Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Sona, Tsubaki, Asia, Kirin, Claudia, Julis, Saya, Kuroka, Koneko, Tohka, Akame ) Full Harem.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu

.

Fix Sound First

( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )

Fix Sound Second

( Lalu muncul judul cerita ini )

Fix Sound Three

( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )

anata wa sugu ni anata o

( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )

tada no mono da to sagesumu

( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke belakang )

watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa

( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )

guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )

anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita

( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )

masshiro na yume o atsume ni yukou

( kamera kembali di ganti dengan Naruto yang tengah berada di atas Naga Saya dengan Saya yang mengendalikan Naganya tengah membidik dengan senjata panah dan melepaskan panahnya )

bouken ga iro o tsumuideiku yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan sebuah tempat yang luas dengan memperlihatkan pertarungan Naruto beserta perempuan berambut pirang hingga pertarungan mereka berhenti dengan jarak mereka yang sangat dekat )

Majiwaru

( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )

Fumihazusu

( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )

kawaridasu mirai ga temaneiteru yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )

Noriokurenaide

( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )

tooku demo zutto soba ni iru

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berdampingan dengan Vali )

tsunagu kokoro zutto hanasanai

( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama ke layar dan menebas pedang mereka hingga membuat cahaya putih )

Fix End

( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )

.

Chapter 15 : Dragons Champions Arc I : Kebenaran atau Kepalsuan

.

" GHHAAAAAAA! "

BRAAKK!

Di sebuah taman yang sangat sepi terlihat seorang pemuda berambut pirang tengah berteriak merah dan melampiaskan kekesalannya pada Pohon di depannya dengan memukulnya tak peduli bahwa tangannya mulai mengeluarkan darah.

" Ghhh! Kisama... " gumam pemuda itu dengan dingin, dikepalkan tangannya dengan sangat keras dan mengambil ancang-ancang untuk memukul pohon di depannya kembali " KISAMA! " teriaknya murka dan memukul pohon di depannya kembali dengan tangan sebelahnya hingga membuat bekas pada pohon beserta membuat luka pada lengan Naruto hingga mengeluarkan darah.

" Aku bersumpah! Aku bersumpah! Akan membunuhmu! AKU AKAN MEMBUNUHMU! " teriak pemuda itu kembali bersiap memukul pohon di depannya sebelum sebuah pelukan menyadarkan dirinya

" Naruto-kun " Naruto yang mengenal suara itu bergetar sebelum menundukkan wajahnya dan melemaskan tangannya kembali, tubuhnya yang tegang perlahan kembali rileks begitu seseorang yang di kenalnya menenangkan dirinya.

" Bagaimana bisa kau tahu aku di sini Aiz-chan " tanya Naruto masih menundukkan wajahnya " Kau pikir aku tidak tahu kebiasaanmu berada? Selain itu, mungkin ini takdir kita bertemu di tempat awal kita bertemu " jawab Perempuan bernama Aiz semakin memeluk erat Naruto dan meletakkan dagunya di pundak Naruto.

" Tempat awal kita bertemu? " tanya Naruto sedikit melirik Aiz yang tersenyum tipis, sebelah lengan Aiz mengarahkan kepala Naruto sedikit ke atas dan di depannya sebuah pohon yang awalnya menjadi pelampiasannya rupanya terdapat sebuah tulisan berupa ' Naruto & Aiz ' .

" mungkinkah... " gumam Naruto " Um, tempat ini adalah tempat kita pertama kali bertemu, bukan hanya itu... Tempat ini adalah tempat kita berbagi kasih kita dan tempat ini pula menjadi saksi buta hal tabu kita " ucap Aiz sedikit godaan membuat wajah Naruto sedikit merona.

" Aku sudah tahu kenapa kau bisa semarah ini, kau tidak perlu hingga seperti ini karenanya, kau harus tenang dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi " ucap Aiz semakin memeluk erat Naruto.

" Apa kau membelanya " Tanya Naruto dengan suara yang sedikit berbeda " Sedikit. Tapi aku memiliki arti yang berbeda dalam membelanya, karena aku juga pernah hampir di tiduri orang lain " jawab Aiz sedikit lirih membuat Naruto melebarkan matanya.

" A-Apa?! " kejut Naruto " baru Hampir Naruto-kun, dengarkan dulu aku. Waktu itu... Setelah kita berpisah, aku pergi ke kota besar untuk memulai hidup bersama keluargaku, banyak hal terjadi hingga lima tahun setelah itu aku di jodohkan oleh pria lain, tapi aku menolak hal tersebut karena aku mengatakan telah mencintai seseorang yang selama ini menemaniku di sini yaitu kau.

Tapi pria itu tak menyerah dan terus melakukan hal-hal gila yang membuatku hampir pusing, hingga akhirnya dia melakukan cara nekat dengan hampir memperkosaku, tapi aku berhasil lolos karena aku membunuhnya.

Aku sudah tidak tahan melihat orang sepertinya membuatku muak karena hampir memperkosaku. Dan akibat kejadian tersebut aku di bicarakan banyak orang dan di tangkap polisi, namun aku memiliki fakta bahwa aku memiliki penjelasan, aku menjelaskan semuanya hingga semua penjelasanku di anggap 100% tak bersalah. Yang ingin aku katakan, cobalah untuk mengetahui lebih dulu kenapa 'Dia' menghianatimu " jelas Aiz panjang lebar dengan sedikit lirih lalu memberi nasehat pada Naruto, Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum membalikkan badannya menghadap ke arah Aiz yang tersenyum ke arahnya.

" Nee, Aiz-chan "

" Um "

" Arigato untuk sarannya " ucap Naruto lalu memeluk Aiz dengan erat, Aiz yang di peluk membalas pelukan Naruto sambil mengelus punggung Naruto " Bukan masalah untuk kouhaiku yang dalam masalah " balas Aiz membuat Naruto sedikit terkekeh.

" Jadi, sekarang kita kembali? " ajak Naruto melepaskan pelukannya, sementara Aiz tersenyum lalu menggenggam tangan Naruto dengan erat " Boleh saja. Tapi aku ingin kita jalan-jalan sebentar, Ayo " balas Aiz menggandeng tangan Naruto lalu berjalan bersama dengan mesra di malam itu.

.

.

Shion Side

.

Sementara itu di sisi Shion terlihat Shion berjalan dengan lesu entah ke mana tujuannya saat ini, dirinya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa karena peraturan clannya beserta clan yang dia pakai saat ini memiliki peraturan yang telah di sepakati oleh dua clan karena suatu alasan dan dia berencana memberitahukan hal tersebut kepada Naruto.

Grep! Wush!

Bruk!

Seketika Shion terkejut ketika ada yang meremas pundaknya dan menariknya ke sebuah gang dan mengunci gerakannya membuat tubuhnya tak bisa bergerak, di tatapnya siapa pelakunya dan dia bisa melihat sosok Wanita berambut kuning dengan mata emas menatapnya dengan sangat dingin.

" Si-Siapa Kau? Kenapa kau lakukan ini?! " tanya Shion sedikit marah pada wanita di depannya " Aku bukanlah siapa-siapa, tapi aku adalah hubungan inti dari Naruto-kun " Shion melebarkan matanya ketika mendengar ucapan wanita di depannya.

" Aku melakukan ini karena ingin bertanya, apa kau menghianati Naruto-kun, karena Makhluk itu? " tanya sang Wanita membuat Shion bingung akan pertanyaan itu " Siapa yang kau maksud? "

" Moryuu, kau ada hubungan dengan naga itu bukan? " jelas sang Wanita membuat Shion terkejut bukan main " Ka-Kau, dari mana kau tahu aku ada hubungan dengan Naga Brengsek itu?! " tanya Shion menatap tajam wanita di depannya.

" itu bukanlah hal penting, tapi aku ingin memperingatkanmu, tetap jaga Segel Moryuu agar tidak terlepas, sekarang pasti Segel itu melemah karena sifatmu yang sekarang ini dan itu membuat Moryuu bisa membentuk pasukan kecil yang akan memburumu. Sebaiknya teguhkan hatimu untuk memperbaiki segel itu kembali sebelum terjadi hal yang buruk " jawab sang Wanita dan memberi peringatan pada Shion dengan tatapan yang sangat tajam.

Deg!

Shion seketika terbelak begitu tubuhnya bisa bergerak secara tiba-tiba, dan yang lebih mengejutkan adalah Wanita di depannya telah menghilang entah kapan, Shion menatap sekitarnya dan dia tak melihat seorangpun di tempatnya.

' Sebenarnya siapa Wanita tadi... Apa hubungannya dengan Moryuu ' batin Shion menatap bulan di atasnya

.

.

.

Other Side

.

Sementara itu di suatu tempat di sebuah pegunungan yang besar, terlihat sebuah gua di kaki gunung tengah memancarkan cahaya ungu yang cukup terang namun hal itu tak di sadari oleh penduduk sekitar yang ada di sekitar gunung tersebut.

Dan di dalam gunung tersebut, terlihat sebuah ruangan yang sangat luas dengan di tengah gunung tersebut terdapat sosok naga berwarna hitam dengan sepuluh kepala naga berleher panjang dengan satu tubuh besar beserta delapan sayap hitam besar tengah meronta-ronta di tempatnya karena saat ini Naga itu terhalangi oleh Kekkai yang sangat kuat dan kasap mata.

[" Grrrr! Kisamaa... Kekkai ini sangat mengganggu sekali "] geram naga tersebut berhenti meronta lalu menatap sekitarnya di mana terlihat pancaran Energi gelap mulai berkumpul dan membentuk monster kecil-kecil yang perlahan membesar [" Tapi.. Aku harus lebih bersabar untuk keluar dari sini dengan pasukan kecilku ini yang akan membunuhnya dan membukakan Kekkai ini "] lanjut sang Naga

[" Selain itu, Apa yang di lakukan oleh Naga Kematian itu "] gumam sang Naga menerawang ke arah lubang gua dengan tatapan tajam [" Apakah dia masih di segel oleh Naga putih itu... "]

[" Maa~ apapun itu aku tidak peduli... Ada baiknya menunggu saja dari pada melakukan hal yang tak bisa di lakukan "]

.

.

.

Kamis, 26 Oktober 2090

Traning Ground White Fox

08.00 AM

.

Di pagi yang buruk dikarenakan cuaca buruk, terlihat di tempat biasa Kelompok Naruto berlatih, saat ini terdapat Naruto yang tengah duduk di bawah pohon dengan mata tertutup membiarkan dirinya terus di hembus angin kencang karena akan ada badai.

Tap!

Naruto yang mendengar suara langkah kaki membuka matanya dan dia melihat orang yang telah dia tunggu tengah menatapnya sendu.

" Akhirnya kau datang juga " ucap Naruto mulai berdiri dan menatap datar orang di depannya yang tak lain adalah Shion " Ayo kita mulai pertarungan kita " lanjut Naruto dengan nada terkesan dingin.

" Naruto-kun... Sebaiknya kita hentikan saja ini " ucap Shion terdengar lirih membuat Naruto menyipitkan matanya " Bukankah kau sendiri yang menantangku bertarung? " tanya Naruto merasa tersinggung.

" Aku tahu, tapi... Aku rasa kita tidak perlu bertarung karena hal seperti ini " jawab Shion menundukkan wajahnya tak berani menatap Naruto " Apa kau takut padaku Wanita rendahan? "

Shion yang mendengar Naruto memanggilnya seperti itu terbelak, entah kenapa hatinya sangat panas ketika mendengar dari mulut orang yang masih kau cintai " Apa kau takut jika aku mati? Sadarlah, kau itu tidak terlalu kuat untukku, kau itu lemah, bajingan, jalang dan Wanita pelacur! " ucap Naruto mengeluarkan kata-kata yang sangat tajam.

" Kau yang telah merusak garis darah Miko sebelum seharusnya menikah, benar-benar tak pantas memiliki gelar Miko, Kau itu adalah Wanita berdarah Kotor! "

" CUKUP NARUTO-KUN! SEBAIKNYA TUTUP MULUTMU ITU! " teriak Shion merasa tak tahan dengan setiap kata Naruto yang menyakitkan telinga dan hatinya " Jika begitu, kenapa kau tak berani melawanku karena tantanganmu itu sendiri? Aku pikir gadis keturunan Miko sangatlah tegas dan berani mengambil keputusan tanpa memikirkan Resiko, tapi ternyata, kau hanyalah Gadis pelacur yang pembual! " ucap Naruto terus memanas-manasi Shion.

Twush! Blaaaarr!

Naruto yang merasa terjadi ledakan pada pohon di sampingnya tak bergeming sama sekali, bahkan di tak terkejut ketika Shionlah yang meledakkan pohon tersebut dengan tekniknya.

" JANGAN MEMBUATKU MARAH NARUTO-KUN! SUDAH AKU BILANG AKU BISA JELASKAN HAL YANG SEBENARNYA! " ucap Shion dengan suara tinggi " Sudah aku bilang, aku tak butuh penjelasanmu " balas Naruto mengangkat tangan kirinya hingga memperlihatkan jam miliknya yang menunjukkan gambar pedang Midrocremon.

" Jika kau memang gadis keturunan Miko, kau harus siap melawanku, tapi jika itu, kau hanyalah... " jeda Naruto memperlihatkan senyum remeh yang membuat emosi Shion memuncak " Gadis keturunan Miko berdarah kotor yang membual! "

" CUKUP! " teriak Shion benar-benar marah hingga dia mengeluarkan sebuah pedang yang terbuat dari Aura Mikonya dan langsung melesat arah Naruto, Naruto yang memasang senyum remeh hilang di gantikan bibir tanpa ekspresi ketika Shion berlari ke arahnya.

Swush! Traankk!

Pedang Shionpun terayun ke leher Naruto tapi tanpa di duga Naruto telah mengeluarkan Midrocremon miliknya dan menahan pedang Milik Shion.

" Cukup Naruto! Sudah aku bilang bahwa aku bisa menjelaskan semuanya! " teriak Shion benar-benar marah terbukti dia menghilangkan sunfix -kunnya " Jika begitu bertarunglah Gadis Miko yang jalang! Tunjukkan padaku bahwa kau adalah Gadis Miko! " balas Naruto berkata tajam.

Wush! Trank! Trank! Trank!

Setelahnya mereka'pun menarik pedang mereka dan kembali senjata mereka secara brutal tak peduli siapa dan apa yang akan mereka dapatkan dari serangan mereka.

Trank!

[" Sonic Boom! "]

Booom!

Shion yang terkena serangan ledakan sonic ketika pedangnya berbenturan terpental, namun Shion berhasil menguasai dirinya dan menatap Naruto dengan tajam.

" Bertarunglah yang serius Gadis Miko! Keluarkan Kekuatan Mikomu dan tunjukkan padaku jika kau bukan Gadis Miko yang jalang! " ucap Naruto mengeluarkan Midrocremonnya lagi satu dan mengubah kedua pedangnya menjadi Redurora yang mengelilinginya.

Wush!

Ke empat Redurora itupun langsung melesat cepat ke arah Shion, sementara Shion langsung mengarahkan tangan kirinya ke depan

[" Miko Style : Kekkai! "] ucap Shion.

Trank!

Ke empat kepala Redurora'pun berbenturan dengan sesuatu yang tak kasap mata membuat ke empat kepala itu terpental sedikit

Wush!

BOOOM!

Seketika di tempat Shion terjadi ledakan besar dan dari ledakan besar tersebut terlihat sesuatu yang terseret jauh hingga satu kilometer, dan itu adalah Shion yang terpental dari tempat ledakan dengan pelindung kasap matanya yang berkelap-kelip sebelum menghilang.

' Apa itu tadi ' batin Shion menatap tajam ke depan.

Wush!

Dari balik ledakan kembali keluar empat Redurora yang melesat ke arah Shion lebih cepat dari sebelumnya, membuat Shion mengarahkan tangan ke atas.

[" Miko Style : Fuin! "] ucap Shion lalu menurunkan tangannya.

Wush!

Tank! Tank!

Setelahnya dari atas muncul empat tiang yang langsung mengunci gerakan Redurora membuat Redurora berhenti beberapa meter di depan Naruto.

Crak!

Syuuuuutt~

Namun hal tak terduga terjadi ketika Ke empat Kepala itu membuka mulutnya dan membuat bola energi di mulut mereka.

Twuush!

BOOOOOM!

Kembali terjadi ledakan empat kali lipat di tempat Shion dan membuat Shion terpental jauh hingga melewati danau dan menabrak pegunungan yang ada di seberang danau.

Tank! Tank!

Empat segel yang menyegel Redurorapun terangkat dengan mudah oleh ke empat Naga itu lalu menghadap ke tempat Shion berada, sementara Naruto yang diam di tempat menghadapkan tubuhnya ke tempat Shion.

Swush! Swush!

Crang!

Mata Naruto langsung menajam ketika dua pemotong berwarna ungu bergerak cepat ke arahnya, dalam pikirannya dia menggunakan Dua kepala Redu miliknya untuk menangkap dua pemotong itu dengan gigi mereka.

Twush!

BOOOM!

Sekarang terjadi ledakan di tempat Naruto ketika cahaya pink melesat cepat ke tempat Naruto hingga membuat ledakan sangat dahsyat. Namun ledakan itu seketika hilang karena ledakan tadi masuk ke mulut dua kepala Rora.

" Aku kembalikan " gumam Naruto.

Grak! Syuut!

Twuuush!

BOOOOM!

Setelah semua ledakan terhisap, kedua mulut itupun tertutup sesaat hingga mengeluarkan cahaya merah, dan berikutnya kedua kepala itu'pun menembakkan laser merah yang menembus gunung tersebut dan di susul ledakan berlipat ganda yang menghancurkan Gunung tersebut.

' Maa~ Sepertinya petanya harus di gambar ulang setelah ini ' batin Naruto merasa tak bersalah dan menatap gunung yang tidak terlalu tinggi dan tak terlalu rendah yang dia hancurkan dengan tatapan datar.

Wush!

Tap!

Naruto yang melihat sesuatu keluar dari ledakan dan mendarat tak jauh darinya melirik hal itu dan dia melihat Shion dengan pakaiannya yang sudah robek sana-sini, bisa di pastikan Kekkai miliknya hancur karena serangan tadi.

" Huh! Benar-benar bukan Gadis keturunan Miko. Jika orang itu Miko, Kekkainya pasti bisa bertahan lama " Shion yang mendengar itu mengepalkan tangannya.

" Berisik! Akan aku buktikan jika aku adalah garis keturunan Miko! " teriak Shion membuat dua puluh bola Pink lalu melemparnya ke arah Naruto.

Wush! Wush!

Ke empat kepala Redurora mulai kembali bergerak dan langsung menangkis dua puluh bola cahaya itu dengan menangkap bola itu lalu mengalirkannya dengan tubuh mereka hingga berkumpul di satu titik yaitu di atas Naruto.

Syut!

Setelah semua di kumpulkan ke empat Redurora itu'pun mengelilingi bola itu dengan gerakan memutar yang sangat cepat hingga tak terlihat.

Twush!

[" Groooaaaaarrrr! "]

Mata Shion seketika terbelak ketika ke empat kepala Redurora berubah menjadi satu kepala naga dari tulang dengan Api Orange, Naruto yang melihat tatapan terkejut Shion menyeringai.

" terkejut? Maa~ itu sudah pasti. Perkenalkan dia adalah Meikurora, kepala Level 6 di bawah Reimonra. " ucap Naruto Melirik ke atas di mana Naga yang baru dia perlihatkan membuka mulutnya dengan sangat lebar hingga seukuran dua puluh bola sihir Shion yang di gabungkan dari warna pink berubah menjadi warna Ungu.

" Sudah aku katakan tunjukkan, pastikan keputusanmu sebelum melawanku, kenapa kau masih menahan diri? Kenapa tidak langsung saja membunuhku? Kau masih naif Hayamana-san " ucap Naruto sangat dingin " Dan tebakanku selama ini benar..." jeda Naruto menutup matanya

Grak!

Bola ungu itu'pun di makan oleh Meikurora " Kau hanyalah Gadis keturunan Miko yang palsu " lanjut Naruto

Twuuuush!

Swush! BOOOOOOOM!

Kepala Meikurora pun langsung menembakkan laser berukuran besar ke arah Shion, namun sebuah serangan dari Tiga Bola Api besar menahan serangan Naruto hingga membuat ledakan dan mementalkan Shion dan Naruto bersamaan.

" Ghhh! Panas " desis Naruto merasakan suhu yang sangat panas ' Api... Jangan katakan ' batin Naruto melirik ke bekas ledakan.

" Hyaaaaa! " Naruto bisa melihat seseorang melesat cepat ke arahnya mendecih tak senang lalu mulai mengendalikan Meikuroranya untuk terbelah kembali dan melindungi dirinya.

Buagh!

Twush! BOOOOM!

Pukulan orang itu'pun mengenai tulang Redurora Naruto, namun berhasil mementalkan Naruto cukup jauh dari orang tersebut.

" Kau... Kenapa kau disini? " tanya Naruto menatap dingin sosok yang terbang di atasnya " Sungguh memalukan, seorang pria bertarung melawan perempuan, di mana harga dirimu itu laki-laki rendahan! Uzumaki Naruto! " teriak orang tersebut, namun Naruto hanya menatap dingin orang itu.

" Benarkah? Lalu mana yang lebih memalukan jika seorang pria meniduri gadis milik orang lain, dasar laki-laki murahan Raizer Phenex! " balas Naruto di akhiri teriakan di akhirnya " Kau... Kau itu lebih memuakkan dariku, jadi jangan menganggap bahwa kau lebih sempurna dariku! " teriak Naruto langsung melesatkan ke arah Raizer bersama dua Redurora miliknya.

" Heh! Benar, aku memang lebih sempurna darimu, bahkan seranganmu itu tak akan mempan dariku! " balas Raizer membuat empat Bola api di tangannya.

Swush! Craaaaaank!

" Apa! " kejut Raizer ketika ke empat kepala naga tersebut berubah menjadi dua puluh rantai.

Crash! Crash! Crash!

" ARRRRGGHHHH! " seketika Raizer berteriak begitu dua puluh rantai itu langsung menusuk-nusuk tubuhnya di berbagai tempat hingga tembus dan mengunci gerakan miliknya.

Syut! Tak!

Swush!

Seluruh rantai itu'pun langsung melilit tubuh Raizer dan mengarahkan tubuh tersebut ke bawah tepat ke arah tanah.

BOOOM!

CRAAAASH!

Tubuh Raizerpun menghantam tanah dengan keras dam selanjutnya Naruto menarik seluruh rantainya hingga selanjutnya tubuh Raizer terbelah semua karena saat rantai yang menembus tubuh Raizer, semua tertarik seperti pemotong membuat tubuh Raizer terpencar sana sini.

" Khahahaha. Serangan seperti itu tak akan mempan padaku " Naruto yang melihat Raizer pulih kembali tak terkejut lagi karena memang Clan Phenex bisa bergenerasi kembali.

Wush!

Bugh!

Naruto yang merasakan ada yang menyerangnya dari belakang menoleh ke belakang dan dia melihat Shion yang melayang di atasnya dengan pukulan tertahan oleh kekkai yang Naruto buat.

Wush!

Naruto yang bisa merasakan bahwa Raizer melesat ke arahnya melirik ke arah Raizer sebelum tersenyum remeh [" Sonic Boom! "]

Blaaaar!

Kedua orang tersebutpun terpental bersama dan menjaga jarak dari Naruto " Heh! Dua orang yang benar-benar aku benci, bekerja sama untuk membunuhku " gumam Naruto menundukkan kepalanya.

Jgleer! Jgleerr!

Suara petir mulai menggelegar di tempat tersebut di susul hujan yang sangat deras dan mulai membasahi seluruh tubuh mereka, Raizer yang terkena hujan mendecih tak senang karena apinya tidak akan berfungsi dengan baik.

Bzit! Bzitzitzit!

Mata Shion dan Raizer seketika melebar ketika kedua tangan Naruto mulai teraliri percikan petir kecil, tentu saja mereka mulai panik karena petir sangat menguntungkan jika terkena air.

" huh!... Benar-benar ironi sekali " dengus Naruto lalu mengangkat kedua tangannya sedikit lalu menghentakkannya bersama ke tanah.

Bziiiiiiittt!

" AARRRGHHHHH!/KYAAAAAAA! " Shion dan Raizerpun sama-sama berteriak ketika petir di tangan Naruto langsung mengalir ke seluruh tanah yang terkena air dan berdampak pada mereka yang juga terkena air.

Sret! Wush!

Setelah memberi pelumpuh sesaat, Naruto langsung berlari ke arah Raizer yang terjatuh berlutut lalu mengubah pedangnya kembali menjadi Redurora.

Buagh!

Duak! Duak!

Setelah sampai di depan Raizer Naruto langsung menendang wajah Raizer ke atas hingga sang pemilik tubuh melayang di susul serangan dua kepala Redu yang menubruk tubuh Raizer hingga semakin melayang.

Syusyusyut! Wush! Blaaaar!

Sebagai serangan berikutnya, dua tubuh Rora mulai melilit tubuh Raizer lalu membanting tubuh Raizer hingga kembali terpental ke atas layaknya bola.

" COUGH! " Mata Raizer melotot ketika punggungnya menghantam tanah membuatnya memuntahkan darah yang cukup banyak di udara.

Swush!

Dengan teleport, Naruto telah berada di depan wajah Raizer yang kesakitan dan menyiapkan pukulan yang di lapisi Tulang naga berapi Orange berukuran besar.

" Rasakan ini! " teriak Naruto melesatkan pukulannya.

Buagh!

Twush! BOOOOM!

Tubuh Raizerpun terpental dan meledak di tengah danau hingga membuat air danau meledak ke atas, Naruto yang tahu belum selesai melirik ke sampingnya dan dia bisa melihat Shion yang mulai berdiri kembali karena pelupuh petir Naruto telah hilang.

" Ayo kita selesai urusan ini! " ucap Naruto menghadap ke arah Shion begitu juga tulang naga berapi orange yang mulai kembali menjadi Redurora " Kali ini hanya aku dan Kau Price Miko, kali ini aku tak akan segan menghancurkan setiap sendimu " lanjut Naruto berucap dingin.

Shion yang mendengar itu mulai berdiri sempurna dan menatap Naruto dengan mata ungunya yang mulai bercahaya ungu, Naruto yang melihat itu membalas tatapan tersebut, bahkan Naruto tak sadar jika mata kanannya mengalami perubahan sesaat menjadi mata emas.

" Naruto.. Entah kenapa hari ini kau benar-benar sungguh membuatku muak " ucap Shion mengibaskan tangannya hingga pedang ungu dari aura Mikonya kembali muncul.

" Benarkah? Maaf jika seperti itu jalang, tapi asal kau tahu aku lebih muak ketika melihat bayanganmu yang dulu dan itu membuatku ingin sekali menghabisimu hingga tinggal namamu saja " balas Naruto berucap dingin tanpa perasaan.

" Jangan pikir aku akan Diam saja Naruto! Kau harus tahu derajatmu bahwa kau saat ini berbicara pada gadis keturunan Miko! Kau itu lemah bahkan tidak memiliki sebuah energi di tubuhmu! " balas Shion berteriak membuat mata Naruto terbelak sesaat sebelum berkilat tajam menatap Shion penuh amarah.

" Jangan pernah... " jeda Naruto " Jangan pernah, membandingkan diriku ini denganmu Miko jalang! " teriak Naruto langsung berlari ke arah Shion di ikuti Empat Kepala Redurora yang ada di setiap sisinya.

Wush!

Tank!

Sambil berlari, Naruto mengarahkan satu kepala Redu miliknya ke arah Shion, namun serangannya tertahan oleh pelindung kasap mata.

Wush!

Melihat Itu Naruto'pun melompat tinggi sambil menyiapkan tiga Kepala Naganya, Shion yang melihat itu menyiapkan pedangnya hingga aura pedangnya semakin besar.

Swuush~

Tiba-tiba dua kepala Redurora milik Naruto menghilang dan berubah menjadi Midrocremon kembali, Shion yang melihat itu menyiapkan dirinya untuk menusukkan pedangnya.

" Cuogh! "

Deg!

Mata Shion seketika terbelak ketika melihat Naruto terbatuk mengeluarkan darah dia bisa melihat, sebuah tombak api tengah menembus perut Naruto. Dia juga bisa melihat ada Raizer di belakang Naruto siap menyerang Naruto dengan Bola Api berukuran besar di tangannya.

Wush! Grep!

Dengan kesadaran yang dia dapat, Shion langsung melesat ke tubuh Naruto dan memeluknya dengan erat, setelah mendapat tubuh Naruto, Shion mengarahkan tangannya tepat ke arah Raizer.

Twush! BOOM!

Sebuah bola ungu langsung melesat cepat ke arah Raizer dan mementalkan tubuh Raizer ke gunung kecil yang telah meledak karena bekas perbuatan Naruto, dan kembali, di gunung tersebut terjadi ledakan yang besar hingga meratakan gunung tersebut.

" Kenapa... " gumam Naruto dapat di dengar oleh Shion " Kenapa kau tidak menyelesaikannya saja! " teriak Naruto.

" Bagaimana mungkin!? " balas Shion mengeratkan pelukannya " bagaimana mungkin aku bisa membunuhmu?! " lanjut Shion mulai menitikkan air matanya.

" Kau adalah orang yang berarti bagiku.. Tidak mungkin aku bisa membunuhmu... " ucap Shion semakin mengeratkan pelukannya " Lagi pula.. "

" Karena aku memiliki sesuatu yang harus aku katakan dari dulu! " lanjut Shion setengah berteriak. Shion mulai mengambil nafas dalam-dalam untuk menceritakan semua kebenarannya.

" Ini adalah kebenaran pada waktu itu.. "

.

.

" Peraturan keluarga Gadis keturunan Miko dengan Keluarga Phenex "

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

Flashback On + Pov Shion

.

Waktu itu, setelah masa pacaran kita selama sebulan, keluarga Phenex mendatangi keluargaku dan menjodohkanku dengan Raizer Phenex karena peraturan keluargaku dan Phenex di mana jika keturunan mereka yang memiliki darah Phenex dan Miko akan bisa menjaga kestabilan Segel Naga kegelapan yang clan kami segel, yaitu Naga Mouryuu.

( Mata Naruto terbelak ketika mendengar nama tersebut. ' Bu-Bukankah itu salah satu dari The Darknees Dragon ' batin Naruto )

Aku terkejut baru menyadari hal tersebut dan juga sebuah peraturan di mana Gadis keturunan Miko utama harus di jodohkan dengan pewaris clan Phenex.

Aku sebenarnya menolak, tapi aku di paksa oleh keluargaku, jika tidak maka segel Moryuu akan lepas seutuhnya, sebenarnya jika aku menolak ada peraturan lain yang bisa menjaga keutuhan Segel Moryuu yaitu dengan menikah bersama pemuda dari keturunan Namikaze, namun clan Namikaze telah punah membuat clan kami harus berhubungan dengan Clan Phenex.

Aku yang mendengar itu pasrah, sebelum aku memberitahumu tapi Raizer mendatangiku dan melakukan itu karena nafsunya tersebut, dan saat itulah kau datang...

.

Flashback Off + Pov Shion End

.

" Aku sudah katakan padamu, bahwa aku memiliki penjelasan kenapa aku menghianatimu, karena peraturan kami, karena itulah aku menghianatimu " jelas Shion menitikkan air matanya

" Mungkin kau benar... Aku adalah Gadis Miko yang kotor karena melakukan hal tabu sebelum menikah, tapi aku mohon... Tolong maafkan aku... Maafkan aku karena menghianatimu... " ucap Shion memohon sambil menangis.

Sret!

Dengan gerakan cepat Naruto melepaskan pelukan Shion dan menjaga jarak dari Shion, Shion yang melihat tindakan Naruto sedikit terkejut karena Naruto melepaskan pelukannya.

Tap! Tap!

Tanpa berkata apapun, Naruto berjalan menjauh menuju pedang miliknya lalu melanjutkan jalannya menjauh dari tempat tersebut.

" Naruto-kun! Tolong Maafkan Aku! Aku mohon... " ucap Shion menangis, namun Naruto tetap berjalan menjauh " Aku mohon... " isak Shion mulai jatuh terduduk karena tidak kuat berdiri lagi.

.

Tap Tap

Sementara pada Naruto, Naruto terus berjalan tanpa arah dari tempatnya menuju hutan yang akan mengarah ke kota dengan sangat pelan, bahkan dia tak peduli jika dia sakit karena hujan yang semakin lebat karena faktor cuaca. Dan juga darah terus keluar dari tubuh Naruto karena bekas tombak api Raizer

[" Apa yang kau lakukan di sini Naruto-kun? "] Naruto yang mendengar suara itu berhenti berjalan dan menatap ke atas di mana Whitegon berdiri di depannya.

" Okaa...-san " gumam Naruto lemah sebelum kehilangan kesadaraannya dan akan mulai jatuh ke tanah.

Grep!

Namun Whitegon berhasil menangkap tubuh Naruto lalu terbang membawa tubuh Naruto ke tempat yang lainnya.

.

Kurama Side

.

Sementara di sisi Kurama, Kurama tengah tiduran di sebuah batu miliknya dengan leher panjangnya yang terbangun menatap langit yang hujan dengan deras.

Swush!

Brak!

Pandangan Kurama seketika teralih ketika melihat Whitegon datang dengan tubuh Naruto yang pingsan, Kurama yang melihat itu mulai mendekati mereka.

[" Turdo, buatkan atap tertutup untuk kita! "] perintah Whitegon pada salah satu Naga berwarna cokelat keturunan Kitrugon.

Sret! Brak!

Blaarr!

Tanpa menjawab Naga bernama Turdo langsung membuat atap dari tanah dengan menghentakkan tangan naganya ke tanah dan membuat tubuh mereka terlindungi dari hujan.

[" Kenapa dengannya? "] tanya Kurama menatap wajah Naruto yang sedikit pucat.

[" Ini karena dia habis bertarung melawan gadis keturunan Miko dan juga terkena tombak dari seorang Clan Phenex, apa lagi dia memaksakan tubuhnya setelah terkena petir yang dia buat sendiri dan juga dia telah terkena Tombak api dari pria Phenex tersebut "] jawab Whitegon menyentuh hidungnya tepat di dada Naruto hingga sebuah lingkaran sihir putih muncul di atas tubuh Naruto dan membuat tubuh Naruto bercahaya.

[" Setelah dia pulih, aku akan mengembalikannya ke DSA, adiknya pasti tengah khawatir sekarang "] ucap Whitegon mendudukkan tubuhnya ke tanah menatap Naruto yang masih di lingkupi cahaya.

[" Apa Gaki ini memaafkan Gadis itu? "] tanya Kurama sedikit cemas dalam nada suaranya [" Tidak, Naruto langsung pergi meninggalkan gadis tersebut "] jawab Whitegon menatap cahaya yang mulai memudar dan memperlihatkan tubuh Naruto yang telah pulih kembali.

[" Turdo, kau ikut denganku untuk melindungi kami dari badai, aku akan mengembalikannya ke tempatnya "] ucap Whitegon mengangkat tubuh Naruto ke tubuhnya lalu terbang bersama Turdo yang membuat pelindung tanah agar Whitegon dan Naruto tak terkena badai.

.

.

DSA Weapon Dragons

11.00 AM

.

" Mouu~ Nii-san, kau di mana " gerutu Asia sangat khawatir karena Kakaknya tidak ada, apa lagi di luar saat ini ada badai.

Sementara Aiz, Kirin, Shiina dan Tohka yang menunggu juga diam dengan perasaan khawatir, terutama Aiz yang menatap langit yang tengah mengamuk.

' Apa badai ini adalah background dari pertarungan Naruto-kun ' batin Aiz.

Jglleeer!

Bruk!

Bersamaan dengan suara petir, Sesuatu memasuki Jendela hingga terbuka lebar membuat Semua di sana terkejut, dan keterkejutan mereka semakin bertambah ketika melihat tubuh Naruto yang terbaring di kasur.

" Nii-san!/Naruto-kun!/Naruto-nii!/Danchou!/ Naruto-san! " pekik mereka mendekati tubuh Naruto dan mengecek keadaan Naruto.

" Urat nadinya sedikit lemah, namun jantungnya terasa normal, Apa Naruto-kun Koma? " gumam Aiz menatap Naruto yang masih tertidur/Pingsan.

" Koma? Mustahil, sampai kapan hal itu terjadi!? " tanya Asia mengguncang tubuh Aiz dengan wajah sedih " ..., mungkin sampai sebelum pertandingan dimulai " jawab Aiz mengalihkan pandangannya.

" Mustahil, Jika seperti itu... " gumam Asia semakin lirih, lalu menatap tubuh Naruto yang tengah terbaring di kasurnya " Jika seperti ini, kalian tidak mungkin bisa berlatih karena semua alat yang di gunakan aktif karena Jam yang ada di tangan Nii-san.

Apa lagi, jam itu di aktifkan dengan sistem navigasion program locked. Yang mengetahui kode dari sistem itu hanya Nii-san saja " gumam Asia semakin lirih.

" Yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Danchou cepat sadar dan berlatih bersama tanpa Danchou. Kita harus membuat Danchou senang selama dia Koma " usul Kirin menundukkan kepalanya.

" kau benar Kirin-chan, tidak ada gunanya jika kita diam hanya karena Naruto-san, pertandingan akan di mulai dalam beberapa hari lagi, kita harus bisa menerima keadaan ini " timpal Tohka berusaha menyemangati.

" Apakah aku harus menggunakan kekuatan mataku? " tanya Shiina, namun Asia langsung menghentikan keinginan Shiina.

" Baka! Jika kau melakukan itu, matamu akan cepat buta, apa lagi kita tidak tahu sampai kapan Nii-san Koma! " bentak Asia mencengkeram erat bahu Shiina " Jika kau melakukan itu sama saja kau membuat Nii-san tidak senang " lanjut Asia lirih, Shiina yang mendengar itu menundukkan kepalanya.

Aiz yang dari tadi terdiam menatap jendela di kamar Naruto dengan pandangan yang sulit di artikan ' Apa aku salah ' batin Aiz.

.

Other Place

.

Wuuush!

Di sebuah lautan yang luas, terlihat sosok naga putih dengan sosok pria berambut putih tengah terbang dengan kecepatan penuh menuju sebuah pulau berwarna putih salju berukuran besar di depannya.

Naga itu semakin cepat menuju tempat tersebut hingga beberapa menit setelahnya naga beserta penunggang tersebutpun terbang di atas pulai tersebut.

Wush! Grep!

Namun baru beberapa menit melihat keadaan sekitar, dua Naga menangkap sang penunggang dan sang naga lalu menjatuhkan mereka dari langit.

Bruk! Grep!

Sang penunggang dan Sang Nagapun jatuh dan di sekitar mereka tiba-tiba muncul naga dari bawah es dan mengepung mereka.

Tap!

Mata sang penunggang yang tadi terpejam ketika mendengar suara langkah kaki membuka matanya dan benar saja terdapat kaki manusia di depannya, di liriknya ke atas dan betapa terkejutnya dia ketika apa yang dia lihat.

" Ka-Kau... "

.

.

Mysterious Place

.

" Jadi kapan kita melakukan penyerangan? " tanya seseorang berambut hitam panjang pada pria di sampingnya " jangan bodoh. Kita belum mendapat kesepakatan, apa lagi kita belum mendapatkan The Saphire. " balas sang Pria menatap datar orang di sampingnya.

" sebenarnya apa bagusnya alat itu? " tanya seorang pria berambut silver sambil membenarkan kaca matanya yang longgar " itu hanya alat berbentuk bola kecil yang sama sekali tidak berguna bagiku " lanjutnya

" Kau tidak pernah tahu apa jadi diam Saja Kutu buku, kau tidak pernah tahu sebagus apa The Saphire " balas Pria itu sangat dingin lalu membalikkan badannya dan berjalan menelusuri lorong yang gelap " Memang apa bagusnya? " tanya Pria berkaca mata mengikuti Pria itu bersama Pria berambut panjang disampingnya.

" Bola itu memiliki kekuatan tersembunyi bernama Chakra, kekuatan ini akan mengaktifkan kembali kekuatan yang hanya bisa di sekali pakai, bahkan bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi dari pemilik yang belum bangkit sama sekali.

Bahkan jika aku menggunakan mata kananku untuk menggunakan mata terkutuk, dan memiliki alat itu. Tak butuh 10 dekade menunggu untuk membangkitkan kembali kekuatan mata ini, bahkan dalam 1 jam aku bisa kembali menggunakan mata ini " jelas pria tersebut membuat pria berkaca mata terkejut.

" Bukan hanya itu, bola itu memiliki ledakan dahsyat jika bola ini meledak, bahkan satu kota seperti konoha, dan setengah bagian dari kota Iwa dan Kota Suna juga bisa ikut terkena ledakan " timpal pria berambut panjang di samping Pria berkaca mata membuat Pria di sampingnya terkejut bukan main.

" Kenapa mereka membuat alat seperti itu " gumam Pria berkaca mata " Politik " jawab Pria di sampingnya.

" Dan sekarang alat itu ada di tangan Uzumaki Naruto. Pemuda yang memiliki julukan terkenal The Genius from the Future, bukan hanya itu, beberapa orang memberinya sebuah julukan lain yaitu The Human Invisibility.

Itu di karenakan tak ada yang bisa bersaing dengannya. Bahkan para pesaingnya tidak ada yang bisa menandinginya. Apa lagi dalam pertarungan. Kalian pasti sempat menonton pertandingannya dengan Vali si White Dragon. Dia bahkan berhasil mengalahkan Vali walau dalam keadaan sekarat " jelas Pria tersebut

" Berarti kita harus mengambil bola ini dari anak ini. ******* sekarang kau cobalah untuk mendapatkannya " ucap Pria berambut panjang melirik pria di sampingnya.

" akan saya lakukan "

.

Shion Side

.

" Kenapa Kau menghalangiku untuk membunuhnya Shion! " tanya Raizer berteriak di depan Shion yang tengah duduk di sebuah kasur dengan handuk tebal. Saat ini mereka telah berada di kediaman keluarga Phenex setelah pertarungan tadi, Shion yang di tanya seperti itu menatap dingin pria di depannya " Jangan pernah menyakitinya Phenex, aku bahkan tak segan-segan membunuhmu dan juga yang lainnya di sini! " balas Shion dengan dingin.

" Ho~ kau sudah mulai berani melawan suamimu sendiri hah? "

" Suami? Huh! Bahkan aku tak pernah sudi menganggapmu sebagai suamiku! " dengus Shion menatap dingin mata Raizer " Kau seharusnya sadar siapa yang kau ajak bicara Phenex, aku adalah Miko, aku bisa saja membunuhmu dengan ramalan milikku, jika kau ingin membunuhku silahkan saja, tapi ingatlah jika kau melakukan kesalahan dari melukaiku hingga siapa yang aku kenal, kau akan mati dengan mengenaskan " lanjut Shion berbalik pergi meninggalkan Raizer yang menggeram marah.

" sebenarnya apa bagusnya dari Pria itu hah!? " tanya Raizer berteriak membuat langkah Shion berhenti " Dia adalah Pria bernama Uzumaki Naruto, dia lebih bagus darimu karena... " gantung Shion melirik tajam Raizer.

" Karena Dia memiliki apa yang tidak kau miliki " lanjut Shion lalu berjalan pergi dengan membanting keras.

" Apa yang tidak aku miliki? " gumam Raizer mendengus remeh " aku punya semuanya bahkan nama clanku sangat terkenal dan aku juga begitu terkenal darinya " dengus Raizer bangga.

" Kau sama saja seperti biasa Raizer " Raizer yang mendengar sebuah suara yang dia kenal menoleh dan dia mendapati seseorang yang dia kenal " Nii-sama, sedang apa kau di sini? " tanya Raizer pada kakaknya yang bernama Ruval Phenex.

" hanya menemui adikku yang arogan seperti biasanya " jawab Ruval memandang datar adiknya " kau seharusnya malu karena kau merendahkan orang yang memiliki julukan terkenal di kota ini " lanjutnya membuat Raizer mendengus.

" Huh! Apa hebatnya dia? Aku tahu dia hanya memiliki julukan Genius bla bla bla, apa bagusnya hanya mendapat julukan seperti itu " remeh Raizer " Tapi apa kau bisa menandingi julukan yang telah terkenal di seluruh dunia? " balas Ruval membuat Raizer terdiam dengan wajah terkejut.

" Apa maksud Nii-sama? "

" Kau seharusnya malu, pria bernama Uzumaki Naruto itu bukanlah sembarang orang, dia bahkan telah terkenal dari Kota Konoha hingga seluruh dunia, bahkan kau tak bisa menandinginya yang bisa membuat ribuan senjata untuk seluruh dunia ini dan bahkan dia berhasil menandingi Rivalmu yaitu Vali. Kau masih naif Raizer " balas Ruval berjalan menjauh dari kamar Raizer, meninggalkan Raizer yang terdiam.

.

.

Jum'at 26 Oktober 2090

Akame Side

10.00 AM

.

Keesokan harinya, saat ini Akame tengah duduk termenung di jendela kamarnya sambil menatap langit yang sedikit cerah, dirinya merasa bosan karena tidak ada hal menyenangkan, matanya melirik ke arah Miniatur Konoha yang di belikan oleh Naruto untuknya.

Dia bisa melihat di atas Miniatur tersebut terdapat tanda-tanda foto dari Naruto hingga seluruh kelompoknya, Akame yang merasa ada yang janggal mulai bangkit dan mengenakan pakaian khusus miliknya lalu berjalan menuju Naganya yang tertidur di luar rumah.

" Argen, Kita pergi ke tempat Naruto-kun " ucap Akame menaiki naganya hingga sang Naga terbangun lalu terbang menuju tempat Naruto.

.

Naruto Place

.

Sementara di tempat Naruto seluruh kelompok Naruto saat ini tengah menjenguk Naruto yang di katakan koma menatap Naruto dengan sendu, mereka tentu sedih karena jika Naruto koma. Hingga waktu yang tidak bisa di tentukan mereka akan kalah.

" Ada apa ini? " semua yang mendengar suara menoleh dan mereka mendapati Akame tengah berdiri menatap Naruto yang tengah terbaring di kasur, Aiz yang baru pertama melihat Akame menaikkan alisnya bingung " Ada apa dengan Naruto-kun!? " tanya Akame mendekati tubuh Naruto dan memeriksanya.

" Dia koma Akame-san " jawab Kiba singkat " Bagaimana bisa? Dengan tubuhnya dalam keadaan normal seperti ini, seharusnya dia tidak koma " balas Akame merasa tidak terima.

" Tunggu... " gumam Akame ketika melihat hal janggal di leher Naruto yaitu sebuah goresan yang sangat tipis tapi berbekas " Apa Naruto-kun dapat terkena serangan dari seseorang? " tanya Akame dan di jawab gelengan oleh semua kecuali Aiz.

" Tapi kenapa di lehernya terdapat luka? " semua yang mendengar itu terkejut termasuk Aiz yang tidak percaya akan hal itu " Mungkinkah... Naruto bertarung melawan Gadis Miko itu " gumam Aiz dapat di dengar semua termasuk Asia yang melebarkan matanya.

" Hayamana-san ya " geram Asia mengepalkan tangannya kuat-kuat " Jadi dia masih mencari masalah rupanya.. " geram Asia berjalan pergi meninggalkan semua di sana.

" Bagaimana ini? Asia telah tersalut Emosi, kita tidak mungkin menghentikannya tanpa alasan yang pasti. " panik Kirin, bukan hanya Kirin tapi semua kecuali Aiz, Akame dan Shiina yang hanya diam.

" Kita ikuti dia "

.

Other side

.

Sementara itu di sebuah tempat, terlihat sosok Wanita berambut kuning tengah berjalan lesu seperti tengah memikirkan sesuatu, bahkan dia tidak sadar bahwa dia berada di sebuah gang yang sempit.

Wush! Grek!

Seketika Wanita itu terkejut ketika ada yang mencengkeram kerahnya dan membenturkannya ke dinding bersamaan kepalan tangan di lehernya. Wanita itu berusaha melawan namun beberapa akar muncul dan mengunci gerakan sang Wanita.

Merasa usahanya sia-sia di berusaha melihat siapa yang melakukan ini padanya dan alangkah kejutnya ketika siapa yang dia lihat " A-Asia-chan " kagetnya.

" Kau... Kau masih mencari masalah rupanya, apa kau tak puas menyakiti Nii-san, Hayamana Shion! " geram Asia di akhiri teriakan bersama cekikkannya yang semakin kuat.

" Ghh... A-Asia, d-dengarkan aku dulu.. " ucap Shion bersusah payah " Apa yang harus aku dengarkan?! Kau melukai kakakku hingga koma, akan aku bunuh kau sekarang!? " balas Asia semakin mengeratkan cekikkannya.

" Asia berhenti! " ucap Aiz sambil memelintir sedikit tangan Asia yang mencekik Shion hingga Shion sedikit bisa bernafas " Hentikan ini Asia, jika kau membunuhnya sama saja kau akan merusak nama baik keluargamu termasuk Nii-sanmu yang telah di kenal " ucap Aiz menenangkan Asia.

" Aku tahu kau dendam karena dia menghianati Nii-sanmu, tapi percayalah dia pasti memiliki suatu alasan untuk hal tersebut " bujuk Aiz, namun Asia malah meliriknya tajam merasa tidak terima " Penjelasan? Penjelasan seperti apa hingga dia harus menyerang kakakku?! "

" Ma-Maka dari itu a-aku akan menjelaskan semuanya padamu... " ucap Shion menatap Asia memohon, Asia yang melihat tatapan itu menggeram tidak suka " Asia, kami juga tahu kau membencinya tapi ingatlah jika kau membunuhnya, perasaan Nii-sanmu tidak akan hilang dengan mudah "

Asia yang mendengar itu terdiam, perlahan pasti cekikkan Asia mulai melemah dan melepaskan cekikkannya secara kasar hingga akhirnya Shion bisa merasakan udara segar kembali.

" cepat katakan padaku, apa yang telah kau lakukan pada Nii-san? " ujar Asia dengan sangat dingin " Baiklah akan aku ceritakan " ucap Shion sebelum menormalkan nafasnya.

Shionpun mulai bercerita dari awal hingga akhir dari kejadian waktu itu dan pertarungan, semua terdiam dengan ekspresi masing-masing, ada yang tersendu, ada yang marah, ada yang terdiam tidak tahu harus menanggapi seperti apa.

" Jadi seperti itu " gumam Asia terdengar datar " Asia-chan, aku mohon tolong maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat Naruto-kun tersakiti, apa lagi Koma, waktu itu aku di kuasai amarahku " mohon Shion menggenggam tangan Asia " Aku mohon maafkan aku... "

" Jangan memohon maaf padaku, meminta maaflah pada Nii-san " ucap Asia lalu pergi bersama yang lain meninggalkan Shion yang terdiam, begitu juga Aiz dan Akame yang masih di tempat.

Aiz dan Akame melirik sendu Shion yang masih terisak karena dia membuat Narutonya Koma ( Itulah pikir Shion ), merekapun saling berpandangan sebelum menghela nafas mereka.

" Dengar Hayamana-san, tidak ada gunanya jika kau menangis karena perbuatanmu, yang berlalu telah berlalu, kejadian yang berlalu tidak mungkin kita balikkan kembali. " nasehat Aiz dengan lembut " Nasi telah menjadi Bubur, kau seharusnya bersyukur jika Naruto-kun hanya koma, bukan mati. Kami hanya bernasihat, mulailah mendekatkan dirimu pada tuhanmu dan memintailah restu dari dewamu agar Naruto-kun selamat, dan juga berdoalah agar Naruto-kun cepat memaafkanmu " lanjut Akame lalu berjalan pergi bersama Aiz di sampingnya meninggalkan Shion yang masih terdiam.

.

.

Naruto Side.

.

Sementara itu di sisi tubuh Naruto yang terbaring di kasur di balut dengan selimut di bawah leher dengan infus di hidung dan mulut Naruto, terlihat terjadi sesuatu yang sangat tipis pada mata kanan Naruto yang tertutup. Sebuah cahaya emas yang sangat redup muncul di sela mata Naruto yang tertutup. Begitu juga Bola biru di jam tangan Naruto mulai bercahaya terang.

.

.

Tik! Tik! Tik! Tik! Tik!

Deg!

Mata Naruto seketika melebar ketika dia mendengar suara detak jantung jam yang sangat keras di telinganya. Baru saja dia membuka matanya, Naruto harus kembali terkejut karena dirinya saat ini berdiri di tengah lorong pusaran berwarna biru dengan berbagai Jam di setiap lorong.

" Dimana... Ini " gumam Naruto memandang sekitarnya " Tempat apa ini " gumamnya lalu menatap ke depan di mana dia melihat sebuah lorong gelap tanpa ujung dan cahaya.

Tap!

Dengan langkah pelan Naruto mulai berjalan menyelusuri lorong tersebut sendirian tanpa seorangpun menemani Naruto selain suara detikan jam di seluruh lorong.

Naruto terus berjalan di lorong tersebut, namun semakin lama dia berjalan ujung lorong tersebut tetap tak terlihat membuat langkah Naruto terhenti lalu menatap ke belakang di mana di sana juga terdapat lorong tanpa ujung.

" Sebenarnya tempat macam apa ini " gumam Naruto.

Tap! Tap! Tap!

Naruto yang mendengar suara langkah kaki menoleh ke sumber suara, dan dia bisa melihat sosok orang perlahan terlihat keluar dari kegelapan di lorong.

Tap!

Langkah orang itu terhenti cukup jauh dari Naruto, Naruto yang melihat sosok itu menyipitkan matanya karena dia tidak bisa melihat jelas " Siapa kau? " tanya Naruto.

Wush!

Tanpa menjawab orang tersebut lari menjauh membuat Naruto terbelak dan mengejar orang terebut " Oi! Tunggu! " teriak Naruto mempercepat larinya ketika melihat orang tersebut semakin menjauh darinya.

" Kuso, larinya cepat sekali " gumam Naruto berusaha mengejar orang di depannya yang perlahan menghilang di gantikan sedikit cahaya di lorong " Apakah itu ujungnya " gumam Naruto semakin mempercepat larinya hingga cahaya itu semakin besar dan mulai menerangi Naruto.

.

Deg!

Mata Naruto seketika terbelak dengan nafas menderu, terlihat keringat membasahi wajah Naruto dan juga terlihat perubahan pada mata kanan Naruto di mana Mata Kanan Naruto berwarna Emas dengan 12 angka memutar di pupil matanya dengan dua jarum jam di angka 12 dan di angka 3.

" Di-Dimana Aku.. " gumam Naruto memandang sekitarnya sebelum melepaskan infus di mulut dan hidungnya " Aku ada di kamarku " gumam Naruto lalu menginjakkan kakinya di lantai, lalu berjalan menuju kamar mandinya.

.

.

Sraasssss~

Naruto yang membasuh dirinya dengan shower menundukkan kepalanya membiarkan air membasahi tubuhnya dan membuat rambutnya yang panjang menutupi mata miliknya.

" Hahh~ " hela Naruto membuang nafasnya secara perlahan lalu mematikan Shower di depannya.

Setelah mengeringkan dirinya, Naruto menggunakan Kemeja Putih lengan panjangnya dan memakai celana hitam panjangnya, setelah selesai ada yang menarik perhatian Naruto yaitu Kalender menunjukkan tanggal 1 November 2090.

Mata Naruto langsung terbelak " Apa!? Sudah tanggal 1 November?! " panik Naruto lalu berlari keluar, namun langkah Naruto terhenti ketika dia melihat bayangannya di cermin.

Mata Naruto semakin melebar ketika ada yang berubah dari dirinya terutama di matanya, dengan tangan bergetar Naruto menyentuh mata kanannya " A-Ada apa dengan mataku " gumam Naruto ketakutan.

.

.

" M-Mungkinkah... "

.

.

" Doujutsu "

.

.

.

TBC

Note : Yo, kembali lagi ini ficnya di Up, sorry jika lama, saya sibuk dengan kegiatan sekolah saya.

Yo~ bagaimana ceritanya kali ini, baguskah? Aku harap seperti itu. Nah seperti terjadi di atas, karena Shion dan Raizer memiliki Voting seimbang maka saya membuat pertarungan dari Naruto melawan Shion dan Raizer.

Saya harap pertarungannya menarik ya.

Lalu mengenai permohonan maaf Shion, akan terjawab di chapter berikutnya, untuk saat ini Shion masih belum mendapatkan jawabannya. Bagi yang meminta Shion dan Raizer tersiksa, gomen ne saya gak bisa melakukannya.

Lalu di bagian ini, Akhirnya Kekuatan pertama yang Naruto akan sadari adalah kekuatan Doujutsu miliknya, yaitu Mata Waktu. Mata ini terispirasi dari Mata Kurumi di Date A Live.

Kekuatan Mata Naruto akan terjawab seiring dengan waktunya, saya berencana Membuat Naruto menyadari perlahan kekuatan matanya dalam keadaan tertentu.

Berikutnya mengenai rencana para orang jahat, rencana mereka masih rahasia dan akan terjawab di saat turnament. Yang berikutnya kekuatan The Shaphire, seperti penjelasan di atas seperti itulah kekuatan The Shaphire.

Untuk The Bloods Land, akan saya publish bersamaan dengan NACTLM. Sementara Fic Aku akan selalu Mencintaimu akan di publish dalam waktu yang belum bisa di tentukan.

Baiklah itu saja yang bisa saya katakan saya berterima kasih pada kalian yang masih setia menunggu fic ini, saya Dedek undur diri, Jaa Na~

Please Review