraiya.
" Kau seperti mengenal Naruto saja Hiashi-sama " gumam Jiraiya memandang Hiashi curiga, namun Hiashi hanya tersenyum tipis mendengar itu ' Naruto, semenjak 10 tahun yang lalu kau telah membuat putriku menjadi putri yang pemberani, dan semenjak itu aku telah menyukaimu. Dan sekarang kami kembali tanpa memberikanmu kabar, sekarang tunjukkan sudah seberapa hebatkah kau '
.
.
Naruto Side
.
Sementara di sisi Naruto dan kelompoknya saat ini mereka melewati Kabut Kiri dengan kecepatan maksimal mereka, namun tiba-tiba kabut menjadi lebih tebal hingga menutupi mereka kembali, dirinya tidak mengira jika batas waktu mereka sangat cepat, bahkan di potong lebih cepat dari perkiraannya.
" Bagaimana ini Danchou, kita tidak mungkin melewati kabut ini dengan lurus terus sementara jalurnya kemungkinan berubah? " tanya Claudia memposisikan dirinya di samping Naruto.
" Aku tahu, sebenarnya aku ingin mencoba menggunakan alat tadi, tapi setelah mendapat data yang lebih parah dari sebelumnya aku jadi urungkan, daya kabut saat ini naik ke stadium 8 dalam sinyal siaga bahaya, bahkan tekanan kabut ini lebih tebal dan kuat di banding kabut tadi " jawab Naruto sambil membaca data yang di tunjukkan oleh kaca matanya.
Sret! Grep!
" Semua berhati-hatilah dan ikuti aku " perintah Naruto Menyiapkan Palu mekaniknya jika terjadi sesuatu yang tidak-tidak.
Sring! Sring! Syuuut~
Sementara kelompok Naruto telah menyiapkan senjata yang memang telah di desain dalam baju naga mereka membuat naga mereka seperti kapal perang yang bersenjata, dengan begitu mereka bisa melakukan tembakan tanpa kesusahan sama sekali ketika ingin membalas serangan dan membuat mereka hemat energi.
Type senjata di naga mereka sama seperti senjata milik Sasamiya Saya,
. Type 38 Lux Grenade Launcher Helnekrom
. Type 41 Lux Twin Blaster Waldenholt
. Type 34 Heavy Wave Cannon Ark Van Ders Modified
. Type 41 Lux Homing Blaster Waldenholt Modified
. Type 39 Lux Laser Cannon Wolfdora
Kelima senjata tersebut adalah Senjata berbasis jarak jauh yang bisa menempuh tembakan dalam jarak 4 Km. Type 38 adalah senjata dengan laras sedang yang akan menembakkan bola energi berwarna biru listrik, Type 38 sendiri adalah senjata yang sering di gunakan Saya dan saat ini senjata itu telah di pasang di naga Saya dan Koneko.
Lalu Type 41 adalah senjata berlaras pendek namun senjata yang bisa menembakkan bola listrik yang akan mencari targetnya hingga mengenainya, senjata tersebut terpasang di Naga Xenovia, Kiba dan Irina.
Lalu Type 34 adalah senjata berlaras panjang layaknya corong Tank, namun membedakkannya adalah dalam bentuk kubus yang tidak terlalu tebal, senjata ini dapat menembakkan laser listrik dengan kekuatan 500 volt dalam waktu 20 detik, senjata ini dipasang di naga Claudia dan Tohka
Lalu Type 39, adalah senjata berbasis pendek namun harus menggunakan tiga bagian membuat senjata ini harus memasang 6 senjata untuk 2 bagian, senjata ini lebih kuat di banding Type 34 kekuatan lasernya lebih tinggi hingga mencapai 1000 Volt, senjata ini terpasang pada Naga Kirin dan Julis.
Semua yang mendengar perintah Naruto menatap sekitar untuk berjaga, mata Naruto yang jeli juga mengawas sekitar begitu juga telinganya yang tajam dalam mendengar.
" Nguunnggg~ "
Seketika mata Naruto menajam ketika mendengar suara berat nan nyaring matanya menoleh ke segala arah, kiri, kanan, atas, bawah, depan, dan belakang, namun dirinya tidak menemukan sesuatu yang menganjal.
" Ngguuuunngg~ "
" Auunnggg~ " seketika Mata Naruto semakin menajam ketika suara itu semakin banyak dan hampir terdengar jelas.
" Danchou, suara itu... Apa kau mendengarnya? " tanya Kirin memastikan jika bukan hanya dia yang mendengarnya.
" Um, Aku Tahu " jawab Naruto mengalihkan pandangannya ke depan.
Tuuush~
Seketika mata Naruto melebar ketika merasakan sebuah hembusan di sampingnya, bahkan sangat terasa hembusan itu terasa dekat.
Mata Naruto dengan perlahan melirik ke samping dan dia melihat sesuatu yang sangat besar di sampingnya. Dan...
Craak!
Ciluk Ba! Seketika apa yang dilihat Naruto terbuka hingga memperlihatkan mata yang besar dengan pandangan yang tajam, Mata Naruto semakin melebar ketika melihat mata itu, tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa di gerakkan ketika melihat mata itu.
Tubuhnya seolah menolak untuk melawan perintahnya untuk menjauh dari mata besar itu, tubuhnya benar-benar terasa kaku seperti melihat hantu.
Mata besar itu'pun bergerak ke sana kemari lalu menajam ketika melihat Naruto, Naruto yang melihat itu bergetar seketika, keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya dan membasahi wajahnya dirinya benar-benar tidak menyangka akan bertemu legenda hantu air.
" Grooooaaaarrr! "
" Hyaaaa! " teriak Naruto mengarahkan palunya ketika naga itu berteriak.
Buagh! Blaaaar!
Seketika Naga itu'pun terpental membuat gelombang air " Leviathan! Semua pacu naga kalian! Kita harus pergi sebisa kita! " perintah Naruto langsung memacu Skeatboardnya dengan kecepatan penuh di ikuti kelompoknya
Bum! Bum! Bum!
Seketika mereka harus melakukan teknik menghindar di karenakan banyak naga Leviathan menyerang mereka dari dalam air layaknya paus yang menyembul keluar lalu kembali ke air.
" Kuso! Jika seperti ini kita tidak mungkin melewati kabut ini, kita juga tidak tahu apa mereka ada di atas atau tidak " umpat Naruto sambil melirik ke belakang.
Bum!
" Groooaaarrr! "
Seketika Naruto di kejutkan akannya salah satu Leviathan yang menyembul dari air siap menerkamnya karena masih Syok, Naruto harus terdiam dalam keterkejutannya.
[" Burst! "] ucap Tohka sambil menekan satu tombol di alat pemacu naganya.
Twuuuungg~ Twush!
Bziiiit!
Seketika di senjata Tohka terbentuk dua Bola Listrik berukuran sedang langsung melesat dan mengenai Leviathan yang ada di depan Naruto hingga kejang-kejang lalu jatuh ke air karena pingsan terkena sengatan listrik.
" Hahh~ Arigato Tohka-san " ucap Naruto bisa bernafas lega.
" Hn, Aku tidak butuh terima kasihmu " balas Tohka membuang wajahnya Tsundere.
Bum! Bum! Blaaaar!
" Arrrgh! " " Graaaaghhh! " " Kyaaakhh! "
" Ugh! Jadi mereka juga menyerang peserta lain " gumam Naruto ketika mendengar berbagai teriakan dan kericuhan di belakang kelompoknya.
Swuush!
Dengan Refleks Naruto Langsung menunduk begitu sebuah gelombang api biru melewatinya, Naruto yang tahu api itu terperangah seketika.
" Shinken, apa Hinata-chan dalam bahaya " gumam Naruto memikirkan sesuatu yang terjadi pada Hinata.
Deg!
" Ugh! " seketika Naruto melenguh ketika mata kirinya kembali merasakan kesakitan, bayang-bayang Hinata terluka hingga kejadian yang membuatnya tidak bisa menerimanya membuat amarah Naruto memuncak seketika " Sudah Cukup! " teriak Naruto marah.
Sing! Sing! Sing!
Sruuush~ Twush!
Tanpa perintah, tiba-tiba muncul beberapa Naruto dari Hologram langsung berpencar ke segala arah untuk mengatasi kericuhan di balik kabut.
.
Kelompok Sasuke
.
Bum! Bum!
Srash!
" Kuso! Sebenarnya naga apa mereka?! " umpat Issei sambil menebas salah satu naga yang akan mengenainya.
" Kuso! Mereka terlalu banyak, kita tidak mungkin bisa membunuh mereka " timpal Kiba.
" Cih! Kita sudah di kepung " decih Neji dengan byakugannya yang aktif.
" Sasuke! Apa yang harus kita lakukan? Mustahil kita membunuh mereka satu persatu " tanya Shikamaru, Sasuke yang mendengar itu hanya mendecih dirinya juga tidak percaya akan menjadi seperti ini.
[" Sial, jika saja tujuh kepalaku tidak terpenggal aku bisa membunuh mereka dengan petirku "] decih Yamata
[" Shoujukaryuu! "] ucap Hinata menebaskan pedangnya hingga mengeluarkan gelombang naga Biru ke arah samping.
Wush! Buum!
Naga yang akan menyembul dan memakan Rias'pun terhenti begitu api Hinata berhasil menghantamnya dan membakarnya namun karena memasuki air, pasti api itu akan padam.
" Arigato Hinata " ucap Rias berterima kasih.
" Hinata-Sama awas! " teriak Neji tiba-tiba.
Twush!
Seketika Hinata harus di kejutkan dengan munculnya kepala Naga Leviathan dalam jarak 10 meter di depannya siap menerkamnya, semua yang melihat itu terkejut dan mereka bahkan tidak sempat untuk melakukan sesuatu untuk melindungi Hinata.
Sringsringsring!
" HYAAAAAAAAA! "
Jraaash!
Seketika semua harus terkejut kembali ketika dari samping mereka dalam kabut tebal, muncul Naruto dalam situasi berputar seperti gasing dan menebaskan Sabit mekaniknya hingga menusuk Mata Naga itu.
" Grooooaaaaaaarr! "
Jraaash! Blarsh!
Wush!
Tanpa ampun Naruto menarik sabitnya kembali hingga wajah naga itu terbelah dua dan mati ke dalam Air, Naruto yang sebenarnya melesat cepat dari samping akhirnya kembali menghilang di telan kabut namun dia kembali lagi dan melesat ke arah Akeno.
Bum! Craaash!
Seketika dari belakang Akeno keluar Leviathan yang siap menerkam Akeno, namun dengan cepat Naruto langsung memotong kepala naga itu hingga membuat Akeno selamat.
" Apa yang dia lakukan " gumam Lee, ketika melihat Naruto terus menyerang Leviathan yang menyembul dan siap menyerang mereka.
" Dia berusaha melindungi kita, tapi kenapa? " jawab Shikamaru tapi dirinya juga tidak tahu kenapa Naruto melakukan itu.
[" Raikotenku! "] seketika semua menoleh ke atas ketika seseorang menyebutkan sebuah jutsu dan di atas muncul Naruto dengan Tombak Petir yang mengeluarkan Percikan Petir yang menyebar luas.
Bziiit!
[" Senjutenro! "] lanjut Naruto begitu telah dekat dengan air dan mengayunkan tombaknya ke bawah.
Jgleeeeer! Bziiit!
Seketika sebuah kilat langsung turun dengan cepat dan mengenai air di bawah hingga membuat listrik itu merambat dan mengenai seluruh Leviathan yang di dalam air.
Wush!
Setelah melakukan tugasnya Naruto langsung melompat tinggi hingga di telan Kabut, Sasuke yang merasa penganggu kelompoknya telah di kalahkan menoleh ke seluruh anggotanya.
" Ini Kesempatan Kita, Ayo! " perintah Sasuke memacu Naganya di ikuti kelompoknya dari belakang.
Di sisi Hinata, dia tampak diam sejak awal muncul Naruto yang berusaha menyelamatkannya, dirinya seolah mengenal wajah tersebut saat dia melihat wajah Naruto yang tampak Marah pada Naga yang akan memakannya tadi.
.
Naruto Side
.
Wush! Wush! Wush!
Lalu di sisi Kelompok Naruto, mereka saat ini telah melewati kabut tebal dan sampai di kabut tipis dan mereka bisa melihat bayangan Kota Kirigaku dengan sangat jelas.
" Yosh! Kita berhasil keluar dari Erdinoix Kirigaku, sekarang kita harus mengikuti jalur kembali untuk sampai jalur selanjutnya " ucap Naruto melalui Incam.
" Di mengerti! " balas semuanya " Danchou! Lihat itu kelompok dari Kota Takigaku dan kelompok Kumogaku, mereka telah menyalip kita lebih dulu " seru Julis ketika melihat dua kelompok telah lebih dulu dari mereka.
" kalau begitu kita harus cepat, kita harus menyalip mereka! " perintah Naruto memacu kendaraannya di ikuti yang lain yang berusaha menyalip mereka.
.
" Hoho! Sungguh tidak bisa di percaya rupanya kelompok Nakuto dari Takigaku berhasil menyalip kelompok Whitefox dari Konoha di susul kelompok Raiyori dari Kumogaku "
Asia yang mendengar itu semakin was-was karena tadi kelompok kakaknya masih belum keluar dari balik kabut Kiri.
" Woho! Sungguh tidak di percaya! Akhirnya White fox telah keluar dan berusaha menyusul kelompok Nakuto dan Raiyori di susul dengan Kelompok Uchiha di belakangnya "
" Hahh~ Yokatta " hela Asia bernafas lega ketika melihat kakaknya kembali, namun senyum itu terganti dengan perasaan khawatir dari Asia karena kelompok Sasuke mengikuti kelompoknya dari belakang di susul berbagai kelompok lainnya " Naruto-nii, berjuanglah "
" Itu kelompok si kuning, itu sebaiknya kita serang dia, Ikuzo Draig! " ucap Issei menyiapkan sarung naganya hingga membuat Bola Merah.
[" Hn "] balas sang naga dengan malas, sejujurnya dia tidak tertarik untuk menyerang Naruto, semenjak melihat Naruto dari pertama kali, dirinya justru tertarik untuk berteman dan lebih dekat dengan pemuda kuning itu, namun dirinya justru terjebak pada bocah mesum yang ada di atas punggungnya ini.
[" Dragon Laser! "] ucap Draig menembakkan laser merah ke arah Xenovia.
[" Dragon Shot! "] ucap Issei menembakkan bolanya ke arah Irina.
Crak! Crak!
Syuuuut! Twuuuush!
Namun tanpa di duga Senjata yang ada di naga Xenovia dan Irina yang awalnya mengarah ke depan berubah ke belakang dan mengumpulkan energi menjadi satu titik dan menembakkan energi itu ke arah serangan Draig dan Issei.
Bllaaaaaaarrr!
Kedua serangan itu'pun saling berbenturan hingga terjadi ledakan, Issei yang tidak menduga itu terkejut karena mereka bisa menghancurkan serangannya tanpa susah payah.
" Uso! Bagaimana mungkin! " ucap Issei tidak percaya.
" Seperti dugaan, kelompok Naruto itu memiliki taktik yang sangat matang, kalian lihat sendiri senjata yang terpasang pada naga mereka, mereka sudah menyiapkan pelindung bagi mereka jika terjadi serangan yang tidak-tidak, bagi kita mustahil menyerang mereka yang sudah menggunakan pelindung yang akan selalu melindungi mereka " gumam Shikamaru menyampaikan pendapatnya.
" Lalu kita harus bagaimana? " tanya Kiba.
Swuuuuuush!
Seketika dari samping sesuatu yang cepat seperti burung api melesat dengan cepat menuju kelompok Naruto, namun bukan salah satu dari kelompok Naruto di cari melainkan Naruto sendiri.
" Itu... " gumam Ino menggantung perkataannya.
" Itu Api Phenex, jika begitu, berarti kelompok Phenex yang melakukan itu " lanjut Shikamaru tahu maksud Ino.
.
Naruto Side
.
[" Danger! Danger! Fire Phenex in 4 Clock to kill you in 20 meters "] Naruto yang mendapat peringatan melirik ke arah peringatan kaca matanya dan dia melihat Burung Phenex menukik ke arahnya cukup cepat.
" Heh! Jangan remehkan aku! " dengus Naruto membelokkan kendaraannya menuju jalur berikutnya menuju kota Kirigaku.
Wush! Blaaar!
Dan nyaris saja, burung api itu'pun meleset dan mengenai gunung kecil di samping Naruto hingga membuat ledakan sedang.
" Fiuuhh~ Untungnya berhasil " gumam Naruto bernafas lega, saat ini mereka telah berada di atas Kota Kirigaku dengan ibukota Hiroshima, kota kirigaku tidak besar seperti kota Sunagaku, Kumogaku, Iwagaku dan Konoha, namun Kota Kirigaku memiliki daya tarik tersendiri yang membuat kota ini cukup bagus.
Kota Kirigaku memiliki kota yang terlindungi dalam kabut tebal yang susah di tembus, di karenakan kabut itu mengelilingi kota kirigaku dan kabut itu memiliki dua pelindung di kabut pertama adalah Erdinoix tersebut di susul Kabut pelindung Kota .
" Danchou! Kita harus cepat! " seru Claudia ketika melihat berbagai kelompok mulai berusaha menyusul mereka.
" Baik! Setelah melewati Kota ini kita akan kembali melewati laut, dan setelah itu kita akan melewati Erdinoix kota Iwagaku, sebaiknya kalian bersiap! " balas Naruto melalui incam sambil memacu skeatboardnya untuk lebih cepat.
.
.
" Hohoho! Sungguh luar biasa, saat inidari 200 kelompok 60 kelompok telah berhasil keluar dari kabut kiri, dan sekarang mereka berusaha untuk menuju jalur selanjutnya yaitu Curam Iwa, mereka harus berhati-hati untuk saat ini karena jika kau salah perhitungan dalam jarak terbangmu, maka habislah "
Semua penonton yang melihat bagaimana berbagai kelompok mulai memacu naga mereka bersorak-sorak untuk memberikan semangat mereka, Hiruzen sebagai pemimpin yang ikut menonton bersama pemimpin empat kota lain yang ikut serta tersenyum ketika layar memperlihatkan Narutp dengan kelompoknya dengan cepat melaju hingga kembali di telan kabut.
" Huh! Sepertinya bocah pirang itu cukup hebat " dengus sosok pria bertubuh kekar.
" Iya, aku setuju, bahkan dia bisa melewati Kabut Kiri dan menjadi urutan ketiga dari urutan pertama, apa lagi saat dia menghindari burung api itu, dia sangat hebat " timpal Wanita berambut Crimson.
" Hahaha, ini belum seberapa, kalian lihat saja dulu " ucap sosok pria tua merasa tidak senang dengan Naruto
.
Wush! Wush! Wush!
Setelah melewati kabut, mereka bisa melihat luasnya laut kembali namun dalam jarak 10 Km mereka bisa melihat darat kembali dengan kabut tipis berisikan tanah-tanah berduri dari rendah hingga tinggi.
" Itu! Mereka serang! " teriak salah satu kelompom yang berhasil menyalip Sasuke memerintahkan kelompoknya untuk menyerang Kelompok Naruto.
" Baiklah! Dengar kita semua berpencar kita akan bertemu di kota ketika menghindari Erdinoix Iwa, ingat gunakan senjata kalian untuk melindungi kalian, jangan biarkan mereka melukai kalian! " perintah Naruto melalui incam.
" Baik!/Ha'i! " balas semuanya lalu membagi diri mereka.
Wush! Wush! Wush!
Bziit! Twush! Twush! Twush!
Berbagai kelompok yang saling kerja sama'pun mulai menembakkan jutsu mereka ke arah Naruto serta kelompoknya, namun senjata yang melekat pada naga kelompok Naruto langsung membalas membuat serangan mereka tidak bisa melukai mereka.
Wush! Blar! Blar!
Sret! Duagh! Jraash!
Sementara Naruto, Naruto berusaha menghindar sebisa mungkin serangan yang diarahkan padanya hingga membuat ledakan di air dan daratan, saat melihat tanah berduri yang hancur dan melayang di sampingnya, dengan cepat Naruto memukul tanah itu hingga mengenai salah satu penunggang
Sing! Sing! Grep!
Seketika Skeatboard Naruto berubah dan merangkai berbagai mesin hingga membentuk tas ransel di punggung Naruto
Twush!
Seketika Ransel itu'pun mengeluarkan tenaga yang kuat hingga membuat Naruto melaju dengan cepat layaknya roket, Naruto yang merasa seperti terbang hanya tersenyum, namun seketika dirinya harus terkejut mendapati tanah berduri yang mengarah padanya
" Kuso! Aku lupa kalau aku belum terbiasa! " umpat Naruto menghentakkan dirinya ke atas membuat dirinya langsung terbang ke atas membuat dirinya terhindar dari maut.
Shhh~
" Kau pasti bercanda " umpat Naruto ketika mesin ranselnya mati membuatnya terjatuh.
Wush!
Entah secara kebetulan salah satu penunggang lewat di bawahnya membuatnya selamat, namun dirinya harus cepat karena dirinya pasti kembali menjadi incaran.
" Kau! " kejut penunggang yang membawa Naruto ketika mendapati sasarannya di belakangnya.
" Gomen, tapi terima kasih untuk pertolongannya " ucap Naruto melompat kebawah tak lupa mengikat rantai pada kaki naga itu
Tap!
Sriing! Wush!
Setelah mendarat Naruto menarik rantainya dengan kuat membuat Naga dan penunggang itu tertarik dan tepat ke arah tarikan muncul dua rekannya yang siap menabraknya.
" Aarrrrgggh! "
" Whaaaaa! " seketika mereka berteriak bersama seperti orang melihat kecoak dan..
Booom!
Terjadi ledakan pada mereka seperti dua mobil yang beradu, Naruto yang melihat itu langsung menarik rantainya kembali " Fuh~ untung saja " gumam Naruto, namum Naruto harus menarik kata-katanya ketika 10 penunggang naga dengan kelompok berbeda tengah mengarah padanya.
" Kau pasti bercanda! " ucap Naruto siap berlari namun seketika roket ranselnya kembali bekerja membuatnya melesat kembali " Wow-wow " gumam Naruto berusaha mengendalikan dirinya yang terbang, namun satu kesimpulan dirinya akan bisa terbang karena sesuai keinginan hatinya.
" Haha! Yes! Baiklah! Kita lihat apa yang bisa kita lakukan! " teriak Naruto senang langsung memacu roketnya hingga kecepatan luar biasa meninggalkan kelompok Naga di belakangnya.
.
Kirin Side
.
Wush! Wush! Blaar! Blar!
Sementara di posisi Kirin, saat ini Kirin berusaha menghindari setiap serangan yang di luar jumlah batas senjatanya bisa mengatasi setiap serangan lawan, Kirin hanya mendecih karena para peserta tampak tidak sportif karena melakukan serangan-serangan yang banyak.
" Aku harus cepat, Dreton! Ayo lebih cepat! " seru Kirin pada Naganya sambil berusaha memacu naganya, namun naga tetaplah harus membutuhkan Istirahat untuk sayap mereka, mustahil untuk memacu naga untuk terus mengepakkan sayap mereka.
Wush! Wush!
Sementara di atas Kirin terdapat dua penunggang naga yang telah menyiapkan dua Bola Air besar langsung menembakkannya ke arah Kirin.
[" Amaryllis "]
Wush! Wush! Blaaaaar!
Seketika sebuah Dua Bola Api datang dari samping menggagalkan dua serangan itu, Kirin yang merasa terjadi ledakan di belakangnya menundukkan tubuhnya untuk melindungi tubuhnya.
" Kirin-chan, kau tidak apa? " tanya Julis yang rupanya sebagai sang pelaku penolong tadi.
" Julis-chan, sekarang kita harus bagaimana? " gumam Kirin sekaligus bertanya.
" Yang bisa kita lakukan adalah bertahan saat ini, aku yakin sebentar lagi Danchou akan datang " jawab Julis, karena masih berbicara dengan Kirin, mereka tidak menyadari terdapat salah satu penunggang naga dari kelompok Phenex telah menyiapkan dua bola petir untuk mereka.
Swush! Duagh!
Karena terlalu cepat Naruto berhasil menyeruduk penunggang tersebut hingga terpental dari naganya, merasa tak berdosa Naruto memelankan lajunya dan terbang di samping Julis dan Kirin.
" Danchou " gumam keduanya ketika melihat ketua mereka telah di samping mereka.
" Dimana yang lainnya? Aku tidak melihat keberadaan mereka dalam radar? " tanya Naruto pada mereka berdua, dari radar yang dia miliki hanya sinyal Julis dan Kirin yang dia temukan.
" Kami di sini Danchou! " sebelum Julis menjawab, mereka yang di bicarakanpun datang dan terbang di sampingnya.
" Baguslah, aku ingin bertanya apa ada tanda Erdinoix Iwa? " tanya Naruto pada semuanya.
" Tidak, belum ada " jawab semuanya.
[" Danger! Danger! Danger! "]
Naruto yang mendapat peringatan di kaca matanya sedikit terkejut karena ucapan peringatannya sampai tiga kali, di liriknya ke belakang dan seketika matanya terbelak ketika melihat apa yang di belakangnya.
" Grooaar! "
" Grooaaarr! "
Seketika naga-naga di kelompok Naruto menjadi rengas atau bisa di bilang liar akan sesuatu, semua bahkan berusaha menenangkan mereka dan mereka bingung kenapa mereka menjadi seperti itu.
" Simcon, ada apa? " tanya Kiba berusaha menenangkan naganya
" Jika kalian bertanya kenapa pada naga kalian seperti itu, sebaiknya pacu naga kalian secepat mungkin untuk menghindari apa yang membuat mereka seperti itu " balas Naruto yang terbang sambil menghadap ke belakang, semua yang mendengar Naruto menoleh ke arah pandang Naruto dan seketika mereka terkejut mendapati sosok Naga batu besar tengah menghadap ke arah mereka dengan tatapan intimidasi, bukan hanya itu di belakang naga tersebut juga terdapat seperti yang lainnya namun mereka tengah menyerang kelompok lainnya.
" Hooaaaa! Cepat pergi dari sini! " perintah Naruto langsung melesat sekuat tenaga di ikuti kelompoknya yang berusaha melawan maut yang menjemput mereka.
" Grooaaaar! " sementara sang naga batu atau kita sebut saja Golem melihat sang mangsa melarikan diri dengan cepat dia langsung berusaha mengejar mangsanya.
" Kuso! Apa yang harus kita lakukan, naga ini lebih berbeda dari Leviathan " umpat Naruto berusaha menghindari Naga Golem yang berusaha mengejarnya dan kelompoknya.
" Oi! Sasuke! Cepat! Kau ingin kita mati di sini! "
" Urusai kutu anjing! Biarkan Sasuke-kun konsentrasi! "
" Kau bilang Apa! bagaimana kita mau konsentrasi ketika tiga Naga Batu itu berusaha mengejar kita! "
Naruto yang mendengar suara ricuh menoleh ke sumber suara dan dia melihat wajah Sasuke sangat dekat dengannya.
...
...
Terjadi keheningan seketika di tempat itu, namun beberapa menit berselang, wajah Naruto memerah marah langsung mencengkeram wajah Sasuke dengan keras
" Teme! Jangan dekatkan wajahmu denganku kau menjijikkan! " teriak Naruto mendorong wajah Sasuke, namun Sasuke melakukan Hal yang sama dengan Naruto karena seenak jidatnya Naruto melakukan itu padanya.
" Brengsek! Lepaskan cengkeramanmu ini! "
" Kau pikir aku mau! Dan juga apa maksudmu membawa tiga naga besar itu huh! Kau ingin kita mati bersama?! Aku tidak sudi! "
Sementara sang anggota dari dua ketua itu hanya bisa sweatdrop ketika melihat Naruto dan Sasuke bertengkar seperti bocah, namun suara Koneko membuat mereka tersadar seketika.
" Danchou hentikan, jika seperti ini sebaiknya kita kerja sama dengan pantat ayam itu " ya~ walau ucapan Koneko terkesan mengejek Sasuke.
" Teme! Apa kau bilang diriku!? " tanya Sasuke merasa tidak terima.
" sudah aku bilang jangan dekatkan wajahmu itu!? " bentak Naruto kembali mendorong wajah Sasuke.
" Tunggu, perkataan Koneko-san ada benarnya, dalam situasi ini, sebaiknya kita bekerja sama melawan maut, jika kita mati karena mereka semua akan sia-sia saja " ucap Shikamaru setuju dengan usulan Koneko.
[" Cih! Kau pikir aku mau Graaaaa! "] ucap Yamata siap menerkam Naruto karena masih kesal.
Duak!
Namun Naruto langsung memukul wajah Yamata dengan santai membuat Sasuke oleng karena Naganya
" Lalu apa yang harus kita lakukan nyaa~? " tanya Kuroka yang sedari tadi diam.
" Setahuku, tanah lemah terhadap Petir dan Angin, jadi kita harus menyerangnya dengan kedua element itu " jawab Shikamaru memberitahukan caranya.
" Hyuga-chan! Ikutlah denganku dan Kirin-chan, pedang Shinken milikmu akan sangat berguna dalam keadaan saat ini! " perintah Naruto, Naruto sebenarnya bisa saja memanggil Hinata dengan nama kecilnya namun karena merasa Hinata kembali menjadi Hinata yang datar membuatnya harus membatalkan niatnya itu.
" Eh! Kenapa aku?! " tanya Hinata dengan nada datar namun terkesan imut.
" Senjata Shinken sebenarnya bukan hanya sekedar pedang berelement Api Biru, itu di sebabkan karena dia memiliki element tersembunyi yaitu Api, Petir, Air, Tanah dan Roh, maka dari itu aku mengajakmu.
Sebenarnya aku belum pernah mencoba menggunakan element Roh, karena ini bisa saja membuat suatu roh mengambil kendali tubuh kita, dengan kata lain roh yang terbang bebas bisa saja mengambil tubuh kita.
Tapi aku sudah mengantisipasikan hal itu dengan mengubah tekniknya namun ini hanya bertahan 2 menit, aku ingin kau menggunakan teknik Shinkeroku tebas pedangmu begitu pedangmu mengeluarkan Aura biru ke arah salah satu naga batu itu, dengan begitu rohmu akan berpindah ke sana dan kau bisa melakukan serangan pada naga lainnya hanya untuk menggagalkan mereka menangkap mereka, setelah itu aku dan Kirin akan mengatasi beberapa dari mereka dan sebagai serangan terakhir kita gunakan serangan petir untuk menghabisi mereka " jelas Naruto panjang lebar dan membuat stategi
" tapi bukankah itu bahaya? Maksudku Dalam waktu 2 menit, apa Hinata akan berhasil kembali? " tanya Choji tidak yakin.
" Maka dari itu aku mengajak Kirin-chan, dengan adanya Kirin akan memukul saraf pada kepala Hinata untuk menarik kembali roh Hinata, saraf itu ada di belakang kepalanya.
Teknik ini berjalan karena roh kita akan bisa memasuki karena pikiran kita yang mengendalikannya, dengan di ganggunya konsentrasi atau fokusnya saat mengendalikan tubuh yang di rasuki, maka kesadaran tersebut akan kembali seperti semula " jawab Naruto menjelaskan kembali.
" Kirin-chan juga bukan hanya akan menjaga Hyuga selagi dia memasuki tubuh Naga batu itu, setelahnya dia dan aku akan melakukan serangan bersama dalam sekali serang agar mereka terbelah dan sebagai serangan akhir aku dan Hinata akan mengakhirinya dengan element petir " lanjut Naruto.
" Itu artinya... " gumam Kiba dengan bodohnya.
" jika begitu berarti kau membutuhkan dua orang sepertimu? " tanya Shikamaru.
Ngung! Ngung!
Tanpa menjawab di samping Naruto tiba-tiba muncul Dua Naruto dari hologram dengan pedang Midrocremon dan Shiyaki.
" Heh! Jika itu aku juga sudah tahu, Ikuzo! " balas Naruto dan tanpa Dosa dia menarik Hinata dan membawanya ke tempat Kirin lalu melesat bersama Hinata, Kirin dan Cloning Hologramnya yang membawa Shiyaki, sementara yang membawa Midrocremon memimpin kelompok untuk tetap maju.
" Hyuga! Bersiaplah! " teriak Naruto yang sudah di atas keempat naga batu itu ( dalam artian Naruto terbang di atas mereka ).
" Huh! " dengus Hinata masih marah karena kejadian tadi lalu menyiapkan pedang Shinken miliknya
" Cepatlah jangan sampai naga itu memasuki Kota " ucap Naruto lagi.
" Diamlah! Aku butuh Konsentrasi " balas Hinata dengan alis berkedut kesal [" Shinkeroku "] ucap Hinata menebaskan pedangnya ketika sudah mengeluarkan Aura ke salah satu naga batu.
Syuut~ Wush!
Duaakh!
Sesuatu seperti tombak berwarna biru tiba-tiba keluar dari pedang Hinata dan melesat ke sasaran tebasan itu dan saat itu juga tubuh Hinata pingsan namun dengan sigap Kirin menahan tubuh Hinata agar tidak jatuh.
Setelah memasuki tubuh sang naga, Hinata langsung menyerudukkan tubuhnya ke kawanan pemilik tubuh yang dia kendalikan.
Buagh!
Dengan sedikit kasar Kirin langsung memukul belakang kepala Hinata dengan gagang pedangnya hingga membuat Hinata meringis dan sesuai rencana Jiwa Hinata telah kembali dan mengharuskan mereka melakukan rencana selanjutnya.
" Yosh! Kau, ayo lakukan sekarang! " perintah Naruto pada Cloning.
" Ai! Ai! Ikuzo! " balas sang Cloning seperti bajak laut lalu melesat ke arah Kirin dan menarik Kirin terbang ke atas.
" Ikuzo! Hyaaaa! " teriak Naruto memutar tubuhnya dan putarannya semakin cepat hingga seperti gasing.
" Hikke! " teriak Naruto lantang lalu melempar Kirin yang masih berputar seperti gasing tak lupa dengan sisi pedangnya yang membuatnya seperti gergaji mesin.
Sraaaaaaaaaaaash! Brak!
" GRROOOOOAAAAAAARRR! "
Setelah sisi pedang Kirin mengenai salah satu tubuh sang naga batu, tubuh Kirin langsung bergerak cepat seperti pemotong melewati empat tubuh sang naga itu dan detik berikutnya tubuh mereka terbelah dan membuat mereka berteriak dengan kerasnya.
Sringringring! Grep!
Lalu muncul Satu Rantai Hitam langsung mengikat keempat tubuh naga itu beserta mengunci mulut sang naga dan di ujung Rantai itu terlihat Naruto dengan Shiyaki di salah satu bebatuan tengah menyeringai dengan pedang di mulutnya.
" Huh! Bersiaplah kau! " teriaknya menarik Rantainya sekuat tenaga ke samping.
Srak! Wush! Blaaaaar!
Rantai itupun mulai mengencang dan membawa ke empat Naga itu ke samping dan menghancurkan berbagai bebatuan yang menghalanginya.
" Terima Ini! " teriaknya Lalu menarik kembali rantainya dan mengayunkannya ke atas.
Swush! Tak!
Bagai tali laso, Ke empat tubuh yang di ikat itu'pun terbang tinggi dan melepaskan keempat tubuh Naga itu dan di atas ke empat Naga itu telah terdapat Hinata, Kirin dan Naruto yang telah mempersiapkan sebuah serangan mereka
" Kau siap? " tanya Naruto mengacungkan tombaknya ke samping
" Huh! Tentu saja " balas Hinata membalas acungan Naruto hingga kedua ujung senjata mereka beradu dan membuat percikan petir.
[" Raitenro Kuropander! "] ucap Naruto dan Hinata bersama lalu mengayunkan senjata mereka ke bawah.
Bziit! Jgleeeeeerrrr!
Setelahnya dari langit muncul Kilat berkecepatan tinggi langsung menyambar empat naga golem itu hingga membuat mereka meraung dan Raungan itu semakin menipis dengan tubuh mereka yang perlahan hancur.
" Apakah berhasil? " tanya Kirin dan mendapat decihan Naruto dan itu artinya tidak.
" Souka, jadi semakin kau hancur, maka semakin besar pula kau " gumam Naruto Cloning dengan Shiyaki yang ada di bebatuan melihat berbagai batu dari keempat golem yang telah hancur perlahan menyatu dan membuat naga yang lebih besar dari sebelumnya.
" Tapi... " gantung Naruto melepas pedangnya hingga gagang pedangnya menyatu dengan gagang sabitnya " Aku sudah tahu di mana titik lemahmu! " teriak Naruto membahana.
Wush! Ckrek! Blaaar!
Setelah berteriak senjata Naruto mengeluarkan Api Hitam besar menyerupai bentuk senjatanya, setelah itu Naruto'pun melesat dengan roketnya membuat pijakannya tadi hancur seketika.
" HYAAAAAAAA! " teriak Naruto menebaskan Sabitnya begitu sampai di tengah tubuh Naga Golem.
Sriiiiing! Boooom!
Setelahnya tubuh Naga itu'pun terbelah di susul ledakan besar yang memisahkan dua tubuh itu, melihat sebuah batu yang mengeluarkan Aura Cokelat yang dia yakini sebagai pusat naga Golem langsung menancapkan pedangnya di batu itu lalu terbang ke atas dengan ransel jetnya hingga batas rantai.
" Inilah serangan terakhir untuk kematianmu batu! " teriak Naruto menarik rantainya membuat tubuh naga itu terbawa ke atas.
Swush!
[" Dynamite Gensho! "] ucap Naruto melesatkan tubuhnya setelah melilitkan rantainya di kakinya lalu melayangkan tendangan udaranya ke arah pedangnya
Craak!
[" Sonic Boom! "]
Twush! Blaar!
Setelah memberikan tendangan terkuatnya pedang itu'pun menancap semakin dalam di batu pusat naga golem itu dan sebagai tenaga tambahan Naruto mengaktifkan kekuatan jamnya hingga dorongan pedangnya semakin kuat hingga menembus batu itu dan membuat ledakan cukup besar.
" Apa yang terjadi di sana, apa mereka berhasil? " gumam Shikamaru entah kepada siapa.
" Entahlah "
Sementara di tempat kejadian, terlihat Naruto Cloning saat ini tengah berlutut karena kelelahan menghabisi naga golem itu, merasa tugas selesai dia'pun melempar senjatanya ke atas di susul menghilang tubuhnya.
Wush! Grep!
Setelahnya Naruto'pun datang dan mengambil senjata itu dan berhenti di bebatuan sambil menyiapkan tombak dan sabitnya untuk satu serangan pada para Golem yang menyerang peserta lain.
" You Can't Not! Pass! " teriak Naruto mengangkat senjatanya tinggi-tinggi lalu menancapkan kedua senjatanya dengan keras.
Twuuung! Bzzzzziit!
Seketika dari tempat Naruto keluar gelombang api hitam dan petir yang langsung menyebar luas, Naruto yang melihatnya kembali melesat ke tempat kelompoknya karena Kirin dan Hinata telah lebih dulu menyusul kelompok mereka.
.
" Kuso, di mana mereka, kenapa mereka belum menyusul kita, padahal kita sudah akan mencapai Kota " umpat Kiba khawatir karena saat ini mereka telah memasuki kota Iwagaku.
Kota Iwagaku berada di dekat laut, namun kota ini bukanlah Kota biasa di karenakan pelindung kota yang berupa tanah berduri yang mengelilingi kota dan bukan itu saja, Kota ini juga memiliki sistem pelindung bernama Dome Earth atau Kubah bumi.
" Maaf kami terlambat, mereka tidak seperti yang di perkirakan " ucap Kirin yang telah menyusul dan mengembalikan Hinata ke naganya.
" Kirin-chan di mana Danchou yang asli? " tanya Julis khawatir karena tidak melihat Naruto yang asli.
Sret! Ngung!
Grep!
Sementara sang cloning yang memimpin langsung melempar senjatanya ke atas di susul tubuhnya yang menghilang, dan bagai kecepatan roket, Sesuatu langsung mengambil pedang itu membuat Xenovia ingin berseru namun seruannya dia batalkan karena bisa melihat siapa yang mengambil senjata itu
" Itu Naruto-san " seru Tohka dengan senyum tipis ketika melihat sang ketua sudah menyusul.
Swush! Tap!
Twush!
Karena terlalu kencang dengan usaha, Naruto mendaratkan kakinya di sebuah gedung dari batu di kota iwa lalu kembali melesat mengikuti kelompoknya yang sudah berbelok untuk menuju jalur laut kembali untuk menuju kota Kumo.
" Hah~ Akhirnya aku bisa mengikuti kalian " gumam Naruto bernafas lega.
" Perhatian, bagi kelompok White Fox dan Uchiha, kalian akan beristirahat untuk sementara waktu, kalian akan berlomba kembali pada pukul 1 siang, tempat istirahat kalian akan ada di selatan Shizouka, kami telah menyediakan tempat seperti di awal balap, selamat istirahat " seketika terdengar pengumuman untuk kelompok Naruto dan Sasuke untuk pertanda Istirahat ketika mereka akan sampai di Shizouka.
" Hey, bagaimana kalau kita balapan? " tantang Sasuke dengan pandangan meremehkan.
" Heh? Kau yakin? " balas Naruto ikut meremehkan.
Trank! Trank! Syuuut~
Seketika tas ransel Naruto terbuka dan berganti mesin dan memperlihatkan dua roket jet.
" Coba saja kau salip aku " lanjut Naruto menyeringai.
Twush!
Dengan kecepatan tinggi, Naruto langsung melesat lebih dulu hingga membelah air, Sasuke yang melihat itu melongo seketika.
Tak! Tak!
Syuuuuuuuut~
Seketika pada bagian paha para naga kelompok Naruto keluar sebuah jet mesin dan mulai mengumpulkan energi, Semua kelompok Naruto yang tahu maksud dari keluarnya mesin itu tersenyum.
" Jaa, kalau begitu sampai jumpa lagi minna " ucap Claudia sambil mengedipkan matanya.
Twush! Twush! Twush!
Setelahnya jet mereka'pun melepaskan kekuatan mereka membuat mereka melesat dengan cepat menyusul Naruto.
Semua melongo seketika ketika melihat kelompok Naruto langsung meninggalkan mereka dengan kecepatan yang menurut mereka gila.
" Etto... Sasuke, sebaiknya jika kau ingin tanding sebaiknya kau pikirkan dulu lawanmu siapa " nasehat Issei drop ketika baru mempelajari ' Jangan berani menantang orang yang lebih jenius dari kalian ' .
" U-un " jawab Sasuke.
.
Shizouka place
.
Wush! Wush! Wush!
Di Shizouka, terlihat Tiga Tiang berukuran besar dengan sebuah Kotak Hitam besar di atas Tiang tersebut, salah satu dari Kotak itu terdapat lambang White Fox dapat di asumsikan itu adalah tempat istirahat untuk kelompok Naruto dan dari arah selatan, sesuatu dengan cepat datang dan memasuki kotak itu dan setelahnya Kotak itu'pun mengunci sesuatu yang masuk itu.
Dan di dalam kotak terlihat sudah kelompok Naruto yang telah sampai dengan nafas terengah-engah karena kelelahan, tidak butuh 10 menit bagi mereka untuk sampai di Shizouka karena kecepatan jet Naruto.
" Akhirnya kalian sampai juga " kelompok Naruto yang mendengar suara ketua mereka menoleh dan mereka bisa melihat ketua mereka tengah bersandar dengan ramen cup di depannya dan di sampingnya juga terdapat Asia yang entah bagaimana bisa di sini.
" Danchou... Asia-san " gumam Saya ketika melihat mereka.
" Kalian istirahatlah, Kita masih memiliki waktu 2 jam untuk melanjutkan lomba " ucap Naruto menyandarkan kepalanya sambil menghirup nafas dalam-dalam, semua yang mendengar perkataan ketua mereka turun dari naga mereka dan duduk melingkar di dekat ketua mereka.
Asia yang sudah melihat itu membagikan makanan yang dia bawakan untuk kelompok kakaknya " Asia-san, bagaimana bisa kau sampai disini? " tanya Tohka penasaran.
" Aku di panggil melalui alat Nii-san, namanya YBMT, Yellow Ball Meca Teleportasion aku juga memilikibola itu jadi kami saling terhubung, sebelum ke sini Nii-san juga menyuruhku untuk menyiapkan semua ini " jawab Asia lalu kembali duduk di samping Kakaknya.
" lalu... Mengenai sekarang? " tanya Kiba ingin tahu apa yang harus di lakukan selanjutnya.
" Saat ini kita di suruh beristirahat karena batas kekuatan naga kita, bukan hanya itu, karena banyak yang tertinggal di Erdinoix kita harus menunggu mereka juga.
Selain itu juga saat ini kita ada di posisi 4, itu di karenakan saat melawan naga golem tadi kita di salip dengan kelompok Suna yang salah satunya adalah penunggang The Nine Legend Dragons Beast.
Berdasarkan waktu, dia unggul dari kita hanya 8 menit, di posisi pertama adalah kelompok Kumo, kita tertinggal jauh dari mereka, mereka unggul 20 menit sementara dari kelompok Taki unggul 10 menit dari kita " jelas Naruto, semua yang mendengar itu cukup terkejut namun ada satu yang menganjal yaitu kelompok Taki.
" Tapi Danchou, bukankah lomba ini hanya untuk lima kota saja? Kenapa kota seperti Takigaku yang ada di selatan pulau kita ada di sini? " tanya Kirin menyampaikan hal menganjal baginya.
" kau sebenarnya benar Kirin-chan, tapi kau harus tahu, bahwa kota Takigaku ( Filiphina ) yang ada di selatan kita bukanlah kota biasa karena mereka memiliki salah satu The Nine Legend Dragon Beast yaitu Choumei, The Seven Stars Beast.
Bukan tanpa alasan mereka bisa ikut di karenakan hewan itu, tapi karena sebuah bencana akan datang, bisa di bilang ini adalah Kudeta Kota " jelas Naruto mengenai semua yang dia tahu. Semua harus kembali terkejut ketika mendengar perkataan Naruto, Kudeta Kota.
" Danchou, apa maksudmu dengan tadi itu? " tanya Claudia ingin tahu.
" Sebaiknya jangan sekarang, setelah lomba ini selesai kita akan berbicara di DSA, kalian akan aku beritahu semuanya " jawab Naruto membuat semua mendesah kecewa karena tidak mendapat jawaban yang di inginkan " Hei, tidak perlu murung, sebaiknya makan saja makanan kalian sebelum dingin " ucap Naruto mencoba mengembalikan mood mereka lalu membuka cup ramennya yang sudah matang.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
12.30 PM
.
Sudah satu setengah jam berlalu, kelompok Naruto masih menunggu waktu mereka berlomba kembali, kelompok Sasuke juga telah sampai dengan perbedaan waktu 10 menit di susul Kelompok Phenex ( Raizer ), Asuna, Iwagaku ( Roshi ), Kirigaku ( Yagura ) dan yang lainnya.
Selagi mereka mengatur naga mereka, di sisi Naruto dia tampak enak karena saat ini dia tengah tiduran di pangkuan Asia, bukan tanpa alasan dia melakukan itu dia melakukan itu untuk mengatur emosional miliknya, Emosional miliknya tadi sempat lepas sejak di kabut Kiri dan itu membuat Asia sangat khawatir.
Dengan tidurannya dia di sana Emosionalnya bisa hilang untuk sementara waktu, namun itu sudah cukup untuk mengatur Emosionalnya.
" Nii-san, sebaiknya Nii-san jangan emosional jika menghadapi sesuatu, jika aku tidak ada untuk Nii-san bagaimana " nasehat Asia sambil mengelus rambut pirang kakaknya.
" Emosi bisa keluar kapan saja Asia, dan itu mustahil. Lagi pula aku melakukan ini bukan hanya itu, ini karena mata kiriku kesakitan kembali aku bahkan tidak tahu kenapa, tapi saat emosiku keluar mataku jadi sakit " balas Naruto sambil menutup mata kirinya dengan telapak tangannya.
" Apa Nii-san tidak apa? " tanya Asia khawatir.
" Tidak, kau bisa lihat sendiri kakakmu ini saat ini tengah tidur di pangkuanmu bagaimana kau sebut aku tidak apa-apa? " jawab Naruto sambil tersenyum geli pada adiknya.
" Mo-Mou~ Akukan hanya bertanya " balas Asia mengembungkan pipinya.
Sing!
" yo! Na_HOOOO! NARUTO! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ASIA?! CEPAT BANGUN DARI SANA?! " teriak Jiraiya begitu muncul di hologram besar di ruangan mereka membuat seluruh kelompok Naruto menutupi telinga mereka.
" Heh~ kenapa? Asia-chan saja tidak protes, Huh! Jika kau tidak suka kenapa kau tidak lakukan itu dengan Baa-chan saja " balas Naruto tetap asyik tiduran di pangkuan Asia.
Buagh!
" Aku tidak akan sudi! " balas Tsunade sambil memukul wajah Jiraiya hingga terpental dan tak terlihat di hologram " Naruto, aku ucapkan selamat saat ini kau sudah di posisi empat, walau begitu aku bangga kau dan kelompokmu bisa sampai situ " ucap Tsunade memberikan ucapan selamat.
" Arigato untuk ucapan selamatnya Baa-chan, tapi ini belum yang sesungguhnya, setelah melewati kota kumo menuju kota Suna, barulah kami akan serius " ucap Naruto mengubah posisinya bangun dari berbaringnya dan berdiri tegak menghadap hologram di depannya.
" Aku harap juga begitu. Naruto berhati-hatilah, berbagai kelompok sangat berambisi untuk menghalangimu bahkan tidak banyak dari mereka berencana membunuhmu. Jika terjadi sesuatu padamu aku akan membantumu " peringat Tsunade dengan khawatir, bagaimana tidak. Sejak awal balap dia melihat berbagai kelompok menyerang Naruto tanpa ampun tapi Naruto untungnya dia sangat pintar dan hebat untuk menghadapi serangan-serangan itu.
" Ha'i Baa-chan tenang saja, Jaa kalau begitu sampai bertemu lagi Baa-chan " ucap Naruto memutuskan hubungannya dengan Tsunade.
" Lalu Asia-chan sebaiknya kau kembali saja sekarang karena sebentar lagi kami akan melanjutkan lombanya " pinta Naruto sambil menghadap ke arah Asia.
" Baik aku akan kembali, tapi Nii-san kau barus berhati-hati dengar, kau tadi sudah membuatku khawatir ketika awal lomba dan sebaiknya sekarang Nii-san berhati-hati " ucap Asia menasihati kakaknya itu dengan berkecak pinggang.
" Hei, aku tahu batasku Asia-chan kau tenang saja " ucap Naruto sedikit gugup dengan adiknya ini.
" Hmph! Jika Nii-san kenapa-napa awas saja, aku akan memberikan Nii-san hukuman " dengus Asia membuang wajahnya kesal.
" Heh~ Hukuman? Hukuman seperti apa? " tanya Naruto penasaran.
Sret!
" Nii-san akan tahu nanti " balas Asia sambil menarik wajah Naruto hingga kening mereka " Jaa kalau begitu sampai bertemu lagi Nii-san " ucap Asia menjauhkan wajahnya dan berjalan menjauh dari kakaknya dan setelahnya Asia'pun menghilang meninggalkan kilatan kuning.
" Ne Danchou apa kau tidak melihat perubahan Asia-san padamu? " tanya Kiba, sebenarnya dari dulu dia ingin bertanya apa ketuanya itu tidak tahu atau tidak ambil pusing akan sikap Asia.
Asia memperlakukan Naruto layaknya kekasih, karena keluarga dengan darah yang sama dan clan yang sama, seharusnya itu sangatlah tabu, karena kakak dan adik biasanya tidak boleh saling mencintai.
" Perubahan seperti apa? " tanya Naruto polos.
" Huh~ Jangan bilang kau tidak melihatnya? Apa kau tidak sadar kalau adikmu itu mencintaimu? " desah Tohka melihat ke tidak pekaan Naruto.
" Mencintaiku? " beo Naruto " Hey, mana mungkin, paling dia melakukan itu hanya sebatas adik saja " lanjut Naruto tetap pada pendiriannya.
" Hahh~ Terserah kau sajalah " balas Tohka menyerah meyakinkan orang dengan otak lemot dalam hal cinta.
" Peringatan untuk kelompok White Fox, kalian akan melanjutkan balapan kalian dalam waktu 15 menit lagi, sebaiknya persiapkan diri kalian "
" Baiklah sebelum mulai, apa kalian sudah mengecek armor, senjata dan yang lainnya di naga kalian? " tanya Naruto.
" Sudah, hanya saja persenjataan kita yang kita pasang di naga tidak bisa menghadang serangan beruntun, mereka selalu menyerang kita, mereka itu seperti bekerja sama untuk menjatuhkan kita " ucap Julis menyampaikan kekesalannya karena terus di serang.
" Hahh~ Begitulah, mereka seperti predator yang tidak akan melepaskan mangsanya " desah Naruto juga tahu karena dia juga mengalami nasib yang sama.
" Oh benar juga setelah ini Erdinoix Kumo bukan, bicara mengenai naga, apa yang akan kita temui di sana? " tanya Kiba penasaran.
" Um, Petir... Jika di lihat dari tempat dan alamnya hewan apa yang berjenis naga dan memiliki element petir " gumam Naruto sambil berpikir
" Tentu saja banyak baka tapi salah satunya apa?! " balas Tohka kesal dengan pertanyaan Naruto
" Tidak, seingatku ada naga dengan kekuatan petir alami dan itu cocok pada kota kumo " sangkal Naruto membuat mereka menatap dirinya.
" Naga seperti apa? " tanya Saya mewakili.
" Ah, benar juga namanya seperti salah satu anggota kita " jawab Naruto mengingat namanya.
" salah satu dari kita? " beo Kirin dengan wajah lucu.
" Hahaha, lebih tepatnya nama sepertimu " ucap Naruto sambil tertawa lalu menghadapkan tubuhnya ke arah pintu gerbang tempat mereka yang mulai terbuka.
...
...
" E-Eh!? Matte! Jangan bilang jika naga itu " pekik Julis akhirnya menyadarinya.
" Heh! Kira-kira seperti itulah " ucap Naruto menyeringai tipis lalu melompat terjun ke bawah, Semuanya yang melihat itu langsung menaiki naga mereka lalu menyusul ketua mereka yang lebih dulu sudah keluar dari tempat mereka.
" Yap! Sekarang kelompok White Fox telah keluar dari tempat mereka dan mereka sekarang berusaha menyusul tiga kelompok yang ada di depan mereka, tapi mereka harus cepat "
Wush! Wush! Wush!
Dengan kecepatan sedang mereka'pun telah sampai di timur jepang tepatnya daerah pantai Hokaido berada setelah melewati bagain timur pantai Hokaido, mereka'pun berputar melewati tiang dengan bendera kuning dan mulai bergerak ke darat.
" Baiklah! Ini dia! " ucap Naruto menukik turun dengan cepat menuju sebuah jalan yang sepi.
Sring! Sring! Bruummmm~!
Seketika Mesin Jet Naruto'pun kembali berubah dan menjadi kendaraan motor roda empat miliknya, karena masih melayang Naruto'pun menghidupkan mesinnya dan menggas Motornya hingga roda belakangnya berputar dengan cepat.
Wush! Brak! Bruummm~! Wush!
Setelah mendarat cukup keras hampir terpelanting dengan cepat Naruto menstabilkan motornya dan langsung melesat cepat mengikuti jalur yang dia pakai menuju kota Kumogaku namun sebelum itu dia harus melewati kabut kota kumogaku.
" Baiklah karena kalian melewati jalur udara aku rasa kalian lebih cepat dariku, tapi aku akan memaksimalkan kecepatanku hingga 130 Km/h, dari mapku kita akan berkumpul kembali di pertigaan jalur ini jaraknya 26 km jika bisa tolong awasi jalan dari atas! " ujar Naruto sambil memacu kendaraannya yang sudah memasuki kecepatan 80 km/h.
" Dimengerti " jawab semua memacu naga mereka ke kanan tepatnya di tengah Okoppe melewati Takinoe.
Bruuuuummmruuuuummm~!
Dengan kecepatan 100 km/h Naruto mulai mendekati pegunungan Taisetsu, Naruto yang melihat gunung itu semakin memacu motornya dengan sangat kencang bagai pembalap motor kelas Dunia.
Bruuuuummmm!
Dengan mudah Naruto berbelok dan sudah mencapai di dekat pegunungan Taisetsu dan kembali mempercepat kendaraannya karena 10 km lagi dia akan mencapai persimpangan hokaido bahkan dia bisa melihat sedikit berbagai bangunan yang ada di pegunungan-pegunungan Taisetsu.
Kota Kumogaku adalah Kota petir gunung dari namanya, kota mereka memang ada di sekitar pegunungan, kota mereka menyatu dengan gunung membuat kota mereka sangatlah tinggi, walaupun begitu ada juga beberapa kota yang ada di bawah kaki gunung.
Kota kumo terlindungi kabut petir yang membuat keuntungan bagi kota Kumo untuk menghasilkan energi, teleportasi ataupun yang lainnya.
" Danchou kami melihat 7 pembalap liar dengan kecepatan tinggi kearahmu, kira-kira 1 km di depanmu! Tak hanya itu di belakang mereka terdapat truk polisi yang mengejar mereka " peringat Kiba dari langit melihat tujuh pembalap dengan kecepatan tinggi ke arah Naruto beserta sebuah truk polisi.
Crek! Bruuuuummruuuumm!
Bukannya memelan Naruto memacu kembali Motornya dan sudah mulai mencapai kecepatan 130 km/h. Tak butuh 10 menit Naruto yang sudah melihat mereka, lalu Narutopun menarik rem depannya dan membelokkan setang motornya hingga badan motornya berbelok ke arah kiri siap menghantam para pembalap liar itu.
Brak! Brak! Brak! Brak!
Tiga pengendara paling depan yang tak bisa mengelakpun tertabrak dan jatuh bahkan pengendara lain di belakang mereka'pun harus merasakan rasa pahit karena menabrak teman mereka sendiri.
Karena struktur kuat, Motor Naruto'pun kembali ke jalur seharusnya namun harus bergerak mundur, Melihat sebuah truk di belakangnya siap menghantamnya diapun langsung memencet dua tombol di samping kedua lengannya.
Twush!
Sebelum tertabrak motor Naruto'pun salto ke belakang membuat motornya saat ini ada di atas Truk lalu kembali memacu kendaraannya dengan nekat melewati pagar jalur membuatnya harus melewati jalur Curam sebelum memasuki kaki pegunungan kota kumo di mana tidak ada apa-apa di sana melainkan hanya daratan datar tanpa ada apapun.
" Hoho! Sugoii! Tadi itu keren sekali! " ucap Irina sangat senang melihat aksi ketuanya
" Ya, terima kasih tapi kita dalam masalah di sini " balas Naruto sambil mengencangkan Gasnya
" Apa itu? "
" Kita sudah memasuki Erdinoix Kumo, tekanan Listrik di sini mencapai 90% dengan kata lain, naga itu sudah dekat dengan kita.
Di sini ada keuntungan dan terburuknya, keuntungannya adalah senjata naga kalian kekuatannya akan meningkat 85% karena petir naga itu.
Dan terburuknya Naga itu cukup cepat dan liar dalam bermain petir, jadi jangan gunakan alat yang memancarkan petir " jawab Naruto sambil menatap sekelilingnya yang sudah di kelilingi kabut hitam.
Groooaaaaaaarrrr!
Bagai mendengar lagu kematian, Naruto dan yang lain menatap sekelilingnya begitu mendengar teriakan naga yang sangat memekakkan telinga mereka, dengan serius Naruto melihat ke segala arah namun dia tidak melihat naga itu.
Buum!
Seketika semua menoleh ke belakang ketika terjadi ledakan dan di belakang mereka terlihat sesuatu berwarna biru dengan mata merah bergerak cepat ke arah mereka hingga menghancurkan tanah di bawahnya.
" Uso! Itu Kirin! Cepat gunakan jet two! " seru Naruto panik langsung memacu kendaraannya dengan gas penuh dan sekarang motornya telah memasuki kecepatan 150 km/h.
[" Jet Two! Activited! "]
Wush! Wush! Wush!
Dengan kecepatan yang sama kelompok Naruto langsung menyusul ketua mereka karena mustahil melawan naga berjulukan Kirin yang besarnya 1000 meter itu.
Jgleer! Jgleer! Jgleer!
Mereka harus bertahan sekuat tenaga mereka karena berbagai petir, kilat dan Halilintar terus menyerang mereka, tak ayal mereka harus menghindar sekuat tenaga mereka karena serangan petir alami dari Kirin.
" Sial! Sial! kita tidak mungkin membawa naga ini ke kota, bisa bahaya! " umpat Julis yang berusaha sekuat tenaga menghindari berbagai petir dengan insting dan insting naganya.
" Kuso! Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan naga petir itu! " umpat Xenovia pada naga di belakang mereka.
" Kyaaaa! Siapapun tolong! " teriak Irina Geje karena hampir terkena petir.
" Danchou apa yang harus kita lakukan, apa kita tembaki saja dia dengan senjata kita? " tanya Saya meminta perintah.
" Tidak, jangan Saya-chan, kali ini biar Danchou yang mengaturnya " ucap Claudia dengan mata kirinya berwarna hijau dan mata kanannya berwarna merah.
" Claudia, matamu... Jangan katakan kau menggunakan teknik pandoramu " tanya Julis tidak percaya karena Claudia menggunakan Teknik Pandora.
" Um, aku terpaksa karena ini situasi genting " jawab Claudia mengangguk mantap.
Nguung!
Tak lama setelah itu muncul Hologram Naruto yang tengah berlari dengan wajah kesal " Kuso! Kenapa aku harus lari! " umpatnya pada dirinya yang asli.
" Kau itu Hologram kau itu bisa terbang sesukamu ataupun yang lainnya kau juga bahkan bisa mengatur dirimu untuk mengeras seperti manusia biasanya ataupun hanya hologram saja " balas Naruto sengit karena fokus memacu kendaraannya bagaimana tidak jika kalian telah memasuki 160 km/h jika salah saja kalian bisa saja terjungkal dan menyebabkan kematian.
Wush!
Mendengar itu Hologram itu'pun mencoba terbang dan tada, dengan santainya dia terbang di samping dirinya yang asli " O-oh, tehehe " tawanya garing.
" Dengar aku ingin kau serang naga itu setelah dia membuka mulutnya gunakan senjata saat kita akan memasuki kabut kiri! " perintah Naruto.
" Oke! " balasnya santai lalu terbang ke belakang kelompoknya dan mengeluarkan Dua Bazokka di punggungnya.
Grooooaaaaaaaarrr!
Naga Kirin itu'pun meraung dengan kerasnya seperti berusaha memakan Naruto, Naruto yang melihat itu membidikkan kedua senjatanya mencari titik ketika mulut naga itu terbuka kembali
" Cepatlah! Kita akan memasuki gerbang Kota Kumo, gerbang itu ada di bawah kaki Gunung jika dia menabraknya maka gunung itu juga akan hancur! " teriak Naruto kesal.
" Sabarlah, alu juga menunggu mulut itu kembali terbuka " balas Naruto cloning masih terus membidik.
Groooaaaarr!
Cklek! Twush!
Setelah naga itu meraung kembali tak menyiakan waktu Naruto'pun menembakkan senjatanya itu hingga sesuatu memasuki mulut naga itu.
" Yatta! " teriak Naruto cloning senang dan tak lama setelahnya diapun menghilang.
Twuuush!
Seketika sebelum mereka mencapai gerbang, sesuatu terjadi dengan sang naga Kirin di mana tubuhnya tiba-tiba terbelah menjadi dua dengan lebar 8 meter.
Wush! Wush! Wush!
" Yosha! Aku tahu pasti Kita berhasil! Ikuzo! " teriak Naruto senang sambil memukul bagian motornya lalu kembali melajukan motornya agar tidak di kejar lagi dengan sang kirin.
.
" Hohoho! Sungguh sulit di percaya sang white fox berhasil menghindari terkaman sang naga petir dengan sempurna hohoho, sungguh hebat! "
Seluruh penonton yang ada di konoha langsung bertepuk tangan kagum, bahkan ada yang sampai menangis haru, merinding disko karena gregetan, ada yang pingsan, gigit kuku dan panik tentunya.
" Hahh~ Untunglah " gumam Jiraiya yang gregetan lalu pingsan seketika.
" Issshh! Awas saja kau Nii-san! " desis Asia kesal.
" Mattaku, dia membuat khawatir saja! " gumam Sona setengah kesal bahkan di juga gregetan melihat bagaimana kelompok Naruto berusaha menghindari maut.
" Sulit di percaya dia bisa menghindari naga itu " gumam sosok bertubuh kekar dengan mulut menganga.
" Hahaha, sungguh hebat naru-kun " puji Hiruzen, dirinya benar-benar tertarik dengan lomba Naruto yang menimbulkan kehebohan.
Bruuumrummmm~
Dengan kecepatan cukup cepat karena dirinya telah menurunkan kecepatannya menjadi 100 km/h karena banyak kendaraan, Naruto dengan lincah melewati beberapa mobil warga biasa yang melintas di jalur Kumo.
Para warga kumo yang melihat Naruto sempat memberikan tepuk tangan karena mereka juga menonton lomba dragons champions tentu karena lima kota juga menyiarkan acara lomba itu jadi mereka tentu tahu akan Naruto bahkan tak ayal mereka memberi jalur padan Naruto agar tidak menghalangi lomba.
" Baiklah setelah melewati gerbang barat daya Kumo ( Sapporo ) kita bertemu lagi di Pelabuhan Hakodate " ucap Naruto mengencangkan Gasnya karena beberapa meter lagi mereka akan melewati gerbang Kumo.
" Hai'! " balas semua
Wush! Bruuummruumm!
Setelah melewati gerbang, Naruto'pun berbelok kiri melewati jalur Tomakomai di mana jalurnya mengarah melewati pantai, Semua kelompok Naruto yang melihat Naruto berbelok mulai bergerak berbelok kanan karena harus menghindari gunung Muine.
" kenapa kita tidak ikut Danchou saja? " tanya Irina karena kenapa mereka harus memisahkan diri.
" tentu saja harus, Danchou tidak ingin menjadi penghalang jadi dia menyuruh kita lebih dulu " jawab Kirin akan pertanyaan Irina.
Bruum~! Bruummmrummmm~!
Melihat sebuah belokkan Naruto'pun berbelok ke kiri dan mengencangkan gasnya kembali dengan cepat karena saat ini jalurnya lurus terus tanpa halangan.
Twuing! Twuin!
Naruto yang masih memacu kendaraannya seketika menyipitkan matanya ketika kaca matanya memperlihatkan jalur di depan terdapat jalur dock dengan panjang 10 meter dan jika dia lurus terus dia bisa memotong jalur, tapi dia harus melewati laut paling tidak 500 meter.
Wush! Wush!
Blaar! Blaaar!
Seketika Naruto harus terkejut ketika terjadi ledakan di samping dan di belakangnya, dilihatnya melalui Spion motornya dia bisa melihat Shion, Raizer dan anggotanya tengah menyiapkan serangan mereka untuk dirinya.
" Cih! Hayamana-san! " geram Naruto memacu motornya kembali hingga mencapai 140 km/h.
.
" Woho! Sungguh tidak di percaya sikelompok Phenex berhasil menyusul White Fox bersamaan dengan Kelompok Uchiha dan saat ini kelompok Phenex tengah berusaha menjatuhkan Naruto "
Crak!
Asia yang mendengar itu langsung meremas minuman miliknya hingga tak terbentuk dan perlahan minuman itu mulai menjadi debu dan jatuh di bawah kaki Asia.
" Aku bersumpah setelah ini aku akan mematahkan tanganmu itu jalang " geram Asia karena Shion tidak hentinya membuat kakaknya menderita
.
Bruuuummruumm!
Naruto yang telah mencapai kecepatan batas maksimal dengan kecepatan 160 Km/h harus melakukan teknik menghindar karena team Raizer melakukan serangan beruntun padanya.
Melihat akan mencapai jalur Dock Naruto siap-siap memencet salah satu tombol dekat dengan tombol pelontar miliknya tadi
Bruuuuuuuum! Ruuuuuum!
Setelah memasuki jalur Dock Naruto'pun semakin bersiap karena sebentar lagi dia akan melewati laut dan saat akan jatuh dari Dock Naruto langsung memencet tombolnya.
Craks! Srush!
Setelahnya empat Ban motor itu'pun terbungkus sebuah pelampung berbentuk roda dan membuat motor itu mengambang di air dan mulai menyeberang ke seberang.
" Cih! Tidak akan Aku biarkan! " teriak Raiser menyiapkan bola api besar dan melemparnya ke arah Naruto.
[" Burst! "]
Wuuush! Blaaaaaaaar!
Seketika dari samping muncul empat laser berwarna merah langsung menghantam bola Api Raiser yang akan menghantam Naruto, melihat serangannya di gagalkan Raiser mengeram dan melihat ke arah serangan tadi namun naas berbagai bola biru dengan petir telah beberapa meter di depannya dan siap menghantam dirinya dan kelompoknya.
" Sial! "
Blar! Blar! Blar!
Naruto yang melihat Raiser terkena ledakan menyeringai senang lalu di tolehnya ke samping dan dia melihat kelompoknya yang mengacungkan jempol mereka ke arah dirinya.
" Jangan Khawatir Danchou, kami akan selalu melindungimu tapi gomen, kami harus cepat kelompok Sasuke hampir menyalip kami " ucap Kiba memacu naganya bersama yang lain meninggalkan Naruto.
" Daijoubu, kita ketemu di seberang! " balas Naruto berbelok dan mengambil jalur kiri untuk sampai seberang dan sekarang tujuannya langsung mengarah ke kota Suna
Klik!
[" Turbo Activited! "]
Cring! Ctang!
Setelah berbelok Naruto'pun memencet salah satu tombol kembali dan setelah itu empat knalpot yang ada di motornya berubah menjadi ukuran sedang dan siap mengeluarkan turbo.
" Baiklah ini dia " gumam Naruto siap-siap
Twush!
Seketika knalpot Naruto'pun mengeluarkan Turbonya dan membuat Motor Naruto semakin melaju cepat hingga membelah air dan sekarang Naruto bergerak ke pelabuhan Aomori.
" bukankah itu Naruto-san? " gumam Asuna yang melihat Naruto dari atas, saat ini kelompoknya ada di posisi 6 di belakang kelompok Uchiha, mereka juga saat ini berusaha mengejar kelompok Uchiha yang saat ini beberapa meter di depan mereka.
" Kuso! Orang itu akan aku balas perbuatannya kemarin karena memukul wajah tampanku ini! " umpat Kirito siap menukik ke bawah.
Bletak!
" Baka! Kau sendiri yang salah! Untung saja panitia memberi kita kesempatan! " balas Asuna memberikan pukulan kasih sayang di kepala Kirito.
" Sebaiknya kalian jangan ada yang menyerang Naruto-san, jika kalian ingin mati sebaiknya berlombalah dengan bersih! " peringat Asuna memacu Naganya bersama Leafa di sampingnya.
Wush! Cring! Cring!
Setelah sampai di pelabuhan dan mulai memasuki jalan pasir, Kendaraan Naruto kembali berubah dan menjadi Motor Beroda Satu, nama kendaraan itu adalah WMWAPT, Wheel Motorcycle Weapon Auto Project Transportasion. Sebuah kendaraan Dengan Satu Roda Besar berlapis Tiga Bagian di mana bagian pertama ada pada setiap Sisi Ban yang terbuat dari Metal dan bagian tengah luar ban terbuat dari serat karet ban terkuat yang telah digabung dengan metal dan bagian ketiga dalam yang terbuat dari Metal tipis yang kuat.
Ketiga bagian ban ini di gabung menjadi satu dan untuk sang pengendara ada di tengah Roda dengan bagian mesin seperti Motor, kendaraan ini adalah kendaraan motor masa depan jadi tanpa polusi.
" Baiklah! Aku sudah ada di belakang kalian! Bersiaplah kita akan memasuki Erdinoix Suna, sebaiknya kalian menukik ke bawah dan berbaris di belakangku! " ucap Naruto melalui Incamnya dan memacu kendaraannya itu hingga membelah pasir.
" Sasuke apa sebaiknya kita serang dia? " tanya Issei pada Sasuke.
" tunggu, biarkan yang lain menyerangnya saat ini banyak kelompok yang sudah hampir mengejar kita karena mereka melakukan kecurangan dengan memotong jalur, sebaiknya biarkan mereka saja yang menyerang Naruto " balas Sasuke menoleh ke samping dan dia melihat 30 kelompok yang artinya 300 penunggang Naga siap untuk menjatuhkan Naruto.
Wush! Wush! Bziiit!
Blar! Blar! Blar!
Ledakan kembali terjadi di samping Naruto dan Di belakangnya dan itu membuat Naruto mendecih kesal karena sasaran mereka adalah dirinya.
Wush! Blaaaar!
Seketika sebuah serangan hampir berhasil mengenai Naruto namun membuat Naruto beserta kendaraannya terpental, semua yang melihat itu bersorak senang namun hal itu hanyalah sementara.
Wush! Srash! Sriiiing!
Kendaraan Naruto yang terpental dan saat menghadap ke samping dari jalur, Ban pertama lepas dari posisi ban tengah membuat kendaraan Naruto kembali melaju ke jalur sesungguhnya dan perlahan ban dua dan tiga kembali menyatu dengan ban pertama hingga menjadi seperti semula.
Dalam artian tiga ban ini bisa lepas dari bagian mereka dan membuat sebuah manuver layaknya menukik tajam, dan menunduk. Misalnya tadi ban pertama yang terbuat dari besi yang ada di setiap sisi kiri dan Kanan ban, itu adalah manuver untuk menukik tajam, Ban itu bisa lepas bagian dari ban lainnya membuat ban itu tetap bergerak ke depan dan membuat bal dua dan tiga mengarah ke kiri atau ke kanan, biasanya keadaan itu bisa di buat untuk menembak orang di belakangnya.
Lalu menunduk, Manuver ini berguna pada ban ketiga dengan ban metal tipis, pada saat menggunakannya Ban pertama dan Kedua yang menyatu dari vertikal akan bergerak menjadi Horisotal bersama pengendara dan ban tipis ini akan terus bergerak hingga kembali menyatu dengan ban lainnya. ( Jika kalian bingung saya menggambarkannya dan akan mengirimnya ke facebook tapi untuk saat ini belum, jika sudah saya konfirmasi nanti )
" Oh! Kalian ingin main menyerang? Saa! Kalau begitu aku juga! " ucap Naruto menarik tuas yang ada di kirinya membuat ban dua dan tiga lepas dari ban pertama dan membuat dirinya berputar ke kiri hingga menyatu kembali namun menghadap ke belakang.
[" Mode Auto, On! "]
" Kita lihat apa kalian bisa menghindari ini " seru Naruto memencet satu tombolnya.
Sring! Sring! Sring!
Seketika di sisi kanan dan kiri badan kendaraan Naruto keluar tiga alat-alat mekanik dan berubah menjadi Satu Pasang Rudal dengan Enam Rudal besar, Dua Pipa besar panjang dan dua M-16.
" Ayo menembak sasaran! " seru Naruto menekan tombolnya.
Briiiiiiiiiiit!
Seketika M-16 Naruto langsung menembakkan peluru secara beruntun ke arah 300 penunggang Naga di atasnya membuat mereka terkejut karena serangan tak terduga Naruto.
Cras! Cras!
" Grooaaar! " Raaaaaar! "
" Aghhhh! " " Gyaaahhhh! "
Beberapa naga dan penunggangpun berteriak kesakitan dan mulai jatuh ke tanah karena tidak bisa terbang lagi, Naruto yang merasa belum cukup'pun kembali menekan satu tombol di kendaraannya
Dum! Dum! Dum! Dum!
Blar! Blar! Blar! Blar!
Sekarang Dua pipa besar pada kendaraan Naruto langsung menembakkan sebuah peluru secara bergantian dan membuat ledakan di udara dan tak ayal membuat beberapa Naga harus menukik tajam menabrak teman mereka ataupun harus terkena ledakan.
" Uso! Dia bisa menyerang mereka seorang diri! " umpat Kiba tidak percaya melihat 300 penunggang Naga perlahan mulai berjatuhan
Sret! Twush! Twush! Twush!
Kembali enam Rudal milik Naruto langsung lepas dan terbang ke udara ke arah Para penunggang naga yang menyerangnya, setelah melepaskan itu Naruto mendorong tuas di kirinya kembali dan membuat dirinya kembali keposisi awal
[" Mode Manual, On! "]
" Kuso! Jangan harap rudal itu mengenai kami! " teriak salah satu penunggang membuat enam bola api dan melemparnya ke arah Rudal Naruto.
Crak! Crak!
Twush! Twush!
Namun hal tak terduga kembali terjadi begitu rudal itu membelah dan menembakkan rudal-rudal kecil dengan kecepatan tinggi dan itu membuat penunggang yang berteriak tadi berkeringat dingin.
Blar! Blar! Blar! Blar! Blar!
Ledakan beruntun kembali terjadi di langit dan itu membuat penonton yakin bahwa 300 penunggang naga tadi telah berjatuhan ke tanah dengan luka bakar.
" Yeah! Baby! " teriak Naruto senang lalu memencet tombolnya kembali membuat ketiga senjatanya kembali dan langsung melaju kembali dan di depannya telah terlihat kabut besar dari pasir dan kelompok Takigaku, Kumo dan Suna telah memasuki kabut pasir itu.
" Apa kau bersenang-senang Danchou " ucap Kiba yang telah terbang di samping Naruto.
" Hoho, tentu saja kali ini 300 burung berhasil aku jatuhkan " balas Naruto dengan rasa senang luar biasa.
" Danchou kenapa kau tidak ajak aku? Akukan ingin ikut " rengek Saya mengerucutkan bibirnya.
" Haha, Gomen tadi itu terdesak sekali soalnya. Lupakan soal itu, sebaiknya kalian gunakan penutup mata pada diri kalian dan naga kalian, kita akan memasuki tempat yang bahaya " ucap Naruto tersenyum tipis lalu menatap serius kedepan dan menganggukkan kepalanya keras dan setelah itu sebuah armor kepala mulai menutup kepala Naruto, semua yang mendengar itu melakukan hal yang sama dengan Naruto dan Naga mereka dan sekarang mereka siap memasuki badai pasir di depan mereka.
Wush!
Pada akhirnya mereka'pun memasuki badai Pasir itu namun bukan sesuatu layaknya badai pasir biasanya kali ini badai pasir yang mereka lewati tampak tenang seperti sebelum memasuki badai pasir, Naruto dan yang lain yang melihat itu membuka armor kepala mereka kembali.
" Etto, aku pikir akan ada pasir-pasir yang beterbangan setelah melewati pasir tadi " gumam Irina sambil memandang kebelakang melihat badai Pasir di yang menjunjung tinggi.
" Itu hanyalah badai kecil layaknya pelindung, Desa Suna memiliki pelindung itu untuk menipu para penyerang kota Suna agar berbalik, namun sejujurnya itu bukanlah badai pasir yang harus di takutkan itu hanyalah pasir yang di kendalikan layaknya Badai.
Sebenarnya ada keuntungan dalam membuat pelindung itu, satu penyerang akan berpikir kembali melakukan Strategi untuk menyerang Kota, kedua bisa saja terjadi badai pasir sungguhan di balik badai itu membuat penyerang yang misalnya telah berhasil menembusnya harus terkena balasan dengan badai itu " jelas Naruto yang telah tahu semua hal-hal yang ada di lima kota, berterima kasihlah pada buku yang dia pelajari dan ketahui
" ngomong-ngomong Danchou, ini mengenai kendaraan yang kau gunakan di Kumo tadi, bukankan dari Kumo ke sini jaraknya adalah 500 km? Apa bahan bakarmu itu tidak habis? " tanya Kiba, tentu para pembaca pasti bertanya akan hal itu, Naruto yang mendengar pertanyaan simpel Kiba terkekeh.
" Kendaraan ini bebas bahan bakar Kiba, mau sejauh apapun aku berkendaraan aku tidak perlu repot membeli bahan bakar " jawab Naruto sambil menatap kedepan.
Wush! Wush! Wush!
Naruto yang bisa melihat kelompok Asuna dan Sasuke berusaha menyalipnya hanya tersenyum tipis lalu memencet satu tombol di telinganya " Baiklah semua kita kedatangan tamu, ayo kita ajak mereka senang-senang " ucap Naruto.
" Yosh! Ayo kita balapan! " teriak Irina semangat.
Crek! Sriiiiiing!
Naruto yang mendengar teriakan semangat Irina tersenyum tipis lalu memasukkan gigi kendaraannya dan melaju semakin cepat bersama kelompoknya.
" Kuso, mereka semakin cepat " umpat Neji ketik melihat kelompok Naruto semakin cepat.
" Tidak akan Aku biarkan! Ayo lebih cepat Draig! " seru Issei memacu Naganya semakin cepat hingga di samping Naruto dan langsung menyiapkan jutsunya.
Crak! Crak!
Naruto yang tahu Issei akan menyerangnya berbelok hingga di depan Issei lalu menarik tuas di kirinya sedikit lalu mendorong tuasnya ke kanan dan menarik kembali tuasnya kebelakang.
[" Dragons Shot! "] seru Issei menembakkan jutsunya.
Sring! Swush!
Dengan gerakan Slow Motion kendaraan Naruto'pun langsung berputar kesamping dan saat berputar Naruto telah berada di atas Roda dalam keadaan kebalik membuat jutsu itu melewati lubang kendaraan Naruto saja.
Sring! Sruush! Sriiiing!
Setelah berhasil menghindar kendaraan Naruto yang masih berputar penuh langsung berhenti dan kembali bergerak maju, berhasil menghindar Naruto mengembalikan posisi tuasnya sambil menyeringai.
" Kau butuh 100 tahun untuk mengalahkan kendaraan ini " ejek Naruto lalu melirik ke samping dan di sampingnya sudah ada Kirito yang bersiap melempar bola hitam ke arahnya.
Crak! Klik!
Wush! Syuush!
Melihat itu Naruto kembali menarik tuasnya secara penuh dan menekan tombol yang ada di tempat penggas kendaraannya.
Dan kembali dengan gerakan Slow Mosion, Bola itu'pun mengarah ke arah Naruto, dan saat itu juga Ban pertama dan Kedua Naruto beserta Naruto bergerak ke samping dan mengambang menjadi Horisontal membuat serangan Kirito meleset.
Syuuut! Swush! Sriing! Wush!
Setelah menghindar kendaraan Itu'pun kembali ke semula dan setelah semula Kirito mengeram kesal melihat Naruto menjulurkan lidah ke arahnya " Gyahahaha, jika kau ingin menghalangiku, sebaiknya pikirkan itu dua kali! " Ejek Naruto mempercepat kendaraannya.
Buum! Buuuum!
Seketika terjadi ledakan di belakang mereka hingga membuat pasir melambung tinggi, Kiba yang paling belakang mengumpat kesal " Sial! Apa tadi itu! ".
" Itu... " gumam Naruto ketika melihat apa yang keluar dari pasir.
" Danchou, apa itu tadi? " tanya Kirin berusaha menyesuaikan posisinya di samping Naruto
" Itu Unagi! Semua pacu secepat mungkin, Unagi adalah Naga tercepat di pasir ini, kecepatannya bisa menandingi naga kalian! " seru Naruto kepada semuanya.
" Naruto-san! Kita tidak mungkin bisa lari, Banyak Unagi mengepung kita! " balas Leafa yang sudah di samping Naruto dan benar saja di sekitar belakang mereka sudah banyak Unagi mengepung mereka.
" Danchou, apa kita harus bekerja sama lagi? " tanya Claudia meminta kepastian.
" Baiklah! Dengar semua! Aku tidak peduli aku akan di peringkat berapa, kita harus keluar dari kejaran mereka bersama-sama, Kita lakukan kerja sama! " jawab Naruto lantang hingga terdengar semuanya
" Tapi jangan harap aku meminta bantuan kalian! " lanjut Naruto melirik tajam Sasuke dan Kirito " Hikke! " teriak Naruto.
Wush! Wush!
Bruuuuushh!
Mendengar itu Semuanya'pun memacu Naga mereka secepat mungkin untuk menghindari serangan Unagi, Naruto yang sebagai penyerang jarak jauh memencet tombol keduanya dan dari kendaraannya kembali keluar dua Pipa Panjang dan langsung mengarah ke tanah.
Dum! Dum! Dum!
Blar! Blar! Blar!
Lalu kedua pipa itu'pun menembakkan pelurunya secara beruntun ke arah Unagi hingga membuat ledakan, Naruto yang merasa belum cukup Menoleh ke arah Kiri dan Kanan di mana terdapat Dua Unagi yang mulai mengepung mereka.
" Baiklah! Saya-chan! Tohka! Saatnya berburu target! " seru Naruto mengencangkan Gasnya hingga paling depan, Saya dan Tohka yang mendengar tanda sama-sama menyeringai.
Wush! Wush!
Setelah itu Keduanya'pun berpencar di mana Saya di kanan dan Tohka di kiri, setelah mendapat tempat untuk menembak mereka'pun mengarahkan sasaran senjata mereka Ke arah Unagi.
[" Full Burst!/Sweep! "] ucap Saya dan Tohka bersamaan.
Twuung~! Twush! Twush!
Dum! Dum! Dum!
Blar! Blar! Blar!
Kembali terjadi ledakan di sekitar kelompok Sasuke, Naruto dan Kirito, Mereka yang tidak bisa melakukan apapun karena sepertinya ketiga orang yang sangat gila di depan mereka saat ini akan menghabisi Unagi itu tanpa mereka.
" Cih! Jika hanya mereka yang bersenang-senang aku sungguh tidak terima! " kesal Kirin mencabut katananya lalu memacu Naganya ke belakang, Claudia yang melihat tindakan Kirin langsung melakukan Hal yang sama dengan mencabut Pandora miliknya dan memacu naganya ke belakang.
Swush! Crash!
Swush! Crash! Crash!
Di bagian belakang Kirin dan Claudia melakukan Tugas mereka dengan sempurna di mana mereka menebas kepala Unagi yang setiap menyembul keluar, Sementara di samping kiri dan kanan, Saya dan Tohka tak henti-hentinya menembakkan senjata mereka begitu juga Naruto yang sepertinya memang senjatanya menggunakan mode Auto di mana senta itu akan menembak secara otomatis.
" itu Kotanya, setelah melewati dinding itu " gumam Naruto yang bisa melihat dinding Suna ' Sial, aku terpaksa menggunakan enam rudalku lagi ' batin Naruto dengan terpaksa memencet tombol ke tiga dan kembali keluar tiga pasang rudal dari sisa yang dia gunakan, setelah mengunci Target ke enam Rudal itu'pun melesat ke udara dan langsung menukik cepat ke arah para Unagi
" Semua Pacu lebih cepat dan hindari Mereka! " teriak Naruto menggas lebih kencang kendaraannya.
Wush! Wush! Wush!
Bursh! Graaaaarh!
Mendengar tanda itu, mereka'pun sekuat tenaga memacu Naga Mereka dan menbuat para Unagi menyembul keluar dan meraung ke arah mereka.
Twuing! Wush! Wush!
Sebelum menerkam, Rudal Naruto langsung membelah dan melesat lebih cepat dari mereka dan...
Blar! Blar! Blar!
Wush! Wush! Wush!
Ledakan beruntun kembali terjadi hingga membuat asap tebal membuat Naruto dan semuanya bernafas lega karena berhasil kabut dari Unagi, karena berhasil Naruto memberi tanda pada Kelompoknya karena biasanya keadaan ini di gunakan oleh lawan untuk menyalip mereka, mendapat tanda mereka'pun menyiapkan Jet Three mereka.
Sebelum melancarkan Pelarian mereka, Mereka harus bersabar karena mereka harus melewati Celah Dinding Suna yang cukup sempit, tapi itu tidak sulit bagi Naruto karena kendaraannya sangat pas dengan ukuran celah dinding Suna.
Sring! Brash!
Sebelum keluar dari dinding Suna, kendaraan Naruto seketika menjadi aneh dengan Roda Pertama dan dua berputar-putar dengan cepat secara berlawanan lalu menabrak dinding di kanannya hingga berlubang.
Wush! Wush! Swuuiiing! Twush!
Setelah keluar dari dinding Suna Kelompok Naruto langsung memencet tombol Jet Three mereka dan menyusul Danchou mereka yang bergerak dengan menggali dinding yang memutari Suna.
" Kuso! Mereka meninggalkan kita " umpat Neji tidak percaya.
" Mau bagaimana lagi, mereka mana mungkin membiarkan kita menyalip mereka " balas Shikamaru berpikir positif.
" Hey! Mereka berusaha menyalip kita! " seru Kiba Inuzuka ketika Melihat Kelompok Asuna mendahului mereka.
" Kejar mereka, jangan biarkan kelompok kita kalah dari mereka, kita rebut posisi 5 " perintah Sasuke memacu Yamata miliknya
.
Wush! Wush!
Sementara itu pada Kelompok Naruto, mereka telah ada di tengah kota karena Jet Three mereka telah habis, jadi mereka harus memacu naga mereka secara manual, mereka yang baru pertama kali melihat Kota Suna hanya terkagum.
Kota Suna ( Morioka ), adalah Kota yang ada di tengah gurun Pasir layaknya Abudabi, namun Kota Suna lebih hebat di banding Abudabi, Kota Suna memiliki berbagai Gedung-gedung moderen dan beberapa perumahan yang mencirikan khas Kota Suna di mana Rumah mereka di buat dari Pasir.
Sistem pelindung Kota Suna ada tiga seperti di awal, kabut Pasir, kedua Dinding Pasir setinggi 150 meter, ketiga Penembak Jitu di atas Dinding Pasir dan beberapa sudut kota Suna.
Kiba dan yang lain yang akan keluar dari Kota Suna menyipitkan Mata Mereka ketika melihat beberapa meter lagi mereka akan mencapai Kelompok Suna yang sepertinya tidak menyadari bahwa mereka ada di belakang.
" Ayo! Kita hampir menyalip mereka! " seru Kiba memacu Naganya bersama yang lain.
Blar! Sringsring! Sruuuush!
Sementara itu dari dinding Suna, keluarlah Naruto dengan kendaraannya yang masih berputar layaknya Bola Gasing dan perlahan kendaraan itu'pun berhenti berputar dan kembali seperti semula dan langsung melaju lebih cepat menyusul Kiba dan yang lain yang lebih dulu dari dirinya.
" Itu Danchou! " seru Irina ketika melihat Naruto yang mengejar mereka dari bawah.
" Danchou, di depan sana ada kelompok Suna, Kita harus menyalip mereka! " ucap Julis melalui Incam, Naruto yang mendengarnya melihat ke depan dan benar terdapat Kelompok Suna di depan mereka.
" Baiklah ini saatnya mengambil Posisi 4, Kalian berbagilah menjadi Dua Kelompok, Aku yakin jika kita bersama mereka akan menyerang jadi salip mereka dari dua Sisi, Aku akan menyalip mereka dari bawah " Komando Naruto melalui Incam lalu mengarahkan kendaraannya di tengah kelompoknya.
" Ha'i! " seru Semuanya bersama memacu Naga mereka lalu membaginya menjadi 2 kelompok.
" Gaara! Ada kelompok White fox di belakang kita, apa yang harus kita lakukan apa kita halangi mereka? " seru salah satu anggota kelompok Suna pada ketuanya bernama Gaara.
" Terserah kalian saja, Ayo kita percepat Shukaku! " balas Gaara dengan santai dan datar.
[" Huh! Kau tidak perlu buru-buru Gaara, mereka tidak akan bisa menyalip kita, karena Aku akan menghalangi mereka dengan pasirku "] dengus Shukaku dengan sombong
Wush! Wush!
Naruto yang ada di bawah Shukaku seketika terkejut karena di berbagai sudut pasir langsung melambung tinggi hingga membentuk Tangan Monster, Naruto yang melihat panik seketika.
" Usodaro! Apa Shukaku akan menghabisi mereka, Kalau itu terjadi maka akan aku halangi! " ucap Naruto langsung memencet tombol keduanya hingga mengeluarkan kembali dua pipa panjangnya.
Dum! Dum! Dum! Dum!
Blar! Blar! Blar! Blar!
Kedua senjata itu'pun menembakkan pelurunya ke arah tangan-tangan pasir Shukaku hingga meledak dan tak berbentuk lagi, Shukaku yang melihat tangan-tangan Pasirnya hancur mendelik tidak percaya.
[" Bagaimana mungkin, kenapa tangan-tanganku hancur semua "] ucap Shukaku sambil menoleh kebawah dan dia melihat Naruto yang meliriknya dengan sorot tajam [" Dia... "] geram Shukaku.
[" Kamaitachi! "] teriak perempuan pembawa Kibas Mengibaskan Kipasnya hingga membuat angin ribut ke arah Koneko, Irina, Julis dan Tohka.
Koneko yang bisa merasakan angin perempuan itu berdiri di atas naganya sambil mengepalkan tangannya hingga mengeluarkan Aura putih.
[" Kaisenku! "] ucap Koneko memukul udara Kosong hingga membuat tornado angin ke arah perempuan pembawa kipas di sampingnya " Julis-san! " perintah Koneko melirik ke arah Julis.
" Aku tahu! " balasnya yang sudah membuat tombak-tombak api dan melesatkannya ke arah anggota Suna.
Sring! Sring! Wush!
Angin Koneko dan Perempuan Kipas Suna'pun saling bertabrakan hingga membuat angin ribut dan itu membuat Api Julis bergabung hingga membuat badai api, Untung saja Koneko, Julis, Irina dan Tohka sudah menghindar karena mereka telah menebak hal itu.
" Sial apa-apaan itu tadi! " umpat perempuan itu karena hampir terkena Api.
" Baiklah sekarang aku " gumam Tohka menyiapkan Sandalphonnya lalu melompat turun dari Naganya
[" Handelzun! "] ucap Tohka mengangkat pedangnya hingga mengeluarkan Aura emas.
Blaaaaam!
Setelah mendarat, Tohka langsung menghantamkan pedangnya ke pasir hingga membuat pasir-pasir terbang setinggi 40 meter.
[" Kheh! Terima kasih pasirnya, akan aku gunakan untuk menyerang ketua kalian itu! "] dengus shukaku sambil menyeringai.
Wush! Wush!
Seketika Pasir yang melambung tinggi yang di buat Tohla berubah menjadi tangan pasir dan melesat ke arah Naruto.
" Bahaya! " gumam Naruto melakukan teknik menghindar ketika dua tangan akan menabraknya " Cih, di sini adalah tempat kekuasaannya akan sulit mengalahkannya " gumam Naruto yang terus menghindar.
[" Khe! Kau memang bisa menghindari mereka, tapi apa kau juga bisa menghindari ini "] ucap Shukaku kembali menyeringai.
Sruush! Sret!
Seketika Kendaraan Naruto berhenti paksa karena pasir di bawahnya menahan gerakannya, Naruto yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya mendecih kesal karena dirinya kembali di salip oleh kelompok Suna.
" Sial, Aku tidak bisa menjalankannya " kesal Naruto, Kirin yang sempat melihat Naruto tertinggal di belakang langsung menarik naganya mundur dan kembali ke tempat Naruto.
" Yosh! Sekarang waktunya! " teriak pemuda bertato mengayunkan kedua lengannya Ke arah Kirin dan Naruto.
Crak! Crak!
Setelahnya dari setiap sisi Naganya keluar kepala Boneka Naga yang membuka mulutnya [" Kengutensu Ajintori! "] ucapnya dengan lantang.
Swuuuuush! Twush!
Lalu dari mulut Naga itu'pun keluar peluru Api yang di tembakkan secara beruntun, Naruto yang melihat itu langsung mengotak-atik hologramnya hingga mengeluarkan Bola mekanik kuning.
Blar! Blar! Blar! Blar!
.
" Woho! Sungguh tidak di percaya! Dua Anggota White Fox terkena serangan Kelompok Suna, Apa yang akan mereka lakukan, apa mereka harus menyerah karena mereka tidak bisa menang di posisi 5 karena dua anggota mereka "
" Ni-Nii-san " gumam Asia lihir, Semua yang melihat itu was-was karena banyak yang mendukung Naruto, tapi seketika semua melebarkan mata mereka ketika melihat apa yang ada di layar.
" I-Itu!... "
.
Ledakanpun terhenti di tempat Naruto dan Kirin, Julis yang melihat itu berniat membalas namun seketika niatnya terhenti.
" Yosh! Baiklah! " ucap Tohka melompat tinggi hingga sang naga menjemputnya dan membawanya kembali mengejar kelompoknya yang memacu Naga mereka ke atas hingga tertutup awan.
" Cih, mereka terbang lebih tinggi, Gaara, apa sebaiknya kita kejar mereka? " tanya Perempuan kipas pada ketuanya.
" Terserah " jawabnya singkat.
" C-Cih! Kalau begitu sebaiknya kita cepat mumpung mereka di awan kita bisa mempercepat laju kita hingga menempati posisi 3 hingga sampai Finish " seru Pemuda bertato pada ketuanya.
" Um " jawabnya singkat.
.
Wush! Wush! Wush!
Sementara itu di kelompok Naruto, saat ini mereka tengah terbang santai di udara karena di atas terjadi hembusan angin kencang yang mengarah ke barat membuat mereka beruntung karena mereka bisa menggunakan hembusan Angin untuk mendorong mereka lebih cepat.
" Yosh! Sekarang kita sudah menyalip mereka, seperti perkataan Danchou, tekanan Angin di atas dengan ketinggian 400 meter memang sangatlah keras apa lagi angin ini mengarah tepat Ke arah Konoha, Danchou memang hebat " gumam Kiba yang masih menatap ke bawah di mana mereka telah menyalip Kelompok Suna yang ketinggalan sekitar 20 meter di belakang mereka.
" Lalu Danchou dan Kirin-chan? " tanya Irina yang juga menoleh kebawah mencari keberadaan Naruto dan Kirin.
" Sebelum ledakan tadi Danchou telah menggali di bawah Pasir membuat terowongan menuju kota Konoha, dia menggunakan jalur sembunyi agar tidak di lihat, sementara itu Kirin sebentar lagi akan muncul ketika kita melewati kabut pasir di depan kita " jawab Claudia karena info lengkapnya telah di sampaikan oleh Naruto kepadanya.
.
Tempat ledakan Naruto tadi
.
Saat yang sama setelah Kelompok Suna memacu Naga mereka, terlihat di tempat Naruto, Naruto saat ini masih tetap tenang di kendaraannya tanpa luka sama sekali, Naruto yang melihat kelompok Suna sudah cukup jauh menyeringai.
" Gomen, tapi serangan tadi benar-benar hampir saja " gumam Naruto memencet Tombol Tiga dan Dua miliknya.
Flasback
.
Wush!
Naruto yang melihat jarak tembakan api itu tinggal sedikit lagi, Naruto langsung melempar bola mekanik kuning miliknya ke arah Kirin, dan langsung memencet Tombol yang ada di di Setang kirinya hingga membuat Kendaraannya berputar cukup gila dan menggali tanah di bawahnya.
Blar! Blar! Blar!
Keduanya'pun berhasil menghindar dengan Kirin yang di teleportasi sesuai koordinat, dan Naruto yang diam di bawah tanah, Setelah ledakan reda Naruto langsung membuat Hologram di atasnya lalu menggali tanah di bawahnya kembali dengan Redurora menuju kota Konoha.
.
Flasback Off
.
Sring! Cklek! Cklek!
" Hah~ sungguh tidak percaya kelompok Suna bisa membuat kejutan yang luar biasa " gumam Naruto " Tapi... "
" Kejutanku lebih luar biasa! " lanjut Naruto langsung memencet kedua tombolnya.
Dum! Dum! Dum!
Wush! Wush! Wush!
Senjata Kedua Naruto'pun langsung menembakkan pelurunya secara beruntun ke arah Anggota Kelompok Suna, bersamaan dengan Menembakkan Empat Rudal miliknya.
Sruuuush! Wush!
Setelah menembakkannya Naruto kembali menggas kendaraannya untuk membuat para kelompok Suna mengira dirinya masih bertahan dari serangan tadi.
Blar!
" Kheh! Ini akan menjadi mudaaahhhh! " seketika salah satu Anggota Suna yang akan berbicara berubah menjadi berteriak ketika Ledakan terjadi di sampingnya membuatnya terkejut hingga naganya tak terkendali.
" Kau kena_ Ga-Gaara! Kita di serang! " ketika perempuan Kipas yang akan bertanya pada rekannya seketika dia melotot dan langsung berseru pada Gaara. Gaara yang mendengar itu langsung menoleh ke belakang dan dia sudah melihat berbagai peluru dan rudal.
Blar! Blar! Blar! Blar!
Naruto yang melihat ledakan Itu menyeringai senang, paling tidak dirinya bisa menghambat Kelompok Suna " Yosh, Selagi aku di sini sebaiknya aku melakukan sesuatu untuk dataku " gumam Naruto berbelok dari jalur menuju Sendai.
.
Diluar Kabut Pasir menuju kota Konoha.
.
Sruuuush! Blar!
Sementara itu di luar Kabut pasir yang ada di sekitar sisi Konoha, terlihat dari tanah Muncul lubang berukuran besar dan dari tanah keluar dua kepala naga yang saling menyatu.
Syuuut! Wush!
Setelahnya Naga itu'pun mundur kembali ke dalam tanah dan dari lubang tersebut keluarlah Naruto yang masih menggunakan kendaraannya.
Sring! Wush! Wush! Wush!
Bersamaan dengan itu, muncul Kirin yang terhuyung-huyung dan yang lainnya yang sudah keluar dari kabut pasir, Saya yang melihat Kirin terhuyung-huyung mendekati Kirin dan dia bisa melihat mata Kirin berputar-putar karena pusing.
" Yosh! Senang bisa bersama lagi! " ucap Naruto melalui incam.
" Kheh! Kau seperti berpikir kita telah berpisah jauh saja " dengus Tohka dan hanya mendapat kekehan dari Naruto
" Seharusnya aku yang berkata seperti itu Danchou, Hehh~ Kau tidak tahu seberapa berharapnya aku bertemu kalian kembali dari pada aku di siksa di putaran kuning itu " ucap Kirin mengeluh.
" Hahaha, Gomenasai, hanya itu saja cara menyelamatkanmu, sebenarnya YBMT adalah alat teleportasi sesuai keinginan seseorang, dengan kata lain jika kau tidak menginginkan atau tidak berpikir akan berpindah kemana, maka kau akan terjebak terus di pusaran teleportasi, tapi jika kau melakukan sebaliknya maka kau akan ada di mana tempat yang kau inginkan " ucap Naruto menjelaskan tentang bola yang dia lempar ke arah Kirin.
" Dari pada itu sebaiknya kita cepat, itu kelompok Kumo, sepertinya mereka tadi di salip oleh kelompok Takigaku, " ucap Tohka sambil menunjuk Kelompok Kumo yang jaraknya cukup jauh bahkan mereka hampir memasuki gerbang Konoha.
" Kalau begitu, Kita halangi mereka semampu kita, Tohka, Saya, Julis, Claudia, gunakan senjata naga kalian usahakan jangan mengenai mereka, tembak melewati mereka, setelah itu Irina aku ingin kau menggunakan pedangmu, rubah pedangmu menjadi Trendukora lalu Pikirkan untuk mengenai serangan Tohka, Saya, Julis dan Claudia dengan begitu kita bisa membuat mereka terhalang untuk sementara waktu " komando Naruto
" Aku akan membantu kalian jika mereka Berhasil menghindar, dengar ini kesempatan kita merebut posisi 2, Ikuzo! " ucap Naruto langsung memencet tombol ke empat miliknya.
Ckrek! Syut! Tang!
Setelahnya keluar persenjataan cukup besar dalam bentuk senjata Type 34 dengan tambahan 5 senjata membuatnya menjadi 12 type 34.
[" Burst!/Sweep! "] ucap Tohka, Julis, Saya dan Claudia bersama mulai mengumpulkan energi senjata mereka.
" Hikke! " ucap Irina menebaskan pedangnya ke depan dan setelahnya pedangnya langsung berubah menjadi Trendukora dan langsung melesat sesuai rencana.
Swush! Twush!
Setelah cukup Saya, Claudia, Julis dan Tohka langsung menembakkan peluru mereka sesuai koordinat, Naruto yang melihat serangan telah di lancarkan langsung menekan tombolnya untuk mengumpulkan energi senjatanya.
Groooaaar!
Salah satu Anggota yang mendengar suara Naga menoleh ke belakang dan seketika dia terkejut melihat Naga panjang melintas dan langsung menukik di depan kelompoknya.
" A-Apa-Apaan naga itu! " kejutnya ketika Naga itu menukik di depan mereka membuat mereka terhalangi karena naga mereka terkejut dengan kemunculan naga itu.
Swush! Blaaaaaar!
Seketika Naga itu kembali menukik ke bawah dan bergerak secara liar melingkari mereka dan setelahnya ledakan menyusul di sekitar mereka hingga membuat kumpulan asap.
" Yosh! Ini kesempatan kita! " ucap Julis Langsung memacu secepat mungkin naganya sebelum Asap itu menghilang.
Syuuut! Twush!
Blaaaaaaaar!
Saat akan menipis Naruto kembali menembakkan senjatanya hingga kembali membuat ledakan dan menambah asap yang menipis tadi.
Wush! Wush! Wush!
Karena sudah menghalangi mereka, itu membuat kelompok Naruto mudah menyalip mereka, melihat sudah cukup jauh Irina menarik kembali pedangnya hingga Naganya kembali menyusut, sementara Naruto telah menghilangkan persenjataannya.
" Yosh! Kiba tolong bantuannya! " ucap Naruto menyiapkan rantainya
Wush! Tap! Tap!
Sring! Sring! Ngung!
Setelah itu Naruto langsung turun dari kendaraannya yang masih melaju dan langsung berlari sambil mengikatkan rantainya pada kaki naga Kiba, setelah mengikatnya kendaraan Naruto langsung berubah menjadi bola mekanik biru lalu lenyap entah kemana.
" Hikke! " ucap Naruto dan setelah itu Naruto langsung bergelantungan di langit begitu naga Kiba menariknya.
Wush! Wush! Tap!
Setelah terbang melewati Tembok Konoha, Naruto langsung turun dari hingga mendarat di salah satu gedung lalu kembali melanjutkan perjalanannya sambil melompati beberapa gedung yang rendah.
.
" Uhuk! Uhuk! Sial apa itu tadi " gumam salah satu penunggang kumo yang sambil terbatuk karena asap tebal yang menutupi mereka.
" Yo! Jangan pedulikan yo ayo kita lanjutkan yeah! " ucap seseorang yang bertubuh kekar sambil ngerap.
.
Wush! Tap! Wush! Tap!
Sementara itu para kelompok Naruto yang terbang lebih cepat hanya bisa memelankan sedikit kecepatan mereka karena ketua mereka sedikit terlambat karena melompati gedung-gedung.
" Ikuzo! Kita hampir Sampai! " teriak Naruto memberi semangat ketika garis finishnya tinggal 7 Km.
" O-Oi! Bukankah itu kelompok White Fox, bagaimana mungkin mereka bisa menyalip kita " seru salah satu anggota kelompok Kumo ketika melihat kelompok Naruto.
" Bagaimana mungkin, sialan, tidak akan aku biarkan mereka menjadi posisi 2 " kesal Anggota lain sambil melesat ke arah Naruto.
" Matte! " cegat salah satu dari mereka tapi orang itu telah melesat jauh ke arah Naruto.
Wush! Tap! Tap! Tap! Wush!
Sementara Naruto, Naruto masih melompati gedung-gedung di kota Konoha menuju garis finish, entah insting atau firasatnya, Naruto langsung melompat setinggi-tingginya dan tepat saja ada sebuah serangan dari belakang dan untungnya dia bisa menghindar.
Wush! Tap!
" Cih, rupanya benar " gumam Naruto " Kalian percepatlah sampai menuju garis finish lebih dulu, kita akan bertemu di sana " perintah Naruto melalui Incam lalu memilih jarak berputar dari jalur.
" Baik! " balas semua langsung mempercepat Naga mereka.
" Baiklah kita lihat apa kau bisa mengejarku setelah ini " gumam Naruto kembali melompati gedung-gedung hingga mencapai gedung tertinggi di Gifu " Hahh~ Baiklah kita mulai " gumam Naruto membungkukkan badannya sedikit.
Sring! Sring!
Seketika di kaca mata Naruto terlihat data jarak dirinya dan garis finish lalu di bawahnya muncul progres dengan kecepatan sedang.
Syuuuuuut~
Selagi Progres Di kedua sepatu Naruto sesuatu bercahaya muncul seperti mengumpulkan Energi, Naruto yang melihat akan selesai langsung melirik ke belakang dan di belakangnya terdapat perempuan yang menyerangnya tadi.
Tik! Twush!
Seketika Progres Naruto selesai mencapai 100%, lalu Naruto langsung melesat dengan cepat ke langit menuju garis finish.
" Tidak mungkin! " kejutnya tidak percaya.
.
Wush! Wush!
" Wohooo! Ini dia kelompok Takigaku, yang menempati posisi awal, sungguh luar biasa bahwa kelompok dari Kota Takigaku berhasil menjadi juara pertama di Dragons Races "
Wush! Wush! Wush! Syuuut! Blaaar!
" Wow-Wow-Wow! " kejut sang MC ketika sesuatu yang cepat datang dan menghantam tanah melewati garis dan setelah asap menipis terlihat Naruto dan juga kelompoknyalah yang menyebabkan hal itu
" Hohoho! Sungguh tidak di percaya Kelompok White Fox muncul dengan kejutan yang luar biasa di mana Sang Ketua Naruto-san! Datang dengan kecepatan luar biasa dan tepat bersamaan dengan kelompoknya memasuki garis finish dan menduduki posisi kedua.
" Yatta! " seru kelompok Naruto senang karena akhirnya perjuangan mereka berhasil untuk menduduki posisi 2.
Bruk!
" Hahh~ akhirnya selesai juga " gumam Naruto membaringkan dirinya tidak memperdulikan dahinya yang mengeluarkan darah karena saat mendarat tepat setelah memasuki Finish, kepalanya yang lebih mendarat lebih dulu.
" Danchou, Daijoubuka? " tanya Kirin yang telah turun dari Naganya sambil memandang Naruto Khawatir, bagaimana tidak jika kepala membentur tanah pasti sakit.
" Ugh! Y-Ya, hanya sedikit pusing dan sakit saja " gumam Naruto sambil tersenyum sebisanya, tak lama setelahnya datang beberapa orang medis membawa tandu dan membawa Naruto ke tempat medis.
Setelah sampai di tempat Medis, Asia langsung saja masuk dan langsung mengobati luka Naruto " Baka Nii-san! Kenapa kau melakukan hal gila seperti tadi, jika Nii-san terluka lebih parah bagaimana! " bentak Asia dengan lirih, Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
" Hahh~ Sudahlah ini sudah bagus karena dengan ini aku bebas " balas Naruto santai seolah luka di kepalanya bukan apa-apa.
" Jangan pikir Nii-san bisa bebas ya! Nii-san akan tetap kena Hukuman! " ucap Asia mengancam membuat Naruto tiak senang.
" Hehh~! Kenapa?! "
" Karena Nii-san sudah membuatku khawatir tadi! Jadi tetap saja Nii-san harus aku Obati! " balas Asia tanpa sengaja menekan tangannya di kepala Naruto.
" Ghaaa! Sakit-sakit! Apa yang kau lakukan! "
" Tentu saja mengobati Nii-san! "
" Mengobati sih mengobati! Tapi jangan di tekan juga kali! "
Sementara itu Kelompok Naruto yang menunggu di luar Ruangan hanya bisa diam mendengar kericuhan di dalam, mungkin hal mustahil bagi mereka untuk masuk sekarang, karena mereka tidak mungkin mengganggu mereka.
.
Skip Time
17.00 PM
.
" Baiklah setelah mendapatkan Hasilnya, 50 pemenang telah di pilih dan sisanya telah di diskualifikasi, dan dari 50 besar hanya 10 pemenang yang tidak akan mengeluarkan satu anggotanya dan list untuk 10 besar akan kami tunjukkan "
Sing!
. Pertama : kelompok Takigaku = Fuu
. Kedua : -/ - White Fox = Uzumaki Naruto
. Ketiga : -/ - Kumogaku = Nii Yugito
. Keempat : -/ - Sunagaku = Sabaku Gaara
. Kelima : -/- Uchiha = Uchiha Sasuke
. Keenam : -/ - Kirito. = Kazuto Kirito
. Ketujuh : -/- Iwagaku = Roshi
. Kedelapan : -/- Kirigaku = Yagura
. Kesembilan : - / - Blue Lotus = Shiba Miyuki
. Kesepuluh : -/- Black Lotus = Kuroyukihime.
" Baiklah dan inilah mereka sang 10 besar! "
" Hooooaaaaaaaa! "
Setelah mengatakan itu seluruh sorakan dari penonton menggema di arena dan dari panggung muncullah para pemimpin dari 10 besar dari bawah sambil berdiri dengan posisi masing-masing.
" Itte~ Sakit sekali, padahal aku masih pemulihan " gumam Naruto memegangi kepalanya yang masih sakit.
" Kau dari kelompok White Fox bukan, aku ucapkan selamat kau bisa menyalip kami saat di konoha " ucap pemimpin Kelompok Kumo yang bernama Yugito memberikan ucapan selamat pada Naruto.
" Um, Arigato Yugito-san, aku tersanjung begitu penunggang naga salah satu The Nine Legend Dragons Beast yang ada di urutan 6 yaitu Nekomata from the Blue Fire atau Matatabi memberikanku ucapan selamat, apa lagi dari perempuan berjulukan The Women Cat " ucap Naruto tersenyum tipis
" Tu-Tunggu! Kau tahu mengenai kami? " tanya Yugito tidak percaya bahwa identitas mereka di ketahui oleh pemuda di sampingnya.
" Tentu, bukan hanya kalian, tujuh sisanya aku juga tahu " jawab Naruto sedikit menyombongkan dirinya.
" Ne-Ne apa kau Uzumaki Naruto itu? Yang memiliki julukan si jenius dari masa depan? Bolehkah aku berteman denganmu, Aku ingin kau menjadi teman pertamaku?! " ucap Fuu sangat antusias sambil mengulurkan tangannya ke arah Naruto.
" Teman? " beo Naruto.
" Apa?! Kau bilang apa si jenius dari masa depan?! Tidak mungkin?! " kejut Yugito ketika mengetahui julukan itu.
" Um, Apa ada masalah? Lalu Naruto-san apa ada masalah dengan itu? " tanya Fuu pada mereka berdua.
" Tidak hanya saja aku terkejut karena posisi 2 di rebut oleh si Jenius dari masa depan, sungguh tidak di percaya bahwa orang yang memiliki julukan itu bisa mengalahkan penunggang The nine legend dragons beast " sambil melipat tangannya di dada sambil menatap Naruto dari atas sampai bawah.
" Itu tidak terlalu Yugito-san, dan juga aku tidak masalah menjadi temanmu tapi kenapa teman pertama aku kira kau di sana banyak memiliki teman? " ucap Naruto merendah lalu meminta kepastian pada Fuu, sungguh aneh menurutnya jika seseorang seperti Fuu tidak memiliki teman.
" Hmmpp~ Di sana aku selalu tidak memiliki teman karena sifatku ini, tapi apa salahnya sih memiliki sifat masing-masing, bahkan karena ini aku di tahan karena Memiliki Chomei " jawab Fuu sambil mengembungkan pipinya.
" Tentu saja, itu di karenakan kau tidak bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik " ucap Yugito sambil menatap Fuu kasihan.
" Hehh~ Padahal aku pikir setiap orang sama saja, Jaa! Apa kalian ingin berteman denganku " selagi tiga peringkat itu saling berbicara, tampak Sasuke yang ada di posisi 5 hanya mengeram kesal karena Naruto berhasil menduduki posisi 2 padahal dia kira Naruto akan ada di posisi 4 tapi dirinya salah.
" Baiklah untuk menutup lomba kali ini, saya sebagai MC akan memberitahukan jadwal Lomba berikutnya dan Apa saja yang harus di lakukan " semua yang mendengar itu menunggu sementara tujuh dari 10 besar langsung mendengar dengan serius, Naruto yang juga tahu saatnya serius langsung mencengkeram dua kepala orang di sisinya yaitu Fuu dan Yugito yang saling menatap tajam lalu memutarnya ke depan.
" Baiklah, untuk Lomba ke dua yang akan di adakan dalam waktu 15 hari lagi, itu adalah The Target Dragon, maksud Lomba ini adalah Mengenai sasaran yang akan di pasangkan pada naga-naga liar yang telah berhasil di tangkap, jumlahnya 20.000, kalian harus mengenai sasaran yang di pasang di atas punggung mereka, setelah mengenai sasaran kalian harus melumpuhkan naga yang sasarannya kalian kenai agar Naga tersebut tidak lari
Setiap sasaran yang di pasang memiliki Poin masing-masing secara acak, pemenangnya masih mengambil 10 besar dari 50 kelompok, Tapi 40 kelompok Sisanya harus berusaha agar jika kalian kalah maka dua anggota kalian akan berkurang " ucap Sang MC menjelaskan panjang lebar, 40 kelompok yang ada di Posisi 11 sampai seterusnya meneguk ludah mereka berat karena jika mereka kalah mereka harus kehilangan anggota mereka
" Bukankah itu terlalu banyak? " gumam Fuu entah kepada siapa.
" Tidak, itu sudah sesuai, dalam lomba kali ini 40 besar yang kalah hanya kehilangan satu anggota mereka, tapi karena lomba tersisa 9 peraturan itu memang tepat karena Anggota mereka terdapat lebih dari 10 anggota hal itu wajar karena empat ronde sisa yaitu lomba ke tujuh hingga terakhir adalah pertandingan kita saja yaitu pertarungan 10 besar " ucap Naruto setuju dengan peraturan yang di buat.
" Syarat dari lomba ini, awal sudah aku beritahukan kalian harus mengenai sasaran yang ada di atas punggung Naga-naga liar yang akan di siapkan di lomba ini, Kedua setelah mengenai sasaran lumpuhkan mereka.
Ketiga setiap peserta boleh menyerang anggota lain untuk mengacaukan atau hal yang lainnya agar para musuh kalian tidak bisa mengenai sasaran mereka dalam istilah mengganggu mereka, Ke Empat kalian boleh menggunakan senjata buatan kalian atau teknik milik kalian.
Kelima, Peserta yang tidak bisa atau lupa melumpuhkan naga yang sasarannya sudah di tembak akan di Diskualifikasikan, hanya itulah syarat untuk lomba berikutnya, penentuan Lomba besok akan di pimpin oleh Wakil Panitia, dia adalah Serafall Sitri. Baiklah itu saja dari untuk hari ini dengan begini Racing Dragons telah berakhir, Sampai jumpa 15 hari lagi! " ucap Sang MC panjang lebar.
.
.
Skip Time
17.55 PM
.
" Baiklah sebaiknya kita berpisah di sini, semoga kita bertemu lagi " ucap Naruto sambil melambaikan tangannya ke arah Yugito dan Fuu karena saatnya berpisah, setelah berpisah Naruto berjalan ke arah kelompoknya yang telah menunggunya.
" Sungguh tidak di percaya bukan Danchou? Sekarang saja kau sudah memiliki teman dari kota lain, padahal dulu kau adalah orang tanpa teman " sindir Kiba dan hanya di dengus oleh Naruto.
" Awalnya aku juga tidak percaya, tapi bukankah itu bagus " timpal Koneko, walau bagaimanapun itu adalah sebuah kemajuan
" Dari mana kau tahu soal itu? " tanya Naruto datar.
" Etto... Dari Asia " jawab Irina dengan gugup
" Nii-san! Ma_Kyaaaa! " Asia yang sudah dekat dengan kakaknya harus berteriak karena Naruto mengangkat tubuhnya ke atas sambil memutar-mutar tubuhnya.
" Kau... Dasar Baka Imutou " Gerutu Naruto sambil mengunci gerakan adiknya lalu memberikan gosokan kepalan di kepala adiknya itu.
" Haha_ I-Iya Nii-san, Gomen-gomen Haha sudahlah Nii-san " pinta Asia sambil tertawa senang, walau bagaimana'pun Asia tetap menyukai perilaku Naruto yang seperti itu
" Hahh~ Sudahlah " gumam Naruto melepaskan adiknya itu " Lalu Apa yang akan kalian lakukan setelah ini? " tanya Naruto pada kelompoknya.
" Rencananya kami mau ke Onsen apa Danchou ingin ikut? " ajak Xenovia.
" Onsen'kah? Boleh juga sudah lama aku tidak mandi di Onsen " setuju Naruto dan tanpa Naruto Sadari Kiba menyeringai tipis.
" Kalau begitu kenapa kalian tidak ke Onsen sekitar sini saja? Aku dengar ada Onsen di sini " usul Kiba dengan senyum yang di buat polos.
" Benar, aku dengar di sini ada Onsen bernama Kurudori, Bagaimana kalau kita di sana saja? " timpal Naruto dan seringai Kiba semakin besar mendengar itu.
.
Onsen Kurudori
18.20 PM
.
Play End Song
.
Saat ini Naruto telah Berada di sebuah Onsen sendirian kelompoknya masih berbicara entah apa yang di bicarakan, Naruto hanya seorang diri saja karena Kiba tiba-tiba ada urusan.
Naruto hanya menghela nafasnya karena sendirian, di tatapnya langit yang perlahan mulai gelap dan perlahan para bintang bermunculan, Naruto yang melihat indahnya perubahan sore menjadi malam tersenyum tipis hingga Jamnya terdapat peringatan pesan.
Naruto yang melihat ada pesan membuka pesan itu dan itu dari Cloningnya yang telah kembali dan memberikannya sebuah sempel dari Empat Erdinoix Naruto yang melihat itu tersenyum tipis lalu menghilangkan pesan itu dan kembali menikmatinya air panas, untuknya kali ini adalah waktunya bersantai.
Byur! Byur!
Naruto yang mendengar suara air yang di masuki orang banyak menaikkan alisnya bingung, pasalnya di kelompoknya hanya ada Kiba yang laki kecuali...
' Tunggu sebentar ' batin Naruto sedikit pucat, dengan cepat Naruto mengeluarkan pisau kecil tajam dan melubangi bambu di belakangnya dan melihat ke arah bambu yang dia lubangi dan matanya membulat seketika ketika melihat apa yang dia lihat.
' I-ini... ' batin Naruto pucat lalu dengan patah-patah dia menoleh ke belakang dan dia melihat beberapa bayangan di sana yang perlahan mendekat.
' S-Shimatta! Aku lupa, Onsen Kuruduri adalah Onsen... ' batin Naruto panik mau kaburpun dia tidak bisa karena dirinya terkepung.
" Are? Danchou? " gumam Kirin dengan polos.
" Gyaaaahh! " pekik Naruto seketika karena dugaannya benar.
" E-Eh?! Apa yang kau lakukan di sini Ero-Baka!? " pekik Tohka langsung berendam bermaksud menutupi tubuhnya agar tidak di lihat.
" J-Justru aku yang harusnya mengatakan itu ba-Baka! Kenapa pula kalian disini?! " balas Naruto sengit dengan wajah memerah.
" Um? Katanya Onsen bagian ini adalah Bagian milik kita, itu kata Kiba " jawab Irina dengan polos.
' Ki-Kiba?! ' batin Naruto ' Awas Saja kau Kiba?! ' Geram Naruto karena di permainkan.
" Ara-Ara rupanya Danchou kita ini mesum ne? " goda Claudia yang menyandarkan tubuhnya di samping Naruto dengan tatapan menggoda.
" He-Hey! A-Apa yang kau lakukan?! " kejut Naruto mencoba menjauh namun di sisinya sudah ada Koneko.
" Danchou ayo kita lakukan itu " ajak Koneko dengan mulusnya.
" H-H-Hah! Kau pikir A-Aku mau?! Ja-Jangan bercanda!? " teriak Naruto ingin kabur Namun di depannya sudah ada Asia yang menahannya membuatnya semakin memerah.
" Nii-san kau akan aku hukum sekarang " ucap Asia dengan wajah sayu, dan itu membuat wajah Naruto memerah bersamaan dengan wajah pucat.
" GHHHAAAAAAAAA! "
.
TBC
Chapter berikutnya di NTDF
.
" Ah, Gomenasai aku tidak sengaja "
" KIIIIIBAAAAAAAA!? "
" Bukannya kau... "
" Ayo kita sparing Naruto-san, aku ingin melihat seberapa ahlinya kau dalam senjata "
" Cih! Dia hampir mirip Kirin, Tapi Kirin lebih hebat di bandingnya, dia seperti Kirin ke dua "
" Gyaaa! Sialan kau! kenapa dengannya kau mau tapi denganku tidak?! "
" Hahh~ Baiklah ayo kita lakukan "
.
Selanjutnya Chapter 11 : Dragons Champions Arc I : Yuuki Asuna The White Knight
Note : Yo?! Bagaimana kabar minna-san yang ada di manapun, sehatkah? Sakitkah? Atau apapun, kalian baik-baik saja? Semoga saja baik-baik.
Tehe! Bagaimana cerita kali ini? Ini yang terpanjang di chapter kali ini sebanyak 18k dalam cerita dan 1+ K bagian Note, Bersama Lagu Op dan Disclaimernya.
Ini adalah Chapter yang paling susah saya buat karena harus mengetahui setiap jalur yang ada di jepang, semua yang tadi di atas memang nama-nama tempat jepang yang sungguhan tanpa ngarang kecuali Onsennya saja :v
Lalu bagaimana ceritanya kali ini serukah? Hohoho pastinya, seperti yang kalian baca tadi ini adalah lomba mengelilingi Lima Kota, dan juga kalian juga pasti sudah tahu empat Naga yang ada di setiap Erdinoix, hahaha jika belum tahu kalian bisa cari di Dik Google ( Mbah sudah gak jaman :v ).
Lalu mengenai kendaraan Naruto, itu mungkin sangat susah di jelaskannya secara rinci, jadi saya akan menggambarkannya saja, tapi saya belum sempat membuatnya sekarang dan saya akan konfirmasikan jika sudah saya Upload.
Etto.. Jika terjadi kesalahan mengenai tempat -tempat, nama jalan atau yang lainnya mohon maaf ya jika memang salah saya akan coba perbaiki lain kali.
Tidak cukup banyak yang bisa di jelaskan kecuali Lima Kota yang pasti membuat kalian sedikit bingung, Lima Kota ini sama-sama di jepang tapi Bagi saja menjadi Lima bagian, kalian bisa lihat nama ibu kota mereka di Ch 5 atau 6 gak salah.
Baiklah itu saja dari saya, untuk Review akan saya balas di Ch berikutnya dan untuk Forbidden Love akan di Up bersamaan dengan, My Love is My Partner lalu Naruto Assasionation Classroom akan up bersama The Protector, kemungkinan Cerita ini juga akan di up di seling-seling up cerita lain karena Fic ini sedikit tidak menentu kapan upnnya. Jaa~ Kalau begitu sampai jumpa!
Please Review
