" Are? Kalian? " gumam Akame dengan polosnya.

" Apa maksudmu ini Akame-san!? Kenapa kau mencium Nii-san tadi hah? " tanya Asia sambil mengeratkan pelukannya pada leher Naruto.

" O-oi! A-aku tidak bisa bernafas! "

" Memang kenapa? Bukankah jika seseorang menyatakan perasaannya harus berciuman? " tanya Akame dengan polosnya

" Me-Memang benar, ta-tapi tak perlu mencium Naruto-san juga!? " balas Tohka setengah berteriak membuat semua menolehnya.

" Are? Bukannya Kau tidak menyukai Danchou? " pertanyaan Julis sukses membuat Tohka gelagapan.

" Bu-bukan?! Ma-maksudku... E-Etto.. Pokoknya bukan begitu maksudku!? " ucap Tohka gelagapan tanpa sadar dirinya hampir mematahkan tangan Naruto.

" Oi! Sakit-sakit Tanganku! "

" Hmm~ apa kalian juga memiliki perasaan pada Naruto-kun? " pertanyaan Akame sukses membuat wajah mereka memerah dan mengalihkan pandangannya " Ya, jika kalian tidak menjawab tidak apa, yang terpenting sepertinya Naruto-kun akan menjadi milikku " lanjut Akame membuat mereka mendelik ke arahnya.

" Jangan harap! Danchou hanya boleh menjadi milikku! " ucap Claudia mengeratkan pelukannya.

" Apa kau bilang?! Jangan mimpi?! " balas Julis mendelik ke arah Claduia

' Hahh~ kenapa nasibku sial sekali... ' batin Naruto menghela nafas pasrah, lalu menatap matahari terbenam membiarkan tubuhnya menjadi sasaran sengsara para perempuan di sekitarnya.

" Saat matahari terbenam, di tempat ini.. Aku berjanji, pasti akan menemuimu kembali " Naruto yang seperti mendengar suara bak malaikat membatu di tempat membiarkan hembusan angin menerpanya dan tanpa di sadari siapapun tepat di sebelah kiri atas dahi Naruto terdapat luka kecil berupa goresan horizontal yang tertutupi rambutnya.

.

Other Side

.

Sementara itu di suatu tempat terlihat sosok perempuan berambut kuning panjang tengah berdiri di atas batu menatap matahari terbenam di laut penuh dengan kerang. Di tangannya terdapat sebuah kalung dengan isian sebuah serpihan kayu berisikan tulisan 'N'

' Tunggulah sebentar Lagi, Naruto-kun '

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka ) #mungkin ada tambahan

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu

.

Fix Sound First

( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )

Fix Sound Second

( Lalu muncul judul cerita ini )

Fix Sound Three

( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )

anata wa sugu ni anata o

( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )

tada no mono da to sagesumu

( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke belakang )

watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa

( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )

guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )

anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita

( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )

masshiro na yume o atsume ni yukou

( kamera kembali di ganti dengan Naruto yang tengah berada di atas Naga Saya dengan Saya yang mengendalikan Naganya tengah membidik dengan senjata panah dan melepaskan panahnya )

bouken ga iro o tsumuideiku yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan sebuah tempat yang luas dengan memperlihatkan pertarungan Naruto beserta perempuan berambut pirang hingga pertarungan mereka berhenti dengan jarak mereka yang sangat dekat )

Majiwaru

( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )

Fumihazusu

( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )

kawaridasu mirai ga temaneiteru yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )

Noriokurenaide

( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )

tooku demo zutto soba ni iru

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berdampingan dengan Vali )

tsunagu kokoro zutto hanasanai

( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama ke layar dan menebas pedang mereka hingga membuat cahaya putih )

Fix End

( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )

.

Chapter 13 : Dragons Champions Arc I : Divisi Intel dan Ingatan masa lalu yang terlupakan telah kembali.

.

Minggu, 22 Oktober 2090

Street Tokyo

09.00 AM

.

" Hahhh~ Mendokusai, kenapa juga harus di hari minggu " di pagi yang cerah di hari minggu, terlihat di jalan raya jepang terdapat pemuda berambut kuning jambrik tengah menggerutu kesal karena waktunya di ganggu. Dirinya menatap ke atas tepat sebuah gedung besar hokage yang jaraknya beberapa meter lagi.

" Hahhh~ Ada apa sampai Jiji memanggilku ya " gumam pemuda itu menghela nafasnya melanjutkan perjalanannya menuju gedung hokage.

" Ah, Naruto-sama " Pemuda yang bernama Naruto tersebut mengangkat kepalanya ketika dia merasa di panggil dan dia bisa melihat seseorang berlari ke arahnya " Cepatlah Naruto-sama, Hokage-sama telah menunggumu " ucapnya pada Naruto membuat Naruto menghela nafasnya.

" Hah~ Iya-Iya aku sudah berusaha cepat " balas Naruto lalu mulai berlari ke arah gedung Hokage.

.

Gedung Hokage

.

Toktoktok!

" Masuk! "

Di sebuah ruangan terlihat beberapa orang tengah berdiri di ruangan itu sambil menghadap ke arah Pintu, sementara di Pintu terlihat Naruto tengah berlutut dengan nafas terengah-engah.

" Are? Apa kau tidak salah memanggil orang Hokage-sama? " Naruto yang mendengar suara itu mengangkat kepalanya dan matanya seketika melebar ketika melihat siapa saja di depannya.

" Kalian? " kejut Naruto menunjuk beberapa orang di depannya " Kau pasti mengenal mereka Naruto-kun, mereka adalah para gurumu " ucapan Hiruzen membuat Naruto menatap lekat semua gurunya yang berdiri gagah dengan pakaian yang Naruto tahu dirinya menatap Hiruzen dengan lekat.

" Kenapa mereka memakai Pakaian Divisi Intel Dragons Konoha? " tanya Naruto dan mendapat kekehan dari Hiruzen " Karena mereka adalah bagian dari Divisi tersebut " Naruto yang mendengar itu menganga

" Kau pasti bercanda bukan Jiji?! Guru mesum dan pemalas itu adalah bagian Divisi Intel? " Kakashi yang tahu dirinya dibicarakan mendelik ke arah Naruto " Hey, Apa maksudmu itu, Naruto?! " tanya Kakashi menatap tajam Naruto.

" Sudah jelas bukan? Kau kira siapa guru yang sering terlambat dan sering membaca buku mesum buatan Jiraiya-Ero-No Hentai-Jiji " balas Naruto santai, Semua di sana menahan tawa mereka karena mereka belum pernah melihat Kakashi yang terkenal – bagi mereka – di ejek oleh orang yang lebih muda darinya.

" Selain itu, Di sini Ada Asuma-sensei, Kurenai-sensei, Guy-sensei, Yamato-sensei, Ibiki-sensei, Anko-sensei, Iruka-sensei, Izumo dan Kotetsu, aku tidak percaya kalian rupanya masuk Intel Dragons Konoha juga " gumam Naruto menatap satu-persatu gurunya.

" Tentu saja, selain menjadi guru kami juga bertugas menjadi Divisi Intel karena setelah kalian lulus, kalian akan mendapatkan misi dan membentuk Tim, dan salah satu tim tersebut akan di dampingi salah satu dari kami " Naruto yang mendengar itu menaikkan alisnya bingung.

" Aku tidak begitu mengerti, tapi intinya saja sudah bisa aku tangkap. Selain itu Kenapa Jiji memanggilku? " balas Naruto lalu menatap Hiruzen yang tersenyum ke arahnya " Kau aku panggil karena ini mengenai pembicaraanmu mengenai Tsunade mengenai 'bencana'. Aku harap kau mengerti kode itu "

Naruto menekuk alisnya berpikir keras, Bencana? " Ahh~ Yang itu. Ada apa dengan hal itu? " tanya Naruto lagi.

" Sebelum itu, Aku ucapkan selamat padamu Naruto-kun, Mulai sekarang kau akan menjadi Ketua Divisi Intel dan memimpin Divisi Intel sepenuhnya " ucap Hiruzen menghirup cerutunya lalu menghembuskannya dan tersenyum ke arah Naruto.

.

.

.

" ?! "

" EHHHHHH?! " kejut semua guru di sana kecuali Naruto yang berdiri santai tanpa rasa terkejut.

" Tapi kenapa Hokage-sama? " tanya salah satu Divisi Intel ingin tahu, Hiruzen menghela nafasnya lalu menatap Naruto yang berdiri santai " Kalian akan tahu kenapa aku menunjuknya sebagai ketua "

" Are? Kenapa harus Aku? " tanya Naruto menunjuk dirinya sendiri " Karena hanya kau sajalah yang mengetahui sebagian kecil rencana dari 'bencana' ini dan aku yakin kau pasti telah membuat sesuatu untuk berjaga-jaga, Selain itu aku juga telah memanggilkan anggotamu yaitu Sayuri, Falbium dan Ajuka ke sini " balas Hiruzen membuat Naruto menghela nafasnya.

" Kalau begitu, boleh aku meminta seluruh inti Divisi di sini, sementara yang lainnya keluar? Aku tidak ingin ini terbongkar " pinta Naruto menatap seluruh orang Divisi Intel, Hiruzen yang mengerti mulai memerintah " Aku tolong hanya Divisi Inti saja yang tetap di sini " perintah Hiruzen langsung di turuti meninggalkan bagian inti yang rupanya gurunya membuat Naruto menaikkan alisnya.

" Jadi bukan hanya masuk Divisi Intel tapi Masuk intinya juga ya? " gumam Naruto mulai mengetik Hologram di jamnya namun gerakannya terhenti ketika mendengar suara keributan akibat debat dan Naruto kenal akan dua suara debat itu.

Sreet!

" Sudah aku katakan! Ini lebih bagus Kenapa kau memilih bahan yang lemah! "

" Urusai! Walaupun lemah aku memiliki bahan kuat lainnya yang dapat membantu! " setelah itu pintu Hokage itupun terbuka memperlihatkan Falbium dan Ajuka yang berdebat, sementara Sayuri di belakang mereka dengan penutup telinganya, Walaupun telah sampai di tempat Hokage mereka masih berdebat dan tak sadar Jika Naruto di samping mereka.

" Ajuka... Falbium... " kedua orang itu bagaikan mendengar nada Maut terdiam dengan tubuh bergetar dan langsung berdiri tegak tanpa ada suara, Naruto yang melihat itu menghela nafasnya dan memijit keningnya.

" Jika kalian masih berdebat jangan salahkan aku memecahkan kepala Kalian ke lantai " ancam Naruto membuat wajah mereka pucat " Selain itu... " jeda Naruto menatap Hiruzen memberikan Isyarat untuk membuat suara agar tidak keluar.

Hiruzen yang tahu membuat pelindung kekkai kedap suara, Naruto yang merasa sudah melirik Sayuri " Sayuri-chan, Bisa kau keluarkan bagian hologram Miniatur Konoha yang kemarin? " Sayuri yang walaupun menggunakan penutup telinga bisa mendengar dan menjalankan apa yang di katakan Naruto.

Sring! Sring!

Setelah mengetik hologram-hologram di alatnya Sayuri mengeluarkan gambaran desain Miniatur Konoha dalam bentuk bayangan hologram, Semua yang melihat itu terkagum.

Setelahnya keheningan terjadi, semua bingung seketika, kenapa semua diam? " Ano.. Jiji, bisa kau berikan mereka Clue? Agar aku bisa membuat rencana juga " ucap Naruto menyadarkan Hiruzen.

" A-Ah, Gomen. Kalian pasti sudah tahu mengenai The Nine Legend Dragons Bijuu, mereka saat ini telah berkumpul di konoha, tepatnya delapan dari mereka.

Dan juga lomba ini terdapat kelompok dari Lima negara besar, selain itu the Black Army yang masih mencurigakan, aku yakin kalian bisa menebak apa yang aku katakan " ucap Hiruzen memberikan Clue, sementara Naruto yang sudah tahu mengotak-atik hologram jamnya mencari sesuatu.

" Dengan kata lain, kemungkinan besar akan terjadi pertempuran di Konoha, dengan kata lainnya lagi, Kudeta Kota. Apa maksud Hokage-sama bahwa kemungkinan besar bahwa salah satu dari mereka berencana membuat hancur Konoha? " Ucap Kakashi mengambil kesimpulan, lalu bertanya kembali, Naruto yang tahu sudah saatnya dirinya mengambil jawaban angkat suara.

" Um, seperti itulah, Aku sempat berpikir begitu karena perasaanku mengatakan tidak enak dengan Black Army, selain itu pemimpin Black Army memiliki politik yang mengerikan yang dapat memicu peperangan, dan bukan hanya itu, perasaanku mengatakan akan ada 'Ular' Datang ke sini " Hiruzen yang mendengar itu tersentak ' Ular? ' batin Hiruzen.

" Ular? Apa maksudmu dengan itu?! " tanya Anko membentak Naruto " Bukan apa? Sudah aku katakan bahwa itu perasaanku saja. Selain itu jika Kota Konoha juga di serang aku sudah membuatkan alat-alatnya, aku telah berantisipasi sebelum Lomba ini di mulai.

Tapi, Aku harus memasang alat ini secara sembunyi-sembunyi agar tidak menimbulkan kecurigaan dan membuat musuh membuat strategi baru lagi " ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangannya, lalu tangan Naruto mulai memperbesar gambaran Miniatur Konoha.

" Aku sudah membaca setiap data dari The Nine Legend Dragons Bijuu dan juga aku telah meminta sampel darah mereka, dan aku berhasil membuat alat-alat yang bisa menahan serangan mereka.

Pertama Seekor Naga bernama Shukaku, Ichibi. Naga bertipe element pasir dan Fuin, dia bisa membuat Pasir semaunya dengan mengikiskan tanah menjadi hancur lebur menjadi partikel kecil, karena jarak Konoha dan Suna sangat dekat, Maka aku telah membuatkan alat berbasis element air untuk menahan pasir Shukaku, yaitu B.W, Barrier Water dengan alat berbentuk seperti tablet pil ini walau berbentuk besar alat ini akan membentuk barrier sesuai dengan lingkupnya. Contohnya alat ini kita tempelkan pada bangunan, maka bangunan itu saja yang akan di tutupi barrier Air, dan bukan hanya itu, Alat ini mampu menjaga ketahanan bangunan dari apapun.

Lalu Naga Kedua, Nekomata Blue Fire, Nibi. Naga berbentuk Api biru ini memiliki element berbasis Api dan Petir, aku juga sudah mengambil sempel darahnya dan membuatkan senjata untuk menahan Naga tersebut yaitu S.C.E, Super Canon Eletwind sebuah Canon berbasis gabungan element berdasarkan Angin dan Petir, dengan alat ini, Alat ini akan menembakkan kekuatan tak terlihat yang akan membuat lumpuh lawan begitu terkena, alat ini akan kita pasang di sisi Dinding Konoha.

Lalu Turtle River, Sanbi. Naga yang memiliki cangkang keras ini cukup sulit di kalahkan namun aku berhasil membuat alat yang bisa menahannya, yaitu C.T, Chains Thunder alat ini akan di pasang di setiap jalan, dan saat ada ancaman dengan sasaran para Dragons Bijuu maka alat ini akan aktif dan mengikat mereka

Lalu The Mongkey Lava, Yonbi. Karena dia Naga berbasis Lava, Aku sudah meminta bantuan dari salah satu Clan Mikoto dengan meminta sedikit sampel darahnya dan membuat alat temperatur kota bersuhu dingin, jika Yonbi menyerang dengan lavanya dan membuat panas berlebihan maka alat ini akan aktif dengan sendirinya.

Lalu The Horse Wheel, The Snail, The Seven Stars dan The Octorus, Gobi, Rokubi, Nanabi dan Hachibi. Ke empat Naga dengan element Uap, Asam, Cahaya dan Tinta, belum aku buatkan senjatanya karena aku belum terpikir harus menggunakan apa, Jika Uap dia kalah dengan apa, Jika Asam dia kalah dengan apa, Jika Cahaya dia kalah dengan apa, Jika Tinta dia kalah dengan apa, aku belum terpikirkan akan element yang bisa mengalahkan Empat Naga ini " jelas Naruto panjang lebar, semua terdiam mendengar itu.

' Sugoii, dalam umur segini dia telah membuat alat untuk mengalahkan para Dragons Bijuu jika terjadi sesuatu walaupun setengah dari Dragons Bijuu ' batin Semuanya menatap Naruto yang mengotak-atik hologram Miniatur yang telah di beri tanda mengenai persenjataannya.

" Naruto-san? Bagaimana jika kita mencari Sampel darah dari Kiiroi Senko? " semua yang mendengar usulan Sayuri panik seketika " Kiiroi Senko? " beo Naruto merasa tidak kenal.

" Ehem! Maa~ aku rasa tidak perlu, karena Kiiroi Senko telah meninggal lama sekali, bahkan kuburannya di rahasiakan dan di jaga ketat, jadi jangan terlalu berharap mendapatkannya " jawab Hiruzen sambil berdehem, tentu semua Divisi Intel yang merupakan bagian guru dari Akademi sudah tahu cerita tentang rahasia Namikaze, tentu mereka akan menjaganya karena untuk keselamatan Naruto.

" Mencurigakan sekali? " gumam Naruto menatap Intens semuanya yang tampak gugup " Maa~ Sudahlah lagi pula aku tak tertarik dengan hal itu jika aku tidak melihatnya secara langsung, selain itu Aku juga ingin meminta Jiji memasang ini di atas gedung ini, Ini adalah M.S.B, Multi Shield Barrier, dengan alat ini kota Konoha akan terlindungi dari luar, Alat ini membentuk banyak Kekkai dalam jarak 2 kilometer dan juga Kekkai ini bisa menembus tanah, dengan alat ini tak perlu ada yang di khawatirkan " lanjut Naruto memperlihatkan alat berbentuk Tongkat besar dan sedikit panjang.

" Maa~ Kami belum bisa menyetujuinya hingga Shikaku-san menyampaikan rencananya dan menilai bagaimana dengan rencanamu ini, tapi... Arigato telah membuatkan rencana dan alat-alat yang sudah matang " Naruto yang mendengar itu mengangguk singkat saja.

" Sayuri, Falbium dan Ajuka, kalian tetaplah di sini, Aku ingin kalian membantu mereka membuat rencana, jika rencanaku disetujui kalian jelaskan secara detail mengenai semuanya " perintah Naruto dan di balas anggukan oleh mereka

" Kalau begitu aku permisi Jiji, ada yang harus aku lakukan " pamit Naruto membungkukkan badannya lalu berjalan keluar. Setelah keluar, semua menatap tajam Sayuri yang masih berwajah polos.

" Apa? " tanyanya.

" Bukan Apa-Apa, kalau begitu, Ibiki panggilkan Shikaku kemari, kita akan melihat apakah dia setuju dengan rencana ini " balas Hiruzen menghirup cerutunya.

" Tapi, untuk bocah seumurannya dia memiliki bakat yang luar biasa Hokage-sama, bahkan aku tidak percaya dia bisa membuat alat yang bahkan bisa mengatasi setengah Dragons Bijuu " kagum Kurenai melihat rancangan milik Naruto.

" Tapi kita belum tahu, apakah alat ini akan bekerja " balas Anko mendengus " Etto.. Sebelumnya maaf saja, jika kalian ada yang merasa rencana ini tidak berhasil, tapi kami telah melakukan percobaan dengan mencoba pada salah satu Naga yang telah kami cangkokkan darah Dragons Bijuu dan alhasil Alat-Alat kami berfungsi dengan 75% " ucap Falbium menunjukkan apa yang dia katakan tadi membuat semua terkejut.

" Bagaimana jika kalian itu berbohong? " balas Anko menatap tak percaya apa yang di tunjukkan " Ya~ itu terserah kalian, jika tidak percaya ya sudah, lagi pula kami tak perlu repot-repot dengan begitu Alat buatan Naruto-san bisa kami simpan dalam 'Loker' " balas Ajuka tak peduli.

" Anko-san, Naruto bukanlah orang yang suka berbohong, kau seharusnya tahu sifatnya dia itu kan " nasehat Iruka, sementara Anko hanya mendengus saja " Aku tahu itu! "

" Rasanya iri sekali jika orang semuda Naruto-san menjadi Ketua Divisi Intel " gumam Izumo menatap langit-langit ruangan " Makanya belajar " balas Kotetsu mengejek.

.

.

Sementara itu di sisi Naruto, Saat Ini Naruto tengah duduk tenang di salah satu bangku dekat dengan mesin minuman, Naruto tengah memikirkan alat yang mampu mengalahkan Empat Dragons Bijuu lainnya, dan bukan hanya itu... Dirinya saat ini dilanda bingung karena dirinya di tunjuk Sebagai Ketua Divisi Intel.

Division Intel Dragons Wars, sebuah Divisi yang menjalankan misi-misi khusus lebih dari perang, bahkan misi-misi yang di jalan bisa lebih berat dan menjalankan petualangan berhari-hari. Naruto menghela nafasnya.

" Are? Danchou? " Naruto yang mengenal suara itu menoleh dan dia melihat Claudia yang tengah memakai Gaun Dress biru di balut jaket tebal karena cuaca yang dingin " Kenapa kau di sini? " tanya Claudia menatap ketuanya yang termenung sendiri.

" Ah, Claudia-chan, bisa kau temani aku sebentar? " Claudia yang di ajak oleh Naruto merona tipis dengan mata mengerjap pelan.

.

.

.

" Eh!? Kau di tunjuk sebagai Ketua Divisi Intel Dragons Wars?! " tanya Claudia sangat tidak percaya bahwa orang di sampingnya yang telah menjadi ketua kelompoknya menjadi ketua Divisi Intel yang terkenal.

" Maa~ begitulah, aku berencana menolak tapi aku di tunjuk oleh Hokage, Hahh~ Mendokusai, kenapa di antara jutaan orang hanya aku yang di tunjuk langsung " balas Naruto menghela nafasnya lalu menatap langit di atasnya.

" Bukankah itu bagus? " tanya Claudia bingung karena ketuanya tampak tidak bersemangat begitu di tunjuk " Memang itu bagus, tapi pernahkah kau membayangkan akan betapa sibuknya aku nanti? " balas Naruto melipat tangannya di belakang kepala.

" Maa~ aku pikir itu benar juga " gumam Claudia tersenyum kikuk " Oh ya, sedang apa kau tadi? Dan dari mana kau? " tanya Naruto melirik Claudia yang berjalan di sampingnya.

" Um? Aku? Aku tidak dari manapun, aku baru saja mau ke tempat Danchou untuk berlatih bersama yang lain untuk lomba berikutnya " Naruto yang mendengar itu menatap kembali langit di atasnya.

" Kalau begitu ayo kita kembali, tapi untuk kali ini kita tahan dulu latihannya, aku mau membuat sesuatu untuk memperlancar pelatihan kita " Ajak Naruto mulai melangkahkan kakinya menuju tempatnya di ikuti Claudia di sampingnya.

.

.

Hokage Room

.

" I-Ini?! " gumam Pria berambut seperti bentuk rambut nanas dengan tatapan terkejut melihat rancangan rencana Naruto, sementara yang sebagai inti yang telah mendengar dari Naruto langsung hanya diam menunggu hasil.

" Bagaimana Shikaku? " tanya Hiruzen pada Pria bernama Shikaku " Tak salah lagi, jika hal itu terjadi alat-alat ini dapat mengatasi hal tersebut dengan cukup mudah " gumam Shikaku membuat Hiruzen tersenyum tipis.

" Ini akan sangat berguna " gumam Hiruzen menatap rancangan Naruto yang telah sempurna tanpa di ketahui Naruto karena mereka telah membuat alat dengan bantuan tiga rekan Naruto yaitu dengan bantuan alat dari sampel Kiiroi Senko.

.

.

Skip Time

Rabu, 25 Oktober 2090

Other Place

.

Wush! Wush! Wush!

Di sebuah tempat yang luas terlihat di langit terdapat ribuan alat seperti drone terbang secara acak dengan di ikuti oleh sembilan naga beserta satu Skeatboard yang mengejar ribuan Drone tersebut.

" Baiklah dengar semua! Setelah hitungan ketiga aku akan melakukan mode otomatis pada mereka dan setelah itu kita lakukan latihan kita, Ingat anggap mereka sebagai naga dengan sasaran! "

" Di mengerti! "

Wush! Wush! Wush!

Dalam hitungan ketiga ribuan drone dengan sasaran di atas mereka memencar secara acak dan liar membuat kelompok tadi langsung berpencar.

" Yosh! Kita lihat bagaimana fungsinya saat ini " gumam Naruto mengeluarkan sebuah besi kecil lalu menyentakkan tangannya tersebut hingga mengeluarkan busur panah besar mekanik.

Dengan cepat Naruto mengeluarkan busur panah dan membidiknya pada salah satu Drone yang bergerak ke sana kemari membuat Naruto susah membidik.

Sreet!

Wush!

Naruto yang merasa tepat melepaskan panahnya namun hal tersebut pupus karena Drone tersebut langsung menghindar membuat Naruto mendecih.

" Sial, Aku tidak menyangka, Tiruan Naga Algonion sangat cepat sekali " gumam Naruto menyiapkan busur panahnya kembali

.

Flashback 3 hari sebelumnya.

.

" Eh? Naga Algonion? " gumam semua kecuali Naruto yang duduk di kursinya ketika mendengar penjelasan dari neneknya, neneknya berkata bahwa Naga yang akan mereka gunakan untuk lomba kedua adalah Naga Algonion, salah satu Naga Cretrugon dengan Element Angin, Algonion sendiri adalah Naga tercepat kedua di karenakan tiga pasang sayapnya yang besar membuat dorongan angin yang besar membuatnya semakin cepat.

Tubuh Naga Algonion hanya sebesar 200 meter dengan tubuh pendek. Memiliki duri-duri di setiap sisiknya. Naruto yang mengenal Naga itu menghela nafasnya.

" Jadi Naga Algonion... Ya " gumam Naruto berpikir " Nenek, Bisakah kau mengirimkan sampel darah naga itu? Aku ingin membuat alat yang setara dengannya? "

.

Flashback Off

.

Benar Tiga Hari sebelumnya Naruto dan yang lain telah membuat alat Drone dengan Sampel Darah Naga Algonion membuat Drone tersebut secepat naga tersebut, Sudah kemarin mereka mencobanya dan hasilnya mereka hanya bisa mengenai 16 Drone dengan masing-masing point 20 ( 3x ), 40 ( 5x ), 10 ( 6x ), 5 ( 3x ).

Naruto yang mengingat itu mendecih kesal, karena beberapa hari lagi lomba akan di mulai dan mereka belum bisa membuat rekor angka yang banyak.

Wush!

Tap!

Naruto mulai mendaratkan kakinya di atas pohon membiarkan Skeatboardnya melayang entah kemana, dirinya menatap kelompoknya yang terbang dengan naga mereka sesekali menembakkan senjata mereka ke sasaran yang ada, beberapa sasaran berhasil mengenai Skor tinggi karena Naruto telah meningkatkan daya senjata menjadi daya pencari.

Dalam senjata teamnya bukan hanya untuk mengenai sasaran tapi juga sekaligus menangkap sang sasaran dan memberinya tanda bahwa point telah di dapatkan. Naruto menatap tempat penghitung pointnya dimana perlahan point mereka mulai menambah hingga 400 lebih.

" Danchou, Jika begini terus kita bisa kalah, Apa yang harus kita lakukan? " Naruto yang mendengar itu berpikir sambil melirik seluruh Dronenya yang berpencar.

Wush!

Saat salah satu Drone akan lewat, tiba-tiba Drone itu berhenti ketika naga Kiba melewatinya hingga beberapa detik Drone itu kembali melaju.

' Itu dia!? ' batin Naruto mulai melompat hingga Skeatboardnya muncul di bawahnya dan mulai melesat kembali " baiklah dengar semua, Aku baru ingat jika Naga Algonion memiliki titik lemah, kita gunakan titik lemah itu! " ucap Naruto mempercepat lajunya dengan menyiapkan panahnya.

.

.

.

Skip Time

.

Setelah 2 jam berlatih, akhirnya kelompok Naruto menyempatkan Istirahat mereka dengan membakar ikan bakar yang mereka buru tadi di sungai yang dekat dengan mereka. Sementara para naga telah tertidur nyenyak setelah makan dan karena kelelahan.

" Hahh~ " Naruto menghela nafasnya lalu menatap seluruh Dronenya yang telah dioffkan " Sungguh merepotkan, walaupun telah menggunakan titik lemah mereka tapi tetap saja ada sasaran yang meleset dari point yang di incar. " gumam Naruto menyandarkan dirinya di bawah pohon.

" Tapi dengan begini bukankah semakin bagus? Kita bahkan bisa mendekati ribuan tadi? " tanya Julis bingung walaupun hampir mencapai ribuan tapi ketua mereka tampak tak puas " Aku tidak mempersalahkan hal itu, hanya saja ketepatan kita mencari sasaran saja yang belum berkembang " balas Naruto melirik ke berbagai tempat di mana terdapat kawah, anak-anak panah dan bekas ledakan api.

" Selain itu Kita hanya perlu mengembangkan hal itu dalam dua hari saja, jika sudah maka kita bisa sedikit tenang dan menunggu lombanya saja " ucap Naruto memejamkan matanya.

" Danchou, Apa kau mau? " tawar Kirin sambil mengambilkannya ikan yang sudah matang " Ah, Arigato Kirin-chan " terima Naruto lalu memakannya sambil menatap langit dimana dia bisa melihat naga-naga yang terbang dengan tenang tanpa ancaman.

" Hahh~ merasa tak ada yang di bicarakan membuatku terasa tak bersemangat " gumam Naruto menghela nafasnya membuat semua menatapnya " Contohnya? " tanya Tohka.

" Ya~ seperti musuhkah, Atau apalah yang menarik " balas Naruto menggigit ikan bakarnya " Kalau begitu, Siapa yang kau cintai dari semua di sini Danchou? " Semua hampir tersedak ketika pertanyaan itu meluncur mulus dari mulut Kiba yang tanpa dosa tersenyum.

" A-Apa yang kau bicarakan Barbie?! " tanya Naruto tergagap dengan semburat merahnya " Are? Bukankah itu menarik? Siapa yang kau sukai dari mere... "

Buaaagh!

" Jangan suka menyakiti Hati perempuan Kusoyaro! " teriak Naruto memukul Kiba hingga terpental menjadi bintang " Hah.. Hah.., Kuso-Barbie, Jika dia kembali awas saja " geram Naruto mengepalkan tangannya.

" Etto... Danchou " Naruto yang di panggil melirik kebelakang dan dia bisa melihat ekspresi murung dari anggotanya kecuali Tohka yang tampak diam tanpa ekspresi, Naruto yang tahu apa yang terjadi menghela nafasnya " Kalian tidak perlu bertanya, aku tidak bisa berbohong jika aku mempunyai rasa suka pada kalian, tapi... Aku butuh waktu untuk itu " balas Naruto mengalihkan pandangannya, para perempuan di sana merona tipis seketika Ketika Danchou yang mereka sukai juga memiliki perasaan.

" Permisi, Aku ingin menenangkan diri lebih dulu " ucap Naruto berjalan menjauh meninggalkan kelompoknya yang menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.

.

.

.

" Hahh~ aku harus bagaimana, karenanya aku membuat perasaan mereka tersakiti " gumam Naruto menyandarkan dirinya di pohon dengan wajah bersalah " Andai saja, perasaan itu tak pernah datang " gumam Naruto menyentuh dadanya.

" Lama tidak bertemu Naruto-kun " Naruto yang mendengar itu mengangkat kepalanya dan dia melihat sosok perempuan berambut kuning panjang sebokong dengan menggunakan dress putih selutut dengan pedang di pinggangnya.

" Siapa Kau? "

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

" Siapa kau? Kenapa kau tahu namaku? " tanya Naruto menatap intens perempuan di depannya " Hehh~ apa kau melupakanku? Maa~ hal itu sudah biasa karena kau memang pelupa " Naruto yang mendengar itu menyipitkan matanya.

" Kau ini siapa? Aku merasa tidak pernah bertemu denganmu " balas Naruto kembali bertanya, perempuan itu tampak menghela nafasnya " baiklah, mungkin dengan ini kau bisa mengingatku " balas sang perempuan menarik pedangnya lalu melesat ke arah Naruto tanpa peringatan.

St! Traank!

Naruto yang terlalu terkejut langsung menarik tongkat besi kecil di pinggangnya dan menahan pedang perempuan itu, perempuan berambut kuning yang melihat refleks Naruto tersenyum tipis.

" Tidak buruk Naruto-kun, sepertinya kau semakin berkembang dalam refleksmu " puji sang perempuan membuat Naruto menyipitkan matanya " Baiklah, sekarang kita lihat perkembangan seranganmu " ucap sang perempuan.

Wush! Duak!

Seketika Naruto terkejut begitu sang perempuan mengarahkan tendangan ke wajahnya, namun dengan refleks kembali Naruto berhasil menahannya dengan tangan kirinya.

' Kuso! Tendangannya luar biasa! ' batin Naruto meringis.

Wush! Blaaar!

Karena terlalu kuat Naruto'pun terpental dan menabrak pohon hingga tumbang, Sang perempuan yang melihat itu mendengus.

" Ayolah Naruto-kun, aku tahu kau itu kuat, bahkan kau mengikuti Dragons Champions dan menduduki peringkat dua di lomba Dragons Races " Ucap sang perempuan mengacungkan pedangnya, Naruto yang mendengar itu mulai berdiri dan mengeluarkan Midrocremon miliknya.

" Hmm~ sudah siap? " tanya sang perempuan bersiaga. Tanpa menjawab Naruto langsung melesat ke arah perempuan di depannya.

Trank!

Deg!

Baru saja Naruto membenturkan pedangnya ke pedang sang perempuan, Naruto tersentak ketika matanya seperti. Melihat bayangan masa lalu di mana sang perempuan dalam bentuk tubuh kecil.

Wush! Sret!

Trank!

Bayangan itu seketika memudar di gantikan dengan Perempuan di depannya yang kembali mengarahkan tendangan ke arahnya, tak mau dua kali.. Naruto menunduk dan menebaskan pedangnya ke atas dan berhasil di tahan oleh perempuan di depannya

Deg!

Bayangan masa lalu itu kembali muncul di mana dia bisa melihat bayangan perempuan kecil dengan pedang di arahkan ke arahnya.

Wush! Duak!

Bayangan itu kembali menghilang dan Naruto langsung menendang salah satu kaki sang gadis hingga kehilangan keseimbangannya.

Wush! Tap!

Sret!

Namun dengan mudah Sang perempuan menggunakan satu tangannya sebagai penumpu lalu bersalto kebelakang dan bersiaga kembali.

' Seperti waktu itu heh~ ' batin sang perempuan lalu melesat ke arah Naruto di ikuti Naruto.

Traank!

.

.

.

.

" Kenapa Danchou lama sekali? " tanya Kirin menatap tempat kepergian ketuanya, karena dari tadi ketuanya belum kembali " Apa Danchou dalam masalah? " tanya Kirin was-was, sementara yang lain tak beda dengan pemikiran Kirin.

" Sebaiknya kita cari " perintah Xenovia menaiki naganya lalu terbang bersama yang lain meninggalkan Kiba yang baru saja datang dengan wajah drop

" Aku di tinggal lagi " gumam Kiba pasrah.

.

.

Trank! Trank! Trank!

Sementara pertarungan Naruto beserta sang perempuan semakin sengit dan semakin cepat, keringat mulai mengalir di wajah mereka menampakkan bahwa mereka kelelahan.

Wush! Trank!

" Ayolah Naruto-kun! Kau bisa lebih bagus dari ini bukan! " Naruto yang mendengar perkataan dari bayangan masa lalu itu mendecih tak suka.

Wush! Trank!

" Urusai! Akan aku buat kau kalah dan kau akan menarik semua kata-katamu itu! "

' Heh! Sok kuat seperti biasanya ' batin sang perempuan tersenyum tipis

Wush! Trank!

.

" Ayolah Naruto-kun, kau bilang ingin ahli bermain pedang? " ejek sang perempuan sambil menepuk-nepuk pedang kayunya di pundak.

" Urusai! Aku akan mengalahkanmu walaupun aku ini masih kecil! " teriak sang pemuda bertubuh kecil dari sang perempuan lalu melesat kembali ke arah sang perempuan yang sedikit besar darinya.

Tak! Tak! Tak!

Dengan beringas pemuda itu mengayunkan pedangnya, namun sang perempuan dengan mudah menahan serangan sang pemuda dengan padangnya.

" Ayolah Naruto-kun, Kau pasti bisa sebaik i.. "

Wush! Tak! Bruk!

Dengan gerakan cepat pemuda itu langsung mendorong sang perempuan hingga terjatuh duduk dengan bersandar di pohon sementara sang pemuda yang berada di depannya mengunci gerakan sang perempuan dengan tangan mendorong pundak sang perempuan dan tangan satunya lagi menggunakan pedang kayunya dengan mengunci di leher sang perempuan.

" Heh! Akhirnya aku berhasil " dengus sang laki, sementara sang perempuan mengerjapkan matanya sebelum tersenyum tipis.

" Kau sudah berkembang Naruto-kun "

.

Wush! Bruk!

Sementara di dunia nyata, terlihat Naruto telah berhasil memojokkan sang perempuan dengan tangan mendorong pundak sang perempuan dan tangan satunya mengarahkan pedangnya ke leher sang perempuan.

" Kau sudah berkembang Naruto-kun, bahkan kau masih mengingat tentang hal itu " ucap sang perempuan tersenyum tipis, sementara Naruto mengatur nafasnya yang terengah-engah.

" Sebenarnya siapa kau? " tanya Naruto menyipitkan matanya, sementara sang perempuan tak menjawab melainkan mengarahkan tangan Naruto yang ada di pundaknya ke gunung kirinya, sementara tangan Naruto yang mengarahkan pedangnya ke leher sang perempuan telah di lepas dan mengarahkan tangan Naruto mengalung di pinggangnya.

" O-Oi! Apa yang kau lakukan?! " tanya Naruto dengan wajah memerah hebat " Fufufu~ aku rasa kau harus mengingat hal ini Naruto-kun Hentai " goda sang perempuan membuat wajah Naruto semakin memerah.

" Aku bukanlah Hentai, Kau yang mengarahkan tanganku ke sini! " balas Naruto berusaha menarik tangannya tapi tangan perempuan di depannya malah semakin menekannya dan menarik tangan Naruto yang memeluk pinggangnya hingga tak ada jarak dari mereka, bahkan kaki sang perempuan telah mengunci gerakan kaki Naruto membuat Naruto tak bisa ke mana-mana.

" O-Oi, lepaskan " perintah Naruto, namun sang perempuan malah semakin tersenyum " Sepertinya karenaku kau melupakanku ne " Naruto yang mendengar itu semakin bingung.

" Padahal kita sudah melakukan hal yang sama seperti waktu kecil, tapi kau melupakannya " lanjut sang perempuan menghembuskan nafasnya ke dahi Naruto hingga dia bisa melihat luka di dahi Naruto " Sepertinya luka itu masih membekas, mungkin karena ini, kau melupakanku " lanjut sang perempuan mengelus luka Naruto dan entah kenapa Naruto tidak menggerakkan atau memindahkan tangannya dari dada sang perempuan.

" Apa yang kau bicarakan? " tanya Naruto semakin bingung, namun sang perempuan malah tersenyum menggoda " mungkin satu ini tak akan kau lupakan " gumam sang perempuan

Cup!

Mata Naruto seketika melebar begitu perempuan di depannya ini mencium bibirnya bahkan dirinya bisa merasakan bahwa perempuan di depannya ini memasukkan lidahnya kemulutnya dan mengajak lidahnya berdansa.

.

Deg!

" Heh! Bagaimana? Kau akhirnya berhasil aku kalahkan juga bukan senpai? " dengus anak laki-laki yang mengunci gerakan sang perempuan, sementara sang perempuan hanya tersenyum tipis.

" Kau sudah berkembang ne Naruto-kun " ucap sang perempuan tersenyum senang " dengan begini aku bisa pergi tanpa ada beban " lanjut sang perempuan membuat pemuda kecil itu terbelak.

" Ma-Matte, kenapa Senpai? Kenapa Senpai harus pergi? Bukankah kesepakatannya.. " gumam sang pemuda lirih, namun sang perempuan hanya tersenyum, namun tanpa di sadari pemuda itu bahwa sang perempuan tengah tersenyum misterius.

" Kau memang mendapatkan kesepakatan itu " balas sang perempuan mengarahkan tangan kiri sang pemuda memegang dadanya sementara tangan kanannya di arahkan memeluk pinggangnya.

Wajah pemuda kecil itu memerah, sementara sang perempuan hanya tersenyum menggoda pada bocah yang umurnya sekitar 8 tahun, beda dengannya yang telah 18 tahun.

" dan sekarang aku akan memberitahumu caranya melakukan 'itu', dengan begitu aku akan menjadi milikmu sepenuhnya. Tapi.. Setelahnya aku akan pergi dan meninggalkanmu beberapa tahun tapi jangan khawatir, dengan setelah kita melakukannya aku tak bisa dimiliki siapapun karena kau telah memilikiku sepenuhnya " ucap sang perempuan lalu mencium bibir sang pemuda itu dengan liar, dikalungkan lengannya pada leher bocah itu lalu menjatuhkan dirinya ke tanah.

Setelahnya sesuatu yang sakral di lakukan oleh mereka yang jauh berbeda umur, aneh memang tapi itulah cinta, cinta yang tidak membedakan umur melainkan cinta tulus yang sama-sama mencintai dari terdalam

" Hah.. Hah.. Hah.. " setelah selesai dengan urusan sakral mereka, terlihat nafas mereka terengah-engah membasahi baju mereka dengan keringat, sang pemuda yang tengah mengistirahatkan kepalanya di belahan dada sang wanita mengangkat sedikit kepalanya.

" Ada apa Naruto-kun, Apa kau melakukannya lagi? " tanya sang wanita tersenyum menggoda membuat wajah pemuda itu memerah " Ti-Tidak, se-sebenarnya aku ingin memberikanmu ini " ucap sang pemuda mengeluarkan sebuah kalung berisi tulisan 'N'

" Hm~, apa kau yang membuatnya? " tanya sang wanita sambil mengambil kalung itu " Ha-Ha'i, A-Aku membuatnya sebelum Se-Senpai akan pergi... Ha-hanya untuk me-mengingatkanku saja " balas sang pemuda malu-malu. Sang Wanita yang melihat tingkah pemuda yang sudah menjadi pria di depannya hanya terkekeh.

" Aku anggap ini sebagai lamaran, dan sekarang jangan panggil aku Senpai, panggil aku... "

.

"" Aiz-chan/Aiz-chan! "" ucap Naruto ketika mengingat nama itu, sementara sang wanita bernama Aiz, tersenyum tipis pada Naruto " Baka! Kau ini benar-benar baka! " ucap Aiz, Naruto yang mengingat semuanya terbelak.

" A-Aiz-chan, Go-Gomen, Ho-Hontoni Gomenasai, a-aku... Aku benar-benar melupakanmu " ucap Naruto meminta maaf " Tidak, jangan meminta maaf padaku, kau sepenuhnya tidak bersalah, yang terpenting aku telah kembali padamu, sesuai janji kita " ucap Aiz tersenyum sambil menitikkan air mata.

" Tapi... Kau sudah pergi 10 tahun lamanya... Aku pikir kau akan kembali secepatnya " gumam Naruto lalu menatap lekat wanita yang lebih tua darinya itu " Dan kau tak banyak berubah selama 10 tahun ne " lanjut Naruto membuat wanita itu terkekeh.

" Tapi kau suka bukan? Dengan begitu kita tampak seumuran dan kita bisa melakukan itu lagi di sini " Naruto yang mendengar itu menggelengkan kepalanya cepat

" Tidak! Aku tidak mau! " balas Naruto " Heh? Padahal dulu kau melakukannya dengan sempurna? " goda Aiz membuat wajah Naruto semakin memerah.

" Waktu itu kau yang mengendalikan permainan bukan aku Senpai-Hentai! " balas Naruto setengah berteriak " Aku tidak akan pernah mengklaim bahwa aku pernah melakukan itu denganmu... Untuk beberapa saat " Aiz yang mendengar itu terkekeh

" Aishiteru Naruto-kun " wajah Naruto seketika berubah lirih ketika mendengar ucapan yang waktu itu telah terlontar untuknya dari Akame, Aiz yang melihat perubahan wajah Naruto bingung

" ada apa Naruto-kun? Apa terjadi sesuatu? " tanya Aiz " Aku mohon, jangan mengatakan akan hubungan kita yang melewati batas... Aku tidak mau menyakiti mereka... Kau tahu rasanya di cintai itu cukup sulit untukku setelah dihianati "

Aiz yang mendengar itu terkejut dalam hati, namun Aiz sadar kenapa Naruto meminta hal seperti itu, karena dia menutup hatinya setelah dihianati, dan itu membuat Naruto belum bisa membalas cinta mereka termasuk dirinya, namun Aiz sadar, dirinya bukan perempuan yang harus egois, biarlah waktu menjawab akan hal itu.

" Bagiku tak masalah, asal jika hatimu itu telah terbuka kembali, jangan sungkan untuk menerima cinta mereka " balas Aiz berbisik sambil menunjuk dada Naruto tepat di hatinya " Kau pikir aku mau membuat harem? " tanya Naruto dan hanya mendapat kekehan dari Aiz.

" Jika kau menolak silahkan saja, tapi aku yakin kau pasti menerima mereka karena jika tidak aku akan membongkarnya tapi kalau iya, aku akan merahasiakannya " Naruto yang mendengar itu meneguk ludahnya ' Kuso, Aku sedikit lupa jika Aiz-chan merupakan orang yang licik ' Batin Naruto lalu menghela nafasnya.

" Wakatta, aku akan memikirkannya " balas Naruto lalu berdiri di ikuti Aiz yang juga mulai berdiri dan bisa di lihat tinggi mereka sangatlah sejajar " Naruto-kun, sekarang kau tinggal dimana? " tanya Aiz sambil berjalan di samping Naruto

" Aku masih sekarang tinggal di gedung DSA, aku sudah bekerja tetap di sana " balas Naruto lalu melirik Aiz yang tersenyum tipis ke arahnya " Jangan katakan kau akan tinggal bersamaku? " tanya Naruto dengan tatapan sedikit terkejut

" Fufufu~ itu bisa saja kouhaiku yang manis " jawab Aiz sedikit menggoda Naruto membuat semburat tipis di pipi Naruto " Ba-Baka! Di-disana ada salah satu anggotaku yang tinggal, bagaimana jika mereka curiga! " balas Naruto.

" heh~ jadi begitu " seringai Aiz, Naruto yang melihat seringai itu merinding " A-Apa yang kau rencanakan? " tanya Naruto sedikit menjauh namun Aiz menahan tangannya langsung.

" Hanya sebuah permainan, yang akan sangat menyenangkan " balas Aiz berbisik membuat Naruto memucat sedikit ' Ku-Kuso, di-Dimana sifat Polos nan lugunya yang du-dulu di ceritakan oleh para Senpaiku ' batin Naruto meneguk ludahnya.

" Danchou! " Naruto dan Aiz yang mendengar sebuah panggilan menoleh dan Naruto bisa melihat para kelompoknya kecuali Kiba yang mulai turun dari terbang mereka dan mendarat di depan mereka.

" Danchou, kau dari mana saja? Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu? Apa kau terluka? " berondong Julis langsung bertanya.

" Wow-Wow, tenanglah Julis-chan, aku tidak apa-apa, dan tidak terjadi sesuatu yang spesial di sini " balas Naruto mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan agar tenang, Aiz yang mendengar itu cemberut.

" kenapa kau bilang tidak ada yang spesial Baka-Naruto-kun, bukankah spesial jika kau bertemu dengan senpaimu ini? " balas Aiz dengan wajah polos, Naruto yang mendengar itu melirik Aiz yang memasang wajah polos, beda dengan wajah menggodanya tadi.

" Senpai? " Beo Semuanya " Hahh~ baiklah Minna perkenalkan dia Aiz Wallenstein, Senpaiku yang mengajarkan teknik pedang saat umur 8 tahun " ucap Naruto memperkenalkan Aiz di sampingnya " Dan sebagai kakak angkat Naruto-kun " lanjut Aiz seenaknya.

" Kakak Angkat? " beo semuanya lagi, sementara Naruto telah jatuh terkejut dengan perkataan Aiz " Baka! Apa yang kau bicarakan?! " tanya Naruto mecak-mecak pada Aiz.

" Eh? Bukankah itu benar? Kau bahkan memintaku menjadi kakak angkatmu sekaligus cintamu " Naruto yang mendengar itu semakin panik " Kapan aku memintanya baka! " balas Naruto

" Waktu itu, Wahh~ Naruto-kun, aku sangat merindukanmu hingga aku tak bisa menguasai Nafsuku, bahkan sebelum aku pergi kau memberiku hadiah yang tak bisa aku lupakan~ Ahh~ Nikmat sekali " Naruto yang mendengar itu meneguk ludahnya ' Bahaya! Benar-Benar bahaya! ' batin Naruto.

" Nii-san/Danchou " bulu kudup Naruto merinding dengan tekanan tinggi begitu suara datar bak pembunuh terdengar di telinganya, dengan patah-patah Naruto menoleh ke arah belakang dan dia bisa melihat Asia yang entah bagaimana bisa datang dengan secepat kilat dan yang lainnya tengah menatapnya dengan wajah cemberut beserta aura hitam di belakang mereka " Apa yang di katakannya itu benar? " tanya semuanya membuat Naruto mengambil langkah seribu.

" GHAAAAAAA! BAKA-SENPAI! AKU MEMBENCIMU! "

.

.

.

Kiba Side

.

Sementara itu Kiba yang bersandar di salah satu pohon seketika bersin dan menggosok hidungnya " Sepertinya Danchou tengah bahagia " gumamnya

.

.

.

Office Inti DSA

.

" Bagaimana hasilnya? " tanya sosok pria berambut putih bertanya pada salah satu anak buahnya

" Masih pencocokan " balas anak buahnya mengetik cepat keyboard hologramnya, sang Pria yang mendengar itu menatap data di tangannya yang memperlihatkan foto perempuan berambut pirang.

Tung! Tung! Tung!

Pria berambut putih yang mendengar suara mengangkat kepalanya dan di sana terlihat tiga Hologram memperlihatkan tiga data orang berbeda dari perempuan berambut pirang, Wanita berambut merah beserta Pria berambut Kuning, Pria berambut putih yang melihat itu melebarkan matanya.

" Uso! Bagaimana mungkin! "

" Tidak mungkin! Bagaimana bisa? "

" Tidak bisa di percaya "

Pria berambut putih yang mendengar respons terkejut dari anak buahnya hanya diam semuanya pasti terkejut juga " Kau! Cari Lokasi mereka saat ini berada dengan W.I.B! " perintah Pria itu. ( W.I.S, Water Radars Boat )

" Baik! " balas pria yang di tunjuk langsung mengotak-atik hologram keyboardnya.

Twung!

Kembali muncul Hologram memperlihatkan bagian utara dari poros bumi, pria berambut putih yang bisa melihat dua titik merah tengah berkedip di sebuah pulau berwarna putih di utara poros bumi melebarkan matanya.

" te-tempat itu... "

.

.

.

Skip Time

Play End Sound fic

21.00 PM

Kamar Naruto

.

" Ittetete, ternyata mereka bisa kasar juga ya " gumam Naruto mengelus dahinya yang terdapat bekas luka, mengingat kejadian tadi membuat Naruto merinding karena anggotanya sekaligus adiknya yang bahkan dia tidak tahu kapan adiknya muncul menyerangnya karena ucapan Aiz atau Senpainya itu.

Mengingat itu Naruto menghela nafasnya, sudah terkena luka, harus membujuk hati mereka agar tenang, mengingat itu membuat otak Naruto hampir meledak, belum lagi mengenai kepemimpinannya di Divisi Intel.

" ARRRGHHHH! KUSO! " umpat Naruto lalu berdiri dari duduknya dan mengambil jubah hitamnya " Aku harus menenangkan diriku ini " gumam Naruto mengambil topi yang mirip seperti topi koboinya lalu berjalan menuju jendelanya

.

.

Tap! Tap!

Dengan langkah pelan Naruto berjalan di jalan dekat dengan danau sambil menerawang ke depan, langkah Naruto terhenti ketika dia bisa melihat bayangan bulan dari danau bahkan dia juga bisa melihat bayangan dirinya karena dirinya berdiri tepat di bawah lampu.

" sedang apa anak muda sepertimu di malam begini? " Naruto yang mendengar sebuah suara melirik ke depan dan dia melihat seorang pria berambut hitam dengan poni kuning tengah memancing " Kau sendiri? " balik Naruto seraya mendekati pria itu.

" seperti yang kau lihat aku tengah memancing " jawab pria itu melirik Naruto yang mulai duduk di sampingnya " Dan Aku tengah jalan-jalan " balas balik Naruto membuka topi miliknya.

" Hm? Melihatmu berpakaian seperti tadi membuatmu mirip seperti Koboi pada zaman abad 19, akan banyak yang mengira kau adalah orang ke 19 " Naruto yang mendengar itu mendengus " Urusai, Walaupun aku mau terlihat seperti apa aku tidak peduli karena ini adalah Pakaian Khususku dari Akademi Dragons " balas Naruto sambil melihat pakaiannya.

" Akademi Dragons, Ya " gumam Pria itu menatap langit malam " Aku jadi mengingat tentang muridku saja " gumamnya lagi membuat Naruto meliriknya.

" Akhirnya ketemu juga kau " Naruto yang mendengar suara itu menoleh cepat dan dia melihat sosok pemuda yang pernah dia lawan " Kau.. " gumam Naruto melompat menjauh dan memasang posisi siaga.

" Hohh~ kau di sini rupanya " gumam sosok itu menyeringai tipis, sementara sang naga di sampingnya hanya diam.

" Hm, Sepertinya kau sudah mengenalnya Vali, Ya... Itu karena kau pernah melawannya " sindir Pria itu membuat Pemuda bernama Vali itu mendengus.

" Kau beruntung bisa menang melawanku, Bagaimana jika kita bertarung lagi nanti? " Sang Naga yaitu Albion mendelik tak suka pada Vali, Vali yang tahu tatapan itu hanya mendengus " Maaf saja, aku tidak memiliki niat bertarung lagi denganmu, aku sedang tidak mood " balas Naruto menghilangkan kesiagaannya.

" Hm? Karena apa? "

.

.

" HAAH!? " Pria berponi kuning dan Vali langsung terkejut mendengar cerita dari pemuda atau Naruto di depan mereka saat ini " Kau bercanda bukan? Ketua Divisi Intel Dragons itu adalah untuk orang yang memiliki pemikiran di atas 90, bagaimana mungkin Hokage-sama memberikan jabatan itu padamu?! " tanya Vali dengan wajah syok, sementara Naruto hanya menatap datar mereka.

" Jika aku tahu, tidak mungkin aku bad mood sekarang " balas Naruto lalu menatap langit yang di taburi bintang dan membaringkan tubuhnya " Selain itu aku bingung harus apa dengan perasaan mereka " lanjutnya dengan lirih.

" Mereka " beo pria di samping Vali" Mereka adalah anggotanya, mereka mencintaimu bukan? " tebak Vali dengan menyipitkan matanya.

" walaupun aku beritahu kau sudah tahu " balas Naruto menerawang ke atas " Aku... Aku tidak mau terkena dampak untuk kedua kalinya... Sudah cukup aku sekali merasakan sakit dari 'dia'... Tapi... Karenanya aku membuat perasaan mereka tersakiti " lanjutnya dengan dingin dan penekanan pada kata 'dia'

" Dia? " beo keduanya " Kalian kenal dengan seorang gadis keturunan Miko? " clue Naruto.

" Keturunan Miko? Ah... Hayamana Shion, istri dari Raiser Phenex, wah-wah aku tidak tahu bahwa kau memiliki hubungan dengan gadis cantik itu " balas sang pria membuat Naruto tertawa di paksakan.

" Cantik? Huh! Walau terlihat cantik tapi hatinya sebusuk bunga bangkai, yang membuatku ingin membunuh bunga itu hingga musnah " balas Naruto dengan sangat dingin.

" Memang apa yang telah dia lakukan? " tanya Vali ingin tahu, tentu dirinya juga mengenal akan Hayamana Shion, hanya saja kenapa orang yang berhasil mengimbanginya ini membenci wanita sepertinya

" Karenanya... "

.

.

.

" Ingatan masa laluku yang menyedihkan... "

.

.

.

.

" Telah kembali "

.

.

.

.

.

.

.

.

Tap! Tap! Tap!

Dengan langkah sangat pelan Naruto berjalan di kota Tokyo yang telah sepi di karena kan para warga telah tertidur nyenyak di ranjang mereka, mata Naruto yang sedikit terhalangi topi menatap jalan di bawah dengan sangat dingin tanpa adanya cahaya.

Langkah Naruto terhenti ketika melihat sosok bayangan di depannya, di angkat sedikit kepalanya dan mata yang awalnya dingin semakin dingin ketika orang yang menyakitkan di masa lalunya kini berdiri di depannya.

" Naruto-kun " Naruto yang di panggil seperti itu mengepalkan tangannya yang terselip di saku celananya " Jangan pernah memanggilku dengan nama itu, Kau dan aku sudah tidak memiliki hubungan apapun " balas Naruto dengan sangat dingin.

" Na-Naruto-kun aku bisa menjelas.. " " Aku tak butuh penjelasanmu, bahkan aku tak peduli " Potong Naruto.

" tapi dengarkan aku dulu! Kau harus tahu kenapa aku melakukan hal seperti itu! " teriak wanita itu membuat amarah Naruto memuncak.

" DENGAN MENDENGAR OCEHAN TAK BERGUNAMU ITU KAU PIKIR HATIKU YANG TERSAKITI INI AKAN SEMBUH! " balas Naruto berteriak keras dengan menatap wanita di depannya dengan nafsu membunuh.

" KAU TAK TAHU APA YANG AKU ALAMI! JADI BUNGKAM MULUTMU ITU!? " lanjut Naruto " KAU BAHKAN JUGA TAK TAHU APA YANG AKU ALAMI! AKU TERSAKITI KARE... "

Grek!

" AKU BILANH TUTUP MULUTMU ITU JALANG! " Teriak Naruto dengan cepat mencekik Wanita di depannya dan mengangkatnya hingga tubuh sang wanita tak menyentuh tanah " Perasaanku lebih tersakiti darimu, jadi kau diam saja! " lanjut Naruto lalu melempar tubuh wanita itu hingga terseret sedikit di trotoar.

" jika kau masih ingin mencari masalah denganku aku akan selalu meladenimu, bahkan jika kau ingin menjelaskan hal tak bergunamu itu lagi " ucap Naruto melewati Wanita yang terbatuk di trotoar itu setelah dia cekik tadi " Aku tak segan-segan membunuhmu " lanjut Naruto meninggalkan wanita itu.

Wanita yang telah bisa tenang itu perlahan berdiri dan berjalan gotai pergi dari tempat itu, bahkan bisa kita lihat bahwa wanita itu saat ini tengah menangis. Namun langkah wanita itu berhenti seketika. Dengan langkah cepat Wanita itu langsung berbalik mengejar Naruto

Sementara di sisi Naruto, tampak Naruto berjalan pelan di jalan menuju tempatnya sekarang karena dia pasti tahu bahwa semua khawatir dengannya, namun langkah Naruto kembali terhenti ketika dia melihat sosok Wanita yang pernah dia lihat di arena

" Kau... " gumam Naruto.

Wusu! Buagh!

Naruto seketika terhempas begitu sebuah pukulan mengenai wajahnya, namun dengan cepat dia menguasai tubuhnya dan menghadap siapa yang memukulnya, matanya kembali menjadi dingin dengan dipenuhi nafsu membunuh begitu siapa yang memukulnya.

" Kau.. " geram Naruto " Ayo Kita bertanding! " tantang Wanita itu menatap tajam Naruto di sertai air mata.

" Tanding? " dengus Naruto " Jika Kau menang aku tidak akan pernah mengganggumu, tapi jika aku menang kau harus mendengarkan penjelasanku! " lanjut Wanita itu menatap dingin balik Naruto.

" Huh! Ini sudah sangat lama aku nantikan " gumam Naruto Menundukkan wajahnya sesaat sebelum menatap Wanita di depannya " Baiklah, Aku terima, dan akan aku pastikan setiap sendi tulangmu itu tak bisa di gunakan lagi " lanjut Naruto lalu berbalik dan melirik ke arah Wanita di belakangnya dengan mata kanan berwarna emas yang bercahaya di kegelapan.

" Pastikan keputusanmu ini benar, sebelum kau menyesal " lanjutnya lalu berjalan menjauh. Sementara Wanita yang mendengar itu terdiam sebelum mengepalkan tangannya

.

.

.

' Sebenarnya Apa tujuanmu Hayamana Shion/Naruto-kun, Kenapa.. '

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

" Ayo kita selesaikan urusan ini "

" Kau... Kenapa kau di sini? "

" Ghhh! Panas "

" Kenapa Kau tidak menyelesaikannya saja! "

" Karena aku memiliki sesuatu yang harus aku katakan dari dulu! "

Selanjutnya di Ch : 15 : Dragons Champions Arc I : Kebenaran atau Kepalsuan

Note : Yo! Up lagi setelah selesai dengan urusan pada Fic Naruto : The magical Battle yang saya ulang kembali agar mendapat respons positif.

Di sini hanya sedikit berbincang-bincang saja, tak ada hal baru selain Aiz Wallenstein yaitu karakter dari Danmachi, saya menambahkannya karena sebagai karakter pendukung cerita nanti, masih banyak yang akan datang satu persatu karakter lain setelah Dragons Champions Selesai.

Di sini Haremnya Yang alpha itu Aiz lalu Hinata dan seterusnya, akan ada sekitar dua atau satu harem lagi untuk menjadi pasangan Naruto, siapakah? Coba saja tebak atau berikan voting kalian.

Untuk pertarungan Di Chapter depan voting masih di pimpin oleh Shiom dengan 11 point sementara Raiser dengan 10 point, dan setelah chapter depan di up, maka jawaban siapa yang akan bertarung dengan Naruto akan terungkap jadi kirimkan voting kalian.

Hanya segitu saja untuk saat ini yang bisa saya sampaikan karena kesibukan saya dalam bekerja DW. Jadi mohon pengertiannya. Saya Dedek Log Out ya, Jaa~

Please Review