Oh, Akame lama tidak bertemu " ujar Naruto ramah.

" Um lama tidak bertemu, aku baik-baik saja seperti yang kau lihat " ujar Akame membalas.

" Aku belum tanya "

" Ne Akame-san ada apa kau kemari? " tanya Asia ingin tahu.

" Aku ada perlu dengan Naruto-san " Jawab Akame sambil menghadap ke arah Naruto

" Perlu apa? " tanya Naruto bingung pasalnya Akame jarang ada perlu dengannya.

" Besok apakah kau bisa ikut jalan-jalan denganku? " tanya Akame dengan ekspresi polos.

.

.

.

.

.

.

" ? "

" EEEHHHHHHHH?! "

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka ) #mungkin ada tambahan

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu

.

Fix Sound First

( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )

Fix Sound Second

( Lalu muncul judul cerita ini )

Fix Sound Three

( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )

anata wa sugu ni anata o

( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )

tada no mono da to sagesumu

( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke belakang )

watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa

( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )

guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )

anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita

( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )

masshiro na yume o atsume ni yukou

( kamera kembali di ganti dengan Naruto yang tengah berada di atas Naga Saya dengan Saya yang mengendalikan Naganya tengah membidik dengan senjata panah dan melepaskan panahnya )

bouken ga iro o tsumuideiku yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan sebuah tempat yang luas dengan memperlihatkan pertarungan Naruto beserta perempuan berambut pirang hingga pertarungan mereka berhenti dengan jarak mereka yang sangat dekat )

Majiwaru

( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )

Fumihazusu

( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )

kawaridasu mirai ga temaneiteru yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )

Noriokurenaide

( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )

tooku demo zutto soba ni iru

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berdampingan dengan Vali )

tsunagu kokoro zutto hanasanai

( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama ke layar dan menebas pedang mereka hingga membuat cahaya putih )

Fix End

( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )

.

Chapter 12 : Dragons Champion Arc I : Ajakan kencan Akame

.

Sabtu, 21 Oktober 2090

Konoha City, Destrik Block-34 E, Tokyo

09.00 AM

.

Tap! Tap! Tap!

Di pagi yang indah pada Hari Sabtu atau bisa kita katakan jika orang-orang pada kencan, pagi minggu, Siang minggu atau Malam minggu ( Padahal malam minggu saja :p ), terlihat masyarakat menikmati hari yang tenang kali ini dikarenakan pada hari minggu pekerjaan mereka terlihat santai membuat mereka bisa memberikan waktu mereka bagi keluarga mereka.

Untuk tokoh utama kita, kita bisa lihat dirinya saat ini berjalan bersama seseorang yang dia sadarkan dari lubang kegelapan yang menjadi entah dia itu rekan, ataupun hanya seorang yang akan membantu memberikan informasi, dialah Akame.

Biasanya dalam hari ini Naruto akan mengurung dirinya di kamar dan menghabiskan waktunya untuk membaca dan membuat senjata baru kembali, tapi untuk saat ini Naruto harus menemani anggota yang tidak jelas miliknya yang mengajaknya jalan-jalan atau kita sebut saja Kencan.

Saat ini Naruto menggunakan pakaian kaos biru di sertai jaket putih bergaris biru, dan celana hitam panjang miliknya, sementara Akame menggunakan gaun dress di atas lutut ( baju Canon miliknya )

" Hahh~ Kenapa juga aku harus yang di ajak kami-sama " gumam Naruto sambil menatap langit dengan malasnya.

" Ayo Naruto-san, sebelum siang nih " ujar Akame dengan wajah datar menarik Naruto sementara Naruto hanya diam mengikuti tarikan Akame.

' Ni anak sabar napa, toh juga gedungnya gak bakal lari ' batin Naruto tak habis pikir apa sebegitu semangatnya Akame mengajaknya jalan-jalan ' lagi pula kenapa juga ke Konoha Mall ' Batin Naruto ketika melihat gedung yang mereka tuju.

" Oi, kenapa kau harus mengajakku jalan-jalan? " tanya Naruto ingin tahu.

" Akan lebih baik jika kita berbelanja bersama orang terdekat bukan? Apa lagi kau adalah orang terdekatku " jawab Akame dengan nada datar begitu juga Ekspresinya yang tampak polos.

' Memang benar seperti itu. Tapi! Tunggu! Siapa yang mengatakan aku ini orang terdekatmu sehingga kau seenaknya mengajakku, biar aku hajar dia! ' batin Naruto kesal.

Saat sudah sampai di depan Konoha Mall, Mata Naruto melebar karena dia baru ingat apa yang ada di lantai pertama, Naruto yang tersadar mencoba melawan tarikan Akame, tapi tarikan Akame terlalu kuat hingga membuatnya tidak bisa melawan tarikan Akame.

' Sial, Nih perempuan makan apa sih sampai kuat sekali tenaganya ' batin Naruto ' Hah~ Percuma saja, sepertinya aku harus melewati rintangan ini lagi ' pasrah Naruto

" Ne Ayo Naruto-san, kebutuhan pakaianku sudah mengurang, makanan dan kebutuhan sehari-hariku juga habis, jadi aku ingin kau juga ikut memilihkannya untukku " ujar Akame membuat Mata Naruto membulat.

' Sudah aku duga! Kenapa harus Aku!? ' teriak Batin Naruto mencoba melawan kembali tarikan Akame.

Tink!

Tarikan Naruto seketika terhenti begitu mereka telah berada di depan pintu Konoha Mall, Naruto yang sudah ada di depan Neraka ( Baginya ) tersenyum kaku.

' S-Sepertinya percuma ne ' batin Naruto tersenyum kaku.

" Ayo Naruto-san, aku membutuhkanmu untuk memilihkanku pakaian dalam " ajak Akame dengan wajah datar sambil menarik Naruto, sementara Naruto sudah pucat mendengar itu

' h-ha-hahaha, sepertinya aku akan kehabisan darah lagi ' batin Naruto tersenyum dengan wajah pucat

.

Asia DKK Side

.

Sementara itu di sisi Asia bersama yang lain saat ini tengah berada di Departemen Armor Dragon milik Ayah Asia, mereka saat ini tengah menunggu armor Naga mereka yang di perbaiki dan di perbarui kembali, Asia yang merasa bosan menatap keluar memikirkan kakaknya itu.

" Doushite Asia-chan? " tanya Shiina yang dari tadi memperhatikan Sifat Asia yang dari tadi gelisah.

" Hahh~ Aku hanya khawatir saja dengan Baka-nii-san. Apa lagi saat ini dia bersama Akame-san yang Notabenya, mantan anggota Black Army, aku khawatir terjadi sesuatu padanya " jawab Asia mengeluarkan semua keluh kesahnya.

" Ne Asia-chan, kau ingin memesan sesuatu? Aku dan Xenovia-chan akan ke konoha mall? " tanya Irina, Asia yang mendengar itu menatap bingung Irina.

" Dari semua hanya kau yang belum memesan sesuatu untuk kita makan selagi menunggu persenjataan kita jadi, apa kau ingin memesan sesuatu? " jelas Claudia akan kebingungan Asia.

" A-Ah, Aku apa saja yang penting bisa di makan " jawab Asia membuat semua Sweatdrop

.

Naruto and Akame Side

.

Saat ini Naruto berdiri sambil menutup hidungnya membelakangi tirai, ini sudah ke 10 kalinya Akame bertanya mana yang cocok, bahkan tak segan-segan menanyakannya kepada Naruto secara langsung dengan menggunakannya.

' Anjriit! Nih orang tahu artinya orang yang menahan nafsu gak sih ' batin Naruto tak habis pikir akan sifat Akame.

" Naruto-san? Bisakah kau masuk ke sini, aku membutuhkan bantuanmu? " Naruto yang mendengar itu menegang seketika.

" Kau pikir aku mau masuk ke sana! " Teriak Naruto dengan wajah memerah.

" kumohon, aku membutuhkan bantuanmu nih " ucap Akame dengan nada merajuk.

' Ga-Gawat, walaupun aku lari dari sini, aku pasti akan di cap sebagai orang yang tega meninggalkan kekasihnya. Lagi pula apa saja pikiran mereka! Apa aku tampak seperti pacarnya! ' batin Naruto dengan alis berkedut kesal.

" Hahh~ Ha'i-Ha'i " balas Naruto sambil mencoba melihat ke dalam tirai dan dia melihat Akame tengah menggunakan Gaun putih dengan rok seatas lutut, Naruto yang melihat itu membatu.

" Bagaimana Naruto-san? " tanya Akame sambil memperhatikan dirinya.

" E-Eh? A-Ah! Tu-Tunggu sebentar " ujar Naruto lalu keluar dari tirai ' Sial! Bagaimana mungkin dia secantik itu ' batin Naruto Nista.

' Ah! Lupakan-lupakan! Jangan terpancing dengan pesona mereka! Ingat! Ingat! Masa itu Naruto! ' batin Naruto menggelengkan kepalanya menyingkirkan perasaannya tadi.

" Ah, itu bagus sekali kok Akame-san " ujar Naruto dari luar tirai, tirai itupun kembali terbuka memperlihatkan Akame yang mengenakan pakaian yang tadi.

" Um, jika Naruto-san berkata begitu aku akan membelinya, dengan ini kita bisa pergi ke Konoha Land Park untuk jalan-jalan berikutnya " ucap Akame berjalan ke arah Kasir meninggalkan Naruto yang membatu.

' E-Eh? K-Konoha Land Park ' batin Naruto.

" Satte, sekarang ayo kita berbelanja yang Lain Naruto-san " ujar Akame kembali menarik tangan Naruto menuju lantai 3.

.

Xenovia dan Irina Side

.

" Aneh sekali ya, biasanya Danchou akan ada di departement tadi, tapi kenapa dia tidak ada ya " gumam Irina selama perjalanan, Xenovia yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.

" Bukannya Asia-chan telah mengatakan bahwa Danchou tengah pergi dengan seseorang " balas Xenovia.

" Hehh~! Tidak adil, padahal aku dari dulu juga ingin mengajak Danchou pergi bersama! " rengek Irina dan itu membuat Xenovia malu karena di lihat banyak orang.

" Hentikan Irina! Kau membuatku malu! "

Setelah lama berjalan, akhirnya mereka sampai di Konoha Mall, sampai di sana Mereka langsung bergerak ke lantai 3 dan membeli barang-barang yang mereka telah tulis dalam list, saat akan memulainya, mereka tak sengaja melihat Naruto beserta Akame tengah berbelanja buah-buahan.

" Are? Bukannya itu Danchou? " gumam Irina, Xenovia yang sudah tahu mengangguk lalu mengajak Irina bersembunyi.

Naruto yang merasakan diawasi menoleh sekitar, Naruto yang tidak melihat apa-apa menggaruk belakang kepalanya ' Perasaanku saja, atau ada seseorang yang aku kenal tengah berada di sini ' batin Naruto

" Ne Naruto-san, bagaimana jika kita ke Konoha Land Park membawa ini? " tanya Akame dengan menunjukkan buah kelapa.

" Kau ada otak? Bagaimana caranya kita membawanya? Apa kau ingin tangan kita remuk? " tanya Naruto dengan nada datar yang menusuk, namun hal itu tidak berlaku pada Akame.

" Konoha Land Park? " beo Irina " Apa mereka berencana ke sana? " tanya Irina sambil berbisik.

" Mungkin saja, sebaiknya kita cepat dan memberitahukan ini pada yang lain " ujar Xenovia menarik Irina hingga jauh dari Naruto, Naruto yang merasakan firasat yang tadi kembali menoleh namun dirinya tidak melihat siapa-siapa.

' Entah kenapa perasaanku gak enak ' batin Naruto lalu mengikuti tarikan Akame kembali.

.

.

Skip Time

Asia DKK Side

.

" Eh? Konoha Land Park? " beo Asia ketika mendengar penjelasan Xenovia yang baru sampai.

" Un, Mereka berencana ke sana saat ini " jawab Irina cepat membuat semua di sana saling berpandangan.

" Bagaimana apa kita ke sana? " tanya Tohka kepada semuanya.

" Kita ikuti saja, lagi pula ini untuk melindungi Danchou dari yang tidak-tidak " jawab Julis mewakili semua.

" Tapi ada baiknya kita menyamar agar tidak diketahui oleh musuh " usul Koneko membuat semua di sana saling berpandangan.

" Aku sedikit memiliki rencana untuk awal-awalnya untuk mengawasi mereka, apa kalian mau dengar " semua yang mendengar usulan Saya menoleh ke arahnya.

.

Konoha Land Park, Tokyo

11.00 AM

.

Konoha Land Park, Sebuah taman bermain yang ada di Tokyo arah timur, seperti namanya, berbagai wahana terdapat di Konoha Land Park. Karena hari ini adalah hari yang sangat bagus bagi para pasangan, banyak yang datang ke Konoha Land Park.

Banyak wajah bahagia yang terdapat di wajah para pengunjung, tapi beda halnya untuk Naruto, sudah bukan pasangan, mau masukpun gak, tapi dirinya harus ikut ( Dipaksa ikut ) ke tempat yang baginya adalah Neraka. Kenapa?

Dahulu sejak umur 7 tahun Naruto pernah memasuki Konoha Land Park bersama Jiraiya, Tsunade, Asia yang masih berumur 6 tahun, dan juga dirinya. Hal yang Naruto paling benci Naruto dulu adalah dirinya di paksa ikut Rollercoster, Rumah Hantu, dan cangkir putar. Waktu itu tubuhnya masih kecil membuatnya rentan mudah sakit.

Maka dari itu Naruto sering mengelak ke tempat ini karena dirinya masih sedikit trauma, tapi yang jelas saat ini dirinya sudah besar seharusnya ketakutan akan hal masa kecil sudah hilang juga. Benar bukan? Atau masih menempel?

" Dasar kenapa juga kau mengajakku? " Tanya Naruto dengan kesalnya sementara Akame hanya membalasnya dengan wajah datar plus polos.

" bukannya akan lebih baik jika... "

" Ya! Ya! Ya! Sebaiknya hentikan jawabanmu itu, aku sudah tahu! " balas Naruto berteriak kesal, sementara itu di atas Naruto terlihat sebuah drone kecil berbentuk robot dengan sayap tengah terbang memantau Naruto.

" Bagaimana? " tanya Claudia yang tengah menunggu hasil pemantauan Saya dengan alatnya.

" Um, mereka sudah akan segera masuk, sebaiknya kita bersiap " ujar Saya sambil mengendalikan alatnya.

Rencana mereka adalah mengawasi Naruto dan Akame dengan berbaur bersama para pengunjung, khusus Claudia, Saya dan Koneko, saat ini mereka berada di salah satu Stand makanan yang kosong yang mereka sewa untuk sementara.

Jangan di tanya bagaimana mereka bisa menyewanya, karena kelompok mereka sudah di kenal setelah mengikuti Dragons Champions, Tugas Claudia dan Koneko adalah melayani para pelanggan sementara Saya bersembunyi di bawah meja sambil mengendalikan alat pemantaunya.

" Mereka sudah masuk " ucap Saya, Claudia dan Koneko yang mengerti menekan tombol incam mereka hingga incam yang lain bersinar sesaat kecuali milik Naruto.

Julis yang sudah menunggu di gerbang mulai bergerak mengikuti Naruto dari belakang, sementara yang lain menunggu aksi mereka berikutnya.

" Ne-Ne Naruto-san sebaiknya kita bermain wahana apa ya? " tanya Akame sambil melihat peta Wahana Konoha Land.

" Kenapa kau tanya aku?! Yang mengajakku siapa coba?! Jika aku tidak tahu aku tanya pada siapa!? " balas Naruto setengah berteriak.

" Sepertinya Danchou terlihat frustasi " gumam Julis hingga dapat di dengar anggotanya yang lain.

" Humm~ Ah~ Ayo kita ke sana Naruto-san! " seru Akame tiba-tiba sambil menarik Naruto.

" O-Oi! Tenanglah! " Julis yang melihat mereka pergi langsung mengikuti jejak mereka.

" Ke mana mereka akan pergi " gumam Saya sambil mengendalikan alatnya mengikuti Naruto.

Setelah lama berlari, Julis berhenti berlari karena dia melihat Naruto dan Akame tengah berhenti di sebuah permainan melempar bola ke tumpukan sasaran.

" Permainan melempar sasaran? " gumam Saya ketika melihat dari alatnya pemantaunya.

" Paman, aku ingin bermain! " ujar Akame sambil membayar biaya permainan yang dia mainkan saat ini.

" Ok, ini dia anak muda " ucap sang pemilik kedai permainan sambil memberi Akame Lima Bola.

" Kau yakin? Sasarannya cukup jauh loh? " ujar Naruto menatap khawatir Akame " Lagi pula hadiah apa yang ingin kau cari? "

" Jika belum di coba belum tahu bukan! " ujar Akame sambil melempar bola pertama sekuat tenaga.

Blaaam!

Bola Akame hanya mengenai 5 sasaran dari 15 sasaran, Akame yang melihat itu mendecih ' Walau untuk seorang perempuan dia lumayan juga. Soalnya sungguh mustahil jika seorang perempuan melempar bola seperti tadi dengan jarak sasaran 5 meter, apa lagi tepat mengenai 5 ' batin Naruto melirik Akame yang bersiap melempar bola kedua.

Wush! Tuk! Duaak!

Dengan lemparan yang sama, Akame melempar bolanya namun sayang bola itu mengenai papan di bawah sasaran hingga memantul kembali dan tepat mengenai dahi Akame dan itu sukses membuat Naruto gelagapan.

" O-Oi! Daijoubuka? " tanya Naruto

" U-Ugh! Kuso! Kenapa meleset! " kesal Akame melempar bola ketiganya dengan keras.

Duk! Duak!

Bola itu'pun kembali meleset mengenai papan bawah permainan dan sasarannya kali ini adalah Naruto, Julis yang melihat kejadian itu meringis menatap khawatir Danchounya, sementara Saya yang menonton dari atas memejamkan satu matanya dengan ekspresi meringis, tentu dirinya melakukan hal itu karena dirinya tak bisa melihat ekspresi kesakitan ketua mereka.

" Itu pasti sakit " Saya yang mendengar itu berkomentar kesal " Jika kau meminta pendapatku tentu saja sakit ".

" i-tte-tetete " Gumam Naruto kesakitan sambil memegang dahinya yang memerah karena hantaman bola Akame tadi.

" Na-Naruto-san, Da-Daijoubuka? " tanya Akame, Naruto yang mendengar pertanyaan Akame hanya tersenyum kaku ' Hahh~ Apa aku harus menarik kata-kataku tadi ' batin Naruto.

" Hmph! Ayolah kena! " Kesal Akame melempar dua Bolanya sekaligus.

Blam! Blam!

Dua sasaran tepat sasaran dengan sempurna hingga membuat seluruh sasaran jatuh berhamburan Naruto yang melihat itu tersenyum kaku kembali ' Ah~ Mungkin tidak perlu ' batin Naruto.

" Yatta! " pekik Akame senang sambil menerima sebuah boneka beruang " Ne Naruto-san! Ayo kita bermain yang lain lagi " ujar Akame menarik Naruto sementara Naruto hanya bisa mengikutinya sambil menutupi bagian dahinya yang masih memerah.

" Apa aku ikuti? " tanya Julis " Jika kau mengikutinya kau akan bertemu dengan Kirin-chan dan Irina-chan, akan lebih baik kau mengikutinya " usul Saya membuat Julis mengikuti Naruto.

Kali ini Naruto dan Akame memasuki Pertokoan kecil untuk kenang-kenangan di Konoha Land, Julis juga tahu bahwa Kirin dan Irina tengah berada di dalam, tanpa bambibu, Dirinya ikut masuk.

" Ne-Ne Naruto-san di antara semua ini yang mana harus aku beli? " tanya Akame.

" Kenapa kau tanya aku? " tanya Naruto dengan ekspresi datar.

" Um, Itu karena aku tidak pernah melakukan hal ini selama menjadi anggota Black Army, bahkan aku tidak tahu perasaan apa ini, hatiku seolah menghangat bersamamu " jawab Akame sambil menyentuh dadanya merasakan jantungnya yang berdetak cepat.

' Serius nih? ' batin Naruto ' Tapi benar juga, Black Army adalah pasukan bawah tanah, tentu saja mereka akan tetap berada di sana tanpa melakukan kegiatan seperti biasanya yang di lakukan oleh kami ' lanjut Naruto menatap Akame.

' Hah~ Merepotkan saja ' batin Naruto, Julis yang mengawasi Naruto dari cukup jauh tak melepaskan pandangannya dari Naruto dia bagaikan elang yang menatap mangsanya.

" Ne Apa yang kau lakukan? " Julis hampir berteriak jika saja dia tidak menutup mulutnya dan menatap siapa yang berbicara di sampingnya secara tiba-tiba, Julis seketika sweatdrop mendapati Irina dengan mulut penuh makanan sementara Kirin yang tengah memakan permen kapasnya.

" Oi, bukannya kalian bertugas mengawas? Kenapa kalian malah enak-enakkan makan? " tanya Julis datar, Irina yang mendengar itu menelan sosis di mulutnya lalu menjawab dengan polosnya.

" um? Tadi Danchou lama sih datangnya jadi kami membeli makanan lebih dulu " ujar Irina dengan santainya.

" Baka! " bentak Julis dengan nada pelan " Jika kalian begitu ajak-ajak dong! " lanjut Julis mengambil sosis Irina dan memakannya.

Saya yang mengawasi dengan alatnya sweatdrop mendengar perkataan Julis yang tak berdosa itu ' Kalau kau lapar tinggal ngaku saja napa ' batin Saya sambil memakan makanan di standnya ( #lah -_- )

" Jika untukmu aku tidak tahu harus memilih yang mana, tapi aku kasih saran kau sebaiknya pilih saja yang berguna dab kau sukai " ucap Naruto sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.

" Tapi... Aku menyukai semuanya. Tehe, bagaimana jika aku membeli semuanya? " tanya Akame dengan ekspresi tak berdosa.

" Kau pikir aku mau membayar semuanya " balas Naruto dengan dingin.

" Sepertinya situasinya cukup sulit ne " gumam Julis sambil mengintip dari atas rak.

" Apa Danchou akan baik-baik saja? " tanya Kirin sambil menelan permen kapasnya.

" Jangan khawatir dia pasti baik-baik saja " ujar Irina lalu memasukkan roti rasa cokelat ke mulutnya ( # nih bertiga di suruh ngawas dengan serius malah ngawas sambil makan -_- )

" Moshi-moshi, Kono Saya-san desu, sebaiknya kalian bersembunyi Karena Danchou akan melewati tempat Kalian " Julis, Kirin dan Irina seketika saling berpandang lalu menoleh ke belakang dan benar saja Naruto baru melewati mereka, bulu kudup mereka merinding seketika dan langsung bersembunyi dengan cepat.

Naruto yang kembali merasakan ada yang mengawasinya menoleh ke samping namun dirinya tidak melihat siapa-siapa ' Entah kenapa aku selalu merasa di awasi saja ' batin Naruto lalu menoleh ke arah Akame yang tengah memilih-milih apa saja yang akan di beli.

" Maa~ sebaiknya aku juga lihat-lihat saja, siapa tahu aku bisa membelikan yang lain hadiah oleh-oleh " gumam Naruto lalu melangkah ke tempat Julis, Kirin dan Irina bersembunyi.

Kirin, Julis dan Irina seketika ketakutan saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke tempat mereka sembunyi, bahkan jantung mereka berdetak dengan cepatnya.

" Naruto-san! " Naruto yang mendengar di panggil mengalihkan pandangannya ke tempat Akame yang tengah memberi isyarat agar dirinya ke sana.

" Ada apa? " tanya Naruto. Sementara itu ketiga perempuan yang masih bersembunyi saat ini masih panik ketakutan ketika melihat ujung sepatu Naruto, bahkan keringat mulai terus membanjiri wajah mereka.

" Lihat-lihat ada sesuatu yang bagus di sini! " seru Akame, Naruto yang tidak ingin di buat malu melangkah ke sana, Ketiga perempuan yang hampir menemu maut seketika bernafas lega.

" Um, Apa yang bagus? " tanya Naruto menatap Akame lalu mengalihkan pandangannya ke sebuah Miniatur Kota Konoha.

" Lihat, bagus sekali bukan " ucap Akame yang tengah memandang lekat Miniatur itu " uwoohh~ Jadi seperti ini Kota Konoha " gumamnya kagum.

" Kau... apa kau tidak pernah melihat Kota Konoha secara keseluruhan? " tanya Naruto ingin tahu, apa sebegitu kagumnyakah Akame.

" Aku tidak pernah melihatnya, karena Danzo-sama selalu melatihku agar kuat di dunia bawah, aku selalu-selalu-selalu di latihnya hingga aku tidak pernah tahu bagaimana keadaan dunia atas. Namun saat ini aku sungguh senang karena aku bisa melihat dunia atas kembali " jawab Akame sedikit lirih lalu di akhiri dengan senyum tersenyum tipis ke arah Naruto.

Naruto yang mendengar itu membatu dengan rona tipis di wajahnya karena melihat wajah Akame yang seperti itu, Naruto yang tersadar mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.

" Apa kau ingin membelinya? " tanya Naruto membuat Akame menatapnya penuh harap.

" A-Apa boleh? " tanya Akame dan di jawab anggukan oleh Naruto " Um aku ingin membelinya " jawab Akame malu-malu.

" Tapi, untuk sehari kau tidak bisa melihatnya dulu, aku akan melakukan sesuatu dengan Miniatur ini " ucap Naruto membuat Akame sedikit kecewa " Tapi setelahnya, kau bisa melihat yang lebih bagus dari ini, dan kau bisa mencariku kapanpun dan di manapun " lanjut Naruto sambil mengelus rambut Akame, Akame yang mendengar itu mematung dengan rona di pipinya.

" Aku juga akan membeli Miniatur ini, aku juga akan membelinya dalam Satu Paket full yang berisi Lima Kota Besar, sebaiknya kita ke kasir dan menanyakannya " ucap Naruto lalu melangkah ke kasir.

" Ha-Ha'i! " jawab Akame sedikit terdengar senang lalu mengikuti langkah Naruto.

" Entah kenapa aku melihat hal ini seperti kencan saja " gumam Saya yang melihat hal tadi dari alatnya.

" Bagaimana? " tanya Claudia pada Saya.

" Sampai saat ini masih terkendali, lalu bagaimana dengan kalian? " tanya Saya balik.

" kami masih baik-baik saja, dan situasinya masih terkendali " Jawab Claudia sambil membenarkan letak kaca matanya untuk menyamar.

" Ummm~ Apa masih lama? " tanya Koneko yang setelah mengunyah camilannya.

" Sepertinya begitu " jawab Saya tanpa mengalihkan pandangannya dari alat pemantaunya yang memperlihatkan Naruto dan Akame saat ini bergerak ke sebuah tempat Aquarium besar di Konoha.

" Moshi-Moshi, kono Saya-san Desu, aku ingin memberitahu bahwa Naruto tengah bergerak ke tempat kalian " ucap Saya melalui Incam.

Sementara itu di tempat tersebut, terlihat Xenovia dan Tohka seketika berhenti mendengar suara Saya lalu melirik ke arah pintu masuk Aquarium Konoha, dan benar saja mereka melihat Naruto dan Akame.

Grek!

Setelah lama terdiam mereka memasukkan ikan bakar yang tadi terjeda masuk ke mulut mereka ( Nih berdua juga rupanya makan -_- )

" Selanjutnya kesini! Ayo Naruto-san! " ucap Akame lalu menarik tangan Naruto masuk.

Bletak!

Tohka yang akan memasukkan ikannya kembali seketika terhenti begitu sebuah jitakan mengenai kepalanya, dengan kesal dia menoleh ke sang pelaku dan dia melihat Julis, Irina dan Kirin di belakang mereka.

" Kalian! " seru Tohka. " Apa yang kalian lakukan, kita harus masuk juga! " seru Julis balik sambil menarik tangan Tohka, sementara Irina menarik tangan Xenovia

.

" Uwoohh~ Sugoii! " gumam Akame terkagum, Sementara Naruto memaklumi hal itu.

" Apa kau juga baru pertama kali melihat ini? " tanya Naruto dan di jawab anggukan olehnya.

" Aku hanya sering mendengar anggota-anggota sepertiku di dunia bawah yang pernah ke sini dan menceritakannya dengan sangat senang sekali, sekarang aku juga senang sekali " jawab Akame sambil menatap lekat ikan-ikan dari balik kaca dengan senyum tipisnya.

Akame yang melihat sebuah ikan mendekat mengetuk-ngetuk jarinya ke kaca, dan sebagai reaksi berikutnya Ikan tersebut tiba-tiba mengembung membuat Akame terkejut hingga mundur dan apesnya dirinya terpeleset dan hampir terjatuh.

Namun Naruto dengan refleks memeluk Akame yang hampir terjatuh membuat wajah mereka sangat dekat, Dan para pengawas atau para pengintip yang melihat itu memerah di sertai tatapan terkejut.

Untuk Naruto dan Akame mereka tampak terdiam dengan posisi tersebut cukup lama hingga akhirnya mereka tersadar dengan wajah merah. Dengan cepat mereka saling menjaga jarak dan saling memunggungi agar mereka bisa menutupi wajah memerah mereka.

' U-Uwwaaahh~ A-Apa yang aku lakukan! ' teriak batin Akame menyentuh kedua pipinya yang terasa hangat.

' Ku-Kuso! Kenapa aku bisa seperti ini karenanya! ' batin Naruto menggerutu kesal.

" N-Ne, Naruto-san " Ucap Akame setelah lama terdiam.

" A-Ah, ada apa? " tanya Naruto sambil tergagap ' Kuso! Kenapa cara bicaraku seperti itu! ' batin Naruto.

" Ba-Bagaimana jika kita lihat-lihat lagi " ajak Akame sambil memalingkan wajahnya yang merona.

" A-Ah, U-um ayo " jawab Naruto tergagap sambil memalingkan wajahnya. Setelahnya mereka'pun berjalan berdampingan dengan saling memalingkan wajahnya.

" Um~ sungguh romantis sekali " gumam Saya, pandangan Saya seketika teralih ketika melihat dua orang mencurigakan tengah mengawas Akame dan Naruto dari jauh, Saya yang kenal dengan ciri-ciri itu terkejut.

" Me-Mereka.. "

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

" Uwoohh~ Sugoii banyak sekali ikan-ikan di sini hingga aku tidak bisa membedakan jenis mereka " gumam Akame benar-benar takjub bahkan hingga melupakan kejadian tadi.

Wush~

Seketika Pandangan Akame teralih ketika sosok dua naga air melewatinya " Mereka Rengoton : Rengoton adalah Naga berelement Air dalam kategori level 3, naga ini memiliki tubuh sebesar 245 meter, memiliki Sayap lebar untuk terbang dan berenang di dalam Air, memiliki ingsang di sekitar lengan depannya, memiliki leher cukup panjang, memiliki bentuk wajah seperti mulut yang cukup panjang di mana di atas mulutnya terdapat duri-duri runcing yang menunjukkan kekuatannya " jelas Naruto akan pengetahuannya akan Naga.

" Sebenarnya ada berapa jenis Naga di Air? " tanya Akame ingin tahu, Naruto yang mendengar itu mengeluarkan sebuah buku dan memberikannya pada Akame.

" Semua ada di situ, kau bisa membacanya selagi jalan-jalan " ujar Naruto sambil tersenyum dan mengelus rambut Akame.

" E-Eh? La-lalu bagaimana denganmu? " tanya Akame tergagap, Naruto yang mendengar pertanyaan Akame hanya terkekeh lalu memukul pelan kepala Akame.

" Baka, tentu saja aku punya salinan, sebagai anggota Black Army kau pasti pernah di ajarkan, setiap orang harus memiliki salinan dari seluruh data yang kita miliki agar jika suatu saat salah satu data hilang kita bisa menggunakan salinan milik kita " ujar Naruto layaknya guru, Akame yang memang pernah di ajarkan hal itu mengembungkan pipinya dan memalingkan wajahnya.

' Entah kenapa jika bersamanya sungguh aneh ' batin Naruto tersenyum tipis sambil melihat Akame yang mulai membaca buku yang dia berikan.

" Ne sebaiknya kau baca itu nanti saja, ayo kita lihat-lihat lagi " ajak Naruto sambil melangkah lebih dulu.

" E-Eh?! Matte! " teriak Akame langsung mengejar Naruto.

" Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu ingat " ujar Naruto tetap melangkah.

" Hmph! Paling kau hanya ingin bermain bersama adikmu itu " dengus Akame kembali ke sifatnya.

" URUSAI! Sebaiknya kau tutup saja mulutmu itu! " teriak Naruto membalas ' Sialan, nih orang kembali ke sifatnya lagi ' batin Naruto.

.

" Apa masih lama? " gumam Shiina yang masih menunggu di tempatnya bersama Asia di dekat air pancur.

" Entahlah " jawab Asia seadanya.

" Maaf menunggu lama " Shiina dan Asia yang mengenal suara itu menoleh dan mendapat Julis, Kirin, Irina, Xenovia, Tohka, Claudia, Saya dan Koneko yang berjalan ke arah mereka.

" Jadi bagaimana? " tanya Asia, semua melirik ke arah Saya, sementara Saya hanya mengangguk mengerti.

" Ikut Aku "

.

" Ne selanjutnya kita ke mana? " tanya Naruto begitu mereka sudah keluar dari tempat Aquarium Konoha Land.

Akame yang mendengar pertanyaan itu memberhentikan langkahnya sambil menatap sekitar, Naruto yang melihatnya berhenti ikut menghentikan langkahnya.

" bagaimana jika kita istirahat lebih dulu? Aku ingin membeli Es Krim? " usul Akame membuat Naruto menghela nafas senang karena akhirnya mereka bisa mengistirahatkan kaki mereka

" Baiklah ayo " setuju Naruto sambil mengikuti Akame ke kedai Es krim, setelah membeli Es Krim, mereka langsung mencari tempat duduk di bawah pohon berdua agar tidak kepanasan dari sang surya matahari.

" Setelah ini kita akan ke mana? " tanya Naruto sambil menjilati Es krim vanila miliknya. Akame yang di tanyai berpikir untuk selanjutnya ke mana, Naruto yang melihat Akame berpikir mulai menjilati es krimnya kembali.

" Aku tidak begitu tahu, tapi... Aku mulai berpikir ingin berjalan-jalan di sekitar Konoha saja " ucap Akame sambil memandang langit dan memakan es krimnya.

" Souka " gumam Naruto lalu menjeda memakan Es Krimnya dengan cara mengemut Es krimnya di mulutnya agar tidak jatuh.

Lalu tangan Kanan Naruto mulai mengetik layar Jamnya yang berbentuk persegi panjang itu hingga pada jam Naruto yang memiliki sistem hologram memperlihatkan kendaraan motor ninja roda empatnya.

[" Motorcycle Weapon Turbo, Out! "]

St! Grep!

Bziit!

Setelah menekan kode-kode pada layar hologram dan menekan Klik enter, Pada jam Naruto mulai mengeluarkan Lingkaran biru kecil, dan dari lingkaran keluar sebuah biji bola kecil. Setelahnya Naruto meremas Bola itu dan membuatnya mengeluarkan efek listrik hingga berubah menjadi bola Mekanik berbentuk persegi enam melingkar dari kerangka besi dan di tengah bola tersebut memiliki inti biru.

" Bagaimana jika kau mau jalan-jalan dengan ini? " tanya Naruto setelah melepaskan emutannya pada es krimnya.

" Apa itu? Apa yang bisa kita lakukan dengan bola aneh itu? " tanya Akame dengan pandangan datar.

" Jangan menyebutnya bola aneh Baka! " teriak Naruto, lalu menatap Akame dengan pandangan rendah ( dengan sombong ) " Dengar, ini adalah Motorcycle Weapon Turbo, kendaraan milikku, jika kau melihatnya pasti terkejut " ucap Naruto dengan nada datar.

" Huh! Itu kau sebut motor, sekolah dari mana kau! " ejek Akame, membuat hati Naruto terasa tertusuk ribuan panah.

Naruto yang di ejek begitu menundukkan wajahnya, dan tanpa di sadari Akame, Naruto saat ini tengah menyeringai sadis, entah apa yang di rencanakan Naruto.

.

Skip Time

Gerbang Konoha Land Park

14.00 PM

.

Setelah selesai istirahat, Naruto dan Akame langsung keluar dar Konoha Land Park dan berdiri di luar gerbang Tempat tersebut.

Wush! Bziiiit!

Merasa menemukan tempat yang tepat, Naruto melempar bola mekaniknya hingga Bola tersebut memancarkan listrik dan mengubah bola tersebut menjadi kendaraan motor ninja dengan empat roda.

" Ayo, naiklah " ucap Naruto sambil menaiki motornya dan menyalakannya, Akame yang masih membatu karena ucapan Naruto ada benarnya seketika tersentak mendengar ucapan Naruto.

Dengan gugup Akame menaiki motor tersebut dan berpegangan pada jaket putih Naruto, setelah itu Narutopun memasukkan gigi motornya dan langsung menggas motornya dengan cepat hingga motornya melaju dengan cepat di jalan membuat Akame langsung memeluk erat pinggang Naruto.

" Kyaaaa! " pekik Akame memeluk erat Naruto agar tidak jatuh " Naruto-san! Pelankan motornya! " pekik Akame, Naruto yang bisa mendengar itu menulikan pendengarannya dan malah semakin melajukan kendaraannya.

Dengan kecepatan 100 km/h, Naruto dengan lincah menyalip kendaraan-kendaraan masa depan yang ada di jalurnya, saat ini Naruto dan Akame bergerak melewati Ashikaga-shi dengan kecepatan tersebut.

Merasa pelukan Akame semakin erat membuat Naruto tidak tega dan menurunkan kecepatannya menjadi 70 km/h, " Oi, bukalah matamu, aku sudah memelankan kendaraanku! " ujar Naruto membuat Akame membuka matanya secara perlahan, dan benar motor mereka sudah berjalan tidak terlalu cepat membuat mereka bisa melihat Kota dengan seksama.

" U-Uwaahh! Sugoii! " kagum Akame sambil memandang sekitar, Naruto yang bisa melihat kekaguman Akame tersenyum tipis.

" Oi, apa kau bisa melihat gedung di sana? " tanya Naruto sambil menunjuk arah jam dua memperlihatkan dua gedung yang menyatu dengan berisi tulisan akan departemen gedung itu.

" Kalau tidak salah itu gedung perusahaan milik Clan Hyuga Bukan? " tebak Akame dan di jawab Anggukan oleh Naruto.

" Benar dan kau pasti tahu gedung lainnya yang terkenal di Konoha bukan? " tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Akame " Satte! Kalau begitu kita mulai jalan-jalannya! " lanjut Naruto lalu menggas kendaraannya membuat Akame sedikit terkejut dan mempererat pelukannya.

" Seperti yang kau lihat, Kota Konoha yang awalnya adalah Kota-kota yang biasanya sedikit bangunan pencakar langit, saat ini berubah hingga terdapat banyak kota pencakar.

Di Konoha, terdapat enam Gedung departemen terbesar dan penghasil terbesar di Konoha, tujuh gedung itu adalah Hyuga Departemen, Uchiha Departemen, Gremory Departemen, Himejima Departemen, Phenex Departemen, DSA Weapon Dragon, dan Departemen Armor Dragon, blablabla... " selama perjalanan Naruto selalu menjelaskan tentang sejarah Konoha dari dulu hingga sekarang, mulai dari bangunan dan lain-lain.

Setelah mengikuti jalu hingga berputar jalur balik melewati Ashio dan Tone, mereka berhenti sesaat karena lampu merah, selagi merenggangkan tangannya, terdengar suara mesin kendaraan lain di samping Naruto membuat Naruto melirik suara itu hingga dia melihat sebuah mobil Lamborgini Avetador berwarna merah di sampingnya.

" Motor yang bagus " Naruto yang mendengar pujian itu melihat siapa yang menyuarakan hal itu hingga dia melihat sosok pemuda yang bisa di katakan anak liaran tengah menatapnya remeh " Tapi tidak cepat untuk mengalahkan kendaraanku, Hahahahaha! " lanjutnya mengejek lalu tertawa bersama temannya

Naruto yang di katakan begitu hanya diam, sementara Akame entah kenapa dirinya merasa tak suka walau bagaimanapun yang di rendahkan itu adalah Naruto.

" Begitukah? Bagaimana jika adu saja? " tantang Naruto membuat orang itu kembali tertawa keras " Kau? Menantang mobil ini? " remehnya.

" Bagaimana kita langsung saja? Kita lihat siapa yang cepat " ujar Naruto menggas-gas motornya hingga mengeluarkan suara nyaring " Jaraknya 2,5 Km kita lihat siapa yang menang, yang menang boleh meminta apapun " Lanjut Naruto.

" Baiklah, ayo kita mulai! " balasnya sambil membalas suara mesin Naruto.

" Akame, kau peganganlah yang erat, ini akan sangat cepat, bahkan melebihi batas dari kecepatan maksimal milikku " ujar Naruto.

" E-Eh! " kejut Akame

Syut!

Tiba-tiba kepala Akame tertutupi helm yang entah dari mana munculnya sementara Naruto hanya menutupi dirinya dengan kaca mata hologram miliknya.

Bruum! Bruumm!

Mereka terus melakukan saling pembalasan suara mesin hingga lampu hijau, Naruto yang tahu detik saat akan hijau langsung memasukkan giginya namun menahan motornya agar tidak jalan dan hal itu membuat ban belakangnya mengeluarkan asap karena bergesekan dengan aspal

Tut!

Bruuuuuuuuuuuuum!

Setelah hijau, Naruto membiarkan motornya berjalan dalam artian melepaskan penahan atau di sebut remnya dan itu membuat motornya langsung melaju dengan cepat hingga meninggalkan mobil lamborgini tersebut hingga 1 meter.

Ckrek! Bruuuuuuuuum!

Dengan lincah Naruto langsung memasukkan gigi dua motornya dan membuat motornya semakin melaju dengan cepat hingga 60 km/h.

Pengendara mobil Lamborgini yang melihat itu mempercepat kendaraannya hingga 100 km/h, Naruto yang bisa melihat sedikit bagian depan mobil itu berusaha menyalipnya memasukkan gigi 3 dan membuat kendaraannya semakin cepat hingga mencapai 110-120 km/h.

' Sial tidak akan aku biarkan! ' batin Pengendara Lamborgini mengeram tidak suka lalu memasukkan giginya hingga memasuki Gigi Empat.

Kecepatan Mobil itupun berhasil menyamai Motor Naruto, Naruto yang sebenarnya tahu hanya diam sambil fokus ke depan, setelah mobil lamborgini itu memasuki gigi lima, Narutopun memasukkan Gigi Empat motornya membuat motornya bisa terus menyamai kecepatan Mobil di sampingnya walau mobil tersebut telah memasuki kecepatan 170-180 Km/h.

' Sugoii, bahkan kendaraan ini bisa menyamai kecepatan mobil itu ' batin Akame yang memeluk erat Naruto dari belakang sambil melirik ke arah Lamborgini di samping mereka.

" Sial! Motor macam apa mereka gunakan " kesal teman sang pengendara mobil membuat yang mengendarai juga semakin kesal.

" Sial! Setelah ini tidak akan aku biarkan! " kesalnya lalu memasukkan gigi mobil ke enam hingga mobilnya semakin cepat hingga mencapai Kecepatan 190-195 km/h.

Naruto yang merasa mobil di sampingnya mulai menyalipnya hanya diam dan menjaga kecepatannya pada 174 km/h, karena dirinya masihlah belum serius.

Swsh! Twuush!

Setelah menyalib sedikit Naruto, pengendara mobil tersebut mengaktifkan turbo mobil miliknya hingga semakin cepat bahkan kecepatannya berubah mencapai dari 196-280 km/h.

" Ghahaha! Kalahlah kau kuning! " teriak sang pengendara senang, Naruto yang tertinggal terdiam sebelum mengubah posisinya sedikit menunduk membuat Akame juga ikut menundukkan badannya.

" Akame bersiaplah, kecepatan Motor yang sesungguhnya akan di mulai " peringat Naruto membuat Akame terkejut.

" Tu-Tunggu, jangan bilang... "

[" Mode Fast... Turbo one ( 1 )... Activity! "]

Sriiiing~ Twuuuush!

Dari knalpot kendaraan Naruto perlahan mengeluarkan api kecil hingga berubah menjadi api berukuran sedang hingga membuat kendaraan Naruto langsung melaju dengan cepat hingga kecepatan 230 km/h dan terus naik hingga mencapai 270 km/h

Wush!

Motor Naruto'pun berhasil melewati mobil lamborgini di sampingnya hingga beberapa meter setelahnya mereka telah sampai di kilometer 2,5.

Criiit!

Dengan keras Naruto menarik rem depannya hingga bagian belakang motornya bergerak ke kanan membuat jalur mobil lamborgini tersebut terhalang, Pengendara.

" Hehe! Sekarang berikan semua yang kau punya "

.

.

Bruumm~ Bruumm~

" Heh~ Tidak buruk juga dengan kecepatan 1000 mph/s - 510km/h mobil ini sangat cepat, tapi maaf saja kau masih kurang, kecepatan motor tadi adalah 1100 Mph/s – 500,5 Km/h " ucap Naruto sambil mencoba mobil yang baru saja dia dapat.

" Are? Apa secepat itu? " tanya Akame dengan pandangan terkejut selagi menyamankan duduknya ' Pantas saja sangat cepat hingga aku harus berusaha agar tidak jatuh ' lanjut batin Akame kesal

' Selain itu... Ini pertama kalinya aku menaiki kendaraan seperti ini '

" um, tentu saja kau pikir motor tadi itu hanya bermain gigi saja? Tentu saja tidak, motor tadi itu juga Bisa Mode tanpa gigi maka dari itu kecepatannya hingga mencapai itu. Bukan hanya itu saja, mesin motor tadi juga sudah di modif dan digabung dengan beberapa bagian mesin mobil, maka dari itu aku bisa menggunakan turbo " jawab Naruto dengan seringai kecil bangga.

Akame yang melihat wajah itu mendengus dan mengalihkan pandangannya ' Sepertinya kemampuannya bukanlah hal biasa ' batin Akame sambil melirik Naruto melalui ekor matanya ' dia... Bisa membuat sesuatu berdasarkan imajinasinya... Bukan hanya itu, apapun imajinasinya... Semuanya sungguh luar biasa, bahkan dia rela berkorban untuk berhasil menciptakannya ' lanjut batin Akame.

" Yosh, Ayo kita lanjutkan, ngomong-ngomong entah kenapa jalur ini sungguh sepi sekali, padahal jalur ini bergerak menuju daerah Naganohana " ucap Naruto selagi menjalankan mobil barunya meninggalkan dua pemuda yang tengah menangis anime di jalan.

" Benar juga, bahkan selama kita melawan mereka kita tidak melihat kendaraan satupun " timpal Akame melihat keluar jendela " tapi di atas kita, jalan satunya berisi kendaraan " lanjut Akame melihat ke atas karena di atas mereka terdapat jalan layang jalur menuju Nagano-shi.

' entah kenapa aku punya firasat buruk di sini ' batin Naruto merasa tidak enak lalu memberhentikan mobilnya.

" Doushita? " tanya Akame karena mereka berhenti.

" aku punya firasat buruk jika kita tetap jalan di jalur ini, untuk memastikannya aku akan melakukan sesuatu lebih dulu " jawab Naruto lalu mengeluarkan sebuah kabel dari jaketnya lalu menyambungkan jam dan ke mesin mobil miliknya.

Setelah itu Naruto mengeluarkan hologram keyboard miliknya dan menekan tombol-tombol secara acak hingga menciptakan kode-kode yang hanya Naruto yang tahu.

[" Sytem Sharing progres... "]

.

[" progres Complete "]

.

[" All Sytem be Activity "]

.

[" All System Going to accept comfirmasion "]

" apa yang tengah kau lakukan? " tanya Akame ingin tahu apa yang Naruto perbuat dari tadi.

" Aku berbagi seluruh System yang ada di jamku ke mobil ini, dengan begini aku bisa mengaktifkan Shield atau apapun tanpa harus menunggu mobil ini di modif " jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya pada layar jamnya.

[" Sonic Shield, Activity On "]

" Yosh, saatnya kita mulai " ucap Naruto menyentuh stirnya dan menggas-gas mobilnya layaknya balapan tadi.

Cklek!

Crrriiiittt!

Setelah itu Naruto langsung memasukkan gigi satu dan membuat mobilnya berjalan dan melanjutkan jalannya menuju jalur turun yang tajam dan benar saja, di bawah telah terdapat lima pasukan Black Army menunggu mereka.

' Seperti dugaanku ' batin Naruto mengeram, sementara Akame terkejut karena mendapati lima Anggota Black Army telah di bawah menunggu mereka.

" Pakai sabuk pengamanmu! Ini akan sangat berguncang! " perintah Naruto lalu memasukkan gigi 2 dan 3 secara bergantian.

" Aku sudah pakai dari tadi! Justru yang berkata seperti itu adalah aku! " balas Akame setengah berteriak.

" aku tidak butuh, aku tahu keselamatanku sendiri! " balas Naruto lalu memasukkan gigi 4 miliknya hingga mobilnya semakin cepat melaju di jalan turunan, Lima pasukan Black Army yang melihat jarak mereka sudah dekat mengarahkan tangan mereka ke arah Naruto dan Akame dan di belakang mereka para naga mereka mulai menyemburkan api mereka ke arah Naruto dan Akame.

Naruto yang melihat hal itu langsung memasukkan gigi limanya hingga semakin cepat karena jika sampai ujung turunan mereka tidak akan terkena.

Wush!

Twung!

Melihat jarak yang tidak memungkinkan Akame menutup matanya siap menerima keadaan kecuali Naruto yang terus berjuang agar tidak termakan api itu, dan dalam waktu kurang 3 detik, Naruto berhasil mencapai ujung jalan membuatnya tidak terkena api dan karena mobil yang masih melaju, Mobil itupun bertabrakan dengan para pasukan black army hingga mementalkan mereka karena sonic shield Naruto.

" Yosh! Ini kesempatan kita! " teriak Naruto semakin melajukan kendaraannya dengan cepat meninggalkan pasukan black army di belakang, Akame yang mendengar suara Naruto membuka matanya perlahan dan rupanya mereka berhasil selamat.

" Akame! " panggil Naruto sambil berteriak membuat Akame terkejut " Ha-ha'i! A-ada apa? " tanya Akame tergagap

" atur GPS Mobil ini untuk mencari jalur terowongan di daerah Oya ke Kuroda! " perintah Naruto selagi mengendalikan mobilnya " Ha'i! " balas Akame langsung mengatur GPS yang terpasang di mobil untuk mencari jalur menuju tempat yang di perintahkan Naruto.

" ketemu, Dua Kilometer dari sini ada simpang lima,

tiga di antara arah jam 12 adalah jalur menuju Kuroda, Natsukawa dan Lida-shi, dan jalur dari kanan kita adalah jalur menuju Kuroda " ucap Akame memberikan koordinat.

" Yosh! Ayo kita pancing mereka ke terowongan " ucap Naruto memacu mobilnya semakin cepat hingga sudah mencapai 200,5 km/h.

" Cepat ikuti mereka! " teriak salah satu black army yang memimpin pada anggotanya, mereka yang mendengar itu langsung menaiki naga mereka lalu mengejar Naruto dan Akame.

" Sial mereka mulai mengejar kita! " umpat Akame yang melihat mereka di kejar kembali.

" Kuso, Tidak ada pilihan lain " gumam Naruto, menggigit jempolnya hingga berdarah lalu meneteskan darahnya ke hologram jamnya.

[" Blood Transfer! "]

.

[" Blood Power! Blood Hologram Cloning Activity! "]

.

Swush!

Selagi berjalan, di samping mobil Naruto muncul satu cloning Naruto yang melayang lalu berhenti membiarkan dirinya yang asli melarikan diri " Aku " serahkan padamu " gumam Naruto sambil melirik ke belakang.

" Ok~ ayo kita mulai " gumam Naruto Cloning merenggangkan badannya lalu berlari ke arah lain, Pemimpin pasukan black army yang melihat itu hanya mendengus remeh lalu menatap dua anak buahnya.

" Kalian, Atasi dia. Aku dan yang lain akan mengurus Akame! " perintahnya memacu naganya bersama dua rekannya.

" Jadi begitu, sepertinya dia tahu bahwa aku ini pancingan " gumam Naruto melirik ke belakang " Tapi... " gantung Naruto mengetik hologramnya dengan cepat hingga berikutnya dari jam Naruto keluar satu biji hingga berubah menjadi busur panah.

" Aku tidak akan membiarkan itu! " lanjutnya menarik tali busurnya hingga setelahnya keluar anak panah yang siap di lepaskan.

Wush! Blaaaar!

Naruto Cloning yang merasakan serangan dari atas melompat mundur dan benar saja dua semburan Api tengah mengarah ke arahnya dan untungnya dia sempat menghindar.

' Hehh~ sepertinya akan merepotkan saja ' batin Naruto Cloning.

.

Bruuuuummm~

" apa mereka masih mengejar " gumam Akame berharap mereka tidak di kejar, saat ini mereka telah memasuki Terowongan dan menyalip kendaraan-kendaraan lain yang ada di depan mereka

Twung! Twung!

Ting! Ting!

Naruto yang mendengar sebuah tanda dari jamnya melirik jamnya hingga dia melihat tiga hologram di mana Hologram pertama memperlihatkan layar sonar di mana di titik mereka terdapat tiga titik merah tengah mengejar mereka.

Lalu di Hologram dua, memperlihatkan CCTV pertama di mana saat akan masuk menuju terowongan memperlihatkan Tiga Pasukan Black Army memasuki terowongan dengan menunggangi naga mereka tidak memedulikan mereka telah merusak lalu lintas.

Di hologram Tiga, terlihat data jarak para Black Army yang tengah mengejar mereka, Naruto yang melihat itu mendecih " Eh! Bagaimana kau bisa mendapatkan sistem CCTV di tempat ini?! " kejut Akame yang sempat melihat layar hologram pertama

" Itu karena aku mengaktifkan Blockade Operation Sytem Barier, dengan sistem itu aku bisa mengambil operasi sistem yang ada dalam barier dalam lingkup 100 Meter, dengan begitu aku bisa mengetahui apa yang terjadi di sekitar " jawab Naruto lalu mengetik-ngetik hologramnya dan menekan kode-kode yang dia tahu.

Twung!

Ketiga Hologram tadi'pun mengecil lalu memperlihatkan sebuah dinding dengan Nomor 06, Naruto yang melihatnya kembali mengetik kode-kodenya, hingga Jamnya kembali berbunyi.

[" Secret Wall Open "]

Drrrrrtt~

Dinding Nomor 06 itupun terbelah ke atas hingga memperlihatkan jalan rahasia sebesar 50 meter, Naruto yang melihat itu menyeringai " Akame, bersiaplah. Kita akan bertarung " ujar Naruto lalu masuk ke jalur rahasia itu.

Wush! Wush!

Brak! Brak!

Sementara itu tiga Black Army yang terbang di terowongan melanjutkan terbang mereka hingga membuat kendaraan-kendaraan di sana berhenti mendadak, bahkan tak banyak beberapa mobil hancur karena mereka.

Namun mereka seketika berhenti begitu melihat Naruto dan Akame telah berada di depan mereka dengan santai kecuali Akame yang tampak gugup.

" Seperti yang di duga Danzo-sama, kau rupanya berkhianat Akame " gumam sang pemimpin Black Army bertopeng Singa, Akame yang mendengar itu terkejut, memang benar dirinya tak pernah berkumpul lagi dengan Black Army tapi apa sebegitu ketahuannya dirinya dengan mudah.

" Memang kenapa? Aku memiliki hak untuk menentukan hidupku, itu bukan urusanmu " balas Akame bersuara datar, sang pemimpin yang mendengar itu mendengus.

" Apa sebegitu mudahnya kau berubah hingga berkhianat pada Danzo-sama? Padahal kau adalah orang kesayangannya? " ucapnya membuat tangan Akame terkepal erat.

" Kesayangan? Apa ada seseorang yang mengurung orang kesayangannya selama 10 tahun dalam kegelapan?! " balas Akame berteriak marah " Kau pikir, apakah seorang ayah harus mengurung anaknya agar tidak melihat dunia yang di inginkan sang anak?! Jangan bercanda?! " lanjut Akame.

" Akame, kau seharusnya tahu tujuan dari pasukkan kita, itu sudah membuktikan bahwa memang harus begitulah diri kita " ucap anggota black army bertopeng kucing membuat mata Akame semakin menatap intens mereka.

" Tujuan?! Jangan bercanda?! Kau pikir aku mau menjalankan tujuan brengseknya itu?! Menghancurkan Konoha, Membunuh Hokage, Kau pikir apa yang akan kita dapat setelahnya Hah!? " Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya dan mengepalkan tangannya erat.

' Jadi dugaanku benar ' batin Naruto mengeram murka.

" Akame, sepertinya kau terlalu banyak bicara, maka dari ini kami akan membunuhmu " ucap Black Army bertopeng Monyet menarik pedang khusus Black Army bernama Tanto. Naruto yang melihat itu bersiap mengeluarkan senjatanya namun di tahan oleh Akame.

" Naruto-san, biar aku yang mengatasi mereka, selain aku.. hanya aku yang mengetahui kemampuan mereka, biar aku atasi mereka dengan Blendingrott " ucap Akame menarik katana miliknya hingga mengeluarkan aura hitam kemerahan.

" Maa~ Itu terserahmu saja, tapi jika kau tersudut aku tak segan-segan untuk maju " balas Naruto melanjutkan Kegiatannya yaitu mengeluarkan senjatanya.

[" weapon Midrocremon Activity, Out! "]

" Baiklah kalau begitu aku maju! " ucap Akame berlari menuju tiga Black Army di depannya, ketiga Black Army yang melihat itu langsung mengendalikan naga mereka untuk menyemburkan api mereka ke arah Akame.

Sriiing! Bwush! Crash!

Akame yang melihat itu menebaskan pedangnya hingga membelah tiga semburan api yang ke arahnya dan bukan hanya itu, tiba-tiba ketiga kepala naga Black Army itu juga terbelah membuat tiga pasukan black army turun dari naga mereka dan bersiap bertarung.

" Mustahil pedang apa itu " batin Black Army bertopeng singa tidak percaya.

" Apapun itu aku tidak peduli, kita harus membunuhnya " balas Black Army bertopeng monyet membuat segel tangan lalu menghentakkannya ke tanah [" Dotokyudo Sregorillia! "] lanjutnya.

Brak! Brak! Booom!

Lalu dari tempat telapak tangan Black Army Monyet perlahan mengalami retak hingga hancur dan mulai bergerak ke arah Akame, Akame yang melihat itu langsung berlari berusaha mencapai tiga black army di depannya.

" Tak akan aku biarkan! " ujar Black Army bertopeng Singa [" Kato : Gourumoru Dama! "] lanjutnya sambil menyemburkn sebuah bola api besar sebesar terowongan ke arah Akame, Akame yang melihat itu tetap berlari hingga dirinya menghentikan langkahnya dengan mengesekkan kakinya.

[" Bloukula! "] ucap Akame lalu menebas pedangnya secara Vertikal hingga mengeluarkan sebuah gelombang sabit berwarna merah kehitaman.

Craaash!

Bola api itupun terbelah menjadi dua ketika saling berbenturan, namun gelombang Akame tetap melesat ke arah musuh begitu juga belahan api tadi.

Wush! Booooom!

Naruto dan tiga Black Army yang menjadi sasaran langsung menghindar membuat kedua serangan tersebut hanya mengenai mobil yang sudah di tinggalkan.

" Cih, aku tidak menyangka jika mereka bisa bertarung di sini " gumam Naruto sambil melirik ke belakang di mana ledakan terjadi ' Dan juga seharusnya mereka telah sampai di sini ' batin Naruto lalu kembali menatap pertarungan Akame.

Sret! Wush!

Akame yang melihat mereka berpencar mulai berlari kembali dan mengincar black Army yang bertopeng monyet, sementara yang di incar langsung menyiapkan tanto miliknya.

Swush! Trank! Wush! Crassh!

Akame yang sudah dekat langsung saja menebas pedangnya secara horisontal ke arah Black Army Monyet, namun sang Black Army Monyet dengan mudah menghindar dengan menundukkan badannya lalu membalas serangan Akame dengan mengarahkan pedangnya ke dada Akame.

Namun Akame langsung menepis Pedang tersebut dengan pedangnya dengan memutar tubuhnya dan dengan serangan cepat Akame langsung menebas pedangnya pada bagian kiri Black Army monyet.

" Arrrrrggghhhh! Ta-tanganku! " teriak Sang Black Army Monyet kesakita begitu seluruh bagian tangan kirinya telah putus akibat pedang Akame.

" Me! Bertahanlah! " teriak Black Army kucing membuat segel tangan [" Hyotobrekulla! "] lanjutnya hingga tiba-tiba suhu di terowongan turun drastis hingga membuat seluruh terowongan tiba-tiba membeku.

Teettt~ Teettt~

Shhhhhhssss~

" A-Apa?! " kejutnya ketika tiba-tiba sebuah alarm berbunyi dan mencairkan kembali es miliknya.

' Baka, terowongan ini di pasang sistem pemanas bernama Hots Barier maka dari itu es di sini di cairkan, bukan tanpa alasan mereka memasang ini karena jika banyak kecelakaan karena jalan licin akan sangat bahaya ' batin Naruto sambil menatap langit-langit terowongan yang perlahan mulai terkumpul uap.

" Oi! Akame, bersiaplah! Ini kesempatanmu! " teriak Naruto memberitahu

" Aku tahu " balas Akame menyiapkan pedangnya.

" Tak semudah itu! " ucap Black Army Singa merapal segel [" Raitoyuchibashi! "] lanjutnya lalu merentangkan tangan hingga dari tangannya keluar percikan-percikan petir.

' Petir ' batin Naruto menaikkan sebelah alisnya ' Jangan katakan ' batin Naruto langsung menoleh ke bawah dan benar saja dugaannya di bawahnya terdapat genangan air akibat melelehnya es yang di buat Black Army kucing

" Akame! Melompat dari sana! " teriak Naruto memutar Midrocremonnya, Akame yang mendengar itu melirik sekilas Naruto.

[" Dotorengakeheki! "] ucap Naruto menancapkan pedangnya hingga tiba-tiba jalan di bawah mereka perlahan retak dan hancur berkeping-keping.

Wush! Bziiiiiit!

Akame yang melihat itupun melompat berusaha menghindari serangan Naruto, sementara black army singa yang melihat hal itu langsung mengarahkan kedua tangannya ke arah Akame hingga percikan petir di tangannya melesat ke arah Akame.

" Akame! " teriak Naruto.

Wush! Bziiiiiit!

Akame yang tidak ingin terkena menjadikan pedangnya sebagai perantara petir tersebut hingga petir itu hanya mengenai pedang Akame.

' Bagus, kau cukup pintar Akame! ' batin Naruto tersenyum melihat apa yang di lakukan Akame.

Tap!

" Sebaiknya kau menyerah Akame! Kau tidak akan bisa menang melawan kami! " ucap Black Army singa kembali merapal segel.

" Kau pikir aku mau melakukan itu " balas Akame menebaskan pedangnya hingga membalikkan percikan petir di pedangnya ke musuhnya.

Wush!

Black Army singa yang kembali di serang melompat tinggi lalu mengambil nafas dalam-dalam [" Futorenkura! "] ucap Black Army singa menghembuskan sebuah peluru angin berukuran besar ke arah Akame.

Akame yang akan menghindar seketika terkejut karena tubuhnya telah terkunci oleh sebuah rantai, di liriknya siapa yang memiliki rantai tersebut dan dia melihat Black Army kucinglah yang mengikat tubuhnya.

Srrrringg! Bwuushh~

Melihat serangan tersebut akan mengenainya membuat Akame mengeram kesal namun hal tak terduga terjadi karena Naruto muncul dan membelah peluru angin tersebut.

" Naruto-san! " kejut Akame.

Swush! Trank!

Tak membalas ucapan Akame Naruto menebas rantai yang mengikat Akame hingga terputus, Tiga Black Army yang melihat itu mengeram.

" Akame, kau adalah orang kepercayaan Danzo-sama yang di percayakan untuk membunuhnya, kenapa kau membangkang! " geram Black Army Singa tak habis pikir.

" Karena dia adalah orang yang menyadarkanku, tidak ada gunanya aku bekerja bersamanya, setelah aku mati apakah dia peduli? Jangan bercanda, bahkan dia mengirim kalian untuk membunuhku, apa aku masih di sebut orang kepercayaan, Omong Kosong! " balas Akame berteriak marah

" Akame, kau seharusnya ingat bagaimana perlakuan Danzo-sama padamu, bahkan dirinya melatihmu terus menerus untuk menjadi kuat, kau seharusnya tidak melupakan hal itu " ujar Black Army singa

" Ya, aku memang di latih olehnya hingga seperti ini, tapi apa dia peduli dengan keinginanku?! Bahkan dia selalu mengurungku di markas hanya untuk berlatih, jangan bercanda! Apa itu di sebut kepedulian?! " balas Akame tak terima.

" Akame, ingatlah bagaimana awal Danzo-sama mengasuhmu, kau pasti ingat bagaimana waktu itu Danzo-sama memperlakukanmu bukan " Akame yang mendengar itu membatu " Dia sudah seperti ayah, kau seharusnya menyayangi, mengikuti apapun perkataannya seharusnya kau sadar bahwa cahayamu itu hanyalah ada pada Danzo-sama " ucap Black Army merapal segel kembali dan menghembuskan kembali peluru angin ke arah Naruto dan Akame.

Sring! Wush!

Namun hal tak terduga terjadi karena tiba-tiba Akame di tarik Oleh Black Army Kucing membuat Konsentrasi Naruto tak terkendali.

" Sial! " umpat Naruto menyilangkan tangannya.

Booomm!

Peluru angin itu'pun berhasil mengenai Naruto hingga membuat ledakan angin cukup keras di terowongan tersebut Akame yang melihat itu membatu.

" Na-Ruto-san " gumam Akame " M-mustahil.. "

" Huh! Akhirnya kita berhasil membunuhnya " dengus Black Army singa bangga, Akame yang mendengar itu menundukkan kepalanya,

Tangan Akame yang menggenggam pedangnya terkepal erat, dirinya tak senang, dirinya tak terima, Dirinya tak mau kehilangan cahaya yang telah menerangi jalannya, Dirinya tak mau kebahagiaan ini hilang

Dan siapapun yang berusaha melakukan hal tersebut maka...

.

.

Mereka harus mati...

.

Craaash!

Mata Black Army kucing seketika melebar begitu merasakan sebuah tusukan dari belakang tepat di dadanya, begitu juga Black Army Monyet dan Black Army Singa yang melihat keadaan teman mereka.

Terlihat saat ini Akame tengah menusuk dada Black Army Kucing hingga tembus dengan pedang miliknya, Akame yang menundukkan wajahnya mengangkat sedikit wajahnya hingga memperlihatkan mata merah dengan pupil vertikal dengan pandangan yang sangat dingin.

Deg!

Brrrraassstt!

Tiba-tiba tubuh Black Army kucing tersentak dan mengembung seperti balon di susul hingga tubuh tersebut hancur berkeping-keping hingga memuncratkan darah kemana-mana.

" Kalian... Tak akan pernah aku ampuni " ucap Akame dingin lalu mengacungkan pedangnya ke arah Black Army monyet.

Deg!

Tubuh Black Army monyet seketika tersentak dan bergetar dengan hebat, sementara sang pemilik tubuh tengah ketakutan karena apa yang akan di lakukan Akame akan merengut nyawanya.

Twung!

Bhhht~ Braaasstth!

Dengan mengeratkan genggamannya pada pedangnya hingga mengeluarkan aura pekat yang menakutkan tiba-tiba, tubuh itupun mengalami hal yang sama seperti Black Army Kucing hingga membuat terowongan tersebut di penuhi bercak darah.

' Mu-Mustahil, teknik macam apa yang dia gunakan ' batin Black Army Singa ketakutan.

" Kau takut? "

Deg!

Tubuh Black Army Singa seketika tersentak mendengar suara Akame dari belakang bahkan tubuhnya terasa mati rasa untuk berpindah, diliriknya ke dadanya dan matanya seketika melebar karena pedang Akame telah menusuk dadanya " Jangan Khawatir, aku... " gantung Akame mengalungkan sebelah tangannya di leber Black Army singa lalu menariknya dengan paksa hingga tubuh itu melengkung.

" Akan membuat kematian yang sangat indah untukmu " lanjut Akame menyeringai sadis [" Renderott "] bisik Akame.

Jrak! Jrak! Syuuutt~

Perlahan setiap inci tubuh Black Army Singa bergetar hebat hingga menyusut tak tersisa dan masuk ke dalam pedang Akame bagaikan pedang tersebut menyerap energi kehidupannya.

Brak! Brak!

Pandangan Akame teralih ketika mendengar sebuah langkah laki besar dan dia melihat dari balik kobaran Api yang dari tadi tidak padam akibat meledaknya dua Mobil di sana, 10 pasukan Black Army bantuan telah tiba di sana.

" Pasukan... Bantuan ya " gumam Akame " H-Ha-haha-hahahahahaha! " seketika Akame tertawa dengan kerasnya lalu menatap para pasukan Black Army dengan tatapan nafsu membunuh.

" Ayo! Majulah kalian! " teriak Akame berlari ke arah Para Pasukan Black Army.

Wuuushh~

Para Black Army yang melihat itu memerintahkan naga mereka menyemburkan api mereka hingga memenuhi Terowongan, Akame yang melihat terangnya Api menyipitkan matanya hingga setelahnya...

Hanya kegelapanlah yang dia lihat.

Craaaaaashhh!

.

.

.

" E-Engghh~ " di suatu tempat terdengar lenguhan seorang perempuan yang sepertinya baru bangun dari tidurnya, yang dia lihat paling awal adalah sosok pemuda berambut pirang jambrik dengan beberapa helai melewati hidungnya tengah menatapnya dengan mata birunya yang indah.

" Akhirnya Kau sadar Akame " perempuan bernama Akame yang telah mendapatkan kesadarannya melebarkan matanya lalu bangun dari posisinya yang berbaring di paha Naruto.

" Ka-Kau... Naruto-san " gumam Akame tergagap ketika melihat Naruto tengah di depannya.

" Kenapa? Aku memang Naruto? Apa aku tampak seperti hantu? " tanya Naruto menatap aneh Akame.

Grep!

Bukan jawaban yang di dapat Naruto melainkan sebuah pelukan yang erat dari Akame, Naruto yang melihat tindakan Akame sedikit terkejut karena Akame memeluknya.

" O-Oi, ada apa? Kenapa kau.. "

" Yokatta... " Naruto yang mendengar suara lirih Akame menghentikan perkataannya, dirinya juga bisa merasakan tubuh Akame bergetar dan juga baju kaos putihnya yang juga mulai basah.

" Yokatta... Yokatta... " ucap Akame terus dengan suara lirih, Naruto yang akhirnya tahu penyebabnya menangis hanya menghela nafasnya lalu mengelus rambut Akame.

" Daijoubu, aku baik-baik saja " ucap Naruto di sertai senyum tipisnya.

" Ta-Tapi, ba-bagaimana mungkin... Kau tadi terkena serangannya bukan? " tanya Akame sambil melepaskan pelukannya lalu menatap Naruto.

" Kau pikir aku mudah mati hanya karena serangan itu, yah~ aku memang terkena serangannya tadi hingga kau lihat keadaanku seperti ini, tapi aku masih bisa selamat karena serangan tadi bisa aku tahan " jawab Naruto sambil memperlihatkan keadaannya yang sedikit berantakan.

" So-Souka... Ja-jadi kau melihat semuanya ya berarti... " gumam Akame mengalihkan pandangannya ke arah pedangnya.

" Hahh~ aku memang melihatnya tapi untungnya aku sempat menyelamatkanmu sebelum melakukan sesuatu yang lebih buruk... Apalagi, mereka juga telah di atasi oleh devinisi patrol Dragon Army, untungnya juga kelompokku datang membantu " jawab Naruto menyandarkan tubuhnya sambil menatap matahari terbenam.

Akame yang mendengar itu sedikit tersentak bahwa dirinya diselamatkan oleh pemuda di sampingnya, ini sudah kedua kalinya pemuda tersebut menyelamatkannya.. Tidak, bahkan sampai tidak terhitung baginya.

" Arigato... Naruto-san " ucap Akame memberikan senyum tulus pada Naruto, Naruto yang melihat wajah Akame sedikit memerah lalu mengalihkan pandangannya.

" A-Ah, Doushimasite " gagap Naruto " Ne Akame... " panggil Naruto membuat Akame menatapnya.

" Dengar, aku ingin mengatakanhhmph.. " ucapan Naruto seketika terhenti begitu bibir Akame berhasil mengunci bibirnya.

Naruto yang melihat tindakan Akame terkejut setengah mati karena Akame tengah menciumnya, saat akan melepaskan ciuman Akame, bukannya lepas Akame semakin memperdalam ciumannya pada Naruto.

Ingin lebih, Akame'pun mulai mendorong Naruto hingga Naruto berbaring dan mulai mengunci tangan Naruto, Naruto yang dibegitukan semakin panik karena tubuhnya di kunci oleh Akame

" Fuahh~ " desah mereka begitu ciuman mereka terlepas, terlihat benang Saliva menjembatani bibir mereka karena ciuman mereka, Naruto yang terengah-engah ingin bertanya, namun Akame telah menindih tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Naruto.

" Arigato, Naruto-kun... Daisuki " Naruto yang mendengar bisikkan Akame melebarkan matanya " Ak-Akame... A-aku.. "

" Tidak perlu di jawab Naruto-kun " Potong Akame lalu mengangkat sedikit tubuhnya dan menatap wajah Naruto " Aku sudah mendengar semua kisahmu dari Asia-san, aku tidak butuh jawabanmu sekarang, aku akan selalu menunggu hingga kau bisa menerimaku " lanjut Akame memeluk tubuh Naruto dengan erat.

Naruto yang mendengar itu tersentak sesaat sebelum membalas pelukan Akame lalu mengubah posisi mereka menjadi duduk.

" Arigato Akame " tanpa di sadari mereka, terdapat kelompok Naruto yang tak jauh dari mereka yang melihat kejadian itu. Tampak wajah mereka memerah karena kejadian itu.

" Ah! Benar juga! " ucap Akame melepaskan pelukannya lalu berdiri sambil mengulurkan tangannya ke arah Naruto " Bagaimana kalau kita melanjutkan jalan-jalan kita " ajak Akame membuat Naruto membatu

" Matte! " sebelum Naruto menerima uluran tangan Akame, Sebuah suara teriakan menghentikan gerakannya apa lagi Naruto mengenal suara itu " Kami juga akan ikut! " teriak Asia berlari cepat ke arah Naruto bersama yang lain, Naruto yang melihat itu memucat.

Play End Sound

Wush! Grep!

" O-Oi! Berhenti! " teriak Naruto melihat mereka lari ke arahnya dan siap menerjangnya, namun sayang dirinya terlambat karena mereka telah menerjangnya dan memeluknya dengan sangat erat.

" Are? Kalian? " gumam Akame dengan polosnya.

" Apa maksudmu ini Akame-san!? Kenapa kau mencium Nii-san tadi hah? " tanya Asia sambil mengeratkan pelukannya pada leher Naruto.

" O-oi! A-aku tidak bisa bernafas! "

" Memang kenapa? Bukankah jika seseorang menyatakan perasaannya harus berciuman? " tanya Akame dengan polosnya

" Me-Memang benar, ta-tapi tak perlu mencium Naruto-san juga!? " balas Tohka setengah berteriak membuat semua menolehnya.

" Are? Bukannya Kau tidak menyukai Danchou? " pertanyaan Julis sukses membuat Tohka gelagapan.

" Bu-bukan?! Ma-maksudku... E-Etto.. Pokoknya bukan begitu maksudku!? " ucap Tohka gelagapan tanpa sadar dirinya hampir mematahkan tangan Naruto.

" Oi! Sakit-sakit Tanganku! "

" Hmm~ apa kalian juga memiliki perasaan pada Naruto-kun? " pertanyaan Akame sukses membuat wajah mereka memerah dan mengalihkan pandangannya " Ya, jika kalian tidak menjawab tidak apa, yang terpenting sepertinya Naruto-kun akan menjadi milikku " lanjut Akame membuat mereka mendelik ke arahnya.

" Jangan harap! Danchou hanya boleh menjadi milikku! " ucap Claudia mengeratkan pelukannya.

" Apa kau bilang?! Jangan mimpi?! " balas Julis mendelik ke arah Claduia

' Hahh~ kenapa nasibku sial sekali... ' batin Naruto menghela nafas pasrah, lalu menatap matahari terbenam membiarkan tubuhnya menjadi sasaran sengsara para perempuan di sekitarnya.

" Saat matahari terbenam, di tempat ini.. Aku berjanji, pasti akan menemuimu kembali " Naruto yang seperti mendengar suara bak malaikat membatu di tempat membiarkan hembusan angin menerpanya dan tanpa di sadari siapapun tepat di sebelah kiri atas dahi Naruto terdapat luka kecil berupa goresan horizontal yang tertutupi rambutnya.

.

Other Side

.

Sementara itu di suatu tempat terlihat sosok perempuan berambut kuning panjang tengah berdiri di atas batu menatap matahari terbenam di laut penuh dengan kerang. Di tangannya terdapat sebuah kalung dengan isian sebuah serpihan kayu berisikan tulisan 'N'

' Tunggulah sebentar Lagi, Naruto-kun '

.

TBC

.

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

" Are? Kenapa harus Aku?

" Aku tolong hanya devinisi Inti saja yang tetap di sini "

" Ini akan sangat berguna "

" Baka! Kau benar-benar Baka! "

" Apa yang kau bicarakan? "

" Aishiteru Naruto-kun "

Chapter 13 : Dragons Champions Arc I : Devinisi Intel dan Ingatan Masa Lalu yang terlupakan telah kembali.

.

Harap Di Baca

Note : Yo! Konbanwa Minna-san, bagaimana kabar kalian? Pada sehat saja bukan? Bagaimana kabar puasanya? Penuh puasanya?

Ah~ kita kesampingkan hal itu dulu, ngomong-ngomong bagaimana cerita kali ini? Kali ini ada beberapa humor saja beserta adegan yang sedikit seru beserta sedikit fightnya.

Sepertinya akan ada tambahan Pair lagi untuk Naruto, tapi tidak akan melewati batas seperti The Protector, dan di Ch berikutnya adalah pair alpha kedua setelah Hinata, ada yang bisa menebak siapa?

Lalu mengenai Voting untuk sementara

.

. Kuroyukihime : 2

. Shiba Miyuki : 0

. Shion : 5

. Nii Yugito : 0

. Issei Hyoudo : 2

. Itachi Uchiha : 1

. Sirzech Gremory : 2

. Hyoudo Azazel : 1

. Michael : 0

. Raizer Phenex : 3

. Black Army : 0

. Bee : 0

. Rock lee : I

.

Untuk kali ini Shion Memimpin di susul oleh Raiser lalu Kuroyukihime, Issei Hyoudo dan Sirzech Gremory. Voting masih terbuka hingga chapter berikutnya di update, lalu untuk Review sekarang.

. Uzuto870 : Saran untuk tambahan kekuatan Naruto pada jamnya seperti apa? Lalu untuk Kurama memang benar akan jadi Partnernya tapi masih lama.

. Ocan D Law : Terima kasih atas Votingnya.

. Christian : Terima kasih atas Votingnya.

. Darkness Light Emperor : Terima kasih untuk votingnya.

. Naruto No Ramen : Kemungkinan di Chapter 16/17 mereka muncul.

. Fahzi Luchifer : Thaks untuk votingnya.

. Ruslipenjaga772 : Sepertinya tidak, karena telah di tetapkan

. Loli Hunter 69 : Terima kasih telah mengingatkan dan juga Nama Facebook saya telah saya ganti menjadi Shiota Dwipayana.

. The King : Ada batasnya kok hal itu, memang yang mereka lihat bisa menguntungkan mereka, tapi jika saat kekuatan Naruto bangkit perbedaan mereka perkirakan sangat jauh.

. Portgas D. Kimi : Terima kasih untuk votingnya.

. Kazeryu : Itu masih lama karena Naruto tetap menetapkan tekadnya pada Kurama dan kemungkinan akan masih lama untuk mereka menjadi partner.

. Davit : Thaks untuk votingnya.

. Guest : -_-III greget pisan mas.

. Grand560 : Thaks untuk voting dan sarannya.

. Neko Twins Kagamine : Thaks untuk votingnya.

. Yogi : Thaks untuk votingnya.

. Rudinixel007 : Ni Kami atau Ne Kami? Saya seingatnya gak pernah buat fic Ne Kami, lalu untuk Two Brother itu memang Discontinue saya karena banyak yang gak suka.

. DAMARWULAN : Mereka masih rahasia, hubungan mereka sangat dekat.

.

Yap itu saja dari saya, dan juga saya berikan Spoiler cerita baru.

" Naruto! Kenapa!... Kenapa kau seperti ini! "

" Apa urusanmu! Kau tahu apa tentang kehidupanku! "

" Aku... Aku... Sungguh orang yang tidak berguna!? "

" Ne~ Naruto-kun, game apa ini? "

" kumohon... Tetaplah bersamaku "

" aku... Akan selalu... Mencintaimu "

In Coming, Fic Selalu mencintaimu

Lalu spoiler cerita kedua

" Di-Dimana Aku? "

" Apa... Aku bereinkarnasi? "

" Uwoohh~ Sugoii, dunia masa depan "

" Ah~ Gomen, aku tidak memiliki niatan akan hal itu "

" Hehehe... Aku tidak semudah itu menyerah "

" Namaku Naruto, Namikaze Naruto! Aku akan membuat perdamaian di dunia ini! "

" Bagaimana kau akan membuat hal itu? "

" Aku membutuhkan kekuatan, teman dan semangat untuk melakukan hal itu! "

[" Apa yang kau lakukan di sini? "]

" Aku ingin kau melatihku! "

" Kami! Tidak semudah itu menyerah! "

[" Ultimate Element Style : Foxs Dragons Blash! "]

In Coming, Fic Naruto : The Magical Battle

Lalu Fic terakhir

" Naruto-kun... Aku... Akan membalaskan kematianmu "

" Gomen, apapun akan aku lakukan untuk menghidupkan kembali Naru-kun "

" Nee-sama! Aku akan membantumu! "

" Apakah ini kekuatan Uchiha Sasuke? Lemah sekali? "

" Di-Dimana ini? "

" Bersabarlah Naru-kun, setelah semua ini selesai, kau bisa hidup sepenuhnya "

" Bukan hanya aku yang membalaskan kematianmu... Tapi beberapa orang yang kau kenal "

" Hahahahahaha! Sugoii.. Sugoiii! Ini sungguh nikmat sekali! "

" Bunuh... Bunuh... Bunuh semuanya! "

" ahh~ Sayang sekali... Suamimu telah mati "

" Hi-Hinata... Ke-kenapa... "

" Ini untuk perbuatan kalian pada Naru-kun "

" Sayonara... Minna "

In Coming, Fic The Bloods Lands

Yap, itulah cerita-cerita yang akan datang kedepannya, dan saya juga ingin bertanya yang mana dulu di publish di antara Tiga Fic ini. Baiklah, kalau begitu saya Dedek Undur diri, Jaa Na.