Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summray : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka ) #mungkin ada tambahan
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest! Dark Supranatural!
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu
.
Fix Sound First
( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )
Fix Sound Second
( Lalu muncul judul cerita ini )
Fix Sound Three
( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )
anata wa sugu ni anata o
( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )
tada no mono da to sagesumu
( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke kebelakang )
watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa
( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )
guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )
anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita
( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )
masshiro na yume o atsume ni yukou
( kamera kembali di ganti dengan bergerak kebelakang memperlihatkan Naruto yang tengah menaiki skeatboardnya di rute kiri bersama kelompoknya melesat bersama sambil menghindari berbagai serangan )
bouken ga iro o tsumuideiku yo
( Lalu layar memperlihatkan berbagai kelompok menyerang kelompok Naruto namun setiap serangan berhasil di hindari hingga dari balik asap keluar sosok astral berwarna hijau dengan sebuah sabit di tangannya )
Majiwaru
( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )
Fumihazusu
( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )
kawaridasu mirai ga temaneiteru yo
( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )
Noriokurenaide
( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )
tooku demo zutto soba ni iru
( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berhadapan dengan Vali )
tsunagu kokoro zutto hanasanai
( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama dan membenturkan senjata mereka hingga menimbulkan cahaya putih )
Fix End
( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )
.
Note : Untuk penamaan Kiba akan di ubah seperti, Kiba Yuuto akan di biarkan menjadi Kiba, kalau Kiba Inuzuka jadi 'Kiba'.
.
Chapter 11 : Dragons Champions Arc I : Yuuki Asuna The White Knight
.
Jum'at 20 Oktober 2090
Other Side
10.00 AM
.
Di pagi yang cerah di sebuah taman, terlihat sosok pemuda tampan dengan pedang kayu yang biasa di sebut Kendo tengah berlatih sambil mengayunkan pedangnya ke sana kemari.
Keringat terlihat mengalir di setiap sudut wajahnya dan juga membasahi tubuhnya, karena kelelahan pemuda itu'pun mengistirahatkan dirinya sambil mengambil nafasnya.
" Baiklah sebaiknya cukup sampai di sini saja, aku harus kembali " gumamnya pada diri sendiri lalu merapikan barang-barang miliknya yang tak jauh darinya, setelah merapikannya dia'pun mulai berjalan menuju kediamannya.
Selama perjalanan tak ayal banyak perempuan-perempuan yang merona melihat dirinya bahkan tak ayal banyak yang mengenalnya, ya dia di kenal dengan nama Yuuto Kiba, anggota White Fox yang terkenal setelah mengikuti Dragons Champions.
Bruk!
Karena tidak sengaja, Kiba'pun akhirnya menabrak seseorang hingga terjatuh karena Bersalah dia'pun membantu orang yang dia tabrak tadi.
" Ah, Gomenasai aku tidak sengaja " ucap Kiba, namun seketika Kiba cukup terkejut jika yang dia tabrak adalah salah satu anggota Kazuto, Asuna Yuuki.
" Oh Yuuto-san, Ohayo " sapa Asuna ramah di sertai senyumannya hal itu membuat rona tipis di wajah Kiba " kau dari mana Yuuto-san? " tanya Asuna penasaran ketika melihat barang-barang Kiba.
" A-Ah, aku baru saja selesai latihan tadi, ya~ untuk meningkatkan kekuatanku " ucap Kiba sedikit canggung ' Entah kenapa perasaanku tidak enak ' batin Kiba.
" Souka? Lalu di mana Yang lainnya? Tepatnya Naruto-san? " tanya Asuna lagi.
" KIIIIIBAAAAAAAA!? " bagai panjang umur Naruto datang sambil berteriak, Naruto datang bagai banteng yang sudah marah dan siap menyeruduk siapa saja menghalanginya.
Duak! Wush!
Blaaar!
Karena tidak sempat menghindar Kiba'pun harus menerima serangan Naruto hingga terpental dan menabrak salah satu dinding di sebuah gang sempit yang jaraknya 20 meter dari mereka hingga hancur. Asuna yang melihat itu sedikit terkejut dan honor dengan tindakan Naruto, padahal Kiba adalah anggotanya.
" Uhuk! Uhuk! D-Danchou ke-Kenapa " tanya Kiba sedikit kesusahan.
" Kau?! Itu semua karenamu Barbie!? Kau pikir aku akan lupa dengan perbuatanmu kemarin Hah?! Jangan kira Aku akan memaafkanmu!? " balas Naruto dengan wajah murka sambil mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya terlihat.
" A-Ah, Gomen Danchou Tehehe " balas Kiba dengan sempatnya membuat wajah tak berdosa.
" K-Kau?! " geram Naruto menyiapkan palunya namun di tahan Asia yang sudah di sampingnya tak lupa dengan Kirin, Julis, dan Tohka.
" M-Maa~ Sudahlah Nii-san kau terlalu berlebihan, lagi pula kemarin juga tidak terjadi sesuatu bukan " ucap Asia menenangkan dengan wajah memerah.
" Ghhhh~ " geram Naruto masih menatap tajam Kiba dan saat menghela nafasnya Asap keluar dari hidungnya ( bener-bener murka ini ) " Baiklah! " balas Naruto cepat langsung menaruh palunya di punggungnya. Lalu pandangan Naruto teralih ketika menyadari bahwa ada seseorang di sampingnya.
" Asuna-san? " gumam Naruto ketika mengenal orang di sampingnya.
" Ah, Ohayo Naruto-san, Minna-san " sapa Asuna sambil tersenyum mencoba melupakan tentang kejadian tadi.
" Ohayo, Sedang apa kau di sini Asuna-san? " balas Naruto lalu bertanya langsung.
" Ah, aku sebenarnya mencoba mencarimu, aku ingin mengundangmu ke tempat Yakiniku sekaligus kita bisa mendekatkan diri kita " jawab Asuna sambil tersenyum manis.
" Hahh?! Yakiniku?! " tanya Tohka antusias dengan mata membinar.
Puk!
" Tidak perlu seperti itu juga " gumam Naruto sambil menekan kepala Tohka untuk menunduk " Lalu kenapa kau mengundangku saja Asuna-san? " tanya Naruto, sedikit penasaran.
" Kan sudah aku bilang untuk mendekatkan diri kita, lagipula yang aku kenal hanya kau tapi jika anggotamu ingin ikut boleh saja " jawab Asuna dengan pipi di kembungkan.
" Iya sih, tapi... " " Sudahlah Baka! Ayo kita ikuti saja, Ayo Yuuki-san, kami terima " potong Tohka langsung dengan semangat membara.
" Oi! Jangan asal potong dong! " ucap Naruto kesal.
" Sudahlah Danchou kita terima saja " bujuk Julis sambil menggandeng tangan Naruto, Asia dan Kirin yang melihat itu cemberut tidak suka.
" H-Hei, lepaskan aku bisa jalan sendiri " seru Naruto namun bukannya lepas sebuah gandengan tambahan terjadi karena saat ini Asia tengah menggandeng tangannya lagi satu.
" Ikuzo Nii-san, Kita sudah tertinggal nih " ucap Asia tanpa bambibu langsung menarik Naruto
" Ma-Matte, Ah aku di tinggal " gumam Kiba kecewa karena di acuhkan, ya~ itu salahmu sendiri Kiba ~~
.
Kedai Yakiniku Jambo Shinozaki
11.00 AM
.
Shhh~
Saat ini Naruto, Asuna, Kirin, Asia, Julis dan Tohka telah berada di tempat Yakiniku yang terkenal di tokyo sudah sejak lama, awal bangunan yang sangat sederhana saat ini berubah drastis menjadi bangunan moderen yang cukup tinggi dengan 4 lantai.
Setelah sampai, mereka langsung di ajak Asuna ke lantai 3, tempat pesanannya dan dirinya juga sudah memesan daging yang akan mereka makan setelah datang.
" Etto, entah bagaimana aku harus mengatakan ini, tapi Arigato " ucap Naruto bingung harus berkata apa.
" Daijoubu, aku sudah katakan aku mengundang kalian untuk kedekatan kita bukan? Aku juga ingin mengenal kalian lebih banyak lagi, terutama si Jenius dari masa depan " jawab Asuna santai tak lupa sambil tersenyum.
" Ya aku harap kau tidak berencana untuk mencari data kelemahan kami, kau tahu itu sangat tidak baik " ucap Naruto sedikit tajam.
" Daijoubu, Urusan itu akan lain lagi. Ini hanya untuk kedekatan kita sebagai teman " Jawab Asuna santai sambil mengibaskan tangannya ' Ternyata dia benar-benar tahu rencanaku tadi, tak salah dia mendapatkan julukan legenda itu, apa sampai sebegitunya rencanaku terlihat ' lanjut Asuna dalam batin.
" Oh ya Asuna-san, ini mengenai anggotamu yang lain, ngomong-ngomong mereka di mana? " tanya Kirin yang dari tadi diam.
" Oh, mengenai itu Leafa-chan akan datang ke sini sebentar lagi, lalu Kirito-san saat ini tengah di kediaman sementara kami, lagi pula jika dia ke sini dia pasti akan membuat kacau " jawab Asuna dengan senyum sedikit canggung.
.
Kediaman Anggota Kazuto.
.
" LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU ANGGOTA PAYAH! AKU INGIN IKUT ASUNA UNTUK MENGHAJAR PIRANG KUCING ITU! " teriak Kirito bagaikan kingkong yang marah. Dirinya saat ini tengah terikat oleh banyak rantai hingga dirinya tidak bisa lari.
" Urusai baka! Sebaiknya diam saja, kau bisa saja membuat masalah tahu! " balas Anggota Kirito
.
Back To Naruto
.
" apa masalah waktu itu? " gumam Julis tahu kenapa
" Ya~ Bisa di katakan_ "
Duk!
Seketika semua terkejut ketika sesuatu dengan cepat memasuki jendela mereka hingga melewati mereka " Apa itu tadi? " tanya Asia yang tampaknya biasa saja.
Tuk! Tuk! Tuk!
Tak lama setelahnya datang sosok katak berwarna hijau dengan di punggungnya sebuah gulungan mekanik, Asia yang tahu katak dan Gulungan itu menaikkan sebelah alisnya.
" Gamororu? Apa yang kau lakukan di sini? " gumam Asia mengambil katak itu dan menaruhnya di pangkuannya.
" Katak?! " pekik Asuna sedikit jijik.
" A-Ah, Ayah Asia-chan memang seperti itu, kau pasti tahu tentang Kuchiyose? Kuchiyose keluarga Asia adalah Katak yang ada di timur laut jepang tepatnya Myoubokuzan, kepulauan kecil Alaska, jadi jika terjadi sesuatu pasti ayah Asia akan mengirim katak untuk sebuah pesan " jelas Naruto mengenai kebiasaan kakeknya, ya walau sebenarnya dia juga tidak tahu kenapa harus katak.
" Ne Nii-san aku tidak terlalu mengerti kenapa Otou-san harus menulis Gagak berkoak " gumam Asia memiringkan kepalanya bingung, Naruto yang mendengar itu'pun juga bingung, karena penasaran Naruto'pun mengambil gulungan Hologram di tangan Asia dan membacanya.
" Burung Gagak berkoak cepatlah pulang karena jika tidak mau terjadi masalah pada teman lamamu " gumam Naruto dengan dahi mengkerut, bahkan dia saja tidak tahu maksudnya lagi pula apa hubungannya gagak berkoak dengan teman lama " Ne Asia, apa kau punya teman lama yang tidak aku tahu? " tanya Naruto lagi.
" Teman lama? " gumam Asia tampak berpikir " Oh, benar juga! Nii-san apa Nii-san masih ingat dengan temanku yang sangat polos ketika umurku 11 tahun? " seru Asia sambil menanyakan kembali pada Naruto.
" Temanmu ketika kau umur 11 tahun, sepertinya aku tahu, umm~ Kalau tidak salah dia... " gumam Naruto tampak berpikir.
Grep!
" Ini Aku Naruto-nii " ucap seseorang secara tiba-tiba dari belakang Naruto sambil memeluk leher Naruto.
" Ghaaaha! " kejut Naruto, bahkan dia tidak menyadari sejak kapan " S-Shiina?! " kejut Naruto.
" Ah! Shiina-chan, Shisashiburi! " ucap Asia langsung memeluk Orang bernama Shiina dengan erat.
" Etto, Siapa dia? " tanya Kirin dengan polos.
" Oh, dia Shiina Mashiro, teman adikku sejak umur 4 tahun " jawab Naruto sambil melirik Asia dan Shiina yang masih asyik berpelukan.
" Ne-Ne! Ini dia dagingnya~ Mou kenapa lama sekali " seru Tohka cemberut karena pesanan mereka datang cukup lama.
" Sebaiknya jaga sikapmu itu Tsundere " ucap Julis membuat Tohka mendelik.
" Apa kau bilang Jambu?! "
" Kau yang apa Tsundere?! "
" hahh~ " Naruto yang merasa situasi semakin aneh hanya menghela nafasnya lelah, sementara Kirin, dan Asuna hanya bisa diam karena mereka memang tidak ada bahan pembicaraan.
Duak!
Dengan sedikit kasar Naruto memberikan sebuah jitakan di kepala Julis dan Tohka hingga membuat mereka berhenti berdebat, sementara Asia dan Shiina pada akhirnya selesai berpelukan setelah kejadian tadi.
" Itte-te-te " lenguh Julis dan Tohka sambil mengelus kepala mereka yang sakit.
" Shiina-chan, kenapa kau kemari? Aku kira kau ada di Amerika? " tanya Asia penasaran sambil memanaskan dagingnya.
" Um? Ah~ Sebenarnya aku datang ke sini karena ada Dragons Champions jadi aku datang " jawab Shiina dengan wajah sangat polos, selagi mereka berbicara Kita pindah ke Naruto dan Asuna
" Ne Naruto-san, siapa dia? " tanya Asuna sambil memakan dagingnya yang sudah matang.
" Ma~ sudah aku bilang bukan? Shiina Mashiro, teman masa kecil Asia-chan, aku bertemu dengannya sejak umur 12 tahun, aku tidak terlalu mengenalnya karena aku hanya mengenalnya beberapa hari saja " jawab Naruto lalu memasukkan daging miliknya ke mulut " Lalu, apa yang ingin kau bicarakan denganku? " tanya Naruto
" Sebelum itu Arigato, karena menyelamatkan kami dari Unagi waktu itu. Aku tidak menyangka kelompokmu dan dirimu bisa mengalahkan Unagi dengan senjata kalian itu " ucap Asuna sambil membungkukkan badannya sedikit.
" Maa~ tidak usah di pikirkan, lagi pula kita juga terdesak waktu itu. Lagi pula kami melakukan sebisa kami dengan senjata kami, bahkan senjata kami ini sebenarnya belum seberapa " ucap Naruto sambil merendah.
" Belum seberapa? Bukankah itu sudah sangat hebat? Bahkan mereka bisa mengalahkan Unagi? " tanya Asuna bingung.
" Tidak, bukan masalah itunya, dalam sistem pertahanan dan menyerang senjata kelompokku ini memang belum seberapa di karenakan jarak waktu saat menembak dan bertahan kurang lebih 15 detik, dan itu adalah waktu yang cukup lambat.
Itu di karenakan kebanyakan serangan yang datang adalah hasil kekuatan mereka, dalam kata lain mereka hanya membutuhkan waktu 1-3 detik untuk menyerang kami secara beruntun maka perbedaannya sangatlah jelas
Perbedaannya adalah 1/3 : 15, maka hasil dalam serangan mereka yang bisa saja mengenai kami ketika senjata kami mengumpulkan Energi setelah 15 detik membalas adalah 5 detik dan itu jangka waktu yang mustahil untuk membalas serangan secara beruntun jika kami diam saja " jelas Naruto panjang lebar, Asuna yang mendengar itu cukup mengerti.
' 5 detik, itu waktu yang singkat untuk menyerang mereka, jika aku dan yang lain sangat mustahil melakukan serangan yang bisa mengenai mereka hanya dalam batas 5 detik, apa lagi jika mereka menghindar kecuali melakukan serangan dengan titik buta ' batin Asuna memprediksi
" Lalu mengenai senjatamu? Aku melihat banyak perbedaan di senjata kalian? " tanya Asuna ingat dengan kendaraan Naruto yang memiliki senjata.
" Oh, maksudmu WMWAPT? Ya memang persenjataan kami sangatlah berbeda, RBM, CWLB, dan M-16C100/s ketiga senjata yang cukup kuat terutama RBM adalah singkatan dari Rocket Blaster Missile, itu adalah senjata yang menembakkan sebuah missile yang di dalamnya terdapat 20 missile kecil, walaupun 1 missile hancur maka 20 lainnya akan meluncur.
Lalu Canon Weapon Long Blaster, itu adalah senjata yang hampir mirip dengan senjata Tank, namun maksimal Tank menembak adalah 1 menit, namun senjata ini akan menembakkan peluru dalam waktu 2 detik secara bergantian.
Yang terakhir adalah Manchine 16 Caliber 100/s, itu adalah senjata umum seperti biasanya, namun senjata itu akan menembakkan peluru dalam jumlah 100 dalam waktu 1 detik. Ketiga senjata ini adalah hasil terbaik buatanku " ucap Naruto menjelaskan di akhiri dengan menyombongkan dirinya sedikit.
' Yang benar saja, itu mustahil ' batin Asuna drop " A-Ah, sungguh tidak di percaya ya kau membuat senjata seperti itu, lalu mengenaimu.. Aku penasaran bagaimana bisa kau mendapatkan julukan itu? " tanya Asuna.
" Hey, aku juga ingin tahu " seketika semua mengalihkan pandangan mereka kecuali Asia dan Shiina yang masih asyik mengobrol.
" Namikaze-san, kau terlambat " ucap Tohka setelah menelan dagingnya, Asia yang mendengar itu tersentak dan langsung menatap sang pemilik nama.
" Na-Namikaze? " gagap Asia merasa melihat hantu.
" Oh, kau belum tahu? Dia adalah Namikaze Leafa salah satu Anggota Kirito " ucap Julis memperkenalkan Leafa.
" So-Souka " gumam Asia gugup ' Na-Namikaze, sial ini bahaya jika Nii-san tahu akan sangat bahaya, rahasia ini belum boleh terbongkar ' batin Asia benar-benar gugup
" Ne Naruto-nii, bagaimana kabar Naruto-nii? " tanya Shiina mengalihkan pandangannya pada Naruto.
" Um. Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat, ngomong-ngomong Shiina-chan kenapa kau ke sini? Bukankah kau bisa menunggu di kediaman Kakek? " tanya Naruto basa basi dengan teman adiknya.
" Aku rindu dengan Naruto-nii jadi aku datang " ucap Shiina santai sambil menyandarkan dirinya di samping Naruto membuat semua di sana cemberut kecuali Asuna dan Leafa.
" Ne Naruto-san sebaiknya jangan acuhkan kami dong " ucap Leafa membuat Naruto menghela nafasnya.
" Aku juga tidak begitu tahu bagaimana bisa aku mendapat julukan itu, bahkan aku baru tahu ketika mengikuti Asterik Battle " Jawab Naruto sambil mencoba melepaskan Shiina tapi alhasil Tidak bisa karena Shiina memeluk lengannya dengan erat.
" Asterik Battle? Oh Pertarungan itu, jadi di sini ada pertarungan itu ya " ucap Leafa antusias.
" Um, apa kalian pernah mendengar tentang itu di tempat kalian? " tanya Kirin angkat bicara.
" Um, Senseiku pernah memberitahukannya " jawab Asuna " Ah benar juga, Kalau tidak salah dengar, aku dengar kalau kau adalah pembuat senjata Di DSA bukan? " tanya Asuna mengingat sesuatu.
" Um? Memang benar, lalu kenapa? " tanya Naruto bingung karena di tanyai seperti itu.
" Apakah boleh aku memesan senjata di sana? "
" Maaf, untuk kali ini Peraturan di tempat kami di perketat, bahkan harus melakukan pemeriksaan di karenakan Dragons Champions di mulai, karena itu bisa saja menambah kekuatan lawan " jelas Naruto secara lembut.
" Baiklah, sekarang aku ingin bertanya kalian bukannya kelompok dari Hyotogaku? Tapi bagaimana bisa kalian mengikuti lomba ini? " tanya Naruto serius
" Oh, soal itu. Kami memang dari Hyotogaku, tapi kami merantau kemari hingga menjadi warga Konoha " jelas Leafa yang menjawab
" Jadi begitu " gumam Naruto memejamkan matanya paham " baiklah kita sampai di sini saja, lagi pula kami harus ke Asterik Battle, aku yakin Claudia-chan telah menunggu kita " ucap Naruto mencoba berdiri karena dirinya kesusahan karena lengannya di Peluk oleh Shiina
" Eh, kalian ingin ke sana? boleh kami ikut?! " mohon Leafa dengan semangat.
" Tentu saja, anggap saja ini balasan kami terhadap undangan kalian ini " jawab Kirin dengan senyum manisnya.
" Ne~ Kau ingin ikut atau hanya ingin memelukku saja? " tanya Naruto sambil menggoyangkan tangannya yang di peluk Shiina.
" Umm~ Aku Rindu Naruto-nii jadi aku ingin memeluk Naruto-nii terus " ucap Shiina sambil mengesekkan pipinya di bahu Naruto, terasa nyaman.
' Hehh~ benar-benar deh, jika seperti ini pasti masyarakat berpikir yang tidak-tidak ' batin Naruto menghela nafasnya.
" Ngomong-ngomong Naruto-san, tadi kau memukul Yuuto-san sampai seperti itu, apa terjadi sesuatu? " Naruto yang di tanyai begitu memerah wajahnya, untung saja kemarin dia berhasil lolos, tapi itu adalah hal yang memalukan baginya.
" Bukan apa-apa?! " tanpa di sadari Leafa, Asia terus memperhatikan dirinya dengan serius, tentu saja karena clan perempuan itu, selain keluarganya dan kakaknya tidak ada lagi clan Namikaze di Konoha, lalu bagaimana mungkin ada clan Namikaze lain.
' Aku harus memberitahu Tou-san dan Kaa-san ' batin Asia benar-benar khawatir jika rahasia ini di ketahui
.
Asterik Battle
13.00 PM
.
" Kalian terlambat dari mana saja kalian? " tanya Claudia marah karena orang-orang yang di tunggu terlambat " Kenapa Yuuki-san dan Namikaze-san ada di sini? " tanya Claudia lagi
" Banyak hal yang tidak kau tahu Claudia-chan " ejek Tohka sambil mengelus perutnya yang kenyang.
" Sudahlah, lagi pula aku sudah di sini, jadi biarkan aku melawan mereka sesuai permintaan mereka. Dan juga Shiina-chan bisa kau lepaskan? Aku harus pergi bertarung " balas Naruto dan meminta pada Shiina yang masih memeluknya.
" Eehh! Ta-tapi bagaimana jika Naruto-nii.. " lirih Shiina ingin menangis.
" Aku tidak akan apa-apa, jangan khawatir " tenang Naruto meyakinkan, awalnya Shiina ragu tapi ketika melihat Asia meyakinkannya dia'pun melepaskan pelukannya pada Naruto.
" Arigato, Baiklah sekarang ayo kita mulai " ucap Naruto lalu menghilang dengan bola meca teleportasi miliknya dan sudah langsung berdiri di arena Asterik.
" Ngomong-Ngomong Claudia-san, siapa yang akan di lawan Naruto kali ini? " tanya Kirin ingin tahu.
" kau tahu dengan Ketua Gereja Playboy itu. Si peringkat 11, dia bersama anak buahnya menantang Danchou " jawab Claudia sambil melipat tangannya di dada.
" Hehh~ Bukannya tidak adil 2 melawan 1? " tanya Asuna karena untuk pertama kalinya dia melihat pertandingan Asterik.
" Sebenarnya itu di larang, namun karena untuk Danchou, dia bebas dia bisa sendiri ataupun mengajak teamnya untuk bertarung dan sekarang Danchou memilih sendiri karena dia yakin dirinya bisa " jawab Claudia.
" Naruto-nii.. " gumam Shiina tak henti-hentinya khawatir
.
" Ghaaa~ membosankan sekali rasanya karena waktu istirahatku di jadikan seperti ini, tapi tidak apalah " gerutu Naruto sambil mengelus tengkuknya yang terasa pegal
" Akhirnya aku bisa berkesempatan melawanmu brengsek " Naruto yang mendengar itu menaikkan alisnya ketika sang penantang mengejeknya.
" Maaf, jika kau hanya ingin mengejekku sebaiknya aku pergi saja " ucap Naruto siap pergi.
" Cih, sungguh lemah, apa baru segitu saja kau ingin per... " seketika ejekan itu berhenti begitu orang tersebut melihat Asia, seketika tatapannya menjadi liar dan bernafsu.
" Oh dia cantik juga " Naruto yang mendengar itu memberhentikan langkahnya dan melirik ke belakang.
" Siapa? " tanya Naruto singkat.
" Dia, hoho sungguh indah dan cantik " jawabnya sambil menunjuk Asia, Naruto yang melihat arah telunjuk orang di ke arah Asia mengeram.
" Jangan menatap adikku seperti itu orang aneh " gertak Naruto dingin membuat orang itu menatapnya remeh.
" Adik? Hahahaha pas sekali bagaimana kalau kita taruhan saja, jika kau kalah adikmu akan menjadi milik kami dan jika kau menang maka.. "
Blllaaaaaar!
" Jangan menjadikan Adikku sebagai pemuas nafsu kalian Brengsek!? " teriak Naruto yang memukul palunya ke tanah dengan keras hingga retak.
" Khahahaha, sayang sekali walaupun begitu aku sangat tertarik sekali dengan adikmu itu " Seketika mata Naruto menjadi kosong yang ada hanyalah hawa membunuh yang kelam karena dirinya tidak suka mendengar bahwa adiknya di jadikan incaran hawa nafsu.
Sret! Blaaar!
Bagai kecepatan Roket Naruto menarik kakinya dan langsung melesat dengan cepat ke arah lawannya.
" Diodora sepertinya kau membuatnya marah? Kau harus tahu dia itu ada di peringkat 5 teratas " ucap rekannya cukup takut ketika melihat Naruto ke arah mereka.
" Cih, dia itu cukup lemah aku yakin dia akan kalah dengan mudah " ucap Diodora sambil mengeluarkan sebuah tongkat dengan ujungnya terdapat bentuk salip kristiani, Naruto yang melihat itu hanya diam.
[" Kurigaton! "] ucap Diodora.
Swush! Braak!
dari tanah muncul duri-duri tanah yang mengelilingi Naruto dan langsung mengurung Naruto, merasa sudah Diodora bersiap melanjutkan serangannya.
Blaaaaar!
Seketika kurungan yang mengurung Naruto hancur dan memperlihatkan Naruto yang melesat ke arahnya lebih cepat dari sebelumnya.
[" Asokaga... "]
Buuaagh!
Serangan Diodora seketika berhenti begitu entah dari mana Naruto telah di belakangnya telah memukul punggungnya cukup keras hingga membuatnya terpental ke depan.
" ARRGHHHH! " teriak Diodora merasakan tulang punggungnya terasa remuk ' Se-Sejak kapan '
Buagh! Buagh! Buagh! Buagh!
Seketika dari bawah muncul Naruto yang tembus dari Tanah dan langsung memukul bagian intim Diodora hingga terpental ke atas dan di susul serangan berbagai arah dari Cloning Naruto yang entah sejak kapan muncul. Rekan Diodora yang melihat Diodora di hajar habis-habisan hanya menatap ngeri Naruto.
Dirinya tentu tidak ingin mencari masalah dengan Naruto karena dia tahu akan tentang Naruto karena dia waktu itu menonton bagaimana Naruto bisa mengalahkan AR-D dan RM-C, namun rekannya ini keras kepala.
Wush! Buagh! Kraak!
Dengan bersamaan para Naruto melesat bersama dan memukul Tubuh Diodora seperti pusatnya hingga tulang Diodora terasa remuk semua
Wush! Duak! Blaaar!
Tak sampai sana para Naruto langsung mendorong palu mereka hingga tubuh Diodora berputar dan dari atas muncul lagi Naruto yang langsung memukul kepala Diodora dengan keras hingga ke bawah dengan cepat dan membuat lantai di bawah hancur dengan tubuh Diodora menancap di tanah lebih tepatnya kepalanya masuk ke dalam.
Tap! Tap!
Tak sampai di sana setelah mendarat Naruto mendekati tubuh Diodora dan menarik tubuh itu dan menghadapkan tubuh Diodora ke arahnya.
" Dengar brengsek, jika kau macam-macam dengan Adikku jangan salahkan aku akan membunuhmu, tapi karena kau melewati batas dan di sini aku tidak bisa membunuhmu, maka akan aku biarkan kau hidup, namun Tubuhmu harus merasakan hukumannya! " ucap Naruto dengan dingin.
Wush! Duak! Blaaaaar!
Sebagai serangan Terakhir Naruto melepaskan tubuh Diodora lalu memukul Wajah Diodora dengan palunya hingga keras dan membuat Diodora terpental ke dinding Arena hingga hancur.
Semua menatap honor Naruto yang menyerang Diodora tanpa ampun hingga membuat Diodora sekarat, begitu juga Claudia, Asia, Kirin, Leafa, dan Tohka yang menatap honor Naruto.
" Naruto-nii! " seru Shiina tampak senang.
" lalu bagaimana denganmu? " tanya Naruto dengan dingin pada rekan Diodora, Dia yang di tatap seperti itu merinding seketika.
" A-Ah, Aku menyerah saja, la-lagi pula aku tidak akan macam-macam kok Uzumaki-sama " jawabnya ketakutan, Naruto yang mendengar itu hanya diam namun beberapa detik setelahnya pandangan Naruto berubah menatap rekan Diodora.
" Kau cukup berbeda darinya " gumam Naruto yang dapat di dengarnya.
" Ah, sebenarnya aku sudah tahu mengenaimu bahkan hampir semuanya, tapi dia terlalu keras kepala bahkan dia selalu ingin menantangmu, dia Diodora memang dia ada di peringkat 11 tapi dia sangat terobsesi melawanmu " balasnya sambil menggaruk belakang kepalanya.
" Souka, tapi kau tidak berniat melakukan sesuatu dengan adikku bukan?! " tanya Naruto lagi dengan tajam.
" Ahh!? Tidak-tidak akan!? " jawabnya cepat dengan ketakutan.
" Baguslah kalau begitu aku... "
" Matte! " Naruto yang mengenal suara itu menoleh dan benar saja dirinya melihat Asuna di seberangnya
" Asuna? " gumam Naruto bingung.
" Naruto-san ayo kita bertarung! " ucap Asuna tegas sambil mengacungkan pedangnya.
" Ehhh?! " kejut semuanya, Naruto yang mendengar itu melongo di tengoknya ke atas di sana tertulis Namanya akan melawan Asuna, tapi sejak kapan
" Etto, sebaiknya aku pergi sekarang " ucap Rekan Diodora langsung melesat pergi ke tempat penonton.
.
" Are? Bukankah itu Asuna-chan? " gumam Asia ketika melihat Asuna di Arena.
" Apa dia berniat menantang Danchou? " gumam Kirin ketika melihat di Arena menyisakan Naruto dan Asuna
" Apa yang kau lakukan Asuna-chan " gumam Leafa bingung dengan Asuna.
.
" Ayo kita sparing Naruto-san, aku ingin melihat seberapa ahlinya kau dalam senjata " ucap Asuna dengan senyum meyakinkannya.
Syutsyut! Sring!
Naruto yang mendengar itu memutar-mutar palunya hingga pada bagian palunya menghilang menyisakan sebuah tongkat lalu menaruhnya di punggungnya
St! St!
Bziit!
Setelah itu dari Jam Naruto keluar dua biji kecil dan berubah menjadi pedang Hydro dan Dryton, Asuna yang melihat Naruto mengeluarkan senjatanya tersenyum karena Naruto menerima tantangannya
Sretsret! Sring!
Setelah mengeluarkan dua senjatanya itu Naruto memutar Hydronya lalu menaruhnya di pinggang kirinya dan memasang posisi bertarung dengan satu pedangnya.
" Kau yakin bisa bertarung dengan satu pedang Naruto-san? " tanya Asuna memastikan karena dia belum pernah melihat Naruto bertarung dengan satu pedang.
" Heh! Jangan meremehkanku Asuna, sebaiknya kita mulai saja " dengus Naruto Menarik kaki kirinya yang di depan lalu melangkahkan kakinya dengan Kaki kanan dengan sekuat tenaga hingga membuat larinya semakin cepat.
Wush!
Asuna yang melihat Naruto ke arahnya ikut melesat ke arah Naruto sambil menyiapkan pedangnya.
Sret! Cklek!
Melihat posisi sudah dekat dengan gerakan cepat Naruto mengubah posisi lengannya yang memegang pedang seperti siap melempar tombak di mana arah telapak tangan menggenggam ke atas.
Asuna yang sudah bisa menebak serangan Naruto Siap menebaskan pedangnya Namun Asuna harus terkejut ketika Gerakan Tangan Naruto berubah menjadi menebaskan pedangnya dengan telapak Tangan berputar kembali membuat Posisi pedang yang harusnya mengarah kiri berubah menjadi Kanan.
Wush!
Karena jarak yang dekat Asuna terpaksa menghindar dan membuat Tebasan Naruto melewatinya, melihat sebuah celah di belakang Titik Buta dengan gerakan cepat Asuna langsung menebaskan pedangnya ke arah titik buta Naruto.
Sret! Trank!
Mata Asuna kembali melebar begitu melihat Naruto menahan serangan kejutannya dengan cepat bahkan dia tidak melihat serangannya, apa lagi Naruto menahannya dengan pergelangan tangan kirinya.
" Heh! " dengus Naruto melirik kebelakang lalu memutar kembali posisi pedangnya.
Drap! Wush!
Lengan Naruto yang menahan pedang Asuna langsung mendorong pedang Asuna lalu menebaskan pedangnya ke belakang sambil berputar ke belakang, Asuna yang melihat itu langsung mengarahkan pedangnya ke sisi pedang Naruto yang akan mengenainya.
Traank!
Pedang Naruto tertahan ketika pedangnya berbenturan dengan pedang Asuna, Asuna yang merasa kuatnya dorongan pedang Naruto membuatnya harus mendorong pedangnya dengan lengan sisanya agar pedangnya tidak terdorong untuk menebas dirinya.
Sriiing!
Kembali Naruto menarik pedangnya lalu kembali memutar tubuhnya ke kiri sambil mengarahkan sebuah tendangan dengan kaki kirinya seperti tendangan Kuda dari belakang.
Wush! Sring!
Namun Asuna langsung menunduk membuat tendangan Naruto meleset, Asuna yang kembali melihat celah langsung melesatkan pedangnya ke depan ke arah intim Naruto.
Trank! Wush!
Kembali Naruto berhasil menahan serangannya sambil memutar tubuhnya melewati Pedang Asuna yang di bawah dan mendorong pedang Asuna ke samping
Wush! Trank! Trank! Tink!
Setelah itu terjadilah serangan beruntun dari mereka di mana mereka saling menyerang ketika melihat celah semua penonton bersorak ketika melihat sang jenius yang terkenal kepintarannya namun bukan hanya kepintaran namun dalam hal bertarung saat ini tampak seimbang dengan lawannya saat ini.
[" Krushiranda! "] ucap Asuna sambil melompat mundur dan memasang posisi bersiap seperti Musketir yang siap bertarung.
Naruto yang melihat itu diam pada tempatnya, namun lengannya yang memegang pedang memutar-mutar pedangnya dengan lincah hingga membuat sebuah pusaran Angin yang melindungi pedangnya
Sret! Twush!
Lalu Asuna langsung menarik kaki kanannya lalu menebaskan pedangnya dengan sangat cepat hingga tak terlihat, dan dari setiap tebasan Asuna keluar pusaran runcing berwarna putih yang melesat ke arah Naruto.
Wush! Wush! Wush!
Dengan gerakan lincah Naruto menghindari setiap serangan Asuna yang mengarah ke arahnya melihat celah dari mata pusaran serangan Asuna, Naruto langsung menebas pedangnya secara Vertikal Hingga membuat Roda Angin yang langsung menembus setiap serangan Asuna.
Wush! Blaaar!
Serangan Naruto yang terus menerobos serangan Asuna'pun berhenti begitu menabrak dinding Arena, Naruto yang tahu pasti serangannya meleset menundukkan sedikit badannya lalu memutar tubuhnya ke arah Kanan.
Trank!
Kembali Naruto berhasil menahan serangan Asuna yang menyerangnya dari belakang, Asuna yang melihat Naruto berhasil menahan serangannya cukup takjub karena Naruto berhasil kembali menahan serangannya.
" Tidak Buruk Naruto-san, kau berhasil menahan setiap seranganku dengan mudah bahkan mematahkan teknikku dengan satu serangan " puji Asuna sambil berusaha mendorong pedangnya untuk melukai Naruto.
" Heh, itu cukup mudah, kuncinya ada pada seranganmu tadi, kau menggunakan serangan tadi untuk mengalihkan perhatianku dan membuatku mengira kau masih di sana, tapi sebenarnya kau sudah bergabung di belakang seranganmu yang aku hindari, itu membuatmu berkesempatan menyerangku dari belakang.
Maka dari itu aku membuat serangan penerobos untuk mengecek apakah itu benar dan dugaanku benar, saat kau mengeluarkan seranganmu itu aku yakin kau bersembunyi di salah satu. Maka dari itu aku mengetahuinya " jawab Naruto panjang lebar dengan serius.
" Sugoii Naruto-san mungkin setelah ini aku harus meminta tanda tangan dari sang jenius yang terkenal " puji Asuna menarik pedangnya lalu kembali menyerang Naruto, namun serangannya kali ini berbeda dari yang tadi membuat Naruto harus bertahan saat ini.
.
" Sugoii, Aku tidak tahu Yuuki-san bisa seperti itu tadi " puji Julis cukup tertarik melihat aksi Asuna tadi.
" itu adalah teknik yang di ajarkan gurunya lebih tepat ibuku, Asuna-chan cukup Ahli dalam hal tadi karena kecepatannya yang menyamai tekniknya, namun jika dia menggunakan teknik satunya lagi maka dengan menggabungkan teknik yang dia gunakan untuk menyerang Naruto-san akan berpeluang untuk membuat Naruto terluka " jelas Leafa panjang lebar, sebagai teman dekat Asuna tentu dia cukup terkejut melihat teknik Asuna yang bernama Krushiranda bisa di tahan oleh Naruto.
" Etto... Aku masih belum paham " gumam Shiina dengan polosnya walaupun begitu semua setuju bahkan mereka tidak mengerti.
" Hahh~ Krushiranda adalah Teknik Peluru Bor Angin, teknik ini hanya bisa di keluarkan melalui pedang seperti Asuna dengan menebaskan pedangnya ke arah musuh sebanyak mungkin.
Teknik ini memiliki tiga keuntungan, Pertama Serangan yang kau keluarkan ke arah Musuh tidak terbatas dan jangkuan dari serangan ini tak terbatas, kedua Saat melakukan serangan akan membesar membuat sang penyerang bisa bersembunyi di tengah putaran tekniknya.
Ketiga Selagi Musuh tidak menyadarinya bahwa salah satu serangan yang dia hindari ada sang pengguna teknik itu memudahkan kita untuk mengalahkan musuh dengan menyerang dari belakang " jelas Leafa sambil menatap pertarungan Asuna di mana Asuna saat ini tengah berusaha memojokkan Naruto.
" Tapi... Aku yakin pasti ada kerugiannya juga bukan? " gumam Claudia merasa janggal.
" Um, Setiap serangan tadi memiliki satu kelemahan yaitu batas sang penyerang dalam melakukan teknik itu " jawab Shiina membuat Asia tersenyum karena teman lamanya ini hampir sama dengan kakaknya, cepat dalam mengetahui sesuatu.
.
Trank! Trank! Trank!
' Kuso, Aku tidak bisa membaca setiap serangannya ' batin Naruto yang berusaha menahan setiap serangan Asuna yang menyerangnya dari segala arah dengan brutal.
Wush! Trank! Tink!
Melihat serangan kembali mengarahnya, Naruto memundurkan badannya sedikit lalu menebaskan balik pedangnya, namun Asuna berhasil menahan serangannya membuat Naruto mendecih dalam hati.
' Sial, aku tidak menyangka Asuna-san bisa membuatku seperti ini ' batin Naruto menatap Asuna tajam yang saat ini tersenyum ke arahnya.
" Ne Naruto-san " Naruto yang di panggil menaikkan alisnya " Sekarang mari kita akhiri ini saja " ucap Asuna membuat tanda segel di tangannya dengan satu tangannya, Naruto yang melihat Asuna membuat tanda segel langsung terkejut.
' Si-Sial aku tidak tahu kalau dia bisa menggunakan kekuatan ' batin Naruto melompat mundur.
[" Katogoukurea! "] ucap Asuna menghembuskan Api berskala sedang ke arah Naruto, Naruto yang melihat teknik Asuna terkejut.
' K-Kato, s-sial jika aku menggunakan pedang Hydro untuk melawan teknik ini aku akan ada dalam situasi tidak menguntungkan ' batin Naruto memutar pedangnya lalu menaruh pedang Hydronya dan menarik pedang Dytronnya.
[" Futokumikaze! "] lanjut Asuna menebas Pedangnya secara Horisontal hingga Api yang menyebar langsung membesar hingga berubah menjadi tornado Api.
' A-Apa, Fu-Futo juga ' batin Naruto terkejut, karena melihat situasi semakin memburuk, Naruto langsung berlari ke belakang hingga mencapai dinding Arena.
' Sial, Aku harus menggunakan teknik tinggi Pedang Dytron jika tidak bisa terpanggang di sini ' batin Naruto menggenggam erat pedangnya hingga mengeluarkan Aura Biru.
Pyaaarsh!
Seketika Naruto harus kembali terkejut ketika Es tiba-tiba muncul dan membekukan dirinya ' I-Ini Hyouto, A-Apa dia pengguna Ke-Kekkei Genkai ' Batin Naruto sangat terkejut karena Asuna mempunyai kekkei Genkai.
[" Hyoutojiiriban Fuuto "] bisik Asuna dari balik pusaran tornado apinya " Satte, sekarang adalah serangan terakhirnya " gumam Asuna memasang Posisi.
" Si-Sial, Es ini " gumam Naruto berusaha melepaskan diri.
[" Centofuto katorinda! "]
Wuuush!
Kembali Naruto harus melebarkan matanya ketika dari pusaran tornado Api Asuna keluar Asuna yang berlari cepat ke arahnya dengan pusaran api melindunginya ' Si-Sial dia melindunginya seperti tadi tapi ini di gabung dengan Api, Aku harus... ' Naruto yang tadinya panik seketika terdiam tak lama setelahnya seringai muncul di bibirnya.
" Hahahaha... Kenapa aku bisa melupakannya " gumam Naruto
Wush!
[" Sonic Boom! "]
Blaaaaaaar!
Ketika Asuna yang sudah dekat dengan Naruto, Asuna kembali terkejut ketika dari tubuh Naruto terjadi ledakan hingga menghancurkan Esnya membuatnya dirinya terpental karena energi ledakan Naruto cukup kuat.
' Hahh~ Aku pikir aku akan mati ' batin Naruto bernafas lega.
.
" Hahh~ Gagal lagi? Aku tidak menyangka kalau Naruto-san bisa lolos teknik yang biasanya kami gunakan Kombinasi " gumam Leafa menghela nafasnya lagi.
" Danchou itu tidak akan kalah dengan mudah Namikaze-san, walaupun aku akui serangan Asuna-san tadi itu cukup hebat hingga membuat Danchou hampir terpojok " balas Kirin tanpa mengalihkan pandangannya dari pertarungan Naruto dan Asuna.
" Naruto-nii... " gumam Shiina tampak khawatir, Asia yang melihat Shiina khawatir mengelus punggung Shiina. Dirinya sebenarnya sudah tahu bahwa Shiina sebenarnya menyukai Naruto mencintainya malah panggilan Shiina pada Naruto memang seperti adik yang memanggil kakaknya itu di karenakan Shiina memang sangat polos namun dari pandangan Shiina mencintai Naruto.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
" Hah... Aku tidak menyangka akan di pojokkan oleh perempuan " gumam Naruto benar-benar malu karena di pojokkan oleh perempuan
" Bagaimana Naruto-san, apa kau menyerah sekarang? " tanya Asuna sambil memasang posisi kembali.
" Huh! Jika aku menyerah sekarang, sangat memalukan kau tahu " balas Naruto langsung berlari ke arah Asuna.
Wush! Swush!
Asuna yang melihat Naruto ke arahnya bersiaga, dan saat Naruto mengarahkan pedangnya ke arahnya dengan mudah dirinya menghindar dan membalas serangan Naruto, namun Naruto juga berhasil menghindari serangan Asuna.
Swush! Sret! Swush!
Saling serang'pun terjadi namun mereka saling bisa menghindari serangan lawan Mereka, Naruto yang merasa berbeda dengan yang tadi terkejut dalam hatinya karena saat ini setiap serangannya berhasil di hindari.
" Cih! Dia hampir mirip Kirin, Tapi Kirin lebih hebat di bandingnya, dia seperti Kirin ke dua " gumam Naruto yang terus berusaha menyerang Asuna
Wush! Srash~
Serangan Naruto yang mengarah Pada Asuna kembali berhasil di hindari dengan jarak yang sangat tipis dan hanya mengenai beberapa helai Rambut Asuna, merasa serangan Naruto mulai mendekati Asuna langsung melompat mundur.
" Hah.. Hah.. Hah.. Sial aku tidak menyangka akan seperti ini " gumam Naruto sambil mengatur nafasnya
" Ne Naruto-san " Naruto yang di panggil melirik ke arah Asuna yang saat ini menyiapkan segel jari tambah, Asia yang mengetahui teknik itu terkejut " Bagaimana kalau kita saat ini serius saja " lanjut Asuna.
" Apa maksudmu, bukankah dari tadi kita sudah serius " balas Naruto tidak mengerti
" Tidak, tapi... Hanya untukmu saja " ucap Asuna [" Taju Kagebunoe! "] lanjut Asuna.
Boft! Boft! Boft!
Seketika Naruto bersiaga begitu di sekitarnya keluar asap tebal dan setelah asap menipis, matanya melebar ketika melihat banyak sekali Asuna mengelilinginya ' C-Cloning?! T-Tidak ini berbeda, Kagebunoe. Aku tidak menyangka teknik yang biasanya hanya sedikit orang saja yang bisa menggunakan teknik ini di karenakan harus banyak menguras energi akan aku temukan sekarang, tidak ada pilihan lain selain menggunakan dua pedang untuk melawannya ' batin Naruto menarik pedangnya satu lagi dan langsung bersiaga.
" Satte Naruto-san ayo kita mulai " ucap Asuna langsung merangkai segel bersama seluruh Cloningnya.
" I-Ini " gagap Naruto.
[" Katogoukurea! "] ucap Asuna bersama seluruh cloningnya dan langsung menyemburkan Api berskala besar dalam bentuk Kuda ke arah Naruto.
" Si-Sial, akan tidak sempat mengeluarkan pedang Air " desis Naruto panik langsung menyilangkan tangannya.
Boooom!
Lalu terjadilah ledakan Api di tempat Naruto hingga membuat asap cukup tebal, Semua terkejut melihat bahwa Naruto menerima serangan tersebut bahkan Asuna juga tidak menyangka bahwa Naruto akan menerimanya.
' A-Apa aku terlalu berlebihan ' batin Asuna panik.
Twush!
Namun semua kembali terkejut ketika di tempat Naruto, Asap tebal karena ledakan tadi menghilang dan memperlihatkan sebuah tornado Air yang besar perlahan mengecil dan menghilang hingga memperlihatkan Naruto yang masih menyilangkan tangannya.
.
" A-Apa?! Mustahil! " kejut Tohka tidak menyangka bahwa Naruto berhasil selamat.
" Hahh~ Syukurlah " gumam Leafa bernafas lega jika terjadi sesuatu bisa bahaya mereka ' Tapi aku cukup terkejut bahwa Naruto-san berhasil selamat ' lanjut Leafa dalam batin
[" Sutodaibakufu Murokaze "] bisik Shiina dengan pandangan menajam ke arah pertarungan Asuna dan Naruto, Asia yang mendengar bisikkan Teknik Shiina terkejut karena Shiinalah yang mengeluarkan teknik tadi untuk melindungi Naruto.
" Shiina-chan, apakah tadi... " tanya Asia sambil berbisik ragu, Shiina yang tahu akan pertanyaan Asia hanya mengangguk.
" Aku... Tidak akan membiarkan Naruto-nii terluka " bisik Shiina sambil menatap Naruto khawatir.
' Shiina-chan, apakah... Hingga sebegitunyakah kau tidak akan membiarkan Nii-san terluka? ' batin Asia iri pada Shiina
.
" Um, Are? Kenapa aku masih selamat? " gumam Naruto kecil sambil menatap dirinya yang seharusnya telah terbakar " Ah, lupakan dulu itu sebaiknya aku juga harus serius sekarang, Hydro dan Dryton akan tidak sesuai di situasi seperti ini, yang sesuai hanyalah Midrocremon, dan thundretron " gumam Naruto lagi sambil menghilangkan Hydro dan Dryton, lalu memunculkan dua senjatanya lagi.
" Ne, Naruto-san aku tidak mengira kau bisa selamat, padahal pedangmu tadi itu adalah element Angin dan Es " ucap Asuna yang Naruto yakini Asuna asli.
" Um, aku juga tidak akan mengira bisa seperti itu " balas Naruto seadanya walaupun dia juga tidak tahu, setelah menjawab Naruto meletakkan Thundreton di punggungnya dan menyiapkan dua Midrocremon miliknya.
" Baiklah kalau begitu, kita mulai lagi! " ucap Asuna sambil merangkai segel jari kembali serempak dengan para clonenya [" Yotodama Ryudan! "] ucap Asuna bersama sambil menembakkan bola lava bersamaan dengan seluruh clonenya.
' Yoto.. Kalau begitu ' batin Naruto memutar Dua Midrocremonnya lalu menggenggam erat senjatanya hingga mengeluarkan aura Cokelat.
[" Dotodaikiheki! "] ucap Naruto menancapkan pedangnya ke lantai.
Blaaar! Blaaar!
Seketika dari bawah muncul dinding-dinding tanah dan menghalangi bola-bola lava Asuna, namun Karena tanah cukup lemah dari Lava membuat Naruto harus mengeluarkan teknik air dari pedangnya.
[" Sutobakufuu saitoshouha! "] ucap Naruto menarik pedangnya kembali.
Blaaaaaar! Shhhsssh~
Seketika dari tancapan pedang Naruto keluar gelombang air besar hingga keluar dari dinding Yang Naruto buat dan memadamkan Lava yang ada di luar dinding.
' Mizu? Jadi pedangnya bisa mengeluarkan dua element ' batin Asuna sambil membuat pijakan es di atas air Naruto agar tidak tenggelam.
Srash! Srash!
Boft! Boft!
Mata Asuna seketika terbelak begitu sesuatu seperti sabit air keluar dari air dan membunuh dua cloningnya tanpa dirinya sadari.
Swush! Swush!
Crash! Crash! Boffftt!
Kembali keluar beberapa sabit air dari segala arah dan mulai membunuh beberapa cloning Asuna, Asuna yang melihat para Cloningnya mati langsung menghindar bersama para cloningnya agar tidak terkena.
Boft! Boft! Boft!
Walaupun menghindar beberapa Cloning Asuna tetap saja terkena dan menghilang menjadi kumpulan asap, merasa tidak ada cara Asuna bersama Cloningnya'pun melakukan teknik yang sama seperti serangan yang mengarah kepada mereka, karena dia juga pengguna element air itu hal mudah bagi mereka.
Blarsh! Blarsh! Blarsh!
Karena berbenturan terjadilah ledakan kecil di air hingga memuncratkan air ke sana kemari membasahi para Asuna.
' Sial dia terus menyerang dari dalam air itu membuat kami tidak bisa menyerangnya apa lagi serangan ini tidak ada habis-habisnya ' batin Asuna sambil terus menebas pedangnya untuk menghalangi setiap serangan Naruto yang ada di dalam air.
Sruuush!
Seketika serangan dari dalam Air berubah di mana keluar putaran gerigi air yang semakan tinggi dan menyebar luas.
[" Katogoukodama! "] ucap Asuna bersama beberapa cloningnya bersamaan membuat segel dan langsung menyemburkan bola api ke arah air yang mengarah pada mereka.
Blaaarr!
Karena berbenturan terjadilah ledakan di air hingga memuncratkan air kemana-mana dan juga membuat air di bawah mereka bergelombang.
Seketika hening melanda arena, tidak ada serangan, gerakan atau apapun yang terjadi, Asuna yang merasa janggal menatap sekitarnya yang dia hanya melihat cloning-cloningnya yang tampak basah karena ledakan air tadi.
' di mana dia? Sangat aneh jika dia bisa bertahan dalam air selama itu ' batin Asuna menatap tengah arena dimana dia yakini tempat Naruto.
Bzit! Bzitzitzitizit!
Seketika mata Asuna melebar ketika mendengar suara percikan listrik dan dia menoleh ke atas dan di sana sudah ada Naruto yang melayang sambil menatap ke arahnya dengan tombak listrik yang sudah mengumpulkan energinya hingga membuat percikan-percikan petir.
' A-Apa sejak kapan?! ' batin Asuna terkejut.
Wush!
[" Futocekorea! "] ucap Asuna bersama beberapa Cloningnya menyebutkan tekniknya lalu menebaskan pedang mereka ke arah Naruto.
Wush! Wush! Wush!
Dengan mudah Naruto menghindari setiap serangan Asuna yang berbentuk seperti kuda putih ke arahnya merasa tidak ada serangan yang tepat Naruto'pun menyeringai.
[" Raitosekyu Taisenku! "] ucap Naruto mengayunkan tombaknya ke arah air
Bziiit! Jgleeeeeeeer!
Setelah mengenai Air energi Listrik Naruto'pun menyebar dengan cepat dan langsung mengenai seluruh para Asuna.
" KYAAAAAAA! "
Boft! Boft! Boft!
Perlahan beberapa Asuna'pun menghilang karena tidak kuat dengan energi listrik Naruto, sementara Asuna yang asli yang masih bisa bertahan langsung membuat tanda segel.
[" Futorechusou! "] ucap Asuna.
Twuuush!
Seketika sebuah hempasan angin keluar dari tubuh Asuna hingga menyebar luas membuat energi listrik Naruto terhenti karena para Asuna telah kering dari air, Asuna yang bisa melihat Naruto berdiri di atas air menyipitkan matanya padahal Naruto tidak...
Wush! Pyash!
Seketika dari kaki Naruto keluar sebuah tengkorak naga berapi biru mengangkat Naruto di susul sosok Naruto yang lain muncul dan mulai berdiri di atas sebuah pijakan es yang di buatnya.
' A-Apa, di-dia juga bisa membuat Kagebunoe ' batin Asuna terkejut.
" Satte, arigato kerja samanya " ucap Naruto yang memegang tombak petir sambil melirik dirinya yang memegang pedang Midrocremon yang sudah menjadi redurora.
" Heh! Sebaiknya kita percepat saja " ucap Naruto lagi satu memejamkan matanya lalu mulai menyerahkan dua pedang di tangannya.
Sret! Grep!
Setelah meletakkan tombaknya dipunggung Naruto'pun mengambil dua pedang itu tanpa menoleh lalu mulai menatap serius Asuna.
Ngggnn~!
Merasa urusannya selesai, Naruto yang telah memberikan senjatanya'pun menghilang meninggalkan Naruto yang asli, Asuna yang melihat itu bersiaga apa lagi Naruto yang lain tadi itu menghilang.
" Minna, keluarkan semua element kita " ucap Asuna merapal segel bersama.
Syuut~ Tap!
Naruto yang tadi masih di atas kepala Redu perlahan mulai turun dan berdiri di atas pijakan es cloningnya tadi dan mengambil posisi santai.
[" Futocekorea! "]
[" Hyotokuryura! "]
[" Katogoukudama! "]
[" Sutobufukuryu! "]
[" Yotokaeruyura! "]
Lima element berbeda bergerak cepat ke arah Naruto dalam bentuk Kuda Putih, Naga Es, Bola Api, Naga Air dan Naga lava, Naruto yang melihat itu menyeringai dan mulai menyatukan kedua gagang pedangnya.
Syut! Syut! Groooooaaaaaaaaar!
Lalu dua kepala berbentuk Redurora langsung bergabung dan berubah menjadi satu Tengkorak kepala naga berapi hitam dan putih.
" kepala itu, ja-jangan katakan " gagap Asia ketika melihat dua kepala naga itu
Crak! Crak!
Bllllllaaaaaaaaaaaar!
Saat dua mulut naga itu terbuka, ledakanpun terjadi di tempat Naruto namun ledakan itu terjadi sesaat karena saat terjadi ledakan terlihat energi ledakan itu seperti di hisap dan mulai masuk ke dalam mulut naga Naruto hingga tak tersisa.
" Hyaaaaa! " teriak Naruto sambil memutar pedangnya yang menyatu ke atas.
Swuuuussshh~
Lalu kedua kepala naga itu'pun mulai berputar hingga tubuh mereka saling melilit hingga dua kepala itu berdekatan dan membuat bola energi berwarna merah.
" Apa itu aku mempunyai firasat buruk " gumam Asuna memasang posisi siaga " Jika begini aku harus mengeluarkan Certukyureagoku " lanjutnya sambil memposisikan pedangnya di depan wajahnya.
[" Futo... "] gantung Asuna.
Blaaaar!
[" Demokyu Certukyureago! "] lanjut Asuna dengan lantang dan setelahnya tubuh Asuna mengeluarkan Aura putih besar yang menyebar luas hingga membentuk Monster Kuda putih berjumlah sembilan, Naruto yang melihat itu menyeringai.
" Heh! Kau sepertinya sudah mengeluarkan teknik terakhirmu, kalau begitu " ujar Naruto lalu melepaskan penyatuan gagang pedangnya.
Krak! Syuut! Grak!
Setelahnya dua kepala Naga Redurora yang saling menyatu terbelah kembali hingga menjadi empat kepala bahkan bola energi yang telah di kumpulkan terbagi empat dan langsung di telan empat kepala itu.
" Nii-san! Jangan lakukan! " teriak Asia namun di hiraukan oleh Naruto
" Hyaaa! " teriak Asuna menebaskan pedangnya ke depan hingga sembilan kuda putih yang menyelimutinya melesat ke arah Naruto.
[" Yokuryuu Senpa Jaidoryuka! "] ucap Naruto lantang lalu memutar tubuhnya seperti gasing.
Krak! Twush! Twung!
Lalu Mulut Naga Naruto yang tertutup kembali terbuka dan setelahnya ke empat tubuh yang saling melilit itu berputar hingga bebas dan dari mulut empat naga itu keluar laser merah yang menyebar luas dengan cepat.
Twuing! Bllaaaaaaaaar!
Setelahnya terjadi ledakan besar di arena hingga membuat beberapa penonton yang menonton terkejut karena Kekkai yang melindungi Arena yang biasanya dalam ukuran standar berubah menjadi besar hingga retak-retak karena ledakan tadi.
" Danchou/Naruto-san! " teriak Julis, Claudia, Tohka dan Kirin langsung turun menuju tempat Arena begitupun Asia, Shiina dan Leafa.
Wush~
Setelah asap menipis terlihat Naruto dan Asuna masih berdiri dengan luka-luka yang cukup parah, Naruto yang tidak cukup parah melirik ke arah Asuna yang menunduk tengah berusaha menahan tubuhnya dengan pedangnya.
Deg!
' Ugh! Ku-Kuso! Sudah batasnyakah? ' batin Naruto sambil memegangi dadanya yang sakit.
" Hah... Hah.. Hah.. " hela Asuna sambil melirik Naruto yang masih bisa berdiri ' Mu-Mustahil, dia masih bisa bertahan setelah teknik kami berbenturan, Itu sangat mustahil karena Futodemokyu Certukyureago adalah Teknik Angin pemecah belah, padahal teknik itu adalah teknik yang memiliki kekuatan 70%, jika terkena serangan itu, seluruh daging di dalamnya akan tercabit-cabit, tapi dia masih bisa bertahan ' batin Asuna menatap Naruto tak percaya.
" Kheh! Se-Sepertinya kau terlalu semangat hingga lupa batasanmu Asuna-san " desis Naruto lemah, Asuna yang mendengar itu tersentak, dirinya baru sadar jika dia kelewatan, seharusnya dia bersyukur karena Naruto selamat jika tidak dia dan kelompoknya pasti akan di diskualifikasi.
Bruk!
Karena tidak kuat Asuna'pun jatuh berlutut sambil mengambil nafas dalam-dalam, dirinya telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya hingga menyisakan 10% kekuatannya. Dirinya tersenyum tipis karena saat ini dirinya puas telah melawan sang jenius dari masa depan.
" Aku kalah " ucap Asuna menandakan pertarungan mereka selesai.
Bruk!
" Cough! Cough! " seketika Naruto jatuh berlutut lalu memuntahkan darah dari mulutnya, Asuna yang melihat Naruto mengeluarkan darah panik dan langsung mendekatinya dengan tertatih-tatih.
" Hah... Hah.. Ku-kuso " umpat Naruto sambil menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan darah kembali, walaupun usahanya sia-sia.
" Nii-chan! Daijoubuka?! " tanya Asia panik langsung membaringkan Naruto di pangkuannya dan langsung mengobati bagian dada Naruto.
" Asuna-chan, Daijoubu desuka? " tanya Leafa juga panik sambil mulai mengobati tubuh Asuna.
" Hah.. Hah... Ugghh! " lenguh Naruto kembali Sambil meremas kemeja bagian dadanya, dadanya kembali terasa nyeri karena menggunakan teknik level 2 dari Midrocremon, Yokuryuu Senpa Jaidoryuka, teknik yang menggunakan kekuatan 85% dengan kekuatan penghancur yang luar biasa, namun efeknya bagi Naruto adalah darahnya mendidih hingga titik 40 derajat dan memompa jantungnya cukup cepat sekitar 10 kali per menit. Hal itu biasanya akan membuat kematian karena pompaan jantung biasanya berkecepatan 60-100 kali per menit.
" bertahanlah Danchou! " seru Julis mencoba membantu tapi dia bingung harus melakukan apa.
Puk!
Seketika Asia terkejut ketika sebuah tangan bertumpu di atas tangannya dan dia melihat teman lamanya Shiinalah sang pemilik lengan tersebut.
" S-Shiina-chan " gumam Asia.
[" Jikkan Healkyuto "] bisik Shiina menutup matanya lalu membuka matanya kembali hingga memperlihatkan mata orange Shiina berubah menjadi mata biru berbentuk jam dengan jarum panjang di angka 12 dan jarum pendek di angka 3
Deg!
Seketika tubuh Naruto tersentak dan lemas seketika, bersamaan dengan itu perlahan sebuah lingkaran berwarna biru muncul di dada Naruto dan memperlihatkan sebuah waktu dengan jarum panjang dan pendek sama seperti di mata Shiina.
Tik! Tik! Tik! Tiikkk! Swush!
Setelahnya jarum panjang di mata Asuna bergerak mundur dengan perlahan dan perlahan semakin cepat dan itu juga membuat jarum pendek di angka 3 juga ikut bergerak.
Jarum jam di mata Shiina bergerak begitu juga lingkaran jam yang di dada Naruto bergerak mundur namun saat mundur, muncul kembali dua lingkaran biru dengan angka bulan dan tahun, jarum bulan dan tahun yang ada di dada Naruto'pun juga bergerak mundur dengan cepat dan langsung berhenti tepat pada tahun 2080 Bulan April dan jarum jam berhenti tepat pada pukul 9.
Siiiiing!
Setelahnya lambang jam itu memasuki tubuh Naruto dan membuat tubuh Naruto bercahaya berwarna biru.
.
Dead Forest
.
Deg!
Sementara itu, di sisi Whitegon. Dirinya tersentak ketika merasakan sebuah energi yang bercampur dengan energinya di tubuh Naruto, bahkan Energi itu lebih kuat darinya, dia juga bisa merasakan kesakitan Naruto yang Naruto alami perlahan menghilang tanpa sisa.
[' Tekanan Energi Siapa itu... Aku belum pernah merasakan Energi itu, Energi itu bahkan menyembuhkan penyakit Naruto-kun lebih cepat, padahal saat ini aku memperpanjang jarak waktu penyakitnya, tapi sepertinya Energi tadi sudah memperpanjang masa waktunya lebih cepat di banding milikku, siapa dia.. '] batin Whitegon menyipitkan matanya kedepan seperti menerawang.
[" Ada apa White? "] Whitegon yang mendengar suara Si Pemimpin Kitrugon, menoleh dan dia melihat sang naga yang memiliki julukan Kyubi No Ryouko menatapnya bingung.
[" Daijoubu, aku hanya penasaran dengan keadaan Naruto-kun "] jawab Whitegon kembali membaringkan kepalanya.
[" Huh! Bukankan kemarin kau sudah melihat keadaannya, kau sendiri melihat dia baik-baik saja. Ya~ Walau tepatnya pada bagian kepalanya yang berdarah "] balas Kurama mendengus dan mengucapkan dengan nada canggung saat perkataan terakhir.
[" Walaupun begitu tetap saja aku merasa khawatir "] balas balik Whitegon tetap merasa khawatir.
.
Siingg~
Sementara itu di sisi Naruto dan yang lain, terlihat sinar yang menyinari tubuh Naruto perlahan meredup " Uhuk! Uhuk! " semua yang mendengar Naruto terbatuk cukup terkejut kecuali Shiina.
" S-Shiina-chan apa yang telah kau lakukan tadi? " tanya Asia ingin tahu.
" Um? Aku mengundurkan waktu pada penyakit Naruto pada 10 tahun lalu, dengan kata lain waktu batas yang di miliki Naruto-nii tadi adalah 1 jam karena aku memundurkan waktunya artinya batas waktunya aku tambah menjadi 10 tahun dengan kata lain dengan begini Naruto-nii akan bisa bertahan lama dari penyakitnya " jelas Shiina mengembalikan matanya seperti semula.
" Su-Sugoii, aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan seperti itu Shiina-chan " gumam Asia terkagum.
" Hahh~ Akhirnya aku sembuh juga " hela Naruto menatap tubuhnya.
" Nii-chan! " teriak Asia langsung memeluk Naruto erat membuat Naruto gelagapan.
" Yokatta ne Danchou " ucap Julis sambil menatap lega Naruto yang baik-baik saja, sementara Tohka, Kirin dan Claudia hanya tersenyum melihat ketua mereka baik-baik saja.
" A-Ah, begitulah " jawab Naruto canggung " Arigato ne Shiina-chan " ucap Naruto menatap Shiina yang di sampingnya lalu mengelus rambut pirang Shiina.
" Um, bukan masalah Naruto-nii " jawab Shiina malu-malu dengan pipi merona.
" Maafkan aku juga Naruto-san, aku terlalu terbawa suasana " sesal Asuna.
" Mou~ Kau itu jika sudah lawan yang kuat pasti lupa diri " kesal Leafa akan sikap Asuna.
" Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu " balas Naruto perlahan berdiri dari duduknya sambil menggendong Asia yang di punggungnya.
" Ne Asuna-chan, karena kau adalah anggota baru dari Asterik Battle dan membuatku seperti ini, maka dari sekarang aku memberikanmu julukan yang akan di kenal nantinya, The White Knight, itu sangat cocok untukmu " ucap Naruto menghadap ke arah Asuna.
" ... Eh? " itulah respon Asuna dengan polosnya
" Mulai sekarang julukanmu di kota Konoha adalah The White Knight, aku sebagai cucu dari sang Hokage memberikan julukan itu padamu " ucap Naruto lagi dengan senyum tipis di wajahnya.
" Hah?! " itulah kembali respon Asuna, dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa sosok The Genius From The Future memberikannya sebuah julukan, apa lagi dia cucu dari pemimpin Konoha yang memiliki julukan The Profesor From Spirit Fire.
" T-Tapi, apa gunanya julukan itu? " tanya Leafa dengan polos
" Hey, kau pikir julukan itu tidak berguna, kau harus tahu juga Pertandingan tadi telah di siarkan di lima kota besar dan mereka juga sudah melihat kemampuan Asuna yang bahkan bisa membuatku hampir sekarat, jika Asuna memiliki julukan dia akan di kenang dan di ingat baik-baik oleh masyarakat, jika ada yang ingin menantangmu mereka pasti harus berpikir lebih dulu " jelas Naruto, memang benar perkataan Naruto, kebanyakan mereka yang telah mengetahui kemampuan dan julukan orangnya, mereka pasti harus berpikir lebih dulu sebelum mengambil Resiko.
Seperti halnya Naruto, dia memang memiliki julukan tapi ada beberapa masyarakat sekitar 70% tidak begitu mengetahui kemampuan Naruto, maka dari itu mereka berani menantang, tapi ada pula juga yang sudah mengetahui kemampuan Naruto tetap menantang Naruto.
Itu karena mereka melihat Naruto lemah, karena Naruto tidak memiliki kekuatan melainkan bertarung dengan alat dan kepintarannya, walaupun begitu Naruto bukanlah orang bodoh yang mudah kalah begitu saja, walaupun kalah itu di karenakan efek dari alatnya sendiri.
" Etto... Apa tidak terlalu berlebihan? " tanya Asuna merasa tidak enak.
" Daijoubu, kami sendiri juga memiliki julukan tersendiri, kalau aku memiliki julukan The Eyes Time, Kirin The No #1, kalau Julis The Lily Fire, semua orang pasti memiliki julukan mereka, ya walau tidak semua orang tapi kau tahu jika kau memiliki julukan maka kau akan tahu jati dirimu " jawab Claudia sambil tersenyum.
" Souka... A-Arigato Naruto-san " respon Asuna canggung.
" Um Doushimashite. Satte sebaiknya sekarang kita... "
" Tunggu! " Naruto yang mendengar teriakan itu menoleh dan dia melihat sosok pemuda berambut perak menatapnya berapi-api.
" Bukankah kau... Vali? " gumam Naruto ketika melihat pemuda itu.
" Gyaaa! Sialan kau! kenapa dengannya kau mau tapi denganku tidak?! " teriak Vali sambil menunjuk-nunjuk Naruto dengan kesal.
" Heh! Aku ini masih normal tahu! Dan aku tak mau bersamamu?! " balas Naruto menatap jijik Vali.
" KENAPA NYAMBUNGNYA KE SANA?! SIAPA JUGA INGIN PASANGAN DENGANMU?! AKU KE SINI MENUNTUT KAU UNTUK MELAWANKU TAHU?! " balas Vali berteriak, dirinya benar-benar marah sekarang setiap dia ingin bertarung pasti saja banyak alasan Naruto.
" Heh? Menuntut, atas hak apa itu? Kau bahkan tidak memiliki hak untuk menuntutku " balas Naruto menatap remeh Vali.
" Urusai! Akan aku lakukan apa saja! Pokoknya kau harus bertarung denganku! Aku juga sudah mengajak teamku! " balas Vali menyiapkan pedang putihnya.
Tap! Tap!
Tak lama setelahnya, muncul dua orang di samping Vali dengan senjata mereka, Naruto yang melihat itu terkekeh.
" Apanya yang lucu sialan?! " tanya Vali kesal.
" Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak percaya kau sampai mengajak teammu " gumam Naruto sambil mengetik Hologram jamnya " Hahh~ Baiklah Ayo kita lakukan " lanjut Naruto mengetik hologramnya dengan cepat lalu menekan jamnya dengan keras.
[" Weapon King Activity "]
St! Bzziitt!
Setelahnya jam Naruto berbunyi dan mengeluarkan satu biji kecil hingga Naruto meremasnya dan berubah menjadi pedang merah besar dengan kristal biru di tengah gagang pedangnya ( bentuk pedang seperti pedang Alice di God Eather )
" Koneko-chan, Kirin-chan kalian ikut aku, sementara yang lainnya kembalilah " ucap Naruto mengibaskan jubah kirinya lalu mengambil sebuah gagang pedang berbentuk tongkat besi lalu menyambungkan ke gagang pedang merahnya hingga gagangnya semakin panjang.
" Koneko? Hey, bukannya Koneko.. "
" Aku di sini " ucap Koneko muncul bagaikan hantu yang sudah berjalan ke arah Naruto
" Ohey! Bagaimana mungkin kau cepat sekali di sini? " tanya Tohka tidak percaya
" Sejak pertarungan Naruto-san di mulai dengan Yuuki-san, pertandingan itu di siarkan di tv jadi aku langsung ke sini " jawab Koneko dengan nada khas datarnya.
" Ayo Kirin-chan kita bantu Danchou " Kirin yang mendengar namanya berjalan ke sisi Naruto satunya. Sementara yang lain yang tidak mendapat tugas mulai berjalan ke tempat mereka tapi langkah mereka terhenti begitu Mereka melihat Shiina yang masih diam di tempat sambil memegang tangan Naruto.
" Naruto-nii " gumam Shiina pelan.
" Um, Jangan khawatir, bukannya kau tadi sudah mengobatiku. Jadi jangan khawatir, pergilah bersama yang lain " ucap Naruto melirik ke arah Shiina sambil tersenyum tipis.
" ... " Shiina yang mendengar itu diam, dirinya memandang Naruto dengan wajah polosnya.
" Ayo Shiina-chan " ajak Asia menarik Shiina sekuat tenaga.
Merasa sudah tidak ada gangguan, Naruto memutar pedang merahnya lalu menghentakkan ujung pedangnya hingga bentuk pedangnya berubah menjadi sebuah senjata berkaliber Manchine Gun M-16, bahkan gagang pedang Naruto ikut berubah dengan munculnya sebuah pegangan dengan berisi tombol tembakkan di salah satu pegangan
" Satte, sebelum mulai aku ingin tahu siapa nama anggotamu itu Vali " ucap Naruto sambil mengacungkan senjatanya ke depan.
" Heh! Akhirnya di terima juga, perkenalkan Aku Bikou " dengus pemuda pembawa Tongkat.
" Namaku Arthur Pen Drago, salam kenal Uzumaki-sama " ucap Anggota Vali satu lagi.
" Baiklah, akan aku ingat " ucap Naruto memutar senjata gunnya lalu memasang posisi dengan kaki kiri ke depan dengan sedikit di tekuk, kaki kanan di arahkan kebelakang dengan sedikit di tekuk, lengan kiri mengarah ke depan dengan membentuk cakar, lengan kiri di arahkan kebelakang dengan posisi senjata mengarah miring ke atas, posisi badan di arahkan ke sudut kanan.
" Koneko kau atasi Bikou, Kirin kau atasi Arthur, biar aku urus Vali " komando Naruto.
" Hn/Ha'i! " balas mereka berdua juga mulai bersiap.
" Yosha! Inilah yang aku tunggu-tunggu! Akhirnya aku bisa bertarung dengannya?! " teriak Vali dengan semangat membara.
.
Tap! Tap!
Sementara itu di tempat penonton terlihat di lorong para penonton terdapat wanita berambut pirang panjang dengan mata berwarna emas menggunakan Pakaian Kaos berwarna putih dengan celana biru panjang beserta Hitam bergaris putih, tengah berlari tergesa-gesa hingga dia berhenti tepat di tempat tertinggi dari tempat penonton.
Wanita itu menatap arena dengan tatapan Khawatir, pandangannya terkunci ke arah Naruto yang sudah bersiap, Wanita itu tampak bernafas lega lalu mulai bersandar di dinding dan melipat tangannya di bawah dadanya membuat dua buah melon yang di katagorikan besar menambah besar.
" Yokatta Ne, kau baik-baik saja Naruto-kun " gumamnya senang " Satte, coba kita lihat kemampuanmu Naruto-kun " gumamnya menutup mata kirinya lalu membukanya kembali hingga pupil mata kirinya berubah menjadi vertikal.
" Rupanya benar kau di sini " Wanita yang mendengar suara itu menoleh dan dia melihat sosok Wanita berambut merah dengan mata merah berpupil vertikal, menggunakan gaun berwarna Orange dengan jubah tipis orange yang berisi gambaran rubah tengah berjalan ke arahnya.
" Ada apa kau kemari? " tanya wanita berambut kuning.
" Tentu saja menemanimu, akan gawat jika kau berubah tanpa sengaja nanti, lagi pula kenapa kau kemari " balas Wanita berambut merah itu.
" Hanya melihat kemampuan seseorang "
.
Team Naruto and Asuna
.
" Ne Enfield-san, kira-kira seperti apa lawan Naruto-san? " tanya Asuna meminta keterangan.
" Lawan Naruto adalah salah satu peringkat tinggi dari lima besar di Asterik Battle, namanya Vali dia memiliki julukan White Dragon Thife Energy, dia memiliki pedang bernama The Divine Argonamic, jika pedang kalian menyentuh pedangnya dia bisa menghisap energi kita hingga titik terendah, kemampuan pedangnya hampir mirip milik Tohka yang memanipulasi energi, tapi pedang ini lebih kuat 5% di banding milik Tohka " jelas Claudia panjang lebar.
" Apa Naruto-san akan baik-baik saja " gumam Leafa tampak khawatir.
" Heh~ Apa kau menyukainya Leafa-chan? " goda Asuna membuat wajah Leafa memerah.
" Ma-mana mungkin! Jangan asa bicara Asuna-chan! " Asia yang mendengar tadi itu menundukkan kepalanya dalam, entah kenapa dirinya tidak terima ada yang merebut kakaknya itu darinya.
.
Arena
.
" Yosh! Satte Ikuzo! " ucap Naruto mengibaskan senjatanya dan...
.
.
.
Home Made Kazoku - Nageroboshi
.
Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
( Layar memperlihatkan Naruto yang duduk di kursi kerjanya dari samping mulai bangun dari kursinya dan berjalan ke arah samping Kamera lainnya )
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
( Layar kembali dengan Asia dari belakang yang berjalan menuju teras rumah lalu menoleh ke atas melihat malam indah yang di tebari bintang-bintang indah )
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
( Layar kembali di ganti dengan Naruto dari belakang yang sudah sampai di teras Tempatnya )
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite
( Layar kembali di ganti dengan wajah Naruto dari samping yang mulai bersandar di pagar pembatas terasnya sambil melihat indahnya kota )
Fix Sound First
( Layar kembali di ganti dari belakang Naruto yang bersandar memperlihatkan Naruto yang tengah melihat kota konoha yang indah di malam hari )
Koko wa itsumo no kouen
Yakei ga mieru Suberidai no ue
( Layar kembali di ganti dengan gambar Julis yang duduk di jendela miliknya sambil menundukkan kepalanya lalu melihat langit malam yang indah )
Mukashi kara boku no tokutouseki
Nayami ga areba koko ni kurun desu
( Layar kembali di ganti dengan kirin yang tengah berendam di bathup miliknya lalu menoleh ke samping di mana dia bisa melihat indahnya malam melalui kaca-kaca di gedung DSA )
Ano koro no mama yume no tochuu de
Ima de kanaerarezu ni irun desu
( Layar kembali di ganti dengan Koneko, Tohka dan Saya yang duduk bersama di sebuah cafe sambil memakan camilan mereka lalu menoleh ke arah langit malam yang indah )
Moshikashite koko ga mou shuuten
Nante yowane wo haite shimaisou na hi mo aru
( Layar kembali di ganti dengan Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang berjalan bersama perlahan memberhentikan langkah mereka )
Demo sono tabi ni omoidasu
Nagareboshi wo sagashite ano hoshizora
( Layar kembali di ganti dengan jam milik Naruto yang menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tampak tidak memperdulikan pemberitahuan itu )
Chiisana koro no negaigoto wa
Ima mukashi mo kawaranai mama
( Layar kembali di ganti secara bergiliran dari tempat Julis, Kirin, Asia, Tohka, Koneko, Saya, Claudia, Xenovia, Kiba dan Irina yang sudah tidak ada orangnya )
Fix Sound Second
( Layar memperlihatkan wajah Naruto yang mulai menoleh ke atas dengan tatapan sendu berserta senyum tipisnya )
Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru
Kono hoshi no hitotachi mitai ni
Samazama na hikari wo hanatte
Sou sou dakara boku mo
Hitokiwa kagayaite itain da
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang membelakangi Kamera, lalu dari belakang Kamera datang Asia yang langsung memeluk erat Naruto dari samping di ikuti Kirin yang menyusul yang juga memeluk Naruto dari sampingnya juga, lalu datang Koneko yang langsung memeluk erat Naruto dari belakang membuatnya tampak seperti di gendong Naruto karena lebih tinggi darinya, dan secara bersamaan sisanya datang dan bersandar di samping Naruto dengan raut cemburu, kecuali kiba )
Me wo tojite kokoro ni chikau
Nagareboshi ni yume wo takushite
( Layar kembali di toleh dengan wajah Naruto yang baru saja menyadari kedatangan mereka, dan dirinya semakin panik ketika mereka mulai memeluknya massal dan Kamera bergerak ke atas memperlihatkan malam yang di taburi bintang indah )
TBC
.
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
" Heh! Jangan pikir senjataku ini tidak akan mengenaimu! "
" Sebaiknya kau serius, monyet! "
" Hm, kemampuan Bocah itu lumayan juga "
" Njhaaha! Sekarang akan aku hisap tenagamu! "
" Bweee! Baaa~ka! Seharusnya kau teliti dulu dengan musuhmu ba~ka! "
Chapter 12 : Dragons Champions Arc I : White Vs Silver
Note : Yo! Up lagi ini Ficnya, bagaimana menurut kalian. Hahaha cukup serukah?.
Kali ini, hanya akan membahas keseharian Naruto dan yang lain selama 15 hari ke depan hingga memasuki lomba kedua, dan setelah itu Arc II baru dimulai. Saat ini hanya sedikit basa-basi hingga 15 hari ke depan.
Lalu mengenai cerita tadi, saya membuat sedikit perubahan pada Asuna di mana dia menguasai 3 element yaitu Kato ( Api ), Suto ( Air ) dan Futo ( Angin ) dan juga dua Kekkei Genkai Yoto ( Lava ) dan Hyoto ( Es ).
Di sini Nama teknik dan cara penggunakannya hampir sama seperti di Canon, tapi perbedaan nama saja. Lalu Shiina, ada yang senang dia masuk gak? Kedatangan Shiina ke fic ini adalah kunci kekuatan Naruto nanti, maka dari itu saya masukkan dia, saya juga senang karakter sepertinya.
Lalu mengenai senjata Naruto bernama King, di ch depan akan saya jelaskan mengenai kekuatannya untuk saat ini, saya akan menjawab review dari Ch 9 – 10.
. Andre iswandi378 : Masa Leafa-chan gak tahu, ituloh salah satu karakter SAO.
. Kim Ami282 : Kya~ arigato.
. bbuzz : Saya tidak begitu tahu mengenai itu, saya hanya merubahnya dari yang asli.
. BlankCode : Forbidden sudah up, bahkan sudah End
. Exo : oke.
. LuciferYamaiMizore17 : Untuk saat ini belum.
. Yami Dragon Slayer : Shion tidak akan masuk ke dalam harem Naruto.
. : Arigato Senpai.
. Grand560 : Arigato usulannya!
. sarwannamikaze : Biar saya tentukan
. Andre iswandi378 : um, jangan khawatir, biarpun mereka flame saya gak masalah, ya kecuali kelewat batas bisa-bisa emosi saya lepas.
. Luciyfer : Ya Kurama akan menjadi Partner Naruto, dan Naruto juga bakal memiliki dua jenis Doujutsu, jika penasaran tunggu saja.
. LuciferYamaiMizore17 : Heheh, di ubah sedikit namanya gak apa bukan :v
. Dark Shinobi : Untuk Fic yang waktu itu saya sengaja melakukannya, apa waktu itu belum di tulis ya? Saya bilang waktu itu akan ada kejutan di akhir cerita ( ingat saya gak marah dalam penulisannya ini ).
Lalu mengenai harem, saya sengaja melakukannya karena dalam cerita ini, keturunan Namikaze sangat sedikit bahkan hampir punah, jadi saya buat harem.
. titoallstar : Sudah
. saputraluc000 : Kurang fokus :v.
. th0822626 : ya.
. Fahzi Luchifer : Naruto nanti sebenarnya punya dua partner tapi mati satu nanti.
.
Yosh, itu saja dari saya, semoga memuaskan, kalau begitu saya Dedek undur diri Jaa Na
.
Please Review
